Berita Terkini
Seleksi Terbuka Pimpinan BAZNAS Kota Sukabumi 2026–2031 Resmi Dibuka !
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Sukabumi, bersama Pemerintah Kota Sukabumi dan Kantor Kementerian Agama Kota Sukabumi, membuka seleksi Pimpinan Baznas Kota Sukabumi periode 2026 - 2031.Mengundang seluruh masyarakat untuk dapat berpatisipasi dalam pemilihan Calon Pimpinan BAZNAS Kota Sukabumi.Silakan dibaca dengan seksama, jadwal seleksi serta persyaratan pendaftaran untuk mengikuti seleksi.
Link Pendaftaran : https://simzat.kemenag.go.id/simzat/apps/web/portal_seleksi_baznas/2026RJL0
Link Dokumen Persyaratan : https://s.id/SelekpimKotsi2026
04/05/2026 | BAZNAS
Stop Anggap Biasa! 4 Makna Luar Biasa Hari Raya Idul Fitri yang Sering Terlupakan
Hari Raya Idul Fitri adalah momen yang sangat dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia. Hari raya ini menandai berakhirnya puasa selama satu bulan di bulan suci Ramadhan dan menjadi momentum untuk kembali kepada fitrah, yakni kesucian hati dan jiwa kebersihan. Namun, selain sebagai ajang kemenangan setelah sebulan berpuasa, Idul Fitri juga memiliki makna yang lebih dalam perspektif Islam
Makna Idul Fitri dalam Islam
1. Kembali ke Fitrah
Jika dilihat dari gabungan katanya, Idul Fitri berasal dari dua kata, yaitu 'id' dan 'al-fitri'. Id secara bahasa berasal dari kata ada - ya'uudu, yang artinya kembali. Sedangkan kata al-fitri memiliki dua makna, yaitu suci dan berbuka. Suci artinya bersih dari segala dosa, kesalahan, dan keburukan. Hal ini mencerminkan bahwa setelah seseorang menjalankan ibadah puasa, seorang muslim diharapkan kembali kepada kesucian hati dan jiwa.
2. Hari Kemenangan
Idul Fitri menjadi hari kemenanga karena umat Islam telah menyelesaikan salah satu ibadah yang berat, yakni puasa Ramadhan. Ini adalah kemenangan spiritual atas hawa nafsu dan godaan duniawi. Allah swt dalam firmannya di QS Al-Baqarah ayat 183 menyampaikan bahwa tujuan melaksanakan puasa adalah untuk mendapatkan gelar bertakwa.
3. Mempererat Silaturahmi
Hari Raya Idul Fitri juga menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan silaturahmi antar sesama. Pada hari ini, umat Islam dianjurkan untuk saling bermaafan, baik kepada keluarga, sahabat, maupun tetangga. Tradisi saling memaafkan ini bukan sekedar kebiasaan, namun memiliki makna yang mendalam dalam Islam, yaitu membersihkan hati dari rasa dendam dan kesalahan di masa lalu. Dengan silaturahmi yang terjaga, hubungan persaudaraan akan semakin kuat dan penuh keberkahan.
4. Menumbuhkan Kepedulian Sosial
Idul Fitri juga mengajarkan umat Islam untuk memiliki kepedulian terhadap sesama, terutama kepada mereka yang kurang mampu. Hal ini diwujudkan melalui kewajiban menunaikan zakat fitrah sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri. Dengan zakat fitrah, kebahagiaan di hari raya dapat dirasakan oleh semua orang, sehingga tidak ada yang merasakan kekurangan di hari yang penuh kebahagiaan tersebut. Nilai kepedulian inilah yang menjadi salah satu ajaran penting dalam Islam.
Dalam menutup amal di bulan puasa ini kita harus menanamkan prinsip khauf dan raja'. Khauf khawatir apakah ibadah kita diterima oleh Allah swt atau tidak, sehingga kita tidak terlalu puas dan berbangga diri dengan pencapaian ibadah yang telah dilakukan. Sementara raja' adalah sikap optimisme bahwa Allah dengan sifat kasih sayang-Nya pasti mau menerima amal ibadah yang kita lakukan.
Hikmah Idul Fitri dalam Kehidupan Seorang Muslim
Hari Raya Idul Fitri bukan hanya tentang berakhirnya bulan Ramadhan, namun juga menjadi momentum bagi setiap umat Islam untuk memperbaiki diri. Setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa, memperbanyak doa, membaca Al-Qur'an, dan melakukan berbagai amal kebaikan, Idul Fitri menjadi titik awal untuk mempertahankan kebiasaan baik tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu hikmah besar dari Idul Fitri adalah memperkuat hubungan antar sesama manusia. Pada hari raya ini, umat Islam dianjurkan untuk saling memaafkan, baik kepada keluarga, sahabat, maupun masyarakat sekitar. Tradisi saling memaafkan ini mengandung makna yang sangat dalam, yaitu membersihkan hati dari rasa dendam, iri, dan kebencian.
Rasulullah ? juga sangat mendukung umatnya untuk menjaga silaturahmi. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa menjaga silaturahmi dapat memperpanjang umur dan melapangkan rezeki. Oleh karena itu, momen Idul Fitri sering dimanfaatkan oleh banyak orang untuk berkumpul bersama keluarga dan mempererat hubungan yang mungkin sempat renggang.
Selain itu, Idul Fitri juga menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sejati bukan hanya berasal dari makanan khas lebaran atau pakaian baru, tetapi dari hati yang bersih dan rasa syukur kepada Allah SWT. Kebahagiaan yang dirasakan saat Hari Raya Idul Fitri seharusnya mendorong kita untuk terus meningkatkan kualitas ibadah dan keimanan
Zakat Fitrah : Menyempurnakan Ibadah Ramadhan
Zakat Fitrah merupakan bagian penting dalam perayaan Idul Fitri dengan tujuan agar di hari raya tidak ada yang merasakan kekurangan. Selain itu, Zakat fitrah memiliki fungsi utama untuk menyucikan jiwa dan menyempurnakan ibadah puasa. Rasulullah ? bersabda:
“Zakat fitrah diwajibkan untuk menyucikan orang yang berpuasa dari amalan sia-sia dan ucapan keji, serta sebagai makanan bagi orang miskin.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)
Zakat fitrah wajib ditunaikan oleh setiap Muslim sebelum pelaksanaan Salat Idul Fitri. Besarnya setara dengan sekitar 2,5 kg bahan makanan pokok, seperti beras untuk di Indonesia
Salurkan Zakat Fitrah ke BAZNAS
Tunaikan zakat fitrah Anda melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) agar penyalurannya tepat sasaran dan membantu saudara-saudara yang membutuhkan di hari raya.
untuk membaca artikel lainnya klik link di bawah ini :
Makna Hari Raya Idul Fitri
https://baznaskotasukabumi.com/makna-hari-raya-idul-fitri/
27/02/2026 | BAZNAS
BAZNAS Siapkan Dapur Umum untuk Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan bantuan berupa dapur umum untuk korban banjir di Tapanuli Selatan.
Kronologi Terjadinya Bencana Banjir di Tapanuli Selatan
Bencana terjadi setelah hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Tapsel sejak Senin, 24 November 2025. Curah hujan ekstrem ini menyebabkan sungai — terutama di wilayah bantaran seperti di kecamatan Batang Toru — meluap dan memicu banjir bandang serta tanah longsor. Bahkan dalam beberapa desa, arus deras membawa gelondongan kayu, sehingga daya hantam banjir menjadi sangat buruk dan merusak rumah, jalan, fasilitas umum, dan infrastruktur.
Pada 25–26 November 2025, dampak bencana mulai terlihat: permukiman penduduk terdampak berat, banyak rumah rusak atau hanyut, akses jalan dan jembatan putus — menyebabkan isolasi sejumlah desa dan mempersulit evakuasi serta penyelamatan. Sejumlah korban jiwa mulai dilaporkan; data awal dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut sekurang-kurangnya 8 orang meninggal dan ribuan warga mengungsi.
Seiring waktu, data korban terus diperbarui secara periodik oleh pihak berwenang. Pada 28 November dilaporkan 32 orang meninggal, 29 November meningkat menjadi 43 korban, dan pada 30 November tercatat 46 korban tewas serta puluhan hilang. Akhirnya, per 3 Desember 2025, korban meninggal di Tapsel dilaporkan mencapai 81 orang, dengan sekitar 33 orang hilang dan ratusan lainnya luka-luka; ribuan warga mengungsi akibat rumah dan fasilitas rusak berat.
Saat ini, tim SAR gabungan bersama aparat daerah, relawan, dan masyarakat tengah melakukan upaya pencarian korban hilang, evakuasi pengungsi, serta distribusi bantuan — seperti logistik, air bersih, dan layanan medis — ke titik-titik pengungsian. Pendataan kerusakan pun terus dilakukan untuk menilai skala kerugian materiil dan kebutuhan pemulihan jangka panjang.
BAZNAS RI Hadir Mengoperasikan Sejumlah Dapur Umum
Memastikan ribuan penyintas bencana banjir dan tanah longsor di Tapanuli Selatan (Tapsel) mendapat pasokan makanan yang layak, BAZNAS RI melalui unit BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) telah mendirikan dan mengoperasikan sejumlah dapur umum di titik-titik terdampak berat. Operasi yang dipimpin langsung oleh Koordinator BTB untuk wilayah Tapsel, Sukamto, ini telah menghasilkan ribuan bungkus makanan siap santap bagi pengungsi.
Di tengah kesibukan mengawasi produksi di Dapur Umum BAZNAS RI di Tapsel, Sumut, Kamis (4/12/2025), Sukamto memaparkan upaya logistik yang terus diperluas cakupannya. “Fokus kami adalah memastikan tidak ada penyintas yang kelaparan. Setelah assessment, kami segera mendirikan dapur umum di titik-titik dengan konsentrasi pengungsi tinggi dan di daerah yang sulit dijangkau,” ujarnya.
Dapur Umum BAZNAS RI untuk Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan
Jaringan Dapur Umum BAZNAS
Berdasarkan laporan operasional per Rabu (3/12/2025), jaringan dapur umum BAZNAS telah berkembang pesat. Titik utama berada di Desa Tandihat, di kompleks PTPN 5 Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan. Dapur ini secara konsisten memproduksi 1.950 bungkus makanan per hari untuk mendukung 630 jiwa pengungsi, dilengkapi dengan dapur air di dua titik.
Tidak berhenti di situ, tim yang terdiri dari Sukamto, Septo P, personil BTB Provinsi Sumut, Baznas Kabupaten dan Kota Tapsel, serta 12 relawan masak, terus memperluas jangkauan. Dapur umum baru berhasil didirikan di Desa Tolang Julu, memproduksi 600 bungkus makanan per hari. Selain itu, dukungan logistik juga diberikan kepada dapur umum komunitas, seperti di Masjid Nurul, Jl. Murai Aekmanis, Kelurahan Sibolga Selatan, dengan menyuplai beras, lauk, dan bumbu untuk produksi 300 porsi per hari selama tiga hari.
Yang patut dicatat adalah peningkatan kapasitas di beberapa titik. Dapur umum di Masjid An-Nursina, Kelurahan Sarudik, Tapanuli Tengah, yang awalnya memproduksi 600 bungkus, kini ditingkatkan menjadi 1.000 bungkus per hari (2x produksi) untuk menjangkau 568 jiwa. Begitu pula dengan dapur umum di Jalan Kamboja, Kelurahan Simare Mare, Kecamatan Sibolga Utara, yang langsung beroperasi dengan produksi 1.000 bungkus per hari untuk 450 jiwa.
“Ini adalah kerja kolektif. Personil pusat, daerah, dan relawan lokal bersinergi. Setiap hari tim kami bergerak dengan 1 unit mobil dan 2 motor, membeli bahan baku, memasak, dan mendistribusikan, seringkali melalui jalur yang masih sulit,” jelas Sukamto yang baru saja menyelesaikan studi magister di UIN Yogyakarta dan langsung bertugas ke lokasi bencana.
Operasi dapur umum ini menjadi penopang hidup utama bagi ribuan pengungsi yang kehilangan tempat tinggal dan akses terhadap kebutuhan pokok. Kehadiran BAZNAS tidak hanya memenuhi kebutuhan nutrisi, tetapi juga memberikan kepastian dan harapan bagi warga di tengah situasi yang serba tidak menentu. Komitmen untuk melanjutkan operasi ini menunjukkan dedikasi BAZNAS RI dalam menjalankan amanah kemanusiaan, memastikan bantuan tepat sasaran dan berkelanjutan hingga kondisi darurat pulih.
Mari langitkan doa dan ringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana dengan bersedekah melalui Dompet Bencana dan Kemanusiaan BAZNAS. Salurkan donasi Anda melalui: https://app.midtrans.com/payment-links/bantuankebencanaan
Atau bisa memalui website resmi : https://baznaskotasukabumi.com/
05/12/2025 | indri irmayanti
Artikel Terbaru
Capek Mengeluh Terus? Saatnya Mengubah Keluh Kesah Menjadi Syukur
Capek Mengeluh Terus? Saatnya Mengubah Keluh Kesah Menjadi Syukur
Pernah merasa hidup tidak berjalan sesuai harapan? Sudah berusaha keras, tetapi hasilnya belum terlihat. Masalah datang silih berganti, sementara kebahagiaan terasa seperti sesuatu yang jauh untuk diraih. Dalam kondisi seperti ini, mengeluh sering kali menjadi respons yang paling mudah dilakukan.
BAZNAS Kota Sukabumi
Tanpa sadar, kita mengeluhkan pekerjaan, kondisi ekonomi, keluarga, kesehatan, bahkan hal-hal kecil yang sebenarnya masih bisa disyukuri. Padahal, semakin sering kita fokus pada apa yang kurang, semakin berat pula hidup yang kita rasakan.
Mungkin saat ini bukan hidup kita yang terlalu berat, tetapi cara pandang kita yang perlu diperbaiki. Bisa jadi, yang kita butuhkan bukan lebih banyak nikmat, melainkan lebih banyak rasa syukur.
Mengapa Kita Mudah Mengeluh?
Sebagai manusia, kita memiliki kecenderungan untuk lebih memperhatikan kekurangan daripada nikmat yang sudah ada. Kita melihat keberhasilan orang lain, lalu membandingkannya dengan keadaan diri sendiri. Akibatnya, hati menjadi tidak puas dan mudah mengeluh.
Padahal jika direnungkan, masih begitu banyak nikmat Allah SWT yang kita terima setiap hari. Kita masih bisa bernapas, masih diberi kesehatan, memiliki keluarga, teman, dan kesempatan untuk beribadah. Semua itu sering kali dianggap biasa karena kita terlalu sibuk memikirkan apa yang belum dimiliki.
Ketika hati dipenuhi keluhan, kebahagiaan menjadi sulit dirasakan. Sebaliknya, ketika hati dipenuhi rasa syukur, hal-hal sederhana pun terasa begitu berharga.
Syukur Adalah Kunci Ketenangan
Allah SWT telah memberikan janji yang luar biasa bagi orang-orang yang bersyukur.
?????? ????????? ????????? ????? ?????????? ????????????????
Artinya
"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu.'”
Ayat ini menunjukkan bahwa syukur bukan hanya bentuk terima kasih kepada Allah, tetapi juga jalan untuk mendapatkan tambahan kebaikan dan keberkahan dalam hidup.
Menariknya, tambahan yang diberikan Allah tidak selalu berupa harta. Bisa jadi berupa kesehatan yang lebih baik, hati yang lebih tenang, keluarga yang lebih harmonis, atau kemudahan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
Rasulullah SAW Mengajarkan untuk Melihat ke Bawah
Salah satu penyebab kita sulit bersyukur adalah kebiasaan membandingkan diri dengan orang yang berada di atas kita dalam urusan dunia.
Rasulullah SAW bersabda:
????????? ????? ???? ???? ???????? ????????? ????? ?????????? ????? ???? ???? ??????????? ?????? ???????? ?????? ?????????? ???????? ??????? ??????????
Artinya
"Lihatlah orang yang berada di bawah kalian dan jangan melihat orang yang berada di atas kalian, karena hal itu lebih pantas agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang telah diberikan kepada kalian."
Hadis ini mengajarkan sebuah cara sederhana untuk melatih syukur. Saat merasa hidup kita sulit, cobalah melihat mereka yang memiliki ujian lebih berat. Kita akan menyadari bahwa masih banyak nikmat yang selama ini luput dari perhatian.
Mengubah Keluhan Menjadi Syukur
Mengubah kebiasaan mengeluh memang tidak bisa dilakukan dalam semalam. Namun, ada beberapa langkah sederhana yang bisa mulai dipraktikkan.
1. Fokus pada Nikmat yang Dimiliki
Setiap kali ingin mengeluh, coba berhenti sejenak dan sebutkan tiga nikmat yang sedang Anda rasakan hari itu. Cara sederhana ini dapat membantu mengalihkan fokus dari kekurangan menuju keberlimpahan.
2. Perbanyak Dzikir dan Doa
Mengingat Allah membuat hati lebih tenang dan tidak mudah dikuasai oleh pikiran negatif. Semakin dekat seseorang kepada Allah, semakin mudah ia menerima takdir dengan lapang dada.
3. Kurangi Kebiasaan Membandingkan Diri
Media sosial sering membuat kita merasa hidup orang lain lebih sempurna. Ingatlah bahwa setiap orang memiliki ujian yang berbeda-beda. Fokuslah pada perjalanan hidup sendiri.
4. Tulis Hal-Hal yang Disyukuri
Biasakan mencatat beberapa hal yang patut disyukuri setiap malam. Kebiasaan ini dapat membantu melatih otak untuk melihat sisi positif dalam kehidupan.
Syukur Membuka Pintu Kebahagiaan
Banyak orang berpikir bahwa mereka akan bersyukur jika sudah bahagia. Padahal kenyataannya justru sebaliknya. Orang yang bersyukur akan lebih mudah merasakan kebahagiaan.
Rasa syukur tidak menghilangkan masalah, tetapi membuat hati lebih kuat dalam menghadapinya. Syukur tidak selalu mengubah keadaan, tetapi mampu mengubah cara kita memandang keadaan.
Ketika kita belajar mensyukuri apa yang ada hari ini, kita akan menemukan bahwa hidup sebenarnya tidak seburuk yang kita bayangkan. Masih banyak alasan untuk tersenyum, masih banyak nikmat yang bisa dinikmati, dan masih banyak harapan yang bisa diperjuangkan.
Jika selama ini Anda merasa lelah karena terus mengeluh, mungkin sudah saatnya berhenti sejenak dan melihat kembali betapa banyak nikmat yang telah Allah berikan. Jangan biarkan keluhan menutupi karunia yang sebenarnya begitu melimpah dalam hidup kita.
Mulailah hari ini dengan lebih banyak bersyukur daripada mengeluh. Karena hati yang dipenuhi syukur akan lebih tenang, lebih kuat menghadapi ujian, dan lebih mudah merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya.
Sebab sering kali, kebahagiaan bukan datang karena kita memiliki segalanya, tetapi karena kita mampu mensyukuri apa yang sudah Allah titipkan kepada kita.
Saat hidup terasa berat, sering kali kita lebih mudah fokus pada apa yang kurang daripada apa yang sudah Allah berikan. Padahal, salah satu cara terbaik untuk menumbuhkan rasa syukur adalah dengan berbagi kepada sesama.
Ketika kita berzakat, berinfak, atau bersedekah, kita sedang mengingat bahwa masih banyak nikmat yang Allah titipkan kepada kita. Bukan hanya membantu mereka yang membutuhkan, tetapi juga membersihkan hati dari keluh kesah dan menumbuhkan ketenangan dalam jiwa.
09/06/2026 | BAZNAS
Ternyata Bukan Rezekinya yang Kurang, Tapi 10 Hal Ini yang Menghambat Keberkahan
Banyak orang merasa bahwa rezekinya kurang. Padahal, jika diperhatikan lebih dalam, bisa jadi yang kurang bukanlah jumlah rezekinya, melainkan keberkahannya. Ada orang yang penghasilannya besar tetapi hidupnya tidak tenang. Sebaliknya, ada penghasilannya yang sederhana namun hidupnya penuh ketenteraman, kesehatan, dan kebahagiaan.
BAZNAS Kota Sukabumi
Dalam Islam, keberkahan adalah bertambahnya kebaikan yang Allah SWT berikan pada sesuatu. Rezeki yang berkah akan membawa manfaat, ketenangan hati, serta mendekatkan seseorang kepada Allah SWT. Oleh karena itu, seorang muslim tidak hanya perlu mengejar banyaknya rezeki, tetapi juga menjaga agar keberkahan tetap hadir dalam kehidupannya.
Rasulullah SAW bersabda:
????? ???????? ?????????? ?????? ??? ?????? ??????? ???? ??????? Layanan Pelanggan dan Layanan Pelanggan ??????? ???????????? ??? ?????????
Artinya
“Sesungguhnya Ruhul Amin (Jibril) membisikkan ke dalam hati bahwa tidaklah suatu jiwa akan mati hingga sempurna rezeki dan ajalnya. Maka bertakwalah kepada Allah dan carilah rezeki dengan cara yang baik.”
Hadis ini mengingatkan bahwa rezeki setiap manusia telah ditetapkan Allah SWT. Oleh karena itu, yang perlu dijaga adalah keberkahannya.
1. Melalaikan Shalat
Shalat adalah tiang agama dan sumber keberkahan hidup. Ketika seseorang sering menunda atau meninggalkan shalat, ia sedang menjauh dari sumber pertolongan Allah SWT.
2. Kurang Bersyukur
Sering kali seseorang hanya fokus pada apa yang belum dimiliki dan lupa mensyukuri nikmat yang sudah ada. Padahal Allah menganugerahkan tambahan nikmat bagi hamba yang bersyukur.
Allah berfirman:
?????? ?????????? ????????????????
Artinya
"Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmatmu." (QS.Ibrahim:7)
3. Gemar Bermaksiat
Dosa dan maksiat dapat menjadi penghalang datangnya keberkahan. Hati menjadi gelap dan hubungan dengan Allah SWT semakin jauh.
4. Tidak Jujur dalam Mencari Nafkah
Keuntungan yang diperoleh dengan cara curang mungkin terlihat besar, tetapi sering kali kehilangan keberkahan. Kejujuran adalah kunci keberhasilan yang diridhai Allah SWT.
5. Memutus Silaturahmi
Hubungan yang baik dengan keluarga dan kerabat memiliki pengaruh yang besar terhadap keberkahan hidup.
Rasulullah SAW bersabda:
???? ??????? ???? ???????? ???? ??? ???????? ?????????? ???? ??? ???????? ???????? ????????
Artinya
“Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.”
6. Kikir dan Enggan Bersedekah
Sebagian besar orang takut hartanya berkurang jika bersedekah. Padahal sedekah justru menjadi sebab bertambahnya keberkahan dan terbukanya pintu rezeki.
7. Tidak Menjaga Lisan
Ucapan yang menyakitkan, fitnah, ghibah, dan gambarannya dapat menghapus pahala serta mengurangi keberkahan dalam kehidupan sehari-hari.
8. Malas Berdoa
Doa adalah senjata orang beriman. Ketika seseorang jarang berdoa, ia kehilangan kesempatan untuk memohon pertolongan dan keberkahan dari Allah SWT.
9. Terlalu Cinta Dunia
Mencari dunia tidaklah dilarang, tetapi menjadikan dunia sebagai tujuan utama hidup dapat membuat hati lalai dari akhirat. Akibatnya, keberkahan menjadi berkurang meskipun harta terus bertambah.
10. Kurang Bertawakal kepada Allah
Banyak orang yang bekerja keras, namun seluruh harapannya hanya bergantung pada usaha semata. Padahal setelah berikhtiar, seorang muslim harus menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT.
Allah berfirman:
?????? ??????????? ????? ??????? ?????? ????????
Artinya
“Barang siapa yang bertawakal kepada Allah, maka Allah akan mencukupkan keperluannya.” (QS. At-Talaq : 3)
Ketika hidup terasa sempit, jangan terburu-buru menyimpulkan bahwa rezeki kita kurang. Bisa jadi Allah telah memberikan rezeki yang cukup, tetapi ada beberapa kebiasaan yang menghambat keberkahannya. Melalaikan shalat, kurang bersyukur, gemar bermaksiat, memutus silaturahmi, hingga enggan bersedekah adalah beberapa di antaranya.
Marilah kita memperbaiki diri dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Sebab keberkahan bukan hanya tentang banyaknya harta, melainkan tentang ketenangan hati, kesehatan, keluarga yang harmonis, serta kemampuan memanfaatkan nikmat Allah untuk kebaikan. Semoga Allah SWT melimpahkan keberkahan dalam setiap langkah kehidupan kita dan menjadikan rezeki yang kita peroleh sebagai jalan menuju ridha-Nya. Aamiin.
Sering kali kita merasa rezeki terasa sempit, kebutuhan terus bertambah, dan ketenangan sulit didapat. Padahal, bisa jadi yang kurang bukan jumlah rezekinya, melainkan keberkahannya. Salah satu cara membuka pintu keberkahan adalah dengan menunaikan zakat, infak, dan sedekah. Allah SWT berjanji bahwa harta yang dikeluarkan di jalan-Nya tidak akan mengurangi kekayaan, justru menjadi sebab bertambahnya keberkahan hidup.
Jangan biarkan harta hanya berhenti pada diri kita. Jadikan itu jalan kebaikan yang mengalir kepada mereka yang membutuhkan.
Melalui program-program kemanusiaan dan pemberdayaan umat, BAZNAS Kota Sukabumi menghimpun dan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah secara aman, mudah, dan sesuai syariat.
09/06/2026 | BAZNAS
Saat Dunia Terasa Berat, Sujud Bisa Jadi Tempat Pulang Terbaik
Saat Dunia Terasa Berat, Sujud Bisa Jadi Tempat Pulang Terbaik
Pernahkah Anda merasa lelah menghadapi hidup? Bukan hanya lelah secara fisik, tetapi juga lelah dalam hati. Terkadang masalah datang silih berganti. Urusan pekerjaan belum selesai, kebutuhan hidup terus bertambah, hubungan dengan orang lain tidak selalu berjalan baik, dan harapan yang diinginkan belum juga terwujud.
BAZNAS Kota Sukabumi
Dalam kondisi seperti itu, banyak orang mencari tempat untuk mengadu. Ada yang bercerita kepada teman, ada yang mencari hiburan, ada pula yang memilih menyendiri. Semua itu mungkin bisa membantu untuk sementara. Namun, bagi seorang Muslim, ada satu tempat terbaik untuk kembali ketika hati terasa berat, yaitu sujud kepada Allah SWT.
Sujud bukan sekadar gerakan dalam shalat. Sujud adalah momen ketika seorang hamba berada pada posisi paling dekat dengan Rabb-nya. Di saat itulah kita bisa mencurahkan semua kegelisahan, ketakutan, kesedihan, dan harapan kepada Allah yang Maha Mendengar.
Sujud, Tempat Mengadu yang Tidak Pernah Menolak
Dalam kehidupan ini, tidak semua orang bisa memahami apa yang kita rasakan. Bahkan terkadang orang yang paling dekat dengan kita pun tidak mengetahui beban yang sedang kita pikul.
Namun Allah SWT mengetahui semuanya. Allah mengetahui air mata yang kita sembunyikan, doa yang belum terucap, dan rasa sakit yang tidak mampu kita ceritakan kepada siapa pun.
Ketika seseorang bersujud, ia sedang menunjukkan kerendahan dirinya di hadapan Allah. Ia mengakui bahwa dirinya lemah dan membutuhkan pertolongan-Nya. Dan justru dalam pengakuan itulah terdapat kekuatan yang luar biasa.
Rasulullah SAW bersabda:
???????? ??? ??????? ????????? ???? ??????? ?????? ??????? ???????????? ??????????
Artinya
"Keadaan seorang hamba yang paling dekat dengan Tuhannya adalah ketika ia sedang bersujud, maka perbanyaklah doa saat itu."
Hadis ini menunjukkan betapa istimewanya sujud. Ketika dunia terasa sesak dan hati terasa penuh, sujud menjadi kesempatan terbaik untuk berbicara kepada Allah tanpa batas dan tanpa rasa takut dihakimi.
Tidak Semua Beban Harus Dipikul Sendiri
Salah satu penyebab hati terasa berat adalah karena kita sering berusaha menanggung semuanya sendiri. Kita ingin terlihat kuat, ingin menyelesaikan masalah tanpa bantuan, dan terkadang lupa bahwa ada Allah yang selalu siap menolong.
Padahal Allah SWT telah mengingatkan bahwa hanya kepada-Nya kita meminta pertolongan.
???????? ???????? ?????????? ???????????
Artinya
"Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan."
Ayat ini mengajarkan bahwa seorang Muslim tidak pernah benar-benar sendirian. Ketika semua pintu terasa tertutup, masih ada pintu langit yang selalu terbuka melalui doa dan sujud.
Sujud Membuat Hati Lebih Tenang
Mungkin masalah yang kita hadapi tidak langsung hilang setelah shalat. Hutang belum tentu langsung lunas, pekerjaan belum tentu langsung mudah, dan ujian hidup belum tentu langsung selesai.
Namun yang sering berubah adalah hati kita.
Ketika hati dekat dengan Allah, kita menjadi lebih kuat dalam menghadapi keadaan. Kita belajar menerima takdir dengan lapang dada dan yakin bahwa setiap kesulitan pasti memiliki hikmah.
Allah SWT berfirman:
????????? ??????? ????????????? ??????????? ???????? ??????? ? ????? ???????? ??????? ??????????? ??????????
Artinya
"Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram."
Sujud adalah salah satu bentuk zikir yang paling sempurna. Dalam sujud, lisan, hati, dan tubuh sama-sama tunduk kepada Allah. Karena itulah banyak orang merasakan ketenangan setelah shalat, meskipun masalah yang dihadapinya masih ada.
Jadikan Sujud sebagai Tempat Pulang
Setiap orang pasti memiliki masa-masa sulit. Tidak ada kehidupan yang selalu berjalan sesuai keinginan. Namun seorang mukmin memiliki keistimewaan: ia selalu memiliki tempat untuk kembali.
Saat kecewa, kembalilah dalam sujud.
Saat gagal, kembalilah dalam sujud.
Saat kehilangan, kembalilah dalam sujud.
Saat merasa tidak ada yang memahami keadaanmu, kembalilah dalam sujud.
Di atas sajadah itulah kita belajar bahwa Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya. Mungkin Allah tidak selalu mengubah keadaan secepat yang kita inginkan, tetapi Allah selalu memberikan kekuatan untuk melewatinya.
Ketika dunia terasa berat, jangan terburu-buru mencari pelarian yang hanya memberi ketenangan sesaat. Datanglah kepada Allah SWT melalui shalat dan sujud yang tulus. Curahkan segala keluh kesah, harapan, dan doa kepada-Nya.
Sujud adalah tempat pulang terbaik bagi hati yang lelah. Di sana ada ketenangan, harapan, dan keyakinan bahwa Allah selalu bersama hamba-Nya. Semoga kita termasuk orang-orang yang senantiasa menjadikan sujud sebagai sumber kekuatan dalam menjalani kehidupan, sehingga hati tetap tenang meski badai kehidupan datang silih berganti. Aamiin.
Ketika hidup terasa penuh beban, hati gelisah, dan jalan keluar belum terlihat, sujud adalah tempat terbaik untuk kembali. Dalam sujud, kita mencurahkan segala keluh kesah kepada Allah SWT, memohon pertolongan, ketenangan, dan keberkahan.
Salah satu bentuk syukur atas setiap nikmat yang masih Allah berikan adalah dengan berbagi kepada sesama melalui zakat, infak, dan sedekah. Harta yang kita keluarkan di jalan Allah bukanlah berkurang, melainkan menjadi sebab bertambahnya keberkahan dan ketenangan hati.
09/06/2026 | BAZNAS
BAZNAS TV
Profil BAZNAS Kota Sukabumi
Penulis: BAZNAS
titipan Donasi para Donatur untuk anak pengidap Hydrosifalus
Penulis: BAZNAS





