WhatsApp Icon

Pentingnya Menjaga Hati dari Rasa Iri dan Dengki

25/05/2026  |  Penulis: BAZNAS

Bagikan:URL telah tercopy
Pentingnya Menjaga Hati dari Rasa Iri dan Dengki

Pentingnya Menjaga Hati dari Rasa Iri dan Dengki

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sering kali tanpa sadar membandingkan dirinya dengan orang lain.

Pentingnya Menjaga Hati Dari Rasa Iri Dan Dengki

Pentingnya Menjaga Hati Dari Rasa Iri Dan Dengki

Melihat orang lain lebih sukses, lebih kaya, lebih bahagia, atau lebih dihargai terkadang membuat hati merasa tidak puas. Dari situlah rasa iri dan dengki mulai tumbuh sedikit demi sedikit. Jika tidak dijaga, perasaan tersebut dapat merusak ketenangan hati dan hubungan dengan sesama manusia.

Islam sangat mengajarkan umatnya untuk menjaga hati dari rasa iri dan dengki. Sebab hati yang dipenuhi rasa iri akan sulit merasakan syukur, mudah gelisah, dan tidak pernah merasa cukup dengan nikmat yang telah Allah SWT berikan.

Iri dan dengki muncul ketika seseorang merasa tidak senang melihat orang lain mendapatkan nikmat atau kebahagiaan. Bahkan dalam beberapa keadaan, seseorang berharap nikmat itu hilang dari orang lain. Perasaan seperti ini sangat berbahaya karena dapat merusak hati dan membawa manusia kepada keburukan.

Allah SWT berfirman:

“Ataukah mereka dengki kepada manusia karena karunia yang telah Allah berikan kepadanya?”
(QS. An-Nisa: 54)

Ayat ini menunjukkan bahwa rasa dengki sudah ada sejak dahulu dan menjadi salah satu penyakit hati yang harus dihindari. Dengki membuat seseorang lupa bahwa setiap manusia memiliki rezeki, ujian, dan jalan hidup yang berbeda-beda.

Sering kali manusia hanya melihat kebahagiaan orang lain tanpa mengetahui perjuangan dan kesulitan yang mereka alami. Akibatnya, hati mudah merasa kurang dan terus membandingkan hidup sendiri dengan kehidupan orang lain.

Padahal Allah SWT telah membagikan rezeki dengan sebaik-baiknya kepada setiap hamba-Nya. Ada yang diberi kelebihan dalam harta, ada yang diberi kesehatan, ilmu, keluarga harmonis, atau hati yang tenang. Semua adalah nikmat yang patut disyukuri.

Rasulullah SAW bersabda:

“Jauhilah sifat dengki, karena dengki itu memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.”
(HR. Abu Dawud)

Hadis ini menjadi peringatan bahwa rasa dengki dapat menghapus pahala kebaikan yang telah dilakukan seseorang. Betapa ruginya jika amal baik yang dikumpulkan hilang hanya karena hati dipenuhi rasa iri kepada orang lain.

Selain merusak pahala, iri dan dengki juga membuat hidup terasa tidak tenang. Orang yang selalu iri akan sibuk melihat kehidupan orang lain dan sulit menikmati hidupnya sendiri. Hatinya dipenuhi rasa tidak puas, mudah marah, dan sulit bersyukur.

Sebaliknya, orang yang mampu menjaga hati dari iri akan lebih mudah merasakan kedamaian. Ia memahami bahwa setiap orang memiliki waktunya masing-masing dan percaya bahwa Allah SWT tidak pernah salah dalam memberikan rezeki.

Cara terbaik menghindari iri adalah dengan memperbanyak rasa syukur. Ketika seseorang fokus pada nikmat yang dimiliki, ia akan lebih mudah merasa cukup dan tidak sibuk membandingkan diri dengan orang lain.

Allah SWT berfirman:

“Dan jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu.”
(QS. Ibrahim: 7)

Ayat ini menunjukkan bahwa rasa syukur membuka pintu keberkahan dalam hidup. Semakin seseorang bersyukur, semakin hatinya dipenuhi ketenangan dan kebahagiaan.

Selain itu, penting juga untuk menjaga hati dengan memperbaiki hubungan kepada Allah SWT. Orang yang dekat kepada Allah biasanya lebih mudah menerima kehidupan dan tidak terlalu iri terhadap pencapaian orang lain.

Rasulullah SAW juga mengajarkan agar manusia melihat orang yang berada di bawahnya dalam urusan dunia agar lebih mudah bersyukur.

Beliau bersabda:

“Lihatlah orang yang berada di bawah kalian dan jangan melihat orang yang berada di atas kalian. Itu lebih pantas agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah kepada kalian.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini mengajarkan bahwa membandingkan diri dengan orang yang tampak lebih sukses hanya akan membuat hati merasa kurang. Sebaliknya, melihat kehidupan orang yang lebih sulit dapat membantu kita lebih menghargai nikmat yang sudah dimiliki.

Menjaga hati dari iri dan dengki juga berarti belajar ikut bahagia atas keberhasilan orang lain. Ketika melihat orang lain mendapatkan nikmat, biasakan mendoakan kebaikan untuk mereka. Hati yang tulus mendoakan orang lain akan lebih damai dibanding hati yang dipenuhi kebencian.

Selain itu, jangan terlalu larut dalam kehidupan media sosial. Banyak orang hanya menunjukkan sisi terbaik hidupnya di sana, sehingga membuat orang lain mudah merasa minder dan iri. Padahal tidak semua yang terlihat indah di media sosial benar-benar sempurna dalam kenyataannya.

Karena itu, fokuslah memperbaiki diri sendiri daripada sibuk melihat kehidupan orang lain. Gunakan waktu untuk belajar, beribadah, bekerja keras, dan menjadi pribadi yang lebih baik setiap hari.

Semoga Allah SWT menjaga hati kita dari rasa iri dan dengki, melapangkan hati untuk selalu bersyukur, dan menjadikan kita pribadi yang lebih ikhlas melihat kebahagiaan orang lain. Karena sejatinya, hati yang bersih akan membawa ketenangan, sedangkan hati yang dipenuhi iri hanya akan melelahkan diri sendiri.

Menjadi pribadi yang baik bukan berarti hidup tanpa masalah

tetapi tentang bagaimana hati tetap tenang, ikhlas, dan terus berusaha mendekat kepada Allah SWT. Kebaikan sekecil apa pun akan selalu memiliki nilai besar di sisi Allah, terlebih ketika dilakukan dengan tulus dan penuh kepedulian kepada sesama.

Mari jadikan hidup lebih bermakna dengan memperbanyak amal kebaikan, membantu mereka yang membutuhkan, dan menebarkan manfaat di tengah masyarakat. Salah satu langkah sederhana yang bisa dilakukan adalah dengan berbagi melalui program-program kebaikan bersama BAZNAS Kota Sukabumi.

Karena sejatinya, hati yang paling tenang adalah hati yang tidak hanya hidup untuk dirinya sendiri, tetapi juga mampu menghadirkan kebahagiaan bagi orang lain

Bagikan:URL telah tercopy

Artikel Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Sukabumi.

Lihat Daftar Rekening →