Berita Terkini
BAZNAS Hadirkan Layanan Psikososial Anak bagi Penyintas Banjir Bandang di Kota Padang
BAZNAS RI menyalurkan layanan dukungan psikososial bagi anak-anak terdampak banjir Padang di tengah ribuan warga yang kehilangan rumah dan harta benda.
Kronologi Banjir Padang : Hujan Deras, Jembatan Putus, dan Korban Jiwa
Banjir besar melanda Kota Padang, Sumatra Barat, akibat hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak Selasa (25/11/2025) dini hari. Hujan deras tersebut menyebabkan Sungai Batang Kuranji meluap hingga pada Kamis (27/11/2025) pukul 06.35 WIB arus deras setinggi lebih dari 200 sentimeter menghantam dan merusak Jembatan Gunung Nago, sehingga akses jalan terputus. BNPB menyebutkan bahwa derasnya arus air menjadi penyebab utama rusaknya jembatan tersebut, sementara jalur alternatif masih dapat dilewati melalui Jembatan By Pass dan Jembatan Baru Kuranji.
Banjir yang datang juga membawa material berupa lumpur dan batang pohon yang menerjang permukiman warga, terutama di kawasan Luminpark Cluster. Akibat kejadian tersebut, empat orang dilaporkan meninggal dunia, serta sejumlah rumah dan kendaraan warga mengalami kerusakan. Bencana hidrometeorologi ini menimbulkan dampak yang cukup luas terhadap kehidupan masyarakat Kota Padang.
Berdasarkan data Pusdalops BPBD Kota Padang, tercatat sebanyak 27.433 warga terdampak banjir yang tersebar di sembilan kecamatan, dengan jumlah terbanyak berada di Kecamatan Koto Tangah. Kecamatan lain yang terdampak antara lain Nanggalo (2.232 jiwa), Padang Utara (1.486 jiwa), Lubuk Begalung (893 jiwa), Pauh (741 jiwa), Kuranji (601 jiwa), Padang Barat (321 jiwa), Padang Timur (150 jiwa), serta Bungus Teluk Kabung (26 jiwa). Selain itu, tercatat dua rumah hanyut, 61 rumah rusak sedang, 17 rumah rusak ringan, satu rumah ibadah rusak ringan, dua titik jalan longsor, dan dua petak sawah rusak berat.
Di tengah proses pemulihan pascabencana, berbagai pihak turut ambil bagian dalam upaya kemanusiaan, salah satunya Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI yang memberikan layanan khusus bagi anak-anak korban banjir.
BAZNAS RI Berikan Layanan Dukungan Psikososial bagi Anak-anak Korban Banjir Padang
BAZNAS Hadirkan Layanan Psikososial Anak bagi Penyintas Banjir Bandang di Kota Padang
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memberikan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) yang difokuskan untuk membantu pemulihan mental anak-anak dan kelompok rentan yang mengalami dampak langsung dari bencana banjir dan longsor di Kota Padang.
Sebanyak 25 anak mengikuti sesi layanan dukungan psikososial ini. Di akhir kegiatan, anak-anak menerima susu dan makanan ringan sebagai bentuk dukungan pemenuhan gizi serta penutup kegiatan yang menyenangkan.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., menyampaikan, pendampingan psikososial merupakan bagian penting dalam pemulihan pascabencana, sehingga BAZNAS sejak awal berkomitmen menghadirkannya bagi masyarakat yang membutuhkan.
“BAZNAS RI memastikan bahwa layanan psikososial menjadi bagian dari respon kemanusiaan, agar anak-anak terdampak bencana dapat kembali pulih secara mental dan emosional,” ujar Saidah dalam keterangan tertulis, Kamis (4/12/2025).
Dalam sesi layanan psikososial ini, anak-anak mengikuti berbagai permainan, aktivitas edukatif, dan dongeng interaktif yang dipandu langsung oleh Awam Prakoso, Founder Kampung Dongeng Indonesia. Sebagai pendongeng sekaligus fasilitator psikososial, kehadiran Awam Prakoso berhasil menghidupkan suasana, menghadirkan tawa, dan menciptakan rasa aman bagi anak-anak.
“Layanan tersebut dirancang untuk memberikan ruang aman bagi anak-anak agar dapat kembali merasakan keceriaan setelah menghadapi situasi darurat. Melalui LDP ini, BAZNAS RI berupaya memastikan kebutuhan emosional dan psikologis penyintas mendapat perhatian yang sama pentingnya dengan kebutuhan fisik,” ucap Saidah.
Saidah mengatakan bahwa kehadiran fasilitator profesional dan kegiatan yang menyenangkan membantu menciptakan lingkungan yang nyaman bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri tanpa tekanan.
“Kegiatan ini memberi ruang bagi anak-anak untuk melepas ketegangan dan memulihkan diri setelah mengalami situasi yang traumatis,” ucap Saidah.
Menurut Saidah, antusiasme anak-anak dan respons positif dari para orang tua menunjukkan bahwa layanan psikososial ini sangat dibutuhkan di tengah proses pemulihan. Banyak dari mereka merasa terbantu karena BAZNAS menyediakan ruang yang aman dan menghibur bagi anak-anak.
“Para orang tua merasa sangat terbantu karena anak-anak mereka dapat bermain, belajar, dan tertawa kembali dalam suasana yang mendukung,” kata Saidah.
Saidah menegaskan bahwa BAZNAS RI akan terus memperkuat layanan kemanusiaan di wilayah terdampak banjir bandang, termasuk dengan menghadirkan pendampingan lanjutan sesuai kebutuhan.
“BAZNAS RI berkomitmen untuk terus hadir mendampingi masyarakat dalam setiap fase pemulihan, baik melalui layanan pangan, kesehatan, maupun dukungan psikososial,” tambahnya.
Mari langitkan doa dan ringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana dengan bersedekah melalui Dompet Bencana dan Kemanusiaan BAZNAS. Salurkan donasi Anda melalui: https://app.midtrans.com/payment-links/bantuankebencanaan
Atau bisa melalui website resmi: https://baznaskotasukabumi.com/
05/12/2025 | Yessi Ade Lia Putri
Kunjungan studi implementasi kebijakan pencapaian Indeks zakat nasional ke kota sukabumi
SUKABUMI,26 November 2025 - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui rombongan yang terdiri dari Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Sidoarjo, Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sidoarjo, dan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Sidoarjo, melaksanakan misi kerja dalam rangka Studi Implementasi Kebijakan Pencapaian Indeks Zakat Nasional (IZN) ke Kota Sukabumi.
Kunjungan ini bertujuan untuk belajar secara langsung praktik dan strategi yang telah berhasil diterapkan oleh Kota Sukabumi dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat dan mencapai target IZN.
Kolaborasi Lintas Sektoral di Kota Sukabumi
Rombongan dari Sidoarjo mendapat sambutan hangat dari perwakilan instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, menunjukkan sinergi kuat yang menjadi kunci keberhasilan di tingkat lokal. Pihak yang hadir dari Kota Sukabumi meliputi:
Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Sukabumi
Sekretariat Daerah (Setda) Kota Sukabumi
Kementerian Agama (Kemenag) Kota Sukabumi
BAZNAS Kota Sukabumi
Satuan Audit Internal (SAI) BAZNAS Kota Sukabumi
Pembahasan Fokus pada Strategi Pencapaian IZN
Dalam pertemuan tersebut, fokus diskusi utama adalah mengenai penguatan dimensi kelembagaan melalui regulasi daerah dan optimalisasi dimensi dampak melalui kolaborasi Pemda-BAZNAS .
1. Penguatan Dimensi Kelembagaan Melalui Peraturan Walikota
Poin utama yang menjadi sorotan dan dipelajari oleh delegasi Sidoarjo adalah keberhasilan Kota Sukabumi dalam mengoptimalkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari Aparatur Sipil Negara (ASN).
Regulasi yang Mengikat : Kota Sukabumi telah memiliki Peraturan Walikota yang secara eksplisit mengatur dan mendukung pemotongan ZIS wajib bagi ASN di cakupan pemerintah kota. Peraturan ini menjadi hukum yang kuat bagi BAZNAS Kota Sukabumi untuk melakukan penghimpunan secara terstruktur dan berkelanjutan.
Mekanisme Penghimpunan : Melalui peraturan ini, pemotongan ZIS dilakukan secara otomatis dari gaji bulanan ASN, memastikan konsistensi dan transparansi dana yang dikumpulkan. Hal ini secara langsung memperkuat Dimensi Kelembagaan IZN, khususnya dalam aspek akuntabilitas dan efisiensi penghimpunan.
2. Dimensi Dampak: Kolaborasi Pemda dan BAZNAS dalam Optimalisasi ZIS
Aspek kedua yang didalami adalah bagaimana kolaborasi antara Pemerintah Daerah (Kesra dan Setda Kota Sukabumi) dengan BAZNAS berhasil menciptakan dampak (Dimensi Dampak IZN) yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat.
Sinergi Program : Pemda Kota Sukabumi menjalin kerja sama erat dengan BAZNAS dalam penyelarasan data kemiskinan dan program pengentasan kemiskinan . Dana ZIS BAZNAS digunakan untuk mengisi celah (gap) yang tidak terjangkau oleh APBD, seperti program bedah rumah, bantuan modal usaha mikro, dan beasiswa untuk keluarga kurang mampu.
Optimalisasi Penyaluran : Kolaborasi ini memungkinkan BAZNAS menyalurkan ZIS dengan sasaran yang lebih tepat dan terukur, sehingga hasil atau dampak ZIS terhadap peningkatan taraf hidup mustahik menjadi lebih optimal.
Hadirnya Satuan Audit Internal (SAI) BAZNAS Kota Sukabumi dalam pertemuan tersebut juga menegaskan komitmen pada akuntabilitas, memastikan bahwa dana yang dihimpun dari ASN dan masyarakat disalurkan secara profesional dan memberikan dampak yang maksimal.
Kunjungan studi implementasi yang melibatkan Kesra, Setda, Kemenag, BAZNAS, dan SAI Kota Sukabumi ini diharapkan dapat menjadi peta jalan bagi Kabupaten Sidoarjo untuk mereplikasi keberhasilan serupa, khususnya dalam penerbitan regulasi daerah yang mendukung penuh optimalisasi zakat.
26/11/2025 | baznas
Keutamaan dan Tata Cara Shalat Sunnah Rawatib : Untuk Memperat Hubungan dengan Allah
Shalat sunnah rawatib merupakan bagian dari amalan sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Ibadah ini menyertai shalat fardhu dan terbagi menjadi dua jenis, yaitu shalat sunnah qabliyah (sebelum shalat wajib) dan shalat sunnah ba’diyah (setelah shalat wajib). Meski bersifat sunnah, shalat rawatib memiliki keutamaan luar biasa yang mampu menyempurnakan kekurangan dalam ibadah wajib kita.
Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap tentang tata cara sholat sunnah rawatib, niat, hingga keutamannya agar dapat mengamalkannya dengan baik.
Tata Cara dan Keutamaan Shalat Sunnah Rawatib
Shalat Rawatib Subuh
Jumlah Rakaat: 2 rakaat sebelum shalat fardhu subuh
Niat:
Ushalli sunnatas subhi rak’ataini qabliyyatan lillahi ta’ala
Artinya: Saya niat shalat sunnah qabliyah Subuh dua rakaat karena Allah ta’ala.
Keutamaan:
“Dua rakaat fajar (sebelum Subuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Muslim)
Shalat ini termasuk shalat sunnah muakkad, yang sangat dianjurkan dan tidak pernah ditinggalkan oleh Nabi SAW.
Shalat Rawatib Dzuhur
Jumlah Rakaat: 2- 4 rakaat sebelum dan 2–4 rakaat sesudah
Niat:
• Qabliyah: Ushalli sunnatad dzuhri arba’a rakaatin qabliyyatan lillahi ta’ala
• Ba’diyah: Ushalli sunnatad dzuhri raka’ataini ba’diyatan lillahi ta’ala
Keutamaan:
“Siapa yang menjaga empat rakaat sebelum dzuhur dan empat rakaat setelahnya, maka Allah akan mengharamkan ia dari api neraka.” (HR. Tirmidzi)
Shalat Rawatib Ashar
Jumlah Rakaat: 4 rakaat sebelum Ashar
Niat: Ushalli sunnatal ‘ashri arba’a rakaatin qabliyyatan lillahi ta’ala
Keutamaan:
“Semoga Allah merahmati orang yang shalat empat rakaat sebelum Ashar.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Shalat sunnah ini bukan termasuk sunnah muakkad
Shalat Rawatib Maghrib
Jumlah Rakaat: 2 rakaat sebelum dan 2 rakaat setelah
Niat:
• Qabliyah: Ushalli sunnatal maghribi rak’ataini qabliyyatan lillahi ta’ala
• Ba’diyah: Ushalli sunnatal maghribi rak’ataini ba’diyatan lillahi ta’ala
Keutamaan:
“Barang siapa yang shalat dua rakaat setelah Maghrib sebelum berbicara, maka pahalanya dicatat di surga Illiyyin.” (HR. Thabrani)
Shalat Rawatib Isya
Jumlah Rakaat: 2 rakaat sebelum dan 2 rakaat setelah
Niat:
• Qabliyah: Ushalli sunnatal ‘Isya rak’ataini qabliyyatan lillahi ta’ala
• Ba’diyah: Ushalli sunnatal ‘Isya rak’ataini ba’diyatan lillahi ta’ala
Keutamaan:
Tidak kalah istimewa dengan yang lain, sholat rawatib isya juga memiliki ganjaran yang besar
Itulah penjelasan mengenai tata cara dan keutamaan shalat sunnah rawatib di kelima waktu sholat. Semoga kita senantiasa menjadi hamba-Nya yang selalu memperbaiki shalat baik itu shalat fardhu maupun sunnah nya.
Islam menganjurkan kita untuk selalu beramal dengan penuh keikhlasan dan tanpa mengharapkan imbalan, sehingga berpotensi mendapatkan ganjaran pahala yang lebih besar di sisi Allah Swt. Selain melaksanakan ibadah sunnah, berbagi dengan sesama melalui Infak maupun Sedekah juga harus dibiasakan.
11/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
Artikel Terbaru
Keutamaan dan Manfaat Sahur sebagai Ibadah Sunnah yang Bernilai Besar
Keutamaan dan manfaat sahur merupakan pembahasan penting yang sering dianggap sepele oleh sebagian umat Islam. Padahal, sahur memiliki kedudukan istimewa dalam ibadah puasa. Tidak hanya sekedar mengisi energi sebelum menahan lapar dan dahaga, sahur juga mengandung keberkahan, pahala, serta manfaat spiritual dan kesehatan. Oleh karena itu, memahami keutamaan dan manfaat sahur akan membantu seorang muslim menjalankan puasa dengan lebih optimal, khusyuk, dan bernilai ibadah tinggi.
Sahur Mengandung Keberkahan
Keutamaan dan manfaat sahur yang paling utama adalah adanya keberkahan di dalamnya. Rasulullah ? bersabda:
“Bersahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam sahur itu terdapat keberkahan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Keberkahan sahur tidak hanya berupa kekuatan fisik, tetapi juga ketenangan jiwa dan kelancaran dalam menjalankan ibadah sepanjang hari.
Sahur Merupakan Sunnah yang merupakan hamparan
Keutamaan dan manfaat sahur juga terlihat dari statusnya sebagai sunnah yang sangat dianjurkan. Sahur menjadi pembeda antara puasa umat Islam dan puasa ahli kitab. Rasulullah ? bersabda:
“Pembedaan antara puasa kita dan puasa ahli kitab adalah makan sahur.” (HR.Muslim)
Dengan bersahur, seorang muslim telah mengikuti sunnah Nabi ? dan mendapatkan pahala tambahan.
Waktu Sahur Dipenuhi Ampunan Allah
Keutamaan dan manfaat sahur berikutnya adalah dilaksanakannya sahur pada waktu tertentu malam terakhir, yaitu waktu yang sangat mustajab untuk berdoa. Allah SWT berfirman:
“Dan pada saat sahur mereka memohon ampun.” (QS. Az-Zariayat : 18)
Hal ini menunjukkan bahwa sahur bukan hanya aktivitas makan, tetapi juga momentum spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Sahur Memberi Kekuatan Fisik Selama Puasa
Dari sisi kesehatan, keutamaan dan manfaat sahur sangat terasa dalam menjaga stamina tubuh. Sahur membantu menstabilkan kadar gula darah dan mencegah tubuh dari kelelahan berlebih saat berpuasa. Dengan menu sahur yang seimbang, puasa dapat dijalani dengan lebih nyaman dan produktif.
Sahur Melatih Kedisiplinan dan Keikhlasan
Keutamaan dan manfaat sahur juga berkaitan dengan pembentukan karakter. Bangun di waktu dini hari membutuhkan niat yang kuat dan keikhlasan. Kebiasaan ini melatih kedisiplinan, kesabaran, serta kepekaan spiritual seorang muslim.
Sahur Membantu Kualitas Menjaga Ibadah
Orang yang bersahur cenderung lebih fokus dalam menjalankan ibadah seperti shalat, membaca Al-Qur'an, dan bekerja dengan niat ibadah. Keutamaan dan manfaat sahur menjadikan puasa tidak sekadar menahan lapar, tetapi sarana meningkatkan kualitas amal.
Sahur Bernilai Sedekah dan Kebersamaan
Keutamaan dan manfaat sahur juga dapat dirasakan ketika dilakukan bersama keluarga atau dengan berbagi makanan sahur kepada sesama. Aktivitas ini mempererat silaturahmi dan menumbuhkan kepedulian sosial, terutama di bulan Ramadhan yang penuh rahmat.
Keutamaan dan Manfaat Sahur dari Perspektif Sosial dan Psikologis
Keutamaan dan manfaat sahur tidak hanya dirasakan secara individu, tetapi juga memberikan dampak sosial dan psikologis yang luas. Sahur mengajarkan nilai kebersamaan, empati, dan kesederhanaan yang sangat relevan dengan kehidupan bermasyarakat, khususnya di bulan Ramadhan.
Dalam keluarga, sahur menjadi momen berkumpul yang mempererat hubungan emosional. Duduk bersama di waktu dini hari, saling mengingatkan untuk bangun, serta berbagi makanan sederhana dapat menumbuhkan rasa kasih sayang dan kebersamaan. Keutamaan dan manfaat sahur ini sering kali menjadi kenangan spiritual yang membekas, terutama bagi anak-anak, sehingga menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak dini.
Dari sisi psikologis, sahur membantu membangun kesiapan mental dalam menjalani puasa. Orang yang bersahur cenderung lebih tenang, optimis, dan siap menghadapi aktivitas harian. Hal ini karena sahur bukan hanya sekedar mengisi perut, namun juga menumbuhkan niat dan kesadaran bahwa puasa adalah ibadah yang dijalani dengan penuh persiapan.
Keutamaan dan Manfaat Sahur dalam Menjaga Konsistensi Puasa
Keutamaan dan manfaat sahur juga berperan penting dalam menjaga konsistensi ibadah puasa sepanjang bulan Ramadhan. Sahur yang rutin membantu seseorang menghindari rasa lemas berlebihan yang bisa memicu keluhan, emosi tidak stabil, atau bahkan meninggalkan puasa tanpa alasan syar'i.
Sahur yang dilakukan secara konsisten menjadi salah satu bentuk istiqamah dalam menjalankan sunnah Nabi ?. Keutamaan dan manfaat sahur pun semakin terasa ketika dilakukan dengan niat ibadah dan disertai doa sebelum imsak.
Keutamaan dan Manfaat Sahur sebagai Bentuk Ketaatan
Keutamaan dan manfaat sahur juga mencerminkan ketaatan seorang hamba kepada perintah dan anjuran Rasulullah ?. Meskipun sahur hukumnya sunnah, namun tetap menunjukkan kecintaannya pada sunnah dan kepatuhan terhadap ajaran Islam.
Bahkan, sahur yang sederhana—meski hanya seteguk air—tetap bernilai ibadah. Rasulullah ? bersabda:
“Sahur itu makanannya penuh berkah, maka janganlah kalian meninggalkannya walaupun hanya dengan seteguk air.” (HR.Ahmad)
Hadits ini menegaskan bahwa keutamaan dan manfaat sahur tidak bergantung pada banyaknya makanan, melainkan pada niat dan pelaksanaannya.
Ramadan adalah bulan pelipatgandaan pahala. Selain menjaga puasa dan sahur, mari hidupkan kepedulian sosial dengan berbagi rezeki kepada sesama. Infaq yang kita keluarkan dapat menjadi penolong bagi fakir miskin, anak yatim, dan mereka yang membutuhkan.
???? Salurkan infaq terbaik Anda melalui BAZNAS Kota SukabumiKarena puasa yang sempurna bukan hanya menahan lapar, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi orang lain.
untuk melihat artikel lainnya klik link di bawah ini :
Keutamaan dan Manfaat Makan Sahur
https://baznaskotasukabumi.com/keutamaan-sahur/
23/02/2026 | BAZNAS
Mimpi basah saat puasa, jangan sampai salah Fatal: 7 Fakta Penting yang Wajib Diketahui Agar Ibadah Tetap Sah
Mimpi Basah Saat Puasa dalam Pandangan Islam
Mimpi basah saat puasa sering menimbulkan pertanyaan: apakah kondisi ini membatalkan puasa? Dalam fiqih Islam, mimpi basah dikenal dengan istilah ihtilam , yaitu keluarnya mani ketika seseorang sedang tidur tanpa disengaja.
Para ulama sepakat bahwa mimpi basah saat puasa tidak membatalkan puasa , karena terjadi di luar kemauan dan kesadaran seseorang. Dalam ajaran Islam, sesuatu yang terjadi tanpa unsur kesengajaan tidak dihukumi dosa.
Hal ini sejalan dengan hadits Nabi Muhammad ?:
“Diangkat pena (tidak dicatat dosa) dari tiga golongan: orang yang tidur sampai ia bangun, anak kecil sampai ia baligh, dan orang gila sampai ia sadar.” (HR.Abu Dawud dan Tirmidzi)
Hadits ini menegaskan bahwa orang yang tidur tidak dibebani tanggung jawab atas apa yang terjadi saat ia tidak sadar.
Apakah Mimpi Basah Saat Puasa Membatalkan?
Jawabannya: Tidak membatalkan puasa.
Karena salah satu syarat batalnya puasa adalah adanya tidak sengaja . Sementara mimpi basah terjadi ketika seseorang tidak memiliki kendali atas tubuhnya.
Sama halnya jika seseorang dengan sengaja:
Berkhayal hingga keluar mani
Lakukan onani (istimna)
Atau aktivitas lain yang disengaja hingga menyebabkan ejakulasi
Maka dalam kondisi tersebut, terjadilah pertempuran menurut sebagian besar ulama.
Penjelasan Ulama tentang Mimpi Basah Saat Puasa
Para ulama dari empat mazhab besar:
Mazhab Hanafi
Mazhab Maliki
Mazhab Syafi'i
Mazhab Hanbali
Sepakat bahwa mimpi basah tidak membatalkan puasa , karena tidak ada unsur ikhtiar (kesengajaan).
Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu' menjelaskan bahwa keluarnya mani karena mimpi tidak mempengaruhi keabsahan puasa, tetapi orang tersebut wajib mandi junub sebelum melaksanakan shalat.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Mimpi Basah Saat Puasa?
Jika seseorang mengalami mimpi basah saat puasa, berikut langkah yang harus dilakukan:
1. Segera Mandi Wajib (Mandi Junub)
Mandi junub bertujuan menghilangkan hadas besar agar bisa melaksanakan shalat.
Namun penting untuk diketahui:
Jika mimpi basah terjadi sebelum Subuh dan belum sempat mandi hingga masuk waktu Subuh, puasa tetap sah.
Mandi bisa dilakukan setelah bangun tidur, meski sudah masuk waktu imsak atau Subuh.
Hal ini berdasarkan riwayat bahwa Nabi Muhammad ? pernah memasuki waktu Subuh dalam keadaan junub, lalu beliau mandi dan tetap berpuasa.
2. Tetap Melanjutkan Puasa Seperti Biasa
Tidak perlu mengganti puasa (qadha). Tidak perlu membayar kafarat. Tidak ada dosa.
Cukup mandi wajib dan lanjutkan ibadah seperti biasa.
Perbedaan Mimpi Basah dan Keluar Mani Karena Sengaja
Agar tidak salah paham, berikut perbedaannya:
KondisiHukum Puasa
Mimpi basah saat tidur
Tidak batal
Keluar mani karena onani
Batal
Keluarnya manis karena berciuman intens
Batal
Keluar mani tanpa sengaja (tanpa rangsangan)
Tidak batal
Inilah yang sering menjadi sumber kegelisahan. Banyak orang mengira semua keluarannya mani membatalkan puasa, padahal dalam fiqih, unsur niat dan kesengajaan sangat menentukan.
Apakah Berdosa Jika Mimpi Basah Saat Puasa Ramadhan?
Tidak berdosa.
Karena:
Terjadi di luar kesadaran
Tidak ada niat maksiat
Tidak ada unsur kesengajaan
Islam adalah agama yang memudahkan, bukan menyulitkan. Allah SWT tidak menggantungkan hamba-Nya di luar kemampuan.
Kenapa Banyak Orang Salah Paham?
Ada beberapa penyebab:
Kurangnya pemahaman fiqih puasa
Informasi yang tidak lengkap
Menganggap semua hal berhubungan dengan syahwat pasti membatalkan puasa
Padahal para ulama sudah menjelaskan batasannya dengan sangat rinci.
Cara Mengurangi Risiko Mimpi Basah Saat Puasa
Meski tidak membatalkan puasa, beberapa orang tetap ingin menghindarinya. Berikut beberapa tipsnya:
Menjaga pandangan dari hal yang membangkitkan syahwat
Menghindari tontonan atau bacaan yang merangsang
Tidak berlebihan dalam makan sebelum tidur
Perbanyak dzikir dan ibadah sebelum tidur
Namun perlu diingat, jika tetap terjadi, itu bukan dosa dan tidak membatalkan puasa.
Dalil Hadits tentang Mimpi Basah Saat Puasa
Penjelasan mengenai mimpi basah telah disebutkan dalam hadits sahih. Dalam riwayat Sahih Bukhari , Rasulullah ? bersabda bahwa pena pencatat amal diangkat dari tiga golongan, salah satunya orang yang tidur sampai ia bangun. Ini menunjukkan bahwa seseorang tidak dibebani dosa atas sesuatu yang terjadi saat tidur, termasuk mimpi basah saat puasa.
Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Sahih Muslim , disebutkan bahwa jika seseorang melihat air (mani) setelah bangun tidur, maka ia wajib mandi. Namun tidak ada keterangan bahwa puasanya batal. Artinya, mimpi basah saat puasa tidak membatalkan puasa, tetapi mewajibkan mandi janabah sebelum melaksanakan shalat.
Penjelasan ini juga dijelaskan oleh para ulama, termasuk Ibnu Taimiyah , yang menyatakan bahwa keluarnya mani karena mimpi tidak membatalkan puasa karena terjadi tanpa unsur kesengajaan.
7 Fakta Penting tentang Mimpi Basah Saat Puasa
1. Mimpi Basah Saat Puasa Tidak Membatalkan Puasa
Ini adalah fakta yang paling penting. Mimpi basah saat puasa tidak membatalkan ibadah karena tidak disengaja. Puasa batal jika terjadi hubungan suami istri atau keluarnya mani secara sadar dan sengaja.
2. Tidak Termasuk Dosa
Karena terjadi saat tidur, mimpi basah saat puasa bukanlah perbuatan dosa. Islam tidak menempatkan hamba atas sesuatu yang berada di luar kesadarannya.
3. Tetap Wajib Mandi Janabah
Jika setelah bangun ditemukan mani, maka wajib mandi janabah. Namun mandi ini tidak ada kaitannya dengan sah atau tidaknya puasa, melainkan sebagai syarat sah shalat.
4. Bisa Terjadi di Siang Hari Ramadhan
Sebagian besar orang mengalami mimpi basah saat puasa di siang hari Ramadhan. Hal ini tetap tidak membatalkan puasa. Ia hanya perlu mandi dan melanjutkan puasanya seperti biasa.
5. Tidak Perlu Mengganti Puasa
Karena tidak membatalkan, maka tidak ada kewajiban qadha (mengganti puasa) akibat mimpi basah saat puasa.
6. Termasuk Tanda Baligh
Bagi remaja laki-laki, mimpi basah saat puasa bisa menjadi tanda baligh. Jika itu adalah pengalaman pertama, maka sejak saat itu ia telah terkena kewajiban syariat.
7. Islam Adalah Agama yang Realistis
Pembahasan mimpi basah saat puasa menunjukkan bahwa Islam memahami fitrah manusia. Aturan yang ditetapkan sangat logis dan penuh kemudahan.
Mengapa Banyak Orang Masih Ragu?
Keraguan tentang mimpi basah saat puasa biasanya muncul karena kurangnya pemahaman fiqih. Ada anggapan bahwa segala bentuk keluarannya mani membatalkan puasa, padahal yang membatalkan adalah jika dilakukan dengan sengaja.
Dalam kaidah fiqih disebutkan bahwa sesuatu yang terjadi tanpa kesengajaan tidak membatalkan ibadah. Prinsip ini menjadi dasar yang kuat dalam memahami hukum mimpi basah saat puasa.
Sikap yang Benar Jika Mengalami Mimpi Basah Saat Puasa
Pertama, tetap tenang dan jangan panik.
Kedua, segera mandi janabah jika memang keluar mani.
Ketiga, lanjutkan puasa hingga maghrib tanpa rasa khawatir.
Dengan memahami hukum mimpi basah saat puasa, seorang muslim bisa beribadah dengan tenang dan penuh keyakinan.
Ilustrasi Edukasi Fiqih
Gambar di atas menggambarkan edukasi fiqih tentang mimpi basah saat puasa yang penting dipahami oleh remaja dan orang dewasa agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam beribadah.
Hikmah di Balik Mimpi Basah Saat Puasa
Secara biologi, mimpi basah adalah proses alami tubuh. Dalam perspektif syariat, hal ini menjadi bukti bahwa Islam selaras dengan fitrah manusia.
Allah tidak membebani hamba-Nya dengan sesuatu yang di luar kemampuannya. Oleh karena itu, mimpi basah saat puasa tidak dijadikan alasan batalnya ibadah.
Pemahaman ini penting agar umat Islam tidak terjebak dalam was-was yang berlebihan.
Penutup: Ibadah Tenang, Hati Lapang
Mimpi basah saat puasa bukanlah musik, bukan juga pembatal ibadah. Ia adalah fenomena alami yang memiliki ketentuan hukum yang jelas. Dengan memahami dalil dari Sahih Bukhari dan Sahih Muslim , kita mengetahui bahwa Islam memberikan kemudahan dan tidak mempengaruhi.
Selain menjaga ibadah puasa, kita juga dianjurkan untuk menyempurnakannya dengan amal sosial seperti sedekah dan infaq. Jika memiliki kewajiban kafarat atau ingin menunaikan infaq sebagai bentuk penyucian harta, Anda dapat menyampaikannya melalui BAZNAS Kota Sukabumi melalui tautan resmi berikut :
https://baznaskotasukabumi.com/campaign/bayar-Infaq
Dengan menunaikan infaq melalui lembaga terpercaya, kami tidak hanya membantu sesama, tetapi juga meningkatkan amal ibadah yang kami jalankan. Semoga Allah menerima puasa kita dan memberikan keberkahan dalam setiap amal yang dilakukan. Aamiin.
Untuk membaca artikel lainnya terkait ramadhan klik link di bawah ini :
Mimpi Basah Saat Puasa: Fakta Penting, Mitos, dan Penjelasan Ilmiah Lengkap
https://baznaskotasukabumi.com/hal-hal-yang-membatalkan-puasa-wajib/
23/02/2026 | BAZNAS
7 Adab-Adab Berpuasa yang Dahsyat dan Penuh Berkah Menurut Islam
Adab-Adab Berpuasa merupakan bagian penting dalam ibadah puasa yang sering kali luput dari perhatian. Padahal, puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, namun juga latihan spiritual untuk membentuk akhlak mulia. Dengan memahami adab-adab yang memuaskan, seorang muslim dapat meraih pahala yang sempurna serta keberkahan yang lebih luas dalam kehidupannya.
Islam mengajarkan bahwa kualitas ibadah tidak hanya ditentukan oleh sah atau tidaknya, tetapi juga oleh adab dan niat yang menyertainya. Oleh karena itu, memahami adab-adab berpuasa menjadi kunci agar puasa benar-benar bernilai di sisi Allah SWT.
1. Meluruskan Niat Puasa Karena Allah SWT
Adab-Adab Berpuasa yang paling utama adalah niat. Rasulullah ? bersabda:
“Sejujurnya setiap amal tergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Niat puasa harus ditujukan semata-mata karena Allah SWT, bukan karena kebiasaan, ikut-ikutan, atau alasan kesehatan semata. Niat yang ikhlas akan menjadikan puasa sebagai ibadah yang bernilai pahala besar.
2. Menjaga Lisan dari Perkataan Buruk
Menjaga lisan termasuk Adab-Adab Berpuasa yang sangat ditekankan. Rasulullah ? bersabda:
“Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan keji, maka Allah tidak mewajibkan ia meninggalkan makan dan minumnya.” (HR.Bukhari)
Puasa seharusnya membuat seseorang lebih berhati-hati dalam berbicara, menghindari ghibah, fitnah, dan ucapan sia-sia.
3. Menahan Emosi dan Amarah
Puasa adalah madrasah kesabaran. Dalam hadits disebutkan:
“Puasa itu perisai. Jika salah seorang di antara kalian berpuasa, maka jangan berkata kotor dan jangan berbuat bodoh.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Adab-Adab Berpuasa menuntut pengendalian diri, terutama saat emosi memuncak. Menahan amarah adalah tanda keberhasilan puasa secara ruhani.
4. Menjaga Pandangan dan Perbuatan
Tidak hanya lisan, tetapi mata dan anggota tubuh lainnya juga harus dijaga. Menahan pandangan dari hal yang haram termasuk Adab-Adab Berpuasa yang sering diabaikan. Puasa mengajarkan kesucian lahir dan batin agar ketakwaan benar-benar terwujud.
5. Menyegerakan Berbuka dan Mengakhirkan Sahur
Rasulullah ? bersabda:
“Umatku akan selalu berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur merupakan Adab-Adab Berpuasa yang mengandung keberkahan dan mengikuti sunnah Nabi ?.
6. Memperbanyak Ibadah dan Amal Kebaikan
Puasa bukan alasan untuk bermalas-malasan. Justru, Adab-Adab Berpuasa mendorong umat Islam memperbanyak membaca Al-Qur'an, bersedekah, berdzikir, dan membantu sesama. Ramadhan adalah momentum emas untuk meningkatkan kualitas ibadah dan kepedulian sosial.
7. Menjaga Keikhlasan Hingga Akhir Puasa
Adab-Adab Berpuasa yang terakhir namun sangat penting adalah menjaga keikhlasan hingga akhir. Allah SWT berfirman dalam hadits qudsi:
“Puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.” (HR.Bukhari)
Keikhlasan menjadikan puasa bernilai istimewa karena pahalanya langsung dari Allah SWT.
Dengan memahami dan mengamalkan Adab-Adab Berpuasa, seorang muslim tidak hanya memperoleh pahala, tetapi juga membentuk pribadi yang lebih sabar, jujur, dan bertakwa. Puasa yang dijalani dengan adab akan melahirkan dampak positif, baik secara spiritual maupun sosial.
Adab-Adab Berpuasa dalam Dimensi Sosial dan Kepedulian Umat
Selain berdampak pada kesalehan pribadi, Adab-Adab Berpuasa juga memiliki dimensi sosial yang sangat kuat. Puasa mendidik seorang muslim untuk merasakan lapar dan kesulitan yang dialami oleh saudara-saudaranya yang kurang mampu. Dari lahirnya empati, kepedulian, dan dorongan untuk berbagi. Rasulullah ? dikenal sebagai pribadi yang paling dermawan, dan kedermawanan beliau semakin meningkat di bulan Ramadhan (HR. Bukhari).
Memahami Adab-Adab Berpuasa berarti menjadikan puasa sebagai sarana memperbaiki hubungan antar sesama manusia. Sikap lembut, tolong-menolong, serta peka terhadap penderitaan orang lain merupakan buah dari puasa yang benar. Oleh karena itu, puasa yang beradab akan mendorong umat Islam untuk aktif dalam kegiatan sosial, seperti sedekah, infaq, dan zakat. Inilah wujud nyata bahwa puasa tidak hanya berdampak pada diri sendiri, tetapi juga membawa manfaat luas bagi masyarakat dan umat secara keseluruhan.
Sebagai bentuk kepedulian tersebut, mari salurkan infaq terbaik melalui BAZNAS Kota Sukabumi , agar keberkahan puasa kita semakin sempurna dan dirasakan oleh banyak orang.
Ayo Sempurnakan Puasa dengan Infaq dan Kepedulian Sosial
Salah satu bentuk pengamalan Adab-Adab Berpuasa adalah berbagi kepada sesama. Mari sempurnakan ibadah puasa dengan menunaikan infaq terbaik melalui BAZNAS Kota Sukabumi .
Infaq Anda akan membantu mustahik, memperkuat perekonomian umat, dan menghadirkan keberkahan yang berlipat ganda di bulan suci ini.
Tunaikan infaq sekarang, karena kebaikan kecil di bulan Ramadhan bernilai pahala besar di sisi Allah SWT.
untuk melihat artikel lainnuya klik link di bawah ini :
Adab Adab Berpuasa yang harus di perhatikan
https://baznaskotasukabumi.com/adab-adab-berpuasa/
23/02/2026 | BAZNAS
BAZNAS TV
Profil BAZNAS Kota Sukabumi
Penulis: BAZNAS
titipan Donasi para Donatur untuk anak pengidap Hydrosifalus
Penulis: BAZNAS


