7 Adab-Adab Berpuasa yang Dahsyat dan Penuh Berkah Menurut Islam
23/02/2026 | Penulis: BAZNAS
7 Adab-Adab Berpuasa yang Dahsyat dan Penuh Berkah Menurut Islam
Adab-Adab Berpuasa merupakan bagian penting dalam ibadah puasa yang sering kali luput dari perhatian. Padahal, puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, namun juga latihan spiritual untuk membentuk akhlak mulia. Dengan memahami adab-adab yang memuaskan, seorang muslim dapat meraih pahala yang sempurna serta keberkahan yang lebih luas dalam kehidupannya.
Islam mengajarkan bahwa kualitas ibadah tidak hanya ditentukan oleh sah atau tidaknya, tetapi juga oleh adab dan niat yang menyertainya. Oleh karena itu, memahami adab-adab berpuasa menjadi kunci agar puasa benar-benar bernilai di sisi Allah SWT.

1. Meluruskan Niat Puasa Karena Allah SWT
Adab-Adab Berpuasa yang paling utama adalah niat. Rasulullah ? bersabda:
“Sejujurnya setiap amal tergantung pada niatnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Niat puasa harus ditujukan semata-mata karena Allah SWT, bukan karena kebiasaan, ikut-ikutan, atau alasan kesehatan semata. Niat yang ikhlas akan menjadikan puasa sebagai ibadah yang bernilai pahala besar.
2. Menjaga Lisan dari Perkataan Buruk
Menjaga lisan termasuk Adab-Adab Berpuasa yang sangat ditekankan. Rasulullah ? bersabda:
“Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan keji, maka Allah tidak mewajibkan ia meninggalkan makan dan minumnya.”
(HR.Bukhari)
Puasa seharusnya membuat seseorang lebih berhati-hati dalam berbicara, menghindari ghibah, fitnah, dan ucapan sia-sia.
3. Menahan Emosi dan Amarah
Puasa adalah madrasah kesabaran. Dalam hadits disebutkan:
“Puasa itu perisai. Jika salah seorang di antara kalian berpuasa, maka jangan berkata kotor dan jangan berbuat bodoh.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Adab-Adab Berpuasa menuntut pengendalian diri, terutama saat emosi memuncak. Menahan amarah adalah tanda keberhasilan puasa secara ruhani.
4. Menjaga Pandangan dan Perbuatan
Tidak hanya lisan, tetapi mata dan anggota tubuh lainnya juga harus dijaga. Menahan pandangan dari hal yang haram termasuk Adab-Adab Berpuasa yang sering diabaikan. Puasa mengajarkan kesucian lahir dan batin agar ketakwaan benar-benar terwujud.
5. Menyegerakan Berbuka dan Mengakhirkan Sahur
Rasulullah ? bersabda:
“Umatku akan selalu berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur merupakan Adab-Adab Berpuasa yang mengandung keberkahan dan mengikuti sunnah Nabi ?.
6. Memperbanyak Ibadah dan Amal Kebaikan
Puasa bukan alasan untuk bermalas-malasan. Justru, Adab-Adab Berpuasa mendorong umat Islam memperbanyak membaca Al-Qur'an, bersedekah, berdzikir, dan membantu sesama. Ramadhan adalah momentum emas untuk meningkatkan kualitas ibadah dan kepedulian sosial.
7. Menjaga Keikhlasan Hingga Akhir Puasa
Adab-Adab Berpuasa yang terakhir namun sangat penting adalah menjaga keikhlasan hingga akhir. Allah SWT berfirman dalam hadits qudsi:
“Puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.”
(HR.Bukhari)
Keikhlasan menjadikan puasa bernilai istimewa karena pahalanya langsung dari Allah SWT.
Dengan memahami dan mengamalkan Adab-Adab Berpuasa, seorang muslim tidak hanya memperoleh pahala, tetapi juga membentuk pribadi yang lebih sabar, jujur, dan bertakwa. Puasa yang dijalani dengan adab akan melahirkan dampak positif, baik secara spiritual maupun sosial.
Adab-Adab Berpuasa dalam Dimensi Sosial dan Kepedulian Umat

Selain berdampak pada kesalehan pribadi, Adab-Adab Berpuasa juga memiliki dimensi sosial yang sangat kuat. Puasa mendidik seorang muslim untuk merasakan lapar dan kesulitan yang dialami oleh saudara-saudaranya yang kurang mampu. Dari lahirnya empati, kepedulian, dan dorongan untuk berbagi. Rasulullah ? dikenal sebagai pribadi yang paling dermawan, dan kedermawanan beliau semakin meningkat di bulan Ramadhan (HR. Bukhari).
Memahami Adab-Adab Berpuasa berarti menjadikan puasa sebagai sarana memperbaiki hubungan antar sesama manusia. Sikap lembut, tolong-menolong, serta peka terhadap penderitaan orang lain merupakan buah dari puasa yang benar. Oleh karena itu, puasa yang beradab akan mendorong umat Islam untuk aktif dalam kegiatan sosial, seperti sedekah, infaq, dan zakat. Inilah wujud nyata bahwa puasa tidak hanya berdampak pada diri sendiri, tetapi juga membawa manfaat luas bagi masyarakat dan umat secara keseluruhan.
Sebagai bentuk kepedulian tersebut, mari salurkan infaq terbaik melalui BAZNAS Kota Sukabumi , agar keberkahan puasa kita semakin sempurna dan dirasakan oleh banyak orang.
Ayo Sempurnakan Puasa dengan Infaq dan Kepedulian Sosial
Salah satu bentuk pengamalan Adab-Adab Berpuasa adalah berbagi kepada sesama. Mari sempurnakan ibadah puasa dengan menunaikan infaq terbaik melalui BAZNAS Kota Sukabumi .

Infaq Anda akan membantu mustahik, memperkuat perekonomian umat, dan menghadirkan keberkahan yang berlipat ganda di bulan suci ini.
Tunaikan infaq sekarang, karena kebaikan kecil di bulan Ramadhan bernilai pahala besar di sisi Allah SWT.
untuk melihat artikel lainnuya klik link di bawah ini :
Adab Adab Berpuasa yang harus di perhatikan
https://baznaskotasukabumi.com/adab-adab-berpuasa/
Artikel Lainnya
ghibah sebagai penggugur pahala puasa: 7 Bahaya Kesalahan Fatal dan Mengerikan yang Harus Diwaspadai
Apakah Boleh Puasa Tanpa Sahur? 7 Jawaban Dahsyat Menurut Islam yang Menguatkan Iman
10 Hal yang Harus Disiapkan Sebelum Ramadhan dari Sekarang, agar lebih maksimal dan natural saat menjalankan ibadah di bulan puasa
Keutamaan Sahur: 7 Hikmah Dahsyat yang Membuat Puasa Lebih Bernilai
Hal-hal yang membatalkan puasa : pengetahuan penting untuk setiap muslim
7 Keutamaan Dahsyat Infaq yang Membawa Keberkahan Hidup dan Pahala Berlipat

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
