Rezeki Makin Banyak, Jangan Sampai Kita Lupa untuk Berbagi
19/08/2026 | Penulis: BAZNAS
Rezeki Makin Banyak, Jangan Sampai Kita Lupa untuk Berbagi
Ada masa ketika kita berdoa agar rezeki bertambah. Ingin pekerjaan lebih baik, usaha semakin lancar, penghasilan meningkat, dan kebutuhan keluarga tercukupi. Namun, ketika rezeki benar-benar datang lebih banyak, ada satu hal yang jangan sampai kita lupakan: berbagi kepada sesama.
Sebab, rezeki bukan hanya tentang seberapa banyak yang kita miliki, tetapi juga tentang seberapa besar manfaat yang bisa kita berikan. Dalam Islam, harta adalah amanah. Di dalamnya terdapat hak orang lain yang membutuhkan melalui zakat, infak, dan sedekah.
Ketika Rezeki Bertambah, Jangan Lupa Bersyukur
Bertambahnya rezeki tentu menjadi nikmat yang patut disyukuri. Namun, rasa syukur tidak cukup hanya diucapkan dengan lisan. Salah satu bentuk syukur yang nyata adalah menggunakan sebagian rezeki untuk kebaikan.
Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”
(QS. Ibrahim: 7)
Berbagi menjadi salah satu cara menjaga hati agar tidak terjebak pada rasa memiliki yang berlebihan. Ketika penghasilan bertambah, jangan hanya menambah daftar keinginan. Sisihkan pula sebagian untuk membantu mereka yang membutuhkan.
Harta Bertambah, Kepedulian Jangan Berkurang
Terkadang manusia begitu sibuk mengejar lebih banyak sampai lupa bahwa di sekitarnya masih ada orang yang berjuang memenuhi kebutuhan dasar.
Ada keluarga yang membutuhkan bantuan pendidikan. Ada lansia yang hidup sendiri. Ada anak yatim yang membutuhkan perhatian. Ada masyarakat kurang mampu yang berharap mendapatkan kesempatan untuk hidup lebih layak.
Di sinilah zakat, infak, dan sedekah memiliki peran penting. Harta yang kita keluarkan untuk kebaikan dapat menjadi jalan hadirnya manfaat bagi banyak orang.
Sedekah Tidak Membuat Harta Berkurang

Sebagian orang mungkin masih berpikir, “Kalau saya banyak berbagi, nanti uang saya berkurang.”
Padahal Rasulullah SAW justru mengajarkan bahwa sedekah tidak mengurangi harta.
Rasulullah SAW bersabda:
“Sedekah tidaklah mengurangi harta. Tidaklah Allah menambah seorang hamba karena memaafkan kecuali kemuliaan, dan tidaklah seseorang merendahkan diri karena Allah kecuali Allah akan mengangkat derajatnya.”
(HR. Muslim)
Hadis ini mengingatkan bahwa ukuran keberkahan harta bukan sekadar nominal yang tersimpan, tetapi juga manfaat yang lahir dari harta tersebut.
Berbagi Bisa Dimulai dari Hal Sederhana
Tidak harus menunggu menjadi kaya untuk berbagi. Sedekah dapat dimulai dari kemampuan yang kita miliki.
Sisihkan Sebagian Rezeki
Ketika menerima penghasilan, biasakan menyisihkan sebagian untuk zakat, infak, atau sedekah. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi bentuk kepedulian yang besar.
Bantu Mereka yang Membutuhkan
Salurkan bantuan kepada orang yang benar-benar membutuhkan. Bantuan yang kita berikan mungkin terlihat sederhana bagi kita, tetapi bisa sangat berarti bagi penerimanya.
Jangan Menunggu Berlebih
Kebaikan tidak harus menunggu kaya. Bahkan ketika rezeki kita belum banyak, tetap ada kesempatan untuk berbagi sesuai kemampuan.
Allah SWT menggambarkan besarnya balasan bagi orang yang menginfakkan hartanya di jalan-Nya:
?????? ????????? ??????????? ????????????? ??? ??????? ??????? ???????? ??????? ?????????? ?????? ????????? ??? ????? ?????????? ??????? ??????? ? ????????? ????????? ?????? ??????? ? ????????? ??????? ???????
“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.”
(QS. Al-Baqarah: 261)
Jangan Hanya Menambah Harta, Tambah Juga Manfaat
Rezeki yang bertambah seharusnya membuat kita semakin dekat kepada Allah dan semakin peduli kepada sesama.
Jika hari ini Allah memberikan kelapangan, mari manfaatkan kesempatan tersebut untuk membantu mereka yang membutuhkan. Jangan sampai kita begitu sibuk menghitung apa yang kita punya sampai lupa bahwa ada orang lain yang sedang menunggu uluran tangan.
Melalui zakat, infak, dan sedekah, sebagian rezeki kita dapat berubah menjadi makanan bagi keluarga yang membutuhkan, bantuan pendidikan bagi anak-anak, dukungan bagi masyarakat kurang mampu, serta berbagai program sosial yang memberikan manfaat nyata.
Artikel Lainnya
7 Pelajaran Berharga tentang Harta, Waktu, dan Kehidupan
7 Keajaiban Zakat BAZNAS yang Mengubah Kepedulian Menjadi Keberkahan
Saat Kesulitan Datang, Sejauh Mana Kepedulian Kita? BAZNAS Menjawab dengan Aksi
Ketika Biaya Berobat Jadi Beban, Zakat BAZNAS Hadir Membawa Harapan
5 Alasan Mengapa Bantuan Saja Tidak Cukup untuk Mengatasi Kemiskinan
Mengapa Allah Menjanjikan Balasan bagi Harta yang Kita Keluarkan?
Apa Arti Rezeki Jika Tak Pernah Berbagi? BAZNAS Mengajak Kita Merenung
Ketika Harta Menjadi Ujian: Sudahkah Kita Menunaikan Zakat?
7 Pesan Islam tentang Berbagi yang Menguatkan Hati
Apa Bedanya Orang Hemat dengan Orang Kikir?
5 Realitas Pahit di Balik Kemiskinan: Mengapa Peran BAZNAS Semakin Penting?
5 Alasan Mengapa Lalai Berzakat Bisa Menjadi Kerugian Besar
Agama Mengajarkan Ibadah, Tapi Mengapa Kita Masih Harus Belajar Menjadi Manusia?
Berapa Banyak Harta yang Sanggup Kita Pertanggungjawabkan?
Bolehkah Kita Memilih Siapa yang Layak Dibantu?

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Sukabumi.
Lihat Daftar Rekening →