BAZNAS Kota Sukabumi
Sekilas, pemikiran seperti ini terdengar masuk akal. Namun jika dipikirkan lebih dalam, menunggu kaya untuk menjadi bermanfaat sering kali justru membuat seseorang menunda kebaikan tanpa batas waktu yang jelas.
Padahal dalam Islam, menjadi bermanfaat tidak selalu membutuhkan harta yang melimpah. Bahkan banyak kebaikan yang bisa dilakukan oleh siapa saja, kapan saja, dan dalam kondisi apa saja.
Menjadi Bermanfaat Tidak Harus Menunggu Banyak Harta
Salah satu kesalahpahaman yang sering terjadi adalah menganggap bahwa manfaat hanya bisa diberikan oleh orang yang kaya. Akibatnya, banyak orang merasa belum mampu berbuat baik karena kondisi ekonominya belum seperti yang diharapkan.
Padahal, pernahkah kamu merasakan semangat kembali setelah dinasihati oleh seseorang? Pernahkah kamu merasa terbantu karena ada orang yang mendengarkan keluh kesahmu? Atau pernahkah kamu tersenyum karena mendapatkan perlakuan baik dari orang lain?
Semua itu adalah bentuk manfaat yang tidak selalu berkaitan dengan uang.
Rasulullah SAW bersabda:
?????? ???????? ???????????? ?????????
Artinya:
"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya."
(HR. Ath-Thabrani)
Hadis ini tidak mengatakan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling kaya. Rasulullah justru menekankan manfaat yang diberikan kepada sesama.
Artinya, siapa pun memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi manusia terbaik di sisi Allah.
Kebaikan Kecil Bisa Berdampak Besar
Jangan pernah meremehkan kebaikan kecil.
Mungkin kamu hanya membantu seseorang menyeberang jalan. Mungkin kamu hanya mengajarkan ilmu yang kamu miliki. Mungkin kamu hanya membagikan informasi yang bermanfaat.
Bagi kita, hal itu mungkin terlihat biasa saja. Namun bagi orang lain, bisa jadi itulah pertolongan yang sedang mereka butuhkan.
Rasulullah SAW bersabda:
??? ??????????? ???? ???????????? ??????? ?????? ???? ??????? ??????? ???????? ??????
Artinya:
"Janganlah sekali-kali meremehkan suatu kebaikan, meskipun hanya bertemu saudaramu dengan wajah yang ramah."
(HR. Muslim)
Lihatlah betapa indahnya ajaran Islam. Bahkan senyuman dan keramahan pun dihitung sebagai kebaikan.
Jadi, jika hari ini kamu belum memiliki banyak harta, jangan merasa tidak bisa berkontribusi. Bisa jadi senyumanmu, waktumu, perhatianmu, atau ilmumu lebih berharga daripada yang kamu kira.
Jangan Menunggu Sempurna untuk Berbuat Baik
Banyak orang menunda kebaikan karena merasa dirinya belum sempurna.
"Nanti kalau saya sudah sukses."
"Nanti kalau saya sudah mapan."
"Nanti kalau saya punya banyak waktu."
Padahal tidak ada jaminan bahwa kesempatan itu akan selalu ada.
Kebaikan yang bisa dilakukan hari ini jangan ditunda sampai besok. Sebab kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan.
Sering kali justru orang-orang yang hidup sederhana memiliki hati yang paling ringan untuk membantu sesama. Mereka tahu rasanya kesulitan, sehingga lebih mudah memahami kebutuhan orang lain.
Allah Melihat Niat dan Usaha Kita
Yang dinilai oleh Allah bukan hanya hasil besar yang terlihat manusia. Allah juga melihat niat tulus dan usaha yang dilakukan oleh hamba-Nya.
Mungkin kamu hanya mampu bersedekah sedikit. Mungkin kamu hanya mampu membantu satu orang. Mungkin kamu hanya mampu memberikan doa.
Namun jika dilakukan dengan ikhlas, nilainya bisa sangat besar di sisi Allah.
Rasulullah SAW bersabda:
???????? ???????? ?????? ??????? ????????
Artinya:
"Lindungilah diri kalian dari api neraka walaupun hanya dengan bersedekah setengah butir kurma."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa ukuran di sisi Allah bukanlah besar kecilnya pemberian, melainkan ketulusan hati saat melakukannya.
Mulailah dari yang Kamu Bisa
Menjadi bermanfaat tidak harus menunggu kaya. Mulailah dari apa yang kamu miliki hari ini.
Jika punya ilmu, bagikan ilmu.
Jika punya tenaga, bantu dengan tenaga.
Jika punya waktu, gunakan untuk membantu orang lain.
Jika punya harta, bersedekahlah sesuai kemampuan.
Dan jika belum memiliki semua itu, setidaknya berikan doa yang baik untuk sesama.
Percayalah, dunia ini menjadi lebih indah karena orang-orang yang memilih untuk memberi manfaat, bukan karena orang-orang yang menunggu segalanya sempurna terlebih dahulu.
Jangan menunggu kaya untuk menjadi bermanfaat. Jangan menunggu sukses untuk berbuat baik. Jangan menunggu sempurna untuk membantu sesama.
Karena sesungguhnya, kebaikan tidak diukur dari seberapa banyak yang kamu miliki, tetapi dari seberapa besar kepedulian yang kamu berikan.
Siapa tahu, satu senyuman yang kamu berikan hari ini mampu menghibur hati seseorang. Siapa tahu, satu bantuan kecil yang kamu lakukan menjadi sebab datangnya keberkahan dalam hidupmu. Dan siapa tahu, kebaikan yang menurutmu sederhana justru menjadi amal yang paling berat timbangannya di hadapan Allah kelak.
Maka jangan menunggu kaya untuk menjadi bermanfaat. Mulailah hari ini, mulai dari yang kamu bisa, dan biarkan Allah yang melipatgandakan nilainya.