Keutamaan Puasa Syawal
18/09/2025 | Penulis: Yessi Ade Lia Putri
Puasa Syawal, pahala setahun penuh
Setelah 30 hari Ramadan dilalui, tibalah kita pada bulan syawal. Tapi apakah 30 hari yang sudah kita lalui berhasil membentuk kita menjadi pribadi yang lebih baik? Apakah amalan yang kita lakukan selama ramadan diterima oleh Allah swt ?
Bulan syawal bisa menjadi tolak ukur apakah amalan puasa ramadan diterima oleh Allah swt. Jika Allah menerima amalan seorang hamba, Dia akan menunjuki pada amalan saleh selanjutnya. Jika Allah menerima amalan puasa Ramadhan, maka Allah akan tunjuki untuk melakukan amalan saleh lainnya, di antaranya puasa enam hari di bulan Syawal
Memang apa saja keutamaan Puasa Syawal ?
1. Puasa Syawal akan menggenapkan ganjaran berpuasa setahun penuh
?”Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim, no. 1164).
2. Puasa Syawal seperti halnya shalat sunnah rawatib yang dapat menutup kekurangan dan menyempurnakan ibadah wajib
Yang dimaksudkan di sini bahwa puasa Syawal akan menyempurnakan kekurangan-kekurangan yang ada pada puasa wajib di bulan Ramadhan sebagaimana shalat sunnah rawatib yang menyempurnakan ibadah wajib. Amalan sunnah seperti puasa Syawal nantinya akan menyempurnakan puasa Ramadhan yang seringkali ada kekurangan di sana-sini.
3. Melakukan puasa Syawal merupakan tanda diterimanya amalan puasa Ramadhan
Ketika membicarakan faedah puasa Syawal, Ibnu Rajab rahimahullah berkata,
“Kembali lagi melakukan puasa setelah puasa Ramadhan, itu tanda diterimanya amalan puasa Ramadhan. Karena jika Allah menerima amalan seorang hamba, Allah akan memberi taufik untuk melakukan amalan saleh setelah itu. Sebagaimana dikatakan oleh sebagian ulama, ‘Balasan dari kebaikan adalah kebaikan selanjutnya.’ Oleh karena itu, siapa yang melakukan kebaikan lantas diikuti dengan kebaikan selanjutnya, maka itu tanda amalan kebaikan yang pertama diterima. Sedangkan yang melakukan kebaikan lantas setelahnya malah diikutkan dengan kejelekan, maka itu tanda tertolaknya kebaikan tersebut dan tanda tidak diterimanya.”
4. Melaksanakan puasa Syawal adalah sebagai bentuk syukur kepada Allah
Nikmat apakah yang disyukuri? Yaitu nikmat ampunan dosa yang begitu banyak di bulan Ramadhan. Bukankah kita telah ketahui bahwa melalui amalan puasa dan shalat malam selama sebulan penuh adalah sebab datangnya ampunan Allah, begitu pula dengan amalan menghidupkan malam lailatul qadr di akhir-akhir bulan Ramadhan?
Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan, “Tidak ada nikmat yang lebih besar dari anugerah pengampunan dosa dari Allah.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 388).
Berita Lainnya
Saat Melihat Orang Lain Lebih Dulu Berhasil, Ingatlah Hal Ini
Indahnya Berbagi Rezeki Lewat Sedekah Subuh: Membuka Pintu Keberkahan di Setiap Pagi
BAZNAS Hadirkan Layanan Psikososial Anak bagi Penyintas Banjir Bandang di Kota Padang
Kunjungan studi implementasi kebijakan pencapaian Indeks zakat nasional ke kota sukabumi
Mengapa Kita Lebih Sering Mengajarkan Orang untuk Menerima daripada Memberi?
Pimpinan BAZNAS Kota Sukabumi Periode 2026–2031 Resmi Dilantik, Siap Perkuat Pengelolaan Zakat
Yang Tidak Bisa Bersuara Sering Menjadi yang Pertama Dikorbankan
Ke Mana Uang Zakat Disalurkan? Ini Kisah Nyata yang Jarang Diketahui
Seleksi Terbuka Pimpinan BAZNAS Kota Sukabumi 2026–2031 Resmi Dibuka !
Keutamaan Berbuat Baik kepada Orang Tua
Zakat, Infak, dan Sedekah Bukan Sekadar Memberi: Apa yang Sebenarnya Sedang Kita Tunaikan?
Salat Dhuha yang Benar Bukan Sekadar 2 Rakaat, Ini Panduan Lengkapnya
BAZNAS Siapkan Dapur Umum untuk Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan
Jangan Abaikan Khusyuk, Karena Inilah Ruh Salat
Mengapa Banyak Orang Memilih Menyalurkan Zakat Melalui BAZNAS?

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Sukabumi.
Lihat Daftar Rekening →