Kenapa Banyak Orang Tidak Ingin Melewatkan Shalat Tahajud?
11/06/2026 | Penulis: BAZNAS
Kenapa Banyak Orang Tidak Ingin Melewatkan Shalat Tahajud?
Kenapa Banyak Orang Tidak Ingin Melewatkan Shalat Tahajud?Pernahkah Anda bertanya-tanya, mengapa banyak orang saleh begitu menjaga shalat tahajud? Bahkan, meskipun harus bangun di tengah malam saat tubuh masih lelah dan mata masih mengantuk, mereka tetap berusaha melaksanakannya. Apa sebenarnya yang membuat shalat tahajud begitu istimewa?

BAZNAS Kota Sukabumi
Jawabannya tidak hanya terletak pada besarnya pahala yang dijanjikan Allah SWT, tetapi juga karena tahajud menjadi momen yang sangat spesial untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Di saat kebanyakan orang masih terlelap, ada kesempatan emas bagi seorang hamba untuk bermunajat, mengadu, dan memohon langsung kepada Allah dengan hati yang lebih tenang dan khusyuk.
Waktu yang Sangat Istimewa
Shalat tahajud dilaksanakan pada malam hari setelah tidur. Waktu terbaiknya adalah sepertiga malam terakhir, yaitu saat suasana begitu hening dan minim gangguan.
Pada waktu inilah Allah SWT memberikan kesempatan yang luar biasa kepada hamba-hamba-Nya untuk berdoa dan memohon segala kebaikan.
Rasulullah SAW bersabda:
"Rabb kita Yang Maha Berkah dan Maha Tinggi turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir. Lalu Dia berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka akan Aku beri. Siapa yang memohon ampun kepada-Ku, maka akan Aku ampuni."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Bayangkan, betapa istimewanya waktu tersebut. Saat kebanyakan manusia sedang tidur, Allah membuka pintu rahmat dan mengundang hamba-Nya untuk berdoa.
Tempat Terbaik untuk Mengadu
Dalam hidup, setiap orang pasti memiliki masalah. Ada yang sedang kesulitan ekonomi, menghadapi masalah keluarga, kehilangan pekerjaan, atau sedang berjuang melawan rasa sedih dan kecewa.
Tidak semua masalah bisa diceritakan kepada orang lain. Namun dalam tahajud, kita bisa mencurahkan semuanya kepada Allah SWT.
Tidak ada kata-kata yang terlalu sederhana. Tidak ada air mata yang sia-sia. Allah mendengar setiap doa dan memahami setiap kesulitan yang kita rasakan.
Inilah salah satu alasan mengapa banyak orang merasa tenang setelah melaksanakan tahajud. Mereka menemukan tempat terbaik untuk mengadu tanpa takut dihakimi atau disalahpahami.
Amalan yang Dicintai Allah
Tahajud bukan hanya ibadah sunnah biasa. Allah SWT secara khusus memuji orang-orang yang membiasakan diri bangun malam untuk beribadah.
Allah berfirman:
"Mereka sedikit sekali tidur pada malam hari, dan pada akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah."
(QS. Adz-Dzariyat: 17-18)
Ayat ini menggambarkan kebiasaan orang-orang bertakwa yang meluangkan sebagian malamnya untuk beribadah dan memohon ampun kepada Allah SWT.
Membantu Menenangkan Hati
Di zaman yang serba cepat seperti sekarang, banyak orang merasa mudah stres, cemas, dan kehilangan ketenangan. Tidak sedikit yang mencari berbagai cara untuk menenangkan pikiran.
Tahajud menawarkan sesuatu yang lebih dari sekadar ketenangan sementara. Saat berdiri di hadapan Allah pada malam hari, hati menjadi lebih damai karena merasa dekat dengan Sang Pencipta.
Allah SWT berfirman:
"Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram."
(QS. Ar-Ra'd: 28)
Ketenangan inilah yang sering dirasakan oleh mereka yang rutin melaksanakan tahajud.
Jalan Mendekatkan Diri kepada Allah
Selain menjadi sarana berdoa, tahajud juga merupakan cara untuk mempererat hubungan dengan Allah SWT. Ketika seseorang rela meninggalkan kenyamanan tidurnya demi beribadah, hal tersebut menunjukkan kesungguhan cintanya kepada Allah.
Rasulullah SAW bersabda:
"Shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam."
(HR. Muslim)
Hadis ini menunjukkan betapa besar keutamaan shalat malam, termasuk tahajud, dibandingkan amalan sunnah lainnya.
Mulailah dari yang Ringan
Mungkin sebagian orang merasa berat untuk bangun malam. Itu hal yang wajar. Namun jangan biarkan hal tersebut membuat kita tidak pernah mencoba.
Mulailah dari dua rakaat yang ringan. Tidak perlu langsung lama atau banyak. Yang terpenting adalah konsisten dan dilakukan dengan ikhlas.
Lama-kelamaan, tahajud bukan lagi terasa sebagai beban, melainkan menjadi kebutuhan hati. Bahkan banyak orang yang merasa ada sesuatu yang kurang ketika melewatkannya.
Kenapa banyak orang tidak ingin melewatkan shalat tahajud? Karena mereka telah merasakan keistimewaannya. Tahajud adalah waktu terbaik untuk mendekat kepada Allah, mengadukan segala kesulitan, memohon ampunan, dan menemukan ketenangan hati.
Jika selama ini Anda merasa hidup penuh beban, hati gelisah, atau doa terasa belum terkabul, cobalah luangkan waktu untuk bangun di sepertiga malam terakhir. Mungkin di sanalah Allah sedang menunggu doa-doa terbaik Anda.
Yuk, mulai biasakan shalat tahajud. Tidak perlu sempurna, cukup mulai dari langkah kecil. Siapa tahu, satu doa yang dipanjatkan di malam hari menjadi jalan datangnya pertolongan dan keberkahan dari Allah SWT.
Tahajud bukan sekadar shalat sunnah di sepertiga malam. Di saat banyak orang terlelap, ada kesempatan istimewa untuk bermunajat, memohon ampunan, dan menyampaikan harapan terbaik kepada Allah SWT. Banyak orang merasakan ketenangan hati, kemudahan urusan, serta kedekatan yang lebih kuat dengan Allah melalui shalat Tahajud.
Mari jadikan semangat beribadah tidak hanya berhenti pada hubungan kita dengan Allah, tetapi juga diwujudkan dengan kepedulian kepada sesama. Salah satu bentuk amal yang dapat memperkuat keberkahan hidup adalah dengan menunaikan zakat, infak, dan sedekah untuk membantu mereka yang membutuhkan.
Tahajud Mengajarkan Kepekaan Hati
Salah satu hikmah yang sering dirasakan oleh mereka yang rutin melaksanakan shalat Tahajud adalah tumbuhnya kepekaan hati terhadap sesama. Ketika seseorang terbiasa bermunajat di malam hari, ia akan semakin menyadari bahwa segala nikmat yang dimilikinya berasal dari Allah SWT. Kesadaran inilah yang kemudian melahirkan rasa syukur dan kepedulian kepada orang-orang yang membutuhkan bantuan.
Tahajud bukan hanya tentang memperbaiki hubungan dengan Allah, tetapi juga tentang memperbaiki hubungan dengan sesama manusia. Hati yang dekat dengan Allah biasanya lebih mudah tersentuh saat melihat kesulitan orang lain. Ia tidak hanya sibuk memikirkan dirinya sendiri, tetapi juga berusaha menjadi jalan kebaikan bagi orang-orang di sekitarnya.
Kebaikan yang Mengundang Keberkahan
Setelah bangun malam untuk berdoa dan memohon keberkahan, sudah sepantasnya kita juga memperbanyak amal saleh sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam adalah zakat, infak, dan sedekah.
Melalui zakat, kita membantu saudara-saudara yang sedang kesulitan memenuhi kebutuhan hidupnya. Melalui infak dan sedekah, kita ikut menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan uluran tangan. Tidak hanya bermanfaat bagi penerima, amalan ini juga menjadi sebab bertambahnya keberkahan dalam harta dan kehidupan kita.
Rasulullah SAW bersabda:
Artinya:
"Sedekah tidak akan mengurangi harta." (HR. Muslim)
Hadis ini mengingatkan bahwa harta yang kita keluarkan di jalan Allah tidak akan membuat kita miskin. Sebaliknya, Allah akan menggantinya dengan keberkahan yang mungkin tidak selalu berupa materi, tetapi juga berupa kesehatan, ketenangan hati, kemudahan urusan, dan kebahagiaan dalam keluarga.
Jadikan Malam dan Siang Penuh Kebaikan
Betapa indahnya jika malam kita dihiasi dengan Tahajud, sementara siang kita dipenuhi dengan amal kebaikan kepada sesama. Ketika doa dan ikhtiar berjalan beriringan, seorang hamba akan semakin dekat dengan rahmat Allah SWT.
Mungkin kita belum mampu melakukan banyak hal. Mungkin kita belum bisa bersedekah dalam jumlah besar atau melakukan amal-amal yang luar biasa. Namun jangan menunggu sempurna untuk mulai berbuat baik. Mulailah dari yang ringan, mulai dari yang kita mampu, dan lakukan dengan ikhlas karena Allah.
Semoga Allah SWT memudahkan langkah kita untuk istiqamah dalam shalat Tahajud, melapangkan hati untuk gemar berbagi, serta menjadikan setiap amal yang kita lakukan sebagai jalan menuju keberkahan dunia dan kebahagiaan akhirat
Salurkan Zakat, Infak, dan Sedekah Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi. Setiap rupiah yang Anda titipkan menjadi harapan bagi dhuafa, yatim, lansia, serta masyarakat yang membutuhkan melalui berbagai program kemanusiaan dan pemberdayaan.
Artikel Lainnya
Memaafkan Itu Berat, Tapi Dendam Jauh Lebih Melelahkan
Sebelum Nyalahin Keadaan, Coba Tanya Dulu: Gimana Kondisi Hatiku?
Hidup Sama-Sama Berat, Tapi Kenapa Ada yang Tetap Tenang?
Yuk, Bantu Hadirkan Senyum untuk Anak-Anak Yatim
Jangan-Jangan yang Kurang Bukan Rezekimu, Tapi Cara Pandangmu
Tak Harus Sempurna untuk Memulai Perubahan
Menjaga Amanah sebagai Bentuk Keimanan
Ada Nikmat yang Setiap Hari Kita Rasakan, Tapi Jarang Kita Syukuri
Terlalu Fokus Sama Lukanya, Sampai Lupa Ada Allah yang Menenangkan
Capek Mengeluh Terus? Saatnya Mengubah Keluh Kesah Menjadi Syukur
Kenapa Semakin Dipikirkan, Luka Justru Semakin Dalam?
Jangan Remehkan Kebaikan Kecil, Allah Sangat Menyukainya
Bahagia Itu Dekat, Tapi Kenapa Kita Sering Tidak Merasakannya?
Saat Dunia Terasa Berat, Sujud Bisa Jadi Tempat Pulang Terbaik
Kadang yang Perlu Dilepaskan Bukan Orangnya, Tapi Rasa Sakitnya

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Sukabumi.
Lihat Daftar Rekening →