Ada Nikmat yang Setiap Hari Kita Rasakan, Tapi Jarang Kita Syukuri
11/06/2026 | Penulis: BAZNAS
Ada Nikmat yang Setiap Hari Kita Rasakan, Tapi Jarang Kita Syukuri
Ada Nikmat yang Setiap Hari Kita Rasakan, Tapi Jarang Kita Syukuri
Pernahkah kita bangun pagi, membuka mata, lalu langsung memikirkan pekerjaan yang menumpuk, tagihan yang harus dibayar, atau masalah yang belum selesai?

BAZNAS Kota Sukabumi
Tanpa sadar, kita sering memulai hari dengan memikirkan apa yang kurang dalam hidup. Padahal, sebelum memikirkan semua itu, ada begitu banyak nikmat yang sudah Allah SWT berikan kepada kita sejak detik pertama kita terbangun.
Menariknya, nikmat-nikmat terbesar dalam hidup justru sering menjadi yang paling jarang kita syukuri. Karena hadir setiap hari, kita menganggapnya biasa. Karena selalu ada, kita lupa bahwa semua itu adalah karunia yang luar biasa.
Nikmat yang Terlalu Dekat Hingga Terlupakan
Bayangkan jika suatu hari kita tidak bisa melihat. Atau tidak bisa berjalan. Atau tidak bisa bernapas dengan lega.
Barulah kita menyadari betapa berharganya mata, kaki, paru-paru, dan kesehatan yang selama ini kita miliki.
Setiap hari kita menikmati udara tanpa membayar. Kita dapat makan, minum, berbicara, tertawa, berkumpul dengan keluarga, dan menjalani aktivitas sebagaimana mestinya. Namun, seberapa sering kita benar-benar mengucapkan syukur atas semua itu?
Sering kali manusia lebih fokus pada apa yang belum dimiliki daripada menghargai apa yang sudah ada di tangannya.
Padahal, jika kita menghitung nikmat Allah satu per satu, kita akan menyadari bahwa jumlahnya jauh lebih banyak daripada masalah yang sedang kita hadapi.
Allah SWT berfirman:
????? ????????? ???????? ??????? ??? ??????????
"Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya."
(QS. An-Nahl: 18)
Ayat ini mengingatkan bahwa nikmat Allah begitu banyak hingga mustahil dihitung oleh manusia.
Nikmat Sehat dan Waktu Luang yang Sering Disia-siakan
Di antara nikmat yang paling sering dilupakan adalah kesehatan dan waktu luang.
Selama tubuh masih kuat, kita merasa sehat adalah sesuatu yang biasa. Selama waktu masih tersedia, kita merasa besok masih ada kesempatan.
Padahal, dua nikmat ini termasuk karunia yang sangat berharga.
Rasulullah SAW bersabda:
??????????? ????????? ???????? ??????? ???? ????????: ?????????? ????????????
"Dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalamnya: kesehatan dan waktu luang."
(HR. Bukhari)
Hadis ini begitu relevan dengan kehidupan kita saat ini. Banyak orang baru menyadari mahalnya kesehatan ketika sakit datang. Banyak pula yang baru menghargai waktu ketika kesempatan telah berlalu.
Karena itu, sebelum nikmat tersebut diambil kembali oleh Allah, sudah sepatutnya kita memanfaatkannya untuk hal-hal yang bermanfaat dan bernilai ibadah.
Rezeki Tidak Hanya Berupa Uang
Ketika mendengar kata "nikmat", sebagian orang langsung membayangkan uang, kendaraan, rumah, atau harta benda.
Padahal rezeki yang Allah berikan jauh lebih luas dari itu.
Memiliki keluarga yang peduli adalah nikmat.
Memiliki sahabat yang baik adalah nikmat.
Masih bisa beribadah dengan tenang adalah nikmat.
Masih diberi kesempatan bertobat adalah nikmat.
Masih memiliki hati yang lembut untuk menerima nasihat juga merupakan nikmat yang luar biasa.
Tidak semua orang memiliki semua itu.
Bahkan ada orang yang kaya secara materi, tetapi kehilangan ketenangan hati. Ada yang memiliki banyak harta, tetapi sulit menikmati hidupnya.
Karena itu, jangan hanya mengukur nikmat dengan jumlah uang yang kita miliki. Ukurlah juga dengan ketenangan, kesehatan, keluarga, dan kesempatan berbuat baik yang Allah berikan setiap hari.
Syukur Membuat Hidup Lebih Bahagia
Salah satu rahasia ketenangan hidup adalah membiasakan diri untuk bersyukur.
Orang yang bersyukur bukan berarti tidak memiliki masalah. Mereka tetap menghadapi ujian dan kesulitan seperti orang lain. Namun, mereka mampu melihat bahwa di balik setiap ujian masih ada banyak nikmat yang Allah titipkan.
Ketika hati dipenuhi rasa syukur, hidup terasa lebih ringan.
Kita tidak mudah iri kepada orang lain.
Kita tidak terus-menerus merasa kurang.
Kita lebih mudah merasakan kebahagiaan dalam hal-hal sederhana.
Allah SWT bahkan menjanjikan tambahan nikmat bagi hamba yang bersyukur.
????? ?????????? ????????????????
"Jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambah nikmat kepadamu."
(QS. Ibrahim: 7)
Janji ini menunjukkan bahwa syukur bukan hanya bentuk ibadah, tetapi juga jalan untuk mendapatkan keberkahan yang lebih besar dalam kehidupan.
Mari Belajar Mensyukuri yang Sudah Ada
Terkadang kita terlalu sibuk mengejar sesuatu yang belum dimiliki hingga lupa menikmati karunia yang sudah Allah berikan hari ini.
Padahal, bisa jadi apa yang kita anggap biasa saat ini adalah impian besar bagi orang lain.
Masih bisa bernapas dengan lega.
Masih bisa berkumpul dengan keluarga.
Masih bisa sujud kepada Allah.
Masih bisa membaca Al-Qur'an.
Masih diberi kesempatan memperbaiki diri.
Semua itu adalah nikmat yang luar biasa.
Maka, sebelum tidur malam ini, cobalah luangkan waktu sejenak. Renungkan berapa banyak nikmat yang telah Allah berikan sepanjang hari. Ucapkan "Alhamdulillah" dengan penuh kesadaran.
Karena sering kali, kebahagiaan bukan datang dari bertambahnya apa yang kita miliki, tetapi dari kemampuan kita menghargai apa yang sudah Allah berikan.
Dan mungkin, ada nikmat yang setiap hari kita rasakan, tetapi baru kita sadari nilainya ketika nikmat itu telah tiada.
Setiap hari kita menikmati begitu banyak nikmat dari Allah SWT. Udara yang kita hirup, kesehatan yang masih diberikan, rezeki yang terus mengalir, keluarga yang menemani, hingga kesempatan untuk beribadah. Namun sering kali kita lebih fokus pada apa yang belum kita miliki daripada mensyukuri apa yang sudah Allah titipkan kepada kita.
Salah satu cara terbaik untuk mensyukuri nikmat adalah dengan berbagi kepada sesama. Ketika sebagian harta yang Allah amanahkan kita keluarkan untuk zakat, infak, dan sedekah, kita tidak hanya membantu mereka yang membutuhkan, tetapi juga membersihkan harta dan menumbuhkan keberkahan dalam kehidupan kita.
Artikel Lainnya
Terlalu Fokus Sama Lukanya, Sampai Lupa Ada Allah yang Menenangkan
Hidup Sama-Sama Berat, Tapi Kenapa Ada yang Tetap Tenang?
Bahagia Itu Dekat, Tapi Kenapa Kita Sering Tidak Merasakannya?
Pernah Merasa Hidup Tidak Adil? Yuk, Simak Penjelasan Islam
Jangan-Jangan yang Kurang Bukan Rezekimu, Tapi Cara Pandangmu
Ada Kebahagiaan yang Tak Ternilai Saat Kita Menolong Sesama
Kenapa Semakin Dipikirkan, Luka Justru Semakin Dalam?
Ingin Hidup Lebih Tenang dan Berkah? Coba 7 Kebiasaan Ini
Yuk, Bantu Hadirkan Senyum untuk Anak-Anak Yatim
Saat Dunia Terasa Berat, Sujud Bisa Jadi Tempat Pulang Terbaik
Kadang yang Perlu Dilepaskan Bukan Orangnya, Tapi Rasa Sakitnya
Kenapa Banyak Orang Tidak Ingin Melewatkan Shalat Tahajud?
Ternyata Bukan Rezekinya yang Kurang, Tapi 10 Hal Ini yang Menghambat Keberkahan
Sebelum Nyalahin Keadaan, Coba Tanya Dulu: Gimana Kondisi Hatiku?
Menjaga Amanah sebagai Bentuk Keimanan

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Sukabumi.
Lihat Daftar Rekening →