Stop Bullying! Tindakan Kecil, Dampak Besar Menurut Al-Qur’an
19/11/2025 | Penulis: Yessi Ade Lia Putri
Lisan dijaga, hati diselamatkan. Stop bullying!
Bullying adalah tindakan menyakiti, merendahkan, atau menakut-nakuti seseorang, baik secara fisik, verbal, emosional, maupun melalui media digital. Dalam Islam, tindakan ini bukan hanya merusak hubungan sosial, tetapi juga termasuk perbuatan zalim yang dilarang tegas dalam Al-Qur’an dan Hadits. Bullying menunjukkan hilangnya empati dan akhlak mulia, dua hal yang sangat dijunjung tinggi dalam ajaran Islam.
1. Bullying dalam Perspektif Al-Qur’an dan Hadits
Allah Ta’ala berfirman:
“Dan janganlah sebagian kamu mengumpat sebagian yang lain.” (QS. Al-Hujurat: 12)
Menurut tafsir Ibnu Katsir, ayat ini mencakup larangan mengejek, menghina, atau merendahkan sesama, karena hal itu dapat menimbulkan luka yang dalam pada hati seseorang dan merusak kehormatan manusia.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga bersabda:
“Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya. Ia tidak boleh menzhaliminya dan tidak boleh meremehkannya.”
(HR. Muslim)
Imam Nawawi menjelaskan bahwa hadits ini mengharuskan seorang Muslim menjaga lisannya dan menghindari segala bentuk tindakan yang menyakiti orang lain.
2. Jenis dan Dampak Bullying
Bullying dapat berupa fisik, verbal, psikologis, atau cyberbullying. Semua bentuk ini memiliki dampak signifikan:
a. Dampak Psikologis
Korban sering mengalami kecemasan, rendah diri, stres, dan kesulitan berinteraksi sosial. Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin menyebut bahwa menyakiti hati orang lain merupakan dosa besar, meski dilakukan dengan kata-kata yang terlihat “sepele”.
b. Dampak Spiritual
Allah berfirman:
“Barangsiapa yang berbuat kejahatan akan mendapat balasan yang setimpal.” (QS. Al-An’am: 160)
Bullying bukan hanya mempengaruhi korban, tetapi juga meninggalkan noda dosa pada pelakunya. Ibn Qayyim Al-Jawziyya menegaskan bahwa setiap kezhaliman akan meninggalkan kegelapan dalam hati, menjauhkan seseorang dari keberkahan dan ketenangan jiwa.
3. Pandangan Para Ulama tentang Bullying
Para ulama sepakat bahwa bullying adalah perbuatan yang diharamkan.
- Al-Ghazali: Menyatakan bahwa menyakiti orang lain, meskipun hanya dengan ejekan, termasuk dosa yang merusak kehormatan seorang Muslim. Ia merujuk pada QS. Al-Hujurat:12 sebagai dalil larangan meremehkan dan mengolok-olok.
- Ibn Qayyim Al-Jawziyya: Dalam Madarij al-Salikin, beliau menekankan pentingnya memberi nasihat lembut kepada pelaku. Hadits yang menjadi rujukan adalah:
“Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapat pahala seperti pelakunya.” (HR. Muslim) - Syaikh Abdul Aziz bin Baz: Menegaskan bahwa merendahkan atau menghina kaum Muslim adalah tindakan zalim yang diharamkan. Beliau merujuk pada hadits:
“Tidak boleh seorang Muslim menzhalimi dan meremehkan saudaranya.” (HR. Muslim)
4. Solusi Islam untuk Mencegah Bullying
- Menanamkan akhlak mulia sejak dini, termasuk sabar, empati, dan menjaga ucapan.
- Memberi nasihat lembut kepada pelaku, bukan dengan balas dendam.
- Mendukung korban, mendengarkan keluhannya, dan memperkuat rasa percaya dirinya.
- Menegakkan keadilan, agar pelaku memahami konsekuensi perbuatannya.
- Menciptakan lingkungan aman, baik di rumah maupun di sekolah.
Kesimpulan
Bullying adalah tindakan kecil yang berdampak besar, baik bagi pelaku maupun korban. Islam dengan sangat jelas menolak segala bentuk perundungan karena merusak kehormatan, menimbulkan luka psikologis, dan membawa dosa. Umat Islam diperintahkan untuk menjaga lisan, menghormati sesama, dan menjauhi segala bentuk kezhaliman. Tindakan sederhana seperti menghentikan ejekan, memberi dukungan, atau menasihati teman merupakan amal kebaikan yang mampu menyelamatkan banyak hati dan menciptakan lingkungan yang penuh kasih sayang. Dengan menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat bersama-sama menghentikan bullying dan menebarkan kedamaian.
Artikel Lainnya
Mengenal Bentuk-Bentuk Ubudiyah dalam Islam yang Wajib Dipahami Setiap Muslim
Bukan Tanpa Alasan, Setiap Ujian Datang Membawa Pelajaran Iman
Saat Dunia Terasa Berat, Jangan Lepaskan Pegangan pada Allah
Mengapa Hidup Terasa Kurang? Mungkin Kita Lupa Bersyukur
Glow Up Sesungguhnya Dimulai dari Akhlak, Bukan Penampilan
Mengapa Salat Menjadi Penentu Amal di Hari Kiamat?
Tawakal Bukan Pasrah, Ini Makna yang Sering Disalah pahami
Jangan Sampai Ibadahmu Hanya Menjadi Rutinitas: Saatnya Menghidupkan Kembali Makna Ibadah
Dunia Boleh Dikejar, Tapi Jangan Sampai Iman Tertinggal
Apa yang Hilang Saat Kita Menunda-Nunda Salat?
Mengapa Ubudiyah Menjadi Inti Kehidupan Seorang Mukmin?
Satu Kebiasaan di Sepertiga Malam yang Bisa Mengubah Hidupmu
Kenapa Banyak Orang Sukses Tetap Menjaga Salat Tahajud? Ternyata Ini Rahasianya
Ketika Dunia Tidak Sesuai Harapan, Iman Menjadi Penyelamat
Harta Terbaik Adalah yang Memberi Manfaat bagi Sesama

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Sukabumi.
Lihat Daftar Rekening →