Perbedaan Fidyah dan Kafarat: 7 Fakta Penting yang Wajib Dipahami Muslim
12/02/2026 | Penulis: BAZNAS
perbedaan kafarat dan fidyah
Perbedaan fidyah dan kafarat sering kali membuat umat Islam bingung, terutama saat membahas ibadah puasa, sumpah, dan pelanggaran syariat lainnya. Padahal, memahami perbedaan fidyah dan kafarat sangat penting agar ibadah yang kita lakukan sah dan sesuai dengan syariat Islam
Artikel ini akan membahas secara lengkap perbedaan fidyah dan kafarat, mulai dari pengertian, hukum, dalil, hingga contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Pengertian Fidyah dalam Islam
Fidyah adalah tebusan yang wajib dibayar oleh seorang muslim yang tidak mampu menjalankan ibadah puasa Ramadhan secara tetap , seperti orang tua renta, penderita sakit menahun, atau orang yang wafat dan masih memiliki hutang puasa menurut sebagian pendapat ulama.
Allah SWT menegaskan:
“Dan bagi orang-orang yang berat menjalankannya (puasa), wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin.”
(QS. Al-Baqarah: 184)
Bentuk fidyah biasanya berupa memberi makan fakir miskin atau menyerahkan bahan makanan pokok seperti beras sesuai takaran yang berlaku.
Pengertian Kafarat dalam Islam

Berbeda dengan fidyah, kafarat adalah denda atau tebusan akibat pelanggaran tertentu yang dilakukan dengan sengaja. Kafarat umumnya berkaitan dengan pelanggaran sumpah, hubungan suami istri di siang hari Ramadhan, atau pembunuhan yang tidak disengaja.
Allah SWT menegaskan:
“Maka kafaratnya ialah memberi makan sepuluh orang miskin…”
(QS. Al-Ma'idah: 89)
Jenis kafarat bisa berupa:
-
Memberi makan orang miskin
-
Memberi pakaian
-
Memerdekakan budak (jika ada)
-
Puasa beberapa hari jika tidak mampu
7 Perbedaan Fidyah dan Kafarat yang Wajib Diketahui

1. Dari Segi Penyebab
Perbedaan fidyah dan kafarat yang pertama terletak pada logika.
-
Fidyah: karena ketidakmampuan menjalankan ibadah
-
Kafarat: karena pelanggaran hukum syariat
2. Dari Segi Hukum
-
Fidyah: wajib bagi yang memenuhi syarat
-
Kafarat: wajib sebagai bentuk penebusan dosa
3. Dari Segi Dalil
Perbedaan fidyah dan kafarat juga terlihat dari dalilnya yang berbeda dalam Al-Qur'an dan Hadis.
4. Dari Segi Bentuk Pembayaran
-
Fidyah: memberi makan fakir miskin
-
Kafarat: lebih beragam (makan, pakaian, puasa)
5. Dari Segi Waktu Pelaksanaan
-
Fidyah: bisa kesulitan saat Ramadhan atau setelahnya
-
Kafarat: harus segera ditunaikan setelah pelanggaran
6. Dari Segi Tujuan
-
Fidyah: pengganti ibadah
-
Kafarat: penebus kesalahan
7. Dari Segi Sifat
Perbedaan fidyah dan kafarat terakhir adalah sifatnya:
-
Fidyah: keringanan
-
Kafarat: konsekuensi hukum
Contoh Kasus Perbedaan Fidyah dan Kafarat
Seorang lansia yang tidak mampu berpuasa cukup membayar fidyah. Namun, seseorang yang sengaja membatalkan puasa dengan berhubungan suami istri wajib membayar kafarat berat, bahkan bisa berupa puasa dua bulan berturut-turut.
Hikmah Memahami Perbedaan Fidyah dan Kafarat
Memahami perbedaan fidyah dan kafarat membantu kita:
-
Melakukan ibadah dengan benar
-
Menghindari kesalahan dalam beramal
-
Menumbuhkan kepedulian sosial melalui sedekah dan infaq
Kesalahan Umum dalam Memahami Perbedaan Fidyah dan Kafarat
Meski pembahasan fidyah dan kafarat sering disampaikan, masih banyak umat Islam yang salah dalam menanamkannya. Kesalahan ini bisa berdampak pada tidak sahnya ibadah atau tertundanya kewajiban yang seharusnya segera ditunaikan.
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menyamakan fidyah dengan kafarat . Banyak orang mengira bahwa setiap pelanggaran puasa cukup ditebus dengan fidyah, padahal dalam kondisi tertentu yang diwajibkan justru kafarat , bukan fidyah. Misalnya, seseorang yang sengaja membatalkan puasa Ramadhan dengan berhubungan suami istri di siang hari, lalu hanya membayar fidyah. Dalam hal ini, fidyah tidak cukup , karena syariat mewajibkan kafarat berat.
Rasulullah ? bersabda tentang seorang sahabat yang melakukan hubungan suami istri di siang hari Ramadhan:
“Apakah kamu mampu memerdekakan seorang budak?”
Ia menjawab, “Tidak.”
Rasulullah bersabda, “Maka berpuasalah dua bulan berturut-turut.”
(HR. Bukhari dan Muslim)Kesalahan lainnya adalah menunda pembayaran kafarat tanpa uzur . Berbeda dengan fidyah yang memiliki kelonggaran waktu, kafarat sebaiknya segera ditunaikan sebagai bentuk tanggung jawab atas pelanggaran yang dilakukan. Menunda kafarat tanpa alasan yang diperbolehkan dapat menambah dosa dan mengurangi kesempurnaan taubat.
Selain itu, masih ada anggapan bahwa fidyah hanya diperbolehkan dalam bentuk makanan siap saji. Padahal, sebagian besar ulama mebolehkan fidyah dalam bentuk bahan makanan pokok , seperti beras, yang nilainya setara dengan satu porsi makan untuk fakir miskin. Pemahaman ini penting agar fidyah benar-benar sampai kepada yang berhak.
Dengan memahami perbedaan fidyah dan kafarat secara utuh, umat Islam diharapkan lebih berhati-hati dalam mengamati, tidak meremehkan pelanggaran syariat, serta lebih tepat dalam menunaikan kewajiban sesuai tuntunan Al-Qur'an dan Sunnah.
Salurkan Infaq Terbaik Anda Sekarang
Sebagai wujud kepedulian dan penyempurnaan ibadah, mari salurkan infaq terbaik Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi . Infaq Anda akan disalurkan secara amanah dan tepat sasaran untuk membantu mustahik yang membutuhkan.
???? Klik dan tunaikan infaq sekarang melalui BAZNAS Kota Sukabumi
https://baznaskotasukabumi.com

untuk membaca artikel lainnya terkait ramadhan klik link di bawah ini:
Artikel Lainnya
3 Ketentuan Kafarat Jima yang Wajib Dipahami di bulan Ramadhan
Kajian Kafarat Puasa Ramadan: Hukum, Bentuk, dan Implementasinya
Menelan Air Ludah Saat Puasa: Fakta Penting, Hukum Ulama, dan Penjelasan Lengkap
Hal-Hal yang Membatalkan Puasa: Panduan Lengkap dan Penting bagi Muslim
7 Cara Dahsyat Menyambut Ramadhan agar Ibadah Lebih Maksimal dan Penuh Berkah
Mimpi Basah Saat Puasa: Fakta Penting, Mitos, dan Penjelasan Ilmiah Lengkap

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
