Glow Up Sesungguhnya Dimulai dari Akhlak, Bukan Penampilan
04/08/2026 | Penulis: BAZNAS
Glow Up Sesungguhnya Dimulai dari Akhlak, Bukan Penampilan
Banyak orang berlomba melakukan glow up dari sisi penampilan. Namun dalam Islam, glow up yang sesungguhnya dimulai dari akhlak yang baik, hati yang bersih, serta kepedulian kepada sesama melalui zakat, infak, dan sedekah.
Istilah "glow up" semakin populer di kalangan anak muda. Di media sosial, kita sering melihat berbagai konten tentang perubahan penampilan yang dianggap lebih menarik, lebih percaya diri, lebih modis, atau lebih sesuai dengan tren masa kini.
Tidak sedikit orang yang rela mengeluarkan banyak biaya untuk perawatan wajah, membeli pakaian terbaru, berolahraga, hingga mengikuti berbagai tips kecantikan demi mendapatkan versi terbaik dari dirinya.
Tentu saja, merawat diri adalah hal yang baik. Islam juga mengajarkan kebersihan, kerapihan, dan menjaga penampilan. Namun ada satu pertanyaan yang jarang kita renungkan:
Jika wajah kita semakin menarik, apakah akhlak kita juga ikut membaik?
Karena sesungguhnya, glow up yang paling berharga bukan hanya terlihat di cermin, tetapi terlihat dalam cara kita berbicara, memperlakukan orang lain, menghormati orang tua, membantu sesama, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Boleh jadi seseorang terlihat biasa saja secara fisik, tetapi memiliki hati yang lembut dan akhlak yang mulia. Orang seperti inilah yang sebenarnya memiliki cahaya dalam dirinya.
Akhlak yang Baik Adalah Kecantikan yang Tidak Pernah Pudar
Penampilan fisik memiliki batas waktu.
Tren fashion akan berubah.
Gaya rambut akan berganti.
Wajah yang muda suatu saat akan menua.
Namun akhlak yang baik akan selalu dihargai sepanjang masa.
Orang mungkin tertarik karena penampilan, tetapi mereka akan bertahan karena akhlak.
Tidak sedikit orang yang dikenang bukan karena wajahnya, melainkan karena kebaikan hatinya.
Karena itu, jika kita ingin melakukan glow up yang sesungguhnya, mulailah dengan memperbaiki sikap, tutur kata, dan hubungan dengan sesama.
Rasulullah Diutus untuk Menyempurnakan Akhlak
Rasulullah bersabda:
Artinya:
"Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia."
(HR. Ahmad)
Hadis ini menunjukkan bahwa salah satu tujuan utama ajaran Islam adalah membentuk manusia yang berakhlak baik.
Maka, ukuran keberhasilan seorang Muslim tidak hanya dilihat dari penampilannya, tetapi dari bagaimana ia memperlakukan orang lain dan menjalani kehidupannya.
Hati yang Bersih Akan Memancarkan Cahaya yang Sesungguhnya
Di era media sosial, banyak orang fokus mempercantik tampilan luar. Namun Islam mengajarkan bahwa yang paling penting adalah kondisi hati.
Hati yang dipenuhi rasa syukur akan melahirkan ketenangan.
Hati yang dipenuhi kasih sayang akan melahirkan kepedulian.
Hati yang dipenuhi keimanan akan melahirkan akhlak yang baik.
Inilah glow up yang tidak bisa dibeli dengan uang.
Tidak bisa diperoleh hanya dengan filter kamera.
Dan tidak bisa diukur dengan jumlah pengikut di media sosial.
Allah Melihat Hati dan Amal Kita
Rasulullah bersabda:
Artinya:
"Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi Allah melihat hati dan amal kalian."
(HR. Muslim)
Hadis ini menjadi pengingat bahwa standar penilaian Allah berbeda dengan standar dunia.
Manusia mungkin menilai dari penampilan.
Tetapi Allah menilai dari hati dan amal perbuatan.
Salah Satu Bentuk Glow Up Akhlak Adalah Peduli kepada Sesama
Akhlak yang baik tidak berhenti pada senyum dan tutur kata yang lembut.
Akhlak juga tercermin dari kepedulian terhadap orang-orang yang membutuhkan.
Saat kita melihat saudara yang kesulitan lalu berusaha membantu, itulah akhlak.
Saat kita menyisihkan sebagian rezeki untuk anak yatim, dhuafa, dan masyarakat yang membutuhkan, itulah akhlak.
Saat kita tidak menutup mata terhadap penderitaan orang lain, itulah akhlak yang diajarkan Rasulullah ?.
Karena itu, zakat, infak, dan sedekah bukan hanya ibadah harta, tetapi juga cerminan kemuliaan hati.
Allah Menjanjikan Balasan bagi Orang yang Gemar Berbagi
Allah SWT berfirman:
Artinya:
"Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir. Pada setiap bulir terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui."
(QS. Al-Baqarah: 261)
Ayat ini menunjukkan bahwa kepedulian kepada sesama bukan hanya membawa manfaat bagi penerima, tetapi juga mendatangkan keberkahan yang luar biasa bagi pemberinya.
Glow Up yang Dicintai Allah
Banyak orang menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk memperbaiki penampilan.
Tidak ada yang salah dengan itu.
Namun jangan lupa untuk memperbaiki sesuatu yang jauh lebih penting, yaitu akhlak dan hati.
Perbaiki cara berbicara.
Perbaiki cara memperlakukan orang tua.
Perbaiki hubungan dengan tetangga.
Perbaiki kepedulian terhadap sesama.
Karena pada akhirnya, kecantikan fisik akan memudar, tetapi akhlak yang baik akan terus dikenang dan menjadi pemberat timbangan amal di akhirat.
Artikel Lainnya
Mengapa Ubudiyah Menjadi Inti Kehidupan Seorang Mukmin?
Mengenal Bentuk-Bentuk Ubudiyah dalam Islam yang Wajib Dipahami Setiap Muslim
Kenapa Hati Masih Gelisah Padahal Semua Terlihat Baik-Baik Saja?
Kenapa Banyak Orang Sukses Tetap Menjaga Salat Tahajud? Ternyata Ini Rahasianya
Mengapa Salat Menjadi Penentu Amal di Hari Kiamat?
Saat Dunia Terasa Berat, Jangan Lepaskan Pegangan pada Allah
Indahnya Memaafkan: Menjernihkan Hati dari Rasa Dengki
Ketika Dunia Tidak Sesuai Harapan, Iman Menjadi Penyelamat
Allah Mencintai Hamba yang Ringan Tangan Membantu Sesama
Dunia Boleh Dikejar, Tapi Jangan Sampai Iman Tertinggal
Jangan Asal Salat! Inilah Unsur-Unsur Penting yang Menentukan Sah atau Tidaknya Salat
Apa yang Hilang Saat Kita Menunda-Nunda Salat?
Jangan Bangga dengan Banyaknya Amal Sebelum Memahami Ubudiyah
Jangan Sampai Ibadahmu Hanya Menjadi Rutinitas: Saatnya Menghidupkan Kembali Makna Ibadah
Bukan Tanpa Alasan, Setiap Ujian Datang Membawa Pelajaran Iman

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Sukabumi.
Lihat Daftar Rekening →