WhatsApp Icon

Nomor 3 Sering Dilakukan Tanpa Sadar, Padahal Bisa Menjauhkan Kita dari Allah

12/06/2026  |  Penulis: BAZNAS

Bagikan:URL telah tercopy
Nomor 3 Sering Dilakukan Tanpa Sadar, Padahal Bisa Menjauhkan Kita dari Allah

Nomor 3 Sering Dilakukan Tanpa Sadar, Padahal Bisa Menjauhkan Kita dari Allah

Nomor 3 Sering Dilakukan Tanpa Sadar, Padahal Bisa Menjauhkan Kita dari Allah

Pernah nggak sih, merasa hati terasa lebih kosong dari biasanya?

Nomor 3 sering dilakukan tanpa sadar, padahal bisa menjauahkan kita dari Allah

BAZNAS Kota Sukabumi

Shalat tetap dilakukan. Aktivitas berjalan seperti biasa. Bahkan mungkin kehidupan terlihat baik-baik saja dari luar.

Tapi entah kenapa, ada rasa yang berbeda.

Ibadah terasa biasa saja.

Hati lebih mudah gemetar.

Dan kedekatan dengan Allah yang dulu terasa hangat, kini terasa semakin jauh.

Kalau pernah merasakan hal seperti itu, mungkin ada beberapa kebiasaan yang tanpa disadari sedang kita lakukan. Kebiasaan yang terlihat sepele, namun perlahan membuat hati menjadi keras dan hubungan kita dengan Allah semakin renggang.

Yuk, coba renungkan bersama.

1. Terlalu Sibuk dengan Dunia Sampai Lupa Mengingat Allah

Kesebukan memang bagian dari kehidupan.

Bekerja, belajar, mengurus keluarga, menjalankan usaha, semuanya adalah aktivitas yang baik.

Masalahnya bukan pada kesibukannya.

Masalahnya adalah ketika seluruh waktu dan pikiran hanya dipenuhi urusan dunia.

Bangun tidur langsung mengecek ponsel.

hari Sepanjang sibuk mengejar target.

Malam hari masih memikirkan pekerjaan.

Lalu hari berlalu tanpa ada waktu khusus untuk mendekat kepada Allah.

Lama-kelamaan hati menjadi kering.

Karena sama seperti tubuh membutuhkan makanan, hati juga membutuhkan “makanan”, yaitu zikir, doa, dan ibadah.

Tanpa itu, hati akan kehilangan kekuatannya.

2. Terlalu Sering Membandingkan Hidup dengan Orang Lain

Media sosial membuat kita bisa melihat kehidupan orang lain setiap saat.

Masalahnya, kita sering melihat pencapaian mereka melihat tanpa perjuangan mereka.

Kita melihat kebahagiaan mereka tanpa melihat ujian yang mereka hadapi.

Akibatnya muncul rasa iri.

Muncul rasa kurang.

Muncul pertanyaan:

“Mengapa hidup orang lain terlihat lebih baik?”

Padahal setiap orang memiliki jalan hidup yang berbeda-beda.

Semakin sering kita membandingkan diri, semakin sulit hati merasa bersyukur.

Dan ketika rasa syukur mulai berkurang, hati akan semakin jauh dari ketenangan.

3. Meremehkan Dosa-Dosa Kecil

Nah, inilah yang paling sering terjadi tanpa disadari.

Banyak orang menghindari dosa besar, tetapi menganggap remeh dosa-dosa kecil.

Padahal dosa kecil yang dilakukan terus-menerus bisa menjadi masalah besar bagi hati.

:

Menggunjing orang lain karena dianggap sekadar bercanda.

Berkata kasar karena sedang emosi.

Menunda shalat tanpa alasan yang jelas.

Melihat hal-hal yang tidak baik karena merasa “cuma sebentar”.

Berbohong kecil demi kenyamanan saat itu.

Semua itu mungkin terlihat ringan.

Namun jika dilakukan berulang kali, hati perlahan menjadi kurang peka.

Rasulullah SAW bersabda:

?????????? ?????????????? ??????????? ???????????? ???????????? ????? ????????? ?????? ????????????

“Jauhilah dosa-dosa yang dianggap kecil, karena dosa-dosa itu akan berkumpul pada diri seseorang hingga membinasannya.”

(HR. Ahmad)

Hadis ini mengingatkan bahwa yang berbahaya bukan hanya dosa besar. Terkadang yang lebih berbahaya adalah dosa kecil yang terus dilakukan tanpa rasa bersalah.

4. Jarang Introspeksi Diri

Kita sering sibuk menilai orang lain.

Melihat kesalahan orang lain.

Memmbahas kekurangan orang lain.

Namun lupa melihat diri sendiri.

Padahal setiap hari kita melakukan banyak hal yang perlu dievaluasi.

Orang yang rajin bermuhasabah akan lebih mudah memperbaiki dirinya.

Sebaliknya, orang yang merasa dirinya selalu benar akan sulit berkembang.

Introspeksi bukan berarti menyalahkan diri sendiri secara berlebihan.

Introspeksi adalah keberanian untuk jujur ??kepada diri sendiri.

5. Merasa Masih Punya Banyak Waktu

Ini juga jebakan yang sering tidak disadari.

Kita berpikir:

"Nanti saja lebih rajin beribadah kalau sudah tua."

"Nanti saja belajar agama kalau sudah mapan."

"Nanti saja berubah jika keadaan sudah lebih baik."

Padahal tidak ada yang tahu berapa lama usia kita.

Banyak orang yang mempunyai rencana panjang, namun hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana manusia.

Oleh karena itu, kesempatan untuk mendekat kepada Allah adalah hari ini, bukan nanti.

Jangan Tunggu Hati Terasa Sangat Jauh

Hubungan dengan Allah biasanya tidak renggang dalam satu malam.

Dia menjauh sedikit demi sedikit.

Dari ibadah yang mulai tertunda.

Dari zikir yang mulai ditinggalkan.

Dari dosa-dosa kecil yang dianggap biasa.

Dari hati yang semakin jarang mengingat Allah.

Oleh karena itu, jangan menunggu sampai hati terasa kosong dan sulit kembali.

Mulailah memperbaiki diri dari sekarang.

Tidak harus langsung sempurna.

Tidak harus langsung berubah total.

Mulailah dari langkah kecil.

shalat.

Perbanyak istighfar.

Kurangi kebiasaan yang tidak bermanfaat.

Luangkan waktu untuk membaca Al-Qur'an.

Dan yang paling penting, jangan pernah merasa terlambat untuk kembali kepada Allah.

Karena sebesar apa pun kesalahan kita, pintu rahmat-Nya selalu terbuka.

Bisa jadi selama ini yang membuat hati terasa berat bukan karena masalah hidup yang terlalu besar.

Tetapi karena ada kebiasaan-kebiasaan kecil yang terus dilakukan tanpa disadari.

Dan nomor 3 adalah salah satu yang paling sering terjadi.

Maka sebelum dosa-dosa kecil itu menumpuk, mari mulai memperbaiki diri. Sebab hati yang dekat dengan Allah akan lebih mudah menemukan ketenangan, bahkan di tengah kehidupan yang penuh ujian.

Bagikan:URL telah tercopy

Artikel Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Sukabumi.

Lihat Daftar Rekening →