Sudah Sibuk Mengejar Banyak Hal, Tapi Apakah Hatimu Semakin Tenang?
12/06/2026 | Penulis: BAZNAS
Sudah Sibuk Mengejar Banyak Hal, Tapi Apakah Hatimu Semakin Tenang?
Sudah Sibuk Mengejar Banyak Hal, Tapi Apakah Hatimu Semakin Tenang?
Coba luangkan waktu sejenak untuk bertanya pada diri sendiri.

BAZNAS Kota Sukabumi
Akhir-akhir ini, apa yang sedang kamu kejar?
Mungkin karier yang lebih baik, penghasilan yang lebih besar, rumah impian, pendidikan yang lebih tinggi, atau berbagai target lainnya. Semua itu tentu bukan hal yang salah. Islam pun mengajarkan umatnya untuk bekerja, berusaha, dan memberikan yang terbaik dalam kehidupan.
Namun ada satu pertanyaan yang sering terlupakan:
Setelah semua kesibukan itu, apakah hatimu semakin tenang?
Sebab kenyataannya, tidak sedikit orang yang berhasil mendapatkan apa yang mereka impikan, tetapi tetap merasa gelisah. Ada yang memiliki pekerjaan mapan tetapi sulit tidur. Ada yang memiliki banyak harta tetapi hidupnya penuh kekhawatiran. Ada pula yang terlihat bahagia di hadapan banyak orang, tetapi diam-diam merasa kosong di dalam hati.
Mengapa bisa demikian?
Ketika Hidup Hanya Tentang Mengejar
Tanpa disadari, kita sering menghabiskan sebagian besar waktu untuk mengejar sesuatu yang belum kita miliki.
Saat belum memiliki pekerjaan, kita ingin pekerjaan.
Saat sudah memiliki pekerjaan, kita ingin jabatan yang lebih tinggi.
Saat sudah mendapatkan jabatan, kita ingin penghasilan yang lebih besar.
Ketika satu keinginan tercapai, muncul keinginan lainnya.
Akhirnya, hidup terasa seperti perlombaan yang tidak pernah selesai.
Bukan karena keinginan itu salah, tetapi karena hati mulai menggantungkan ketenangan pada hal-hal duniawi yang sifatnya sementara.
Padahal jika ketenangan hanya bergantung pada dunia, maka hati akan terus merasa kurang.
Ketenangan Tidak Selalu Datang dari Apa yang Kita Miliki
Banyak orang berpikir bahwa hidup akan tenang jika semua masalah selesai.
Padahal kenyataannya, setiap fase kehidupan memiliki ujiannya masing-masing.
Saat masih muda ada tantangan.
Saat berkeluarga ada tanggung jawab.
Saat memiliki banyak harta ada kekhawatiran untuk menjaganya.
Artinya, ketenangan bukanlah kondisi ketika semua masalah hilang. Ketenangan adalah kemampuan hati untuk tetap merasa dekat dengan Allah di tengah berbagai keadaan.
Karena itulah Allah SWT berfirman:
????? ???????? ??????? ??????????? ??????????
"Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram."
(QS. Ar-Ra'd: 28)
Ayat ini mengingatkan bahwa sumber ketenangan yang sesungguhnya bukanlah apa yang ada di tangan kita, tetapi siapa yang ada di dalam hati kita.
Mengapa Hati Mudah Gelisah?
Salah satu penyebab hati gelisah adalah karena terlalu fokus pada apa yang belum dimiliki.
Kita melihat keberhasilan orang lain.
Kita membandingkan kehidupan kita dengan mereka.
Kita merasa tertinggal.
Kita merasa belum cukup.
Padahal setiap orang memiliki jalan hidup yang berbeda.
Apa yang terlihat indah di luar belum tentu mudah dijalani di dalam.
Sering kali media sosial membuat kita melihat hasil akhir seseorang tanpa mengetahui perjuangan, kesedihan, dan ujian yang mereka hadapi.
Akibatnya, hati menjadi lelah karena terus membandingkan.
Rasulullah SAW Mengajarkan Cara Menjaga Hati
Rasulullah SAW pernah bersabda:
????????? ????? ???? ???? ???????? ???????? ????? ?????????? ????? ???? ???? ?????????? ?????? ???????? ???? ??? ?????????? ???????? ??????? ??????????
"Lihatlah orang yang berada di bawah kalian dan jangan melihat orang yang berada di atas kalian, karena itu lebih pantas agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang telah diberikan kepada kalian."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini bukan mengajarkan kita untuk berhenti berusaha. Sebaliknya, hadis ini mengajarkan agar kita tetap bersyukur di tengah perjuangan.
Sebab rasa syukur mampu menghadirkan ketenangan yang tidak bisa diberikan oleh harta maupun popularitas.
Kebiasaan Sederhana yang Sering Dilupakan
Jika ingin hati lebih tenang, cobalah mulai dengan kebiasaan sederhana:
Luangkan waktu untuk berdzikir.
Perbanyak istighfar.
Bersyukur atas nikmat yang ada.
Kurangi membandingkan diri dengan orang lain.
Dan yang terpenting, perbaiki hubungan dengan Allah SWT.
Terkadang kita terlalu sibuk memperbaiki keadaan hidup, tetapi lupa memperbaiki keadaan hati.
Padahal hati yang dekat dengan Allah akan lebih kuat menghadapi apa pun yang terjadi.
Saatnya Bertanya pada Diri Sendiri
Tidak ada yang salah dengan memiliki cita-cita besar.
Tidak ada yang salah dengan bekerja keras.
Tidak ada yang salah dengan mengejar masa depan yang lebih baik.
Namun jangan sampai dalam proses mengejar semuanya, kita kehilangan sesuatu yang jauh lebih berharga: ketenangan hati.
Sebab pada akhirnya, bukan seberapa banyak yang berhasil kita kumpulkan yang menentukan kebahagiaan hidup, melainkan seberapa dekat hati kita dengan Allah SWT.
Jadi, jika hari ini kamu masih sibuk mengejar banyak hal, cobalah berhenti sejenak dan bertanya:
"Apakah hatiku semakin tenang, atau justru semakin jauh dari Allah?"
Karena bisa jadi, jawaban dari pertanyaan itu akan mengubah cara pandangmu terhadap hidup untuk selamanya.
Kita bekerja lebih keras, mengejar target lebih tinggi, dan berusaha memenuhi berbagai kebutuhan hidup. Namun, pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri, apakah semua kesibukan itu membuat hati semakin tenang?
Sering kali ketenangan tidak datang dari seberapa banyak yang kita miliki, melainkan dari seberapa banyak yang kita syukuri dan seberapa besar manfaat yang kita berikan kepada orang lain. Salah satu cara menghadirkan keberkahan dan ketenangan dalam hidup adalah dengan menunaikan zakat, infak, dan sedekah.
Allah SWT berfirman:
???? ???? ????????????? ???????? ????????????? ?????????????? ?????
"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka."
(QS. At-Taubah: 103)
Zakat bukan sekadar kewajiban, tetapi juga sarana membersihkan harta dan menenangkan jiwa. Begitu pula infak dan sedekah yang menjadi jalan untuk menumbuhkan rasa syukur serta kepedulian kepada sesama.
Melalui zakat, infak, dan sedekah yang kita tunaikan, ada banyak saudara yang terbantu. Ada anak yatim yang bisa melanjutkan pendidikan, keluarga dhuafa yang dapat memenuhi kebutuhan hidup, hingga masyarakat yang terbantu melalui berbagai program pemberdayaan. BAZNAS Kota Sukabumi menyediakan layanan pembayaran zakat, infak, dan sedekah secara online yang aman dan mudah untuk memudahkan masyarakat menunaikan ZIS.
Artikel Lainnya
Lagi Capek Sama Hidup? Mungkin Kamu Perlu Membaca Ini
Nomor 3 Sering Dilakukan Tanpa Sadar, Padahal Bisa Menjauhkan Kita dari Allah
Ada Kebahagiaan yang Tak Ternilai Saat Kita Menolong Sesama
Saat Bersandar kepada Allah, Hati Jadi Lebih Tenang
Allah Tidak Pernah Terlambat Menolong Hamba-Nya
Mengapa Allah Tidak Selalu Mengabulkan Doa Kita dengan Cepat?
Menjadi Penolong Orang Lain adalah Kemuliaan yang Sering Terlupakan
Ternyata Ini Penyebab Hati Sulit Tenang
Satu Kebiasaan Kecil Ini Ternyata Bisa Mengubah Hidupmu Menjadi Lebih Tenang
Mengapa Pertolongan Allah Datang di Saat-Saat Terakhir?
Tak Harus Sempurna untuk Memulai Perubahan
Kebaikan yang Dibagikan Tidak Akan Pernah Berkurang
Terlalu Fokus Sama Lukanya, Sampai Lupa Ada Allah yang Menenangkan
Apa yang Terjadi Jika Kita Selalu Berbaik Sangka kepada Allah?
Kenapa Banyak Orang Tidak Ingin Melewatkan Shalat Tahajud?

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Sukabumi.
Lihat Daftar Rekening →