WhatsApp Icon

Saat Dunia Bergerak Semakin Cepat, Iman Adalah Pegangan yang Tidak Boleh Lepas

11/06/2026  |  Penulis: BAZNAS

Bagikan:URL telah tercopy
Saat Dunia Bergerak Semakin Cepat, Iman Adalah Pegangan yang Tidak Boleh Lepas

Saat Dunia Bergerak Semakin Cepat, Iman Adalah Pegangan yang Tidak Boleh Lepas

Pernahkah Anda merasakan hidup saat ini berjalan begitu cepat?

Baru saja memasuki awal tahun, tahu-tahu sudah berada di pertengahan tahun. Teknologi berkembang hampir setiap hari, informasi datang tanpa henti, tren terus berganti, dan kebutuhan hidup semakin banyak.

Saat dunia bergerak semakin cepat, iman adalah pegangan yang kuat

BAZNAS Kota Sukabumi

Di tengah semua perubahan itu, ada satu pertanyaan penting yang perlu kita renungkan:

Ketika dunia terus bergerak semakin cepat, apakah iman kita ikut bertumbuh atau justru semakin tertinggal?

Banyak orang yang sibuk mengejar karir, pendidikan, bisnis, dan berbagai target duniawi. Semua itu tentu baik selama dilakukan dengan cara yang benar. Namun, jangan sampai kesibukan tersebut membuat kita kehilangan pegangan yang paling penting dalam hidup, yaitu iman kepada Allah SWT.

Karena pada akhirnya, bukan harta, jabatan, atau popularitas yang akan menyelamatkan kita. Yang akan menjadi penolong terbesar adalah keimanan yang tetap terjaga hingga akhir hayat.

Dunia yang Cepat Sering Membuat Kita Lupa

Kemajuan zaman membawa banyak kemudahan. Dengan satu sentuhan jari, kita dapat berkomunikasi dengan orang yang jauh, mencari informasi, bahkan bekerja dari mana saja.

Namun di balik kemudahan itu, ada tantangan yang tidak kecil.

Media sosial sering membuat kita sibuk membandingkan hidup dengan orang lain. Arus informasi yang begitu deras terkadang membuat hati lelah. Belum lagi berbagai hiburan yang bisa membuat seseorang lupa waktu dan lalai mengingat Allah.

Tanpa disadari, hari demi hari berlalu. Waktu untuk membaca Al-Qur'an berkurang. Shalat mulai terburu-buru. Doa semakin jarang dipanjatkan dengan sungguh-sungguh.

Padahal hati manusia sangat membutuhkan hubungan yang dekat dengan Allah.

Ketika hubungan itu mulai renggang, hidup sering terasa kosong meskipun secara materi terlihat baik-baik saja.

Iman Adalah Kompas di Tengah Banyaknya Pilihan

Di zaman sekarang, manusia dihadapkan pada begitu banyak pilihan.

Pilihan gaya hidup.

Pilihan pergaulan.

Pilihan hiburan.

Pilihan cara mencari rezeki.

Tidak semua pilihan tersebut membawa kebaikan. Karena itulah iman berfungsi sebagai kompas yang membantu kita membedakan mana yang benar dan mana yang salah.

Seseorang yang memiliki iman akan berusaha bertanya kepada dirinya sendiri:

“Apakah Allah ridha dengan apa yang saya lakukan?”

Pertanyaan sederhana ini sering kali menjadi penyelamat dari banyak keputusan yang salah.

Iman tidak membuat hidup menjadi bebas masalah. Namun iman membuat kita memiliki arah ketika menghadapi masalah.

Rasulullah SAW Mengingatkan Pentingnya Memegang Agama

Rasulullah SAW pernah menggambarkan beratnya menjaga agama di akhir zaman.

Beliau bersabda:

??????? ????? ???????? ??????? ?????????? ??????? ????? ??????? ???????????? ????? ?????????

Akan datang suatu zaman ketika orang yang berpegang teguh pada agamanya seperti memegang bara api.

(HR. Tirmidzi)

Hadis ini terasa sangat relevan dengan kondisi saat ini.

Menjaga shalat tepat waktu di tengah kesibukan tidak selalu mudah.

Menjaga pandangan di tengah banyaknya godaan juga tidak mudah.

Bersikap jujur ??ketika banyak orang memilih jalan pintas pun sering kali menjadi tantangan.

Namun justru di situlah letak keindahannya. Semakin berat perjuangan menjaga iman, semakin besar pula nilai yang Allah berikan.

Cara Menjaga Iman di Tengah Perubahan Zaman

Menjaga iman bukan berarti harus meninggalkan dunia. Islam mengajarkan keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat.

Ada beberapa langkah sederhana yang bisa kita lakukan setiap hari.

Pertama, menjaga shalat lima waktu dengan sungguh-sungguh. Shalat adalah penghubung utama antara seorang hamba dengan Rabb-nya.

Kedua, meluangkan waktu membaca Al-Qur'an meskipun hanya beberapa ayat setiap hari.

Ketiga, memilih lingkungan yang membawa kita lebih dekat pada kebaikan.

Keempat, membedakan hal-hal yang membuat hati lalai dari mengingat Allah.

Kelima, memperbanyak doa agar Allah meneguhkan hati dalam keimanan.

Karena sesungguhnya hati manusia bisa berubah dengan sangat cepat. Kita membutuhkan pertolongan Allah setiap saat.

Allah Menjanjikan Ketenangan bagi Orang Beriman

Salah satu kenikmatan terbesar yang diberikan kepada orang beriman adalah ketenangan hati.

Allah SWT berfirman:

????????? ??????? ????????????? ?????????? ???????? ??????? ? ????? ???????? ??????? ??????????? ??????????

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”

(QS. Ar-Ra'd: 28)

Ayat ini mengajarkan bahwa ketenangan sejati tidak selalu datang dari banyaknya harta atau keberhasilan dunia. Ketenangan datang ketika hati dekat dengan Allah.

Oleh karena itu, ketika dunia terasa semakin bising, jangan hanya mencari tempat untuk beristirahat. Carilah juga waktu untuk mendekat kepada Allah.

pengambilan yang Tidak Boleh Lepas

Perubahan zaman akan terus terjadi. Teknologi akan semakin maju. Tantangan hidup mungkin akan semakin kompleks.

Namun ada satu hal yang tidak boleh berubah, yaitu hubungan kita dengan Allah SWT.

Jangan sampai kita begitu sibuk mengikuti perkembangan dunia hingga lupa memperkuat bekal menuju akhirat.

Karena pada saat semua yang kita miliki di dunia ditinggalkan, imanlah yang akan tetap menemani.

Maka jagalah iman sebagaimana kita menjaga sesuatu yang paling berharga dalam hidup. Perkuat dengan ibadah, rawat dengan ilmu, dan pelihara dengan amal saleh.

Sebab saat dunia bergerak semakin cepat, iman adalah pegangan yang tidak boleh lepas dari hati kita.

Di tengah kesibukan mengejar target, karir, dan berbagai urusan dunia, jangan sampai kita lupa bahwa ada hak orang lain yang Allah titipkan dalam harta yang kita miliki. Salah satu cara menjaga keimanan agar tetap kokoh adalah dengan menunaikan zakat, memperbanyak infak, dan membiasakan sedekah.

Zakat bukan sekedar kewajiban, tapi juga sarana membersihkan harta dan jiwa. Infak dan sedekah menjadi bukti bahwa hati kita masih terhubung dengan kepedulian, kasih sayang, dan rasa syukur kepada Allah SWT. Semakin cepat dunia bergerak, semakin penting bagi kita untuk memiliki amalan yang terus memperkuat hubungan dengan Allah dan sesama manusia.

Bagikan:URL telah tercopy

Artikel Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Sukabumi.

Lihat Daftar Rekening →