WhatsApp Icon

Ironi Zakat: Ketika 26 Juta Mustahik Masih Terjebak dalam Kemiskinan

28/08/2026  |  Penulis: BAZNAS

Bagikan:URL telah tercopy
Ironi Zakat: Ketika 26 Juta Mustahik Masih Terjebak dalam Kemiskinan

Ironi Zakat: Ketika 26 Juta Mustahik Masih Terjebak dalam Kemiskinan

Ironi Zakat: Ketika 26 Juta Mustahik Masih Terjebak dalam Kemiskinan

Ironi Zakat di Negeri dengan Potensi Besar

Ironi zakat kembali menjadi pertanyaan besar ketika potensi zakat Indonesia begitu besar, tetapi persoalan kemiskinan masih nyata di tengah masyarakat. BAZNAS memperkirakan potensi zakat nasional mencapai sekitar Rp327 triliun, sementara realisasi penghimpunannya masih jauh dari potensi tersebut.

Di sisi lain, data BPS menunjukkan jumlah penduduk miskin Indonesia pada September 2025 masih mencapai 23,36 juta orang, atau 8,25 persen dari penduduk Indonesia.

Angka tersebut memang tidak sama dengan jumlah mustahik karena mustahik mencakup kelompok penerima zakat sesuai ketentuan syariat. Namun, kondisi ini tetap menunjukkan bahwa masih ada jutaan masyarakat yang membutuhkan dukungan agar dapat keluar dari kesulitan ekonomi.

Lalu, mengapa ironi zakat ini masih terjadi?

Mengapa Potensi Zakat Belum Maksimal?

1. Kesadaran Membayar Zakat Belum Merata

Sebagian masyarakat sudah terbiasa menunaikan zakat fitrah, tetapi pemahaman mengenai zakat maal, zakat penghasilan, dan kewajiban zakat lainnya belum sepenuhnya merata.

Padahal, zakat bukan sekadar bentuk kedermawanan. Zakat merupakan kewajiban bagi Muslim yang telah memenuhi syarat. Ketika zakat ditunaikan, harta tidak hanya menjadi lebih bersih, tetapi juga memberikan manfaat bagi mereka yang membutuhkan.

2. Potensi Besar Belum Terhimpun Optimal

Potensi Rp327 triliun menunjukkan betapa besarnya kekuatan zakat sebagai instrumen ekonomi umat. Namun, BAZNAS mencatat realisasi penghimpunan masih jauh di bawah potensi tersebut.

Zakat Bisa Menjadi Kekuatan Pengentasan Kemiskinan

Jika penghimpunan meningkat dan dikelola secara amanah, profesional, serta tepat sasaran, zakat dapat menjadi salah satu instrumen untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sekaligus membangun kemandirian ekonomi.

3. Bantuan Harus Berlanjut hingga Pemberdayaan

Memberikan makanan kepada keluarga yang kelaparan sangat penting. Membantu biaya kesehatan juga merupakan bentuk kepedulian yang nyata.

Namun, persoalan kemiskinan tidak selalu selesai dengan bantuan sesaat.

Zakat juga perlu diarahkan pada pemberdayaan ekonomi, seperti modal usaha, pelatihan keterampilan, akses pasar, pendidikan, dan pendampingan. BAZNAS sendiri menempatkan pemberdayaan sebagai bagian penting agar mustahik dapat berkembang menjadi lebih mandiri.

Zakat dalam Pandangan Al-Qur'an

Allah SWT berfirman:

QS. At-Taubah Ayat 103

“Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketenteraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”

Ayat ini menunjukkan bahwa zakat memiliki dimensi spiritual sekaligus sosial. Zakat membersihkan harta orang yang menunaikannya dan menghadirkan manfaat bagi penerimanya.

Saatnya Mengubah Ironi Menjadi Harapan

Ironi Zakat Ketika 26 Juta Mustahik Masih Terjebak dalam Kemiskinan

Ironi zakat seharusnya tidak membuat kita kehilangan harapan. Justru, kondisi ini menjadi pengingat bahwa masih ada potensi besar yang dapat dioptimalkan.

Rasulullah ? bersabda:

“Barang siapa melapangkan satu kesulitan seorang mukmin di dunia, maka Allah akan melapangkan baginya satu kesulitan pada hari kiamat.”
(HR. Muslim)

Satu Zakat, Satu Harapan

Bayangkan ketika zakat yang kita tunaikan berubah menjadi makanan bagi keluarga yang kelaparan, biaya sekolah bagi anak dhuafa, pengobatan bagi masyarakat yang membutuhkan, atau modal bagi seseorang untuk memulai usaha.

Dari situlah zakat bukan hanya menjadi angka, tetapi menjadi jalan perubahan kehidupan.

Jangan Biarkan Kemiskinan Berlanjut

Membayar zakat melalui lembaga pengelola zakat yang resmi dan terpercaya dapat membantu memastikan dana dikelola secara terarah dan disalurkan melalui program yang sesuai kebutuhan mustahik.

Hari ini, mungkin zakat yang kita keluarkan terasa kecil dibandingkan besarnya persoalan kemiskinan. Tetapi bagi seseorang yang sedang kesulitan, zakat tersebut bisa menjadi awal dari sebuah perubahan besar.

Mari Tunaikan Zakat Hari Ini

Jangan biarkan ironi zakat berhenti sebagai sebuah berita atau angka statistik.

Tunaikan zakat Anda. Salurkan infak dan sedekah terbaik Anda. Jadilah bagian dari gerakan yang membantu mustahik bangkit, mandiri, dan memiliki masa depan yang lebih baik.

Karena ketika satu orang terbantu, satu keluarga bisa kembali berharap. Dan ketika semakin banyak orang peduli, semakin besar pula peluang untuk memutus rantai kemiskinan.

Bagikan:URL telah tercopy

Artikel Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Sukabumi.

Lihat Daftar Rekening →