Mengejar Shalat Tahajud tapi Shalat Subuh Jadi Kesiangan?
12/11/2025 | Penulis: indri irmayanti
Tahajud itu mulia, tapi Subuh lebih utama
Shalat tahajud dikenal sebagai ibadah malam yang sangat istimewa. Rasulullah SAW bersabda bahwa shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam (HR. Muslim). Karena itu, banyak orang bersemangat untuk bangun di sepertiga malam, mendirikan tahajud, dan bermunajat kepada Allah SWT.
Namun sayangnya, tak jarang semangat itu justru menimbulkan masalah baru. Setelah tahajud, seseorang tertidur kembali dan akhirnya kesiangan shalat Subuh. Lalu, apakah ibadah seperti itu tetap bernilai di sisi Allah?
Dalam Islam, urutan prioritas ibadah sangat jelas. Perkara wajib selalu lebih utama daripada perkara sunnah. Allah berfirman dalam hadits Qudsi:
“Tidak ada amalan yang paling Aku cintai kecuali apa yang telah Aku wajibkan atas hamba-Ku...” (HR. Bukhari)
Dari hadits ini, para ulama menjelaskan bahwa amalan wajib merupakan bentuk ketaatan yang paling dicintai Allah. Sementara amalan sunnah hanyalah pelengkap dan penyempurna dari yang wajib. Maka, jika seseorang mendahulukan yang sunnah namun lalai terhadap yang wajib, berarti ia telah salah menempatkan prioritas.
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan:
“Allah tidak akan menerima amalan sunnah dari seorang hamba sebelum ia menunaikan yang wajib.”
Artinya, shalat tahajud tidak akan bernilai sempurna jika membuat seseorang tertinggal Subuh. Tahajud seharusnya menjadi penguat semangat dalam ibadah wajib, bukan penghalang untuk menunaikannya.
Oleh karena itu, jika ingin meraih keutamaan tahajud tanpa kehilangan Subuh, aturlah waktu istirahat dengan bijak. Bangun di waktu mendekati Subuh — misalnya 30–40 menit sebelumnya — agar masih sempat shalat tahajud dua rakaat dan tetap siap menyambut Subuh tepat waktu.
Ibadah yang benar bukan hanya dinilai dari jumlah rakaat, tetapi dari ketepatan dalam menunaikan apa yang Allah perintahkan terlebih dahulu. Menjaga shalat Subuh tepat waktu jauh lebih utama daripada tahajud yang membuat kita lalai dari kewajiban.
Karena pada akhirnya, Allah tidak menilai siapa yang paling banyak beribadah, melainkan siapa yang paling taat dalam menunaikan perintah-Nya sesuai urutan yang benar.
Berita Lainnya
Zakat, Infak, dan Sedekah Bukan Sekadar Memberi: Apa yang Sebenarnya Sedang Kita Tunaikan?
Yang Tidak Bisa Bersuara Sering Menjadi yang Pertama Dikorbankan
Mengapa Menahan Dendam Justru Menutup Pintu Rezeki?
BAZNAS Siapkan Dapur Umum untuk Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan
Pimpinan BAZNAS Kota Sukabumi Periode 2026–2031 Resmi Dilantik, Siap Perkuat Pengelolaan Zakat
Seleksi Terbuka Pimpinan BAZNAS Kota Sukabumi 2026–2031 Resmi Dibuka !
BAZNAS Hadirkan Layanan Psikososial Anak bagi Penyintas Banjir Bandang di Kota Padang
Keutamaan Berbuat Baik kepada Orang Tua
Mengapa Kita Lebih Sering Mengajarkan Orang untuk Menerima daripada Memberi?
Ke Mana Uang Zakat Disalurkan? Ini Kisah Nyata yang Jarang Diketahui
Kenapa Allah Mengambil Sesuatu yang Sangat Kamu Inginkan?
Stop Anggap Biasa! 4 Makna Luar Biasa Hari Raya Idul Fitri yang Sering Terlupakan
Cara Jaga Lisan dari Ghibah di Era Digital: Bijak Bermedia Sosial, Selamat Dunia Akhirat
Keutamaan dan Tata Cara Shalat Sunnah Rawatib : Untuk Memperat Hubungan dengan Allah
Kunjungan studi implementasi kebijakan pencapaian Indeks zakat nasional ke kota sukabumi

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Sukabumi.
Lihat Daftar Rekening →