Berita Terkini
BAZNAS Siapkan Dapur Umum untuk Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan bantuan berupa dapur umum untuk korban banjir di Tapanuli Selatan.
Kronologi Terjadinya Bencana Banjir di Tapanuli Selatan
Bencana terjadi setelah hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Tapsel sejak Senin, 24 November 2025. Curah hujan ekstrem ini menyebabkan sungai — terutama di wilayah bantaran seperti di kecamatan Batang Toru — meluap dan memicu banjir bandang serta tanah longsor. Bahkan dalam beberapa desa, arus deras membawa gelondongan kayu, sehingga daya hantam banjir menjadi sangat buruk dan merusak rumah, jalan, fasilitas umum, dan infrastruktur.
Pada 25–26 November 2025, dampak bencana mulai terlihat: permukiman penduduk terdampak berat, banyak rumah rusak atau hanyut, akses jalan dan jembatan putus — menyebabkan isolasi sejumlah desa dan mempersulit evakuasi serta penyelamatan. Sejumlah korban jiwa mulai dilaporkan; data awal dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut sekurang-kurangnya 8 orang meninggal dan ribuan warga mengungsi.
Seiring waktu, data korban terus diperbarui secara periodik oleh pihak berwenang. Pada 28 November dilaporkan 32 orang meninggal, 29 November meningkat menjadi 43 korban, dan pada 30 November tercatat 46 korban tewas serta puluhan hilang. Akhirnya, per 3 Desember 2025, korban meninggal di Tapsel dilaporkan mencapai 81 orang, dengan sekitar 33 orang hilang dan ratusan lainnya luka-luka; ribuan warga mengungsi akibat rumah dan fasilitas rusak berat.
Saat ini, tim SAR gabungan bersama aparat daerah, relawan, dan masyarakat tengah melakukan upaya pencarian korban hilang, evakuasi pengungsi, serta distribusi bantuan — seperti logistik, air bersih, dan layanan medis — ke titik-titik pengungsian. Pendataan kerusakan pun terus dilakukan untuk menilai skala kerugian materiil dan kebutuhan pemulihan jangka panjang.
BAZNAS RI Hadir Mengoperasikan Sejumlah Dapur Umum
Memastikan ribuan penyintas bencana banjir dan tanah longsor di Tapanuli Selatan (Tapsel) mendapat pasokan makanan yang layak, BAZNAS RI melalui unit BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) telah mendirikan dan mengoperasikan sejumlah dapur umum di titik-titik terdampak berat. Operasi yang dipimpin langsung oleh Koordinator BTB untuk wilayah Tapsel, Sukamto, ini telah menghasilkan ribuan bungkus makanan siap santap bagi pengungsi.
Di tengah kesibukan mengawasi produksi di Dapur Umum BAZNAS RI di Tapsel, Sumut, Kamis (4/12/2025), Sukamto memaparkan upaya logistik yang terus diperluas cakupannya. “Fokus kami adalah memastikan tidak ada penyintas yang kelaparan. Setelah assessment, kami segera mendirikan dapur umum di titik-titik dengan konsentrasi pengungsi tinggi dan di daerah yang sulit dijangkau,” ujarnya.
Dapur Umum BAZNAS RI untuk Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan
Jaringan Dapur Umum BAZNAS
Berdasarkan laporan operasional per Rabu (3/12/2025), jaringan dapur umum BAZNAS telah berkembang pesat. Titik utama berada di Desa Tandihat, di kompleks PTPN 5 Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan. Dapur ini secara konsisten memproduksi 1.950 bungkus makanan per hari untuk mendukung 630 jiwa pengungsi, dilengkapi dengan dapur air di dua titik.
Tidak berhenti di situ, tim yang terdiri dari Sukamto, Septo P, personil BTB Provinsi Sumut, Baznas Kabupaten dan Kota Tapsel, serta 12 relawan masak, terus memperluas jangkauan. Dapur umum baru berhasil didirikan di Desa Tolang Julu, memproduksi 600 bungkus makanan per hari. Selain itu, dukungan logistik juga diberikan kepada dapur umum komunitas, seperti di Masjid Nurul, Jl. Murai Aekmanis, Kelurahan Sibolga Selatan, dengan menyuplai beras, lauk, dan bumbu untuk produksi 300 porsi per hari selama tiga hari.
Yang patut dicatat adalah peningkatan kapasitas di beberapa titik. Dapur umum di Masjid An-Nursina, Kelurahan Sarudik, Tapanuli Tengah, yang awalnya memproduksi 600 bungkus, kini ditingkatkan menjadi 1.000 bungkus per hari (2x produksi) untuk menjangkau 568 jiwa. Begitu pula dengan dapur umum di Jalan Kamboja, Kelurahan Simare Mare, Kecamatan Sibolga Utara, yang langsung beroperasi dengan produksi 1.000 bungkus per hari untuk 450 jiwa.
“Ini adalah kerja kolektif. Personil pusat, daerah, dan relawan lokal bersinergi. Setiap hari tim kami bergerak dengan 1 unit mobil dan 2 motor, membeli bahan baku, memasak, dan mendistribusikan, seringkali melalui jalur yang masih sulit,” jelas Sukamto yang baru saja menyelesaikan studi magister di UIN Yogyakarta dan langsung bertugas ke lokasi bencana.
Operasi dapur umum ini menjadi penopang hidup utama bagi ribuan pengungsi yang kehilangan tempat tinggal dan akses terhadap kebutuhan pokok. Kehadiran BAZNAS tidak hanya memenuhi kebutuhan nutrisi, tetapi juga memberikan kepastian dan harapan bagi warga di tengah situasi yang serba tidak menentu. Komitmen untuk melanjutkan operasi ini menunjukkan dedikasi BAZNAS RI dalam menjalankan amanah kemanusiaan, memastikan bantuan tepat sasaran dan berkelanjutan hingga kondisi darurat pulih.
Mari langitkan doa dan ringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana dengan bersedekah melalui Dompet Bencana dan Kemanusiaan BAZNAS. Salurkan donasi Anda melalui: https://app.midtrans.com/payment-links/bantuankebencanaan
Atau bisa memalui website resmi : https://baznaskotasukabumi.com/
05/12/2025 | indri irmayanti
BAZNAS Hadirkan Layanan Psikososial Anak bagi Penyintas Banjir Bandang di Kota Padang
BAZNAS RI menyalurkan layanan dukungan psikososial bagi anak-anak terdampak banjir Padang di tengah ribuan warga yang kehilangan rumah dan harta benda.
Kronologi Banjir Padang : Hujan Deras, Jembatan Putus, dan Korban Jiwa
Banjir besar melanda Kota Padang, Sumatra Barat, akibat hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak Selasa (25/11/2025) dini hari. Hujan deras tersebut menyebabkan Sungai Batang Kuranji meluap hingga pada Kamis (27/11/2025) pukul 06.35 WIB arus deras setinggi lebih dari 200 sentimeter menghantam dan merusak Jembatan Gunung Nago, sehingga akses jalan terputus. BNPB menyebutkan bahwa derasnya arus air menjadi penyebab utama rusaknya jembatan tersebut, sementara jalur alternatif masih dapat dilewati melalui Jembatan By Pass dan Jembatan Baru Kuranji.
Banjir yang datang juga membawa material berupa lumpur dan batang pohon yang menerjang permukiman warga, terutama di kawasan Luminpark Cluster. Akibat kejadian tersebut, empat orang dilaporkan meninggal dunia, serta sejumlah rumah dan kendaraan warga mengalami kerusakan. Bencana hidrometeorologi ini menimbulkan dampak yang cukup luas terhadap kehidupan masyarakat Kota Padang.
Berdasarkan data Pusdalops BPBD Kota Padang, tercatat sebanyak 27.433 warga terdampak banjir yang tersebar di sembilan kecamatan, dengan jumlah terbanyak berada di Kecamatan Koto Tangah. Kecamatan lain yang terdampak antara lain Nanggalo (2.232 jiwa), Padang Utara (1.486 jiwa), Lubuk Begalung (893 jiwa), Pauh (741 jiwa), Kuranji (601 jiwa), Padang Barat (321 jiwa), Padang Timur (150 jiwa), serta Bungus Teluk Kabung (26 jiwa). Selain itu, tercatat dua rumah hanyut, 61 rumah rusak sedang, 17 rumah rusak ringan, satu rumah ibadah rusak ringan, dua titik jalan longsor, dan dua petak sawah rusak berat.
Di tengah proses pemulihan pascabencana, berbagai pihak turut ambil bagian dalam upaya kemanusiaan, salah satunya Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI yang memberikan layanan khusus bagi anak-anak korban banjir.
BAZNAS RI Berikan Layanan Dukungan Psikososial bagi Anak-anak Korban Banjir Padang
BAZNAS Hadirkan Layanan Psikososial Anak bagi Penyintas Banjir Bandang di Kota Padang
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memberikan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) yang difokuskan untuk membantu pemulihan mental anak-anak dan kelompok rentan yang mengalami dampak langsung dari bencana banjir dan longsor di Kota Padang.
Sebanyak 25 anak mengikuti sesi layanan dukungan psikososial ini. Di akhir kegiatan, anak-anak menerima susu dan makanan ringan sebagai bentuk dukungan pemenuhan gizi serta penutup kegiatan yang menyenangkan.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., menyampaikan, pendampingan psikososial merupakan bagian penting dalam pemulihan pascabencana, sehingga BAZNAS sejak awal berkomitmen menghadirkannya bagi masyarakat yang membutuhkan.
“BAZNAS RI memastikan bahwa layanan psikososial menjadi bagian dari respon kemanusiaan, agar anak-anak terdampak bencana dapat kembali pulih secara mental dan emosional,” ujar Saidah dalam keterangan tertulis, Kamis (4/12/2025).
Dalam sesi layanan psikososial ini, anak-anak mengikuti berbagai permainan, aktivitas edukatif, dan dongeng interaktif yang dipandu langsung oleh Awam Prakoso, Founder Kampung Dongeng Indonesia. Sebagai pendongeng sekaligus fasilitator psikososial, kehadiran Awam Prakoso berhasil menghidupkan suasana, menghadirkan tawa, dan menciptakan rasa aman bagi anak-anak.
“Layanan tersebut dirancang untuk memberikan ruang aman bagi anak-anak agar dapat kembali merasakan keceriaan setelah menghadapi situasi darurat. Melalui LDP ini, BAZNAS RI berupaya memastikan kebutuhan emosional dan psikologis penyintas mendapat perhatian yang sama pentingnya dengan kebutuhan fisik,” ucap Saidah.
Saidah mengatakan bahwa kehadiran fasilitator profesional dan kegiatan yang menyenangkan membantu menciptakan lingkungan yang nyaman bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri tanpa tekanan.
“Kegiatan ini memberi ruang bagi anak-anak untuk melepas ketegangan dan memulihkan diri setelah mengalami situasi yang traumatis,” ucap Saidah.
Menurut Saidah, antusiasme anak-anak dan respons positif dari para orang tua menunjukkan bahwa layanan psikososial ini sangat dibutuhkan di tengah proses pemulihan. Banyak dari mereka merasa terbantu karena BAZNAS menyediakan ruang yang aman dan menghibur bagi anak-anak.
“Para orang tua merasa sangat terbantu karena anak-anak mereka dapat bermain, belajar, dan tertawa kembali dalam suasana yang mendukung,” kata Saidah.
Saidah menegaskan bahwa BAZNAS RI akan terus memperkuat layanan kemanusiaan di wilayah terdampak banjir bandang, termasuk dengan menghadirkan pendampingan lanjutan sesuai kebutuhan.
“BAZNAS RI berkomitmen untuk terus hadir mendampingi masyarakat dalam setiap fase pemulihan, baik melalui layanan pangan, kesehatan, maupun dukungan psikososial,” tambahnya.
Mari langitkan doa dan ringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana dengan bersedekah melalui Dompet Bencana dan Kemanusiaan BAZNAS. Salurkan donasi Anda melalui: https://app.midtrans.com/payment-links/bantuankebencanaan
Atau bisa melalui website resmi: https://baznaskotasukabumi.com/
05/12/2025 | Yessi Ade Lia Putri
Kunjungan studi implementasi kebijakan pencapaian Indeks zakat nasional ke kota sukabumi
SUKABUMI,26 November 2025 - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui rombongan yang terdiri dari Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Sidoarjo, Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sidoarjo, dan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Sidoarjo, melaksanakan misi kerja dalam rangka Studi Implementasi Kebijakan Pencapaian Indeks Zakat Nasional (IZN) ke Kota Sukabumi.
Kunjungan ini bertujuan untuk belajar secara langsung praktik dan strategi yang telah berhasil diterapkan oleh Kota Sukabumi dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat dan mencapai target IZN.
Kolaborasi Lintas Sektoral di Kota Sukabumi
Rombongan dari Sidoarjo mendapat sambutan hangat dari perwakilan instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, menunjukkan sinergi kuat yang menjadi kunci keberhasilan di tingkat lokal. Pihak yang hadir dari Kota Sukabumi meliputi:
Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Sukabumi
Sekretariat Daerah (Setda) Kota Sukabumi
Kementerian Agama (Kemenag) Kota Sukabumi
BAZNAS Kota Sukabumi
Satuan Audit Internal (SAI) BAZNAS Kota Sukabumi
Pembahasan Fokus pada Strategi Pencapaian IZN
Dalam pertemuan tersebut, fokus diskusi utama adalah mengenai penguatan dimensi kelembagaan melalui regulasi daerah dan optimalisasi dimensi dampak melalui kolaborasi Pemda-BAZNAS .
1. Penguatan Dimensi Kelembagaan Melalui Peraturan Walikota
Poin utama yang menjadi sorotan dan dipelajari oleh delegasi Sidoarjo adalah keberhasilan Kota Sukabumi dalam mengoptimalkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari Aparatur Sipil Negara (ASN).
Regulasi yang Mengikat : Kota Sukabumi telah memiliki Peraturan Walikota yang secara eksplisit mengatur dan mendukung pemotongan ZIS wajib bagi ASN di cakupan pemerintah kota. Peraturan ini menjadi hukum yang kuat bagi BAZNAS Kota Sukabumi untuk melakukan penghimpunan secara terstruktur dan berkelanjutan.
Mekanisme Penghimpunan : Melalui peraturan ini, pemotongan ZIS dilakukan secara otomatis dari gaji bulanan ASN, memastikan konsistensi dan transparansi dana yang dikumpulkan. Hal ini secara langsung memperkuat Dimensi Kelembagaan IZN, khususnya dalam aspek akuntabilitas dan efisiensi penghimpunan.
2. Dimensi Dampak: Kolaborasi Pemda dan BAZNAS dalam Optimalisasi ZIS
Aspek kedua yang didalami adalah bagaimana kolaborasi antara Pemerintah Daerah (Kesra dan Setda Kota Sukabumi) dengan BAZNAS berhasil menciptakan dampak (Dimensi Dampak IZN) yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat.
Sinergi Program : Pemda Kota Sukabumi menjalin kerja sama erat dengan BAZNAS dalam penyelarasan data kemiskinan dan program pengentasan kemiskinan . Dana ZIS BAZNAS digunakan untuk mengisi celah (gap) yang tidak terjangkau oleh APBD, seperti program bedah rumah, bantuan modal usaha mikro, dan beasiswa untuk keluarga kurang mampu.
Optimalisasi Penyaluran : Kolaborasi ini memungkinkan BAZNAS menyalurkan ZIS dengan sasaran yang lebih tepat dan terukur, sehingga hasil atau dampak ZIS terhadap peningkatan taraf hidup mustahik menjadi lebih optimal.
Hadirnya Satuan Audit Internal (SAI) BAZNAS Kota Sukabumi dalam pertemuan tersebut juga menegaskan komitmen pada akuntabilitas, memastikan bahwa dana yang dihimpun dari ASN dan masyarakat disalurkan secara profesional dan memberikan dampak yang maksimal.
Kunjungan studi implementasi yang melibatkan Kesra, Setda, Kemenag, BAZNAS, dan SAI Kota Sukabumi ini diharapkan dapat menjadi peta jalan bagi Kabupaten Sidoarjo untuk mereplikasi keberhasilan serupa, khususnya dalam penerbitan regulasi daerah yang mendukung penuh optimalisasi zakat.
26/11/2025 | baznas
Artikel Terbaru
Kenapa Banyak Orang Kehilangan Makna Hidup? 5 Jawaban dari Islam
Pernahkah kamu merasa terbangun di pagi hari, melakukan rutinitas yang itu-itu saja, tapi hati terasa kosong? Kamu bekerja keras, punya gadget terbaru, dan nongkrong di kafe kekinian, tapi ada semacam lubang di dada yang tidak bisa terisi. Fenomena kehilangan makna hidup ini nyatanya semakin banyak dialami masyarakat modern.
Di tengah hiruk pikuk dunia, Islam hadir bukan hanya sebagai agama ritual, melainkan sebagai kompas yang mengarahkan pelaut yang tersesat di tengah samudera eksistensi. Mari kita bedah pelan-pelan, kenapa sih makna itu bisa hilang, dan bagaimana 5 jawaban dari Islam bisa menyelamatkan kita.
1. Terjebak dalam "Lari Estafet" Duniawi yang Tiada Ujung
Banyak orang kehilangan makna hidup karena mereka menjadikan dunia sebagai tujuan akhir, bukan sekadar jembatan. Kita sering merasa bahwa kebahagiaan ada pada jabatan berikutnya, rumah yang lebih besar, atau jumlah pengikut di media sosial. Padahal, sifat dunia itu fana.
Islam mengingatkan kita melalui sebuah hadits yang sangat dalam:
"Barangsiapa yang menjadikan dunia sebagai obsesinya, maka Allah akan mencerai-berai urusannya, menjadikan kemiskinan membayang di pelupuk matanya, dan dunia tidak datang kepadanya kecuali apa yang telah ditetapkan baginya..." (HR. Ibnu Majah).
Ketika fokus kita hanya pada materi, kita akan selalu merasa kurang. Inilah titik awal hilangnya makna hidup.
2. Melupakan "Manual Book" Sang Pencipta
Bayangkan kamu membeli mesin kopi canggih tapi menolak membaca buku panduannya. Mesin itu mungkin menyala, tapi kopinya tidak akan pernah enak, atau malah mesinnya rusak. Manusia pun begitu. Kita diciptakan oleh Allah SWT dengan tujuan yang spesifik.
Dalam Al-Qur'an, Allah menegaskan:
"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi (beribadah) kepada-Ku." (QS. Az-Zariyat: 56).
Banyak orang merasa hampa karena mereka mencoba menjalani hidup dengan aturan sendiri, mengabaikan petunjuk dari Sang Pencipta. Beribadah bukan berarti hanya di sajadah, tapi menjadikan setiap helai napas dan langkah kaki sebagai bentuk pengabdian kepada-Nya.
3. Terputusnya Koneksi Spiritual (Kekosongan Hati)
Kita sering rajin memberi makan fisik dengan makanan bergizi, tapi membiarkan ruh kita kelaparan. Ruh manusia itu berasal dari tiupan Ruhullah, maka nutrisinya pun harus bersifat ilahiah. Tanpa zikir dan koneksi dengan Allah, hati akan menjadi keras dan hampa.
Kehilangan makna hidup seringkali adalah sinyal bahwa "baterai" spiritual kita sudah mencapai 1%. Islam memberikan solusi melalui ketenangan mengingat Allah:
"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra'd: 28).
4. Kurangnya Rasa Syukur dan Penyakit 'Insecure'
Media sosial memaksa kita untuk terus membandingkan "panggung belakang" kita yang berantakan dengan "panggung depan" orang lain yang penuh filter. Hal ini memicu rasa tidak puas yang kronis. Saat kita berhenti bersyukur, saat itulah makna hidup mulai memudar.
Rasulullah SAW memberikan tips kesehatan mental yang luar biasa:
"Lihatlah kepada orang yang berada di bawahmu dan janganlah melihat kepada orang yang berada di atasmu. Hal itu lebih pantas agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah kepada kalian." (HR. Muslim).
5. Hidup Hanya untuk Diri Sendiri
Seseorang yang hidup hanya untuk kepuasan pribadinya cenderung akan cepat merasa bosan. Makna hidup yang sejati seringkali ditemukan saat kita menjadi manfaat bagi orang lain. Islam mengajarkan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat.
Ketika kita membantu orang lain, ada hormon kebahagiaan dan rasa kebermaknaan yang tidak bisa dibeli dengan uang. Hidup menjadi jauh lebih berwarna saat kita menyadari bahwa kita adalah bagian dari solusi untuk masalah orang lain.
Kesimpulan: Menemukan Kembali Kompas yang Hilang
Kehilangan makna hidup bukanlah akhir dari segalanya, melainkan "alarm" bagi jiwa untuk kembali pulang. Dengan menyelaraskan kembali niat, memperbaiki ibadah, memperbanyak syukur, dan menebar manfaat, kekosongan itu perlahan akan terisi oleh cahaya ketenangan.
Jangan biarkan hari-harimu berlalu tanpa arti. Mulailah dari langkah kecil: perbaiki salatmu, sempatkan membaca satu halaman Al-Qur'an, dan lihatlah bagaimana dunia tampak berbeda di matamu.
Salah satu cara tercepat mengobati kehampaan hati adalah dengan berbagi. Sedekah dan infaq bukan hanya membantu penerimanya, tapi juga "menyembuhkan" pemberinya.
Yuk, Berbagi Makna dengan Sesama!
Salurkan Infaq dan Shadaqah terbaikmu melalui BAZNAS Kota Sukabumi. Setiap rupiah yang kamu berikan akan menjadi pelita bagi mereka yang membutuhkan dan menjadi tabungan makna untuk akhiratmu.
Mari beraksi sekarang, jemput ketenangan hatimu!
Untuk membaca artikel lainnya terkait ramadhan klik link di bawah ini:
https://baznaskotasukabumi.com/campaign/gerakan-cinta-rasul-sedekah-untuk-santri
https://kotasukabumi.baznas.go.id/artikel/show/amal-jariyah-masa-kini-berbagi-bersama-baznas-untuk-masa-depan/32237
06/03/2026 | BAZNAS
Jangan Diremehkan! Beberapa Kebiasaan Kecil Ini Bisa Mengubah Jalan Hidup Dunia dan Akhirat
Seringkali kita berpikir bahwa untuk mendapatkan perubahan besar dalam hidup, kita harus melakukan lompatan raksasa. Kita menunggu momen "bomastis" atau keajaiban datang dari langit. Padahal, rahasia kesuksesan para tokoh besar dan para kekasih Allah justru terletak pada hal-hal sepele yang dilakukan secara konsisten. Kebiasaan kecil ini bisa mengubah jalan hidup dunia dan akhirat Anda jika dilakukan dengan hati yang tulus.
Pernahkah Anda mendengar tentang teori Atomic Habits? Atau dalam Islam kita mengenalnya dengan konsep Istiqomah. Sesuatu yang kecil, jika dilakukan terus-menerus, akan membentuk karakter, dan karakter itulah yang akan menentukan nasib kita di dunia maupun di tempat kembali yang kekal nanti.
Berikut adalah 7 kebiasaan kecil namun dahsyat yang wajib Anda mulai hari ini:
1. Bangun 10 Menit Sebelum Subuh
Jangan remehkan waktu tenang ini. Secara medis, udara sepertiga malam kaya akan ozon yang bagus untuk paru-paru. Secara spiritual, inilah waktu "eksklusif" antara hamba dan Penciptanya. Kebiasaan kecil ini bisa mengubah jalan hidup dunia dan akhirat karena di waktu inilah doa-doa menembus langit.
Rasulullah SAW bersabda:
"Rabb kita Tabaraka wa Ta’ala turun setiap malam ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir, lalu Dia berfirman: 'Siapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan! Siapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku beri! Siapa yang menghapus dosa kepada-Ku, niscaya Aku ampuni!'" (HR. Bukhari & Muslim).
2. Tersenyum dan Mengucap Salam
Dunia hari ini terasa sangat dingin dan individualis. Kebiasaan kecil menyapa tetangga atau sekadar tersenyum kepada rekan kerja adalah investasi sosial yang luar biasa. Senyum bukan hanya pemanis wajah, tapi sedekah paling murah. Dengan menebar kebaikan kecil ini, Anda sedang membangun networking yang berkah di dunia sekaligus menabung pahala di akhirat.
3. Membaca Satu Halaman Al-Qur'an Setiap Hari
Banyak dari kita yang beralasan "sibuk" sehingga tidak sempat menyentuh Al-Qur'an. Padahal, Al-Qur'an adalah manual book kehidupan. Membaca satu halaman saja secara rutin jauh lebih baik daripada membaca 30 juz tapi hanya setahun sekali saat Ramadan. Cahaya dari Al-Qur'an inilah yang akan menuntun langkah Anda saat menghadapi masalah pelik di kantor atau di rumah.
4. Menjaga Wudhu di Setiap Keadaan
Tahukah Anda bahwa menjaga kesucian (wudhu) bukan hanya saat akan salat? Orang yang senantiasa menjaga wudhunya akan merasakan ketenangan batin yang luar biasa. Secara psikologis, air yang membasuh wajah dan tangan memberikan efek relaksasi. Kebiasaan kecil ini bisa mengubah jalan hidup dunia dan akhirat karena malaikat akan terus memohonkan ampun bagi mereka yang dalam keadaan suci.
5. Bersyukur Sebelum Mengeluh
Saat terjepit macet atau tugas menumpuk, cobalah untuk mencari satu hal kecil yang bisa disyukuri. Misalnya, "Alhamdulillah saya punya mobil untuk macet-macetan" atau "Alhamdulillah saya punya pekerjaan untuk diselesaikan." Rasa syukur adalah magnet rezeki. Allah menjanjikan dalam Al-Qur'an: "Lain syakartum la azidannakum" (Jika kalian bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat-Ku kepadamu).
6. Menahan Diri dari Komentar Negatif di Sosmed
Di era digital, jari kita bisa menjadi penentu masuk surga atau neraka. Menahan diri untuk tidak ikut berdebat atau mencela di kolom komentar adalah kemenangan besar bagi jiwa. Kebiasaan kecil ini menjaga kesehatan mental Anda dari stres yang tidak perlu dan menghindarkan Anda dari dosa jariyah.
7. Sedekah Subuh Meskipun Hanya Seribu Rupiah
Inilah "booster" rezeki yang paling nyata. Tidak perlu menunggu kaya untuk berbagi. Mengeluarkan sedikit harta di pagi hari mengundang doa malaikat. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa setiap pagi ada dua malaikat yang turun, yang satu berdoa: "Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak."
Mengapa Kebiasaan Kecil Ini Sangat Penting?
Mungkin Anda bertanya, "Masa sih hanya dengan senyum atau sedekah kecil hidup saya berubah?" Jawabannya: Ya. Karena Allah tidak melihat besarnya nominal, tapi melihat kontinuitas dan ketulusan. Kebiasaan kecil ini bisa mengubah jalan hidup dunia dan akhirat karena ia melatih otot disiplin dan memperkuat koneksi spiritual kita.
Ketika Anda disiplin pada hal kecil, Allah akan memberikan amanah pada hal yang lebih besar. Hidup yang berkah bukan berarti hidup tanpa masalah, melainkan hidup yang selalu mendapatkan pertolongan Allah di setiap ujian yang datang.
Mari Mulai Langkah Nyata Hari Ini!
Salah satu kebiasaan kecil yang paling cepat terasa dampaknya adalah berbagi. Anda tidak perlu mencari jauh-jauh siapa yang harus dibantu. Melalui BAZNAS Kota Sukabumi, infaq dan sedekah Anda akan dikelola secara profesional untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan, mulai dari bantuan modal usaha hingga beasiswa pendidikan.
Jangan biarkan niat baik ini menguap begitu saja. Jadikan aksi ini sebagai kebiasaan kecil pertama Anda hari ini untuk membuka pintu keberkahan yang lebih luas.
Bayar Infaq Sekarang Melalui BAZNAS Kota Sukabumi: Salurkan kepedulian Anda untuk Sukabumi yang lebih sejahtera dan religius.
Untuk membaca artikel lainnya terkait ramadhan klik link di bawah ini:
https://baznaskotasukabumi.com/campaign/alirkan-pahala-tak-terputus-dengan-sedekah-quran
https://kotasukabumi.baznas.go.id/artikel/show/banyak-yang-mengaku-hidupnya-berubah-sejak-rutin-sedekah-subuh-mitos-atau-fakta/39858
06/03/2026 | BAZNAS
Perang Timur Tengah Memanas! Enam Alasan Mengapa Konflik Ini Bisa Menjadi Krisis Global
Pernahkah kamu merasa cemas melihat headline berita akhir-akhir ini? Kabar tentang Perang Timur Tengah yang terus memanas bukan lagi sekadar berita luar negeri biasa. Ini bukan cuma soal wilayah yang jauh di sana, tapi soal dampak berantai yang bisa sampai ke meja makan kita di Indonesia.
Konflik yang melibatkan banyak negara besar ini ibarat api dalam sekam yang siap meledak kapan saja. Mengapa kita harus peduli? Karena stabilitas dunia sedang dipertaruhkan. Mari kita bedah 6 alasan mengapa ketegangan ini bisa berubah menjadi krisis global yang mencekam.
1. Jalur Logistik Dunia yang Tercekik
Timur Tengah adalah jantung dari jalur perdagangan laut. Ada Terusan Suez dan Selat Hormuz. Bayangkan jika jalur ini ditutup karena Perang Timur Tengah. Distribusi barang dari Asia ke Eropa akan terhenti. Harga kontainer akan melambung, dan ujung-ujungnya harga barang elektronik hingga pakaian di pasar lokal kita pun ikut naik.
2. Lonjakan Harga BBM yang Tak Terkendali
Sudah bukan rahasia lagi kalau kawasan ini adalah "pom bensin" dunia. Jika kilang minyak terkena dampak serangan, pasokan minyak mentah dunia akan merosot tajam. Kita bicara soal potensi harga BBM yang bisa naik dua kali lipat dalam waktu singkat, memicu inflasi yang akan mencekik daya beli masyarakat kecil.
3. Keterlibatan Negara-Negara Adidaya
Ini bukan lagi sekadar konflik lokal. Kekuatan besar seperti Amerika Serikat, Rusia, hingga negara-negara Eropa mulai mengambil posisi. Ketegangan ini memperbesar risiko terjadinya konfrontasi langsung antar kekuatan nuklir, yang jika terjadi, akan membawa dunia ke dalam masa kegelapan yang belum pernah kita bayangkan sebelumnya.
4. Krisis Kemanusiaan dan Pengungsian Massal
Setiap peluru yang ditembakkan berarti ada keluarga yang kehilangan rumah. Perang Timur Tengah memaksa jutaan orang mengungsi. Krisis pengungsi ini bukan hanya soal logistik, tapi soal beban sosial dan ekonomi bagi negara-negara tetangga dan dunia internasional yang harus menampung mereka dengan sumber daya yang terbatas.
5. Ketidakstabilan Pasar Keuangan Global
Investor sangat membenci ketidakpastian. Saat konflik memanas, nilai tukar mata uang akan fluktuatif, pasar saham memerah, dan emas—sebagai aset aman—akan melambung. Bagi negara berkembang seperti kita, pelemahan mata uang bisa berakibat pada pembengkakan utang luar negeri.
6. Ancaman Terorisme dan Radikalisme
Ketidakstabilan politik sering kali menjadi celah bagi kelompok radikal untuk tumbuh. Jika sebuah wilayah jatuh ke dalam anarki akibat perang, ini menjadi ladang subur bagi ideologi ekstrem yang bisa menyebar ke seluruh penjuru dunia melalui media sosial, mengancam keamanan global secara kolektif.
Tinjauan Spiritual: Negeri Syam dalam Pandangan Islam
Sebagai umat beriman, kita melihat peristiwa di Timur Tengah (khususnya wilayah Syam dan sekitarnya) bukan sekadar perebutan kekuasaan. Rasulullah SAW telah memberikan banyak isyarat mengenai pentingnya wilayah ini di akhir zaman.
Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:
"Akan senantiasa ada sekelompok dari umatku yang berjuang di atas kebenaran, mereka tidak akan dipengaruhi oleh orang-orang yang menghinanya, hingga datang ketetapan Allah." (HR. Muslim).
Bahkan, dalam riwayat lain disebutkan bahwa keberkahan ada di Syam. Pergolakan yang terjadi saat ini adalah ujian bagi kemanusiaan kita. Apakah kita hanya akan diam melihat saudara-saudara kita menderita, ataukah kita bergerak melakukan sesuatu?
Rasulullah SAW juga mengingatkan tentang pentingnya solidaritas:
"Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut merasakan sakit." (HR. Muslim).
Perang Timur Tengah bukan hanya ujian bagi mereka yang berada di garis depan, tapi ujian bagi hati nurani kita yang menyaksikan dari jauh. Apakah kita masih memiliki empati untuk membantu?
Mari Ulurkan Tangan melalui BAZNAS Kota Sukabumi:
Krisis ini nyata, dan penderitaan saudara-saudara kita di sana sangatlah berat. Mari kita tunjukkan kepedulian bukan hanya lewat doa, tapi juga bantuan nyata.
Salurkan Infaq dan Sedekah terbaik Anda untuk membantu korban kemanusiaan melalui BAZNAS Kota Sukabumi. Setiap rupiah yang Anda berikan akan sangat berarti bagi mereka yang kehilangan rumah dan keluarga.
Mari kita ringankan beban mereka, agar Allah pun meringankan beban kita di dunia dan akhirat.
Untuk membaca artikel lainnya terkait ramadhan klik link di bawah ini:
https://baznaskotasukabumi.com/campaign/bantu-jutaan-muslim-palestina
https://kotasukabumi.baznas.go.id/artikel/show/benarkah-sedekah-dapat-menolak-bala-bencana-ini-dalil-dan-buktinya/26732
06/03/2026 | BAZNAS
BAZNAS TV
Profil BAZNAS Kota Sukabumi
Penulis: BAZNAS
titipan Donasi para Donatur untuk anak pengidap Hydrosifalus
Penulis: BAZNAS


