WhatsApp Icon

Jangan Biarkan Kepedulian Berhenti di Rasa Iba

14/08/2026  |  Penulis: Baznas Kota Sukabumi

Bagikan:URL telah tercopy
Jangan Biarkan Kepedulian Berhenti di Rasa Iba

Jangan Biarkan Kepedulian Berhenti di Rasa Iba

Jangan Biarkan Kepedulian Berhenti di Rasa Iba

Ketika Rasa Iba Hanya Berhenti pada Perasaan

Di tengah kehidupan yang terus bergerak, kita sering kali berhadapan dengan berbagai cerita tentang sesama yang sedang mengalami kesulitan. Ada keluarga yang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, anak-anak yang membutuhkan pendidikan, lansia yang hidup seorang diri, hingga masyarakat yang membutuhkan bantuan untuk kembali bangkit secara ekonomi.

Tidak jarang, hati kita tergerak ketika melihat kondisi tersebut. Muncul rasa iba, sedih, bahkan keinginan untuk membantu. Namun, terkadang rasa tersebut hanya berhenti sebagai perasaan. Kita merasa prihatin, tetapi belum mengambil langkah untuk memberikan bantuan.

Padahal, kepedulian tidak seharusnya berhenti pada rasa iba. Kepedulian menjadi lebih bermakna ketika diwujudkan dalam tindakan nyata.

lebih bermakna ketika diwujudkan dalam tindakan nyata.

Islam Mengajarkan Kepedulian kepada Sesama

Dalam Islam, membantu orang yang membutuhkan bukan sekadar bentuk kebaikan sosial, tetapi juga bagian dari ajaran agama. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 261:

“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji.”

Ayat tersebut menggambarkan bahwa kebaikan yang diberikan di jalan Allah dapat memiliki dampak yang jauh lebih besar daripada apa yang kita bayangkan.

Berbagi juga tidak selalu berarti memberikan sesuatu dalam jumlah besar. Kemampuan setiap orang berbeda. Ada yang mampu menunaikan zakat, ada yang dapat berinfak secara rutin, dan ada pula yang memberikan sedekah sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

Yang terpenting adalah adanya kemauan untuk mengubah kepedulian menjadi aksi.

Sedikit dari Kita, Berarti bagi Mereka

Sering kali kita berpikir bahwa membantu harus dilakukan dengan jumlah yang besar. Pemikiran tersebut dapat membuat seseorang mengurungkan niat untuk berbagi karena merasa belum memiliki cukup kemampuan.

Padahal, kebaikan tidak selalu diukur dari besar kecilnya nominal, tetapi juga dari keikhlasan dan kebermanfaatannya.

Infak dan sedekah yang diberikan secara sukarela dapat menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat yang membutuhkan. Ketika dilakukan bersama-sama, kontribusi yang terlihat kecil dari satu orang dapat menjadi dukungan yang lebih besar bagi banyak penerima manfaat.

Di sinilah pentingnya membangun kebiasaan berbagi. Bukan hanya ketika kita melihat sebuah musibah atau merasa tersentuh oleh suatu cerita, tetapi menjadikan kepedulian sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Jangan Biarkan Kepedulian Berhenti di Rasa Iba

Dari Rasa Iba Menjadi Aksi Nyata

Merasakan kesedihan orang lain adalah awal dari empati. Namun, empati akan memiliki makna yang lebih besar ketika mendorong kita untuk melakukan sesuatu.

Ketika melihat seseorang membutuhkan bantuan, kita dapat bertanya kepada diri sendiri, “Apa yang bisa saya lakukan?”

Mungkin kita belum mampu menyelesaikan seluruh persoalan yang mereka hadapi. Namun, kita tetap dapat mengambil bagian sesuai dengan kemampuan. Salah satunya dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga yang memiliki amanah dalam menghimpun dan menyalurkan dana kepada masyarakat yang membutuhkan.

Melalui lembaga zakat, kepedulian masyarakat dapat disalurkan secara lebih terarah sehingga manfaatnya dapat menjangkau penerima yang membutuhkan.

Bersama BAZNAS Kota Sukabumi, Wujudkan Kepedulian

BAZNAS Kota Sukabumi hadir sebagai lembaga yang menghimpun dan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan. Melalui kontribusi masyarakat, dana yang terkumpul dapat menjadi bagian dari berbagai bentuk bantuan dan program kemanusiaan serta pemberdayaan.

Setiap orang memiliki kesempatan untuk mengambil bagian dalam kebaikan. Tidak perlu menunggu memiliki banyak harta untuk mulai berbagi. Tidak perlu menunggu sampai melihat penderitaan di depan mata untuk menunjukkan kepedulian.

Karena terkadang, sebuah kebaikan yang kita anggap sederhana dapat menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi orang lain.

Rasulullah SAW juga mengajarkan pentingnya kepedulian melalui sabdanya:

“Barang siapa melepaskan satu kesusahan seorang mukmin dari kesusahan-kesusahan dunia, niscaya Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan hari kiamat.”
(HR. Muslim)

Hadis tersebut mengingatkan kita bahwa membantu meringankan kesulitan orang lain merupakan perbuatan yang memiliki nilai besar di sisi Allah SWT.

Jangan Berhenti pada Rasa Iba

Pada akhirnya, kepedulian bukan hanya tentang apa yang kita rasakan, tetapi juga tentang apa yang kita lakukan setelahnya.

Jika hari ini hati kita tergerak ketika melihat saudara kita membutuhkan bantuan, jangan biarkan perasaan itu berlalu begitu saja. Jadikan rasa iba sebagai awal untuk menumbuhkan empati, dan jadikan empati sebagai alasan untuk mengambil tindakan.

Mari salurkan kebaikan melalui BAZNAS Kota Sukabumi.

Tunaikan zakat bagi yang telah memenuhi kewajibannya. Salurkan infak sesuai kemampuan. Dan jangan ragu memberikan sedekah, meskipun dengan jumlah yang sederhana.

Karena kebaikan tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Ia dapat dimulai dari satu langkah kecil, dari sebagian rezeki yang kita sisihkan, dan dari kepedulian yang kita wujudkan hari ini.

Jangan biarkan kepedulian berhenti di rasa iba. Mari ubah kepedulian menjadi aksi, dan bersama BAZNAS Kota Sukabumi, hadirkan lebih banyak harapan untuk mereka yang membutuhkan.

Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS Kota Sukabumi — satu kebaikan dari kita, menjadi harapan bagi sesama.

Bagikan:URL telah tercopy

Artikel Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Sukabumi.

Lihat Daftar Rekening →