Berita Terkini
Stop Anggap Biasa! 4 Makna Luar Biasa Hari Raya Idul Fitri yang Sering Terlupakan
Hari Raya Idul Fitri adalah momen yang sangat dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia. Hari raya ini menandai berakhirnya puasa selama satu bulan di bulan suci Ramadhan dan menjadi momentum untuk kembali kepada fitrah, yakni kesucian hati dan jiwa kebersihan. Namun, selain sebagai ajang kemenangan setelah sebulan berpuasa, Idul Fitri juga memiliki makna yang lebih dalam perspektif Islam
Makna Idul Fitri dalam Islam
1. Kembali ke Fitrah
Jika dilihat dari gabungan katanya, Idul Fitri berasal dari dua kata, yaitu 'id' dan 'al-fitri'. Id secara bahasa berasal dari kata ada - ya'uudu, yang artinya kembali. Sedangkan kata al-fitri memiliki dua makna, yaitu suci dan berbuka. Suci artinya bersih dari segala dosa, kesalahan, dan keburukan. Hal ini mencerminkan bahwa setelah seseorang menjalankan ibadah puasa, seorang muslim diharapkan kembali kepada kesucian hati dan jiwa.
2. Hari Kemenangan
Idul Fitri menjadi hari kemenanga karena umat Islam telah menyelesaikan salah satu ibadah yang berat, yakni puasa Ramadhan. Ini adalah kemenangan spiritual atas hawa nafsu dan godaan duniawi. Allah swt dalam firmannya di QS Al-Baqarah ayat 183 menyampaikan bahwa tujuan melaksanakan puasa adalah untuk mendapatkan gelar bertakwa.
3. Mempererat Silaturahmi
Hari Raya Idul Fitri juga menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan silaturahmi antar sesama. Pada hari ini, umat Islam dianjurkan untuk saling bermaafan, baik kepada keluarga, sahabat, maupun tetangga. Tradisi saling memaafkan ini bukan sekedar kebiasaan, namun memiliki makna yang mendalam dalam Islam, yaitu membersihkan hati dari rasa dendam dan kesalahan di masa lalu. Dengan silaturahmi yang terjaga, hubungan persaudaraan akan semakin kuat dan penuh keberkahan.
4. Menumbuhkan Kepedulian Sosial
Idul Fitri juga mengajarkan umat Islam untuk memiliki kepedulian terhadap sesama, terutama kepada mereka yang kurang mampu. Hal ini diwujudkan melalui kewajiban menunaikan zakat fitrah sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri. Dengan zakat fitrah, kebahagiaan di hari raya dapat dirasakan oleh semua orang, sehingga tidak ada yang merasakan kekurangan di hari yang penuh kebahagiaan tersebut. Nilai kepedulian inilah yang menjadi salah satu ajaran penting dalam Islam.
Dalam menutup amal di bulan puasa ini kita harus menanamkan prinsip khauf dan raja'. Khauf khawatir apakah ibadah kita diterima oleh Allah swt atau tidak, sehingga kita tidak terlalu puas dan berbangga diri dengan pencapaian ibadah yang telah dilakukan. Sementara raja' adalah sikap optimisme bahwa Allah dengan sifat kasih sayang-Nya pasti mau menerima amal ibadah yang kita lakukan.
Hikmah Idul Fitri dalam Kehidupan Seorang Muslim
Hari Raya Idul Fitri bukan hanya tentang berakhirnya bulan Ramadhan, namun juga menjadi momentum bagi setiap umat Islam untuk memperbaiki diri. Setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa, memperbanyak doa, membaca Al-Qur'an, dan melakukan berbagai amal kebaikan, Idul Fitri menjadi titik awal untuk mempertahankan kebiasaan baik tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu hikmah besar dari Idul Fitri adalah memperkuat hubungan antar sesama manusia. Pada hari raya ini, umat Islam dianjurkan untuk saling memaafkan, baik kepada keluarga, sahabat, maupun masyarakat sekitar. Tradisi saling memaafkan ini mengandung makna yang sangat dalam, yaitu membersihkan hati dari rasa dendam, iri, dan kebencian.
Rasulullah ? juga sangat mendukung umatnya untuk menjaga silaturahmi. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa menjaga silaturahmi dapat memperpanjang umur dan melapangkan rezeki. Oleh karena itu, momen Idul Fitri sering dimanfaatkan oleh banyak orang untuk berkumpul bersama keluarga dan mempererat hubungan yang mungkin sempat renggang.
Selain itu, Idul Fitri juga menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sejati bukan hanya berasal dari makanan khas lebaran atau pakaian baru, tetapi dari hati yang bersih dan rasa syukur kepada Allah SWT. Kebahagiaan yang dirasakan saat Hari Raya Idul Fitri seharusnya mendorong kita untuk terus meningkatkan kualitas ibadah dan keimanan
Zakat Fitrah : Menyempurnakan Ibadah Ramadhan
Zakat Fitrah merupakan bagian penting dalam perayaan Idul Fitri dengan tujuan agar di hari raya tidak ada yang merasakan kekurangan. Selain itu, Zakat fitrah memiliki fungsi utama untuk menyucikan jiwa dan menyempurnakan ibadah puasa. Rasulullah ? bersabda:
“Zakat fitrah diwajibkan untuk menyucikan orang yang berpuasa dari amalan sia-sia dan ucapan keji, serta sebagai makanan bagi orang miskin.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)
Zakat fitrah wajib ditunaikan oleh setiap Muslim sebelum pelaksanaan Salat Idul Fitri. Besarnya setara dengan sekitar 2,5 kg bahan makanan pokok, seperti beras untuk di Indonesia
Salurkan Zakat Fitrah ke BAZNAS
Tunaikan zakat fitrah Anda melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) agar penyalurannya tepat sasaran dan membantu saudara-saudara yang membutuhkan di hari raya.
untuk membaca artikel lainnya klik link di bawah ini :
Makna Hari Raya Idul Fitri
https://baznaskotasukabumi.com/makna-hari-raya-idul-fitri/
27/02/2026 | BAZNAS
BAZNAS Siapkan Dapur Umum untuk Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan bantuan berupa dapur umum untuk korban banjir di Tapanuli Selatan.
Kronologi Terjadinya Bencana Banjir di Tapanuli Selatan
Bencana terjadi setelah hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Tapsel sejak Senin, 24 November 2025. Curah hujan ekstrem ini menyebabkan sungai — terutama di wilayah bantaran seperti di kecamatan Batang Toru — meluap dan memicu banjir bandang serta tanah longsor. Bahkan dalam beberapa desa, arus deras membawa gelondongan kayu, sehingga daya hantam banjir menjadi sangat buruk dan merusak rumah, jalan, fasilitas umum, dan infrastruktur.
Pada 25–26 November 2025, dampak bencana mulai terlihat: permukiman penduduk terdampak berat, banyak rumah rusak atau hanyut, akses jalan dan jembatan putus — menyebabkan isolasi sejumlah desa dan mempersulit evakuasi serta penyelamatan. Sejumlah korban jiwa mulai dilaporkan; data awal dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut sekurang-kurangnya 8 orang meninggal dan ribuan warga mengungsi.
Seiring waktu, data korban terus diperbarui secara periodik oleh pihak berwenang. Pada 28 November dilaporkan 32 orang meninggal, 29 November meningkat menjadi 43 korban, dan pada 30 November tercatat 46 korban tewas serta puluhan hilang. Akhirnya, per 3 Desember 2025, korban meninggal di Tapsel dilaporkan mencapai 81 orang, dengan sekitar 33 orang hilang dan ratusan lainnya luka-luka; ribuan warga mengungsi akibat rumah dan fasilitas rusak berat.
Saat ini, tim SAR gabungan bersama aparat daerah, relawan, dan masyarakat tengah melakukan upaya pencarian korban hilang, evakuasi pengungsi, serta distribusi bantuan — seperti logistik, air bersih, dan layanan medis — ke titik-titik pengungsian. Pendataan kerusakan pun terus dilakukan untuk menilai skala kerugian materiil dan kebutuhan pemulihan jangka panjang.
BAZNAS RI Hadir Mengoperasikan Sejumlah Dapur Umum
Memastikan ribuan penyintas bencana banjir dan tanah longsor di Tapanuli Selatan (Tapsel) mendapat pasokan makanan yang layak, BAZNAS RI melalui unit BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) telah mendirikan dan mengoperasikan sejumlah dapur umum di titik-titik terdampak berat. Operasi yang dipimpin langsung oleh Koordinator BTB untuk wilayah Tapsel, Sukamto, ini telah menghasilkan ribuan bungkus makanan siap santap bagi pengungsi.
Di tengah kesibukan mengawasi produksi di Dapur Umum BAZNAS RI di Tapsel, Sumut, Kamis (4/12/2025), Sukamto memaparkan upaya logistik yang terus diperluas cakupannya. “Fokus kami adalah memastikan tidak ada penyintas yang kelaparan. Setelah assessment, kami segera mendirikan dapur umum di titik-titik dengan konsentrasi pengungsi tinggi dan di daerah yang sulit dijangkau,” ujarnya.
Dapur Umum BAZNAS RI untuk Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan
Jaringan Dapur Umum BAZNAS
Berdasarkan laporan operasional per Rabu (3/12/2025), jaringan dapur umum BAZNAS telah berkembang pesat. Titik utama berada di Desa Tandihat, di kompleks PTPN 5 Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan. Dapur ini secara konsisten memproduksi 1.950 bungkus makanan per hari untuk mendukung 630 jiwa pengungsi, dilengkapi dengan dapur air di dua titik.
Tidak berhenti di situ, tim yang terdiri dari Sukamto, Septo P, personil BTB Provinsi Sumut, Baznas Kabupaten dan Kota Tapsel, serta 12 relawan masak, terus memperluas jangkauan. Dapur umum baru berhasil didirikan di Desa Tolang Julu, memproduksi 600 bungkus makanan per hari. Selain itu, dukungan logistik juga diberikan kepada dapur umum komunitas, seperti di Masjid Nurul, Jl. Murai Aekmanis, Kelurahan Sibolga Selatan, dengan menyuplai beras, lauk, dan bumbu untuk produksi 300 porsi per hari selama tiga hari.
Yang patut dicatat adalah peningkatan kapasitas di beberapa titik. Dapur umum di Masjid An-Nursina, Kelurahan Sarudik, Tapanuli Tengah, yang awalnya memproduksi 600 bungkus, kini ditingkatkan menjadi 1.000 bungkus per hari (2x produksi) untuk menjangkau 568 jiwa. Begitu pula dengan dapur umum di Jalan Kamboja, Kelurahan Simare Mare, Kecamatan Sibolga Utara, yang langsung beroperasi dengan produksi 1.000 bungkus per hari untuk 450 jiwa.
“Ini adalah kerja kolektif. Personil pusat, daerah, dan relawan lokal bersinergi. Setiap hari tim kami bergerak dengan 1 unit mobil dan 2 motor, membeli bahan baku, memasak, dan mendistribusikan, seringkali melalui jalur yang masih sulit,” jelas Sukamto yang baru saja menyelesaikan studi magister di UIN Yogyakarta dan langsung bertugas ke lokasi bencana.
Operasi dapur umum ini menjadi penopang hidup utama bagi ribuan pengungsi yang kehilangan tempat tinggal dan akses terhadap kebutuhan pokok. Kehadiran BAZNAS tidak hanya memenuhi kebutuhan nutrisi, tetapi juga memberikan kepastian dan harapan bagi warga di tengah situasi yang serba tidak menentu. Komitmen untuk melanjutkan operasi ini menunjukkan dedikasi BAZNAS RI dalam menjalankan amanah kemanusiaan, memastikan bantuan tepat sasaran dan berkelanjutan hingga kondisi darurat pulih.
Mari langitkan doa dan ringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana dengan bersedekah melalui Dompet Bencana dan Kemanusiaan BAZNAS. Salurkan donasi Anda melalui: https://app.midtrans.com/payment-links/bantuankebencanaan
Atau bisa memalui website resmi : https://baznaskotasukabumi.com/
05/12/2025 | indri irmayanti
BAZNAS Hadirkan Layanan Psikososial Anak bagi Penyintas Banjir Bandang di Kota Padang
BAZNAS RI menyalurkan layanan dukungan psikososial bagi anak-anak terdampak banjir Padang di tengah ribuan warga yang kehilangan rumah dan harta benda.
Kronologi Banjir Padang : Hujan Deras, Jembatan Putus, dan Korban Jiwa
Banjir besar melanda Kota Padang, Sumatra Barat, akibat hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak Selasa (25/11/2025) dini hari. Hujan deras tersebut menyebabkan Sungai Batang Kuranji meluap hingga pada Kamis (27/11/2025) pukul 06.35 WIB arus deras setinggi lebih dari 200 sentimeter menghantam dan merusak Jembatan Gunung Nago, sehingga akses jalan terputus. BNPB menyebutkan bahwa derasnya arus air menjadi penyebab utama rusaknya jembatan tersebut, sementara jalur alternatif masih dapat dilewati melalui Jembatan By Pass dan Jembatan Baru Kuranji.
Banjir yang datang juga membawa material berupa lumpur dan batang pohon yang menerjang permukiman warga, terutama di kawasan Luminpark Cluster. Akibat kejadian tersebut, empat orang dilaporkan meninggal dunia, serta sejumlah rumah dan kendaraan warga mengalami kerusakan. Bencana hidrometeorologi ini menimbulkan dampak yang cukup luas terhadap kehidupan masyarakat Kota Padang.
Berdasarkan data Pusdalops BPBD Kota Padang, tercatat sebanyak 27.433 warga terdampak banjir yang tersebar di sembilan kecamatan, dengan jumlah terbanyak berada di Kecamatan Koto Tangah. Kecamatan lain yang terdampak antara lain Nanggalo (2.232 jiwa), Padang Utara (1.486 jiwa), Lubuk Begalung (893 jiwa), Pauh (741 jiwa), Kuranji (601 jiwa), Padang Barat (321 jiwa), Padang Timur (150 jiwa), serta Bungus Teluk Kabung (26 jiwa). Selain itu, tercatat dua rumah hanyut, 61 rumah rusak sedang, 17 rumah rusak ringan, satu rumah ibadah rusak ringan, dua titik jalan longsor, dan dua petak sawah rusak berat.
Di tengah proses pemulihan pascabencana, berbagai pihak turut ambil bagian dalam upaya kemanusiaan, salah satunya Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI yang memberikan layanan khusus bagi anak-anak korban banjir.
BAZNAS RI Berikan Layanan Dukungan Psikososial bagi Anak-anak Korban Banjir Padang
BAZNAS Hadirkan Layanan Psikososial Anak bagi Penyintas Banjir Bandang di Kota Padang
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memberikan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) yang difokuskan untuk membantu pemulihan mental anak-anak dan kelompok rentan yang mengalami dampak langsung dari bencana banjir dan longsor di Kota Padang.
Sebanyak 25 anak mengikuti sesi layanan dukungan psikososial ini. Di akhir kegiatan, anak-anak menerima susu dan makanan ringan sebagai bentuk dukungan pemenuhan gizi serta penutup kegiatan yang menyenangkan.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., menyampaikan, pendampingan psikososial merupakan bagian penting dalam pemulihan pascabencana, sehingga BAZNAS sejak awal berkomitmen menghadirkannya bagi masyarakat yang membutuhkan.
“BAZNAS RI memastikan bahwa layanan psikososial menjadi bagian dari respon kemanusiaan, agar anak-anak terdampak bencana dapat kembali pulih secara mental dan emosional,” ujar Saidah dalam keterangan tertulis, Kamis (4/12/2025).
Dalam sesi layanan psikososial ini, anak-anak mengikuti berbagai permainan, aktivitas edukatif, dan dongeng interaktif yang dipandu langsung oleh Awam Prakoso, Founder Kampung Dongeng Indonesia. Sebagai pendongeng sekaligus fasilitator psikososial, kehadiran Awam Prakoso berhasil menghidupkan suasana, menghadirkan tawa, dan menciptakan rasa aman bagi anak-anak.
“Layanan tersebut dirancang untuk memberikan ruang aman bagi anak-anak agar dapat kembali merasakan keceriaan setelah menghadapi situasi darurat. Melalui LDP ini, BAZNAS RI berupaya memastikan kebutuhan emosional dan psikologis penyintas mendapat perhatian yang sama pentingnya dengan kebutuhan fisik,” ucap Saidah.
Saidah mengatakan bahwa kehadiran fasilitator profesional dan kegiatan yang menyenangkan membantu menciptakan lingkungan yang nyaman bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri tanpa tekanan.
“Kegiatan ini memberi ruang bagi anak-anak untuk melepas ketegangan dan memulihkan diri setelah mengalami situasi yang traumatis,” ucap Saidah.
Menurut Saidah, antusiasme anak-anak dan respons positif dari para orang tua menunjukkan bahwa layanan psikososial ini sangat dibutuhkan di tengah proses pemulihan. Banyak dari mereka merasa terbantu karena BAZNAS menyediakan ruang yang aman dan menghibur bagi anak-anak.
“Para orang tua merasa sangat terbantu karena anak-anak mereka dapat bermain, belajar, dan tertawa kembali dalam suasana yang mendukung,” kata Saidah.
Saidah menegaskan bahwa BAZNAS RI akan terus memperkuat layanan kemanusiaan di wilayah terdampak banjir bandang, termasuk dengan menghadirkan pendampingan lanjutan sesuai kebutuhan.
“BAZNAS RI berkomitmen untuk terus hadir mendampingi masyarakat dalam setiap fase pemulihan, baik melalui layanan pangan, kesehatan, maupun dukungan psikososial,” tambahnya.
Mari langitkan doa dan ringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana dengan bersedekah melalui Dompet Bencana dan Kemanusiaan BAZNAS. Salurkan donasi Anda melalui: https://app.midtrans.com/payment-links/bantuankebencanaan
Atau bisa melalui website resmi: https://baznaskotasukabumi.com/
05/12/2025 | Yessi Ade Lia Putri
Artikel Terbaru
Ibadah Tanpa Kasta: Karena Setiap Niat Tulus Berhak Menjadi Kurban.
Hari Raya Idul Adha selalu menjadi momen istimewa bagi umat Islam.
Selain menjadi hari besar penuh keberkahan, Idul Adha juga mengajarkan tentang keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian terhadap sesama melalui ibadah kurban. Namun hingga hari ini, masih banyak orang yang berpikir bahwa kurban hanya diperuntukkan bagi mereka yang kaya dan memiliki banyak harta.
Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.
berkurban tanpa kasta[/caption]
Dalam Islam, kurban bukan tentang siapa yang paling kaya atau siapa yang mampu membeli hewan paling mahal.
Kurban adalah tentang ketakwaan, niat yang tulus, dan kesungguhan seorang hamba dalam menjalankan perintah Allah SWT.
Allah SWT berfirman:
“Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah.”
(QS. Al-Kautsar : 2)
Ayat ini menunjukkan bahwa ibadah kurban merupakan bentuk ketaatan dan rasa syukur kepada Allah SWT. Perintah ini bukan hanya untuk orang-orang yang bergelimang harta, tetapi untuk setiap muslim yang memiliki kemampuan sesuai kadar rezekinya.
Banyak orang yang hari ini mampu berkurban sebenarnya memulai dari langkah sederhana. Ada yang menabung sedikit demi sedikit setiap hari, menyisihkan uang mingguan, atau mengurangi pengeluaran yang tidak terlalu penting demi mewujudkan niat berkurban. Dari usaha kecil itulah lahirlah ibadah besar yang penuh keberkahan.
Kurban mengajarkan bahwa yang paling penting bukanlah kemewahan hewan yang dibeli, tetapi keikhlasan hati dalam menjalankan perintah Allah SWT.
Allah SWT berfirman:
“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu.”
(QS. Al-Hajj : 37)
Ayat ini menjadi pengingat bahwa Allah SWT tidak melihat besar kecilnya hewan kurban, melainkan melihat ketakwaan dan keikhlasan orang yang berkurban. Seekor kambing hasil tabungan bertahun-tahun bisa menjadi jauh lebih mulia di sisi Allah dibandingkan kurban mewah yang dilakukan hanya untuk mendapat pujian manusia.
Rasulullah SAW juga menjelaskan betapa besarnya keutamaan ibadah kurban. Beliau bersabda:
“Tidak ada amalan anak Adam pada hari Nahr yang lebih dicintai Allah selain menyembelih hewan kurban.”
(HR. Tirmidzi)
Hadis ini menunjukkan bahwa ibadah kurban memiliki kedudukan yang sangat istimewa di sisi Allah SWT. Bahkan setiap tetes darah hewan kurban menjadi amalan yang sangat dicintai-Nya.
Selain bernilai ibadah, kurban juga memiliki dampak sosial yang luar biasa. Di berbagai daerah, masih banyak keluarga yang jarang menikmati daging dalam kehidupan sehari-hari. Momentum Iduladha menjadi hari yang sangat dinanti karena mereka dapat merasakan nikmatnya hidangan bersama keluarga.
Senyum anak-anak, rasa syukur para orang tua, dan kebahagiaan masyarakat sederhana menjadi bukti bahwa kurban membawa manfaat besar bagi sesama. Dari satu hewan kurban, lahir banyak kebahagiaan dan harapan baru.
Oleh karena itu, jangan pernah merasa minder jika belum mampu membeli hewan kurban yang besar atau mahal. Islam tidak mewajibkan kepuasan dalam beribadah. Yang Allah SWT lihat adalah usaha, niat, dan keikhlasan hati kita.
Mulailah dari langkah kecil. Jika hari ini belum mampu berkurban, mulailah belajar menabung dari sekarang. Sisihkan sedikit demi sedikit rezeki yang dimiliki. Tidak perlu menunggu kaya raya untuk mulai berkurban, karena semua orang bisa memulainya sesuai kemampuan masing-masing.
Kisah Nabi Ibrahim AS juga mengajarkan bahwa inti dari kurban adalah ketaatan kepada Allah SWT. Nabi Ibrahim rela mengorbankan sesuatu yang paling dicintainya demi menjalankan perintah Allah. Dari situlah umat Islam belajar tentang arti pengorbanan dan keikhlasan yang sesungguhnya.
Jadi, Idul Adha bukan hanya tentang menyembelih hewan. Iduladha adalah tentang menyemangati rasa egois, melatih kepedulian, dan menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan.
Yuk Tunaikan Kurban Terbaik Bersama BAZNAS
Mari hadirkan manfaat dan kebahagiaan hingga pelosok negeri melalui program kurban yang amanah dan terpercaya.
- Hewan kurban sesuai syariat - Penyaluran tepat sasaran - Membantu masyarakat di daerah minim pekurban - Laporan transparan dan profesional
Konfirmasi Kurban BAZNAS : 081111112807
Mari jadikan kurban tahun ini lebih bermakna. Karena kurban bukan hanya milik orang kaya, namun ibadah mulia yang bisa dimulai oleh siapa saja dengan hati yang tulus dan penuh keikhlasan.
13/05/2026 | BAZNAS
Jangan Sampai Sia-sia! Bahaya Mengutamakan Gengsi Daripada Keikhlasan Saat Berkurban
Hari Raya Idul Adha selalu menghadirkan suasana penuh makna bagi umat Islam.
Kumandang takbir menggema di berbagai penjuru, masjid dan lapangan dipenuhi jamaah, serta hewan-hewan kurban mulai dipersiapkan untuk disembelih. Namun di balik semarak tersebut, ada satu pelajaran besar yang perlu kita renungkan bersama: kurban bukan soal kemewahan, tetapi soal keikhlasan.
Sebagian besar orang sering merasa tidak pantas berkurban karena kondisi ekonomi yang terbatas. Ada yang berkata, “Nanti saja kalau sudah kaya.” Ada pula yang merasa minder karena tidak mampu membeli hewan kurban yang besar atau mahal. Padahal, dalam pandangan Islam, nilai utama ibadah kurban tidak diukur dari mahalnya hewan, melainkan dari ketakwaan dan keikhlasan hati orang yang melaksanakannya.
Allah Yang Maha Kuasa berfirman:
Baik daging maupun darah mereka tidak sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan dari kalian.
“Daging unta dan darahnya tidak akan pernah sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaanmu.” (QS. Al-Hajj : 37)
Ayat ini menjadi pengingat bahwa Allah SWT tidak melihat seberapa besar hewan kurban yang kita beli, tetapi melihat seberapa ikhlas hati kita dalam menjalankan perintah-Nya. Seekor kambing yang dibeli dari hasil tabungan bertahun-tahun bisa jadi lebih bernilai di sisi Allah dibandingkan kurban mahal yang dilakukan tanpa keikhlasan.
Kurban juga mengajarkan makna pengorbanan.
Saat seseorang rela menyisihkan sebagian hartanya demi membeli hewan kurban, sejatinya ia sedang belajar untuk mendahulukan cinta kepada Allah SWT di atas keinginan duniawi. Dari ibadah ini, kita belajar bahwa harta hanyalah titipan, dan sebagian darinya ada hak saudara-saudara kita yang membutuhkan.
Kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS merupakan contoh yang sangat baik dalam hal pengorbanan. Ketika Allah SWT memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyembelih putra kesayangannya, beliau menaatinya tanpa ragu-ragu. Nabi Ismail AS pun menerima perintah itu dengan penuh kesabaran dan keimanan.
Allah Yang Maha Kuasa berfirman:
Maka ketika anak itu mencapai usia yang cukup untuk bekerja bersamanya, Ibrahim berkata: 'Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku akan menyembelihmu. Maka berpikirlah, apa pendapatmu!' Dia (Ismail) menjawab: 'Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah engkau akan mendapati aku termasuk orang-orang yang sabar.'" (QS. As-Saffat: 102)
Dari kisah ini, kita belajar bahwa pengorbanan bukanlah tentang kemewahan atau mencari pujian manusia. Pengorbanan adalah bentuk cinta, ketaatan, dan pengabdian kepada Allah SWT.
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam juga menjelaskan keutamaan besar dari kurban melalui sabda beliau:
Pada Hari Raya Kurban, tidak ada perbuatan yang lebih dicintai Allah dari anak Adam selain menumpahkan darah.
“Tidak ada amal perbuatan anak Adam di Hari Kiamat yang lebih dicintai Allah daripada menyembelih hewan kurban.” (Diriwayatkan oleh Tirmidzi)
Hadis ini menunjukkan betapa istimewanya ibadah kurban di sisi Allah SWT. Bahkan, setiap tetes darah hewan kurban menjadi amalan yang sangat dicintai-Nya.
Selain bernilai ibadah, kurban juga memiliki dampak sosial yang luar biasa. Di berbagai pelosok negeri, masih banyak saudara kita yang jarang menikmati daging dalam kehidupan sehari-hari. Kehadiran daging kurban menjadi kebahagiaan besar bagi mereka. Anak-anak tersenyum bahagia, keluarga berkumpul menikmati hidangan sederhana, dan masyarakat merasakan hangatnya kepedulian sesama muslim.
Inilah indahnya kurban. Bukan hanya mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga mempererat persaudaraan dan menghadirkan kebahagiaan bagi banyak orang.
Oleh karena itu, jangan menunggu kaya untuk mulai berkurban. Mulailah dari niat terbaik dan kemampuan yang dimiliki hari ini. Menabung sedikit demi sedikit untuk kurban adalah langkah mulia yang insyaAllah bernilai pahala di sisi Allah SWT.
Allah Yang Maha Kuasa berfirman:
Kurban kepada Tuhanmu.
“Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan bersembelihlah kurban.” (QS. Al-Kawthar : 2)
Yuk Tunaikan Kurban Terbaik Anda Bersama BAZNAS
Mari hadirkan kebahagiaan hingga pelosok negeri melalui program kurban yang amanah, profesional, dan tepat sasaran.
-Hewan kurban berkualitas dan sesuai syariat -Penyaluran hingga daerah minimal pekurban -Laporan transparan dan terpercaya
13/05/2026 | BAZNAS
Masyaallah! Bukan Sekadar Daging, Inilah Rahasia Pahala Kurban yang Menembus Langit.
Hari Raya Idul Adha menjadi salah satu momen yang paling dinantikan umat Islam di seluruh dunia.
Pada hari penuh keberkahan ini, umat Muslim melaksanakan ibadah kurban sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT dan kepedulian terhadap sesama. Di balik penyembelihan hewan kurban, ternyata tersimpan pahala yang begitu besar dan luar biasa.
Tidak mengherankan jika banyak orang rela menabung sejak jauh hari demi bisa berkurban. Sebab mereka percaya bahwa setiap pengorbanan yang dilakukan di jalan Allah SWT tidak akan pernah sia-sia.
Kurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga tentang keikhlasan, ketakwaan, dan rasa syukur atas nikmat yang telah Allah SWT berikan. Melalui ibadah ini, seorang muslim belajar untuk mendahulukan perintah Allah dibandingkan kecintaan terhadap harta dan dunia.
baznas kota sukabumi[/caption]
Allah SWT berfirman:
????????? ?????????
“Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah.” (QS. Al-Kautsar : 2)
Ayat ini menjadi salah satu dasar perintah berkurban bagi umat Islam. Kurban adalah bentuk ibadah yang sangat dianjurkan sebagai wujud rasa syukur dan penghambaan kepada Allah SWT.
Besarnya pahala kurban juga dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW. Beliau bersabda:
??? ?????? ????? ????? ?????? ????????? ??????? ??????? ????? ??????? ???? ????????? ???????
“Tidak ada amalan anak Adam pada hari Nahr yang lebih dicintai Allah selain menyembelih hewan kurban.” (HR. Tirmidzi)
Hadis ini menunjukkan bahwa ibadah kurban memiliki kedudukan yang sangat istimewa di sisi Allah SWT. Bahkan di hari Iduladha, tidak ada amalan yang lebih dicintai Allah selain mengalirkan darah hewan kurban.
Dalam hadis lain, Rasulullah SAW bersabda:
???????? ????????? ?????? ???????????? ???????????? ?????????????? ??????????????
“Sesungguhnya hewan kurban itu akan datang pada hari berhenti lengkap dengan tanduk, bulu, dan kukunya.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Hadis ini menggambarkan betapa besarnya balasan bagi orang yang berkurban. Seluruh bagian hewan kurban akan menjadi Saksi amal ibadah di hadapan Allah SWT pada hari berhenti kelak.
Namun Allah SWT juga mengingatkan bahwa inti dari ibadah kurban bukanlah kemewahan hewan yang disembelih, melainkan ketakwaan dan keikhlasan hati.
Allah SWT berfirman:
??? ??????? ??????? ?????????? ????? ?????????? ???????? ????????? ??????????? ???????
“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu.” (QS. Al-Hajj : 37)
Ayat ini menjadi pengingat bahwa Allah SWT tidak melihat betapa mahalnya hewan kurban kita, tetapi melihat keikhlasan niat dan keikhlasan dalam menjalankan perintah-Nya.
Kurban juga memiliki dampak sosial yang luar biasa.
Di berbagai pelosok negeri, masih banyak keluarga yang jarang menikmati daging dalam kehidupan sehari-hari. Momentum Iduladha menjadi hari penuh kebahagiaan bagi mereka karena bisa menikmati hidangan bersama keluarga.
Senyum anak-anak, rasa syukur para orang tua, dan kebersamaan masyarakat sederhana menjadi bukti bahwa ibadah kurban membawa manfaat yang sangat besar. Dari satu hewan kurban, lahir banyak kebahagiaan dan keberkahan.
Inilah indahnya kurban. Satu ibadah menghadirkan dua kebaikan sekaligus: mendekatkan diri kepada Allah SWT dan membahagiakan sesama manusia.
Oleh karena itu, jangan pernah ragu untuk mulai berkurban. Tidak harus menunggu menjadi kaya raya. Banyak orang yang mampu berkurban justru karena terbiasa menabung sedikit demi sedikit sejak jauh hari. Yang paling penting adalah niat yang tulus dan usaha terbaik untuk menjalankan ibadah ini.
Kurban juga mengajarkan bahwa sebagian dari rezeki yang kita miliki terdapat hak saudara-saudara kita yang membutuhkan. Dengan berkurban, kita belajar berbagi, peduli, dan menghadirkan kebahagiaan untuk sesama.
Mari jadikan Iduladha tahun ini sebagai momentum memperkuat keimanan dan kepedulian sosial. Sebab setiap tetes darah hewan kurban bukan hanya bernilai pahala, tetapi juga menjadi jalan hadirnya senyum dan harapan bagi banyak orang.
Yuk Tunaikan Kurban Terbaik Bersama BAZNAS
Mari hadirkan manfaat dan kebahagiaan hingga pelosok negeri melalui program kurban yang amanah, profesional, dan tepat sasaran.
- Hewan kurban sesuai syariat - Penyaluran hingga daerah minim pekurban - Membantu masyarakat yang membutuhkan - Laporan transparan dan terpercaya
13/05/2026 | BAZNAS
BAZNAS TV
Profil BAZNAS Kota Sukabumi
Penulis: BAZNAS
titipan Donasi para Donatur untuk anak pengidap Hydrosifalus
Penulis: BAZNAS


