Kenapa Kita Begitu Cepat Membantu Korban Bencana Jauh, Tapi Buta dengan Dhuafa di Lorong Sendiri?
14/08/2026 | Penulis: Baznas Kota Sukabumi
Kenapa Kita Begitu Cepat Membantu Korban Bencana Jauh, Tapi Buta dengan Dhuafa di Lorong Sendiri?
Kenapa Kita Begitu Cepat Membantu Korban Bencana Jauh, Tapi Buta dengan Dhuafa di Lorong Sendiri?
Ketika Empati Lebih Mudah Menjangkau yang Jauh
Ketika bencana terjadi di berbagai daerah, hati kita sering kali tergerak. Berita tentang rumah yang hancur, keluarga yang kehilangan tempat tinggal, atau anak-anak yang membutuhkan makanan dapat dengan cepat mengundang simpati. Tidak sedikit masyarakat yang kemudian menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu.
Kepedulian seperti ini tentu merupakan hal yang baik. Namun, pernahkah kita berhenti sejenak dan bertanya, "mengapa penderitaan yang jauh terkadang lebih mudah kita lihat dibandingkan kesulitan yang terjadi di sekitar kita sendiri?"
Di balik ramainya pemberitaan tentang bencana, mungkin ada seorang lansia di lingkungan kita yang hidup seorang diri. Ada keluarga yang diam-diam kesulitan membeli kebutuhan pokok. Ada pula tetangga yang setiap hari berjuang memenuhi kebutuhan keluarganya, tetapi tidak pernah menceritakan kesulitannya kepada siapa pun.
Mereka mungkin tidak muncul di layar televisi. Tidak menjadi viral di media sosial. Namun, kesulitan mereka tetap nyata.
Jangan Sampai Dhuafa di Sekitar Kita Terlupakan
Islam mengajarkan bahwa kepedulian kepada sesama tidak mengenal jarak. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 177:
“...dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir...”
Ayat tersebut menunjukkan bahwa membantu orang yang membutuhkan merupakan bagian dari kebajikan. Bahkan, kerabat dan orang-orang yang berada di sekitar kita termasuk pihak yang perlu mendapatkan perhatian.
Prinsip ini juga dapat menjadi pengingat dalam membangun kepedulian sosial. Ketika kita ingin berbagi, jangan hanya bertanya, “Di mana bencana terbesar sedang terjadi?” tetapi juga tanyakan, “Siapa yang membutuhkan bantuan di sekitar saya?”
Sebab, tidak semua kesulitan memiliki kamera yang merekamnya.
Kepedulian Dimulai dari Lingkungan Terdekat
Kota Sukabumi juga memiliki masyarakat yang membutuhkan perhatian. Ada fakir miskin, lansia, keluarga rentan, anak yatim, serta masyarakat yang menghadapi keterbatasan ekonomi dan membutuhkan dukungan untuk menjalani kehidupan yang lebih layak.
Mereka mungkin tinggal tidak jauh dari tempat kita bekerja, belajar, beribadah, atau menjalankan aktivitas sehari-hari.
Sering kali, kita tidak mengetahui kondisi mereka bukan karena tidak peduli, tetapi karena mereka tidak selalu mampu menyampaikan kesulitannya. Karena itu, kepedulian membutuhkan lebih dari sekadar rasa iba. Kita membutuhkan pihak yang mampu mengidentifikasi, menghimpun, dan menyalurkan bantuan kepada mereka secara tepat.
Di sinilah peran lembaga seperti BAZNAS Kota Sukabumi menjadi penting. Melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, kepedulian masyarakat dapat dihimpun dan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah Kota Sukabumi.
Dengan demikian, kebaikan yang kita berikan tidak hanya berhenti sebagai niat, tetapi dapat menjadi manfaat yang dirasakan secara nyata.
Yang Dekat Bukan Berarti Kurang Penting
Membantu korban bencana di luar daerah adalah bentuk kemanusiaan yang mulia. Namun, kepedulian kepada mereka tidak seharusnya membuat kita melupakan orang-orang yang membutuhkan di sekitar kita.
Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini mengingatkan bahwa hubungan dengan orang-orang terdekat juga memiliki nilai penting dalam ajaran Islam.
Mungkin kita tidak dapat membantu semua orang. Namun, kita dapat memulai dari mereka yang paling dekat dan paling mungkin kita jangkau.
Satu paket kebutuhan pokok. Satu bantuan untuk keluarga yang sedang kesulitan. Satu sedekah yang disalurkan melalui lembaga terpercaya. Semua dapat menjadi bentuk kepedulian yang berarti.
Mari Mulai dari Sukabumi
Kita tidak harus menunggu bencana besar untuk membantu sesama. Tidak harus menunggu sebuah kisah menjadi viral agar kita tergerak. Karena di sekitar kita, mungkin ada mereka yang sedang berjuang dalam diam.
Hari ini, mari perluas cara kita memandang kepedulian. Bantu mereka yang jauh ketika mereka membutuhkan, tetapi jangan lupa melihat ke kiri dan kanan—karena boleh jadi, ada seseorang di dekat kita yang juga sedang menunggu uluran tangan.
Mulai peduli dari yang terdekat.
Salurkan infak dan sedekah kemanusiaan Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi untuk membantu warga yang membutuhkan. Bagi yang telah memenuhi syarat, tunaikan pula zakat sebagai bentuk kewajiban sekaligus kepedulian kepada sesama.
Jangan biarkan penderitaan di sekitar kita menjadi tidak terlihat hanya karena tidak diberitakan.
Mari hadirkan kepedulian yang lebih dekat, lebih nyata, dan lebih bermakna.
BAZNAS Kota Sukabumi — dari kepedulian masyarakat, untuk membantu masyarakat.
Artikel Lainnya
Ketika Kepedulian Menjadi Cahaya bagi Sesama
Akhlak yang Baik, Kunci Datangnya Keberkahan
Zakat yang Berdampak: Menguatkan Sesama, Mewujudkan Kesejahteraan
Usia Bertambah, Sudahkah Iman Ikut Bertumbuh?
Jangan Biarkan Kepedulian Berhenti di Rasa Iba
Zakat Bukan Sekadar Kewajiban, tetapi Jalan untuk Memberi Harapan
Apakah Sedekah Online Itu Amanah? Jangan Asal Klik Sebelum Tahu Fakta Ini!
Kebaikan yang Mungkin Menjadi Penolong Kita di Akhirat
Menjaga Iman di Era yang Penuh Godaan
Mereka Ingin Sekolah, Tapi Apakah Kita Mau Peduli?
Dari Donasi Menjadi Solusi untuk Umat
Mengapa Allah Mencintai Orang yang Gemar Bersedekah?
Satu Kebaikan Bisa Menjadi Awal Perubahan Besar
Mengapa Ada Orang yang Hidupnya Selalu Tenang Meski Banyak Masalah?
Mengapa Membantu Sesama Menjadi Bagian dari Ibadah?

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Sukabumi.
Lihat Daftar Rekening →