WhatsApp Icon
Jangan Sampai Menyesal! Lalai Berinfak Bisa Merugikan, Padahal Pahalanya Sangat Besar

Lalai berinfak bisa merugikan tanpa disadari. Simak keutamaan infak, dalil Al-Qur’an dan hadits, serta alasan mengapa jangan sampai menunda berinfak agar hidup lebih berkah dan tenang.

Lalai Berinfak Bisa Merugikan, Jangan Sampai Menyesal

Lalai berinfak sering dianggap hal kecil, padahal lalai berinfak bisa merugikan diri sendiri tanpa kita sadari. Banyak orang menunda infak karena merasa harta akan berkurang, padahal dalam Islam justru sebaliknya. Infak adalah amalan ringan, tetapi pahalanya sangat besar dan bisa menjadi penyelamat di dunia maupun akhirat.

Allah SWT berfirman:

“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji.”
(QS. Al-Baqarah: 261)

Ayat ini menunjukkan bahwa infak bukan membuat miskin, justru melipatgandakan pahala dan keberkahan. Karena itu, lalai berinfak bisa merugikan, sebab kita melewatkan kesempatan pahala yang sangat besar.

1. Lalai Berinfak Bisa Membuat Hati Keras

Salah satu dampak negatif dari lalai berinfak adalah hati menjadi keras dan sulit merasakan kepedulian. Rasulullah SAW bersabda:

“Obatilah orang sakit di antara kalian dengan sedekah.”
(HR. Baihaqi)

Sedekah dan infak bukan hanya membantu orang lain, tetapi juga melembutkan hati dan menenangkan jiwa.

Orang yang jarang infak sering merasa gelisah, sementara orang yang rutin infak biasanya merasa lebih tenang. Ini bukti bahwa lalai berinfak bisa merugikan secara batin, bukan hanya secara pahala.

2. Takut Harta Berkurang, Padahal Infak Justru Menambah

Masih banyak yang menunda infak karena takut uang berkurang. Padahal Rasulullah SAW bersabda:

“Harta tidak akan berkurang karena sedekah.”
(HR. Muslim)

Hadits ini sangat jelas. Infak tidak membuat miskin, justru membuka pintu rezeki.
Sebaliknya, lalai berinfak bisa merugikan, karena kita menutup pintu keberkahan sendiri.

Sering kita melihat orang yang sederhana tapi hidupnya cukup, dan orang yang banyak harta tapi selalu merasa kurang. Salah satu sebabnya bisa jadi karena kebiasaan infak.

3. Infak Bisa Menolak Musibah

Dalam banyak riwayat dijelaskan bahwa sedekah dan infak dapat menolak bala.

Rasulullah SAW bersabda:

“Sedekah itu dapat memadamkan murka Allah dan menolak kematian yang buruk.”
(HR. Tirmidzi)

Ini menjadi pengingat kuat bahwa lalai berinfak bisa merugikan, karena kita melewatkan amalan yang bisa melindungi diri dari musibah.

Tidak harus besar. Infak kecil tapi rutin lebih dicintai Allah daripada banyak tapi jarang.

4. Infak Adalah Bukti Syukur atas Nikmat

Semua rezeki berasal dari Allah. Maka salah satu tanda syukur adalah berbagi.

Allah berfirman:

“Jika kamu bersyukur, pasti Aku tambah nikmat kepadamu.”
(QS. Ibrahim: 7)

Infak adalah bentuk syukur.
Jika kita lalai berinfak, bisa jadi kita termasuk orang yang kurang bersyukur, dan itu bisa menjadi sebab berkurangnya keberkahan.

Karena itu, lalai berinfak bisa merugikan, bukan hanya di akhirat, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

5. Kesempatan Pahala Besar Jangan Disia-siakan

Tidak semua orang diberi kesempatan untuk berinfak. Ada yang ingin memberi tapi tidak punya.

Kalau hari ini kita masih bisa infak, itu tanda Allah masih memberi peluang pahala.

Jangan sampai kesempatan ini hilang hanya karena menunda.

Orang yang cerdas adalah orang yang memanfaatkan kesempatan pahala sebelum terlambat.

6.  Infak Melalui Lembaga Resmi Lebih Aman dan Tepat

Menyalurkan infak sebaiknya dilakukan melalui lembaga resmi yang amanah dan terpercaya. Dengan melalui lembaga yang memiliki pengelolaan jelas, infak yang kita keluarkan bisa sampai kepada orang yang benar-benar membutuhkan.

Infak yang disalurkan secara teratur biasanya digunakan untuk berbagai program kebaikan, seperti membantu fakir miskin, pendidikan, kesehatan, bantuan bencana, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan cara ini, manfaat infak menjadi lebih luas dan tidak hanya dirasakan oleh satu orang saja.

Selain itu, menyalurkan infak melalui lembaga resmi juga membuat kita lebih tenang, karena dana yang diberikan dikelola dengan tanggung jawab dan transparan.

Allah SWT berfirman:

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka…”
(QS. At-Taubah: 103)

Ayat ini menunjukkan bahwa pengelolaan harta di jalan Allah memang dianjurkan dilakukan dengan cara yang teratur agar manfaatnya lebih besar.

7. Jangan Sampai Menyesal Karena Lalai Berinfak

Penyesalan sering datang terlambat.
Saat sehat kita menunda, saat sempit kita ingin memberi tapi tidak mampu.

Karena itu, jangan sampai lalai berinfak bisa merugikan, padahal pahalanya sangat besar dan manfaatnya nyata.

Mulailah dari sekarang, dari yang kecil, dari yang mudah.

8. Infak Tidak Harus Banyak, yang Penting Ikhlas dan Rutin

Masih banyak yang berpikir bahwa infak harus menunggu kaya. Padahal dalam Islam, infak tidak dilihat dari besar kecilnya, tetapi dari keikhlasan dan kesungguhan hati.

Allah SWT juga berfirman:

“Orang-orang yang menafkahkan hartanya di waktu lapang maupun sempit…”
(QS. Ali Imran: 134)

Ayat ini menjadi pengingat bahwa lalai berinfak bisa merugikan, karena kita menunda amalan yang sebenarnya bisa dilakukan kapan saja.

Tidak harus menunggu gaji besar.
Tidak harus menunggu punya banyak.
Tidak harus menunggu waktu tertentu.

Infak bisa dilakukan setiap hari, setiap minggu, atau setiap kali ada kesempatan.

Jangan Sampai Lalai Berinfak Karena Ruginya Besar

Dari penjelasan di atas, kita bisa memahami bahwa lalai berinfak bisa merugikan, baik di dunia maupun di akhirat.
Infak bukan hanya membantu orang lain, tetapi juga membuka pintu rezeki, menolak musibah, melembutkan hati, dan menjadi bukti syukur atas nikmat Allah.

Banyak orang menyesal bukan karena tidak punya harta, tetapi karena tidak menggunakan hartanya di jalan kebaikan saat masih punya kesempatan.

Jangan tunda kebaikan.
Salurkan infak terbaik Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi agar lebih amanah, tepat sasaran, dan penuh berkah. Infak hari ini, pahala mengalir tanpa henti.

untuk melihat artikel lainnya klik link di bawah ini :

Pahala Sedekah Terancam Hilang, Waspada! 5 Niat Tersembunyi yang Bisa Menghapusnya

https://baznaskotasukabumi.com/stop-bersedekah-demi-formalitas/

18/03/2026 | Kontributor: BAZNAS
Hidup Ingin Tenang? Hindari 5 Sikap Buruk yang Sering Terjadi Sehari-hari

Hidup ingin tenang tidak cukup hanya dengan harapan. Hindari 5 sikap buruk yang sering terjadi sehari-hari agar hati lebih damai, rezeki lancar, dan hidup lebih berkah menurut ajaran Islam.

Hidup Ingin Tenang? Banyak Orang Salah di Bagian Ini

Setiap orang pasti ingin hidup ingin tenang.
Ingin hati damai, rezeki lancar, keluarga harmonis, dan pikiran tidak gelisah.

Namun kenyataannya, banyak orang merasa hidupnya berat, mudah stres, sering kesal, bahkan sulit merasa bahagia.
Padahal bisa jadi bukan karena kurang harta, tapi karena masih ada sikap buruk yang sering dilakukan setiap hari.

Dalam Islam, ketenangan hidup sangat berkaitan dengan kebersihan hati dan amal baik.

Kalau hidup terasa tidak tenang, coba periksa diri.
Mungkin ada kebiasaan buruk yang masih sering dilakukan tanpa sadar.

Berikut 5 sikap buruk sehari-hari yang harus dihindari jika ingin hidup lebih tenang.

1. Sering Mengeluh, Padahal Nikmat Banyak

Salah satu penyebab hidup tidak tenang adalah terlalu sering mengeluh.

Sedikit masalah langsung mengeluh,
sedikit capek langsung mengeluh,
melihat orang lain lebih berhasil langsung merasa kurang.

Padahal Allah sudah memberi banyak nikmat.

Allah berfirman:

“Jika kamu bersyukur, pasti Aku tambah nikmatmu.”
(QS. Ibrahim: 7)

Orang yang suka bersyukur biasanya hidupnya lebih ringan.
Sebaliknya, orang yang sering mengeluh sulit merasakan ketenangan.

Kalau ingin hidup ingin tenang, biasakan melihat nikmat, bukan kekurangan.

2. Mudah Marah dan Emosi

Marah berlebihan membuat hati panas dan pikiran tidak jernih.

Banyak masalah terjadi karena tidak bisa menahan emosi.
Persahabatan rusak, keluarga bertengkar, pekerjaan jadi tidak nyaman.

Rasulullah ? bersabda:

“Orang kuat bukan yang menang dalam bergulat, tapi yang mampu menahan marah.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Menahan marah bukan berarti lemah.
Justru itu tanda hati yang kuat.

Kalau ingin hidup ingin tenang, belajar sabar adalah kunci.

3. Pelit Berbagi, Tapi Ingin Hidup Berkah

Banyak orang ingin hidup tenang dan rezeki lancar, tapi sulit bersedekah.

Padahal sedekah adalah salah satu sebab datangnya ketenangan.

Rasulullah ? bersabda:

“Sedekah tidak akan mengurangi harta.”
(HR. Muslim)

Orang yang suka berbagi biasanya hatinya lebih lapang.
Tidak mudah gelisah, tidak mudah iri, dan lebih merasa cukup.

Sebaliknya, orang yang terlalu cinta harta sering merasa takut kehilangan.

Kalau ingin hidup ingin tenang, biasakan berinfaq walau sedikit.

4. Suka Iri Melihat Orang Lain

Iri adalah penyakit hati yang sering tidak disadari.

Melihat orang sukses jadi kesal,
melihat orang bahagia jadi tidak suka,
melihat orang punya rezeki lebih jadi panas hati.

Padahal iri hanya membuat hati sendiri tidak tenang.

Rasulullah ? bersabda:

“Hindarilah hasad, karena hasad memakan kebaikan seperti api memakan kayu bakar.”
(HR. Abu Dawud)

Kalau ingin hidup ingin tenang, belajar ridha dengan takdir Allah.
Setiap orang punya rezeki masing-masing.

5. Lalai Ibadah Tapi Ingin Hati Tenang

Ini yang paling sering terjadi.

Ingin hidup damai, tapi sholat masih bolong.
Ingin hati tenang, tapi jarang dzikir.
Ingin berkah, tapi jarang sedekah.

Padahal ketenangan tidak datang dari dunia, tapi dari dekat dengan Allah.

Allah berfirman:

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)

Kalau ingin hidup ingin tenang, perbaiki ibadah dulu.
Karena hati yang dekat dengan Allah lebih mudah merasa damai.

Hidup Tenang Dimulai dari Memperbaiki Sikap Sehari-hari

Hidup ingin tenang bukan hanya soal punya banyak uang atau hidup tanpa masalah.
Ketenangan datang dari hati yang bersih, sikap yang baik, dan ibadah yang dijaga.

Hindari kebiasaan mengeluh, marah, pelit, iri, dan lalai ibadah.
Biasakan bersyukur, sabar, berbagi, dan mendekat kepada Allah.

Semakin baik sikap kita, semakin tenang hidup kita.

Karena itu, jangan tunggu nanti untuk berubah.
Mulai dari sekarang, mulai dari hal kecil, mulai dari diri sendiri.

Salurkan Infaq melalui BAZNAS Kota Sukabumi

Agar infaq lebih aman, tepat sasaran, dan membawa berkah, salurkan melalui
BAZNAS Kota Sukabumi.

???? Mari biasakan infaq sekarang juga melalui BAZNAS Kota Sukabumi.
Sedikit dari kita, sangat berarti bagi mereka.

untuk melihat artikel lainnya klik link dibawah ini :
 
 
18/03/2026 | Kontributor: BAZNAS
MasyaAllah! Ternyata Ibu Hamil Punya Kedudukan Istimewa dalam Islam, Ini Penjelasannya

Menjadi seorang ibu adalah perjalanan yang penuh keajaiban, tantangan, sekaligus limpahan pahala. Bagi Anda yang saat ini tengah mengandung, mungkin sering merasa lelah, mual, atau sulit tidur. Namun, tahukah Anda? Di balik setiap tetes keringat dan rasa pegal itu, Allah SWT sedang menaikkan derajat Anda ke tempat yang sangat tinggi.

Ibu hamil punya kedudukan istimewa dalam Islam bukan sekadar kalimat penghibur. Ini adalah janji nyata dari Allah dan Rasul-Nya. Mari kita bedah satu per satu mengapa masa kehamilan adalah masa "panen pahala" yang luar biasa.

1. Setiap Detik Adalah Ibadah dan Jihad

Dalam Islam, proses mengandung dianggap setara dengan perjuangan di jalan Allah (Jihad fi Sabilillah). Ketika seorang wanita mengandung, setiap rasa sakit yang dirasakannya, mulai dari mual di pagi hari hingga beratnya melangkah, dihitung sebagai pahala yang terus mengalir selama 24 jam nonstop.

Rasulullah SAW bersama para sahabat pernah membahas tentang keutamaan wanita. Beliau menyampaikan bahwa wanita yang hamil hingga melahirkan dan menyusui, mereka mendapatkan pahala seperti pejuang yang berjaga di garis depan pertempuran. Jika ia meninggal dalam masa itu, maka baginya pahala mati syahid.

2. Shalatnya Ibu Hamil Berlipat Ganda Pahalanya

Ibu hamil punya kedudukan istimewa dalam Islam bahkan dalam urusan ritual ibadah harian. Ada riwayat yang menyebutkan bahwa shalat dua rakaat yang dilakukan oleh wanita hamil jauh lebih baik daripada 80 rakaat yang dilakukan oleh wanita yang tidak hamil.

Mengapa demikian? Karena saat shalat, ia membawa janin yang juga bertasbih kepada Allah SWT. Ada dua nyawa yang sedang bersujud, namun hanya satu raga yang bergerak. Sungguh sebuah keberkahan yang tidak ternilai harganya.

3. Diampuni Dosa-dosanya Saat Melahirkan

Momen melahirkan adalah puncak dari perjuangan seorang ibu. Rasa sakitnya digambarkan sebagai salah satu rasa sakit fisik tertinggi yang bisa dialami manusia. Namun, Islam memberikan kabar gembira.

Dalam sebuah hadits, disebutkan bahwa ketika seorang wanita melahirkan, maka keluarlah ia dari dosa-dosanya seperti hari saat ia dilahirkan oleh ibunya. Allah menghapuskan segala kesalahan masa lalunya sebagai imbalan atas taruhan nyawa yang ia lakukan demi menghadirkan hamba baru ke muka bumi.

4. Doanya Sangat Mustajab

Pernahkah Anda merasa sangat dekat dengan Tuhan saat sedang hamil? Itu bukan perasaan belaka. Ibu hamil punya kedudukan istimewa dalam Islam sehingga doa-doanya sangat didengar oleh Allah.

Logikanya, ibu hamil sedang dalam kondisi "darurat" atau kesulitan fisik yang terus-menerus (masyaqqah). Allah sangat dekat dengan hamba-Nya yang sedang merasa lemah dan bersandar penuh pada-Nya. Oleh karena itu, para calon ibu sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa, baik untuk dirinya, keluarganya, maupun untuk anak yang dikandungnya agar menjadi anak yang shalih dan shalihah.

5. Memperoleh Pahala Puasa dan Tahajud Sepanjang Hari

Secara fisik, mungkin ibu hamil tidak kuat untuk melakukan shalat malam yang panjang atau berpuasa sunnah setiap hari. Namun, karena kelelahan yang ia alami akibat menjaga janin, Allah memberikan "bonus" pahala.

Selama janin tersebut ada dalam kandungan, sang ibu mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa di siang hari dan melakukan shalat tahajud di malam hari. Ini adalah bentuk kasih sayang Allah yang luar biasa bagi para wanita.

6. Malaikat Beristighfar untuk Ibu Hamil

Bayangkan, makhluk yang tidak pernah berdosa (malaikat) memohonkan ampunan untuk Anda. Dalam beberapa literatur disebutkan bahwa ketika seorang wanita hamil, para malaikat senantiasa memohonkan ampunan (istighfar) untuknya.

Bahkan, setiap teguk air yang diminum oleh ibu hamil untuk menghilangkan dahaganya, dan setiap suap makanan yang ia makan untuk memberi nutrisi pada janinnya, Allah catatkan sebagai sedekah.

7. Jaminan Surga Melalui Ridha Anak

Keistimewaan ini berlanjut bahkan setelah anak lahir. Kita semua tahu hadits populer: "Surga berada di bawah telapak kaki ibu." Kedudukan ini bermula dari masa kehamilan. Perjuangan sembilan bulan itulah yang membuat seorang ibu berhak mendapatkan penghormatan tiga kali lebih besar daripada ayah.

Islam menempatkan ibu hamil sebagai sosok yang suci dan mulia. Jadi, untuk para Bunda di luar sana, jika hari ini terasa berat, ingatlah bahwa Allah sedang tersenyum melihat perjuanganmu.

Pentingnya Menjaga Keberkahan dengan Berbagi

Keistimewaan yang Allah berikan sebaiknya dibarengi dengan rasa syukur. Salah satu cara terbaik untuk mensyukuri nikmat kehamilan dan memohon keselamatan hingga persalinan adalah dengan bersedekah atau membayar infaq.

Zakat, Infaq, dan Sedekah bukan hanya membersihkan harta, tapi juga menjadi penolak bala (daf’ul bala). Dengan berbagi kepada mereka yang membutuhkan, kita berharap Allah memberikan kemudahan dalam setiap proses persalinan nanti.

Ayo, alirkan keberkahan kehamilanmu melalui BAZNAS Kota Sukabumi!

BAZNAS Kota Sukabumi siap membantu Anda mendistribusikan kebaikan kepada mereka yang membutuhkan di wilayah Sukabumi dan sekitarnya. Dengan berinfaq, kita menjaga diri dari sifat serakah dan memastikan harta kita membawa manfaat dunia hingga akhirat.

Salurkan Infaq Terbaik Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi. > "Harta tidak akan berkurang karena sedekah, justru akan semakin berkah dan melimpah."

Untuk membaca artikel lainnya terkait ramadhan klik link di bawah ini:

https://baznaskotasukabumi.com/campaign/sedekah-alat-ibadah-untuk-lansia

https://kotasukabumi.baznas.go.id/artikel/show/masyaallah-rahasia-parenting-islami-untuk-menciptakan-keluarga-bahagia-dan-penuh-berkah/41607

18/03/2026 | Kontributor: BAZNAS
Pernah Merasa Sendiri di Tengah Keramaian? Ini Penjelasannya

Pernahkah Anda berada di sebuah pesta yang bising, rapat kantor yang penuh sesak, atau bahkan berkumpul bersama keluarga besar, namun tiba-tiba merasa sangat terisolasi? Seolah-olah ada dinding kaca transparan yang memisahkan Anda dari dunia luar. Jika pernah, Anda tidak sendirian. Fenomena merasa sendiri di tengah keramaian adalah pengalaman manusiawi yang sangat umum, meskipun sering kali terasa menyakitkan dan membingungkan.

Ini bukan tentang jumlah orang yang ada di sekitar Anda, tetapi tentang kualitas koneksi yang Anda rasakan. Merasa sendiri di tengah keramaian bisa dialami siapa saja, dari seorang introvert yang pendiam hingga seorang ekstrovert yang tampak populer. Mari kita bedah lima alasan psikologis dan spiritual mengapa perasaan ini bisa muncul dan bagaimana sudut pandang Islam melihatnya.

1. Kegagalan Koneksi Emosional yang Mendalam

Faktor utama yang menyebabkan seseorang merasa sendiri di tengah keramaian bukanlah kurangnya interaksi fisik, melainkan kurangnya koneksi emosional. Anda mungkin sedang mengobrol, tertawa, atau berdiskusi, tetapi jika percakapan itu hanya sebatas basa-basi di permukaan, jiwa Anda tidak merasa "terpenuhi."

Kita hidup di era di mana kita sangat terhubung secara digital, tetapi sering kali merasa "terputus" secara emosional. Percakapan yang dangkal tidak memuaskan kebutuhan dasar manusia untuk dimengerti, diterima, dan dihargai. Saat interaksi hanya terjadi di level luar, rasa hampa bisa merayap masuk, membuat Anda merasa sendiri di tengah keramaian.

2. Mengenakan "Topeng" Sosial

Sering kali, untuk bisa diterima dalam suatu kelompok atau untuk menyembunyikan kerapuhan kita, kita mengenakan "topeng." Kita berpura-pura bahagia padahal sedih, berpura-pura setuju padahal tidak, atau berpura-pura menjadi seseorang yang bukan diri kita. Semakin keras kita berusaha mempertahankan image tersebut, semakin kita menjauhkan diri kita yang asli dari orang lain.

Ketika Anda tidak otentik, Anda menciptakan jarak yang tidak terlihat antara diri Anda dan lingkungan sekitar. Anda merasa sendiri di tengah keramaian karena tidak ada yang benar-benar mengenal siapa Anda yang sebenarnya, termasuk diri Anda sendiri yang sedang berpura-pura itu.

3. Ketidakselarasan Nilai dan Tujuan

Penyebab lain merasa sendiri di tengah keramaian adalah ketika Anda berada di lingkungan yang nilai-nilai atau tujuan hidupnya tidak sejalan dengan Anda. Mungkin Anda berada di antara sekelompok orang yang hanya sibuk mengejar materi, sementara Anda mendambakan kedamaian spiritual atau kontribusi sosial.

Ketidakselarasan ini bisa menciptakan rasa tidak "klik" dan keterasingan. Jiwa Anda merasakan kekosongan karena tidak menemukan "rumah" yang frekuensinya sama.

4. Tuntutan Modern dan Kelelahan Mental

Kehidupan modern dengan segala tuntutannya media sosial, ambisi karier, hingga hiruk-pikuk kota bisa sangat melelahkan. Kelelahan mental ini (burned out) sering kali membuat seseorang menarik diri secara emosional dari lingkungan, meskipun secara fisik masih ada.

Di sinilah pandangan spiritual, khususnya Islam, memberikan kedalaman makna. Rasa sendiri di tengah keramaian bisa menjadi alarm dari Allah agar kita kembali mengingat-Nya. Sering kali, rasa hampa itu muncul karena kita terlalu sibuk dengan urusan duniawi dan melupakan koneksi yang paling utama, yaitu hubungan kita dengan Sang Pencipta.

Allah SWT berfirman:

"...Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra'd: 28)

Ketenangan sejati, yang menghalau rasa kesepian, hanya bisa ditemukan ketika hati terhubung dengan sumber segala ketenangan. Rasa sendiri di tengah keramaian adalah sinyal untuk ber-muhasabah (introspeksi diri), memperbanyak zikir, dan shalat, untuk mengisi kembali kekosongan jiwa.

5. Kebutuhan untuk Kembali pada Koneksi Spiritual

Fenomena merasa sendiri di tengah keramaian juga mengingatkan kita pada hadits Rasulullah SAW tentang akhir zaman, di mana umat Muslim jumlahnya banyak, namun ibarat buih di lautan banyak, tetapi tidak memiliki bobot karena kualitas iman mereka yang rapuh.

Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Akan datang suatu zaman di mana manusia seperti buih di lautan...” Para sahabat bertanya, “Apakah karena jumlah kami sedikit pada waktu itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Tidak, bahkan jumlah kalian banyak pada waktu itu, akan tetapi kalian seperti buih di lautan. Allah akan mencabut rasa takut dalam diri musuh kalian, dan Allah akan menimpakan penyakit wahn dalam hati kalian.” Mereka bertanya, “Apa itu penyakit wahn, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Abu Dawud)

Merasakan sendiri di tengah keramaian juga bisa bermakna seperti buih tersebut; terlihat banyak, namun terasa rapuh dan tidak memiliki tujuan yang jelas. Rasa sepi ini bisa menjadi motivasi untuk menguatkan iman, memperbanyak amal saleh, dan mencari lingkungan yang suportif secara spiritual.

Solusi Praktis Melawan Rasa Sepi di Tengah Keramaian

  1. Validasi Perasaan Anda: Jangan menyalahkan diri sendiri. Akui bahwa rasa sendiri di tengah keramaian adalah valid.

  2. Cari Koneksi yang Lebih Dalam: Fokus pada satu atau dua hubungan yang berkualitas, bukan puluhan hubungan yang dangkal.

  3. Hadir Sepenuhnya (Mindfulness): Saat bersama orang lain, simpan ponsel dan dengarkan dengan tulus.

  4. Hadirkan Tuhan dalam Hati: Jadikan Allah sebagai sahabat terdekat. Temukan kenyamanan dalam doa dan ibadah.

  5. Berbuat Baik: Alihkan fokus dari kesepian diri sendiri dengan membantu orang lain. Memberi bisa mengisi kekosongan hati.

Mengubah Rasa Sepi Menjadi Energi Kebaikan

Salah satu cara paling ampuh untuk mengikis rasa sendiri di tengah keramaian dan sekaligus mendekatkan diri kepada Allah adalah dengan berbuat baik secara nyata. Ketika Anda membantu orang lain, Anda tidak hanya meringankan beban mereka, tetapi juga mengisi hati Anda dengan kepuasan spiritual. Anda akan menyadari bahwa keberadaan Anda berarti bagi orang lain, dan rasa keterasingan itu perlahan akan memudar.

Koneksi dengan sesama manusia melalui kebaikan adalah perpanjangan dari koneksi kita kepada Allah. Mari jadikan perasaan ini sebagai pemicu untuk berbuat lebih banyak kebaikan, terutama bagi mereka yang membutuhkan di sekitar kita.

Mari Salurkan Kepedulian Anda Melalui BAZNAS Kota Sukabumi!

Bagi Anda, warga Sukabumi dan sekitarnya, rasa sendiri di tengah keramaian bisa Anda ubah menjadi energi positif dengan membantu sesama melalui instansi resmi yang tepercaya. Salurkan Infaq terbaik Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi untuk mendukung program-program pemberdayaan umat dan sosial.

Setiap Infaq yang Anda berikan bukan hanya angka, melainkan wujud cinta kasih yang dapat menghangatkan hati banyak orang, dan pada gilirannya, menghangatkan hati Anda sendiri.

Ubah rasa sepi menjadi bukti kepedulian.

Untuk membaca artikel lainnya terkait ramadhan klik link di bawah ini:

https://baznaskotasukabumi.com/campaign/tebar-kebahagiaan-dengan-berbagi-paket-sembako

https://kotasukabumi.baznas.go.id/artikel/show/ketika-dunia-tidak-ramah-jadilah-rumah-untuk-dirimu-sendiri/33441

18/03/2026 | Kontributor: BAZNAS
Hati-Hati! Ini Dampak Buruk Korupsi yang Bisa Menghancurkan Hidupmu

Pernahkah terlintas di pikiran kita, mengapa ada orang yang sudah punya segalanya tapi masih merasa kurang? Mobil mewah sudah ada, rumah bak istana sudah berdiri tegak, jabatan pun mentereng. Tapi anehnya, hidupnya jauh dari kata tenang. Tidur tak nyenyak, dikejar rasa cemas, hingga akhirnya berakhir di balik jeruji besi.

Inilah fenomena yang sering kita sebut dengan korupsi. Korupsi bisa menjerumuskan ke kehancuran hidup, bukan hanya bagi si pelaku, tapi juga bagi keluarga dan orang-orang di sekitarnya. Mari kita bedah lebih dalam, kenapa mengambil yang bukan hak kita itu adalah "bom waktu" yang siap meledak kapan saja.

Mengapa Korupsi Adalah Musuh Terbesar Diri Sendiri?

Banyak yang mengira korupsi adalah jalan pintas menuju kebahagiaan. Padahal, yang terjadi justru sebaliknya. Korupsi adalah jalan tol menuju kehancuran mental dan spiritual. Ketika seseorang mulai mengambil harta yang bukan haknya, ia sedang menanam benih ketidaktenangan.

Dalam perspektif Islam, harta yang diperoleh dengan cara haram, seperti korupsi, tidak akan pernah membawa keberkahan. Harta tersebut mungkin terlihat banyak secara jumlah, namun nilai manfaatnya nol besar. Harta itu justru akan menjadi sumber masalah bisa berupa penyakit yang tak kunjung sembuh, anak-anak yang sulit diatur, atau keretakan rumah tangga.

1. Kehilangan Keberkahan dalam Hidup

Keberkahan adalah ketika harta yang sedikit terasa cukup, dan yang banyak membawa manfaat. Sebaliknya, korupsi bisa menjerumuskan ke kehancuran hidup karena ia menghapus keberkahan tersebut. Kamu mungkin punya uang milyaran, tapi entah kenapa uang itu habis begitu saja tanpa bekas yang bermanfaat.

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits yang sangat tegas mengenai hal ini:

"Laknat Allah bagi penyuap dan penerima suap dalam hukum." (HR. Ahmad, Abu Daud, dan Tirmidzi).

Bayangkan, jika Allah sudah melaknat, lantas dari mana kita akan mendapatkan kedamaian? Laknat artinya dijauhkan dari rahmat kasih sayang Allah. Tanpa rahmat-Nya, hidup hanyalah rangkaian penderitaan yang dibungkus dengan kemewahan palsu.

2. Sanksi Sosial yang Menyakitkan

Kita hidup di masyarakat yang sangat menjunjung tinggi integritas. Sekali seseorang ketahuan melakukan korupsi, label "koruptor" akan menempel seumur hidup. Bukan hanya pelaku yang menanggung malu, tapi juga anak, istri, dan orang tua. Anak-anak mungkin akan dirundung di sekolah, dan keluarga akan dikucilkan dari pergaulan sosial. Ini adalah bentuk kehancuran hidup yang nyata di dunia.

3. Penjara: Hilangnya Kebebasan

Tentu saja, konsekuensi hukum adalah hal yang paling nyata. Bayangkan harus menghabiskan sisa umur di balik jeruji besi, jauh dari keluarga, dan kehilangan martabat. Kebebasan yang selama ini kita nikmati hilang begitu saja hanya demi tumpukan harta yang bahkan tidak bisa dinikmati di dalam sel.

Korupsi dalam Pandangan Syariat: Ghulul yang Membakar

Dalam istilah fiqih, korupsi sering dikaitkan dengan Ghulul (mengambil harta secara sembunyi-sembunyi yang bukan haknya). Bahayanya tidak main-main. Harta hasil korupsi akan menjadi beban yang sangat berat di hari kiamat kelak.

Allah SWT berfirman dalam Surah Ali 'Imran ayat 161:

"Barangsiapa yang berkhianat (dalam urusan harta rampasan perang), maka pada hari kiamat ia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya itu; kemudian tiap-tiap diri akan diberi pembalasan tentang apa yang ia kerjakan dengan pembalasan setimpal, sedang mereka tidak dianiaya."

Ayat ini menegaskan bahwa setiap rupiah yang dikorupsi akan dimintai pertanggungjawabannya secara detail. Tidak ada yang bisa bersembunyi. Kehancuran hidup akibat korupsi tidak berhenti saat nafas terakhir berhembus, tapi terus berlanjut hingga ke akhirat.

4. Menghalangi Terkabulnya Doa

Ini adalah salah satu dampak yang paling mengerikan. Ketika tubuh kita tumbuh dari makanan yang haram, maka doa-doa kita akan tertolak. Rasulullah SAW pernah menceritakan tentang seorang laki-laki yang melakukan perjalanan jauh, rambutnya kusut, penuh debu, ia menengadahkan tangan ke langit sambil berdoa, "Ya Rabb, ya Rabb..." Sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan ia dikenyangkan dari yang haram. Maka, bagaimana mungkin doanya akan dikabulkan?

Bayangkan saat kamu benar-benar butuh pertolongan Tuhan, namun pintu langit tertutup hanya karena segelintir harta haram yang pernah kamu ambil. Itulah mengapa korupsi bisa menjerumuskan ke kehancuran hidup yang paling fatal.

5. Merusak Tatanan Bangsa

Secara makro, korupsi merampas hak orang miskin. Jembatan yang harusnya kokoh jadi rubuh karena dana disunat. Rumah sakit kekurangan alat medis karena anggaran dikorupsi. Dengan melakukan korupsi, seseorang secara tidak langsung mendzolimi jutaan orang. Dosa kepada satu orang saja sulit dimaafkan, apalagi dosa kepada rakyat satu negara?

Bagaimana Cara Menghindarinya?

  1. Syukuri yang Ada: Kebanyakan orang korupsi bukan karena butuh, tapi karena kurang rasa syukur.

  2. Pahami Konsekuensi: Selalu ingat bahwa ada akhirat setelah dunia ini.

  3. Lingkungan yang Baik: Bertemanlah dengan orang-orang yang jujur dan berintegritas.

  4. Bersihkan Harta: Pastikan setiap rupiah yang masuk ke kantong kita adalah hasil keringat yang halal.

Ingatlah, hidup ini singkat. Jangan tukar ketenangan jiwa dan keselamatan akhirat dengan kenikmatan semu yang hanya sesaat. Kekayaan sejati adalah hati yang merasa cukup (qana'ah).

Setelah memahami betapa bahayanya harta yang tidak berkah, langkah terbaik untuk menjaga diri adalah dengan rajin berinfaq dan bersedekah. Sedekah tidak akan mengurangi harta, justru ia akan menyucikan dan menjaganya dari hal-hal yang buruk.

Ayo Bersihkan Harta dengan Berbagi!

Mari salurkan infaq terbaik Anda melalui lembaga yang amanah dan transparan. BAZNAS Kota Sukabumi siap membantu Anda mendistribusikan kebaikan kepada mereka yang membutuhkan di wilayah Sukabumi dan sekitarnya. Dengan berinfaq, kita menjaga diri dari sifat serakah dan memastikan harta kita membawa manfaat dunia hingga akhirat.

Bayar Infaq Sekarang via BAZNAS Kota Sukabumi Sucikan Harta, Tenangkan Jiwa.

Untuk membaca artikel lainnya terkait ramadhan klik link di bawah ini:

https://baznaskotasukabumi.com/campaign/34-jusuka-34-jumat-suka-sedekah

https://kotasukabumi.baznas.go.id/artikel/show/antara-menjaga-perasaan-orang-lain-atau-kejujuran/31449

18/03/2026 | Kontributor: BAZNAS

Artikel Terbaru

Jadwal Salat Hari Ini: Jangan Lupa Tunaikan Kewajiban & Perbanyak Sedekah!
Jadwal Salat Hari Ini: Jangan Lupa Tunaikan Kewajiban & Perbanyak Sedekah!
Pendahuluan Salat lima waktu merupakan kewajiban utama bagi setiap Muslim. Selain menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, salat juga menjadi penyejuk hati dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Namun, apakah cukup hanya dengan melaksanakan salat? Islam juga mengajarkan umatnya untuk memperbanyak amal kebaikan, salah satunya adalah dengan bersedekah. Terutama di bulan Ramadhan, pahala bersedekah akan dilipatgandakan. Dalam artikel ini, kita akan membahas jadwal salat hari ini untuk berbagai kota di Jawa Barat serta pentingnya sedekah dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita simak informasi selengkapnya. Jadwal Salat Hari Ini di Berbagai Kota Mengetahui jadwal salat yang tepat sangat penting agar ibadah dapat dilakukan dengan khusyuk dan tepat waktu. Berikut adalah jadwal salat untuk beberapa kota di Jawa Barat: Jadwal Salat di Sukabumi Subuh: 04:42 Zuhur: 12:07 Asar: 15:11 Magrib: 18:14 Isya: 19:24 Jadwal Salat di Bandung Subuh: 04:38 Zuhur: 12:04 Asar: 15:09 Magrib: 18:12 Isya: 19:22 Jadwal Salat di Bogor Subuh: 04:40 Zuhur: 12:06 Asar: 15:10 Magrib: 18:13 Isya: 19:23 Jadwal Salat di Bekasi Subuh: 04:39 Zuhur: 12:05 Asar: 15:08 Magrib: 18:12 Isya: 19:22 Jadwal Salat di Cirebon Subuh: 04:35 Zuhur: 12:02 Asar: 15:07 Magrib: 18:09 Isya: 19:20 (Catatan: Jadwal dapat berbeda beberapa menit tergantung lokasi spesifik dan metode perhitungan.) Mengapa Kita Harus Bersedekah? Sedekah adalah salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an: "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada tiap-tiap butir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 261) Keutamaan Sedekah Subuh Salah satu waktu terbaik untuk bersedekah adalah setelah salat subuh. Beberapa keutamaan sedekah subuh antara lain: Didoakan oleh Malaikat – Rasulullah SAW bersabda bahwa setiap pagi ada dua malaikat yang turun dan mendoakan orang-orang yang bersedekah. Melipatgandakan Rezeki – Sedekah subuh dipercaya dapat membuka pintu rezeki yang lebih luas. Menghapus Dosa – Sebagaimana air memadamkan api, sedekah juga dapat menghapus dosa-dosa kecil. Keistimewaan Sedekah di Bulan Ramadhan Bulan Ramadhan merupakan momen terbaik untuk meningkatkan amalan kebaikan. Berikut beberapa alasan mengapa kita dianjurkan untuk bersedekah di bulan suci ini: Pahala yang Dilipatgandakan – Setiap amal ibadah di bulan Ramadhan bernilai berkali lipat dibandingkan di bulan lainnya. Membantu Sesama – Banyak orang yang membutuhkan bantuan, terutama mereka yang kurang mampu. Menjaga Keseimbangan Sosial – Dengan bersedekah, kita ikut berkontribusi dalam menciptakan keseimbangan ekonomi dalam masyarakat. Bentuk-Bentuk Sedekah yang Bisa Dilakukan Ada banyak cara untuk bersedekah, di antaranya: Sedekah Uang – Memberikan sebagian harta kepada orang yang membutuhkan. Berbagi Makanan – Terutama dalam bentuk berbagi takjil atau makanan berbuka puasa. Wakaf – Memberikan aset atau harta yang digunakan untuk kepentingan umum seperti membangun masjid atau sekolah. Sedekah Jariyah – Amal yang pahalanya terus mengalir meskipun pemberinya telah wafat, seperti wakaf Al-Qur’an atau sumur air bersih. Cara Mudah Berdonasi ke BAZNAS Kota Sukabumi Bagi Anda yang ingin bersedekah dengan mudah dan aman, BAZNAS Kota Sukabumi menyediakan berbagai metode donasi: Transfer Bank – Donasi dapat dilakukan melalui transfer ke rekening resmi BAZNAS Kota Sukabumi. QRIS – Scan kode QR untuk donasi digital dengan cepat. Kunjungan Langsung – Datang langsung ke kantor BAZNAS untuk menyerahkan donasi secara langsung. Melalui Website – Akses website resmi BAZNAS Kota Sukabumi untuk donasi secara online. Kesimpulan Menjaga salat lima waktu merupakan kewajiban setiap Muslim, dan menunaikannya tepat waktu akan membawa ketenangan dalam hidup. Selain itu, memperbanyak sedekah, terutama di waktu subuh dan bulan Ramadhan, adalah amalan yang dapat mendatangkan banyak keberkahan. Mari manfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan amal ibadah kita. Ayo, tunaikan sedekah Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi dan bantu mereka yang membutuhkan!
ARTIKEL11/03/2025 | Duta Zakat
Bayar ZIS di Shopee? Cuma 3 Klik, Berkah Mengalir Tanpa Henti!
Bayar ZIS di Shopee? Cuma 3 Klik, Berkah Mengalir Tanpa Henti!
Kemudahan Berzakat di Era Digital Di era digital seperti sekarang, segala hal bisa dilakukan dengan lebih mudah, termasuk dalam menunaikan Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS). Jika dulu pembayaran zakat harus dilakukan secara langsung ke lembaga amil zakat atau masjid, kini sudah tersedia berbagai platform digital yang mempermudah prosesnya. Salah satunya adalah Shopee, yang bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) untuk menghadirkan fitur pembayaran ZIS secara praktis dan cepat. Bagi Anda yang ingin menunaikan kewajiban zakat atau ingin berbagi sedekah, kini tidak perlu repot keluar rumah. Cukup dengan tiga langkah mudah, zakat Anda dapat langsung tersalurkan kepada mereka yang membutuhkan. Lantas, bagaimana cara melakukannya? Simak panduan lengkapnya berikut ini! Cara Bayar ZIS di Shopee dalam 3 Langkah Mudah 1. Akses Layanan Zakat di Shopee Buka aplikasi Shopee di smartphone Anda. Pada halaman utama, pilih menu "Pulsa, Tagihan & Hiburan" lalu cari dan pilih opsi "Zakat". Di sini, Anda akan menemukan berbagai pilihan zakat dan sedekah yang bisa Anda tunaikan. 2. Pilih Jenis Zakat dan Lembaga Amil Setelah masuk ke menu zakat, pilih jenis zakat yang ingin Anda bayarkan. Shopee menyediakan beberapa pilihan seperti: Zakat Fitrah – Kewajiban bagi setiap Muslim menjelang Hari Raya Idul Fitri. Zakat Maal – Zakat yang dikeluarkan dari harta yang telah mencapai nisab dan haul. Infaq dan Sedekah – Donasi untuk membantu fakir miskin, anak yatim, dan masyarakat yang membutuhkan. Setelah itu, pilih BAZNAS sebagai lembaga amil zakat tujuan. Kerja sama antara BAZNAS dan Shopee memastikan bahwa dana yang Anda salurkan akan dikelola secara aman, profesional, dan sesuai syariat Islam. 3. Tentukan Nominal dan Selesaikan Pembayaran Masukkan nominal zakat atau sedekah yang ingin Anda berikan. Shopee menyediakan berbagai metode pembayaran, seperti ShopeePay, transfer bank, atau kartu kredit. Setelah transaksi selesai, Anda akan menerima notifikasi dan bukti pembayaran. Mengapa Harus Bayar ZIS Melalui Shopee? 1. Mudah dan Cepat Tidak perlu keluar rumah atau antre panjang, cukup tiga klik di aplikasi Shopee, zakat Anda langsung tersalurkan. 2. Aman dan Terpercaya BAZNAS adalah lembaga resmi yang diakui pemerintah dalam mengelola zakat. Dengan membayar zakat melalui Shopee, dana yang Anda salurkan akan terdistribusi secara transparan dan tepat sasaran. 3. Pahala Berlipat Ganda Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an: “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada tiap-tiap butir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 261) Berzakat dan bersedekah bukan hanya memberikan manfaat bagi penerima, tetapi juga mendatangkan keberkahan dan kelimpahan rezeki bagi yang memberi. Keutamaan Menunaikan Zakat, Infaq, dan Sedekah 1. Membersihkan Harta dan Jiwa Zakat berfungsi untuk membersihkan harta dan jiwa dari sifat kikir serta menyucikan hati agar lebih ikhlas dalam berbagi. 2. Membantu Mengurangi Ketimpangan Sosial Dana zakat yang terkumpul digunakan untuk membantu kaum dhuafa, anak yatim, serta mereka yang berada dalam kondisi ekonomi sulit. 3. Mendapatkan Keberkahan Hidup Rasulullah SAW bersabda: “Sedekah tidak akan mengurangi harta. Allah tidak akan menambahkan kepada seseorang yang memberi maaf kecuali kemuliaan. Dan tidaklah seseorang merendahkan diri karena Allah, melainkan Allah akan meninggikan derajatnya.” (HR. Muslim) Zakat di Bulan Ramadhan: Kesempatan Emas Meraih Pahala Bulan Ramadhan adalah waktu terbaik untuk menunaikan zakat dan memperbanyak sedekah. Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk memperbanyak amal kebaikan di bulan suci ini, salah satunya dengan bersedekah: “Sebaik-baik sedekah adalah sedekah di bulan Ramadhan.” (HR. Tirmidzi) Maka dari itu, jangan sia-siakan kesempatan ini. Mari salurkan zakat, infaq, dan sedekah Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi agar lebih banyak saudara kita yang terbantu. Ayo, Tunaikan ZIS Melalui Shopee Sekarang! Dengan kemudahan yang ditawarkan, tidak ada alasan untuk menunda menunaikan ZIS. Segera akses layanan zakat di Shopee dan salurkan zakat, infaq, serta sedekah Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi. Berkah mengalir tanpa henti dengan berbagi kepada sesama. “Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.” (QS. Al-Baqarah: 43) Mari kita manfaatkan teknologi dengan sebaik-baiknya untuk menebar kebaikan. Semoga dengan berzakat dan bersedekah, kita semua mendapatkan keberkahan hidup di dunia dan akhirat. Aamiin. ???? Tunaikan ZIS Sekarang dengan Klik Fitur di Bawah ini! ???? Bagikan artikel ini agar lebih banyak orang yang tahu tentang kemudahan membayar zakat secara digital! Semakin banyak yang tahu, semakin banyak pula yang bisa berbagi keberkahan!
ARTIKEL11/03/2025 | Duta Zakat
Banjir Melanda, Kepedulian Meningkat! Ini Peran Zakat dalam Bencana
Banjir Melanda, Kepedulian Meningkat! Ini Peran Zakat dalam Bencana
Bencana alam, seperti banjir, kerap melanda berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Sukabumi. Hujan deras yang mengguyur sejak beberapa hari terakhir menyebabkan banjir bandang di sembilan kecamatan di Sukabumi, mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur. Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukabumi, ratusan rumah terendam air, jalanan tergenang, serta sejumlah fasilitas umum rusak akibat bencana ini. Situasi ini menuntut kepedulian dan aksi nyata dari seluruh elemen masyarakat. Salah satu bentuk kontribusi nyata yang dapat diberikan adalah melalui penyaluran zakat, infaq, dan sedekah (ZIS). Dana zakat bukan hanya digunakan untuk membantu fakir miskin, tetapi juga untuk membantu korban bencana alam. Islam mengajarkan bahwa membantu sesama, terutama dalam kondisi sulit seperti bencana, merupakan bentuk ibadah yang mendatangkan pahala besar. Dampak Banjir di Sukabumi dan Wilayah Lain Banjir bukan hanya terjadi di Sukabumi, tetapi juga di beberapa wilayah lain seperti Bekasi, Karawang, Bandung, Pelabuhan Ratu, hingga Semarang. Di beberapa titik, banjir disertai longsor yang memperparah kondisi. Berikut adalah dampak yang ditimbulkan: Kerusakan Infrastruktur: Jalan-jalan utama tergenang air, membuat aktivitas warga terhenti. Beberapa jembatan bahkan ambruk akibat derasnya aliran air. Kerugian Ekonomi: Banyak pedagang kecil yang mengalami kerugian karena toko dan warung mereka terendam banjir. Sektor pertanian juga terkena dampaknya karena sawah-sawah gagal panen. Ancaman Penyakit: Air banjir yang kotor meningkatkan risiko penyebaran penyakit seperti diare, demam berdarah, dan infeksi kulit. Pengungsian Massal: Ribuan warga harus mengungsi ke lokasi yang lebih aman karena rumah mereka tidak bisa dihuni. Peran Zakat dalam Penanggulangan Bencana Zakat memiliki peran penting dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana. Menurut Undang-Undang No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, dana zakat dapat digunakan untuk berbagai bentuk bantuan kemanusiaan, termasuk bagi korban bencana alam. Bagaimana Zakat Membantu Korban Bencana? Bantuan Darurat Menyediakan makanan, pakaian, air bersih, serta kebutuhan pokok lainnya bagi para korban. Memberikan layanan kesehatan darurat, termasuk obat-obatan dan tenaga medis di lokasi pengungsian. Rehabilitasi dan Rekonstruksi Membangun kembali rumah-rumah warga yang hancur akibat bencana. Memperbaiki infrastruktur publik seperti jalan, jembatan, dan fasilitas umum lainnya. Pemberdayaan Ekonomi Pasca Bencana Memberikan modal usaha kepada korban bencana agar mereka dapat kembali bekerja. Menyelenggarakan pelatihan keterampilan kerja bagi warga yang kehilangan mata pencaharian. Contoh Nyata Peran Zakat dalam Bencana Lembaga-lembaga zakat, seperti BAZNAS, telah berulang kali membuktikan perannya dalam membantu korban bencana di Indonesia. Misalnya: Banjir Jakarta 2021: BAZNAS menyalurkan bantuan berupa makanan, tenda darurat, serta layanan medis bagi ribuan korban banjir. Gempa Lombok 2018: Dana zakat digunakan untuk membangun kembali rumah-rumah warga serta memberikan modal usaha bagi mereka yang kehilangan mata pencaharian. Banjir Bandang di Garut: BAZNAS membantu membangun kembali sekolah-sekolah dan fasilitas kesehatan yang rusak. Kini, dengan bencana banjir yang terjadi di Sukabumi dan sekitarnya, kita memiliki kesempatan untuk ikut membantu saudara-saudara kita yang sedang mengalami kesulitan. Kesimpulan Bencana banjir yang melanda berbagai daerah di Indonesia, termasuk Sukabumi, adalah pengingat bagi kita untuk semakin meningkatkan solidaritas dan kepedulian sosial. Melalui zakat, infaq, dan sedekah, kita bisa berkontribusi untuk meringankan beban para korban bencana. Dana ZIS yang dikelola dengan baik oleh lembaga seperti BAZNAS Kota Sukabumi dapat memberikan bantuan yang tepat sasaran dan berkelanjutan. Mari salurkan zakat, infaq, dan sedekah Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi. Dengan berdonasi, Anda telah menjadi bagian dari solusi bagi mereka yang membutuhkan. Kepedulian Anda adalah harapan bagi mereka yang terdampak bencana. Klik Fitur di Basah Ini untuk berdonasi Sekarang “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (QS. Al-Ma'idah: 2) Semoga Allah SWT melindungi kita semua dan menjadikan kita hamba yang selalu peduli terhadap sesama. Aamiin.
ARTIKEL11/03/2025 | Duta Zakat
Idul Fitri 2025 Jatuh di Tanggal Berapa? Ini Konversi ke Hijriah!
Idul Fitri 2025 Jatuh di Tanggal Berapa? Ini Konversi ke Hijriah!
Idul Fitri adalah momen yang dinantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia sebagai perayaan kemenangan setelah menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan. Namun, setiap tahunnya, banyak masyarakat yang bertanya-tanya, "Idul Fitri 2025 jatuh pada tanggal berapa?" dan "Bagaimana konversi kalender Hijriah ke Masehi?". Mengetahui tanggal pasti perayaan Idul Fitri sangat penting, terutama bagi mereka yang ingin merencanakan mudik, liburan, serta persiapan lainnya. Selain itu, momen Idul Fitri bukan hanya soal perayaan dan kebersamaan, tetapi juga waktu yang tepat untuk berbagi dengan sesama melalui zakat fitrah dan sedekah. Lalu, kapan tepatnya Idul Fitri 2025 akan dirayakan? Simak informasi lengkapnya berikut ini! Tanggal Idul Fitri 2025 dalam Kalender Masehi dan Hijriah Menurut prediksi kalender Islam, Idul Fitri 2025 diperkirakan jatuh pada Senin, 31 Maret 2025. Namun, penetapan resmi masih harus menunggu hasil rukyatul hilal yang dilakukan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Dalam kalender Hijriah, Idul Fitri selalu jatuh pada tanggal 1 Syawal 1446 H. Perbedaan metode perhitungan antara Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) sering kali menghasilkan tanggal yang berbeda. Muhammadiyah menggunakan metode hisab (perhitungan astronomi), sementara NU lebih mengandalkan rukyatul hilal (pengamatan langsung bulan baru). Oleh karena itu, ada kemungkinan perbedaan perayaan Idul Fitri antara kedua organisasi ini. Perbedaan Penentuan Idul Fitri oleh Muhammadiyah dan NU Muhammadiyah Berdasarkan metode hisab, Muhammadiyah biasanya sudah memiliki jadwal pasti untuk perayaan Idul Fitri jauh-jauh hari. Menurut kalender hisab Muhammadiyah, Idul Fitri 2025 diprediksi jatuh pada 31 Maret 2025. Nahdlatul Ulama (NU) NU menggunakan metode rukyatul hilal untuk menentukan awal bulan Hijriah. Jika hilal terlihat pada 29 Ramadan 1446 H, maka Idul Fitri jatuh keesokan harinya, yakni 31 Maret 2025. Namun, jika hilal tidak terlihat, maka Ramadan digenapkan menjadi 30 hari, dan Idul Fitri bisa jatuh pada 1 April 2025. Persiapan Menyambut Idul Fitri 2025 Setiap perayaan Idul Fitri selalu menjadi momen spesial bagi umat Islam di Indonesia. Berikut beberapa hal yang bisa dipersiapkan: Membayar Zakat Fitrah – Zakat fitrah wajib ditunaikan sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri. Besaran zakat fitrah biasanya ditetapkan oleh BAZNAS berdasarkan harga beras yang dikonsumsi sehari-hari. Menyiapkan THR dan Sedekah – Selain membagikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada keluarga, ada baiknya menyisihkan sebagian harta untuk bersedekah kepada yang membutuhkan. Menyiapkan Makanan Khas Lebaran – Ketupat, opor ayam, rendang, dan aneka kue kering menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi Lebaran di Indonesia. Mudik atau Silaturahmi Virtual – Bagi yang berencana mudik, sebaiknya mempersiapkan perjalanan lebih awal untuk menghindari kepadatan lalu lintas. Makna Idul Fitri dan Keutamaan Berbagi Idul Fitri bukan hanya tentang kebahagiaan bersama keluarga, tetapi juga kesempatan untuk berbagi dengan mereka yang kurang beruntung. Islam mengajarkan pentingnya berbagi rezeki melalui zakat, infaq, dan sedekah. Zakat Fitrah: Membersihkan Diri di Akhir Ramadan Zakat fitrah wajib dikeluarkan sebelum salat Idul Fitri sebagai bentuk penyucian diri dari segala kesalahan selama Ramadan. Zakat ini juga berfungsi untuk membantu kaum dhuafa agar mereka dapat turut merayakan Idul Fitri dengan layak. Sedekah di Bulan Syawal: Keberkahan Berlipat Ganda Bulan Syawal juga menjadi momen yang baik untuk terus melanjutkan kebiasaan berbagi yang sudah dilakukan selama Ramadan. Dengan bersedekah, kita tidak hanya membantu sesama tetapi juga mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Tunaikan Zakat Melalui BAZNAS Kota Sukabumi Agar ibadah kita semakin sempurna, mari menunaikan zakat, infaq, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Sukabumi. Dengan berdonasi, Anda telah berkontribusi dalam membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan. ???? Tunaikan Zakat Sekarang! Klik fitur di bawah ini untuk berdonasi dengan mudah. Idul Fitri 2025 sebentar lagi tiba! Mari kita rayakan dengan penuh keberkahan dan kebahagiaan dengan tetap mengingat esensi utama dari Lebaran, yaitu berbagi dengan sesama. Selamat menyambut Idul Fitri 2025! ?????
ARTIKEL11/03/2025 | Duta Zakat
Bonus THR Ojol 2025: Kapan Cair & Bagaimana Agar Berkah?
Bonus THR Ojol 2025: Kapan Cair & Bagaimana Agar Berkah?
Menjelang Idul Fitri 2025, perhatian para pekerja lepas, termasuk pengemudi ojek online (ojol), tertuju pada Tunjangan Hari Raya (THR). THR merupakan hak yang dinantikan oleh setiap pekerja menjelang hari raya, termasuk para mitra ojol yang menjadi tulang punggung transportasi online di Indonesia. Tahun 2025, pemerintah dan perusahaan aplikasi ride-hailing kembali memberikan perhatian terhadap kesejahteraan mitra pengemudi dengan memastikan pencairan THR. Lantas, kapan THR ojol 2025 akan cair? Berapa besarannya? Dan bagaimana cara mengelola THR agar lebih berkah? Simak ulasannya berikut ini! Kapan THR Ojol 2025 Cair? Pemerintah telah menetapkan bahwa THR bagi pekerja harus dibayarkan paling lambat tujuh hari sebelum Idul Fitri. Dengan perkiraan Idul Fitri 2025 jatuh pada 31 Maret 2025, maka THR seharusnya diterima paling lambat pada 24 Maret 2025. Namun, untuk mitra pengemudi ojol, kebijakan THR tergantung pada masing-masing perusahaan aplikasi seperti Gojek, Grab, dan Maxim. Biasanya, informasi pencairan THR akan diumumkan secara resmi oleh perusahaan melalui aplikasi dan email mitra pengemudi. Pada tahun-tahun sebelumnya, beberapa perusahaan ride-hailing memberikan bonus THR dalam bentuk insentif tambahan yang didasarkan pada performa pengemudi. Besarannya bervariasi tergantung pada jumlah perjalanan yang diselesaikan dalam periode tertentu sebelum Lebaran. Berapa Besaran THR Ojol 2025? Saat ini, belum ada ketentuan resmi terkait besaran THR bagi pengemudi ojol. Namun, Kementerian Ketenagakerjaan bersama perusahaan ride-hailing diperkirakan akan mengumumkan detailnya pada pertengahan Maret 2025. Pada tahun-tahun sebelumnya, perusahaan ride-hailing seperti Gojek dan Grab memberikan bonus THR dalam bentuk: Insentif tambahan berdasarkan jumlah perjalanan selama periode tertentu. Voucher belanja atau diskon untuk kebutuhan lebaran. Bantuan langsung tunai (BLT) bagi mitra berprestasi atau yang memenuhi kriteria tertentu. Besaran THR bagi pengemudi ojol sangat bergantung pada kebijakan masing-masing platform dan performa individu dalam beberapa bulan sebelum Idul Fitri. Cara Agar THR Lebih Berkah Menerima THR tentu menjadi momen yang menyenangkan, namun lebih penting lagi adalah bagaimana mengelolanya agar membawa keberkahan. Berikut beberapa cara agar THR yang diterima menjadi lebih berkah: 1. Menunaikan Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) Sebagai seorang Muslim, menunaikan zakat adalah kewajiban yang harus dipenuhi jika penghasilan telah mencapai nisab. Zakat profesi atau zakat penghasilan wajib dikeluarkan sebesar 2,5% dari penghasilan yang diterima. Selain zakat, infaq dan sedekah juga menjadi amalan yang dianjurkan, terutama di bulan Ramadan. Dengan bersedekah, kita bisa membantu mereka yang lebih membutuhkan dan mendapatkan keberkahan dalam rezeki. BAZNAS Kota Sukabumi menyediakan layanan donasi zakat, infaq, dan sedekah yang dapat dilakukan dengan mudah, baik secara langsung maupun melalui transfer bank dan platform digital. 2. Mengalokasikan THR untuk Kebutuhan Pokok Gunakan THR untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga terlebih dahulu. Prioritaskan untuk kebutuhan seperti makanan, pakaian, dan pembayaran tagihan penting sebelum membelanjakannya untuk keperluan lain. 3. Menabung dan Berinvestasi Sebagian dari THR bisa dialokasikan untuk tabungan atau investasi jangka panjang. Dengan menyisihkan sebagian THR untuk tabungan darurat atau investasi, Anda dapat memiliki cadangan dana untuk keperluan mendesak di masa depan. 4. Bijak dalam Berbelanja Meskipun THR adalah tambahan penghasilan, bukan berarti harus dihabiskan dalam sekejap. Sebaiknya, belanja sesuai kebutuhan dan hindari pengeluaran yang tidak perlu. Berbelanja dengan bijak akan membantu menjaga kestabilan keuangan setelah Lebaran. 5. Menyalurkan Bantuan kepada yang Membutuhkan Selain membayar zakat, memberikan bantuan kepada keluarga, tetangga, atau komunitas yang membutuhkan juga bisa menjadi bentuk kepedulian sosial. Anda bisa berpartisipasi dalam program bantuan BAZNAS Kota Sukabumi yang menyalurkan donasi kepada kaum dhuafa, anak yatim, dan masyarakat yang terdampak bencana. Kesimpulan THR bagi pengemudi ojol 2025 diharapkan cair paling lambat pada 24 Maret 2025, dengan besaran yang akan ditentukan oleh masing-masing perusahaan ride-hailing. Untuk memastikan THR yang diterima membawa keberkahan, sebaiknya sebagian dialokasikan untuk menunaikan zakat, infaq, dan sedekah melalui lembaga terpercaya seperti BAZNAS Kota Sukabumi. Mari manfaatkan momen Ramadan dan Idul Fitri ini untuk berbagi dan membantu sesama, sehingga keberkahan Idul Fitri dapat dirasakan oleh semua. Tunaikan zakat, infaq, dan sedekah Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi! ? Transfer langsung ke rekening BAZNAS Kota Sukabumi ? Kunjungi website resmi BAZNAS Kota Sukabumi ? Datang langsung ke kantor BAZNAS Kota Sukabumi untuk berdonasi Bersama kita wujudkan masyarakat Sukabumi yang lebih sejahtera dan berkah! Jangan tunda kebaikan, berikan sebagian rezeki Anda untuk membantu mereka yang membutuhkan. Semoga THR yang diterima menjadi lebih bermakna dan penuh keberkahan! ????
ARTIKEL11/03/2025 | Duta Zakat
SNPMB 2025: Sukses Lolos Kampus Impian, Jangan Lupa Zakat Ilmu!
SNPMB 2025: Sukses Lolos Kampus Impian, Jangan Lupa Zakat Ilmu!
Pendahuluan Mempersiapkan diri untuk Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2025 adalah langkah besar bagi para siswa yang bercita-cita masuk ke perguruan tinggi negeri terbaik di Indonesia. Perjuangan panjang, mulai dari belajar giat hingga mengikuti berbagai tryout, tentu menjadi bagian dari proses menuju kesuksesan akademik. Namun, selain fokus pada keberhasilan akademik, ada hal yang tak kalah penting, yaitu berbagi ilmu dan keberkahan melalui zakat, infaq, dan sedekah. Dalam Islam, ilmu yang diperoleh sebaiknya tidak hanya dimanfaatkan untuk diri sendiri, tetapi juga dibagikan kepada orang lain sebagai bentuk "zakat ilmu." Dengan begitu, keberkahan tidak hanya datang dalam bentuk kelulusan, tetapi juga dalam kehidupan secara keseluruhan. Apa Itu SNPMB 2025? SNPMB 2025 adalah sistem seleksi penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Sistem ini menggantikan SNMPTN dan SBMPTN yang sebelumnya digunakan dalam proses seleksi. Terdapat dua jalur utama dalam SNPMB 2025: Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) – Jalur ini mempertimbangkan nilai akademik, portofolio, serta prestasi siswa selama masa sekolah. Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) – Jalur ini dilakukan melalui Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), yang menguji kemampuan kognitif, literasi, serta numerasi calon mahasiswa. Setiap perguruan tinggi memiliki kuota masing-masing untuk setiap jalur penerimaan, sehingga calon mahasiswa harus mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapi seleksi ini. Jadwal dan Daya Tampung SNPMB 2025 Salah satu pertanyaan yang banyak diajukan adalah “Kapan SNPMB 2025 dibuka?” Berdasarkan pola tahun-tahun sebelumnya, berikut adalah prediksi jadwal SNPMB 2025: Pendaftaran SNBP: Awal tahun 2025 (Januari - Februari) Pengumuman SNBP: Maret 2025 Pendaftaran UTBK-SNBT: April 2025 Pelaksanaan UTBK-SNBT: Mei 2025 Pengumuman SNBT: Juni 2025 Adapun untuk daya tampung, setiap perguruan tinggi memiliki kebijakan masing-masing terkait jumlah mahasiswa yang diterima melalui SNBP dan SNBT. Calon mahasiswa disarankan untuk mengecek daya tampung program studi yang diminati melalui situs resmi SNPMB atau website universitas tujuan. Zakat Ilmu: Kewajiban Berbagi Ilmu bagi Setiap Muslim Islam mengajarkan bahwa ilmu adalah anugerah yang harus dibagikan. Rasulullah SAW bersabda: "Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat." (HR. Bukhari) Zakat ilmu adalah konsep di mana seseorang yang memiliki ilmu diwajibkan untuk mengajarkannya kepada orang lain. Berbagi ilmu tidak hanya dalam bentuk mengajar, tetapi juga bisa dalam bentuk membimbing teman, berbagi tips belajar, atau bahkan membuat konten edukatif di media sosial. Bagi para calon mahasiswa yang lolos SNPMB 2025, menuntut ilmu di perguruan tinggi juga harus disertai niat untuk berbagi ilmu dan keberkahan kepada orang lain. Semakin banyak ilmu yang dibagikan, semakin besar manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat luas. Zakat Harta: Kewajiban bagi yang Mampu Selain zakat ilmu, dalam Islam juga terdapat kewajiban untuk menunaikan zakat harta. Zakat harta diwajibkan bagi Muslim yang telah mencapai nisab (batas minimal kekayaan yang wajib dizakati). Sebagian besar orang tua yang membiayai pendidikan anak-anaknya juga memiliki kewajiban untuk menunaikan zakat agar keberkahan rezeki semakin bertambah. Salah satu lembaga resmi yang mengelola zakat, infaq, dan sedekah di Indonesia adalah BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional). Dengan menyalurkan zakat melalui BAZNAS Kota Sukabumi, Anda dapat membantu mereka yang membutuhkan, termasuk pelajar kurang mampu agar tetap bisa melanjutkan pendidikan. Peran BAZNAS Kota Sukabumi dalam Dunia Pendidikan BAZNAS Kota Sukabumi memiliki berbagai program untuk mendukung pendidikan di Indonesia, di antaranya: Beasiswa Santri – Bantuan pendidikan bagi santri yang kurang mampu. Beasiswa Cerdas – Bantuan bagi siswa dan mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Program Peduli Pendidikan – Donasi untuk pembangunan fasilitas pendidikan dan penyediaan kebutuhan sekolah bagi anak-anak dhuafa. Dengan menyalurkan zakat melalui BAZNAS, Anda turut serta dalam mencerdaskan generasi bangsa dan membantu mereka yang kurang beruntung agar tetap bisa mengakses pendidikan. Cara Berdonasi ke BAZNAS Kota Sukabumi Bagi Anda yang ingin berbagi keberkahan melalui zakat, infaq, dan sedekah, BAZNAS Kota Sukabumi menyediakan berbagai kemudahan dalam berdonasi. Berikut adalah beberapa cara mudah untuk berdonasi: Transfer Bank: Bank Syariah Indonesia (BSI): 1234567890 a.n. BAZNAS Kota Sukabumi Bank BRI: 0987654321 a.n. BAZNAS Kota Sukabumi Donasi Online: Melalui situs resmi BAZNAS Kota Sukabumi (baznas.sukabumikota.go.id) Melalui Marketplace: Donasi zakat dan sedekah kini semakin mudah melalui platform e-commerce seperti Shopee, Tokopedia, dan Blibli dengan mencari "BAZNAS Kota Sukabumi" pada fitur donasi. Kesimpulan SNPMB 2025 adalah gerbang bagi para siswa untuk meraih pendidikan tinggi di kampus impian mereka. Namun, di balik kesuksesan akademik, terdapat kewajiban moral dan spiritual untuk berbagi ilmu dan keberkahan kepada sesama. Dengan menunaikan zakat ilmu dan zakat harta, kita dapat membantu lebih banyak orang dalam mengakses pendidikan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, mari bersama-sama menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Sukabumi agar keberkahan ilmu dan rezeki terus mengalir. Ayo, salurkan zakat Anda sekarang melalui BAZNAS Kota Sukabumi dengan car klik fitur di bawah ini dan jadilah bagian dari kebaikan yang lebih besar!
ARTIKEL11/03/2025 | Duta Zakat
Tak Sekadar Skor, Persija vs Arema FC Ingatkan Kita tentang Kemenangan Sejati: Berbagi di Bulan Ramadhan!
Tak Sekadar Skor, Persija vs Arema FC Ingatkan Kita tentang Kemenangan Sejati: Berbagi di Bulan Ramadhan!
Pertandingan seru antara Persija Jakarta vs Arema FC yang berlangsung di Stadion Patriot Candrabhaga pada Minggu, 9 Maret 2025, berakhir dengan skor 3-1 untuk kemenangan Arema FC. Laga ini penuh dengan drama, termasuk dua kartu merah yang diberikan kepada pemain Persija, Maciej Gajos dan Gustavo Almeida, yang membuat Macan Kemayoran harus bermain dengan sembilan pemain sejak babak pertama. Di tengah gegap gempita pertandingan dan emosi para pendukung, ada hal yang lebih besar untuk kita renungkan. Apakah kemenangan sejati hanya tentang skor di lapangan, atau ada kemenangan lain yang lebih bermakna? Kemenangan Sejati di Bulan Ramadhan: Berbagi dengan Sesama Ramadhan bukan sekadar bulan untuk berpuasa, tetapi juga momen untuk berbagi dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang memberi makan kepada orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun." (HR. Tirmidzi, No. 807) Hadis ini menegaskan bahwa berbagi makanan untuk berbuka puasa (iftar) adalah salah satu bentuk kemenangan sejati. Berbagi tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima, tetapi juga mendatangkan pahala berlipat ganda bagi pemberinya. Mengapa Berbagi di Bulan Ramadhan Sangat Penting? Bulan Ramadhan adalah momen terbaik untuk berbagi, karena: Pahala Berlipat Ganda Setiap amal kebaikan di bulan Ramadhan akan dilipatgandakan pahalanya. Dengan berbagi makanan atau donasi, kita tidak hanya membantu orang lain tetapi juga mendapatkan keberkahan. Membantu Masyarakat yang Kurang Mampu Data dari BPS menunjukkan bahwa angka kemiskinan di Indonesia masih berada di angka 9,36% per 2023. Dengan berbagi, kita dapat membantu mereka yang membutuhkan dan turut serta dalam upaya mengurangi kemiskinan. Membangun Rasa Empati dan Kepedulian Sosial Ramadhan mengajarkan kita untuk merasakan bagaimana hidup dalam keterbatasan. Dengan berbagi, kita memperkuat empati terhadap sesama. Program Berbagi di Bulan Ramadhan: Iftar Bareng BAZNAS Kota Sukabumi Sebagai lembaga resmi yang mengelola zakat, infaq, dan sedekah, BAZNAS Kota Sukabumi memiliki berbagai program berbagi di bulan Ramadhan, salah satunya adalah Iftar Bareng BAZNAS. Program ini bertujuan untuk: Menyediakan paket makanan berbuka puasa bagi masyarakat kurang mampu. Menyalurkan bantuan kepada anak yatim dan kaum dhuafa. Memberikan dukungan kepada masjid dan mushola dalam penyediaan hidangan berbuka. Melalui program ini, kita bisa ikut serta dalam berbagi kebahagiaan dengan cara yang lebih terorganisir dan tepat sasaran. Cara Berpartisipasi dalam Program Berbagi Anda bisa ikut serta dalam program ini dengan berbagai cara, seperti: Menyumbangkan Donasi Salurkan zakat, infaq, dan sedekah Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi. Setiap donasi yang diberikan akan disalurkan langsung kepada mereka yang membutuhkan. Berbagi Takjil di Jalan atau Masjid Jika ingin berbagi secara langsung, Anda bisa membagikan makanan berbuka puasa kepada mereka yang berpuasa, seperti para pekerja harian dan musafir. Mengajak Orang Lain untuk Berdonasi Sebarkan informasi tentang program berbagi ini kepada keluarga, teman, dan komunitas Anda. Semakin banyak yang berpartisipasi, semakin besar manfaat yang bisa diberikan. Kesimpulan Kemenangan sejati bukan hanya soal menang di lapangan, tetapi juga soal kemenangan dalam menolong sesama. Di bulan Ramadhan ini, mari kita manfaatkan kesempatan untuk berbagi dengan mereka yang membutuhkan. Salurkan donasi Anda sekarang! Kunjungi website resmi BAZNAS Kota Sukabumi atau langsung klik fitur di bawah ini! Mari bersama-sama meraih kemenangan sejati dengan berbagi di bulan yang penuh berkah ini!
ARTIKEL10/03/2025 | Duta Zakat
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Sukabumi.

Lihat Daftar Rekening →