Berita Terbaru
Jangan Abaikan Khusyuk, Karena Inilah Ruh Salat
Salat merupakan ibadah yang menjadi tiang agama dan pembeda antara seorang Muslim dengan kekafiran. Namun, tidak sedikit orang yang melaksanakan salat hanya sebagai rutinitas harian tanpa menghadirkan hati di hadapan Allah SWT. Gerakan dilakukan dengan benar, bacaan dilafalkan dengan fasih, tetapi pikiran justru melayang ke urusan dunia. Inilah sebabnya mengapa khusyuk menjadi ruh salat yang tidak boleh diabaikan.
Tanpa khusyuk, salat hanya menjadi rangkaian gerakan fisik. Sebaliknya, dengan khusyuk, salat menjadi sarana komunikasi yang penuh makna antara seorang hamba dengan Rabb-nya. Oleh karena itu, setiap Muslim perlu memahami pentingnya menjaga kekhusyukan agar salat benar-benar memberikan dampak positif bagi kehidupan.
Apa Itu Khusyuk dalam Salat?
Khusyuk adalah keadaan hati yang penuh ketundukan, rasa takut, harap, dan pengagungan kepada Allah SWT saat melaksanakan salat. Khusyuk membuat seseorang fokus pada ibadah yang sedang dikerjakannya serta menjauhkan diri dari gangguan pikiran yang tidak bermanfaat.
Allah SWT berfirman:
“Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang khusyuk dalam salatnya.”
(QS. Al-Mu’minun: 1-2)
Ayat ini menunjukkan bahwa salah satu ciri utama orang beriman yang beruntung adalah mereka yang menjaga kekhusyukan dalam salatnya.
Mengapa Khusyuk Disebut Ruh Salat?
Salat Tanpa Khusyuk Kehilangan Maknanya
Tujuan utama salat bukan hanya menggugurkan kewajiban, tetapi juga mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ketika hati tidak hadir, maka hikmah dan pengaruh salat dalam kehidupan sehari-hari menjadi berkurang.
Rasulullah bersabda:
“Sesungguhnya seseorang selesai dari salatnya, namun tidak dicatat baginya kecuali sepersepuluh, sepersembilan, seperdelapan, sepertujuh, seperenam, seperlima, seperempat, sepertiga, atau setengah dari salatnya.”
(HR. Abu Dawud)
Hadits ini menunjukkan bahwa kualitas salat sangat dipengaruhi oleh tingkat kekhusyukan seseorang.
Khusyuk Membawa Ketenangan Jiwa
Di tengah kesibukan dan tekanan hidup modern, salat yang khusyuk menjadi tempat terbaik untuk menenangkan hati. Saat seseorang benar-benar menghadapkan diri kepada Allah SWT, ia akan merasakan ketenangan yang sulit ditemukan di tempat lain.
Tanda-Tanda Salat yang Khusyuk
Hati Fokus kepada Allah SWT
Orang yang khusyuk menyadari bahwa dirinya sedang berdiri di hadapan Allah SWT. Kesadaran ini membuatnya lebih tenang dan tidak tergesa-gesa dalam melaksanakan salat.
Memahami Bacaan Salat
Ketika memahami arti bacaan yang diucapkan, hati akan lebih mudah tersentuh dan meresapi makna setiap doa serta ayat yang dibaca.
Menjaga Gerakan dengan Tenang
Salat yang khusyuk tidak dilakukan dengan tergesa-gesa. Setiap rukuk, sujud, dan duduk dilakukan dengan tuma'ninah serta penuh penghayatan.
Cara Meningkatkan Khusyuk dalam Salat
Persiapkan Diri Sebelum Salat
Datang lebih awal ke masjid atau menenangkan diri sebelum takbiratul ihram dapat membantu mengurangi gangguan pikiran.
Pahami Makna Bacaan
Luangkan waktu untuk mempelajari arti bacaan salat. Semakin memahami maknanya, semakin mudah hati menghadirkan kekhusyukan.
Jauhkan Gangguan
Matikan atau senyapkan ponsel, pilih tempat yang tenang, dan hindari hal-hal yang dapat mengalihkan perhatian saat salat.
Perbanyak Doa dan Istighfar
Memohon pertolongan kepada Allah SWT agar diberikan hati yang khusyuk merupakan salah satu ikhtiar terbaik. Karena pada hakikatnya, kekhusyukan adalah karunia yang diberikan oleh Allah kepada hamba-Nya yang bersungguh-sungguh mencarinya.
Khusyuk yang Melahirkan Kepedulian
Salat yang khusyuk tidak hanya berdampak pada hubungan seorang hamba dengan Allah SWT, tetapi juga memengaruhi sikapnya terhadap sesama manusia. Orang yang benar-benar memahami makna salat akan lebih mudah bersyukur, lebih rendah hati, dan lebih peduli terhadap mereka yang membutuhkan.
Allah SWT berfirman:
“Dirikanlah salat dan tunaikanlah zakat.”
(QS. Al-Baqarah: 43)
Ayat ini menunjukkan bahwa salat dan kepedulian sosial melalui zakat memiliki hubungan yang erat. Ibadah yang baik akan melahirkan kepedulian yang nyata kepada sesama.
Jadikan Salat sebagai Jalan Menuju Keberkahan
Saat kita berusaha memperbaiki kualitas salat, jangan lupa bahwa masih banyak saudara kita yang sedang berjuang memenuhi kebutuhan hidup, pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan dasar lainnya. Salah satu bentuk syukur atas nikmat yang Allah berikan adalah dengan berbagi kepada mereka yang membutuhkan.
BERITA05/08/2026 | BAZNAS
Cara Jaga Lisan dari Ghibah di Era Digital: Bijak Bermedia Sosial, Selamat Dunia Akhirat
Cara Jaga Lisan dari Ghibah di Era Digital: Bijak Bermedia Sosial, Selamat Dunia Akhirat
Di era digital seperti sekarang, menjaga lisan tidak lagi hanya tentang apa yang kita ucapkan secara langsung. Jari-jari yang mengetik komentar, membagikan unggahan, atau meneruskan pesan di grup media sosial juga termasuk bagian dari lisan yang akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT.
Tanpa disadari, banyak orang terjerumus dalam ghibah melalui media digital. Mulai dari membicarakan aib seseorang di grup WhatsApp, memberikan komentar negatif di media sosial, hingga menyebarkan informasi yang belum tentu benar. Oleh karena itu, umat Islam perlu lebih berhati-hati agar tidak terjebak dalam dosa yang dapat mengurangi pahala dan merusak hubungan sesama manusia.
Apa Itu Ghibah?
Ghibah adalah membicarakan keburukan atau aib seseorang di belakangnya, meskipun apa yang dibicarakan tersebut benar adanya.
Rasulullah ? bersabda:
Para sahabat bertanya, "Apakah ghibah itu?" Rasulullah ? bersabda, "Engkau menyebut tentang saudaramu sesuatu yang tidak ia sukai."(HR. Muslim)
Hadits ini menunjukkan bahwa ghibah bukan hanya fitnah atau kebohongan. Bahkan ketika informasi yang disampaikan benar sekalipun, jika orang tersebut tidak menyukainya untuk dibicarakan, maka termasuk ghibah.
Bahaya Ghibah Menurut Al-Qur'an
Islam memberikan peringatan keras terhadap perilaku ghibah.
Allah SWT berfirman:
"Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang."(QS. Al-Hujurat: 12)
Perumpamaan memakan bangkai saudara sendiri menunjukkan betapa buruk dan hinanya perbuatan ghibah di sisi Allah SWT.
Mengapa Ghibah Semakin Mudah Terjadi di Era Digital?
Media Sosial Membuat Informasi Menyebar Cepat
Satu komentar negatif dapat dibaca ribuan orang dalam hitungan menit. Satu unggahan yang berisi aib seseorang dapat tersebar luas tanpa bisa ditarik kembali.
Grup Percakapan Sering Menjadi Tempat Ghibah
Tidak sedikit percakapan di grup media sosial berubah menjadi ajang membicarakan keburukan orang lain. Padahal setiap pesan yang dikirim akan menjadi catatan amal yang kelak dipertanggungjawabkan.
Anonimitas Membuat Orang Merasa Aman
Sebagian orang merasa bebas berkomentar kasar atau membicarakan orang lain karena menggunakan akun anonim. Namun, tidak ada satu pun perbuatan yang luput dari pengawasan Allah SWT.
Cara Menjaga Lisan dari Ghibah di Era Digital
Berpikir Sebelum Mengetik
Sebelum mengirim pesan atau komentar, tanyakan pada diri sendiri:
Apakah informasi ini benar?
Apakah bermanfaat?
Apakah akan menyakiti orang lain?
Apakah Allah ridha dengan apa yang saya tulis?
Jika ragu, lebih baik diam.
Hindari Menyebarkan Aib Orang Lain
Tidak semua hal yang kita ketahui harus dibagikan. Menutupi aib sesama Muslim adalah salah satu akhlak mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam.
Isi Media Sosial dengan Kebaikan
Gunakan media sosial untuk menyebarkan ilmu, inspirasi, motivasi, dan ajakan berbuat baik. Dengan demikian, jejak digital kita menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya.
Perbanyak Dzikir dan Muhasabah
Orang yang sering mengingat Allah akan lebih berhati-hati dalam berbicara maupun menulis. Luangkan waktu setiap hari untuk mengevaluasi apa saja yang telah kita unggah, komentari, dan bagikan.
Jadikan Jari-Jemari Sebagai Jalan Kebaikan
Di era digital, satu klik dapat menjadi sumber pahala atau sumber dosa. Ketika kita menyebarkan kebaikan, mengingatkan dalam kebenaran, dan membantu sesama, maka teknologi menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Sebaliknya, ketika media sosial digunakan untuk menyebarkan kebencian, fitnah, dan ghibah, maka ia dapat menjadi penyebab kerugian besar di akhirat.
Karena itu, mari jadikan setiap kata yang kita tulis sebagai bentuk ibadah dan sarana menebar manfaat bagi sesama.
Bersihkan Hati dengan Berbagi Bersama BAZNAS Kota Sukabumi
Salah satu cara melembutkan hati dan menjauhkan diri dari kebiasaan buruk seperti ghibah adalah memperbanyak amal saleh. Ketika hati sibuk membantu sesama, kita akan lebih sedikit membicarakan kekurangan orang lain.
Hari ini masih banyak saudara kita yang membutuhkan bantuan untuk pendidikan, kesehatan, kebutuhan pangan, kemanusiaan, serta pemberdayaan ekonomi. Mereka menunggu uluran tangan dari orang-orang baik seperti Anda.
Yuk, salurkan zakat, infak, dan sedekah terbaik Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi, karena setiap kebaikan yang diniatkan karena Allah akan menjadi bekal terbaik untuk kehidupan dunia dan akhirat.
Tunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah sekarang melalui:
???? https://kotasukabumi.baznas.go.id/bayarzakat
Semoga Allah SWT membimbing kita untuk selalu memperbaiki ibadah, menambah ilmu, mengikuti sunnah Rasulullah ?, dan menjadikan setiap amal yang kita lakukan sebagai bekal terbaik menuju ridha-Nya. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.
untuk melihat artikel lainnya KLIK DISINI
BERITA31/07/2026 | BAZNAS
Indahnya Berbagi Rezeki Lewat Sedekah Subuh: Membuka Pintu Keberkahan di Setiap Pagi
Indahnya Berbagi Rezeki Lewat Sedekah Subuh: Membuka Pintu Keberkahan di Setiap Pagi
Setiap orang tentu menginginkan hidup yang penuh keberkahan, hati yang tenang, serta rezeki yang lapang. Namun, sering kali kita mencari berbagai cara untuk meraih semua itu tanpa menyadari bahwa Islam telah mengajarkan amalan sederhana yang memiliki keutamaan luar biasa, yaitu sedekah subuh.
Sedekah subuh adalah sedekah yang dilakukan pada waktu subuh atau setelah menunaikan salat Subuh. Amalan ini semakin banyak dilakukan oleh umat Islam karena diyakini menjadi salah satu jalan untuk mengundang keberkahan, melancarkan rezeki, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Di balik nominal yang mungkin tidak seberapa, tersimpan pahala besar dan manfaat yang luar biasa, baik untuk kehidupan dunia maupun akhirat.
[caption id="attachment_5379" align="alignnone" width="630" Apa Itu Sedekah Subuh?[/caption]
Sedekah subuh bukanlah jenis sedekah yang berbeda dari sedekah pada umumnya. Namun, keistimewaannya terletak pada waktu pelaksanaannya, yaitu saat pagi hari ketika banyak orang baru memulai aktivitas.
Waktu subuh merupakan waktu yang penuh keberkahan. Pada saat itulah doa-doa dipanjatkan, harapan-harapan dititipkan kepada Allah SWT, dan amal saleh memiliki nilai yang sangat istimewa.
Malaikat Mendoakan Orang yang Bersedekah
Rasulullah ? bersabda:
“Tidaklah para hamba memasuki waktu pagi melainkan ada dua malaikat yang turun. Salah satunya berdoa, ‘Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang yang berinfak.’ Sedangkan yang lainnya berdoa, ‘Ya Allah, berikanlah kebinasaan kepada orang yang menahan hartanya.’”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menunjukkan betapa istimewanya sedekah yang dilakukan di pagi hari. Bahkan para malaikat mendoakan langsung orang-orang yang gemar berbagi.
Keutamaan Sedekah Subuh Menurut Islam
Membuka Pintu Rezeki
Banyak orang memahami sedekah sebagai pengurangan harta. Padahal dalam Islam, sedekah justru menjadi salah satu sebab datangnya keberkahan dan kelapangan rezeki.
Allah SWT berfirman:
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang terbaik.”
(QS. Saba': 39)
Janji Allah ini memberikan keyakinan bahwa harta yang dikeluarkan di jalan kebaikan tidak akan sia-sia.
Menenangkan Hati dan Menghilangkan Kekhawatiran
Orang yang terbiasa bersedekah akan lebih mudah merasakan ketenangan hati. Ia tidak terlalu khawatir terhadap urusan dunia karena percaya bahwa Allah SWT adalah sebaik-baik pemberi rezeki.
Menjadi Amal yang Dicintai Allah
Sedekah merupakan salah satu amalan yang sangat dicintai oleh Allah SWT. Bahkan ketika dilakukan secara ikhlas dan rutin, sedekah dapat menjadi penyebab datangnya pertolongan Allah dalam berbagai urusan kehidupan.
Cara Memulai Kebiasaan Sedekah Subuh
Sisihkan Sebagian Rezeki Setiap Pagi
Tidak perlu menunggu kaya untuk bersedekah. Mulailah dari nominal yang ringan sesuai kemampuan. Yang terpenting adalah keikhlasan dan konsistensi dalam melakukannya.
Niatkan karena Allah SWT
Jangan menjadikan sedekah sebagai sarana pamer atau mencari pujian manusia. Niatkan semata-mata untuk mengharap ridha Allah SWT dan membantu sesama yang membutuhkan.
Salurkan kepada Lembaga Terpercaya
Agar sedekah lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat yang luas, salurkan melalui lembaga resmi yang amanah dan profesional dalam mengelola dana umat.
Sedekah Kecil, Dampaknya Besar
Boleh jadi sedekah yang kita keluarkan setiap subuh menjadi penyebab seorang anak dapat melanjutkan pendidikan, seorang pasien mendapatkan pengobatan, atau sebuah keluarga memperoleh makanan untuk hari itu.
Sedekah Subuh: Investasi Dunia dan Akhirat
Dalam kehidupan yang serba cepat dan penuh tantangan, sedekah subuh menjadi salah satu cara untuk mengawali hari dengan energi positif dan keberkahan. Ketika banyak orang sibuk memikirkan keuntungan untuk dirinya sendiri, orang yang bersedekah justru memilih berbagi kepada sesama.
Inilah keindahan Islam. Semakin banyak memberi, semakin banyak keberkahan yang Allah limpahkan. Semakin peduli kepada sesama, semakin luas pula pintu kebaikan yang dibukakan.
Yuk, Raih Keberkahan Pagi dengan Bersedekah Bersama BAZNAS Kota Sukabumi
Masih banyak saudara kita yang membutuhkan uluran tangan. Ada anak-anak yang membutuhkan biaya pendidikan, keluarga dhuafa yang kesulitan memenuhi kebutuhan harian, pasien yang membutuhkan bantuan kesehatan, hingga program pemberdayaan ekonomi untuk membantu masyarakat bangkit dari keterbatasan.
Yuk, salurkan zakat, infak, dan sedekah terbaik Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi, karena setiap kebaikan yang diniatkan karena Allah akan menjadi bekal terbaik untuk kehidupan dunia dan akhirat.
Tunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah sekarang melalui:
???? https://kotasukabumi.baznas.go.id/bayarzakat
Semoga Allah SWT membimbing kita untuk selalu memperbaiki ibadah, menambah ilmu, mengikuti sunnah Rasulullah ?, dan menjadikan setiap amal yang kita lakukan sebagai bekal terbaik menuju ridha-Nya. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.
untuk melihat artikel lainnya KLIK DISINI
BERITA31/07/2026 | BAZNAS Kota Sukabumi
Salat Dhuha yang Benar Bukan Sekadar 2 Rakaat, Ini Panduan Lengkapnya
Salat Dhuha yang Benar Bukan Sekadar 2 Rakaat, Ini Panduan Lengkapnya
"Masih mengira Salat Dhuha hanya cukup 2 rakaat?" Faktanya, banyak umat Islam belum mengetahui bahwa Salat Dhuha memiliki tata cara, waktu pelaksanaan, dan jumlah rakaat yang lebih luas sesuai tuntunan Rasulullah ?. Memahami hal ini akan membuat ibadah kita semakin sempurna dan bernilai di sisi Allah SWT.
Apa Itu Salat Dhuha?
Salat Dhuha adalah salat sunnah yang dikerjakan setelah matahari terbit hingga menjelang waktu Zuhur. Ibadah ini dikenal sebagai salah satu amalan yang memiliki banyak keutamaan, di antaranya memohon keberkahan rezeki, menghapus dosa, dan menjadi bentuk syukur atas nikmat kesehatan yang Allah berikan.
Rasulullah ? bersabda:
"Pada setiap pagi, setiap persendian salah seorang di antara kalian wajib disedekahi... dan semua itu dapat dicukupi dengan dua rakaat Salat Dhuha."(HR. Muslim No. 720)
Hadis ini menunjukkan betapa istimewanya Salat Dhuha sebagai bentuk sedekah atas seluruh anggota tubuh kita.
Waktu Salat Dhuha
Waktu Salat Dhuha dimulai sekitar 15–20 menit setelah matahari terbit hingga sebelum masuk waktu Zuhur. Namun, waktu yang paling utama adalah ketika matahari mulai terasa panas, sekitar pukul 09.00–11.00 (disesuaikan dengan waktu setempat).
Berapa Rakaat Salat Dhuha?
Inilah yang sering disalahpahami. Salat Dhuha bukan hanya 2 rakaat.
Jumlah rakaat yang dapat dikerjakan adalah:
Minimal: 2 rakaat.
Boleh 4 rakaat.
Boleh 6 rakaat.
Boleh 8 rakaat, sebagaimana dicontohkan Rasulullah ?.
Sebagian ulama juga membolehkan 12 rakaat berdasarkan beberapa riwayat.
Pelaksanaannya dilakukan 2 rakaat salam, kemudian dilanjutkan 2 rakaat berikutnya sesuai kemampuan.
Tata Cara Salat Dhuha
Berikut panduan singkat Salat Dhuha:
Niat Salat Dhuha di dalam hati.
Takbiratul ihram.
Membaca doa iftitah (sunnah).
Membaca Surah Al-Fatihah.
Membaca surah atau ayat Al-Qur'an.
Rukuk dengan thuma'ninah.
I'tidal.
Sujud pertama.
Duduk di antara dua sujud.
Sujud kedua.
Berdiri untuk rakaat berikutnya.
Tasyahud akhir dan salam.
Tidak ada surah tertentu yang diwajibkan. Anda dapat membaca surah apa saja yang mudah dihafal.
Keutamaan Salat Dhuha
Beberapa keutamaan Salat Dhuha antara lain:
Menjadi sedekah bagi seluruh persendian tubuh.
Mendapat pahala sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT.
Membuka pintu keberkahan rezeki.
Mendekatkan diri kepada Allah dengan ibadah sunnah yang dicintai-Nya.
Yang paling penting bukan sekadar banyaknya rakaat, tetapi keikhlasan, kekhusyukan, dan pelaksanaannya sesuai sunnah Rasulullah ?.
Lengkapi Ibadah dengan Zakat, Infak, dan Sedekah
Salat Dhuha mengajarkan kita untuk bersyukur kepada Allah. Salah satu bentuk rasa syukur tersebut adalah dengan berbagi kepada sesama melalui zakat, infak, dan sedekah. Harta yang kita keluarkan di jalan Allah tidak akan mengurangi kekayaan, justru menjadi sebab datangnya keberkahan dan pertolongan-Nya.
Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Sukabumi, agar bantuan yang Anda berikan dikelola secara amanah, profesional, dan disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Salurkan Zakat, Infak, dan Sedekah Anda di sini:
https://kotasukabumi.baznas.go.id/bayarzakat
Semoga Allah SWT menerima setiap ibadah kita, melapangkan rezeki, dan menjadikan kita hamba yang senantiasa istiqamah dalam beramal saleh. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.
Saya juga dapat membuat gambar hero website (16:9) untuk artikel ini dengan dominasi background putih cerah, objek seorang Muslim sedang Salat Dhuha, dan ruang kosong di sisi kiri untuk penempatan judul agar tampil profesional di website BAZNAS Kota Sukabumi.
BERITA24/07/2026 | BAZNAS
Mengapa Banyak Orang Memilih Menyalurkan Zakat Melalui BAZNAS?
Mengapa Banyak Orang Memilih Menyalurkan Zakat Melalui BAZNAS?
Zakat bukan hanya kewajiban bagi setiap muslim yang telah memenuhi syarat, tetapi juga menjadi salah satu cara terbaik untuk mewujudkan keberkahan dalam harta. Namun masih banyak orang yang bertanya, lebih baik menyalurkan zakat langsung kepada penerima atau melalui lembaga seperti BAZNAS?
Faktanya, semakin banyak masyarakat Indonesia yang memilih menunaikan zakat melalui BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) . Alasannya bukan sekedar praktis, tetapi juga karena pengelolaannya lebih amanah, profesional, dan mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
Lalu, apa saja alasan dibalik kepercayaan tersebut?
Zakat Bukan Sekadar Memberi, tetapi Mengelola Amanah
Ketika seseorang menunaikan zakat, yang dilakukan bukan hanya memindahkan sejumlah harta kepada orang lain. Zakat adalah ibadah yang memiliki aturan, sasaran penerima (asnaf), dan tata kelola yang telah ditetapkan dalam syariat Islam.
Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, para amil zakat, para mualaf yang dibujuk hatinya, untuk memerdekakan hamba sahaya, orang-orang yang terjatuh, untuk jalan Allah, dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”
(QS. At-Taubah : 60)
Ayat ini menunjukkan bahwa zakat memiliki aturan yang jelas. Diberdayakannya peran amil zakat menjadi sangat penting agar zakat benar-benar sampai kepada mereka yang berhak.
Mengapa Banyak Orang Memilih BAZNAS?
1. Dikelola Secara Amanah dan Profesional
BAZNAS merupakan lembaga resmi yang dibentuk oleh pemerintah berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Dana zakat yang diterima dikelola sesuai prinsip syariah, akuntabel, dan transparan.
Artinya, para muzaki tidak perlu khawatir mengenai penyaluran zakatnya karena setiap dana dikelola dengan penuh tanggung jawab.
2. Tepat Sasaran
Tidak semua orang yang terlihat termasuk termasuk golongan penerima zakat. BAZNAS memiliki proses pendataan, survei, dan verifikasi sehingga zakat dapat disalurkan kepada delapan golongan (asnaf) yang telah ditetapkan syariat.
Dengan demikian, zakat yang Anda tunaikan benar-benar memberikan manfaat bagi mereka yang paling membutuhkan.
3. Dampaknya Lebih Luas
Melalui BAZNAS, zakat tidak hanya diberikan dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga diwujudkan dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Program yang Dirasakan Masyarakat
Bantuan pendidikan untuk pelajar dan pelajar.
Layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.
Bantuan modal usaha bagi pelaku UMKM.
Bantuan kemanusiaan saat terjadi bencana.
Program dakwah dan pembinaan keagamaan.
Renovasi rumah tidak layak huni.
Pemberdayaan ekonomi keluarga.
Dengan pengelolaan yang baik, zakat menjadi solusi jangka panjang yang membantu mustahik menjadi lebih mandiri.
Rasulullah Mengajarkan Pentingnya Pengelolaan Zakat
Pada masa Rasulullah zakat tidak disalurkan secara individual oleh setiap orang. Beliau mengangkat para amil untuk mengumpulkan dan mendistribusikan zakat kepada yang berhak.
Rasulullah bersabda:
Layanan Pelanggan dan Layanan Pelanggan
“Zakat diambil dari orang-orang kaya mereka, lalu diberikan kepada orang-orang fakir di antara mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan adanya proses pengambilan dan penyaluran zakat melalui petugas (amil), sehingga pendistribusiannya lebih tertata dan tepat sasaran.
Keuntungan Menunaikan Zakat Melalui BAZNAS
Lebih Mudah
Kini zakat dapat terhubung secara online tanpa harus datang langsung ke kantor. Prosesnya cepat, praktis, dan dapat dilakukan kapan saja.
Lebih Tenang
Karena dikelola oleh lembaga resmi, Anda memperoleh rasa tenang bahwa zakat telah disalurkan sesuai ketentuan syariat.
Lebih Berdampak
Satu zakat yang Anda tunaikan dapat menjadi bagian dari program besar yang membantu ribuan masyarakat di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, kemanusiaan, dan dakwah.
Zakat adalah Investasi Akhirat
Sering kali kita menganggap zakat sebagai pengeluaran. Padahal, dalam pandangan Islam, zakat adalah investasi terbaik untuk kehidupan dunia dan akhirat.
Allah SWT menjanjikan keberkahan bagi orang-orang yang gemar berbagi dan membersihkan hartanya melalui zakat.
Harta yang dizakati tidak berkurang sebab kerugiannya di sisi Allah, justru menjadi datangnya keberkahan, ketenangan hati, dan pertolongan-Nya.
BERITA15/07/2026 | BAZNAS
Ke Mana Uang Zakat Disalurkan? Ini Kisah Nyata yang Jarang Diketahui
Ke Mana Uang Zakat Disalurkan? Ini Kisah Nyata yang Jarang Diketahui
Pernahkah terlintas di benak Anda, ke mana sebenarnya uang zakat yang kita tunaikan disalurkan? Mungkin sebagian orang masih bertanya-tanya, apakah zakat benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan? Atau hanya berhenti sebagai angka dalam laporan?
Padahal, di balik setiap rupiah zakat yang ditunaikan, ada kisah-kisah nyata yang penuh haru. Ada anak yang akhirnya bisa kembali sekolah, ada keluarga yang bisa makan dengan layak, ada pelaku usaha kecil yang bangkit dari keterpurukan, bahkan ada pasien yang mendapatkan pengobatan karena bantuan zakat.
Inilah sisi zakat yang mungkin jarang kita lihat, namun dampaknya benar-benar dirasakan oleh penerima manfaat.
Zakat Bukan Sekadar Memberi,Tetapi Mengubah Kehidupan
Allah SWT telah menetapkan zakat sebagai salah satu rukun Islam yang memiliki dampak sosial yang sangat besar. Zakat bukan hanya membersihkan harta, tetapi juga menjadi jembatan kepedulian antara mereka yang memiliki rezeki lebih dengan saudara-saudara yang sedang diuji kesulitannya.
Allah SWT berfirman:
“Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.”
(QS. Az-Zariyat : 19)
Artinya, sebagian dari harta yang kita miliki memang terdapat hak orang lain yang harus ditunaikan melalui zakat.
Kisah Nyata di Balik Dana Zakat
Mungkin kita tidak pernah bertemu langsung dengan penerima manfaat. Namun, setiap hari ada banyak kisah yang menjadi bukti bahwa zakat mampu menghadirkan harapan.
Seorang Pedagang Kecil yang Bangkit
Seorang ibu penjual gorengan sempat kehilangan modal usahanya karena kondisi ekonomi yang sulit. Melalui program ekonomi produktif dari BAZNAS, ia memperoleh bantuan modal usaha.
Beberapa bulan kemudian, dagangannya mulai berkembang. Penghasilannya meningkat sehingga ia mampu memenuhi kebutuhan keluarga tanpa harus bergantung pada bantuan orang lain.
Bantuan zakat bukan hanya memberikan uang, tetapi juga mengembalikan rasa percaya diri dan semangat untuk bangkit.
Anak Yatim yang Kembali Tersenyum
Ada pula seorang anak yatim yang hampir putus sekolah karena keterbatasan biaya. Melalui dana zakat, kebutuhan sekolahnya dapat dipenuhi, mulai dari perlengkapan belajar hingga biaya pendidikan.
Kini, ia bisa kembali mengejar cita-citanya. Senyum yang kembali hadir di wajahnya adalah bukti bahwa zakat mampu membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik.
Bantuan Kesehatan untuk Mereka yang Membutuhkan
Tidak sedikit masyarakat yang harus menunda pengobatan karena keterbatasan biaya. Dana zakat juga disalurkan untuk membantu layanan kesehatan, pembelian obat, hingga pendampingan pasien yang membutuhkan.
Bagi mereka, bantuan tersebut bukan sekadar biaya pengobatan, tetapi juga harapan untuk kembali sehat dan berkumpul bersama keluarga.
Mengapa Menyalurkan Zakat Melalui BAZNAS?
Penyaluran Lebih Tepat Sasaran
BAZNAS memiliki mekanisme pendataan, survei, hingga verifikasi sehingga zakat disalurkan kepada mustahik yang benar-benar berhak menerimanya sesuai syariat Islam.
Program yang Berkelanjutan
Dana zakat tidak hanya diberikan dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga dikembangkan menjadi program pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, dan dakwah sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Transparan dan Amanah
Setiap dana yang dititipkan oleh para muzaki dikelola secara profesional dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga kepercayaan masyarakat tetap terjaga.Rasulullah ? Mengajarkan Pentingnya Membantu Sesama
Rasulullah bersabda:
"Barang siapa meringankan satu kesulitan seorang mukmin di dunia, maka Allah akan meringankan satu kesulitannya pada hari kiamat. Barang siapa memudahkan urusan orang yang sedang kesulitan, maka Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan di akhirat."
(HR. Muslim No. 2699)
Hadis ini mengingatkan bahwa setiap bantuan yang kita salurkan kepada orang lain akan kembali kepada diri kita dalam bentuk pertolongan dari Allah SWT.
Zakat yang Anda Tunaikan Bisa Menjadi Harapan bagi Banyak Orang
Sering kali kita tidak mengetahui siapa yang menerima zakat kita. Namun yakinlah, bisa jadi hari ini ada seorang anak yang kembali belajar, seorang lansia yang mendapatkan makanan, seorang pasien yang memperoleh pengobatan, atau seorang kepala keluarga yang kembali memiliki penghasilan berkat zakat yang Anda tunaikan.
Itulah indahnya zakat. Kita mungkin tidak mengenal penerimanya, tetapi doa-doa mereka bisa menjadi keberkahan bagi kehidupan kita.
BERITA15/07/2026 | BAZNAS
Mengapa Menahan Dendam Justru Menutup Pintu Rezeki?
Mengapa Menahan Dendam Justru Menutup Pintu Rezeki?
Pernah tidak, kamu merasa hati sulit tenang karena terus mengingat seseorang yang pernah menyakitimu? Setiap kali namanya disebut, emosi langsung muncul. Rasanya ingin membalas atau setidaknya berharap dia merasakan sakit yang sama.
Perasaan seperti itu sangat manusiawi. Tidak ada yang suka disakiti, dikhianati, atau diperlakukan tidak adil. Namun, jika rasa sakit itu terus dipelihara hingga berubah menjadi dendam, tanpa disadari bukan hanya hati yang terluka, tetapi pintu-pintu kebaikan dalam hidup juga bisa ikut tertutup.
Mungkin selama ini kita berpikir bahwa dendam hanya membuat hubungan dengan orang lain menjadi renggang. Padahal, dampaknya jauh lebih besar. Dendam bisa menghilangkan ketenangan, mengurangi keberkahan hidup, bahkan menghalangi datangnya rezeki yang Allah siapkan.
Dendam Membuat Hati Selalu Sibuk dengan Masa Lalu
Salah satu akibat terbesar dari dendam adalah hati yang sulit menikmati hari ini. Pikiran terus dipenuhi kenangan buruk. Setiap keberhasilan orang yang pernah menyakiti kita terasa menyakitkan. Setiap kegagalannya justru diam-diam membuat kita senang.
Padahal, energi yang seharusnya digunakan untuk memperbaiki diri justru habis untuk memikirkan orang lain.
Allah berfirman:
"Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Tidakkah kamu ingin Allah mengampunimu?"
"Hendaklah mereka memberi maaf dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin Allah mengampunimu?"
(QS. An-Nur: 22)
Ayat ini mengingatkan bahwa memaafkan bukan hanya tentang orang lain, tetapi juga tentang diri kita sendiri. Ketika kita memberi maaf, sesungguhnya kita sedang membebaskan hati dari beban yang selama ini kita pikul.
Rezeki Bukan Hanya Soal Uang
Rezeki Juga Berupa Ketenangan, Kesehatan, dan Hubungan yang Baik
Banyak orang mengira rezeki hanya berupa gaji, keuntungan usaha, atau harta yang melimpah. Padahal, rezeki Allah jauh lebih luas.
Hati yang damai adalah rezeki.
Keluarga yang harmonis adalah rezeki.
Teman-teman yang tulus adalah rezeki.
Tubuh yang sehat adalah rezeki.
Jika hati dipenuhi dendam, semua nikmat itu terasa hambar. Bahkan saat memiliki banyak harta, seseorang tetap merasa gelisah karena pikirannya terus dipenuhi kebencian.
Tidak sedikit orang yang sulit bersyukur karena hatinya terlalu sibuk membenci.
Dendam Menghalangi Datangnya Keberkahan
Keberkahan bukan berarti memiliki segalanya, tetapi merasa cukup atas apa yang Allah berikan.
Orang yang pendendam sering kali sulit merasakan keberkahan. Ia selalu membandingkan hidupnya dengan orang yang pernah menyakitinya. Akibatnya, rasa syukur semakin berkurang.
Padahal Allah menjanjikan tambahan nikmat bagi hamba yang bersyukur.
Allah Mencintai Orang yang Mampu Menahan Amarah
Memaafkan memang tidak mudah. Bahkan terkadang membutuhkan waktu yang panjang. Namun, setiap langkah menuju keikhlasan akan selalu bernilai ibadah.
Allah berfirman:
"...orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan."
(QS. Ali 'Imran: 134)
Perhatikan urutannya. Menahan marah terlebih dahulu, kemudian memaafkan. Artinya, Allah memahami bahwa memaafkan adalah proses. Yang terpenting adalah kita mau melangkah ke arah itu.
Rasulullah Mengajarkan untuk Tidak Menyimpan Kebencian
Rasulullah bersabda:
"Janganlah kalian saling membenci, jangan saling iri, jangan saling membelakangi, jangan saling memutus hubungan. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa Islam tidak menginginkan hati seorang muslim dipenuhi kebencian. Sebab, kebencian hanya akan merusak diri sendiri sebelum akhirnya merusak hubungan dengan orang lain.
Memaafkan Tidak Berarti Membenarkan Kesalahan
Kamu Tetap Boleh Menjaga Jarak
Ada anggapan bahwa memaafkan berarti harus kembali dekat dengan orang yang pernah menyakiti kita. Padahal tidak selalu demikian.
Memaafkan adalah menghapus keinginan untuk membalas.
Sementara menjaga jarak bisa menjadi bentuk menjaga diri agar luka yang sama tidak terulang.
Kamu tetap bisa memaafkan tanpa harus kembali percaya sepenuhnya.
Yang terpenting, jangan biarkan dendam tinggal di dalam hati.
Hati yang Bersih Lebih Mudah Menerima Nikmat Allah
Bayangkan hati seperti sebuah gelas.
Jika gelas itu penuh lumpur berupa dendam, iri, dan kebencian, bagaimana mungkin air yang jernih bisa masuk?
Begitu juga hati kita.
Saat hati dipenuhi amarah, sulit bagi ketenangan, rasa syukur, dan keberkahan untuk menetap di dalamnya.
Maka, salah satu cara menjemput rezeki bukan hanya dengan bekerja lebih keras, tetapi juga dengan membersihkan hati.
Memaafkan memang tidak mengubah masa lalu, tetapi dapat mengubah masa depanmu.
Orang yang kamu maafkan mungkin tidak pernah tahu bahwa kamu telah melepaskan dendam. Namun yang paling merasakan manfaatnya adalah dirimu sendiri. Hatimu menjadi lebih ringan, ibadah terasa lebih khusyuk, hubungan dengan Allah semakin dekat, dan hidup terasa lebih lapang.
Jangan biarkan satu luka menutup begitu banyak pintu kebaikan yang Allah siapkan untukmu.
Hari ini mungkin kamu belum bisa melupakan semuanya. Tidak apa-apa. Mulailah dengan satu doa sederhana, "Ya Allah, lapangkan hatiku dan bantulah aku untuk memaafkan karena-Mu." Siapa tahu, saat hatimu mulai bersih dari dendam, Allah sedang membuka pintu-pintu rezeki yang selama ini belum pernah kamu bayangkan.
Bukakan Pintu Rezeki dengan Berbagi
Memaafkan memang tidak selalu mudah. Namun, hati yang bersih akan lebih mudah menerima datangnya keberkahan dari Allah SWT. Salah satu cara mensyukuri setiap nikmat dan membuka jalan kebaikan adalah dengan menunaikan zakat, infak, dan sedekah.
Apa yang kita keluarkan di jalan Allah tidak akan mengurangi harta. Justru, Allah menjanjikan balasan yang lebih baik dan keberkahan yang tidak selalu berupa materi, tetapi juga ketenangan hati, kesehatan, keluarga yang harmonis, serta kemudahan dalam setiap urusan.
Mari jadikan hari ini sebagai langkah untuk membersihkan hati dari dendam sekaligus membersihkan harta melalui zakat, infak, dan sedekah.
BERITA03/07/2026 | BAZNAS
Saat Melihat Orang Lain Lebih Dulu Berhasil, Ingatlah Hal Ini
Saat Melihat Orang Lain Lebih Dulu Berhasil, Ingatlah Hal Ini
Pernahkah kamu merasa sedih ketika melihat orang lain lebih dulu mencapai apa yang selama ini kamu impikan?
BAZNAS Kota Sukabumi
Temanmu sudah memiliki pekerjaan impian. Ada yang usahanya berkembang pesat. Ada yang menikah lebih dulu. Ada yang rumahnya sudah jadi. Bahkan ada yang tampak begitu mudah meraih apa yang sedang kamu perjuangkan bertahun-tahun.
Di era media sosial seperti sekarang, perasaan itu semakin mudah muncul. Setiap hari kita melihat kabar bahagia orang lain. Tanpa sadar, hati mulai bertanya, "Kenapa mereka bisa lebih dulu? Kenapa aku masih di sini?"
Jika kamu pernah merasakan hal itu, ketahuilah bahwa kamu tidak sendirian. Banyak orang pernah mengalaminya. Namun sebagai seorang muslim, ada satu hal penting yang perlu selalu diingat: Allah memiliki waktu terbaik untuk setiap hamba-Nya.
Hidup Bukan Perlombaan Siapa yang Paling Cepat
Salah satu kesalahan yang sering membuat hati gelisah adalah membandingkan perjalanan hidup kita dengan perjalanan hidup orang lain.
Padahal, setiap orang memiliki cerita, ujian, kemampuan, dan takdir yang berbeda.
Bayangkan sebuah taman yang penuh dengan berbagai bunga. Ada bunga yang mekar lebih cepat, ada yang membutuhkan waktu lebih lama. Namun ketika waktunya tiba, masing-masing akan menunjukkan keindahannya sendiri.
Begitu pula kehidupan manusia.
Hanya karena seseorang berhasil lebih dulu bukan berarti kamu tertinggal. Bisa jadi Allah sedang menyiapkan sesuatu yang berbeda, sesuatu yang membutuhkan proses lebih panjang agar hasilnya lebih baik.
Sering kali kita hanya melihat hasil akhir seseorang, tetapi tidak melihat perjuangan, air mata, kegagalan, dan doa-doa yang telah mereka lalui.
Karena itu, jangan jadikan keberhasilan orang lain sebagai alasan untuk meragukan dirimu sendiri.
Allah Sudah Menentukan Porsi Rezeki Setiap Hamba
Ketika melihat orang lain mendapatkan apa yang kita inginkan, hati terkadang menjadi sempit. Muncul rasa iri, kecewa, bahkan putus asa.
Padahal rezeki setiap orang sudah diatur oleh Allah dengan penuh hikmah.
Allah berfirman:
Artinya:
"Dan di langit terdapat rezekimu dan terdapat pula apa yang dijanjikan kepadamu."
(QS. Adz-Dzariyat: 22)
Ayat ini mengingatkan bahwa rezeki tidak akan tertukar. Apa yang Allah tetapkan untukmu akan datang kepadamu pada waktu yang telah Dia tentukan.
Tugas kita bukan sibuk menghitung keberhasilan orang lain, melainkan terus memperbaiki diri dan berikhtiar sebaik mungkin.
Jangan Biarkan Perbandingan Merampas Kebahagiaanmu
Salah satu pencuri kebahagiaan terbesar adalah kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain.
Hari ini kamu mungkin belum memiliki apa yang mereka miliki. Namun bisa jadi kamu memiliki nikmat lain yang tidak mereka miliki.
Mungkin penghasilanmu belum sebesar mereka, tetapi keluargamu harmonis. Mungkin bisnismu belum berkembang pesat, tetapi kesehatanmu masih terjaga. Mungkin impianmu belum tercapai, tetapi Allah masih memberimu kesempatan untuk beribadah dan memperbaiki diri.
Sering kali kita terlalu fokus pada apa yang belum dimiliki hingga lupa mensyukuri apa yang sudah ada.
Rasulullah SAW bersabda:
Artinya:
"Lihatlah orang yang berada di bawah kalian dan jangan melihat orang yang berada di atas kalian, karena hal itu lebih membuat kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang telah diberikan kepada kalian."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini bukan berarti kita tidak boleh memiliki cita-cita yang tinggi. Namun, kita diajarkan untuk tidak kehilangan rasa syukur hanya karena melihat keberhasilan orang lain.
Mungkin Allah Sedang Menyiapkan Sesuatu yang Lebih Baik
Ada kalanya kita merasa doa belum terkabul karena melihat orang lain sudah lebih dulu berhasil.
Namun siapa yang tahu isi masa depan?
Bisa jadi apa yang kamu minta saat ini belum Allah berikan karena waktunya belum tepat. Bisa jadi Allah sedang melindungimu dari sesuatu yang tidak kamu ketahui. Atau bahkan Allah sedang menyiapkan sesuatu yang jauh lebih baik daripada yang kamu bayangkan.
Terkadang penundaan bukanlah penolakan.
Allah tahu kapan hati kita siap menerima nikmat tersebut. Allah juga tahu kapan sebuah keberhasilan akan menjadi kebaikan bagi dunia dan akhirat kita.
Karena itu, jangan terburu-buru menyimpulkan bahwa Allah melupakanmu hanya karena jalanmu lebih panjang.
Terus Melangkah, Waktumu Juga Akan Tiba
Saat melihat orang lain lebih dulu berhasil, jadikan itu sebagai inspirasi, bukan sumber kesedihan.
Doakan kebaikan untuk mereka. Ambil pelajaran dari perjuangan mereka. Lalu lanjutkan perjalananmu dengan penuh keyakinan.
Ingatlah, hidup bukan tentang siapa yang paling cepat sampai, tetapi siapa yang tetap istiqamah berjalan di jalan yang benar.
Jika hari ini kamu masih berjuang, jangan menyerah. Jika hari ini kamu masih menunggu, jangan putus asa. Jika hari ini kamu merasa tertinggal, jangan berkecil hati.
Karena bisa jadi, Allah sedang menulis kisah yang indah untukmu. Dan ketika waktunya tiba, kamu akan memahami mengapa semua itu harus menunggu.
Maka saat melihat orang lain lebih dulu berhasil, ingatlah satu hal: Allah tidak pernah terlambat dalam memberikan yang terbaik untuk hamba-Nya. Yang perlu kamu lakukan hanyalah terus berusaha, bersabar, dan tetap percaya kepada-Nya.
Terkadang kita melihat orang lain lebih dulu berhasil, usahanya berkembang, kariernya melesat, atau kehidupannya terlihat lebih baik. Di saat seperti itu, hati bisa merasa tertinggal. Namun ingatlah, Allah tidak pernah salah dalam membagikan rezeki dan waktu terbaik untuk setiap hamba-Nya.
Kesuksesan orang lain bukanlah tanda bahwa jatah kita berkurang. Justru itu bisa menjadi pengingat bahwa Allah Maha Mampu memberikan keberkahan kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Daripada sibuk membandingkan diri, alangkah baiknya kita memperbanyak amal kebaikan yang dapat mendatangkan keberkahan dalam hidup.
Salah satu pintu keberkahan yang sering terlupakan adalah zakat, infak, dan sedekah. Harta yang kita keluarkan di jalan Allah tidak akan membuat kita miskin. Sebaliknya, itulah cara Allah membersihkan harta, melapangkan rezeki, dan menghadirkan ketenangan dalam hati.
BERITA19/06/2026 | BAZNAS
Kenapa Allah Mengambil Sesuatu yang Sangat Kamu Inginkan?
Kenapa Allah Mengambil Sesuatu yang Sangat Kamu Inginkan?
Pernahkah kamu menginginkan sesuatu dengan sepenuh hati, berdoa setiap hari, berusaha semampunya, lalu pada akhirnya tetap kehilangan?
BAZNAS Kota Sukabumi
Mungkin itu pekerjaan yang sangat kamu harapkan. Mungkin seseorang yang begitu kamu cintai. Mungkin impian yang sudah lama kamu bangun. Atau mungkin sebuah kesempatan yang terasa begitu dekat, tetapi akhirnya lepas begitu saja.
Di saat seperti itu, tidak sedikit orang yang bertanya dalam hati, "Ya Allah, kenapa harus ini yang Engkau ambil?"
Pertanyaan itu sangat manusiawi. Karena pada dasarnya, kita semua memiliki harapan. Kita semua punya sesuatu yang ingin dipertahankan. Namun terkadang, justru hal yang paling kita inginkan itulah yang Allah ambil dari hidup kita.
Lalu, kenapa Allah melakukan itu?
Karena Allah Melihat Apa yang Tidak Kita Lihat
Sebagai manusia, kita hanya melihat apa yang ada di depan mata. Kita melihat sesuatu itu baik karena membuat kita bahagia. Kita menganggap sesuatu itu penting karena sangat kita inginkan.
Namun Allah melihat jauh melampaui apa yang bisa kita pahami.
Allah SWT berfirman:
???????? ???? ?????????? ??????? ?????? ?????? ?????? ? ???????? ???? ????????? ??????? ?????? ????? ?????? ? ????????? ???????? ?????????? ??? ???????????
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu. Dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui."
(QS. Al-Baqarah: 216)
Ayat ini mengajarkan bahwa tidak semua yang kita inginkan benar-benar baik untuk kita. Bisa jadi kita melihat kebahagiaan di dalamnya, sementara Allah melihat kesedihan yang akan datang setelahnya.
Bisa jadi kita melihat keuntungan, sementara Allah melihat kerugian yang tidak kita sadari.
Kehilangan Tidak Selalu Berarti Hukuman
Ketika kehilangan sesuatu yang berharga, sebagian orang langsung berpikir bahwa Allah sedang menghukumnya.
Padahal tidak selalu demikian.
Kadang kehilangan adalah cara Allah mengarahkan kita ke jalan yang lebih baik.
Kadang kehilangan adalah bentuk perlindungan.
Kadang kehilangan adalah cara Allah mendekatkan hati kita kepada-Nya.
Banyak orang yang justru menjadi lebih dekat dengan Allah setelah mengalami kegagalan, kehilangan, atau kekecewaan. Sebelum itu, mungkin mereka terlalu sibuk dengan dunia hingga lupa memperbaiki hubungan dengan Sang Pencipta.
Apa yang terlihat menyakitkan hari ini, bisa jadi menjadi titik balik terbaik dalam hidupmu.
Allah Tidak Pernah Mengambil Tanpa Menyiapkan Pengganti
Salah satu hal yang sering membuat kehilangan terasa berat adalah karena kita hanya fokus pada apa yang pergi, bukan pada apa yang sedang Allah siapkan.
Kita sibuk menangisi pintu yang tertutup sampai tidak menyadari bahwa ada pintu lain yang sedang dibuka.
Rasulullah SAW bersabda:
????? ?????? ?????????? ???? ?????? ??????????? ??????? ??????? ????? ??????? ??????? ????????????
"Sesungguhnya besarnya pahala sebanding dengan besarnya ujian. Dan sesungguhnya Allah apabila mencintai suatu kaum, Dia akan menguji mereka."
(HR. Tirmidzi)
Hadis ini mengingatkan bahwa ujian dan kehilangan tidak selalu menunjukkan murka Allah. Justru terkadang itu adalah tanda bahwa Allah sedang mendidik, mempersiapkan, dan mengangkat derajat hamba-Nya.
Kita Sering Terlalu Melekat pada Dunia
Ada kalanya Allah mengambil sesuatu karena hati kita mulai terlalu bergantung kepada hal tersebut.
Kita merasa tidak bisa bahagia tanpa itu.
Kita merasa hidup tidak akan baik-baik saja jika kehilangannya.
Padahal seorang Muslim diajarkan untuk menggantungkan harapan tertinggi hanya kepada Allah, bukan kepada manusia, jabatan, harta, ataupun impian tertentu.
Saat sesuatu yang kita cintai hilang, sebenarnya Allah sedang mengingatkan bahwa hanya Dia yang tidak akan pernah meninggalkan kita.
Manusia bisa pergi. Kesempatan bisa hilang. Harta bisa habis. Namun Allah selalu ada.
Mungkin Allah Sedang Menyiapkan yang Lebih Baik
Sering kali kita baru memahami hikmah sebuah kehilangan bertahun-tahun kemudian.
Apa yang dulu membuat kita menangis, ternyata menyelamatkan kita dari sesuatu yang lebih buruk.
Apa yang dulu kita sesali, ternyata membuka jalan menuju kebahagiaan yang lebih besar.
Karena itu, jika hari ini kamu sedang kehilangan sesuatu yang sangat kamu inginkan, jangan buru-buru menyimpulkan bahwa hidupmu telah hancur.
Mungkin ini memang bukan akhir cerita.
Mungkin Allah sedang memindahkanmu dari sesuatu yang baik menuju sesuatu yang lebih baik.
Mungkin Allah sedang mengajarkan kesabaran, keikhlasan, dan ketergantungan yang lebih kuat kepada-Nya.
Percayalah, Allah Tidak Pernah Salah Mengatur Hidupmu
Kehilangan memang menyakitkan. Menangis karena kehilangan adalah hal yang manusiawi. Bahkan para nabi pun pernah merasakan kesedihan.
Namun di balik setiap kehilangan, ada satu hal yang perlu selalu diingat: Allah tidak pernah salah dalam menetapkan takdir.
Ketika Allah mengambil sesuatu yang sangat kamu inginkan, bukan berarti Dia ingin melihatmu menderita. Bisa jadi Dia sedang menyelamatkanmu, membimbingmu, atau menyiapkan sesuatu yang jauh lebih baik daripada yang mampu kamu bayangkan.
Jadi, jika hari ini hatimu masih sedih karena kehilangan, tetaplah berdoa dan bersabar.
Karena suatu hari nanti, ketika kamu melihat kembali perjalanan hidupmu, mungkin kamu akan berkata:
"Ya Allah, sekarang aku mengerti mengapa Engkau mengambilnya. Ternyata Engkau sedang menyiapkan sesuatu yang lebih indah."
Mungkin hari ini ada sesuatu yang pernah sangat kamu harapkan, tetapi Allah justru mengambilnya darimu. Mungkin sebuah pekerjaan, hubungan, kesempatan, atau impian yang sudah lama kamu perjuangkan.
Meski terasa berat, jangan sampai kehilangan itu membuatmu jauh dari Allah. Bisa jadi, Allah sedang menyiapkan sesuatu yang lebih baik untukmu, atau sedang menghapus kesulitan yang belum kamu ketahui.
BERITA17/06/2026 | BAZNAS
Keutamaan Berbuat Baik kepada Orang Tua
Berbakti kepada Orang Tua adalah Amal yang Mulia
Keutamaan Berbuat Baik Kepada Orang Tua
Orang tua adalah sosok yang memiliki jasa besar dalam kehidupan setiap anak. Mereka merawat, membesarkan, mendidik, dan berjuang tanpa lelah sejak anak masih kecil hingga dewasa. Tidak ada pengorbanan yang mampu benar-benar membalas semua kasih sayang yang telah mereka berikan. Karena itu, Islam sangat menekankan pentingnya berbakti dan berbuat baik kepada orang tua.
Berbuat baik kepada orang tua bukan hanya kewajiban moral, tetapi juga salah satu amal yang paling dicintai Allah SWT. Bahkan dalam Al-Qur’an, perintah berbakti kepada orang tua sering disebut setelah perintah menyembah Allah SWT. Ini menunjukkan betapa mulianya kedudukan orang tua dalam Islam.
Allah SWT berfirman:
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak.”(QS. Al-Isra: 23)
Ayat ini menjadi pengingat bahwa menghormati dan menyayangi orang tua adalah bagian penting dari keimanan seorang Muslim. Tidak cukup hanya rajin beribadah, tetapi juga harus menjaga sikap kepada ayah dan ibu.
Dalam kehidupan sehari-hari, berbuat baik kepada orang tua bisa dilakukan dengan banyak cara. Membantu pekerjaan mereka, berbicara dengan lembut, mendengarkan nasihatnya, atau sekadar meluangkan waktu bersama termasuk bentuk bakti yang sangat berarti.
Sayangnya, masih banyak orang yang baru menyadari pentingnya orang tua setelah kehilangan mereka. Ketika masih ada, terkadang anak justru mudah membantah, berbicara kasar, atau terlalu sibuk dengan urusannya sendiri hingga lupa memberi perhatian kepada orang tua.
Padahal ridha Allah SWT sangat bergantung pada ridha kedua orang tua.
Rasulullah SAW bersabda:
“Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua.”(HR. Tirmidzi)
Hadis ini menunjukkan betapa besar kedudukan orang tua di sisi Allah SWT. Membahagiakan mereka bisa menjadi jalan datangnya keberkahan hidup, sedangkan menyakiti hati mereka dapat membawa penyesalan.
Terlebih seorang ibu yang telah mengandung, melahirkan, dan merawat anak dengan penuh pengorbanan. Islam memberikan penghormatan yang sangat tinggi kepada ibu karena besarnya perjuangan yang dilakukan.
Suatu ketika seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW:
“Siapakah orang yang paling berhak aku perlakukan dengan baik?”Rasulullah menjawab, “Ibumu.”Orang itu bertanya lagi, “Kemudian siapa?”Rasulullah menjawab, “Ibumu.”Ia bertanya lagi, “Kemudian siapa?”Rasulullah menjawab, “Ibumu.”Ia bertanya lagi, “Kemudian siapa?”Rasulullah menjawab, “Ayahmu.”(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan betapa besar penghormatan Islam kepada seorang ibu. Namun bukan berarti peran ayah menjadi kecil. Ayah juga memiliki perjuangan luar biasa dalam mencari nafkah dan menjaga keluarganya.
Berbuat baik kepada orang tua tidak hanya dilakukan ketika mereka masih hidup.
Ketika orang tua telah meninggal dunia, seorang anak tetap bisa berbakti dengan mendoakan mereka, menjaga silaturahmi dengan kerabatnya, dan meneruskan amal-amal baik yang pernah mereka lakukan.
Rasulullah SAW bersabda:
“Apabila manusia meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.”(HR. Muslim)
Doa anak yang saleh menjadi salah satu hadiah terbaik untuk orang tua yang telah tiada. Karena itu, jangan pernah lupa mendoakan mereka setiap hari.
Selain mendatangkan pahala, berbuat baik kepada orang tua juga membawa ketenangan hati dan keberkahan hidup. Banyak orang yang dimudahkan urusannya karena menjaga bakti kepada orang tua. Sebaliknya, menyakiti hati mereka sering kali menjadi penyebab hilangnya keberkahan dalam hidup.
Berbakti kepada orang tua juga mengajarkan seseorang menjadi pribadi yang lebih rendah hati, penyayang, dan penuh rasa syukur. Orang yang menghormati orang tuanya biasanya lebih mudah menghargai orang lain dalam kehidupannya.
Di zaman sekarang, kesibukan sering membuat banyak anak jarang meluangkan waktu untuk orang tua. Padahal mereka tidak selalu menginginkan harta atau hadiah mahal. Terkadang perhatian kecil, kabar sederhana, dan waktu bersama sudah cukup membuat hati mereka bahagia.
Karena itu, selama orang tua masih ada, manfaatkan kesempatan untuk membahagiakan mereka. Jangan menunggu terlambat untuk meminta maaf, membantu, atau menunjukkan rasa sayang.
Semoga Allah SWT menjadikan kita anak-anak yang mampu berbakti kepada kedua orang tua, menjaga hati mereka, dan selalu mendoakan kebaikan untuk mereka. Karena sejatinya, orang tua adalah pintu keberkahan dan salah satu jalan terbaik menuju ridha Allah SWT.
Menjadi pribadi yang baik bukan berarti hidup tanpa masalah
tetapi tentang bagaimana hati tetap tenang, ikhlas, dan terus berusaha mendekat kepada Allah SWT. Kebaikan sekecil apa pun akan selalu memiliki nilai besar di sisi Allah, terlebih ketika dilakukan dengan tulus dan penuh kepedulian kepada sesama.
Mari jadikan hidup lebih bermakna dengan memperbanyak amal kebaikan, membantu mereka yang membutuhkan, dan menebarkan manfaat di tengah masyarakat. Salah satu langkah sederhana yang bisa dilakukan adalah dengan berbagi melalui program-program kebaikan bersama BAZNAS Kota Sukabumi.
Karena sejatinya, hati yang paling tenang adalah hati yang tidak hanya hidup untuk dirinya sendiri, tetapi juga mampu menghadirkan kebahagiaan bagi orang lain
BERITA25/05/2026 | BAZNAS
Seleksi Terbuka Pimpinan BAZNAS Kota Sukabumi 2026–2031 Resmi Dibuka !
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Sukabumi, bersama Pemerintah Kota Sukabumi dan Kantor Kementerian Agama Kota Sukabumi, membuka seleksi Pimpinan Baznas Kota Sukabumi periode 2026 - 2031.Mengundang seluruh masyarakat untuk dapat berpatisipasi dalam pemilihan Calon Pimpinan BAZNAS Kota Sukabumi.Silakan dibaca dengan seksama, jadwal seleksi serta persyaratan pendaftaran untuk mengikuti seleksi.
Link Pendaftaran : https://simzat.kemenag.go.id/simzat/apps/web/portal_seleksi_baznas/2026RJL0
Link Dokumen Persyaratan : https://s.id/SelekpimKotsi2026
BERITA04/05/2026 | BAZNAS
Stop Anggap Biasa! 4 Makna Luar Biasa Hari Raya Idul Fitri yang Sering Terlupakan
Hari Raya Idul Fitri adalah momen yang sangat dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia. Hari raya ini menandai berakhirnya puasa selama satu bulan di bulan suci Ramadhan dan menjadi momentum untuk kembali kepada fitrah, yakni kesucian hati dan jiwa kebersihan. Namun, selain sebagai ajang kemenangan setelah sebulan berpuasa, Idul Fitri juga memiliki makna yang lebih dalam perspektif Islam
Makna Idul Fitri dalam Islam
1. Kembali ke Fitrah
Jika dilihat dari gabungan katanya, Idul Fitri berasal dari dua kata, yaitu 'id' dan 'al-fitri'. Id secara bahasa berasal dari kata ada - ya'uudu, yang artinya kembali. Sedangkan kata al-fitri memiliki dua makna, yaitu suci dan berbuka. Suci artinya bersih dari segala dosa, kesalahan, dan keburukan. Hal ini mencerminkan bahwa setelah seseorang menjalankan ibadah puasa, seorang muslim diharapkan kembali kepada kesucian hati dan jiwa.
2. Hari Kemenangan
Idul Fitri menjadi hari kemenanga karena umat Islam telah menyelesaikan salah satu ibadah yang berat, yakni puasa Ramadhan. Ini adalah kemenangan spiritual atas hawa nafsu dan godaan duniawi. Allah swt dalam firmannya di QS Al-Baqarah ayat 183 menyampaikan bahwa tujuan melaksanakan puasa adalah untuk mendapatkan gelar bertakwa.
3. Mempererat Silaturahmi
Hari Raya Idul Fitri juga menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan silaturahmi antar sesama. Pada hari ini, umat Islam dianjurkan untuk saling bermaafan, baik kepada keluarga, sahabat, maupun tetangga. Tradisi saling memaafkan ini bukan sekedar kebiasaan, namun memiliki makna yang mendalam dalam Islam, yaitu membersihkan hati dari rasa dendam dan kesalahan di masa lalu. Dengan silaturahmi yang terjaga, hubungan persaudaraan akan semakin kuat dan penuh keberkahan.
4. Menumbuhkan Kepedulian Sosial
Idul Fitri juga mengajarkan umat Islam untuk memiliki kepedulian terhadap sesama, terutama kepada mereka yang kurang mampu. Hal ini diwujudkan melalui kewajiban menunaikan zakat fitrah sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri. Dengan zakat fitrah, kebahagiaan di hari raya dapat dirasakan oleh semua orang, sehingga tidak ada yang merasakan kekurangan di hari yang penuh kebahagiaan tersebut. Nilai kepedulian inilah yang menjadi salah satu ajaran penting dalam Islam.
Dalam menutup amal di bulan puasa ini kita harus menanamkan prinsip khauf dan raja'. Khauf khawatir apakah ibadah kita diterima oleh Allah swt atau tidak, sehingga kita tidak terlalu puas dan berbangga diri dengan pencapaian ibadah yang telah dilakukan. Sementara raja' adalah sikap optimisme bahwa Allah dengan sifat kasih sayang-Nya pasti mau menerima amal ibadah yang kita lakukan.
Hikmah Idul Fitri dalam Kehidupan Seorang Muslim
Hari Raya Idul Fitri bukan hanya tentang berakhirnya bulan Ramadhan, namun juga menjadi momentum bagi setiap umat Islam untuk memperbaiki diri. Setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa, memperbanyak doa, membaca Al-Qur'an, dan melakukan berbagai amal kebaikan, Idul Fitri menjadi titik awal untuk mempertahankan kebiasaan baik tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu hikmah besar dari Idul Fitri adalah memperkuat hubungan antar sesama manusia. Pada hari raya ini, umat Islam dianjurkan untuk saling memaafkan, baik kepada keluarga, sahabat, maupun masyarakat sekitar. Tradisi saling memaafkan ini mengandung makna yang sangat dalam, yaitu membersihkan hati dari rasa dendam, iri, dan kebencian.
Rasulullah ? juga sangat mendukung umatnya untuk menjaga silaturahmi. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa menjaga silaturahmi dapat memperpanjang umur dan melapangkan rezeki. Oleh karena itu, momen Idul Fitri sering dimanfaatkan oleh banyak orang untuk berkumpul bersama keluarga dan mempererat hubungan yang mungkin sempat renggang.
Selain itu, Idul Fitri juga menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sejati bukan hanya berasal dari makanan khas lebaran atau pakaian baru, tetapi dari hati yang bersih dan rasa syukur kepada Allah SWT. Kebahagiaan yang dirasakan saat Hari Raya Idul Fitri seharusnya mendorong kita untuk terus meningkatkan kualitas ibadah dan keimanan
Zakat Fitrah : Menyempurnakan Ibadah Ramadhan
Zakat Fitrah merupakan bagian penting dalam perayaan Idul Fitri dengan tujuan agar di hari raya tidak ada yang merasakan kekurangan. Selain itu, Zakat fitrah memiliki fungsi utama untuk menyucikan jiwa dan menyempurnakan ibadah puasa. Rasulullah ? bersabda:
“Zakat fitrah diwajibkan untuk menyucikan orang yang berpuasa dari amalan sia-sia dan ucapan keji, serta sebagai makanan bagi orang miskin.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)
Zakat fitrah wajib ditunaikan oleh setiap Muslim sebelum pelaksanaan Salat Idul Fitri. Besarnya setara dengan sekitar 2,5 kg bahan makanan pokok, seperti beras untuk di Indonesia
Salurkan Zakat Fitrah ke BAZNAS
Tunaikan zakat fitrah Anda melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) agar penyalurannya tepat sasaran dan membantu saudara-saudara yang membutuhkan di hari raya.
untuk membaca artikel lainnya klik link di bawah ini :
Makna Hari Raya Idul Fitri
https://baznaskotasukabumi.com/makna-hari-raya-idul-fitri/
BERITA27/02/2026 | BAZNAS
BAZNAS Siapkan Dapur Umum untuk Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan bantuan berupa dapur umum untuk korban banjir di Tapanuli Selatan.
Kronologi Terjadinya Bencana Banjir di Tapanuli Selatan
Bencana terjadi setelah hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Tapsel sejak Senin, 24 November 2025. Curah hujan ekstrem ini menyebabkan sungai — terutama di wilayah bantaran seperti di kecamatan Batang Toru — meluap dan memicu banjir bandang serta tanah longsor. Bahkan dalam beberapa desa, arus deras membawa gelondongan kayu, sehingga daya hantam banjir menjadi sangat buruk dan merusak rumah, jalan, fasilitas umum, dan infrastruktur.
Pada 25–26 November 2025, dampak bencana mulai terlihat: permukiman penduduk terdampak berat, banyak rumah rusak atau hanyut, akses jalan dan jembatan putus — menyebabkan isolasi sejumlah desa dan mempersulit evakuasi serta penyelamatan. Sejumlah korban jiwa mulai dilaporkan; data awal dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut sekurang-kurangnya 8 orang meninggal dan ribuan warga mengungsi.
Seiring waktu, data korban terus diperbarui secara periodik oleh pihak berwenang. Pada 28 November dilaporkan 32 orang meninggal, 29 November meningkat menjadi 43 korban, dan pada 30 November tercatat 46 korban tewas serta puluhan hilang. Akhirnya, per 3 Desember 2025, korban meninggal di Tapsel dilaporkan mencapai 81 orang, dengan sekitar 33 orang hilang dan ratusan lainnya luka-luka; ribuan warga mengungsi akibat rumah dan fasilitas rusak berat.
Saat ini, tim SAR gabungan bersama aparat daerah, relawan, dan masyarakat tengah melakukan upaya pencarian korban hilang, evakuasi pengungsi, serta distribusi bantuan — seperti logistik, air bersih, dan layanan medis — ke titik-titik pengungsian. Pendataan kerusakan pun terus dilakukan untuk menilai skala kerugian materiil dan kebutuhan pemulihan jangka panjang.
BAZNAS RI Hadir Mengoperasikan Sejumlah Dapur Umum
Memastikan ribuan penyintas bencana banjir dan tanah longsor di Tapanuli Selatan (Tapsel) mendapat pasokan makanan yang layak, BAZNAS RI melalui unit BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) telah mendirikan dan mengoperasikan sejumlah dapur umum di titik-titik terdampak berat. Operasi yang dipimpin langsung oleh Koordinator BTB untuk wilayah Tapsel, Sukamto, ini telah menghasilkan ribuan bungkus makanan siap santap bagi pengungsi.
Di tengah kesibukan mengawasi produksi di Dapur Umum BAZNAS RI di Tapsel, Sumut, Kamis (4/12/2025), Sukamto memaparkan upaya logistik yang terus diperluas cakupannya. “Fokus kami adalah memastikan tidak ada penyintas yang kelaparan. Setelah assessment, kami segera mendirikan dapur umum di titik-titik dengan konsentrasi pengungsi tinggi dan di daerah yang sulit dijangkau,” ujarnya.
Dapur Umum BAZNAS RI untuk Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan
Jaringan Dapur Umum BAZNAS
Berdasarkan laporan operasional per Rabu (3/12/2025), jaringan dapur umum BAZNAS telah berkembang pesat. Titik utama berada di Desa Tandihat, di kompleks PTPN 5 Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan. Dapur ini secara konsisten memproduksi 1.950 bungkus makanan per hari untuk mendukung 630 jiwa pengungsi, dilengkapi dengan dapur air di dua titik.
Tidak berhenti di situ, tim yang terdiri dari Sukamto, Septo P, personil BTB Provinsi Sumut, Baznas Kabupaten dan Kota Tapsel, serta 12 relawan masak, terus memperluas jangkauan. Dapur umum baru berhasil didirikan di Desa Tolang Julu, memproduksi 600 bungkus makanan per hari. Selain itu, dukungan logistik juga diberikan kepada dapur umum komunitas, seperti di Masjid Nurul, Jl. Murai Aekmanis, Kelurahan Sibolga Selatan, dengan menyuplai beras, lauk, dan bumbu untuk produksi 300 porsi per hari selama tiga hari.
Yang patut dicatat adalah peningkatan kapasitas di beberapa titik. Dapur umum di Masjid An-Nursina, Kelurahan Sarudik, Tapanuli Tengah, yang awalnya memproduksi 600 bungkus, kini ditingkatkan menjadi 1.000 bungkus per hari (2x produksi) untuk menjangkau 568 jiwa. Begitu pula dengan dapur umum di Jalan Kamboja, Kelurahan Simare Mare, Kecamatan Sibolga Utara, yang langsung beroperasi dengan produksi 1.000 bungkus per hari untuk 450 jiwa.
“Ini adalah kerja kolektif. Personil pusat, daerah, dan relawan lokal bersinergi. Setiap hari tim kami bergerak dengan 1 unit mobil dan 2 motor, membeli bahan baku, memasak, dan mendistribusikan, seringkali melalui jalur yang masih sulit,” jelas Sukamto yang baru saja menyelesaikan studi magister di UIN Yogyakarta dan langsung bertugas ke lokasi bencana.
Operasi dapur umum ini menjadi penopang hidup utama bagi ribuan pengungsi yang kehilangan tempat tinggal dan akses terhadap kebutuhan pokok. Kehadiran BAZNAS tidak hanya memenuhi kebutuhan nutrisi, tetapi juga memberikan kepastian dan harapan bagi warga di tengah situasi yang serba tidak menentu. Komitmen untuk melanjutkan operasi ini menunjukkan dedikasi BAZNAS RI dalam menjalankan amanah kemanusiaan, memastikan bantuan tepat sasaran dan berkelanjutan hingga kondisi darurat pulih.
Mari langitkan doa dan ringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana dengan bersedekah melalui Dompet Bencana dan Kemanusiaan BAZNAS. Salurkan donasi Anda melalui: https://app.midtrans.com/payment-links/bantuankebencanaan
Atau bisa memalui website resmi : https://baznaskotasukabumi.com/
BERITA05/12/2025 | indri irmayanti
BAZNAS Hadirkan Layanan Psikososial Anak bagi Penyintas Banjir Bandang di Kota Padang
BAZNAS RI menyalurkan layanan dukungan psikososial bagi anak-anak terdampak banjir Padang di tengah ribuan warga yang kehilangan rumah dan harta benda.
Kronologi Banjir Padang : Hujan Deras, Jembatan Putus, dan Korban Jiwa
Banjir besar melanda Kota Padang, Sumatra Barat, akibat hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak Selasa (25/11/2025) dini hari. Hujan deras tersebut menyebabkan Sungai Batang Kuranji meluap hingga pada Kamis (27/11/2025) pukul 06.35 WIB arus deras setinggi lebih dari 200 sentimeter menghantam dan merusak Jembatan Gunung Nago, sehingga akses jalan terputus. BNPB menyebutkan bahwa derasnya arus air menjadi penyebab utama rusaknya jembatan tersebut, sementara jalur alternatif masih dapat dilewati melalui Jembatan By Pass dan Jembatan Baru Kuranji.
Banjir yang datang juga membawa material berupa lumpur dan batang pohon yang menerjang permukiman warga, terutama di kawasan Luminpark Cluster. Akibat kejadian tersebut, empat orang dilaporkan meninggal dunia, serta sejumlah rumah dan kendaraan warga mengalami kerusakan. Bencana hidrometeorologi ini menimbulkan dampak yang cukup luas terhadap kehidupan masyarakat Kota Padang.
Berdasarkan data Pusdalops BPBD Kota Padang, tercatat sebanyak 27.433 warga terdampak banjir yang tersebar di sembilan kecamatan, dengan jumlah terbanyak berada di Kecamatan Koto Tangah. Kecamatan lain yang terdampak antara lain Nanggalo (2.232 jiwa), Padang Utara (1.486 jiwa), Lubuk Begalung (893 jiwa), Pauh (741 jiwa), Kuranji (601 jiwa), Padang Barat (321 jiwa), Padang Timur (150 jiwa), serta Bungus Teluk Kabung (26 jiwa). Selain itu, tercatat dua rumah hanyut, 61 rumah rusak sedang, 17 rumah rusak ringan, satu rumah ibadah rusak ringan, dua titik jalan longsor, dan dua petak sawah rusak berat.
Di tengah proses pemulihan pascabencana, berbagai pihak turut ambil bagian dalam upaya kemanusiaan, salah satunya Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI yang memberikan layanan khusus bagi anak-anak korban banjir.
BAZNAS RI Berikan Layanan Dukungan Psikososial bagi Anak-anak Korban Banjir Padang
BAZNAS Hadirkan Layanan Psikososial Anak bagi Penyintas Banjir Bandang di Kota Padang
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memberikan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) yang difokuskan untuk membantu pemulihan mental anak-anak dan kelompok rentan yang mengalami dampak langsung dari bencana banjir dan longsor di Kota Padang.
Sebanyak 25 anak mengikuti sesi layanan dukungan psikososial ini. Di akhir kegiatan, anak-anak menerima susu dan makanan ringan sebagai bentuk dukungan pemenuhan gizi serta penutup kegiatan yang menyenangkan.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., menyampaikan, pendampingan psikososial merupakan bagian penting dalam pemulihan pascabencana, sehingga BAZNAS sejak awal berkomitmen menghadirkannya bagi masyarakat yang membutuhkan.
“BAZNAS RI memastikan bahwa layanan psikososial menjadi bagian dari respon kemanusiaan, agar anak-anak terdampak bencana dapat kembali pulih secara mental dan emosional,” ujar Saidah dalam keterangan tertulis, Kamis (4/12/2025).
Dalam sesi layanan psikososial ini, anak-anak mengikuti berbagai permainan, aktivitas edukatif, dan dongeng interaktif yang dipandu langsung oleh Awam Prakoso, Founder Kampung Dongeng Indonesia. Sebagai pendongeng sekaligus fasilitator psikososial, kehadiran Awam Prakoso berhasil menghidupkan suasana, menghadirkan tawa, dan menciptakan rasa aman bagi anak-anak.
“Layanan tersebut dirancang untuk memberikan ruang aman bagi anak-anak agar dapat kembali merasakan keceriaan setelah menghadapi situasi darurat. Melalui LDP ini, BAZNAS RI berupaya memastikan kebutuhan emosional dan psikologis penyintas mendapat perhatian yang sama pentingnya dengan kebutuhan fisik,” ucap Saidah.
Saidah mengatakan bahwa kehadiran fasilitator profesional dan kegiatan yang menyenangkan membantu menciptakan lingkungan yang nyaman bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri tanpa tekanan.
“Kegiatan ini memberi ruang bagi anak-anak untuk melepas ketegangan dan memulihkan diri setelah mengalami situasi yang traumatis,” ucap Saidah.
Menurut Saidah, antusiasme anak-anak dan respons positif dari para orang tua menunjukkan bahwa layanan psikososial ini sangat dibutuhkan di tengah proses pemulihan. Banyak dari mereka merasa terbantu karena BAZNAS menyediakan ruang yang aman dan menghibur bagi anak-anak.
“Para orang tua merasa sangat terbantu karena anak-anak mereka dapat bermain, belajar, dan tertawa kembali dalam suasana yang mendukung,” kata Saidah.
Saidah menegaskan bahwa BAZNAS RI akan terus memperkuat layanan kemanusiaan di wilayah terdampak banjir bandang, termasuk dengan menghadirkan pendampingan lanjutan sesuai kebutuhan.
“BAZNAS RI berkomitmen untuk terus hadir mendampingi masyarakat dalam setiap fase pemulihan, baik melalui layanan pangan, kesehatan, maupun dukungan psikososial,” tambahnya.
Mari langitkan doa dan ringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana dengan bersedekah melalui Dompet Bencana dan Kemanusiaan BAZNAS. Salurkan donasi Anda melalui: https://app.midtrans.com/payment-links/bantuankebencanaan
Atau bisa melalui website resmi: https://baznaskotasukabumi.com/
BERITA05/12/2025 | Yessi Ade Lia Putri
Kunjungan studi implementasi kebijakan pencapaian Indeks zakat nasional ke kota sukabumi
SUKABUMI,26 November 2025 - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui rombongan yang terdiri dari Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Sidoarjo, Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sidoarjo, dan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Sidoarjo, melaksanakan misi kerja dalam rangka Studi Implementasi Kebijakan Pencapaian Indeks Zakat Nasional (IZN) ke Kota Sukabumi.
Kunjungan ini bertujuan untuk belajar secara langsung praktik dan strategi yang telah berhasil diterapkan oleh Kota Sukabumi dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat dan mencapai target IZN.
Kolaborasi Lintas Sektoral di Kota Sukabumi
Rombongan dari Sidoarjo mendapat sambutan hangat dari perwakilan instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, menunjukkan sinergi kuat yang menjadi kunci keberhasilan di tingkat lokal. Pihak yang hadir dari Kota Sukabumi meliputi:
Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Sukabumi
Sekretariat Daerah (Setda) Kota Sukabumi
Kementerian Agama (Kemenag) Kota Sukabumi
BAZNAS Kota Sukabumi
Satuan Audit Internal (SAI) BAZNAS Kota Sukabumi
Pembahasan Fokus pada Strategi Pencapaian IZN
Dalam pertemuan tersebut, fokus diskusi utama adalah mengenai penguatan dimensi kelembagaan melalui regulasi daerah dan optimalisasi dimensi dampak melalui kolaborasi Pemda-BAZNAS .
1. Penguatan Dimensi Kelembagaan Melalui Peraturan Walikota
Poin utama yang menjadi sorotan dan dipelajari oleh delegasi Sidoarjo adalah keberhasilan Kota Sukabumi dalam mengoptimalkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari Aparatur Sipil Negara (ASN).
Regulasi yang Mengikat : Kota Sukabumi telah memiliki Peraturan Walikota yang secara eksplisit mengatur dan mendukung pemotongan ZIS wajib bagi ASN di cakupan pemerintah kota. Peraturan ini menjadi hukum yang kuat bagi BAZNAS Kota Sukabumi untuk melakukan penghimpunan secara terstruktur dan berkelanjutan.
Mekanisme Penghimpunan : Melalui peraturan ini, pemotongan ZIS dilakukan secara otomatis dari gaji bulanan ASN, memastikan konsistensi dan transparansi dana yang dikumpulkan. Hal ini secara langsung memperkuat Dimensi Kelembagaan IZN, khususnya dalam aspek akuntabilitas dan efisiensi penghimpunan.
2. Dimensi Dampak: Kolaborasi Pemda dan BAZNAS dalam Optimalisasi ZIS
Aspek kedua yang didalami adalah bagaimana kolaborasi antara Pemerintah Daerah (Kesra dan Setda Kota Sukabumi) dengan BAZNAS berhasil menciptakan dampak (Dimensi Dampak IZN) yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat.
Sinergi Program : Pemda Kota Sukabumi menjalin kerja sama erat dengan BAZNAS dalam penyelarasan data kemiskinan dan program pengentasan kemiskinan . Dana ZIS BAZNAS digunakan untuk mengisi celah (gap) yang tidak terjangkau oleh APBD, seperti program bedah rumah, bantuan modal usaha mikro, dan beasiswa untuk keluarga kurang mampu.
Optimalisasi Penyaluran : Kolaborasi ini memungkinkan BAZNAS menyalurkan ZIS dengan sasaran yang lebih tepat dan terukur, sehingga hasil atau dampak ZIS terhadap peningkatan taraf hidup mustahik menjadi lebih optimal.
Hadirnya Satuan Audit Internal (SAI) BAZNAS Kota Sukabumi dalam pertemuan tersebut juga menegaskan komitmen pada akuntabilitas, memastikan bahwa dana yang dihimpun dari ASN dan masyarakat disalurkan secara profesional dan memberikan dampak yang maksimal.
Kunjungan studi implementasi yang melibatkan Kesra, Setda, Kemenag, BAZNAS, dan SAI Kota Sukabumi ini diharapkan dapat menjadi peta jalan bagi Kabupaten Sidoarjo untuk mereplikasi keberhasilan serupa, khususnya dalam penerbitan regulasi daerah yang mendukung penuh optimalisasi zakat.
BERITA26/11/2025 | baznas
Keutamaan dan Tata Cara Shalat Sunnah Rawatib : Untuk Memperat Hubungan dengan Allah
Shalat sunnah rawatib merupakan bagian dari amalan sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Ibadah ini menyertai shalat fardhu dan terbagi menjadi dua jenis, yaitu shalat sunnah qabliyah (sebelum shalat wajib) dan shalat sunnah ba’diyah (setelah shalat wajib). Meski bersifat sunnah, shalat rawatib memiliki keutamaan luar biasa yang mampu menyempurnakan kekurangan dalam ibadah wajib kita.
Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap tentang tata cara sholat sunnah rawatib, niat, hingga keutamannya agar dapat mengamalkannya dengan baik.
Tata Cara dan Keutamaan Shalat Sunnah Rawatib
Shalat Rawatib Subuh
Jumlah Rakaat: 2 rakaat sebelum shalat fardhu subuh
Niat:
Ushalli sunnatas subhi rak’ataini qabliyyatan lillahi ta’ala
Artinya: Saya niat shalat sunnah qabliyah Subuh dua rakaat karena Allah ta’ala.
Keutamaan:
“Dua rakaat fajar (sebelum Subuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Muslim)
Shalat ini termasuk shalat sunnah muakkad, yang sangat dianjurkan dan tidak pernah ditinggalkan oleh Nabi SAW.
Shalat Rawatib Dzuhur
Jumlah Rakaat: 2- 4 rakaat sebelum dan 2–4 rakaat sesudah
Niat:
• Qabliyah: Ushalli sunnatad dzuhri arba’a rakaatin qabliyyatan lillahi ta’ala
• Ba’diyah: Ushalli sunnatad dzuhri raka’ataini ba’diyatan lillahi ta’ala
Keutamaan:
“Siapa yang menjaga empat rakaat sebelum dzuhur dan empat rakaat setelahnya, maka Allah akan mengharamkan ia dari api neraka.” (HR. Tirmidzi)
Shalat Rawatib Ashar
Jumlah Rakaat: 4 rakaat sebelum Ashar
Niat: Ushalli sunnatal ‘ashri arba’a rakaatin qabliyyatan lillahi ta’ala
Keutamaan:
“Semoga Allah merahmati orang yang shalat empat rakaat sebelum Ashar.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Shalat sunnah ini bukan termasuk sunnah muakkad
Shalat Rawatib Maghrib
Jumlah Rakaat: 2 rakaat sebelum dan 2 rakaat setelah
Niat:
• Qabliyah: Ushalli sunnatal maghribi rak’ataini qabliyyatan lillahi ta’ala
• Ba’diyah: Ushalli sunnatal maghribi rak’ataini ba’diyatan lillahi ta’ala
Keutamaan:
“Barang siapa yang shalat dua rakaat setelah Maghrib sebelum berbicara, maka pahalanya dicatat di surga Illiyyin.” (HR. Thabrani)
Shalat Rawatib Isya
Jumlah Rakaat: 2 rakaat sebelum dan 2 rakaat setelah
Niat:
• Qabliyah: Ushalli sunnatal ‘Isya rak’ataini qabliyyatan lillahi ta’ala
• Ba’diyah: Ushalli sunnatal ‘Isya rak’ataini ba’diyatan lillahi ta’ala
Keutamaan:
Tidak kalah istimewa dengan yang lain, sholat rawatib isya juga memiliki ganjaran yang besar
Itulah penjelasan mengenai tata cara dan keutamaan shalat sunnah rawatib di kelima waktu sholat. Semoga kita senantiasa menjadi hamba-Nya yang selalu memperbaiki shalat baik itu shalat fardhu maupun sunnah nya.
Islam menganjurkan kita untuk selalu beramal dengan penuh keikhlasan dan tanpa mengharapkan imbalan, sehingga berpotensi mendapatkan ganjaran pahala yang lebih besar di sisi Allah Swt. Selain melaksanakan ibadah sunnah, berbagi dengan sesama melalui Infak maupun Sedekah juga harus dibiasakan.
BERITA11/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
BAZNAS Kota Sukabumi Salurkan Bantuan untuk Peringatan Hari Besar Islam (PHBI)
Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) adalah momen yang selalu ditunggu-tunggu, dan di Kota Sukabumi, perayaannya menjadi lebih bermakna berkat Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Sukabumi. BAZNAS tidak hanya mengelola zakat, tetapi juga berperan aktif sebagai jembatan kebaikan, menghubungkan para donatur dengan masjid yang membutuhkan.
Dalam foto-foto yang diabadikan, terlihat jelas kehangatan dan kebersamaan. Tim BAZNAS menyambut ramah para pengurus DKM (Dewan Kemakmuran Masjid). Bantuan yang diserahkan bukan sekadar uang, melainkan amanah umat untuk mendukung berbagai kegiatan keagamaan.
Beberapa DKM yang menerima bantuan ini adalah DKM Istiqomah Sitkar, DKM Darul Ulum, dan DKM As-Salam. Dengan dukungan ini, mereka bisa lebih fokus merencanakan dan melaksanakan kegiatan yang bermanfaat bagi jemaah, seperti membiayai penceramah, konsumsi, atau perlengkapan acara. Langkah ini memastikan dana yang terkumpul kembali ke masyarakat dalam bentuk yang paling dibutuhkan.
BAZNAS Kota Sukabumi menunjukkan komitmennya sebagai lembaga yang transparan dan akuntabel. Mereka tidak hanya mengumpulkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS), tetapi juga memastikan setiap rupiahnya disalurkan tepat sasaran. Kolaborasi kuat antara BAZNAS dan DKM menjadi bukti nyata bahwa sinergi ini penting untuk menggerakkan roda dakwah. Dengan adanya kerja sama ini, kegiatan masjid diharapkan semakin semarak, mempererat tali silaturahmi, dan menjadikan masjid pusat peradaban Islam yang makmur.
Dengan berpegang teguh pada prinsip syariah, BAZNAS Kota Sukabumi terus berupaya menjadi lembaga yang profesional dan terpercaya. Mereka mengajak seluruh umat untuk berpartisipasi dalam menunaikan kewajiban zakat, sehingga semakin banyak program kebaikan yang bisa digulirkan. Program bantuan untuk PHBI ini hanyalah salah satu dari sekian banyak inisiatif BAZNAS yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Upaya ini merupakan langkah konkret dalam mewujudkan visi BAZNAS untuk menyejahterakan umat melalui pengelolaan zakat yang efektif.
BERITA04/09/2025 | Khoirunisa
Sinergi Pemkot dan BAZNAS, Ribuan Anak Yatim se-Kota Sukabumi Terima Santunan di Momen Muharram 1447 H
Suasana khidmat dan penuh kebahagiaan menyelimuti Masjid Agung Kota Sukabumi dalam acara "Gebyar Muharram 1447 H". Kegiatan yang diselenggarakan atas sinergi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Sukabumi ini bertujuan untuk berbagi kebahagiaan dengan menyalurkan santunan kepada ratusan anak yatim dari seluruh kecamatan di Kota Sukabumi.
Acara ini menjadi cerminan nyata dari kolaborasi strategis antara pemerintah daerah sebagai pemangku kebijakan dengan BAZNAS sebagai lembaga terpercaya dalam pengelolaan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Pemkot Sukabumi berperan dalam memfasilitasi dan memastikan jangkauan penerima manfaat merata, sementara BAZNAS menjalankan amanahnya untuk menyalurkan dana umat secara transparan dan tepat sasaran.
Sejak pagi hari, ruang utama masjid telah dipenuhi oleh anak-anak yatim yang datang bersama wali mereka. Mengenakan busana muslim terbaik, mereka duduk dengan tertib di atas karpet merah masjid, mengikuti rangkaian acara yang diisi dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an dan tausiyah yang menyejukkan hati. Para penceramah menyampaikan pesan tentang pentingnya optimisme, kesabaran, dan semangat menuntut ilmu, seraya mengingatkan seluruh hadirin tentang keutamaan memuliakan anak yatim, terutama di bulan Muharram.
Puncak acara adalah prosesi penyerahan santunan secara simbolis dan langsung kepada anak-anak. Para pejabat dari lingkungan Pemkot Sukabumi bersama jajaran pimpinan BAZNAS turun langsung untuk menyapa dan menyerahkan bantuan. Terlihat jelas interaksi yang hangat saat mereka memberikan paket bingkisan dan dana santunan, diiringi senyum dan doa untuk masa depan anak-anak tersebut. Raut wajah bahagia anak-anak saat menerima bantuan menjadi pemandangan yang mengharukan sekaligus membanggakan.
Lebih dari sekadar bantuan materi, acara Gebyar Muharram ini memberikan pesan harapan dan kepedulian. Ini adalah bukti bahwa anak-anak yatim di Kota Sukabumi tidak sendirian; mereka memiliki pemerintah dan komunitas yang peduli dan siap mendukung mereka. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat ikatan sosial (ukhuwah) di tengah masyarakat dan menjadi awal yang berkah di Tahun Baru Hijriyah untuk memulai lembaran baru dengan amal kebaikan.
BERITA04/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
BAZNAS Kota Sukabumi Bantu Wujudkan Harapan Ibnu Sabil untuk Kembali ke Keluarga
Di tengah kesibukan kota, masih banyak cerita tentang perjuangan dan kerinduan untuk kembali ke kampung halaman. BAZNAS Kota Sukabumi hadir sebagai jembatan untuk membantu para ibnu sabil atau musafir yang kehabisan bekal agar bisa kembali bertemu keluarga di kampung halamannya. Kisah-kisah ini menunjukkan betapa besar peran zakat dalam meringankan beban mereka yang sedang berada dalam kesulitan.
Apa Itu Ibnu Sabil?
Dalam ajaran Islam, ibnu sabil adalah salah satu dari delapan golongan penerima zakat. Mereka adalah orang-orang yang sedang melakukan perjalanan atau merantau untuk suatu tujuan yang baik, seperti mencari ilmu atau pekerjaan, namun kehabisan bekal di tengah jalan dan tidak mampu melanjutkan perjalanan. BAZNAS Kota Sukabumi memahami betul kondisi ini. Mereka yang datang ke kantor BAZNAS tidak hanya membutuhkan bantuan finansial, tetapi juga dukungan moral untuk bisa kembali ke pelukan keluarga. Bantuan yang diberikan BAZNAS adalah wujud nyata dari kepedulian umat Muslim di Sukabumi, yang menyalurkan zakat, infak, dan sedekah mereka melalui lembaga resmi.
Kisah Para Ibnu Sabil
Salah satu penerima manfaat adalah Ace Sudrajat. Wajahnya tampak lelah, namun matanya memancarkan kelegaan saat memegang kartu identitasnya. Ia datang ke BAZNAS dengan harapan bisa mendapatkan bantuan untuk pulang. Kondisi kehabisan bekal di perantauan membuat ia tak tahu harus ke mana lagi. BAZNAS Kota Sukabumi dengan sigap memproses permohonan bantuannya, memastikan bahwa ia mendapatkan tiket pulang ke rumahnya. Senyum yang merekah di wajah Ace adalah bukti betapa besar arti bantuan ini.
Sama halnya dengan Adang Saepudin yang datang dengan raut wajah murung. Ia telah berjuang di Sukabumi, namun takdir berkata lain. Dengan bekal yang menipis, harapan untuk kembali ke keluarga hampir sirna. Tim BAZNAS menyambutnya dengan hangat dan mendengarkan ceritanya. Mereka tidak hanya memberikan bantuan finansial untuk ongkos pulang, tetapi juga memberikan semangat agar ia tidak putus asa. Dengan bantuan ini, Adang bisa kembali merangkai hidupnya bersama orang-orang terkasih.
Cerita lain datang dari Ahmad Solikin. Pria ini terlihat tegar, namun di balik ketegarannya, tersimpan kerinduan mendalam. Ia telah lama tidak bertemu keluarganya. Kondisi finansial yang tidak memungkinkan membuatnya sulit untuk pulang. Bantuan dari BAZNAS menjadi jembatan yang menghubungkan kembali dirinya dengan keluarga di kampung halaman. Setiap rupiah yang disalurkan bukan hanya sekadar uang, melainkan juga harapan dan doa.
Peran Penting BAZNAS dalam Menjaga Keutuhan Keluarga
Keberadaan BAZNAS Kota Sukabumi sebagai lembaga amil zakat yang profesional sangatlah vital. Mereka tidak hanya menjalankan fungsi sosial, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Proses verifikasi yang ketat namun humanis memastikan bahwa bantuan zakat disalurkan tepat sasaran kepada mereka yang benar-benar berhak, termasuk para ibnu sabil.
Banyak ibnu sabil yang merasa malu atau ragu untuk meminta bantuan. Namun, tim BAZNAS Kota Sukabumi selalu berusaha menciptakan suasana yang nyaman dan terbuka, sehingga para penerima manfaat bisa bercerita dengan jujur tanpa rasa sungkan. Inilah yang dirasakan oleh Aditya Abdul Gani. Dengan bantuan BAZNAS, ia merasa lega karena dapat kembali ke rumah dan memeluk keluarganya. Kehadiran BAZNAS tidak hanya membantu memulihkan bekalnya, tetapi juga memulihkan semangatnya.
Mengapa Bantuan Ini Sangat Berarti?
Bagi para ibnu sabil, kembali ke kampung halaman berarti kembali ke sumber kekuatan, cinta, dan dukungan. Bantuan yang mereka terima dari BAZNAS bukan hanya sekadar ongkos perjalanan, melainkan investasi emosional yang tak ternilai harganya. Pertemuan kembali dengan keluarga, setelah sekian lama berpisah, akan mengobati rasa lelah, kesepian, dan kekecewaan yang mungkin mereka rasakan.
Bantuan ini juga sejalan dengan makna zakat itu sendiri, yaitu membersihkan harta dan menyucikan jiwa. Zakat yang disalurkan oleh masyarakat Kota Sukabumi melalui BAZNAS telah menjadi berkah yang kembali kepada mereka dalam bentuk kebahagiaan para ibnu sabil yang bisa pulang ke rumah. Ini adalah siklus kebaikan yang terus berputar, dari pemberi zakat, kepada BAZNAS, dan berakhir di tangan para penerima manfaat.
Menutup Kisah dengan Harapan
Dengan terus berjalannya program bantuan ibnu sabil, BAZNAS Kota Sukabumi berharap dapat menjangkau lebih banyak orang yang membutuhkan. Setiap individu yang berhasil kembali ke keluarganya berkat bantuan zakat adalah bukti nyata bahwa zakat memiliki kekuatan untuk mengubah hidup.
BAZNAS Kota Sukabumi juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah mereka. Dengan begitu, lebih banyak lagi cerita-cerita haru tentang kepulangan para ibnu sabil yang bisa terwujud, dan jembatan kebaikan ini akan semakin kuat. Semoga setiap langkah yang diambil oleh BAZNAS Kota Sukabumi selalu diberkahi dan menjadi ladang amal jariyah bagi semua pihak yang terlibat.
BERITA03/09/2025 | nisa/yesi
BAZNAS Beri Bantuan Biaya Hidup untuk Bapak Hermansyah, Ringankan Beban Warga Jayaraksa
Berkat program bantuan biaya hidup yang diinisiasi oleh BAZNAS, Bapak Hermansyah, seorang warga yang tinggal di kelurahan Jayaraksa, telah menerima bantuan yang signifikan untuk meringankan beban hidupnya sehari-hari. Program ini bertujuan untuk membantu masyarakat kurang mampu, terutama mereka yang memiliki keterbatasan fisik atau ekonomi, dengan menyediakan dukungan finansial serta kebutuhan pokok.
Bantuan BAZNAS untuk Bapak Hermansyah
Dalam sebuah acara penyerahan yang sederhana namun penuh makna, tim BAZNAS Kota Sukabumi mengunjungi kediaman Bapak Hermansyah untuk menyerahkan secara langsung bantuan biaya hidup. Bantuan ini tidak hanya berupa uang tunai, tetapi juga mencakup sembako, salah satunya adalah beras. Penyerahan bantuan ini disaksikan oleh beberapa tokoh masyarakat dan perwakilan dari pihak kelurahan, menunjukkan sinergi yang kuat antara lembaga sosial, pemerintah daerah, dan warga.
Bapak Hermansyah, yang dalam beberapa foto terlihat menerima bantuan dengan wajah haru dan bahagia, mengungkapkan rasa terima kasihnya yang mendalam. Bantuan ini sangat berarti baginya, terutama di tengah kondisi ekonomi yang sulit. Ia menceritakan bahwa dengan adanya bantuan ini, ia dapat memenuhi kebutuhan dasarnya tanpa harus merasa cemas. Raut wajahnya yang cerah saat menerima bantuan mencerminkan harapan baru yang muncul berkat uluran tangan BAZNAS.
Peran BAZNAS dalam Meringankan Beban Masyarakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) adalah lembaga non-struktural pemerintah yang berwenang mengumpulkan dan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di tingkat nasional. Salah satu program utamanya adalah bantuan biaya hidup, yang dirancang untuk membantu fakir miskin dan mereka yang berada di bawah garis kemiskinan. Bantuan ini diberikan secara berkala, disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi penerima.
Program seperti ini sangat penting dalam upaya pengentasan kemiskinan. BAZNAS tidak hanya berfungsi sebagai pengumpul dana, tetapi juga sebagai penyalur yang memastikan dana tersebut sampai ke tangan yang benar-benar membutuhkan. Proses penyeleksian penerima bantuan dilakukan secara ketat, melibatkan survei lapangan dan verifikasi data, agar bantuan tepat sasaran. Ini menunjukkan komitmen BAZNAS untuk bekerja secara profesional dan transparan.
Dampak Positif Bantuan Terhadap Kualitas Hidup
Bantuan biaya hidup, seperti yang diterima oleh Bapak Hermansyah, memiliki dampak domino yang positif. Selain membantu memenuhi kebutuhan pokok, bantuan ini juga dapat mengurangi tekanan psikologis yang seringkali dirasakan oleh mereka yang hidup dalam keterbatasan ekonomi. Bapak Hermansyah, yang sehari-hari menghadapi tantangan finansial, kini dapat bernapas lega karena sebagian bebannya telah terangkat.
Selain itu, bantuan ini juga dapat mendorong kemandirian. Dalam beberapa kasus, BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan konsumtif, tetapi juga bantuan modal usaha atau pelatihan keterampilan. Hal ini bertujuan agar penerima bantuan suatu saat dapat keluar dari lingkaran kemiskinan dan menjadi mandiri secara ekonomi. Meskipun bantuan yang diterima Bapak Hermansyah bersifat konsumtif, hal ini adalah langkah awal yang krusial untuk memperbaiki kualitas hidupnya secara menyeluruh.
Ajakan Berdonasi dan Kepedulian Sosial
Kisah Bapak Hermansyah adalah satu dari sekian banyak cerita tentang bagaimana bantuan dari masyarakat dapat membawa perubahan nyata. Keberhasilan program BAZNAS tidak lepas dari partisipasi aktif masyarakat yang menyalurkan zakat dan sedekahnya melalui lembaga ini. Oleh karena itu, BAZNAS terus mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berdonasi. Setiap sumbangan, sekecil apapun, akan sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan.
Partisipasi dalam program zakat dan sedekah bukan hanya merupakan kewajiban agama bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, tetapi juga merupakan wujud kepedulian sosial yang tinggi. Dengan berdonasi, kita tidak hanya membantu individu seperti Bapak Hermansyah, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan sosial dan ekonomi yang lebih merata. Hal ini menciptakan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera, di mana setiap individu memiliki kesempatan untuk hidup layak.
Kesimpulan
Bantuan biaya hidup yang diterima oleh Bapak Hermansyah adalah bukti nyata dari peran penting BAZNAS dalam membantu masyarakat kurang mampu. Melalui program ini, BAZNAS tidak hanya meringankan beban finansial tetapi juga memberikan harapan baru bagi mereka yang membutuhkan. Ini adalah contoh konkret bagaimana kolaborasi antara lembaga sosial dan masyarakat dapat menghasilkan dampak positif yang signifikan. Semoga lebih banyak lagi individu seperti Bapak Hermansyah yang dapat merasakan manfaat dari program-program sosial yang mulia ini.
BERITA03/09/2025 | nisa/yesi

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Sukabumi.
Lihat Daftar Rekening →

