WhatsApp Icon
Hidup Ingin Tenang? Hindari 5 Sikap Buruk yang Sering Terjadi Sehari-hari

Hidup ingin tenang tidak cukup hanya dengan harapan. Hindari 5 sikap buruk yang sering terjadi sehari-hari agar hati lebih damai, rezeki lancar, dan hidup lebih berkah menurut ajaran Islam.

Hidup Ingin Tenang? Banyak Orang Salah di Bagian Ini

Setiap orang pasti ingin hidup ingin tenang.
Ingin hati damai, rezeki lancar, keluarga harmonis, dan pikiran tidak gelisah.

Namun kenyataannya, banyak orang merasa hidupnya berat, mudah stres, sering kesal, bahkan sulit merasa bahagia.
Padahal bisa jadi bukan karena kurang harta, tapi karena masih ada sikap buruk yang sering dilakukan setiap hari.

Dalam Islam, ketenangan hidup sangat berkaitan dengan kebersihan hati dan amal baik.

Kalau hidup terasa tidak tenang, coba periksa diri.
Mungkin ada kebiasaan buruk yang masih sering dilakukan tanpa sadar.

Berikut 5 sikap buruk sehari-hari yang harus dihindari jika ingin hidup lebih tenang.

1. Sering Mengeluh, Padahal Nikmat Banyak

Salah satu penyebab hidup tidak tenang adalah terlalu sering mengeluh.

Sedikit masalah langsung mengeluh,
sedikit capek langsung mengeluh,
melihat orang lain lebih berhasil langsung merasa kurang.

Padahal Allah sudah memberi banyak nikmat.

Allah berfirman:

“Jika kamu bersyukur, pasti Aku tambah nikmatmu.”
(QS. Ibrahim: 7)

Orang yang suka bersyukur biasanya hidupnya lebih ringan.
Sebaliknya, orang yang sering mengeluh sulit merasakan ketenangan.

Kalau ingin hidup ingin tenang, biasakan melihat nikmat, bukan kekurangan.

2. Mudah Marah dan Emosi

Marah berlebihan membuat hati panas dan pikiran tidak jernih.

Banyak masalah terjadi karena tidak bisa menahan emosi.
Persahabatan rusak, keluarga bertengkar, pekerjaan jadi tidak nyaman.

Rasulullah ? bersabda:

“Orang kuat bukan yang menang dalam bergulat, tapi yang mampu menahan marah.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Menahan marah bukan berarti lemah.
Justru itu tanda hati yang kuat.

Kalau ingin hidup ingin tenang, belajar sabar adalah kunci.

3. Pelit Berbagi, Tapi Ingin Hidup Berkah

Banyak orang ingin hidup tenang dan rezeki lancar, tapi sulit bersedekah.

Padahal sedekah adalah salah satu sebab datangnya ketenangan.

Rasulullah ? bersabda:

“Sedekah tidak akan mengurangi harta.”
(HR. Muslim)

Orang yang suka berbagi biasanya hatinya lebih lapang.
Tidak mudah gelisah, tidak mudah iri, dan lebih merasa cukup.

Sebaliknya, orang yang terlalu cinta harta sering merasa takut kehilangan.

Kalau ingin hidup ingin tenang, biasakan berinfaq walau sedikit.

4. Suka Iri Melihat Orang Lain

Iri adalah penyakit hati yang sering tidak disadari.

Melihat orang sukses jadi kesal,
melihat orang bahagia jadi tidak suka,
melihat orang punya rezeki lebih jadi panas hati.

Padahal iri hanya membuat hati sendiri tidak tenang.

Rasulullah ? bersabda:

“Hindarilah hasad, karena hasad memakan kebaikan seperti api memakan kayu bakar.”
(HR. Abu Dawud)

Kalau ingin hidup ingin tenang, belajar ridha dengan takdir Allah.
Setiap orang punya rezeki masing-masing.

5. Lalai Ibadah Tapi Ingin Hati Tenang

Ini yang paling sering terjadi.

Ingin hidup damai, tapi sholat masih bolong.
Ingin hati tenang, tapi jarang dzikir.
Ingin berkah, tapi jarang sedekah.

Padahal ketenangan tidak datang dari dunia, tapi dari dekat dengan Allah.

Allah berfirman:

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)

Kalau ingin hidup ingin tenang, perbaiki ibadah dulu.
Karena hati yang dekat dengan Allah lebih mudah merasa damai.

Hidup Tenang Dimulai dari Memperbaiki Sikap Sehari-hari

Hidup ingin tenang bukan hanya soal punya banyak uang atau hidup tanpa masalah.
Ketenangan datang dari hati yang bersih, sikap yang baik, dan ibadah yang dijaga.

Hindari kebiasaan mengeluh, marah, pelit, iri, dan lalai ibadah.
Biasakan bersyukur, sabar, berbagi, dan mendekat kepada Allah.

Semakin baik sikap kita, semakin tenang hidup kita.

Karena itu, jangan tunggu nanti untuk berubah.
Mulai dari sekarang, mulai dari hal kecil, mulai dari diri sendiri.

Salurkan Infaq melalui BAZNAS Kota Sukabumi

Agar infaq lebih aman, tepat sasaran, dan membawa berkah, salurkan melalui
BAZNAS Kota Sukabumi.

???? Mari biasakan infaq sekarang juga melalui BAZNAS Kota Sukabumi.
Sedikit dari kita, sangat berarti bagi mereka.

untuk melihat artikel lainnya klik link dibawah ini :
 
 
18/03/2026 | Kontributor: BAZNAS
MasyaAllah! Ternyata Ibu Hamil Punya Kedudukan Istimewa dalam Islam, Ini Penjelasannya

Menjadi seorang ibu adalah perjalanan yang penuh keajaiban, tantangan, sekaligus limpahan pahala. Bagi Anda yang saat ini tengah mengandung, mungkin sering merasa lelah, mual, atau sulit tidur. Namun, tahukah Anda? Di balik setiap tetes keringat dan rasa pegal itu, Allah SWT sedang menaikkan derajat Anda ke tempat yang sangat tinggi.

Ibu hamil punya kedudukan istimewa dalam Islam bukan sekadar kalimat penghibur. Ini adalah janji nyata dari Allah dan Rasul-Nya. Mari kita bedah satu per satu mengapa masa kehamilan adalah masa "panen pahala" yang luar biasa.

1. Setiap Detik Adalah Ibadah dan Jihad

Dalam Islam, proses mengandung dianggap setara dengan perjuangan di jalan Allah (Jihad fi Sabilillah). Ketika seorang wanita mengandung, setiap rasa sakit yang dirasakannya, mulai dari mual di pagi hari hingga beratnya melangkah, dihitung sebagai pahala yang terus mengalir selama 24 jam nonstop.

Rasulullah SAW bersama para sahabat pernah membahas tentang keutamaan wanita. Beliau menyampaikan bahwa wanita yang hamil hingga melahirkan dan menyusui, mereka mendapatkan pahala seperti pejuang yang berjaga di garis depan pertempuran. Jika ia meninggal dalam masa itu, maka baginya pahala mati syahid.

2. Shalatnya Ibu Hamil Berlipat Ganda Pahalanya

Ibu hamil punya kedudukan istimewa dalam Islam bahkan dalam urusan ritual ibadah harian. Ada riwayat yang menyebutkan bahwa shalat dua rakaat yang dilakukan oleh wanita hamil jauh lebih baik daripada 80 rakaat yang dilakukan oleh wanita yang tidak hamil.

Mengapa demikian? Karena saat shalat, ia membawa janin yang juga bertasbih kepada Allah SWT. Ada dua nyawa yang sedang bersujud, namun hanya satu raga yang bergerak. Sungguh sebuah keberkahan yang tidak ternilai harganya.

3. Diampuni Dosa-dosanya Saat Melahirkan

Momen melahirkan adalah puncak dari perjuangan seorang ibu. Rasa sakitnya digambarkan sebagai salah satu rasa sakit fisik tertinggi yang bisa dialami manusia. Namun, Islam memberikan kabar gembira.

Dalam sebuah hadits, disebutkan bahwa ketika seorang wanita melahirkan, maka keluarlah ia dari dosa-dosanya seperti hari saat ia dilahirkan oleh ibunya. Allah menghapuskan segala kesalahan masa lalunya sebagai imbalan atas taruhan nyawa yang ia lakukan demi menghadirkan hamba baru ke muka bumi.

4. Doanya Sangat Mustajab

Pernahkah Anda merasa sangat dekat dengan Tuhan saat sedang hamil? Itu bukan perasaan belaka. Ibu hamil punya kedudukan istimewa dalam Islam sehingga doa-doanya sangat didengar oleh Allah.

Logikanya, ibu hamil sedang dalam kondisi "darurat" atau kesulitan fisik yang terus-menerus (masyaqqah). Allah sangat dekat dengan hamba-Nya yang sedang merasa lemah dan bersandar penuh pada-Nya. Oleh karena itu, para calon ibu sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa, baik untuk dirinya, keluarganya, maupun untuk anak yang dikandungnya agar menjadi anak yang shalih dan shalihah.

5. Memperoleh Pahala Puasa dan Tahajud Sepanjang Hari

Secara fisik, mungkin ibu hamil tidak kuat untuk melakukan shalat malam yang panjang atau berpuasa sunnah setiap hari. Namun, karena kelelahan yang ia alami akibat menjaga janin, Allah memberikan "bonus" pahala.

Selama janin tersebut ada dalam kandungan, sang ibu mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa di siang hari dan melakukan shalat tahajud di malam hari. Ini adalah bentuk kasih sayang Allah yang luar biasa bagi para wanita.

6. Malaikat Beristighfar untuk Ibu Hamil

Bayangkan, makhluk yang tidak pernah berdosa (malaikat) memohonkan ampunan untuk Anda. Dalam beberapa literatur disebutkan bahwa ketika seorang wanita hamil, para malaikat senantiasa memohonkan ampunan (istighfar) untuknya.

Bahkan, setiap teguk air yang diminum oleh ibu hamil untuk menghilangkan dahaganya, dan setiap suap makanan yang ia makan untuk memberi nutrisi pada janinnya, Allah catatkan sebagai sedekah.

7. Jaminan Surga Melalui Ridha Anak

Keistimewaan ini berlanjut bahkan setelah anak lahir. Kita semua tahu hadits populer: "Surga berada di bawah telapak kaki ibu." Kedudukan ini bermula dari masa kehamilan. Perjuangan sembilan bulan itulah yang membuat seorang ibu berhak mendapatkan penghormatan tiga kali lebih besar daripada ayah.

Islam menempatkan ibu hamil sebagai sosok yang suci dan mulia. Jadi, untuk para Bunda di luar sana, jika hari ini terasa berat, ingatlah bahwa Allah sedang tersenyum melihat perjuanganmu.

Pentingnya Menjaga Keberkahan dengan Berbagi

Keistimewaan yang Allah berikan sebaiknya dibarengi dengan rasa syukur. Salah satu cara terbaik untuk mensyukuri nikmat kehamilan dan memohon keselamatan hingga persalinan adalah dengan bersedekah atau membayar infaq.

Zakat, Infaq, dan Sedekah bukan hanya membersihkan harta, tapi juga menjadi penolak bala (daf’ul bala). Dengan berbagi kepada mereka yang membutuhkan, kita berharap Allah memberikan kemudahan dalam setiap proses persalinan nanti.

Ayo, alirkan keberkahan kehamilanmu melalui BAZNAS Kota Sukabumi!

BAZNAS Kota Sukabumi siap membantu Anda mendistribusikan kebaikan kepada mereka yang membutuhkan di wilayah Sukabumi dan sekitarnya. Dengan berinfaq, kita menjaga diri dari sifat serakah dan memastikan harta kita membawa manfaat dunia hingga akhirat.

Salurkan Infaq Terbaik Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi. > "Harta tidak akan berkurang karena sedekah, justru akan semakin berkah dan melimpah."

Untuk membaca artikel lainnya terkait ramadhan klik link di bawah ini:

https://baznaskotasukabumi.com/campaign/sedekah-alat-ibadah-untuk-lansia

https://kotasukabumi.baznas.go.id/artikel/show/masyaallah-rahasia-parenting-islami-untuk-menciptakan-keluarga-bahagia-dan-penuh-berkah/41607

18/03/2026 | Kontributor: BAZNAS
Pernah Merasa Sendiri di Tengah Keramaian? Ini Penjelasannya

Pernahkah Anda berada di sebuah pesta yang bising, rapat kantor yang penuh sesak, atau bahkan berkumpul bersama keluarga besar, namun tiba-tiba merasa sangat terisolasi? Seolah-olah ada dinding kaca transparan yang memisahkan Anda dari dunia luar. Jika pernah, Anda tidak sendirian. Fenomena merasa sendiri di tengah keramaian adalah pengalaman manusiawi yang sangat umum, meskipun sering kali terasa menyakitkan dan membingungkan.

Ini bukan tentang jumlah orang yang ada di sekitar Anda, tetapi tentang kualitas koneksi yang Anda rasakan. Merasa sendiri di tengah keramaian bisa dialami siapa saja, dari seorang introvert yang pendiam hingga seorang ekstrovert yang tampak populer. Mari kita bedah lima alasan psikologis dan spiritual mengapa perasaan ini bisa muncul dan bagaimana sudut pandang Islam melihatnya.

1. Kegagalan Koneksi Emosional yang Mendalam

Faktor utama yang menyebabkan seseorang merasa sendiri di tengah keramaian bukanlah kurangnya interaksi fisik, melainkan kurangnya koneksi emosional. Anda mungkin sedang mengobrol, tertawa, atau berdiskusi, tetapi jika percakapan itu hanya sebatas basa-basi di permukaan, jiwa Anda tidak merasa "terpenuhi."

Kita hidup di era di mana kita sangat terhubung secara digital, tetapi sering kali merasa "terputus" secara emosional. Percakapan yang dangkal tidak memuaskan kebutuhan dasar manusia untuk dimengerti, diterima, dan dihargai. Saat interaksi hanya terjadi di level luar, rasa hampa bisa merayap masuk, membuat Anda merasa sendiri di tengah keramaian.

2. Mengenakan "Topeng" Sosial

Sering kali, untuk bisa diterima dalam suatu kelompok atau untuk menyembunyikan kerapuhan kita, kita mengenakan "topeng." Kita berpura-pura bahagia padahal sedih, berpura-pura setuju padahal tidak, atau berpura-pura menjadi seseorang yang bukan diri kita. Semakin keras kita berusaha mempertahankan image tersebut, semakin kita menjauhkan diri kita yang asli dari orang lain.

Ketika Anda tidak otentik, Anda menciptakan jarak yang tidak terlihat antara diri Anda dan lingkungan sekitar. Anda merasa sendiri di tengah keramaian karena tidak ada yang benar-benar mengenal siapa Anda yang sebenarnya, termasuk diri Anda sendiri yang sedang berpura-pura itu.

3. Ketidakselarasan Nilai dan Tujuan

Penyebab lain merasa sendiri di tengah keramaian adalah ketika Anda berada di lingkungan yang nilai-nilai atau tujuan hidupnya tidak sejalan dengan Anda. Mungkin Anda berada di antara sekelompok orang yang hanya sibuk mengejar materi, sementara Anda mendambakan kedamaian spiritual atau kontribusi sosial.

Ketidakselarasan ini bisa menciptakan rasa tidak "klik" dan keterasingan. Jiwa Anda merasakan kekosongan karena tidak menemukan "rumah" yang frekuensinya sama.

4. Tuntutan Modern dan Kelelahan Mental

Kehidupan modern dengan segala tuntutannya media sosial, ambisi karier, hingga hiruk-pikuk kota bisa sangat melelahkan. Kelelahan mental ini (burned out) sering kali membuat seseorang menarik diri secara emosional dari lingkungan, meskipun secara fisik masih ada.

Di sinilah pandangan spiritual, khususnya Islam, memberikan kedalaman makna. Rasa sendiri di tengah keramaian bisa menjadi alarm dari Allah agar kita kembali mengingat-Nya. Sering kali, rasa hampa itu muncul karena kita terlalu sibuk dengan urusan duniawi dan melupakan koneksi yang paling utama, yaitu hubungan kita dengan Sang Pencipta.

Allah SWT berfirman:

"...Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra'd: 28)

Ketenangan sejati, yang menghalau rasa kesepian, hanya bisa ditemukan ketika hati terhubung dengan sumber segala ketenangan. Rasa sendiri di tengah keramaian adalah sinyal untuk ber-muhasabah (introspeksi diri), memperbanyak zikir, dan shalat, untuk mengisi kembali kekosongan jiwa.

5. Kebutuhan untuk Kembali pada Koneksi Spiritual

Fenomena merasa sendiri di tengah keramaian juga mengingatkan kita pada hadits Rasulullah SAW tentang akhir zaman, di mana umat Muslim jumlahnya banyak, namun ibarat buih di lautan banyak, tetapi tidak memiliki bobot karena kualitas iman mereka yang rapuh.

Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Akan datang suatu zaman di mana manusia seperti buih di lautan...” Para sahabat bertanya, “Apakah karena jumlah kami sedikit pada waktu itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Tidak, bahkan jumlah kalian banyak pada waktu itu, akan tetapi kalian seperti buih di lautan. Allah akan mencabut rasa takut dalam diri musuh kalian, dan Allah akan menimpakan penyakit wahn dalam hati kalian.” Mereka bertanya, “Apa itu penyakit wahn, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Abu Dawud)

Merasakan sendiri di tengah keramaian juga bisa bermakna seperti buih tersebut; terlihat banyak, namun terasa rapuh dan tidak memiliki tujuan yang jelas. Rasa sepi ini bisa menjadi motivasi untuk menguatkan iman, memperbanyak amal saleh, dan mencari lingkungan yang suportif secara spiritual.

Solusi Praktis Melawan Rasa Sepi di Tengah Keramaian

  1. Validasi Perasaan Anda: Jangan menyalahkan diri sendiri. Akui bahwa rasa sendiri di tengah keramaian adalah valid.

  2. Cari Koneksi yang Lebih Dalam: Fokus pada satu atau dua hubungan yang berkualitas, bukan puluhan hubungan yang dangkal.

  3. Hadir Sepenuhnya (Mindfulness): Saat bersama orang lain, simpan ponsel dan dengarkan dengan tulus.

  4. Hadirkan Tuhan dalam Hati: Jadikan Allah sebagai sahabat terdekat. Temukan kenyamanan dalam doa dan ibadah.

  5. Berbuat Baik: Alihkan fokus dari kesepian diri sendiri dengan membantu orang lain. Memberi bisa mengisi kekosongan hati.

Mengubah Rasa Sepi Menjadi Energi Kebaikan

Salah satu cara paling ampuh untuk mengikis rasa sendiri di tengah keramaian dan sekaligus mendekatkan diri kepada Allah adalah dengan berbuat baik secara nyata. Ketika Anda membantu orang lain, Anda tidak hanya meringankan beban mereka, tetapi juga mengisi hati Anda dengan kepuasan spiritual. Anda akan menyadari bahwa keberadaan Anda berarti bagi orang lain, dan rasa keterasingan itu perlahan akan memudar.

Koneksi dengan sesama manusia melalui kebaikan adalah perpanjangan dari koneksi kita kepada Allah. Mari jadikan perasaan ini sebagai pemicu untuk berbuat lebih banyak kebaikan, terutama bagi mereka yang membutuhkan di sekitar kita.

Mari Salurkan Kepedulian Anda Melalui BAZNAS Kota Sukabumi!

Bagi Anda, warga Sukabumi dan sekitarnya, rasa sendiri di tengah keramaian bisa Anda ubah menjadi energi positif dengan membantu sesama melalui instansi resmi yang tepercaya. Salurkan Infaq terbaik Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi untuk mendukung program-program pemberdayaan umat dan sosial.

Setiap Infaq yang Anda berikan bukan hanya angka, melainkan wujud cinta kasih yang dapat menghangatkan hati banyak orang, dan pada gilirannya, menghangatkan hati Anda sendiri.

Ubah rasa sepi menjadi bukti kepedulian.

Untuk membaca artikel lainnya terkait ramadhan klik link di bawah ini:

https://baznaskotasukabumi.com/campaign/tebar-kebahagiaan-dengan-berbagi-paket-sembako

https://kotasukabumi.baznas.go.id/artikel/show/ketika-dunia-tidak-ramah-jadilah-rumah-untuk-dirimu-sendiri/33441

18/03/2026 | Kontributor: BAZNAS
Hati-Hati! Ini Dampak Buruk Korupsi yang Bisa Menghancurkan Hidupmu

Pernahkah terlintas di pikiran kita, mengapa ada orang yang sudah punya segalanya tapi masih merasa kurang? Mobil mewah sudah ada, rumah bak istana sudah berdiri tegak, jabatan pun mentereng. Tapi anehnya, hidupnya jauh dari kata tenang. Tidur tak nyenyak, dikejar rasa cemas, hingga akhirnya berakhir di balik jeruji besi.

Inilah fenomena yang sering kita sebut dengan korupsi. Korupsi bisa menjerumuskan ke kehancuran hidup, bukan hanya bagi si pelaku, tapi juga bagi keluarga dan orang-orang di sekitarnya. Mari kita bedah lebih dalam, kenapa mengambil yang bukan hak kita itu adalah "bom waktu" yang siap meledak kapan saja.

Mengapa Korupsi Adalah Musuh Terbesar Diri Sendiri?

Banyak yang mengira korupsi adalah jalan pintas menuju kebahagiaan. Padahal, yang terjadi justru sebaliknya. Korupsi adalah jalan tol menuju kehancuran mental dan spiritual. Ketika seseorang mulai mengambil harta yang bukan haknya, ia sedang menanam benih ketidaktenangan.

Dalam perspektif Islam, harta yang diperoleh dengan cara haram, seperti korupsi, tidak akan pernah membawa keberkahan. Harta tersebut mungkin terlihat banyak secara jumlah, namun nilai manfaatnya nol besar. Harta itu justru akan menjadi sumber masalah bisa berupa penyakit yang tak kunjung sembuh, anak-anak yang sulit diatur, atau keretakan rumah tangga.

1. Kehilangan Keberkahan dalam Hidup

Keberkahan adalah ketika harta yang sedikit terasa cukup, dan yang banyak membawa manfaat. Sebaliknya, korupsi bisa menjerumuskan ke kehancuran hidup karena ia menghapus keberkahan tersebut. Kamu mungkin punya uang milyaran, tapi entah kenapa uang itu habis begitu saja tanpa bekas yang bermanfaat.

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits yang sangat tegas mengenai hal ini:

"Laknat Allah bagi penyuap dan penerima suap dalam hukum." (HR. Ahmad, Abu Daud, dan Tirmidzi).

Bayangkan, jika Allah sudah melaknat, lantas dari mana kita akan mendapatkan kedamaian? Laknat artinya dijauhkan dari rahmat kasih sayang Allah. Tanpa rahmat-Nya, hidup hanyalah rangkaian penderitaan yang dibungkus dengan kemewahan palsu.

2. Sanksi Sosial yang Menyakitkan

Kita hidup di masyarakat yang sangat menjunjung tinggi integritas. Sekali seseorang ketahuan melakukan korupsi, label "koruptor" akan menempel seumur hidup. Bukan hanya pelaku yang menanggung malu, tapi juga anak, istri, dan orang tua. Anak-anak mungkin akan dirundung di sekolah, dan keluarga akan dikucilkan dari pergaulan sosial. Ini adalah bentuk kehancuran hidup yang nyata di dunia.

3. Penjara: Hilangnya Kebebasan

Tentu saja, konsekuensi hukum adalah hal yang paling nyata. Bayangkan harus menghabiskan sisa umur di balik jeruji besi, jauh dari keluarga, dan kehilangan martabat. Kebebasan yang selama ini kita nikmati hilang begitu saja hanya demi tumpukan harta yang bahkan tidak bisa dinikmati di dalam sel.

Korupsi dalam Pandangan Syariat: Ghulul yang Membakar

Dalam istilah fiqih, korupsi sering dikaitkan dengan Ghulul (mengambil harta secara sembunyi-sembunyi yang bukan haknya). Bahayanya tidak main-main. Harta hasil korupsi akan menjadi beban yang sangat berat di hari kiamat kelak.

Allah SWT berfirman dalam Surah Ali 'Imran ayat 161:

"Barangsiapa yang berkhianat (dalam urusan harta rampasan perang), maka pada hari kiamat ia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya itu; kemudian tiap-tiap diri akan diberi pembalasan tentang apa yang ia kerjakan dengan pembalasan setimpal, sedang mereka tidak dianiaya."

Ayat ini menegaskan bahwa setiap rupiah yang dikorupsi akan dimintai pertanggungjawabannya secara detail. Tidak ada yang bisa bersembunyi. Kehancuran hidup akibat korupsi tidak berhenti saat nafas terakhir berhembus, tapi terus berlanjut hingga ke akhirat.

4. Menghalangi Terkabulnya Doa

Ini adalah salah satu dampak yang paling mengerikan. Ketika tubuh kita tumbuh dari makanan yang haram, maka doa-doa kita akan tertolak. Rasulullah SAW pernah menceritakan tentang seorang laki-laki yang melakukan perjalanan jauh, rambutnya kusut, penuh debu, ia menengadahkan tangan ke langit sambil berdoa, "Ya Rabb, ya Rabb..." Sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan ia dikenyangkan dari yang haram. Maka, bagaimana mungkin doanya akan dikabulkan?

Bayangkan saat kamu benar-benar butuh pertolongan Tuhan, namun pintu langit tertutup hanya karena segelintir harta haram yang pernah kamu ambil. Itulah mengapa korupsi bisa menjerumuskan ke kehancuran hidup yang paling fatal.

5. Merusak Tatanan Bangsa

Secara makro, korupsi merampas hak orang miskin. Jembatan yang harusnya kokoh jadi rubuh karena dana disunat. Rumah sakit kekurangan alat medis karena anggaran dikorupsi. Dengan melakukan korupsi, seseorang secara tidak langsung mendzolimi jutaan orang. Dosa kepada satu orang saja sulit dimaafkan, apalagi dosa kepada rakyat satu negara?

Bagaimana Cara Menghindarinya?

  1. Syukuri yang Ada: Kebanyakan orang korupsi bukan karena butuh, tapi karena kurang rasa syukur.

  2. Pahami Konsekuensi: Selalu ingat bahwa ada akhirat setelah dunia ini.

  3. Lingkungan yang Baik: Bertemanlah dengan orang-orang yang jujur dan berintegritas.

  4. Bersihkan Harta: Pastikan setiap rupiah yang masuk ke kantong kita adalah hasil keringat yang halal.

Ingatlah, hidup ini singkat. Jangan tukar ketenangan jiwa dan keselamatan akhirat dengan kenikmatan semu yang hanya sesaat. Kekayaan sejati adalah hati yang merasa cukup (qana'ah).

Setelah memahami betapa bahayanya harta yang tidak berkah, langkah terbaik untuk menjaga diri adalah dengan rajin berinfaq dan bersedekah. Sedekah tidak akan mengurangi harta, justru ia akan menyucikan dan menjaganya dari hal-hal yang buruk.

Ayo Bersihkan Harta dengan Berbagi!

Mari salurkan infaq terbaik Anda melalui lembaga yang amanah dan transparan. BAZNAS Kota Sukabumi siap membantu Anda mendistribusikan kebaikan kepada mereka yang membutuhkan di wilayah Sukabumi dan sekitarnya. Dengan berinfaq, kita menjaga diri dari sifat serakah dan memastikan harta kita membawa manfaat dunia hingga akhirat.

Bayar Infaq Sekarang via BAZNAS Kota Sukabumi Sucikan Harta, Tenangkan Jiwa.

Untuk membaca artikel lainnya terkait ramadhan klik link di bawah ini:

https://baznaskotasukabumi.com/campaign/34-jusuka-34-jumat-suka-sedekah

https://kotasukabumi.baznas.go.id/artikel/show/antara-menjaga-perasaan-orang-lain-atau-kejujuran/31449

18/03/2026 | Kontributor: BAZNAS
Fakta Pahit! Jangan Terlalu Berharap pada Manusia, Kamu Akan Kecewa pada Akhirnya

Pernah nggak sih kamu merasa sudah memberikan segalanya buat seseorang, eh ujung-ujungnya malah ditinggalkan atau disepelekan? Rasanya sesak, kecewa, dan mungkin sedikit marah. Tenang, kamu nggak sendirian. Itu adalah pengingat dari semesta bahwa ada yang salah dengan tempat kita menaruh harapan.

Jangan terlalu berharap pada manusia bukan berarti kita jadi antisosial atau nggak mau percaya orang lain. Tapi, ini soal menjaga kewarasan hati. Mari kita bahas kenapa berharap berlebihan pada sesama manusia adalah "tiket gratis" menuju kekecewaan.

1. Manusia Itu Tempatnya Salah dan Lupa

Secara biologis dan psikologis, manusia itu dinamis. Hari ini mereka janji setia, besok bisa jadi keadaan berubah. Bukan karena mereka jahat (meski ada yang begitu), tapi karena keterbatasan. Manusia bisa lupa, bisa khilaf, dan punya kepentingan yang berubah-ubah.

Dalam sebuah ungkapan yang sangat masyhur dari Imam Syafi'i, beliau pernah berkata:

"Ketika hatimu terlalu berharap kepada seseorang, maka Allah timpakan ke atasmu pedihnya sebuah pengharapan, supaya kamu mengetahui bahwa Allah sangat mencemburui hati yang berharap selain Dia. Maka Allah menghalangimu dari orang tersebut agar kamu kembali berharap kepada-Nya."

2. Ekspektasi Adalah Pencuri Kebahagiaan

Seringkali yang menyakiti kita bukanlah perbuatan orang lain, melainkan ekspektasi kita sendiri. Kita berharap dibalas dengan kebaikan yang sama, kita berharap mereka mengerti kode-kode kita tanpa bicara. Padahal, isi kepala orang siapa yang tahu? Saat ekspektasi itu tidak terpenuhi, di situlah kekecewaan muncul.

3. Manusia Tidak Memiliki Kendali Atas Segala Sesuatu

Kita sering lupa kalau orang yang kita harapkan itu juga sedang berjuang dengan masalahnya sendiri. Mereka bukan pahlawan super yang bisa menyelesaikan semua masalah kita. Jika kita menggantungkan nasib pada mereka, kita sebenarnya sedang bersandar pada dahan yang rapuh.

4. Belajar dari Pesan Ali bin Abi Thalib

Sahabat Nabi, Ali bin Abi Thalib RA, pernah memberikan peringatan yang sangat "ngena" buat kita semua:

"Aku sudah pernah merasakan semua kepahitan dalam hidup dan yang paling pahit ialah berharap kepada manusia."

Kalau sosok sekelas Ali bin Abi Thalib saja menyebut ini sebagai kepahitan terdalam, masa kita masih mau coba-coba menaruh harapan setinggi langit pada manusia?

5. Hati Manusia Ada di Tangan Sang Pencipta

Pernah lihat orang yang awalnya baik banget tiba-tiba jadi dingin? Itu karena hati manusia itu bolak-balik. Rasulullah SAW sering berdoa: "Ya Muqallibal quluub, thabbit qalbii 'ala diinik" (Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu).

Jika hatinya saja milik Allah, kenapa kamu malah meminta kepada "pemegang" sementara, bukan kepada Pemilik aslinya?

6. Hanya Allah Tempat Bergantung yang Hakiki

Dalam Al-Qur'an Surat Al-Ikhlas ayat 2, ditegaskan:

"Allahush-shamad" (Allah tempat meminta segala sesuatu).

Ayat ini adalah kunci. Jangan terlalu berharap pada manusia karena porsi "berharap" itu hanya milik Allah. Ketika kita menaruh Allah di urutan pertama, manusia yang mengecewakan kita tidak akan membuat dunia kita runtuh.

7. Fokus pada Memberi, Bukan Menerima

Cara terbaik agar tidak kecewa adalah mengubah pola pikir. Berbuat baiklah kepada manusia karena kamu ingin berbuat baik, bukan karena ingin dibalas. Jika dibalas, anggap itu bonus. Jika tidak, kamu tidak akan rugi karena niatmu sudah tercatat sebagai pahala di sisi-Nya.

Kesimpulan: Kembalikan Harapan ke Tempat yang Benar

Jangan terlalu berharap pada manusia adalah bentuk proteksi diri. Cintailah sewajarnya, percayalah secukupnya. Dengan begitu, saat mereka melakukan kesalahan (dan pasti akan terjadi), kamu tetap berdiri tegak. Kamu tahu bahwa sandaranmu yang sesungguhnya tidak pernah tidur dan tidak pernah ingkar janji.

Dunia ini hanyalah jembatan. Jangan gantungkan beban yang terlalu berat pada pagar jembatannya, tapi tumpukanlah pada pondasinya yang kokoh, yaitu iman kepada Allah SWT.

Salah satu cara untuk menenangkan hati dan membersihkan diri dari keterikatan duniawi adalah dengan berbagi. Jangan hanya berharap menerima dari manusia, mulailah memberi untuk kemanusiaan.

Salurkan Kepedulianmu Melalui Infaq!

Kami mengajak Anda untuk menyalurkan sebagian rezeki melalui BAZNAS Kota Sukabumi. Infaq dan sedekah Anda akan sangat berarti bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan di wilayah Sukabumi.

Untuk membaca artikel lainnya terkait ramadhan klik link di bawah ini:

https://baznaskotasukabumi.com/campaign/alirkan-pahala-tak-terputus-dengan-sedekah-quran

https://kotasukabumi.baznas.go.id/artikel/show/mengapa-al-quran-disebut-sebagai-petunjuk-hidup-umat-manusia/41610

18/03/2026 | Kontributor: BAZNAS

Artikel Terbaru

Bonus THR Ojol 2025: Kapan Cair & Bagaimana Agar Berkah?
Bonus THR Ojol 2025: Kapan Cair & Bagaimana Agar Berkah?
Menjelang Idul Fitri 2025, perhatian para pekerja lepas, termasuk pengemudi ojek online (ojol), tertuju pada Tunjangan Hari Raya (THR). THR merupakan hak yang dinantikan oleh setiap pekerja menjelang hari raya, termasuk para mitra ojol yang menjadi tulang punggung transportasi online di Indonesia. Tahun 2025, pemerintah dan perusahaan aplikasi ride-hailing kembali memberikan perhatian terhadap kesejahteraan mitra pengemudi dengan memastikan pencairan THR. Lantas, kapan THR ojol 2025 akan cair? Berapa besarannya? Dan bagaimana cara mengelola THR agar lebih berkah? Simak ulasannya berikut ini! Kapan THR Ojol 2025 Cair? Pemerintah telah menetapkan bahwa THR bagi pekerja harus dibayarkan paling lambat tujuh hari sebelum Idul Fitri. Dengan perkiraan Idul Fitri 2025 jatuh pada 31 Maret 2025, maka THR seharusnya diterima paling lambat pada 24 Maret 2025. Namun, untuk mitra pengemudi ojol, kebijakan THR tergantung pada masing-masing perusahaan aplikasi seperti Gojek, Grab, dan Maxim. Biasanya, informasi pencairan THR akan diumumkan secara resmi oleh perusahaan melalui aplikasi dan email mitra pengemudi. Pada tahun-tahun sebelumnya, beberapa perusahaan ride-hailing memberikan bonus THR dalam bentuk insentif tambahan yang didasarkan pada performa pengemudi. Besarannya bervariasi tergantung pada jumlah perjalanan yang diselesaikan dalam periode tertentu sebelum Lebaran. Berapa Besaran THR Ojol 2025? Saat ini, belum ada ketentuan resmi terkait besaran THR bagi pengemudi ojol. Namun, Kementerian Ketenagakerjaan bersama perusahaan ride-hailing diperkirakan akan mengumumkan detailnya pada pertengahan Maret 2025. Pada tahun-tahun sebelumnya, perusahaan ride-hailing seperti Gojek dan Grab memberikan bonus THR dalam bentuk: Insentif tambahan berdasarkan jumlah perjalanan selama periode tertentu. Voucher belanja atau diskon untuk kebutuhan lebaran. Bantuan langsung tunai (BLT) bagi mitra berprestasi atau yang memenuhi kriteria tertentu. Besaran THR bagi pengemudi ojol sangat bergantung pada kebijakan masing-masing platform dan performa individu dalam beberapa bulan sebelum Idul Fitri. Cara Agar THR Lebih Berkah Menerima THR tentu menjadi momen yang menyenangkan, namun lebih penting lagi adalah bagaimana mengelolanya agar membawa keberkahan. Berikut beberapa cara agar THR yang diterima menjadi lebih berkah: 1. Menunaikan Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) Sebagai seorang Muslim, menunaikan zakat adalah kewajiban yang harus dipenuhi jika penghasilan telah mencapai nisab. Zakat profesi atau zakat penghasilan wajib dikeluarkan sebesar 2,5% dari penghasilan yang diterima. Selain zakat, infaq dan sedekah juga menjadi amalan yang dianjurkan, terutama di bulan Ramadan. Dengan bersedekah, kita bisa membantu mereka yang lebih membutuhkan dan mendapatkan keberkahan dalam rezeki. BAZNAS Kota Sukabumi menyediakan layanan donasi zakat, infaq, dan sedekah yang dapat dilakukan dengan mudah, baik secara langsung maupun melalui transfer bank dan platform digital. 2. Mengalokasikan THR untuk Kebutuhan Pokok Gunakan THR untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga terlebih dahulu. Prioritaskan untuk kebutuhan seperti makanan, pakaian, dan pembayaran tagihan penting sebelum membelanjakannya untuk keperluan lain. 3. Menabung dan Berinvestasi Sebagian dari THR bisa dialokasikan untuk tabungan atau investasi jangka panjang. Dengan menyisihkan sebagian THR untuk tabungan darurat atau investasi, Anda dapat memiliki cadangan dana untuk keperluan mendesak di masa depan. 4. Bijak dalam Berbelanja Meskipun THR adalah tambahan penghasilan, bukan berarti harus dihabiskan dalam sekejap. Sebaiknya, belanja sesuai kebutuhan dan hindari pengeluaran yang tidak perlu. Berbelanja dengan bijak akan membantu menjaga kestabilan keuangan setelah Lebaran. 5. Menyalurkan Bantuan kepada yang Membutuhkan Selain membayar zakat, memberikan bantuan kepada keluarga, tetangga, atau komunitas yang membutuhkan juga bisa menjadi bentuk kepedulian sosial. Anda bisa berpartisipasi dalam program bantuan BAZNAS Kota Sukabumi yang menyalurkan donasi kepada kaum dhuafa, anak yatim, dan masyarakat yang terdampak bencana. Kesimpulan THR bagi pengemudi ojol 2025 diharapkan cair paling lambat pada 24 Maret 2025, dengan besaran yang akan ditentukan oleh masing-masing perusahaan ride-hailing. Untuk memastikan THR yang diterima membawa keberkahan, sebaiknya sebagian dialokasikan untuk menunaikan zakat, infaq, dan sedekah melalui lembaga terpercaya seperti BAZNAS Kota Sukabumi. Mari manfaatkan momen Ramadan dan Idul Fitri ini untuk berbagi dan membantu sesama, sehingga keberkahan Idul Fitri dapat dirasakan oleh semua. Tunaikan zakat, infaq, dan sedekah Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi! ? Transfer langsung ke rekening BAZNAS Kota Sukabumi ? Kunjungi website resmi BAZNAS Kota Sukabumi ? Datang langsung ke kantor BAZNAS Kota Sukabumi untuk berdonasi Bersama kita wujudkan masyarakat Sukabumi yang lebih sejahtera dan berkah! Jangan tunda kebaikan, berikan sebagian rezeki Anda untuk membantu mereka yang membutuhkan. Semoga THR yang diterima menjadi lebih bermakna dan penuh keberkahan! ????
ARTIKEL11/03/2025 | Duta Zakat
SNPMB 2025: Sukses Lolos Kampus Impian, Jangan Lupa Zakat Ilmu!
SNPMB 2025: Sukses Lolos Kampus Impian, Jangan Lupa Zakat Ilmu!
Pendahuluan Mempersiapkan diri untuk Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2025 adalah langkah besar bagi para siswa yang bercita-cita masuk ke perguruan tinggi negeri terbaik di Indonesia. Perjuangan panjang, mulai dari belajar giat hingga mengikuti berbagai tryout, tentu menjadi bagian dari proses menuju kesuksesan akademik. Namun, selain fokus pada keberhasilan akademik, ada hal yang tak kalah penting, yaitu berbagi ilmu dan keberkahan melalui zakat, infaq, dan sedekah. Dalam Islam, ilmu yang diperoleh sebaiknya tidak hanya dimanfaatkan untuk diri sendiri, tetapi juga dibagikan kepada orang lain sebagai bentuk "zakat ilmu." Dengan begitu, keberkahan tidak hanya datang dalam bentuk kelulusan, tetapi juga dalam kehidupan secara keseluruhan. Apa Itu SNPMB 2025? SNPMB 2025 adalah sistem seleksi penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Sistem ini menggantikan SNMPTN dan SBMPTN yang sebelumnya digunakan dalam proses seleksi. Terdapat dua jalur utama dalam SNPMB 2025: Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) – Jalur ini mempertimbangkan nilai akademik, portofolio, serta prestasi siswa selama masa sekolah. Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) – Jalur ini dilakukan melalui Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), yang menguji kemampuan kognitif, literasi, serta numerasi calon mahasiswa. Setiap perguruan tinggi memiliki kuota masing-masing untuk setiap jalur penerimaan, sehingga calon mahasiswa harus mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapi seleksi ini. Jadwal dan Daya Tampung SNPMB 2025 Salah satu pertanyaan yang banyak diajukan adalah “Kapan SNPMB 2025 dibuka?” Berdasarkan pola tahun-tahun sebelumnya, berikut adalah prediksi jadwal SNPMB 2025: Pendaftaran SNBP: Awal tahun 2025 (Januari - Februari) Pengumuman SNBP: Maret 2025 Pendaftaran UTBK-SNBT: April 2025 Pelaksanaan UTBK-SNBT: Mei 2025 Pengumuman SNBT: Juni 2025 Adapun untuk daya tampung, setiap perguruan tinggi memiliki kebijakan masing-masing terkait jumlah mahasiswa yang diterima melalui SNBP dan SNBT. Calon mahasiswa disarankan untuk mengecek daya tampung program studi yang diminati melalui situs resmi SNPMB atau website universitas tujuan. Zakat Ilmu: Kewajiban Berbagi Ilmu bagi Setiap Muslim Islam mengajarkan bahwa ilmu adalah anugerah yang harus dibagikan. Rasulullah SAW bersabda: "Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat." (HR. Bukhari) Zakat ilmu adalah konsep di mana seseorang yang memiliki ilmu diwajibkan untuk mengajarkannya kepada orang lain. Berbagi ilmu tidak hanya dalam bentuk mengajar, tetapi juga bisa dalam bentuk membimbing teman, berbagi tips belajar, atau bahkan membuat konten edukatif di media sosial. Bagi para calon mahasiswa yang lolos SNPMB 2025, menuntut ilmu di perguruan tinggi juga harus disertai niat untuk berbagi ilmu dan keberkahan kepada orang lain. Semakin banyak ilmu yang dibagikan, semakin besar manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat luas. Zakat Harta: Kewajiban bagi yang Mampu Selain zakat ilmu, dalam Islam juga terdapat kewajiban untuk menunaikan zakat harta. Zakat harta diwajibkan bagi Muslim yang telah mencapai nisab (batas minimal kekayaan yang wajib dizakati). Sebagian besar orang tua yang membiayai pendidikan anak-anaknya juga memiliki kewajiban untuk menunaikan zakat agar keberkahan rezeki semakin bertambah. Salah satu lembaga resmi yang mengelola zakat, infaq, dan sedekah di Indonesia adalah BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional). Dengan menyalurkan zakat melalui BAZNAS Kota Sukabumi, Anda dapat membantu mereka yang membutuhkan, termasuk pelajar kurang mampu agar tetap bisa melanjutkan pendidikan. Peran BAZNAS Kota Sukabumi dalam Dunia Pendidikan BAZNAS Kota Sukabumi memiliki berbagai program untuk mendukung pendidikan di Indonesia, di antaranya: Beasiswa Santri – Bantuan pendidikan bagi santri yang kurang mampu. Beasiswa Cerdas – Bantuan bagi siswa dan mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Program Peduli Pendidikan – Donasi untuk pembangunan fasilitas pendidikan dan penyediaan kebutuhan sekolah bagi anak-anak dhuafa. Dengan menyalurkan zakat melalui BAZNAS, Anda turut serta dalam mencerdaskan generasi bangsa dan membantu mereka yang kurang beruntung agar tetap bisa mengakses pendidikan. Cara Berdonasi ke BAZNAS Kota Sukabumi Bagi Anda yang ingin berbagi keberkahan melalui zakat, infaq, dan sedekah, BAZNAS Kota Sukabumi menyediakan berbagai kemudahan dalam berdonasi. Berikut adalah beberapa cara mudah untuk berdonasi: Transfer Bank: Bank Syariah Indonesia (BSI): 1234567890 a.n. BAZNAS Kota Sukabumi Bank BRI: 0987654321 a.n. BAZNAS Kota Sukabumi Donasi Online: Melalui situs resmi BAZNAS Kota Sukabumi (baznas.sukabumikota.go.id) Melalui Marketplace: Donasi zakat dan sedekah kini semakin mudah melalui platform e-commerce seperti Shopee, Tokopedia, dan Blibli dengan mencari "BAZNAS Kota Sukabumi" pada fitur donasi. Kesimpulan SNPMB 2025 adalah gerbang bagi para siswa untuk meraih pendidikan tinggi di kampus impian mereka. Namun, di balik kesuksesan akademik, terdapat kewajiban moral dan spiritual untuk berbagi ilmu dan keberkahan kepada sesama. Dengan menunaikan zakat ilmu dan zakat harta, kita dapat membantu lebih banyak orang dalam mengakses pendidikan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, mari bersama-sama menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Sukabumi agar keberkahan ilmu dan rezeki terus mengalir. Ayo, salurkan zakat Anda sekarang melalui BAZNAS Kota Sukabumi dengan car klik fitur di bawah ini dan jadilah bagian dari kebaikan yang lebih besar!
ARTIKEL11/03/2025 | Duta Zakat
Harga BBM Pertamina 2025 Naik atau Turun? Begini Cara Bijak Atur Keuangan
Harga BBM Pertamina 2025 Naik atau Turun? Begini Cara Bijak Atur Keuangan
Pendahuluan Harga bahan bakar minyak (BBM) selalu menjadi isu penting bagi masyarakat Indonesia. Perubahan harga BBM, baik naik maupun turun, dapat berdampak besar pada ekonomi nasional, harga barang kebutuhan pokok, dan pengeluaran rumah tangga. Oleh karena itu, memahami tren harga BBM serta cara mengelola keuangan secara bijak sangat penting agar tidak terlalu terdampak oleh fluktuasi harga energi ini. Tahun 2025, masyarakat kembali menantikan keputusan pemerintah dan PT Pertamina (Persero) terkait harga BBM. Akankah harga BBM mengalami kenaikan, atau justru turun? Artikel ini akan membahas tren harga BBM Pertamina 2025 serta bagaimana cara mengatur keuangan dengan baik dalam menghadapi perubahan harga BBM. Tren Harga BBM Pertamina 2025 Sejak beberapa tahun terakhir, harga BBM ditentukan berdasarkan berbagai faktor, termasuk harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, serta kebijakan subsidi dari pemerintah. Pada tahun 2024, harga BBM mengalami beberapa kali penyesuaian, seiring dengan fluktuasi harga minyak global. Dalam kebijakan terbaru, pemerintah menetapkan bahwa harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar tetap dikontrol agar tetap terjangkau bagi masyarakat. Sementara itu, harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax, Pertamax Turbo, dan Dex Series cenderung lebih fluktuatif mengikuti harga minyak dunia. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi harga BBM Pertamina 2025 antara lain: Harga Minyak Mentah Dunia: Jika harga minyak dunia naik, maka harga BBM di Indonesia kemungkinan besar juga ikut naik. Kebijakan Pemerintah: Keputusan terkait subsidi energi dan pajak BBM akan mempengaruhi harga jual di SPBU. Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS: Karena minyak mentah diperdagangkan dalam dolar, nilai tukar rupiah akan berdampak langsung pada biaya impor minyak. Kapasitas Produksi Kilang dalam Negeri: Semakin banyak produksi BBM di dalam negeri, semakin kecil ketergantungan terhadap impor yang harganya lebih mahal. Sampai saat ini, masyarakat menantikan pengumuman resmi dari Pertamina dan pemerintah terkait harga BBM 2025. Namun, apapun keputusannya, penting bagi kita untuk tetap bijak dalam mengelola keuangan. Cara Bijak Mengatur Keuangan Saat Harga BBM Berubah Perubahan harga BBM bisa berdampak signifikan terhadap pengeluaran rumah tangga. Oleh karena itu, diperlukan strategi keuangan yang bijak untuk menghadapi situasi ini. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan: 1. Evaluasi Anggaran Bulanan Jika harga BBM naik, pastikan untuk meninjau kembali anggaran bulanan Anda. Kurangi pengeluaran yang tidak terlalu mendesak dan fokus pada kebutuhan pokok. Pastikan alokasi dana untuk transportasi tetap terkendali agar tidak membebani keuangan. 2. Gunakan Transportasi yang Lebih Efisien Jika memungkinkan, pertimbangkan untuk beralih ke transportasi umum atau berbagi kendaraan dengan teman (carpooling). Selain lebih hemat, ini juga bisa membantu mengurangi emisi karbon yang berdampak pada lingkungan. 3. Kurangi Pengeluaran Konsumtif Batasi pengeluaran yang bersifat rekreatif dan konsumtif, seperti makan di luar atau membeli barang yang tidak terlalu dibutuhkan. Fokuslah pada pengeluaran yang benar-benar penting. 4. Manfaatkan Promo dan Diskon BBM Beberapa aplikasi dompet digital dan kartu kredit sering menawarkan promo dan cashback untuk pembelian BBM. Manfaatkan promo ini untuk menghemat biaya transportasi. 5. Alokasikan Dana untuk Tabungan dan Investasi Selalu sisihkan sebagian pendapatan untuk tabungan darurat dan investasi. Dengan memiliki dana cadangan, Anda bisa lebih siap menghadapi kenaikan biaya hidup akibat fluktuasi harga BBM. 6. Beralih ke Kendaraan Ramah Lingkungan Jika memungkinkan, pertimbangkan untuk menggunakan kendaraan listrik atau sepeda motor dengan konsumsi bahan bakar yang lebih efisien. Kendaraan listrik saat ini semakin banyak tersedia dengan berbagai pilihan harga. Zakat, Infaq, dan Sedekah sebagai Solusi Sosial Selain menerapkan strategi keuangan pribadi, kita juga bisa berperan dalam membantu sesama dengan menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah. Kenaikan harga BBM seringkali berdampak lebih besar bagi masyarakat kurang mampu, terutama mereka yang mengandalkan kendaraan sebagai sumber mata pencaharian, seperti ojek online dan sopir angkutan umum. Zakat merupakan salah satu instrumen ekonomi Islam yang dapat membantu menciptakan keseimbangan sosial. Dengan menyalurkan zakat, kita ikut berkontribusi dalam membantu mereka yang terdampak oleh kenaikan harga BBM. BAZNAS Kota Sukabumi mengajak seluruh masyarakat untuk berbagi melalui zakat, infaq, dan sedekah. Dana yang terkumpul akan disalurkan kepada mereka yang membutuhkan, termasuk program bantuan untuk masyarakat yang terdampak kenaikan harga bahan pokok akibat perubahan harga BBM. Yuk, donasi sekarang! Dengan cara klik fitur di bawah ini. Dengan berbagi, kita tidak hanya membantu sesama, tetapi juga mendapatkan keberkahan dalam rezeki kita. Kesimpulan Harga BBM Pertamina 2025 masih menjadi perhatian utama masyarakat. Apakah harga akan naik atau turun, penting bagi kita untuk selalu siap menghadapi perubahan tersebut dengan mengatur keuangan secara bijak. Dengan menerapkan strategi pengelolaan keuangan yang cerdas, memanfaatkan transportasi yang lebih hemat, dan berinvestasi untuk masa depan, kita bisa lebih tenang menghadapi ketidakpastian harga BBM. Selain itu, jangan lupakan peran zakat, infaq, dan sedekah dalam membantu mereka yang terdampak oleh kenaikan harga BBM. Dengan menyalurkan sebagian rezeki kita, kita tidak hanya membantu sesama, tetapi juga mendapatkan keberkahan dalam kehidupan. Mari bersama-sama wujudkan masyarakat yang lebih peduli dan sejahtera melalui zakat!
ARTIKEL11/03/2025 | Duta Zakat
Aurat dalam Surat Al-Baqarah: Batasan yang Wajib Diketahui Muslim & Muslimah!
Aurat dalam Surat Al-Baqarah: Batasan yang Wajib Diketahui Muslim & Muslimah!
Pendahuluan Menutup aurat merupakan kewajiban bagi setiap Muslim dan Muslimah sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Aurat berasal dari kata "awira" dalam bahasa Arab yang berarti sesuatu yang memalukan atau tidak pantas dilihat. Dalam konteks syariat Islam, aurat merujuk pada bagian tubuh yang harus ditutup dari pandangan orang lain yang bukan mahram. Dalam Al-Qur'an, banyak ayat yang menjelaskan tentang kewajiban menutup aurat, salah satunya terdapat dalam Surat Al-Baqarah. Dengan memahami batasan aurat yang telah ditetapkan dalam Islam, kita dapat menjalankan perintah Allah dengan lebih baik serta menjaga kehormatan diri dan masyarakat. Batasan Aurat dalam Islam Para ulama telah sepakat bahwa menutup aurat merupakan kewajiban bagi setiap Muslim dan Muslimah, namun terdapat perbedaan pendapat mengenai batasannya. Berikut adalah batasan aurat berdasarkan pandangan mayoritas ulama: 1. Batasan Aurat bagi Laki-laki Mayoritas ulama berpendapat bahwa aurat laki-laki adalah bagian tubuh antara pusar hingga lutut. Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah SAW: "Bagian tubuh antara pusar dan lutut adalah aurat." (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Tirmidzi) 2. Batasan Aurat bagi Perempuan Dalam Islam, aurat perempuan lebih luas cakupannya dibandingkan laki-laki. Para ulama bersepakat bahwa seluruh tubuh wanita adalah aurat kecuali wajah dan telapak tangan, sebagaimana disebutkan dalam ayat: "Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) tampak darinya." (QS. An-Nur: 31) Namun, terdapat perbedaan pendapat mengenai apakah kaki termasuk aurat atau tidak. Sebagian ulama membolehkan memperlihatkan kaki, sementara lainnya mewajibkan untuk menutupnya. Dalil dalam Surat Al-Baqarah Surat Al-Baqarah memberikan beberapa penegasan tentang kewajiban menutup aurat dan menjaga kehormatan, antara lain: Perintah untuk Menjaga Kesucian dan Kehormatan "Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan. Tetapi pakaian takwa itulah yang lebih baik. Itulah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, supaya mereka selalu ingat." (QS. Al-A’raf: 26) Menjaga Diri dari Godaan dan Fitnah "Janganlah kalian mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk." (QS. Al-Isra: 32) Kewajiban Menutup Aurat dalam Ibadah "Wahai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid..." (QS. Al-A’raf: 31) Ayat-ayat ini menunjukkan pentingnya menutup aurat sebagai bentuk ketakwaan kepada Allah SWT, sekaligus menjaga diri dari fitnah yang bisa merugikan diri sendiri maupun masyarakat. Hikmah Menutup Aurat Menutup aurat bukan hanya kewajiban, tetapi juga memiliki berbagai hikmah yang membawa manfaat bagi individu dan masyarakat: Menjaga Kehormatan dan Martabat Dengan menutup aurat, seorang Muslim dan Muslimah menjaga diri dari pandangan yang tidak pantas serta menjaga kehormatan diri. Menghindari Fitnah dan Godaan Islam mengajarkan untuk menjauhkan diri dari hal-hal yang dapat menimbulkan godaan dan fitnah, termasuk dalam cara berpakaian. Mendapatkan Ridha Allah SWT Menjalankan perintah Allah dalam menutup aurat merupakan bagian dari ketakwaan yang akan mendatangkan pahala serta keberkahan hidup. Menciptakan Masyarakat yang Berakhlak Baik Dengan menutup aurat, kita ikut berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik dan harmonis sesuai dengan ajaran Islam. Keterkaitan Menutup Aurat dengan Zakat, Infaq, dan Sedekah Selain kewajiban menutup aurat, Islam juga mengajarkan untuk menjaga kebersihan harta melalui zakat, infaq, dan sedekah. Menutup aurat dan menunaikan zakat adalah bentuk kepatuhan kepada Allah yang harus dijalankan oleh setiap Muslim. Zakat sebagai Penyucian Diri dan Harta "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka." (QS. At-Taubah: 103) Infaq dan Sedekah untuk Keberkahan Hidup Rasulullah SAW bersabda: "Sedekah tidak akan mengurangi harta." (HR. Muslim) Membantu Sesama yang Membutuhkan Dengan menunaikan zakat, infaq, dan sedekah, kita ikut membantu masyarakat yang kurang mampu dan menciptakan kesejahteraan bersama. Kesimpulan Menutup aurat adalah kewajiban yang harus dipahami dan dilaksanakan oleh setiap Muslim dan Muslimah. Selain sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, menutup aurat juga menjaga kehormatan serta mencegah terjadinya fitnah dalam masyarakat. Sebagai bagian dari ketaatan yang lebih luas, mari kita juga tingkatkan kepedulian dalam menunaikan zakat, infaq, dan sedekah. Dengan menyalurkan donasi melalui BAZNAS Kota Sukabumi, kita tidak hanya memenuhi kewajiban sebagai Muslim, tetapi juga membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan. Mari tingkatkan kepedulian kita terhadap sesama dengan menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Sukabumi. Silahkan klik fitur di bawah ini untuk menyalurkan harta terbaik anda. Setiap kebaikan yang kita lakukan, insyaAllah akan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya. Aamiin.
ARTIKEL11/03/2025 | Duta Zakat
Tak Sekadar Skor, Persija vs Arema FC Ingatkan Kita tentang Kemenangan Sejati: Berbagi di Bulan Ramadhan!
Tak Sekadar Skor, Persija vs Arema FC Ingatkan Kita tentang Kemenangan Sejati: Berbagi di Bulan Ramadhan!
Pertandingan seru antara Persija Jakarta vs Arema FC yang berlangsung di Stadion Patriot Candrabhaga pada Minggu, 9 Maret 2025, berakhir dengan skor 3-1 untuk kemenangan Arema FC. Laga ini penuh dengan drama, termasuk dua kartu merah yang diberikan kepada pemain Persija, Maciej Gajos dan Gustavo Almeida, yang membuat Macan Kemayoran harus bermain dengan sembilan pemain sejak babak pertama. Di tengah gegap gempita pertandingan dan emosi para pendukung, ada hal yang lebih besar untuk kita renungkan. Apakah kemenangan sejati hanya tentang skor di lapangan, atau ada kemenangan lain yang lebih bermakna? Kemenangan Sejati di Bulan Ramadhan: Berbagi dengan Sesama Ramadhan bukan sekadar bulan untuk berpuasa, tetapi juga momen untuk berbagi dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang memberi makan kepada orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun." (HR. Tirmidzi, No. 807) Hadis ini menegaskan bahwa berbagi makanan untuk berbuka puasa (iftar) adalah salah satu bentuk kemenangan sejati. Berbagi tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima, tetapi juga mendatangkan pahala berlipat ganda bagi pemberinya. Mengapa Berbagi di Bulan Ramadhan Sangat Penting? Bulan Ramadhan adalah momen terbaik untuk berbagi, karena: Pahala Berlipat Ganda Setiap amal kebaikan di bulan Ramadhan akan dilipatgandakan pahalanya. Dengan berbagi makanan atau donasi, kita tidak hanya membantu orang lain tetapi juga mendapatkan keberkahan. Membantu Masyarakat yang Kurang Mampu Data dari BPS menunjukkan bahwa angka kemiskinan di Indonesia masih berada di angka 9,36% per 2023. Dengan berbagi, kita dapat membantu mereka yang membutuhkan dan turut serta dalam upaya mengurangi kemiskinan. Membangun Rasa Empati dan Kepedulian Sosial Ramadhan mengajarkan kita untuk merasakan bagaimana hidup dalam keterbatasan. Dengan berbagi, kita memperkuat empati terhadap sesama. Program Berbagi di Bulan Ramadhan: Iftar Bareng BAZNAS Kota Sukabumi Sebagai lembaga resmi yang mengelola zakat, infaq, dan sedekah, BAZNAS Kota Sukabumi memiliki berbagai program berbagi di bulan Ramadhan, salah satunya adalah Iftar Bareng BAZNAS. Program ini bertujuan untuk: Menyediakan paket makanan berbuka puasa bagi masyarakat kurang mampu. Menyalurkan bantuan kepada anak yatim dan kaum dhuafa. Memberikan dukungan kepada masjid dan mushola dalam penyediaan hidangan berbuka. Melalui program ini, kita bisa ikut serta dalam berbagi kebahagiaan dengan cara yang lebih terorganisir dan tepat sasaran. Cara Berpartisipasi dalam Program Berbagi Anda bisa ikut serta dalam program ini dengan berbagai cara, seperti: Menyumbangkan Donasi Salurkan zakat, infaq, dan sedekah Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi. Setiap donasi yang diberikan akan disalurkan langsung kepada mereka yang membutuhkan. Berbagi Takjil di Jalan atau Masjid Jika ingin berbagi secara langsung, Anda bisa membagikan makanan berbuka puasa kepada mereka yang berpuasa, seperti para pekerja harian dan musafir. Mengajak Orang Lain untuk Berdonasi Sebarkan informasi tentang program berbagi ini kepada keluarga, teman, dan komunitas Anda. Semakin banyak yang berpartisipasi, semakin besar manfaat yang bisa diberikan. Kesimpulan Kemenangan sejati bukan hanya soal menang di lapangan, tetapi juga soal kemenangan dalam menolong sesama. Di bulan Ramadhan ini, mari kita manfaatkan kesempatan untuk berbagi dengan mereka yang membutuhkan. Salurkan donasi Anda sekarang! Kunjungi website resmi BAZNAS Kota Sukabumi atau langsung klik fitur di bawah ini! Mari bersama-sama meraih kemenangan sejati dengan berbagi di bulan yang penuh berkah ini!
ARTIKEL10/03/2025 | Duta Zakat
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Sukabumi.

Lihat Daftar Rekening →