Larangan saat Lebaran! Masih Banyak yang Melanggar!
17/03/2026 | Penulis: BAZNAS
Larangan saat Lebaran! Masih Banyak yang Melanggar!
Pernah nggak sih kamu ngerasa sudah menjalani Ramadhan dengan maksimal, tapi justru “rusak” di hari Lebaran? Tanpa sadar, banyak orang masih melakukan larangan saat lebaran yang sebenarnya bisa mengurangi nilai ibadahnya. Mirisnya, hal ini sering dianggap sepele, padahal dampaknya cukup serius—bisa bikin pahala berkurang bahkan hilang!
Di sisi lain, Lebaran adalah momen penuh kebahagiaan, silaturahmi, dan kemenangan. Nah, supaya kebahagiaan itu tetap bernilai ibadah, yuk pahami apa saja larangan saat lebaran yang wajib dihindari!

1. Berlebihan dalam Makan dan Minum
Setelah sebulan berpuasa, wajar kalau ingin menikmati makanan. Tapi ingat, Islam melarang berlebih-lebihan.
Allah berfirman:
“Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan.” (QS. Al-A’raf: 31)
Larangan saat lebaran ini sering banget dilanggar. Akibatnya bukan cuma kesehatan terganggu, tapi juga menghilangkan makna kesederhanaan yang diajarkan saat Ramadhan.
2. Pamer Kemewahan (Riya’)
Memakai baju baru itu sunnah, tapi kalau sampai pamer berlebihan, ini jadi masalah.
Rasulullah ? bersabda:
“Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi melihat hati dan amal kalian.” (HR. Muslim)
Salah satu larangan saat lebaran yang sering terjadi adalah ajang pamer di media sosial. Hati-hati, niat ibadah bisa berubah jadi riya’.
3. Melupakan Shalat karena Sibuk Silaturahmi
Silaturahmi itu bagus, tapi jangan sampai melalaikan kewajiban utama.
Banyak orang sibuk keliling rumah saudara sampai lupa waktu shalat. Padahal ini termasuk larangan saat lebaran yang serius karena meninggalkan shalat adalah dosa besar.
4. Berjabat Tangan dengan Non-Mahram
Tradisi saling bersalaman saat Lebaran memang sudah umum. Tapi tetap ada batasan dalam Islam.
Rasulullah ? bersabda:
“Lebih baik ditusuk kepalanya dengan besi daripada menyentuh wanita yang bukan mahramnya.” (HR. Thabrani)
Ini adalah larangan saat lebaran yang sering diabaikan karena alasan budaya. Padahal, syariat tetap harus diutamakan.
5. Mengumbar Aurat dengan Alasan Fashion Lebaran
Tren baju Lebaran kadang justru menjauh dari syariat. Banyak yang lebih fokus pada gaya daripada menutup aurat.
Padahal Allah memerintahkan:
“Hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya...” (QS. An-Nur: 31)
Larangan saat lebaran ini sering dianggap biasa, padahal bisa mengurangi keberkahan hari kemenangan.
6. Bergosip Saat Berkumpul
Lebaran identik dengan kumpul keluarga. Tapi sayangnya, obrolan sering berubah jadi ghibah.
Rasulullah ? bersabda:
“Tahukah kalian apa itu ghibah?... menyebut sesuatu yang tidak disukai saudaramu.” (HR. Muslim)
Hati-hati, larangan saat lebaran ini bisa menghapus pahala puasa yang sudah susah payah kita kumpulkan.
7. Lupa Bersedekah dan Berbagi
Lebaran bukan hanya tentang menerima, tapi juga memberi. Banyak orang lupa bahwa berbagi adalah inti kebahagiaan.
Padahal Rasulullah ? adalah orang yang paling dermawan, terutama di bulan Ramadhan dan setelahnya.
Melupakan sedekah termasuk larangan saat lebaran secara tidak langsung, karena kita melewatkan peluang pahala besar.
8. Mengabaikan Takbir di Hari Raya
Hari Lebaran identik dengan takbir yang menggema. Tapi sayangnya, banyak orang justru lebih sibuk dengan persiapan duniawi.
Padahal Allah berfirman:
“Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah (bertakbir)...” (QS. Al-Baqarah: 185)
Larangan saat lebaran ini sering tidak terasa, karena kita lebih fokus pada baju baru, makanan, dan acara keluarga. Padahal memperbanyak takbir adalah sunnah yang sangat dianjurkan.
9. Berlebihan dalam Hiburan
Menonton, bermain, atau hiburan saat Lebaran itu boleh. Tapi kalau sampai melalaikan ibadah atau mengandung hal yang tidak baik, itu jadi masalah.
Rasulullah ? bersabda:
“Sesungguhnya setiap umat memiliki hari raya...” (HR. Bukhari & Muslim)
Maknanya, Islam memang memberi ruang kebahagiaan, tapi tetap dalam batas syariat. Jadi, penting untuk menjaga agar hiburan tidak melanggar nilai-nilai Islam.
10. Tidak Saling Memaafkan dengan Tulus
Lebaran identik dengan kata “mohon maaf lahir dan batin”. Tapi sayangnya, tidak semua orang benar-benar tulus memaafkan.
Padahal Allah berfirman:

“Hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada...” (QS. An-Nur: 22)
Ini termasuk larangan saat lebaran yang tersembunyi—yaitu masih menyimpan dendam. Hati yang tidak bersih bisa mengurangi makna kemenangan di hari raya.
Kesimpulan
Lebaran adalah momen kemenangan, tapi kemenangan itu harus dijaga. Jangan sampai kebiasaan buruk justru merusak amal ibadah yang sudah dibangun selama Ramadhan.
Dengan menghindari larangan saat lebaran, kita bisa menjaga kemurnian hati, memperkuat keimanan, dan menjadikan hari raya benar-benar penuh berkah.
Di hari yang penuh kemenangan ini, jangan lupa untuk berbagi kebahagiaan dengan sesama.
Mari salurkan infaq terbaikmu melalui BAZNAS Kota Sukabumi agar bantuanmu tepat sasaran dan benar-benar bermanfaat bagi yang membutuhkan.
? Karena satu kebaikan kecil dari kita, bisa menjadi kebahagiaan besar bagi orang lain.

untuk melihat artikel lainnya klik link dibawah ini :
https://baznaskotasukabumi.com/campaign/34-subur-34-sedekah-subuh-berkah-makmur
Artikel Lainnya
Rahasia Dahsyat Sedekah Subuh di Ramadan yang Bikin Hati Tenang dan Rezeki Berkah
Kisah Sedekah Seorang Ibu yang Menggetarkan Hati
Dulu Pelit, Kini Dermawan yang Mengubah Hidup Secara Dahsyat
Kisah Pahit yang Bikin Tersadar! Akibat Terlalu Cinta Dunia
Jangan Sampai Tidak Tahu! Rahasia Besar di Balik Pernikahan yang Disebut Ibadah dalam Islam
Jangan Sampai Menyesal! Ini Dampak Tidak Puasa dengan Sengaja Tanpa Ada Halangan

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
