WhatsApp Icon
Yang Tidak Bisa Bersuara Sering Menjadi yang Pertama Dikorbankan

Yang Tidak Bisa Bersuara Sering Menjadi yang Pertama Dikorbankan

Ada sesuatu yang ganjil dalam cara manusia menentukan apa yang layak diperjuangkan.

Suara yang keras lebih mudah didengar. Mereka yang memiliki kuasa lebih mudah mendapatkan perhatian. Mereka yang memiliki akses lebih besar lebih mudah mempertahankan kepentingannya.

Lalu bagaimana dengan mereka yang tidak memiliki semua itu?

Hewan yang kehilangan habitatnya tidak dapat menyampaikan keberatan. Hutan yang ditebang tidak dapat meminta waktu untuk pulih. Masyarakat yang kehilangan sumber penghidupan mungkin tidak memiliki kekuatan untuk berhadapan dengan pihak yang jauh lebih berkuasa.

Mereka tetap mengalami dampaknya.

Hanya saja, mereka tidak selalu memiliki suara yang cukup kuat untuk membuat dunia berhenti dan mendengarkan.

Di sinilah kita perlu bertanya kepada diri sendiri bahwa jangan-jangan sesuatu yang paling mudah dikorbankan justru adalah sesuatu yang paling tidak mampu membela dirinya sendiri.

Ketika Kekuatan Menentukan Siapa yang Didengar

Dalam kehidupan, kekuatan tidak selalu berbentuk jabatan atau uang.

Kekuatan dapat berupa akses, pengetahuan, jaringan, status sosial, kepemilikan, bahkan kemampuan untuk membuat suara kita didengar.

Sebaliknya, ketidakberdayaan juga memiliki banyak bentuk.

Ada orang yang tidak tahu harus mengadu kepada siapa. Ada yang tidak memiliki kemampuan untuk mempertahankan haknya. Ada yang takut berbicara karena khawatir kehilangan pekerjaan atau sumber penghidupan.

Ketika dua pihak memiliki kekuatan yang sangat berbeda, keputusan yang dihasilkan belum tentu mencerminkan keadilan.

Yang lebih kuat bisa menentukan arah.

Yang lebih lemah sering kali hanya menerima akibatnya.

Persoalannya menjadi semakin serius ketika ketimpangan tersebut dianggap sebagai sesuatu yang normal.

“Mereka toh tidak bisa berbuat apa-apa.”

Kalimat semacam ini mungkin tidak pernah diucapkan secara terang-terangan. Namun ketika manusia mulai berpikir demikian, di situlah keserakahan menemukan ruang untuk tumbuh.

Yang Tidak Bisa Bersuara Sering Menjadi yang Pertama Dikorbankan 

Yang Tidak Bisa Mengeluh Bukan Berarti Tidak Menderita

Salah satu jebakan terbesar dalam kehidupan adalah mengukur penderitaan berdasarkan kemampuan seseorang untuk mengungkapkannya.

Kita lebih mudah memahami seseorang yang menangis daripada seseorang yang diam.

Lebih mudah memperhatikan orang yang menyampaikan keluhan daripada mereka yang tidak memiliki kesempatan untuk berbicara.

Padahal diam tidak selalu berarti tidak terluka.

Ketika lingkungan rusak, dampaknya dapat muncul bertahun-tahun kemudian. Ketika sumber penghidupan hilang, sebuah keluarga mungkin tidak langsung terlihat menderita di hadapan kita. Ketika kelompok rentan kehilangan akses terhadap kebutuhan dasar, dampaknya mungkin berlangsung jauh lebih panjang daripada pemberitaan tentang peristiwa tersebut.

Karena itu, kepedulian tidak seharusnya menunggu seseorang menjadi cukup kuat untuk meminta pertolongan.

Justru mereka yang paling lemah sering membutuhkan perhatian sebelum mampu meminta.

Islam Menempatkan Kekuatan sebagai Amanah

Islam tidak mengajarkan bahwa yang kuat boleh melakukan apa saja terhadap yang lemah.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaklah kamu menetapkannya dengan adil.”
(QS. An-Nisa: 58)

Keadilan dalam ayat ini bukan sekadar memperlakukan semua orang dengan cara yang sama.

Keadilan juga berarti menempatkan sesuatu pada haknya dan tidak menggunakan posisi yang dimiliki untuk mengambil keuntungan secara zalim.

Karena itu, kekuatan seharusnya melahirkan tanggung jawab.

Jika kita memiliki lebih banyak kemampuan, seharusnya semakin besar pula kemampuan kita untuk melindungi.

Jika memiliki pengaruh, seharusnya semakin besar keberanian untuk menyuarakan mereka yang tidak terdengar.

Jika memiliki sumber daya, seharusnya semakin besar kesadaran bahwa kehidupan orang lain tidak boleh menjadi harga yang harus dibayar demi kepentingan kita.

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran, hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya; jika tidak mampu, maka dengan lisannya; jika tidak mampu, maka dengan hatinya.”
(HR. Muslim)

Hadis ini mengajarkan bahwa kepedulian memiliki tingkatan. Tidak semua orang memiliki kekuatan yang sama, tetapi ketidakmampuan bukan alasan untuk kehilangan kepedulian.

Keserakahan Tidak Selalu Terlihat Seperti Mengambil

Kita sering membayangkan keserakahan sebagai seseorang yang ingin memiliki semakin banyak.

Namun ada bentuk yang lebih berbahaya yakni ketika seseorang menganggap penderitaan pihak lain sebagai biaya yang wajar untuk mencapai kepentingannya.

Ketika keuntungan menjadi lebih penting daripada dampaknya.

Ketika kenyamanan sendiri dianggap lebih penting daripada kehidupan makhluk lain.

Ketika orang yang tidak mampu melawan dianggap sebagai pihak yang paling mudah dikorbankan.

Di titik itu, persoalannya bukan lagi sekadar tentang memiliki terlalu banyak.

Ini tentang hilangnya batas moral ketika manusia mengejar kepentingannya.

Dan mungkin kita perlu bercermin.

Tidak harus pada persoalan besar.

Apakah kita pernah memanfaatkan orang yang sulit menolak?

Apakah kita pernah mengambil keuntungan dari seseorang karena tahu ia tidak memiliki posisi untuk membantah?

Apakah kita pernah mengabaikan kebutuhan orang lain hanya karena mereka tidak cukup dekat, tidak cukup kuat, atau tidak cukup mampu meminta?

Keserakahan bisa tumbuh dalam keputusan yang sangat kecil sebelum akhirnya menjadi kebiasaan besar.

Menjadi Kuat untuk Melindungi, Bukan Mengeksploitasi

Masyarakat yang sehat bukan hanya masyarakat yang mampu membantu mereka yang membutuhkan.

Ia juga masyarakat yang tidak membiarkan pihak yang lemah semakin kehilangan daya.

Karena itu, kepedulian memiliki makna yang lebih luas daripada rasa kasihan.

Ia adalah kesediaan untuk menyadari bahwa setiap manusia memiliki martabat yang harus dihormati, termasuk mereka yang tidak memiliki kekuatan untuk memperjuangkannya sendiri.

Semangat ini juga dapat diwujudkan melalui kepedulian sosial. BAZNAS, melalui berbagai program kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan keagamaan, menjadi salah satu wadah bagi masyarakat untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah kepada mereka yang membutuhkan.

ZIS dengan demikian bukan hanya tentang memberi kepada mereka yang meminta.

Ia juga menjadi pengingat bahwa ada hak dan kebutuhan orang lain yang mungkin tidak pernah sampai kepada kita dalam bentuk permintaan.

Sebelum Bertanya Siapa yang Pantas Dibantu

Mungkin kita terlalu sering menunggu suara terdengar sebelum memutuskan untuk peduli.

Padahal tidak semua penderitaan memiliki suara.

Tidak semua kehilangan mampu diceritakan.

Tidak semua ketidakadilan memiliki kekuatan untuk diperjuangkan.

Maka, mungkin ukuran kemanusiaan bukan hanya seberapa cepat kita merespons mereka yang mampu meminta pertolongan.

Tetapi juga seberapa peka kita melihat mereka yang bahkan tidak memiliki kekuatan untuk meminta.

Sebab kekuatan yang sebenarnya bukanlah kemampuan untuk membuat yang lemah tunduk.

Kekuatan adalah ketika kita memiliki kemampuan untuk mengambil keuntungan dari kelemahan seseorang, tetapi memilih untuk menggunakan kekuatan itu agar mereka tetap memiliki ruang untuk hidup, tumbuh, dan bermartabat.

27/08/2026 | Kontributor: Baznas Kota Sukabumi
Zakat, Infak, dan Sedekah Bukan Sekadar Memberi: Apa yang Sebenarnya Sedang Kita Tunaikan?

Zakat, Infak, dan Sedekah Bukan Sekadar Memberi: Apa yang Sebenarnya Sedang Kita Tunaikan?

Di tengah kemudahan informasi hari ini, kita dapat menemukan jawaban tentang hampir apa pun hanya dalam hitungan detik. Termasuk ketika ingin mengetahui tentang zakat, infak, dan sedekah. Tinggal mengetik pertanyaan, berbagai jawaban langsung muncul.

Namun, kemudahan tersebut menghadirkan persoalan baru yakni apakah kita benar-benar memahami apa yang kita lakukan, atau hanya mengetahui istilahnya?

Kita mungkin sering mendengar kalimat, “yang penting berbagi.” Kalimat itu terdengar baik. Tetapi dalam Islam, berbagi bukan hanya persoalan seberapa banyak harta yang keluar dari tangan kita. Ada perbedaan antara kewajiban, anjuran, bentuk pemberian, dan makna kebaikan yang perlu dipahami agar ibadah tidak berhenti sebagai kebiasaan tanpa pengetahuan.

Zakat, Infak, dan Sedekah Bukan Sekadar Memberi: Apa yang Sebenarnya Sedang Kita Tunaikan? 

Ketika Semua Disebut “Sedekah”

Dalam percakapan sehari-hari, zakat, infak, dan sedekah sering digunakan seolah-olah memiliki arti yang sama. Seseorang membayar zakat disebut sedekah, memberikan uang kepada orang lain disebut sedekah, bahkan membantu seseorang dengan tenaga pun dapat disebut sedekah.

Secara umum, istilah tersebut memang memiliki keterkaitan. Namun, dalam konteks syariat, ketiganya memiliki cakupan dan ketentuan yang berbeda.

Zakat merupakan kewajiban bagi seorang Muslim yang memenuhi syarat tertentu. Ada ketentuan mengenai jenis harta, nisab, haul pada jenis harta tertentu, serta golongan yang berhak menerimanya.

Artinya, zakat bukan sekadar, “Saya sedang ingin berbagi.”. Zakat adalah amanah yang memiliki aturan.

Allah SWT berfirman dalam QS. At-Taubah ayat 103:

“Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka…”

Ayat ini menunjukkan bahwa zakat memiliki kedudukan yang lebih dari sekadar pemberian sukarela. Ia merupakan bagian dari kewajiban yang memiliki fungsi penyucian harta sekaligus tanggung jawab sosial.

Lalu, Apa Bedanya dengan Infak dan Sedekah?

Secara sederhana, infak dapat dipahami sebagai mengeluarkan sebagian harta untuk berbagai keperluan yang dibenarkan dalam Islam. Cakupannya lebih luas daripada zakat karena tidak terikat pada nisab dan ketentuan zakat tertentu.

Sementara itu, sedekah memiliki makna yang lebih luas lagi. Sedekah tidak selalu berbentuk uang atau harta.

Rasulullah SAW bersabda:

“Setiap kebaikan adalah sedekah.”
(HR. Muslim)

Karena itu, membantu orang lain, memberikan manfaat, dan melakukan kebaikan juga dapat menjadi bentuk sedekah.

Dari sini kita dapat memahami bahwa ketiganya bukan sekadar tiga kata yang dapat dipertukarkan begitu saja.

Zakat memiliki kewajiban dan ketentuan. Infak berkaitan dengan pengeluaran harta untuk kebaikan. Sedekah memiliki cakupan kebaikan yang lebih luas, termasuk nonmateri.

“Saya Sudah Banyak Sedekah, Berarti Sudah Cukup untuk Zakat?”

Di sinilah pemahaman menjadi penting.

Bayangkan seseorang memiliki harta yang telah memenuhi syarat wajib zakat. Ia kemudian rutin memberikan uang kepada orang lain, membantu tetangga, memberi makanan, dan bersedekah melalui berbagai kesempatan.

Semua itu adalah kebaikan.

Namun, kebaikan tersebut tidak otomatis menggantikan kewajiban zakat.

Mengapa? Karena zakat memiliki aturan tersendiri. Jika seseorang memang telah memenuhi syarat wajib zakat, maka kewajiban tersebut perlu ditunaikan sesuai ketentuannya.

Sebaliknya, seseorang yang belum memenuhi syarat wajib zakat tidak perlu memaksakan diri seolah-olah ia memiliki kewajiban yang belum melekat padanya. Ia tetap dapat berbuat baik melalui infak dan sedekah sesuai kemampuan.

Pemahaman seperti ini penting agar kita tidak hanya rajin beramal, tetapi juga tepat dalam beramal.

Jangan Hanya Bertanya “Sudah Memberi atau Belum?”

Menjadi Muslim bukan hanya tentang memperbanyak tindakan, tetapi juga tentang memahami mengapa, bagaimana, dan untuk apa tindakan tersebut dilakukan.

Zakat mengajarkan kita tentang tanggung jawab terhadap harta. Infak mengajarkan kesediaan mengeluarkan sebagian harta untuk kebaikan. Sedekah mengajarkan bahwa kebaikan dapat hadir dalam bentuk yang lebih luas daripada materi.

Ketika memahami perbedaannya, kita tidak lagi melihat ZIS sekadar sebagai aktivitas mengurangi uang dari rekening.

Kita sedang belajar memahami hubungan antara harta, ibadah, tanggung jawab, dan kehidupan orang lain.

Dari Tahu Istilah Menjadi Paham Makna

Di era ketika jawaban dapat diperoleh dalam hitungan detik, kemampuan yang semakin penting bukan hanya mendapatkan informasi, tetapi memeriksa dan memahami informasi tersebut.

Jangan sampai kita mengetahui banyak istilah agama, tetapi belum memahami konsekuensi di baliknya.

Karena itu, jika harta kita telah memenuhi syarat wajib zakat, tunaikanlah zakat sesuai ketentuan. Dan jika belum, jangan berhenti berbuat baik. Sisihkan infak dan sedekah sesuai kemampuan melalui BAZNAS Kota Sukabumi.

Melalui lembaga pengelola ZIS, kita dapat menyalurkan dana kepada mereka yang berhak dan membutuhkan secara lebih terarah.

Sebab menjadi umat yang lebih baik bukan hanya tentang seberapa banyak kita memberi, tetapi juga seberapa dalam kita memahami apa yang sedang kita tunaikan.

Dan mungkin, pertanyaan yang perlu kita bawa setelah membaca artikel ini bukan lagi, “sudahkah saya bersedekah?”. Melainkan, “sudahkah saya memahami ibadah yang sedang saya lakukan?”

21/08/2026 | Kontributor: Baznas Kota Sukabumi
Mengapa Kita Lebih Sering Mengajarkan Orang untuk Menerima daripada Memberi?

Mengapa Kita Lebih Sering Mengajarkan Orang untuk Menerima daripada Memberi?

Ketika berbicara tentang kemiskinan, kita sering menggunakan satu pola yang hampir selalu sama, yaitu ada orang yang memiliki kelebihan, lalu ada orang yang membutuhkan. Yang satu memberi, yang lain menerima.

Sederhana.

Tetapi pernahkah kita bertanya, "sampai kapan seseorang harus berada di posisi sebagai penerima?"

Apakah keberhasilan sebuah bantuan hanya diukur dari berapa banyak paket yang dibagikan, berapa banyak uang yang diberikan, atau berapa banyak orang yang mendapatkan bantuan?

Atau seharusnya kita memiliki ukuran yang lebih jauh, "Berapa banyak penerima bantuan yang akhirnya memiliki kesempatan untuk berdiri sendiri?"

Pertanyaan ini penting karena tujuan membantu seharusnya bukan menciptakan penerima untuk selamanya, melainkan membuka jalan agar seseorang memiliki kemampuan untuk menjalani kehidupannya dengan lebih mandiri.

Ketika “Menerima” Menjadi Akhir dari Bantuan

Tidak ada yang salah dengan menerima bantuan.

Ketika seseorang kelaparan, makanan adalah pertolongan. Ketika seseorang kehilangan rumah akibat bencana, tempat tinggal sementara adalah kebutuhan. Ketika seorang anak tidak mampu membeli perlengkapan sekolah, bantuan pendidikan dapat menjadi penyelamat.

Namun, persoalannya muncul ketika bantuan berhenti pada kebutuhan sesaat tanpa melihat apa yang terjadi setelahnya.

Seseorang mungkin menerima bantuan hari ini, tetapi besok masih menghadapi persoalan yang sama.

Maka muncul sebuah pertanyaan, "apakah kita sedang menyelesaikan masalah, atau hanya membantu seseorang bertahan dari masalah yang sama berulang kali?"

Pertanyaan tersebut bukan berarti bantuan konsumtif tidak penting. Justru, bantuan langsung tetap dibutuhkan dalam kondisi tertentu. Tetapi ketika keadaan sudah memungkinkan, bantuan dapat dikembangkan menjadi sesuatu yang lebih jauh berupa kesempatan untuk tumbuh.

Bagaimana Jika Penerima Bantuan Suatu Hari Menjadi Pemberi?

Di sinilah perspektifnya perlu dibalik.

Selama ini kita mungkin melihat hubungan zakat sebagai orang yang memiliki harta memberikan sebagian hartanya kepada orang yang membutuhkan.

Namun, bagaimana jika kita membayangkan sebuah siklus yang lebih panjang?

Muzaki → ZIS → program pemberdayaan → mustahik → berdaya → mandiri → mampu membantu.

Tidak berarti setiap mustahik harus atau pasti menjadi muzaki. Kondisi setiap orang berbeda. Tetapi semangatnya adalah memberikan kesempatan agar penerima bantuan memiliki kemampuan untuk memperbaiki kehidupannya, bukan sekadar mempertahankan ketergantungan.

Dengan perspektif ini, keberhasilan zakat tidak hanya dilihat dari banyaknya bantuan yang tersalurkan, tetapi juga dari perubahan kehidupan yang terjadi setelah bantuan diberikan.

Islam Mengajarkan Kemandirian dan Kebermanfaatan

Islam tidak memandang harta hanya sebagai sesuatu yang dimiliki secara individual. Harta juga memiliki dimensi sosial.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Hasyr ayat 7:

“…agar harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu.”

Ayat ini menunjukkan pentingnya distribusi harta agar manfaat ekonomi tidak hanya berputar pada kelompok yang sudah memiliki kemampuan.

Zakat menjadi salah satu instrumen penting dalam mewujudkan hal tersebut.

Menariknya, Al-Qur'an juga menggambarkan tujuan yang lebih luas dari sekadar memenuhi kebutuhan sesaat. Dalam QS. At-Taubah ayat 103, Allah SWT berfirman:

“Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka…”

Zakat bukan hanya tentang memindahkan sebagian harta. Ia juga berkaitan dengan proses membersihkan harta, membangun solidaritas, dan menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat.

Karena itu, ketika dikelola dengan baik, ZIS memiliki peluang untuk menjadi bagian dari proses pemberdayaan.

Mengapa Kita Lebih Sering Mengajarkan Orang untuk Menerima daripada Memberi? 

Dari Memberi Bantuan Menjadi Membuka Kesempatan

Bayangkan dua bentuk bantuan.

Bantuan pertama memberikan seseorang kebutuhan untuk bertahan selama beberapa hari.

Bantuan kedua membantu seseorang memperoleh keterampilan, alat kerja, modal, pendidikan, atau pendampingan yang membuatnya memiliki peluang memperoleh penghasilan.

Keduanya sama-sama penting pada kondisi yang tepat.

Tetapi bantuan kedua membawa sebuah pertanyaan tambahan, “apa yang bisa terjadi setelah bantuan ini selesai?”

Inilah inti dari pemberdayaan.

Memberdayakan bukan berarti menyuruh orang miskin untuk bekerja lebih keras sendirian. Memberdayakan berarti membantu menghadirkan akses, kemampuan, modal, pengetahuan, dan kesempatan agar kerja keras mereka memiliki peluang menghasilkan perubahan.

Pada titik ini, bantuan tidak lagi hanya berbicara tentang berapa yang diberikan, tetapi juga seberapa jauh manfaat tersebut dapat membawa seseorang menuju kehidupan yang lebih mandiri.

ZIS sebagai Bagian dari Siklus Kebaikan

Di sinilah masyarakat memiliki peran.

Zakat, infak, dan sedekah bukan sekadar bentuk kepedulian yang dilakukan ketika melihat seseorang sedang kesusahan. ZIS dapat menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem kebaikan yang berkelanjutan.

Melalui BAZNAS Kota Sukabumi, masyarakat dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga yang mengelola dan menyalurkan dana umat sesuai ketentuan serta program yang tersedia.

Dengan menyalurkan ZIS melalui lembaga, kita tidak hanya bertanya mengenai “siapa yang bisa saya bantu hari ini?”, tetapi juga “bagaimana bantuan ini dapat menjadi bagian dari perubahan kehidupan seseorang?”

Jangan Hanya Membantu Seseorang Menerima

Kita mungkin tidak mampu mengubah kehidupan setiap orang.

Namun, kita dapat mengambil bagian dalam menciptakan kesempatan.

Tunaikan zakat bagi yang telah memenuhi kewajiban, serta sisihkan infak dan sedekah sesuai kemampuan melalui BAZNAS Kota Sukabumi.

Sebab kebaikan yang paling bermakna bukan hanya ketika seseorang menerima sesuatu dari kita.

Tetapi ketika apa yang kita berikan menjadi jembatan menuju kemampuan, kesempatan, dan kemandirian.

Dari muzaki, lahir manfaat. Dari manfaat, lahir keberdayaan. Dari keberdayaan, semoga lahir lebih banyak orang yang suatu hari mampu menjadi pemberi, serta jadikan harta yang kita miliki bukan hanya sebagai sesuatu yang kita kumpulkan, tetapi sebagai bagian dari siklus kebaikan yang terus berlanjut.

19/08/2026 | Kontributor: Baznas Kota Sukabumi
Pimpinan BAZNAS Kota Sukabumi Periode 2026–2031 Resmi Dilantik, Siap Perkuat Pengelolaan Zakat

SUKABUMI — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Sukabumi resmi memiliki kepengurusan baru untuk periode 2026–2031. Pelantikan pimpinan BAZNAS Kota Sukabumi tersebut dilaksanakan hari ini di Ruang Utama Balai Kota Sukabumi dan secara resmi dilakukan oleh Wali Kota Sukabumi.

Pelantikan ini menjadi momentum penting dalam keberlanjutan pengelolaan zakat di Kota Sukabumi. Kepengurusan baru diharapkan mampu melanjutkan berbagai program yang telah berjalan sekaligus menghadirkan inovasi dalam penghimpunan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat untuk memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.
SUMPAH JABATAN

Adapun susunan pimpinan BAZNAS Kota Sukabumi periode 2026–2031 adalah sebagai berikut:

  • Ketua: Aceng Najmudin Nawawi
  • Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan: K.H. Athoillah
  • Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian & Pendayagunaan: Denden Sihabudin
  • Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan & Pelaporan: Syahid Arsalan
  • Wakil Ketua IV Bidang SDM, Administrasi Umum & Humas: Asep Saripulloh

Dengan komposisi tersebut, BAZNAS Kota Sukabumi berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola kelembagaan, meningkatkan kepercayaan masyarakat, serta mengoptimalkan potensi zakat sebagai instrumen pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Serah Terima Jabatan Pimpinan BAZNAS

Usai pelantikan di Balai Kota Sukabumi, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan serah terima jabatan pimpinan BAZNAS Kota Sukabumi periode 2021–2026 kepada pimpinan periode 2026–2031.

Kegiatan serah terima jabatan berlangsung di Kantor BAZNAS Kota Sukabumi. Momen tersebut menjadi simbol kesinambungan kepemimpinan sekaligus bentuk komitmen untuk menjaga keberlanjutan program dan pelayanan BAZNAS kepada masyarakat.

Pergantian kepemimpinan ini diharapkan tidak hanya menjadi sebuah proses administratif, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dan semangat bersama dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di Kota Sukabumi.

Di bawah kepemimpinan periode 2026–2031, BAZNAS Kota Sukabumi diharapkan semakin profesional, transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, serta mampu menghadirkan program-program yang berdampak nyata bagi para mustahik.

BAZNAS Kota Sukabumi — Selamat didunia, Bahagia di Akhirat

13/08/2026 | Kontributor: BAZNAS
Jangan Abaikan Khusyuk, Karena Inilah Ruh Salat

Salat merupakan ibadah yang menjadi tiang agama dan pembeda antara seorang Muslim dengan kekafiran. Namun, tidak sedikit orang yang melaksanakan salat hanya sebagai rutinitas harian tanpa menghadirkan hati di hadapan Allah SWT. Gerakan dilakukan dengan benar, bacaan dilafalkan dengan fasih, tetapi pikiran justru melayang ke urusan dunia. Inilah sebabnya mengapa khusyuk menjadi ruh salat yang tidak boleh diabaikan.

Tanpa khusyuk, salat hanya menjadi rangkaian gerakan fisik. Sebaliknya, dengan khusyuk, salat menjadi sarana komunikasi yang penuh makna antara seorang hamba dengan Rabb-nya. Oleh karena itu, setiap Muslim perlu memahami pentingnya menjaga kekhusyukan agar salat benar-benar memberikan dampak positif bagi kehidupan.

Apa Itu Khusyuk dalam Salat?

Khusyuk adalah keadaan hati yang penuh ketundukan, rasa takut, harap, dan pengagungan kepada Allah SWT saat melaksanakan salat. Khusyuk membuat seseorang fokus pada ibadah yang sedang dikerjakannya serta menjauhkan diri dari gangguan pikiran yang tidak bermanfaat.

Allah SWT berfirman:

“Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang khusyuk dalam salatnya.”

(QS. Al-Mu’minun: 1-2)

Ayat ini menunjukkan bahwa salah satu ciri utama orang beriman yang beruntung adalah mereka yang menjaga kekhusyukan dalam salatnya.

Mengapa Khusyuk Disebut Ruh Salat?

Salat Tanpa Khusyuk Kehilangan Maknanya

Jangan Abaikan Khusyuk, Karena Inilah Ruh Salat  

Tujuan utama salat bukan hanya menggugurkan kewajiban, tetapi juga mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ketika hati tidak hadir, maka hikmah dan pengaruh salat dalam kehidupan sehari-hari menjadi berkurang.

Rasulullah bersabda:

“Sesungguhnya seseorang selesai dari salatnya, namun tidak dicatat baginya kecuali sepersepuluh, sepersembilan, seperdelapan, sepertujuh, seperenam, seperlima, seperempat, sepertiga, atau setengah dari salatnya.”

(HR. Abu Dawud)

Hadits ini menunjukkan bahwa kualitas salat sangat dipengaruhi oleh tingkat kekhusyukan seseorang.

Khusyuk Membawa Ketenangan Jiwa

Di tengah kesibukan dan tekanan hidup modern, salat yang khusyuk menjadi tempat terbaik untuk menenangkan hati. Saat seseorang benar-benar menghadapkan diri kepada Allah SWT, ia akan merasakan ketenangan yang sulit ditemukan di tempat lain.

Tanda-Tanda Salat yang Khusyuk

Hati Fokus kepada Allah SWT

Orang yang khusyuk menyadari bahwa dirinya sedang berdiri di hadapan Allah SWT. Kesadaran ini membuatnya lebih tenang dan tidak tergesa-gesa dalam melaksanakan salat.

Memahami Bacaan Salat

Ketika memahami arti bacaan yang diucapkan, hati akan lebih mudah tersentuh dan meresapi makna setiap doa serta ayat yang dibaca.

Menjaga Gerakan dengan Tenang

Salat yang khusyuk tidak dilakukan dengan tergesa-gesa. Setiap rukuk, sujud, dan duduk dilakukan dengan tuma'ninah serta penuh penghayatan.

Cara Meningkatkan Khusyuk dalam Salat

Persiapkan Diri Sebelum Salat

Datang lebih awal ke masjid atau menenangkan diri sebelum takbiratul ihram dapat membantu mengurangi gangguan pikiran.

Pahami Makna Bacaan

Luangkan waktu untuk mempelajari arti bacaan salat. Semakin memahami maknanya, semakin mudah hati menghadirkan kekhusyukan.

Jauhkan Gangguan

Matikan atau senyapkan ponsel, pilih tempat yang tenang, dan hindari hal-hal yang dapat mengalihkan perhatian saat salat.

Perbanyak Doa dan Istighfar

Memohon pertolongan kepada Allah SWT agar diberikan hati yang khusyuk merupakan salah satu ikhtiar terbaik. Karena pada hakikatnya, kekhusyukan adalah karunia yang diberikan oleh Allah kepada hamba-Nya yang bersungguh-sungguh mencarinya.

Khusyuk yang Melahirkan Kepedulian

Salat yang khusyuk tidak hanya berdampak pada hubungan seorang hamba dengan Allah SWT, tetapi juga memengaruhi sikapnya terhadap sesama manusia. Orang yang benar-benar memahami makna salat akan lebih mudah bersyukur, lebih rendah hati, dan lebih peduli terhadap mereka yang membutuhkan.

Allah SWT berfirman:

“Dirikanlah salat dan tunaikanlah zakat.”

(QS. Al-Baqarah: 43)

Ayat ini menunjukkan bahwa salat dan kepedulian sosial melalui zakat memiliki hubungan yang erat. Ibadah yang baik akan melahirkan kepedulian yang nyata kepada sesama.

Jadikan Salat sebagai Jalan Menuju Keberkahan

Saat kita berusaha memperbaiki kualitas salat, jangan lupa bahwa masih banyak saudara kita yang sedang berjuang memenuhi kebutuhan hidup, pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan dasar lainnya. Salah satu bentuk syukur atas nikmat yang Allah berikan adalah dengan berbagi kepada mereka yang membutuhkan.

05/08/2026 | Kontributor: BAZNAS

Berita Terbaru

BAZNAS Kota Sukabumi Salurkan Bantuan untuk Peringatan Hari Besar Islam (PHBI)
BAZNAS Kota Sukabumi Salurkan Bantuan untuk Peringatan Hari Besar Islam (PHBI)
Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) adalah momen yang selalu ditunggu-tunggu, dan di Kota Sukabumi, perayaannya menjadi lebih bermakna berkat Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Sukabumi. BAZNAS tidak hanya mengelola zakat, tetapi juga berperan aktif sebagai jembatan kebaikan, menghubungkan para donatur dengan masjid yang membutuhkan. Dalam foto-foto yang diabadikan, terlihat jelas kehangatan dan kebersamaan. Tim BAZNAS menyambut ramah para pengurus DKM (Dewan Kemakmuran Masjid). Bantuan yang diserahkan bukan sekadar uang, melainkan amanah umat untuk mendukung berbagai kegiatan keagamaan. Beberapa DKM yang menerima bantuan ini adalah DKM Istiqomah Sitkar, DKM Darul Ulum, dan DKM As-Salam. Dengan dukungan ini, mereka bisa lebih fokus merencanakan dan melaksanakan kegiatan yang bermanfaat bagi jemaah, seperti membiayai penceramah, konsumsi, atau perlengkapan acara. Langkah ini memastikan dana yang terkumpul kembali ke masyarakat dalam bentuk yang paling dibutuhkan. BAZNAS Kota Sukabumi menunjukkan komitmennya sebagai lembaga yang transparan dan akuntabel. Mereka tidak hanya mengumpulkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS), tetapi juga memastikan setiap rupiahnya disalurkan tepat sasaran. Kolaborasi kuat antara BAZNAS dan DKM menjadi bukti nyata bahwa sinergi ini penting untuk menggerakkan roda dakwah. Dengan adanya kerja sama ini, kegiatan masjid diharapkan semakin semarak, mempererat tali silaturahmi, dan menjadikan masjid pusat peradaban Islam yang makmur. Dengan berpegang teguh pada prinsip syariah, BAZNAS Kota Sukabumi terus berupaya menjadi lembaga yang profesional dan terpercaya. Mereka mengajak seluruh umat untuk berpartisipasi dalam menunaikan kewajiban zakat, sehingga semakin banyak program kebaikan yang bisa digulirkan. Program bantuan untuk PHBI ini hanyalah salah satu dari sekian banyak inisiatif BAZNAS yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Upaya ini merupakan langkah konkret dalam mewujudkan visi BAZNAS untuk menyejahterakan umat melalui pengelolaan zakat yang efektif.
BERITA04/09/2025 | Khoirunisa
Sinergi Pemkot dan BAZNAS, Ribuan Anak Yatim se-Kota Sukabumi Terima Santunan di Momen Muharram 1447 H
Sinergi Pemkot dan BAZNAS, Ribuan Anak Yatim se-Kota Sukabumi Terima Santunan di Momen Muharram 1447 H
Suasana khidmat dan penuh kebahagiaan menyelimuti Masjid Agung Kota Sukabumi dalam acara "Gebyar Muharram 1447 H". Kegiatan yang diselenggarakan atas sinergi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Sukabumi ini bertujuan untuk berbagi kebahagiaan dengan menyalurkan santunan kepada ratusan anak yatim dari seluruh kecamatan di Kota Sukabumi. Acara ini menjadi cerminan nyata dari kolaborasi strategis antara pemerintah daerah sebagai pemangku kebijakan dengan BAZNAS sebagai lembaga terpercaya dalam pengelolaan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Pemkot Sukabumi berperan dalam memfasilitasi dan memastikan jangkauan penerima manfaat merata, sementara BAZNAS menjalankan amanahnya untuk menyalurkan dana umat secara transparan dan tepat sasaran. Sejak pagi hari, ruang utama masjid telah dipenuhi oleh anak-anak yatim yang datang bersama wali mereka. Mengenakan busana muslim terbaik, mereka duduk dengan tertib di atas karpet merah masjid, mengikuti rangkaian acara yang diisi dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an dan tausiyah yang menyejukkan hati. Para penceramah menyampaikan pesan tentang pentingnya optimisme, kesabaran, dan semangat menuntut ilmu, seraya mengingatkan seluruh hadirin tentang keutamaan memuliakan anak yatim, terutama di bulan Muharram. Puncak acara adalah prosesi penyerahan santunan secara simbolis dan langsung kepada anak-anak. Para pejabat dari lingkungan Pemkot Sukabumi bersama jajaran pimpinan BAZNAS turun langsung untuk menyapa dan menyerahkan bantuan. Terlihat jelas interaksi yang hangat saat mereka memberikan paket bingkisan dan dana santunan, diiringi senyum dan doa untuk masa depan anak-anak tersebut. Raut wajah bahagia anak-anak saat menerima bantuan menjadi pemandangan yang mengharukan sekaligus membanggakan. Lebih dari sekadar bantuan materi, acara Gebyar Muharram ini memberikan pesan harapan dan kepedulian. Ini adalah bukti bahwa anak-anak yatim di Kota Sukabumi tidak sendirian; mereka memiliki pemerintah dan komunitas yang peduli dan siap mendukung mereka. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat ikatan sosial (ukhuwah) di tengah masyarakat dan menjadi awal yang berkah di Tahun Baru Hijriyah untuk memulai lembaran baru dengan amal kebaikan.
BERITA04/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
BAZNAS Kota Sukabumi Bantu Wujudkan Harapan Ibnu Sabil untuk Kembali ke Keluarga
BAZNAS Kota Sukabumi Bantu Wujudkan Harapan Ibnu Sabil untuk Kembali ke Keluarga
Di tengah kesibukan kota, masih banyak cerita tentang perjuangan dan kerinduan untuk kembali ke kampung halaman. BAZNAS Kota Sukabumi hadir sebagai jembatan untuk membantu para ibnu sabil atau musafir yang kehabisan bekal agar bisa kembali bertemu keluarga di kampung halamannya. Kisah-kisah ini menunjukkan betapa besar peran zakat dalam meringankan beban mereka yang sedang berada dalam kesulitan. Apa Itu Ibnu Sabil? Dalam ajaran Islam, ibnu sabil adalah salah satu dari delapan golongan penerima zakat. Mereka adalah orang-orang yang sedang melakukan perjalanan atau merantau untuk suatu tujuan yang baik, seperti mencari ilmu atau pekerjaan, namun kehabisan bekal di tengah jalan dan tidak mampu melanjutkan perjalanan. BAZNAS Kota Sukabumi memahami betul kondisi ini. Mereka yang datang ke kantor BAZNAS tidak hanya membutuhkan bantuan finansial, tetapi juga dukungan moral untuk bisa kembali ke pelukan keluarga. Bantuan yang diberikan BAZNAS adalah wujud nyata dari kepedulian umat Muslim di Sukabumi, yang menyalurkan zakat, infak, dan sedekah mereka melalui lembaga resmi. Kisah Para Ibnu Sabil Salah satu penerima manfaat adalah Ace Sudrajat. Wajahnya tampak lelah, namun matanya memancarkan kelegaan saat memegang kartu identitasnya. Ia datang ke BAZNAS dengan harapan bisa mendapatkan bantuan untuk pulang. Kondisi kehabisan bekal di perantauan membuat ia tak tahu harus ke mana lagi. BAZNAS Kota Sukabumi dengan sigap memproses permohonan bantuannya, memastikan bahwa ia mendapatkan tiket pulang ke rumahnya. Senyum yang merekah di wajah Ace adalah bukti betapa besar arti bantuan ini. Sama halnya dengan Adang Saepudin yang datang dengan raut wajah murung. Ia telah berjuang di Sukabumi, namun takdir berkata lain. Dengan bekal yang menipis, harapan untuk kembali ke keluarga hampir sirna. Tim BAZNAS menyambutnya dengan hangat dan mendengarkan ceritanya. Mereka tidak hanya memberikan bantuan finansial untuk ongkos pulang, tetapi juga memberikan semangat agar ia tidak putus asa. Dengan bantuan ini, Adang bisa kembali merangkai hidupnya bersama orang-orang terkasih. Cerita lain datang dari Ahmad Solikin. Pria ini terlihat tegar, namun di balik ketegarannya, tersimpan kerinduan mendalam. Ia telah lama tidak bertemu keluarganya. Kondisi finansial yang tidak memungkinkan membuatnya sulit untuk pulang. Bantuan dari BAZNAS menjadi jembatan yang menghubungkan kembali dirinya dengan keluarga di kampung halaman. Setiap rupiah yang disalurkan bukan hanya sekadar uang, melainkan juga harapan dan doa. Peran Penting BAZNAS dalam Menjaga Keutuhan Keluarga Keberadaan BAZNAS Kota Sukabumi sebagai lembaga amil zakat yang profesional sangatlah vital. Mereka tidak hanya menjalankan fungsi sosial, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Proses verifikasi yang ketat namun humanis memastikan bahwa bantuan zakat disalurkan tepat sasaran kepada mereka yang benar-benar berhak, termasuk para ibnu sabil. Banyak ibnu sabil yang merasa malu atau ragu untuk meminta bantuan. Namun, tim BAZNAS Kota Sukabumi selalu berusaha menciptakan suasana yang nyaman dan terbuka, sehingga para penerima manfaat bisa bercerita dengan jujur tanpa rasa sungkan. Inilah yang dirasakan oleh Aditya Abdul Gani. Dengan bantuan BAZNAS, ia merasa lega karena dapat kembali ke rumah dan memeluk keluarganya. Kehadiran BAZNAS tidak hanya membantu memulihkan bekalnya, tetapi juga memulihkan semangatnya. Mengapa Bantuan Ini Sangat Berarti? Bagi para ibnu sabil, kembali ke kampung halaman berarti kembali ke sumber kekuatan, cinta, dan dukungan. Bantuan yang mereka terima dari BAZNAS bukan hanya sekadar ongkos perjalanan, melainkan investasi emosional yang tak ternilai harganya. Pertemuan kembali dengan keluarga, setelah sekian lama berpisah, akan mengobati rasa lelah, kesepian, dan kekecewaan yang mungkin mereka rasakan. Bantuan ini juga sejalan dengan makna zakat itu sendiri, yaitu membersihkan harta dan menyucikan jiwa. Zakat yang disalurkan oleh masyarakat Kota Sukabumi melalui BAZNAS telah menjadi berkah yang kembali kepada mereka dalam bentuk kebahagiaan para ibnu sabil yang bisa pulang ke rumah. Ini adalah siklus kebaikan yang terus berputar, dari pemberi zakat, kepada BAZNAS, dan berakhir di tangan para penerima manfaat. Menutup Kisah dengan Harapan Dengan terus berjalannya program bantuan ibnu sabil, BAZNAS Kota Sukabumi berharap dapat menjangkau lebih banyak orang yang membutuhkan. Setiap individu yang berhasil kembali ke keluarganya berkat bantuan zakat adalah bukti nyata bahwa zakat memiliki kekuatan untuk mengubah hidup. BAZNAS Kota Sukabumi juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah mereka. Dengan begitu, lebih banyak lagi cerita-cerita haru tentang kepulangan para ibnu sabil yang bisa terwujud, dan jembatan kebaikan ini akan semakin kuat. Semoga setiap langkah yang diambil oleh BAZNAS Kota Sukabumi selalu diberkahi dan menjadi ladang amal jariyah bagi semua pihak yang terlibat.
BERITA03/09/2025 | nisa/yesi
BAZNAS Beri Bantuan Biaya Hidup untuk Bapak Hermansyah, Ringankan Beban Warga Jayaraksa
BAZNAS Beri Bantuan Biaya Hidup untuk Bapak Hermansyah, Ringankan Beban Warga Jayaraksa
Berkat program bantuan biaya hidup yang diinisiasi oleh BAZNAS, Bapak Hermansyah, seorang warga yang tinggal di kelurahan Jayaraksa, telah menerima bantuan yang signifikan untuk meringankan beban hidupnya sehari-hari. Program ini bertujuan untuk membantu masyarakat kurang mampu, terutama mereka yang memiliki keterbatasan fisik atau ekonomi, dengan menyediakan dukungan finansial serta kebutuhan pokok. Bantuan BAZNAS untuk Bapak Hermansyah Dalam sebuah acara penyerahan yang sederhana namun penuh makna, tim BAZNAS Kota Sukabumi mengunjungi kediaman Bapak Hermansyah untuk menyerahkan secara langsung bantuan biaya hidup. Bantuan ini tidak hanya berupa uang tunai, tetapi juga mencakup sembako, salah satunya adalah beras. Penyerahan bantuan ini disaksikan oleh beberapa tokoh masyarakat dan perwakilan dari pihak kelurahan, menunjukkan sinergi yang kuat antara lembaga sosial, pemerintah daerah, dan warga. Bapak Hermansyah, yang dalam beberapa foto terlihat menerima bantuan dengan wajah haru dan bahagia, mengungkapkan rasa terima kasihnya yang mendalam. Bantuan ini sangat berarti baginya, terutama di tengah kondisi ekonomi yang sulit. Ia menceritakan bahwa dengan adanya bantuan ini, ia dapat memenuhi kebutuhan dasarnya tanpa harus merasa cemas. Raut wajahnya yang cerah saat menerima bantuan mencerminkan harapan baru yang muncul berkat uluran tangan BAZNAS. Peran BAZNAS dalam Meringankan Beban Masyarakat Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) adalah lembaga non-struktural pemerintah yang berwenang mengumpulkan dan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di tingkat nasional. Salah satu program utamanya adalah bantuan biaya hidup, yang dirancang untuk membantu fakir miskin dan mereka yang berada di bawah garis kemiskinan. Bantuan ini diberikan secara berkala, disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi penerima. Program seperti ini sangat penting dalam upaya pengentasan kemiskinan. BAZNAS tidak hanya berfungsi sebagai pengumpul dana, tetapi juga sebagai penyalur yang memastikan dana tersebut sampai ke tangan yang benar-benar membutuhkan. Proses penyeleksian penerima bantuan dilakukan secara ketat, melibatkan survei lapangan dan verifikasi data, agar bantuan tepat sasaran. Ini menunjukkan komitmen BAZNAS untuk bekerja secara profesional dan transparan. Dampak Positif Bantuan Terhadap Kualitas Hidup Bantuan biaya hidup, seperti yang diterima oleh Bapak Hermansyah, memiliki dampak domino yang positif. Selain membantu memenuhi kebutuhan pokok, bantuan ini juga dapat mengurangi tekanan psikologis yang seringkali dirasakan oleh mereka yang hidup dalam keterbatasan ekonomi. Bapak Hermansyah, yang sehari-hari menghadapi tantangan finansial, kini dapat bernapas lega karena sebagian bebannya telah terangkat. Selain itu, bantuan ini juga dapat mendorong kemandirian. Dalam beberapa kasus, BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan konsumtif, tetapi juga bantuan modal usaha atau pelatihan keterampilan. Hal ini bertujuan agar penerima bantuan suatu saat dapat keluar dari lingkaran kemiskinan dan menjadi mandiri secara ekonomi. Meskipun bantuan yang diterima Bapak Hermansyah bersifat konsumtif, hal ini adalah langkah awal yang krusial untuk memperbaiki kualitas hidupnya secara menyeluruh. Ajakan Berdonasi dan Kepedulian Sosial Kisah Bapak Hermansyah adalah satu dari sekian banyak cerita tentang bagaimana bantuan dari masyarakat dapat membawa perubahan nyata. Keberhasilan program BAZNAS tidak lepas dari partisipasi aktif masyarakat yang menyalurkan zakat dan sedekahnya melalui lembaga ini. Oleh karena itu, BAZNAS terus mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berdonasi. Setiap sumbangan, sekecil apapun, akan sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan. Partisipasi dalam program zakat dan sedekah bukan hanya merupakan kewajiban agama bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, tetapi juga merupakan wujud kepedulian sosial yang tinggi. Dengan berdonasi, kita tidak hanya membantu individu seperti Bapak Hermansyah, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan sosial dan ekonomi yang lebih merata. Hal ini menciptakan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera, di mana setiap individu memiliki kesempatan untuk hidup layak. Kesimpulan Bantuan biaya hidup yang diterima oleh Bapak Hermansyah adalah bukti nyata dari peran penting BAZNAS dalam membantu masyarakat kurang mampu. Melalui program ini, BAZNAS tidak hanya meringankan beban finansial tetapi juga memberikan harapan baru bagi mereka yang membutuhkan. Ini adalah contoh konkret bagaimana kolaborasi antara lembaga sosial dan masyarakat dapat menghasilkan dampak positif yang signifikan. Semoga lebih banyak lagi individu seperti Bapak Hermansyah yang dapat merasakan manfaat dari program-program sosial yang mulia ini.
BERITA03/09/2025 | nisa/yesi
BAZNAS Beri Bantuan Biaya Hidup untuk Korban Kebocoran Gas di Gedong Panjang
BAZNAS Beri Bantuan Biaya Hidup untuk Korban Kebocoran Gas di Gedong Panjang
Sukabumi – 2 September 2025. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Sukabumi memberikan bantuan biaya hidup kepada Ibu Ai Fahmi, warga Gedong Panjang, Sukabumi, yang menjadi korban kebocoran gas. Insiden ini menyebabkan Ibu Ai Fahmi mengalami luka bakar serius pada wajah, tangan, dan kaki, serta kerusakan pada atap rumahnya. Bantuan berupa uang diserahkan tunai langsung oleh perwakilan BAZNAS di kediamannya. Musibah yang menimpa Ibu Ai Fahmi terjadi akibat ledakan pipa gas di rumahnya. Kejadian ini tidak hanya melukai fisiknya, tetapi juga merusak sebagian atap rumahnya. Segala aparatur pemerintah dimulai dari ke RT-an sampai pihak kelurahan Gedong Panjang membantu untuk pengobatan dan perbaikan rumah. Menanggapi laporan tersebut, BAZNAS segera bergerak cepat untuk memberikan bantuan. Program bantuan ini bertujuan untuk meringankan beban ekonomi yang dialami korban. Bantuan tunai yang diberikan diharapkan dapat digunakan untuk biaya pengobatan, pemulihan, serta kebutuhan sehari-hari lainnya selama masa pemulihan. Ibu Ai Fahmi, dengan rasa haru, menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada BAZNAS, Kelurahan Gedong Panjang, dan para muzaki (donatur) yang telah menyalurkan hartanya melalui BAZNAS. “Alhamdulillah saya sangat bersyukur atas bantuan ini. Ini sangat membantu kami di tengah musibah yang kami alami. Semoga Allah membalas kebaikan semua pihak yang telah membantu,” ujarnya.Pemberian bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian BAZNAS terhadap sesama, khususnya mereka yang sedang ditimpa musibah. BAZNAS berkomitmen untuk terus menyalurkan amanah zakat, infak, dan sedekah dari kepada masyarakat yang membutuhkan secara tepat sasaran. Aksi ini juga menjadi pengingat pentingnya peran lembaga filantropi Islam dalam membantu masyarakat yang kurang beruntung.Untuk saling membantu sesama melalui website resmi kami.
BERITA02/09/2025 | Faiz
Latihan Dasar Kelompok ZMart Kota Sukabumi: Ikhtiar Bersama Menuju Kemandirian Ekonomi Mustahik
Latihan Dasar Kelompok ZMart Kota Sukabumi: Ikhtiar Bersama Menuju Kemandirian Ekonomi Mustahik
Harapan baru lahir dari Aula Islamic Centre Kota Sukabumi. Sebanyak 50 penerima manfaat Program ZMart Baznas berkumpul untuk mengikuti Latihan Dasar Kelompok (LDK), sebuah langkah awal yang penuh semangat menuju kemandirian ekonomi. Kegiatan ini dihadiri oleh Pimpinan Baznas Kota Sukabumi serta Aksesmu, mitra strategis BAZNAS yang akan mendukung pengembangan ZMart melalui supply chain barang dagangan. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kota Sukabumi, Bapak Miftah Amir menekankan bahwa ZMart bukan sekadar program bantuan ekonomi, tetapi juga upaya komprehensif untuk pemberdayaan mustahik. “Kami berharap, melalui pendampingan intensif, para mustahik dapat mengalami peningkatan di tiga aspek penting: omzet usaha, kualitas ibadah, dan ilmu pengetahuan. Dengan izin Allah, mereka tidak hanya menjadi lebih mandiri, tetapi juga mampu bertransformasi menjadi munfiq bahkan muzakki,” ujarnya penuh harap. Ibu Dede Susilawati, salah satu penerima manfaat program ini, menyampaikan rasa syukur yang mendalam. Dengan suara yang bergetar haru, ia berkata, “Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Baznas atas program yang sangat bagus ini untuk kami. Saya berharap, dengan adanya program ZMart, kami bisa menjadi lebih baik lagi dan mampu memberi manfaat lebih bagi keluarga serta masyarakat.” Kegiatan LDK ini dirancang untuk membekali para penerima manfaat dengan pemahaman menyeluruh tentang program ZMart. Materi yang disampaikan mencakup alur program, mulai dari penyaluran hingga pendampingan intensif. Selain itu, pembentukan struktur kelompok dilakukan untuk menciptakan solidaritas dan kerja sama yang kuat di antara para penerima manfaat. Dalam sesi diskusi, para peserta juga diperkenalkan dengan Aksesmu, mitra yang akan memfasilitasi supply chain barang dagangan untuk warung mereka. Program ZMart BAZNAS tidak hanya menjadi jembatan bagi mustahik untuk bangkit dari keterbatasan, tetapi juga ladang pahala bagi para donatur. Setiap rupiah yang diamanahkan untuk program ini memberikan dampak nyata—mengubah kehidupan mereka yang membutuhkan, menanamkan harapan, dan melahirkan generasi yang lebih mandiri. Kami mengundang para dermawan, untuk terus mendukung program ini. Bersama kita wujudkan mimpi para mustahik menjadi kenyataan, menjadikan mereka pelaku perubahan yang tidak hanya bangkit, tetapi juga mampu berbagi kebaikan kepada sesama. Karena setiap kebaikan Anda adalah doa yang terjawab bagi mereka yang tengah berjuang. #ZMartBAZNAS #BAZNAS-RI #BAZNASKotaSukabumi #PemberdayaanEkonomi #ZakatUntukKemandirian #DariMustahikMenjadiMuzakki
BERITA13/01/2025 | DIVISI EKONOMI PERKOTAAN BAZNAS
Bulan Muharam dan Keutamaannya Muslim Wajib Tahu
Bulan Muharam dan Keutamaannya Muslim Wajib Tahu
Muharam merupakan bulan yang dimaknai oleh umat muslim sebagai Tahun Baru Islam atau Tahun Baru Hijriyah. Bulan pertama pada kalender Hijriyah ini menjadi salah satu bulan mulia selain bulan Dzulqaidah, Dzulhijjah, dan Rajab. Hal ini, dikarenakan bulan Muharam berkaitan dengan peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari kota Mekah ke Madinah pada 622 Masehi, yang menjadi awal mula ditetapkannya 1 Muharam.Kemuliaan bulan Muharam tercantum dalam Al-Quran Surat At-Taubah, ayat 36. Artinya:"Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Janganlah kamu menganiaya dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa," (QS. At-Taubah :36). Keutamaan Bulan Muharam Bulan Muharam menjadi bulan yang penuh keistimewaan dan mukjizat bagi umat Islam yang memohon ampun kepada Allah SWT. Terdapat beberapa keutamaan bulan Muharam, sebagai berikut: 1. Menghapus dosa setahun lalu dengan puasa AsyuraPuasa sunnah di bulan Muharam sangat dianjurkan, sebagaimana Nabi Muhammad SAW. bersabda, "Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa bulan Muharam dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam," (HR Muslim). Berdasarkan hadits di atas, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak puasa pada bulan mulia ini, terutama pada hari ke-10 yang disebut dengan puasa Asyura. Puasa di hari Asyura dapat menghapus dosa satu tahun yang lalu, sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan Abu Qatadah r.a.:Rasulullah SAW. pernah ditanya tentang keutamaan puasa hari Asyura, lalu beliau menjawab, "Puasa Asyura melebur dosa setahun yang telah lewat," (H.R. Muslim). Selain puasa 10 Muharam, umat Islam juga dianjurkan berpuasa pada tanggal 9 Muharam (puasa tasu’a) dan 11 Muharam. Inilah yang membedakan umat Islam dengan umat Yahudi, yang mana mereka hanya berpuasa di hari Asyura. 2. Dilapangkannya rezeki bagi yang menafkahi keluargaSelain melaksanakan puasa Asyura, amalan sunnah yang dapat dilakukan oleh kaum muslimin pada tanggal 10 Muharam ialah menafkahi atau menambah uang belanja untuk keluarga. Habib Muhammad bin Farid al-Mutohhar menyampaikan bahwa amalan kebaikan tersebut merupakan salah satu ajaran Nabi.Momentum ini dapat dimanfaatkan bagi para kaum muslimin yang memberi kelapangan untuk keluarganya di hari Asyura, maka insyaallah rezekinya akan dilapangkan oleh Allah. Di samping itu, umat Islam juga dianjurkan untuk bersilaturahmi, menjenguk orang sakit, mengusap kepala anak yatim, bersedekah, memotong kuku, memakai celak dan melakukan berbagai amalan baik lainnya di tanggal 10 Muharam. 3. Bulan terjadinya peristiwa-peristiwa agungBulan Muharram dianggap mulia terutama pada hari Asyura dikarenakan banyak peristiwa agung bagi para nabi yang terjadi pada bulan tersebut. Beberapa di antaranya ialah:- Diterimanya taubat Nabi Adam as setelah sebelumnya dikeluarkan dari surga- Diselamatkannya Nabi Nuh as dan kaumnya dari kapal setelah banjir bandang- Diselamatkannya Nabi Ibrahim as dari Raja Namrud yang membakar tubuhnya- Dibelahnya laut merah untuk Nabi Musa as dan Bani Israil, serta ditenggelamkannya raja Fir’aun dalam lautan- Dikeluarkannya Nabi Yunus as dari perut ikan nun (ikan paus yang sangat besar)- Disembuhkannya Nabi Ayyub as atas penyakitnya yang menjijikan- Diampuninya Nabi Muhammad SAW dari kesalahan yang telah lewat dan yang akan datang. Dari kisah-kisah agung para nabi yang terjadi di bulan Muharam tersebut, dapat disimpulkan bahwa Allah Maha Penolong dan Yang Maha Melindungi. Tidak hanya menolong hamba-Nya, namun Allah juga akan memberikan ampunan yang luas dan melipatgandakan pahala bagi yang taat kepada-Nya, terutama di bulan Muharam yang mulia. 1 Muharam 2024 Berdasarkan keputusan pemerintah, Tahun Baru Islam 1 Muharam 1446 H jatuh pada 07 Juli 2024. Sahabat BAZNAS, mari kita manfaatkan bulan Muharam yang mulia ini dengan mengamalkan segala kebaikan semata-mata untuk mengharap ridho-Nya, salah satunya dengan bersedekah. Sahabat BAZNAS dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS dengan mengakses tautan https://kotasukabumi.baznas.go.id/bayarzakat Kebaikan yang Sahabat BAZNAS tunaikan akan disalurkan kepada saudara kita yang membutuhkan.
BERITA04/07/2024 | BAZNAS Kota Sukabumi
Momentum Hari Pahlawan Baznas Kota Sukabumi Gulirkan Bantuan Kepada Guru Ngaji Veteran dan Anak Stunting
Momentum Hari Pahlawan Baznas Kota Sukabumi Gulirkan Bantuan Kepada Guru Ngaji Veteran dan Anak Stunting
TatarSukabumi.ID - Bertepatan Peringatan Hari Pahlawan 2022, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Sukabumi menggulirkan program insentif bagi Guru TPQ, RA, MD se Kota Sukabumi, Kamis (10/11/2022). Sedikitnya 337 Guru se Kota Sukabumi penerima manfaat program.yang digulirkan Baznas Kota Sukabumi dalam rangka memuliakan Guru TPQ, RA dan MD yang telah berdedikasi secara gigih dalam mendidik generasi Muslim di Kota Sukabumi. Ketua Baznas Kota Sukabumi, Miftah Amir, kepada awak media mengatakan, selain program Insentif bagi Guru se Kota Sukabumi, Baznas berkolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Sukabumi melaksanakan kegiatan pembagian produk dan benih Hortikultura dalam upaya pengendalian Inflasi Jawa barat bagi keluarga balita stunting dan miskin. "Dalam acara ini Baznas Kota Sukabumi juga memberikan bantuan berupa asupan nutrisi bagi anak stunting sebanyak 50 paket," ungkap Miftah Amir, Kamis (10/11). Masih kata Miftah Amir, rangkain kegiatan dalam rangka mengenang jasa Pahlawan dilakukan Baznas Kota Sukabumi berkolaborasi dengan Dewan Harian Cabang (DHC) Badan Pembudayaan Kejuangan 45 (BPK 45) Kota Sukabumi, menyalurkan 25 paket bantuan sembako bagi janda veteran. Ditambahkan Wakil Ketua II Baznas Kota Sukabumi, Wawan Supendi, dalam rangkaian kegiatan Hari Pahlawan ini Baznas berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah Kota Sukabumi. "Kita berkolaborasi dengan beberapa stakeholder yang ada, beberapa kegiatan besar yang kita lakukan adalah pendistribusian bantuan untuk guru ngaji, guru MD, guru TPQ dan Guru RA," ungkap Wawan Supendi. "Lalu kedua bantuan support Baznas Kota Sukabumi untuk penanganan anak stunting, kita berikan bantuan tambahan makanan bergizi," sambung Dia. "Kemudian ketiga kita melaksanakan bantuan rutin tahunan sesuai momen hari Pahlawan kepada veteran dan pejuang," jelasnya. Terkait output dari 3 rangkaian kegiatan di Hari Pahlawan ini, Wawan menyatakan bahwa tupoksi dan amanah utama Baznas sebagai lembaga pengumpul zakat infak sedekah dari Muzaki untuk selanjutnya dibagikan ke Mustahik. "Tertunaikannya amanah kami di Baznas, bahwa apa yang telah dikeluarkan oleh para Muzaki yang berinfak dan berzakat untuk selanjutnya dibagikan kepada para Mustahik. Maka itu Kita keluarkan," ungkap Wawan. "Semoga kehadiran Baznas dapat memberi manfaat besar bagi masyarakat, dari seluruh hasil zakat infak sedekah yang kami kumpulkan bisa turut membantu program pengentasan kemiskinan di wilayah kota Sukabumi, sehingga selanjutnya kepercayaan masyarakat kepada lembaga amil zakat ini semakin meningkat," tandasnya.(*)
BERITA15/11/2022 | GA
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Sukabumi.

Lihat Daftar Rekening →