BAZNAS Kota Sukabumi
Banyak orang berpikir bahwa menjadi pribadi yang baik berarti harus berubah secara besar-besaran dalam waktu singkat. Padahal dalam Islam, yang paling penting bukanlah seberapa cepat kita berubah, melainkan seberapa mampu kita bertahan di jalan kebaikan.
Itulah yang disebut dengan istiqamah.
Tidak Harus Langsung Sempurna
Salah satu kesalahan yang sering membuat seseorang menyerah adalah keinginan untuk langsung menjadi sempurna.
Hari ini ingin membaca satu juz Al-Qur'an setiap hari. Besok ingin bangun tahajud setiap malam. Lusa ingin melakukan banyak amalan sekaligus. Ketika tidak mampu mempertahankannya, akhirnya merasa gagal dan berhenti sama sekali.
Padahal, Allah tidak menuntut kita menjadi sempurna dalam semalam. Yang Allah cintai adalah usaha yang terus dilakukan meskipun sedikit.
Rasulullah SAW bersabda:
??????? ???????????? ????? ??????? ??????????? ?????? ?????
Artinya:
"Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus walaupun sedikit."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini memberikan pelajaran yang sangat indah. Membaca satu halaman Al-Qur'an setiap hari secara konsisten bisa jadi lebih dicintai Allah daripada membaca banyak halaman tetapi hanya sesekali.
Karena istiqamah bukan tentang banyaknya langkah yang kita ambil dalam satu hari, melainkan tentang kemampuan untuk terus melangkah setiap hari.
Jalan Menuju Kebaikan Memang Tidak Selalu Mudah
Dalam perjalanan hidup, ada kalanya iman terasa kuat. Namun ada juga masa ketika hati terasa lelah.
Ada hari-hari ketika salat terasa khusyuk. Ada pula hari ketika pikiran ke mana-mana. Ada saatnya kita semangat berbuat baik. Ada juga saat ketika rasa malas datang menghampiri.
Semua itu adalah bagian dari perjalanan manusia.
Yang berbahaya bukan ketika kita terjatuh, melainkan ketika kita memutuskan untuk tidak bangkit lagi.
Allah lebih menyukai hamba yang terus berusaha kembali kepada-Nya daripada hamba yang menyerah karena merasa dirinya tidak cukup baik.
Jadi jika hari ini kamu merasa belum sempurna, jangan jadikan itu alasan untuk berhenti. Tetaplah melangkah.
Sedikit Demi Sedikit, Lama-Lama Menjadi Bukit
Coba perhatikan sebuah tetesan air. Terlihat kecil dan tidak berarti. Namun jika terus menetes dalam waktu lama, ia mampu melubangi batu yang keras.
Begitu pula dengan amal saleh.
Senyum yang kamu berikan setiap hari, sedekah yang rutin meskipun kecil, doa yang tidak pernah putus, atau kebiasaan membaca Al-Qur'an beberapa menit setiap hari, semuanya akan memberikan dampak besar jika dilakukan secara konsisten.
Banyak perubahan besar dalam hidup justru dimulai dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang terus dijaga.
Jangan meremehkan langkah kecilmu hari ini. Bisa jadi langkah itulah yang suatu hari mengantarkanmu kepada derajat yang tinggi di sisi Allah.
Allah Melihat Prosesmu
Kadang kita membandingkan diri dengan orang lain.
Melihat seseorang yang hafal banyak Al-Qur'an, rajin beribadah, atau memiliki ilmu agama yang luas membuat kita merasa tertinggal.
Padahal setiap orang memiliki perjalanan yang berbeda.
Allah tidak membandingkanmu dengan orang lain. Allah melihat usaha yang kamu lakukan hari demi hari.
Selama kamu terus berusaha mendekat kepada-Nya, sekecil apa pun langkah itu, Allah mengetahuinya.
Rasulullah SAW bersabda dalam hadis qudsi:
?????? ????????? ??????? ??????? ??????????? ???????? ????????
Artinya:
"Jika hamba-Ku mendekat kepada-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekat kepadanya sehasta."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Betapa indahnya janji Allah. Bahkan ketika kita baru berusaha melangkah sedikit, Allah sudah menyiapkan pertolongan dan kasih sayang-Nya yang jauh lebih besar.
Jangan Berhenti Karena Pernah Gagal
Ada orang yang berhenti mengaji karena pernah bolong beberapa hari. Ada yang berhenti bersedekah karena merasa jumlahnya terlalu kecil. Ada pula yang malas beribadah karena merasa dirinya masih banyak dosa.
Padahal justru karena kita memiliki kekurangan, kita membutuhkan kedekatan dengan Allah.
Jangan biarkan kegagalan kecil membuatmu berhenti dari perjalanan panjang menuju kebaikan.
Jika hari ini terjatuh, bangunlah. Jika hari ini lalai, perbaiki lagi. Jika hari ini belum maksimal, coba lagi besok.
Karena istiqamah bukan tentang tidak pernah jatuh. Istiqamah adalah tentang selalu kembali ke jalan yang benar setiap kali terjatuh.
Istiqamah bukan perlombaan siapa yang paling cepat berubah. Istiqamah adalah perjalanan panjang untuk terus bergerak menuju Allah, meskipun langkahnya kecil dan terkadang tertatih.
Maka jangan fokus menjadi sempurna dalam satu malam. Fokuslah menjadi lebih baik dari dirimu yang kemarin.
Teruslah membaca Al-Qur'an meski hanya beberapa ayat. Teruslah bersedekah meski jumlahnya sederhana. Teruslah berdoa meski jawaban belum terlihat.
Karena pada akhirnya, yang akan membawa kita sampai ke tujuan bukanlah langkah yang besar sesekali, melainkan langkah-langkah kecil yang terus dijaga dengan penuh keikhlasan.
Istiqamah bukan tentang cepat, tetapi tentang tetap melangkah sampai akhir.