5 Alasan Mengapa Lalai Berzakat Bisa Menjadi Kerugian Besar
08/09/2026 | Penulis: BAZNAS
5 Alasan Mengapa Lalai Berzakat Bisa Menjadi Kerugian Besar
5 Alasan Mengapa Lalai Berzakat Bisa Menjadi Kerugian Besar
Mengapa Lalai Berzakat Bisa Menjadi Kerugian?
Harta adalah salah satu bentuk amanah yang Allah SWT titipkan kepada manusia. Di dalam harta yang kita miliki, terdapat hak orang lain yang harus ditunaikan melalui zakat apabila telah memenuhi syarat.
Sayangnya, kesibukan, rasa sayang terhadap harta, atau kebiasaan menunda terkadang membuat seseorang lalai berzakat. Padahal, menunaikan zakat bukan hanya kewajiban agama, tetapi juga bentuk kepedulian kepada mereka yang membutuhkan.
Allah SWT berfirman:
“Dan laksanakanlah salat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa pun yang kamu kerjakan untuk dirimu, niscaya kamu akan memperolehnya (pahala) di sisi Allah.”
(QS. Al-Baqarah: 110)
Lantas, apa saja kerugian yang dapat terjadi ketika seseorang terus menunda kewajiban zakat?
5 Alasan Lalai Berzakat Bisa Menjadi Kerugian Besar
1. Kehilangan Kesempatan Menunaikan Kewajiban
Zakat merupakan salah satu kewajiban dalam Islam bagi orang yang telah memenuhi ketentuannya. Ketika seseorang sengaja menunda tanpa alasan yang dibenarkan, ia telah melewatkan kesempatan untuk menjalankan perintah Allah.
Jangan menunggu sampai terlambat
Kita tidak pernah tahu berapa lama kesempatan memiliki harta akan diberikan. Karena itu, ketika kewajiban zakat telah terpenuhi, menunaikannya merupakan bentuk ketaatan dan rasa syukur.
2. Kehilangan Kesempatan Mendapatkan Keberkahan
Harta yang dimiliki bukan hanya tentang jumlah, tetapi juga tentang keberkahan. Zakat menjadi salah satu bentuk ketaatan yang mengajarkan kita untuk menggunakan harta sesuai dengan ketentuan Allah.
Allah SWT berfirman:
“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah.”
(QS. Al-Baqarah: 276)
Menunaikan zakat bukan berarti membuat harta menjadi sia-sia. Sebaliknya, seorang Muslim diajarkan untuk percaya bahwa kebaikan yang dikeluarkan di jalan Allah memiliki nilai dan keberkahan.
3. Ada Hak Mustahik yang Belum Tersampaikan
Zakat memiliki tujuan sosial yang sangat kuat. Dana zakat dapat membantu orang-orang yang termasuk dalam golongan penerima zakat atau mustahik.
Ketika zakat ditunda tanpa alasan yang tepat, bantuan yang seharusnya dapat diterima oleh mereka juga ikut tertunda.
Bayangkan dampaknya
Bagi kita, zakat mungkin hanya sebagian dari harta. Namun bagi keluarga yang sedang kesulitan, bantuan tersebut dapat berarti makanan, biaya pendidikan, modal usaha, atau kebutuhan penting lainnya.
4. Membiasakan Diri Menunda Kebaikan
Menunda zakat dapat berkembang menjadi kebiasaan. Hari ini mengatakan “nanti”, besok kembali berkata “belum sempat”, hingga akhirnya kewajiban semakin lama tertunda.
Padahal, Rasulullah SAW mengingatkan pentingnya berbagi melalui sabdanya:
“Sedekah tidaklah mengurangi harta.”
(HR. Muslim)
Hadits ini mengajarkan bahwa berbagi bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti. Justru, kebaikan dapat menjadi jalan untuk memperoleh keberkahan dari Allah SWT.
5. Kehilangan Kesempatan Mengubah Harta Menjadi Amal
Harta yang kita miliki pada akhirnya akan ditinggalkan. Namun, harta yang digunakan untuk kebaikan dapat menjadi amal yang bernilai di sisi Allah.
Zakat memungkinkan sebagian harta yang kita miliki menjadi manfaat nyata bagi orang lain. Dari zakat yang ditunaikan, mungkin ada seseorang yang kembali makan dengan tenang, seorang anak yang tetap bersekolah, atau keluarga yang memperoleh kesempatan untuk bangkit.
Jangan Tunda Zakat, Hadirkan Manfaat Hari Ini
Lalai berzakat bukan hanya persoalan kehilangan sejumlah harta. Lebih dari itu, kita bisa kehilangan kesempatan untuk menjalankan kewajiban, membantu sesama, dan menjadikan harta sebagai jalan kebaikan.
Melalui lembaga pengelola zakat yang terpercaya seperti BAZNAS, masyarakat dapat menyalurkan zakat agar dikelola dan disalurkan kepada pihak yang berhak sesuai ketentuan.
Saatnya Menunaikan Zakat
Jika harta yang dimiliki telah memenuhi syarat wajib zakat, jangan biarkan kesibukan dan penundaan menghalangi langkah untuk berbuat baik.
Tunaikan zakat hari ini. Jadikan harta yang kita miliki bukan hanya sebagai sesuatu yang disimpan, tetapi sebagai jalan untuk menghadirkan manfaat dan harapan bagi sesama.
Karena bisa jadi, zakat yang kita tunaikan hari ini adalah pertolongan yang sangat berarti bagi seseorang yang sedang menunggu uluran tangan.
Mari bersama BAZNAS mengubah kepedulian menjadi keberkahan. Tunaikan zakat dengan segera dan hadirkan manfaat nyata bagi mereka yang membutuhkan.
Artikel Lainnya
7 Pelajaran Sabar dari Sejarah Islam Saat Menghadapi Ketidakadilan
5 Tanda Penting untuk Membedakan Musibah dan Azab dalam Islam
Ketakutan Bisa Membuat Kita Bergerak, tetapi Harapan Menentukan ke Mana Kita Pergi
Ada Perjuangan yang Tidak Bisa Dimenangkan Sendirian
Ketika Biaya Berobat Jadi Beban, Zakat BAZNAS Hadir Membawa Harapan
Kalau Harta Bisa Bicara, Mungkin Ia Akan Bertanya: “Sudahkah Kamu Berzakat?"
Ada Kezaliman yang Mengambil Harta, Ada yang Mengambil Kehormatan, dan Ada yang Mengambil Kehidupan
Ironi Zakat: Ketika 26 Juta Mustahik Masih Terjebak dalam Kemiskinan
Zakat Meets AI: Ketika Kecerdasan Buatan Bertemu Kebaikan Manusia
5 Realitas Pahit di Balik Kemiskinan: Mengapa Peran BAZNAS Semakin Penting?
Negeri yang Terlalu Sibuk Bertengkar Akan Kesulitan Mendengar Siapa yang Sedang Menderita
Zakat, Infak, dan Sedekah: 3 Amal yang Sering Disamakan, Padahal Beda
3 Sikap Mulia yang Rasulullah Ajarkan Saat Melihat Musibah Orang Lain
Angka di Laporan, Wajah di Lapangan: Memahami Makna Sesungguhnya dari Penyaluran Zakat
Tidak Semua yang Sah Itu Adil

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Sukabumi.
Lihat Daftar Rekening →