7 Strategi Ampuh Persiapan Shalat Taraweh Sebelum Ramadhan agar Ibadah Lebih Maksimal dan Terasa Natural
13/02/2026 | Penulis: BAZNAS
Shalat Taraweh di bulan Ramadhan
Persiapan shalat taraweh sebelum Ramadhan menjadi langkah penting agar ibadah malam di bulan suci dapat dilakukan dengan maksimal dan penuh kekhusyukan. Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi momentum luar biasa untuk meningkatkan kualitas keimanan. Oleh karena itu, mempersiapkan diri sebelum bulan suci datang adalah bentuk kesungguhan seorang Muslim dalam menyambut panggilan ibadah.
Shalat taraweh adalah ibadah sunnah yang hanya ada di bulan Ramadhan. Rasulullah ? bersabda:
“Barang siapa yang melaksanakan qiyam Ramadhan (shalat malam di bulan Ramadhan) karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim)
Hadits ini menunjukkan betapa besar keutamaan shalat taraweh sehingga persiapan shalat taraweh sebelum Ramadhan tidak boleh dianggap sepele.
1. Meluruskan Niat dan Memperkuat Tekad
Langkah pertama adalah memperbaiki niat. Niat menjadi pondasi utama dalam setiap ibadah. Tanpa niat yang tulus karena Allah, amal bisa kehilangan nilai pahalanya. Tanamkan dalam hati bahwa shalat taraweh dilakukan untuk mencari ridha Allah dan mengharap ampunan-Nya.
2. Memahami Keutamaan Shalat Taraweh

Mengetahui keutamaan akan menumbuhkan semangat. Selain hadits di atas, para ulama menjelaskan bahwa shalat taraweh termasuk qiyamullail yang sangat dianjurkan. Di masa khalifah Umar bin Khattab, shalat taraweh dilaksanakan secara berjamaah di masjid dan menjadi syiar Islam yang terus hidup hingga sekarang.
Memahami sejarah ini membuat kita semakin yakin bahwa shalat taraweh adalah ibadah istimewa yang memiliki nilai kebersamaan dan persatuan umat.
3. Mempelajari Tata Cara dan Dalilnya
Persiapan shalat taraweh sebelum Ramadhan juga mencakup memahami tata cara pelaksanaannya. Jumlah rakaat memang diperselisihkan para ulama, namun semuanya sepakat bahwa taraweh adalah ibadah sunnah yang sangat dianjurkan.
Rasulullah ? tidak pernah membatasi secara tegas jumlah rakaat, sehingga umat Islam memiliki keluasan dalam pelaksanaannya. Hal ini menjadi bukti bahwa Islam adalah agama yang memudahkan, bukan memberatkan.
4. Menjaga Kesehatan dan Pola Istirahat
Shalat taraweh dilakukan pada malam hari setelah Isya. Tanpa fisik yang prima, ibadah bisa terasa berat. Oleh sebab itu, mulai atur pola tidur, kurangi begadang yang tidak perlu, dan jaga asupan makanan.
Persiapan fisik adalah bagian dari ikhtiar agar ibadah berjalan optimal selama sebulan penuh.
5. Menyiapkan Perlengkapan Ibadah

Hal sederhana seperti mukena bersih, sajadah nyaman, atau Al-Qur’an pribadi dapat meningkatkan kekhusyukan. Bagi yang berencana shalat di masjid, pastikan mengetahui jadwal dan imam yang memimpin.
Gambar ilustrasi dapat ditambahkan dengan alt text: “persiapan shalat taraweh sebelum Ramadhan di masjid” untuk mendukung optimasi konten.
6. Latihan Membaca Al-Qur’an

Shalat taraweh identik dengan bacaan Al-Qur’an yang panjang. Maka, biasakan membaca Al-Qur’an sebelum Ramadhan tiba. Selain melatih kelancaran, hal ini juga membantu kita lebih fokus saat mengikuti imam.
Ramadhan dikenal sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an, sehingga interaksi dengan kitab suci menjadi bagian penting dari persiapan shalat taraweh sebelum Ramadhan.
7. Menyusun Target dan Komitmen Ibadah
Persiapan shalat taraweh sebelum Ramadhan tidak akan maksimal tanpa target yang jelas dan komitmen yang kuat. Banyak orang semangat di awal Ramadhan, tetapi mulai kendor di pertengahan. Karena itu, menyusun perencanaan ibadah menjadi kunci agar konsisten hingga akhir bulan.
Pertama, buatlah target yang realistis dan terukur. Misalnya:
-
Tidak meninggalkan satu malam pun shalat taraweh berjamaah.
-
Menyelesaikan tilawah 30 juz selama Ramadhan.
-
Menambah rakaat sunnah rawatib sebelum dan sesudah shalat wajib.
-
Mengurangi aktivitas yang tidak bermanfaat di malam hari.
Target yang realistis akan lebih mudah dijalankan dibandingkan ambisi besar tanpa perhitungan kemampuan diri.
Rasulullah ? bersabda:
“Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus walaupun sedikit.”
(HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim)
Hadits ini menjadi landasan penting dalam menyusun komitmen ibadah. Konsistensi jauh lebih utama daripada semangat sesaat. Maka dalam persiapan shalat taraweh sebelum Ramadhan, tanamkan niat untuk istiqamah, bukan hanya bersemangat di awal.
Kedua, buat jadwal pribadi. Tentukan waktu istirahat, waktu tilawah, dan waktu untuk keluarga agar ibadah tidak berbenturan dengan tanggung jawab lainnya. Dengan manajemen waktu yang baik, shalat taraweh tidak akan terasa sebagai beban, melainkan kebutuhan ruhani.
Ketiga, bangun sistem pendukung. Ajak keluarga untuk saling mengingatkan, pilih masjid dengan suasana yang nyaman, dan hindari lingkungan yang dapat mengganggu konsistensi ibadah. Di masa khalifah Umar bin Khattab, shalat taraweh berjamaah justru diperkuat agar umat lebih semangat dan tidak melaksanakannya sendiri-sendiri tanpa motivasi.
Keempat, evaluasi diri secara berkala. Setiap pekan di bulan Ramadhan, tanyakan pada diri sendiri: apakah target masih berjalan? Apakah kualitas kekhusyukan meningkat? Evaluasi sederhana ini membantu memperbaiki niat dan menjaga fokus.
Komitmen ibadah bukan hanya soal menyelesaikan rakaat, tetapi tentang menghadirkan hati dalam setiap sujud. Persiapan shalat taraweh sebelum Ramadhan akan terasa lebih bermakna jika dibarengi dengan kesungguhan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih taat.
Dengan target yang jelas, jadwal yang tertata, dan niat yang lurus, insyaAllah Ramadhan kali ini tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi menjadi momentum transformasi spiritual yang luar biasa.
Kesimpulan
shalat taraweh sebelum Ramadhan bukan hanya soal teknis, tetapi juga kesiapan hati, ilmu, dan fisik. Dengan tujuh langkah di atas, kita dapat menyambut bulan suci dengan lebih percaya diri dan penuh semangat.
Selain meningkatkan ibadah sunnah seperti taraweh, jangan lupa menunaikan kewajiban lain yang mungkin tertunda, seperti membayar kafarat atau fidyah jika memiliki tanggungan puasa.
Salurkan pembayaran kafarat Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi agar lebih amanah, transparan, dan tepat sasaran. Lembaga resmi ini membantu menyalurkan dana kepada yang berhak sesuai syariat.
Mari sempurnakan Ramadhan dengan ibadah terbaik dan kepedulian sosial yang nyata.
Saatnya Siapkan Amal Terbaik Anda!

Tunaikan infaq dan sodaqoh anda sekarang melalui BAZNAS Kota Sukabumi dan raih keberkahan Ramadhan Klik link di bawah ini:
Dalil dan Keutamaan Sholat Tarawih di Bulan Suci Ramadhan
https://baznaskotasukabumi.com/persiapan-menyambut-ramadhan/
Artikel Lainnya
7 Keutamaan Dahsyat Infaq yang Membawa Keberkahan Hidup dan Pahala Berlipat
10 Hal yang Harus Disiapkan Sebelum Ramadhan dari Sekarang, agar lebih maksimal dan natural saat menjalankan ibadah di bulan puasa
Fidyah dalam Islam: Pengertian, Hukum, Besaran, dan Cara Menunaikannya Melalui BAZNAS Kota Sukabumi
Perbedaan Fidyah dan Kafarat: 7 Fakta Penting yang Wajib Dipahami Muslim
Masih Bingung Tentang Kafarat Puasa? Ini Penjelasan Lengkap dan Solusinya
Masih Bingung Tentang Kafarat Puasa? Ini Penjelasan Lengkap dan Solusinya

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
