WhatsApp Icon
Jangan Sampai Menyesal! Lalai Berinfak Bisa Merugikan, Padahal Pahalanya Sangat Besar

Lalai berinfak bisa merugikan tanpa disadari. Simak keutamaan infak, dalil Al-Qur’an dan hadits, serta alasan mengapa jangan sampai menunda berinfak agar hidup lebih berkah dan tenang.

Lalai Berinfak Bisa Merugikan, Jangan Sampai Menyesal

Lalai berinfak sering dianggap hal kecil, padahal lalai berinfak bisa merugikan diri sendiri tanpa kita sadari. Banyak orang menunda infak karena merasa harta akan berkurang, padahal dalam Islam justru sebaliknya. Infak adalah amalan ringan, tetapi pahalanya sangat besar dan bisa menjadi penyelamat di dunia maupun akhirat.

Allah SWT berfirman:

“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji.”
(QS. Al-Baqarah: 261)

Ayat ini menunjukkan bahwa infak bukan membuat miskin, justru melipatgandakan pahala dan keberkahan. Karena itu, lalai berinfak bisa merugikan, sebab kita melewatkan kesempatan pahala yang sangat besar.

1. Lalai Berinfak Bisa Membuat Hati Keras

Salah satu dampak negatif dari lalai berinfak adalah hati menjadi keras dan sulit merasakan kepedulian. Rasulullah SAW bersabda:

“Obatilah orang sakit di antara kalian dengan sedekah.”
(HR. Baihaqi)

Sedekah dan infak bukan hanya membantu orang lain, tetapi juga melembutkan hati dan menenangkan jiwa.

Orang yang jarang infak sering merasa gelisah, sementara orang yang rutin infak biasanya merasa lebih tenang. Ini bukti bahwa lalai berinfak bisa merugikan secara batin, bukan hanya secara pahala.

2. Takut Harta Berkurang, Padahal Infak Justru Menambah

Masih banyak yang menunda infak karena takut uang berkurang. Padahal Rasulullah SAW bersabda:

“Harta tidak akan berkurang karena sedekah.”
(HR. Muslim)

Hadits ini sangat jelas. Infak tidak membuat miskin, justru membuka pintu rezeki.
Sebaliknya, lalai berinfak bisa merugikan, karena kita menutup pintu keberkahan sendiri.

Sering kita melihat orang yang sederhana tapi hidupnya cukup, dan orang yang banyak harta tapi selalu merasa kurang. Salah satu sebabnya bisa jadi karena kebiasaan infak.

3. Infak Bisa Menolak Musibah

Dalam banyak riwayat dijelaskan bahwa sedekah dan infak dapat menolak bala.

Rasulullah SAW bersabda:

“Sedekah itu dapat memadamkan murka Allah dan menolak kematian yang buruk.”
(HR. Tirmidzi)

Ini menjadi pengingat kuat bahwa lalai berinfak bisa merugikan, karena kita melewatkan amalan yang bisa melindungi diri dari musibah.

Tidak harus besar. Infak kecil tapi rutin lebih dicintai Allah daripada banyak tapi jarang.

4. Infak Adalah Bukti Syukur atas Nikmat

Semua rezeki berasal dari Allah. Maka salah satu tanda syukur adalah berbagi.

Allah berfirman:

“Jika kamu bersyukur, pasti Aku tambah nikmat kepadamu.”
(QS. Ibrahim: 7)

Infak adalah bentuk syukur.
Jika kita lalai berinfak, bisa jadi kita termasuk orang yang kurang bersyukur, dan itu bisa menjadi sebab berkurangnya keberkahan.

Karena itu, lalai berinfak bisa merugikan, bukan hanya di akhirat, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

5. Kesempatan Pahala Besar Jangan Disia-siakan

Tidak semua orang diberi kesempatan untuk berinfak. Ada yang ingin memberi tapi tidak punya.

Kalau hari ini kita masih bisa infak, itu tanda Allah masih memberi peluang pahala.

Jangan sampai kesempatan ini hilang hanya karena menunda.

Orang yang cerdas adalah orang yang memanfaatkan kesempatan pahala sebelum terlambat.

6.  Infak Melalui Lembaga Resmi Lebih Aman dan Tepat

Menyalurkan infak sebaiknya dilakukan melalui lembaga resmi yang amanah dan terpercaya. Dengan melalui lembaga yang memiliki pengelolaan jelas, infak yang kita keluarkan bisa sampai kepada orang yang benar-benar membutuhkan.

Infak yang disalurkan secara teratur biasanya digunakan untuk berbagai program kebaikan, seperti membantu fakir miskin, pendidikan, kesehatan, bantuan bencana, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan cara ini, manfaat infak menjadi lebih luas dan tidak hanya dirasakan oleh satu orang saja.

Selain itu, menyalurkan infak melalui lembaga resmi juga membuat kita lebih tenang, karena dana yang diberikan dikelola dengan tanggung jawab dan transparan.

Allah SWT berfirman:

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka…”
(QS. At-Taubah: 103)

Ayat ini menunjukkan bahwa pengelolaan harta di jalan Allah memang dianjurkan dilakukan dengan cara yang teratur agar manfaatnya lebih besar.

7. Jangan Sampai Menyesal Karena Lalai Berinfak

Penyesalan sering datang terlambat.
Saat sehat kita menunda, saat sempit kita ingin memberi tapi tidak mampu.

Karena itu, jangan sampai lalai berinfak bisa merugikan, padahal pahalanya sangat besar dan manfaatnya nyata.

Mulailah dari sekarang, dari yang kecil, dari yang mudah.

8. Infak Tidak Harus Banyak, yang Penting Ikhlas dan Rutin

Masih banyak yang berpikir bahwa infak harus menunggu kaya. Padahal dalam Islam, infak tidak dilihat dari besar kecilnya, tetapi dari keikhlasan dan kesungguhan hati.

Allah SWT juga berfirman:

“Orang-orang yang menafkahkan hartanya di waktu lapang maupun sempit…”
(QS. Ali Imran: 134)

Ayat ini menjadi pengingat bahwa lalai berinfak bisa merugikan, karena kita menunda amalan yang sebenarnya bisa dilakukan kapan saja.

Tidak harus menunggu gaji besar.
Tidak harus menunggu punya banyak.
Tidak harus menunggu waktu tertentu.

Infak bisa dilakukan setiap hari, setiap minggu, atau setiap kali ada kesempatan.

Jangan Sampai Lalai Berinfak Karena Ruginya Besar

Dari penjelasan di atas, kita bisa memahami bahwa lalai berinfak bisa merugikan, baik di dunia maupun di akhirat.
Infak bukan hanya membantu orang lain, tetapi juga membuka pintu rezeki, menolak musibah, melembutkan hati, dan menjadi bukti syukur atas nikmat Allah.

Banyak orang menyesal bukan karena tidak punya harta, tetapi karena tidak menggunakan hartanya di jalan kebaikan saat masih punya kesempatan.

Jangan tunda kebaikan.
Salurkan infak terbaik Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi agar lebih amanah, tepat sasaran, dan penuh berkah. Infak hari ini, pahala mengalir tanpa henti.

untuk melihat artikel lainnya klik link di bawah ini :

Pahala Sedekah Terancam Hilang, Waspada! 5 Niat Tersembunyi yang Bisa Menghapusnya

https://baznaskotasukabumi.com/stop-bersedekah-demi-formalitas/

18/03/2026 | Kontributor: BAZNAS
Hidup Ingin Tenang? Hindari 5 Sikap Buruk yang Sering Terjadi Sehari-hari

Hidup ingin tenang tidak cukup hanya dengan harapan. Hindari 5 sikap buruk yang sering terjadi sehari-hari agar hati lebih damai, rezeki lancar, dan hidup lebih berkah menurut ajaran Islam.

Hidup Ingin Tenang? Banyak Orang Salah di Bagian Ini

Setiap orang pasti ingin hidup ingin tenang.
Ingin hati damai, rezeki lancar, keluarga harmonis, dan pikiran tidak gelisah.

Namun kenyataannya, banyak orang merasa hidupnya berat, mudah stres, sering kesal, bahkan sulit merasa bahagia.
Padahal bisa jadi bukan karena kurang harta, tapi karena masih ada sikap buruk yang sering dilakukan setiap hari.

Dalam Islam, ketenangan hidup sangat berkaitan dengan kebersihan hati dan amal baik.

Kalau hidup terasa tidak tenang, coba periksa diri.
Mungkin ada kebiasaan buruk yang masih sering dilakukan tanpa sadar.

Berikut 5 sikap buruk sehari-hari yang harus dihindari jika ingin hidup lebih tenang.

1. Sering Mengeluh, Padahal Nikmat Banyak

Salah satu penyebab hidup tidak tenang adalah terlalu sering mengeluh.

Sedikit masalah langsung mengeluh,
sedikit capek langsung mengeluh,
melihat orang lain lebih berhasil langsung merasa kurang.

Padahal Allah sudah memberi banyak nikmat.

Allah berfirman:

“Jika kamu bersyukur, pasti Aku tambah nikmatmu.”
(QS. Ibrahim: 7)

Orang yang suka bersyukur biasanya hidupnya lebih ringan.
Sebaliknya, orang yang sering mengeluh sulit merasakan ketenangan.

Kalau ingin hidup ingin tenang, biasakan melihat nikmat, bukan kekurangan.

2. Mudah Marah dan Emosi

Marah berlebihan membuat hati panas dan pikiran tidak jernih.

Banyak masalah terjadi karena tidak bisa menahan emosi.
Persahabatan rusak, keluarga bertengkar, pekerjaan jadi tidak nyaman.

Rasulullah ? bersabda:

“Orang kuat bukan yang menang dalam bergulat, tapi yang mampu menahan marah.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Menahan marah bukan berarti lemah.
Justru itu tanda hati yang kuat.

Kalau ingin hidup ingin tenang, belajar sabar adalah kunci.

3. Pelit Berbagi, Tapi Ingin Hidup Berkah

Banyak orang ingin hidup tenang dan rezeki lancar, tapi sulit bersedekah.

Padahal sedekah adalah salah satu sebab datangnya ketenangan.

Rasulullah ? bersabda:

“Sedekah tidak akan mengurangi harta.”
(HR. Muslim)

Orang yang suka berbagi biasanya hatinya lebih lapang.
Tidak mudah gelisah, tidak mudah iri, dan lebih merasa cukup.

Sebaliknya, orang yang terlalu cinta harta sering merasa takut kehilangan.

Kalau ingin hidup ingin tenang, biasakan berinfaq walau sedikit.

4. Suka Iri Melihat Orang Lain

Iri adalah penyakit hati yang sering tidak disadari.

Melihat orang sukses jadi kesal,
melihat orang bahagia jadi tidak suka,
melihat orang punya rezeki lebih jadi panas hati.

Padahal iri hanya membuat hati sendiri tidak tenang.

Rasulullah ? bersabda:

“Hindarilah hasad, karena hasad memakan kebaikan seperti api memakan kayu bakar.”
(HR. Abu Dawud)

Kalau ingin hidup ingin tenang, belajar ridha dengan takdir Allah.
Setiap orang punya rezeki masing-masing.

5. Lalai Ibadah Tapi Ingin Hati Tenang

Ini yang paling sering terjadi.

Ingin hidup damai, tapi sholat masih bolong.
Ingin hati tenang, tapi jarang dzikir.
Ingin berkah, tapi jarang sedekah.

Padahal ketenangan tidak datang dari dunia, tapi dari dekat dengan Allah.

Allah berfirman:

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)

Kalau ingin hidup ingin tenang, perbaiki ibadah dulu.
Karena hati yang dekat dengan Allah lebih mudah merasa damai.

Hidup Tenang Dimulai dari Memperbaiki Sikap Sehari-hari

Hidup ingin tenang bukan hanya soal punya banyak uang atau hidup tanpa masalah.
Ketenangan datang dari hati yang bersih, sikap yang baik, dan ibadah yang dijaga.

Hindari kebiasaan mengeluh, marah, pelit, iri, dan lalai ibadah.
Biasakan bersyukur, sabar, berbagi, dan mendekat kepada Allah.

Semakin baik sikap kita, semakin tenang hidup kita.

Karena itu, jangan tunggu nanti untuk berubah.
Mulai dari sekarang, mulai dari hal kecil, mulai dari diri sendiri.

Salurkan Infaq melalui BAZNAS Kota Sukabumi

Agar infaq lebih aman, tepat sasaran, dan membawa berkah, salurkan melalui
BAZNAS Kota Sukabumi.

???? Mari biasakan infaq sekarang juga melalui BAZNAS Kota Sukabumi.
Sedikit dari kita, sangat berarti bagi mereka.

untuk melihat artikel lainnya klik link dibawah ini :
 
 
18/03/2026 | Kontributor: BAZNAS
MasyaAllah! Ternyata Ibu Hamil Punya Kedudukan Istimewa dalam Islam, Ini Penjelasannya

Menjadi seorang ibu adalah perjalanan yang penuh keajaiban, tantangan, sekaligus limpahan pahala. Bagi Anda yang saat ini tengah mengandung, mungkin sering merasa lelah, mual, atau sulit tidur. Namun, tahukah Anda? Di balik setiap tetes keringat dan rasa pegal itu, Allah SWT sedang menaikkan derajat Anda ke tempat yang sangat tinggi.

Ibu hamil punya kedudukan istimewa dalam Islam bukan sekadar kalimat penghibur. Ini adalah janji nyata dari Allah dan Rasul-Nya. Mari kita bedah satu per satu mengapa masa kehamilan adalah masa "panen pahala" yang luar biasa.

1. Setiap Detik Adalah Ibadah dan Jihad

Dalam Islam, proses mengandung dianggap setara dengan perjuangan di jalan Allah (Jihad fi Sabilillah). Ketika seorang wanita mengandung, setiap rasa sakit yang dirasakannya, mulai dari mual di pagi hari hingga beratnya melangkah, dihitung sebagai pahala yang terus mengalir selama 24 jam nonstop.

Rasulullah SAW bersama para sahabat pernah membahas tentang keutamaan wanita. Beliau menyampaikan bahwa wanita yang hamil hingga melahirkan dan menyusui, mereka mendapatkan pahala seperti pejuang yang berjaga di garis depan pertempuran. Jika ia meninggal dalam masa itu, maka baginya pahala mati syahid.

2. Shalatnya Ibu Hamil Berlipat Ganda Pahalanya

Ibu hamil punya kedudukan istimewa dalam Islam bahkan dalam urusan ritual ibadah harian. Ada riwayat yang menyebutkan bahwa shalat dua rakaat yang dilakukan oleh wanita hamil jauh lebih baik daripada 80 rakaat yang dilakukan oleh wanita yang tidak hamil.

Mengapa demikian? Karena saat shalat, ia membawa janin yang juga bertasbih kepada Allah SWT. Ada dua nyawa yang sedang bersujud, namun hanya satu raga yang bergerak. Sungguh sebuah keberkahan yang tidak ternilai harganya.

3. Diampuni Dosa-dosanya Saat Melahirkan

Momen melahirkan adalah puncak dari perjuangan seorang ibu. Rasa sakitnya digambarkan sebagai salah satu rasa sakit fisik tertinggi yang bisa dialami manusia. Namun, Islam memberikan kabar gembira.

Dalam sebuah hadits, disebutkan bahwa ketika seorang wanita melahirkan, maka keluarlah ia dari dosa-dosanya seperti hari saat ia dilahirkan oleh ibunya. Allah menghapuskan segala kesalahan masa lalunya sebagai imbalan atas taruhan nyawa yang ia lakukan demi menghadirkan hamba baru ke muka bumi.

4. Doanya Sangat Mustajab

Pernahkah Anda merasa sangat dekat dengan Tuhan saat sedang hamil? Itu bukan perasaan belaka. Ibu hamil punya kedudukan istimewa dalam Islam sehingga doa-doanya sangat didengar oleh Allah.

Logikanya, ibu hamil sedang dalam kondisi "darurat" atau kesulitan fisik yang terus-menerus (masyaqqah). Allah sangat dekat dengan hamba-Nya yang sedang merasa lemah dan bersandar penuh pada-Nya. Oleh karena itu, para calon ibu sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa, baik untuk dirinya, keluarganya, maupun untuk anak yang dikandungnya agar menjadi anak yang shalih dan shalihah.

5. Memperoleh Pahala Puasa dan Tahajud Sepanjang Hari

Secara fisik, mungkin ibu hamil tidak kuat untuk melakukan shalat malam yang panjang atau berpuasa sunnah setiap hari. Namun, karena kelelahan yang ia alami akibat menjaga janin, Allah memberikan "bonus" pahala.

Selama janin tersebut ada dalam kandungan, sang ibu mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa di siang hari dan melakukan shalat tahajud di malam hari. Ini adalah bentuk kasih sayang Allah yang luar biasa bagi para wanita.

6. Malaikat Beristighfar untuk Ibu Hamil

Bayangkan, makhluk yang tidak pernah berdosa (malaikat) memohonkan ampunan untuk Anda. Dalam beberapa literatur disebutkan bahwa ketika seorang wanita hamil, para malaikat senantiasa memohonkan ampunan (istighfar) untuknya.

Bahkan, setiap teguk air yang diminum oleh ibu hamil untuk menghilangkan dahaganya, dan setiap suap makanan yang ia makan untuk memberi nutrisi pada janinnya, Allah catatkan sebagai sedekah.

7. Jaminan Surga Melalui Ridha Anak

Keistimewaan ini berlanjut bahkan setelah anak lahir. Kita semua tahu hadits populer: "Surga berada di bawah telapak kaki ibu." Kedudukan ini bermula dari masa kehamilan. Perjuangan sembilan bulan itulah yang membuat seorang ibu berhak mendapatkan penghormatan tiga kali lebih besar daripada ayah.

Islam menempatkan ibu hamil sebagai sosok yang suci dan mulia. Jadi, untuk para Bunda di luar sana, jika hari ini terasa berat, ingatlah bahwa Allah sedang tersenyum melihat perjuanganmu.

Pentingnya Menjaga Keberkahan dengan Berbagi

Keistimewaan yang Allah berikan sebaiknya dibarengi dengan rasa syukur. Salah satu cara terbaik untuk mensyukuri nikmat kehamilan dan memohon keselamatan hingga persalinan adalah dengan bersedekah atau membayar infaq.

Zakat, Infaq, dan Sedekah bukan hanya membersihkan harta, tapi juga menjadi penolak bala (daf’ul bala). Dengan berbagi kepada mereka yang membutuhkan, kita berharap Allah memberikan kemudahan dalam setiap proses persalinan nanti.

Ayo, alirkan keberkahan kehamilanmu melalui BAZNAS Kota Sukabumi!

BAZNAS Kota Sukabumi siap membantu Anda mendistribusikan kebaikan kepada mereka yang membutuhkan di wilayah Sukabumi dan sekitarnya. Dengan berinfaq, kita menjaga diri dari sifat serakah dan memastikan harta kita membawa manfaat dunia hingga akhirat.

Salurkan Infaq Terbaik Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi. > "Harta tidak akan berkurang karena sedekah, justru akan semakin berkah dan melimpah."

Untuk membaca artikel lainnya terkait ramadhan klik link di bawah ini:

https://baznaskotasukabumi.com/campaign/sedekah-alat-ibadah-untuk-lansia

https://kotasukabumi.baznas.go.id/artikel/show/masyaallah-rahasia-parenting-islami-untuk-menciptakan-keluarga-bahagia-dan-penuh-berkah/41607

18/03/2026 | Kontributor: BAZNAS
Pernah Merasa Sendiri di Tengah Keramaian? Ini Penjelasannya

Pernahkah Anda berada di sebuah pesta yang bising, rapat kantor yang penuh sesak, atau bahkan berkumpul bersama keluarga besar, namun tiba-tiba merasa sangat terisolasi? Seolah-olah ada dinding kaca transparan yang memisahkan Anda dari dunia luar. Jika pernah, Anda tidak sendirian. Fenomena merasa sendiri di tengah keramaian adalah pengalaman manusiawi yang sangat umum, meskipun sering kali terasa menyakitkan dan membingungkan.

Ini bukan tentang jumlah orang yang ada di sekitar Anda, tetapi tentang kualitas koneksi yang Anda rasakan. Merasa sendiri di tengah keramaian bisa dialami siapa saja, dari seorang introvert yang pendiam hingga seorang ekstrovert yang tampak populer. Mari kita bedah lima alasan psikologis dan spiritual mengapa perasaan ini bisa muncul dan bagaimana sudut pandang Islam melihatnya.

1. Kegagalan Koneksi Emosional yang Mendalam

Faktor utama yang menyebabkan seseorang merasa sendiri di tengah keramaian bukanlah kurangnya interaksi fisik, melainkan kurangnya koneksi emosional. Anda mungkin sedang mengobrol, tertawa, atau berdiskusi, tetapi jika percakapan itu hanya sebatas basa-basi di permukaan, jiwa Anda tidak merasa "terpenuhi."

Kita hidup di era di mana kita sangat terhubung secara digital, tetapi sering kali merasa "terputus" secara emosional. Percakapan yang dangkal tidak memuaskan kebutuhan dasar manusia untuk dimengerti, diterima, dan dihargai. Saat interaksi hanya terjadi di level luar, rasa hampa bisa merayap masuk, membuat Anda merasa sendiri di tengah keramaian.

2. Mengenakan "Topeng" Sosial

Sering kali, untuk bisa diterima dalam suatu kelompok atau untuk menyembunyikan kerapuhan kita, kita mengenakan "topeng." Kita berpura-pura bahagia padahal sedih, berpura-pura setuju padahal tidak, atau berpura-pura menjadi seseorang yang bukan diri kita. Semakin keras kita berusaha mempertahankan image tersebut, semakin kita menjauhkan diri kita yang asli dari orang lain.

Ketika Anda tidak otentik, Anda menciptakan jarak yang tidak terlihat antara diri Anda dan lingkungan sekitar. Anda merasa sendiri di tengah keramaian karena tidak ada yang benar-benar mengenal siapa Anda yang sebenarnya, termasuk diri Anda sendiri yang sedang berpura-pura itu.

3. Ketidakselarasan Nilai dan Tujuan

Penyebab lain merasa sendiri di tengah keramaian adalah ketika Anda berada di lingkungan yang nilai-nilai atau tujuan hidupnya tidak sejalan dengan Anda. Mungkin Anda berada di antara sekelompok orang yang hanya sibuk mengejar materi, sementara Anda mendambakan kedamaian spiritual atau kontribusi sosial.

Ketidakselarasan ini bisa menciptakan rasa tidak "klik" dan keterasingan. Jiwa Anda merasakan kekosongan karena tidak menemukan "rumah" yang frekuensinya sama.

4. Tuntutan Modern dan Kelelahan Mental

Kehidupan modern dengan segala tuntutannya media sosial, ambisi karier, hingga hiruk-pikuk kota bisa sangat melelahkan. Kelelahan mental ini (burned out) sering kali membuat seseorang menarik diri secara emosional dari lingkungan, meskipun secara fisik masih ada.

Di sinilah pandangan spiritual, khususnya Islam, memberikan kedalaman makna. Rasa sendiri di tengah keramaian bisa menjadi alarm dari Allah agar kita kembali mengingat-Nya. Sering kali, rasa hampa itu muncul karena kita terlalu sibuk dengan urusan duniawi dan melupakan koneksi yang paling utama, yaitu hubungan kita dengan Sang Pencipta.

Allah SWT berfirman:

"...Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra'd: 28)

Ketenangan sejati, yang menghalau rasa kesepian, hanya bisa ditemukan ketika hati terhubung dengan sumber segala ketenangan. Rasa sendiri di tengah keramaian adalah sinyal untuk ber-muhasabah (introspeksi diri), memperbanyak zikir, dan shalat, untuk mengisi kembali kekosongan jiwa.

5. Kebutuhan untuk Kembali pada Koneksi Spiritual

Fenomena merasa sendiri di tengah keramaian juga mengingatkan kita pada hadits Rasulullah SAW tentang akhir zaman, di mana umat Muslim jumlahnya banyak, namun ibarat buih di lautan banyak, tetapi tidak memiliki bobot karena kualitas iman mereka yang rapuh.

Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Akan datang suatu zaman di mana manusia seperti buih di lautan...” Para sahabat bertanya, “Apakah karena jumlah kami sedikit pada waktu itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Tidak, bahkan jumlah kalian banyak pada waktu itu, akan tetapi kalian seperti buih di lautan. Allah akan mencabut rasa takut dalam diri musuh kalian, dan Allah akan menimpakan penyakit wahn dalam hati kalian.” Mereka bertanya, “Apa itu penyakit wahn, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Abu Dawud)

Merasakan sendiri di tengah keramaian juga bisa bermakna seperti buih tersebut; terlihat banyak, namun terasa rapuh dan tidak memiliki tujuan yang jelas. Rasa sepi ini bisa menjadi motivasi untuk menguatkan iman, memperbanyak amal saleh, dan mencari lingkungan yang suportif secara spiritual.

Solusi Praktis Melawan Rasa Sepi di Tengah Keramaian

  1. Validasi Perasaan Anda: Jangan menyalahkan diri sendiri. Akui bahwa rasa sendiri di tengah keramaian adalah valid.

  2. Cari Koneksi yang Lebih Dalam: Fokus pada satu atau dua hubungan yang berkualitas, bukan puluhan hubungan yang dangkal.

  3. Hadir Sepenuhnya (Mindfulness): Saat bersama orang lain, simpan ponsel dan dengarkan dengan tulus.

  4. Hadirkan Tuhan dalam Hati: Jadikan Allah sebagai sahabat terdekat. Temukan kenyamanan dalam doa dan ibadah.

  5. Berbuat Baik: Alihkan fokus dari kesepian diri sendiri dengan membantu orang lain. Memberi bisa mengisi kekosongan hati.

Mengubah Rasa Sepi Menjadi Energi Kebaikan

Salah satu cara paling ampuh untuk mengikis rasa sendiri di tengah keramaian dan sekaligus mendekatkan diri kepada Allah adalah dengan berbuat baik secara nyata. Ketika Anda membantu orang lain, Anda tidak hanya meringankan beban mereka, tetapi juga mengisi hati Anda dengan kepuasan spiritual. Anda akan menyadari bahwa keberadaan Anda berarti bagi orang lain, dan rasa keterasingan itu perlahan akan memudar.

Koneksi dengan sesama manusia melalui kebaikan adalah perpanjangan dari koneksi kita kepada Allah. Mari jadikan perasaan ini sebagai pemicu untuk berbuat lebih banyak kebaikan, terutama bagi mereka yang membutuhkan di sekitar kita.

Mari Salurkan Kepedulian Anda Melalui BAZNAS Kota Sukabumi!

Bagi Anda, warga Sukabumi dan sekitarnya, rasa sendiri di tengah keramaian bisa Anda ubah menjadi energi positif dengan membantu sesama melalui instansi resmi yang tepercaya. Salurkan Infaq terbaik Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi untuk mendukung program-program pemberdayaan umat dan sosial.

Setiap Infaq yang Anda berikan bukan hanya angka, melainkan wujud cinta kasih yang dapat menghangatkan hati banyak orang, dan pada gilirannya, menghangatkan hati Anda sendiri.

Ubah rasa sepi menjadi bukti kepedulian.

Untuk membaca artikel lainnya terkait ramadhan klik link di bawah ini:

https://baznaskotasukabumi.com/campaign/tebar-kebahagiaan-dengan-berbagi-paket-sembako

https://kotasukabumi.baznas.go.id/artikel/show/ketika-dunia-tidak-ramah-jadilah-rumah-untuk-dirimu-sendiri/33441

18/03/2026 | Kontributor: BAZNAS
Hati-Hati! Ini Dampak Buruk Korupsi yang Bisa Menghancurkan Hidupmu

Pernahkah terlintas di pikiran kita, mengapa ada orang yang sudah punya segalanya tapi masih merasa kurang? Mobil mewah sudah ada, rumah bak istana sudah berdiri tegak, jabatan pun mentereng. Tapi anehnya, hidupnya jauh dari kata tenang. Tidur tak nyenyak, dikejar rasa cemas, hingga akhirnya berakhir di balik jeruji besi.

Inilah fenomena yang sering kita sebut dengan korupsi. Korupsi bisa menjerumuskan ke kehancuran hidup, bukan hanya bagi si pelaku, tapi juga bagi keluarga dan orang-orang di sekitarnya. Mari kita bedah lebih dalam, kenapa mengambil yang bukan hak kita itu adalah "bom waktu" yang siap meledak kapan saja.

Mengapa Korupsi Adalah Musuh Terbesar Diri Sendiri?

Banyak yang mengira korupsi adalah jalan pintas menuju kebahagiaan. Padahal, yang terjadi justru sebaliknya. Korupsi adalah jalan tol menuju kehancuran mental dan spiritual. Ketika seseorang mulai mengambil harta yang bukan haknya, ia sedang menanam benih ketidaktenangan.

Dalam perspektif Islam, harta yang diperoleh dengan cara haram, seperti korupsi, tidak akan pernah membawa keberkahan. Harta tersebut mungkin terlihat banyak secara jumlah, namun nilai manfaatnya nol besar. Harta itu justru akan menjadi sumber masalah bisa berupa penyakit yang tak kunjung sembuh, anak-anak yang sulit diatur, atau keretakan rumah tangga.

1. Kehilangan Keberkahan dalam Hidup

Keberkahan adalah ketika harta yang sedikit terasa cukup, dan yang banyak membawa manfaat. Sebaliknya, korupsi bisa menjerumuskan ke kehancuran hidup karena ia menghapus keberkahan tersebut. Kamu mungkin punya uang milyaran, tapi entah kenapa uang itu habis begitu saja tanpa bekas yang bermanfaat.

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits yang sangat tegas mengenai hal ini:

"Laknat Allah bagi penyuap dan penerima suap dalam hukum." (HR. Ahmad, Abu Daud, dan Tirmidzi).

Bayangkan, jika Allah sudah melaknat, lantas dari mana kita akan mendapatkan kedamaian? Laknat artinya dijauhkan dari rahmat kasih sayang Allah. Tanpa rahmat-Nya, hidup hanyalah rangkaian penderitaan yang dibungkus dengan kemewahan palsu.

2. Sanksi Sosial yang Menyakitkan

Kita hidup di masyarakat yang sangat menjunjung tinggi integritas. Sekali seseorang ketahuan melakukan korupsi, label "koruptor" akan menempel seumur hidup. Bukan hanya pelaku yang menanggung malu, tapi juga anak, istri, dan orang tua. Anak-anak mungkin akan dirundung di sekolah, dan keluarga akan dikucilkan dari pergaulan sosial. Ini adalah bentuk kehancuran hidup yang nyata di dunia.

3. Penjara: Hilangnya Kebebasan

Tentu saja, konsekuensi hukum adalah hal yang paling nyata. Bayangkan harus menghabiskan sisa umur di balik jeruji besi, jauh dari keluarga, dan kehilangan martabat. Kebebasan yang selama ini kita nikmati hilang begitu saja hanya demi tumpukan harta yang bahkan tidak bisa dinikmati di dalam sel.

Korupsi dalam Pandangan Syariat: Ghulul yang Membakar

Dalam istilah fiqih, korupsi sering dikaitkan dengan Ghulul (mengambil harta secara sembunyi-sembunyi yang bukan haknya). Bahayanya tidak main-main. Harta hasil korupsi akan menjadi beban yang sangat berat di hari kiamat kelak.

Allah SWT berfirman dalam Surah Ali 'Imran ayat 161:

"Barangsiapa yang berkhianat (dalam urusan harta rampasan perang), maka pada hari kiamat ia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya itu; kemudian tiap-tiap diri akan diberi pembalasan tentang apa yang ia kerjakan dengan pembalasan setimpal, sedang mereka tidak dianiaya."

Ayat ini menegaskan bahwa setiap rupiah yang dikorupsi akan dimintai pertanggungjawabannya secara detail. Tidak ada yang bisa bersembunyi. Kehancuran hidup akibat korupsi tidak berhenti saat nafas terakhir berhembus, tapi terus berlanjut hingga ke akhirat.

4. Menghalangi Terkabulnya Doa

Ini adalah salah satu dampak yang paling mengerikan. Ketika tubuh kita tumbuh dari makanan yang haram, maka doa-doa kita akan tertolak. Rasulullah SAW pernah menceritakan tentang seorang laki-laki yang melakukan perjalanan jauh, rambutnya kusut, penuh debu, ia menengadahkan tangan ke langit sambil berdoa, "Ya Rabb, ya Rabb..." Sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan ia dikenyangkan dari yang haram. Maka, bagaimana mungkin doanya akan dikabulkan?

Bayangkan saat kamu benar-benar butuh pertolongan Tuhan, namun pintu langit tertutup hanya karena segelintir harta haram yang pernah kamu ambil. Itulah mengapa korupsi bisa menjerumuskan ke kehancuran hidup yang paling fatal.

5. Merusak Tatanan Bangsa

Secara makro, korupsi merampas hak orang miskin. Jembatan yang harusnya kokoh jadi rubuh karena dana disunat. Rumah sakit kekurangan alat medis karena anggaran dikorupsi. Dengan melakukan korupsi, seseorang secara tidak langsung mendzolimi jutaan orang. Dosa kepada satu orang saja sulit dimaafkan, apalagi dosa kepada rakyat satu negara?

Bagaimana Cara Menghindarinya?

  1. Syukuri yang Ada: Kebanyakan orang korupsi bukan karena butuh, tapi karena kurang rasa syukur.

  2. Pahami Konsekuensi: Selalu ingat bahwa ada akhirat setelah dunia ini.

  3. Lingkungan yang Baik: Bertemanlah dengan orang-orang yang jujur dan berintegritas.

  4. Bersihkan Harta: Pastikan setiap rupiah yang masuk ke kantong kita adalah hasil keringat yang halal.

Ingatlah, hidup ini singkat. Jangan tukar ketenangan jiwa dan keselamatan akhirat dengan kenikmatan semu yang hanya sesaat. Kekayaan sejati adalah hati yang merasa cukup (qana'ah).

Setelah memahami betapa bahayanya harta yang tidak berkah, langkah terbaik untuk menjaga diri adalah dengan rajin berinfaq dan bersedekah. Sedekah tidak akan mengurangi harta, justru ia akan menyucikan dan menjaganya dari hal-hal yang buruk.

Ayo Bersihkan Harta dengan Berbagi!

Mari salurkan infaq terbaik Anda melalui lembaga yang amanah dan transparan. BAZNAS Kota Sukabumi siap membantu Anda mendistribusikan kebaikan kepada mereka yang membutuhkan di wilayah Sukabumi dan sekitarnya. Dengan berinfaq, kita menjaga diri dari sifat serakah dan memastikan harta kita membawa manfaat dunia hingga akhirat.

Bayar Infaq Sekarang via BAZNAS Kota Sukabumi Sucikan Harta, Tenangkan Jiwa.

Untuk membaca artikel lainnya terkait ramadhan klik link di bawah ini:

https://baznaskotasukabumi.com/campaign/34-jusuka-34-jumat-suka-sedekah

https://kotasukabumi.baznas.go.id/artikel/show/antara-menjaga-perasaan-orang-lain-atau-kejujuran/31449

18/03/2026 | Kontributor: BAZNAS

Artikel Terbaru

Manfaat Buah-Buahan yang Disebutkan dalam Al-Qur’an
Manfaat Buah-Buahan yang Disebutkan dalam Al-Qur’an
Di antara hamparan ayat-ayat suci Al-Quran, terselip mutiara hikmah yang tak hanya menuntun jiwa, tetapi juga mengantarkan pada gerbang kesehatan. Ya, Al-Quran, kitab suci umat Islam, bukan hanya berisi panduan hidup dan nilai-nilai spiritual, tetapi juga menyimpan khazanah ilmu pengetahuan, termasuk tentang kesehatan. Salah satu contohnya adalah uraian tentang berbagai buah-buahan yang memiliki manfaat luar biasa bagi kesehatan manusia. Berikut beberapa buah yang disebutkan dalam Al-Quran beserta manfaatnya: 1. Kurma (QS. Al-Baqarah: 266, An-Nahl: 69, Maryam: 25) • Kaya serat, membantu pencernaan dan mencegah sembelit. • Mengandung gula alami, sumber energi yang baik. • Tinggi zat besi, membantu mencegah anemia. • Mengandung kalium, baik untuk kesehatan jantung. • Kaya antioksidan, membantu melawan radikal bebas dan mencegah penyakit kronis. 2. Anggur (QS. An-Nahl: 11, Al-Isra': 26, Yasin: 34) • Kaya vitamin C, meningkatkan daya tahan tubuh. • Mengandung antioksidan, membantu melawan radikal bebas dan mencegah penyakit kronis. • Baik untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah. • Membantu melancarkan pencernaan. • Meningkatkan fungsi otak dan memori. 3. Tin (QS. At-Tin: 1-3, Al-Anfal: 8) • Kaya serat, membantu pencernaan dan mencegah sembelit. • Mengandung kalium, baik untuk kesehatan jantung. • Sumber kalsium yang baik untuk kesehatan tulang dan gigi. • Mengandung zat besi, membantu mencegah anemia. • Kaya antioksidan, membantu melawan radikal bebas dan mencegah penyakit kronis. 4. Zaitun (QS. An-Nahl: 6, Al-Mu'minun: 20) • Kaya lemak tak jenuh tunggal, baik untuk kesehatan jantung dan kolesterol. • Mengandung vitamin E, antioksidan yang membantu melawan radikal bebas dan mencegah penyakit kronis. • Membantu menurunkan tekanan darah. • Meningkatkan fungsi otak dan memori. • Memiliki sifat anti-inflamasi yang membantu meredakan peradangan. 5. Pisang (QS. Al-Waqi'ah: 29) • Kaya kalium, baik untuk kesehatan jantung dan tekanan darah. • Sumber vitamin B6 yang baik untuk kesehatan saraf dan otak. • Mengandung serat, membantu pencernaan dan mencegah sembelit. • Kaya vitamin C, meningkatkan daya tahan tubuh. • Sumber energi yang baik karena mengandung gula alami. 6. Delima (QS. Ar-Rahman: 68, Al-An'am: 99) • Kaya antioksidan, membantu melawan radikal bebas dan mencegah penyakit kronis. • Membantu meningkatkan kesuburan dan kesehatan reproduksi. • Baik untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah. • Membantu menurunkan kolesterol jahat (LDL). • Memiliki sifat anti-inflamasi yang membantu meredakan peradangan. Perlu diingat bahwa ayat-ayat Al-Quran tentang buah-buahan ini tidak hanya menjelaskan manfaatnya bagi kesehatan fisik, tetapi juga mengandung makna spiritual yang mendalam. Buah-buahan tersebut merupakan nikmat Allah SWT yang patut disyukuri dan dikonsumsi dengan penuh kesadaran.
ARTIKEL17/09/2025 | Khoirunisa
Manfaat Gaya Hidup Sehat Menurut Islam
Manfaat Gaya Hidup Sehat Menurut Islam
Islam mengajarkan umatnya untuk menjaga kesehatan sebagai bagian dari ibadah. Gaya hidup sehat tidak hanya mendatangkan manfaat fisik, tetapi juga membantu umat Muslim dalam menjalankan ibadah dengan baik dan penuh konsentrasi. Rasulullah SAW mencontohkan berbagai cara untuk menjaga kesehatan, baik melalui pola makan, menjaga kebersihan, hingga menghindari hal-hal yang bisa merusak tubuh. Berikut ini adalah beberapa manfaat dari menjalani gaya hidup sehat dalam perspektif Islam: 1. Meningkatkan Kualitas Ibadah Kesehatan yang baik memungkinkan seseorang untuk menjalankan ibadah dengan sempurna, seperti shalat, puasa, dan haji. Sebaliknya, kesehatan yang terganggu dapat menjadi penghalang dalam menjalankan kewajiban agama. Allah berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 195, “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.” Ayat ini mengajarkan bahwa kita perlu menjaga tubuh kita agar bisa terus beribadah.2. Menjaga Kebersihan Jiwa dan Raga Gaya hidup sehat, yang mencakup menjaga kebersihan dan memelihara kesehatan mental, akan membantu seseorang hidup dengan lebih tenang. Dalam Islam, kebersihan adalah sebagian dari iman, seperti yang diriwayatkan oleh Rasulullah SAW, “Kebersihan adalah sebagian dari iman.” Dengan menjaga kebersihan tubuh, lingkungan, serta pikiran, seorang Muslim dapat merasakan ketenangan dalam menjalani kehidupan.3. Mencegah Penyakit Islam sangat menganjurkan umatnya untuk menjaga kesehatan dan mencegah penyakit. Salah satu cara untuk menjaga kesehatan adalah dengan pola makan yang baik, seperti yang diajarkan Rasulullah SAW: tidak makan berlebihan, makan makanan yang halal dan baik, serta menghindari makanan yang membahayakan tubuh. Menerapkan gaya hidup sehat membantu tubuh terhindar dari berbagai penyakit kronis seperti diabetes, tekanan darah tinggi, hingga penyakit jantung.4. Meningkatkan Produktivitas Kesehatan yang optimal akan mendukung seseorang untuk menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih produktif. Dalam Islam, bekerja dengan baik dan produktif adalah bagian dari ibadah, terutama jika hasil kerja tersebut dapat memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat. Dengan tubuh yang sehat, seorang Muslim dapat menjalankan tanggung jawabnya dengan baik dan berkontribusi lebih besar dalam kebaikan.5. Membentuk Mental dan Emosi yang Stabil Islam mengajarkan pentingnya menjaga kesehatan mental dan emosional. Gaya hidup sehat yang mencakup pola makan yang baik, olahraga teratur, serta menghindari kebiasaan buruk seperti marah dan stres berlebihan, akan membantu seseorang memiliki mental yang stabil. Rasulullah SAW juga menganjurkan untuk selalu bersabar dan berzikir agar hati menjadi tenang dan terhindar dari tekanan hidup.6. Mengikuti Sunnah Rasulullah Rasulullah SAW memberikan contoh gaya hidup sehat yang bisa diikuti, seperti makan secukupnya, menghindari makanan yang berlebihan, beristirahat yang cukup, dan menjaga kebersihan tubuh serta lingkungan. Mengikuti sunnah Rasulullah dalam menjaga kesehatan bukan hanya mendatangkan pahala, tetapi juga membantu tubuh tetap bugar dan sehat.7. Memperkuat Hubungan Sosial Gaya hidup sehat tidak hanya berkaitan dengan fisik, tetapi juga dengan hubungan sosial yang baik. Rasulullah SAW mengajarkan pentingnya menjaga silaturahmi, yang juga dapat berdampak positif pada kesehatan mental dan emosional. Studi menunjukkan bahwa memiliki hubungan sosial yang baik dapat mengurangi risiko depresi dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.8. Menjadi Lebih Bersyukur Kesehatan adalah nikmat yang sangat berharga, dan dengan menjaga kesehatan, seorang Muslim belajar untuk lebih bersyukur kepada Allah. Dengan kesehatan yang baik, ia dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan memberikan manfaat bagi orang lain. Rasulullah SAW bersabda, “Dua nikmat yang kebanyakan manusia lalai darinya adalah nikmat kesehatan dan waktu luang.” Nikmat kesehatan ini perlu disyukuri dengan menjaga tubuh dan tidak merusaknya.
ARTIKEL17/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
Cara Sholat Tahajud Lengkap dengan Niat dan Doanya
Cara Sholat Tahajud Lengkap dengan Niat dan Doanya
Sholat tahajud sering disebut sebagai sholat istimewa. Ia adalah ibadah sunnah yang dikerjakan di malam hari setelah bangun tidur terutama di sepertiga malam terakhir, saat kebanyakan orang masih terlelap. Di momen sunyi itu, doa-doa kita lebih mudah menembus langit. Tak heran, Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk menghidupkan malam dengan sholat tahajud. Apa Itu Sholat Tahajud? Secara bahasa, Tahajud memiliki arti berupaya melawan atau meninggalkan tidur; sementara secara istilah fiqih adalah shalat sunnah malam hari yang dilakukan setelah tidur. Hukum shalat tahajud adalah sunnah berdasarkan ijmâ’ ulama. Kesunnahannya bersifat muakkad atau sangat kuat karena selalu dilakukan oleh Nabi Muhammad?. (Al-Bakri bin as-Sayyid Muhammad Syattha ad-Dimyathi, Hâsyiyyah I’ânatuth Thâlibîn, I: 267; Muhammad as-Syirbini al-Khatib, al-Iqnâ’ fî Halli Alfazhi Abî Syujâ’, I: 116). Allah SWT memuji hamba-hamba yang rajin mengerjakannya dalam Al-Qur’an: "Dan pada sebagian malam hari, lakukanlah sholat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji." (QS. Al-Isra: 79). Artinya, sholat tahajud bukan sekadar ibadah tambahan, tapi jalan untuk mendapatkan kedudukan mulia di sisi Allah. Niat Sholat Tahajud Niat bisa diucapkan dalam hati dengan sederhana, misalnya: "Ushalli sunnatat-tahajjudi rak’ataini lillahi ta’ala." (Aku niat sholat sunnah tahajud dua rakaat karena Allah Ta’ala). Tak perlu rumit. Yang terpenting adalah hadirnya kesadaran dalam hati bahwa kita sedang sholat sunnah tahajud. Tata Cara Sholat Tahajud Tata cara sholat tahajud sebenarnya sama dengan sholat sunnah lainnya. Berikut langkah-langkahnya: Bangun dari tidur – meskipun hanya sebentar, tidur sebelum tahajud disunnahkan. Bersuci – berwudhu sebagaimana wudhu untuk sholat fardhu. Niat sholat tahajud di dalam hati bersamaan dengan takbîratul ihrâm, dan seterusnya sebagaimana pelaksanaan shalat pada umumnya sampai salam setelah dua rakaat. Sholat minimal dua rakaat. sholat tahajud tidak memiliki batasan rakaat maksimal. Paling tidak, sholat tahajud dilaksanakan dua rakaat. Membaca doa setelah sholat tahajud untuk memohon ampunan, kemudahan rezeki, dan terkabulnya hajat. Doa Sholat Tahajud Setelah tahajud, kita dianjurkan memperbanyak doa. Doa yang dipanjatkan Rasulullah? berdasarkan riwayat Imam al-Bukhari dan Muslim sebagaimana berikut: “Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad? itu benar. Hari Kiamat itu benar. Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku. Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah.” Selain doa khusus, kita bisa memohon apa saja: rezeki yang berkah, ketenangan hati, kesembuhan, atau dipermudah dalam urusan dunia dan akhirat. Tips Agar Konsisten Sholat Tahajud • Tidur lebih awal, agar tubuh cukup istirahat. • Pasang alarm atau minta dibangunkan pasangan/keluarga. • Mulai dari yang ringan, dua rakaat dulu tapi rutin. • Jadikan doa tahajud sebagai momen curhat kepada Allah. Sholat tahajud adalah ibadah yang memberi kekuatan spiritual luar biasa. Dengan memahami cara sholat tahajud, mulai dari niat, tata cara sholat tahajud, hingga doa tahajud, kita bisa menjadikannya rutinitas sederhana namun penuh makna. Malam yang sunyi adalah waktu terbaik untuk berbisik pada Allah. Jadi, jangan tunggu sempurna. Mulailah dengan dua rakaat tahajud malam ini.
ARTIKEL16/09/2025 | Khoirunisa
Sholat Taubat: Tata Cara dan Bacaannya
Sholat Taubat: Tata Cara dan Bacaannya
Sholat taubat bisa dikerjakan tanpa terbatas waktu tertentu, boleh siang maupun malam. Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Demikian pula shalat taubat (termasuk shalat yang memiliki sebab dan harus segera dilakukan, sehingga boleh dilakukan meskipun waktu terlarang untuk shalat[6]). Jika seseorang berbuat dosa, maka taubatnya itu wajib, yaitu wajib segera dilakukan. Dan disunnahkan baginya untuk melaksanakan shalat taubat sebanyak dua raka’at. Lalu ia bertaubat sebagaimana keterangan dalam hadits Abu Bakr Ash Shiddiq.”. Jadi, sholat taubat berapa rakaat? Dari keterangan yang sama di atas dijelaskan juga bahwa sholat taubat sebanyak dua rakaat. Kita dapat mengawalinya dengan bacaan niat sholat taubat 2 rakaat, yakni “Ushalli sunnatat taubati rak'ataini lillahi taala”. Selanjutnya, berikut tata cara sholat taubat sesuai tuntunan Rasulullah saw. 1. Melakukan Takbiratul Ihram Setelah membaca niat sholat taubat 2 rakaat, lakukan takbiratul ihram dengan mengangkat kedua tangan, sebagai tanda memulai sholat. Ini adalah bagian awal dari sholat, di mana seseorang mulai masuk ke dalam ibadah kepada Allah. 2. Membaca Doa Iftitah, Surat Al-Fatihah, dan Surat Pendek Di rakaat pertama, setelah takbiratul ihram, kita membaca doa iftitah untuk memuji Allah, diikuti dengan Surat Al-Fatihah, dan kemudian membaca surat pendek pilihan. Membaca Al-Fatihah adalah rukun dalam setiap rakaat sholat yang tidak boleh ditinggalkan. 3. Rukuk, Iktidal, Sujud, dan Duduk di Antara Dua Sujud Setelah membaca surat pendek, lakukan rukuk dengan tenang, kemudian iktidal (berdiri kembali setelah rukuk), sujud pertama, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua. Gerakan ini menunjukkan ketundukan penuh kepada Allah dan mengakui kelemahan diri di hadapan-Nya. 4. Bangkit untuk Rakaat Kedua dan Ulangi Seperti Rakaat Pertama Setelah menyelesaikan rakaat pertama, bangkit untuk melanjutkan rakaat kedua. Di rakaat kedua, ulangi langkah-langkah yang sama seperti rakaat pertama, yakni membaca Surat Al-Fatihah, surat pendek, rukuk, iktidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua. 5. Tasyahud Akhir dan Salam Di akhir rakaat kedua, duduk untuk tasyahud akhir, lalu mengucapkan salam sebagai penutup sholat. Dengan salam, sholat dianggap selesai, dan kita telah menjalankan ibadah dengan penuh kepasrahan dan pengharapan akan ampunan Allah. 6. Berdoa dan Memperbanyak Istigfar Setelah salam, dianjurkan untuk memperbanyak istigfar, seperti membaca Astaghfirullahal 'azhim atau doa lainnya. Perbanyak doa memohon ampunan kepada Allah dengan tulus. Istigfar menunjukkan kesungguhan seseorang dalam meminta maaf atas dosa-dosa, seraya berharap Allah menerima taubatnya.
ARTIKEL16/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
Menelan ludah dan batasan puasa : perspektif islam yang jelas
Menelan ludah dan batasan puasa : perspektif islam yang jelas
Pernahkah sahabat membuang ludah saat berpuasa karena khawatir hal tersebut dapat membatalkan puasa? Ibadah puasa dapat batal jika seseorang dengan sengaja memasukan makanan dan minuman ke dalam tubuhnya. Lalu bagaimana dengan air ludah? Menurut buku “Hukum Menelan Air Ludah bagi Orang yang Berpuasa”, karya Pengajar Pondok Pesantren Raudhatul Quran An-Nasimiyyah Semarang Ahmad Mundzir menyatakan bahwa para ulama sepakat untuk hukum menelan air ludah atau liur tidak membatalkan puasa. Namun, hal ini hanya berlaku apabila air liur ini sering keluar karena sulit dihindari, dijelaskan dalam al-Majmu Syarah al-Muhadzdzab (Juz 6, halaman 341) karya Imam an-Nawawi. Dikatakan bahwa: “Menelan air liur itu tidak membatalkan puasa sesuai kesepakatan para ulama. Hal ini berlaku jika orang yang berpuasa tersebut memang biasa mengeluarkan air liur. Sebab susahnya memproteksi air liur untuk masuk kembali.” Hukum Menelan Air Ludah bagi orang yang Berpuasa Seperti yang sudah dipaparkan diatas kebanyakan ulama sepakat air ludah atau air liur tidak membatalkan puasa, Berdasarkan paparan dari Imam an-Nawawi, mengenai hukum menelan air liur yang tidak membatalkan puasa jika memenuhi tiga syarat, yaitu: Air liur yang tidak tercampur dengan zat lain: Artinya air liur yang tertelan adalah air liur yang tidak tercampur dengan zat atau cairan lain, seperti darah akibat luka pada gusi. Air liur yang belum keluar dari bagian bibir luar: Dalam hal ini, air liur yang tertelan tidak boleh melewati batas bibir luas. Menelan ludah yang berada dalam rongga mulut tanpa keluar dari batas bibir luar tetap dianggap sah dan tidak membatalkan puasa. Air liur yang dengan sengaja ditampung oleh seseorang hingga banyak terlebih dahulu baru kemudian ditelan. Namun, ada pendapat yang termasyur mengatakan bahwa perbuatan tersebut selagi tidak sengaja, maka tidak akan membatalkan puasanya. Jadi menelan air ludah tidak akan membatalkan puasa seseorang, jika telah memenuhi ketiga syarat di atas dan selama perbuatan menelan ludah tersebut tidak disengaja Ibadah puasa juga bisa mendapatkan ganajran yang lebih besar dengan diiringi bersedekah. Bersedekah di BAZNAS Kota Sukabumi dapat dilakukan secara online melalui smartphone sehingga mempermudah sahabat untuk bersedekah dimanapun dan kapanpun Sebagai Lembaga Pemerintah Nonstruktural yang mengelola dana ZIS, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Sukabumi saat ini dipercaya publik berkat komitmen dan program-programnya dalam menghimpun dan menyalurkan Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS). Klik link https://kotasukabumi.baznas.go.id/sedekah untuk bersedekah dengaan mudah. Semoga setiap kebaikan yang kita keluarkan, bisa menjadi amal jariyah yang senantiasa mengalir pahalanya, Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin.
ARTIKEL16/09/2025 | Khoirunisa
Adab-Adab Berpuasa yang Harus Diperhatikan
Adab-Adab Berpuasa yang Harus Diperhatikan
Salah satu ibadah yang wajib dilakukan oleh umat muslim adalah berpuasa di bulan Ramadan. puasa ramadan yaitu puasa yang dilakukan sebulan penuh untuk meraih gelar takwa sesuai dengan perintah Allah swt dalam surat Al-Baqarah : 183 Artinya : "Wahai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu. (Berpuasa) agar kamu bertakwa.” Dalam menjalankan ibadah puasa kita diharuskan menahan dahaga dan lapar dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Namun, tidak hanya hal itu saja yang perlu diperhatikan, ada adab-adab berpuasa yang harus sahabat ketahui agar puasa sahabat berkualitas dan tidak berkurang pahalanya. Adapun adab-adab puasa diantarannya sebagai berikut : 1. Sahur di Akhir Waktu Untuk menyipkan energi berpuasa seharian, tentu kita memerlukan asupan makanan. Oleh karena itu sahabat jangan sampai melewatkan sahur. Apalagi terdapat keberkahan dalam waktu sahur. Dan betapa baiknya Allah swt yang menjadikan sahur di penghunjung waktu sebagai sebuah keutamaann. Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu sebagai berikut: Artinya:“Segerakanlah berbuka dan akhirkanlah sahur.” Sementara untuk makanan sahur sebaik-baiknya adalah kurma. Sahur merupakan pembeda kita ummat muslim dengan ahli Kitab. "Dan sebaik-baik makanan sahur adalah kurma". (HR. Abu Dawud, no. 2345) . 2. Segerakan Berbuka Untuk sahur memang dianjurkan diakhirkan, tapi untuk bebuka puasa lebih utama disegerakan. Oleh karena itu, segeralah sahabat berbuka bila telah datang waktunya karena Rasulullah Saw bersabda : "orang-orang senantiasa tetap dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka". (HR. Bukhari, jilid 4, hal 198). Rasulullah Saw biasa berbuka dengan melakukan sholat, dengan makan beberapa biji kurma mengkal atau kurma matang, dan beberapa teguk air minum (HR. Tirmidzi, jilid 3, hal 79). Sunahnya memakan kurma terlebih dahulu dengan mengucapkan bismillah barulah meminum air. Dan membaca Artinya: "Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala telah tetap, insya Allah. (HR. Abu Dawud, jilid 2, hal 765) . 3. Hindari Pembicaraan yang sia-sia Hindarilah pembicaraan yang sia-sia karena Rasulullah Saw bersabda "pada hari seseorang diantara kalian sedang berpuasa maka janganlah diantaran Kalian berbicara serono, berbicara sia-sia". (HR. Bukhari, No. 1904). hal Ini bisa bermakna jatuh pada perbuatan maksiat, seperti menggunjing, gibah, berkata jorok, dan dusta. karena perbuatan-perbuatan tersebut dapat menghapus seluruh perbuatan puasanya 4. Membentengi diri dari hawa nafsu Meski yang membatalkan puasa adalah makan dan minum, namun sejatinya puasa jugalah tentang menahan hawa nafsu. Usahakanlah untuk menghindari perbuatan yang membuat pertengkaran, dan bila ada yang hendak menyerang atau memaki katakanlah jika sahabat sedang berpuasa. Karena Rasulullah Saw bersabda "Dan jika seseorang menyerangnya atau memakinya maka hendaklah ia menghindari perbuatan tersebut, dan berkata, "aku sedang puasa, aku sedang puasa". (HR. Bukhari No.1894) 5. Tidak Makan Berlebihan Saat berpuasa memang terasa semua makanan dan minuman yang berseliwuran terlihat nikmat. Seringkali hal ini membuat kita kalap membeli ini itu dan ingin mencicipi banyak makanan. Rasulullah Saw bersabda "tidak ada bejana dipenuhi oleh manusia yang lebih buruk dari pada perutnya". (HR. Tirmidzi, No 2380). Sahabat usahakan mengonsumsi makanan yang cukup dan tidak menuruti hawa nafsu. Sebaiknya kita juga berhenti sebelum perut terasa kenyang. 6. Dermawan, gemar berbagi Salah satu yang dianjurkan saat berpuasa adalah perbanyak ibadah. Salah satu ibadah yang bisa sahabat lakuka adalah dengan memberi makan orang yang berpuasa atau berbagi satu sama lain. Rasulullah Saw bersabda "sesungguhnya di surga itu ada kamar-kamar yang bagian dari luarnya terlihat dari dalam, dan bagian luarnya tampak dari luar, yang disediakan oleh orang-orang yang memberi makan, memperlembut pembicaraan, senang berpuasa dan sholat di malam hari diwaktu manusia tertidur pulas". (HR. Ahmad, jilid 5, hal 343). Insya Allah ada kamar-kamar yang disediakan di surga untuk mereka yang memberi makan orang lain. Sahabat, itulah beberapa hal yang perlu kita perhatikan saat berpuasa. Jangan sampai kita berpuasa hanya mendapatkan rasa haus dan lapar saja.
ARTIKEL16/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
Ghibah sebagai Penggugur Pahala Berpuasa
Ghibah sebagai Penggugur Pahala Berpuasa
Puasa di bulan Ramadan merupakan salah satu ibadah wajib bagi umat Islam yang bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan. Namun, ada berbagai hal yang dapat mengurangi atau bahkan menggugurkan pahala puasa, salah satunya adalah ghibah. Ghibah atau menggunjing orang lain dikecam dalam Islam karena dapat merusak hubungan sosial dan mengotori hati. Definisi Ghibah dalam Islam Secara bahasa, ghibah berarti menyebutkan keburukan seseorang yang jika ia mendengarnya, ia akan merasa tidak senang. Rasulullah ? menjelaskan dalam sebuah hadits: “Tahukah kalian apa itu ghibah? Mereka menjawab, ‘Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.’ Beliau berkata, ‘Yaitu engkau menyebut saudaramu dengan sesuatu yang ia benci.’ Seseorang bertanya, ‘Bagaimana jika yang aku katakan itu benar?’ Rasulullah ? menjawab, ‘Jika benar, berarti engkau telah menggunjingnya, dan jika tidak benar, maka engkau telah memfitnahnya.’” (HR. Muslim No. 2589) Berdasarkan kesepakan ulama ghibah bahkan hukumnya diharamkan, Rasulullah juga menyamakan ghibah dengan sama saja memakan daging saudara sendiri yang telah mati. Artinya itu adalah hal yang menjijikan. Perlu kita waspadai jika Ghibah mencakup berbagai bentuk, baik dalam lisan maupun tulisan. Meski kita tidak membicarakan secara lisan namun menggunakan tulisan atau hate comment di sosial media juga bisa termasuk kedalam ghibah. Hukum Ghibah saat Berpuasa Sudah jelas kita ketahui jika mekakukan ghibah saat tidak berpuasa saja dilarang lalu bagaimana jika saat berpuasa? Apakah akan membatalkan puasa? Pada dasarnya puasa bukan hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari segala bentuk perbuatan yang bisa mengurangi nilai ibadah tersebut. Setidaknya ada lima hal yang dapat mengugurkan pahala puasa berdasarkan hadist rasulullah “Diriwayatkan dari Anas ra, Rasulullah saw. bersabda : Ada lima perbuatan yang menghapus pahala puasa, yaitu : berbohong, menggunjing, mengadu orang, bersumpah palsu dan memandang lain jenis dengan syahwat”. Ghibah atau menggunjing termasuk dalam kategori perbuatan buruk yang bisa menghilangkan pahala puasa. Sehingga, meskipun seseorang tetap menahan diri dari makan dan minum, namun jika ia tidak menjaga lisannya dari ghibah, puasanya menjadi sia-sia. Namun tidak membatalakn puasanya, artinya puasanya tetap sah. Hal ini dijelaskan oleh Imam An-Nawawi (wafat 676 H), dalam kitabnya Al-Majmu’ Syarhul Muhaddzab: “Apabila seseorang melakukan ghibah saat puasa, maka ia berdosa dan tidak batal puasanya menurut pandangan kita (mazhab Syafi’i), hal ini juga selaras dengan yang dikemukakan oleh mazhab Maliki, Hanafi dan Hanbali. Kecuali menurut pandangan Imam Al-Auza’i,menurutnya puasa batal disebabkan perbuatan ghibah dan wajib untuk diqadha.” (Muhyiddin Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarhul Muhaddzab, [Beirut: Dar Al-Fikr], juz VI, halaman 356). Pendapat yang dilontarkan oleh An-Nawawi ini kemudian didukung dengan pernyataan Syekh Sa’id bin Muhammad Baisyan (wafat 1270 H) dalam kitabnya: Artinya: “Apabila seseorang menggunjing (semisal), maka otomatis hasil dosa menggunjing dan pahala puasanya batal. Namun tidak dengan puasanya, sebab hanya menyimpang dari perkara sunah dimana dianjurkan agar menghindarkan puasa dari hal-hal itu (menggunjing), sebagaimana pemahaman beberapa hadits dan telah dijelaskan oleh Imam Asy-Syafi’i dan Ashabnya.” (Said bin Muhammad Baisyan, Busyral Karim bi Syarhi Masailit Ta’lim, [Jeddah: Dar Al-Minhaj], halaman 565). Berdasarkan refrensi diatas maka Ghibah menurut tinjauan fiqih dalam kondisi puasa, hukum puasanya tetap sah, hanya saja ia tidak memperoleh pahala ibadah puasa. Oleh karena itu, umat Muslim harus menjaga lisan dan tulisan dalam bentuk kebencian ataupun membuat hoax, terutama saat berpuasa, agar ibadahnya benar-benar diterima oleh Allah SWT. Apabila tidak sengaja melakukan ghibah saat berpuasa, segera istighfar. Kemudian berjanji untuk tidak mengulanginya, dan jika memungkinkan meminta maaf kepada orang yang telah dibicarakan. Kita juga perlu menjaga lingkungan kita dengan menghindari perkumpulan yang sering membicarakan orang lain, karena dosanya tetap sama meski kita hanya mendengarkan ghibah tanpa menegur atau menghindarinya.
ARTIKEL15/09/2025 | Khoirunisa
Inilah Tiga Keutamaan Surat Al Fatihah
Inilah Tiga Keutamaan Surat Al Fatihah
Keutamaan surat Al Fatihah tak terhingga banyaknya. Adakalanya digunakan sebagai pengobatan, pengusir kegundahan, meminta petunjuk dan pertolongan, penjagaan diri dan sebagainya. Al Fatihah berasal dari kata fataha, yaftahu, fathan, yang berarti pembukaan juga dapat pula berarti Kemenangan. Diartikan sebagai pembukaan karena surah al fatihah terletak pada bagian awal dari surah-surah yang lain dalam susunan mushaf Al Quran. Diartikan sebagai kemenangan karena berdasarkan pengertian yang terdapat dalam firman Allah swt yang berbunyi, Sungguh, Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata. (Q.S. al-Fath [48]: 1) Surat al fatihah juga memiliki nama lain, seperti yang dijelaskan oleh Hasbie as Shiddiqie dalam tTafsir Al-Qur’anul Majid, ada beberapa nama lain dari surat al fatihah, yaitu ummul kitab, ummul qur’an, sab’ul matsani, al-asas, fatihatul kitab, al-Kanz (pembendaharaan), al-wafiyah (yang amat sempurna), al-kafiyah (yang amat mencukupi), al-hamd (pujian), al-syukru (ucapan terimakasih), al-du’a (seruan dan permohonan), al-salat (sembahyang dan do’a), al-syafiyah (penyembuh), dan al-syifa’ (penawar). Sedangkan menurut Quraish Shihab, beberapa nama lain dari surat al fatihah yang dikenal pada masa Rasulullah yaitu al-Fatihah, Ummul Kitab atau Ummul Qur’an, dan as-Sab’ al-matsani. Adapun terkait dengan keutamaan surah Al-Fatihah, Imam muslim dalam shahih-nya dan An-Nasa’i dalam Sunan-nya menceritakan, “Diceritakan dari Abu al-Ahwash Salam bin Salim, dari Ammar bin Ruzaiq, dari Abdullah bin Isa bin Abdurrahman bin Abu Layla, dari Sa’id bin Jubair, dari Ibnu Abbas, ia bercerita, “ketika kami bersama Rasulullah Saw, dan didekat beliau ada malaikat Jibril a.s, tiba-tiba ia mendengar suara dari atas. Jibril memandang ke langit dan berkata, ‘pintu langit dibuka, pintu ini belum pernah dibuka sama sekali.’ Satu malaikat kemudia turun melalui pintu langit tersebut dan kemudian mendekati Rasulullah Saw, lalu berkata, ‘Selamat, berbahagialah atas dua cahaya yang telah diberikan kepadamu, (dimana cahaya ini adalah) anugerah yang belum pernah diberikan kepada nabi sebelum engkau, itulah Fatihah al-kitab dan akhir dari surah Al-Baqarah. Tidak ada satu pun huruf yang engkau baca dari keduanya, melainkan akan diberikan (pahalanya) kepadamu.” (Ibnu Katsir, dalam Tafsir al-Qur’an al-Adzim) Ada tiga keutamaan yang perlu kita ketahui dalam surah Al-Fatihah, antara lain; Merupakan surat yang paling utama dalam Al Quran Diriwayatkan oleh Ahmad dari Abi Sa’id Al-Mu’alla beliau berkata, “Aku sedang melaksanakan sholat (dimasjid), lalu Rasulullah Saw lewat, maka beliau memanggilku dan AKu tidak mendatangi beliau hingga shalat selesai, setelah itu aku mendatangi beliau, maka Rasulullah Saw berkata “ apa yang menahanmu sehingga kau tidak mendatangiku? Aku menjawab “ (Ya Rasulullah) saya sedang melaksanakan shalat”, maka beliau berkata “bukankah Allah Swt telah berfirman “wahai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan Rasulnya, apabila dia menyerumu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu..”(QS. Al-Anfal:24) kemudian beliau berkata kepadaku , ketahuilah bahwa aku akan mengajarkan kepada kalian surah yang paling mulia di dalam Al-Qur’an sebelum keluar dari masjid, setelah itu beliau pergi. Ketika Rasulullah hendak keluar dari masjid, maka Abi Sa’id Al-Mu’alla mengingatkan beliau (dengan lafadz): kemudian aku mengisyaratkan dengan tanganku ketika beliau hendak keluar, aku berkata “bukankah baginda berkata akan mengajarkan surah yang paling mulia dalam Al-Qur’an ?” beliau bersabda “ Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, adalah tujuh yang berulang-ulang dan Al-Qur’an yang mulia ada di dalamnya” Menjadi suatu syarat sahnya shalat Sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, “Berkata Muhammad bin ishaq bin Khuzaimah: telah menceritakan Mu’al bin Hisyam al-Yaskura, telah menceritakan Ismail bin Ulyah dari Muhammad bin Ishaq, telah menceritakan kepadaku Makh?l dari Mahmud bin al-Rabi’a dan dia menetap di iliya’ (suatu daerah antara madinah dan baitul maqdis), dari ‘Ub?dah bin Shamit berkata “Rasulullah Saw sholat bersama kami pada sholat subuh, maka beliau mengeraskan bacaan sholatnya. Setelah berpaling, beliau berkata “sesungguhnya aku ingin menunjukkan kepada kalian, yang kalian baca pada saat berada dibelakang imam. Aku berkata “ katakanlah kepada kami wahai Rasulullah” beliau bersabda “ maka tak ada bacaan selain ummul kitab, karena sesungguhnya tidak sah sholat bagi seseorang yang tidak membacanya” (HR. Ahmad. No 5/316) Dalam riwayat lain diceritakan, “menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdullah ar-Raq?syi, menceritakan kepada kami Yazid bin Zari’a, menceritakan kepada kami Muhammad bin Ishaq, menceritakan kepada kami Yahya bin Abb?d, dari ayahnya, dari ‘Aisyah r.a berkata “Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda, “Setiap sholat yang tidak dibaca dengannya (Al-Fatihah al-kitab) maka sholatnya kurang (tidak sempurna ( HR. Bukhari dalam kitabnya Jaz’ul qir?’ati) Dapat digunakan untuk mengobati penyakit Sayyid Muhammad Sa’ad Ibnu Alawi al-Idrus dalam kitab Fadha’il Suwar wa Ayat Qur’aniyyah, menjelaskan bahwasanya Abdul Malik Abu Umair mengatakan, “surah pembuka dalam Al-Qur’an adalah obat untuk segala sesuatu, surah itu adalah surah Al-Fatihah” Ibnu Qayyim juga mengatakan bahwa Fatihatul Kitab, as-Sab’ul matsani, Ummul Qur’an, merupakan ruqyah yang sempurna, obat yang bermanfaat, penjaga kekuatan, menghilangkan kesedihan, gundah, gelisah, ketakutan, serta kunci kekayaan dan kemenangan bagi orang yang mengetahui rahasia yang terkandung di dalamnya.” Kesimpulannya, surah al-Fatihah sungguh merupakan surah yang di dalamnya memuat banyak keutamaan. Tiga bagian diatas hanyalah bagian paling urgen dalam keterangan kitab-kitab hadits pada umumnya. Bagi pembaca yang ingin mengetahui keutamaan lainnya, dapat mencarinya dalam pembahasan yang merujuk pada nama-nama lain dari surat al fatihah.
ARTIKEL15/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
Tanda-Tanda Allah Sayang Kepada Hamba-Nya
Tanda-Tanda Allah Sayang Kepada Hamba-Nya
Tanda-Tanda Allah Sayang Kepada Hamba-Nya Sebagai makhluk yang diciptakan tentu saja sangat mengharapkan kasih sayang dari Allah SWT. Namun, tidak semua tau bahwa Allah swt senantiasa memberikan bentuk kasih sayang yang berbeda dari yang kita sangka. Cinta kasih Allah bukanlah sekedar hal yang biasa, melainkan sebuah anugerah tertinggi yang dapat dirasakan dalam berbagai aspek kehidupan. Ketika Allah mencintai seseorang hamba, Allah swt senantiasa memberikan rahmat dan keberkahan kepada makhluk. Ini tidak hanya terjadi karena kebaikan atau amal yang dilakukan oleh hamba, tetapi juga karena ketundukan dan ketaatan seorang hamba terhadap Allah. Ketika seorang hamba dalam ketaatan dan kesadaran akan kebesaran Allah, Allah mengarahkan langkah-langkah mereka menuju kebaikan dan memberikan bimbingan dalam menjalani kehidupan. Allah SWT berfirman dalam surat Ali Imron ayat 31: “Katakanlah (Nabi Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Ayat di atas menjelaskan bahwa apabila kita mencintai Allah swt maka harus mengikuti sunnah-sunnah Nabi Muhammad saw dan Allah swt menjanjikan kepada hamba-Nya yang senantiasa mengikuti sunnah dari Nabi Muhammad saw maka Allah swt akan cinta dan sayang terhadap hamba-Nya serta akan mengampuni dosa dari seorang hamba. Berikut tanda-tanda Allah swt sayang kepada hamba-Nya : 1. Diberikan pemahaman dan pengamalan agama Jika Allah mencintai seorang hamba, maka Allah akan memberikan agama kepadanya. Sehingga, dia pun akan mudah melakukan perbuatan baik dan jauh dari perbuatan dosa. Rasulullah SAW bersabda : ”Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla memberikan dunia kepada orang yang dicintai dan kepada yang tidak dicintai, namun tidak memberikan agama kecuali kepada orang yang dicintai-Nya. Maka, barangsiapa yang Allah berikan agama, berarti Allah mencintainya.” (HR Ahmad). Allah SWT akan senantiasa menghiasi lidah orang yang dicintainya dengan dzikir dan mengisi anggota tubuhnya untuk selalu mengingat-Nya dengan ketaatan, menghiburnya, serta menghindarkan dari kelalaian. Dengan demikian, hamba yang dicintainya tersebut akan selalu terhubung dengan Allah SWT. 2. Diberikan Kesedihan Cara lain yang Allah menunjukkan agar hamba-Nya semakin mengingatnya adalah dengan memberikan kesedihan. Biasanya saat merasa sedih, seorang hamba lebih mudah luluh dan pasrah. Dan hendaknya, saat dilanda kesedihan kita lebih banyak mengingat Allah SWT. 3. Diberikan ujian atau cobaan Banyaknya ujian atau cobaan yang diberikan oleh Allah SWT bisa menjadi tanda bahwa Allah SWT menyayangi hamba-Nya tujuannya yaitu untuk menyucikan diri seorang hamba dari dosa dan perbuatan buruk seorang hamba. Rasulullah SAW bersabda “Sesungguhnya besarnya balasan disertai besarnya bala, dan apabila Allah SWT mencintai suatu kaum Dia memberi cobaan kepada mereka.” ( HR Bukhari dari Anas bin Malik) 4. Diberikan kehilangan Saat yang paling sakit bagi seorang manusia adalah kehilangan, terutama kehilangan orang tercinta. Namun, dibalik kehilangan tersebut, ternyata Allah hendak memberikan pengingat kepada kita bahwasannya tidak ada dunia yang kekal di dunia ini kecuali Allah SWT. Melalui kehilangan tersebut, Allah SWT juga ingin menguatkan hati kita bahwasannya Allah akan selalu ada bagi setiap hamba-Nya. 5. Akan Diwafatkan Dalam Keadaan Baik Allah SWT akan membukakan pintu amal shalih kepada hamba yang dicintai-Nya, sebelum hamba itu meninggal. Sehingga hamba tersebut akan meninggal dalam keadaan husnul khatimah, Nabi SAW bersabda, “Allah berikan petunjuk kepadanya untuk beramal shalih sebelum meninggal kemudian Allah memberikan pahala penuh kepadanya.”(HR. Ahmad dan al-Hakim dalam Majmu’ al-Zawaid 7/217).
ARTIKEL15/09/2025 | Khoirunisa
Benarkah Sedekah dapat Menolak Bala Bencana? ini Dalil dan Buktinya
Benarkah Sedekah dapat Menolak Bala Bencana? ini Dalil dan Buktinya
Sebagai salah satu amalan yang ganjarannya besar, bahkan dalam beberapa keterangan pahalanya disegerakan, sedekah tidak selalu tentang harta atau uang, atau dalam nominal yang besar. Karena itu sedekah dapat dilakukan oleh siapa saja, bahkan oleh orang yang kekurangan sekalipun. Banyak kisah sahabat nabi dan orang-orang shaleh terfahulu menjaga sedekah mereka meski hanya dengan sebiji kurma. Allah SWT dalam banyak ayat dalam al qur’an telah memerintahkan untuk mengeluarkan atau membelanjakan sebagian harta di jalan-Nya. Dalam QS. Al Munafiqun ayat 10 Allah menyatakan yang artinya, “Dan infakkanlah sebagian apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu lalu dia berkata (menyesali): Ya Tuhanku, sekiranya engkau berkenan menunda (kematianku)ku, maka aku akan bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang shalih.” Salah satu manfaat sedekah ialah dapat menolak bahkan menghindarkan seseorang dari musibah atau bala bencana Sedekah dapat Menolak Bala Bencana Dalam beberapa hadis disebukan bahwa sedekah dapat menolak bala atau bencana. Rasulullah saw bersabda yang artinya: “…Dan aku memerintahkan kalian supaya bersedekah. Sesungguhnya perumpamaannya seperti seorang laki-laki yang ditawan musuh lalu mereka mengikat tangannya sampai ke leher lalu mereka membawanya untuk memenggal lehernya lalu ia berkata”Aku akan menebus diriku dari kealian dengan harta yang sedikit maupun banyak. Lalu ia menebus dirinya dari (untuk bisa lolos) mereka.” (HR. Ahmad, At Tirmidzi, Ibn Hibban, dan Al Hakim) Dalam HR. Al Baihaqi dalam kitab Sunan al Kabir juga disebutkan bahwa, dari Anas bin Malik, beliau radiallahuanhu berkata bahwa “Bersegeralah dalambersedekah, karena seseungguhnya bala (bencana) tidak akan dapat melampaui sedekah.” (HR. Al Baihaqi no. 7831) Sedekah Mengobati Penyakit-Penyakit Jasmani Rasulullah saw bersabda “Obatilah orang yang sakit di antara kamu dengan bersedekah.” (HR. Al Baihaqi no.6668 dalam Sunan Al Kabir) Bukti Nyata Sedekah Menolak Bala Bencana Tidak sedikit orang-orang yang merasakan manfaat atau keajaiban sedekah secara langsung. Seperti dengan hilangnya penyakit yang sebelumnya mustahil sembuh hanya dengan sedekah atau infaq. Beberapa kisah seperti orang-orang yang sebelumnya belum pernah bersedekah namun secara mengejutkan ditimpa penyakit langka, begitu bernadzar untuk berinfak atau sedekah, sakitnya perlahan-lahan membaik hingga akhirnya sembuh. Pengalaman-pengalaman demikian adalah bukti nyata bahwa sedekah bisa menjadi obat juga menolak bala atau bencana. Amalan Sedekah Allah SWT dalam banyak ayat dalam al qur’an telah memerintahkan untuk mengeluarkan atau membelanjakan sebagian harta di jalan-Nya. Dalam QS. Al Munafiqun ayat 10 Allah menyatakan yang artinya, “Dan infakkanlah sebagian apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu lalu dia berkata (menyesali): Ya Tuhanku, sekiranya engkau berkenan menunda (kematianku)ku, maka aku akan bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang shalih.” Salah satu manfaat sedekah ialah dapat menolak bahkan menghindarkan seseorang dari musibah atau bala bencana Sedekah dapat Menolak Bala Bencana Dalam beberapa hadis disebukan bahwa sedekah dapat menolak bala atau bencana. Rasulullah saw bersabda yang artinya: “…Dan aku memerintahkan kalian supaya bersedekah. Sesungguhnya perumpamaannya seperti seorang laki-laki yang ditawan musuh lalu mereka mengikat tangannya sampai ke leher lalu mereka membawanya untuk memenggal lehernya lalu ia berkata”Aku akan menebus diriku dari kealian dengan harta yang sedikit maupun banyak. Lalu ia menebus dirinya dari (untuk bisa lolos) mereka.” (HR. Ahmad, At Tirmidzi, Ibn Hibban, dan Al Hakim) Dalam HR. Al Baihaqi dalam kitab Sunan al Kabir juga disebutkan bahwa, dari Anas bin Malik, beliau radiallahuanhu berkata bahwa “Bersegeralah dalambersedekah, karena seseungguhnya bala (bencana) tidak akan dapat melampaui sedekah.” (HR. Al Baihaqi no. 7831) Sedekah Mengobati Penyakit-Penyakit Jasmani Rasulullah saw bersabda “Obatilah orang yang sakit di antara kamu dengan bersedekah.” (HR. Al Baihaqi no.6668 dalam Sunan Al Kabir) Bukti Nyata Sedekah Menolak Bala Bencana Tidak sedikit orang-orang yang merasakan manfaat atau keajaiban sedekah secara langsung. Seperti dengan hilangnya penyakit yang sebelumnya mustahil sembuh hanya dengan sedekah atau infak. Beberapa kisah seperti orang-orang yang sebelumnya belum pernah bersedekah namun secara mengejutkan ditimpa penyakit langka, begitu bernadzar untuk berinfak atau sedekah, sakitnya perlahan-lahan membaik hingga akhirnya sembuh. Pengalaman-pengalaman demikian adalah bukti nyata bahwa sedekah bisa menjadi obat juga menolak bala atau bencana. Yuk tunaikan kebaikan bersama di BAZNAS Kota Sukabumi.
ARTIKEL15/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
Memahami Puasa Nazar: Makna dan Tata Cara Pelaksanaannya
Memahami Puasa Nazar: Makna dan Tata Cara Pelaksanaannya
Dalam agama Islam ada beberapa puasa yang wajib dilaksanakan, salah satunya adalah puasa Nazar. Siapapun di antara umat muslim yang telah bernazar untuk berpuasa, maka wajib untuk ditunaikan puasanya. Jika tidak ditunaikan, akan mendapat dosa baginya. Hal ini sebagaimana yang diterangkan dalam hadits dari Aisyah Ra, dari Nabi Saw, beliau bersabda: “Barangsiapa yang bernazar untuk taat pada Allah, maka penuhilah nazar tersebut. Dan barangsiapa yang bernazar untuk bermaksiat kepada Allah, maka janganlah ia bermaksiat kepada-Nya. ” (HR. Bukhari no. 6696) Makna Puasa Nazar dalam Islam Dalam bahasa Arab, kata Nazar berasal dari kata “an nadzru”, yang maknanya adalah janji. Janji di sini bisa dalam bentuk kebaikan maupun keburukan. Sedangkan dalam Islam, Nazar adalah menyanggupi atau berjanji untuk melakukan ibadah yang sebenarnya tidak wajib, tapi karena dirinya yang mewajibkannya sendiri untuk ditunaikan. Nazar biasanya dijanjikan pada amalan-amalan yang baik, tidak sah pada amlana-amalan yang mubah, makruh, bahkan haram. Misalnya, ada seseorang yang bernazar apabila sudah lulus dari universitas, akan melaksanakan puasa senin kamis selama sebulan. maka menjadi suatu perkara yang wajib untuk dilaksanakan hukumnya. Adapun apabila seseorang berpuasa dengan perumpamaannya adalah akan berpuasa Ramadhan untuk bernazar, maka nazarnya gugur. Ini karena hukum puasa Ramadhan memanglah wajib, jadi tidak bisa dinazarkan. Cara Melaksanakan Puasa Nazar Adapun tata cara pelaksanaan puasa Nazar dan pelafalan niatnya adalah sebagai berikut: Niat puasa di malam hari Dianjurkan untuk makan sahur pada waktunya sebagai suatu keberkahan bagi seseorang yang berpuasa. Menunaikan puasa dari waktu subuh hingga terbenamnya matahari (Maghrib). Membaca doa berbuka puasa seperti biasanya. Adapun niat puasa Nazar sebagai berikut: Nawaitu shauma ghodin an adaai shauman nadzri lillahi ta ala Artinya: Saya Niat Puasa besok pagi menunaikan puasa nadzar karena Allah. Demikian pembahasan mengenai makna puasa Nazar dan tata cara pelaksanaannya dalam Islam. Semoga bisa bermanfaat bagi semua pembaca yang memerlukannya. Jangan lupa untuk selalu menunaikan apa-apa yang menjadi kewajiban, ya! Barakallahu Fiikum. Islam menganjurkan kita untuk selalu beramal dengan penuh keikhlasan dan tanpa mengharapkan imbalan, sehingga berpotensi mendapatkan ganjaran pahala yang lebih besar di sisi Allah Swt. Maka dari itu, baik Infak maupun Sedekah sama-sama mempunyai nilai dan makna penting dalam kehidupan beragama. Sebagai Lembaga Pemerintah Nonstruktural yang mengelola dan mengkoordinasikan zakat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Sukabumi saat ini dipercaya publik berkat komitmen dan program-programnya dalam menghimpun dan menyalurkan Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS). Mari kunjungi laman kotasukabumi.baznas.go.id/sedekah untuk melakukan Infak atau Sedekah secara online. Semoga setiap kebaikan yang kita keluarkan, bisa menjadi amal jariyah yang senantiasa mengalir pahalanya, Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin.
ARTIKEL12/09/2025 | Khoirunisa
5 Keutamaan Maulid Nabi Muhammad: Hikmah dan Sejarah Peringatannya
5 Keutamaan Maulid Nabi Muhammad: Hikmah dan Sejarah Peringatannya
Maulid Nabi Muhammad adalah perayaan penting yang diadakan untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad saw. Acara ini dirayakan oleh umat Islam di seluruh dunia sebagai bentuk rasa syukur dan kegembiraan atas lahirnya Rasulullah saw. Dalam peringatan ini, umat Islam biasanya melantunkan selawat, membacakan sirah Nabi, serta melakukan berbagai amal kebajikan. Peringatan ini bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga sarana untuk merenungkan keutamaan Maulid Nabi. Banyak ulama sepakat bahwa Maulid Nabi membawa banyak keberkahan, dan perayaannya memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi. Sejarah mencatat bagaimana para sahabat Rasulullah saw. memandang pentingnya memperingati kelahiran Nabi Muhammad dan bagaimana tradisi ini kemudian berkembang dalam komunitas Muslim. Sejarah Maulid Nabi Muhammad Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. telah berlangsung selama berabad-abad, dengan sejarah yang kaya akan nilai-nilai keislaman. Secara umum, Maulid Nabi dirayakan setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam kalender Hijriyah, meskipun di beberapa negara, tanggal dan cara perayaan bisa berbeda. Sejarah perayaan Maulid Nabi dimulai pada era Dinasti Fatimiyah di Mesir pada abad ke-10. Perayaan ini awalnya dimaksudkan sebagai bentuk penghormatan kepada Rasulullah, namun lambat laun berkembang menjadi acara besar yang diisi dengan pembacaan sirah Nabi, doa bersama, dan pembagian sedekah. Meski demikian, Maulid Nabi semakin populer pada abad-abad berikutnya, hingga menjadi tradisi yang diterima luas di kalangan umat Islam, termasuk di Nusantara. Meskipun ada perbedaan pandangan di antara ulama mengenai hukum merayakan Maulid Nabi, mayoritas ulama menyetujui peringatan ini selama dilakukan dengan niat yang benar dan sesuai dengan ajaran Islam. Bagi banyak umat Islam, Maulid Nabi adalah kesempatan untuk mengingat kembali kehidupan Nabi Muhammad, mengambil pelajaran dari teladan beliau, dan memperkuat cinta kepada Rasulullah saw. 5 Keutamaan Maulid Nabi Muhammad Setelah mengetahui sejarah Maulid Nabi, mari kita bahas lima keutamaan yang dapat diperoleh dari memperingati kelahiran Nabi Muhammad saw. Keutamaan ini didasarkan pada berbagai riwayat dari para sahabat Rasulullah dan ulama terkemuka. 1. Menjadi Teman Rasulullah di Surga Abu Bakar ra., sahabat terdekat Nabi Muhammad saw., pernah berkata, “Barangsiapa membelanjakan satu dirham untuk mengadakan pembacaan Maulid Nabi saw., maka ia akan menjadi temanku di surga.” Keutamaan ini menunjukkan betapa besar pahala bagi siapa saja yang ikut serta dalam merayakan Maulid Nabi, dengan niat tulus mengagungkan Rasulullah. Ini adalah janji istimewa, di mana orang yang merayakan Maulid Nabi dengan ikhlas akan ditempatkan bersama Rasulullah di surga kelak. 2. Menghidupkan Nilai-Nilai Islam Umar bin Khattab ra. mengatakan, “Barangsiapa mengagungkan Maulid Nabi saw., maka sesungguhnya ia telah menghidupkan Islam.” Dengan merayakan Maulid Nabi, umat Islam tidak hanya sekadar mengenang kelahiran beliau, tetapi juga menghidupkan ajaran Islam yang disampaikan oleh Rasulullah. Perayaan ini menjadi salah satu cara untuk menjaga semangat Islam agar tetap hidup dan berkembang di tengah-tengah umat. 3. Mendapatkan Pahala Seperti Ikut Perang Badar dan Hunain Utsman bin Affan ra. berkata, “Barangsiapa membelanjakan satu dirham untuk mengadakan pembacaan Maulid Nabi saw., maka seakan-akan ia ikut serta menyaksikan perang Badar dan Hunain.” Perang Badar dan Hunain adalah dua pertempuran besar dalam sejarah Islam, di mana kaum Muslimin meraih kemenangan berkat pertolongan Allah. Merayakan Maulid Nabi dianggap memiliki pahala yang setara dengan ikut serta dalam pertempuran besar tersebut, menegaskan betapa besar nilai spiritual dari peringatan ini. 4. Masuk Surga Tanpa Hisab Ali bin Abi Thalib ra. mengatakan, “Barangsiapa mengagungkan Maulid Nabi saw. dan ia menjadi sebab dilaksanakannya pembacaan maulid Nabi, maka tidaklah ia keluar dari dunia melainkan dengan keimanan dan akan dimasukkan ke surga tanpa hisab.” Keutamaan ini adalah salah satu bentuk anugerah besar bagi mereka yang turut serta mengadakan Maulid Nabi. Kematian dengan keimanan dan jaminan masuk surga tanpa hisab merupakan salah satu cita-cita tertinggi bagi setiap Muslim. 5. Dibangkitkan Bersama Para Shiddiqin, Syuhada, dan Shalihin Imam Syafi’i mengatakan, “Barangsiapa mengumpulkan saudara-saudaranya untuk mengadakan Maulid Nabi, kemudian menyediakan makanan dan tempat serta melakukan kebaikan untuk mereka, maka Allah akan membangkitkan dia bersama-sama golongan shiddiqin, syuhada, dan shalihin.” Bagi yang memfasilitasi peringatan Maulid Nabi dengan memberi makan dan tempat bagi orang lain, keutamaannya adalah dibangkitkan bersama golongan yang sangat mulia di hari kiamat. Hikmah Maulid Nabi Muhammad Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. tidak hanya memiliki keutamaan, tetapi juga mengandung hikmah yang mendalam. Beberapa hikmah yang bisa kita ambil dari perayaan ini adalah sebagai berikut: 1. Membiasakan Membaca Selawat Salah satu amalan utama dalam peringatan Maulid Nabi adalah membaca selawat kepada Nabi Muhammad saw. Allah Swt. sendiri memerintahkan umat-Nya untuk berselawat kepada Rasulullah. Membaca selawat secara rutin tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah, tetapi juga mendatangkan syafaat Nabi pada hari kiamat kelak. 2. Ekspresi Kegembiraan atas Lahirnya Nabi Maulid Nabi juga menjadi momen untuk mengekspresikan kegembiraan atas kelahiran Nabi Muhammad, yang membawa rahmat bagi seluruh alam. Bahkan, kegembiraan atas kelahiran beliau diakui memberikan manfaat besar, sebagaimana kisah Abu Lahab yang mendapat keringanan siksa karena merdeka budaknya saat mendengar kelahiran Nabi. 3. Meningkatkan Kecintaan kepada Rasulullah saw. Merayakan Maulid Nabi juga dapat meneguhkan kembali kecintaan kita kepada Rasulullah saw. Sebagai umatnya, mencintai Nabi adalah sebuah kewajiban, dan peringatan Maulid Nabi adalah salah satu sarana untuk memperkuat rasa cinta ini. 4. Meneladani Akhlak Rasulullah saw. Peringatan Maulid Nabi memberikan kesempatan bagi umat Islam untuk merenungkan kembali teladan akhlak mulia yang telah ditunjukkan oleh Rasulullah saw. sepanjang hidupnya. Akhlak beliau adalah cerminan kesempurnaan, dan umat Islam didorong untuk mengikuti jejak beliau dalam kehidupan sehari-hari. 5. Menjadi Sarana Dakwah dan Pendidikan Selain sebagai momen peringatan, Maulid Nabi juga berfungsi sebagai sarana dakwah dan pendidikan bagi umat Islam. Melalui ceramah dan pembacaan sirah Nabi, peringatan ini menjadi media untuk menyampaikan ajaran-ajaran Islam kepada masyarakat.
ARTIKEL12/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
Kenikmatan yang Menipu: Cara Mengenali dan Menghindari Istidraj
Kenikmatan yang Menipu: Cara Mengenali dan Menghindari Istidraj
Sahabat pernah melihat orang yang hidup bergelimang harta tapi lalai dalam ibadah? Seakan hidupnya nikmat dan bahagia sekali meski tersesat dalam hawa nafsu. Hati-hati sahabat bisa jadi itu tanda orang terjebak istidraj Apa Itu Istidraj ? Istidraj secara istilah (terminologi) berarti kenikmatan bersifat materi yang diberikan kepada seseorang yang secara lahir semakin bertambah, tetapi kenikmatan yang bersifat immaterial semakin dikurangi atau dicabut, sementara ia tidak merasa sama sekali. Sehingga, apabila seseorang mendapatkan kenikmatan berupa kesehatan, kesempatan dan kelapangan rejeki yang melimpah dan semakin bertambah, tetapi tidak dibarengi dengan perilaku syukur atas kenikmatan tersebut, tetapi sebaliknya ia semakin kufur dan lupa kepada Dzat Pemberi nikmat, maka sesungguhnya yang demikian disebut istidraj. Peringatan istidraj ini terdapat dalam firman Allah SWT “Tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (QS. Al-An’am: 44). Hati-hati banyak sekali orang yang terjebak dalam istidraj. Seolah-olah istidraj itu suatu kenikmatan/anugrah yang diberikan kepada manusia, padahal itu adalah ujian yang harus dilewati oleh orang tersebut. karna istidraj memberikan kenikmatan yang seolah-olah itu menjadi anugrah dan nyatanya tidak, itu adalah sebuah bencana bagi orang-orang yang sering bermaksiat kepada Allah, dan Allah memberikan kesehatan,harta yang berlimpah, kehidupan yang bahagia semata-mata Allah melakukan pengujian kepadanya, dan orang banyak yang terlalai dengan hal itu. Ciri orang-orang yang terkena istridraj Jika seseorang terjebak dalam Istidraj, maka ia akan merasa senang, nyaman, merasa hidupnya lancar-lancar saja meskipun ia jarang atau bahkan tidak pernah beribadah. Hal ini dapat membuat seseorang semakin jauh dari Allah SWT dan semakin gemar dalam berbuat maksiat. Biasanya istidraj diberikan kepada orang yang telah mati hatinya. Ia adalah orang yang merasa tidak sedih atas ketaatan yang ditinggalkan dan tidak menyesal dengan maksiat yang dikerjakan. Semua contoh-contoh tersebut adalah tanda-tanda Istidraj dari Allah SWT yang bisa menjadi jebakan bagi seseorang yang tidak menyadari bahwa kenikmatan yang diberikan Allah SWT sebenarnya adalah ujian. Cara membedakannya suatu kesenangan adalah istidraj atau bukan adalah dengan ketakwaan. Istidraj dapat membuat seseorang lupa akan hakikat hidupnya dan tidak menyadari akibatnya. Hingga pada saatnya Allah akan mencabut semua kesenangan sampai mereka termangu dalam penyesalan yang terlambat. Cara menghindari istidraj Agar kita tidak terjebak dalam kesenagan semu atau istidraj, berkut beberapa cara menghindari istidraj : Selalu bersyukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang diberikan-Nya, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, Selalu beribadah dan menjalankan perintah dan larangan Allah SWT dengan ikhlas dan konsisten, Selalu bertaubat dan memohon ampun kepada Allah SWT atas segala dosa dan kesalahan yang telah dilakukan, Selalu memperbaiki diri dan meninggalkan maksiat dan keburukan, Selalu berdoa dan memohon perlindungan kepada Allah SWT dari godaan syaitan dan tipu daya istidraj, Selalu mengingat mati dan akhirat serta mempersiapkan bekal untuk kehidupan setelah mati, Selalu berbuat baik dan bermanfaat bagi sesama manusia dan makhluk lainnya, Selalu bersikap rendah hati dan tidak sombong atau ujub atas nikmat yang diperoleh, Selalu mencari ilmu dan menambah wawasan tentang agama Islam, Selalu bergaul dengan orang-orang yang shalih dan shalihah yang dapat memberikan nasehat dan motivasi Sedekah atau infak kepada yang membutuhkan sebagai bentuk syukur atas harta yang telah Allah berikan Semoga Allah melindungi kita dari bahaya istidraj ya sahabat. Mari kita berhati-hati dengan nikmat yang Allah berikan, senantiasa bersyukur atas segala harta yang Allah berikan dan jaga keberkahannya dengan menafkahkan sebagian harta yang diperoleh. Sahabat bisa tunaikan infak atau sedekah terbaik melalui https://kotasukabumi.baznas.go.id/sedekah
ARTIKEL12/09/2025 | Khoirunisa
Keutamaan Sedekah Jumat: Amalan yang Mendatangkan Berkah
Keutamaan Sedekah Jumat: Amalan yang Mendatangkan Berkah
Sedekah merupakan salah satu amalan mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam. Namun, ada keutamaan khusus dalam bersedekah pada hari Jumat. Hari Jumat adalah hari yang istimewa bagi umat Islam, dikenal sebagai “sayyidul ayyam” atau penghulu segala hari. Pada hari ini, pahala setiap amalan baik, termasuk sedekah, dilipatgandakan. Berikut ini adalah pembahasan tentang keutamaan sedekah Jumat dan mengapa kita dianjurkan untuk melakukannya.1. Hari Penuh Keberkahan Jumat merupakan hari yang penuh berkah dan istimewa dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda: “Hari terbaik di mana matahari terbit adalah hari Jumat…” (HR. Muslim).Pada hari ini, segala kebaikan yang kita lakukan, termasuk sedekah, dilipatgandakan pahalanya. Allah SWT membuka pintu-pintu rahmat-Nya lebih luas bagi hamba-hamba-Nya yang bersungguh-sungguh dalam beribadah dan beramal sholeh.2. Sedekah Jumat Mendapat Pahala Berlipat Ganda Sedekah di hari apa pun sangat dianjurkan, tetapi bersedekah pada hari Jumat memiliki keutamaan tersendiri. Keberkahan hari Jumat membuat pahala sedekah menjadi lebih besar. Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang bersedekah pada hari Jumat, maka pahalanya akan dilipatgandakan.”Dalam kehidupan sehari-hari, memberikan sedekah pada hari Jumat akan menambah keberkahan dalam rezeki dan kehidupan, baik bagi yang memberi maupun yang menerima.3. Sedekah Sebagai Bentuk Syukur atas Nikmat Allah Hari Jumat adalah saat yang tepat untuk merenungi nikmat-nikmat yang telah Allah SWT berikan. Sedekah menjadi salah satu cara terbaik untuk mengungkapkan rasa syukur tersebut. Dengan memberikan sebagian dari rezeki yang kita miliki kepada orang lain, kita menunjukkan kepedulian dan syukur kepada Allah.“Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah sebaik-baik pemberi rezeki.” (QS. Saba: 39)Ayat ini mengingatkan kita bahwa setiap kebaikan yang kita lakukan, termasuk sedekah, tidak akan mengurangi rezeki kita. Justru, Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik.4. Menghapus Dosa dan Kesalahan Sedekah di hari Jumat juga menjadi salah satu cara untuk menghapus dosa-dosa yang telah kita perbuat. Rasulullah SAW bersabda: “Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi)Dengan memperbanyak sedekah di hari Jumat, kita mendapatkan kesempatan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah dan memohon ampunan-Nya atas segala kesalahan yang kita lakukan.5. Menambah Keberkahan Rezeki Sedekah adalah salah satu kunci untuk membuka pintu rezeki yang lebih luas. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah sedekah itu mengurangi harta.” (HR. Muslim)Justru dengan bersedekah, terutama pada hari yang penuh berkah seperti Jumat, kita membuka jalan untuk mendapatkan keberkahan rezeki yang lebih besar. Allah menjanjikan balasan yang berlipat ganda bagi orang-orang yang ikhlas berbagi dengan sesama.6. Sedekah pada Hari Jumat sebagai Pengingat Kematian Hari Jumat juga merupakan hari yang istimewa karena berkaitan dengan kematian. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa Jumat adalah hari terbaik untuk meninggal. Dengan bersedekah pada hari ini, kita dapat mengingat kematian dan mempersiapkan diri untuk hari akhir. Amal kebaikan yang kita lakukan, termasuk sedekah, akan menjadi bekal yang bermanfaat setelah kematian.“Setiap amal anak Adam akan terputus kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang sholeh yang mendoakannya.” (HR. Muslim)Sedekah yang kita lakukan di hari Jumat akan terus mengalir pahalanya, terutama jika kita berpartisipasi dalam amal jariyah yang manfaatnya dirasakan oleh banyak orang.7. Meningkatkan Kepedulian Sosial Sedekah bukan hanya mendatangkan keberkahan bagi yang bersedekah, tetapi juga membantu mengatasi masalah sosial. Dengan memperbanyak sedekah di hari Jumat, kita ikut berperan dalam meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan. Islam sangat menganjurkan umatnya untuk saling membantu dan peduli terhadap sesama, terutama kepada mereka yang hidup dalam kesulitan.8. Doa yang Terkabul di Hari Jumat Hari Jumat juga dikenal sebagai waktu di mana doa-doa dikabulkan. Dengan bersedekah, kita berharap agar Allah SWT mengabulkan doa-doa dan permohonan kita. Rasulullah SAW bersabda: “Di hari Jumat terdapat suatu waktu yang jika seorang hamba muslim berdoa kepada Allah ketika itu, niscaya Allah akan mengabulkan doanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
ARTIKEL12/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
Siapa Saja yang Dimaksud Anak Yatim Menurut Islam ?
Siapa Saja yang Dimaksud Anak Yatim Menurut Islam ?
Sahabat mungkin sering mendengar tentang anak yatim piatu. Tapi sebenarnya bagaimana pengertian yatim dalam islam dan bagaiman agama islam memandangnya? Definisi Anak Yatim yatim berasal dari kata al-fardu yang artinya adalah sendirian dan segala sesuatu yang ditinggal oleh sesuatu yang serupa dengannya. Yatim menurut syariah ialah tidak jauh berbeda dengan makna secara bahasa, yaitu orang yang ditinggal wafat oleh bapaknya dan belum kondisi baligh. Imam as-Syairazi as-Syafi'i menyebutkan bahwa, Yatim adalah seorang yang tak punya bapak, sedangkan dia belum baligh, Setelah baligh maka orang itu tidak disebut Yatim ( Abu ishaq as-Syairazi w. 474 H, al-Muhaddzab, H3/301). Menurut Syekh Sulaiman al-jamal (wafat 1024 H) dalam karyanya menyebutkan yaitu bahwa yatim adalah anak kecil yang ditinggal wafat oleh ayahnya, sekalipun dia masih memiliki ibu atau kakek dan nenek. Dari penjelasan diatas, bahwa tolak ukur seorang anak yang bisa disebut sebagai yatim ialah dia yang tidak mempunyai ayah. Jika ayahnya sudah tiada, sementara ibu, kakek dan neneknya masih ada, maka itu tetap disebut kategori yatim. Sedangkan jika ibunya yang sudah tiada, dan ayahnya masih ada maka tidak bisa dikatakan yatim. Adapun anak kecil yang ditinggal mati ibunya tidak disebut yatim, tapi punya istilah khusus yaitu ‘ajiyy/’ajiyyah, dan dalam bahasa Indonesia disebut piatu. Piatu tidak disebut bersama yatim karena kematian ayahlah yang biasanya membuat seorang anak lemah dan kehilangan nafkah; karena memberi nafkah adalah tugas ayah, bukan ibu. Dalam tradisi masyarakat Indonesia, kita menyebut seorang anak yang ditinggal wafat oleh ayahnya disebut yatim, sedangkan ketika ditinggal wafat oleh ibunya disebut piatu. Sedangkan yatim piatu adalah gabungan dari keduanya, yakni seorang anak dalam usia yang belum balig telah ditinggal kedua orang tuanya. Bagaimana Hukum Memberi Kepada Yatim yang Sudah Baligh? Islam memperbolehkan membantu anak yatim yang telah baligh (dewasa), akan tetapi statusnya bukan santunan yatim lagi. Misalnya, atas nama sumbangan anak-anak untuk keluarga tidak mampu. Ada anak yatim yang sudah dewasa, namun hidup serba kekurangan. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan ada anak yatim yang sudah baligh dan hidup berkecukupan. Keutamaan Membahagiakan Anak Yatim Dekat dengan rasulullah di surga seperti jarak anatara jari telunjuk dan jari tengah Rasulullah SAW bersabda: “Aku dan orang yang memelihara anak yatim itu akan masuk surga seperti ini,”. Nabi memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah dan merenggang keduanya. (HR. Bukhari). Dijamin masuk surga Siapa yang tidak ingin masuk surga? Tempat yang penuh kenikmatan tapi untuk meraihnya tentu tidak mudah, memerlukan ketakwaan. Kabar baiknya, ada jaminan masuk surga untuk orang-orang yang memilihara anak yatim “Orang-orang yang memelihara anak yatim di antara umat muslimin, memberikan mereka makan dan minum, pasti Allah memasukkannya ke dalam surga, kecuali ia melakukan dosa yang tidak bisa diampuni.” (HR Tirmidzi dari Ibnu Abbas). Terhindar dari siksa pada hari kiamat Pada hari kiamat saat semua amal diperhitungkan, kita tentu akan mendapat balasan dari apa yang kita perbuat di dunia. Namun kabar baik bagi yang menyayangi anak yatim Allah tidak akan menyiksa pada hari akhir “Demi Yang Mengutusku dengan haq, Allah tidak akan menyiksa pada hari kiamat nanti orang yang menyayangi anak yatim, lemah lembut pembicaraan dengannya, serta menyayangi keyatiman serta kelemahannya.” (HR Thabrani dari Abu Hurairah). Amal yang tidak terputus Ketika kita meninggal kelak akan terpustus amal kita kecuali, tiga perkara yaitu sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang selalu mendoakan. Apabila kita mengurus anak yatim insya Allah mereka juga tidak akan lupa untuk mendoakan kita Jika manusia mati atau terputus amalnya, kecuali tiga perkara: sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat serta anak saleh yang selalu mendoakannya,” (HR Muslim Abu Hurairah). Itulah beberapa keutamaan yang bisa kita raih dengan menyantuni anak yatim. Sahabat, menjadi yatim tentu bukanlah kemauan mereka ataupun pilihan yang mereka inginkan. Takdir yang berkehendak terhadap kematian seseorang. Keberadaan anak yatim diantara kita adalah ladang kebajikan. Begitu mulia kedududukan mereka hingga banyak hadist yang membahasnya. Bahkan Rasulullah pun juga menyandang status yatim. Mari kita muliakan mereka, bahagiakan mereka agar mereka tidak berpuptus asa menggapai asa.
ARTIKEL11/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
Biografi Nabi Muhammad : Perjalanan Hidup Rasulullah dari Lahir hingga Wafat
Biografi Nabi Muhammad : Perjalanan Hidup Rasulullah dari Lahir hingga Wafat
Nabi Muhammad dilahirkan pada 12 Rabiul Awal Tahun Gajah atau sekitar tahun 570 Masehi di kota Mekah. Beliau lahir dalam keluarga Bani Hasyim, bagian dari suku Quraisy yang terpandang. Ayahnya, Abdullah, wafat sebelum beliau dilahirkan, dan ibunya, Aminah, meninggal saat Nabi berusia enam tahun. Nabi Muhammad pun diasuh oleh kakeknya, Abdul Muthalib, lalu oleh pamannya, Abu Thalib. Sejak kecil, Nabi dikenal sebagai sosok yang jujur, amanah, dan bijaksana, sehingga digelari “Al-Amin,” yang berarti orang yang dapat dipercaya. Pada masa mudanya, Nabi Muhammad bekerja sebagai pedagang. Beliau sering mengikuti pamannya dalam perjalanan perdagangan ke Suriah dan daerah sekitarnya. Kejujuran dan integritasnya membuat Nabi Muhammad mendapat kepercayaan banyak orang, termasuk Khadijah binti Khuwailid, seorang janda kaya yang kemudian melamar Nabi untuk menjadi suaminya. Mereka menikah ketika Nabi berusia 25 tahun, dan dari pernikahan tersebut lahir enam anak, termasuk Fatimah Az-Zahra yang kemudian menjadi ibu dari keturunan Nabi. Biografi Nabi Muhammad: Awal Menerima Wahyu Saat Nabi Muhammad mencapai usia 40 tahun, beliau sering menyendiri di Gua Hira, merenungkan kehidupan dan masyarakat yang dipenuhi dengan penyembahan berhala dan ketidakadilan. Pada suatu malam di bulan Ramadan, malaikat Jibril datang membawa wahyu pertama dari Allah, yang tercantum dalam surah Al-Alaq ayat 1-5. Inilah awal dari kerasulan Nabi Muhammad, di mana beliau diutus untuk menyebarkan agama Islam dan menyeru manusia kepada tauhid, yaitu keyakinan akan keesaan Allah. Biografi Nabi Muhammad: Tantangan dalam Menyebarkan Islam di Mekah Pada awalnya, ajaran Islam yang disampaikan Nabi Muhammad mendapatkan tentangan keras dari suku Quraisy. Mereka merasa ajaran tersebut mengancam kedudukan sosial dan ekonomi mereka, terutama karena menolak penyembahan berhala. Meskipun mendapat intimidasi dan siksaan, Nabi Muhammad tetap teguh dalam dakwahnya. Beliau menyebarkan Islam secara rahasia kepada kerabat dan teman-temannya. Beberapa orang yang pertama kali menerima ajaran Islam antara lain Abu Bakar, Ali bin Abi Thalib, dan Zaid bin Haritsah. Biografi Nabi Muhammad: Hijrah ke Madinah Setelah lebih dari satu dekade menyebarkan Islam di Mekah dan menghadapi penolakan yang terus-menerus, Nabi Muhammad memutuskan untuk hijrah ke Madinah pada tahun 622 M. Hijrah ini bukan hanya sekadar perpindahan fisik, tetapi juga menandai awal dari perkembangan Islam sebagai agama yang lebih mapan. Di Madinah, Nabi Muhammad membangun masyarakat Islam yang berlandaskan hukum syariah dan persaudaraan antarumat. Beliau juga mempersatukan suku-suku yang sebelumnya berseteru dan mendirikan masjid pertama, Masjid Nabawi, sebagai pusat kegiatan ibadah dan pemerintahan. Biografi Nabi Muhammad: Perang dan Diplomasi dalam Menegakkan Islam Selama di Madinah, Nabi Muhammad terlibat dalam beberapa pertempuran, seperti Perang Badar, Perang Uhud, dan Perang Khandaq, melawan kaum Quraisy yang terus berusaha menghancurkan Islam. Meskipun menghadapi berbagai tantangan, Nabi selalu menunjukkan kebijaksanaan dan keberanian dalam memimpin. Selain menggunakan kekuatan militer, Nabi Muhammad juga menjalankan diplomasi, seperti Perjanjian Hudaibiyah, yang menjadi titik balik dalam hubungan antara Muslim dan Quraisy. Biografi Nabi Muhammad: Penaklukkan Mekah dan Penyebaran Islam Pada tahun 630 M, setelah delapan tahun hijrah ke Madinah, Nabi Muhammad berhasil menaklukkan Mekah tanpa pertumpahan darah. Penaklukan ini menandai kemenangan besar bagi Islam. Nabi Muhammad memaafkan semua musuhnya, termasuk mereka yang pernah menentangnya dengan keras. Beliau menghancurkan berhala-berhala di sekitar Ka'bah, dan menjadikan Mekah sebagai pusat spiritual bagi umat Islam. Dalam waktu singkat, Islam menyebar ke seluruh Jazirah Arab. Biografi Nabi Muhammad: Wafatnya Rasulullah Pada tahun 632 M, Nabi Muhammad menyampaikan khutbah terakhirnya di Padang Arafah, yang dikenal sebagai "Khutbah Wada’." Dalam khutbah tersebut, beliau menekankan pentingnya persatuan, keadilan, dan persamaan hak di antara seluruh umat manusia. Beberapa bulan setelah itu, Nabi Muhammad jatuh sakit. Pada tanggal 12 Rabiul Awal, tahun yang sama, beliau wafat di rumah istrinya, Aisyah, dalam usia 63 tahun. Wafatnya Rasulullah meninggalkan duka mendalam bagi umat Islam, tetapi ajaran dan teladan beliau terus hidup dalam hati umatnya hingga saat ini.
ARTIKEL11/09/2025 | Khoirunisa
Apa Saja Hak Muslim Terhadap Muslim Lainnya
Apa Saja Hak Muslim Terhadap Muslim Lainnya
Islam mengajarkan untuk kita memperhatikan hak sesama muslim. Untuk menjalankan hak sesama muslim pun mudah dan tidak membebankan, bahkan tidak akan merugikan bagi dirinya bahkan akan mendapatkan keuntungan bagi diriya. Dalam rangka mengingatkan hak dan kewajibannya sebagai seorang muslim mari kita bahas sama di artikel berikut Hak sesama muslim berdasarkan hadist Riwayat Muslim senagai berikut : Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hak muslim kepada muslim yang lain ada enam.” Beliau shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ”(1) Apabila engkau bertemu, ucapkanlah salam kepadanya; (2) apabila engkau diundang, penuhilah undangannya; (3) apabila engkau dimintai nasihat, berilah nasihat kepadanya; (4) apabila dia bersin lalu dia memuji Allah (mengucapkan ’alhamdulillah’), doakanlah dia (dengan mengucapkan ’yarhamukallah’); (5) apabila dia sakit, jenguklah dia; dan (6) apabila dia meninggal dunia, iringilah jenazahnya (sampai ke pemakaman).” (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 2162] 1. Mengucapkan Salam Kewajiban Muslim terhadap Muslim lainnya yang pertama adalah mengucapkan salam. apabila kita bertemu dengan muslim lainnya maka mengucapakannya adalah sunnah dan menjawab salam adalah sebuah kewajiban. Jika ada seseorang yang mengucapkan salam kepada kita berati ia sedang mendo’akan kita, maka dari itu kita yang mendengarnya juga harus membalas mendo’akan dengan menjawab salam kepada si pemberi salam 2. Memenuhi Undangan Memenuhi undangan termasuk salah satu kewajiban Muslim terhadap Muslim lainnya. Dengan memenuhi undangan, kita menghormati saudara kita yang mengundang sekaligus menjalin silaturahmi. Namun, undangan ini hanya berlaku untuk undangan yang baik dan positif. 3. Menasehati Apabila seseorang muslim meminta nasihat, maka kita wajib memberikan nasihat. Memberikan nasihat juga berarti membantu dan mendukung sesama muslim melakukan hal-hal baik dan menjauhi hal-hal jahat yang membawa kepada maksiat. 4. Mendoakan yang Bersin Ternyata mendoakan orang yang bersin juga termasuk kepada hak sesama muslim. Apabila kita mendengar saudara kita bersin lalu mengucapkan “Alhamdulillah” maka kita wajib mendoakannya dengan menjawab "Yarhamukallah" (Semoga Allah memberikan rahmat kepadamu). Kemudian yang bersin membalas doa bagi yang telah mendoakannya dengan mengucapkan “Yahdini wayahdikumullah wa yuslih balakum” (Semoga Allah memberiku dan engkau petunjuk dan semoga Allah memperbaiki keadaanmu) 5. Menjenguk yang Sakit Hak muslim terhadap muslim lainnya selanjutnya adalah menjenguk yang sedang sakit. Mulai dari saudara, teman, maupun kerabat lainnya yang sedang sakit. Nabi Muhammad SAW menganjurkan kepada umatnya untuk menjenguk yang sakit. karena diharapkan dengan menjenguk yang sakit, mental mereka yang sakit akan lebih kuat. Jangan lupa kita juga doakan saudara kita yang sedang sakit. 6. Mengantarkan Jenazahnya Hak muslim selanjutnya adalah mengantarkan atau melayat jenazah. Syariat Islam sangat menganjurkan umatnya untuk mengurusi jenazah saudaranya yang telah meninggal dunia, mulai dari memandikan, mengkafani, mensholati hingga menguburkannya Itulah 6 hak muslim kepada muslim lainnya, semoga kita bisa terus menerapkan kewajiban dan hak sesama muslim. Mengetahui hak dan kewajiban sesama muslim, kita bisa menyimpulkan jika islam adalah agama yang gemar memberikan pertolongan dan menebarkan kebaikan. Mari tolong menolong sesama saudara muslim kita melalui https://kotasukabumi.baznas.go.id/bayarzakat
ARTIKEL11/09/2025 | Khoirunisa
Lebih dari Sekadar Ibadah: Puasa Senin Kamis dan Manfaat Kesehatannya
Lebih dari Sekadar Ibadah: Puasa Senin Kamis dan Manfaat Kesehatannya
Ibadah puasa tidak hanya dilakukan saat bulan Ramadhan. Umat Islam juga dapat melaksanakan puasa di hari biasa guna mendapatkan manfaat kesehatan dan spiritual, seperti puasa sunah Senin Kamis yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Manfaat puasa Senin Kamis sangat berlimpah, dari sisi kesehatan maupun spiritualitas. Rasulullah SAW bersabda :"Segala amal perbuatan manusia pada hari Senin dan Kamis akan diperiksa oleh malaikat, karena itu aku senang ketika amal perbuatanku diperiksa dalam kondisi berpuasa". (HR.Tarmidzi). Hari Senin dan Kamis dipilih karena Senin merupakan hari kelahiran Rasulullah SAW dan hari Kamis adalah hari saat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar di peperangan Tabuk. Sebelum mengetahui manfaat puasa Senin Kamis, umat muslim diharuskan membaca niat terlebih dulu. Dalam fiqih Islam, semua ulama sepakat, bahwa tempatnya niat adalah hati. Melafalkan niat bukanlah syarat, namun jumhur ulama berpendapat hukumnya sunah dengan tujuan membantu hati dalam menghadirkan niat. Doa Puasa Sunah Senin Kamis 1. Niat Puasa Hari Senin "Nawaitu shouma yaumal itsnaini sunnatan lillaahi taaalaa." Artinya: "Saya niat puasa hari Senin, sunnah karena Allah Taala". 2. Niat Puasa Hari Kamis "Nawaitu shouma yaumal khomiisi sunnatan lillaahi taaalaa." Artinya : "Saya niat puasa hari Kamis, sunnah karena Allah Taala". Dengan melaksanakan puasa Senin Kamis secara teratur dapat memberikan banyak manfaat positif. Puasa sunah ini tidak hanya meningkatkan kesehatan, tetapi juga dapat menjadikan kita lebih disiplin dan memperkuat keimanan kepada Allah SWT. Yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Oleh karena itu, puasa Senin Kamis sangat dianjurkan bagi umat Islam yang ingin menjalani kehidupan yang sehat dan bermakna. Berikut manfaat puasa Senin Kamis yang dirangkum dari beberapa sumber : Manfaat Puasa Senin Kamis untuk Kesehatan 1. Menurunkan Kadar Lemak Saat berpuasa, tubuh menggunakan lemak sebagai sumber energi. Dengan begitu, lemak berlebih akan berkurang dan tubuh akan terhindar dari gangguan penyakit, seperti tekanan darah tinggi atau kolesterol. 2. Mengontrol Gula Darah Puasa membuat tubuh menghancurkan glukosa untuk mendapatkan energi. Hal ini dapat menurunkan produksi insulin tubuh, dan hasilnya tubuh akan mengalami penurunan gula darah. 3. Menurunkan Risiko Penyakit Jantung Saat kita berpuasa, hormon adrenalin dan non-adrenalin sebagai cadangan energi dapat berkurang. Lemak akan dipakai oleh tubuh sebagai cadangan energi dan risiko aterosklerosis atau penyumbatan arteri akibat lemak dapat menurun. 4. Mengistirahatkan Organ Pencernaan Puasa Senin Kamis, pencernaan secara rutin akan beristirahat dari tekanan mmencerna makanan. Dengan begitu fungsi sistem pencernaan akan terus terjaga kinerjanya, sehingga terhindar dari penyakit seperti lambung, sembelit, dan diare. 5. Meremajakan Sel-Sel Kulit Saat tubuh tidak mendapatkan asupan gizi, sel-sel terkait dapat beristirahat, sehingga berdampak pada peremajaan kulit menjadi lebih kencang. 6. Menurunkan Berat Badan Puasa dapat membatasi asupan kalori harian, sehingga dapat menurunkan berat badan dan tubuh lebih sehat. Manfaat Puasa Senin Kamis secara Spiritual 1. Meningkatkan Ketaqwaan dan Keimanan Saat melaksanakan puasa Senin Kamis, kita dapat lebih dekat dengan Allah SWT. Kualitas ibadah kita juga dapat meningkat karena saat berpuasa, kita akan memiliki keinginan untuk menambah amal baik kita. 2. Terhindar dari Godaan Setan Puasa Senin Kamis adalah cara ibadah terbaik untuk mencegah upaya setan mempengaruhi jiwa kita. Dengan niat yang sudah kita panjatkan pada Allah SWT, pengaruh-pengaruh setan dapat dihindari. 3. Menumbuhkan Kesabaran Salah satu manfaat dari puasa Senin Kamis adalah melatih kesabaran untuk mengendalikan diri dan hawa nafsunya. 4. Bersyukur Puasa Senin Kamis dapat membuat kita lebih pintar dalam menahan diri dan bersyukur akan nikmat serta anugerah. 5. Disiplin Kita harus bisa mendisiplinkan otak dan pikiran. Segala pemikiran yang buruk dapat membatalkan puasa kita. Allah SWT mengetahui segala bentuk perbuatan kita, baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan. 6. Memperkuat Koneksi dengan Sesama Puasa juga membantu kita memahami pengalaman orang-orang yang kurang beruntung. Ini dapat mendorong kita untuk berbagi dengan mereka yang membutuhkan. Itulah beberapa manfaat kesehatan dan spiritual dari puasa Senin Kamis yang dapat kita ambil hikmahnya. Sahabat yuk mulai rutinkan berpuasa senin-kamis, apalagi jika berpuasa diiringi dengan sedekah. Lebih mudah bersedekah melalui https://kotasukabumi.baznas.go.id/sedekah
ARTIKEL10/09/2025 | Khoirunisa
Manfaat Membaca Al-Qur'an Setiap Hari: Kesehatan dan Spiritualitas
Manfaat Membaca Al-Qur'an Setiap Hari: Kesehatan dan Spiritualitas
Membaca Al-Qur'an merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Selain menjadi pedoman hidup, rutinitas membaca Al-Qur'an setiap hari membawa beragam manfaat, baik bagi kesehatan maupun kehidupan spiritual seorang Muslim. Berikut beberapa di antaranya: Menyehatkan Mental Membaca Al-Qur'an mampu menenangkan hati dan pikiran. Aktivitas ini membantu meredakan stres serta kecemasan. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa membaca teks suci, termasuk Al-Qur'an, dapat merangsang hormon serotonin yang berperan dalam kebahagiaan. Dengan membacanya secara rutin, jiwa terasa lebih damai dan tenteram. Menguatkan Hubungan Spiritual Kebiasaan membaca Al-Qur'an mendekatkan seorang Muslim kepada Allah SWT. Dengan memahami dan merenungkan ayat-ayat-Nya, seseorang dapat memperdalam pemahaman agama serta makna kehidupan, yang pada akhirnya memperkuat iman dan memberikan arah dalam hidup. Melatih Fokus dan Konsentrasi Kegiatan membaca Al-Qur'an juga melatih pikiran agar lebih terarah dan konsisten. Di tengah banyaknya gangguan sehari-hari, membaca Al-Qur'an bisa menjadi sarana efektif untuk menjaga ketenangan serta meningkatkan produktivitas. Membantu Tidur Lebih Nyenyak Membaca Al-Qur'an sebelum tidur dapat menciptakan suasana hati yang tenang sehingga kualitas tidur menjadi lebih baik. Lantunan ayat-ayat Al-Qur'an mampu menghadirkan ketenangan yang mendukung tubuh dan pikiran untuk beristirahat lebih optimal. Mendorong Perubahan ke Arah Positif Ayat-ayat Al-Qur'an mengajarkan nilai-nilai kebaikan yang dapat memotivasi seseorang untuk memperbaiki diri. Ajarannya mendorong umat Muslim untuk berlaku adil, berbuat baik, serta menjaga hubungan sosial, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan pribadi, tetapi juga masyarakat luas. Menunjang Kesehatan Fisik Selain berdampak pada ketenangan jiwa, membaca Al-Qur'an juga bermanfaat bagi fisik. Beberapa penelitian menemukan bahwa aktivitas ini dapat menurunkan tekanan darah dan detak jantung, sehingga membantu mengurangi ketegangan tubuh. Meraih Pahala Setiap huruf dalam Al-Qur'an yang dibaca bernilai pahala. Dengan demikian, membaca Al-Qur'an bukan hanya memberikan kebaikan di dunia, tetapi juga menjadi amal yang bernilai di akhirat. Menjadikan membaca Al-Qur'an sebagai rutinitas harian memberikan banyak manfaat, baik secara psikologis maupun spiritual. Selain meningkatkan kualitas hidup, kebiasaan ini juga menguatkan hubungan dengan Allah SWT. Oleh karena itu, biasakanlah membaca Al-Qur'an setiap hari dan rasakan keberkahannya dalam kehidupan.
ARTIKEL10/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
4 Sifat Wajib Rasul yang Wajib Diteladani
4 Sifat Wajib Rasul yang Wajib Diteladani
Sebagai umat Muslim, kita wajib mengetahui 4 sifat wajib Rasul yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai utusan Allah, seorang Rasul tentunya mempunyai sifat tauladan untuk menjalankan tugas mulianya sebagai pemimpin umat Islam. Sifat wajib yang terdapat pada Rasul setidaknya ada 4. Sifat-sifat tersebut membuat para Rasul terhindar dari perbuatan dosa dan menjadikan mereka selalu bertakwa. Sifat wajib yang dimiliki Rasul diantaranya, shiddiq, amanah, tabligh, dan fathonah. Berikut 4 Sifat Wajib Rasul : 1). Shiddiq Shiddiq memiliki arti benar. Maksudnya ialah, setiap ucapan para Rasul sudah pasti bersifat benar. Baik itu wahyu yang diturunkan kepadaNya, maupun hal-hal yang berkaitan dengan persoalan dunia, sudah pasti bersifat benar. Sifat wajib Rasul ini telah dijelaskan dalam kitab suci Al-Quran. Tepatnya pada surah Maryam ayat 41, Artinya, “Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Kitab (Al-Qur’an), sesungguhnya dia adalah seorang yang sangat membenarkan, seorang Nabi.” Tidak hanya itu, kata shiddiq dalam konteks sifat yang wajib dimiliki Rasul juga pernah disinggung dalam QS. Maryam ayat 50, Artinya, “Dan Kami anugerahkan kepada mereka sebagian dari rahmat Kami dan Kami jadikan mereka buah tutur yang baik dan mulia. Oleh karena itu, dapat disepakati bahwa Rasul tidak mungkin memiliki yang berkebalikan dengan sifat benar. 2). Amanah Sifat wajib Rasul selanjutnya ialah amanah, yang artinya dapat dipercaya. Untuk menjaga kepercayaan umat atas dirinya, Rasul senantiasa menjaga dirinya dari perbuatan yang berkaitan dengan dosa. Fakta bahwasanya Rasul bersifat amanah, telah dibuktikan melalui terjemahan surah an-Nisa ayat 58. Oleh karenanya, mustahil rasanya seorang Rasul dapat berbuat khianat. “Sungguh, Allah menyuruhmu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu menetapkannya dengan adil. Sungguh, Allah sebaik-baik yang memberi pengajaran kepadamu. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Melihat.” (QS an-Nisa: 58) 3). Tabligh Sebagai pemimpin umat Muslim, seorang Rasul diperintahkan agar menyampaikan wahyu yang diterimaNya kepada seluruh umatNya. Sifat wajib Rasul tersebut dinamakan Tabligh. Tabligh memiliki arti yaitu menyampaikan wahyu. Saat menjalankan tugasnya, Rasul akan menyampaikan wahyu apapun tanpa melewatkan satu huruf pun. Baik wahyu yang berupa kabar baik, kabar buruk, pengetahuan, syariat, dsb, akan senantiasa Rasul sampaikan. “Wahai Rasul” Sampaikanlah apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu. Jika tidak engkau lakukan (apa yang diperintahkan itu) berarti engkau tidak menyampaikan amanat-Nya. Dan Allah memelihara engkau dari (gangguan) manusia. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir.” (QS al-Maidah: 67). 4). Fathonah Sifat wajib Rasul yang terakhir ialah fathonah, yang bermakna cerdas, pandai, serta bijaksana. Sebagai utusan Allah, seorang Rasul mampu menangani berbagai permasalahan umatNya sekaligus memberikan jalan keluarnya. Allah SWT memberikan anugerah kepada Rasul ketika menyampaikan ajaran bagi kaumNya. Temasuk ketika adanya argumentasi perdebatan suatu kaum yang menyinggung ajaranNya. Hal ini rupanya telah disinggung dalam surah al-An’am ayat 83, “Dan itulah keterangan Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Kami tinggikan derajat siapa yang Kami kehendaki. Sesungguhnya Tuhanmu Mahabijaksana, Maha Mengetahui.” Nabi dan Rasul diberi kecerdasan oleh Allah SWT agar mampu merangkul hingga memerangi kaum yang menolak keberadaan Allah SWT dan tidak berada di jalan-Nya. Selain itu, juga mengajak mereka untuk berada di jalan yang benar dan di ridhoi oleh Allah SWT.
ARTIKEL10/09/2025 | Khoirunisa
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Sukabumi.

Lihat Daftar Rekening →