Cara Jaga Lisan dari Ghibah di Era Digital: Bijak Bermedia Sosial, Selamat Dunia Akhirat
31/07/2026 | Penulis: BAZNAS
Baznas Kota Sukabumi
Cara Jaga Lisan dari Ghibah di Era Digital: Bijak Bermedia Sosial, Selamat Dunia Akhirat
Di era digital seperti sekarang, menjaga lisan tidak lagi hanya tentang apa yang kita ucapkan secara langsung. Jari-jari yang mengetik komentar, membagikan unggahan, atau meneruskan pesan di grup media sosial juga termasuk bagian dari lisan yang akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT.
Tanpa disadari, banyak orang terjerumus dalam ghibah melalui media digital. Mulai dari membicarakan aib seseorang di grup WhatsApp, memberikan komentar negatif di media sosial, hingga menyebarkan informasi yang belum tentu benar. Oleh karena itu, umat Islam perlu lebih berhati-hati agar tidak terjebak dalam dosa yang dapat mengurangi pahala dan merusak hubungan sesama manusia.

Apa Itu Ghibah?
Ghibah adalah membicarakan keburukan atau aib seseorang di belakangnya, meskipun apa yang dibicarakan tersebut benar adanya.
Rasulullah ? bersabda:
Para sahabat bertanya, "Apakah ghibah itu?" Rasulullah ? bersabda, "Engkau menyebut tentang saudaramu sesuatu yang tidak ia sukai."
(HR. Muslim)
Hadits ini menunjukkan bahwa ghibah bukan hanya fitnah atau kebohongan. Bahkan ketika informasi yang disampaikan benar sekalipun, jika orang tersebut tidak menyukainya untuk dibicarakan, maka termasuk ghibah.
Bahaya Ghibah Menurut Al-Qur'an
Islam memberikan peringatan keras terhadap perilaku ghibah.
Allah SWT berfirman:
"Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang."
(QS. Al-Hujurat: 12)
Perumpamaan memakan bangkai saudara sendiri menunjukkan betapa buruk dan hinanya perbuatan ghibah di sisi Allah SWT.
Mengapa Ghibah Semakin Mudah Terjadi di Era Digital?
Media Sosial Membuat Informasi Menyebar Cepat
Satu komentar negatif dapat dibaca ribuan orang dalam hitungan menit. Satu unggahan yang berisi aib seseorang dapat tersebar luas tanpa bisa ditarik kembali.
Grup Percakapan Sering Menjadi Tempat Ghibah
Tidak sedikit percakapan di grup media sosial berubah menjadi ajang membicarakan keburukan orang lain. Padahal setiap pesan yang dikirim akan menjadi catatan amal yang kelak dipertanggungjawabkan.
Anonimitas Membuat Orang Merasa Aman
Sebagian orang merasa bebas berkomentar kasar atau membicarakan orang lain karena menggunakan akun anonim. Namun, tidak ada satu pun perbuatan yang luput dari pengawasan Allah SWT.
Cara Menjaga Lisan dari Ghibah di Era Digital
Berpikir Sebelum Mengetik
Sebelum mengirim pesan atau komentar, tanyakan pada diri sendiri:
- Apakah informasi ini benar?
- Apakah bermanfaat?
- Apakah akan menyakiti orang lain?
- Apakah Allah ridha dengan apa yang saya tulis?
Jika ragu, lebih baik diam.
Hindari Menyebarkan Aib Orang Lain
Tidak semua hal yang kita ketahui harus dibagikan. Menutupi aib sesama Muslim adalah salah satu akhlak mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam.
Isi Media Sosial dengan Kebaikan
Gunakan media sosial untuk menyebarkan ilmu, inspirasi, motivasi, dan ajakan berbuat baik. Dengan demikian, jejak digital kita menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya.
Perbanyak Dzikir dan Muhasabah
Orang yang sering mengingat Allah akan lebih berhati-hati dalam berbicara maupun menulis. Luangkan waktu setiap hari untuk mengevaluasi apa saja yang telah kita unggah, komentari, dan bagikan.
Jadikan Jari-Jemari Sebagai Jalan Kebaikan
Di era digital, satu klik dapat menjadi sumber pahala atau sumber dosa. Ketika kita menyebarkan kebaikan, mengingatkan dalam kebenaran, dan membantu sesama, maka teknologi menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Sebaliknya, ketika media sosial digunakan untuk menyebarkan kebencian, fitnah, dan ghibah, maka ia dapat menjadi penyebab kerugian besar di akhirat.
Karena itu, mari jadikan setiap kata yang kita tulis sebagai bentuk ibadah dan sarana menebar manfaat bagi sesama.
Bersihkan Hati dengan Berbagi Bersama BAZNAS Kota Sukabumi
Salah satu cara melembutkan hati dan menjauhkan diri dari kebiasaan buruk seperti ghibah adalah memperbanyak amal saleh. Ketika hati sibuk membantu sesama, kita akan lebih sedikit membicarakan kekurangan orang lain.
Hari ini masih banyak saudara kita yang membutuhkan bantuan untuk pendidikan, kesehatan, kebutuhan pangan, kemanusiaan, serta pemberdayaan ekonomi. Mereka menunggu uluran tangan dari orang-orang baik seperti Anda.
Yuk, salurkan zakat, infak, dan sedekah terbaik Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi, karena setiap kebaikan yang diniatkan karena Allah akan menjadi bekal terbaik untuk kehidupan dunia dan akhirat.
Tunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah sekarang melalui:
???? https://kotasukabumi.baznas.go.id/bayarzakat
Semoga Allah SWT membimbing kita untuk selalu memperbaiki ibadah, menambah ilmu, mengikuti sunnah Rasulullah ?, dan menjadikan setiap amal yang kita lakukan sebagai bekal terbaik menuju ridha-Nya. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.
untuk melihat artikel lainnya KLIK DISINI
Berita Lainnya
Mengapa Banyak Orang Memilih Menyalurkan Zakat Melalui BAZNAS?
Kunjungan studi implementasi kebijakan pencapaian Indeks zakat nasional ke kota sukabumi
Kenapa Allah Mengambil Sesuatu yang Sangat Kamu Inginkan?
Ke Mana Uang Zakat Disalurkan? Ini Kisah Nyata yang Jarang Diketahui
Mengapa Menahan Dendam Justru Menutup Pintu Rezeki?
BAZNAS Kota Sukabumi Salurkan Bantuan untuk Peringatan Hari Besar Islam (PHBI)
Seleksi Terbuka Pimpinan BAZNAS Kota Sukabumi 2026–2031 Resmi Dibuka !
Jangan Abaikan Khusyuk, Karena Inilah Ruh Salat
Saat Melihat Orang Lain Lebih Dulu Berhasil, Ingatlah Hal Ini
Keutamaan dan Tata Cara Shalat Sunnah Rawatib : Untuk Memperat Hubungan dengan Allah
Sinergi Pemkot dan BAZNAS, Ribuan Anak Yatim se-Kota Sukabumi Terima Santunan di Momen Muharram 1447 H
BAZNAS Beri Bantuan Biaya Hidup untuk Bapak Hermansyah, Ringankan Beban Warga Jayaraksa
BAZNAS Siapkan Dapur Umum untuk Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan
BAZNAS Kota Sukabumi Bantu Wujudkan Harapan Ibnu Sabil untuk Kembali ke Keluarga
BAZNAS Hadirkan Layanan Psikososial Anak bagi Penyintas Banjir Bandang di Kota Padang

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Sukabumi.
Lihat Daftar Rekening →