Bangun rumah, bangun harapan

Dari Dinding Rapuh ke Harapan Baru: Dampak Program Bantuan Rumah Tidak Layak Huni

27/11/2025 | indri irmayanti

Program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) BAZNAS Kota Sukabumi merupakan bentuk kepedulian nyata bagi keluarga miskin yang tinggal di hunian tidak layak. Program ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi upaya memulihkan martabat manusia dan memberikan harapan baru.

Rumah adalah tempat aman untuk kembali, membina keluarga, dan melindungi dari cuaca. Namun, ribuan keluarga di Sukabumi masih tinggal di rumah rapuh—atap bocor, dinding berlubang, ventilasi buruk, dan sanitasi yang tidak layak. RLHB hadir untuk memperbaiki kondisi ini, sekaligus memberi dorongan psikologis dan sosial bagi penerimanya.

Mengapa Rumah Layak Penting?

Kesehatan: Rumah yang lembap dan tidak berventilasi menjadi sumber penyakit. Anak-anak yang tidur di lantai tanah rawan diare, infeksi kulit, atau batuk. Dinding berjamur memicu asma, dan atap bocor meningkatkan kelembapan. Renovasi RLHB menurunkan risiko penyakit, mengurangi biaya pengobatan, dan meningkatkan kualitas hidup.

Psikologis: Banyak kepala keluarga merasa malu dan rendah diri karena kondisi rumah. Dengan RLHB, rasa malu berubah menjadi percaya diri. Anak-anak tidak lagi takut mengundang teman, dan orang tua berani memulai usaha dari rumah.

Sosial: Rumah layak meningkatkan integrasi sosial. Warga lebih percaya diri berinteraksi dengan tetangga, ikut kegiatan RT/RW, dan menghapus stigma “miskin.”

Dampak Nyata RLHB

  1. Kesehatan Keluarga: Ruangan yang berventilasi baik dan bersih membuat anak-anak tidur lebih nyenyak dan jarang sakit.
  2. Pendidikan: Anak memiliki ruang belajar stabil, lebih fokus, dan jarang absen sekolah.
  3. Kemandirian Ekonomi: Banyak penerima RLHB membuka usaha kecil atau jasa rumahan. Material lokal yang digunakan juga menggerakkan ekonomi desa.
  4. Solidaritas Sosial: Pembangunan rumah sering melibatkan gotong royong, memperkuat ikatan komunitas.

Kriteria Mustahik RLHB

  1. Fakir dan Miskin: Kepala keluarga berpenghasilan rendah atau tidak tetap.
  2. Kondisi Rumah Tidak Layak: Atap bocor, dinding lapuk, lantai retak, ventilasi buruk, atau tidak ada jamban.
  3. Kelompok Rentan: Lansia, perempuan kepala keluarga, anak berisiko kesehatan, penyandang disabilitas, yatim/piatu.
  4. Tidak Sedang Menerima Bantuan Lain: Belum pernah menerima program rumah lain.
  5. Komitmen Pemeliharaan: Bersedia merawat rumah dan tidak menjualnya.

Kisah di Balik Pintu Rumah

Seorang ibu di pesisir menceritakan bagaimana sebelum RLHB, rumah kayunya bocor saat hujan, anak-anak sering sakit, dan malamnya selalu memindahkan kasur agar tetap kering. Setelah renovasi, rumah aman, anak-anak sehat, dan ibu itu mulai membuka usaha sembako dari rumah.

Seorang lansia yang tinggal sendiri di rumah bambu reyot menangis ketika menerima RLHB. Bagi dia, bantuan ini bukan hanya material, tetapi bukti kepedulian masyarakat terhadap hidupnya. Rumah baru memberinya rasa aman dan martabat.

Kesimpulan

Program Rumah Layak Huni BAZNAS Kota Sukabumi bukan sekadar perbaikan fisik. Ia membangun kesehatan, rasa percaya diri, integrasi sosial, dan harapan masa depan. Rumah layak bukan hadiah, melainkan hak dasar manusia. Ketika satu rumah diperbaiki, masa depan satu keluarga turut dibangun.

Dari dinding rapuh, lahir harapan baru. Dari harapan itu, lahir kehidupan yang lebih bermartabat.

KOTA SUKABUMI

Copyright © 2025 BAZNAS

Kebijakan Privasi   |   Syarat & Ketentuan   |   FAQ  |   2.2.12