WhatsApp Icon
Bukan Tanpa Alasan, Setiap Ujian Datang Membawa Pelajaran Iman

Setiap manusia pasti pernah menghadapi ujian hidup. Ada yang diuji dengan kesulitan ekonomi, kehilangan orang tercinta, sakit yang berkepanjangan, hingga berbagai masalah yang terasa begitu berat. Dalam kondisi seperti itu, tidak sedikit orang yang bertanya, "Mengapa Allah memberikan ujian ini kepada saya?"

Padahal dalam Islam, setiap ujian yang Allah SWT berikan bukanlah tanpa alasan. Di balik setiap kesulitan terdapat hikmah, pelajaran, dan kesempatan untuk meningkatkan kualitas iman. Ujian bukan tanda kebencian Allah kepada hamba-Nya, melainkan salah satu cara Allah mendidik, menguatkan, dan mendekatkan hamba kepada-Nya.

Mengapa Allah Menguji Hamba-Nya?

Ujian merupakan bagian dari sunnatullah yang pasti dialami oleh setiap manusia. Bahkan para nabi dan orang-orang saleh pun tidak luput dari berbagai cobaan.

Allah SWT berfirman:

"Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, 'Kami telah beriman,' sedangkan mereka tidak diuji?"

(QS. Al-Ankabut: 2)

Ayat ini menunjukkan bahwa ujian adalah bukti kesungguhan iman seseorang. Melalui ujian, Allah SWT memperlihatkan siapa yang tetap teguh dan siapa yang mudah menyerah.

Ujian Adalah Bentuk Kasih Sayang Allah

Bukan Tanpa Alasan, Setiap Ujian Datang Membawa Pelajaran Iman

Sering kali manusia menganggap ujian sebagai musibah semata. Padahal, bisa jadi ujian tersebut adalah bentuk kasih sayang Allah yang ingin mengangkat derajat hamba-Nya.

Rasulullah bersabda:

"Sesungguhnya besarnya pahala sebanding dengan besarnya ujian. Dan sesungguhnya apabila Allah mencintai suatu kaum, Dia akan menguji mereka."

(HR. Tirmidzi)

Hadits ini mengajarkan bahwa ujian tidak selalu berarti murka Allah. Justru bisa menjadi tanda bahwa Allah sedang menyiapkan pahala dan kedudukan yang lebih tinggi bagi hamba-Nya.

Pelajaran Iman di Balik Setiap Ujian

Mengajarkan Kesabaran

Ketika menghadapi kesulitan, seorang Muslim belajar untuk bersabar dan tetap berbaik sangka kepada Allah SWT.

Allah SWT berfirman:

"Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar."

(QS. Al-Baqarah: 155)

Kesabaran bukan berarti menyerah tanpa usaha, melainkan tetap berikhtiar sambil meyakini bahwa pertolongan Allah akan datang pada waktu terbaik.

Menumbuhkan Tawakal

Ujian mengingatkan manusia bahwa tidak semua hal dapat dikendalikan. Pada akhirnya, hanya kepada Allah SWT tempat bergantung dan memohon pertolongan.

Saat segala pintu terasa tertutup, tawakal menjadi cahaya yang menguatkan hati untuk terus melangkah.

Menghapus Dosa dan Meninggikan Derajat

Tidak ada rasa sakit, kesedihan, atau kesulitan yang dialami seorang Muslim kecuali Allah menjadikannya sebagai penghapus dosa.

Rasulullah bersabda:

"Tidaklah seorang Muslim tertimpa kelelahan, penyakit, kegelisahan, kesedihan, gangguan, dan kesusahan, bahkan hingga tertusuk duri, melainkan Allah akan menghapus sebagian dosa-dosanya karenanya."

(HR. Bukhari dan Muslim)

Ketika Ujian Mengajarkan Kepedulian

Ada satu hikmah besar yang sering terlupakan dari sebuah ujian, yaitu tumbuhnya rasa empati terhadap sesama. Orang yang pernah merasakan kesulitan biasanya lebih mudah memahami penderitaan orang lain.

Ketika kita melihat saudara-saudara yang sedang berjuang memenuhi kebutuhan hidup, biaya pendidikan anak, pengobatan, atau kebutuhan pokok sehari-hari, kita menjadi sadar bahwa Allah telah memberikan amanah rezeki yang perlu dibagikan.

Menjadi Jalan Kebaikan untuk Sesama

Tidak semua orang diuji dengan kekurangan harta. Sebagian diuji dengan kelapangan rezeki. Pertanyaannya, apakah kita mampu mensyukuri nikmat tersebut dengan berbagi kepada mereka yang membutuhkan?

Sedekah Mengubah Ujian Menjadi Keberkahan

Banyak orang yang merasakan ketenangan hati setelah membantu sesama. Ketika kita meringankan beban orang lain, Allah SWT akan memudahkan urusan kita dengan cara yang tidak disangka-sangka.

Sedekah bukan sekadar memberi, tetapi juga bentuk rasa syukur atas nikmat yang masih Allah titipkan kepada kita.

05/08/2026 | Kontributor: BAZNAS
Ketika Dunia Tidak Sesuai Harapan, Iman Menjadi Penyelamat

Setiap orang pasti memiliki harapan. Ada yang berharap usahanya berhasil, kariernya berkembang, keluarganya harmonis, atau kehidupannya berjalan sesuai rencana. Namun kenyataannya, hidup tidak selalu berjalan seperti yang kita inginkan. Terkadang doa belum terjawab, rezeki terasa sempit, kesehatan menurun, atau masalah datang silih berganti.

Pada saat-saat seperti itulah iman menjadi penyelamat. Iman membuat seseorang tetap teguh ketika dunia tidak berpihak kepadanya. Iman mengajarkan bahwa setiap ujian memiliki hikmah, setiap kesulitan ada jalan keluar, dan setiap ketetapan Allah pasti mengandung kebaikan bagi hamba-Nya.

Mengapa Harapan dan Kenyataan Sering Berbeda?

Ketika Dunia Tidak Sesuai Harapan, Iman Menjadi Penyelamat

Sebagai manusia, kita hanya mampu merencanakan. Namun Allah SWT adalah sebaik-baik perencana yang mengetahui segala sesuatu, termasuk hal-hal yang tidak kita ketahui.

Allah SWT berfirman:

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui."

(QS. Al-Baqarah: 216)

Ayat ini mengajarkan bahwa tidak semua yang kita inginkan akan membawa kebaikan, dan tidak semua yang kita benci akan membawa keburukan. Allah mengetahui apa yang terbaik untuk kehidupan dunia dan akhirat kita.

Iman Menjadi Penopang Saat Ujian Datang

Ketika masalah datang bertubi-tubi, orang yang hanya mengandalkan kekuatan dirinya akan mudah putus asa. Sebaliknya, orang yang memiliki iman akan selalu memiliki tempat bersandar, yaitu Allah SWT.

Ujian Adalah Bagian dari Kehidupan

Allah SWT berfirman:

"Dan sungguh Kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar."

(QS. Al-Baqarah: 155)

Ayat ini menegaskan bahwa ujian adalah bagian dari kehidupan setiap manusia. Tidak ada seorang pun yang terbebas darinya. Yang membedakan adalah bagaimana seseorang menyikapinya.

Allah Tidak Membebani di Luar Kemampuan Hamba-Nya

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya."

(QS. Al-Baqarah: 286)

Saat ujian terasa berat, ayat ini menjadi penguat bahwa Allah tidak pernah memberikan cobaan yang melebihi kemampuan hamba-Nya.

Tanda Kuatnya Iman Saat Menghadapi Kesulitan

Tetap Berprasangka Baik kepada Allah

Orang yang beriman yakin bahwa setiap ketetapan Allah mengandung hikmah. Meskipun belum memahami alasannya saat ini, ia percaya bahwa Allah sedang menyiapkan sesuatu yang lebih baik.

Tidak Mudah Putus Asa

Rasulullah SAW bersabda:

"Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Semua urusannya adalah baik baginya."

(HR. Muslim)

Ketika mendapatkan nikmat, ia bersyukur. Ketika mendapatkan musibah, ia bersabar. Keduanya bernilai kebaikan di sisi Allah SWT.

Tetap Dekat dengan Al-Qur'an dan Doa

Dalam kondisi sulit, Al-Qur'an menjadi penyejuk hati dan doa menjadi kekuatan yang menghubungkan seorang hamba dengan Rabb-nya.

Jangan Biarkan Kesulitan Menjauhkan Diri dari Allah

Banyak orang baru mendekat kepada Allah ketika tertimpa masalah. Padahal, semakin berat ujian yang datang, semakin besar kebutuhan kita untuk memperbanyak ibadah, dzikir, dan doa.

Ketika Membantu Orang Lain, Hati Menjadi Lebih Kuat

Salah satu cara menghadapi kesedihan adalah dengan membantu mereka yang sedang mengalami kesulitan. Ketika kita melihat masih banyak saudara yang berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup, hati akan lebih mudah bersyukur atas nikmat yang masih dimiliki.

Berbagi juga menjadi sarana membersihkan hati dari rasa kecewa yang berlebihan terhadap dunia. Sebab kebahagiaan sejati tidak selalu datang dari apa yang kita miliki, tetapi dari apa yang kita berikan kepada sesama.

Jadikan Ujian Sebagai Jalan Menuju Keberkahan

Jika hari ini hidup belum sesuai harapan, jangan terburu-buru menyalahkan keadaan. Bisa jadi Allah sedang mengajarkan kesabaran, memperkuat iman, atau mempersiapkan sesuatu yang lebih baik di masa depan.

Ingatlah bahwa dunia bukan tujuan akhir. Kesuksesan sejati adalah ketika hati tetap dekat dengan Allah dalam segala keadaan.

05/08/2026 | Kontributor: BAZNAS
Tawakal Bukan Pasrah, Ini Makna yang Sering Disalah pahami

Banyak orang menganggap tawakal sebagai sikap pasrah tanpa usaha. Ketika menghadapi kesulitan ekonomi, masalah pekerjaan, atau ujian kehidupan, sebagian orang berkata, “Saya sudah tawakal,” padahal belum melakukan ikhtiar secara maksimal. Pemahaman seperti ini perlu diluruskan karena dalam Islam, tawakal bukan berarti menyerah pada keadaan, melainkan berserah diri kepada Allah SWT setelah melakukan usaha terbaik.

Memahami makna tawakal yang benar sangat penting agar seorang Muslim tidak terjebak dalam kemalasan atas nama agama. Justru tawakal adalah sumber kekuatan yang membuat seseorang tetap optimis, produktif, dan yakin akan pertolongan Allah SWT.

Apa Itu Tawakal?

Secara bahasa, tawakal berarti menyerahkan atau mempercayakan suatu urusan kepada pihak lain. Dalam Islam, tawakal adalah menyerahkan hasil akhir kepada Allah SWT setelah melakukan ikhtiar secara maksimal.

Artinya, seorang Muslim diperintahkan untuk bekerja, berusaha, berdoa, dan mempersiapkan segala sesuatu dengan baik, kemudian menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT.

Allah SWT berfirman:

“Kemudian apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang-orang yang bertawakal.”

(QS. Ali Imran: 159)

Ayat ini menunjukkan bahwa tawakal datang setelah adanya tekad dan usaha, bukan sebelum berbuat apa-apa.

Kesalahan Memahami Tawakal

Menganggap Tawakal Sama dengan Pasrah

Tawakal Bukan Pasrah, Ini Makna yang Sering Disalah pahami  

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap tawakal sebagai alasan untuk tidak berusaha.

Misalnya, seseorang berharap rezekinya lancar tetapi malas bekerja. Ada pula yang ingin berhasil dalam pendidikan tetapi tidak sungguh-sungguh belajar. Sikap seperti ini bukan tawakal, melainkan kelalaian.

Menjadikan Tawakal sebagai Alasan Bermalas-malasan

Islam mengajarkan keseimbangan antara ikhtiar dan tawakal. Seorang petani tetap harus menanam benih meskipun ia percaya bahwa hasil panen berasal dari Allah SWT.

Tanpa usaha, tawakal kehilangan maknanya.

Rasulullah Mengajarkan Ikhtiar dan Tawakal

Sebuah hadits yang sangat terkenal menjelaskan hubungan antara usaha dan tawakal.

Rasulullah bersabda:

“Ikatlah terlebih dahulu untamu, kemudian bertawakallah.”

(HR. Tirmidzi)

Hadits ini menjadi prinsip penting dalam kehidupan seorang Muslim. Unta harus diikat terlebih dahulu agar tidak hilang, setelah itu barulah menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT.

Tawakal Membuat Hati Lebih Tenang

Orang yang bertawakal tidak mudah putus asa ketika hasil yang diperoleh tidak sesuai harapan. Ia memahami bahwa Allah SWT memiliki rencana yang lebih baik.

Allah SWT berfirman:

“Barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya.”

(QS. At-Talaq: 3)

Ayat ini memberikan ketenangan bahwa Allah tidak akan meninggalkan hamba-Nya yang bersungguh-sungguh berusaha dan berserah diri kepada-Nya.

Ciri-Ciri Orang yang Bertawakal dengan Benar

Tetap Berusaha Secara Maksimal

Orang yang bertawakal tidak berhenti bekerja keras. Ia memahami bahwa usaha adalah bagian dari ibadah.

Tidak Mudah Putus Asa

Ketika gagal, ia tidak menyalahkan takdir. Sebaliknya, ia menjadikan kegagalan sebagai pelajaran untuk memperbaiki diri.

Selalu Berdoa kepada Allah

Ikhtiar tanpa doa adalah kesombongan, sedangkan doa tanpa ikhtiar adalah kelalaian. Keduanya harus berjalan seimbang.

Menerima Hasil dengan Lapang Dada

Setelah berusaha maksimal, seorang Muslim menerima hasilnya dengan hati yang tenang karena yakin bahwa keputusan Allah adalah yang terbaik.

Tawakal dan Kepedulian Sosial

Tawakal yang benar juga mendorong seseorang untuk membantu sesama. Ia yakin bahwa harta yang dimiliki hanyalah titipan Allah SWT dan sebagian darinya terdapat hak orang lain yang membutuhkan.

Ketika seseorang berzakat, berinfak, dan bersedekah, ia sedang menunjukkan kepercayaan penuh kepada Allah bahwa berbagi tidak akan mengurangi rezeki.

Rasulullah bersabda:

“Sedekah tidak akan mengurangi harta.”

(HR. Muslim)

Hadits ini mengajarkan bahwa orang yang bertawakal tidak takut miskin karena berbagi. Ia yakin Allah SWT akan mengganti dan melipatgandakan kebaikan yang diberikan kepada sesama.

05/08/2026 | Kontributor: BAZNAS
Apa yang Hilang Saat Kita Menunda-Nunda Salat?

Salat adalah tiang agama dan ibadah pertama yang akan dihisab pada hari kiamat. Namun, di tengah kesibukan pekerjaan, aktivitas media sosial, hiburan digital, hingga urusan dunia lainnya, tidak sedikit orang yang terbiasa menunda-nunda salat. Awalnya hanya beberapa menit, lalu menjadi kebiasaan yang membuat hati semakin jauh dari kedisiplinan beribadah.

Padahal, menunda salat bukan sekadar soal waktu. Ada banyak keberkahan yang perlahan hilang tanpa kita sadari. Ketenangan hati berkurang, hubungan dengan Allah melemah, dan kesempatan meraih pahala terbaik pun terlewatkan.

Lalu, apa sebenarnya yang hilang saat kita menunda-nunda salat?

Salat di Awal Waktu adalah Amalan yang Dicintai Allah

Apa yang Hilang Saat Kita Menunda-Nunda Salat

Islam mengajarkan umatnya untuk menjaga salat tepat waktu. Bahkan, salat di awal waktu termasuk amalan yang paling dicintai Allah SWT.

Dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu, beliau berkata:

"Aku bertanya kepada Nabi, 'Amalan apakah yang paling dicintai Allah?' Beliau menjawab, 'Salat pada waktunya.'"

(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menunjukkan bahwa menjaga waktu salat bukan perkara sepele, melainkan salah satu bentuk ketaatan yang sangat dicintai Allah SWT.

Keberkahan yang Hilang Saat Menunda Salat

Hilangnya Ketenangan Hati

Banyak orang mencari ketenangan melalui hiburan, liburan, atau berbagai kesenangan dunia. Padahal ketenangan sejati berasal dari mengingat Allah.

Allah SWT berfirman:

"Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram."

(QS. Ar-Ra'd: 28)

Ketika salat ditunda, hati kehilangan kesempatan untuk segera terhubung dengan Allah. Akibatnya, kegelisahan dan tekanan hidup sering kali terasa lebih berat.

Hilangnya Pahala Salat di Awal Waktu

Setiap detik yang berlalu setelah azan berkumandang adalah kesempatan yang terlewat untuk meraih keutamaan salat tepat waktu. Orang yang terbiasa menunda sering kehilangan pahala besar yang sebenarnya mudah diraih.

Hilangnya Disiplin dalam Kehidupan

Salat adalah sarana pendidikan karakter. Ketika seseorang disiplin menjaga waktu salat, ia juga akan lebih disiplin dalam pekerjaan, keluarga, dan tanggung jawab lainnya.

Sebaliknya, kebiasaan menunda salat dapat menumbuhkan kebiasaan menunda dalam berbagai aspek kehidupan.

Peringatan Al-Qur'an bagi Orang yang Lalai Salat

Allah SWT memberikan peringatan yang sangat tegas dalam Al-Qur'an:

"Maka celakalah orang-orang yang salat, yaitu mereka yang lalai terhadap salatnya."

(QS. Al-Ma'un: 4-5)

Para ulama menjelaskan bahwa salah satu bentuk kelalaian terhadap salat adalah menunda-nundanya tanpa alasan yang dibenarkan syariat.

Menunda Salat Membuka Pintu Kemalasan

Setan selalu berusaha membuat manusia menjauh dari ibadah. Salah satu caranya adalah membisikkan, "Nanti saja salatnya, masih ada waktu."

Kalimat sederhana ini sering membuat seseorang terlena hingga akhirnya salat dikerjakan di akhir waktu atau bahkan terlewat.

Mengapa Kita Sering Menunda Salat?

Terlalu Sibuk dengan Urusan Dunia

Pekerjaan, bisnis, sekolah, atau aktivitas media sosial sering menjadi alasan utama. Padahal semua aktivitas tersebut tidak akan membawa keberkahan jika membuat kita lalai dari perintah Allah.

Kurangnya Kesadaran Akan Pentingnya Salat

Sebagian orang memandang salat hanya sebagai rutinitas, bukan kebutuhan ruhani. Akibatnya, salat tidak lagi menjadi prioritas utama.

Tidak Segera Menyambut Panggilan Azan

Azan adalah panggilan langsung untuk menghadap Allah SWT. Ketika panggilan ini diabaikan, hati perlahan menjadi kurang peka terhadap kebaikan.

Biasakan Bergerak Saat Azan Terdengar

Salah satu cara efektif adalah segera menghentikan aktivitas ketika azan berkumandang. Jangan memberi ruang bagi rasa malas untuk mengambil alih.

Cara Melatih Diri Agar Tidak Menunda Salat

Ingat Bahwa Salat adalah Pertemuan dengan Allah

Jika kita rela meluangkan waktu untuk urusan pekerjaan atau bertemu orang penting, mengapa kita menunda pertemuan dengan Sang Pencipta?

Jadikan Salat sebagai Prioritas

Susun aktivitas harian berdasarkan jadwal salat, bukan sebaliknya.

Perbanyak Berdoa

Mintalah kepada Allah agar diberikan hati yang istiqamah dalam menjaga salat tepat waktu.

Salat Tepat Waktu Melahirkan Kepedulian Sosial

Salat yang benar tidak hanya memperbaiki hubungan dengan Allah, tetapi juga menumbuhkan kepedulian kepada sesama. Orang yang hatinya dekat dengan Allah akan lebih mudah tersentuh melihat kesulitan orang lain.

Karena itu, setelah menjaga salat, sempurnakan ibadah dengan berbagi kepada mereka yang membutuhkan melalui zakat, infak, dan sedekah.

Rasulullah SAW bersabda:

"Manusia yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya."

(HR. Thabrani)

05/08/2026 | Kontributor: BAZNAS
Dunia Boleh Dikejar, Tapi Jangan Sampai Iman Tertinggal

Di zaman yang serba cepat seperti sekarang, banyak orang berlomba-lomba mengejar kesuksesan, karir, jabatan, bisnis, dan berbagai pencapaian duniawi. Tidak ada yang salah dengan bekerja keras dan meraih impian. Islam bahkan mendorong umatnya untuk menjadi pribadi yang produktif dan bermanfaat. Namun, ada satu hal yang tidak dapat dilupakan dalam perjalanan tersebut, yaitu iman.

Jangan sampai kesibukan mencari rezeki membuat kita lalai dari salat, lupa bersedekah, jarang membaca Al-Qur'an, atau bahkan menjauh dari Allah SWT. Sebab sejatinya, dunia hanyalah tempat singgah sementara, sedangkan akhirat adalah tujuan yang abadi.

Ketika Dunia Menjadi Prioritas Utama

Banyak orang mengukur kebahagiaan dari jumlah harta, kendaraan, rumah mewah, atau popularitas di media sosial. Padahal, tidak sedikit orang yang terlihat sukses secara materi tetapi merasa hampa secara spiritual.

Allah SWT mengingatkan dalam Al-Qur'an:

“Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan, senda gurau, perhiasan, saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan.”

(QS. Al-Hadid : 20)

Ayat ini bukan melarang kita mencari dunia, tetapi mengingatkan agar tidak menjadikan dunia sebagai tujuan utama kehidupan.

Islam Mengajarkan Keseimbangan

Dunia Boleh Dikejar, Tapi Jangan Sampai Iman Tertinggal  

Islam adalah agama yang seimbang. Seorang Muslim diperintahkan untuk berusaha mencari rezeki yang halal sekaligus mempersiapkan bekal akhirat.

Allah SWT berfirman:

Perlindungan Lingkungan dan Perlindungan Lingkungan

Carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu kebahagiaan negeri akhirat, dan janganlah kamu mencintai bagianmu di dunia.
(QS. Al-Qashash : 77)

Ayat ini menjadi pedoman bahwa dunia dan akhirat harus berjalan beriringan. Bekerja adalah ibadah, berbisnis adalah ibadah, dan mencari nafkah adalah ibadah apabila dilakukan dengan niat yang benar dan sesuai syariat.

Tanda Iman Mulai Tertinggal

Ada beberapa tanda yang perlu diperhatikan:

  • Salat sering ditunda karena pekerjaan.
  • Lebih banyak waktu untuk media sosial daripada membaca Al-Qur'an.
  • Merasa berat untuk bersedekah tetapi mudah menghabiskan uang untuk hal yang tidak bermanfaat.
  • Jarang menghadiri majelis ilmu.
  • Hanya mengingat Allah saat menghadapi masalah.

Jika tanda-tanda tersebut mulai muncul, maka sudah saatnya melakukan evaluasi diri sebelum terlambat.

Cara Agar Dunia dan Iman Berjalan Seimbang

Awali Semua Aktivitas dengan Niat Ibadah

Ketika bekerja untuk menafkahi keluarga, membantu sesama, dan mencari rezeki halal, maka pekerjaan tersebut bernilai ibadah di sisi Allah SWT.

Jaga Salat di Tengah Kesibukan

Kesuksesan sejati bukan hanya tentang pencapaian dunia, tetapi juga kedekatan dengan Allah SWT. Jangan biarkan jadwal yang padat membuat kita meninggalkan salat.

Rasulullah bersabda:

“Perjanjian antara kami dan mereka adalah salat. Barang siapa yang meninggalkannya maka sungguh ia telah kufur.”

(HR. Tirmidzi)

Sisihkan Rezeki untuk Berbagi

Harta yang kita miliki bukan sepenuhnya milik kita. Di dalamnya terdapat hak orang-orang yang membutuhkan.

Sedekah Menjadi Bukti Keimanan

Ketika seseorang rela berbagi di saat dirinya juga memiliki kebutuhan, itulah salah satu tanda kuatnya iman. Sedekah bukan mengurangi harta, namun justru mendatangkan keberkahan.

Rasulullah bersabda:

Sedekah tidak akan mengurangi harta.

(HR.Muslim)

Dunia Akan Ditinggalkan, Amal Akan Menemani

Suatu hari nanti, jabatan akan berakhir, rekening akan ditinggalkan, dan semua pencapaian dunia akan menjadi kenangan. Yang tersisa hanyalah amal saleh yang pernah kita lakukan.

Oleh karena itu, jangan hanya fokus mempercantik kehidupan dunia. Perindah juga catatan amal dengan salat yang khusyuk, sedekah yang ikhlas, dan kepedulian kepada sesama.

Bayangkan jika sebagian rezeki yang Allah titipkan kepada kita menjadi karena seorang anak dapat bersekolah, seorang dhuafa memperoleh bantuan pangan, atau seorang pasien mendapatkan layanan kesehatan. Semua itu akan menjadi investasi akhirat yang menghasilkan jauh lebih besar daripada keuntungan dunia yang bersifat sementara.

Saatnya Menjadikan Harta sebagai Jalan Menuju Surga

Kesuksesan dunia akan terasa lebih bermakna ketika mampu memberikan manfaat bagi orang lain. Melalui zakat, infak, dan sedekah, kita tidak hanya membantu sesama, tetapi juga menjaga agar iman tetap hidup di tengah kesibukan dunia.

05/08/2026 | Kontributor: BAZNAS

Artikel Terbaru

Makna Berkah dan Ciri Keberkahan
Makna Berkah dan Ciri Keberkahan
Kata berkah sering kita dengar dan kita ucapkan dalam kehidupan sehari-hari. Tak jarang, berkah juga menjadi doa yang kita dipanjatkan. Tapi apakah sahabat tahu arti keberkahan itu sendiri ? Makna Berkah Menurut bahasa, berkah --berasal dari bahasa Arab: barokah (????), artinya nikmat (Kamus Al-Munawwir, 1997:78). Istilah lain berkah dalam bahasa Arab adalah mubarak dan tabaruk. Sementara Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008:179), berkah adalah “karunia Tuhan yang mendatangkan kebaikan bagi kehidupan manusia” Menurut Imam Al-Ghazali, berkah (barokah) adalah bertambahnya kebaikan (Ensiklopedia Tasawuf, hlm. 79). Para ulama juga menjelaskan makna berkah sebagai segala sesuatu yang banyak dan melimpah, mencakup berkah-berkah material dan spiritual, seperti keamanan, ketenangan, kesehatan, harta, anak, dan usia. Berkah dalam Al-Quran terdapat di dalam Surat Al-A’raf ayat 96 “Jika sekiranya penduduk negeri-negeri itu beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi." Langit dan bumi adalah semesta yang melingkupi hidup manusia. Semua yang terdapat di langit dan bumi mulai dari air hujan, tumbuhan, hewan, dan segala macam sumber-sumber kehidupan telah Allah limpahkan untuk manusia. Untuk itu, keberkahan ini berarti bahwa memang Allah memberikan nikmat berupa segala materi yang dibutuhkan manusia Berdasarkan Q.S Al-A’raf ayat 96 dapat dipahami jika keberkahan datangnya dari Allah swt kepada orang yang beriman dan bertakwa. Lalu bagaimana ciri orang yang merasakan hidupnya penuh berkah? Kita kembali mengacu pada Al Quran maupun hadits Rasulullah Saw. Ada beberapa indikator orang-orang yang mendapat berkah dalam hidupnya sesuai dengan kriteria Al Quran antara lain: 1. Merasa nikmat dalam beramal shaleh “Barang siapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam” (QS: Al-An'am: 125) Dalam ayat ini dijelaskan bahwa keberkahan hidup dari Allah salah satunya adalah dengan merasakan nikmat Iman dan Islam serta kenikmatan dalam beribadah. Kenikamtan beribadah dengan dada yang lapang, tanpa tekanan melainkan mendapatkan kenikmataan dalam menjalankan ibadah. 2. Konsisten (istiqamah) dalam kebaikan “Dan bagaimana kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan Rasul-Nya (Muhammad) pun berada di tengah-tengah kamu? Barangsiapa berpegang teguh kepada (agama) Allah, maka sungguh, dia diberi petunjuk kepada jalan yang lurus” (QS Ali Imron: 101) Orang yang dalam hidupnya penuh dengan keberkahan maka dia akan menjalankan kebaikan tersebut secara konsisten sampai akhir hidupnya. Salah satu kebaikan yang sahabat bisa lakukan dengan mudah dan konsisten adalah bersedekah 3. Selalu Sabar Menghadapi Ujian “Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung” (QS Ali Imran: 200) Dengan keberkahan dari Allah SWT, maka orang-orang tersebut akan mudah untuk bersabar dalam menghadapi berbagai ujian. Baik ujian dalam kebahagiaan atau kesulitan. Seluruhnya adalah hal dengan ikhlas mereka hadapi. Setidaknya jika kita dapat merasakan indikator tersebut maka secara pribadi atau individu boleh disebut hidupnya penuh keberkahan. Namun demikian setiap pribadi tentu akan merasakan keberkahan hidupnya yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya Makna berkah dalam hidup memang bisa berbeda dari setiap orang. Namun, sebenarnya Allah senantiasa memberikan kemudahan dan kebutuhan dalam hidup kita, baik kita sadari ataupun tidak. Semoga sebagai manusia kita selalu menyadarinya dan bersyukur setiap saat akan kenikmatan yang menjadi berkah dalam hidup kita. Untuk menambah keberkahan dalam hidup, sedekah bisa menjadi salah satu kuncinya. Rezeki yang merupakan salah satu nikmat dalam hidup ini, akan bertambah keberkahannya jika kita membagikannya kepada orang lain membutuhkan.
ARTIKEL09/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
Berkenalan Dengan Zakat
Berkenalan Dengan Zakat
Sebagai seorang muslim, tentu kita tidak asing dengan kata Zakat. Istilah itu bahkan sudah dikenalkan saat kecil kita menghafal rukun islam. Berada di urutan ke-tiga dalam rukun islam yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan muslim, sudah diperintahkan sejak kepemimpinan Rasulullah Saw, dan seringkali disebut dalam firman Allah bersamaan dengan shalat. “Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku” (QS. Al Baqarah [2]: 43) Tapi sudahkah kita mengenal apa itu zakat ? seberapa penting zakat ? apa keutamannya ? mengapa perlu kita mengeluarkan zakat ? atau bahkan kita sendiri tidak tahu apa arti kata zakat ? Mari kita berkenalan dengan zakat, dimulai dari arti kata zakat itu sendiri. Zakat berasal dari bentuk kata "zaka" yang berarti suci, baik, berkah, tumbuh, dan berkembang. Dinamakan zakat, karena di dalamnya terkandung harapan untuk memperoleh berkah, membersihkan jiwa dan memupuknya dengan berbagai kebaikan (Fikih Sunnah, Sayyid Sabiq: 5) Makna tumbuh dalam arti zakat menunjukkan bahwa mengeluarkan zakat sebagai sebab adanya pertumbuhan dan perkembangan harta, pelaksanaan zakat itu mengakibatkan pahala menjadi banyak. Sedangkan makna suci menunjukkan bahwa zakat adalah mensucikan jiwa dari kejelekan, kebatilan dan pensuci dari dosa-dosa. Menurut istilah, dalam Kitab Al-Hawi, Al-Mawardi mendefinisikan pengertian zakat dengan nama pengambilan tertentu, dari harta yang tertentu, menurut sifat-sifat tertentu, dan untuk diberikan kepada golongan tertentu. Sementara menurut Peraturan Menteri Agama No 52 Tahun 2014, Zakat adalah harta yang wajib dikeluarkan oleh seorang muslim atau badan usaha yang dimiliki oleh orang Islam untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya sesuai dengan syariat Islam. Maka bisa kita maknai, jika zakat adalah harta yang wajib dikeluarkan untuk memperoleh berkah atas rezeki yang telah Allah beri dan sebagai sarana membersihkan harta demi kebaikan jiwa kita pribadi. Perintah membayar zakat sudah dilakukan sejak kepemimpinan Rasulullah Saw untuk membantu meningkatkan perekonomian umat. Jadi, selain untuk menunaikan kewajiban pemilik harta dan membersihkannya, zakat juga memiliki dimensi sosial karena hasil zakat akan diberikan kepada yang berhak untuk membantu perekonomian umat. Manfaat yang dirasakan tidak hanya didapatkan oleh pemilik harta yang berzakat melainkan juga bisa dirasakan oleh penerima zakat Masya Allah ya sahabat betapa banyak manfaat yang bisa dirasakan karena zakat. Semoga Allah selalu mampukan kita untuk menunaikan zakat. Mari berbagi kebahagian dengan berzakat di BAZNAS Kota Sukabumi
ARTIKEL08/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
APA SIH AMAL JARIYAH ITU???
APA SIH AMAL JARIYAH ITU???
Amal jariyah berasal dari kata ‘amal yang artinya perbuatan, dan jariyah yang berarti mengalir. Jadi, amal jariyah adalah perbuatan baik yang pahalanya terus mengalir meski pelakunya telah meninggal dunia. Dalam Islam, amal jariyah termasuk dalam jenis amal yang tidak akan terputus meskipun usia seseorang sudah berhenti di dunia. Rasulullah bersabda: "Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya." (HR. Muslim) Hadits ini menunjukkan bahwa ada amalan tertentu yang pahalanya akan terus mengalir meski sudah meninggal dunia, selama amalan tersebut masih bermanfaat bagi orang lain. Perbedaan Amal Jariyah dengan Amal Biasa dan contohnya Tidak semua amalan yang dilakukan seseorang bisa disebut sebagai amal jariyah. Seperti yang sudah dibahas, Amal jariyah artinya adalah amalan yang manfaatnya masih terus dirasakan oleh orang lain. Sebagai contoh: Sholat dan puasa adalah ibadah yang berpahala, tetapi pahalanya berhenti saat seseorang meninggal sementara Membangun masjid atau sumur adalah amal jariyah karena selama maasjid dan sumur tersebut masih digunakan, pahalanya tetap mengalir. Mengapa Amal Jariyah Sangat Dianjurkan? Islam mengajarkan umatnya untuk selalu melakukan kebaikan yang manfaatnya bisa dirasakan oleh banyak orang. Amal jariyah artinya adalah investasi akhirat yang tidak pernah merugi, karena seseorang tetap mendapatkan pahala meskipun sudah tidak bisa beramal lagi di dunia. Banyak orang yang berlomba-lomba mengumpulkan harta di dunia, tetapi lupa menyiapkan bekal untuk akhirat. Amal jariyah artinya adalah cara terbaik untuk berinvestasi di akhirat. Dengan melakukan amal jariyah, seseorang bisa terus mendapatkan pahala meskipun ia telah wafat. Contoh Amalan yang Tidak Terputus A. Sedekah Jariyah Sedekah jariyah adalah salah satu bentuk utama dari amal jariyah artinya sedekah yang terus memberikan manfaat bagi orang lain dalam jangka panjang. Beberapa contoh sedekah jariyah antara lain: Membangun masjid Membantu pembangunan pesantren Menyediakan Al-Qur’an di masjid atau sekolah Membangun sumur untuk masyarakat yang membutuhkan Selama sedekah tersebut masih bermanfaat bagi orang lain, pahalanya akan terus mengalir kepada pemberinya. B. Ilmu yang Bermanfaat Ilmu yang diajarkan kepada orang lain dan terus digunakan juga termasuk dalam kategori amal jariyah artinya. Beberapa contoh ilmu yang bermanfaat antara lain: Mengajarkan ilmu agama kepada murid Menulis buku yang bermanfaat Membuat konten dakwah atau edukasi di media sosial Mengajarkan keterampilan yang bisa membantu kehidupan orang lain Jika ilmu tersebut digunakan dan diajarkan kembali kepada orang lain, maka pahalanya akan terus mengalir. C. Anak Saleh yang Mendoakan Orang Tuanya Mendidik anak agar dia menjadi pribadi yang baik serta taat Kepada Allah adalah investasi amal jariyah. Seperti yang disebutkan dalam hadist sebelumnya, salah satu amal jariyah artinya adalah memiliki anak saleh yang selalu mendoakan orang tuanya. Jika sesorang anak di didik dengan baik, Insya Allah dia akan selalu berdoa untuk orang tuanya, membaca Al-Qur’an, dan melakukan amal kebaikan lainnya yang dicontohkan orang tuanya sehingga hal tersebut akan menjadi sumber pahala yang tidak terputus bagi kedua orang tuanya. D. Membangun Fasilitas Umum Membangun fasilitas yang bisa dimanfaatkan banyak orang juga termasuk dalam amal jariyah artinya amalan yang pahalanya terus mengalir. Beberapa contoh fasilitas umum yang bisa menjadi amal jariyah antara lain: Membangun sekolah atau perpustakaan Membangun rumah sakit atau klinik gratis Menyediakan jalan atau jembatan untuk masyarakat Selama fasilitas tersebut masih digunakan, pahalanya akan terus mengalir kepada orang yang berkontribusi dalam pembangunannya. E. Wakaf untuk Kepentingan Umat Wakaf adalah salah satu bentuk sedekah jariyah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Amal jariyah artinya salah satunya adalah dengan memberikan wakaf berupa tanah, bangunan, atau aset lainnya yang bisa digunakan untuk kepentingan umat. Misalnya, seseorang mewakafkan tanah untuk pembangunan masjid, sekolah, atau rumah sakit. Selama tanah tersebut digunakan untuk kebaikan, maka pahalanya akan terus mengalir kepada pemberi wakaf. Dengan memahami amal jariyah artinya, kita bisa lebih termotivasi untuk melakukan kebaikan yang manfaatnya tidak hanya dirasakan di dunia, tetapi juga menjadi bekal pahala yang terus mengalir di akhirat. Semoga kita semua termasuk ke dalam golongan orang-orang yang senantiasa berlomba-lomba dalam melakukan amal jariyah.
ARTIKEL08/09/2025 | Khoirunisa
Rabiul Awal, Bulan Kelahiran dan Wafatnya Nabi Muhammad SAW
Rabiul Awal, Bulan Kelahiran dan Wafatnya Nabi Muhammad SAW
Rabiul awal merupakan bulan ketiga dalam kalender Hijriyah setelah bulan Muharram dan bulan Safar. Di bulan ini juga sosok penutup nabi dan rasul, Muhammad saw lahir ke dunia. Rasulullah saw lahir pada 12 Rabiul Awal, maka di tahun ini akan jatuh pada tanggal 5 September 2025. Terdapat beberapa keutamaan dari bulan Rabiul Awal atau bulan Maulid, sebagai berikut: 1. Bulan kelahiran dan wafatnya Nabi Muhammad SAW Bulan Rabiul Awal dianggap sebagai bulan yang mulia dikarenakan sosok Sang Pencerah, Nabi Muhammad SAW lahir ke dunia, tepatnya di kota Mekkah Al-Mukarramah pada Senin, 12 Rabiul Awal tahun Gajah atau 571 masehi. Kelahiran baginda Rasul di bulan ini sangatlah menarik, sebab bulan Rabiul Awal dianggap sebagai bulan yang penuh dengan bunga dan turunnya hujan di padang pasir. Dalam artian, lahirnya Nabi Muhammad SAW ibarat sebuah isyarat bahwa akan ada sosok penyubur di tengah gersangnya peradaban masyarakat jahiliyyah saat itu. Rasulullah SAW juga wafat pada hari, tanggal, dan bulan yang sama. Tidak ada manusia yang lahir dan wafatnya bersamaan seperti Rasulullah SAW, maka dari itulah Maulid Nabi SAW diperingati. Meskipun hari lahir dan wafatnya bersamaan, namun pada 12 Rabiul Awal, umat Islam tetap merayakan hari kelahiran Nabi, bukan memperingati wafatnya. Hal ini dikarenakan kelahiran Rasulullah SAW merupakan anugerah dari Allah yang patut disyukuri oleh umat manusia, dan kepergiannya patut ditangisi. 2. Bulan hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah Selain menjadi bulan kelahiran dan wafatnya Nabi Muhammad SAW, Rabiul Awal juga menjadi bulan di mana baginda Rasul melakukan hijrah dari Mekah ke Madinah. Hijrah tersebut dilakukan Nabi Muhammad SAW atas perintah Allah SWT sebagai upaya untuk menghindari penindasan oleh kaum kafir Quraisy terhadap beliau yang sedang berjuang menyebarkan dakwah Islam. Perjalanan Rasulullah SAW saat hijrah tidaklah mudah, namun beliau senantiasa bersabar, ikhlas, dan bertawakal kepada Allah. 3. Bulan perayaan Maulid Nabi Perayaan Maulid Nabi pada 12 Rabiul Awal menjadi salah satu tradisi yang diadakan oleh umat muslim sebagai bentuk rasa gembira sekaligus penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW. Kegiatan Maulid Nabi biasa diisi membaca Al-Quran, bershalawat, berzikir, melantunkan doa kepada Allah SWT untuk Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan para sahabat, serta berbagi makanan. Kecintaan umat muslim terhadap Rasulullah SAW juga merupakan cerminan dari kecintaan kepada Allah SWT. Sebagaimana yang tercantum dalam Surah Al-Ahzab ayat 56 berikut: "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya." 4. Disunahkan memperbanyak shalawat Salah satu keistimewaan dari bulan Rabiul Awal ialah menjadi bulannya shalawat. Pada bulan ini, umat Muslim dianjurkan untuk banyak bershalawat demi memperoleh keberkahan dan ridha Allah SWT di Hari Kiamat. Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang mengucapkan shalawat kepadaku satu kali, maka Allah mengucapkan shawalat kepadanya 10 kali." (HR. Muslim No. 408). Mari kita memanfaatkan momentum bulan Rabiul Awal dengan berbagai amalan baik. Salah satunya dengan menunaikan zakat, infak dan sedekah melalui di BAZNAS Kota Sukabumi.
ARTIKEL08/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
Pengertian, jenis dan Syarat Zakat Perusahaan
Pengertian, jenis dan Syarat Zakat Perusahaan
Zakat bukan hanya kewajiban individu muslim, tetapi juga melekat pada perusahaan yang telah memenuhi syarat nishab dan haul. Dalam konteks modern, zakat perusahaan menjadi instrumen penting yang mampu menghubungkan dunia bisnis dengan tanggung jawab sosial, serta menghadirkan keberkahan dalam setiap aktivitas usaha. Perusahaan sebagai entitas hukum dapat dikenai kewajiban zakat atas harta yang dimilikinya. Hal ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat serta fatwa-fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dengan menunaikan zakat, perusahaan tidak hanya melaksanakan kewajiban agama, tetapi juga berkontribusi dalam pembangunan sosial dan pengentasan kemiskinan. Objek zakat perusahaan meliputi berbagai sumber pendapatan dan aset, seperti keuntungan usaha, simpanan, modal yang diputar, hingga hasil investasi yang halal. Jika total kekayaan bersih perusahaan telah mencapai nishab setara dengan 85 gram emas dan telah berjalan selama satu tahun (haul), maka wajib dizakati sebesar 2,5%. Dalam praktiknya, zakat perusahaan dapat dihitung dari laba bersih setelah pajak, atau berdasarkan total aset produktif yang dimiliki. Mekanisme ini memudahkan perusahaan untuk menjalankan kewajiban tanpa mengganggu keberlangsungan operasional. BAZNAS Kota Sukabumi sebagai lembaga resmi pengelola zakat siap membantu proses perhitungan, konsultasi, hingga pelaporan zakat perusahaan dengan transparan. Menunaikan zakat perusahaan memiliki dampak besar bagi masyarakat. Dana zakat yang dihimpun akan disalurkan ke berbagai program pemberdayaan, mulai dari pendidikan, kesehatan, bantuan kemanusiaan, hingga pemberdayaan ekonomi umat. Dengan demikian, zakat perusahaan bukan hanya sekadar kewajiban ritual, tetapi juga bentuk nyata dari kepedulian sosial perusahaan. Selain manfaat sosial, zakat perusahaan juga menghadirkan manfaat spiritual dan keberkahan dalam bisnis. Banyak perusahaan besar di dunia yang meyakini bahwa konsistensi dalam berbagi membawa ketenangan, memperkuat reputasi, serta membuka pintu-pintu rezeki yang lebih luas. Dalam perspektif Islam, zakat yang ditunaikan justru menyucikan harta dan memperkokoh keberlangsungan usaha. Dari sisi regulasi, perusahaan yang menyalurkan zakat melalui BAZNAS dapat memperoleh manfaat fiskal berupa pengurang pajak penghasilan (PPh). Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan, yang menyatakan bahwa zakat dapat menjadi pengurang penghasilan kena pajak apabila disalurkan melalui lembaga resmi seperti BAZNAS. Dengan adanya insentif pajak tersebut, zakat perusahaan menjadi pilihan strategis bagi manajemen untuk menyelaraskan kepatuhan hukum, tanggung jawab sosial, dan nilai spiritual. Perusahaan tidak hanya menjalankan kewajiban agama, tetapi juga memperkuat tata kelola bisnis yang berintegritas. BAZNAS Kota Sukabumi mengundang seluruh perusahaan di wilayah Kota Sukabumi untuk berkolaborasi dalam kebaikan ini. Dengan dukungan perusahaan, misi BAZNAS dalam memberdayakan mustahik dan menyejahterakan umat akan semakin kuat. Perusahaan dapat menjadi bagian dari gerakan besar membangun masyarakat yang lebih mandiri, berdaya, dan berkeadilan. Mari jadikan zakat perusahaan sebagai budaya korporasi yang melekat pada setiap langkah bisnis. Dengan menunaikannya melalui BAZNAS Kota Sukabumi, perusahaan tidak hanya mendapatkan keberkahan usaha, tetapi juga menjadi agen perubahan sosial yang berperan aktif dalam mewujudkan masyarakat sejahtera. Tunaikan zakat perusahaan Anda sekarang, karena keberkahan bisnis dimulai dari keberkahan harta.
ARTIKEL08/09/2025 | Khoirunisa
Pengertian, Jenis dan Syarat Zakat Saham
Pengertian, Jenis dan Syarat Zakat Saham
Perkembangan dunia investasi membuat saham kini menjadi salah satu instrumen populer di kalangan masyarakat. Dalam Islam, kepemilikan saham yang memberikan keuntungan juga termasuk harta yang wajib dizakati apabila telah memenuhi syarat. Zakat saham menjadi wujud nyata penyucian harta sekaligus tanggung jawab sosial investor muslim. Saham pada dasarnya adalah bukti kepemilikan seseorang terhadap sebuah perusahaan. Karena saham bernilai finansial dan memberikan keuntungan berupa dividen maupun capital gain, maka saham termasuk objek zakat apabila mencapai nishab dan haul. Nishab zakat saham disamakan dengan zakat emas, yaitu setara 85 gram emas. Apabila nilai saham yang dimiliki telah mencapai jumlah tersebut dan disimpan selama satu tahun (haul), maka wajib dizakati sebesar 2,5%. Cara menghitung zakat saham bisa dilakukan dengan dua pendekatan. Pertama, jika saham dimiliki sebagai investasi jangka panjang (mirip harta simpanan), maka zakat dihitung berdasarkan nilai pasar saham saat haul tiba, dikalikan 2,5%. Kedua, jika saham diperdagangkan aktif (trading), maka zakat dihitung dari nilai saham ditambah keuntungan bersih, setelah dikurangi kewajiban atau utang terkait investasi. Contoh sederhana: seorang investor memiliki portofolio saham senilai Rp200 juta. Karena nilainya sudah melebihi nishab, maka ia wajib menunaikan zakat sebesar 2,5% × Rp200 juta = Rp5 juta. Zakat tersebut bisa ditunaikan dalam bentuk uang tunai senilai harga saham, bukan dalam bentuk saham fisik. Zakat saham tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga mendatangkan keberkahan bagi investor. Dengan menunaikannya, keuntungan investasi tidak hanya memberikan manfaat pribadi, tetapi juga mengalir untuk kemaslahatan umat. Dari sisi sosial, zakat saham yang disalurkan melalui BAZNAS Kota Sukabumi akan digunakan untuk mendukung berbagai program pemberdayaan umat, seperti pendidikan, kesehatan, bantuan kemanusiaan, hingga pengembangan ekonomi masyarakat. Dengan demikian, zakat saham menjadi bagian penting dalam menciptakan keadilan sosial. Selain manfaat spiritual dan sosial, zakat saham juga memberikan manfaat legal. Zakat yang ditunaikan melalui BAZNAS dapat menjadi pengurang pajak penghasilan (PPh), sehingga investor mendapatkan keberkahan sekaligus manfaat fiskal. BAZNAS Kota Sukabumi siap memfasilitasi para investor dalam menghitung, menunaikan, dan melaporkan zakat saham secara aman, transparan, dan sesuai syariat. Layanan digital yang tersedia memudahkan muzaki untuk membayar zakat saham kapan saja dan di mana saja. Mari jadikan zakat saham sebagai komitmen moral dan spiritual dalam berinvestasi. Dengan menunaikannya melalui BAZNAS Kota Sukabumi, Anda tidak hanya menjaga kesucian harta, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan besar untuk mewujudkan kesejahteraan umat. Tunaikan zakat saham Anda sekarang, agar investasi dunia dan akhirat berjalan seimbang.
ARTIKEL08/09/2025 | Khoirunisa
Niat Puasa Daud: Tata Cara dan Manfaatnya untuk Menumbuhkan Ketakwaan
Niat Puasa Daud: Tata Cara dan Manfaatnya untuk Menumbuhkan Ketakwaan
Puasa Daud adalah salah satu bentuk ibadah puasa sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Cara melakukan puasa daud dilakukan secara selang-seling: sehari berpuasa dan sehari berbuka. Sebelum menjalankan ibadah ini, penting bagi setiap Muslim untuk memahami niat puasa Daud, karena tanpa niat, sebuah amalan tidak akan diterima serta tata cara puasanya Apa Itu Puasa Daud? Puasa Daud merupakan ibadah sunnah yang berpahala besar bagi yang mengamalkannya. Meskipun tidak berdosa bila ditinggalkan, puasa ini memiliki nilai spiritual tinggi yang mendidik jiwa untuk hidup seimbang: satu hari menikmati dunia, satu hari menahan diri dari hal-hal duniawi. Untuk pelaksanaan puasa daud hampir sama dengan puasa pada umumnya Niat Puasa Daud Niat adalah langkah pertama dan utama dalam melaksanakan puasa Daud. Tidak seperti puasa wajib yang harus diniatkan sebelum fajar, puasa sunnah ini boleh diniatkan di pagi hari, selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa. Niat di malam hari: "Nawaitu shouma Dawuda sunnatan lillahi ta’ala" (Aku berniat puasa sunnah Daud karena Allah ta’ala) Niat di pagi hari (setelah subuh dan tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa): "Nawaitu shauma hadzal yaumi an ada’i sunnati Dawuda lillahi ta’ala" (Aku berniat puasa sunnah Daud hari ini karena Allah ta’ala) Tata Cara Menjalankan Puasa Daud 1. Membaca Niat Dianjurkan membaca niat di malam hari, namun diperbolehkan di pagi hari sebelum tergelincir pada hal-hal yang membatalkan puasa. 2. Makan Sahur Sahur adalah sunnah yang penuh berkah. Jika terlewat, puasa tetap sah selama belum membatalkannya. 3. Menahan Diri dari Pembatal Puasa Dari terbit fajar hingga terbenam matahari, seseorang harus menahan diri dari makan, minum, serta perbuatan yang bisa merusak nilai puasa seperti berbohong, gibah, dan maksiat lainnya. 4. Berbuka Puasa Tepat Waktu Waktu berbuka puasa sama seperti puasa lainnya, yaitu saat matahari terbenam. Disunnahkan untuk segera berbuka demi menjaga kesehatan dan mengikuti sunah Nabi. Keutamaan dan Manfaat Puasa Daud Puasa Daud adalah latihan spiritual yang luar biasa. Seseorang belajar untuk mengendalikan diri, menyeimbangkan antara kehidupan dunia dan akhirat, serta mendidik hati agar tidak terikat pada kenikmatan dunia semata. Dari sisi kesehatan, puasa Daud juga memberikan banyak manfaat, seperti detoksifikasi tubuh dan memperkuat sistem metabolisme. Dari sisi ruhani, puasa ini meningkatkan ketakwaan dan keikhlasan. Puasa Daud boleh dilakukan sepanjang tahun, kecuali pada hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa, seperti: 1 Syawal (Idul Fitri) 10–13 Dzulhijjah (Idul Adha dan hari-hari Tasyrik) Seluruh bulan Ramadhan (karena sudah ada kewajiban puasa) Islam mengajarkan kita untuk beribadah dengan penuh keikhlasan, tanpa pamrih duniawi. Puasa Daud adalah salah satu wujud pengabdian yang dapat mendekatkan kita kepada Allah SWT. Sebagai bagian dari masyarakat yang peduli pada kesejahteraan umat, BAZNAS Kota Sukabumi terus mengajak masyarakat untuk meningkatkan amal ibadah, termasuk melalui sedekah dan infak. Kebaikan yang kita tanam hari ini, insyaAllah akan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya. Mari wujudkan semangat berbagi dengan mengakses layanan Sedekah Online BAZNAS Kota Sukabumi. Setiap rupiah yang Anda sumbangkan, adalah harapan dan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan. Aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin.
ARTIKEL08/09/2025 | Khoirunisa
Definisi Sedekah dan Keutamaan
Definisi Sedekah dan Keutamaan
Sedekah merupakan kata yang sangat familiar di kalangan umat Islam. Sedekah diambil dari kata bahasa Arab yaitu “shadaqah”, berasal dari kata sidq (sidiq) yang berarti “kebenaran”. Menurut peraturan BAZNAS No.2 tahun 2016, sedekah adalah harta atau non harta yang dikeluarkan oleh seseorang atau badan usaha di luar zakat untuk kemaslahatan umum. Sedekah merupakan amalan yang dicintai Allah SWT. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya ayat Al-Qur’an yang menyebutkan tentang sedekah, salah satunya dalam surat Al-Baqarah ayat 271, “Jika kamu menampakkan sedekah (mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu, dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al-Baqarah: 271). Keutamaan Sedekah 1. Sedekah Tidak Mengurangi Harta “Sedekah adalah ibadah yang tidak akan mengurangi harta, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda untuk mengingatkan kita dalam sebuah riwayat Muslim, “sedekah tidaklah mengurangi harta.” (HR. Muslim). Mengapa sedekah tidak akan mengurangi harta? Karena meskipun secara tersurat harta terlihat berkurang, namun kekurangan tersebut akan ditutup dengan pahala di sisi Allah SWT dan akan terus bertambah kelipatannya menjadi lebih banyak. Hal ini merupakan janji Allah yang termaktub dalam surat Saba “Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah pemberi rezeki sebaik-baiknya.” (QS. Saba’: 39). 2. Sedekah Menghapus Dosa Sebagai makhluk Allah SWT yang tak luput dari dosa, umat Islam senantiasa diberikan berbagai keistimewaan agar berkesempatan untuk bertaubat dan menghapus dosa-dosanya dengan cara yang yang diridhai oleh Nya. Salah satunya dengan sedekah. Sedekah merupakan ibadah yang istimewa, ia dapat memudahkan kita dalam menghapus dosa-dosa. Rasulullah SAW pernah bersabda “Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air itu memadamkan api. (HR. At-Tirmidzi). 3. Sedekah Melipatgandakan Pahala Sedekah memberikan banyak keistimewaan kepada pelakunya, salah satu diantaranya adalah Allah SWT akan memberikan pahala yang banyak untuk orang yang bersedekah. Allah SWT berfiman, “Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (Qs. Al Hadid: 18) Itulah beberapa keistimewaan sedekah. Begitu banyak nikmat Allah dalam bersedekah, semoga kita termasuk ke dalam orang orang yang diringankan dalam melakukan ibadah istimewa ini. Aamiin. Tunaikan sedekah melalui BAZNAS Kota Sukabumi via link berikut: kotasukabumi.baznas.go.id/sedekah
ARTIKEL08/09/2025 | Khoirunisa
KEUTAMAAN SHALAT DHUHA DAN DO’A SHALAT DHUHA
KEUTAMAAN SHALAT DHUHA DAN DO’A SHALAT DHUHA
Shalat dhuha merupakan salah satu shalat sunnah yang sangat diajurkan oleh Rasululah SAW. Sangat banyak sekali keterangan dan penjelasan hadits yang menjelaskan kelebihan, keistimewaan, dan keutamaan shalat dhuha ini. Kita tentu akan merasa lebih semangat jika mengetahui keutamaan dari shalat dhuha ini. Karena dengan kita mengetahui keuntungan dan kebaikan bahkan keutamaan dari shalat dhuha kita akan menjadi lebih bersemangat untuk melakukan shalat dhuha ini. Banyak sekali penjelasan dari para ulama yang diungkapkan Rasulullah saw mengenai keutamaan shalat dhuha ini, yaitu: 1. Menjanjikan akan tercukupi hidupnya Shalat dhuha merupakan shalat permohonan rezeki. Dan Allah swt juga berjanji bagi siapa saja yang sering melakukan shalat dhuha Allah akan mencukupi semua kebutuhan umatnya. Dengan janji yang sudah Allah berikan itu, Allah bermaksud memberikan balasan atau timbal balik kepada umatnya yang sudah bersiap mengingat Allah dengan cara melakukan shalat dhuha. Dan janji Allah ini bisa dilihat dalam hadits qudsi. Na'im bin Hammar berkata, “Aku mendengar Rasulullah bersabda: Allah berfirman, 'Wahai Anak Adam, janganlah sekali-sekali engkau malas melakukan shalat empat rakaat pada pagi hari (salat dhuha) karena akan memenuhi kebutuhanmu hingga sore hari'.” (Hr.Abu Daud) 2. Shalat dhuha sebagai amal persediaan Dan salah satu keutamaan dari shalat dhuha ini ialah shalat sunnah (dhuha) dapat menyempurnakan kekurangan shalat wajib. Seperti yang kita ketahui, shalat adalah salah satu amalan yang pertama kali akan ditanyakan di hari akhir. Dan shalat juga kunci semua amal kebaikan. Jika shalatnya baik maka baiklah amal ibadah yang lainnya. Alasan mengapa shalat dhuha bisa dikatakan sebagai amal ibadah, karena shalat sunnah (dhuha) bisa menjadi amal cadangan yang nantinya dapat menyempurnakan kekurangan dari shalat fardhu. Rasulullah saw bersabda: sesungguhnya yang pertama kali dihisab pada diri hamba pada hari akhir amalannya adalah shalat. Apabila benar shalatnya maka ia telah lulus dan beruntung, dan sebaliknya jika shalatnya rusak maka ia akan kecewa dan rugi. Jika terdapat kekurangan pada shalat wajibnya, maka Allah berfirman, 'perhatikanlah, jikalau hamba-ku mempunyai shalat sunnah maka sempurnakanlah dengan shalat sunnah sekedar apa yang menjadi kekurangan pada shalat wajibnya. Jika urusan shalat, barulah amalan lainnya.” (Hr. Ash-habus Sunan dari Abu Hurairah RA) 3. Dijauhkan dari siksa api neraka pada hari janji nanti Shalat dhuha menjadi salah satu cara kita untuk menghindari api neraka. Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa melakukan shalat fajar, kemudian ia tetap duduk di tempat shalatnya sambal berdzikir hingga matahari terbit kemudia ia melaksanakan shalat dhuha sebanyak dua rakaat, niscaya allah swt akan mengharamkan api neraka untuk menyentuh atau membakar tubuhnya.” (HR. Al-Baihaqi) setelah sahabat shalat doa sebaiknya juga disertai dengan doa sebagai berikut DO' A SHALAT DHUHA Allahumma innad-duhaa'a duhaa'uka wal bahaa'a bahaa'auka wal-jamaala jamaaluka wal-quwwata quwwatuka wal-qudrota qudratuka wal-'ismata 'ismatuka. Allahumma dalam kaana rizqii fis-samaa'i fa anzilhu, wa dalam kaana fil-ardi fa akhrijhu, wa dalam kaana mu'assiran fa yassirhu, wa dalam kaana haraaman fa tahhirhu wa dalam kaana ba'iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa'ika wa bahaa'ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa aataita 'ibaadakash-shalihiin. Artinya: "Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu Dhuha adalah waktu DhuhaMu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahanMu, kekuatan adalah kekuatanMu, penjagaan adalah penjagaan-Mu" "Wahai Tuhanku, jika rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, jika berada di dalam bumi maka keluarkanlah, jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika jauh dekatkanlah dengan kebenaran DhuhaMu, kekuasaanMu (wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang sholeh" untuk menambah rezeki yang berlipat ganda juga bisa dengan bersedekah. karena Allah akan memberikan balasan 7x lipat dari apa yang kita sedekahkan.
ARTIKEL08/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
Pengertian, Jenis dan Syarat Zakat Emas
Pengertian, Jenis dan Syarat Zakat Emas
Emas merupakan salah satu harta yang paling bernilai dan banyak dimiliki oleh umat Islam, baik dalam bentuk perhiasan, tabungan, maupun investasi. Islam mengajarkan bahwa emas yang telah mencapai nishab dan haul wajib dizakati. Zakat emas bukan hanya kewajiban agama, tetapi juga sarana untuk menyucikan harta dan menjaga keberkahannya. Ketentuan zakat emas telah dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadis Rasulullah SAW. Nishab zakat emas ditetapkan sebesar 85 gram emas. Jika seorang muslim memiliki emas dengan jumlah tersebut atau lebih, dan sudah dimiliki selama satu tahun (haul), maka wajib dikeluarkan zakat sebesar 2,5%. Emas yang wajib dizakati meliputi emas simpanan, emas batangan, maupun emas perhiasan yang tidak dipakai sehari-hari. Sedangkan emas perhiasan yang dipakai secara wajar sebagai kebutuhan, sebagian ulama berpendapat tidak wajib dizakati, namun dianjurkan untuk tetap berzakat sebagai bentuk kehati-hatian dan penyucian harta. Cara menghitung zakat emas cukup mudah. Pertama, hitung total berat emas yang dimiliki. Kedua, pastikan apakah jumlahnya telah mencapai nishab (85 gram). Jika ya, maka zakat yang dikeluarkan adalah 2,5% dari total berat emas yang dimiliki. Zakat ini bisa dibayarkan dalam bentuk emas maupun uang setara nilai emas. Contoh sederhana: jika seseorang memiliki 100 gram emas yang disimpan selama lebih dari satu tahun, maka zakat yang wajib dikeluarkan adalah 2,5% × 100 gram = 2,5 gram emas, atau senilai harga 2,5 gram emas pada tahun berjalan. Zakat emas tidak akan mengurangi harta, justru menyucikan dan memberkahinya. Rasulullah SAW menegaskan bahwa harta yang dizakati tidak akan berkurang, melainkan akan mendatangkan keberkahan dan menolak bala. Dengan berzakat, pemilik emas turut berbagi kebahagiaan dan membantu mereka yang membutuhkan. Selain kewajiban spiritual, zakat emas juga membawa manfaat sosial yang luas. Dana zakat emas yang terkumpul melalui BAZNAS Kota Sukabumi akan disalurkan kepada mustahik dalam program pendidikan, kesehatan, bantuan sosial, hingga pemberdayaan ekonomi. Dengan demikian, zakat emas menjadi instrumen nyata dalam mengurangi kesenjangan sosial. BAZNAS Kota Sukabumi sebagai lembaga resmi pengelola zakat hadir untuk mempermudah muzaki dalam menunaikan zakat emas. Melalui layanan digital, muzaki dapat langsung menghitung, membayar, dan menerima laporan penyaluran zakat dengan aman dan transparan. Menunaikan zakat emas melalui BAZNAS Kota Sukabumi juga memiliki nilai tambah dari sisi regulasi. Sesuai ketentuan Undang-Undang, zakat yang disalurkan melalui BAZNAS dapat menjadi pengurang pajak penghasilan (PPh), sehingga muzaki memperoleh manfaat ganda: keberkahan spiritual dan keringanan fiskal. Mari jadikan zakat emas sebagai bagian dari gaya hidup islami yang penuh berkah. Jangan biarkan emas kita hanya tersimpan, tapi jadikan ia sebagai sumber kebermanfaatan bagi sesama. Tunaikan zakat emas Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi, agar harta semakin suci, hidup semakin berkah, dan umat semakin sejahtera.
ARTIKEL04/09/2025 | Khoirunisa
Pengertian, jenis dan Syarat Zakat Perdagangan
Pengertian, jenis dan Syarat Zakat Perdagangan
Dalam Islam, setiap harta yang dimiliki seorang muslim memiliki kewajiban zakat apabila telah memenuhi syarat. Salah satunya adalah harta yang diperoleh dari aktivitas perdagangan. Zakat perdagangan menjadi instrumen penting untuk membersihkan harta, menumbuhkan keberkahan usaha, sekaligus mendukung kehidupan masyarakat yang membutuhkan. Zakat perdagangan dikenakan atas harta yang diperoleh dari aktivitas jual beli barang atau jasa, baik dalam skala kecil maupun besar. Pedagang pasar tradisional, pengusaha toko modern, distributor, hingga pemilik bisnis daring (online shop) semuanya berpotensi memiliki kewajiban zakat apabila hartanya sudah mencapai nishab. Ketentuan zakat perdagangan merujuk pada Al-Qur’an, hadis, dan ijma’ ulama. Nishab zakat perdagangan setara dengan 85 gram emas. Jika total nilai barang dagangan dan modal usaha setelah dikurangi hutang mencapai nishab dan telah berlalu satu tahun (haul), maka wajib dikeluarkan zakat sebesar 2,5%. Cara menghitung zakat perdagangan cukup sederhana. Pertama, hitung nilai seluruh barang dagangan dan aset lancar yang diperdagangkan. Kedua, tambahkan dengan kas atau piutang yang mungkin diterima. Ketiga, kurangi dengan utang jangka pendek yang jatuh tempo. Jika hasil akhirnya mencapai nishab, maka wajib dizakati 2,5%. Contoh sederhana: seorang pedagang memiliki persediaan barang senilai Rp100 juta, kas Rp20 juta, dan piutang Rp10 juta. Ia juga memiliki utang jangka pendek Rp15 juta. Total harta bersihnya adalah Rp115 juta. Karena nilainya melebihi nishab (setara 85 gram emas), maka ia wajib menunaikan zakat perdagangan sebesar 2,5% dari Rp115 juta, yaitu Rp2,875 juta. Zakat perdagangan tidak hanya melaksanakan kewajiban agama, tetapi juga menumbuhkan etika bisnis yang sehat. Pedagang yang konsisten berzakat akan lebih berhati-hati dalam mencari rezeki, menjaga kejujuran, dan mengutamakan kebermanfaatan usaha bagi banyak orang. Selain manfaat spiritual, zakat perdagangan memiliki dampak sosial yang besar. Dana zakat yang terkumpul melalui BAZNAS Kota Sukabumi akan disalurkan kepada mustahik dalam bentuk program pendidikan, kesehatan, bantuan kemanusiaan, hingga pemberdayaan ekonomi umat. Dengan begitu, zakat perdagangan turut mendorong perputaran ekonomi yang lebih adil. Bagi para pedagang modern, termasuk pelaku e-commerce dan UMKM digital, zakat perdagangan dapat menjadi salah satu cara meningkatkan kepercayaan pelanggan. Bisnis yang menunaikan zakat akan dipandang lebih amanah dan memiliki tanggung jawab sosial tinggi. Hal ini dapat meningkatkan loyalitas konsumen sekaligus memperluas pasar. BAZNAS Kota Sukabumi sebagai lembaga resmi pengelola zakat hadir untuk memfasilitasi para pedagang dalam menunaikan kewajiban ini. Kami menyediakan layanan konsultasi perhitungan zakat, kemudahan pembayaran melalui berbagai platform digital, serta laporan penyaluran yang transparan dan akuntabel. Mari sucikan harta dan usahakan keberkahan dalam setiap transaksi dengan menunaikan zakat perdagangan. Melalui BAZNAS Kota Sukabumi, zakat Anda akan dikelola secara profesional, sesuai syariat, dan memberi dampak nyata bagi umat. Tunaikan zakat perdagangan Anda sekarang, karena setiap rupiah yang dizakati akan menjadi investasi keberkahan yang tak ternilai.
ARTIKEL04/09/2025 | Khoirunisa
Tadarus Adalah : Makna, Manfaat, dan Praktinya dalam Islam
Tadarus Adalah : Makna, Manfaat, dan Praktinya dalam Islam
Dalam keseharian umat Islam, terutama ketika bulan Ramadhan tiba, kita sering mendengar istilah tadarus Al-Qur’an. Namun, apakah kita benar-benar memahami makna dari tadarus itu sendiri? Apa yang membedakannya dari sekadar membaca Al-Qur’an? Dan bagaimana praktik tadarus pada zaman Nabi Muhammad SAW hingga kini? Artikel ini akan membahas makna tadarus, manfaatnya dalam kehidupan spiritual, serta praktik yang telah dilakukan para salafus shalih. Yuk, simak selengkapnya! Makna Tadarus : Apa Itu Tadarus? Tadarus berasal dari bahasa Arab, dari akar kata darasa yang berarti mempelajari, meneliti, menelaah, dan mengambil pelajaran. Dalam ilmu nahwu, kata tad?rus termasuk dalam wazan taf?’ul, yang menunjukkan bahwa kegiatan ini melibatkan interaksi dua orang atau lebih. Secara istilah, tadarus adalah aktivitas membaca dan memahami Al-Quran secara bersama dan diulang-ulang. Aktivitas ini tidak hanya terbatas pada pembacaan secara lisan, tetapi juga mencakup penyimak yang harus siaga mendengarkan dan mengamati bacaan sekaligus akan mengganti posisi pembaca pertama, bila kemudian berhenti. Makna Spiritual dari Tadarus Dalam Islam, Al-Qur’an bukan hanya kitab suci, tetapi juga pedoman hidup. Oleh karena itu, membaca dan mempelajari Al-Qur’an adalah ibadah yang sangat mulia. Tadarus menjadi sarana untuk: • Mendekatkan diri kepada Allah SWT • Membersihkan hati dari penyakit ruhani • Menjadikan hidup lebih terarah dan bermakna • Mempererat ukhuwah saat dilakukan bersama-sama Manfaat Tadarus Al-Qur’an Berikut adalah beberapa keutamaan tadarus yang dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadits: 1. Mendapat Syafaat di Hari Kiamat Tadarus adalah salah satu amalan yang dapat memberi syafaat, atau pertolongan, di hari akhir. Rasulullah SAW bersabda: "Bacalah Al-Qur’an. Sesungguhnya ia akan datang memberi syafaat kepada para pembacanya pada hari kiamat." (HR Muslim) 2. Menjadi Teman Para Malaikat Orang yang ahli dan rajin membaca Al-Qur’an akan dikumpulkan bersama para malaikat yang taat: "Orang yang mahir membaca Al-Qur’an akan bersama para malaikat yang mulia. Sedangkan orang yang terbata-bata dan merasa kesulitan, maka dia mendapat dua pahala." (HR Bukhari dan Muslim) 3. Mendapat Ketenangan Hati Bacaan Al-Qur’an yang dilakukan secara rutin mampu menghadirkan ketenangan dan kesejukan hati, serta menjauhkan dari rasa cemas berlebihan. 4. Meningkatkan Konsentrasi dan Fokus Aktivitas tadarus yang dilakukan dengan khusyuk dapat melatih konsentrasi, meningkatkan kecerdasan spiritual dan emosional. 5. Menguatkan Hafalan Tadarus yang dilakukan secara rutin, terutama dengan cara membaca bersama atau menyimak bacaan orang lain, membantu menguatkan hafalan Al-Qur’an. Etika dan Adab Saat Tadarus Agar aktivitas tadarus menjadi lebih bermakna dan berpahala, berikut beberapa adab yang perlu diperhatikan: 1. Dalam Keadaan Suci Melakukan wudhu sebelum menyentuh mushaf Al-Qur’an. 2. Berpakaian Rapi dan Bersih Sebaiknya memakai pakaian yang sopan dan menutup aurat. 3. Menghadap Kiblat Disarankan untuk menghadap kiblat sebagai bentuk penghormatan terhadap Al-Qur’an. 4. Membaca Taawudz dan Basmalah Selalu memulai dengan membaca a'udzubillah dan bismillah. 5. Membaca dengan Tartil Yaitu membaca dengan perlahan, jelas, dan memperhatikan tajwid. 6. Tidak Membuat Keributan Tadarus dilakukan dengan sikap khusyuk, tenang, dan penuh adab. Praktik Tadarus di Zaman Nabi Muhammad SAW Pada masa Rasulullah SAW, tadarus dilakukan dalam berbagai bentuk. Beliau sering berdiskusi dan memperdengarkan bacaan Al-Qur’an kepada para sahabat, terutama kepada Malaikat Jibril saat bulan Ramadhan. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, disebutkan bahwa: "Jibril datang kepada Nabi SAW setiap malam di bulan Ramadhan, lalu keduanya mudarasah (tadarus) Al-Qur'an." (HR Bukhari) Ini menjadi dasar dari tradisi tadarus di bulan Ramadhan, meskipun pada kenyataannya tadarus dapat dan sangat dianjurkan untuk dilakukan sepanjang tahun. Tradisi Tadarus Para Ulama Salaf Para salafus shalih memiliki berbagai metode dalam mengkhatamkan Al-Qur’an. Salah satu yang paling terkenal adalah rumus “Fami Bi Syuq?n” yang digunakan oleh Sayyidina Ali bin Abi Thalib. Berikut pembagiannya: • Jumat: Al-Fatihah – An-Nisa (4 surat) • Sabtu: Al-Maidah – At-Taubah (5 surat) • Ahad: Yunus – An-Nahl (7 surat) • Senin: Al-Isra – Al-Furqan (9 surat) • Selasa: Asy-Syuara – Yasin (11 surat) • Rabu: As-Saffat – Al-Hujurat (13 surat) • Kamis: Qaf – An-Nas (65 surat) Metode ini memungkinkan seseorang mengkhatamkan Al-Qur’an setiap pekan atau 7 hari. Meskipun tadarus identik dengan bulan Ramadhan, tidak ada larangan untuk bertadarus sepanjang tahun. Bahkan, menjadikan tadarus sebagai kebiasaan harian bisa menjadi salah satu cara terbaik untuk menjaga hubungan dengan Allah. Mari kita jadikan tadarus sebagai bagian dari rutinitas hidup, bukan hanya ketika Ramadhan, tetapi juga di hari-hari biasa.
ARTIKEL04/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
Malaikat Pencatat Amal Baik dan Buruk : Peran Mereka dalam Kehidupan Manusia
Malaikat Pencatat Amal Baik dan Buruk : Peran Mereka dalam Kehidupan Manusia
Dalam ajaran Islam, tidak ada satu pun perbuatan manusia yang luput dari pengawasan. Setiap tindakan, baik yang dilakukan secara terang-terangan maupun diam-diam, semuanya dicatat. Setiap individu diawasi oleh dua malaikat pencatat amal, yang dikenal sebagai Kiraman Katibin. Kedua malaikat ini memiliki tugas khusus: mencatat semua perbuatan manusia, baik yang baik maupun buruk.Salah satu dari mereka adalah malaikat Raqib, yang bertugas mencatat amal baik. Mengetahui keberadaan mereka bukan hanya sekadar pengetahuan agama, tetapi juga sumber motivasi kuat untuk hidup dalam kebaikan dan taat kepada Allah SWT. Siapa Itu Kiraman Katibin? Kiraman Katibin adalah dua malaikat mulia yang senantiasa menyertai setiap manusia. Raqib: Berada di bahu kanan, bertugas mencatat amal baik. Atid: Berada di bahu kiri, mencatat amal buruk. Allah SWT menyebutkan mereka sebagai malaikat yang mulia dan mencatat, yang tidak pernah lalai dalam mencatat segala amal perbuatan. “Dan sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan mencatat (perbuatan-perbuatanmu), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Infitar: 10–12) Peran Malaikat Pencatat Amal Baik dan Buruk dalam Kehidupan Manusia Umat Islam harus percaya bahwa Malaikat Raqib dan Malaikat Atid melihat dan mencatat segala amal yang kita lakukan. Kita juga harus percaya bahwa amal yang dicatat itu akan ditunjukkan kembali pada hari akhirat dan Allah akan memberikan balasan berdasarkan catatan itu. Islam sangat menghargai amal kecil namun konsisten. Allah menjamin bahwa tak ada satu pun kebaikan yang luput dari balasan. “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.” (QS. Az-Zalzalah: 7) Karena itu berarti tidak ada amal baik yang sia-sia. Dari sedekah besar hingga sekedar senyum kepada orang lain, semua dicatat oleh Malaikat Kesadaran akan adanya malaikat pencatat amal mendorong manusia untuk lebih berhati-hati dalam setiap perbuatan dan perkataan. Mereka termotivasi untuk selalu melakukan kebaikan dan menjauhi keburukan, karena mereka tahu bahwa setiap tindakan mereka diawasi dan dicatat. Ajaran tentang malaikat pencatat amal baik dan buruk juga berfungsi sebagai pendidikan moral dan etika bagi umat Islam. Hal ini mengajarkan pentingnya integritas, kejujuran, dan tanggung jawab pribadi dalam setiap aspek kehidupan. Manusia diajarkan untuk senantiasa berperilaku baik, meskipun tidak ada orang lain yang melihat, karena mereka yakin bahwa malaikat selalu mengawasi. Dengan memahami bahwa setiap tindakan dan perkataan dicatat oleh malaikat, seorang Muslim akan lebih mampu mengendalikan diri dari perbuatan yang dilarang dan mendorong untuk melakukan hal-hal yang diridhai Allah. Keberadaan malaikat pencatat amal menumbuhkan kesadaran spiritual yang lebih dalam. Manusia menjadi lebih peka terhadap perbuatan mereka dan berusaha untuk memperbaiki diri secara kontinu. Memahami bahwa amal baik dan buruk dicatat juga mengajarkan pentingnya menerima konsekuensi dari setiap perbuatan. Ini membangun rasa tanggung jawab yang kuat dalam diri setiap individu untuk selalu berbuat baik. Malaikat pencatat amal baik dan buruk, Raqib dan Atid, memainkan peran penting dalam kehidupan manusia. Mereka bukan hanya sekadar pencatat, tetapi juga menjadi pengingat bagi manusia untuk selalu berada di jalan yang benar. Kesadaran akan keberadaan mereka mendorong manusia untuk meningkatkan amal baik dan menghindari perbuatan buruk, serta menumbuhkan integritas, kejujuran, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, peran mereka sangat signifikan dalam membentuk moral dan etika umat Islam, serta membantu mereka mencapai kehidupan yang diridhai Allah.
ARTIKEL04/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
Harga Pertamax Hari Ini: Naik Turun Gak Karuan, Apa Penyebabnya?
Harga Pertamax Hari Ini: Naik Turun Gak Karuan, Apa Penyebabnya?
Harga bahan bakar minyak (BBM), khususnya Pertamax, sering mengalami fluktuasi yang membingungkan masyarakat. Pada 29 Maret 2025, PT Pertamina Patra Niaga menurunkan harga Pertamax menjadi Rp12.500 per liter dari sebelumnya Rp12.900 per liter. Perubahan harga yang tidak menentu ini menimbulkan pertanyaan, apa sebenarnya yang menyebabkan naik turunnya harga Pertamax? Faktor-Faktor Penyebab Fluktuasi Harga Pertamax 1. Harga Minyak Dunia Harga minyak mentah global sangat mempengaruhi harga BBM di dalam negeri. Kenaikan harga minyak dunia akan meningkatkan biaya produksi BBM, yang kemudian diteruskan ke konsumen. Sebaliknya, penurunan harga minyak dunia dapat memungkinkan penurunan harga BBM. Misalnya, penyesuaian harga BBM nonsubsidi sering mengikuti tren harga rata-rata publikasi minyak seperti Mean of Platts Singapore (MOPS) atau Argus. 2. Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS BBM merupakan produk yang sebagian besar komponennya dipengaruhi oleh transaksi internasional dalam dolar AS. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar akan meningkatkan biaya impor dan produksi, yang dapat menyebabkan kenaikan harga BBM. Sebaliknya, penguatan rupiah dapat membantu menurunkan harga BBM. 3. Kebijakan Pemerintah Pemerintah memiliki peran dalam menetapkan formula harga BBM non-subsidi. Regulasi yang diterapkan dapat mempengaruhi kapan dan seberapa besar penyesuaian harga BBM dilakukan. Misalnya, keputusan untuk menyesuaikan harga BBM dapat dipengaruhi oleh pertimbangan stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat. 4. Biaya Produksi dan Distribusi Faktor internal seperti biaya produksi, distribusi, dan operasional juga mempengaruhi harga BBM. Perubahan dalam biaya-biaya ini, misalnya akibat perawatan kilang atau perubahan biaya logistik, dapat mempengaruhi harga jual BBM. 5. Faktor Musiman dan Permintaan Konsumen Pada periode tertentu seperti menjelang hari raya atau musim liburan, permintaan BBM cenderung meningkat. Hal ini dapat menyebabkan harga BBM naik karena tingginya konsumsi masyarakat. Sebaliknya, pada saat aktivitas ekonomi menurun, harga BBM bisa lebih stabil atau bahkan turun. Dampak Fluktuasi Harga BBM terhadap Masyarakat Perubahan harga BBM, seperti Pertamax, memiliki dampak langsung pada pengeluaran harian masyarakat, terutama bagi mereka yang bergantung pada kendaraan pribadi untuk aktivitas sehari-hari. Kenaikan harga BBM dapat meningkatkan biaya transportasi dan harga barang lainnya akibat meningkatnya biaya distribusi. Sebaliknya, penurunan harga BBM dapat memberikan sedikit keringanan bagi anggaran rumah tangga. Selain itu, industri transportasi seperti ojek online dan angkutan umum sangat terdampak oleh perubahan harga BBM. Jika harga Pertamax naik, tarif transportasi pun bisa ikut naik, sehingga membebani pengguna layanan tersebut. Bagaimana Masyarakat Bisa Beradaptasi? Berikut beberapa cara agar masyarakat bisa lebih bijak menghadapi fluktuasi harga BBM: Menggunakan kendaraan yang lebih hemat BBM seperti motor atau mobil dengan teknologi hybrid. Beralih ke transportasi umum seperti bus, MRT, atau KRL untuk menghemat pengeluaran. Mengoptimalkan perjalanan dengan perencanaan rute yang lebih efisien guna menghemat penggunaan BBM. Menggunakan aplikasi perbandingan harga BBM untuk mengetahui SPBU dengan harga yang lebih terjangkau. Kesimpulan Fluktuasi harga Pertamax dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, kebijakan pemerintah, dan biaya produksi serta distribusi. Memahami faktor-faktor ini dapat membantu masyarakat lebih bijak dalam merencanakan pengeluaran dan mengantisipasi perubahan yang mungkin terjadi. Di tengah dinamika ekonomi yang mempengaruhi harga BBM, penting bagi kita untuk tetap peduli terhadap sesama. Salah satu cara nyata adalah dengan menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah melalui lembaga terpercaya seperti BAZNAS Kota Sukabumi. Kontribusi Anda akan membantu mereka yang membutuhkan dan memberikan keberkahan dalam hidup. ???? Yuk, berdonasi sekarang! Sedikit bantuan dari kita, besar manfaatnya bagi mereka yang membutuhkan.
ARTIKEL30/03/2025 | Duta Zakat
Ini Niat Mandi Idul Fitri! Sunnah Sepele yang Bisa Bikin Lebaran Makin Berkah
Ini Niat Mandi Idul Fitri! Sunnah Sepele yang Bisa Bikin Lebaran Makin Berkah
Hari Raya Idul Fitri merupakan momen kemenangan bagi umat Islam setelah sebulan penuh berpuasa. Selain melaksanakan sholat Idul Fitri, terdapat berbagai amalan sunnah yang dianjurkan untuk menyempurnakan ibadah di hari yang fitri ini. Salah satunya adalah mandi sunnah sebelum sholat Idul Fitri. Meskipun terdengar sepele, amalan ini memiliki makna mendalam dan dapat menambah keberkahan di hari raya. Dalam Islam, kebersihan adalah bagian dari iman. Rasulullah SAW mencontohkan bahwa sebelum melaksanakan ibadah penting, seperti sholat Jumat dan dua hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha), beliau selalu mandi terlebih dahulu. Lalu, bagaimana niat dan tata cara mandi sunnah Idul Fitri? Dan bagaimana pandangan para ulama mengenai sunnah ini? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini. Keutamaan Mandi Sunnah Idul Fitri Mandi sunnah sebelum sholat Idul Fitri dianjurkan sebagai bentuk penyucian diri dan persiapan menyambut hari kemenangan. Amalan ini mencerminkan rasa syukur dan penghormatan terhadap datangnya hari raya. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda: "Dari Ibnu Abbas, ia berkata: Sesungguhnya Rasulullah SAW biasa mandi pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha." (HR. Ibnu Majah) Hadits ini menunjukkan bahwa mandi sebelum berangkat sholat Idul Fitri adalah sunnah yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan dianjurkan untuk dilakukan oleh umat Islam. Bacaan Niat Mandi Idul Fitri Sebelum melaksanakan mandi sunnah Idul Fitri, disarankan untuk membaca niat terlebih dahulu. Berikut adalah lafal niat yang dapat diucapkan: ???????? ????????? ???????? ????????? ??????? ????? ???????? Nawaitul ghusla li ‘îdil fithri sunnatan lillâhi ta‘âlâ. Artinya: "Aku niat mandi untuk merayakan Idul Fitri sebagai sunnah karena Allah Ta'ala." Tata Cara Mandi Sunnah Idul Fitri Berikut adalah langkah-langkah yang dapat diikuti saat melaksanakan mandi sunnah Idul Fitri: Membaca Niat: Ucapkan niat mandi sunnah Idul Fitri dalam hati sebelum memulai mandi. Membasahi Seluruh Tubuh: Guyur seluruh tubuh dengan air bersih, dimulai dari kepala hingga kaki, pastikan semua bagian tubuh terkena air. Membersihkan Bagian Tubuh: Bersihkan bagian-bagian tubuh seperti sela-sela jari, ketiak, dan lipatan-lipatan lainnya untuk memastikan kebersihan maksimal. Berwudhu: Setelah mandi, disunnahkan untuk berwudhu seperti wudhu saat hendak sholat. Pendapat Ulama tentang Mandi Sunnah Idul Fitri Para ulama dari berbagai mazhab sepakat bahwa mandi sebelum sholat Idul Fitri adalah sunnah. Berikut adalah pandangan masing-masing mazhab: Mazhab Hanafi: Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa mandi sebelum sholat Idul Fitri termasuk dalam amalan sunnah yang dianjurkan. Namun, menurut beliau, tidak ada dosa jika seseorang meninggalkannya. Mazhab Maliki: Imam Malik berpendapat bahwa mandi sebelum sholat Idul Fitri termasuk dalam sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan). Beliau menekankan pentingnya kebersihan saat menghadiri perkumpulan besar seperti sholat Idul Fitri. Mazhab Syafi’i: Imam Syafi’i berpendapat bahwa mandi sebelum sholat Idul Fitri sangat dianjurkan dan lebih utama dilakukan sebelum berangkat ke tempat sholat. Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ menjelaskan bahwa mandi sunnah ini dilakukan setelah fajar menyingsing sebelum berangkat sholat Idul Fitri. Mazhab Hanbali: Imam Ahmad bin Hanbal juga menganggap mandi sebelum sholat Idul Fitri sebagai sunnah. Menurut beliau, hal ini berdasarkan hadits Ibnu Abbas yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW biasa mandi sebelum sholat dua hari raya. Dari pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa mandi sebelum sholat Idul Fitri memiliki dasar yang kuat dalam ajaran Islam dan disepakati oleh mayoritas ulama. Amalan Sunnah Lain Sebelum Sholat Idul Fitri Selain mandi sunnah, terdapat beberapa amalan lain yang dianjurkan sebelum melaksanakan sholat Idul Fitri: Makan Sebelum Sholat: Disunnahkan untuk makan terlebih dahulu sebelum berangkat sholat Idul Fitri, seperti mengonsumsi kurma dengan jumlah ganjil. Berhias dan Memakai Pakaian Terbaik: Mengenakan pakaian terbaik dan memakai wangi-wangian sebagai bentuk penghormatan terhadap hari raya. Mengumandangkan Takbir: Memperbanyak membaca takbir sejak malam hingga menjelang pelaksanaan sholat Idul Fitri. Mandi sunnah sebelum sholat Idul Fitri merupakan amalan sederhana namun memiliki makna yang mendalam dalam menyambut hari kemenangan. Dengan melaksanakan amalan ini, kita menunjukkan rasa syukur dan penghormatan terhadap datangnya Idul Fitri. Selain itu, menyempurnakan ibadah di hari raya dengan berbagai amalan sunnah lainnya dapat menambah keberkahan dalam hidup kita. Dalam momen yang penuh berkah ini, mari kita juga meningkatkan kepedulian terhadap sesama dengan menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Sukabumi. Dengan berbagi, kita tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan. Klik tombol di bawah ini untuk berdonasi dan sebarkan kebaikan di hari yang fitri ini!
ARTIKEL30/03/2025 | Duta Zakat
Momen Haru di Seluruh Negeri! Kumandang Takbir Idul Fitri 2025 Bergema, Begini Keutamaannya
Momen Haru di Seluruh Negeri! Kumandang Takbir Idul Fitri 2025 Bergema, Begini Keutamaannya
Takbir Idul Fitri merupakan salah satu momen yang paling ditunggu-tunggu oleh umat Islam di seluruh dunia. Suara takbir menggema di masjid-masjid, mushola, dan rumah-rumah, menciptakan suasana yang penuh kebahagiaan dan haru. Pada Idul Fitri 2025, kumandang takbir kembali menyelimuti negeri, menjadi simbol kemenangan setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh. Namun, tahukah Anda bahwa takbir Idul Fitri memiliki keutamaan yang luar biasa dalam Islam? Simak penjelasannya berikut ini. Keutamaan Takbir Idul Fitri Takbir Idul Fitri bukan sekadar lantunan biasa, melainkan bagian dari ibadah yang memiliki banyak keutamaan. Berikut beberapa keutamaan yang perlu diketahui: 1. Menunjukkan Rasa Syukur kepada Allah Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: "... dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur." (QS. Al-Baqarah: 185) Lantunan takbir pada malam Idul Fitri adalah bentuk rasa syukur atas kesempatan yang diberikan Allah untuk menjalani bulan Ramadan dengan penuh keimanan dan amalan yang baik. 2. Menyempurnakan Ibadah Puasa Takbir menjadi pelengkap ibadah Ramadan yang telah dijalankan. Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak bacaan takbir di malam Idul Fitri hingga menjelang sholat Ied. 3. Menambah Pahala dan Mendekatkan Diri kepada Allah Rasulullah SAW bersabda: "Tidak ada hari yang lebih agung di sisi Allah dan lebih dicintai untuk dilakukan amalan-amalan kebaikan daripada 10 hari pertama Dzulhijjah. Maka perbanyaklah tahlil, takbir, dan tahmid di dalamnya." (HR. Ahmad) Meskipun hadis ini berkaitan dengan Dzulhijjah, keutamaan takbir juga berlaku dalam konteks Idul Fitri. Bacaan Takbir Idul Fitri Berikut bacaan takbir yang sering dikumandangkan: Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaaha illallah, Allahu Akbar, Allahu Akbar wa lillahil hamd. Bacaan ini dapat dilantunkan secara berulang-ulang sejak malam takbiran hingga menjelang sholat Idul Fitri. Tata Cara Takbiran Idul Fitri Agar takbiran semakin khusyuk dan sesuai tuntunan, berikut adalah tata cara yang bisa dilakukan: Memulai setelah Maghrib di malam Idul Fitri Dapat dilakukan sendiri atau berjamaah Menggunakan suara lantang dan penuh penghayatan Dilakukan hingga menjelang sholat Ied Takbiran dan Tradisi di Berbagai Negara Takbiran Idul Fitri dirayakan dengan berbagai cara di setiap negara Muslim: Indonesia: Takbiran dilakukan dengan arak-arakan keliling kampung atau kota, baik dengan berjalan kaki maupun kendaraan. Arab Saudi: Suara takbir menggema di seluruh Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dengan suasana yang begitu khidmat. Mesir: Takbiran sering disertai dengan nyanyian Islami dan acara berkumpul keluarga. Turki: Kumandang takbir bergema di berbagai masjid besar dengan suasana penuh hikmat. Ajakan Berbagi di Hari Kemenangan Hari Raya Idul Fitri bukan hanya tentang kemenangan pribadi, tetapi juga tentang berbagi kebahagiaan dengan sesama. Salah satu bentuk berbagi yang dianjurkan dalam Islam adalah menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah. BAZNAS Kota Sukabumi mengajak Anda untuk ikut serta dalam momen penuh berkah ini dengan berdonasi kepada mereka yang membutuhkan. Dengan zakat dan sedekah yang Anda berikan, kebahagiaan Idul Fitri dapat dirasakan oleh lebih banyak orang. Mari berbagi kebahagiaan di hari kemenangan! Salurkan zakat dan sedekah Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi. Dengan lantunan takbir yang menggema dan hati yang penuh syukur, mari kita rayakan Idul Fitri 2025 dengan kebahagiaan dan kepedulian terhadap sesama. Semoga amal ibadah kita diterima dan kita semua diberkahi di hari yang suci ini. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 H!
ARTIKEL30/03/2025 | Duta Zakat
Rahasia Doa Akhir Ramadhan Sesuai Sunnah yang Bisa Mengubah Hidupmu
Rahasia Doa Akhir Ramadhan Sesuai Sunnah yang Bisa Mengubah Hidupmu
Bulan Ramadhan merupakan momen istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ketika Ramadhan mencapai penghujungnya, perasaan haru dan syukur sering menyelimuti hati kaum Muslimin. Di saat-saat seperti ini, doa akhir Ramadhan sesuai sunnah menjadi amalan penting yang dapat membawa perubahan signifikan dalam hidup kita. Artikel ini akan mengulas bacaan doa akhir Ramadhan, keutamaannya, serta bagaimana doa tersebut dapat mengubah hidup Anda. Pembahasan Utama Bacaan Doa Akhir Ramadhan Sesuai Sunnah Salah satu doa yang dianjurkan untuk dibaca pada akhir Ramadhan adalah: ?????????? ??? ?????????? ????? ????????? ???? ?????????? ????????? ?????? ?????????? ????????????? ??????????? ????? ???????????? ??????????? Latin: Allahumma laa taj'alhu aakhiral 'ahdi min shiyaminaa iyyaahu, fa'in ja'altahu f-aj'alnii marhuuman wa laa taj'alnii mahruuman. Artinya: "Ya Allah, janganlah Engkau jadikan puasa ini yang terakhir dalam hidupku. Jika Engkau menjadikannya sebagai yang terakhir, maka jadikanlah aku sebagai orang yang Engkau rahmati dan jangan jadikan aku sebagai orang yang Engkau jauhkan dari rahmat-Mu." Keutamaan Doa Akhir Ramadhan 1. Memohon Keberkahan untuk Bertemu Ramadhan Berikutnya Doa ini mencerminkan harapan seorang Muslim untuk dipertemukan kembali dengan bulan Ramadhan di tahun berikutnya, sehingga dapat terus meningkatkan kualitas ibadah dan meraih ampunan Allah SWT. 2. Mendapatkan Rahmat dan Ampunan Dengan membaca doa ini, kita memohon agar Allah SWT melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya, serta menerima segala amal ibadah yang telah dilakukan selama bulan suci. 3. Meningkatkan Kesadaran Spiritual Membaca doa akhir Ramadhan membantu kita merenungkan perjalanan spiritual selama sebulan penuh, mengevaluasi diri, dan berkomitmen untuk menjadi pribadi yang lebih baik di masa mendatang. Pendapat Para Ulama tentang Doa Akhir Ramadhan Mazhab Hanafi Menurut mazhab Hanafi, doa pada akhir Ramadhan sangat dianjurkan sebagai bentuk penghormatan kepada bulan suci yang akan segera berakhir. Imam Abu Hanifah menyatakan bahwa doa-doa yang dipanjatkan pada hari-hari terakhir Ramadhan memiliki peluang besar untuk dikabulkan. Mazhab Maliki Dalam mazhab Maliki, doa di akhir Ramadhan juga dikaitkan dengan permohonan agar amal ibadah yang dilakukan selama sebulan penuh diterima oleh Allah SWT. Imam Malik menekankan pentingnya keikhlasan dalam setiap doa yang dipanjatkan. Mazhab Syafi’i Imam Syafi’i berpendapat bahwa doa-doa di akhir Ramadhan harus mencakup permohonan ampunan, rahmat, serta harapan agar dapat berjumpa dengan Ramadhan berikutnya. Dalam kitab Al-Umm, Imam Syafi’i menyebutkan bahwa Rasulullah SAW sangat sering berdoa di akhir bulan Ramadhan. Mazhab Hambali Menurut mazhab Hambali, doa akhir Ramadhan sangat dianjurkan dan lebih baik jika dilakukan dengan penuh ketundukan dan rasa syukur. Imam Ahmad bin Hanbal menyarankan agar doa ini dilakukan setelah shalat malam atau saat sahur terakhir di bulan Ramadhan. Doa Tambahan di Akhir Ramadhan Selain doa di atas, terdapat doa lain yang dianjurkan untuk dibaca di penghujung Ramadhan: ???????? ????????? ?????? ?????????? ???????????? ????????????? ????????????? ?????????????? ??????? ?????? ?????????? ?????????? Latin: Rabbanaa taqabbal minnaa shiyaamanaa wa qiyaamanaa wa ruku'anaa wa sujuudanaa wa tilaawaatanaa innaka anta as-samii'ul 'aliim. Artinya: "Ya Tuhan kami, terimalah puasa kami, shalat kami, ruku' kami, sujud kami, dan tilawah kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." Doa akhir Ramadhan sesuai sunnah merupakan amalan yang sarat makna dan keutamaan. Melalui doa ini, kita memohon kepada Allah SWT agar diberikan kesempatan bertemu kembali dengan Ramadhan berikutnya, serta mendapatkan rahmat dan ampunan-Nya. Selain itu, doa ini membantu kita merenungkan perjalanan spiritual selama Ramadhan dan berkomitmen untuk terus memperbaiki diri. Sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan selama bulan suci, mari kita tingkatkan kepedulian terhadap sesama melalui zakat, infak, dan sedekah. BAZNAS Kota Sukabumi siap membantu menyalurkan donasi Anda kepada mereka yang membutuhkan. Dengan berdonasi, kita tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang kurang mampu. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita dan mempertemukan kita kembali dengan Ramadhan yang akan datang. Aamiin.
ARTIKEL30/03/2025 | Duta Zakat
Idul Fitri 2025: Kapan Tepatnya? Ini Tanggal Resmi & Perbedaannya di Berbagai Negara!
Idul Fitri 2025: Kapan Tepatnya? Ini Tanggal Resmi & Perbedaannya di Berbagai Negara!
Hari Raya Idul Fitri merupakan momen yang dinantikan umat Muslim di seluruh dunia sebagai penanda berakhirnya bulan suci Ramadan. Namun, penetapan tanggal 1 Syawal atau Idul Fitri seringkali berbeda di berbagai negara, bahkan antar organisasi keagamaan dalam satu negara. Lantas, kapan tepatnya Idul Fitri 2025 akan dirayakan? Artikel ini akan membahas tanggal resmi Idul Fitri 2025 di Indonesia dan perbedaannya di berbagai negara. Penetapan Idul Fitri 2025 di Indonesia Di Indonesia, penetapan tanggal Idul Fitri dilakukan melalui sidang isbat yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama. Sidang ini mempertimbangkan metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal). Pada tahun 2025, sidang isbat dijadwalkan pada 29 Maret 2025 untuk menentukan apakah 1 Syawal 1446 H jatuh pada 30 atau 31 Maret 2025. Prediksi awal menunjukkan bahwa Idul Fitri kemungkinan besar akan dirayakan serentak pada Senin, 31 Maret 2025. Penetapan oleh Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal 1446 H jatuh pada Senin, 31 Maret 2025, berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal yang mereka anut. Sementara itu, Nahdlatul Ulama (NU) menunggu hasil rukyat hilal pada 29 Ramadan 1446 H (29 Maret 2025) untuk menentukan tanggal Idul Fitri. Jika hilal terlihat, Idul Fitri akan jatuh pada 30 Maret 2025; jika tidak, Ramadan digenapkan menjadi 30 hari, sehingga Idul Fitri jatuh pada 31 Maret 2025. Perbedaan Tanggal Idul Fitri di Berbagai Negara Penetapan Idul Fitri di berbagai negara dapat berbeda karena perbedaan metode dan lokasi geografis. Arab Saudi: Idul Fitri 2025 diperkirakan jatuh pada 30 atau 31 Maret 2025, tergantung hasil rukyat hilal. Amerika Serikat: Penetapan Idul Fitri bergantung pada pengamatan hilal lokal. Dengan awal Ramadan pada 1 Maret 2025, Idul Fitri berpotensi jatuh pada 30 atau 31 Maret 2025. Malaysia dan Brunei: Biasanya mengikuti keputusan rukyat di negara masing-masing atau Arab Saudi. Turki: Menggunakan metode hisab sehingga penetapan Idul Fitri biasanya sudah pasti lebih awal dibandingkan negara lain. Tradisi Idul Fitri di Berbagai Negara Meskipun perayaan Idul Fitri di berbagai negara memiliki perbedaan, esensi dari hari raya ini tetap sama, yaitu momen kemenangan dan kebersamaan. Beberapa tradisi unik Idul Fitri di berbagai negara antara lain: Indonesia: Mudik, halal bihalal, dan tradisi berbagi THR. Arab Saudi: Sholat Id di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi serta perayaan keluarga. Turki: "?eker Bayram?" atau Festival Gula, dengan berbagi permen dan makanan manis. Pakistan & India: Festival "Eid Milan" yang diisi dengan makanan khas seperti seviyan (sajian bihun manis). Malaysia: Rumah terbuka dan makan bersama keluarga besar. Hikmah dan Makna Idul Fitri Idul Fitri bukan sekadar perayaan, tetapi juga saat untuk introspeksi diri. Beberapa nilai utama yang dapat diambil dari Idul Fitri adalah: Meningkatkan Ketaqwaan: Ramadan telah melatih kita untuk lebih dekat dengan Allah SWT, dan Idul Fitri adalah momentum untuk mempertahankan nilai-nilai tersebut. Mempererat Silaturahmi: Idul Fitri adalah kesempatan emas untuk memperbaiki hubungan dengan keluarga, teman, dan sesama umat Islam. Menjaga Kepedulian Sosial: Kewajiban zakat fitrah sebelum Idul Fitri adalah bentuk kepedulian sosial agar semua umat Islam dapat merayakan hari kemenangan dengan bahagia. Kesimpulan Penetapan tanggal Idul Fitri 2025 di Indonesia dan berbagai negara dapat berbeda berdasarkan metode perhitungan dan pengamatan hilal yang digunakan. Meskipun demikian, perbedaan ini seharusnya tidak mengurangi makna dan kekhidmatan dalam merayakan Hari Raya Idul Fitri. Sebagai umat Muslim, momen Idul Fitri juga menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah. BAZNAS Kota Sukabumi mengajak Anda untuk menyalurkan zakat dan sedekah guna membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan. Mari bersama-sama membangun masyarakat yang lebih sejahtera dan harmonis.
ARTIKEL29/03/2025 | Duta Zakat
Jangan Salah! Doa Zakat Ini Bikin Hartamu Berkah & Hidup Makin Tenang
Jangan Salah! Doa Zakat Ini Bikin Hartamu Berkah & Hidup Makin Tenang
Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang wajib ditunaikan oleh setiap Muslim yang mampu. Selain sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, zakat juga berperan dalam membersihkan harta dan jiwa, serta membantu mereka yang membutuhkan. Namun, dalam menunaikan zakat, penting untuk memahami doa dan niat yang tepat agar ibadah ini diterima dan memberikan keberkahan dalam hidup. Artikel ini akan membahas berbagai doa zakat, khususnya zakat fitrah, beserta tata cara dan manfaatnya. Pembahasan Utama 1. Pentingnya Niat dalam Zakat Niat merupakan inti dari setiap ibadah, termasuk zakat. Tanpa niat yang benar, ibadah bisa menjadi sia-sia. Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya." (HR. Bukhari & Muslim) Oleh karena itu, sebelum menunaikan zakat, penting untuk melafalkan niat sesuai dengan jenis zakat yang akan ditunaikan. 2. Niat Zakat Fitrah Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap Muslim menjelang Idul Fitri sebagai penyucian diri setelah berpuasa selama Ramadan. Berikut adalah beberapa bacaan niat zakat fitrah sesuai dengan penerimanya: Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri Nawaitu an ukhrija zakatal fithri 'an nafsi fardhan lillahi ta'ala. Artinya: "Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, fardu karena Allah Ta'ala." Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga Nawaitu an ukhrija zakatal fithri 'anni wa 'an jami'i ma yalzamuni nafaqatuhum syar'an fardhan lillahi ta'ala. Artinya: "Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku, fardu karena Allah Ta'ala." Niat Zakat Fitrah untuk Istri Nawaitu an ukhrija zakatal fithri 'an zaujati fardhan lillahi ta'ala. Artinya: "Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku, fardu karena Allah Ta'ala." Niat Zakat Fitrah untuk Anak Nawaitu an ukhrija zakatal fithri 'an waladi (sebut nama) fardhan lillahi ta'ala. Artinya: "Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anakku (sebut nama), fardu karena Allah Ta'ala." 3. Doa Setelah Membayar Zakat Selain niat, ada doa khusus yang bisa dibaca setelah membayar zakat agar mendapatkan keberkahan: “Allahumma taqabbal minni wa min jami’il muslimin.” Artinya: “Ya Allah, terimalah zakatku ini dan zakat seluruh kaum Muslimin.” 4. Besaran Zakat Fitrah Tahun 2025 Besaran zakat fitrah ditetapkan berdasarkan harga makanan pokok yang dikonsumsi sehari-hari. Untuk tahun 2025, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menetapkan besaran zakat fitrah sebagai berikut: Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek): Rp47.000 per jiwa, setara dengan 2,5 kg atau 3,5 liter beras premium. Wilayah Serang, Cilegon, Pandeglang, dan Lebak: Rp40.000 per jiwa. Besaran ini dapat berbeda di setiap daerah, tergantung pada harga beras yang berlaku. 5. Cara Membayar Zakat Fitrah Secara Online Di era digital, membayar zakat fitrah menjadi lebih mudah melalui layanan online. BAZNAS Kota Sukabumi menyediakan platform pembayaran zakat fitrah secara online yang aman dan terpercaya. Berikut langkah-langkahnya: Kunjungi Situs Resmi BAZNAS Kota Sukabumi Masuk ke laman resmi BAZNAS Kota Sukabumi untuk menemukan opsi pembayaran zakat fitrah. Pilih Jenis Zakat yang Akan Dibayarkan Pastikan memilih kategori zakat fitrah sesuai dengan jumlah anggota keluarga. Masukkan Nominal Sesuai Ketentuan Sesuaikan nominal pembayaran dengan jumlah jiwa yang akan dibayarkan. Lakukan Pembayaran Gunakan metode pembayaran yang tersedia, seperti transfer bank, dompet digital, atau QRIS. Konfirmasi Pembayaran Simpan bukti pembayaran dan pastikan dana sudah diterima oleh BAZNAS. 6. Manfaat Menunaikan Zakat Fitrah Menunaikan zakat fitrah tidak hanya bernilai ibadah tetapi juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi, seperti: Membersihkan Diri dan Harta – Zakat fitrah berfungsi sebagai penyucian jiwa setelah Ramadan. Membantu Kaum Dhuafa – Dana zakat disalurkan kepada mereka yang berhak menerimanya. Meningkatkan Solidaritas Sosial – Masyarakat lebih peduli terhadap sesama. Mendapatkan Keberkahan Hidup – Allah SWT akan melipatgandakan rezeki bagi mereka yang bersedekah. Kesimpulan Zakat fitrah adalah kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu dan harus ditunaikan sebelum hari raya Idul Fitri. Dengan memahami niat dan doa zakat, kita dapat melaksanakan ibadah ini dengan penuh kesadaran dan keikhlasan. Selain itu, membayar zakat melalui BAZNAS Kota Sukabumi memastikan bahwa dana zakat Anda dikelola dengan baik dan sampai kepada yang berhak menerimanya. Jangan tunda lagi, tunaikan zakat fitrah Anda sekarang juga melalui BAZNAS Kota Sukabumi dan jadilah bagian dari kebaikan!
ARTIKEL29/03/2025 | Duta Zakat
Mudik Lebaran 2025 Ganjil atau Genap? Jangan Sampai Salah Hari!
Mudik Lebaran 2025 Ganjil atau Genap? Jangan Sampai Salah Hari!
Mudik Lebaran merupakan tradisi tahunan yang selalu dinanti oleh masyarakat Indonesia. Setelah setahun penuh beraktivitas di perantauan, momen mudik menjadi saat yang tepat untuk berkumpul dengan keluarga dan merayakan Idul Fitri bersama. Namun, setiap tahunnya, lonjakan volume kendaraan selama periode mudik sering menyebabkan kemacetan parah di jalur-jalur utama, terutama di Pulau Jawa dan Sumatera. Untuk mengurangi kemacetan dan meningkatkan kelancaran arus mudik serta arus balik, pemerintah menerapkan kebijakan rekayasa lalu lintas, salah satunya adalah sistem ganjil genap. Kebijakan ini bertujuan untuk membatasi jumlah kendaraan yang melintas di ruas jalan tertentu berdasarkan angka terakhir pada pelat nomor kendaraan. Lantas, bagaimana sistem ganjil genap diberlakukan untuk mudik Lebaran 2025? Hari apa saja yang diperbolehkan untuk kendaraan dengan nomor ganjil dan genap? Simak informasi lengkapnya agar perjalanan Anda lancar dan bebas hambatan! Jadwal dan Lokasi Penerapan Ganjil Genap Lebaran 2025 Berdasarkan informasi terbaru, kebijakan ganjil genap Lebaran 2025 akan diberlakukan pada beberapa ruas jalan tol dan jalur nasional utama. Aturan ini akan diterapkan untuk mengurai kepadatan kendaraan, terutama di jalur-jalur favorit pemudik. Jadwal Ganjil Genap Arus Mudik Tanggal: Kamis, 27 Maret 2025 pukul 14.00 WIB hingga Minggu, 30 Maret 2025 pukul 00.00 WIB. Lokasi: Tol Jakarta-Cikampek (dari KM 47 hingga KM 414 Tol Semarang-Batang). Tol Tangerang-Merak (dari KM 31 hingga KM 98). Tol Trans Jawa (beberapa ruas akan diberlakukan contraflow). Jadwal Ganjil Genap Arus Balik Tanggal: Kamis, 3 April 2025 pukul 00.00 WIB hingga Senin, 7 April 2025 pukul 00.00 WIB. Lokasi: Tol Semarang-Batang (dari KM 414 hingga KM 47 Tol Jakarta-Cikampek). Tol Tangerang-Merak (dari KM 98 hingga KM 31). Selain itu, untuk meminimalisir kepadatan di jalur penyeberangan, kebijakan ini juga diberlakukan di beberapa pelabuhan utama seperti Pelabuhan Merak-Bakauheni dan Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk. Aturan ini dibuat berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) No. KP-DRJD 1099 Tahun 2025 tentang Pengaturan Lalu Lintas Selama Periode Lebaran 2025. Bagaimana Cara Mengecek Ganjil Genap untuk Mudik? Agar tidak salah tanggal, pemudik bisa mengecek informasi ganjil genap mudik 2025 melalui beberapa cara berikut: 1. Melalui Google Maps Google Maps kini menyediakan informasi real-time terkait rekayasa lalu lintas, termasuk sistem ganjil genap. Caranya: Buka aplikasi Google Maps. Masukkan tujuan perjalanan. Pilih rute terbaik dan cek apakah jalur yang dipilih terkena aturan ganjil genap. 2. Melalui Aplikasi Jalan Tol Beberapa aplikasi seperti Jasa Marga Tollroad Command Center (JMTC) dan BPJT Info Tol menyediakan informasi seputar kebijakan lalu lintas di jalan tol, termasuk ganjil genap. 3. Melalui Website dan Media Sosial Resmi Pantau informasi terbaru di website dan media sosial resmi: Kementerian Perhubungan RI Jasa Marga (@official.jasamarga) TMC Polda Metro Jaya (@TMCPoldaMetro) Tips Agar Mudik Lancar dan Aman Selain memahami aturan ganjil genap, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar mudik lebih nyaman dan aman: Servis Kendaraan Sebelum Berangkat Pastikan mobil atau motor dalam kondisi prima dengan melakukan pengecekan oli, rem, ban, dan air radiator. Siapkan Bekal dan Peralatan Darurat Bawa makanan ringan, air minum, power bank, dan kotak P3K untuk mengantisipasi kondisi darurat di jalan. Istirahat yang Cukup Jangan memaksakan diri untuk berkendara dalam keadaan mengantuk. Gunakan rest area yang tersedia setiap beberapa kilometer di jalur tol. Gunakan Aplikasi Navigasi Manfaatkan aplikasi seperti Google Maps atau Waze untuk mencari jalur alternatif jika terjadi kemacetan. Patuhi Aturan Lalu Lintas Jangan tergoda untuk menerobos jalur yang terkena aturan ganjil genap, karena bisa berujung pada tilang elektronik (ETLE). Mudik dengan Berkah: Jangan Lupa Zakat dan Sedekah! Mudik bukan hanya tentang perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual. Momen ini bisa menjadi kesempatan untuk berbagi kebahagiaan dengan sesama melalui zakat, infaq, dan sedekah. ???? Kenapa Harus Bersedekah Saat Mudik? Membantu sesama: Banyak keluarga kurang mampu yang membutuhkan uluran tangan kita di hari raya. Menambah berkah perjalanan: Rasulullah ? bersabda: “Sedekah dapat menolak bala dan memperpanjang umur.” (HR. Tirmidzi). Pahala berlipat ganda di bulan Ramadhan: Setiap amal kebaikan di bulan suci akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT. ???? Cara Mudah Bersedekah Selama Mudik Kini, Anda bisa bersedekah dengan mudah tanpa harus datang langsung ke kantor BAZNAS. Cukup dengan Rp1.000, Anda bisa berdonasi melalui Shopee BAZNAS Kota Sukabumi. Kesimpulan Mudik Lebaran 2025 akan menerapkan sistem ganjil genap untuk mengurai kepadatan lalu lintas di jalur utama. Pastikan Anda mengecek jadwal dan lokasi penerapan aturan ini agar perjalanan lebih lancar. Jangan lupa juga untuk mempersiapkan kendaraan, mematuhi peraturan lalu lintas, dan menggunakan aplikasi navigasi untuk mencari jalur terbaik. Yang tak kalah penting, manfaatkan momen Lebaran untuk bersedekah dan berbagi kebahagiaan dengan sesama. Dengan hanya Rp1.000, Anda bisa berdonasi melalui Shopee BAZNAS Kota Sukabumi dan meraih keberkahan di perjalanan Anda. ???? Jangan tunggu lagi, klik tombol di bawah ini untuk berdonasi! Selamat mudik, semoga perjalanan Anda aman, nyaman, dan penuh berkah! ?????????
ARTIKEL28/03/2025 | Duta Zakat
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Sukabumi.

Lihat Daftar Rekening →