Mana yang harus di dahulukan kurban atau aqiqah ?
05/11/2025 | Penulis: indri irmayanti
Aqiqah tanda syukur, kurban wujud taat. Dua ibadah, satu tujuan — meraih berkah Allah SWT
Antara aqiqah dan kurban ada persamaan, yakni sama-sama sunah. Hal ini menurut mazhab Syafii (selama tidak nadzar), serta adanya aktivitas penyembelihan terhadap hewan yang telah memenuhi syarat untuk dipotong. Sementara perbedaan yang ada di antara keduanya lebih pada waktu pelaksanaannya.
Makna Kurban dalam Islam
Sebagai wujud ketaatan dan upaya meraih pahala, umat Islam melaksanakan ibadah kurban secara berjamaah pada Hari Raya Idul Adha, yang jatuh pada 10 Dzulhijjah 1444 H. Meskipun hukumnya sunnah, ibadah kurban sangat dianjurkan bagi umat Islam. Ibadah ini dilakukan dengan menyembelih hewan ternak sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat dari Allah SWT serta sebagai bentuk ketaatan seorang hamba kepada Sang Pencipta.
Mana yang harus di dahulukan Kurban atau Akikah?
Para ulama memberi kelonggaran pelaksanaan aqiqah oleh orang tua hingga si bayi tumbuh sampai dengan baligh. Meski begitu lebih baik jika dilaksanakannya tujuh hari setelah kelahiran si bayi. Setelah baligh, anjuran aqiqah tidak lagi dibebankan kepada orang tua melainkan diserahkan kepada sang anak untuk melaksanakan sendiri atau meninggalkannya.
Dalam hal ini tentunya melaksanakan aqiqah sendiri lebih baik daripada tidak melaksanakanya. Lantas manakah yang didahulukan antara kurban dan aqiqah? Jawabannya adalah tergantung momentum serta situasi dan kondisi. Apabila mendekati hari raya Idul Adha seperti sekarang ini, maka mendahulukan kurban adalah lebih baik daripada malaksanakan aqiqah.
Bolehkah Kurban Dilakukan Sebelum Aqiqah?
lalu Pertanyaan yang kerap muncul di kalangan umat Islam adalah: bagaimana jika seseorang ingin berkurban, namun belum melaksanakan aqiqah?
Jawabannya, diperbolehkan. Sebab, aqiqah dan kurban adalah dua ibadah yang berbeda baik dari segi makna maupun tujuan. Aqiqah merupakan bentuk rasa syukur orang tua atas kelahiran anak yang diwujudkan melalui penyembelihan hewan. Sementara itu, kurban adalah ibadah penyembelihan hewan yang dilakukan semata-mata karena Allah SWT pada waktu tertentu, yaitu saat Idul Adha.
Syarat Seseorang Boleh Melaksanakan Kurban:
1. Beragama Islam
Pelaksana kurban haruslah seorang Muslim yang mengikuti ajaran Islam.
2. Berakal sehat, sudah baligh, dan merdeka
Orang tersebut harus dewasa, memiliki akal sehat, serta bukan budak. Ia harus memahami makna kurban dan mampu bertanggung jawab atas ibadahnya.
3. Mampu secara finansial
Pelaku kurban harus memiliki kemampuan ekonomi yang memadai. Ukuran ‘mampu’ ini bisa berbeda tergantung kondisi ekonomi masyarakat setempat.
Kesimpulannya, aqiqah bukan syarat sah untuk berkurban. Jadi, seseorang tetap diperbolehkan berkurban meskipun belum melaksanakan aqiqah.
Artikel Lainnya
Kisah Nyata Dahsyat: Janji Allah Itu Benar, Bikin Merinding!
Subhanallah! Rahasia Dagang Berkah yang Diajarakan dalam Islam
Tak Ada yang Tahu Lukanya, Tapi Ia Tetap Kuat!
Jangan Sampai Tidak Tahu! Rahasia Besar di Balik Pernikahan yang Disebut Ibadah dalam Islam
Fakta Pahit! Jangan Terlalu Berharap pada Manusia, Kamu Akan Kecewa pada Akhirnya
Jangan Sampai Menyesal! Ini Dampak Tidak Puasa dengan Sengaja Tanpa Ada Halangan
Larangan saat Lebaran! Masih Banyak yang Melanggar!
Hati-Hati! Ini Dampak Buruk Korupsi yang Bisa Menghancurkan Hidupmu
Pernah Merasa Sendiri di Tengah Keramaian? Ini Penjelasannya
Kisah Pahit yang Bikin Tersadar! Akibat Terlalu Cinta Dunia
Bahagia Itu Sederhana: Sabar dan Syukur yang Sering Diabaikan!
7 Cara Ampuh Berdamai dengan Diri Sendiri agar Hidup Lebih Tenang
MasyaAllah! Ternyata Ibu Hamil Punya Kedudukan Istimewa dalam Islam, Ini Penjelasannya
Banyak Orang Tidak Sadar! Beratnya Tanggung Jawab Seorang Pemimpin Hingga di Akhirat
Jangan Sampai Tidak Tahu! Alasan Ibadah Haji Menjadi Rukun Islam yang Istimewa

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Sukabumi.
Lihat Daftar Rekening →