WhatsApp Icon

Kesalahan Kecil dalam Ibadah yang Sering Dianggap Sepele

22/07/2026  |  Penulis: BAZNAS

Bagikan:URL telah tercopy
Kesalahan Kecil dalam Ibadah yang Sering Dianggap Sepele

Kesalahan Kecil dalam Ibadah yang Sering Dianggap Sepele

Ibadah merupakan bentuk penghambaan seorang Muslim kepada Allah SWT. Setiap amalan yang dilakukan dengan ikhlas dan sesuai tuntunan Rasulullah SAW akan menjadi sebab datangnya pahala dan keridaan Allah. Namun, tanpa disadari, ada beberapa kesalahan kecil dalam beribadah yang sering dianggap sepele. Meskipun terlihat sederhana, jika terus dilakukan, kesalahan tersebut dapat mengurangi kesempurnaan ibadah, bahkan berpotensi menghilangkan pahala apabila dilakukan dengan sengaja.

Allah SWT berfirman:

"Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus..."

(QS. Al-Bayyinah: 5)

Ayat ini mengingatkan bahwa ibadah bukan hanya tentang melakukan suatu amalan, tetapi juga tentang keikhlasan dan kesesuaian dengan syariat.

Mengapa Kesalahan Kecil dalam Ibadah Perlu Dihindari?

Kesalahan Kecil dalam Ibadah yang sering dianggap sepele

Banyak orang menganggap bahwa selama mereka sudah salat, berpuasa, atau bersedekah, maka ibadahnya pasti diterima. Padahal, diterima atau tidaknya ibadah bergantung pada dua syarat utama, yaitu ikhlas karena Allah dan mengikuti tuntunan Rasulullah ?.

Rasulullah bersabda:

"Barang siapa mengada-adakan dalam urusan (agama) kami ini sesuatu yang bukan darinya, maka amalan tersebut tertolak."

(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menjadi pengingat agar setiap ibadah dilakukan sesuai ajaran Islam, bukan sekadar berdasarkan kebiasaan atau anggapan pribadi.

Kesalahan Kecil dalam Ibadah yang Sering Dianggap Sepele

1. Tidak Menghadirkan Kekhusyukan dalam Salat

Salat memang sah apabila rukun dan syaratnya terpenuhi. Namun, banyak orang melaksanakan salat dengan pikiran yang melayang ke mana-mana. Akibatnya, salat hanya menjadi rutinitas tanpa menghadirkan kedekatan kepada Allah.

Cara Menghindarinya

  • Memahami bacaan salat.
  • Menjauhkan gangguan seperti ponsel.
  • Mengingat bahwa kita sedang berdiri di hadapan Allah SWT.

2. Menunda Waktu Salat Tanpa Alasan

Sebagian orang terbiasa menunda salat hingga mendekati habis waktu, padahal tidak ada uzur syar'i. Kebiasaan ini sering dianggap biasa, padahal Allah mencintai hamba yang bersegera dalam kebaikan.

Cara Menghindarinya

  • Segera salat ketika azan berkumandang.
  • Susun aktivitas agar tidak mengganggu waktu salat.
  • Gunakan pengingat waktu salat.

3. Beribadah karena Ingin Dipuji

Riya merupakan penyakit hati yang sangat berbahaya. Terkadang seseorang memperindah ibadahnya karena ingin mendapatkan pujian manusia.

Rasulullah bersabda:

"Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas kalian adalah syirik kecil, yaitu riya."

(HR. Ahmad)

Cara Menghindarinya

  • Selalu memperbarui niat.
  • Memperbanyak ibadah secara sembunyi-sembunyi.
  • Mengingat bahwa hanya Allah yang berhak memberi balasan.

4. Terburu-buru dalam Salat

Masih banyak orang yang rukuk dan sujud terlalu cepat sehingga tidak memberikan waktu tuma'ninah.

Padahal Rasulullah pernah memerintahkan seseorang mengulangi salatnya karena belum melakukannya dengan benar.

Cara Menghindarinya

  • Tenang saat rukuk dan sujud.
  • Tidak mengejar kecepatan.
  • Menghayati setiap gerakan salat.

5. Mengabaikan Doa Setelah Ibadah

Selesai salat atau membaca Al-Qur'an, sebagian orang langsung beranjak tanpa berzikir atau berdoa.

Padahal doa setelah ibadah termasuk waktu yang sangat baik untuk memohon kepada Allah SWT.

Cara Menghindarinya

Biasakan membaca zikir pagi-petang, istigfar, tasbih, tahmid, takbir, dan doa sesuai tuntunan Rasulullah ?.

Cara Menjaga Kualitas Ibadah

Menjaga kualitas ibadah tidak hanya dilakukan saat berada di masjid, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Belajar Ilmu Agama

Semakin memahami ilmu fikih dan tuntunan Rasulullah SAW, semakin kecil kemungkinan melakukan kesalahan dalam ibadah.

Muhasabah Setelah Beribadah

Biasakan mengevaluasi diri setelah selesai beribadah. Tanyakan kepada diri sendiri:

  • Apakah ibadah tadi dilakukan dengan ikhlas?
  • Apakah sudah sesuai sunnah?
  • Apakah masih ada hal yang bisa diperbaiki?

Memohon Agar Ibadah Diterima

Para sahabat dan ulama terdahulu sangat khawatir apabila amal mereka tidak diterima.

Allah SWT berfirman:

"...Sesungguhnya Allah hanya menerima (amal) dari orang-orang yang bertakwa."

(QS. Al-Ma'idah: 27)

Karena itu, jangan hanya fokus pada banyaknya amal, tetapi juga pada kualitasnya.

Kesalahan kecil dalam ibadah sering kali tidak disadari karena sudah menjadi kebiasaan. Padahal, ibadah yang diterima bukan hanya yang banyak, melainkan yang dilakukan dengan ikhlas dan sesuai tuntunan Rasulullah ?.

Mulailah memperbaiki hal-hal kecil, seperti menjaga kekhusyukan salat, tidak menunda waktu salat, menghindari riya, melaksanakan setiap gerakan dengan tuma'ninah, dan memperbanyak doa setelah ibadah. Langkah-langkah sederhana ini dapat menjadi sebab semakin sempurnanya amal yang kita persembahkan kepada Allah SWT.

Semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita untuk memperbaiki ibadah, menerima setiap amal saleh yang kita lakukan, serta menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang istiqamah hingga akhir hayat.

Bagikan:URL telah tercopy

Artikel Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Sukabumi.

Lihat Daftar Rekening →