Berita Terkini
BAZNAS Siapkan Dapur Umum untuk Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan bantuan berupa dapur umum untuk korban banjir di Tapanuli Selatan.
Kronologi Terjadinya Bencana Banjir di Tapanuli Selatan
Bencana terjadi setelah hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Tapsel sejak Senin, 24 November 2025. Curah hujan ekstrem ini menyebabkan sungai — terutama di wilayah bantaran seperti di kecamatan Batang Toru — meluap dan memicu banjir bandang serta tanah longsor. Bahkan dalam beberapa desa, arus deras membawa gelondongan kayu, sehingga daya hantam banjir menjadi sangat buruk dan merusak rumah, jalan, fasilitas umum, dan infrastruktur.
Pada 25–26 November 2025, dampak bencana mulai terlihat: permukiman penduduk terdampak berat, banyak rumah rusak atau hanyut, akses jalan dan jembatan putus — menyebabkan isolasi sejumlah desa dan mempersulit evakuasi serta penyelamatan. Sejumlah korban jiwa mulai dilaporkan; data awal dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut sekurang-kurangnya 8 orang meninggal dan ribuan warga mengungsi.
Seiring waktu, data korban terus diperbarui secara periodik oleh pihak berwenang. Pada 28 November dilaporkan 32 orang meninggal, 29 November meningkat menjadi 43 korban, dan pada 30 November tercatat 46 korban tewas serta puluhan hilang. Akhirnya, per 3 Desember 2025, korban meninggal di Tapsel dilaporkan mencapai 81 orang, dengan sekitar 33 orang hilang dan ratusan lainnya luka-luka; ribuan warga mengungsi akibat rumah dan fasilitas rusak berat.
Saat ini, tim SAR gabungan bersama aparat daerah, relawan, dan masyarakat tengah melakukan upaya pencarian korban hilang, evakuasi pengungsi, serta distribusi bantuan — seperti logistik, air bersih, dan layanan medis — ke titik-titik pengungsian. Pendataan kerusakan pun terus dilakukan untuk menilai skala kerugian materiil dan kebutuhan pemulihan jangka panjang.
BAZNAS RI Hadir Mengoperasikan Sejumlah Dapur Umum
Memastikan ribuan penyintas bencana banjir dan tanah longsor di Tapanuli Selatan (Tapsel) mendapat pasokan makanan yang layak, BAZNAS RI melalui unit BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) telah mendirikan dan mengoperasikan sejumlah dapur umum di titik-titik terdampak berat. Operasi yang dipimpin langsung oleh Koordinator BTB untuk wilayah Tapsel, Sukamto, ini telah menghasilkan ribuan bungkus makanan siap santap bagi pengungsi.
Di tengah kesibukan mengawasi produksi di Dapur Umum BAZNAS RI di Tapsel, Sumut, Kamis (4/12/2025), Sukamto memaparkan upaya logistik yang terus diperluas cakupannya. “Fokus kami adalah memastikan tidak ada penyintas yang kelaparan. Setelah assessment, kami segera mendirikan dapur umum di titik-titik dengan konsentrasi pengungsi tinggi dan di daerah yang sulit dijangkau,” ujarnya.
Dapur Umum BAZNAS RI untuk Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan
Jaringan Dapur Umum BAZNAS
Berdasarkan laporan operasional per Rabu (3/12/2025), jaringan dapur umum BAZNAS telah berkembang pesat. Titik utama berada di Desa Tandihat, di kompleks PTPN 5 Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan. Dapur ini secara konsisten memproduksi 1.950 bungkus makanan per hari untuk mendukung 630 jiwa pengungsi, dilengkapi dengan dapur air di dua titik.
Tidak berhenti di situ, tim yang terdiri dari Sukamto, Septo P, personil BTB Provinsi Sumut, Baznas Kabupaten dan Kota Tapsel, serta 12 relawan masak, terus memperluas jangkauan. Dapur umum baru berhasil didirikan di Desa Tolang Julu, memproduksi 600 bungkus makanan per hari. Selain itu, dukungan logistik juga diberikan kepada dapur umum komunitas, seperti di Masjid Nurul, Jl. Murai Aekmanis, Kelurahan Sibolga Selatan, dengan menyuplai beras, lauk, dan bumbu untuk produksi 300 porsi per hari selama tiga hari.
Yang patut dicatat adalah peningkatan kapasitas di beberapa titik. Dapur umum di Masjid An-Nursina, Kelurahan Sarudik, Tapanuli Tengah, yang awalnya memproduksi 600 bungkus, kini ditingkatkan menjadi 1.000 bungkus per hari (2x produksi) untuk menjangkau 568 jiwa. Begitu pula dengan dapur umum di Jalan Kamboja, Kelurahan Simare Mare, Kecamatan Sibolga Utara, yang langsung beroperasi dengan produksi 1.000 bungkus per hari untuk 450 jiwa.
“Ini adalah kerja kolektif. Personil pusat, daerah, dan relawan lokal bersinergi. Setiap hari tim kami bergerak dengan 1 unit mobil dan 2 motor, membeli bahan baku, memasak, dan mendistribusikan, seringkali melalui jalur yang masih sulit,” jelas Sukamto yang baru saja menyelesaikan studi magister di UIN Yogyakarta dan langsung bertugas ke lokasi bencana.
Operasi dapur umum ini menjadi penopang hidup utama bagi ribuan pengungsi yang kehilangan tempat tinggal dan akses terhadap kebutuhan pokok. Kehadiran BAZNAS tidak hanya memenuhi kebutuhan nutrisi, tetapi juga memberikan kepastian dan harapan bagi warga di tengah situasi yang serba tidak menentu. Komitmen untuk melanjutkan operasi ini menunjukkan dedikasi BAZNAS RI dalam menjalankan amanah kemanusiaan, memastikan bantuan tepat sasaran dan berkelanjutan hingga kondisi darurat pulih.
Mari langitkan doa dan ringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana dengan bersedekah melalui Dompet Bencana dan Kemanusiaan BAZNAS. Salurkan donasi Anda melalui: https://app.midtrans.com/payment-links/bantuankebencanaan
Atau bisa memalui website resmi : https://baznaskotasukabumi.com/
05/12/2025 | indri irmayanti
BAZNAS Hadirkan Layanan Psikososial Anak bagi Penyintas Banjir Bandang di Kota Padang
BAZNAS RI menyalurkan layanan dukungan psikososial bagi anak-anak terdampak banjir Padang di tengah ribuan warga yang kehilangan rumah dan harta benda.
Kronologi Banjir Padang : Hujan Deras, Jembatan Putus, dan Korban Jiwa
Banjir besar melanda Kota Padang, Sumatra Barat, akibat hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak Selasa (25/11/2025) dini hari. Hujan deras tersebut menyebabkan Sungai Batang Kuranji meluap hingga pada Kamis (27/11/2025) pukul 06.35 WIB arus deras setinggi lebih dari 200 sentimeter menghantam dan merusak Jembatan Gunung Nago, sehingga akses jalan terputus. BNPB menyebutkan bahwa derasnya arus air menjadi penyebab utama rusaknya jembatan tersebut, sementara jalur alternatif masih dapat dilewati melalui Jembatan By Pass dan Jembatan Baru Kuranji.
Banjir yang datang juga membawa material berupa lumpur dan batang pohon yang menerjang permukiman warga, terutama di kawasan Luminpark Cluster. Akibat kejadian tersebut, empat orang dilaporkan meninggal dunia, serta sejumlah rumah dan kendaraan warga mengalami kerusakan. Bencana hidrometeorologi ini menimbulkan dampak yang cukup luas terhadap kehidupan masyarakat Kota Padang.
Berdasarkan data Pusdalops BPBD Kota Padang, tercatat sebanyak 27.433 warga terdampak banjir yang tersebar di sembilan kecamatan, dengan jumlah terbanyak berada di Kecamatan Koto Tangah. Kecamatan lain yang terdampak antara lain Nanggalo (2.232 jiwa), Padang Utara (1.486 jiwa), Lubuk Begalung (893 jiwa), Pauh (741 jiwa), Kuranji (601 jiwa), Padang Barat (321 jiwa), Padang Timur (150 jiwa), serta Bungus Teluk Kabung (26 jiwa). Selain itu, tercatat dua rumah hanyut, 61 rumah rusak sedang, 17 rumah rusak ringan, satu rumah ibadah rusak ringan, dua titik jalan longsor, dan dua petak sawah rusak berat.
Di tengah proses pemulihan pascabencana, berbagai pihak turut ambil bagian dalam upaya kemanusiaan, salah satunya Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI yang memberikan layanan khusus bagi anak-anak korban banjir.
BAZNAS RI Berikan Layanan Dukungan Psikososial bagi Anak-anak Korban Banjir Padang
BAZNAS Hadirkan Layanan Psikososial Anak bagi Penyintas Banjir Bandang di Kota Padang
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memberikan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) yang difokuskan untuk membantu pemulihan mental anak-anak dan kelompok rentan yang mengalami dampak langsung dari bencana banjir dan longsor di Kota Padang.
Sebanyak 25 anak mengikuti sesi layanan dukungan psikososial ini. Di akhir kegiatan, anak-anak menerima susu dan makanan ringan sebagai bentuk dukungan pemenuhan gizi serta penutup kegiatan yang menyenangkan.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., menyampaikan, pendampingan psikososial merupakan bagian penting dalam pemulihan pascabencana, sehingga BAZNAS sejak awal berkomitmen menghadirkannya bagi masyarakat yang membutuhkan.
“BAZNAS RI memastikan bahwa layanan psikososial menjadi bagian dari respon kemanusiaan, agar anak-anak terdampak bencana dapat kembali pulih secara mental dan emosional,” ujar Saidah dalam keterangan tertulis, Kamis (4/12/2025).
Dalam sesi layanan psikososial ini, anak-anak mengikuti berbagai permainan, aktivitas edukatif, dan dongeng interaktif yang dipandu langsung oleh Awam Prakoso, Founder Kampung Dongeng Indonesia. Sebagai pendongeng sekaligus fasilitator psikososial, kehadiran Awam Prakoso berhasil menghidupkan suasana, menghadirkan tawa, dan menciptakan rasa aman bagi anak-anak.
“Layanan tersebut dirancang untuk memberikan ruang aman bagi anak-anak agar dapat kembali merasakan keceriaan setelah menghadapi situasi darurat. Melalui LDP ini, BAZNAS RI berupaya memastikan kebutuhan emosional dan psikologis penyintas mendapat perhatian yang sama pentingnya dengan kebutuhan fisik,” ucap Saidah.
Saidah mengatakan bahwa kehadiran fasilitator profesional dan kegiatan yang menyenangkan membantu menciptakan lingkungan yang nyaman bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri tanpa tekanan.
“Kegiatan ini memberi ruang bagi anak-anak untuk melepas ketegangan dan memulihkan diri setelah mengalami situasi yang traumatis,” ucap Saidah.
Menurut Saidah, antusiasme anak-anak dan respons positif dari para orang tua menunjukkan bahwa layanan psikososial ini sangat dibutuhkan di tengah proses pemulihan. Banyak dari mereka merasa terbantu karena BAZNAS menyediakan ruang yang aman dan menghibur bagi anak-anak.
“Para orang tua merasa sangat terbantu karena anak-anak mereka dapat bermain, belajar, dan tertawa kembali dalam suasana yang mendukung,” kata Saidah.
Saidah menegaskan bahwa BAZNAS RI akan terus memperkuat layanan kemanusiaan di wilayah terdampak banjir bandang, termasuk dengan menghadirkan pendampingan lanjutan sesuai kebutuhan.
“BAZNAS RI berkomitmen untuk terus hadir mendampingi masyarakat dalam setiap fase pemulihan, baik melalui layanan pangan, kesehatan, maupun dukungan psikososial,” tambahnya.
Mari langitkan doa dan ringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana dengan bersedekah melalui Dompet Bencana dan Kemanusiaan BAZNAS. Salurkan donasi Anda melalui: https://app.midtrans.com/payment-links/bantuankebencanaan
Atau bisa melalui website resmi: https://baznaskotasukabumi.com/
05/12/2025 | Yessi Ade Lia Putri
Kunjungan studi implementasi kebijakan pencapaian Indeks zakat nasional ke kota sukabumi
SUKABUMI,26 November 2025 - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui rombongan yang terdiri dari Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Sidoarjo, Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sidoarjo, dan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Sidoarjo, melaksanakan misi kerja dalam rangka Studi Implementasi Kebijakan Pencapaian Indeks Zakat Nasional (IZN) ke Kota Sukabumi.
Kunjungan ini bertujuan untuk belajar secara langsung praktik dan strategi yang telah berhasil diterapkan oleh Kota Sukabumi dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat dan mencapai target IZN.
Kolaborasi Lintas Sektoral di Kota Sukabumi
Rombongan dari Sidoarjo mendapat sambutan hangat dari perwakilan instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, menunjukkan sinergi kuat yang menjadi kunci keberhasilan di tingkat lokal. Pihak yang hadir dari Kota Sukabumi meliputi:
Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Sukabumi
Sekretariat Daerah (Setda) Kota Sukabumi
Kementerian Agama (Kemenag) Kota Sukabumi
BAZNAS Kota Sukabumi
Satuan Audit Internal (SAI) BAZNAS Kota Sukabumi
Pembahasan Fokus pada Strategi Pencapaian IZN
Dalam pertemuan tersebut, fokus diskusi utama adalah mengenai penguatan dimensi kelembagaan melalui regulasi daerah dan optimalisasi dimensi dampak melalui kolaborasi Pemda-BAZNAS .
1. Penguatan Dimensi Kelembagaan Melalui Peraturan Walikota
Poin utama yang menjadi sorotan dan dipelajari oleh delegasi Sidoarjo adalah keberhasilan Kota Sukabumi dalam mengoptimalkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari Aparatur Sipil Negara (ASN).
Regulasi yang Mengikat : Kota Sukabumi telah memiliki Peraturan Walikota yang secara eksplisit mengatur dan mendukung pemotongan ZIS wajib bagi ASN di cakupan pemerintah kota. Peraturan ini menjadi hukum yang kuat bagi BAZNAS Kota Sukabumi untuk melakukan penghimpunan secara terstruktur dan berkelanjutan.
Mekanisme Penghimpunan : Melalui peraturan ini, pemotongan ZIS dilakukan secara otomatis dari gaji bulanan ASN, memastikan konsistensi dan transparansi dana yang dikumpulkan. Hal ini secara langsung memperkuat Dimensi Kelembagaan IZN, khususnya dalam aspek akuntabilitas dan efisiensi penghimpunan.
2. Dimensi Dampak: Kolaborasi Pemda dan BAZNAS dalam Optimalisasi ZIS
Aspek kedua yang didalami adalah bagaimana kolaborasi antara Pemerintah Daerah (Kesra dan Setda Kota Sukabumi) dengan BAZNAS berhasil menciptakan dampak (Dimensi Dampak IZN) yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat.
Sinergi Program : Pemda Kota Sukabumi menjalin kerja sama erat dengan BAZNAS dalam penyelarasan data kemiskinan dan program pengentasan kemiskinan . Dana ZIS BAZNAS digunakan untuk mengisi celah (gap) yang tidak terjangkau oleh APBD, seperti program bedah rumah, bantuan modal usaha mikro, dan beasiswa untuk keluarga kurang mampu.
Optimalisasi Penyaluran : Kolaborasi ini memungkinkan BAZNAS menyalurkan ZIS dengan sasaran yang lebih tepat dan terukur, sehingga hasil atau dampak ZIS terhadap peningkatan taraf hidup mustahik menjadi lebih optimal.
Hadirnya Satuan Audit Internal (SAI) BAZNAS Kota Sukabumi dalam pertemuan tersebut juga menegaskan komitmen pada akuntabilitas, memastikan bahwa dana yang dihimpun dari ASN dan masyarakat disalurkan secara profesional dan memberikan dampak yang maksimal.
Kunjungan studi implementasi yang melibatkan Kesra, Setda, Kemenag, BAZNAS, dan SAI Kota Sukabumi ini diharapkan dapat menjadi peta jalan bagi Kabupaten Sidoarjo untuk mereplikasi keberhasilan serupa, khususnya dalam penerbitan regulasi daerah yang mendukung penuh optimalisasi zakat.
26/11/2025 | baznas
Artikel Terbaru
Mengejutkan! 7 Kesalahan Orang Tua yang Sering Terjadi Tanpa Disadari
Menjadi orang tua adalah sebuah perjalanan panjang yang sering kali dijalani tanpa bekal sekolah formal. Kita belajar sambil praktik, mencoba berbagai metode, dan tak jarang melakukan trial and error. Dalam proses yang melelahkan namun mulia ini, sering kali muncul kesalahan orang tua yang sering terjadi tanpa disadari. Hal ini bukan berarti kita tidak mencintai buah hati kita, melainkan karena keterbatasan energi, tekanan lingkungan, atau sekadar pengulangan pola asuh masa lalu yang belum sempat kita evaluasi.
Kesadaran adalah langkah pertama menuju perbaikan. Mari kita bedah satu per satu kesalahan yang sering terselip dalam keseharian kita dengan hati yang tenang dan pikiran yang terbuka.
1. Membandingkan Keunikan Anak dengan Orang Lain
"Lihat tuh si A, ranking satu terus, nurut lagi sama ibunya." Kalimat seperti ini mungkin keluar dengan niat memotivasi agar anak kita lebih bersemangat. Namun, tahukah Anda bahwa secara psikologis, membandingkan anak justru mematahkan semangat dan membunuh rasa percaya dirinya? Setiap anak lahir dengan "sidik jari" bakat yang berbeda-beda.
Rasulullah SAW adalah teladan terbaik dalam menghargai perbedaan karakter. Beliau memahami bahwa Khalid bin Walid hebat dalam strategi perang, sementara Zaid bin Tsabit cerdas dalam ilmu waris. Beliau tidak pernah memaksa seorang sahabat untuk menjadi seperti sahabat lainnya. Memaksa anak menjadi orang lain adalah bentuk pengabaian terhadap fitrah unik yang telah Allah titipkan kepada mereka. Hargailah progres sekecil apa pun yang anak Anda capai hari ini.
2. Terlalu Ringan Memberi Label Negatif
Pernahkah di saat lelah, kita tanpa sadar menyebut anak "si nakal", "si pemalas", atau "si cengeng"? Label ini bukan sekadar kata-kata, melainkan bisa menjadi doa dan identitas yang melekat kuat di alam bawah sadar anak. Jika seorang anak terus-menerus mendengar dirinya disebut "nakal", ia akan merasa bahwa itulah jati dirinya, sehingga ia akan terus berperilaku sesuai label tersebut.
Islam mengajarkan kita untuk menjaga lisan karena kata-kata adalah doa. Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaknya dia berkata yang baik atau diam." (HR. Bukhari & Muslim)
Pondasi kepercayaan diri anak dibangun dari bagaimana orang tuanya mendeskripsikan mereka. Cobalah mengganti label negatif dengan kalimat harapan atau deskripsi perilaku. Alih-alih berkata "Kamu malas," lebih baik katakan, "Bunda senang kalau kamu segera merapikan mainanmu."
3. Menuntut Kepatuhan Tanpa Mau Mendengarkan
Banyak dari kita terjebak pada pemikiran bahwa "orang tua selalu benar" dan anak harus selalu menurut. Kita sering kali sibuk mendikte jadwal, keinginan, dan ekspektasi kita, namun lupa menyediakan telinga untuk mendengar keluh kesah mereka. Komunikasi satu arah ini menciptakan jurang pemisah yang lebar.
Ketika anak merasa suaranya tidak didengar di rumah, mereka akan merasa tidak berharga. Dampaknya, saat mereka remaja, mereka cenderung mencari pelarian atau tempat bercerita di luar rumah yang belum tentu memberikan pengaruh baik. Membangun komunikasi dua arah yang hangat adalah investasi terbaik untuk menjaga kedekatan emosional hingga mereka dewasa nanti.
4. Menjadikan Gadget sebagai "Suster" Elektronik
Di tengah kesibukan pekerjaan atau urusan rumah tangga, memberikan ponsel agar anak diam memang menjadi solusi instan yang sangat menggoda. Namun, ini adalah salah satu kesalahan orang tua yang sering terjadi tanpa disadari yang dampaknya sangat masif. Ketergantungan gadget sejak dini dapat menghambat perkembangan sosial, kemampuan bicara, dan daya konsentrasi anak.
Lebih dari itu, anak kehilangan momen bonding yang sangat berharga. Masa kecil mereka tidak akan terulang dua kali. Waktu yang seharusnya digunakan untuk bermain bersama, bercerita, atau sekadar berpelukan, justru tergantikan oleh layar dingin yang tidak memiliki emosi. Mari batasi penggunaan layar dan kembalikan interaksi nyata di dalam keluarga.
5. Lupa Menjadi Contoh Nyata (Role Model)
Anak adalah peniru yang paling jenius di dunia. Mereka mungkin tidak selalu mendengarkan apa yang kita nasihatkan, tetapi mereka tidak pernah gagal memperhatikan apa yang kita lakukan. Sering kali kita menyuruh anak untuk sabar, namun kita sendiri mudah marah di depan mereka. Kita menyuruh mereka shalat tepat waktu, namun kita sendiri asyik bermain media sosial saat adzan berkumandang.
Pendidikan terbaik bukan terletak pada teori, melainkan pada keteladanan. Jika kita ingin anak memiliki karakter yang baik, maka kita harus menjadi cermin pertama yang menampilkan kebaikan tersebut. Jadilah sosok yang Anda inginkan anak Anda menjadi di masa depan.
6. Hanya Fokus pada Hasil, Bukan pada Proses
Kita sering kali memberikan pelukan paling erat dan pujian paling tinggi hanya saat anak membawa pulang piala atau nilai 100. Tanpa disadari, ini mengajarkan anak bahwa cinta kita bersyarat pada prestasi. Saat mereka gagal atau mengalami kesulitan, mereka akan merasa tidak dicintai dan takut mengecewakan kita.
Mengapresiasi usaha, kegigihan, dan kejujuran anak saat mereka berproses—meskipun hasilnya belum maksimal—jauh lebih penting. Ini akan membangun mentalitas pejuang (growth mindset) yang kuat. Anak akan belajar bahwa kegagalan bukanlah akhir, melainkan anak tangga menuju keberhasilan yang sesungguhnya.
7. Melupakan Kekuatan Doa dan Keberkahan Harta
Pola asuh yang paling canggih sekalipun tidak akan pernah maksimal tanpa adanya campur tangan dari Allah SWT. Kita sering terlalu fokus pada teknik pengasuhan manusiawi, namun lupa mengetuk pintu langit melalui doa-doa di sepertiga malam. Selain doa, hal krusial lainnya adalah memastikan nafkah yang masuk ke dalam perut anak berasal dari sumber yang halal dan berkah.
Harta yang syubhat atau kurang berkah dapat mempengaruhi watak dan ketaatan anak. Memastikan apa yang mereka makan adalah hal yang suci adalah kunci utama dalam mencetak generasi yang shalih dan shalihah. Keberkahan harta akan mendatangkan ketenangan dalam rumah tangga.
Membersihkan Harta, Menjemput Keberkahan Keluarga
Salah satu cara efektif untuk membersihkan harta dan menarik keberkahan ke dalam rumah adalah dengan rutin berinfaq. Infaq bukan hanya soal membantu orang lain, tapi merupakan perisai bagi keluarga kita. Sebagaimana janji Allah, sedekah dan infaq dapat menolak bala dan mendatangkan perlindungan bagi keturunan kita.
Salurkan Infaq Terbaik Anda Melalui BAZNAS Kota Sukabumi:
Harta yang Anda infaqkan akan dikelola secara profesional dan amanah untuk membantu fakir miskin, yatim piatu, serta mendukung kemajuan program keumatan di wilayah Kota Sukabumi. Mari kita jadikan infaq sebagai gaya hidup keluarga untuk menjemput ridha-Nya.
Mari bersihkan harta Anda dan raih keberkahan tak terhingga dengan membayar Infaq melalui BAZNAS Kota Sukabumi.
Untuk membaca artikel lainnya terkait ramadhan klik link di bawah ini:
https://baznaskotasukabumi.com/campaign/34-sejuk-34-sedekah-jariyah-untuk-kedua-orang-tua
https://kotasukabumi.baznas.go.id/artikel/show/sedekah-untuk-orang-tua-yang-sudah-wafat-3-bukti-pahalanya-tetap-mengalir/40212
10/03/2026 | BAZNAS
Bahagia Sejati! Inilah Cara Islam Mengajarkan Hidup Penuh Kedamaian
Pernah nggak sih kamu merasa sudah punya segalanya—pekerjaan oke, gadget terbaru, atau teman nongkrong yang asyik—tapi kok hati rasanya masih ada yang kosong? Ternyata, bahagia itu bukan sekedar soal apa yang kita genggam di tangan, tapi apa yang kita tanam di dalam dada. Cara Islam mengajarkan hidup bahagia itu unik banget, lho. Bukan sekedar mengejar tawa, tapi membangun ketenangan yang sifatnya permanen.
Di artikel ini, kita bakal bongkar bagaimana cara praktis ala Rasulullah SAW agar hidup kita nggak cuma "kelihatannya" bahagia, tapi benar bahagia sampai ke akar-akarnya. Yuk, simak 5 poin penting berikut ini!
1. Rahasia Bahagia Dimulai dari Syukur (No More Insecure!)
Sering banget kita merasa sedih karena sibuk melihat apa yang dimiliki orang lain di media sosial. Padahal, cara Islam mengajarkan hidup bahagia yang paling mendasar adalah dengan Qana'ah atau merasa cukup dengan apa yang ada.
Rasulullah SAW pernah bersabda dalam sebuah hadits yang sangat populer:
"Lihatlah kepada orang yang berada di bawahmu dan janganlah melihat kepada orang yang berada di atasmu. Hal itu lebih layak agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah kepada kalian." (HR.Muslim)
Bayangkan kalau setiap hari kita bangun tidur bukan langsung cek Instagram, tapi mengucap Alhamdulillah karena masih bisa bernapas. Fokus pada apa yang ada di piring kita hari ini, bukan piring tetangga. Itulah kunci pertama ketenangan.
2. Bahagia Itu Memberi, Bukan Sekadar Menerima
Ternyata, secara psikologis dan spiritual, memberi itu jauh lebih membahagiakan daripada menerima. Islam mengajarkan bahwa harta yang kita miliki sebenarnya bukan sepenuhnya milik kita, ada hak orang lain di dalamnya.
Dalam cara Islam mengajarkan hidup bahagia , berbagi atau bersedekah adalah cara untuk "mencuci" hati dari sifat kikir. Allah SWT berfirman dalam QS. Ar-Ra'd ayat 28:
“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.”
Salah satu cara mengingat Allah adalah dengan mencintai hamba-hamba-Nya yang sedang kesulitan. Saat kita melihat senyum orang lain karena bantuan kita, di situlah hormon kebahagiaan kita akan melonjak drastis.
3. Menjaga Hubungan Baik dengan Sesama (Hablum Minannas)
Sulit rasanya bahagia kalau kita punya musuh atau sedang menyimpan dendam. Islam sangat pentingnya silaturahmi. Menjaga hubungan baik dengan keluarga, teman, dan tetangga adalah bagian dari paket kebahagiaan.
Rasulullah SAW bersabda:
"Barangsiapa yang ingin diluangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahim." (HR. Bukhari & Muslim)
Hidup yang penuh dengan kedamaian sosial tanpa konflik yang berarti adalah surga dunia sebelum surga akhirat. Jadi, jika ada masalah, yuk segera maafkan dan lupakan.
4. Menjadikan Sabar Sebagai "Rem" dan Shalat Sebagai "Lampu"
Hidup tidak selamanya mulus, itu pasti. Masalah kerjaan, cicilan, atau urusan asmara pasti ada fasenya. Namun, cara Islam mengajarkan hidup bahagia adalah dengan memandang masalah sebagai ujian kenaikan kelas.
Sabar bukan berarti diam pasrah, tapi tetap tenang saat badai datang. Dan shalat adalah momen kita "curhat" langsung ke Pemilik Alam Semesta. Kalau beban hidup sudah terlalu berat, jangan dibawa lari ke hal-hal negatif, bawalah ke sajadah.
5. Menggantungkan Harapan Hanya Kepada Allah
Penyebab utama orang kecewa adalah karena terlalu berharap kepada manusia. Manusia itu tempatnya khilaf dan bisa berubah kapan saja. Sementara Allah tidak pernah mengecewakan hamba-Nya.
Dengan menanamkan tauhid yang kuat, kita akan merasa aman. Apapun hasilnya nanti, kita tahu itu yang terbaik dari Allah. Sikap husnudzon (berprasangka baik) kepada takdir adalah puncak dari kebahagiaan seorang muslim.
Kesimpulan: Bahagia Itu Sederhana, Islam Menuntunnya
Jadi, cara Islam mengajarkan hidup bahagia itu sebenarnya sangat logis dan tenang. Mulai dari bersyukur, berbagi, menjaga hubungan, sabar, hingga bertawakal. Bahagia bukan tujuan, tapi efek samping dari ketaatan kita kepada Sang Pencipta.
Mau langkah memulai nyata menuju bahagia hari ini? Salah satu cara paling ampuh adalah dengan berbagi kepada sesama yang membutuhkan melalui lembaga yang terpercaya.
Ayo Sempurnakan Bahagiamu dengan Berinfaq!
Salurkan infaq terbaik Anda untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan di wilayah Kota Sukabumi. Setiap rupiah yang Anda keluarkan akan menjadi saksi kebaikan dan pelipur lara bagi mereka.
Bayar Infaq Sekarang Melalui BAZNAS Kota Sukabumi Klik link atau kunjungi kantor BAZNAS Kota Sukabumi untuk zakat, infaq, dan sedekah yang amanah dan tepat sasaran.
Untuk membaca artikel lainnya terkait ramadhan klik link di bawah ini:
https://baznaskotasukabumi.com/campaign/34-subur-34-sedekah-subuh-berkah-makmur
https://kotasukabumi.baznas.go.id/artikel/show/belajar-bahagia-dari-hal-hal-yang-tidak-sempurna/32645
10/03/2026 | BAZNAS
Banyak yang Tidak Menyadari! Mencari Ilmu Adalah Ibadah yang Luar Biasa
Pernah nggak sih kamu ngerasa bosen banget harus belajar? Entah itu belajar di sekolah, kampus, atau bahkan ikut pelatihan di kantor. Rasanya kayak beban yang berat banget. Tapi, taukah kamu? Di balik rasa jenuh itu, ternyata aktivitas mencari ilmu itu nilainya luar biasa banget di mata Allah SWT. Seringkali kita nggak sadar kalau setiap detik yang kita habiskan untuk memahami sesuatu yang bermanfaat itu dihitung sebagai pahala ibadah yang gede banget.
Banyak dari kita yang menganggap ibadah itu cuma sebatas salat, puasa, zakat, atau haji. Tentu saja itu semua adalah pilar utama. Tapi, Islam itu indah dan luas banget. Islam menempatkan ilmu di posisi yang sangat istimewa. Mencari ilmu bukan cuma soal nambah pengetahuan buat nyari kerja atau biar dibilang pinter, tapi itu adalah bentuk ketaatan kita kepada Sang Pencipta yang memerintahkan kita untuk "membaca" (Iqra').
Nah, biar semangat belajar kamu makin membara, yuk kita bahas kenapa sih mencari ilmu itu disebut sebagai ibadah yang luar biasa. Kita bakal bedah dari sudut pandang yang santai tapi tetep berisi.
1. Perintah Pertama adalah "Membaca" (Mencari Ilmu)
Ini fundamental banget. Wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW bukanlah perintah untuk salat atau puasa, melainkan perintah untuk membaca (Iqra'). Ini tercantum dalam Surat Al-'Alaq ayat 1-5. Allah SWT berfirman:
"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya."
Dari ayat ini aja udah jelas banget kalau pondasi utama dalam beragama dan menjalani kehidupan adalah ilmu. Tanpa ilmu, kita nggak bakal bisa mengenal Tuhan kita dengan benar, dan kita nggak bakal tahu gimana cara menjalani hidup yang baik. Jadi, saat kamu lagi buka buku, dengerin webinar, atau baca artikel bermanfaat, kamu lagi ngejalanin perintah Allah yang paling pertama. Keren, kan?
2. Dimudahkan Jalan Menuju Surga
Siapa sih yang nggak pengen masuk surga? Ternyata, salah satu jalan tol menuju surga adalah dengan cara mencari ilmu. Ini bukan sekadar motivasi kosong, tapi janji langsung dari Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
"Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim)
Bayangin deh, setiap langkah kaki kamu ke sekolah, setiap putaran roda kendaraan kamu ke tempat kursus, atau bahkan setiap kuota internet yang kamu habiskan buat nonton video edukasi, itu semua dihitung sebagai langkah yang mendekatkan kamu ke surga-Nya Allah. Ini adalah investasi jangka panjang yang paling menguntungkan. Jadi, jangan pernah ngerasa rugi waktu atau uang buat belajar.
3. Lebih Utama dari Salat Sunnah 100 Rakaat
Ini poin yang sering bikin kaget. Ternyata, keutamaan menuntut ilmu itu gede banget sampai-sampai dibandingin dengan ibadah salat sunnah yang jumlahnya ratusan rakaat. Diriwayatkan dari Ibnu Majah, dari Abu Dzarr radhiyallahu 'anhu, Rasulullah SAW bersabda:
"Wahai Abu Dzarr, sungguh kamu pergi di pagi hari lalu mempelajari satu ayat dari Kitabullah (Al-Qur'an), itu lebih baik bagimu daripada kamu mengerjakan salat (sunnah) seratus rakaat. Dan sungguh kamu pergi di pagi hari lalu mempelajari satu bab dari ilmu, baik diamalkan atau tidak, itu lebih baik bagimu daripada kamu mengerjakan salat (sunnah) seribu rakaat." (HR. Ibnu Majah)
Tentu saja ini bukan berarti kita boleh ninggalin salat wajib ya. Hadits ini menekankan betapa pentingnya pemahaman dan ilmu. Satu ayat yang kita pahami dan bisa kita amalkan, atau bahkan satu ilmu duniawi yang bermanfaat buat orang banyak (seperti ilmu kedokteran, teknologi, ekonomi yang jujur), itu nilainya bisa mengalahkan pahala ibadah sunnah yang jumlahnya fantastis. Kenapa? Karena ilmu itu manfaatnya luas (bisa buat diri sendiri dan orang lain), sedangkan salat sunnah manfaatnya dominan buat diri sendiri.
4. Pahalanya Ngalir Terus, Nggak Putus-Putus
Ini adalah pasif income pahala yang paling mantap. Saat kita mempelajari suatu ilmu, lalu kita ajarkan ke orang lain, atau kita tulis dalam bentuk artikel/buku, atau kita terapkan dalam bentuk inovasi yang bermanfaat, pahalanya nggak bakal berhenti meskipun kita udah meninggal dunia. Ini sesuai dengan hadits populer:
"Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau doa anak shalih yang mendoakannya." (HR. Muslim)
Ilmu yang bermanfaat adalah investasi abadi. Jadi, jangan pelit berbagi ilmu. Semakin banyak ilmu yang kamu bagikan, semakin banyak "pabrik" pahala yang kamu bangun.
5. Diangkat Derajatnya oleh Allah
Allah SWT berjanji akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat lebih tinggi. Hal ini tertuang dalam Surat Al-Mujadilah ayat 11:
"...Niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."
Orang berilmu itu punya pandangan yang lebih luas, bijaksana dalam mengambil keputusan, dan lebih mampu memberikan solusi atas permasalahan. Di dunia, mereka dihormati, dan di akhirat, mereka mendapatkan kedudukan istimewa. Jadi, belajar itu bukan bikin kita rugi, tapi malah bikin kita "naik kelas" di mata Allah dan manusia.
Kesimpulan: Belajar Adalah Gaya Hidup Muslim
Mencari ilmu bukanlah beban, melainkan sebuah kesempatan emas untuk mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya. Islam nggak pernah membedakan antara ilmu agama dan ilmu duniawi, selama ilmu tersebut bermanfaat dan digunakan untuk kebaikan. Ilmu kedokteran buat nyembuhin orang, ilmu teknik buat bangun fasilitas umum, ilmu ekonomi buat majuin kesejahteraan umat, semuanya bisa bernilai ibadah jika niatnya lurus karena Allah.
Jadi, mulai sekarang, ubah mindset kita. Setiap kali kita belajar, niatkan itu sebagai bentuk ibadah kita kepada Allah. Niatkan untuk menghilangkan kebodohan pada diri sendiri dan orang lain, serta niatkan untuk bisa memberikan manfaat yang lebih besar bagi umat. Dengan begitu, rasa lelah saat belajar akan berubah menjadi lillah (karena Allah) dan insya Allah akan terasa lebih ringan dan bermakna. Semangat terus buat belajar, ya!
Ilmu yang kita miliki adalah amanah, dan sebagian dari rezeki kita juga terdapat hak orang lain. Mari sempurnakan ibadah menuntut ilmu kita dengan gemar berinfaq. Infaq Anda akan sangat berarti untuk mendukung program-program pendidikan bagi anak-anak kurang mampu, bantuan kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi umat di Kota Sukabumi.
Salurkan Infaq Terbaik Anda Melalui BAZNAS Kota Sukabumi:
Salurkan infaq terbaik Anda secara resmi dan aman melalui BAZNAS Kota Sukabumi. Kunjungi kantor BAZNAS Kota Sukabumi atau gunakan layanan transfer donasi online yang tersedia di website resmi BAZNAS Kota Sukabumi. Setiap Rupiah infaq Anda akan dikelola dengan transparan dan akuntabel untuk kemaslahatan umat. Mari berinfaq sekarang!
Untuk membaca artikel lainnya terkait ramadhan klik link di bawah ini:
https://baznaskotasukabumi.com/campaign/tebar-kebahagiaan-dengan-berbagi-paket-sembako
https://kotasukabumi.baznas.go.id/artikel/show/ilmu-agama-dan-ilmu-dunia-kunci-keseimbangan-hidup-seorang-muslim/31179
10/03/2026 | BAZNAS
BAZNAS TV
Profil BAZNAS Kota Sukabumi
Penulis: BAZNAS
titipan Donasi para Donatur untuk anak pengidap Hydrosifalus
Penulis: BAZNAS


