WhatsApp Icon

Hati-Hati, Kesombongan Bisa Datang Tanpa Disadari

02/06/2026  |  Penulis: BAZNAS

Bagikan:URL telah tercopy
Hati-Hati, Kesombongan Bisa Datang Tanpa Disadari

Hati-Hati, Kesombongan Bisa Datang Tanpa Disadari

Kesombongan adalah penyakit hati yang sangat berbahaya.

Hati-hati, Kesombongan Bisa Datang Tanpa Disadari

BAZNAS Kota Sukabumi

Banyak orang mengira bahwa sombong hanya ditunjukkan oleh mereka yang memiliki harta berlimpah, jabatan tinggi, atau kekuasaan besar. Padahal, kesombongan bisa hadir dalam berbagai bentuk yang sangat halus sehingga sering kali tidak disadari oleh pemiliknya.

Seseorang bisa merasa lebih baik dari orang lain karena ilmu yang dimiliki, ibadah yang dilakukan, keturunan yang dibanggakan, bahkan karena penampilannya. Ketika hati mulai merasa lebih tinggi dan merendahkan orang lain, saat itulah bibit kesombongan mulai tumbuh.

Dalam Islam, kesombongan merupakan sifat yang sangat dibenci oleh Allah SWT. Bahkan, kesombongan menjadi penyebab terusirnya Iblis dari rahmat Allah. Ketika Allah memerintahkan para malaikat dan Iblis untuk sujud kepada Nabi Adam AS, Iblis menolak karena merasa dirinya lebih baik.

Allah SWT berfirman:

"Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, 'Sujudlah kamu kepada Adam,' maka mereka pun sujud kecuali Iblis. Ia enggan dan takabur, dan ia termasuk golongan orang-orang kafir." (QS. Al-Baqarah: 34)

Ayat ini menunjukkan bahwa kesombongan dapat menghalangi seseorang dari kebenaran. Iblis bukanlah makhluk yang tidak mengenal Allah. Ia beribadah dalam waktu yang sangat lama. Namun, kesombongan yang ada dalam dirinya membuat semua amal tersebut tidak bernilai.

Rasulullah SAW juga memberikan peringatan keras mengenai bahaya kesombongan. Dalam sebuah hadits beliau bersabda:

"Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi." (HR. Muslim)

Mendengar hadits tersebut, seorang sahabat bertanya tentang seseorang yang senang memakai pakaian bagus dan sandal yang bagus. Rasulullah SAW menjelaskan:

"Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Kesombongan adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia." (HR. Muslim)

Dari hadits ini kita memahami bahwa kesombongan bukanlah tentang memiliki sesuatu yang baik. Kesombongan adalah ketika seseorang menolak kebenaran karena ego dan merasa lebih mulia daripada orang lain.

Kesombongan sering muncul dalam kehidupan sehari-hari tanpa disadari. Misalnya, merasa paling benar saat berdiskusi dan tidak mau menerima nasihat. Ada pula yang memandang rendah orang yang ekonominya lebih rendah, pendidikannya lebih rendah, atau bahkan tingkat ibadahnya dianggap kurang.

Di era media sosial, kesombongan juga dapat muncul dalam bentuk yang lebih halus. Seseorang bisa merasa bangga secara berlebihan terhadap pencapaiannya, lalu tanpa sadar meremehkan orang lain yang belum mencapai hal yang sama. Padahal setiap nikmat yang kita miliki adalah karunia Allah semata.

Allah SWT berfirman:

"Dan janganlah engkau memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri." (QS. Luqman: 18)

Lalu bagaimana cara menghindari kesombongan?

Pertama, menyadari bahwa semua kelebihan yang kita miliki berasal dari Allah SWT. Harta, ilmu, jabatan, kesehatan, dan berbagai nikmat lainnya adalah titipan yang sewaktu-waktu dapat diambil kembali oleh-Nya.

Kedua, membiasakan diri untuk menerima nasihat. Orang yang rendah hati tidak merasa dirinya selalu benar. Ia bersedia mendengarkan pendapat orang lain dan menerima kebenaran meskipun datang dari orang yang lebih muda atau lebih rendah kedudukannya.

Ketiga, mengingat asal-usul dan akhir kehidupan manusia. Kita diciptakan dari tanah dan kelak akan kembali menjadi tanah. Kesadaran ini dapat melunakkan hati dan menghilangkan rasa tinggi diri.

Keempat, memperbanyak doa agar dijauhkan dari sifat sombong. Hati manusia mudah berbolak-balik, sehingga kita memerlukan pertolongan Allah agar senantiasa diberikan kerendahan hati.

Kerendahan hati merupakan salah satu ciri orang yang dicintai Allah.

Semakin tinggi ilmu dan kedudukan seseorang, seharusnya semakin rendah hati pula dirinya. Para nabi, sahabat, dan ulama salih justru dikenal karena tawadhu' mereka, bukan karena kesombongannya.

Mari senantiasa melakukan muhasabah diri. Jangan sampai kesombongan yang kecil dan tidak disadari tumbuh menjadi penyakit hati yang merusak amal ibadah kita. Semoga Allah SWT membersihkan hati kita dari sifat takabur, menjadikan kita pribadi yang rendah hati, serta senantiasa menerima kebenaran di mana pun ia berada. Aamiin.

Menjadi pribadi yang baik bukan berarti hidup tanpa masalah

tetapi tentang bagaimana hati tetap tenang, ikhlas, dan terus berusaha mendekat kepada Allah SWT. Kebaikan sekecil apa pun akan selalu memiliki nilai besar di sisi Allah, terlebih ketika dilakukan dengan tulus dan penuh kepedulian kepada sesama.

Mari jadikan hidup lebih bermakna dengan memperbanyak amal kebaikan, membantu mereka yang membutuhkan, dan menebarkan manfaat di tengah masyarakat. Salah satu langkah sederhana yang bisa dilakukan adalah dengan berbagi melalui program-program kebaikan bersama BAZNAS Kota Sukabumi.

Karena sejatinya, hati yang paling tenang adalah hati yang tidak hanya hidup untuk dirinya sendiri, tetapi juga mampu menghadirkan kebahagiaan bagi orang lain

Untuk Melihat Artikel Lainnya klik link dibawah ini

Bagikan:URL telah tercopy

Artikel Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Sukabumi.

Lihat Daftar Rekening →