Berita Terkini
Stop Anggap Biasa! 4 Makna Luar Biasa Hari Raya Idul Fitri yang Sering Terlupakan
Hari Raya Idul Fitri adalah momen yang sangat dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia. Hari raya ini menandai berakhirnya puasa selama satu bulan di bulan suci Ramadhan dan menjadi momentum untuk kembali kepada fitrah, yakni kesucian hati dan jiwa kebersihan. Namun, selain sebagai ajang kemenangan setelah sebulan berpuasa, Idul Fitri juga memiliki makna yang lebih dalam perspektif Islam
Makna Idul Fitri dalam Islam
1. Kembali ke Fitrah
Jika dilihat dari gabungan katanya, Idul Fitri berasal dari dua kata, yaitu 'id' dan 'al-fitri'. Id secara bahasa berasal dari kata ada - ya'uudu, yang artinya kembali. Sedangkan kata al-fitri memiliki dua makna, yaitu suci dan berbuka. Suci artinya bersih dari segala dosa, kesalahan, dan keburukan. Hal ini mencerminkan bahwa setelah seseorang menjalankan ibadah puasa, seorang muslim diharapkan kembali kepada kesucian hati dan jiwa.
2. Hari Kemenangan
Idul Fitri menjadi hari kemenanga karena umat Islam telah menyelesaikan salah satu ibadah yang berat, yakni puasa Ramadhan. Ini adalah kemenangan spiritual atas hawa nafsu dan godaan duniawi. Allah swt dalam firmannya di QS Al-Baqarah ayat 183 menyampaikan bahwa tujuan melaksanakan puasa adalah untuk mendapatkan gelar bertakwa.
3. Mempererat Silaturahmi
Hari Raya Idul Fitri juga menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan silaturahmi antar sesama. Pada hari ini, umat Islam dianjurkan untuk saling bermaafan, baik kepada keluarga, sahabat, maupun tetangga. Tradisi saling memaafkan ini bukan sekedar kebiasaan, namun memiliki makna yang mendalam dalam Islam, yaitu membersihkan hati dari rasa dendam dan kesalahan di masa lalu. Dengan silaturahmi yang terjaga, hubungan persaudaraan akan semakin kuat dan penuh keberkahan.
4. Menumbuhkan Kepedulian Sosial
Idul Fitri juga mengajarkan umat Islam untuk memiliki kepedulian terhadap sesama, terutama kepada mereka yang kurang mampu. Hal ini diwujudkan melalui kewajiban menunaikan zakat fitrah sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri. Dengan zakat fitrah, kebahagiaan di hari raya dapat dirasakan oleh semua orang, sehingga tidak ada yang merasakan kekurangan di hari yang penuh kebahagiaan tersebut. Nilai kepedulian inilah yang menjadi salah satu ajaran penting dalam Islam.
Dalam menutup amal di bulan puasa ini kita harus menanamkan prinsip khauf dan raja'. Khauf khawatir apakah ibadah kita diterima oleh Allah swt atau tidak, sehingga kita tidak terlalu puas dan berbangga diri dengan pencapaian ibadah yang telah dilakukan. Sementara raja' adalah sikap optimisme bahwa Allah dengan sifat kasih sayang-Nya pasti mau menerima amal ibadah yang kita lakukan.
Hikmah Idul Fitri dalam Kehidupan Seorang Muslim
Hari Raya Idul Fitri bukan hanya tentang berakhirnya bulan Ramadhan, namun juga menjadi momentum bagi setiap umat Islam untuk memperbaiki diri. Setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa, memperbanyak doa, membaca Al-Qur'an, dan melakukan berbagai amal kebaikan, Idul Fitri menjadi titik awal untuk mempertahankan kebiasaan baik tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu hikmah besar dari Idul Fitri adalah memperkuat hubungan antar sesama manusia. Pada hari raya ini, umat Islam dianjurkan untuk saling memaafkan, baik kepada keluarga, sahabat, maupun masyarakat sekitar. Tradisi saling memaafkan ini mengandung makna yang sangat dalam, yaitu membersihkan hati dari rasa dendam, iri, dan kebencian.
Rasulullah ? juga sangat mendukung umatnya untuk menjaga silaturahmi. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa menjaga silaturahmi dapat memperpanjang umur dan melapangkan rezeki. Oleh karena itu, momen Idul Fitri sering dimanfaatkan oleh banyak orang untuk berkumpul bersama keluarga dan mempererat hubungan yang mungkin sempat renggang.
Selain itu, Idul Fitri juga menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sejati bukan hanya berasal dari makanan khas lebaran atau pakaian baru, tetapi dari hati yang bersih dan rasa syukur kepada Allah SWT. Kebahagiaan yang dirasakan saat Hari Raya Idul Fitri seharusnya mendorong kita untuk terus meningkatkan kualitas ibadah dan keimanan
Zakat Fitrah : Menyempurnakan Ibadah Ramadhan
Zakat Fitrah merupakan bagian penting dalam perayaan Idul Fitri dengan tujuan agar di hari raya tidak ada yang merasakan kekurangan. Selain itu, Zakat fitrah memiliki fungsi utama untuk menyucikan jiwa dan menyempurnakan ibadah puasa. Rasulullah ? bersabda:
“Zakat fitrah diwajibkan untuk menyucikan orang yang berpuasa dari amalan sia-sia dan ucapan keji, serta sebagai makanan bagi orang miskin.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)
Zakat fitrah wajib ditunaikan oleh setiap Muslim sebelum pelaksanaan Salat Idul Fitri. Besarnya setara dengan sekitar 2,5 kg bahan makanan pokok, seperti beras untuk di Indonesia
Salurkan Zakat Fitrah ke BAZNAS
Tunaikan zakat fitrah Anda melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) agar penyalurannya tepat sasaran dan membantu saudara-saudara yang membutuhkan di hari raya.
untuk membaca artikel lainnya klik link di bawah ini :
Makna Hari Raya Idul Fitri
https://baznaskotasukabumi.com/makna-hari-raya-idul-fitri/
27/02/2026 | BAZNAS
BAZNAS Siapkan Dapur Umum untuk Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan bantuan berupa dapur umum untuk korban banjir di Tapanuli Selatan.
Kronologi Terjadinya Bencana Banjir di Tapanuli Selatan
Bencana terjadi setelah hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Tapsel sejak Senin, 24 November 2025. Curah hujan ekstrem ini menyebabkan sungai — terutama di wilayah bantaran seperti di kecamatan Batang Toru — meluap dan memicu banjir bandang serta tanah longsor. Bahkan dalam beberapa desa, arus deras membawa gelondongan kayu, sehingga daya hantam banjir menjadi sangat buruk dan merusak rumah, jalan, fasilitas umum, dan infrastruktur.
Pada 25–26 November 2025, dampak bencana mulai terlihat: permukiman penduduk terdampak berat, banyak rumah rusak atau hanyut, akses jalan dan jembatan putus — menyebabkan isolasi sejumlah desa dan mempersulit evakuasi serta penyelamatan. Sejumlah korban jiwa mulai dilaporkan; data awal dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut sekurang-kurangnya 8 orang meninggal dan ribuan warga mengungsi.
Seiring waktu, data korban terus diperbarui secara periodik oleh pihak berwenang. Pada 28 November dilaporkan 32 orang meninggal, 29 November meningkat menjadi 43 korban, dan pada 30 November tercatat 46 korban tewas serta puluhan hilang. Akhirnya, per 3 Desember 2025, korban meninggal di Tapsel dilaporkan mencapai 81 orang, dengan sekitar 33 orang hilang dan ratusan lainnya luka-luka; ribuan warga mengungsi akibat rumah dan fasilitas rusak berat.
Saat ini, tim SAR gabungan bersama aparat daerah, relawan, dan masyarakat tengah melakukan upaya pencarian korban hilang, evakuasi pengungsi, serta distribusi bantuan — seperti logistik, air bersih, dan layanan medis — ke titik-titik pengungsian. Pendataan kerusakan pun terus dilakukan untuk menilai skala kerugian materiil dan kebutuhan pemulihan jangka panjang.
BAZNAS RI Hadir Mengoperasikan Sejumlah Dapur Umum
Memastikan ribuan penyintas bencana banjir dan tanah longsor di Tapanuli Selatan (Tapsel) mendapat pasokan makanan yang layak, BAZNAS RI melalui unit BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) telah mendirikan dan mengoperasikan sejumlah dapur umum di titik-titik terdampak berat. Operasi yang dipimpin langsung oleh Koordinator BTB untuk wilayah Tapsel, Sukamto, ini telah menghasilkan ribuan bungkus makanan siap santap bagi pengungsi.
Di tengah kesibukan mengawasi produksi di Dapur Umum BAZNAS RI di Tapsel, Sumut, Kamis (4/12/2025), Sukamto memaparkan upaya logistik yang terus diperluas cakupannya. “Fokus kami adalah memastikan tidak ada penyintas yang kelaparan. Setelah assessment, kami segera mendirikan dapur umum di titik-titik dengan konsentrasi pengungsi tinggi dan di daerah yang sulit dijangkau,” ujarnya.
Dapur Umum BAZNAS RI untuk Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan
Jaringan Dapur Umum BAZNAS
Berdasarkan laporan operasional per Rabu (3/12/2025), jaringan dapur umum BAZNAS telah berkembang pesat. Titik utama berada di Desa Tandihat, di kompleks PTPN 5 Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan. Dapur ini secara konsisten memproduksi 1.950 bungkus makanan per hari untuk mendukung 630 jiwa pengungsi, dilengkapi dengan dapur air di dua titik.
Tidak berhenti di situ, tim yang terdiri dari Sukamto, Septo P, personil BTB Provinsi Sumut, Baznas Kabupaten dan Kota Tapsel, serta 12 relawan masak, terus memperluas jangkauan. Dapur umum baru berhasil didirikan di Desa Tolang Julu, memproduksi 600 bungkus makanan per hari. Selain itu, dukungan logistik juga diberikan kepada dapur umum komunitas, seperti di Masjid Nurul, Jl. Murai Aekmanis, Kelurahan Sibolga Selatan, dengan menyuplai beras, lauk, dan bumbu untuk produksi 300 porsi per hari selama tiga hari.
Yang patut dicatat adalah peningkatan kapasitas di beberapa titik. Dapur umum di Masjid An-Nursina, Kelurahan Sarudik, Tapanuli Tengah, yang awalnya memproduksi 600 bungkus, kini ditingkatkan menjadi 1.000 bungkus per hari (2x produksi) untuk menjangkau 568 jiwa. Begitu pula dengan dapur umum di Jalan Kamboja, Kelurahan Simare Mare, Kecamatan Sibolga Utara, yang langsung beroperasi dengan produksi 1.000 bungkus per hari untuk 450 jiwa.
“Ini adalah kerja kolektif. Personil pusat, daerah, dan relawan lokal bersinergi. Setiap hari tim kami bergerak dengan 1 unit mobil dan 2 motor, membeli bahan baku, memasak, dan mendistribusikan, seringkali melalui jalur yang masih sulit,” jelas Sukamto yang baru saja menyelesaikan studi magister di UIN Yogyakarta dan langsung bertugas ke lokasi bencana.
Operasi dapur umum ini menjadi penopang hidup utama bagi ribuan pengungsi yang kehilangan tempat tinggal dan akses terhadap kebutuhan pokok. Kehadiran BAZNAS tidak hanya memenuhi kebutuhan nutrisi, tetapi juga memberikan kepastian dan harapan bagi warga di tengah situasi yang serba tidak menentu. Komitmen untuk melanjutkan operasi ini menunjukkan dedikasi BAZNAS RI dalam menjalankan amanah kemanusiaan, memastikan bantuan tepat sasaran dan berkelanjutan hingga kondisi darurat pulih.
Mari langitkan doa dan ringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana dengan bersedekah melalui Dompet Bencana dan Kemanusiaan BAZNAS. Salurkan donasi Anda melalui: https://app.midtrans.com/payment-links/bantuankebencanaan
Atau bisa memalui website resmi : https://baznaskotasukabumi.com/
05/12/2025 | indri irmayanti
BAZNAS Hadirkan Layanan Psikososial Anak bagi Penyintas Banjir Bandang di Kota Padang
BAZNAS RI menyalurkan layanan dukungan psikososial bagi anak-anak terdampak banjir Padang di tengah ribuan warga yang kehilangan rumah dan harta benda.
Kronologi Banjir Padang : Hujan Deras, Jembatan Putus, dan Korban Jiwa
Banjir besar melanda Kota Padang, Sumatra Barat, akibat hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak Selasa (25/11/2025) dini hari. Hujan deras tersebut menyebabkan Sungai Batang Kuranji meluap hingga pada Kamis (27/11/2025) pukul 06.35 WIB arus deras setinggi lebih dari 200 sentimeter menghantam dan merusak Jembatan Gunung Nago, sehingga akses jalan terputus. BNPB menyebutkan bahwa derasnya arus air menjadi penyebab utama rusaknya jembatan tersebut, sementara jalur alternatif masih dapat dilewati melalui Jembatan By Pass dan Jembatan Baru Kuranji.
Banjir yang datang juga membawa material berupa lumpur dan batang pohon yang menerjang permukiman warga, terutama di kawasan Luminpark Cluster. Akibat kejadian tersebut, empat orang dilaporkan meninggal dunia, serta sejumlah rumah dan kendaraan warga mengalami kerusakan. Bencana hidrometeorologi ini menimbulkan dampak yang cukup luas terhadap kehidupan masyarakat Kota Padang.
Berdasarkan data Pusdalops BPBD Kota Padang, tercatat sebanyak 27.433 warga terdampak banjir yang tersebar di sembilan kecamatan, dengan jumlah terbanyak berada di Kecamatan Koto Tangah. Kecamatan lain yang terdampak antara lain Nanggalo (2.232 jiwa), Padang Utara (1.486 jiwa), Lubuk Begalung (893 jiwa), Pauh (741 jiwa), Kuranji (601 jiwa), Padang Barat (321 jiwa), Padang Timur (150 jiwa), serta Bungus Teluk Kabung (26 jiwa). Selain itu, tercatat dua rumah hanyut, 61 rumah rusak sedang, 17 rumah rusak ringan, satu rumah ibadah rusak ringan, dua titik jalan longsor, dan dua petak sawah rusak berat.
Di tengah proses pemulihan pascabencana, berbagai pihak turut ambil bagian dalam upaya kemanusiaan, salah satunya Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI yang memberikan layanan khusus bagi anak-anak korban banjir.
BAZNAS RI Berikan Layanan Dukungan Psikososial bagi Anak-anak Korban Banjir Padang
BAZNAS Hadirkan Layanan Psikososial Anak bagi Penyintas Banjir Bandang di Kota Padang
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memberikan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) yang difokuskan untuk membantu pemulihan mental anak-anak dan kelompok rentan yang mengalami dampak langsung dari bencana banjir dan longsor di Kota Padang.
Sebanyak 25 anak mengikuti sesi layanan dukungan psikososial ini. Di akhir kegiatan, anak-anak menerima susu dan makanan ringan sebagai bentuk dukungan pemenuhan gizi serta penutup kegiatan yang menyenangkan.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., menyampaikan, pendampingan psikososial merupakan bagian penting dalam pemulihan pascabencana, sehingga BAZNAS sejak awal berkomitmen menghadirkannya bagi masyarakat yang membutuhkan.
“BAZNAS RI memastikan bahwa layanan psikososial menjadi bagian dari respon kemanusiaan, agar anak-anak terdampak bencana dapat kembali pulih secara mental dan emosional,” ujar Saidah dalam keterangan tertulis, Kamis (4/12/2025).
Dalam sesi layanan psikososial ini, anak-anak mengikuti berbagai permainan, aktivitas edukatif, dan dongeng interaktif yang dipandu langsung oleh Awam Prakoso, Founder Kampung Dongeng Indonesia. Sebagai pendongeng sekaligus fasilitator psikososial, kehadiran Awam Prakoso berhasil menghidupkan suasana, menghadirkan tawa, dan menciptakan rasa aman bagi anak-anak.
“Layanan tersebut dirancang untuk memberikan ruang aman bagi anak-anak agar dapat kembali merasakan keceriaan setelah menghadapi situasi darurat. Melalui LDP ini, BAZNAS RI berupaya memastikan kebutuhan emosional dan psikologis penyintas mendapat perhatian yang sama pentingnya dengan kebutuhan fisik,” ucap Saidah.
Saidah mengatakan bahwa kehadiran fasilitator profesional dan kegiatan yang menyenangkan membantu menciptakan lingkungan yang nyaman bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri tanpa tekanan.
“Kegiatan ini memberi ruang bagi anak-anak untuk melepas ketegangan dan memulihkan diri setelah mengalami situasi yang traumatis,” ucap Saidah.
Menurut Saidah, antusiasme anak-anak dan respons positif dari para orang tua menunjukkan bahwa layanan psikososial ini sangat dibutuhkan di tengah proses pemulihan. Banyak dari mereka merasa terbantu karena BAZNAS menyediakan ruang yang aman dan menghibur bagi anak-anak.
“Para orang tua merasa sangat terbantu karena anak-anak mereka dapat bermain, belajar, dan tertawa kembali dalam suasana yang mendukung,” kata Saidah.
Saidah menegaskan bahwa BAZNAS RI akan terus memperkuat layanan kemanusiaan di wilayah terdampak banjir bandang, termasuk dengan menghadirkan pendampingan lanjutan sesuai kebutuhan.
“BAZNAS RI berkomitmen untuk terus hadir mendampingi masyarakat dalam setiap fase pemulihan, baik melalui layanan pangan, kesehatan, maupun dukungan psikososial,” tambahnya.
Mari langitkan doa dan ringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana dengan bersedekah melalui Dompet Bencana dan Kemanusiaan BAZNAS. Salurkan donasi Anda melalui: https://app.midtrans.com/payment-links/bantuankebencanaan
Atau bisa melalui website resmi: https://baznaskotasukabumi.com/
05/12/2025 | Yessi Ade Lia Putri
Artikel Terbaru
Keutamaan Puasa Dzulhijjah 2026 yang Sayang untuk Dilewatkan
Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan istimewa dalam kalender Islam.
Di dalamnya terdapat banyak amalan yang memiliki keutamaan besar di sisi Allah SWT, salah satunya adalah puasa sunnah pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Menjelang Idul Adha 2026, umat Muslim dianjurkan untuk memanfaatkan momen penuh berkah ini dengan memperbanyak ibadah, doa, dzikir, dan puasa sunnah.
Banyak orang mungkin lebih mengenal puasa Arafah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah. Padahal, puasa pada hari-hari pertama bulan Dzulhijjah juga termasuk amalan yang sangat dicintai Allah SWT. Kesempatan ini tentu menjadi momen berharga untuk meningkatkan ketakwaan dan mendekatkan diri kepada-Nya.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“Demi fajar, dan malam yang sepuluh.” (QS. Al-Fajr: 1-2)
Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud “malam yang sepuluh” dalam ayat tersebut adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Ini menunjukkan betapa mulianya hari-hari tersebut di sisi Allah SWT.
Rasulullah SAW juga menjelaskan keutamaan amal saleh pada hari-hari Dzulhijjah melalui hadis berikut:
“Tidak ada hari-hari yang amal saleh di dalamnya lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini, yaitu sepuluh hari pertama Dzulhijjah.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, tidak juga jihad di jalan Allah?” Beliau menjawab, “Tidak juga jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang keluar dengan jiwa dan hartanya lalu tidak kembali sedikit pun.” (HR. Bukhari)
Hadis ini menjadi bukti bahwa amal ibadah di awal Dzulhijjah memiliki nilai yang sangat tinggi, termasuk puasa sunnah. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk tidak melewatkan kesempatan emas ini.
Puasa Dzulhijjah sendiri biasanya dilakukan sejak tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah. Khusus tanggal 9 Dzulhijjah dikenal sebagai puasa Arafah yang memiliki keutamaan luar biasa. Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa Arafah, aku berharap kepada Allah agar dapat menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya.” (HR. Muslim)
Betapa besar kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Hanya dengan menjalankan puasa sunnah satu hari, Allah memberikan pahala berupa pengampunan dosa selama dua tahun. Tentu ini menjadi kesempatan yang sangat sayang untuk dilewatkan.
Selain mendapatkan pahala dan ampunan dosa, puasa Dzulhijjah juga melatih keikhlasan serta kesabaran dalam beribadah. Di tengah kesibukan pekerjaan dan aktivitas sehari-hari, seorang Muslim tetap berusaha menjaga puasanya karena mengharap ridha Allah SWT.
Puasa sunnah ini juga menjadi bentuk persiapan hati menjelang Hari Raya Idul Adha.
Idul Adha bukan hanya tentang menyembelih hewan kurban, tetapi juga tentang ketundukan, pengorbanan, dan keikhlasan sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
Dengan berpuasa, hati menjadi lebih lembut dan lebih mudah untuk bersyukur. Kita diajak untuk merasakan lapar dan haus sehingga tumbuh rasa empati terhadap saudara-saudara yang hidup dalam kekurangan. Inilah salah satu hikmah besar dari ibadah puasa yang sering kali terlupakan.
Agar puasa Dzulhijjah semakin maksimal, umat Muslim juga dianjurkan memperbanyak amalan lainnya seperti membaca Al-Qur’an, bersedekah, memperbanyak takbir, tahmid, tahlil, serta memperbanyak doa. Hari-hari ini merupakan waktu terbaik untuk memperbaiki hubungan dengan Allah SWT.
Menjelang Idul Adha 2026, mari jadikan momen Dzulhijjah sebagai kesempatan memperbanyak amal saleh. Tidak perlu menunggu menjadi sempurna untuk mulai beribadah. Mulailah dari langkah kecil dan niat yang tulus.
Semoga Allah SWT memudahkan kita untuk menjalankan puasa Dzulhijjah, menerima amal ibadah kita, serta memberikan keberkahan dalam hidup dan keluarga kita. Aamiin.
18/05/2026 | BAZNAS
Kenapa Idul Adha Selalu Punya Makna yang Berbeda Setiap Tahun?
Setiap tahun, Hari Raya Idul Adha datang membawa suasana yang begitu khas.
Takbir berkumandang di masjid-masjid, hewan kurban mulai dipersiapkan, dan umat Muslim berkumpul dalam suasana penuh kebersamaan. Namun ada satu hal yang sering dirasakan banyak orang: Idul Adha selalu memiliki makna yang berbeda setiap tahunnya.
Bagi sebagian orang, Idul Adha menjadi momen belajar ikhlas. Bagi yang lain, Idul Adha terasa begitu menyentuh karena mengingat perjuangan hidup, keluarga, atau kondisi yang sedang dihadapi. Bahkan tidak sedikit yang merasa bahwa setiap Idul Adha datang dengan pelajaran baru yang membuat hati lebih dekat kepada Allah SWT.
Idul Adha memang bukan sekadar perayaan tahunan.
Di balik ibadah kurban, tersimpan makna besar tentang cinta, pengorbanan, keikhlasan, dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“Maka ketika anak itu sampai pada umur sanggup berusaha bersamanya, Ibrahim berkata, ‘Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!’ Dia (Ismail) menjawab, ‘Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insyaAllah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.’”(QS. Ash-Shaffat: 102)
Ayat ini menceritakan kisah luar biasa Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Sebuah kisah yang mengajarkan bahwa cinta kepada Allah harus berada di atas segalanya. Dari sinilah makna Idul Adha terus hidup hingga hari ini.
Setiap tahun, kondisi hidup seseorang pasti berubah. Ada yang tahun lalu masih memiliki keluarga lengkap, namun kini harus merayakan Idul Adha dengan kerinduan. Ada yang dahulu belum mampu berkurban, lalu tahun ini Allah beri rezeki untuk berbagi. Ada pula yang sedang diuji kesulitan hidup, sehingga Idul Adha menjadi pengingat tentang kesabaran dan tawakal.
Karena itulah Idul Adha terasa berbeda setiap tahun. Allah menghadirkan momen ini bukan hanya sebagai tradisi, tetapi juga sebagai cara untuk menyentuh hati manusia dengan pelajaran yang berbeda-beda.
Ibadah kurban sendiri bukan tentang siapa yang paling mahal hewan kurbannya. Allah SWT menegaskan dalam firman-Nya:
“Daging dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu.”(QS. Al-Hajj: 37)
Ayat ini mengingatkan bahwa inti dari Idul Adha adalah ketulusan hati. Bukan gengsi, bukan pujian manusia, dan bukan kemewahan. Yang Allah lihat adalah niat, keikhlasan, dan ketakwaan dari hamba-Nya.
Rasulullah SAW juga bersabda:
“Tidak ada suatu amalan yang dilakukan manusia pada hari raya kurban yang lebih dicintai Allah selain mengalirkan darah (hewan kurban).”(HR. Tirmidzi)
Hadis ini menunjukkan betapa besar kemuliaan ibadah kurban di sisi Allah SWT. Namun lebih dari itu, Idul Adha juga mengajarkan arti berbagi kepada sesama. Saat daging kurban dibagikan, ada banyak keluarga yang merasakan kebahagiaan. Ada senyum anak-anak, rasa syukur dari mereka yang membutuhkan, dan kebersamaan yang tercipta di tengah masyarakat.
Inilah salah satu alasan mengapa Idul Adha selalu terasa istimewa.
Ia bukan hanya ibadah pribadi, tetapi juga ibadah sosial yang mempererat persaudaraan dan kepedulian.
Di era sekarang, ketika kehidupan sering dipenuhi kesibukan dan urusan dunia, Idul Adha hadir sebagai pengingat untuk kembali menata hati. Mengingat bahwa hidup bukan hanya tentang mengejar materi, tetapi juga tentang pengorbanan, kepedulian, dan ketaatan kepada Allah SWT.
Kadang seseorang baru benar-benar memahami makna Idul Adha setelah melewati ujian hidup tertentu. Ada yang belajar tentang kehilangan, ada yang belajar bersyukur, dan ada pula yang belajar bahwa berbagi ternyata menghadirkan kebahagiaan yang tidak bisa dibeli dengan apa pun.
Menjelang Idul Adha tahun ini, mari jadikan momen ini sebagai kesempatan memperbaiki diri. Tidak harus menunggu sempurna untuk mulai mendekat kepada Allah. Mulailah dengan niat yang baik, hati yang tulus, dan semangat untuk berbagi kepada sesama.
Semoga Idul Adha tahun ini membawa keberkahan, ketenangan hati, serta menjadikan kita pribadi yang lebih ikhlas dan lebih peduli terhadap orang lain. Karena pada akhirnya, Idul Adha bukan hanya tentang hari raya, tetapi tentang perjalanan hati menuju ketakwaan kepada Allah SWT.
18/05/2026 | BAZNAS
Fokus pada Hasil: Wujudkan Niat Suci! 3 Rahasia Sukses Banyak Orang Bisa Kurban Tiap Tahun.
Menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Islam mulai disibukkan dengan persiapan ibadah kurban. Banyak orang rela menyisihkan sebagian rezekinya sedikit demi sedikit demi bisa membeli hewan kurban. Ada yang menabung sejak awal tahun, ada pula yang menyisihkan uang setiap hari demi mewujudkan niat beribadah kepada Allah SWT.
Mengapa banyak orang begitu bersemangat untuk berkurban?
Karena kurban bukan hanya sekedar menyembelih hewani, tetapi bentuk ketaatan, cinta, dan ketakwaan kepada Allah SWT. Kurban juga merupakan simbol menjadi kepedulian sosial dan kebahagiaan berbagi kepada sesama.
Allah SWT berfirman:
“Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah.”
(QS. Al-Kautsar : 2)
Ayat ini menjadi perintah bagi umat Islam untuk melaksanakan ibadah kurban sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang Allah SWT berikan.
Kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS
Kisah kurban sendiri tidak lepas dari keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Ketika Allah SWT memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyembelih putra, keduanya menunjukkan ketaatan luar biasa kepada Allah SWT.
Allah SWT berfirman:
Maka ketika anak itu sampai pada umur sanggup berusaha bersamanya, Ibrahim berkata: 'Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka berpikirlah bagaimana pendapatmu!' Ia (Ismail) menjawab: 'Wahai ayahku! Laksanakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insyaAllah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.'”
(QS. As-Saffat: 102)
Dari kisah ini, umat Islam belajar bahwa ibadah kurban mengajarkan tentang keikhlasan, pengorbanan, dan mendahulukan perintah Allah SWT di atas kepentingan pribadi.
Tidak mengherankan jika banyak orang rela menabung demi bisa berkurban. Mereka ingin menjadi bagian dari ibadah mulia yang dicintai Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak ada amalan anak Adam pada hari Nahr yang lebih dicintai Allah selain menyembelih hewan kurban.”
(HR. Tirmidzi)
2. kurban juga membawa kebahagiaan bagi masyarakat yang membutuhkan
Dalam hadis lain, Rasulullah SAW juga bersabda:
“Barang siapa yang memiliki kelapangan rezeki tetapi tidak berkurban, maka janganlah ia mendekati tempat salat kami.”
(HR.Ahmad dan Ibnu Majah)
Hadis ini menunjukkan betapa besarnya perhatian Islam terhadap ibadah kurban bagi mereka yang mampu.
Selain bernilai ibadah, kurban juga membawa kebahagiaan bagi masyarakat yang membutuhkan. Di banyak daerah, masih ada keluarga yang jarang menikmati daging dalam kehidupan sehari-hari. Momentum Iduladha menjadi hari penuh kebahagiaan karena mereka bisa merasakan nikmatnya hidangan bersama keluarga.
Allah SWT berfirman:
“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu.”
(QS. Al-Hajj : 37)
Ayat ini mengingatkan bahwa yang paling utama dalam ibadah kurban bukanlah besarnya hewan atau banyaknya daging, tetapi ketakwaan dan keikhlasan hati.
Kini, berkurban juga semakin mudah dilakukan melalui berbagai program kurban terpercaya yang diselenggarakan oleh BAZNAS . Penyaluran kurban dapat menjangkau daerah pelosok, wilayah minim pekurban, hingga masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Dari seekor hewan kurban, lahir banyak kebahagiaan. Anak-anak tersenyum, keluarga berkumpul, dan masyarakat merasakan indahnya berbagi. Inilah alasan mengapa banyak orang rela menabung demi kurban. Karena mereka percaya, setiap pengorbanan yang dilakukan di jalan Allah SWT tidak akan pernah sia-sia.
Maka, jika hari ini belum mampu berkurban, jangan berhenti berniat. Mulailah menabung dari sekarang. Sedikit demi sedikit, insyaAllah akan menjadi jalan menuju ibadah yang penuh keberkahan dan manfaat bagi sesama. Semoga Allah SWT memudahkan setiap langkah kebaikan dan menerima amal ibadah kurban kita semua dengan penuh keberkahan.
[caption id="attachment_3830" align="alignnone" width="606"] Baznas Kota Sukabumi[/caption]
Yuk Tunaikan Kurban Terbaik Anda Melalui BAZNAS
Mari hadirkan kebahagiaan hingga pelosok negeri melalui program kurban yang amanah, terpercaya, dan tepat sasaran untuk masyarakat yang membutuhkan.
Konfirmasi CS BAZNAS :
081111112807
“Kurban Anda, Kebahagiaan Mereka.”
13/05/2026 | BAZNAS
BAZNAS TV
Profil BAZNAS Kota Sukabumi
Penulis: BAZNAS
titipan Donasi para Donatur untuk anak pengidap Hydrosifalus
Penulis: BAZNAS


