WhatsApp Icon
Yuk, Menjadi Pribadi yang Lebih Baik Setiap Hari

Yuk, Menjadi Pribadi yang Lebih Baik Setiap Hari

Pernah nggak sih kamu merasa masih banyak kekurangan dalam diri? Kadang mudah marah, sering menunda pekerjaan, kurang sabar, atau merasa ibadah belum maksimal. Jika pernah, tenang saja. Hampir semua orang pernah merasakan hal yang sama.

yuk, menjadi pribadi lebih baik setiap hari
BAZNAS Kota Sukabumi

Kabar baiknya, Islam tidak menuntut kita menjadi sempurna dalam semalam. Yang Allah sukai adalah usaha untuk terus memperbaiki diri, sedikit demi sedikit, setiap hari. Menjadi pribadi yang lebih baik bukan tentang berubah drastis dalam satu waktu, tetapi tentang langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.

Bayangkan jika hari ini kita menjadi sedikit lebih sabar daripada kemarin, sedikit lebih rajin beribadah, dan sedikit lebih peduli kepada sesama. Dalam setahun, perubahan kecil itu bisa membawa dampak yang luar biasa.

Menjadi Lebih Baik Adalah Perjalanan Seumur Hidup

Banyak orang menunda perubahan karena merasa dirinya belum siap. Ada yang berkata, "Nanti kalau sudah mapan saya akan lebih banyak bersedekah." Ada juga yang berpikir, "Nanti kalau sudah tua saya akan lebih serius beribadah."

Padahal, tidak ada yang tahu berapa lama usia yang Allah berikan kepada kita. Karena itu, langkah terbaik adalah memulai dari sekarang.

Tidak perlu langsung menjadi sempurna. Mulailah dari hal-hal sederhana. Misalnya membiasakan salat tepat waktu, mengurangi kebiasaan mengeluh, memperbaiki cara berbicara kepada orang tua, atau menyisihkan sebagian rezeki untuk membantu sesama.

Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil.

Allah Menyukai Amal yang Konsisten

Sering kali kita bersemangat melakukan banyak kebaikan dalam waktu singkat, tetapi kemudian berhenti di tengah jalan. Islam mengajarkan bahwa amal yang sedikit namun terus dilakukan lebih dicintai Allah daripada amal besar yang hanya sesekali.

Rasulullah SAW bersabda:

??????? ???????????? ????? ??????? ??????????? ?????? ?????

Artinya:

"Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus meskipun sedikit."

(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini sangat relevan untuk kehidupan kita saat ini. Tidak perlu menunggu menjadi sempurna untuk berbuat baik. Yang terpenting adalah terus melangkah dan tidak berhenti memperbaiki diri.

Mulailah dari Hati

Menjadi pribadi yang lebih baik bukan hanya soal penampilan atau bagaimana orang lain melihat kita. Perubahan yang sesungguhnya dimulai dari hati.

Ketika hati dipenuhi rasa syukur, hidup terasa lebih ringan. Ketika hati dipenuhi keikhlasan, kita tidak mudah kecewa. Ketika hati dekat dengan Allah, kita lebih kuat menghadapi berbagai ujian hidup.

Cobalah untuk meluangkan waktu setiap hari melakukan evaluasi diri. Tanyakan kepada diri sendiri:

  • Apa kebaikan yang sudah saya lakukan hari ini?
  • Siapa yang sudah saya bantu hari ini?
  • Kesalahan apa yang perlu saya perbaiki?
  • Sudahkah saya lebih dekat kepada Allah dibanding kemarin?

Pertanyaan sederhana ini dapat membantu kita terus bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.

Jadilah Manusia yang Bermanfaat

Salah satu ciri pribadi yang baik adalah membawa manfaat bagi orang lain. Kehadiran kita membuat orang merasa nyaman, terbantu, dan dihargai.

Rasulullah SAW bersabda:

?????? ???????? ???????????? ?????????

Artinya:

"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya."

(HR. Ahmad)

Menjadi bermanfaat tidak harus dengan hal besar. Senyuman, nasihat yang baik, membantu teman yang kesulitan, atau berbagi sedikit rezeki juga termasuk bentuk kebaikan yang bernilai di sisi Allah.

Bahkan kadang, satu kebaikan kecil yang kita lakukan bisa menjadi alasan seseorang kembali semangat menjalani hidupnya.

Jangan Takut Memulai Lagi

Ada kalanya kita gagal. Sudah berusaha berubah tetapi kembali melakukan kesalahan. Sudah bertekad menjadi lebih baik tetapi masih sering tergelincir.

Jika itu terjadi, jangan menyerah.

Allah adalah Tuhan Yang Maha Pengampun. Selama kita mau bertaubat dan memperbaiki diri, pintu rahmat-Nya selalu terbuka.

Jangan biarkan masa lalu menghentikan langkahmu. Fokuslah pada apa yang bisa kamu perbaiki hari ini. Setiap hari adalah kesempatan baru untuk menjadi versi diri yang lebih baik.

Menjadi pribadi yang lebih baik setiap hari bukan tentang menjadi manusia tanpa kesalahan. Justru yang terpenting adalah memiliki kemauan untuk terus belajar, memperbaiki diri, dan mendekatkan diri kepada Allah.

Mulailah dari hal-hal kecil. Perbaiki satu kebiasaan buruk, tambahkan satu amal baik, dan tingkatkan satu ibadah setiap hari. Jangan meremehkan langkah kecil, karena dari sanalah perubahan besar bermula.

Ingatlah, orang yang terbaik bukanlah orang yang tidak pernah salah, tetapi orang yang selalu berusaha menjadi lebih baik dari hari ke hari.

Jadi, mulai hari ini, yuk menjadi pribadi yang lebih baik setiap hari. Karena setiap langkah menuju kebaikan akan bernilai di sisi Allah, dan setiap usaha untuk memperbaiki diri akan membawa kita lebih dekat kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. ?

Menjadi pribadi yang lebih baik tidak selalu harus dimulai dengan langkah besar. Terkadang, satu kebaikan kecil yang dilakukan dengan ikhlas dapat menjadi jalan datangnya keberkahan dalam hidup.

Salah satu cara sederhana untuk memperbaiki diri adalah dengan membiasakan berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah. Harta yang kita miliki bukan hanya untuk dinikmati sendiri, tetapi juga ada hak saudara-saudara kita yang membutuhkan di dalamnya.

Rasulullah ? bersabda:

"Sedekah tidaklah mengurangi harta."
(HR. Muslim)

Ketika kita menolong sesama, bukan hanya mereka yang merasakan manfaatnya, tetapi hati kita pun menjadi lebih tenang dan penuh syukur. Setiap rupiah yang disalurkan dapat menjadi sumber kebahagiaan bagi mereka yang sedang kesulitan, sekaligus menjadi bekal amal yang terus mengalir untuk kita.

Mari jadikan hari ini lebih bermakna dengan menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Sukabumi, lembaga resmi yang menghimpun dan menyalurkan dana ZIS (Zakat, Infak, dan Sedekah) kepada masyarakat yang membutuhkan.

19/06/2026 | Kontributor: BAZNAS
Istiqamah Bukan tentang Cepat, tapi tentang Tetap Melangkah

Pernah merasa semangat beribadah di awal, lalu perlahan mulai menurun? Awalnya rajin membaca Al-Qur'an setiap hari, rutin salat tepat waktu, atau konsisten bersedekah. Namun setelah beberapa waktu, semangat itu mulai naik turun. Jika kamu pernah mengalaminya, tenang saja. Kamu tidak sendirian.

istiqamah bukan tentang cepat, tapi tentang tetap melangkah
BAZNAS Kota Sukabumi

Banyak orang berpikir bahwa menjadi pribadi yang baik berarti harus berubah secara besar-besaran dalam waktu singkat. Padahal dalam Islam, yang paling penting bukanlah seberapa cepat kita berubah, melainkan seberapa mampu kita bertahan di jalan kebaikan.

Itulah yang disebut dengan istiqamah.

Tidak Harus Langsung Sempurna

Salah satu kesalahan yang sering membuat seseorang menyerah adalah keinginan untuk langsung menjadi sempurna.

Hari ini ingin membaca satu juz Al-Qur'an setiap hari. Besok ingin bangun tahajud setiap malam. Lusa ingin melakukan banyak amalan sekaligus. Ketika tidak mampu mempertahankannya, akhirnya merasa gagal dan berhenti sama sekali.

Padahal, Allah tidak menuntut kita menjadi sempurna dalam semalam. Yang Allah cintai adalah usaha yang terus dilakukan meskipun sedikit.

Rasulullah SAW bersabda:

??????? ???????????? ????? ??????? ??????????? ?????? ?????

Artinya:

"Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus walaupun sedikit."

(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini memberikan pelajaran yang sangat indah. Membaca satu halaman Al-Qur'an setiap hari secara konsisten bisa jadi lebih dicintai Allah daripada membaca banyak halaman tetapi hanya sesekali.

Karena istiqamah bukan tentang banyaknya langkah yang kita ambil dalam satu hari, melainkan tentang kemampuan untuk terus melangkah setiap hari.

Jalan Menuju Kebaikan Memang Tidak Selalu Mudah

Dalam perjalanan hidup, ada kalanya iman terasa kuat. Namun ada juga masa ketika hati terasa lelah.

Ada hari-hari ketika salat terasa khusyuk. Ada pula hari ketika pikiran ke mana-mana. Ada saatnya kita semangat berbuat baik. Ada juga saat ketika rasa malas datang menghampiri.

Semua itu adalah bagian dari perjalanan manusia.

Yang berbahaya bukan ketika kita terjatuh, melainkan ketika kita memutuskan untuk tidak bangkit lagi.

Allah lebih menyukai hamba yang terus berusaha kembali kepada-Nya daripada hamba yang menyerah karena merasa dirinya tidak cukup baik.

Jadi jika hari ini kamu merasa belum sempurna, jangan jadikan itu alasan untuk berhenti. Tetaplah melangkah.

Sedikit Demi Sedikit, Lama-Lama Menjadi Bukit

Coba perhatikan sebuah tetesan air. Terlihat kecil dan tidak berarti. Namun jika terus menetes dalam waktu lama, ia mampu melubangi batu yang keras.

Begitu pula dengan amal saleh.

Senyum yang kamu berikan setiap hari, sedekah yang rutin meskipun kecil, doa yang tidak pernah putus, atau kebiasaan membaca Al-Qur'an beberapa menit setiap hari, semuanya akan memberikan dampak besar jika dilakukan secara konsisten.

Banyak perubahan besar dalam hidup justru dimulai dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang terus dijaga.

Jangan meremehkan langkah kecilmu hari ini. Bisa jadi langkah itulah yang suatu hari mengantarkanmu kepada derajat yang tinggi di sisi Allah.

Allah Melihat Prosesmu

Kadang kita membandingkan diri dengan orang lain.

Melihat seseorang yang hafal banyak Al-Qur'an, rajin beribadah, atau memiliki ilmu agama yang luas membuat kita merasa tertinggal.

Padahal setiap orang memiliki perjalanan yang berbeda.

Allah tidak membandingkanmu dengan orang lain. Allah melihat usaha yang kamu lakukan hari demi hari.

Selama kamu terus berusaha mendekat kepada-Nya, sekecil apa pun langkah itu, Allah mengetahuinya.

Rasulullah SAW bersabda dalam hadis qudsi:

?????? ????????? ??????? ??????? ??????????? ???????? ????????

Artinya:

"Jika hamba-Ku mendekat kepada-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekat kepadanya sehasta."

(HR. Bukhari dan Muslim)

Betapa indahnya janji Allah. Bahkan ketika kita baru berusaha melangkah sedikit, Allah sudah menyiapkan pertolongan dan kasih sayang-Nya yang jauh lebih besar.

Jangan Berhenti Karena Pernah Gagal

Ada orang yang berhenti mengaji karena pernah bolong beberapa hari. Ada yang berhenti bersedekah karena merasa jumlahnya terlalu kecil. Ada pula yang malas beribadah karena merasa dirinya masih banyak dosa.

Padahal justru karena kita memiliki kekurangan, kita membutuhkan kedekatan dengan Allah.

Jangan biarkan kegagalan kecil membuatmu berhenti dari perjalanan panjang menuju kebaikan.

Jika hari ini terjatuh, bangunlah. Jika hari ini lalai, perbaiki lagi. Jika hari ini belum maksimal, coba lagi besok.

Karena istiqamah bukan tentang tidak pernah jatuh. Istiqamah adalah tentang selalu kembali ke jalan yang benar setiap kali terjatuh.

Istiqamah bukan perlombaan siapa yang paling cepat berubah. Istiqamah adalah perjalanan panjang untuk terus bergerak menuju Allah, meskipun langkahnya kecil dan terkadang tertatih.

Maka jangan fokus menjadi sempurna dalam satu malam. Fokuslah menjadi lebih baik dari dirimu yang kemarin.

Teruslah membaca Al-Qur'an meski hanya beberapa ayat. Teruslah bersedekah meski jumlahnya sederhana. Teruslah berdoa meski jawaban belum terlihat.

Karena pada akhirnya, yang akan membawa kita sampai ke tujuan bukanlah langkah yang besar sesekali, melainkan langkah-langkah kecil yang terus dijaga dengan penuh keikhlasan.

Istiqamah bukan tentang cepat, tetapi tentang tetap melangkah sampai akhir.

Tidak semua langkah menuju kebaikan harus besar. Kadang, yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dilakukan terus-menerus, meskipun sedikit. Rasulullah ? bersabda bahwa amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dilakukan secara konsisten walaupun sedikit. Maka, istiqamah bukan tentang seberapa cepat kita sampai, tetapi tentang bagaimana kita terus melangkah dalam kebaikan.

Salah satu bentuk istiqamah yang bisa kita lakukan setiap hari adalah dengan menunaikan zakat, infak, dan sedekah. Mungkin nominalnya tidak besar, tetapi ketika dilakukan dengan ikhlas dan rutin, insya Allah akan menjadi pemberat amal kebaikan yang terus mengalir.

Setiap rupiah yang kita keluarkan dapat menjadi senyum bagi mereka yang membutuhkan, membantu pendidikan anak-anak dhuafa, meringankan beban keluarga kurang mampu, hingga mendukung berbagai program kemanusiaan dan pemberdayaan umat yang dijalankan oleh BAZNAS.

 Jangan menunggu kaya untuk berbagi. Jangan menunggu sempurna untuk bersedekah. Mulailah dari yang mampu hari ini, lalu terus melangkah dengan istiqamah.

19/06/2026 | Kontributor: BAZNAS
Jangan Menunggu Kaya untuk Menjadi Bermanfaat

Jangan Menunggu Kaya untuk Menjadi Bermanfaat

Pernah tidak, kamu ingin membantu orang lain tetapi langsung terlintas dalam pikiran, "Nanti saja kalau sudah banyak uang." Atau mungkin kamu pernah berpikir, "Kalau saya sudah sukses, baru saya akan banyak bersedekah dan membantu sesama."

Jangan menunggu kaya untuk menjadi bermanfaat
BAZNAS Kota Sukabumi

Sekilas, pemikiran seperti ini terdengar masuk akal. Namun jika dipikirkan lebih dalam, menunggu kaya untuk menjadi bermanfaat sering kali justru membuat seseorang menunda kebaikan tanpa batas waktu yang jelas.

Padahal dalam Islam, menjadi bermanfaat tidak selalu membutuhkan harta yang melimpah. Bahkan banyak kebaikan yang bisa dilakukan oleh siapa saja, kapan saja, dan dalam kondisi apa saja.

Menjadi Bermanfaat Tidak Harus Menunggu Banyak Harta

Salah satu kesalahpahaman yang sering terjadi adalah menganggap bahwa manfaat hanya bisa diberikan oleh orang yang kaya. Akibatnya, banyak orang merasa belum mampu berbuat baik karena kondisi ekonominya belum seperti yang diharapkan.

Padahal, pernahkah kamu merasakan semangat kembali setelah dinasihati oleh seseorang? Pernahkah kamu merasa terbantu karena ada orang yang mendengarkan keluh kesahmu? Atau pernahkah kamu tersenyum karena mendapatkan perlakuan baik dari orang lain?

Semua itu adalah bentuk manfaat yang tidak selalu berkaitan dengan uang.

Rasulullah SAW bersabda:

?????? ???????? ???????????? ?????????

Artinya:

"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya."

(HR. Ath-Thabrani)

Hadis ini tidak mengatakan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling kaya. Rasulullah justru menekankan manfaat yang diberikan kepada sesama.

Artinya, siapa pun memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi manusia terbaik di sisi Allah.

Kebaikan Kecil Bisa Berdampak Besar

Jangan pernah meremehkan kebaikan kecil.

Mungkin kamu hanya membantu seseorang menyeberang jalan. Mungkin kamu hanya mengajarkan ilmu yang kamu miliki. Mungkin kamu hanya membagikan informasi yang bermanfaat.

Bagi kita, hal itu mungkin terlihat biasa saja. Namun bagi orang lain, bisa jadi itulah pertolongan yang sedang mereka butuhkan.

Rasulullah SAW bersabda:

??? ??????????? ???? ???????????? ??????? ?????? ???? ??????? ??????? ???????? ??????

Artinya:

"Janganlah sekali-kali meremehkan suatu kebaikan, meskipun hanya bertemu saudaramu dengan wajah yang ramah."

(HR. Muslim)

Lihatlah betapa indahnya ajaran Islam. Bahkan senyuman dan keramahan pun dihitung sebagai kebaikan.

Jadi, jika hari ini kamu belum memiliki banyak harta, jangan merasa tidak bisa berkontribusi. Bisa jadi senyumanmu, waktumu, perhatianmu, atau ilmumu lebih berharga daripada yang kamu kira.

Jangan Menunggu Sempurna untuk Berbuat Baik

Banyak orang menunda kebaikan karena merasa dirinya belum sempurna.

"Nanti kalau saya sudah sukses."

"Nanti kalau saya sudah mapan."

"Nanti kalau saya punya banyak waktu."

Padahal tidak ada jaminan bahwa kesempatan itu akan selalu ada.

Kebaikan yang bisa dilakukan hari ini jangan ditunda sampai besok. Sebab kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan.

Sering kali justru orang-orang yang hidup sederhana memiliki hati yang paling ringan untuk membantu sesama. Mereka tahu rasanya kesulitan, sehingga lebih mudah memahami kebutuhan orang lain.

Allah Melihat Niat dan Usaha Kita

Yang dinilai oleh Allah bukan hanya hasil besar yang terlihat manusia. Allah juga melihat niat tulus dan usaha yang dilakukan oleh hamba-Nya.

Mungkin kamu hanya mampu bersedekah sedikit. Mungkin kamu hanya mampu membantu satu orang. Mungkin kamu hanya mampu memberikan doa.

Namun jika dilakukan dengan ikhlas, nilainya bisa sangat besar di sisi Allah.

Rasulullah SAW bersabda:

???????? ???????? ?????? ??????? ????????

Artinya:

"Lindungilah diri kalian dari api neraka walaupun hanya dengan bersedekah setengah butir kurma."

(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa ukuran di sisi Allah bukanlah besar kecilnya pemberian, melainkan ketulusan hati saat melakukannya.

Mulailah dari yang Kamu Bisa

Menjadi bermanfaat tidak harus menunggu kaya. Mulailah dari apa yang kamu miliki hari ini.

Jika punya ilmu, bagikan ilmu.

Jika punya tenaga, bantu dengan tenaga.

Jika punya waktu, gunakan untuk membantu orang lain.

Jika punya harta, bersedekahlah sesuai kemampuan.

Dan jika belum memiliki semua itu, setidaknya berikan doa yang baik untuk sesama.

Percayalah, dunia ini menjadi lebih indah karena orang-orang yang memilih untuk memberi manfaat, bukan karena orang-orang yang menunggu segalanya sempurna terlebih dahulu.

Jangan menunggu kaya untuk menjadi bermanfaat. Jangan menunggu sukses untuk berbuat baik. Jangan menunggu sempurna untuk membantu sesama.

Karena sesungguhnya, kebaikan tidak diukur dari seberapa banyak yang kamu miliki, tetapi dari seberapa besar kepedulian yang kamu berikan.

Siapa tahu, satu senyuman yang kamu berikan hari ini mampu menghibur hati seseorang. Siapa tahu, satu bantuan kecil yang kamu lakukan menjadi sebab datangnya keberkahan dalam hidupmu. Dan siapa tahu, kebaikan yang menurutmu sederhana justru menjadi amal yang paling berat timbangannya di hadapan Allah kelak.

Maka jangan menunggu kaya untuk menjadi bermanfaat. Mulailah hari ini, mulai dari yang kamu bisa, dan biarkan Allah yang melipatgandakan nilainya.

Banyak orang berpikir bahwa mereka akan mulai berbagi ketika sudah memiliki harta yang melimpah. Padahal, manfaat tidak selalu diukur dari seberapa banyak yang kita miliki, tetapi dari seberapa ikhlas kita memberi. Senyum, doa, bantuan kecil, hingga sedekah seribu rupiah pun bisa menjadi sebab hadirnya keberkahan dalam hidup.

Jangan menunggu kaya untuk berbuat baik. Sebab, sering kali justru kebaikan yang kita lakukan hari ini menjadi jalan datangnya rezeki yang lebih besar di masa depan. Allah SWT mencintai hamba yang gemar berbagi, baik dalam keadaan lapang maupun sempit.

19/06/2026 | Kontributor: BAZNAS
Sebelum Menganggap Ini Hukuman, Bacalah Dulu Penjelasan Ini

Sebelum Menganggap Ini Hukuman, Bacalah Dulu Penjelasan Ini

Pernahkah kamu mengalami masa-masa sulit yang membuatmu bertanya, "Apa Allah sedang menghukumku?"

Ketika masalah datang bertubi-tubi, doa terasa belum terkabul, rezeki terasa sempit, atau rencana hidup tidak berjalan sesuai harapan, pikiran seperti itu sering muncul. Bahkan, tidak sedikit orang yang mulai menyalahkan diri sendiri dan merasa sudah terlalu banyak melakukan kesalahan hingga Allah menurunkan hukuman kepadanya.

sebelum menganggap hukuman, bacalah dulu penjelasan ini
BAZNAS Kota Sukabumi

Padahal, sebelum terburu-buru menganggap semua kesulitan sebagai hukuman, ada satu hal penting yang perlu dipahami: tidak semua kesulitan adalah tanda murka Allah.

Bisa jadi, justru ada kebaikan besar yang sedang Allah siapkan di balik semua yang sedang kamu alami.

Ujian dan Hukuman Itu Berbeda

Dalam kehidupan, setiap manusia pasti akan menghadapi ujian. Orang kaya diuji dengan hartanya, orang miskin diuji dengan kekurangannya. Orang sehat diuji dengan kesehatannya, dan orang yang sakit diuji dengan penyakitnya.

Allah berfirman:

??????????????????? ???????? ????? ????????? ?????????? ???????? ????? ???????????? ????????????? ?????????????? ? ????????? ?????????????

Artinya:

"Dan sungguh, Kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar."

(QS. Al-Baqarah: 155)

Perhatikan ayat tersebut. Allah tidak mengatakan bahwa kesulitan hanya menimpa orang yang banyak dosa. Justru Allah menjelaskan bahwa ujian adalah bagian dari kehidupan manusia.

Jadi, saat kesulitan datang, jangan langsung menyimpulkan bahwa Allah sedang membencimu.

Orang-Orang Saleh Pun Diuji

Kalau kesulitan selalu berarti hukuman, lalu bagaimana dengan para nabi?

Mereka adalah manusia pilihan Allah, tetapi justru menghadapi ujian yang sangat berat.

Nabi Ayyub diuji dengan penyakit bertahun-tahun.
Nabi Yusuf pernah dipisahkan dari keluarganya dan dipenjara.
Nabi Ibrahim diuji dengan berbagai pengorbanan yang luar biasa.
Bahkan Nabi Muhammad SAW mengalami kehilangan orang-orang tercinta, penolakan, dan berbagai kesulitan dalam dakwahnya.

Rasulullah SAW bersabda:

??????? ???????? ??????? ?????????????? ????? ??????????? ?????????????

Artinya:

"Manusia yang paling berat ujiannya adalah para nabi, kemudian orang-orang yang paling baik setelah mereka, lalu yang berikutnya."

(HR. Tirmidzi)

Hadis ini mengingatkan kita bahwa beratnya ujian bukan ukuran kebencian Allah. Justru terkadang ujian datang kepada orang-orang yang paling dicintai-Nya.

Bisa Jadi Allah Sedang Mengangkat Derajatmu

Ada kalanya Allah mengizinkan seseorang menghadapi kesulitan bukan untuk menghukumnya, tetapi untuk membersihkan dosa dan mengangkat derajatnya.

Rasulullah SAW bersabda:

??? ??????? ??????????? ???? ?????? ????? ?????? ????? ????? ????? ?????? ????? ????? ????? ????? ?????? ??????????? ?????????? ?????? ??????? ??????? ????? ???? ??????????

Artinya:

"Tidaklah seorang muslim tertimpa kelelahan, penyakit, kegelisahan, kesedihan, gangguan, atau kesusahan, bahkan duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapus sebagian dosa-dosanya karena hal itu."

(HR. Bukhari dan Muslim)

Bayangkan, bahkan rasa sakit sekecil tertusuk duri pun bisa menjadi sebab dihapuskannya dosa. Lalu bagaimana dengan kesabaranmu menghadapi masalah yang jauh lebih besar?

Karena itu, jangan hanya melihat kesulitannya. Cobalah melihat apa yang sedang Allah bentuk dalam dirimu melalui ujian tersebut.

Kadang Kesulitan Adalah Cara Allah Mengembalikan Kita

Ada satu hal yang sering terjadi dalam hidup. Saat semuanya berjalan lancar, manusia mudah terlena. Kita sibuk mengejar dunia hingga lupa memperbaiki hubungan dengan Allah.

Lalu datanglah sebuah ujian.

Bukan untuk menghancurkan, tetapi untuk menyadarkan.

Bukan untuk menjauhkan, tetapi untuk mengembalikan.

Berapa banyak orang yang akhirnya rajin berdoa setelah mengalami kesulitan? Berapa banyak yang mulai mendekat kepada Allah setelah sebelumnya jarang beribadah?

Terkadang kesulitan adalah panggilan lembut dari Allah agar kita kembali mengingat-Nya.

Jangan Menilai Terlalu Cepat

Masalah terbesar ketika menghadapi ujian adalah kita sering menilai terlalu cepat. Baru beberapa hari menghadapi kesulitan, kita sudah menyimpulkan bahwa hidup tidak adil.

Padahal kita tidak tahu apa yang sedang Allah siapkan.

Bisa jadi pekerjaan yang gagal menyelamatkanmu dari sesuatu yang buruk.

Bisa jadi keinginan yang tertunda sedang diganti dengan sesuatu yang lebih baik.

Bisa jadi kesulitan hari ini sedang membentuk dirimu menjadi pribadi yang lebih kuat dan lebih dekat kepada Allah.

Jika hari ini kamu sedang menghadapi masalah, jangan buru-buru berkata, "Ini pasti hukuman dari Allah."

Sebelum menganggap ini hukuman, pahamilah bahwa Allah memiliki banyak cara untuk mendidik, menguatkan, membersihkan, dan mengangkat derajat hamba-Nya.

Tidak semua air mata adalah tanda murka-Nya.

Tidak semua kesulitan adalah hukuman.

Kadang, justru di balik ujian yang paling berat, Allah sedang menyiapkan pelajaran, kedewasaan, dan kebaikan yang belum mampu kita lihat hari ini.

Maka tetaplah bersabar, terus berdoa, dan jangan kehilangan prasangka baik kepada Allah. Karena sering kali, kita baru memahami alasan sebuah ujian setelah berhasil melewatinya.

Terkadang hidup terasa berat. Doa yang belum terkabul, rezeki yang terasa sempit, usaha yang belum membuahkan hasil, atau masalah yang datang silih berganti. Dalam kondisi seperti itu, tidak sedikit orang yang langsung berpikir, "Apakah ini hukuman dari Allah?"

Padahal, belum tentu demikian. Bisa jadi apa yang sedang kita alami justru merupakan bentuk kasih sayang Allah, cara Allah menghapus dosa, meninggikan derajat, atau mengarahkan kita menuju kebaikan yang belum kita lihat saat ini.

Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk hamba-Nya. Sering kali manusia hanya melihat kesulitan yang sedang dihadapi, sementara Allah melihat masa depan yang jauh lebih luas. Karena itu, jangan terburu-buru berprasangka buruk kepada-Nya.

Di saat menghadapi ujian, ada satu amalan yang sering menjadi jalan datangnya keberkahan dan pertolongan Allah, yaitu zakat, infak, dan sedekah. Harta yang kita keluarkan di jalan Allah tidak akan mengurangi kekayaan kita, justru menjadi sebab bertambahnya keberkahan dalam hidup.

Rasulullah ? bersabda:

"Harta tidak akan berkurang karena sedekah."
(HR. Muslim)

Mungkin saat ini kita belum bisa memahami hikmah di balik setiap ujian. Namun kita tetap bisa memilih untuk mendekat kepada Allah melalui amal kebaikan. Salah satunya dengan menunaikan zakat, infak, dan sedekah kepada mereka yang membutuhkan.

19/06/2026 | Kontributor: BAZNAS
5 Cara Menenangkan Hati Menurut Islam

5 Cara Menenangkan Hati Menurut Islam

Pernah merasa hati gelisah tanpa tahu penyebabnya? Padahal pekerjaan berjalan baik, kebutuhan tercukupi, dan kehidupan terlihat baik-baik saja. Namun entah mengapa, hati terasa berat, pikiran mudah cemas, dan sulit merasakan ketenangan.

5 cara menenangkan hati menurut islam

BAZNAS Kota Sukabumi

Perasaan seperti ini sebenarnya pernah dialami banyak orang. Dalam kehidupan yang serba cepat, kita sering sibuk mengejar berbagai hal hingga lupa merawat hati. Padahal, ketenangan sejati tidak selalu datang dari banyaknya harta, jabatan, atau pujian manusia. Islam mengajarkan bahwa ketenangan hati berasal dari kedekatan dengan Allah SWT.

Jika akhir-akhir ini hatimu terasa lelah, cobalah lima cara berikut untuk menenangkan hati menurut ajaran Islam.

1. Perbanyak Mengingat Allah (Dzikir)

Salah satu cara paling ampuh untuk menenangkan hati adalah dengan memperbanyak dzikir. Saat hati dipenuhi dengan mengingat Allah, kegelisahan perlahan akan berkurang.

Allah SWT berfirman:

????? ???????? ??????? ??????????? ??????????

Artinya:

"Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram."
(QS. Ar-Ra'd: 28)

Saat merasa cemas, cobalah melafalkan istighfar, tasbih, tahmid, atau kalimat Laa ilaaha illallah. Mungkin masalahmu belum langsung selesai, tetapi hati akan terasa lebih ringan karena menyadari bahwa Allah selalu bersama hamba-Nya.

2. Curhat kepada Allah dalam Doa

Sering kali kita menyimpan terlalu banyak beban sendirian. Kita bercerita kepada teman, keluarga, atau media sosial, tetapi lupa mencurahkan semuanya kepada Allah.

Padahal Allah adalah tempat terbaik untuk mengadu.

Rasulullah SAW bersabda:

?????? ?????? ???????? ????? ??????? ???? ??????????

Artinya:

"Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah daripada doa."
(HR. Tirmidzi)

Saat hati sedang sempit, ambillah wudhu lalu berdoalah. Sampaikan semua yang ada di dalam hati. Tidak perlu menggunakan kata-kata yang indah. Allah memahami setiap air mata, keluh kesah, dan harapan yang tersimpan dalam hati kita.

3. Perbanyak Membaca Al-Qur'an

Al-Qur'an bukan hanya untuk dibaca saat ada waktu luang. Al-Qur'an adalah petunjuk dan penyejuk hati bagi orang-orang yang beriman.

Banyak orang yang merasakan ketenangan luar biasa setelah meluangkan waktu beberapa menit setiap hari untuk membaca Al-Qur'an. Bahkan ketika tidak memahami seluruh maknanya, hati tetap merasakan kedamaian yang sulit dijelaskan.

Allah SWT berfirman:

??????????? ???? ?????????? ??? ???? ??????? ?????????? ???????????????

Artinya:

"Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman."
(QS. Al-Isra: 82)

Mulailah dari beberapa ayat setiap hari. Sedikit tetapi konsisten akan lebih baik daripada banyak namun jarang dilakukan.

4. Bersyukur atas Nikmat yang Ada

Terkadang hati gelisah karena terlalu fokus pada apa yang belum dimiliki. Kita sibuk melihat kehidupan orang lain hingga lupa mensyukuri nikmat yang sudah Allah berikan.

Padahal masih banyak karunia yang sering kita anggap biasa: kesehatan, keluarga, udara yang kita hirup, makanan yang tersedia, dan kesempatan untuk beribadah.

Rasulullah SAW bersabda:

????????? ????? ???? ???? ???????? ???????? ????? ?????????? ????? ???? ???? ??????????

Artinya:

"Lihatlah orang yang berada di bawah kalian dan jangan melihat orang yang berada di atas kalian."
(HR. Bukhari dan Muslim)

Dengan bersyukur, hati akan lebih mudah menerima keadaan dan merasakan ketenangan yang selama ini dicari.

5. Membantu dan Membahagiakan Orang Lain

Mungkin terdengar sederhana, tetapi berbuat baik kepada orang lain bisa menjadi obat bagi hati yang gelisah.

Ketika kita membantu sesama, hati akan merasakan kebahagiaan yang berbeda. Kita menjadi lebih sadar bahwa hidup bukan hanya tentang diri sendiri.

Rasulullah SAW bersabda:

??????? ???????? ????? ??????? ???????????? ?????????

Artinya:

"Manusia yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi manusia."
(HR. Thabrani)

Kebaikan tidak harus selalu berupa uang. Senyuman, bantuan tenaga, nasihat yang baik, atau sekadar mendengarkan keluh kesah seseorang juga termasuk bentuk kebaikan yang bernilai di sisi Allah.

Setiap orang pasti pernah mengalami masa-masa sulit, cemas, dan merasa lelah secara batin. Namun jangan biarkan hatimu terlalu lama tenggelam dalam kegelisahan. Islam telah memberikan banyak jalan untuk menemukan ketenangan.

Mulailah dengan memperbanyak dzikir, berdoa, membaca Al-Qur'an, bersyukur, dan membantu sesama. Mungkin masalah hidup tidak langsung hilang dalam sekejap, tetapi hati akan menjadi lebih kuat dalam menghadapinya.

Ingatlah, ketenangan sejati bukan ketika hidup tanpa masalah, melainkan ketika hati tetap dekat dengan Allah di tengah berbagai ujian kehidupan. Karena saat Allah berada di dalam hati kita, tidak ada beban yang terlalu berat untuk dijalani.

Setelah berusaha menenangkan hati dengan memperbanyak dzikir, doa, dan tawakal kepada Allah, ada satu amalan yang sering kali menghadirkan ketenangan yang luar biasa, yaitu bersedekah, berinfak, dan menunaikan zakat.

Saat kita berbagi kepada sesama, bukan hanya mereka yang merasakan manfaatnya, tetapi hati kita pun ikut merasakan kebahagiaan dan kelapangan. Allah SWT menjanjikan bahwa harta yang dikeluarkan di jalan-Nya tidak akan berkurang, bahkan akan diganti dengan keberkahan yang lebih besar.

Jika Anda ingin membersihkan harta sekaligus membantu saudara-saudara yang membutuhkan di Kota Sukabumi, tunaikan zakat, infak, dan sedekah Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi. BAZNAS menyediakan layanan pembayaran yang aman, mudah, dan sesuai syariat untuk berbagai jenis dana zakat, infak, dan sedekah.

19/06/2026 | Kontributor: BAZNAS

Artikel Terbaru

SEDEKAH MUDAH, AGAR LEBIH BERKAH
SEDEKAH MUDAH, AGAR LEBIH BERKAH
Sedekah tak melulu tentang harta loh sahabat. Amal atau perbuatan baik kepada orang lain juga sudah termasuk sedekah. Bahkan memberikan senyuman kepada sesama termasuk sedekah. Hal ini tercantum dalam hadis HR. Tirmidzi dan Abu Dzar. sedekah adalah amalan baik yang sangat dicintai oleh Allah SWT. Sejalan dengan itu tak dipungkiri bila ada sebuah ungkapan tangan di atas lebih baik daripada tangan dibawah dan berlomba-lombalah dalam bersedekah. Kalimat tersebut merupakan motivasi untuk manusia, khususnya umat Islam selalu berbagi dalam keadaan suka maupun duka. Karena, Islam selalu mengajarkan umatnya untuk menyisihkan sebagian hartanya dengan cara bersedekah kepada orang lain yang membutuhkan. Selain untuk berbagi dan sebagai bekal amal di akhirat, sedekah bertujuan untuk menyucikan harta. Sedekah tak harus dilakukan pada saat membayar zakat ataupun infak. Dimana pun dan kapan pun kamu bisa bersedekah, yang terpenting niatkan hati baikmu. Besar kecilnya adalah urusan Allah SWT. Ganjarannya adalah amalan baik. Pada zaman digital saat ini, menyedekahkan Sebagian dari harta sahabat bisa lebih mudah. Karena sudah banyak platform digital yang mewadahi sahabat untuk beramal baik. lembaga-lembaga filantropi islam juga sudah memiliki platform digital untuk mempermudah sahabat berbuat kebaikan. Apapun bentuk dan model sedekahnya, baik online maupun offline pada intinya sedekah, zakat dan infak tersebut harus langsung sampai pada orang yang berhak menerima dan mendapatkan manfaatnya. Mungkin masih ada yang beranggapan bahwa dengan layanan sedekah online akan menciptakan jarak antara kita dengan penerima manfaat sedekah. Namun hal tersebut tidak berarti mengurangi nilai dari sedekah itu sendiri. Sebaliknya, kita melatih diri untuk memberi tanpa mengharap feedback, juga implementasi dari tangan kanan memberi tangan kiri tidak mengetahui. Apabila kamu menampakkan sedekahmu, maka itu merupakan baik sekali dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagi mu.” [Al Baqarah ayat 271] Jadi, mari perbanyak sedekah agar hidup lebih berdekah di https://kotasukabumi.baznas.go.id/sedekah
ARTIKEL23/09/2025 | Khoirunisa
Zakat : Kunci Merdeka dari Belenggu Kemiskinan
Zakat : Kunci Merdeka dari Belenggu Kemiskinan
Kemiskinan masih menjadi tantangan besar dari banyak negara termasuk Indonesia. kemiskinan itu tidak hanya tentang kekurangan uang, tapi lebih dari itu. Ini soal akses, kesempatan, dan masa depan. Nah, di tengah gempuran masalah ekonomi, ada satu solusi yang sudah ada sejak lama islam ajarkan. Solusi tersebut adalah : zakat. Zakat bisa menjadi kunci merdeka dari belenggu kemiskinan. Zakat sudah Allah perintahkan tertulis dalam Al-Quran QS. At-Taubah ayat 103 sebagai kewajiban untuk muslim dan muslimah yang memiliki kelebihan harta. Islam juga mengatur besaran zakat yang perlu dikeluarkan dan tidak memberatkan karena hanya 2,5% dari harta yang sudah mencapai nishab dan haul. Di zaman Rasulullah pengumpulan zakat dilakukan oleh pemerintah melalui Baitul maal. Bahkan saat di zaman Khalifah Umar Bin Abdul Aziz, zakat berlimpah ruah hingga petugas amil zakat cukup kesulitan mencari orang miskin yang membutuhkan. Umar bin Abdul Aziz mampu melakukan berbagai refromasi yang berdampak sangat signifikan bagi ekonomi dan kesejahteraan masyarakatnya. Dampak Zakat untuk Ekonomi Dengan pengelolaan zakat yang baik, harta masyarakat akan didistribukan secara merata dan tepat sasaran untuk mereka yang membutuhkan. Ketika zakat dibagikan secara merata, orang-orang yang ada di garis kemiskinan bisa punya akses ke kebutuhan dasar seperti makan, tempat tinggal, dan pendidikan. Bahkan, ada juga yang bisa pakai dana zakat untuk mulai usaha kecil. Hal Ini membuat mereka punya kesempatan buat bangkit dari kemiskinan. Nggak cuma itu, zakat juga bisa menjaga stabilitas ekonomi. Ketika ada krisis ekonomi atau bencana, dana zakat bisa jadi penopang buat mereka yang terdampak. Jadi, zakat nggak cuma sekadar bantuan sementara, tapi juga jadi perlindungan sosial yang efektif. Apabila masyarakat sejahtera, kemungkinan kriminalitas seperti pencurian karena membutuhkan uang juga sangat memungkinkan untuk berkurang. Pemberdayaan Masyarakat Melalui Zakat Selain dampak langsung dalam mengurangi kemiskinan, zakat juga dapat digunakan untuk memberdayakan masyarakat. Misalnya, dengan mendirikan lembaga pendidikan, fasilitas kesehatan, atau program pelatihan keterampilan. Melalui pendekatan ini, zakat tidak hanya memberikan bantuan sementara, tetapi juga memberikan alat yang dibutuhkan untuk menciptakan perubahan jangka panjang. Misalnya, berbagai bantuan UMKM yang diinisiasi oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Sukabumi, bantuan UMKM ini tidak hanya memberikan modal tapi juga membekali penerima manfaat dengan keterampilan dan pengetahuan. Dengan program ini, UMKM yang terlibat mengalami peningkatan pendapatan. Zakat adalah kunci untuk merdeka dari belenggu kemiskinan. Dengan pengelolaan dan distribusi yang baik, zakat dapat menjadi instrumen efektif dalam mengentaskan kemiskinan, memberdayakan masyarakat, dan menjaga stabilitas ekonomi. Oleh karena itu, penting bagi setiap Muslim yang mampu untuk menunaikan zakat dan berperan aktif dalam membangun masyarakat yang lebih adil dan sejahtera. Mari tunaikan zakat melaui https://baznaskotasukabumi.com/zakat/
ARTIKEL23/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
Ini dia tanaman yang diabadikan dalam al-quran
Ini dia tanaman yang diabadikan dalam al-quran
Al-Qur'an, kitab suci umat Islam, tak hanya kaya akan nilai spiritual dan tuntunan hidup, tetapi juga memuat kekayaan alam yang menakjubkan. Di balik ayat-ayatnya yang penuh hikmah, terselip berbagai jenis tanaman yang disebutkan dengan keistimewaan dan manfaatnya masing-masing. Mari kita telusuri beberapa tanaman dalam Al-Qur'an beserta ayat-ayat yang menyertainya: 1. Kurma: Buah Surgawi Penuh Manfaat (Al-Baqarah: 266) "Dan Dia menurunkan dari langit hujan, lalu menumbuhkan thereby tanaman-tanaman, lalu Dia mengeluarkan therefrom biji-bijian yang berlapis-lapis. Dan dari pohon kurma yang tinggi Dia mengeluarkan tandan-tandan buah yang tersusun rapi." Kurma, buah yang identik dengan bulan Ramadhan, ternyata memiliki kedudukan istimewa dalam Al-Qur'an. Disebutkan dalam 17 ayat, kurma dianalogikan sebagai rezeki yang berlimpah dan penuh berkah. Tak hanya lezat, kurma kaya nutrisi dan serat, menjadikannya camilan sehat dan bergizi. 2. Tin: Buah Manis Kaya Manfaat (Al-An-Nahl: 11) "Dan Dia menciptakan pula kebun-kebun kurma, anggur, dan zaitun, dan pisang, dan berbagai macam buah-buahan yang lezat." Tin atau buah ara, disebutkan dalam Al-An-Nahl ayat 11, digambarkan sebagai buah lezat dengan berbagai jenisnya. Rasanya yang manis dan manfaatnya bagi kesehatan menjadikannya salah satu anugerah Allah yang patut disyukuri. 3. Zaitun: Simbol Perdamaian dan Berkah (Al-Tin: 6) "Dan (Kami telah menciptakan) zaitun dan kurma, dan anggur dan inai, dan pisang, dan berbagai macam buah-buahan, dan yang lainnya." Zaitun, tanaman yang identik dengan perdamaian, disebutkan dalam Al-Qur'an sebanyak 6 kali. Minyak zaitunnya pun memiliki banyak manfaat, baik untuk kesehatan maupun kecantikan. Dalam Al-Tin ayat 6, zaitun digambarkan sebagai tanaman yang diberkahi dan menjadi simbol perdamaian. 4. Anggur: Buah Lezat Penuh Nutrisi (Al-A'raf: 160) "Dan dari buah kurma dan anggur kamu buat minuman yang memabukkan dan minuman yang baik." Anggur, buah yang digemari banyak orang, disebutkan dalam Al-Qur'an sebanyak 14 kali. Rasanya yang lezat dan menyegarkan menjadikannya minuman favorit banyak orang. Al-A'raf ayat 160 mengingatkan bahwa anggur dapat diolah menjadi minuman yang memabukkan, namun juga dapat diolah menjadi minuman yang menyehatkan. 5. Pisang: Tanaman Penuh Manfaat (Al-An-Nahl: 11) "Dan Dia menciptakan pula kebun-kebun kurma, anggur, dan zaitun, dan pisang, dan berbagai macam buah-buahan yang lezat." Pisang, tanaman yang mudah ditanam dan berbuah lebat, disebutkan dalam Al-An-Nahl ayat 11. Selain buahnya yang lezat, pisang juga memiliki banyak manfaat, seperti batangnya yang dapat diolah menjadi berbagai makanan dan daunnya yang bermanfaat untuk kesehatan. 6. Buah Bidara: Tanaman Kaya Manfaat dan Keberkahan (Al-Waqiah: 27-29) "Di dalam Jannah ada buah bidara dan pohon pisang." Buah bidara, yang identik dengan tradisi ruwatan, disebutkan dalam Al-Waqiah ayat 27-29. Daun bidara dipercaya memiliki banyak manfaat, seperti untuk mengobati gangguan kesehatan dan menangkal gangguan jin. 7. Lidah Buaya: Tanaman Berkhasiat dengan Segudang Manfaat (Al-Alaq: 1) "Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia menciptakan manusia dari segumpal darah yang terpancar." Walaupun tidak secara eksplisit disebutkan, lidah buaya diyakini oleh beberapa ulama sebagai salah satu tanaman yang dimaksud dalam Al-Alaq ayat 1. Lidah buaya terkenal dengan khasiatnya untuk kesehatan kulit, rambut, dan pencernaan.
ARTIKEL22/09/2025 | Khoirunisa
Sejarah Nabi Muhammad saw : dari lahir hingga wafatnya sang Rasul
Sejarah Nabi Muhammad saw : dari lahir hingga wafatnya sang Rasul
Kelahiran Rasulullah SAW Rasulullah saw dilahirkan pada hari Senin, 12 Rabi’ul Awwal bertepatan dengan tahun gajah. Bertepatan pada tanggal 21 April 571 M. Beliau dilahirkan dari suku Quraisy, yaitu suku paling terkenal dan sangat dihormati oleh masyarakat Arab pada waktu itu. Dari suku Quraisy tersebut, beliau berasal dari Bani Hasyim, anak suku yang sangat dihormati ditengah suku Qurasiy. Nabi Muhammad saw lahir dalam keaadan yatim. Karena ayahanda Rasulullah saw meninggal dunia sejak nabi berada dalam kandungan ibunda tercinta dalam usia 2 bulan. Setelah lahir Nabi Muhammad saw dibesarkan oleh kakeknya, Abdul Muthalib, dan kemudian diasuh serta disusui oleh Halimah Sa'diyah, seorang wanita yang dengan keikhlasannya, Allah karuniakan kelimpahan air susu saat menyusui Nabi kecil. Semasa kecil, Nabi Muhammad saw tumbuh sebagai anak yatim. Meskipun kehilangan ayah dan di usia 6 tahun ibunya meninggal, beliau tetap berada dalam asuhan kakeknya. Saat kakeknya wafat saat itu nabi berusia 8 tahun,lalu dibesarkan oleh pamannya yang bernama Abu Thalib, Pamannya mengambil alih tanggung jawab untuk merawatnya. Meskipun tumbuh dalam keterbatasan, Nabi menunjukkan sikap yang mulia sejak kecil, dikenal dengan kecerdasannya serta kejujurannya. Pada saat Rasulullah saw, Abu Thalib mengajaknya berdagang ke negeri Syam. Sesampainya di perkampungan Bushra mereka disambut oleh pendeta bernama Buhaira. Semua rombongan turun memenuhi jamuan dari sang pendeta kecuali Rasulullah SAW. Sang paman menceritakan sifat-sifat yang dimiliki Nabi Muhammad SAW kepada Buhaira, saat itu Buhaira mengatakan bahwasannya anak ini akan menjadi pemimpin yang besar di suatu hari nanti karena sang pendeta mengetahui ciri-cirinya dari kitab-kitab yang dikaji oleh sang pendeta. Maka pada saat itu Buhaira meminta kepada Abu Thalib untuk tidak membawa nya pergi ke negeri Syam karena khawatir kaum Yahudi yang berada disana akan mencelakai Nabi Muhammad SAW. Akhirnya Abu Thalib memerintahkan anak buahnya untuk membawa kembali Nabi Muhammad SAW ke Mekkah. Pernikahan Nabi Muhammad SAW dengan Khadijah Pada usia 25 tahun, Nabi Muhammad saw mulai berdagang bersama seorang wanita kaya raya bernama Khadijah. Khadijah memberikan modal kepada Nabi Muhammad saw dengan sistem bagi hasil. Mendengar kejujuran dan budi pekerti yang luhur, akhirnya melamar beliau melalui sahabatnya, Nafisah binti Umayyah. Pernikahan mereka menjadi simbol kebahagiaan dan cinta yang tulus, dengan Khadijah mendukung perjuangan dakwah Nabi hingga akhir hayatnya. Ketika usia Rasulullah saw mendekati 40 tahun, beliau mulai suka menyendiri dan menghindar dari hingar bingar kehidupan kaumnya yang penuh kesyirikan dan perbuatan nista. Berbekal sekantong makanan dan air secukupnya, beliau sering pergi menuju gua hira yang berjarak sekitar 2 mil dari kota Mekkah. Dalam kesendiriannya tersebut, nabi menghabiskan waktunya untuk beribadah dan merenungi kebesaran alam di sekelilingnya serta menyadari akan adanya kekuasaan yang agung dibalik semua penciptaan ini. Pada usia 40 tahun, saat Nabi Muhammad saw sedang beribadah di Gua Hira, beliau menerima wahyu pertama dari Allah melalui Malaikat Jibril. Ayat pertama yang diturunkan adalah Surah Al-'Alaq ayat 1-5, yang memulai peran beliau sebagai Rasul terakhir. Peristiwa ini menjadi titik awal dakwah Islam, yang kemudian disebarluaskan secara perlahan di kalangan keluarga terdekatnya. Setelah menerima wahyu, Nabi Muhammad saw mulai berdakwah secara terang-terangan. Meskipun mendapat dukungan dari sebagian kecil keluarga dan sahabat, dakwah beliau mendapat tantangan besar dari kaum Quraisy. Mereka menentang ajaran Islam karena khawatir hal tersebut akan merusak agama nenek moyang yang menyembah berhala. Abu Jahal dan Abu Lahab, dua tokoh Quraisy, termasuk yang paling vokal menentang Nabi, bahkan mereka tidak segan-segan menyebar fitnah dan melakukan kekerasan terhadap Nabi dan para pengikutnya. Karena tekanan yang semakin besar di Mekkah, Nabi Muhammad saw dan para pengikutnya akhirnya melakukan hijrah ke Madinah pada tahun 622 M. Di sana, Nabi diterima dengan baik dan mulai membangun masyarakat Islam yang kuat. Pada tahun kedua Hijriah, perintah zakat dan kurban mulai disampaikan kepada umat Islam sebagai bagian dari ajaran untuk berbagi dan membantu sesama. Wafatnya Nabi Muhammad SAW Ketika dakwah sudah semakin sempurna, dan islam sudah mengendalikan keadaan, mulailah tampak tanda-tanda perpisahan Rasulullah saw. Hal tersebut tampak dari perasaan, ucapan maupun perbuatan beliau. Pada hari senin ketika kaum muslimin akan melaksanakan shalat shubuh diimami Abu Bakar, Rasulullah saw membuka tirai rumahnya untuk melihat mereka, beliau tersenyum. Abu Bakar mundur kebarisan shaff shalat, karena dia mengira bahwa Rasul akan menjadi imam shalat. Namun Rasulullah saw melambaikan tangannya dan memberikan isyarat agar mereka meneruskan shalatnya, kemudian beliau masuk kembali ke kamarnya dan menutup tirai rumahnya. Setelah kejadian itu waktu dhuha, hari senin 12 Rabi’ul Awwal, tahun 11 H, tepatnya usia Nabi Muhammad SAW 63 tahun. Nabi Muhammad saw wafat meninggalkan umatnya pada masa itu. Kesedihan pun saat itu memuncak karena ditinggalkan oleh sang kekasih tercinta yaitu Nabi Muhammad SAW. Semoga kita salah satu hamba Allah swt yang mendapatkan syaafatul ujma nanti di yaumil akhir aamiin ya rabbal ‘alamin.
ARTIKEL22/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
Sedekah Menghapus Dosa
Sedekah Menghapus Dosa
Sebagaimana manusia tentunya kita tidak luput dengan dosa, namun Allah Maha Pengampun memberikan kita kesempatan untuk bertaubat dan menghapus dosa-dosanya dengan cara yang yang diridhai oleh Nya. Jika noda pada pakaian dibersihkan dengan sabun cuci atau detergen, dosa pada hati dapat dibersihkan salah satunya dengan sedekah. Dalam bersedekah terdapat banyak keutamaan yang akan menjadikan seseorang mendapatkan berbagai manfaat dan keutamaan, salah satunya sedekah bisa menghapus dosa. Benarkah dengan bersedekah bisa menghapus dosa ? Nabi SAW bersabda “Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air itu memadamkan api ” (HR. At- Tirmidzi) Dan Allah Berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 271 “Jika kamu menampakkan sedekah-sedekahmu, maka itu baik. Dan jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, maka itu lebih baik bagimu dan Allah akan menghapus sebagian kesalahan-kesalahanmu. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan” Dosa ibarat api yang akan padam dari pahala sedekah. Akan tetapi, bukan berarti dosa-dosa akan terhapuskan begitu saja tanpa disertai dengan perbuatan baik lainya. Sedekah bisa diberikan baik non materi seperti senyum, memberikan ilmu yang kita miliki, mengeluarkan tenaga untuk membantu orang lain, dll. Sedekah juga bisa diberikan secara materi dalam bentuk uang, barang, ataupun makanan. Untuk bersedekah sahabat tidak perku khawatir besar kecilnya jumlah sedekah yang kita berikan, yang terpenting adalah niat kita dalam mencari ridho Allah swt dan semoga bisa menjadi jalan penebusan dosa-dosa yang tanpa kita sadar sudah menumpuk. Jadi, ayo jangan lupa bersedekah lewat https://kotasukabumi.baznas.go.id/sedekah
ARTIKEL22/09/2025 | Khoirunisa
Silsilah Nabi Muhammad saw : Menelusuri Garis Keturunan Rasulullah saw
Silsilah Nabi Muhammad saw : Menelusuri Garis Keturunan Rasulullah saw
Nabi Muhammad SAW adalah seorang Rasul yang dipilih oleh Allah swt untuk membawa risalah Islam kepada umat manusia. Silsilah Nabi Muhammad merupakan garis keturunan yang menunjukkan asal-usul beliau hingga Nabi Ibrahim AS. Nabi Muhammad saw berasal dari kabilah Quraisy, suku terhormat di Jazirah Arab. Silsilah ini menunjukkan bahwa nabi Muhammad saw memiliki garis keturunan yang sangat dihormati serta dimuliakan diwilayah jazirah Arab. Kedua orang tua Nabi Muhammad saw, yaitu Abdullah dan Aminah, berasal dari keluarga yang dihormati. Abdullah, ayah beliau, adalah putra Abdul Muththalib, seorang pemimpin terkemuka suku Quraisy yang dikenal karena kebijaksanaannya. Sedangkan Aminah binti Wahab, ibunda Nabi, juga berasal dari keluarga yang mulia dan terpandang di kalangan Quraisy. Beliau adalah Abu al-Qasim Muhammad bin Abdullah bin Abdul Mutthalib bin Hasyim bin Abdimanaf bin Qusay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin an-Nadhr bin Kinanah bin Khuzaima bin Mudrikah bin Ilyas bin bin Mudhar bin Nizar bin Maad bin Adnan bin Udad bin al-Muqawwam bin Nahur bin Tayrah bin Ya'rub bin Yasyjub bin Nabit bin Ismail bin Ibrahim "Kekasih Allah" (alaihima as-salam) bin Tarih atau Azar bin Nahur bin Saru’ bin Ra’u bin Falikh bin Aybir bin Syalikh bin bin Arfakhsyad bin Sam bin Nuh (alaihis salam) bin Lamk bin Mutusyalkh bin Akhnukh - yaitu Nabi Idris keturunan Nabi Adam yang pertama menjadi nabi dan yang menulis dengan pena – bin Yarda bin Mahlil bin Qinan bin Yanish bin Syits bin Adam alaihissalam. Nasab ini disebutkan oleh Muhammad bin Ishak bin Yasar al-Madani di salah satu riwayatnya. Nasab Rasulullah sampai Adnan disepakati oleh para ulama, sedangkan setelah Adnan terjadi perbedaan pendapat. Yang dimaksud Quraisy adalah putra Fihr bin Malik atau an-Nadhr bin Kinanah. Nasab Nabi Muhammad saw tidak hanya menjadi bukti kemuliaan silsilah beliau, tetapi juga menunjukkan bahwa Allah swt telah memilih seorang utusan dari garis keturunan yang terjaga kehormatannya. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur'an yang menyebutkan bahwa Rasulullah saw adalah teladan terbaik bagi umat manusia: “Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah”. Dengan nasab yang mulia ini, Nabi Muhammad saw tumbuh sebagai seorang pribadi yang dihormati bahkan sebelum diangkat menjadi Rasul. Kejujuran, kebaikan, dan amanah yang melekat pada dirinya telah menjadikannya panutan sejak usia muda, hingga beliau diutus oleh Allah swt untuk menyampaikan ajaran Islam.
ARTIKEL22/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
Cara Kreatif untuk Mengajarkan Anak Tentang Sedekah
Cara Kreatif untuk Mengajarkan Anak Tentang Sedekah
Mengajarkan anak tentang sedekah sejak dini adalah investasi kebaikan yang akan terus mengalir. Anak-anak yang terbiasa berbagi akan tumbuh menjadi pribadi yang peduli dan empati terhadap sesama. Namun, bagaimana cara membuat mereka memahami pentingnya sedekah dengan cara yang menyenangkan? Berikut beberapa cara kreatif yang bisa diterapkan oleh orang tua dan guru dalam mendidik anak tentang sedekah : 1. Beri Contoh Langsung dalam Kehidupan Sehari-hari Anak-anak adalah peniru ulung. Jika mereka melihat orang tuanya bersedekah dengan tulus, mereka akan terdorong untuk melakukan hal yang sama. Ajak anak untuk ikut serta ketika Anda memberikan sedekah, baik itu dalam bentuk uang, makanan, atau barang. Misalnya, saat ke masjid, biarkan mereka memasukkan uang ke kotak amal atau membagikan makanan kepada yang membutuhkan. 2. Gunakan Celengan Sedekah Sediakan celengan khusus untuk sedekah dan ajak anak untuk mengisinya sedikit demi sedikit dari uang saku mereka. Beri pemahaman bahwa celengan ini akan digunakan untuk membantu teman-teman yang kurang mampu. Ketika sudah penuh, ajak anak untuk menyerahkan sedekahnya ke lembaga amil zakat terpercaya seperti BAZNAS Kota Sukabumi. 3. Cerita Inspiratif tentang Sedekah Gunakan cerita atau dongeng Islami yang mengisahkan tentang keutamaan sedekah. Banyak kisah dalam Al-Qur’an dan hadis yang bisa diceritakan kepada anak-anak, seperti kisah Rasulullah ? yang sangat dermawan atau kisah sahabat yang rela berbagi meskipun dalam keadaan sulit. Dengan cerita yang menarik, anak akan lebih mudah memahami nilai-nilai kebaikan dalam berbagi. 4. Ajak Anak untuk Berbagi di Momen Spesial Gunakan momen seperti bulan Ramadhan, hari ulang tahun, atau perayaan lainnya untuk mengajak anak berbagi. Misalnya, alih-alih hanya menerima hadiah, ajak mereka untuk memberikan hadiah kepada anak yatim atau berbagi makanan kepada tetangga yang membutuhkan. Ini akan mengajarkan mereka bahwa kebahagiaan sejati datang dari berbagi dengan orang lain. 5. Libatkan Anak dalam Kegiatan Sosial Mengajak anak untuk terjun langsung dalam kegiatan sosial akan memberikan pengalaman yang lebih berkesan. Dengan melihat langsung kondisi orang-orang yang membutuhkan, anak-anak akan lebih memahami pentingnya berbagi dan menumbuhkan rasa syukur dalam diri mereka. 6. Gunakan Permainan atau Aktivitas Menyenangkan Belajar sedekah bisa dibuat lebih menyenangkan dengan permainan edukatif. Misalnya, buat tantangan harian di rumah, seperti "Hari Ini Aku Berbagi" di mana anak harus menemukan satu hal yang bisa mereka berikan kepada orang lain, baik itu makanan, mainan, atau bahkan bantuan kecil seperti membantu teman atau saudara. 7. Tunjukkan Manfaat dan Keutamaan Sedekah Jelaskan kepada anak bahwa sedekah bukan hanya membantu orang lain, tetapi juga membawa keberkahan bagi diri sendiri. Gunakan analogi sederhana seperti, “Jika kita menanam satu biji benih kebaikan, Allah akan membalasnya dengan pohon yang besar dan buah yang banyak.” Dengan cara ini, anak akan lebih termotivasi untuk bersedekah dengan hati yang tulus. Mulai Ajarkan Sedekah dari Sekarang! Mengajarkan anak tentang sedekah tidak harus dengan cara yang kaku atau membebani mereka. Dengan pendekatan yang kreatif dan menyenangkan, mereka akan tumbuh dengan kesadaran untuk selalu berbagi kepada sesama. Mari bersama membangun generasi dermawan sejak dini! Jika Anda ingin mendukung lebih banyak anak dalam belajar sedekah, yuk ikut serta dalam program kebaikan BAZNAS Kota Sukabumi. Tunaikan Sedekah Sekarang: https://kotasukabumi.baznas.go.id/sedekah Semoga setiap sedekah yang kita ajarkan kepada anak-anak menjadi amal jariyah yang terus mengalir hingga akhirat. Aamiin.
ARTIKEL19/09/2025 | Khoirunisa
Syarat, Ketentuan, dan Niat Mengganti Puasa Ramadhan dengan Tepat dan Benar
Syarat, Ketentuan, dan Niat Mengganti Puasa Ramadhan dengan Tepat dan Benar
Melakukan qodho adalah adalah kewajiban setiap muslim yang memiliki hutang puasa. Dalam perspektif puasa Ramadhan, pengertian qadha ini merujuk pada perbuatan mengganti hari ibadah puasa di waktu yang lain. Secara bahasa, qadha' artinya menyelesaikan, menunaikan, dan memutuskan hukum atau membuat suatu ketetapan. Seperti yang kita ketahui, bahwasannya saat tidak mampu menjalani ibadah puasa Ramadhan karena alasan tertentu, kita diwajibkan menggantinya dengan cara mengqadha dan atau membayar fidyah. Waktu mengqadha puasa Ramadhan boleh dilakukan dari Syawal hingga Syaban kecuali pada hari tasyrik dan hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa, yakni pada Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal, dan Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah. Syarat yang diwajibkannya mengqadha puasa Ramadhan adalah orang yang mampu berpuasa namun terhalang karena aktivitas tertentu sesuai ketentuan Allah swt. Misalnya, orang yang sedang sakit, orang yang sedang dalam perjalanan, atau wanita yang sedang haid. Dalil mengenai qadha ini tercantum dalam Alquran surat Al Baqarah ayat 184 : “(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka, siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, itu lebih baik baginya dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”. Syarat dan ketentuan mengganti puasa ramadhan dengan tepat dan benar adalah sebagai berikut : 1. Sahabat wajib mengganti puasa Ramadhan sesuai dengan jumlah hari puasa yang ditinggalkan 2. Niat qadha puasa ramadan “Nawaitu shauma ghadin ‘an qadaa’i fardhi syahri Ramadhaana lillaahi ta’aalaa.” Artinya: “Saya berniat mengganti (mengqadha) puasa bulan Ramadhan karena Allah Ta’ala.” Efektifnya niat qadha puasa Ramadhan ini dibaca setelah selesai menunaikan shalat isya. Jika seseorang menunda niat hingga mendekati waktu subuh, ada kemungkinan lupa melakukannya karena terburu-buru atau terlelap tidur. Dengan membaca niat setelah salat isya, seseorang memastikan bahwa syarat sah puasa, yaitu niat, telah terpenuhi dengan baik. 3. Waktu mengqadha puasa Ramadhan boleh dilakukan dari Syawal hingga Syaban kecuali pada hari tasyrik dan hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa, yakni pada Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal, dan Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah. 4. Puasa qadha ramadhan dapat dilakukan secara beruntun ataupun terpisah 5. Puasa qadha tidak boleh dibatalkan kecuali terdapat udzur yanqg dibenarkan secara syariah 6. Jika tidak membayar hutang puasa hingga tiba Ramadan berikutnya, menurut sebagian besar ulama, Sahabat tetap wajib menjalankan ibadah puasa Ramadan. Tetapi, harus segera membayar hutang puasa tersebut setelah bulan Ramadan berikutnya selesai. Selain melaksanakan qadha puasa ada beberapa kriteria hutang puasa yang wajib dibayar dengan fidyah. Fidyah secara bahasa adalah tebusan, Menurut istilah syariat, fidyah adalah denda yang wajib ditunaikan karena meninggalkan kewajiban atau melakukan larangan. Fidyah merupakan keringanan bagi mereka yang benar-benar sudah tak mampu lagi melaksanakan ibadah puasa Ramadhan dan tidak bisa mengqadha-nya di hari lain. Cara menunaikan fidyah adalah dengan memberi makan fakir miskin. ukuran fidyah adalah satu mud (makanan pokok) untuk satu hari dikali dengan jumlah hari puasa ramadhan yang ditinggalkan Berikut Kriteria orang yang wajib membayar fidyah: Wanita hamil yang takut membahayakan bayinya jika puasa Wanita menyusui yang takut membahayakan bayinya jika puasa Orang yang sudah tua dan tidak mampu untuk berpuasa Orang yang memiliki penyakit akut dan sulit untuk disembuhkan
ARTIKEL19/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
Langkah Mudah Memulai Infak dan Sedekah Rutin Meski dengan Gaji Pas-Pasan
Langkah Mudah Memulai Infak dan Sedekah Rutin Meski dengan Gaji Pas-Pasan
Banyak orang merasa kesulitan memulai kebiasaan untuk berinfak dan bersedekah secara rutin, terutama jika penghasilan mereka pas-pasan. Padahal, infak dan sedekah bukan hanya sekadar memberi, tetapi juga salah satu cara untuk membersihkan harta, mendekatkan diri kepada Allah swt, dan membantu sesama. Infak dalam Islam diartikan sebagai tindakan memberikan harta atau benda yang dimiliki sebagai bagian dari kegiatan beribadah kepada Allah swt. Sedangkan sedekah dalam Islam merupakan bentuk amal yang ditujukan untuk memberikan manfaat atau bantuan kepada orang yang membutuhkan, baik dalam bentuk harta, tenaga, atau ilmu. Firman Allah swt dalam qur’an surat Al Baqarah ayat 267-268 menyuruh kita untuk berinfaq. “Wahai orang-orang yang beriman, infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu. Janganlah kamu memilih yang buruk untuk kamu infakkan, padahal kamu tidak mau mengambilnya, kecuali dengan memicingkan mata (enggan) terhadapnya. Ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. “Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat keji (kikir), sedangkan Allah menjanjikan kamu ampunan dan karunia-Nya. Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui. Berikut adalah langkah mudah yang dapat sahabat coba untuk memulai berinfak dan bersedekah secara rutin meski dengan kondisi finansial yang terbatas : 1. Pahami Pentingnya Infak dan Sedekah Langkah pertama adalah menyadari bahwa infak dan sedekah merupakan bentuk kebaikan yang membawa keberkahan dan amalan yang dianjurkan. Allah swt menjanjikan bahwa harta yang diinfakkan dan disedekahkan dengan ikhlas tidak akan berkurang, bahkan Allah swt menjanjikan akan dilipatgandakan. Keyakinan ini dapat memotivasi Sahabat untuk mulai berbagi, meski dalam jumlah yang kecil. 2. Menyisihkan uang gajian diawal Begitu menerima gaji, langsung sisihkan sejumlah kecil untuk infak dan sedekah sebelum mengalokasikan dana untuk kebutuhan lainnya. Sebagai contoh, Sahabat bisa memulai dengan menyisihkan 1-5% dari gaji Sahabat. Jika gaji Sahabat Rp3.000.000, mulailah dengan menyisihkan Rp30.000 hingga Rp50.000. 3. Tentukan Jumlah yang Konsisten Tidak perlu dengan nominal besar, yang penting adalah konsistensi. Sahabat bisa mulai dengan jumlah yang sesuai kemampuan. Misalnya, jika Rp10.000 per minggu terasa ringan, tetapkan itu sebagai jumlah infak dan sedekah rutin Sahabat. Seiring waktu, Sahabat bisa meningkatkannya sesuai rezeki yang diterima. 4. Manfaatkan Teknologi Diera digitalisasi saat ini, banyak aplikasi yang memudahkan Sahabat untuk berinfak atau bersedekah secara online. Sahabat bisa menjadwalkan transfer setiap bulan ke lembaga amal atau masjid terdekat. 5. Mulai dari Hal Kecil Infak dan sedekah tidak harus selalu berupa uang. Sahabat bisa menyumbangkan pakaian layak pakai, makanan, atau tenaga untuk berinfaq dan bersedekah. Dengan memulai dari hal kecil, Sahabat tetap bisa berbagi tanpa merasa terbebani secara finansial. Memulai infak rutin tidak memerlukan harta melimpah. Yang penting adalah niat yang ikhlas, konsistensi, dan usaha untuk berbagi sesuai kemampuan. Dengan langkah kecil ini, Sahabat tidak hanya membantu orang lain, tetapi juga membuka pintu rezeki dan keberkahan untuk diri sendiri. Ingat, dalam Islam, “Sebaik-baik sedekah adalah yang dilakukan secara rutin, meskipun kecil.” sahabat juga bisa rutinkan sedekah dengan lebih mudah disini https://kotasukabumi.baznas.go.id/sedekah
ARTIKEL19/09/2025 | Khoirunisa
Emang Boleh Bersedekah Untuk Mengabulkan Hajat?
Emang Boleh Bersedekah Untuk Mengabulkan Hajat?
Sedekah adalah salah satu amalan mulia dalam agama islam yang tak jarang disebutkan dalam Al-Quran. Sedekah tidak hanya memberikan manfaat kepada yang menerima sedekah, tetapi juga memberikan kebahagiaan dan kedamaiam bagi yang memberi sedekah. Pertanyaan yang sering mucul adalah apakah kita boleh menggunakan sedekah untuk mengabulkan hajat atau keinginan? Para ulama sepakat bahwa melakukan amal soleh agar tujuan tercapai diperbolehkan. Hal ini disebut dengan dengan Tawasul yaitu mendekatkan diri dengan amal soleh, seperti sengaja melakukan sedekah dengan niat agar dikabulkan hajat atau keinginannya Agar hajat atau keinginan kita terkabul tentunya perlu diiringi dengan ikhtiar dan sabar memanjatkan doa, tapi tidak salah jika kita menempuh cara agar doa yang kita panjatkan cepat terkabul. Salah satu caranya adalah dengan sedekah Rasulullah memberitahukan cara agar doa lebih cepat terkabul dengan membantu orang lain Beliau bersabda, "Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain,” (HR. Ahmad) Jadi, ketika kita menginginkan sesuatu, ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitan maka caranya adalah dengan menyelesaikan kesulitan orang lain. Mengatasi kesulitan orang lain bisa dilakukan dengan bersedekah. Oleh karena itu, diperbolehkan bersedekah dengan niat mendekatkan diri kepada Allah swt dan membantu mengatasi kesusahan orang lain lalu doa. Tata Cara Berdoa 1. Mengucapkan pujian kepada Allah Berikan sanjungan dan dan pengagungan kepada Allah swt. kita bisa juga sanjung Allah sesuai sifat Allah atau asmaul husna 2. Husnuzhon kepada Allah Merasa yakin dan percaya bahwa Allah dengan kemurahan-Nya dan karunia-Nya yang agung tidak akan mengecewakan seseorang yang berdo’a kepada-Nya apabila dipanjatkan dengan penuh pengharapan dan ikhlas yang sebenar-benarnya. 3. Bersungguh-sungguh dalam berdoa 4. Berdoa secara teratur Maksudnya adalah doa yang kita panjatkan jangan hanya sekali tapi kita harus meminta terus menerus kepada Allah 5. Bertaubat Saat berdoa juga sebaiknya diiringi dengan pengakuan dosa yang telah kita perbuat. Diriwayatkan oleh al-Hakim (II/98-99) dari Sahabat ‘Ali bin Rabi’ah. Lihat Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah (no. 1653), karya Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah “Sesungguhnya Allah kagum kepada hamba-Nya apabila ia berkata: ‘Tidak ada sesembahan yang hak kecuali Engkau, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri, maka ampunilah dosa-dosaku karena sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa-dosa itu kecuali Engkau.’ Allah berfirman, ‘Hamba-Ku telah mengetahui bahwa baginya ada Rabb yang mengampuni dosa dan menghukum” Waktu terbaik untuk berdoa Doa bisa kapan saja, namun ada beberapa waktu yang dianggap mustajab yaitu : Saat sepertiga malam Diantara adzan dan iqamah Saat sujud dalam shalat Saat berpuasa dan bebruka puasa Saat turun hujan Setelah shalat fardu Hari jumat Saat safar Waktu terbaik untuk bersedekah Saat hari jumat Saat subuh Saat gerhana matahari atau bulan, “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat gerhana tersebut, maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah.” (HR. Muslim, No. 901) Saat susah/sempit, Keadaan ini adalah ketika kita menghadapi kesulitan seperti dalam keadaan bencana, terlilit hutang, dan keadaan sulit lainnya. Saat lapang/sehat, Seseorang yang dalam kondisi sehat atau lapang, memiliki keluangan untuk melakukan banyak hal dan sedang sangat berambisi mengejar keuntungan duniawi, sangat dianjurkan untuk bersedekah. Jangan sampai nikmat sehat membuat kita lupa untuk senantiasa bersyukur.
ARTIKEL19/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
Kapan Puasa Arafah Dilaksanakan? Ini Tata Cara dan Keutamaannya
Kapan Puasa Arafah Dilaksanakan? Ini Tata Cara dan Keutamaannya
Puasa menjadi salah satu ibadah utama dalam Islam. Selain puasa wajib di bulan Ramadhan, ada pula berbagai puasa sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan, salah satunya adalah puasa Arafah. Puasa ini memiliki keutamaan luar biasa dan sayang untuk dilewatkan oleh umat muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Lalu, kapan puasa Arafah dilaksanakan? Bagaimana cara melakukannya? Dan apa saja keutamaannya? Kapan Puasa Arafah Dilaksanakan? Puasa Arafah dilakukan setiap tanggal 9 Dzulhijjah, bertepatan dengan hari saat para jamaah haji melaksanakan wukuf di Padang Arafah. Bagi umat muslim yang tidak berhaji, puasa ini sangat dianjurkan karena memiliki banyak keutamaan, salah satunya adalah pengampunan dosa. Tata Cara Puasa Arafah Pelaksanaan puasa Arafah secara umum tidak berbeda dengan puasa-puasa lainnya, yakni dimulai sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Berikut langkah-langkah pelaksanaannya: 1. Niat Puasa Arafah Niat dilakukan sejak malam hari hingga sebelum fajar. Lafadz niatnya adalah: "Nawaitu shouma arofata sunnatan lillaahi ta’aalaa" Artinya: Saya niat puasa Arafah, sunnah karena Allah Ta’ala. 2. Makan Sahur Disunnahkan untuk sahur, meskipun hanya dengan air putih. Sahur menjadi energi dan pembeda antara puasa umat Islam dan puasa umat lain. 3. Menahan Diri dari Hal yang Membatalkan Puasa Seperti makan, minum, berhubungan suami istri, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa hingga waktu maghrib tiba. 4. Menyegerakan Berbuka Setelah matahari terbenam, disunnahkan untuk segera berbuka puasa. Ini termasuk sunnah Nabi yang mendatangkan pahala. Keutamaan Puasa Arafah Puasa Arafah dikenal sebagai salah satu puasa sunnah yang memiliki keutamaan luar biasa. Berdasarkan hadits-hadits sahih, berikut beberapa keutamaannya: 1. Menghapus Dosa Dua Tahun Rasulullah SAW bersabda, "Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang." (HR. Muslim) 2. Membebaskan dari Api Neraka Nabi Muhammad SAW juga bersabda, "Tidak ada hari di mana Allah membebaskan lebih banyak hamba dari neraka selain Hari Arafah." (HR. Muslim) Sebagai umat Islam, momen puasa Arafah adalah kesempatan emas untuk memperbanyak amalan dan mendekatkan diri kepada Allah. Selain berpuasa, jangan lupakan pula Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) sebagai bentuk penyempurna ibadah. BAZNAS Kota Sukabumi hadir untuk memudahkan masyarakat dalam menunaikan kewajiban zakat dan menyebarkan manfaatnya kepada yang membutuhkan. Kami mengajak sahabat semua untuk berbagi kebaikan melalui zakat online yang bisa diakses kapan saja, di mana saja melalui https://kotasukabumi.baznas.go.id/bayarzakat Mari sempurnakan ibadah kita, raih pahala berlipat, dan wujudkan kesejahteraan bersama.
ARTIKEL18/09/2025 | Khoirunisa
Keutamaan Puasa Syawal
Keutamaan Puasa Syawal
Setelah 30 hari Ramadan dilalui, tibalah kita pada bulan syawal. Tapi apakah 30 hari yang sudah kita lalui berhasil membentuk kita menjadi pribadi yang lebih baik? Apakah amalan yang kita lakukan selama ramadan diterima oleh Allah swt ? Bulan syawal bisa menjadi tolak ukur apakah amalan puasa ramadan diterima oleh Allah swt. Jika Allah menerima amalan seorang hamba, Dia akan menunjuki pada amalan saleh selanjutnya. Jika Allah menerima amalan puasa Ramadhan, maka Allah akan tunjuki untuk melakukan amalan saleh lainnya, di antaranya puasa enam hari di bulan Syawal Memang apa saja keutamaan Puasa Syawal ? 1. Puasa Syawal akan menggenapkan ganjaran berpuasa setahun penuh ?”Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim, no. 1164). 2. Puasa Syawal seperti halnya shalat sunnah rawatib yang dapat menutup kekurangan dan menyempurnakan ibadah wajib Yang dimaksudkan di sini bahwa puasa Syawal akan menyempurnakan kekurangan-kekurangan yang ada pada puasa wajib di bulan Ramadhan sebagaimana shalat sunnah rawatib yang menyempurnakan ibadah wajib. Amalan sunnah seperti puasa Syawal nantinya akan menyempurnakan puasa Ramadhan yang seringkali ada kekurangan di sana-sini. 3. Melakukan puasa Syawal merupakan tanda diterimanya amalan puasa Ramadhan Ketika membicarakan faedah puasa Syawal, Ibnu Rajab rahimahullah berkata, “Kembali lagi melakukan puasa setelah puasa Ramadhan, itu tanda diterimanya amalan puasa Ramadhan. Karena jika Allah menerima amalan seorang hamba, Allah akan memberi taufik untuk melakukan amalan saleh setelah itu. Sebagaimana dikatakan oleh sebagian ulama, ‘Balasan dari kebaikan adalah kebaikan selanjutnya.’ Oleh karena itu, siapa yang melakukan kebaikan lantas diikuti dengan kebaikan selanjutnya, maka itu tanda amalan kebaikan yang pertama diterima. Sedangkan yang melakukan kebaikan lantas setelahnya malah diikutkan dengan kejelekan, maka itu tanda tertolaknya kebaikan tersebut dan tanda tidak diterimanya.” 4. Melaksanakan puasa Syawal adalah sebagai bentuk syukur kepada Allah Nikmat apakah yang disyukuri? Yaitu nikmat ampunan dosa yang begitu banyak di bulan Ramadhan. Bukankah kita telah ketahui bahwa melalui amalan puasa dan shalat malam selama sebulan penuh adalah sebab datangnya ampunan Allah, begitu pula dengan amalan menghidupkan malam lailatul qadr di akhir-akhir bulan Ramadhan? Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan, “Tidak ada nikmat yang lebih besar dari anugerah pengampunan dosa dari Allah.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 388).
ARTIKEL18/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
Berhenti Berharap Pada Manusia
Berhenti Berharap Pada Manusia
Harapan memang hal yang tidak akan terpisahkan dari diri kita sebagai manusia. Kita tentu memiliki harapan ataupun keinginan yang ingin diwujudkan seperti sukses dalam pekerjaan, tambahan penghasilan, liburan sepuasnya, penerimaan rasa cinta, sampai support system yang kita rasa bisa terpenuhi dari manusia lain Namun ketika harapan tersebut kita gantungkan kepada manusia semata maka bersiaplah merasakan pahitnya rasa kecewa. Karena ketika berharap pada manusia secara berlebihan, kita akan menempatkan beban emosional dan ekspektasi kepada mereka. Sementara mereka entah itu kelaurga, kerabat, teman, maupun pasangan tidak bisa selalu meneuhi harapan kita. Mereka juga manusia yang tidak lepas dari kesalahan, dan bisa saja meninggalkan kita baik disebabkan oleh kematian atau hal lainnya. Padahal Allah sudah berfirman untuk hanya kepada-Nya lah kita berharap : “dan hanya kepada Rabb-mu hendaknya kamu berharap” (Q.S Al insyirah ayat 8) Apabila kita berharap pada Allah swt, sang pencipta yang tak mungkin menelantarkan ciptaanNya lagi Maha Mendengar insya Allah apapun hasilnya kita akan tenang. Terkadang kita lebih cenderung berfokus pada manusia daripada pada Allah. Kita mungkin berharap pada seseorang untuk kebahagiaan kita, mengandalkan seseorang untuk memenuhi semua kebutuhan kita, atau bahkan menilai nilai kita berdasarkan apa yang orang lain katakan atau pikirkan tentang kita. Ketika kita berbuat demikian, kita menempatkan manusia di atas Allah dalam hierarki harapan kita Kita harus ingat, jika manusia lain tidak bertanggung jawab atas kebahagiaan atau kesuksesan kita. Kita harus mencari kebahagiaan dalam diri kita sendiri dengan cara mencari pertolongan serta mengikuti panduan dari Allah dalam menghadapi setiap aspek kehidupan kita. Semoga hati kita selalu penuh harap hanya kepada-Nya, semoga kita tidak pernah menyerah untuk selau berdoa dan berharap kepada Allah semata ya sahabat.
ARTIKEL18/09/2025 | Khoirunisa
Apakah Boleh Puasa Tanpa Sahur : Ini Jawaban Menurut Islam
Apakah Boleh Puasa Tanpa Sahur : Ini Jawaban Menurut Islam
Puasa adalah menahan nafsu dari terbit fajar hingga tenggelamnya matahari, biasanya puasa diawali dengan makan sebelum terbit fajar yang dikenal dengan sahur. Namun, bagaiman jika berpuasa tanpa sahur ? Dalam Islam, sahur adalah sunnah yang sangat dianjurkan. tetapi apakah sahur menjadi syarat sahnya puasa? Artikel ini akan mengupas tuntas hukum, manfaat, dan dalil mengenai sahur dalam Islam. Hukum Sahur dalam Islam Banyak umat Muslim bertanya, apakah boleh puasa tanpa sahur? Dalam Islam, sahur bukanlah syarat sahnya puasa, melainkan amalan sunnah yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW bersabda: "Makan sahur itu mengandung berkah, maka janganlah kalian meninggalkannya, walaupun hanya dengan seteguk air." (HR. Ahmad dan Ibnu Hibban) Dari hadits tersebut, dapat disimpulkan bahwa apakah boleh puasa tanpa sahur? Jawabannya adalah boleh, tetapi sangat disayangkan jika melewatkan sahur karena banyaknya keberkahan yang terdapat di dalamnya. Allah SWT juga berfirman dalam potongan ayat Al-Qur'an yang berbunyi : "wa kuloo washraboo hattaa yatabaiyana lakumul khaitul abyadu minal khaitil aswadi minal fajri summa atimmus Siyaama ilal layl" Artinya : “ Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa hingga malam..." ( Al - Baqarah : 187 ) Ayat ini menunjukkan bahwa sahur adalah waktu terakhir sebelum memulai puasa, tetapi tidak disebutkan sebagai syarat wajib dalam menjalankan puasa. Hukum dan Pendapat Ulama Sebagian ulama sepakat bahwa apakah boleh puasa tanpa sahur, jawabannya adalah boleh. Namun, mereka tetap menganjurkan sahur karena memiliki banyak manfaat. Berikut beberapa pendapat ulama: Mazhab Syafi'i dan Hambali Dalam pandangan Mazhab Syafi'i dan Hambali, sahur adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan). Jika seseorang melewatkan sahur, puasanya tetap sah, tetapi ia kehilangan keberkahan yang dijanjikan oleh Rasulullah SAW. Mazhab Hanafi Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa apakah boleh puasa tanpa sahur, jawabannya tetap boleh. Namun, beliau menekankan bahwa sahur memiliki dampak besar dalam membantu seseorang menjalankan puasa dengan lebih baik. Mazhab Maliki Dalam Mazhab Maliki, sahur juga bukan syarat sah puasa, tetapi dianjurkan. Mereka menegaskan bahwa sunnah ini memiliki hikmah besar dalam menjaga ketahanan tubuh selama berpuasa. Pendapat Ulama Kontemporer Ulama modern seperti Syaikh Ibn Utsaimin juga menegaskan bahwa apakah boleh puasa tanpa sahur, jawabannya boleh, tetapi sangat dianjurkan untuk dilakukan. Manfaat Sahur dalam Puasa Meskipun apakah boleh puasa tanpa sahur diperbolehkan, sahur memiliki banyak manfaat, baik dari segi spiritual maupun kesehatan: Mendapat Keberkahan Rasulullah SAW menyebutkan bahwa sahur adalah waktu penuh berkah. Dengan makan sahur, seseorang akan mendapatkan keberkahan dalam ibadah puasanya. Menjaga Stamina Selama Berpuasa Sahur membantu tubuh tetap memiliki energi sepanjang hari. Jika seseorang bertanya apakah boleh puasa tanpa sahur, mungkin bisa, tetapi tubuh bisa menjadi lebih lemah karena tidak ada asupan gizi sebelum puasa dimulai. Mengurangi Rasa Lapar dan Haus Dengan sahur, seseorang dapat mengurangi rasa lapar yang ekstrim selama puasa. Ini membantu menjaga fokus dalam beribadah dan aktivitas sehari-hari. Mengikuti Sunnah Rasulullah SAW Sahur adalah sunnah yang sangat dianjurkan. Meskipun apakah boleh puasa tanpa sahur diperbolehkan, mengikuti sunnah Rasulullah SAW selalu membawa manfaat. Membantu Bangun Lebih Awal untuk Ibadah Sahur membuat seseorang terbiasa bangun lebih awal, sehingga bisa menunaikan shalat tahajud dan memperbanyak dzikir sebelum waktu subuh tiba. Setelah membahas berbagai aspek mengenai apakah boleh puasa tanpa sahur, dapat disimpulkan bahwa sahur bukanlah syarat sahnya puasa, tetapi merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan. Dalil dari hadits dan Al-Qur'an menunjukkan bahwa meskipun seseorang boleh berpuasa tanpa sahur, namun ia akan kehilangan keberkahan yang dijanjikan oleh Rasulullah SAW. Bagi yang ingin menjalankan ibadah puasa dengan lebih baik, sebaiknya tetap melaksanakan sahur, meskipun hanya dengan seteguk air. Dengan begitu, ibadah puasa dapat dijalankan dengan lebih maksimal dan penuh keberkahan.
ARTIKEL18/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
Arti Alhamdulillah, keutamaannya, dan kapan saja penggunannya
Arti Alhamdulillah, keutamaannya, dan kapan saja penggunannya
Kita sering mengucapkan “Alhamdulillah" yang merupakan ungkapan syukur serta memiliki makna mendalam. Namun tidak hanya sekedar ungkapan untuk menyatakan rasa terima kasih dan pujian kepada Allah SWT. Arti Alhamdulillah Alahmdulillah memiliki arti “segala puji bagi Allah”. Dalam banyak ayat Al-Qur'an, kata syukur sering disandingkan dengan kata dzikir. Alhamdulillah juga memiliki beberapa keutamaan dalam kehidupan seorang Muslim diantaranya : Keutamaan Membaca Alhamdulillah 1. Diampuni Dosa Mengucap Alhamdulillah menjadi salah satu amalan yang dapat menggugurkan dosa walaupun banyaknya seperti buih di lautan, sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan Ibnu Umar RA, "Di antara amalan yang baik dan berharga kekal adalah ucapan Lâ ilâha illallah, Subhanallah, Allahu Akbar, Alhamdulillah, dan là haula wa la quwwata illâ billâhil 'aliyyil 'azhim (Tidak ada Tuhan selain Allah, Maha Suci Allah, Allah Maha Besar, Segala puji bagi Allah, dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Mahaagung)." Kemudian Rasulullah SAW bersabda, Artinya: "Setiap orang yang mengucapkan kalimat dzikir sebagaimana tersebut di atas, niscaya akan diampuni dosa-dosanya, walaupun banyaknya seperti buih di lautan." 2. Mendapat Pahala Mengucapkan Alhamdulillah merupakan salah satu dzikir yang dapat memberikan balasan pahala. Allah swt dan Rasul-Nya memerintahkan untuk senantiasa berdzikir, mengingat Allah swt 3. Ditambah Rezeki Allah swt memberikan janji menambah rezeki untuk orang yang selalu bersyukur. Mengucapkan Alhamdulillah adalah kalimat yang bisa digunakan sebagai bentuk syukur kita atas nikmat yang telah Allah berikan "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras." (Q.S Ibrahmi : 7) 4. Mendapatkan Ketenangan Saat mengucapkan Alhamdulillah, hati akan lebih qana’ah atau menerima semua hal dengan lapang dada. perasaan cukup ini membuat hati lebih tenang. “Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (Qs. ar-Ra’du: 28). Lalu kapan saja saat yang tepat kita mengucapkan Alhamdulillah? sebenarnya mengucapkan Alhamdulillah bisa kapan saja karena bacaan tersebut merupakan kalimat dzikir yang dianjurkan. Namun ada beberapa keadaan yang sebaiknya kita tidak luput untuk menngucapkan “Alhamdulillah” yaitu saat : Kapan Saat yang Tepat Menggunakan Alhamdulillah 1. Mengungkapkan Syukur Ketika merasa bersyukur atas nikmat atau kebaikan yang diterima, baik dalam hal kesehatan, rezeki, kesuksesan, atau keselamatan, kita dapat mengucapkan Alhamdulillah sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT. Ini adalah cara untuk mengingatkan diri sendiri bahwa Allah adalah sumber segala sesuatu dan bahwa kita berhutang rasa syukur kepada-Nya atas semua nikmat dan kebaikan yang kita terima. 2. Memulai dan Mengakhiri Doa Ketika memulai doa, kita dapat memulainya dengan membaca Alhamdulillah sebagai kata pembuka sebelum kita mengucapkan pujian kepada Allah SWT. Begitupun setelah selesai mengucapkan permohonan atau pujian dalam doa, kita juga bisa menggunakan Ahamdulillah sebagai ungkapan penutup. 3. Mendengar Kabar Baik Ketika kita mendengar kabar baik, kita bisa mengucapkan Alhamdulillah sebagai bentuk syukur kita dan mengakui bahwa semua kebaikan berasal dari Allah SWT. 4. Menerima Kehendak Allah SWT Ketika seseorang menghadapi masalah atau kesulitan, mengucapkan Alhamdulillah dapat menjadi cara untuk mengubah pandangan kita tentang situasi tersebut. Ini sebagai bentuk kesabaran, penerimaan, dan rasa syukur dalam menerima takdir yang Allah tetapkan. 5. Setelah Bersin Alhamdulillah menjadi salah satu ucapan dalam etika atau adab ketika umat muslim bersin. Dalam hadis riwayat Bukhari Muslim, dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Apabila salah seorang dari kalian bersin, hendaknya dia mengucapkan, Alhamdulillah. Sedangkan saudaranya atau temannya hendaklah mengucapkan, “yarhamukallah (Semoga Allah merahmatimu). Jika saudaranya berkata ‘yarhamukallah’, maka hendaknya dia berkata, “yahdikumullah wa yushlih baalakum (Semoga Allah memberimu petunjuk dan memperbaiki hatimu)” (HR. Bukhari Muslim). Yang terpenting Alhamdulillah harus diucapkan dengan penuh ketulusan hati, mengingat bahwa segala kebaikan dan nikmat berasal dari Allah swt. Agar ucapan yang ringan diucapkan ini dapat mendatangkan pahala dan mengahpuskan dosa. Ungkapan ini juga membantu kita mengatasi cobaan dan kesulitan, mengingatkan kita tentang kemurahan Allah, dan menjaga hati yang bersyukur. Dengan mengucapkan Alhamdulillah, seorang Muslim dapat memperkuat iman dan menjalani kehidupan yang lebih bermakna dalam kerelaan diri kepada Allah SWT.
ARTIKEL17/09/2025 | Khoirunisa
12 Keutamaan Ayat Kursi yang Luar Biasa dalam Kehidupan
12 Keutamaan Ayat Kursi yang Luar Biasa dalam Kehidupan
Keutamaan Membaca Ayat Kursi Sudah sepatutnya sebagai seorang muslim kita berzikir dan berdoa hanya kepada Allah SWT. Keutamaan membaca dan mengamalkan ayat kursi sungguh luar biasa, mulai dari kedudukan ayat ini sebagai pemimpin ayat Alquran, sebagai ayat paling agung, untuk mendapatkan balasan surga, pahala mati syahid, memohon perlindungan, hingga rezeki. Berikut keutamaan membaca ayat kursi dalam kehidupan. 1. Ayat Paling Agung dalam Alquran Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW dari HR. Muslim yang berbunyi: “Dari Ubay bin Ka’ab, sesungguhnya Nabi sallallahu’alaihi wa sallam bertanya kepadanya tentang ayat apakah yang paling agung dalam Kitabullah, beliau menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.” Beliau ulang pertanyaannya beberapa kali. Kemudian dia menjawab, “Ayat kursi.” Maka beliau mengatakan, “Selamat bagi anda wahai Abu Mundzir dengan ilmu anda. Demi yang jiwaku yang ada di tangan-Nya. Sesungguhnya (ayat Kursi) mempunyai mulut dan dua bibir yang disucikan para Malaikat di kaki Arsy.” (HR. Muslim). Umat muslim akan mendapatkan manfaat yang luar biasa dengan membaca dan mengamalkan ayat kursi. Karena di dalamnya terdapat nama Allah yang paling agung, yakni pada bait Alhayyu dan Alqayyum, ayat kursi disebut sebagai ayat yang paling agung dan menjadi raja dari sebagian ayat di dalam Alquran. 2. Membuka Pintu Hikmah dan Rezeki Umat muslim yang membaca Alquran akan dijamin rezekinya oleh Allah SWT. Kemudian Allah akan membukakan pintu hikmah bagi siapapun yang membaca ayat kursi sebanyak 18 kali setiap harinya. Selain itu, barang siapa yang membacanya akan dinaikkan derajatnya dan dimudahkan rezekinya oleh Allah di dunia dan akhirat. Dengan membaca ayat kursi sebanyak 18 kali sehari, Allah akan memberikan pengaruh besar sehingga orang akan senantiasa menghormatimu. Allah juga akan menjaga orang tersebut dari segala bencana yang akan menimpanya pada hari itu. 3. Ayat Paling Diberkahi Dengan membaca dan mengamalkan ayat kursi, umat muslim akan diberkahi, dijauhkan dari kesulitan, disingkirkan dari bencana, dan kesedihan dengan cepat. Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW dari HR. Imam Abu Hamid bin Muhammad Al-Ghozali yang memiliki arti: “Ayat kursi merupakan ayat yang diberkahi, tidak ada yang membukakan kesulitan, menyingkirkan bencana dan menghilangkan kesedihan lebih cepat daripada ayat kursi.” (HR. Imam Abu Hamid Bin Muhammad Al-Gozhali). 4. Ayat Kursi sebagai Penghulu Alquran Keutamaan ayat kursi ialah sebagai surat yang paling unggul, paling, tinggi, dan penghulu ayat-ayat Alquran. Dengan membaca serta mengamalkan ayat kursi, Allah SWT akan menjaga umat muslim dari gangguan setan. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Segala sesuatu pasti ada yang lebih unggul dan lebih tinggi. Sesungguhnya yang lebih unggul dan lebih tinggi dari Al-Quran adalah Surat Al-Baqarah. Dan di dalam Surat Al-Baqarah ada ayat yaitu Penghulu Ayat-Ayat Al-Quran, dialah Ayat Kursi.” 5. Ayat Pembuka bagi Segala Kesusahan Bagi umat muslim yang tidak pernah berhenti berzikir dengan ayat kursi akan memperoleh banyak kemenangan dan dibukakan pintu-pintu kemudahan. Allah akan mempermudah segala hajat yang dimilikinya agar dipermudah segala urusannya. Sesuai sabda Rasulullah SAW: “Barangsiapa yang belajar Ayat Kursi dan tahu hak-haknya Allah akan membuka 8 pintu syurga untuknya, masuk pintu yang mana saja dipersilahkan.” 6. Sebagai Pertolongan bagi Umat Muslim Keutamaan ayat kursi ialah sebagai pertolongan bagi umat muslim. Allah SWT akan mendatangkan pertolongan bagi seseorang yang sedang dalam kesulitan. Dengan mengamalkan atau membaca ayat kursi sesudah salat wajib atau salat sunah, segala kesulitan akan hilang. Allah juga akan melindungi dan membebaskan mereka dari segala hal yang tidak diinginkan dengan membaca ayat kursi. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda: “Apabila engkau mendatangi tempat tidur (pada malam hari) maka bacalah ayat kursi, niscaya Allah SWT akan senantiasa menjagamu, dan setan t?dak akan mendekatimu hingga waktu pagi.” (HR. Bukhari). 7. Memudahkan Sakaratul Maut Allah SWT akan mendatangkan sesuatu yang diinginkan dan yang sebelumnya tidak ada menjadi ada dengan mengamalkan ayat kursi. Bagi umat muslim yang membaca ayat kursi, akan Allah mudahkan sakaratul mautnya. 8. Terdapat Izmul Azham Ayat kursi sebagai ayat yang paling agung dalam Alquran mengandung izmul azham. Apabila kamu mengamalkannya, Allah akan mengabulkan segala doa yang diminta. Dalam memenuhi kebutuhan maupun hajat lainnya, ayat kursi menjadi senjata yang paling ampuh tiada tara. 9. Menghapus Keburukan Keutamaan lainnya dari ayat kursi ialah menghapus segala keburukan. Allah akan mengutus para malaikat untuk mencatat segala bentuk kebaikan dan menghapus semua keburukan umat muslim yang mengamalkan ayat kursi. 10. Pahala Mati Syahid Sesuai sabda Rasulullah SAW dari HR. Hakim yang berbunyi: “Barangsiapa membaca Ayat Kursi setiap selesai sholat, maka yang akan mencabut nyawanya adalah Allah sendiri dan ia bagaikan orang yang berperang bersama para nabi hingga mendapatkan mati syahid.” (HR. Hakim). Umat muslim yang rutin membaca dan mengamalkan ayat kursi setelah salat fardu akan mendapatkan pahala mati syahid. 11. Dilancarkan Perkara Jodohnya Memperoleh kelancaran dalam perkara mendapatkan jodoh bagi mereka yang belum menikan menjadi salah satu keutamaan dari ayat kursi. Allah akan mudahkan mereka mendapat jodoh yang baik dan saleh karena membaca dan mengamalkan ayat kursi. 12. Dihilangkan Kekafiran Bagi orang yang rutin membaca ayat kursi secara rutin, Allah akan mendatangkan keistimewaan atau keutamaan ayat kursi sebagai penghilang kekafiran. Dengan membaca ayat kursi, Allah akan senantiasa menghilangkan segala kekafiran yang di depan mata.
ARTIKEL17/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
Manfaat Buah-Buahan yang Disebutkan dalam Al-Qur’an
Manfaat Buah-Buahan yang Disebutkan dalam Al-Qur’an
Di antara hamparan ayat-ayat suci Al-Quran, terselip mutiara hikmah yang tak hanya menuntun jiwa, tetapi juga mengantarkan pada gerbang kesehatan. Ya, Al-Quran, kitab suci umat Islam, bukan hanya berisi panduan hidup dan nilai-nilai spiritual, tetapi juga menyimpan khazanah ilmu pengetahuan, termasuk tentang kesehatan. Salah satu contohnya adalah uraian tentang berbagai buah-buahan yang memiliki manfaat luar biasa bagi kesehatan manusia. Berikut beberapa buah yang disebutkan dalam Al-Quran beserta manfaatnya: 1. Kurma (QS. Al-Baqarah: 266, An-Nahl: 69, Maryam: 25) • Kaya serat, membantu pencernaan dan mencegah sembelit. • Mengandung gula alami, sumber energi yang baik. • Tinggi zat besi, membantu mencegah anemia. • Mengandung kalium, baik untuk kesehatan jantung. • Kaya antioksidan, membantu melawan radikal bebas dan mencegah penyakit kronis. 2. Anggur (QS. An-Nahl: 11, Al-Isra': 26, Yasin: 34) • Kaya vitamin C, meningkatkan daya tahan tubuh. • Mengandung antioksidan, membantu melawan radikal bebas dan mencegah penyakit kronis. • Baik untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah. • Membantu melancarkan pencernaan. • Meningkatkan fungsi otak dan memori. 3. Tin (QS. At-Tin: 1-3, Al-Anfal: 8) • Kaya serat, membantu pencernaan dan mencegah sembelit. • Mengandung kalium, baik untuk kesehatan jantung. • Sumber kalsium yang baik untuk kesehatan tulang dan gigi. • Mengandung zat besi, membantu mencegah anemia. • Kaya antioksidan, membantu melawan radikal bebas dan mencegah penyakit kronis. 4. Zaitun (QS. An-Nahl: 6, Al-Mu'minun: 20) • Kaya lemak tak jenuh tunggal, baik untuk kesehatan jantung dan kolesterol. • Mengandung vitamin E, antioksidan yang membantu melawan radikal bebas dan mencegah penyakit kronis. • Membantu menurunkan tekanan darah. • Meningkatkan fungsi otak dan memori. • Memiliki sifat anti-inflamasi yang membantu meredakan peradangan. 5. Pisang (QS. Al-Waqi'ah: 29) • Kaya kalium, baik untuk kesehatan jantung dan tekanan darah. • Sumber vitamin B6 yang baik untuk kesehatan saraf dan otak. • Mengandung serat, membantu pencernaan dan mencegah sembelit. • Kaya vitamin C, meningkatkan daya tahan tubuh. • Sumber energi yang baik karena mengandung gula alami. 6. Delima (QS. Ar-Rahman: 68, Al-An'am: 99) • Kaya antioksidan, membantu melawan radikal bebas dan mencegah penyakit kronis. • Membantu meningkatkan kesuburan dan kesehatan reproduksi. • Baik untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah. • Membantu menurunkan kolesterol jahat (LDL). • Memiliki sifat anti-inflamasi yang membantu meredakan peradangan. Perlu diingat bahwa ayat-ayat Al-Quran tentang buah-buahan ini tidak hanya menjelaskan manfaatnya bagi kesehatan fisik, tetapi juga mengandung makna spiritual yang mendalam. Buah-buahan tersebut merupakan nikmat Allah SWT yang patut disyukuri dan dikonsumsi dengan penuh kesadaran.
ARTIKEL17/09/2025 | Khoirunisa
Manfaat Gaya Hidup Sehat Menurut Islam
Manfaat Gaya Hidup Sehat Menurut Islam
Islam mengajarkan umatnya untuk menjaga kesehatan sebagai bagian dari ibadah. Gaya hidup sehat tidak hanya mendatangkan manfaat fisik, tetapi juga membantu umat Muslim dalam menjalankan ibadah dengan baik dan penuh konsentrasi. Rasulullah SAW mencontohkan berbagai cara untuk menjaga kesehatan, baik melalui pola makan, menjaga kebersihan, hingga menghindari hal-hal yang bisa merusak tubuh. Berikut ini adalah beberapa manfaat dari menjalani gaya hidup sehat dalam perspektif Islam: 1. Meningkatkan Kualitas Ibadah Kesehatan yang baik memungkinkan seseorang untuk menjalankan ibadah dengan sempurna, seperti shalat, puasa, dan haji. Sebaliknya, kesehatan yang terganggu dapat menjadi penghalang dalam menjalankan kewajiban agama. Allah berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 195, “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.” Ayat ini mengajarkan bahwa kita perlu menjaga tubuh kita agar bisa terus beribadah.2. Menjaga Kebersihan Jiwa dan Raga Gaya hidup sehat, yang mencakup menjaga kebersihan dan memelihara kesehatan mental, akan membantu seseorang hidup dengan lebih tenang. Dalam Islam, kebersihan adalah sebagian dari iman, seperti yang diriwayatkan oleh Rasulullah SAW, “Kebersihan adalah sebagian dari iman.” Dengan menjaga kebersihan tubuh, lingkungan, serta pikiran, seorang Muslim dapat merasakan ketenangan dalam menjalani kehidupan.3. Mencegah Penyakit Islam sangat menganjurkan umatnya untuk menjaga kesehatan dan mencegah penyakit. Salah satu cara untuk menjaga kesehatan adalah dengan pola makan yang baik, seperti yang diajarkan Rasulullah SAW: tidak makan berlebihan, makan makanan yang halal dan baik, serta menghindari makanan yang membahayakan tubuh. Menerapkan gaya hidup sehat membantu tubuh terhindar dari berbagai penyakit kronis seperti diabetes, tekanan darah tinggi, hingga penyakit jantung.4. Meningkatkan Produktivitas Kesehatan yang optimal akan mendukung seseorang untuk menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih produktif. Dalam Islam, bekerja dengan baik dan produktif adalah bagian dari ibadah, terutama jika hasil kerja tersebut dapat memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat. Dengan tubuh yang sehat, seorang Muslim dapat menjalankan tanggung jawabnya dengan baik dan berkontribusi lebih besar dalam kebaikan.5. Membentuk Mental dan Emosi yang Stabil Islam mengajarkan pentingnya menjaga kesehatan mental dan emosional. Gaya hidup sehat yang mencakup pola makan yang baik, olahraga teratur, serta menghindari kebiasaan buruk seperti marah dan stres berlebihan, akan membantu seseorang memiliki mental yang stabil. Rasulullah SAW juga menganjurkan untuk selalu bersabar dan berzikir agar hati menjadi tenang dan terhindar dari tekanan hidup.6. Mengikuti Sunnah Rasulullah Rasulullah SAW memberikan contoh gaya hidup sehat yang bisa diikuti, seperti makan secukupnya, menghindari makanan yang berlebihan, beristirahat yang cukup, dan menjaga kebersihan tubuh serta lingkungan. Mengikuti sunnah Rasulullah dalam menjaga kesehatan bukan hanya mendatangkan pahala, tetapi juga membantu tubuh tetap bugar dan sehat.7. Memperkuat Hubungan Sosial Gaya hidup sehat tidak hanya berkaitan dengan fisik, tetapi juga dengan hubungan sosial yang baik. Rasulullah SAW mengajarkan pentingnya menjaga silaturahmi, yang juga dapat berdampak positif pada kesehatan mental dan emosional. Studi menunjukkan bahwa memiliki hubungan sosial yang baik dapat mengurangi risiko depresi dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.8. Menjadi Lebih Bersyukur Kesehatan adalah nikmat yang sangat berharga, dan dengan menjaga kesehatan, seorang Muslim belajar untuk lebih bersyukur kepada Allah. Dengan kesehatan yang baik, ia dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan memberikan manfaat bagi orang lain. Rasulullah SAW bersabda, “Dua nikmat yang kebanyakan manusia lalai darinya adalah nikmat kesehatan dan waktu luang.” Nikmat kesehatan ini perlu disyukuri dengan menjaga tubuh dan tidak merusaknya.
ARTIKEL17/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
Menelan ludah dan batasan puasa : perspektif islam yang jelas
Menelan ludah dan batasan puasa : perspektif islam yang jelas
Pernahkah sahabat membuang ludah saat berpuasa karena khawatir hal tersebut dapat membatalkan puasa? Ibadah puasa dapat batal jika seseorang dengan sengaja memasukan makanan dan minuman ke dalam tubuhnya. Lalu bagaimana dengan air ludah? Menurut buku “Hukum Menelan Air Ludah bagi Orang yang Berpuasa”, karya Pengajar Pondok Pesantren Raudhatul Quran An-Nasimiyyah Semarang Ahmad Mundzir menyatakan bahwa para ulama sepakat untuk hukum menelan air ludah atau liur tidak membatalkan puasa. Namun, hal ini hanya berlaku apabila air liur ini sering keluar karena sulit dihindari, dijelaskan dalam al-Majmu Syarah al-Muhadzdzab (Juz 6, halaman 341) karya Imam an-Nawawi. Dikatakan bahwa: “Menelan air liur itu tidak membatalkan puasa sesuai kesepakatan para ulama. Hal ini berlaku jika orang yang berpuasa tersebut memang biasa mengeluarkan air liur. Sebab susahnya memproteksi air liur untuk masuk kembali.” Hukum Menelan Air Ludah bagi orang yang Berpuasa Seperti yang sudah dipaparkan diatas kebanyakan ulama sepakat air ludah atau air liur tidak membatalkan puasa, Berdasarkan paparan dari Imam an-Nawawi, mengenai hukum menelan air liur yang tidak membatalkan puasa jika memenuhi tiga syarat, yaitu: Air liur yang tidak tercampur dengan zat lain: Artinya air liur yang tertelan adalah air liur yang tidak tercampur dengan zat atau cairan lain, seperti darah akibat luka pada gusi. Air liur yang belum keluar dari bagian bibir luar: Dalam hal ini, air liur yang tertelan tidak boleh melewati batas bibir luas. Menelan ludah yang berada dalam rongga mulut tanpa keluar dari batas bibir luar tetap dianggap sah dan tidak membatalkan puasa. Air liur yang dengan sengaja ditampung oleh seseorang hingga banyak terlebih dahulu baru kemudian ditelan. Namun, ada pendapat yang termasyur mengatakan bahwa perbuatan tersebut selagi tidak sengaja, maka tidak akan membatalkan puasanya. Jadi menelan air ludah tidak akan membatalkan puasa seseorang, jika telah memenuhi ketiga syarat di atas dan selama perbuatan menelan ludah tersebut tidak disengaja Ibadah puasa juga bisa mendapatkan ganajran yang lebih besar dengan diiringi bersedekah. Bersedekah di BAZNAS Kota Sukabumi dapat dilakukan secara online melalui smartphone sehingga mempermudah sahabat untuk bersedekah dimanapun dan kapanpun Sebagai Lembaga Pemerintah Nonstruktural yang mengelola dana ZIS, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Sukabumi saat ini dipercaya publik berkat komitmen dan program-programnya dalam menghimpun dan menyalurkan Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS). Klik link https://kotasukabumi.baznas.go.id/sedekah untuk bersedekah dengaan mudah. Semoga setiap kebaikan yang kita keluarkan, bisa menjadi amal jariyah yang senantiasa mengalir pahalanya, Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin.
ARTIKEL16/09/2025 | Khoirunisa
Adab-Adab Berpuasa yang Harus Diperhatikan
Adab-Adab Berpuasa yang Harus Diperhatikan
Salah satu ibadah yang wajib dilakukan oleh umat muslim adalah berpuasa di bulan Ramadan. puasa ramadan yaitu puasa yang dilakukan sebulan penuh untuk meraih gelar takwa sesuai dengan perintah Allah swt dalam surat Al-Baqarah : 183 Artinya : "Wahai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu. (Berpuasa) agar kamu bertakwa.” Dalam menjalankan ibadah puasa kita diharuskan menahan dahaga dan lapar dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Namun, tidak hanya hal itu saja yang perlu diperhatikan, ada adab-adab berpuasa yang harus sahabat ketahui agar puasa sahabat berkualitas dan tidak berkurang pahalanya. Adapun adab-adab puasa diantarannya sebagai berikut : 1. Sahur di Akhir Waktu Untuk menyipkan energi berpuasa seharian, tentu kita memerlukan asupan makanan. Oleh karena itu sahabat jangan sampai melewatkan sahur. Apalagi terdapat keberkahan dalam waktu sahur. Dan betapa baiknya Allah swt yang menjadikan sahur di penghunjung waktu sebagai sebuah keutamaann. Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu sebagai berikut: Artinya:“Segerakanlah berbuka dan akhirkanlah sahur.” Sementara untuk makanan sahur sebaik-baiknya adalah kurma. Sahur merupakan pembeda kita ummat muslim dengan ahli Kitab. "Dan sebaik-baik makanan sahur adalah kurma". (HR. Abu Dawud, no. 2345) . 2. Segerakan Berbuka Untuk sahur memang dianjurkan diakhirkan, tapi untuk bebuka puasa lebih utama disegerakan. Oleh karena itu, segeralah sahabat berbuka bila telah datang waktunya karena Rasulullah Saw bersabda : "orang-orang senantiasa tetap dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka". (HR. Bukhari, jilid 4, hal 198). Rasulullah Saw biasa berbuka dengan melakukan sholat, dengan makan beberapa biji kurma mengkal atau kurma matang, dan beberapa teguk air minum (HR. Tirmidzi, jilid 3, hal 79). Sunahnya memakan kurma terlebih dahulu dengan mengucapkan bismillah barulah meminum air. Dan membaca Artinya: "Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala telah tetap, insya Allah. (HR. Abu Dawud, jilid 2, hal 765) . 3. Hindari Pembicaraan yang sia-sia Hindarilah pembicaraan yang sia-sia karena Rasulullah Saw bersabda "pada hari seseorang diantara kalian sedang berpuasa maka janganlah diantaran Kalian berbicara serono, berbicara sia-sia". (HR. Bukhari, No. 1904). hal Ini bisa bermakna jatuh pada perbuatan maksiat, seperti menggunjing, gibah, berkata jorok, dan dusta. karena perbuatan-perbuatan tersebut dapat menghapus seluruh perbuatan puasanya 4. Membentengi diri dari hawa nafsu Meski yang membatalkan puasa adalah makan dan minum, namun sejatinya puasa jugalah tentang menahan hawa nafsu. Usahakanlah untuk menghindari perbuatan yang membuat pertengkaran, dan bila ada yang hendak menyerang atau memaki katakanlah jika sahabat sedang berpuasa. Karena Rasulullah Saw bersabda "Dan jika seseorang menyerangnya atau memakinya maka hendaklah ia menghindari perbuatan tersebut, dan berkata, "aku sedang puasa, aku sedang puasa". (HR. Bukhari No.1894) 5. Tidak Makan Berlebihan Saat berpuasa memang terasa semua makanan dan minuman yang berseliwuran terlihat nikmat. Seringkali hal ini membuat kita kalap membeli ini itu dan ingin mencicipi banyak makanan. Rasulullah Saw bersabda "tidak ada bejana dipenuhi oleh manusia yang lebih buruk dari pada perutnya". (HR. Tirmidzi, No 2380). Sahabat usahakan mengonsumsi makanan yang cukup dan tidak menuruti hawa nafsu. Sebaiknya kita juga berhenti sebelum perut terasa kenyang. 6. Dermawan, gemar berbagi Salah satu yang dianjurkan saat berpuasa adalah perbanyak ibadah. Salah satu ibadah yang bisa sahabat lakuka adalah dengan memberi makan orang yang berpuasa atau berbagi satu sama lain. Rasulullah Saw bersabda "sesungguhnya di surga itu ada kamar-kamar yang bagian dari luarnya terlihat dari dalam, dan bagian luarnya tampak dari luar, yang disediakan oleh orang-orang yang memberi makan, memperlembut pembicaraan, senang berpuasa dan sholat di malam hari diwaktu manusia tertidur pulas". (HR. Ahmad, jilid 5, hal 343). Insya Allah ada kamar-kamar yang disediakan di surga untuk mereka yang memberi makan orang lain. Sahabat, itulah beberapa hal yang perlu kita perhatikan saat berpuasa. Jangan sampai kita berpuasa hanya mendapatkan rasa haus dan lapar saja.
ARTIKEL16/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Sukabumi.

Lihat Daftar Rekening →