Kisah Pahit yang Bikin Tersadar! Akibat Terlalu Cinta Dunia
17/03/2026 | Penulis: BAZNAS
Kisah Pahit yang Bikin Tersadar! Akibat Terlalu Cinta Dunia
Terlalu Cinta Dunia: Awal dari Masalah
Kisah pahit akibat terlalu cinta dunia bukan sekadar cerita, namun kenyataan yang sering terjadi di sekitar kita. Banyak orang terjebak dalam gemerlap dunia, mengejar harta, jabatan, dan kesenangan tanpa henti.
Tanpa sadar, hati menjadi keras. Ibadah mulai ditinggalkan. Waktu untuk Allah semakin sedikit.
Padahal dunia hanyalah sementara.
Namun, ketika cinta dunia sudah menguasai hati, semuanya terasa penting… kecuali akhirat.
Kisah Seorang Pria yang Terlena Dunia
Ada seorang pria sederhana yang dulunya taat beribadah. Ia rajin shalat, gemar bersedekah, dan dikenal baik oleh lingkungannya.
Namun semuanya berubah ketika ia mulai sukses.
Usahanya berkembang pesat. Hartanya bertambah. Kehidupannya menjadi lebih mewah. Dari situ, perlahan ia berubah.
Ia mulai sibuk. Shalat sering ditunda. Sedekah yang dulu rutin, kini hampir tidak pernah dilakukan.
Baginya, waktu adalah uang.
Dan ibadah… dianggap bisa nanti saja.
Saat Harta Jadi Segalanya
Semakin hari, dia semakin tenggelam dalam dunia. Ia bekerja tanpa henti, bahkan melupakan keluarganya.
Ia merasa bahagia dengan hartanya. Ia merasa cukup dengan pencapaiannya.
Namun tanpa ia sadari, jantungnya kosong.
Tidak ada ketenangan. Tidak ada rasa yang cukup. Selalu ingin lebih dan lebih lagi.
Inilah ciri orang yang terlalu mencintai dunia.
Rasulullah SAW bersabda:
Seandainya anak Adam memiliki dua lembah harta, niscaya ia akan mencari lembah ketiga . ( HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menggambarkan betapa manusia tidak akan pernah puas jika hanya mengejar dunia.
Dalil tentang Bahaya Cinta Dunia
Allah SWT berfirman:

“ Pahamilah bahwa kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurau…” ( QS. Al- Hadid: 20)
Ayat ini mengingatkan bahwa dunia bukanlah tujuan akhir. Dunia hanyalah tempat singgah, bukan tempat tinggal selamanya.
Rasulullah SAW juga bersabda:
“ Cinta dunia adalah pangkal dari segala kesalahan.” ( HR.Baihaqi )
Ketika seseorang terlalu mencintai dunia, ia bisa melupakan segalanya— termasuk tujuan hidupnya sendiri.
Titik Balik yang Menyakitkan
Suatu hari, pria itu jatuh sakit.
Artikel Lainnya
Mengapa Allah Menjanjikan Balasan bagi Harta yang Kita Keluarkan?
Mengapa Kita Selalu Merasa Kurang Setelah Melihat Hidup Orang Lain?
Ketika Harta Menjadi Ujian: Sudahkah Kita Menunaikan Zakat?
Berapa Banyak Harta yang Sanggup Kita Pertanggungjawabkan?
5 Alasan Mengapa Bantuan Saja Tidak Cukup untuk Mengatasi Kemiskinan
Mungkin Bencana Bukan Hanya Tentang Apa yang Terjadi, tetapi Tentang Apa yang Harus Kita Sadari
Bolehkah Kita Memilih Siapa yang Layak Dibantu?
Ada Kezaliman yang Mengambil Harta, Ada yang Mengambil Kehormatan, dan Ada yang Mengambil Kehidupan
Ketika Biaya Berobat Jadi Beban, Zakat BAZNAS Hadir Membawa Harapan
Agama Mengajarkan Ibadah, Tapi Mengapa Kita Masih Harus Belajar Menjadi Manusia?
5 Tanda Penting untuk Membedakan Musibah dan Azab dalam Islam
7 Pelajaran Berharga tentang Harta, Waktu, dan Kehidupan
7 Pesan Islam tentang Berbagi yang Menguatkan Hati
Saat Kesulitan Datang, Sejauh Mana Kepedulian Kita? BAZNAS Menjawab dengan Aksi
7 Keajaiban Zakat BAZNAS yang Mengubah Kepedulian Menjadi Keberkahan

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Sukabumi.
Lihat Daftar Rekening →