Kajian Kafarat Puasa Ramadan: Hukum, Bentuk, dan Implementasinya
10/02/2026 | Penulis: BAZNAS
Kafarat puasa
Kajian Kafarat Puasa Ramadan: Hukum, Bentuk, dan Implementasinya
Kafarat di Bulan Puasa: Pengertian, Hukum, Jenis, dan Cara Menunaikannya
Bulan Ramadan merupakan bulan yang penuh keberkahan dan ampunan. Pada bulan inilah umat Islam diwajibkan menjalankan ibadah puasa sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Oleh karena itu, menjaga kesucian dan kehormatan puasa menjadi kewajiban setiap muslim. Namun, Islam juga memberikan ketentuan khusus bagi mereka yang melakukan pelanggaran berat dalam puasa Ramadan, yaitu melalui kewajiban kafarat.
Pengertian Kafarat Puasa

Kafarat di bulan puasa adalah denda atau tebusan yang wajib ditunaikan oleh seorang muslim karena melakukan pelanggaran berat yang membatalkan puasa Ramadan dengan sengaja. Kafarat bertujuan sebagai bentuk penebusan dosa sekaligus pendidikan spiritual agar umat Islam lebih menjaga kesucian ibadah puasa. Dengan adanya kafarat, seorang muslim diajarkan untuk bertanggung jawab atas kesalahan yang dilakukan dan bersungguh-sungguh dalam bertaubat kepada Allah SWT.
Dasar Hukum Kafarat di Bulan Ramadan
Kafarat puasa memiliki dasar hukum yang kuat dalam hadis Nabi Muhammad ?. Diriwayatkan bahwa seorang sahabat datang mengadu kepada Rasulullah ? karena telah melakukan hubungan suami istri di siang hari bulan Ramadan. Rasulullah ? kemudian menjelaskan kewajiban kafarat yang harus ditunaikan sebagai bentuk taubat dan tanggung jawab atas pelanggaran tersebut. Hadis ini menjadi rujukan utama para ulama dalam menetapkan hukum kafarat puasa Ramadan hingga saat ini.
Penyebab Wajib Kafarat Puasa
Seseorang diwajibkan membayar kafarat apabila dengan sengaja melakukan hubungan suami istri di siang hari bulan Ramadan. Mayoritas ulama sepakat bahwa pelanggaran ini mewajibkan kafarat besar (kafarat kubra). Sementara itu, pelanggaran lain seperti makan atau minum dengan sengaja tetap membatalkan puasa dan berdosa, namun hanya diwajibkan mengganti puasa (qadha) tanpa kafarat menurut pendapat jumhur ulama. Hal ini menunjukkan bahwa kafarat hanya dikenakan pada pelanggaran tertentu yang dianggap paling berat.
Jenis dan Urutan Kafarat Puasa
Kafarat puasa Ramadan wajib ditunaikan secara berurutan sesuai kemampuan pelakunya. Urutan tersebut tidak boleh dilompati tanpa alasan yang dibenarkan oleh syariat, yaitu:
-
Memerdekakan seorang budak, jika memungkinkan. Ketentuan ini berlaku pada masa ketika perbudakan masih ada.
-
Berpuasa selama dua bulan berturut-turut tanpa terputus. Jika puasa terputus tanpa alasan syar’i, maka harus mengulang dari awal.
-
Memberi makan enam puluh orang miskin, bagi yang tidak mampu menjalankan puasa dua bulan berturut-turut.
Urutan ini menunjukkan bahwa Islam memberikan keringanan sesuai kemampuan, namun tetap menekankan kesungguhan dalam menunaikan kafarat.
Hikmah dan Manfaat Kafarat Puasa
Penerapan kafarat puasa mengandung hikmah yang sangat besar. Dari sisi spiritual, kafarat melatih kejujuran, kedisiplinan, dan kesungguhan dalam bertaubat kepada Allah SWT. Dari sisi sosial, kafarat menumbuhkan rasa kepedulian terhadap fakir miskin dan memperkuat solidaritas antarumat Islam. Dengan demikian, kafarat tidak hanya menebus kesalahan pribadi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Perbedaan Kafarat dan Fidyah Puasa
Kafarat berbeda dengan fidyah. Kafarat dikenakan karena pelanggaran berat puasa Ramadan, sedangkan fidyah diberikan oleh orang yang tidak mampu berpuasa secara permanen, seperti lansia atau penderita penyakit kronis. Fidyah biasanya berupa pemberian makan kepada orang miskin sesuai jumlah hari puasa yang ditinggalkan. Memahami perbedaan ini penting agar umat Islam tidak keliru dalam menjalankan kewajiban syariat.
Cara Menunaikan Kafarat Melalui Lembaga Resmi
Agar penyaluran kafarat tepat sasaran dan sesuai syariat, umat Islam dianjurkan menunaikannya melalui lembaga amil zakat resmi. Di Kota Sukabumi, masyarakat dapat menyalurkan kafarat melalui BAZNAS Kota Sukabumi yang terpercaya dan amanah dalam mengelola dana umat. Melalui lembaga resmi, kafarat dapat disalurkan secara profesional kepada fakir miskin yang benar-benar berhak menerimanya.
Menunaikan kafarat melalui BAZNAS tidak hanya membantu menyempurnakan ibadah, tetapi juga mendukung program sosial dan pemberdayaan umat yang berkelanjutan.
Ayo Tunaikan Kafarat Puasa Anda Sekarang
Mari sempurnakan taubat dan ibadah Ramadan Anda dengan menunaikan kafarat puasa melalui BAZNAS Kota Sukabumi. Setiap kafarat yang Anda tunaikan akan disalurkan kepada fakir miskin yang berhak dan membutuhkan.
? Salurkan kafarat Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi dan jadikan Ramadan lebih berkah, penuh makna, dan bernilai ibadah.

Untuk membaca artikel lainnya klil link di bawah ini:
Mimpi Basah Saat Puasa: Fakta Penting, Mitos, dan Penjelasan Ilmiah Lengkap
Artikel Lainnya
Masih Bingung Tentang Kafarat Puasa? Ini Penjelasan Lengkap dan Solusinya
Menangis Bisa Membatalkan Puasa? : Mitos dan Fakta yang Perlu Diketahui
3 Ketentuan Kafarat Jima yang Wajib Dipahami di bulan Ramadhan
7 Rencana Dahsyat Berbagi dan Sedekah Nat Sejak Awal Ramadhan agar Natural Pahala Melejit
10 Hal yang Harus Disiapkan Sebelum Ramadhan dari Sekarang, agar lebih maksimal dan natural saat menjalankan ibadah di bulan puasa
Amalan dan Doa Menyambut Ramadhan Lengkap dan Berkah – Panduan Lengkap Ibadah Ramadhan

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
