Fidyah vs Qadha Puasa: Kenali 4 Perbedaan Penting yang Sering Tertukar
04/03/2026 | Penulis: BAZNAS
fidyah vs qadha
Seringkali saat Ramadhan berakhir, kita menyadari ada hutang puasa yang tersisa. Entah karena sakit, perjalanan jauh, atau kondisi khusus bagi wanita. Namun, muncul kebingungan: "Saya harus bayar pakai Fidyah vs Qadha Puasa ya?"
Jangan sampai tertukar! Memahami perbedaan antara keduanya bukan cuma soal menggugurkan kewajiban, tapi juga memastikan ibadah kita sesuai syariat. Mari kita bedah tuntas 4 perbedaan penting antara Fidyah vs Qadha Puasa agar ibadahmu makin mantap.
Apa itu Puasa Fidyah dan Qadha?

Sebelum masuk ke perbedaan, kita perlu tahu definisinya. Qadha puasa adalah mengganti puasa yang ditinggalkan di bulan Ramadhan dengan berpuasa di hari lain. Sementara Fidyah adalah memberikan makan kepada orang miskin sebagai pengganti puasa bagi mereka yang benar-benar tidak mampu melakukannya secara fisik.
Dasar hukumnya sangat jelas dalam Al-Qur'an, Surah Al-Baqarah ayat 184:
“( Yaitu) pada sejumlah hari tertentu. Maka barangsiapa di antara kalian sakit atau dalam perjalanan (dan berbuka puasa), maka (wajib baginya berpuasa) pada jumlah hari yang sama di hari-hari lainnya. Dan wajib bagi orang-orang yang sulit (jika mereka tidak berpuasa) untuk membayar tebusan, (yaitu): memberi makan orang miskin...”
1. Perbedaan Subjek: Siapa yang Wajib Melakukannya?
Perbedaan Fidyah vs Qadha Puasa yang pertama terletak pada siapa yang melakukannya.
-
Puasa Qadha: Ditujukan bagi orang-orang yang untuk sementara waktu tidak mampu berpuasa. Misalnya: wanita yang sedang menstruasi, wanita pasca melahirkan, musafir, atau orang sakit yang masih memiliki harapan untuk sembuh. Mereka memiliki "hutang energi" yang harus dibayar dengan energi.
-
Fidyah: Ditujukan bagi mereka yang sudah tidak mampu lagi berpuasa secara permanen atau dalam kondisi sangat berat. Contohnya: lansia yang sudah renta, pengidap penyakit kronis yang tidak memungkinkan sembuh menurut medis, serta dalam beberapa madzhab (seperti Syafi'i), ibu hamil atau menyusui yang mengkhawatirkan kondisi bayinya saja.
2. Cara Pembayaran: Fisik vs Materi
Ini adalah perbedaan yang paling mencolok. Jika kamu wajib Qadha, maka kamu harus menahan lapar dan dahaga dari fajar hingga maghrib di luar bulan Ramadhan.
Sedangkan Fidyah dibayar dengan harta/makanan. Standar minimalnya adalah 1 mud (sekitar 675 gram atau telapak tangan yang ditadahkan) makanan pokok untuk setiap hari yang ditinggalkan. Namun, menurut keputusan BAZNAS, fidyah juga bisa dikonversi menjadi uang senilai harga makan sehari-hari untuk orang miskin.
3. Waktu Pelaksanaan
Kapan kita harus menyelesaikannya?
-
Qadha Puasa: Harus dilakukan sebelum datangnya bulan Ramadhan berikutnya. Jika sengaja menunda hingga lewat Ramadhan tahun depan tanpa alasan syar'i, sebagian ulama mewajibkan bayar Qadha sekaligus denda Fidyah.
-
Fidyah: Bisa dibayarkan pada hari saat kita meninggalkan puasa, atau dikumpulkan di akhir bulan Ramadhan. Tidak disarankan membayar fidyah sebelum bulan Ramadhan dimulai karena kewajibannya belum muncul.
4. Konsekuensi Hukum Jika Ditinggalkan
Meninggalkan puasa yang terlewat bagi orang yang mampu adalah dosa karena itu adalah hutang kepada Allah. Sebagaimana sabda Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam:
"Hutang yang harus dibayar kepada Allah lebih utama daripada hutang yang dibayarkan." (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim).
Sedangkan bagi orang yang wajib Fidyah, jika ia sangat miskin hingga tak mampu membayar fidyah pun, maka kewajibannya gugur dan ia cukup beristighfar memohon ampunan Allah. Islam tidak membebani hamba-Nya di luar batas kemampuan.
Kesimpulan: Mana yang Harus Kamu Pilih?
Jadi, dalam duel Fidyah vs Qadha Puasa, kuncinya ada pada kondisi fisikmu. Jika kamu masih muda dan sehat namun hanya berhalangan sementara, maka Qadha adalah jalan satu-satunya. Jangan mencoba "jalan pintas" dengan membayar uang jika fisikmu mampu berpuasa.
Sudahkah kamu menghitung hutang puasamu? Jika kamu termasuk kategori yang wajib membayar fidyah, atau ingin melengkapi ibadah dengan sedekah sunnah, pastikan dana tersebut tersalurkan ke lembaga yang amanah dan tepat sasaran.
BAZNAS Kota Sukabumi hadir sebagai mitra terpercaya untuk menyalurkan zakat, infaq, sedekah, dan fidyah Anda. Mari bantu saudara-saudara kita yang membutuhkan di wilayah Sukabumi agar mereka juga bisa merasakan kebahagiaan.
Sucikan Kekayaan dengan Infaq dan Fidyah

Salurkan Infaq dan Fidyah terbaik Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi sekarang juga!
Untuk membaca artikel lainnya terkait ramadhan klik link di bawah ini:
Artikel Lainnya
Dulu Pelit, Kini Dermawan yang Mengubah Hidup Secara Dahsyat
Tak Ada yang Tahu Lukanya, Tapi Ia Tetap Kuat!
Hati-Hati! Ini Dampak Buruk Korupsi yang Bisa Menghancurkan Hidupmu
Bahagia Itu Sederhana: Sabar dan Syukur yang Sering Diabaikan!
Larangan saat Lebaran! Masih Banyak yang Melanggar!
Hidup Ingin Tenang? Hindari 5 Sikap Buruk yang Sering Terjadi Sehari-hari
Kisah Menggetarkan! Saat Orang Lain Mengeluh, Ia Mengucap Alhamdulillah
Kisah Nyata Dahsyat: Janji Allah Itu Benar, Bikin Merinding!
Subhanallah! Rahasia Dagang Berkah yang Diajarakan dalam Islam
Sedekah: Tanda Syukur yang Menguatkan dan Memberdayakan, 7 Rahasia Dahsyat yang Wajib Kamu Tahu!
Jangan Sampai Tidak Tahu! Alasan Ibadah Haji Menjadi Rukun Islam yang Istimewa
Jangan Sampai Menyesal! Ini Dampak Tidak Puasa dengan Sengaja Tanpa Ada Halangan
Fakta Pahit! Jangan Terlalu Berharap pada Manusia, Kamu Akan Kecewa pada Akhirnya
MasyaAllah! Ternyata Ibu Hamil Punya Kedudukan Istimewa dalam Islam, Ini Penjelasannya
Kisah Pahit yang Bikin Tersadar! Akibat Terlalu Cinta Dunia

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Sukabumi.
Lihat Daftar Rekening →