Berita Terkini
BAZNAS Hadirkan Layanan Psikososial Anak bagi Penyintas Banjir Bandang di Kota Padang
BAZNAS RI menyalurkan layanan dukungan psikososial bagi anak-anak terdampak banjir Padang di tengah ribuan warga yang kehilangan rumah dan harta benda.
Kronologi Banjir Padang : Hujan Deras, Jembatan Putus, dan Korban Jiwa
Banjir besar melanda Kota Padang, Sumatra Barat, akibat hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak Selasa (25/11/2025) dini hari. Hujan deras tersebut menyebabkan Sungai Batang Kuranji meluap hingga pada Kamis (27/11/2025) pukul 06.35 WIB arus deras setinggi lebih dari 200 sentimeter menghantam dan merusak Jembatan Gunung Nago, sehingga akses jalan terputus. BNPB menyebutkan bahwa derasnya arus air menjadi penyebab utama rusaknya jembatan tersebut, sementara jalur alternatif masih dapat dilewati melalui Jembatan By Pass dan Jembatan Baru Kuranji.
Banjir yang datang juga membawa material berupa lumpur dan batang pohon yang menerjang permukiman warga, terutama di kawasan Luminpark Cluster. Akibat kejadian tersebut, empat orang dilaporkan meninggal dunia, serta sejumlah rumah dan kendaraan warga mengalami kerusakan. Bencana hidrometeorologi ini menimbulkan dampak yang cukup luas terhadap kehidupan masyarakat Kota Padang.
Berdasarkan data Pusdalops BPBD Kota Padang, tercatat sebanyak 27.433 warga terdampak banjir yang tersebar di sembilan kecamatan, dengan jumlah terbanyak berada di Kecamatan Koto Tangah. Kecamatan lain yang terdampak antara lain Nanggalo (2.232 jiwa), Padang Utara (1.486 jiwa), Lubuk Begalung (893 jiwa), Pauh (741 jiwa), Kuranji (601 jiwa), Padang Barat (321 jiwa), Padang Timur (150 jiwa), serta Bungus Teluk Kabung (26 jiwa). Selain itu, tercatat dua rumah hanyut, 61 rumah rusak sedang, 17 rumah rusak ringan, satu rumah ibadah rusak ringan, dua titik jalan longsor, dan dua petak sawah rusak berat.
Di tengah proses pemulihan pascabencana, berbagai pihak turut ambil bagian dalam upaya kemanusiaan, salah satunya Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI yang memberikan layanan khusus bagi anak-anak korban banjir.
BAZNAS RI Berikan Layanan Dukungan Psikososial bagi Anak-anak Korban Banjir Padang
BAZNAS Hadirkan Layanan Psikososial Anak bagi Penyintas Banjir Bandang di Kota Padang
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memberikan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) yang difokuskan untuk membantu pemulihan mental anak-anak dan kelompok rentan yang mengalami dampak langsung dari bencana banjir dan longsor di Kota Padang.
Sebanyak 25 anak mengikuti sesi layanan dukungan psikososial ini. Di akhir kegiatan, anak-anak menerima susu dan makanan ringan sebagai bentuk dukungan pemenuhan gizi serta penutup kegiatan yang menyenangkan.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., menyampaikan, pendampingan psikososial merupakan bagian penting dalam pemulihan pascabencana, sehingga BAZNAS sejak awal berkomitmen menghadirkannya bagi masyarakat yang membutuhkan.
“BAZNAS RI memastikan bahwa layanan psikososial menjadi bagian dari respon kemanusiaan, agar anak-anak terdampak bencana dapat kembali pulih secara mental dan emosional,” ujar Saidah dalam keterangan tertulis, Kamis (4/12/2025).
Dalam sesi layanan psikososial ini, anak-anak mengikuti berbagai permainan, aktivitas edukatif, dan dongeng interaktif yang dipandu langsung oleh Awam Prakoso, Founder Kampung Dongeng Indonesia. Sebagai pendongeng sekaligus fasilitator psikososial, kehadiran Awam Prakoso berhasil menghidupkan suasana, menghadirkan tawa, dan menciptakan rasa aman bagi anak-anak.
“Layanan tersebut dirancang untuk memberikan ruang aman bagi anak-anak agar dapat kembali merasakan keceriaan setelah menghadapi situasi darurat. Melalui LDP ini, BAZNAS RI berupaya memastikan kebutuhan emosional dan psikologis penyintas mendapat perhatian yang sama pentingnya dengan kebutuhan fisik,” ucap Saidah.
Saidah mengatakan bahwa kehadiran fasilitator profesional dan kegiatan yang menyenangkan membantu menciptakan lingkungan yang nyaman bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri tanpa tekanan.
“Kegiatan ini memberi ruang bagi anak-anak untuk melepas ketegangan dan memulihkan diri setelah mengalami situasi yang traumatis,” ucap Saidah.
Menurut Saidah, antusiasme anak-anak dan respons positif dari para orang tua menunjukkan bahwa layanan psikososial ini sangat dibutuhkan di tengah proses pemulihan. Banyak dari mereka merasa terbantu karena BAZNAS menyediakan ruang yang aman dan menghibur bagi anak-anak.
“Para orang tua merasa sangat terbantu karena anak-anak mereka dapat bermain, belajar, dan tertawa kembali dalam suasana yang mendukung,” kata Saidah.
Saidah menegaskan bahwa BAZNAS RI akan terus memperkuat layanan kemanusiaan di wilayah terdampak banjir bandang, termasuk dengan menghadirkan pendampingan lanjutan sesuai kebutuhan.
“BAZNAS RI berkomitmen untuk terus hadir mendampingi masyarakat dalam setiap fase pemulihan, baik melalui layanan pangan, kesehatan, maupun dukungan psikososial,” tambahnya.
Mari langitkan doa dan ringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana dengan bersedekah melalui Dompet Bencana dan Kemanusiaan BAZNAS. Salurkan donasi Anda melalui: https://app.midtrans.com/payment-links/bantuankebencanaan
Atau bisa melalui website resmi: https://baznaskotasukabumi.com/
05/12/2025 | Yessi Ade Lia Putri
Kunjungan studi implementasi kebijakan pencapaian Indeks zakat nasional ke kota sukabumi
SUKABUMI,26 November 2025 - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui rombongan yang terdiri dari Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Sidoarjo, Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sidoarjo, dan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Sidoarjo, melaksanakan misi kerja dalam rangka Studi Implementasi Kebijakan Pencapaian Indeks Zakat Nasional (IZN) ke Kota Sukabumi.
Kunjungan ini bertujuan untuk belajar secara langsung praktik dan strategi yang telah berhasil diterapkan oleh Kota Sukabumi dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat dan mencapai target IZN.
Kolaborasi Lintas Sektoral di Kota Sukabumi
Rombongan dari Sidoarjo mendapat sambutan hangat dari perwakilan instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, menunjukkan sinergi kuat yang menjadi kunci keberhasilan di tingkat lokal. Pihak yang hadir dari Kota Sukabumi meliputi:
Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Sukabumi
Sekretariat Daerah (Setda) Kota Sukabumi
Kementerian Agama (Kemenag) Kota Sukabumi
BAZNAS Kota Sukabumi
Satuan Audit Internal (SAI) BAZNAS Kota Sukabumi
Pembahasan Fokus pada Strategi Pencapaian IZN
Dalam pertemuan tersebut, fokus diskusi utama adalah mengenai penguatan dimensi kelembagaan melalui regulasi daerah dan optimalisasi dimensi dampak melalui kolaborasi Pemda-BAZNAS .
1. Penguatan Dimensi Kelembagaan Melalui Peraturan Walikota
Poin utama yang menjadi sorotan dan dipelajari oleh delegasi Sidoarjo adalah keberhasilan Kota Sukabumi dalam mengoptimalkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari Aparatur Sipil Negara (ASN).
Regulasi yang Mengikat : Kota Sukabumi telah memiliki Peraturan Walikota yang secara eksplisit mengatur dan mendukung pemotongan ZIS wajib bagi ASN di cakupan pemerintah kota. Peraturan ini menjadi hukum yang kuat bagi BAZNAS Kota Sukabumi untuk melakukan penghimpunan secara terstruktur dan berkelanjutan.
Mekanisme Penghimpunan : Melalui peraturan ini, pemotongan ZIS dilakukan secara otomatis dari gaji bulanan ASN, memastikan konsistensi dan transparansi dana yang dikumpulkan. Hal ini secara langsung memperkuat Dimensi Kelembagaan IZN, khususnya dalam aspek akuntabilitas dan efisiensi penghimpunan.
2. Dimensi Dampak: Kolaborasi Pemda dan BAZNAS dalam Optimalisasi ZIS
Aspek kedua yang didalami adalah bagaimana kolaborasi antara Pemerintah Daerah (Kesra dan Setda Kota Sukabumi) dengan BAZNAS berhasil menciptakan dampak (Dimensi Dampak IZN) yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat.
Sinergi Program : Pemda Kota Sukabumi menjalin kerja sama erat dengan BAZNAS dalam penyelarasan data kemiskinan dan program pengentasan kemiskinan . Dana ZIS BAZNAS digunakan untuk mengisi celah (gap) yang tidak terjangkau oleh APBD, seperti program bedah rumah, bantuan modal usaha mikro, dan beasiswa untuk keluarga kurang mampu.
Optimalisasi Penyaluran : Kolaborasi ini memungkinkan BAZNAS menyalurkan ZIS dengan sasaran yang lebih tepat dan terukur, sehingga hasil atau dampak ZIS terhadap peningkatan taraf hidup mustahik menjadi lebih optimal.
Hadirnya Satuan Audit Internal (SAI) BAZNAS Kota Sukabumi dalam pertemuan tersebut juga menegaskan komitmen pada akuntabilitas, memastikan bahwa dana yang dihimpun dari ASN dan masyarakat disalurkan secara profesional dan memberikan dampak yang maksimal.
Kunjungan studi implementasi yang melibatkan Kesra, Setda, Kemenag, BAZNAS, dan SAI Kota Sukabumi ini diharapkan dapat menjadi peta jalan bagi Kabupaten Sidoarjo untuk mereplikasi keberhasilan serupa, khususnya dalam penerbitan regulasi daerah yang mendukung penuh optimalisasi zakat.
26/11/2025 | baznas
Keutamaan dan Tata Cara Shalat Sunnah Rawatib : Untuk Memperat Hubungan dengan Allah
Shalat sunnah rawatib merupakan bagian dari amalan sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Ibadah ini menyertai shalat fardhu dan terbagi menjadi dua jenis, yaitu shalat sunnah qabliyah (sebelum shalat wajib) dan shalat sunnah ba’diyah (setelah shalat wajib). Meski bersifat sunnah, shalat rawatib memiliki keutamaan luar biasa yang mampu menyempurnakan kekurangan dalam ibadah wajib kita.
Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap tentang tata cara sholat sunnah rawatib, niat, hingga keutamannya agar dapat mengamalkannya dengan baik.
Tata Cara dan Keutamaan Shalat Sunnah Rawatib
Shalat Rawatib Subuh
Jumlah Rakaat: 2 rakaat sebelum shalat fardhu subuh
Niat:
Ushalli sunnatas subhi rak’ataini qabliyyatan lillahi ta’ala
Artinya: Saya niat shalat sunnah qabliyah Subuh dua rakaat karena Allah ta’ala.
Keutamaan:
“Dua rakaat fajar (sebelum Subuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Muslim)
Shalat ini termasuk shalat sunnah muakkad, yang sangat dianjurkan dan tidak pernah ditinggalkan oleh Nabi SAW.
Shalat Rawatib Dzuhur
Jumlah Rakaat: 2- 4 rakaat sebelum dan 2–4 rakaat sesudah
Niat:
• Qabliyah: Ushalli sunnatad dzuhri arba’a rakaatin qabliyyatan lillahi ta’ala
• Ba’diyah: Ushalli sunnatad dzuhri raka’ataini ba’diyatan lillahi ta’ala
Keutamaan:
“Siapa yang menjaga empat rakaat sebelum dzuhur dan empat rakaat setelahnya, maka Allah akan mengharamkan ia dari api neraka.” (HR. Tirmidzi)
Shalat Rawatib Ashar
Jumlah Rakaat: 4 rakaat sebelum Ashar
Niat: Ushalli sunnatal ‘ashri arba’a rakaatin qabliyyatan lillahi ta’ala
Keutamaan:
“Semoga Allah merahmati orang yang shalat empat rakaat sebelum Ashar.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Shalat sunnah ini bukan termasuk sunnah muakkad
Shalat Rawatib Maghrib
Jumlah Rakaat: 2 rakaat sebelum dan 2 rakaat setelah
Niat:
• Qabliyah: Ushalli sunnatal maghribi rak’ataini qabliyyatan lillahi ta’ala
• Ba’diyah: Ushalli sunnatal maghribi rak’ataini ba’diyatan lillahi ta’ala
Keutamaan:
“Barang siapa yang shalat dua rakaat setelah Maghrib sebelum berbicara, maka pahalanya dicatat di surga Illiyyin.” (HR. Thabrani)
Shalat Rawatib Isya
Jumlah Rakaat: 2 rakaat sebelum dan 2 rakaat setelah
Niat:
• Qabliyah: Ushalli sunnatal ‘Isya rak’ataini qabliyyatan lillahi ta’ala
• Ba’diyah: Ushalli sunnatal ‘Isya rak’ataini ba’diyatan lillahi ta’ala
Keutamaan:
Tidak kalah istimewa dengan yang lain, sholat rawatib isya juga memiliki ganjaran yang besar
Itulah penjelasan mengenai tata cara dan keutamaan shalat sunnah rawatib di kelima waktu sholat. Semoga kita senantiasa menjadi hamba-Nya yang selalu memperbaiki shalat baik itu shalat fardhu maupun sunnah nya.
Islam menganjurkan kita untuk selalu beramal dengan penuh keikhlasan dan tanpa mengharapkan imbalan, sehingga berpotensi mendapatkan ganjaran pahala yang lebih besar di sisi Allah Swt. Selain melaksanakan ibadah sunnah, berbagi dengan sesama melalui Infak maupun Sedekah juga harus dibiasakan.
11/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
Artikel Terbaru
10 Hal yang Harus Disiapkan Sebelum Ramadhan dari Sekarang, agar lebih maksimal dan natural saat menjalankan ibadah di bulan puasa
Ramadhan adalah bulan mulia yang dinanti umat Islam. Namun, tanpa persiapan sebelum Ramadhan, banyak orang justru melewatinya tanpa peningkatan iman yang berarti. Rasulullah ? bersabda:
“Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah…” (HR. Ahmad).
Agar tidak termasuk orang yang merugi di bulan suci, berikut 10 hal yang harus disiapkan sebelum Ramadhan agar tidak menyesal, lengkap dengan dalil dan penjelasan.
1. Meluruskan Niat dan Taubat Sebelum Ramadhan
Persiapan sebelum Ramadhan dimulai dari hati. Allah berfirman dalam QS. At-Tahrim: 8 agar orang beriman bertaubat dengan taubat nasuha. Taubat membersihkan dosa sehingga ibadah Ramadhan lebih khusyuk dan diterima.
2. Melunasi Hutang Puasa Tahun Lalu
Jika masih memiliki hutang puasa, segera qadha sebelum Ramadhan tiba. Dalam hadits riwayat Aisyah disebutkan bahwa beliau mengqadha puasa sebelum datang Ramadhan berikutnya (HR. Bukhari dan Muslim).
3. Memperbanyak Doa Menyambut Ramadhan
Salah satu doa sahabat adalah memohon agar dipertemukan dengan Ramadhan. Ulama menyebut, doa sebelum Ramadhan menunjukkan kesiapan hati menyambut bulan mulia.
4. Belajar Ilmu Fikih Puasa
Persiapan sebelum Ramadhan juga berarti memahami hukum puasa. Pelajari hal-hal yang membatalkan puasa, fidyah, hingga kafarat. Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah: 185 tentang kewajiban puasa Ramadhan.
Anda bisa membaca referensi resmi dari Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai rujukan terpercaya (dofollow).
5. Menyusun Target Ibadah Ramadhan
Rasulullah ? memperbanyak ibadah di bulan Ramadhan (HR. Bukhari). Buat target seperti:
Khatam Al-Qur’an
Qiyamul lail rutin
Sedekah harian
Mengikuti kajian
Dengan target jelas, Ramadhan tidak terlewati sia-sia.
6. Membiasakan Puasa Sunnah
Dalam hadits riwayat Usamah bin Zaid, Nabi ? banyak berpuasa di bulan Sya’ban sebagai latihan sebelum Ramadhan (HR. An-Nasa’i). Ini bagian penting dari persiapan sebelum Ramadhan agar fisik dan mental siap.
7. Menata Jadwal dan Aktivitas Harian
Kurangi aktivitas yang tidak produktif. Sisihkan waktu untuk tilawah dan ibadah. Ramadhan hanya datang setahun sekali—jangan sampai habis untuk hal yang tidak bernilai akhirat.
8. Menyiapkan Harta untuk Sedekah dan Zakat
Rasulullah ? adalah orang paling dermawan, dan semakin dermawan saat Ramadhan (HR. Bukhari).
Persiapan sebelum Ramadhan juga mencakup kesiapan finansial untuk:
Zakat fitrah
Infaq
Sedekah
Sedekah di bulan Ramadhan dilipatgandakan pahalanya.
9. Meminta Maaf dan Memperbaiki Hubungan
Ramadhan adalah bulan ampunan. Rasulullah ? bersabda bahwa pintu surga dibuka dan pintu neraka ditutup saat Ramadhan (HR. Muslim). Maka bersihkan hati dari dendam dan konflik agar ibadah lebih ringan.
10. Mempersiapkan Mental dan Kesehatan
Puasa membutuhkan kesiapan fisik dan mental. Atur pola makan, kurangi konsumsi berlebihan, serta biasakan bangun lebih awal. Persiapan sebelum Ramadhan secara fisik membantu menjaga konsistensi ibadah hingga akhir bulan.
Dalil Keutamaan Ramadhan
Dalam hadits riwayat Abu Hurairah, Rasulullah ? bersabda:
“Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadits ini menjadi pengingat bahwa Ramadhan bukan sekadar rutinitas, tetapi momentum penghapusan dosa.
Ilustrasi Persiapan Sebelum Ramadhan
Alt image: Persiapan sebelum Ramadhan dengan Al-Qur’an dan sajadah
(Ilustrasi: Al-Qur’an, tasbih, dan jadwal ibadah sebagai simbol persiapan sebelum Ramadhan).
Mengapa Persiapan Sebelum Ramadhan Itu Sangat Penting?
Banyak orang bersemangat di awal Ramadhan, tetapi melemah di pertengahan, lalu kehilangan momentum di 10 hari terakhir. Padahal Rasulullah ? justru semakin bersungguh-sungguh di akhir Ramadhan (HR. Bukhari dan Muslim).
Persiapan sebelum Ramadhan bukan hanya soal fisik, tetapi kesiapan iman. Tanpa persiapan sebelum Ramadhan, ibadah bisa terasa berat, tidak konsisten, bahkan berlalu tanpa perubahan berarti.
Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah: 183:
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Jangan Menyesal Setelah Ramadhan Berlalu
Banyak orang menangis setelah Ramadhan berakhir karena merasa belum maksimal. Oleh karena itu, persiapan sebelum Ramadhan sangat penting agar bulan suci benar-benar menjadi momentum perubahan.
Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Hasyr: 18 agar setiap orang memperhatikan apa yang dipersiapkan untuk hari esok (akhirat).
Saatnya Siapkan Amal Terbaik Anda!
Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi tentang memperbanyak amal sosial. Mari sempurnakan persiapan sebelum Ramadhan dengan berbagi kepada sesama.
Salurkan infaq dan sedekah terbaik Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi sebagai lembaga resmi pengelola zakat terpercaya.
Dengan berbagi, kita tidak hanya menyiapkan Ramadhan yang lebih bermakna, tetapi juga menghadirkan senyum bagi mereka yang membutuhkan.
???? Tunaikan infaq dan sodaqoh Anda sekarang melalui BAZNAS Kota Sukabumi dan raih keberkahan Ramadhan yang sesungguhnya.
untuk membaca artikel lainnya terkait ramadhan klik link di bawah ini:
https://baznaskotasukabumi.com/campaign/tunaikan-sedekah-rutin-seribu-sehari
BAZNAS Kota Sukabumi Salurkan Bantuan untuk Peringatan Hari Besar Islam (PHBI)
https://baznaskotasukabumi.com/campaign/sedekah-untuk-pahlawan-keluarga
https://baznaskotasukabumi.com/campaign/34-subur-34-sedekah-subuh-berkah-makmur
13/02/2026 | BAZNAS
7 Strategi Ampuh Persiapan Shalat Taraweh Sebelum Ramadhan agar Ibadah Lebih Maksimal dan Terasa Natural
Persiapan shalat taraweh sebelum Ramadhan menjadi langkah penting agar ibadah malam di bulan suci dapat dilakukan dengan maksimal dan penuh kekhusyukan. Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi momentum luar biasa untuk meningkatkan kualitas keimanan. Oleh karena itu, mempersiapkan diri sebelum bulan suci datang adalah bentuk kesungguhan seorang Muslim dalam menyambut panggilan ibadah.
Shalat taraweh adalah ibadah sunnah yang hanya ada di bulan Ramadhan. Rasulullah ? bersabda:
“Barang siapa yang melaksanakan qiyam Ramadhan (shalat malam di bulan Ramadhan) karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim)
Hadits ini menunjukkan betapa besar keutamaan shalat taraweh sehingga persiapan shalat taraweh sebelum Ramadhan tidak boleh dianggap sepele.
1. Meluruskan Niat dan Memperkuat Tekad
Langkah pertama adalah memperbaiki niat. Niat menjadi pondasi utama dalam setiap ibadah. Tanpa niat yang tulus karena Allah, amal bisa kehilangan nilai pahalanya. Tanamkan dalam hati bahwa shalat taraweh dilakukan untuk mencari ridha Allah dan mengharap ampunan-Nya.
2. Memahami Keutamaan Shalat Taraweh
Mengetahui keutamaan akan menumbuhkan semangat. Selain hadits di atas, para ulama menjelaskan bahwa shalat taraweh termasuk qiyamullail yang sangat dianjurkan. Di masa khalifah Umar bin Khattab, shalat taraweh dilaksanakan secara berjamaah di masjid dan menjadi syiar Islam yang terus hidup hingga sekarang.
Memahami sejarah ini membuat kita semakin yakin bahwa shalat taraweh adalah ibadah istimewa yang memiliki nilai kebersamaan dan persatuan umat.
3. Mempelajari Tata Cara dan Dalilnya
Persiapan shalat taraweh sebelum Ramadhan juga mencakup memahami tata cara pelaksanaannya. Jumlah rakaat memang diperselisihkan para ulama, namun semuanya sepakat bahwa taraweh adalah ibadah sunnah yang sangat dianjurkan.
Rasulullah ? tidak pernah membatasi secara tegas jumlah rakaat, sehingga umat Islam memiliki keluasan dalam pelaksanaannya. Hal ini menjadi bukti bahwa Islam adalah agama yang memudahkan, bukan memberatkan.
4. Menjaga Kesehatan dan Pola Istirahat
Shalat taraweh dilakukan pada malam hari setelah Isya. Tanpa fisik yang prima, ibadah bisa terasa berat. Oleh sebab itu, mulai atur pola tidur, kurangi begadang yang tidak perlu, dan jaga asupan makanan.
Persiapan fisik adalah bagian dari ikhtiar agar ibadah berjalan optimal selama sebulan penuh.
5. Menyiapkan Perlengkapan Ibadah
Hal sederhana seperti mukena bersih, sajadah nyaman, atau Al-Qur’an pribadi dapat meningkatkan kekhusyukan. Bagi yang berencana shalat di masjid, pastikan mengetahui jadwal dan imam yang memimpin.
Gambar ilustrasi dapat ditambahkan dengan alt text: “persiapan shalat taraweh sebelum Ramadhan di masjid” untuk mendukung optimasi konten.
6. Latihan Membaca Al-Qur’an
Shalat taraweh identik dengan bacaan Al-Qur’an yang panjang. Maka, biasakan membaca Al-Qur’an sebelum Ramadhan tiba. Selain melatih kelancaran, hal ini juga membantu kita lebih fokus saat mengikuti imam.
Ramadhan dikenal sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an, sehingga interaksi dengan kitab suci menjadi bagian penting dari persiapan shalat taraweh sebelum Ramadhan.
7. Menyusun Target dan Komitmen Ibadah
Persiapan shalat taraweh sebelum Ramadhan tidak akan maksimal tanpa target yang jelas dan komitmen yang kuat. Banyak orang semangat di awal Ramadhan, tetapi mulai kendor di pertengahan. Karena itu, menyusun perencanaan ibadah menjadi kunci agar konsisten hingga akhir bulan.
Pertama, buatlah target yang realistis dan terukur. Misalnya:
Tidak meninggalkan satu malam pun shalat taraweh berjamaah.
Menyelesaikan tilawah 30 juz selama Ramadhan.
Menambah rakaat sunnah rawatib sebelum dan sesudah shalat wajib.
Mengurangi aktivitas yang tidak bermanfaat di malam hari.
Target yang realistis akan lebih mudah dijalankan dibandingkan ambisi besar tanpa perhitungan kemampuan diri.
Rasulullah ? bersabda:
“Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus walaupun sedikit.”(HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim)
Hadits ini menjadi landasan penting dalam menyusun komitmen ibadah. Konsistensi jauh lebih utama daripada semangat sesaat. Maka dalam persiapan shalat taraweh sebelum Ramadhan, tanamkan niat untuk istiqamah, bukan hanya bersemangat di awal.
Kedua, buat jadwal pribadi. Tentukan waktu istirahat, waktu tilawah, dan waktu untuk keluarga agar ibadah tidak berbenturan dengan tanggung jawab lainnya. Dengan manajemen waktu yang baik, shalat taraweh tidak akan terasa sebagai beban, melainkan kebutuhan ruhani.
Ketiga, bangun sistem pendukung. Ajak keluarga untuk saling mengingatkan, pilih masjid dengan suasana yang nyaman, dan hindari lingkungan yang dapat mengganggu konsistensi ibadah. Di masa khalifah Umar bin Khattab, shalat taraweh berjamaah justru diperkuat agar umat lebih semangat dan tidak melaksanakannya sendiri-sendiri tanpa motivasi.
Keempat, evaluasi diri secara berkala. Setiap pekan di bulan Ramadhan, tanyakan pada diri sendiri: apakah target masih berjalan? Apakah kualitas kekhusyukan meningkat? Evaluasi sederhana ini membantu memperbaiki niat dan menjaga fokus.
Komitmen ibadah bukan hanya soal menyelesaikan rakaat, tetapi tentang menghadirkan hati dalam setiap sujud. Persiapan shalat taraweh sebelum Ramadhan akan terasa lebih bermakna jika dibarengi dengan kesungguhan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih taat.
Dengan target yang jelas, jadwal yang tertata, dan niat yang lurus, insyaAllah Ramadhan kali ini tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi menjadi momentum transformasi spiritual yang luar biasa.
Kesimpulan
shalat taraweh sebelum Ramadhan bukan hanya soal teknis, tetapi juga kesiapan hati, ilmu, dan fisik. Dengan tujuh langkah di atas, kita dapat menyambut bulan suci dengan lebih percaya diri dan penuh semangat.
Selain meningkatkan ibadah sunnah seperti taraweh, jangan lupa menunaikan kewajiban lain yang mungkin tertunda, seperti membayar kafarat atau fidyah jika memiliki tanggungan puasa.
Salurkan pembayaran kafarat Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi agar lebih amanah, transparan, dan tepat sasaran. Lembaga resmi ini membantu menyalurkan dana kepada yang berhak sesuai syariat.
Mari sempurnakan Ramadhan dengan ibadah terbaik dan kepedulian sosial yang nyata.
Saatnya Siapkan Amal Terbaik Anda!
Tunaikan infaq dan sodaqoh anda sekarang melalui BAZNAS Kota Sukabumi dan raih keberkahan Ramadhan Klik link di bawah ini:
Dalil dan Keutamaan Sholat Tarawih di Bulan Suci Ramadhan
https://baznaskotasukabumi.com/persiapan-menyambut-ramadhan/
https://kotasukabumi.baznas.go.id/press_release/show/amal-baik-di-bulan-ramadhan-tips-praktis-untuk-meraih-keberkahan/16265
13/02/2026 | BAZNAS
7 Rencana Dahsyat Berbagi dan Sedekah Nat Sejak Awal Ramadhan agar Natural Pahala Melejit
Rencana berbagi dan sedekah sejak awal Ramadhan merupakan langkah cerdas dan penuh keberkahan bagi setiap muslim yang ingin memaksimalkan pahala di bulan suci. Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tapi juga momentum terbaik untuk memperkuat kepedulian sosial dan memperbanyak amal kebaikan secara terencana.
Rasulullah SAW dikenal sebagai pribadi yang sangat dermawan, dan kedermawanannya semakin meningkat ketika memasuki bulan Ramadhan. Dalam sebuah hadis disebutkan:
“Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menjadi dasar kuat pentingnya rencana berbagi dan sedekah sejak awal Ramadhan , bukan menunggu hingga akhir bulan.
Membuat rencana berbagi dan sedekah sejak awal Ramadhan juga membantu umat Islam lebih bijak dalam mengelola rezeki. Dengan perencanaan yang matang, sedekah tidak terasa memberatkan, justru menghadirkan ketenangan dan kebahagiaan batin. Ramadhan menjadi waktu terbaik untuk melatih keikhlasan, karena setiap pemberian dilakukan semata-mata mengharap ridha Allah SWT. Selain itu, sedekah yang direncanakan sejak awal memungkinkan bantuan disalurkan secara berkelanjutan, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan dalam sekejap, tetapi mampu menopang kebutuhan masyarakat yang membutuhkan sepanjang bulan suci Ramadhan.
Pentingnya Rencana Berbagi dan Sedekah Sejak Awal Ramadhan
Banyak orang baru bersedekah di sepuluh hari terakhir Ramadhan. Padahal, dengan membuat rencana berbagi dan sedekah sejak awal Ramadhan , manfaat sosial dapat dirasakan lebih lama dan lebih luas. Selain itu, hati juga berlatih untuk konsisten dalam kebaikan sepanjang bulan suci.
Allah SWT berfirman:
“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir.” (QS. Al-Baqarah : 261)
1. Menata Niat dan Anggaran Sejak Awal
Langkah pertama dalam rencana berbagi dan sedekah sejak awal Ramadhan adalah menata niat dan anggaran. Sedekah tidak harus menunggu kaya, tetapi perlu direncanakan agar tidak mengganggu kebutuhan utama. Dengan perencanaan, sedekah menjadi ringan dan istiqamah.
2. Menjadikan Sedekah sebagai Rutinitas Harian
Ramadhan adalah waktu terbaik untuk melatih kebiasaan dengan baik. Rencana berbagi dan sedekah sejak awal Ramadhan akan lebih efektif jika dilakukan secara rutin, misalnya sedekah harian, berbagi takjil, atau infak subuh. Kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus bernilai besar di sisi Allah SWT.
3. Menguatkan Empati dan Kepedulian Sosial
Puasa mengajarkan empati kepada mereka yang kekurangan. Dengan rencana berbagi dan sedekah sejak awal Ramadhan , umat Islam tidak hanya merasakan lapar, tetapi juga terdorong untuk meringankan beban fakir miskin, anak yatim, dan kaum dhuafa.
Rasulullah SAW bersabda:
“Sedekah itu dapat menjamin murka Allah dan mencegah kematian yang buruk.” (HR. Tirmidzi)
4. Memperluas Manfaat Sedekah secara Kolektif
Sedekah yang direncanakan dengan baik dapat memberikan dampak sosial yang lebih luas. Melalui lembaga resmi, dana sedekah dapat disalurkan untuk pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan pokok masyarakat. Inilah keunggulan rencana berbagi dan sedekah sejak awal Ramadhan yang diselenggarakan.
5. Meneladani Akhlak Dermawan Rasulullah SAW
Rasulullah SAW tidak pernah menyimpan kebaikannya. Semangat ini patut diteladani dengan membuat rencana berbagi dan sedekah sejak awal Ramadhan agar setiap hari Ramadhan diisi dengan amal yang bernilai pahala berlipat.
6. Menjadikan Sedekah sebagai Pembersih Harta
Sedekah adalah sarana membersihkan harta dan jiwa. Allah SWT berfirman:
“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka.” (QS. At-Taubah : 103)
Dengan rencana berbagi dan sedekah sejak awal Ramadhan , harta yang dimiliki menjadi lebih berkah dan membawa ketenangan batin.
7. Menjaga Konsistensi hingga Akhir Ramadhan
Perencanaan sejak awal membantu menjaga konsistensi hingga akhir Ramadhan. Sedekah tidak menumpuk di akhir bulan, tetapi mengalir merata sepanjang Ramadhan. Inilah kekuatan dahsyat dari perencanaan amal yang matang.
Sebagai bentuk nyata rencana berbagi dan sedekah sejak awal Ramadhan , mari salurkan infak Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi . Infak Anda akan dikelola secara amanah, transparan, dan tepat sasaran untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
???? Mari berinfak melalui BAZNAS Kota Sukabumi dan jadikan Ramadhan sebagai bulan penuh kepedulian dan keberkahan.
untuk melihat artikel lainnya bisa klik link di bawah ini :
Optimalisasi Dana ZIS melalui BAZNAS: 7 Strategi Pendidikan dan Kesehatan
https://kotasukabumi.baznas.go.id/artikel/show/amalan-dan-doa-menyambut-ramadhan-lengkap-dan-berkah--panduan-lengkap-ibadah-ramadhan/35570
http://aznaskotasukabumi.com/persiapan-menyambut-ramadhan/
13/02/2026 | BAZNAS
BAZNAS TV
Profil BAZNAS Kota Sukabumi
Penulis: BAZNAS
titipan Donasi para Donatur untuk anak pengidap Hydrosifalus
Penulis: BAZNAS


