Berita Terkini
Seleksi Terbuka Pimpinan BAZNAS Kota Sukabumi 2026–2031 Resmi Dibuka !
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Sukabumi, bersama Pemerintah Kota Sukabumi dan Kantor Kementerian Agama Kota Sukabumi, membuka seleksi Pimpinan Baznas Kota Sukabumi periode 2026 - 2031.Mengundang seluruh masyarakat untuk dapat berpatisipasi dalam pemilihan Calon Pimpinan BAZNAS Kota Sukabumi.Silakan dibaca dengan seksama, jadwal seleksi serta persyaratan pendaftaran untuk mengikuti seleksi.
Link Pendaftaran : https://simzat.kemenag.go.id/simzat/apps/web/portal_seleksi_baznas/2026RJL0
Link Dokumen Persyaratan : https://s.id/SelekpimKotsi2026
04/05/2026 | BAZNAS
Stop Anggap Biasa! 4 Makna Luar Biasa Hari Raya Idul Fitri yang Sering Terlupakan
Hari Raya Idul Fitri adalah momen yang sangat dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia. Hari raya ini menandai berakhirnya puasa selama satu bulan di bulan suci Ramadhan dan menjadi momentum untuk kembali kepada fitrah, yakni kesucian hati dan jiwa kebersihan. Namun, selain sebagai ajang kemenangan setelah sebulan berpuasa, Idul Fitri juga memiliki makna yang lebih dalam perspektif Islam
Makna Idul Fitri dalam Islam
1. Kembali ke Fitrah
Jika dilihat dari gabungan katanya, Idul Fitri berasal dari dua kata, yaitu 'id' dan 'al-fitri'. Id secara bahasa berasal dari kata ada - ya'uudu, yang artinya kembali. Sedangkan kata al-fitri memiliki dua makna, yaitu suci dan berbuka. Suci artinya bersih dari segala dosa, kesalahan, dan keburukan. Hal ini mencerminkan bahwa setelah seseorang menjalankan ibadah puasa, seorang muslim diharapkan kembali kepada kesucian hati dan jiwa.
2. Hari Kemenangan
Idul Fitri menjadi hari kemenanga karena umat Islam telah menyelesaikan salah satu ibadah yang berat, yakni puasa Ramadhan. Ini adalah kemenangan spiritual atas hawa nafsu dan godaan duniawi. Allah swt dalam firmannya di QS Al-Baqarah ayat 183 menyampaikan bahwa tujuan melaksanakan puasa adalah untuk mendapatkan gelar bertakwa.
3. Mempererat Silaturahmi
Hari Raya Idul Fitri juga menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan silaturahmi antar sesama. Pada hari ini, umat Islam dianjurkan untuk saling bermaafan, baik kepada keluarga, sahabat, maupun tetangga. Tradisi saling memaafkan ini bukan sekedar kebiasaan, namun memiliki makna yang mendalam dalam Islam, yaitu membersihkan hati dari rasa dendam dan kesalahan di masa lalu. Dengan silaturahmi yang terjaga, hubungan persaudaraan akan semakin kuat dan penuh keberkahan.
4. Menumbuhkan Kepedulian Sosial
Idul Fitri juga mengajarkan umat Islam untuk memiliki kepedulian terhadap sesama, terutama kepada mereka yang kurang mampu. Hal ini diwujudkan melalui kewajiban menunaikan zakat fitrah sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri. Dengan zakat fitrah, kebahagiaan di hari raya dapat dirasakan oleh semua orang, sehingga tidak ada yang merasakan kekurangan di hari yang penuh kebahagiaan tersebut. Nilai kepedulian inilah yang menjadi salah satu ajaran penting dalam Islam.
Dalam menutup amal di bulan puasa ini kita harus menanamkan prinsip khauf dan raja'. Khauf khawatir apakah ibadah kita diterima oleh Allah swt atau tidak, sehingga kita tidak terlalu puas dan berbangga diri dengan pencapaian ibadah yang telah dilakukan. Sementara raja' adalah sikap optimisme bahwa Allah dengan sifat kasih sayang-Nya pasti mau menerima amal ibadah yang kita lakukan.
Hikmah Idul Fitri dalam Kehidupan Seorang Muslim
Hari Raya Idul Fitri bukan hanya tentang berakhirnya bulan Ramadhan, namun juga menjadi momentum bagi setiap umat Islam untuk memperbaiki diri. Setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa, memperbanyak doa, membaca Al-Qur'an, dan melakukan berbagai amal kebaikan, Idul Fitri menjadi titik awal untuk mempertahankan kebiasaan baik tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu hikmah besar dari Idul Fitri adalah memperkuat hubungan antar sesama manusia. Pada hari raya ini, umat Islam dianjurkan untuk saling memaafkan, baik kepada keluarga, sahabat, maupun masyarakat sekitar. Tradisi saling memaafkan ini mengandung makna yang sangat dalam, yaitu membersihkan hati dari rasa dendam, iri, dan kebencian.
Rasulullah ? juga sangat mendukung umatnya untuk menjaga silaturahmi. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa menjaga silaturahmi dapat memperpanjang umur dan melapangkan rezeki. Oleh karena itu, momen Idul Fitri sering dimanfaatkan oleh banyak orang untuk berkumpul bersama keluarga dan mempererat hubungan yang mungkin sempat renggang.
Selain itu, Idul Fitri juga menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sejati bukan hanya berasal dari makanan khas lebaran atau pakaian baru, tetapi dari hati yang bersih dan rasa syukur kepada Allah SWT. Kebahagiaan yang dirasakan saat Hari Raya Idul Fitri seharusnya mendorong kita untuk terus meningkatkan kualitas ibadah dan keimanan
Zakat Fitrah : Menyempurnakan Ibadah Ramadhan
Zakat Fitrah merupakan bagian penting dalam perayaan Idul Fitri dengan tujuan agar di hari raya tidak ada yang merasakan kekurangan. Selain itu, Zakat fitrah memiliki fungsi utama untuk menyucikan jiwa dan menyempurnakan ibadah puasa. Rasulullah ? bersabda:
“Zakat fitrah diwajibkan untuk menyucikan orang yang berpuasa dari amalan sia-sia dan ucapan keji, serta sebagai makanan bagi orang miskin.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)
Zakat fitrah wajib ditunaikan oleh setiap Muslim sebelum pelaksanaan Salat Idul Fitri. Besarnya setara dengan sekitar 2,5 kg bahan makanan pokok, seperti beras untuk di Indonesia
Salurkan Zakat Fitrah ke BAZNAS
Tunaikan zakat fitrah Anda melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) agar penyalurannya tepat sasaran dan membantu saudara-saudara yang membutuhkan di hari raya.
untuk membaca artikel lainnya klik link di bawah ini :
Makna Hari Raya Idul Fitri
https://baznaskotasukabumi.com/makna-hari-raya-idul-fitri/
27/02/2026 | BAZNAS
BAZNAS Siapkan Dapur Umum untuk Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan bantuan berupa dapur umum untuk korban banjir di Tapanuli Selatan.
Kronologi Terjadinya Bencana Banjir di Tapanuli Selatan
Bencana terjadi setelah hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Tapsel sejak Senin, 24 November 2025. Curah hujan ekstrem ini menyebabkan sungai — terutama di wilayah bantaran seperti di kecamatan Batang Toru — meluap dan memicu banjir bandang serta tanah longsor. Bahkan dalam beberapa desa, arus deras membawa gelondongan kayu, sehingga daya hantam banjir menjadi sangat buruk dan merusak rumah, jalan, fasilitas umum, dan infrastruktur.
Pada 25–26 November 2025, dampak bencana mulai terlihat: permukiman penduduk terdampak berat, banyak rumah rusak atau hanyut, akses jalan dan jembatan putus — menyebabkan isolasi sejumlah desa dan mempersulit evakuasi serta penyelamatan. Sejumlah korban jiwa mulai dilaporkan; data awal dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut sekurang-kurangnya 8 orang meninggal dan ribuan warga mengungsi.
Seiring waktu, data korban terus diperbarui secara periodik oleh pihak berwenang. Pada 28 November dilaporkan 32 orang meninggal, 29 November meningkat menjadi 43 korban, dan pada 30 November tercatat 46 korban tewas serta puluhan hilang. Akhirnya, per 3 Desember 2025, korban meninggal di Tapsel dilaporkan mencapai 81 orang, dengan sekitar 33 orang hilang dan ratusan lainnya luka-luka; ribuan warga mengungsi akibat rumah dan fasilitas rusak berat.
Saat ini, tim SAR gabungan bersama aparat daerah, relawan, dan masyarakat tengah melakukan upaya pencarian korban hilang, evakuasi pengungsi, serta distribusi bantuan — seperti logistik, air bersih, dan layanan medis — ke titik-titik pengungsian. Pendataan kerusakan pun terus dilakukan untuk menilai skala kerugian materiil dan kebutuhan pemulihan jangka panjang.
BAZNAS RI Hadir Mengoperasikan Sejumlah Dapur Umum
Memastikan ribuan penyintas bencana banjir dan tanah longsor di Tapanuli Selatan (Tapsel) mendapat pasokan makanan yang layak, BAZNAS RI melalui unit BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) telah mendirikan dan mengoperasikan sejumlah dapur umum di titik-titik terdampak berat. Operasi yang dipimpin langsung oleh Koordinator BTB untuk wilayah Tapsel, Sukamto, ini telah menghasilkan ribuan bungkus makanan siap santap bagi pengungsi.
Di tengah kesibukan mengawasi produksi di Dapur Umum BAZNAS RI di Tapsel, Sumut, Kamis (4/12/2025), Sukamto memaparkan upaya logistik yang terus diperluas cakupannya. “Fokus kami adalah memastikan tidak ada penyintas yang kelaparan. Setelah assessment, kami segera mendirikan dapur umum di titik-titik dengan konsentrasi pengungsi tinggi dan di daerah yang sulit dijangkau,” ujarnya.
Dapur Umum BAZNAS RI untuk Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan
Jaringan Dapur Umum BAZNAS
Berdasarkan laporan operasional per Rabu (3/12/2025), jaringan dapur umum BAZNAS telah berkembang pesat. Titik utama berada di Desa Tandihat, di kompleks PTPN 5 Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan. Dapur ini secara konsisten memproduksi 1.950 bungkus makanan per hari untuk mendukung 630 jiwa pengungsi, dilengkapi dengan dapur air di dua titik.
Tidak berhenti di situ, tim yang terdiri dari Sukamto, Septo P, personil BTB Provinsi Sumut, Baznas Kabupaten dan Kota Tapsel, serta 12 relawan masak, terus memperluas jangkauan. Dapur umum baru berhasil didirikan di Desa Tolang Julu, memproduksi 600 bungkus makanan per hari. Selain itu, dukungan logistik juga diberikan kepada dapur umum komunitas, seperti di Masjid Nurul, Jl. Murai Aekmanis, Kelurahan Sibolga Selatan, dengan menyuplai beras, lauk, dan bumbu untuk produksi 300 porsi per hari selama tiga hari.
Yang patut dicatat adalah peningkatan kapasitas di beberapa titik. Dapur umum di Masjid An-Nursina, Kelurahan Sarudik, Tapanuli Tengah, yang awalnya memproduksi 600 bungkus, kini ditingkatkan menjadi 1.000 bungkus per hari (2x produksi) untuk menjangkau 568 jiwa. Begitu pula dengan dapur umum di Jalan Kamboja, Kelurahan Simare Mare, Kecamatan Sibolga Utara, yang langsung beroperasi dengan produksi 1.000 bungkus per hari untuk 450 jiwa.
“Ini adalah kerja kolektif. Personil pusat, daerah, dan relawan lokal bersinergi. Setiap hari tim kami bergerak dengan 1 unit mobil dan 2 motor, membeli bahan baku, memasak, dan mendistribusikan, seringkali melalui jalur yang masih sulit,” jelas Sukamto yang baru saja menyelesaikan studi magister di UIN Yogyakarta dan langsung bertugas ke lokasi bencana.
Operasi dapur umum ini menjadi penopang hidup utama bagi ribuan pengungsi yang kehilangan tempat tinggal dan akses terhadap kebutuhan pokok. Kehadiran BAZNAS tidak hanya memenuhi kebutuhan nutrisi, tetapi juga memberikan kepastian dan harapan bagi warga di tengah situasi yang serba tidak menentu. Komitmen untuk melanjutkan operasi ini menunjukkan dedikasi BAZNAS RI dalam menjalankan amanah kemanusiaan, memastikan bantuan tepat sasaran dan berkelanjutan hingga kondisi darurat pulih.
Mari langitkan doa dan ringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana dengan bersedekah melalui Dompet Bencana dan Kemanusiaan BAZNAS. Salurkan donasi Anda melalui: https://app.midtrans.com/payment-links/bantuankebencanaan
Atau bisa memalui website resmi : https://baznaskotasukabumi.com/
05/12/2025 | indri irmayanti
Artikel Terbaru
Hati yang Lelah Bisa Sembuh Lewat Sujud yang Ikhlas
Hati yang Lelah Bisa Sembuh Lewat Sujud yang IkhlasKetika Hati Tidak Baik-Baik Saja
Tidak semua orang yang tersenyum berarti hidupnya benar-benar bahagia. Di balik senyuman yang terlihat tenang, sering kali ada hati yang sedang berjuang keras untuk bertahan. Ada orang yang terlihat kuat di depan banyak manusia, tetapi diam-diam menangis saat sendirian. Ada yang tetap tertawa meski pikirannya penuh dengan beban kehidupan.
Sebagian orang lelah karena masalah keluarga yang tidak kunjung selesai. Ada yang lelah menghadapi tekanan pekerjaan, tugas, dan tuntutan hidup yang semakin berat. Ada yang kecewa karena harapannya tidak berjalan sesuai kenyataan. Ada pula yang masih berusaha kuat setelah kehilangan seseorang yang sangat berarti dalam hidupnya.
Namun sayangnya, tidak semua rasa sakit bisa diceritakan dengan mudah. Kadang hati terasa begitu penuh sampai sulit menjelaskan apa yang sebenarnya dirasakan. Ingin bercerita, tetapi takut dianggap berlebihan. Ingin menangis, tetapi merasa harus terlihat kuat di depan orang lain. Akhirnya banyak orang memilih memendam semuanya sendirian.
Di zaman sekarang, manusia semakin mudah merasa lelah secara hati. Pikiran dipenuhi berbagai urusan dunia, tekanan dari media sosial, omongan manusia, rasa iri, rasa takut gagal, dan kekhawatiran tentang masa depan. Setiap hari hati dipaksa kuat menghadapi banyak hal sekaligus.
Akibatnya, banyak orang mulai kehilangan ketenangan. Tidur tidak nyenyak, pikiran terasa berat, hati mudah gelisah, bahkan merasa kosong meski memiliki banyak hal yang dulu pernah diinginkan. Ada yang terlihat bahagia di media sosial, tetapi sebenarnya sedang hancur di dalam dirinya.
Padahal, hati manusia tidak diciptakan untuk terus bergantung kepada dunia. Dunia hanya sementara, sedangkan hati membutuhkan sesuatu yang lebih besar untuk benar-benar tenang. Karena itulah, sehebat apa pun manusia mencari kebahagiaan dunia, hati tidak akan pernah benar-benar damai jika jauh dari Allah.
Allah berfirman:
“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”— QS. Ar-Ra’d: 28
Ayat ini begitu indah dan menenangkan. Allah tidak mengatakan bahwa hati akan tenang karena harta, jabatan, atau pujian manusia. Allah menegaskan bahwa ketenangan sejati hanya datang ketika hati mengingat-Nya.
Banyak orang mengejar dunia demi mendapatkan bahagia. Mereka berpikir bahwa ketika semua impian tercapai, hati akan otomatis tenang. Padahal kenyataannya, tidak sedikit orang yang memiliki segalanya tetapi tetap merasa kosong di dalam hidupnya.
Karena hati manusia sebenarnya membutuhkan kedekatan dengan Allah. Hati membutuhkan doa, dzikir, sujud, dan keyakinan bahwa ada Allah yang selalu mendengar semua keluh kesah hamba-Nya.
Saat hati mulai lelah, jangan terlalu sibuk mencari pelarian kepada dunia. Kembalilah kepada Allah. Ceritakan semua yang dirasakan dalam doa. Menangislah saat sujud jika memang hati sudah terlalu penuh. Karena tidak ada tempat terbaik untuk mengadu selain kepada Allah.
Terkadang manusia tidak memahami apa yang kita rasakan. Bahkan orang terdekat pun belum tentu mengerti isi hati kita. Tetapi Allah mengetahui semuanya, bahkan sebelum kita mengucapkannya.
Allah berfirman:
“Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya.”— QS. Qaf: 16
Betapa lembutnya Allah kepada hamba-Nya. Allah mengetahui air mata yang disembunyikan. Allah memahami rasa sakit yang tidak mampu dijelaskan dengan kata-kata. Allah melihat perjuangan yang tidak diketahui manusia lain.
Karena itu, jangan pernah merasa sendirian. Meski dunia terasa berat, masih ada Allah yang selalu dekat. Masih ada Allah yang mendengar setiap doa, setiap tangisan, dan setiap harapan yang disimpan di dalam hati.
Kadang hidup memang tidak berjalan sesuai keinginan. Ada doa yang belum terkabul, ada harapan yang tertunda, dan ada luka yang belum sembuh. Namun seorang mukmin harus yakin bahwa Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya.
Bisa jadi Allah sedang menguatkan hati kita sebelum memberikan sesuatu yang lebih baik. Bisa jadi Allah sedang mengajarkan kesabaran agar kita menjadi pribadi yang lebih dekat kepada-Nya.
Maka ketika hati mulai lelah oleh kehidupan, jangan menjauh dari Allah. Justru itulah waktu terbaik untuk kembali mendekat kepada-Nya. Karena hati yang dekat dengan Allah akan selalu menemukan alasan untuk bertahan, meski dunia terasa begitu berat.
Sujud Adalah Tempat Pulang bagi Hati yang Lelah
[caption id="attachment_4193" align="alignnone" width="546"] BAZNAS Kota Sukabumi[/caption]
Saat hidup terasa berat, banyak orang mencari tempat untuk menenangkan diri. Ada yang pergi berjalan-jalan, mendengarkan musik, atau menyibukkan diri dengan berbagai aktivitas. Semua itu mungkin bisa menghibur sementara, tetapi tidak selalu mampu menyembuhkan hati.
Dalam Islam, ada satu tempat terbaik untuk mencurahkan semua rasa lelah: sujud kepada Allah.
Sujud bukan hanya gerakan dalam shalat. Sujud adalah bentuk kepasrahan seorang hamba kepada Rabb-nya. Ketika dahi menyentuh sajadah, kita sedang mengakui bahwa diri ini lemah dan hanya Allah tempat meminta pertolongan.
Rasulullah ? bersabda:
“Keadaan paling dekat antara seorang hamba dengan Rabb-nya adalah ketika ia sedang sujud, maka perbanyaklah doa.”(HR. Muslim)
Betapa indahnya Islam. Di saat manusia merasa sendirian, Allah justru membuka pintu agar hamba-Nya mendekat melalui sujud.
Kadang setelah menangis dalam sujud, masalah memang belum langsung selesai. Tetapi hati terasa lebih ringan. Pikiran menjadi lebih tenang. Dan itu adalah salah satu bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya.
Allah Mengetahui Isi Hati yang Tidak Diceritakan
Ada luka yang tidak terlihat oleh manusia. Ada air mata yang jatuh diam-diam tanpa diketahui siapa pun. Ada rasa kecewa yang disimpan sendiri karena merasa tidak ada yang benar-benar mengerti.
Namun Allah mengetahui semuanya.
Allah berfirman:
“Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya.”— QS. Qaf: 16
Ayat ini menunjukkan bahwa Allah mengetahui isi hati hamba-Nya, bahkan sebelum diucapkan. Allah tahu perjuangan yang tidak dilihat orang lain. Allah tahu rasa sakit yang disembunyikan di balik senyuman.
Karena itu, jangan pernah merasa sendirian. Saat manusia tidak memahami keadaanmu, Allah tetap memahami. Saat manusia menjauh, Allah tetap dekat. Saat dunia terasa sempit, pintu Allah selalu terbuka.
Shalat Bukan Beban, Tapi Penolong
Sebagian orang menjalankan shalat hanya sebagai kewajiban rutin. Padahal shalat adalah hadiah terbesar bagi seorang mukmin. Di dalam shalat ada ketenangan, pengampunan, dan kekuatan hati.
Allah berfirman:
“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu.”— QS. Al-Baqarah: 45
Ayat ini mengajarkan bahwa shalat bukan beban hidup, melainkan penolong dalam menghadapi kehidupan.
Bayangkan, lima kali sehari Allah memanggil hamba-Nya untuk kembali tenang. Lima kali sehari Allah memberi kesempatan untuk melepaskan beban hati melalui doa dan sujud.
Saat seseorang mulai menjaga shalatnya dengan ikhlas, perlahan hatinya juga akan berubah. Ia mungkin masih memiliki masalah, tetapi hatinya tidak lagi mudah hancur oleh keadaan.
Jangan Takut Menangis di Hadapan Allah
Banyak orang merasa malu terlihat lemah di depan manusia. Akhirnya mereka memilih memendam semuanya sendiri. Padahal hati yang terlalu lama memendam rasa sakit bisa menjadi semakin lelah.
Menangislah kepada Allah. Ceritakan semua yang ada di hati saat sujud. Karena tidak ada doa yang sia-sia di hadapan Allah.
Rasulullah ? sendiri adalah manusia paling kuat, tetapi beliau juga menangis dalam doanya. Tangisan kepada Allah bukan tanda kelemahan, melainkan tanda bahwa hati masih memiliki iman dan harapan.
Kadang Allah tidak langsung mengubah keadaan kita. Tetapi Allah menguatkan hati kita terlebih dahulu agar mampu melewati semuanya.
Dan itu adalah nikmat yang sangat besar.
Ujian Tidak Akan Selalu Bertahan
Saat seseorang berada dalam masa sulit, sering kali ia merasa bahwa hidupnya tidak akan membaik. Padahal setiap ujian pasti memiliki akhir.
Allah berfirman:
“Karena sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”— QS. Al-Insyirah: 5–6
Perhatikan bagaimana Allah mengulang ayat ini dua kali. Itu menunjukkan bahwa janji pertolongan Allah adalah sesuatu yang pasti.
Mungkin hari ini hatimu sedang lelah.Mungkin doamu belum terjawab seperti yang diinginkan.Namun jangan berhenti berharap kepada Allah.
Bisa jadi Allah sedang mempersiapkan sesuatu yang lebih baik di waktu yang tepat.
Kembalilah kepada Allah
Jika akhir-akhir ini hati terasa kosong, mungkin bukan karena hidupmu kurang bahagia. Bisa jadi hati sedang jauh dari Allah.
Mulailah kembali mendekat kepada-Nya.Perbaiki shalat perlahan-lahan.Luangkan waktu membaca Al-Qur’an.Perbanyak istighfar dan doa.Bangun malam walau hanya sebentar untuk bersujud kepada Allah.
Tidak perlu menunggu menjadi sempurna untuk kembali kepada-Nya. Karena Allah mencintai hamba yang mau kembali, meski dengan langkah kecil.
Saat hati mulai terbiasa dekat dengan Allah, perlahan hidup juga akan terasa lebih ringan. Bukan karena semua masalah hilang, tetapi karena hati memiliki kekuatan baru untuk menghadapi semuanya.
Yuk Tebar Kebaikan Bersama BAZNAS Kota Sukabumi
Di setiap rezeki yang kita miliki, ada hak orang lain yang Allah titipkan. Melalui zakat, infak, dan sedekah, kita tidak hanya membantu sesama, tetapi juga membersihkan harta dan mendatangkan keberkahan dalam hidup.Rasulullah ? bersabda:“Sedekah tidak akan mengurangi harta.”— HR. MuslimMari bersama menebar manfaat dan membantu masyarakat yang membutuhkan melalui BAZNAS Kota Sukabumi.Untuk informasi dan penyaluran zakat, infak, serta sedekah dapat mengunjungi:BAZNAS Kota Sukabumi Official WebsiteBaca artikel lengkap lainnya di:Artikel Islami Inspiratif
25/05/2026 | BAZNAS
Hidup Akan Lebih Indah Jika Saling Peduli
Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak bisa hidup sendiri.
Hidup Akan Lebih Indah Jika Saling Peduli
Setiap orang membutuhkan bantuan, perhatian, dan dukungan dari orang lain. Namun di zaman sekarang, rasa peduli sering kali mulai berkurang. Banyak orang terlalu sibuk dengan urusannya sendiri hingga lupa memperhatikan keadaan di sekitarnya. Padahal, hidup akan terasa jauh lebih indah jika manusia saling peduli dan membantu satu sama lain.
Kepedulian adalah salah satu bentuk akhlak mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam. Sikap peduli tidak selalu harus berupa bantuan besar. Senyuman, mendengarkan keluh kesah orang lain, membantu teman yang kesulitan, atau sekadar menanyakan kabar juga termasuk bentuk kepedulian yang sangat berarti.
Islam mengajarkan bahwa manusia terbaik adalah mereka yang membawa manfaat bagi sesama. Rasulullah SAW bersabda:
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”(HR. Ahmad)
Hadis ini menunjukkan bahwa hidup yang baik bukan hanya tentang memikirkan diri sendiri, tetapi juga tentang bagaimana kita bisa membantu dan memberi manfaat kepada orang lain.
Ketika rasa peduli tumbuh dalam masyarakat, hubungan antar manusia menjadi lebih hangat dan harmonis. Orang yang sedang kesulitan merasa tidak sendirian, sementara orang yang membantu akan merasakan kebahagiaan tersendiri dalam hatinya.
Sayangnya, masih banyak orang yang lebih mudah menilai dibanding memahami keadaan orang lain. Ada yang cepat menghina orang yang sedang gagal, meremehkan orang miskin, atau tidak peduli terhadap kesedihan orang lain. Padahal bisa jadi suatu saat kita berada di posisi yang sama dan membutuhkan bantuan dari sesama.
Allah SWT berfirman:
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa.”(QS. Al-Ma’idah: 2)
Ayat ini menjadi pengingat bahwa manusia diperintahkan untuk saling membantu dalam kebaikan. Kepedulian bukan hanya soal hubungan sosial, tetapi juga bagian dari ibadah yang dicintai Allah SWT.
Dalam kehidupan sehari-hari, banyak bentuk kepedulian sederhana yang sering dianggap sepele. Membantu tetangga, berbagi makanan, menghibur teman yang sedih, atau memberikan tempat duduk kepada orang yang membutuhkan adalah contoh kecil yang memiliki nilai besar di sisi Allah SWT.
Rasulullah SAW juga bersabda:
“Tidak beriman salah seorang di antara kalian sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.”(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini mengajarkan bahwa kepedulian adalah bagian dari keimanan. Seorang Muslim seharusnya tidak hanya memikirkan kenyamanan dirinya sendiri, tetapi juga peduli terhadap keadaan saudaranya.
Kepedulian juga membuat hidup terasa lebih damai.
Ketika seseorang terbiasa membantu dan memperhatikan orang lain, hatinya akan lebih lembut dan penuh rasa syukur. Sebaliknya, hidup yang hanya dipenuhi sikap egois sering kali membuat hati menjadi keras dan sulit merasa bahagia.
Selain itu, kepedulian mampu mempererat persaudaraan. Banyak hubungan menjadi renggang karena kurangnya perhatian dan rasa peduli. Terkadang seseorang tidak membutuhkan bantuan besar, tetapi hanya ingin didengar dan dipahami.
Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, perhatian kecil justru menjadi sesuatu yang sangat berharga. Menanyakan kabar orang tua, meluangkan waktu untuk keluarga, membantu teman yang kesulitan, atau sekadar memberikan semangat kepada orang lain bisa menjadi sumber kebahagiaan yang luar biasa.
Rasulullah SAW dikenal sebagai pribadi yang sangat peduli terhadap sesama. Beliau membantu orang miskin, menyayangi anak-anak, memperhatikan tetangga, bahkan tetap bersikap baik kepada orang yang pernah menyakitinya. Akhlak Rasulullah menjadi contoh bahwa kepedulian adalah bentuk kasih sayang yang sangat mulia.
Allah SWT juga menyukai hamba-Nya yang memiliki hati lembut dan suka membantu orang lain. Setiap kebaikan yang dilakukan, sekecil apa pun, tidak akan pernah sia-sia di sisi Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda:
“Allah akan menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya.”(HR. Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa pertolongan Allah SWT bisa datang melalui kepedulian yang kita berikan kepada orang lain. Ketika seseorang membantu sesama dengan ikhlas, Allah akan menghadirkan kemudahan dan keberkahan dalam hidupnya.
Karena itu, mari mulai membiasakan diri untuk lebih peduli terhadap sekitar. Tidak perlu menunggu kaya atau sempurna untuk membantu orang lain. Kepedulian bisa dimulai dari hal-hal kecil yang dilakukan dengan hati yang tulus.
Hidup akan terasa lebih indah ketika dipenuhi rasa kasih sayang, perhatian, dan kepedulian antar sesama manusia. Dunia ini tidak membutuhkan lebih banyak orang yang saling menjatuhkan, tetapi membutuhkan lebih banyak hati yang mau memahami dan membantu satu sama lain.
Semoga Allah SWT menjadikan kita pribadi yang lebih peduli, lebih lembut hatinya, dan lebih bermanfaat bagi sesama. Karena sejatinya, kebahagiaan terbesar bukan hanya tentang menerima, tetapi juga tentang mampu menghadirkan kebahagiaan bagi orang lain.
Menjadi pribadi yang baik bukan berarti hidup tanpa masalah
tetapi tentang bagaimana hati tetap tenang, ikhlas, dan terus berusaha mendekat kepada Allah SWT. Kebaikan sekecil apa pun akan selalu memiliki nilai besar di sisi Allah, terlebih ketika dilakukan dengan tulus dan penuh kepedulian kepada sesama.
Mari jadikan hidup lebih bermakna dengan memperbanyak amal kebaikan, membantu mereka yang membutuhkan, dan menebarkan manfaat di tengah masyarakat. Salah satu langkah sederhana yang bisa dilakukan adalah dengan berbagi melalui program-program kebaikan bersama BAZNAS Kota Sukabumi.
Karena sejatinya, hati yang paling tenang adalah hati yang tidak hanya hidup untuk dirinya sendiri, tetapi juga mampu menghadirkan kebahagiaan bagi orang lain.
25/05/2026 | BAZNAS
Diamnya Malam, Waktu Terbaik untuk Dekat dengan Allah
Diamnya Malam, Waktu Terbaik untuk Dekat dengan AllahKetika Dunia Mulai Sunyi dan Hati Mulai Berbicara
Ada sesuatu yang berbeda dari suasana malam. Ketika matahari tenggelam dan langit mulai gelap, kehidupan perlahan menjadi lebih tenang. Suara kendaraan mulai berkurang, aktivitas manusia mulai berhenti, dan dunia yang sejak pagi terasa begitu ramai akhirnya menjadi sunyi.
Di waktu seperti itu, hati manusia sering kali mulai berbicara lebih jujur. Pikiran yang sejak siang dipenuhi kesibukan perlahan mulai terasa lebih tenang. Banyak orang yang di siang hari terlihat kuat, justru merasa rapuh ketika malam datang.
Malam sering menjadi saksi dari hati-hati yang sedang lelah. Ada yang menangis diam-diam di kamarnya. Ada yang sulit tidur karena terlalu banyak memikirkan hidup. Ada yang memendam kecewa, rasa gagal, dan kesedihan yang tidak mampu diceritakan kepada siapa pun.
Namun dalam Islam, malam bukan hanya waktu untuk beristirahat. Malam adalah waktu yang sangat istimewa untuk mendekat kepada Allah. Saat dunia mulai diam, seorang hamba memiliki kesempatan untuk benar-benar berbicara kepada Rabb-nya tanpa gangguan apa pun.
Di tengah sunyinya malam, seseorang akan lebih mudah menyadari bahwa dirinya hanyalah manusia lemah yang sangat membutuhkan Allah.
Malam Membuat Hati Lebih Tenang
[caption id="attachment_4198" align="alignnone" width="593"] BAZNAS Kota Sukabumi[/caption]
Di siang hari manusia sering sibuk mengejar dunia. Pikiran dipenuhi pekerjaan, tugas, masalah ekonomi, pendidikan, keluarga, dan berbagai tekanan kehidupan lainnya. Tidak jarang hati menjadi lelah tanpa disadari.
Bahkan banyak orang yang terus terlihat sibuk hanya agar tidak merasa kosong. Mereka mencoba menutupi rasa sedih dengan kesibukan dunia. Tetapi ketika malam datang dan semuanya menjadi tenang, rasa lelah itu kembali terasa.
Malam membuat seseorang lebih mudah merenung tentang hidupnya. Tentang dosa-dosanya. Tentang harapan-harapan yang belum tercapai. Tentang doa-doa yang belum terkabul. Dan di saat itulah manusia mulai sadar bahwa dunia tidak selalu mampu memberikan ketenangan.
Allah berfirman:
“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”— QS. Ar-Ra’d: 28
Ayat ini menjadi pengingat bahwa ketenangan sejati bukan berasal dari dunia. Hati manusia tidak akan benar-benar damai hanya karena memiliki banyak harta atau mendapatkan pengakuan manusia.
Ada orang yang terlihat memiliki segalanya, tetapi tetap merasa kosong. Ada yang hidupnya terlihat sempurna, tetapi diam-diam merasa kehilangan arah. Karena sesungguhnya hati manusia membutuhkan kedekatan dengan Allah.
Dan malam adalah salah satu waktu terbaik untuk menghadirkan kembali kedekatan itu.
Shalat Malam Adalah Tempat Pulang bagi Hati yang Lelah
Di saat banyak manusia tidur nyenyak, ada hamba-hamba yang bangun untuk bersujud kepada Allah. Mereka meninggalkan tempat tidurnya demi berdiri dalam shalat malam, membaca ayat-ayat Al-Qur’an, dan memohon ampun kepada Rabb-nya.
Allah berfirman:
“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka berdoa kepada Rabb-nya dengan rasa takut dan harap.”— QS. As-Sajdah: 16
Betapa indahnya ayat ini. Allah menggambarkan hamba-hamba pilihan-Nya sebagai orang yang rela meninggalkan kenyamanan tidurnya demi mendekat kepada Allah.
Shalat malam bukan hanya ibadah biasa. Ia adalah tempat pulang bagi hati yang lelah. Tempat di mana seseorang bisa menangis tanpa harus berpura-pura kuat. Tempat di mana seorang hamba bisa menceritakan semua rasa sakitnya kepada Allah.
Kadang manusia tidak memahami isi hati kita. Bahkan orang terdekat pun belum tentu mengerti apa yang sebenarnya kita rasakan. Tetapi Allah mengetahui semuanya.
Saat dahi menyentuh sajadah di tengah malam, ada ketenangan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Hati terasa lebih ringan. Pikiran menjadi lebih tenang. Dan jiwa yang lelah perlahan kembali kuat.
Allah Mendengar Setiap Doa di Tengah Malam
Banyak orang merasa doanya belum dikabulkan. Mereka sudah lama meminta, tetapi keadaan hidup belum berubah. Hingga akhirnya hati mulai lelah dan putus asa.
Padahal Allah tidak pernah menolak doa hamba-Nya.
Rasulullah ? bersabda:
“Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir lalu berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka akan Aku beri. Siapa yang memohon ampun kepada-Ku, maka akan Aku ampuni.”(HR. Bukhari dan Muslim)
Bayangkan betapa besarnya kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Di saat banyak manusia tertidur, Allah membuka pintu rahmat-Nya bagi siapa saja yang ingin datang dan berdoa kepada-Nya.
Karena itu, jangan sia-siakan malam hanya dengan hal-hal yang membuat hati semakin kosong. Gunakan sebagian waktunya untuk mendekat kepada Allah. Tidak harus lama. Tidak harus langsung sempurna.
Mulailah dengan sederhana. Bangun beberapa menit sebelum Subuh. Ambil wudhu. Lalu shalat dan berdoalah kepada Allah dengan penuh keikhlasan.
Karena bisa jadi, doa yang dipanjatkan di tengah malam adalah awal dari perubahan besar dalam hidupmu.
Menangislah kepada Allah Saat Tidak Ada yang Mengerti
Ada rasa sakit yang sulit dijelaskan kepada manusia. Ada luka yang terlalu dalam untuk diceritakan. Kadang seseorang hanya diam karena lelah menjelaskan apa yang dirasakannya.
Tetapi Allah memahami semuanya.
Allah berfirman:
“Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya.”— QS. Qaf: 16
Allah mengetahui air mata yang disembunyikan. Allah tahu rasa kecewa yang tidak pernah diucapkan. Allah melihat perjuangan yang tidak diketahui siapa pun.
Karena itu, jangan takut menangis kepada Allah. Menangislah dalam sujudmu. Ceritakan semua yang ada di hati. Tidak perlu malu terlihat lemah di hadapan Allah.
Justru ketika seorang hamba merendahkan dirinya di hadapan Rabb-nya, di situlah ia sedang belajar menjadi kuat.
Diamnya Malam Mengajarkan Keikhlasan
Ibadah malam mengajarkan manusia tentang keikhlasan. Karena tidak ada yang melihat ketika seseorang bangun malam untuk shalat. Tidak ada pujian manusia. Tidak ada yang tahu berapa banyak air mata yang jatuh saat berdoa.
Hanya ada seorang hamba dan Rabb-nya.
Dan hubungan seperti itulah yang sangat dicintai Allah.
Di tengah dunia yang penuh pencitraan, malam mengajarkan bahwa tidak semua kebaikan harus dilihat manusia. Ada ibadah yang cukup menjadi rahasia antara kita dan Allah.
Saat seseorang mulai terbiasa dekat dengan Allah di waktu malam, perlahan hidupnya juga berubah. Hatinya menjadi lebih lembut. Lisannya lebih terjaga. Pikirannya lebih tenang. Dan jiwanya tidak mudah hancur oleh masalah dunia.
Jangan Tunggu Hidup Tenang untuk Mendekat kepada Allah
Banyak orang berkata, “Nanti kalau hidupku sudah lebih baik, aku akan lebih rajin ibadah.”
Padahal justru karena hidup sedang berat, kita lebih membutuhkan Allah.
Jangan menunggu hati tenang untuk mulai bangun malam. Karena ketenangan itu hadir saat kita mendekat kepada Allah.
Tidak perlu langsung sempurna. Tidak perlu memaksa diri terlalu berat. Mulailah perlahan. Satu doa di malam hari bisa menjadi awal perubahan hidup yang besar.
Bisa jadi, selama ini Allah hanya ingin kita kembali mendekat kepada-Nya. Dan bisa jadi, ketenangan yang selama ini dicari ternyata hadir dalam diamnya malam, ketika seorang hamba memilih bersujud dan berbicara kepada Allah dengan hati yang tulus.
Yuk Tebar Kebaikan Bersama BAZNAS Kota Sukabumi
Di setiap rezeki yang kita miliki, ada hak orang lain yang Allah titipkan. Melalui zakat, infak, dan sedekah, kita tidak hanya membantu sesama, tetapi juga membersihkan harta dan mendatangkan keberkahan dalam hidup.Rasulullah ? bersabda:“Sedekah tidak akan mengurangi harta.”— HR. MuslimMari bersama menebar manfaat dan membantu masyarakat yang membutuhkan melalui BAZNAS Kota Sukabumi.Untuk informasi dan penyaluran zakat, infak, serta sedekah dapat mengunjungi:BAZNAS Kota Sukabumi Official WebsiteBaca artikel lengkap lainnya di:Artikel Islami Inspiratif
25/05/2026 | BAZNAS
BAZNAS TV
Profil BAZNAS Kota Sukabumi
Penulis: BAZNAS
titipan Donasi para Donatur untuk anak pengidap Hydrosifalus
Penulis: BAZNAS





