WhatsApp Icon
Menelan Air Ludah Saat Puasa: Fakta Penting, Hukum Ulama, dan Penjelasan Lengkap

Menelan Air Ludah Saat Puasa sering membuat ragu. Simak fakta penting, hukum menurut ulama, syarat sah puasa, dan penjelasan lengkapnya di sini.

Menelan Air Ludah Saat Puasa: Fakta Penting, Hukum Ulama, dan Penjelasan Lengkap

Menelan Air Ludah Saat Puasa sering kali menjadi pertanyaan yang muncul di tengah masyarakat, terutama saat bulan Ramadhan. Tidak sedikit orang yang merasa ragu dan khawatir puasanya batal hanya karena menelan ludahnya sendiri. Bahkan, ada yang memilih membuang ludah berulang kali saat berpuasa karena takut melanggar aturan puasa. Lantas, bagaimana sebenarnya hukum menelan air ludah saat berpuasa menurut Islam?

Puasa memang dapat batal apabila seseorang dengan sengaja memasukkan makanan atau minuman ke dalam tubuh melalui rongga tertentu. Namun, air ludah atau air liur merupakan sesuatu yang secara alami diproduksi oleh tubuh dan sangat sulit dihindari. Oleh karena itu, para ulama memberikan penjelasan khusus terkait hukum menelan air ludah saat puasa.

Hukum Menelan Air Ludah Saat Puasa Menurut Ulama

[caption id="attachment_2634" align="alignnone" width="398"]add media BAZNAS Kota Sukabumi[/caption]

Dalam buku “Hukum Menelan Air Ludah bagi Orang yang Berpuasa” karya Ahmad Mundzir, seorang pengajar Pondok Pesantren Raudhatul Quran An-Nasimiyyah Semarang, dijelaskan bahwa para ulama sepakat menelan air ludah tidak membatalkan puasa. Kesepakatan ini didasarkan pada kenyataan bahwa air liur merupakan bagian alami dari tubuh manusia dan sulit untuk dihindari keberadaannya.

Penjelasan ini juga ditegaskan oleh Imam an-Nawawi dalam kitab al-Majmu’ Syarah al-Muhadzdzab (Juz 6, halaman 341). Beliau menyatakan:

“Menelan air liur itu tidak membatalkan puasa sesuai kesepakatan para ulama. Hal ini berlaku jika orang yang berpuasa tersebut memang biasa mengeluarkan air liur. Sebab susahnya memproteksi air liur untuk masuk kembali.”

Dari penjelasan ini, dapat dipahami bahwa Islam adalah agama yang memberikan kemudahan dan tidak memberatkan umatnya dalam menjalankan ibadah.

Syarat Menelan Air Ludah Agar Tidak Membatalkan Puasa

Meski menelan air ludah saat puasa pada dasarnya tidak membatalkan puasa, para ulama memberikan beberapa syarat penting yang perlu diperhatikan agar puasa tetap sah.

  1. Air Ludah Tidak Tercampur Zat Lain: Air ludah yang ditelan harus murni, tidak tercampur dengan zat lain seperti darah akibat luka gusi, sisa makanan, atau minuman. Jika air ludah bercampur dengan zat lain lalu sengaja ditelan, maka hal tersebut berpotensi membatalkan puasa.
  2. Air Ludah Tidak Keluar Melewati Bibir: Air ludah yang masih berada di dalam rongga mulut dan belum melewati batas bibir luar boleh ditelan dan tidak membatalkan puasa. Namun, jika air ludah sudah keluar dari mulut lalu dikumpulkan kembali dan ditelan dengan sengaja, sebagian ulama berpendapat hal ini dapat membatalkan puasa.
  3. Tidak Sengaja Menampung Ludah Berlebihan: Jika seseorang dengan sengaja menampung air ludah dalam jumlah banyak lalu menelannya, terdapat perbedaan pendapat ulama. Pendapat yang masyhur menyebutkan bahwa selama perbuatan tersebut tidak disengaja dan tidak ada unsur rekayasa, maka puasanya tetap sah.

Dengan memenuhi ketiga syarat tersebut, menelan air ludah saat puasa tidak perlu dikhawatirkan dan puasa tetap dianggap sah.

Mengapa Tidak Perlu Berlebihan Membuang Ludah?

Membuang ludah secara berlebihan justru dapat mengganggu kenyamanan dan kekhusyukan ibadah puasa. Islam mengajarkan keseimbangan dan kemudahan dalam beribadah. Selama tidak ada unsur kesengajaan memasukkan sesuatu ke dalam tubuh, puasa tetap sah dan bernilai ibadah.

Menyempurnakan Puasa dengan Sedekah

Selain menjaga sah atau tidaknya puasa, umat Islam dianjurkan untuk menyempurnakan ibadah Ramadhan dengan memperbanyak amal kebaikan, salah satunya bersedekah. Sedekah dapat melipatgandakan pahala puasa dan membantu sesama yang membutuhkan.

Bersedekah kini semakin mudah melalui BAZNAS Kota Sukabumi secara online. Sebagai lembaga pemerintah nonstruktural yang mengelola dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), BAZNAS Provinsi Jawa Barat telah dipercaya masyarakat luas.

Bersedekah mudah melalui:

Semoga setiap kebaikan yang kita keluarkan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

BSI 4964964969 A/N Baznas Kota Sukabumi

No. Pelayanan: 085721333351

Memberikan sedekah atau zakat membantu sesama yang membutuhkan dan menjadi penebus dosa bagi yang menunda kewajiban. Seperti firman Allah SWT:
"Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji." (QS. Al-Baqarah: 261)

Melalui BAZNAS, sedekah lebih mudah, aman, dan tepat sasaran.

[caption id="attachment_2552" align="alignnone" width="503"]rekening baznas baznas kota sukabumi[/caption]

Untuk referensi bacaan singkat lainnya kunjungi artikel BAZNAS Kota Sukabumi yang mengulas tema Mencari Keuntungan Bisnis Tanpa Menghilangkan Keberkahan

15/01/2026 | Kontributor: Baznas Kota Sukabumi
Hal-Hal yang Membatalkan Puasa: Panduan Lengkap dan Penting bagi Muslim

Hal-Hal yang Membatalkan Puasa wajib diketahui setiap Muslim. Simak penjelasan lengkap 8 perkara pembatal puasa beserta dalil Al-Qur’an dan hadits.

Hal-Hal yang Membatalkan Puasa: Panduan Lengkap dan Penting bagi Muslim

[caption id="attachment_2640" align="alignnone" width="430"]8 Ha Pembatal Puasa BAZNAS Kota Sukabumi[/caption]

Hal-Hal yang Membatalkan Puasa

merupakan pengetahuan penting yang wajib dipahami setiap Muslim agar ibadah puasa yang dijalankan sah dan sempurna. Puasa adalah salah satu ibadah utama dalam Islam dan termasuk ke dalam rukun Islam. Hukumnya ada yang wajib dan ada pula yang sunnah. Puasa yang wajib dijalankan oleh setiap Muslim yang telah baligh dan berakal adalah puasa Ramadhan.

Puasa Ramadhan dilaksanakan selama 29 atau 30 hari pada bulan Ramadhan dan perintahnya disebutkan secara tegas dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 183 yang menjelaskan kewajiban puasa bagi orang-orang beriman. Oleh karena itu, memahami hal-hal yang membatalkan puasa menjadi sangat penting agar ibadah yang dilakukan tidak sia-sia.

Foto

Berikut ini 8 hal yang membatalkan puasa seseorang menurut Al-Qur’an, hadits, dan pendapat para ulama.

1. Memasukkan Sesuatu ke Dalam Tubuh dengan Sengaja

Makan dan minum dengan sengaja merupakan pembatal puasa yang paling jelas. Hal ini berdasarkan firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 187:

“Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam.”

Namun, jika seseorang makan atau minum karena lupa, maka puasanya tetap sah dan boleh dilanjutkan.

2. Memasukkan Sesuatu ke Dalam Kubul atau Dubur

Memasukkan sesuatu melalui kubul atau dubur, meskipun untuk pengobatan, dapat membatalkan puasa. Contohnya seperti pemasangan kateter urin, obat ambeien, atau cairan tertentu yang masuk ke dalam tubuh dan dianalogikan sebagai makan atau minum oleh sebagian ulama.

3. Muntah dengan Sengaja

Muntah yang disengaja membatalkan puasa. Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang terpaksa muntah, maka tidak wajib baginya mengqadha puasanya. Dan barang siapa muntah dengan sengaja, maka wajib baginya mengqadha puasanya.”
(HR. Abu Daud)

Jika muntah terjadi tanpa disengaja, maka puasa tetap sah.

4. Melakukan Hubungan Suami Istri

Melakukan hubungan suami istri di siang hari Ramadhan termasuk pembatal puasa yang paling berat. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 187 yang menjelaskan bahwa hubungan suami istri hanya dihalalkan pada malam hari di bulan puasa.

Bagi yang melanggarnya, wajib menunaikan kafarat berat, yaitu:

  • Memerdekakan budak mukmin

  • Jika tidak mampu, berpuasa dua bulan berturut-turut

  • Jika tidak mampu juga, memberi makan 60 fakir miskin

5. Keluar Air Mani dengan Sengaja

Keluar air mani dengan sengaja, baik melalui onani atau bercumbu tanpa jima’, membatalkan puasa dan wajib mengqadha tanpa kafarat. Hal ini berdasarkan hadits Bukhari:

“Ketika berpuasa ia meninggalkan makan, minum, dan syahwat karena-Ku.”

Namun, jika mani keluar tanpa disengaja seperti mimpi basah, maka tidak membatalkan puasa.

6. Haid dan Nifas

Wanita yang mengalami haid atau nifas saat berpuasa, meskipun menjelang waktu berbuka, puasanya batal dan wajib menggantinya di hari lain. Rasulullah SAW bersabda:

“Bukankah jika wanita haid, ia tidak shalat dan tidak berpuasa?” (HR. Bukhari)

7. Gila atau Hilang Akal

Salah satu syarat wajib puasa adalah berakal sehat. Jika seseorang mengalami gila atau hilang akal, maka puasanya batal karena tidak terpenuhinya syarat sah puasa.

8. Keluar dari Islam (Murtad)

Keluar dari Islam, baik melalui perkataan maupun perbuatan, otomatis membatalkan seluruh ibadah, termasuk puasa. Jika seseorang mengingkari keesaan Allah saat berpuasa, maka puasanya batal.

Kesimpulan

Hal-Hal yang Membatalkan Puasa wajib dipahami agar ibadah Ramadhan dijalankan dengan benar sesuai syariat Islam. Dengan memahami pembatal puasa, setiap Muslim dapat lebih berhati-hati dan menjaga kesucian ibadahnya. Semoga artikel ini dapat membantu Sahabat BAZNAS menjalankan puasa dengan ilmu dan kesadaran yang benar.

Bersedekah mudah melalui:

Semoga setiap kebaikan yang kita keluarkan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

BSI 4964964969 A/N Baznas Kota Sukabumi

No. Pelayanan: 085721333351

Memberikan sedekah atau zakat membantu sesama yang membutuhkan dan menjadi penebus dosa bagi yang menunda kewajiban. Seperti firman Allah SWT:
"Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji." (QS. Al-Baqarah: 261)

Melalui BAZNAS Kota Sukabumi, sedekah lebih mudah, aman, dan tepat sasaran.

[caption id="attachment_2552" align="alignnone" width="503"]rekening baznas baznas kota sukabumi[/caption]

Untuk referensi bacaan singkat lainnya kunjungi artikel BAZNAS Kota Sukabumi yang mengulas tema Perlu Nggak Sih Kita Jadi Muzakki? Banyak yang Belum Tahu

15/01/2026 | Kontributor: Baznas Kota Sukabumi
Puasa Tanpa Sahur: Panduan Lengkap Hukum, Dalil, dan Manfaatnya

Puasa Tanpa Sahur sering menjadi pertanyaan umat Muslim. Simak hukum sahur dalam Islam, dalil Al-Qur’an dan hadits, pendapat ulama, serta manfaat sahur.

Puasa Tanpa Sahur: Panduan Lengkap Hukum, Dalil, dan Manfaatnya

Puasa Tanpa Sahur sering menjadi topik yang dipertanyakan oleh umat Islam, terutama ketika seseorang tertidur dan terlewat waktu sahur atau karena kondisi tertentu yang membuatnya tidak sempat makan sahur. Puasa sendiri adalah ibadah menahan diri dari makan, minum, dan hawa nafsu sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Biasanya, puasa diawali dengan makan sebelum terbit fajar yang dikenal dengan sahur.

Namun, bagaimana hukum puasa tanpa sahur dalam Islam? Apakah sahur merupakan syarat sahnya puasa, ataukah hanya sekadar anjuran? Artikel ini akan mengupas secara lengkap hukum, dalil, pendapat ulama, serta manfaat sahur dalam Islam.

Hukum Sahur dalam Islam

[caption id="attachment_2646" align="alignnone" width="515"]Hukum Sahur Dalam Islam Baznas Kota Sukabumi[/caption]

Banyak umat Muslim bertanya, apakah puasa tanpa sahur diperbolehkan? Dalam Islam, sahur bukanlah syarat sah puasa, melainkan amalan sunnah yang sangat dianjurkan. Artinya, puasa tetap sah meskipun seseorang tidak melaksanakan sahur.

Rasulullah SAW bersabda:

“Makan sahur itu mengandung berkah, maka janganlah kalian meninggalkannya, walaupun hanya dengan seteguk air.”
(HR. Ahmad dan Ibnu Hibban)

Hadits ini menunjukkan bahwa sahur memiliki keutamaan dan keberkahan, meskipun tidak diwajibkan. Oleh karena itu, puasa tanpa sahur tetap sah, tetapi sangat disayangkan jika seseorang meninggalkan sahur tanpa alasan.

Allah SWT juga berfirman dalam Al-Qur’an:

“Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa hingga malam…”
(QS. Al-Baqarah: 187)

Ayat ini menunjukkan batas waktu makan sebelum puasa dimulai, namun tidak menjadikan sahur sebagai syarat sah puasa.

Puasa Tanpa Sahur Menurut Pendapat Ulama

Para ulama sepakat bahwa puasa tanpa sahur hukumnya boleh, tetapi sahur tetap dianjurkan. Berikut beberapa pendapat ulama dari berbagai mazhab:

Mazhab Syafi’i dan Hambali

Dalam Mazhab Syafi’i dan Hambali, sahur dihukumi sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan). Jika seseorang berpuasa tanpa sahur, puasanya tetap sah, tetapi ia kehilangan keberkahan sahur.

Mazhab Hanafi

Imam Abu Hanifah menyatakan bahwa puasa tanpa sahur diperbolehkan. Namun, beliau menekankan bahwa sahur membantu meringankan puasa dan menjaga kekuatan fisik selama berpuasa.

Mazhab Maliki

Mazhab Maliki juga berpendapat bahwa sahur bukan syarat sah puasa, tetapi merupakan sunnah yang mengandung hikmah besar bagi pelaksana puasa.

Pendapat Ulama Kontemporer

Ulama kontemporer seperti Syaikh Ibnu Utsaimin menegaskan bahwa puasa tanpa sahur sah secara hukum, namun sahur sangat dianjurkan karena mengandung keberkahan dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW.

Manfaat Sahur dalam Puasa

[caption id="attachment_2647" align="alignnone" width="357"]5 Manfaat Sahur Dalam Islam BAZNAS Kota Sukabumi[/caption]

Meskipun puasa tanpa sahur diperbolehkan, sahur memiliki banyak manfaat, baik secara spiritual maupun kesehatan.

  1. Mendapat Keberkahan: Rasulullah SAW secara khusus menyebut sahur sebagai waktu yang penuh berkah. Keberkahan ini mencakup kekuatan fisik dan kemudahan dalam beribadah.
  2. Menjaga Stamina Selama Puasa: Sahur membantu tubuh memiliki cadangan energi. Tanpa sahur, tubuh lebih cepat lemas dan sulit fokus dalam aktivitas maupun ibadah.
  3. Mengurangi Rasa Lapar dan Haus: Dengan sahur, rasa lapar dan haus dapat ditekan sehingga puasa terasa lebih ringan dan nyaman.
  4. Mengikuti Sunnah Rasulullah SAW: Sahur adalah salah satu bentuk meneladani sunnah Rasulullah SAW. Meskipun puasa tanpa sahur sah, mengikuti sunnah tentu lebih utama.
  5. Membantu Bangun Lebih Awal untuk Ibadah: Sahur membuat seseorang terbiasa bangun sebelum subuh, sehingga bisa dimanfaatkan untuk shalat malam, dzikir, dan doa.

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa puasa tanpa sahur hukumnya sah dan diperbolehkan dalam Islam. Namun, sahur merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan karena mengandung banyak keberkahan dan manfaat. Dalil dari Al-Qur’an, hadits, dan pendapat para ulama menunjukkan bahwa sahur bukan syarat sah puasa, tetapi merupakan sarana untuk menyempurnakan ibadah puasa.

Bagi umat Muslim yang ingin menjalankan puasa dengan lebih optimal, sangat dianjurkan untuk tidak meninggalkan sahur, meskipun hanya dengan seteguk air. Dengan sahur, puasa akan terasa lebih ringan, ibadah lebih khusyuk, dan keberkahan pun lebih terasa.

Bersedekah mudah melalui:

Semoga setiap kebaikan yang kita keluarkan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

BSI 4964964969 A/N Baznas Kota Sukabumi

No. Pelayanan: 085721333351

Memberikan sedekah atau zakat membantu sesama yang membutuhkan dan menjadi penebus dosa bagi yang menunda kewajiban. Seperti firman Allah SWT:
"Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji." (QS. Al-Baqarah: 261)

Melalui BAZNAS Kota Sukabumi, sedekah lebih mudah, aman, dan tepat sasaran.

[caption id="attachment_2552" align="alignnone" width="447"]rekening baznas baznas kota sukabumi[/caption]

Untuk referensi bacaan singkat lainnya kunjungi artikel BAZNAS Kota Sukabumi yang mengulas tema Bantuan Pendidikan BAZNAS Kota Sukabumi: Solusi Ringan untuk Pelajar yang Membutuhkan

15/01/2026 | Kontributor: Baznas Kota Sukabumi
Menangis Bisa Membatalkan Puasa? : Mitos dan Fakta yang Perlu Diketahui

Apakah Menangis Membatalkan Puasa? Simak penjelasan lengkap berdasarkan hukum Islam, pendapat ulama, serta mitos dan fakta agar tidak salah paham saat berpuasa.

Menangis Membatalkan Puasa? Fakta Penting dan Penjelasan Ulama

Emosi yang diekspresikan ketika sedih umumnya adalah menangis. Namun jika menangis saat puasa apakah akan membatalkan puasa? Karena saat berpuasa kita diharapkan dapat menahan diri dari emosi.  Bahkan saat kecil, sering kita mendengar orang tua berkata kepada anaknya untuk jangan menangis agar puasa tidak batal.

Sebelumnya, kamu tentu tahu beberapa hal yang dapat membatalkan puasa, seperti makan dan minum disengaja, berhubungan intim dengan sengaja, memasukkan sesuatu ke dalam lubang di tubuh, dan lain sebagainya yang bisa dibaca selengkpanya disini

Jadi, apakah menangis bisa membatalkan puasa, mari simak mitos dan fakta yang perlu diketahui dalam artikel ini

Apakah Menangis Membatalkan Puasa?

[caption id="attachment_2652" align="alignnone" width="443"]Menangis bisa membatalkan puasa BAZNAS Kota Sukabumi[/caption]

Dilansir dari laman NU Online, menangis tidak membatalkan puasa sebab bukan termasuk dari memasukkan sesuatu sampai rongga bagian dalam tubuh (jauf). Dari suatu hadits riwayat Muslim diketahui bahwa Abu Bakar As Shiddiq sering menangis ketika sholat atau membaca Alquran. Walaupun  tidak dijelaskan secara detail menangis dapat membuat puasa batal atau tidak, tetapi bukan hal yang mustahil jika beliau pernah menangis saat puasa.

Ketika seseorang menangis, tidak terdapat sesuatu yang masuk ke dalam mata menuju arah tenggorokan. Hal ini ditegaskan dalam kitab Rawdah at Thalibin berikut:

Artinya: "Cabang permasalahan. Tidak dipermasalahkan bagi orang yang berpuasa untuk bercelak, baik ditemukan dalam tenggorokannya dari celak tersebut suatu rasa atau tidak. Sebab mata tidak termasuk jauf (bagian dalam) dan tidak ada jalan dari mata menuju tenggorokan" (Syekh Abu Zakaria Yahya bin Syaraf an-Nawawi, Rawdah at-Thalibin, Juz 3, Hal. 222).

Tetapi, jika air mata dari tangisan seseorang tercampur dengan air liur dan kemudian tertelan ke dalam tenggorokan, hal tersebut dapat membatalkan puasa karena terjadinya penelanan air mata.

Hal tersebut karena menangis tidak termasuk dalam salah satu dari hal-hal yang dapat membatalkan puasa. Meski demikian, umat muslim tidak dianjurkan untuk menangis. Ibadah puasa hendaknya dijalankan dengan penuh suka cita, fokus memperbanyak ibadah, dan mengharapkan rida dari Allah Swt.

Sementara itu, ada banyak ulama yang mengatakan bahwa menangis tidak membuat puasa batal kecuali mereka menelan air mata yang jatuh dengan sengaja. Seperti yang disampaikan oleh Husein Ja'far Al Hadar pada suatu konten di Youtube.

“Tidak, nangis nggak membatalkan puasa yang membatalkan puasa itu masuknya makanan dan minuman ke dalam lubang di tubuh kita. Kalau ini kan bukan lobang dan malah keluar air mata. Mungkin orang tua zaman dulu mendidik biar ga cengeng jadi bilangnya jangan nangis nanti batal tapi ga kreatif masa sampai bohong untuk ngajarin anak-anak.”

Jadi, kesimpulan yang dapat ditarik adalah bahwa pandangan umum yang menyatakan bahwa menangis bisa membatalkan puasa adalah keliru. Secara faktual, menangis tidak akan mengakibatkan pembatalan puasa kecuali jika air mata tersebut sengaja ditelan. Semoga penjelasan ini dapat memberikan jawaban terkait apakah menangis membatalkan puasa

Dalil dan Penjelasan Ulama

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu dikenal sering menangis ketika shalat dan membaca Al-Qur’an. Tidak ada keterangan bahwa tangisan beliau membatalkan ibadah puasanya. Hal ini menunjukkan bahwa menangis bukan perkara yang membatalkan puasa.

Imam An-Nawawi dalam kitab Rawdah at-Thalibin menjelaskan:

“Tidak dipermasalahkan bagi orang yang berpuasa untuk bercelak, baik terasa di tenggorokan atau tidak. Sebab mata bukan termasuk jauf dan tidak ada jalan dari mata menuju tenggorokan.”
(Rawdah at-Thalibin, Juz 3, Hal. 222)

Dari penjelasan ini, dapat dipahami bahwa air mata yang keluar dari mata tidak membatalkan puasa, karena mata bukan jalan masuk menuju rongga dalam tubuh.

Kapan Menangis Bisa Membatalkan Puasa?

Walaupun menangis tidak membatalkan puasa, ada satu kondisi yang perlu diperhatikan. Jika air mata bercampur dengan air liur lalu sengaja ditelan, maka hal tersebut bisa membatalkan puasa karena ada cairan yang masuk ke tenggorokan dengan kesengajaan.

Namun, hal ini jarang terjadi dan tidak termasuk kondisi umum ketika seseorang menangis secara spontan karena sedih, terharu, atau takut kepada Allah SWT.

Mitos Menangis Saat Puasa

Masih banyak orang yang percaya bahwa menangis saat puasa bisa membatalkan puasa. Mitos ini kemungkinan berasal dari cara orang tua mendidik anak agar lebih kuat dan tidak cengeng.

Pendakwah Husein Ja’far Al-Hadar pernah menjelaskan bahwa menangis tidak membatalkan puasa kecuali jika disertai dengan menelan air mata secara sengaja. Pernyataan ini memperkuat pandangan mayoritas ulama.

Etika Menjaga Emosi Saat Puasa

Meskipun tidak membatalkan puasa, umat Islam tetap dianjurkan untuk menjaga emosi. Puasa adalah sarana melatih kesabaran dan ketenangan jiwa. Menangis karena takut kepada Allah, tersentuh ayat Al-Qur’an, atau penyesalan atas dosa justru bernilai ibadah.

Namun, menangis berlebihan karena emosi negatif sebaiknya dihindari agar puasa dijalani dengan hati lapang dan penuh harapan akan ridha Allah SWT.

Kesimpulan

Jawaban atas pertanyaan apakah menangis membatalkan puasa adalah tidak. Menangis tidak membatalkan puasa selama tidak ada air mata yang sengaja ditelan. Pandangan yang menyebutkan bahwa menangis bisa membatalkan puasa adalah keliru dan tidak memiliki dasar fiqih yang kuat.

Dengan memahami hal ini, umat Islam tidak perlu ragu atau khawatir jika menangis saat berpuasa, terutama karena dorongan iman atau perasaan yang tidak disengaja. Semoga penjelasan ini meluruskan pemahaman dan menambah ketenangan dalam menjalankan ibadah puasa

Mari menyalurkan sedekah atau zakat melalui BAZNAS Kota Sukabumi:

BSI 4964964969 A/N Baznas Kota Sukabumi
No. Pelayanan: 085721333351

[caption id="attachment_2552" align="alignnone" width="477"]rekening baznas baznas kota sukabumi[/caption]

Bersedekah atau menunaikan zakat tidak hanya membantu sesama, tetapi juga menambah pahala dan keberkahan bagi diri sendiri. Sebagaimana firman Allah SWT:
"Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap bulir seratus biji." (QS. Al-Baqarah: 261).

Untuk referensi bacaan singkat lainnya kunjungi artikel BAZNAS Kota Sukabumi yang mengulas tema Ketika Tubuh Berbicara: Pentingnya Menjaga Kesehatan sebagai Amanah dalam Islam

15/01/2026 | Kontributor: Baznas Kota Sukabumi
Mimpi Basah Saat Puasa: Fakta Penting, Mitos, dan Penjelasan Ilmiah Lengkap

Mimpi Basah Saat Puasa sering menimbulkan pertanyaan. Simak fakta, mitos, hukum Islam, dan penjelasan ilmiah lengkap agar tidak salah paham saat berpuasa.

Mimpi Basah Saat Puasa: Fakta Penting, Mitos, dan Penjelasan Ilmiah Lengkap

[caption id="attachment_2650" align="alignnone" width="438"]Apa Itu Mimpi Basah BAZNAS Kota Sukabumi[/caption]

Mimpi basah merupakan salah satu peristiwa ilmiah yang terjadi pada setiap laki-laki sebagai tanda kedewasaan. Biasanya mimpi basah terjadi ketika kantung sperma telah penuh dan akhirnya keluar saat sedang tidur karena sudah tidak bisa menampung lagi. Dalam islam, ketika ada seorang laki-laki mengalami mimpi basah maka dia diwajibkan untuk melaksanakan mandi wajib karena ketika mengalami mimpi basah dia dalam keadaan junub (mengeluarkan air mani) menjadikan dia tidak dalam keadaan suci.

Namun terkadang timbul pertanyaan, ketika seorang laki-laki mengalami mimpi basah saat berpuasa apakah puasanya batal? Karena keluarnya air mani merupakan salah satu hal yang dapat membatalkan puasa. Di artikel ini, akan dibahas semua hal terkait mimpi basah saat puasa: mitos, fakta, dan penjelasan ilmiah.

Mitos Mimpi Basah

[caption id="attachment_2616" align="alignnone" width="258"]Mitos Mimpi Basah BAZNAS Kota Sukabumi[/caption]

Hal pertama yang akan dibahas terkait mimpi basah adalah mitosnya. Ada beberapa mitos yang muncul ketika berbicara tentang mimpi basah, dan tentu saja mitos-mitos dibawah ini tidak benar adanya karena tidak terbukti secara ilmiah. Beberapa mitos tersebut antara lain:1.Dapat mengurangi produksi spermaMuncul suatu keyakinan pada orang-orang bahwa ketika seorang pria terlalu sering mengalami mimpi basah, maka sperma yang dihasilkan akan semakin berkurang. Ini merupakan anggapan yang salah besar karena mimpi basah merupakan cara testikel untuk mengeluarkan sperma lama, dan menggantinya dengan sperma baru yang lebih sehat. 2. Dapat mengurangi sistem imunAda beberapa orang yang meyakini bahwa mimpi basah dapat membuat sistem imun seseorang menurun sehingga lebih rentan terkena penyakit seperti flu, ataupun penyakit lainnya. Padahal hal ini hanyalah mitos yang tidak pernah terbukti secara ilmiah kebenarannya.3. Membatalkan puasaMitos terakhir yang muncul dari mimpi basah adalah mimpi basah dapat membatalkan puasa. Banyak orang beranggapan seperti itu karena ketika mengalami mimpi basah, seorang pria akan mengeluarkan sperma dari kelamin nya dan keluarnya sperma atau air mani merupakan salah satu hal yang membatalkan puasa. Padahal, ketika seorang pria mengalami mimpi basah saat puasa, puasa yang dilakukannya tetap sah dan dia dapat melanjutkan puasanya karena keluarnya sperma disebabkan mimpi basah merupakan hal yang tidak disengaja, bukan hal yang disengaja sehingga puasa yang dilakukannya tetap sah.Fakta Mimpi BasahSetalah mengetahui mitos mimpi basah, kita juga harus mengetahui apa saja fakta tentang mimpi basah. Karena ternyata, ada beberapa fakta menarik yang perlu dan penting untuk kita ketahui tentang mimpi basah:

1. Mimpi basah tidak selalu terjadi karena mimpi erotis

Menurut penelitian, hanya sebagian kecil atau sekitar empat persen saja mimpi basah yang terjadi karena mimpi erotis. Beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan terjadinya mimpi basah selain karena mimpi erotis antara lain karena alat kelamin yang tidak sengaja bergesekan dengan seprai, selimut, atau guling saat tidur sehingga alat kelamin pun terangsang dan menyebabkan keluarnya sperma dari alat kelamin.

2. Mimpi basah bukan tanda penyakit

Terjadinya mimpi basah bukanlah sebuah kelainan atau tanda penyakit, tapi mimpi basah merupakan kondisi normal yang dialami oleh seseorang dan bisa jadi merupakan tanda fungsi seksual yang masih sehat.

3. Tidak membatalkan puasa

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, mimpi basah saat puasa merupakan hal yang tidak membatalkan puasa. Karena mimpi basah merupakan suatu hal yang tidak disengaja sehingga ketika seorang pria mengalami mimpi basah, dia dapat tetap melanjutkan puasanya sampai akhir. Namun, seperti hukum yang berlaku dalam islam, seseorang yang mengalami mimpi basah tetap diwajibkan untuk melakukan mandi wajib untuk mensucikan tubuh mereka walaupun ketika sedang berpuasa sehingga mereka bisa tetap menjalankan ibadah-ibadah lainnya seperti sholat, membaca al-quran, dsb.Dilansir dari islam.nu.or.id, Al-Khatib As-Syirbini dalam kitab Mughnil Muhtaj menjelaskan, yang artinya:“Dan wajib (menahan diri) dari onani, jika orang puasa melakukannya maka batal puasanya. Hal yang sama jika mani keluar akibat menyentuh, mencium, dan tidur bersamaan (dengan adanya sentuhan). Adapun hanya sebatas berpikir atau melihat dengan gairah maka (hukumnya) serupa dengan mimpi basah, (yaitu tidak membatalkan puasa).”(Al-Khatib As-Syirbini, Mughnil Muhtaj, , jilid I, halaman 630).

Penjelasan Ilmiah

Mimpi basah merupakan salah satu peristiwa alamiah yang terjadi kepada setiap orang, sehingga ada penjelasan ilmiah dibalik terjadinya mimpi basah. Jadi, mimpi basah terjadi ketika tubuh memproduksi lebih banyak hormon testosteron (hormon yang memproduksi cairan sperma) dan ketika tubuh terlalu banyak memproduksi dan menampung sperma maka tubuh perlu untuk mengeluarkan nya sehingga terjadilah mimpi basah sebagai salah satu bentuk tubuh untuk mengeluarkan sperma tersebut.Dengan dikeluarkannya sperma yang lama tersebut, maka tubuh akan memproduksi sperma baru yang lebih sehat sebagai pengganti sperma lama yang sudah dikeluarkan.Frekuensi mimpi basah pada masing-masing individu berbeda satu sama lain tergantung pada hormon testosteron yang dimiliki masing-masing individu. Selain itu, frekuensi terjadinya mimpi basah juga bergantung pada usia. Biasanya, pria dengan usia produktif dari rentang usia remaja sampai usia 30-an lebih sering mengalami mimpi basah daripada pria berusia lanjut. Frekuensi terjadinya mimpi basah pada kebanyakan pria tidak bisa ditentukan waktu pastinya, tapi kebanyakan mimpi basah terjadi satu kali setiap 3-5 minggu, mirip dengan siklus menstruasi pada wanita.Sebagai salah satu hal alamiah dan nikmat yang diberikan oleh Allah SWT kepada hambanya, maka terjadinya mimpi basah merupakan hal yang wajar dan perlu disyukuri oleh setiap manusia karena dibalik hal tersebut, tersimpan fakta dan manfaat bagi setiap hamba yang mengalami nya. Semoga dengan adanya artikel ini dapat menjawab semua hal tentang mimpi basah saat puasa: mitos, fakta, dan penjelasan ilmiah. Dan bagi kalian yang mengalami mimpi basah, jangan lupa untuk melaksanakan mandi wajib agar ibadah yang kalian lakukan sah dan tetap dihitung sebagai amal ibadah. Wallahu alam.

Untuk referensi bacaan singkat lainnya kunjungi artikel BAZNAS Kota Sukabumi yang mengulas tema Menghidupkan Kembali Empati: Tantangan Akhlak di Era Modern dalam Pandangan Islam

Mari menyalurkan sedekah atau zakat melalui BAZNAS Kota Sukabumi:

BSI 4964964969 A/N Baznas Kota Sukabumi
No. Pelayanan: 085721333351

[caption id="attachment_2552" align="alignnone" width="477"]rekening baznas baznas kota sukabumi[/caption]

Bersedekah atau menunaikan zakat tidak hanya membantu sesama, tetapi juga menambah pahala dan keberkahan bagi diri sendiri. Sebagaimana firman Allah SWT:
"Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap bulir seratus biji." (QS. Al-Baqarah: 261).

15/01/2026 | Kontributor: Baznas Kota Sukabumi

Artikel Terbaru

Olahraga Saat Puasa, Bisa atau Tidak? Ini Waktu Terbaik dan Jenis Latihannya!
Olahraga Saat Puasa, Bisa atau Tidak? Ini Waktu Terbaik dan Jenis Latihannya!
Bulan Ramadhan bukan alasan untuk berhenti berolahraga. Namun, banyak orang masih ragu apakah berolahraga saat puasa aman dan efektif. Apakah olahraga saat puasa bisa membahayakan kesehatan atau justru memberikan manfaat lebih? Artikel ini akan membahas waktu terbaik dan jenis olahraga yang tepat saat berpuasa. Apakah Aman Berolahraga Saat Puasa? Banyak ahli kesehatan menyatakan bahwa olahraga saat puasa tetap aman asalkan dilakukan dengan tepat. Menurut sebuah studi dari University of Bath, olahraga ringan hingga sedang saat berpuasa dapat membantu membakar lemak lebih efektif tanpa memengaruhi massa otot secara signifikan. Namun, penting untuk memperhatikan intensitas latihan agar tidak memicu dehidrasi atau kelelahan. Dr. Rini Astuti, seorang dokter spesialis olahraga, menyarankan untuk mendengarkan tubuh dan tidak memaksakan diri. Jika merasa pusing, lemas, atau mual, sebaiknya segera hentikan olahraga dan istirahat. Waktu Terbaik untuk Berolahraga Saat Puasa Sebelum Buka Puasa Waktu ini menjadi pilihan terbaik karena setelah olahraga, tubuh bisa segera mendapatkan asupan cairan dan makanan saat berbuka. Setelah Buka Puasa Berolahraga sekitar 1-2 jam setelah berbuka puasa memberi tubuh cukup waktu untuk mencerna makanan. Ini juga memungkinkan energi tubuh kembali terisi. Setelah Tarawih Jika ingin berolahraga lebih intens, lakukan setelah shalat tarawih. Pada waktu ini, tubuh sudah cukup terhidrasi dan siap melakukan aktivitas fisik lebih berat. Jenis Olahraga yang Direkomendasikan Ahli dan Cocok Saat Puasa Para ahli kesehatan dan penelitian medis merekomendasikan jenis olahraga tertentu yang aman dan efektif saat puasa. Menurut Dr. Rini Astuti, olahraga ringan hingga sedang dapat membantu menjaga kebugaran tanpa risiko dehidrasi berlebih. Hasil penelitian dari jurnal Sports Medicine juga menunjukkan bahwa aktivitas fisik ringan selama puasa dapat meningkatkan metabolisme tanpa mengganggu keseimbangan elektrolit. Jalan Kaki Ringan: Baik dilakukan sebelum berbuka puasa, direkomendasikan oleh para ahli untuk menjaga kebugaran. Yoga: Membantu relaksasi dan menjaga fleksibilitas tubuh. Berdasarkan penelitian dari Harvard Medical School, yoga dapat mengurangi stres dan memperbaiki kualitas tidur selama bulan Ramadhan. Latihan Kardio Ringan: Seperti bersepeda statis atau jogging ringan setelah berbuka. Studi menunjukkan bahwa kardio ringan efektif membakar kalori tanpa memicu dehidrasi berlebih. Latihan Beban Ringan: Gunakan beban tubuh sendiri atau dumbbell ringan untuk mempertahankan kekuatan otot. American College of Sports Medicine menyarankan latihan beban ringan untuk menjaga kekuatan otot selama puasa. Selain itu, olahraga sunnah seperti memanah, berkuda, dan berenang juga dianjurkan dalam Islam dan terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan fokus, kekuatan otot, serta kesehatan jantung.** Baik dilakukan sebelum berbuka puasa. Yoga: Membantu relaksasi dan menjaga fleksibilitas tubuh. Latihan Kardio Ringan: Seperti bersepeda statis atau jogging ringan setelah berbuka. Latihan Beban Ringan: Gunakan beban tubuh sendiri atau dumbbell ringan untuk mempertahankan kekuatan otot. Tips Aman Berolahraga Saat Puasa Hindari olahraga berintensitas tinggi yang memicu dehidrasi. Pastikan tubuh terhidrasi dengan baik saat sahur dan berbuka. Konsumsi makanan bergizi dan seimbang saat berbuka untuk pemulihan tubuh. Jangan berolahraga terlalu lama, cukup 20-30 menit setiap sesi. Olahraga saat puasa tetap bisa dilakukan dengan memperhatikan waktu, jenis latihan, dan kondisi tubuh. Jangan sampai puasa menjadi penghalang untuk tetap sehat dan bugar. Selain menjaga kesehatan, bulan Ramadhan juga saatnya untuk berbagi dengan sesama melalui zakat, infaq, dan sedekah. Yuk, salurkan zakat Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi dan bantu mereka yang membutuhkan! Salurkan zakat, infaq, dan sedekah Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi. Bersama kita tingkatkan solidaritas dan berbagi kebahagiaan di bulan suci Ramadhan!
ARTIKEL18/03/2025 | Duta Zakat
Bukan Sekadar Kata! Ini Ucapan Idul Fitri 2025 yang Penuh Makna dan Berkesan
Bukan Sekadar Kata! Ini Ucapan Idul Fitri 2025 yang Penuh Makna dan Berkesan
Idul Fitri adalah momen istimewa yang dinantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia. Setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh di bulan Ramadhan, Hari Raya Idul Fitri menjadi waktu untuk saling memaafkan, mempererat tali silaturahmi, dan berbagi kebahagiaan. Salah satu cara sederhana namun bermakna dalam merayakan Idul Fitri adalah dengan mengucapkan selamat kepada orang-orang terdekat. Namun, apakah ucapan Idul Fitri hanya sekadar formalitas belaka? Dalam artikel ini, kami akan memberikan rekomendasi ucapan Idul Fitri 2025 yang penuh makna, menyentuh hati, dan tentunya bisa membuat momen Lebaran Anda lebih berkesan! Rekomendasi Ucapan Idul Fitri yang Penuh Makna dan Berkesan Berikut adalah berbagai contoh ucapan Idul Fitri 2025 yang bisa Anda bagikan kepada keluarga, sahabat, rekan kerja, dan orang-orang tercinta: 1. Ucapan untuk Keluarga “Selamat Idul Fitri 2025! Semoga Allah menerima amal ibadah kita dan menjadikan keluarga kita selalu dalam lindungan dan kasih sayang-Nya. Maafkan segala salah ucap dan khilaf perbuatan yang mungkin menyakiti. Semoga kebersamaan ini semakin erat dan penuh keberkahan.” “Di hari yang fitri ini, semoga hati kita sebersih embun pagi dan secerah mentari. Semoga Allah SWT selalu memberkahi keluarga kita dengan cinta dan kedamaian. Maaf lahir dan batin.” “Selamat Hari Raya Idul Fitri 2025. Maafkan semua kekhilafan yang mungkin menyakiti hati. Semoga keberkahan Idul Fitri membawa kebahagiaan bagi keluarga kita, menjadi awal yang baru untuk kehidupan yang lebih baik.” 2. Ucapan untuk Sahabat “Selamat Idul Fitri, sahabatku! Semoga hari-hari mendatang dipenuhi dengan kebahagiaan dan kebaikan. Mohon maaf lahir dan batin atas segala kekhilafan selama ini. Terima kasih sudah menjadi sahabat terbaik di setiap suka dan duka.” “Meski jarak memisahkan, semoga hati kita tetap dekat dan persahabatan kita selalu terjaga. Maafkan segala salah ucap dan khilafku. Selamat Hari Raya Idul Fitri 2025, sahabatku!” “Idul Fitri adalah saat untuk kembali suci dan memperbaiki diri. Terima kasih sudah menjadi teman terbaik yang selalu mendukung. Mohon maaf lahir dan batin, sahabatku.” 3. Ucapan untuk Rekan Kerja “Selamat Idul Fitri 2025! Semoga semangat kemenangan setelah Ramadhan membawa keberkahan dalam karier dan kehidupan kita. Mohon maaf lahir dan batin atas segala kesalahan selama bekerja bersama.” “Mari kita manfaatkan momen Idul Fitri ini untuk saling memaafkan dan memperkuat kerja sama di masa depan. Semoga Idul Fitri ini membawa kedamaian dan kebahagiaan bagi kita semua.” “Mohon maaf lahir dan batin atas segala kekhilafan selama bekerja bersama. Semoga semangat Idul Fitri membawa energi positif untuk hari-hari mendatang.” 4. Ucapan Islami yang Penuh Doa “Taqabbalallahu minna wa minkum, semoga Allah menerima amal ibadah kita dan memberikan keberkahan dalam hidup kita. Selamat Idul Fitri 2025. Semoga hati kita senantiasa lapang menerima maaf dan tulus memaafkan.” “Selamat Idul Fitri 1446 H. Semoga dosa-dosa kita diampuni, hati kita disucikan, dan rezeki kita dilimpahkan oleh Allah SWT. Semoga Idul Fitri ini menjadi momen penuh makna untuk memperbaiki diri.” “Di hari kemenangan ini, semoga Allah SWT selalu merahmati dan membimbing kita dalam setiap langkah. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga Allah meridhoi setiap amal ibadah kita.” Kesimpulan Ucapan Idul Fitri bukan sekadar rangkaian kata, tetapi wujud dari ketulusan hati untuk memohon maaf dan memberikan doa terbaik. Semoga ucapan-ucapan di atas dapat mempererat silaturahmi Anda dengan orang-orang terdekat dan membuat momen Lebaran semakin bermakna. Mari jadikan momen Idul Fitri ini sebagai waktu yang tepat untuk saling berbagi kebaikan dan kebahagiaan. Salah satunya adalah dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Sukabumi. Dengan berdonasi, Anda tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga membantu mereka yang membutuhkan.
ARTIKEL18/03/2025 | Duta Zakat
Sering Mokel Saat Puasa? Ternyata Ada Cara untuk Menebusnya!
Sering Mokel Saat Puasa? Ternyata Ada Cara untuk Menebusnya!
Pernahkah Anda mendengar istilah “mokel” saat bulan puasa? Mokel adalah istilah populer di beberapa daerah yang merujuk pada tindakan membatalkan puasa dengan sengaja sebelum waktunya. Meski terkadang dianggap sepele, mokel sebenarnya merupakan pelanggaran terhadap kewajiban berpuasa yang perlu disadari dan ditebus dengan cara yang sesuai syariat. Namun, apa sebenarnya arti mokel, dan bagaimana cara menebusnya jika sudah terlanjur dilakukan? Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai fenomena mokel, penyebabnya, serta solusi bagi yang sudah melakukannya. Apa Itu Mokel? Pengertian dan Asal Usul Istilah Mokel adalah istilah bahasa gaul yang umumnya digunakan di beberapa daerah di Indonesia, terutama di wilayah Jawa Barat. Dalam bahasa sehari-hari, mokel berarti membatalkan puasa secara sengaja tanpa alasan syar'i. Meskipun tidak ada dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah ini tetap populer dan sering digunakan saat bulan Ramadhan. Beberapa penyebab orang melakukan mokel antara lain: Kurangnya pemahaman agama mengenai pentingnya puasa Godaan lingkungan atau teman Rasa lapar dan haus yang tidak tertahankan Lemahnya kontrol diri dan keteguhan iman Dalil Tentang Tidak Berpuasa dan Cara Qadhanya Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman: "(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain." (QS. Al-Baqarah: 185) Dalil ini menunjukkan bahwa ada kelonggaran bagi orang yang tidak berpuasa karena alasan syar'i seperti sakit atau dalam perjalanan. Namun, bagi yang membatalkan puasa tanpa alasan syar'i, ulama sepakat bahwa wajib menggantinya dengan qadha atau membayar kafarat. Rasulullah SAW juga bersabda: "Barangsiapa yang berbuka (tidak puasa) sehari saja di bulan Ramadan tanpa alasan syar’i atau sakit, maka puasa setahun pun tidak akan dapat menggantikannya." (HR. Abu Dawud) Hadis ini menunjukkan beratnya konsekuensi membatalkan puasa dengan sengaja tanpa alasan yang dibenarkan syariat. Bagaimana Cara Menebus Mokel? Dalam Islam, ada konsekuensi bagi mereka yang dengan sengaja membatalkan puasanya. Tergantung pada alasan dan kondisi yang menyertainya, berikut beberapa cara untuk menebus mokel: Bertaubat dengan Tulus Taubat merupakan langkah awal yang wajib dilakukan. Memohon ampun kepada Allah dengan sungguh-sungguh, menyesali perbuatan, dan bertekad untuk tidak mengulangi lagi. Mengqadha Puasa Jika mokel dilakukan tanpa alasan syar'i (seperti sakit atau perjalanan jauh), maka wajib mengganti (mengqadha) puasa di hari lain setelah Ramadhan. Membayar Kafarat Jika mokel dilakukan secara sengaja dengan membatalkan puasa tanpa alasan yang dibenarkan, maka harus membayar kafarat. Kafarat bisa berupa: Membebaskan budak (jika memungkinkan) Berpuasa dua bulan berturut-turut Memberi makan 60 orang miskin BAZNAS Kota Sukabumi siap membantu Anda dalam menyalurkan kafarat puasa dengan tepat dan sesuai syariat. Melalui BAZNAS, Anda dapat berdonasi untuk membantu masyarakat kurang mampu sekaligus menebus kesalahan akibat mokel. Pentingnya Menjaga Konsistensi Ibadah Puasa Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga diri dari hal-hal yang dapat membatalkan pahala puasa. Mokel bukanlah tindakan yang sepele karena berpotensi mengurangi keberkahan ibadah Ramadhan. Oleh karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk menjaga konsistensi puasa dan menghindari mokel. Kesimpulan Mokel saat puasa memang tindakan yang tidak tepat, tetapi setiap orang memiliki kesempatan untuk bertaubat dan memperbaiki diri. Jika Anda pernah melakukan mokel, segera lakukan taubat, qadha, atau kafarat sesuai dengan ketentuan syariat. Jangan ragu untuk menghubungi BAZNAS Kota Sukabumi jika membutuhkan panduan dalam membayar kafarat atau menyalurkan sedekah. Yuk, salurkan zakat, infaq, dan sedekah Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi! Bersama kita bisa membantu mereka yang membutuhkan dan memperbaiki diri di bulan suci Ramadhan.
ARTIKEL18/03/2025 | Duta Zakat
Jadwal Libur Sekolah Lebaran 2025, Sudah Siap Berbagi dengan Sesama?
Jadwal Libur Sekolah Lebaran 2025, Sudah Siap Berbagi dengan Sesama?
Momen libur Lebaran selalu dinantikan oleh banyak orang, termasuk para siswa yang telah berjuang belajar selama satu semester. Pada tahun 2025, pemerintah telah mengumumkan jadwal libur sekolah Lebaran yang bisa menjadi waktu tepat untuk berkumpul bersama keluarga dan berbagi kebahagiaan dengan sesama. Namun, di balik kegembiraan menyambut Lebaran, ada baiknya kita juga merenungkan pentingnya berbagi dengan mereka yang kurang beruntung. Apakah kita sudah siap untuk berbagi melalui zakat, infaq, dan sedekah? Jadwal Libur Sekolah Lebaran 2025 Berdasarkan keputusan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), libur sekolah Lebaran tahun 2025 dijadwalkan mulai tanggal 25 April hingga 7 Mei 2025. Jadwal ini berlaku untuk sebagian besar sekolah negeri di Indonesia, sementara sekolah swasta dapat menyesuaikan kebijakan masing-masing. Selain itu, pemerintah juga menetapkan cuti bersama pada tanggal 28 April hingga 2 Mei 2025, bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri yang diperkirakan jatuh pada tanggal 29-30 April 2025. Bagi keluarga yang berencana mudik, jadwal ini dapat menjadi panduan untuk merencanakan perjalanan dengan lebih baik. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), setiap tahunnya lebih dari 20 juta orang melakukan mudik Lebaran di Indonesia. Tradisi mudik ini tak hanya memperkuat silaturahmi, tetapi juga memberi dampak ekonomi besar bagi daerah tujuan mudik. Libur Lebaran Waktu untuk Berbagi Selama libur Lebaran, banyak keluarga yang merayakan dengan penuh suka cita. Namun, ada juga saudara-saudara kita yang merasakan kesulitan ekonomi. Di sinilah pentingnya zakat, infaq, dan sedekah untuk membantu mereka yang membutuhkan. Menurut data BAZNAS, jumlah mustahik atau penerima zakat di Indonesia mencapai lebih dari 26 juta jiwa. Dengan menyalurkan zakat melalui lembaga resmi seperti BAZNAS Kota Sukabumi, kita bisa memastikan bahwa bantuan sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Setiap rupiah yang kita sumbangkan melalui zakat dan sedekah dapat meringankan beban mereka dan menjadi ladang pahala bagi kita. Cara Menyalurkan Zakat dan Sedekah saat Lebaran Zakat Fitrah: Dilakukan menjelang Idul Fitri sebagai penyucian diri. Besaran zakat fitrah adalah 2,5 kg bahan makanan pokok atau nilai uang yang setara. Zakat Maal: Dikeluarkan dari harta yang telah mencapai nisab dan haul. Besarnya adalah 2,5% dari total harta. Sedekah: Tidak terbatas jumlahnya dan bisa dilakukan kapan saja. Memberikan sedekah di bulan Ramadan memiliki keutamaan pahala yang besar. Menyalurkan zakat dan sedekah melalui BAZNAS Kota Sukabumi tidak hanya membantu sesama, tetapi juga menjaga transparansi dan akuntabilitas penyaluran dana sesuai dengan ketentuan syariah. Libur Lebaran bukan hanya momen untuk bersenang-senang, tetapi juga waktu yang tepat untuk berbagi kebahagiaan dengan sesama. Dengan menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Sukabumi, kita bisa membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan dan meraih keberkahan di hari yang fitri. Sudah siap berbagi kebaikan di bulan yang penuh berkah ini? Salurkan zakat, infaq, dan sedekah Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi sekarang!
ARTIKEL18/03/2025 | Duta Zakat
Harga Emas Hari Ini Meroket! Apakah Saatnya Investasi atau Bersedekah?
Harga Emas Hari Ini Meroket! Apakah Saatnya Investasi atau Bersedekah?
Harga emas hari ini kembali meroket dan menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Banyak yang bertanya-tanya, apakah ini saat yang tepat untuk berinvestasi atau justru momen terbaik untuk bersedekah dan berbagi kepada sesama? Dalam Islam, emas bukan hanya dipandang sebagai aset investasi, tetapi juga sebagai instrumen yang terkait erat dengan kewajiban zakat. Lalu, mana yang lebih menguntungkan secara materi dan spiritual? Harga Emas Hari Ini dan Tren Pasar Menurut data terbaru dari Asosiasi Pengusaha Emas Indonesia (APEI), harga emas per gram mencapai Rp 1.200.000,-. Lonjakan harga ini dipengaruhi oleh ketidakpastian ekonomi global, inflasi, dan fluktuasi nilai tukar dolar AS. Pada tahun 2025, harga emas tercatat mengalami kenaikan sekitar 15% dibandingkan tahun sebelumnya, yang hanya berkisar di angka Rp 1.040.000,- per gram. Sebagai bentuk investasi, emas dikenal tahan inflasi dan memiliki nilai yang cenderung stabil dalam jangka panjang. Namun, di balik keuntungan investasi, apakah kita sudah memikirkan kewajiban zakat emas yang seharusnya dikeluarkan? Investasi Emas vs Bersedekah Mana yang Lebih Bernilai? Investasi Emas: Menyimpan emas sebagai bentuk investasi memang menguntungkan. Namun, ada kewajiban zakat yang harus dipenuhi jika emas sudah mencapai nisab, yaitu 85 gram dan dimiliki selama satu tahun. Besar zakat emas adalah 2,5% dari total emas yang dimiliki. Bersedekah: Bersedekah tidak hanya menjadi bentuk kepedulian sosial, tetapi juga membawa keberkahan dalam hidup. Dalam Al-Qur'an, sedekah disebutkan sebagai amalan yang tidak akan mengurangi harta, melainkan melipatgandakannya. Zakat Emas dan Manfaatnya bagi Sosial Menurut data BAZNAS, jumlah muzakki (wajib zakat) di Indonesia meningkat sebesar 20% pada tahun 2024, tetapi masih banyak masyarakat yang belum memahami kewajiban zakat emas. Padahal, zakat emas memiliki peran penting dalam mendistribusikan kekayaan dan mengurangi kesenjangan sosial. Investasi emas memang menarik, tetapi jangan lupakan kewajiban zakat emas yang harus ditunaikan. Di sisi lain, bersedekah memberikan nilai spiritual yang lebih tinggi dan membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan. Manfaatkan momen kenaikan harga emas ini untuk berbagi kebaikan melalui BAZNAS Kota Sukabumi. Sudah siap berinvestasi sekaligus berbagi? Salurkan zakat dan sedekah Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi untuk membantu yang membutuhkan!
ARTIKEL18/03/2025 | Duta Zakat
BMKG Gempa Terkini! Waspada Guncangan dan Amalan yang Bisa Dilakukan Saat Bencana
BMKG Gempa Terkini! Waspada Guncangan dan Amalan yang Bisa Dilakukan Saat Bencana
Gempa bumi adalah salah satu bencana alam yang tidak dapat diprediksi secara pasti dan sering terjadi di wilayah Indonesia, yang berada di zona cincin api Pasifik. Baru-baru ini, BMKG melaporkan adanya gempa terkini yang mengguncang wilayah Tapanuli Utara pada tanggal 18 Maret 2025. Guncangan ini mengingatkan kita akan pentingnya kewaspadaan serta kesiapan dalam menghadapi bencana alam yang bisa datang kapan saja. Namun, selain kesiapan fisik, ada baiknya kita juga merenungkan bagaimana sikap spiritual kita dalam menyikapi bencana. Dalam Islam, bencana bukan hanya ujian tetapi juga peringatan agar kita lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Update Gempa Terkini dari BMKG Berdasarkan informasi dari BMKG, gempa bumi terkini mengguncang wilayah Tapanuli Utara dengan kekuatan 5,8 SR pada pukul 14.30 WIB. Pusat gempa berada di kedalaman 10 km dan berpotensi menyebabkan kerusakan ringan hingga sedang di daerah sekitar episentrum. Selain itu, BMKG juga mencatat gempa susulan dengan kekuatan lebih rendah, yang terjadi beberapa menit setelah guncangan utama. Masyarakat diimbau tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari BMKG untuk meminimalkan dampak buruk yang mungkin terjadi. Cara Menghadapi Gempa Bumi Sebelum Gempa: Siapkan tas siaga bencana yang berisi kebutuhan darurat seperti air minum, makanan ringan, senter, P3K, dan dokumen penting. Saat Gempa: Berlindung di bawah meja atau tempat yang kuat, jauhi kaca dan benda-benda berat yang bisa jatuh. Jika berada di luar ruangan, cari area terbuka yang jauh dari bangunan tinggi. Setelah Gempa: Periksa kondisi sekitar, bantu orang-orang yang membutuhkan, dan tetap ikuti arahan dari pihak berwenang. Amalan yang Bisa Dilakukan Saat Bencana Dalam Islam, ada beberapa amalan yang bisa kita lakukan saat terjadi bencana alam, antara lain: Istighfar: Memohon ampun kepada Allah SWT dan merenungkan kekhilafan diri. Sedekah: Berbagi rezeki dengan orang-orang yang terdampak bencana sebagai bentuk empati dan keikhlasan. Doa: Memohon perlindungan dari Allah SWT agar diberikan keselamatan. Salah satu doa yang bisa dibaca adalah: ?????????? ?????? ??????? ???? ???? ??????? ?????????? ??????????? ??????????? ??????????? ?????????? ????????? ???????? "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari lenyapnya nikmat-Mu, berubahnya kesehatan-Mu, datangnya siksaan-Mu secara mendadak, dan semua kemurkaan-Mu." Zakat, Infaq, dan Sedekah Bentuk Empati dan Kepedulian Saat terjadi bencana alam, banyak orang kehilangan harta benda bahkan tempat tinggalnya. Di saat seperti ini, zakat, infaq, dan sedekah menjadi bentuk nyata kepedulian kepada sesama. Menyalurkan zakat dan sedekah melalui lembaga resmi seperti BAZNAS Kota Sukabumi memastikan bantuan Anda sampai pada pihak yang benar-benar membutuhkan. Bencana alam adalah pengingat bagi kita untuk lebih bersyukur dan peduli kepada sesama. Selain mempersiapkan diri secara fisik, mari tingkatkan empati dan keimanan dengan berbagi melalui zakat, infaq, dan sedekah. Salurkan donasi Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Klik di bawah ini untuk berdonasi dengan mudah dan aman melalui BAZNAS Kota Sukabumi!
ARTIKEL18/03/2025 | Duta Zakat
Banyak yang Lupa! Ini Amalan Ramadhan yang Pahalanya Lebih Besar dari Puasa Seharian
Banyak yang Lupa! Ini Amalan Ramadhan yang Pahalanya Lebih Besar dari Puasa Seharian
Bulan Ramadhan adalah momen istimewa yang dinantikan umat Islam di seluruh dunia. Di bulan ini, umat Muslim berlomba-lomba mengerjakan amal kebaikan dengan harapan mendapatkan pahala berlipat ganda. Namun, tahukah Anda bahwa ada amalan-amalan yang pahalanya lebih besar dari puasa seharian penuh? Banyak orang mungkin tidak menyadari bahwa ada amalan yang bisa mendatangkan pahala lebih besar daripada sekadar menahan lapar dan dahaga. Yuk, simak amalan-amalan istimewa yang mungkin sering terlupakan! Amalan Ramadhan dengan Pahala Lebih Besar dari Puasa Seharian 1. Bersedekah dengan Ikhlas Bersedekah adalah salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa sedekah bisa memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api. Bersedekah dengan ikhlas, terutama di bulan Ramadhan, pahalanya jauh lebih besar dari sekadar puasa seharian tanpa maksiat. Rasulullah SAW bersabda: "Sedekah itu memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api." (HR. Tirmidzi) BAZNAS Kota Sukabumi menjadi lembaga resmi yang dapat menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah Anda secara aman dan tepat sasaran. 2. Membaca Al-Qur'an dengan Tadabbur Membaca Al-Qur'an di bulan Ramadhan tentu sudah menjadi rutinitas banyak umat Islam. Namun, membaca dengan tadabbur, yaitu merenungi dan memahami makna ayat-ayat Allah, memiliki nilai pahala yang lebih besar. Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur'an), maka baginya satu kebaikan. Dan satu kebaikan itu dilipatgandakan menjadi sepuluh." (HR. Tirmidzi) Bayangkan jika membaca Al-Qur'an dilakukan dengan penuh penghayatan, maka pahalanya akan jauh lebih besar. 3. Menyegerakan Berbuka dan Mengakhirkan Sahur Mungkin banyak yang tidak menyadari bahwa menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur adalah sunnah yang berpahala besar. Rasulullah SAW bersabda: "Umatku akan tetap dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur." (HR. Ahmad) Amalan sederhana ini bisa dilakukan setiap hari selama Ramadhan, namun pahalanya luar biasa besar. 4. Mendirikan Shalat Malam (Qiyamul Lail) Qiyamul lail, terutama di sepertiga malam terakhir, adalah waktu mustajab untuk memanjatkan doa dan mendekatkan diri kepada Allah. Pahalanya lebih besar daripada sekadar menahan lapar di siang hari. Rasulullah SAW bersabda: "Sebaik-baik shalat setelah shalat wajib adalah shalat malam." (HR. Muslim) Qiyamul lail adalah kesempatan emas untuk memperbanyak istighfar, memohon ampunan, dan mendekatkan diri kepada Allah. 5. Menyantuni Anak Yatim dan Fakir Miskin Di bulan Ramadhan, menyantuni anak yatim dan fakir miskin menjadi salah satu amalan yang memiliki pahala berlipat ganda. Rasulullah SAW bersabda: "Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini," sambil menunjukkan jari telunjuk dan jari tengah serta merenggangkan keduanya. (HR. Bukhari) BAZNAS Kota Sukabumi memfasilitasi Anda untuk menyalurkan sedekah dan zakat kepada anak yatim dan fakir miskin yang membutuhkan. Kesimpulan Bulan Ramadhan adalah waktu terbaik untuk memperbanyak amalan kebaikan. Namun, jangan sampai hanya berfokus pada puasa semata dan melupakan amalan-amalan lain yang memiliki pahala lebih besar. Dengan bersedekah, membaca Al-Qur'an dengan tadabbur, mendirikan qiyamul lail, serta menyantuni anak yatim dan fakir miskin, kita bisa mendapatkan keberkahan luar biasa di bulan suci ini. Yuk, tunaikan zakat, infaq, dan sedekah Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi. Bersama-sama, kita wujudkan keberkahan Ramadhan dengan membantu sesama!
ARTIKEL18/03/2025 | Duta Zakat
Bansos VS Zakat: Mana yang Lebih Efektif Mengentaskan Kemiskinan?
Bansos VS Zakat: Mana yang Lebih Efektif Mengentaskan Kemiskinan?
Ketika berbicara tentang upaya mengentaskan kemiskinan, kita sering mendengar istilah bantuan sosial (bansos) dan zakat. Keduanya memiliki tujuan mulia, yaitu membantu masyarakat yang membutuhkan, namun dengan pendekatan dan mekanisme yang berbeda. Artikel ini akan membahas perbandingan antara bansos dan zakat dalam mengatasi kemiskinan, serta memberikan perspektif mengapa zakat bisa menjadi solusi yang lebih efektif dan berkelanjutan. Perbedaan Bansos dan Zakat Bantuan Sosial (Bansos): Program bantuan dari pemerintah atau lembaga swasta yang ditujukan untuk masyarakat kurang mampu dalam bentuk uang tunai, sembako, atau program khusus lainnya. Sifatnya temporer dan sering kali bergantung pada kebijakan politik. Zakat: Kewajiban agama bagi umat Muslim yang mampu, dengan kadar tertentu dari harta yang dimiliki. Hasil zakat disalurkan kepada mustahik (penerima zakat) yang memenuhi kriteria sesuai syariat Islam, dan memiliki dampak berkelanjutan. Efektivitas dalam Mengentaskan Kemiskinan 1. Target Sasaran Bansos: Cakupannya lebih luas, tetapi seringkali tidak tepat sasaran karena data penerima yang tidak akurat. Zakat: Disalurkan kepada delapan golongan mustahik yang jelas, seperti fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharim, fisabilillah, dan ibnu sabil. Mekanisme penyalurannya lebih terstruktur melalui lembaga resmi seperti BAZNAS. 2. Dampak Jangka Panjang Bansos: Dampaknya biasanya hanya sementara dan tidak mengubah kondisi ekonomi penerima secara signifikan. Zakat: Memberdayakan penerima melalui program ekonomi produktif, sehingga dapat keluar dari lingkaran kemiskinan. Zakat bukan hanya memberi, tetapi juga memberdayakan. 3. Pengelolaan dan Akuntabilitas Bansos: Terkadang kurang transparan, rentan diselewengkan, dan bergantung pada kebijakan pemerintah. Zakat: Dikelola lembaga resmi seperti BAZNAS dengan pengawasan yang ketat dan akuntabel. Setiap penerimaan dan penyaluran tercatat dengan jelas. Menurut data BAZNAS tahun 2024, pengumpulan zakat nasional mencapai Rp 14,5 triliun dengan penyaluran sebesar Rp 13,2 triliun kepada lebih dari 10 juta mustahik. Program pemberdayaan ekonomi dari zakat berhasil menurunkan angka kemiskinan hingga 15% di beberapa wilayah yang menjadi fokus program. Di sisi lain, menurut data Kementerian Sosial, alokasi dana bansos untuk penanggulangan kemiskinan mencapai Rp 200 triliun setiap tahun. Namun, efektivitasnya masih menjadi perdebatan. Berdasarkan hasil survei, hanya sekitar 65% dari total penerima bansos yang benar-benar sesuai target. Selain itu, penurunan kemiskinan akibat bansos diperkirakan hanya sekitar 5%-7%, berbeda dengan dampak zakat yang mencapai 15% di wilayah tertentu. Kesimpulan Meskipun bansos dan zakat memiliki tujuan yang sama dalam membantu masyarakat kurang mampu, zakat lebih efektif dalam memberdayakan penerima dan menciptakan dampak jangka panjang. Dengan menunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Sukabumi, Anda dapat berkontribusi langsung dalam upaya pengentasan kemiskinan yang lebih berkelanjutan. Salurkan zakat Anda sekarang melalui BAZNAS Kota Sukabumi! Bersama kita bangun masyarakat yang lebih sejahtera.
ARTIKEL18/03/2025 | Duta Zakat
Jarang Diketahui! Ini 8 Golongan yang Berhak Menerima Zakat, Apakah Kamu Salah Satunya?
Jarang Diketahui! Ini 8 Golongan yang Berhak Menerima Zakat, Apakah Kamu Salah Satunya?
Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki peran penting dalam membangun kesejahteraan umat. Namun, tidak banyak yang mengetahui secara detail siapa saja yang berhak menerima zakat. Artikel ini akan membahas delapan golongan penerima zakat (mustahik) sesuai dengan ketentuan syariat Islam dan bagaimana zakat dapat membantu meringankan beban mereka. Selain itu, pemahaman tentang mustahik ini juga dapat memperkuat niat kita dalam menunaikan kewajiban zakat dengan penuh keikhlasan. 8 Golongan Penerima Zakat yang Wajib Diketahui Zakat bukan hanya sekadar kewajiban bagi umat Muslim yang mampu, tetapi juga merupakan hak bagi mereka yang membutuhkan. Berikut adalah delapan golongan penerima zakat sesuai dengan Surah At-Taubah ayat 60: "Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, para pengurus zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk memerdekakan budak, orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." (QS. At-Taubah: 60) 1. Fakir Fakir adalah orang yang tidak memiliki penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Mereka sering kali hidup dalam kondisi kekurangan yang sangat mendesak. 2. Miskin Berbeda tipis dengan fakir, miskin adalah mereka yang memiliki penghasilan tetapi tidak cukup untuk mencukupi kebutuhan dasar dengan layak. Mereka mungkin memiliki pekerjaan kecil atau penghasilan tidak tetap. 3. Amil Zakat Amil adalah petugas yang mengelola zakat, mulai dari pengumpulan hingga penyaluran. Mereka berhak mendapatkan bagian dari zakat sebagai imbalan atas kerja keras mereka dalam mengelola zakat. 4. Mualaf Mualaf adalah orang yang baru memeluk Islam atau membutuhkan dukungan untuk menguatkan iman mereka. Zakat dapat membantu mereka agar lebih mantap dalam keyakinan baru. 5. Riqab Riqab adalah budak atau orang yang berada dalam keadaan terbelenggu atau tertawan dan membutuhkan bantuan untuk mendapatkan kemerdekaan atau kebebasan. 6. Gharim Gharim adalah orang yang terlilit utang dan kesulitan untuk melunasinya. Namun, utang tersebut haruslah utang yang halal dan bukan karena kemaksiatan. Zakat dapat menjadi penyelamat bagi mereka yang ingin bangkit dari jeratan utang dengan cara yang halal. 7. Fi Sabilillah Fi Sabilillah berarti orang yang berjuang di jalan Allah, baik dalam bentuk dakwah, pendidikan Islam, atau perjuangan membela agama Islam. Bantuan zakat untuk fi sabilillah dapat berupa dukungan finansial dalam menyebarkan ajaran Islam. 8. Ibnu Sabil Ibnu Sabil adalah musafir yang kehabisan bekal dalam perjalanan jauh dan tidak bisa kembali ke daerah asalnya tanpa bantuan. Meskipun mereka mungkin dalam kondisi berkecukupan di kampung halaman, mereka berhak menerima zakat dalam keadaan terdesak ini. Mengapa Zakat Lebih Efektif melalui BAZNAS Kota Sukabumi? BAZNAS Kota Sukabumi memiliki sistem penyaluran zakat yang akuntabel, transparan, dan tepat sasaran. Dengan menyalurkan zakat melalui BAZNAS, Anda turut membantu memberdayakan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan secara berkelanjutan. Pada tahun 2024, BAZNAS Kota Sukabumi berhasil menyalurkan zakat senilai Rp2 miliar kepada lebih dari 5.000 mustahik. Yuk, salurkan zakat Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi dan bantu saudara-saudara kita yang membutuhkan. Kesimpulan Mengetahui siapa saja yang berhak menerima zakat bukan hanya penting bagi para muzaki (pembayar zakat), tetapi juga masyarakat umum. Dengan memahami hal ini, kita dapat lebih bijak dalam menyalurkan zakat dan memastikan tepat sasaran. Salurkan zakat Anda sekarang dan ikut serta dalam membangun masyarakat yang lebih sejahtera dengan BAZNAS Kota Sukabumi!
ARTIKEL18/03/2025 | Duta Zakat
Banjir di IKN: Bagaimana Zakat Bisa Jadi Solusi untuk Korban Bencana?
Banjir di IKN: Bagaimana Zakat Bisa Jadi Solusi untuk Korban Bencana?
Ibu Kota Nusantara (IKN), proyek ambisius yang diharapkan menjadi pusat pemerintahan Indonesia di Kalimantan Timur, kembali menjadi sorotan setelah dilanda banjir besar. Banjir ini tidak hanya menghambat pembangunan infrastruktur, tetapi juga berdampak langsung pada masyarakat sekitar. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai mitigasi bencana di wilayah tersebut serta bagaimana bantuan dapat segera disalurkan untuk korban terdampak. Salah satu solusi yang dapat membantu dalam situasi ini adalah pemanfaatan zakat, infaq, dan sedekah. Sebagai instrumen keuangan Islam yang berorientasi pada kesejahteraan sosial, zakat memiliki potensi besar dalam meringankan penderitaan korban bencana. Lalu, bagaimana peran zakat dalam menanggulangi dampak banjir di IKN? Artikel ini akan mengulasnya secara mendalam. Pembahasan Utama 1. Mengapa IKN Rentan Terhadap Banjir? Sebelum membahas lebih jauh tentang peran zakat, penting untuk memahami mengapa IKN rentan terhadap banjir. Berdasarkan Kajian Risiko Bencana (KRB) yang dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), beberapa faktor yang membuat IKN rawan banjir antara lain: Curah Hujan Tinggi: Kalimantan Timur memiliki curah hujan yang cukup tinggi, terutama saat musim hujan. Intensitas hujan yang meningkat dapat menyebabkan air sungai meluap dan menggenangi daerah sekitar. Perubahan Tata Guna Lahan: Pembangunan IKN menyebabkan perubahan besar dalam tata guna lahan. Penggundulan hutan dan perubahan lahan hijau menjadi kawasan urban memperburuk daya serap tanah terhadap air hujan. Minimnya Infrastruktur Drainase: Sebagai kawasan yang masih dalam tahap pembangunan, infrastruktur drainase di IKN belum optimal. Akibatnya, air hujan tidak dapat dialirkan dengan baik sehingga menyebabkan banjir. Kondisi ini mengingatkan kita pada pentingnya langkah-langkah mitigasi yang berkelanjutan, termasuk memanfaatkan dana zakat untuk mendukung upaya penanggulangan bencana. 2. Bagaimana Zakat Bisa Membantu Korban Banjir? Zakat merupakan salah satu pilar Islam yang bertujuan untuk membantu golongan yang membutuhkan. Dalam konteks bencana alam seperti banjir di IKN, zakat dapat memainkan peran strategis dalam berbagai aspek, di antaranya: a. Bantuan Darurat untuk Korban Ketika banjir terjadi, banyak masyarakat yang kehilangan tempat tinggal, makanan, dan kebutuhan pokok lainnya. Dana zakat dapat segera disalurkan dalam bentuk: Paket sembako untuk korban terdampak. Penyediaan air bersih dan layanan kesehatan darurat. Tempat pengungsian yang layak bagi keluarga yang kehilangan rumah. b. Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Setelah air surut, tantangan baru muncul: pemulihan infrastruktur dan kehidupan masyarakat. Zakat dapat dimanfaatkan untuk: Merenovasi rumah-rumah warga yang rusak akibat banjir. Membangun kembali fasilitas umum seperti masjid, sekolah, dan jalan. Memberikan bantuan modal usaha bagi warga yang kehilangan mata pencaharian akibat bencana. c. Mitigasi Bencana Berbasis Zakat Selain bantuan langsung, zakat juga dapat digunakan untuk program jangka panjang guna mengurangi risiko banjir di masa mendatang, seperti: Pembuatan dan perbaikan drainase untuk mengurangi potensi genangan air. Penanaman kembali pohon di kawasan hutan untuk meningkatkan daya serap air tanah. Pelatihan kesiapsiagaan bencana bagi masyarakat agar mereka lebih siap menghadapi kemungkinan bencana di masa depan. 3. Peran BAZNAS dalam Penanggulangan Bencana Sebagai lembaga zakat nasional, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memiliki program khusus dalam membantu korban bencana alam. Salah satunya adalah BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), yang telah aktif dalam memberikan bantuan bagi korban banjir, gempa bumi, dan bencana lainnya di berbagai daerah di Indonesia. Di tengah kondisi darurat seperti banjir di IKN, BAZNAS Kota Sukabumi juga dapat berperan dengan menyalurkan dana zakat dari masyarakat untuk membantu korban bencana. Setiap donasi yang diberikan akan digunakan secara transparan dan tepat sasaran, memastikan bahwa bantuan benar-benar diterima oleh mereka yang membutuhkan. Kesimpulan Banjir di IKN bukan hanya menjadi tantangan bagi pemerintah, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Indonesia. Dalam situasi ini, zakat dapat menjadi solusi konkret untuk membantu para korban, baik dalam jangka pendek maupun panjang. Dengan menyalurkan zakat melalui lembaga terpercaya seperti BAZNAS, kita dapat memastikan bahwa bantuan tersalurkan dengan cepat dan efektif. Sebagai umat Islam, kita memiliki tanggung jawab sosial untuk membantu sesama. Mari bersama-sama berkontribusi dalam penanggulangan bencana dengan berdonasi melalui BAZNAS Kota Sukabumi. Setiap rupiah yang kita keluarkan akan menjadi ladang pahala sekaligus memberikan harapan baru bagi mereka yang terdampak. Salurkan zakat, infaq, dan sedekah Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi sekarang juga! Klik tombol zakat, sedekah di bawah ini dan jadilah bagian dari solusi bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan. Dengan artikel ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya zakat dalam membantu korban bencana. Semakin banyak orang yang peduli dan berdonasi, semakin besar pula dampak positif yang bisa kita berikan bagi mereka yang terdampak oleh banjir di IKN.
ARTIKEL17/03/2025 | Duta Zakat
Bansos PKH & Zakat: Solusi Bersama untuk Kurangi Kemiskinan di Indonesia
Bansos PKH & Zakat: Solusi Bersama untuk Kurangi Kemiskinan di Indonesia
Kemiskinan masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan per September 2023 berada di angka 9,36%, atau sekitar 25,9 juta jiwa. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah menjalankan berbagai program bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH). Di sisi lain, zakat yang dikelola oleh lembaga resmi seperti BAZNAS juga berperan dalam membantu masyarakat yang kurang mampu. Lantas, bagaimana efektivitas Bansos PKH dan zakat dalam mengurangi kemiskinan? Mari kita bahas lebih lanjut. Fakta Kemiskinan di Indonesia Kemiskinan di Indonesia dapat dikategorikan menjadi beberapa jenis: Kemiskinan Absolut: Kondisi di mana seseorang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, sandang, dan papan. Kemiskinan Relatif: Terjadi ketika standar hidup seseorang jauh di bawah rata-rata masyarakat sekitarnya. Kemiskinan Struktural: Terjadi karena keterbatasan akses terhadap sumber daya ekonomi dan pendidikan. Kemiskinan Kultural: Pola pikir dan kebiasaan yang membuat seseorang sulit keluar dari kemiskinan. Berdasarkan laporan Bank Dunia, sekitar 25% masyarakat Indonesia masih rentan jatuh ke dalam kemiskinan akibat krisis ekonomi dan inflasi. Oleh karena itu, program bantuan sosial dan zakat sangat diperlukan untuk mengatasi masalah ini. Seberapa Efektif Bansos PKH dalam Mengurangi Kemiskinan? Bansos PKH adalah salah satu program unggulan pemerintah dalam membantu masyarakat miskin. Program ini menyasar sekitar 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dengan bantuan tunai yang diberikan secara bertahap. Berdasarkan data Kementerian Sosial: PKH berhasil menurunkan angka kemiskinan sebesar 1,5% pada tahun 2022. Setidaknya 30% penerima PKH mengalami peningkatan taraf hidup dalam 3 tahun terakhir. Bantuan ini berfokus pada ibu hamil, anak sekolah, penyandang disabilitas, dan lanjut usia. Meskipun PKH membantu mengurangi kemiskinan, program ini masih memiliki keterbatasan. Beberapa keluarga penerima manfaat masih mengalami kesulitan dalam meningkatkan pendapatan secara mandiri setelah bantuan berakhir. Zakat Solusi Berkelanjutan untuk Mengatasi Kemiskinan Selain bansos dari pemerintah, zakat juga memiliki peran strategis dalam membantu masyarakat kurang mampu. Data dari BAZNAS menunjukkan bahwa: Potensi zakat nasional mencapai 327 triliun rupiah per tahun, tetapi realisasi penghimpunannya masih di angka 10-15% dari potensi. Zakat telah membantu lebih dari 7 juta penerima manfaat setiap tahunnya di berbagai bidang, termasuk ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Program zakat produktif yang dikelola BAZNAS mampu meningkatkan pendapatan mustahik (penerima zakat) hingga 120% dalam satu tahun. Zakat memiliki keunggulan karena dapat digunakan sebagai modal usaha, bantuan pendidikan, serta dukungan kesehatan yang berkelanjutan. Dengan pengelolaan yang baik, zakat bisa menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi kemiskinan. Sinergi Bansos PKH & Zakat untuk Indonesia yang Lebih Sejahtera Bansos PKH dan zakat bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan bisa berjalan beriringan untuk menciptakan dampak yang lebih besar. Jika masyarakat yang menerima PKH juga mendapatkan dukungan zakat, mereka dapat memiliki peluang lebih besar untuk keluar dari kemiskinan secara mandiri. Sebagai umat Islam, kita memiliki kewajiban untuk membantu sesama melalui zakat, infak, dan sedekah. Dengan menyalurkan zakat ke lembaga resmi seperti BAZNAS Kota Sukabumi, kita turut berkontribusi dalam mengurangi kemiskinan dan menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat yang membutuhkan. Kesimpulan Kemiskinan di Indonesia masih menjadi tantangan besar, tetapi dapat diatasi dengan sinergi antara program pemerintah seperti PKH dan peran zakat yang dikelola lembaga resmi. Data menunjukkan bahwa bansos mampu mengurangi angka kemiskinan dalam jangka pendek, sementara zakat memberikan solusi jangka panjang yang lebih berkelanjutan. Mari bersama-sama mendukung pengentasan kemiskinan dengan menyalurkan zakat dan sedekah melalui BAZNAS Kota Sukabumi. Yuk, salurkan zakatmu sekarang!
ARTIKEL17/03/2025 | Duta Zakat
Negara dengan Puasa Tercepat di Dunia! Berapa Jam Mereka Berpuasa?
Negara dengan Puasa Tercepat di Dunia! Berapa Jam Mereka Berpuasa?
Bulan Ramadan adalah waktu yang istimewa bagi umat Muslim di seluruh dunia. Salah satu tantangan utama dalam menjalankan ibadah puasa adalah perbedaan durasi puasa di berbagai negara. Hal ini bergantung pada letak geografis dan musim yang sedang berlangsung. Ada negara yang harus menjalani puasa lebih dari 20 jam, sementara ada juga yang hanya berpuasa sekitar 11 jam. Lalu, negara mana saja yang memiliki durasi puasa tercepat di dunia? Simak selengkapnya di artikel ini! Negara dengan Durasi Puasa Tercepat di Dunia Beberapa negara di belahan bumi selatan mengalami siang yang lebih pendek dibandingkan negara-negara di belahan bumi utara, terutama saat Ramadan bertepatan dengan musim gugur atau musim dingin. Berikut adalah beberapa negara dengan durasi puasa tercepat: 1. Christchurch, Selandia Baru Selandia Baru menjadi salah satu negara dengan waktu puasa paling singkat. Di kota Christchurch, umat Muslim hanya menjalankan puasa selama 11 jam 20 menit. Durasi puasa ini lebih pendek dibandingkan negara-negara di kawasan Eropa dan Timur Tengah. 2. Puerto Montt, Chili Di Amerika Selatan, kota Puerto Montt di Chili memiliki waktu puasa yang cukup singkat, yakni sekitar 12 jam. Letaknya yang berada di belahan bumi selatan membuat siang hari lebih pendek selama Ramadan. 3. Buenos Aires, Argentina Ibu kota Argentina ini juga menjadi salah satu tempat dengan durasi puasa yang relatif pendek, yakni 12 jam. Faktor musim dingin di belahan bumi selatan turut berkontribusi pada durasi puasa yang lebih singkat. 4. Melbourne, Australia Umat Muslim di Melbourne menjalankan puasa selama 11 jam 29 menit. Perbedaan waktu siang dan malam yang seimbang membuat durasi puasa di Australia lebih ringan dibandingkan negara-negara di Eropa dan Timur Tengah. 5. Cape Town, Afrika Selatan Di Afrika Selatan, umat Muslim di Cape Town menjalani puasa selama 11-12 jam. Ini menjadikan Cape Town sebagai salah satu kota dengan durasi puasa paling singkat di dunia. Mengapa Durasi Puasa Berbeda di Setiap Negara? Perbedaan durasi puasa ini disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya: Letak Geografis: Negara yang berada di sekitar garis khatulistiwa cenderung memiliki durasi siang dan malam yang relatif seimbang sepanjang tahun, sehingga waktu puasa berkisar antara 12-13 jam. Namun, semakin jauh dari khatulistiwa, variasi panjang siang dan malam semakin besar, tergantung pada musim. Musim: Negara-negara di belahan bumi utara mengalami siang yang lebih panjang saat musim panas, sehingga durasi puasanya lebih lama. Sebaliknya, di belahan bumi selatan yang sedang mengalami musim dingin, siang hari lebih pendek sehingga durasi puasanya lebih singkat. Kemiringan Rotasi Bumi: Rotasi bumi yang miring menyebabkan panjang siang dan malam berbeda di setiap negara dan berubah sepanjang tahun. Ini mempengaruhi lama waktu puasa selama Ramadan. Bagaimana dengan Indonesia? Indonesia, yang berada di sekitar garis khatulistiwa, memiliki durasi puasa yang relatif stabil setiap tahunnya, yaitu sekitar 12-14 jam tergantung lokasinya. Kota-kota seperti Jakarta dan Surabaya memiliki durasi puasa sekitar 13 jam, sementara di wilayah timur Indonesia seperti Papua, puasa bisa lebih pendek. Momen Ramadan: Waktu yang Tepat untuk Berbagi Selain menjalankan ibadah puasa, Ramadan juga menjadi momen terbaik untuk meningkatkan amal ibadah, termasuk zakat, infaq, dan sedekah. Bagi umat Islam, berpuasa tidak hanya sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menguatkan rasa empati terhadap mereka yang kurang beruntung. Di tengah keberkahan Ramadan, kita bisa berbagi dengan sesama melalui BAZNAS Kota Sukabumi, lembaga resmi yang menyalurkan zakat dan sedekah kepada mereka yang membutuhkan. Ayo Berbagi Melalui BAZNAS Kota Sukabumi Mengapa Berdonasi Melalui BAZNAS Kota Sukabumi? ? Aman dan Terpercaya: BAZNAS adalah lembaga resmi dengan pengelolaan yang transparan dan akuntabel. ? Tepat Sasaran: Donasi Anda akan disalurkan kepada yang benar-benar membutuhkan di wilayah Sukabumi. ? Mudah dan Praktis: Berbagai metode donasi tersedia, sehingga Anda bisa berbagi kapan saja dan di mana saja. Cara Berdonasi Bulan Ramadan di seluruh dunia memiliki tantangan yang berbeda, termasuk durasi puasa yang beragam. Negara-negara di belahan bumi selatan cenderung memiliki durasi puasa yang lebih singkat, seperti Selandia Baru, Argentina, dan Australia. Sementara itu, negara-negara di belahan bumi utara mengalami puasa yang lebih panjang, terutama saat Ramadan jatuh di musim panas. Terlepas dari berapa lama kita berpuasa, Ramadan adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan ibadah dan berbagi rezeki dengan sesama. Yuk, manfaatkan bulan suci ini untuk menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Sukabumi agar keberkahan Ramadan semakin terasa! Jangan tunda kebaikan, segera salurkan zakat dan sedekah Anda hari ini!
ARTIKEL17/03/2025 | Duta Zakat
Nuzulul Quran Adalah Malam Turunnya Petunjuk! Ini Keistimewaan yang Harus Kamu Ketahui
Nuzulul Quran Adalah Malam Turunnya Petunjuk! Ini Keistimewaan yang Harus Kamu Ketahui
Nuzulul Quran adalah salah satu malam paling istimewa dalam Islam. Peristiwa ini menandai turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril. Banyak umat Muslim merayakan malam ini dengan ibadah, doa, dan refleksi atas makna Al-Quran dalam kehidupan. Namun, tahukah kamu bahwa Nuzulul Quran memiliki berbagai keistimewaan yang luar biasa? Simak ulasan berikut untuk memahami lebih dalam tentang malam penuh berkah ini! Makna Nuzulul Quran Secara harfiah, Nuzulul Quran adalah peristiwa turunnya Al-Quran dari Lauhul Mahfuz ke Baitul Izzah di langit dunia, sebelum kemudian diwahyukan secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW. Dalam Al-Quran, Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam yang penuh keberkahan." (QS. Ad-Dukhan: 3) Menurut para ulama, Nuzulul Quran terjadi pada malam 17 Ramadhan, meskipun ada perbedaan pendapat terkait tanggal pastinya. Yang jelas, malam ini memiliki keutamaan besar bagi umat Islam. Keistimewaan Nuzulul Quran 1. Malam Diturunkannya Kitab Suci Umat Islam Nuzulul Quran menandai awal mula penyampaian risalah Islam. Al-Quran menjadi pedoman hidup yang mengatur setiap aspek kehidupan manusia, dari ibadah hingga muamalah. 2. Penuh Keberkahan dan Ampunan Seperti disebutkan dalam QS. Ad-Dukhan: 3, malam ini penuh dengan berkah. Umat Islam dianjurkan memperbanyak doa, istighfar, dan ibadah agar mendapatkan keberkahan dan ampunan dari Allah SWT. 3. Lebih Baik dari 1.000 Bulan Walaupun Nuzulul Quran berbeda dengan Lailatul Qadar, tetapi keduanya memiliki hubungan erat. Lailatul Qadar disebut dalam Al-Quran sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Ini menunjukkan betapa pentingnya bulan Ramadhan sebagai waktu turunnya Al-Quran. 4. Momentum Memperdalam Pemahaman Al-Quran Nuzulul Quran adalah waktu yang tepat untuk memperbanyak tilawah, tadabbur, dan memahami makna Al-Quran. Dengan memahami isinya, kita bisa mengamalkan ajaran Islam dengan lebih baik. 5. Waktu yang Tepat untuk Bersedekah dan Berzakat Dalam Al-Quran, perintah untuk menunaikan zakat dan sedekah banyak disebutkan. Oleh karena itu, malam Nuzulul Quran bisa menjadi momentum yang baik untuk meningkatkan kepedulian sosial melalui zakat dan sedekah. Bagaimana Cara Memanfaatkan Malam Nuzulul Quran? Untuk mendapatkan berkah dari malam ini, umat Islam dianjurkan melakukan beberapa amalan seperti: Membaca dan mengkaji Al-Quran Memperbanyak doa dan istighfar Menunaikan zakat dan sedekah Melaksanakan shalat malam dan ibadah lainnya Merenungi makna Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari Kesimpulan Nuzulul Quran adalah peristiwa penting dalam sejarah Islam yang membawa petunjuk bagi seluruh umat manusia. Malam ini penuh dengan keberkahan dan menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan ibadah, memperdalam pemahaman Al-Quran, serta menunaikan zakat dan sedekah. Sebagai umat Islam, kita bisa memanfaatkan malam ini dengan beramal dan berbagi kepada sesama. Salah satu cara terbaik untuk berkontribusi adalah dengan menyalurkan zakat dan sedekah melalui BAZNAS Kota Sukabumi. Dengan berdonasi, kita tidak hanya membantu saudara-saudara yang membutuhkan, tetapi juga mengamalkan ajaran Al-Quran tentang kepedulian sosial. Ayo, manfaatkan malam penuh berkah ini dengan berbagi! Salurkan zakat dan sedekahmu sekarang melalui BAZNAS Kota Sukabumi.
ARTIKEL17/03/2025 | Duta Zakat
THR Habis untuk Lebaran? Jangan Lupa Sisihkan untuk Zakat, Ini Keutamaannya!
THR Habis untuk Lebaran? Jangan Lupa Sisihkan untuk Zakat, Ini Keutamaannya!
Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Tunjangan Hari Raya (THR) menjadi hal yang dinanti-nanti oleh banyak orang, baik pegawai negeri, karyawan swasta, maupun pekerja informal yang menerima bonus musiman. THR umumnya digunakan untuk berbagai keperluan, seperti membeli pakaian baru, mempersiapkan hidangan khas Lebaran, hingga memberikan angpao kepada sanak saudara. Namun, sering kali euforia perayaan membuat kita lupa akan kewajiban penting, yaitu membayar zakat. Zakat bukan hanya kewajiban bagi umat Islam, tetapi juga memiliki dampak sosial yang besar dalam membantu sesama. Dengan menyisihkan sebagian dari THR untuk zakat, kita tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga menumbuhkan rasa kepedulian dan keberkahan dalam kehidupan. Artikel ini akan membahas pentingnya menyisihkan THR untuk zakat, keutamaannya, serta cara mengelola THR secara bijak agar tidak habis begitu saja. Pentingnya Menyisihkan THR untuk Zakat 1. Zakat sebagai Kewajiban dan Wujud Rasa Syukur Zakat merupakan salah satu dari lima rukun Islam yang wajib ditunaikan oleh setiap muslim yang mampu. Selain sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, zakat juga merupakan cara kita mensyukuri nikmat rezeki yang telah diberikan. Dengan berzakat, kita mengakui bahwa sebagian dari harta kita merupakan hak orang lain yang membutuhkan. 2. Zakat Sebagai Sarana Membersihkan Harta dan Jiwa Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman: "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka..." (QS. At-Taubah: 103) Zakat membantu kita membersihkan harta dari sifat tamak dan ketidakberkahan. Harta yang dizakatkan tidak akan berkurang, melainkan akan bertambah dengan cara yang tidak terduga. Selain itu, zakat juga membersihkan jiwa kita dari sifat kikir dan kecintaan berlebihan terhadap dunia. 3. Membantu Sesama dan Membangun Solidaritas Umat Zakat bukan hanya memberikan manfaat bagi diri sendiri, tetapi juga membantu meringankan beban orang-orang yang kurang mampu. Umat Islam diajarkan untuk saling membantu, terutama kepada mereka yang membutuhkan, seperti fakir miskin, yatim piatu, dan kaum dhuafa. Sebagai contoh, dana zakat yang dikelola oleh BAZNAS Kota Sukabumi digunakan untuk berbagai program kemanusiaan, seperti bantuan pangan bagi keluarga miskin, beasiswa pendidikan, bantuan modal usaha, hingga bantuan kesehatan bagi masyarakat yang kurang mampu. Keutamaan Membayar Zakat dari THR Banyak orang menghabiskan THR dalam sekejap untuk keperluan konsumtif, tanpa menyadari bahwa ada cara yang lebih berkah dalam mengelola harta. Berikut adalah beberapa keutamaan membayar zakat dari THR: Menambah Keberkahan Rezeki Rasulullah SAW bersabda: "Harta tidak akan berkurang karena sedekah. Dan tidaklah seseorang memberi maaf, kecuali Allah akan menambahkan kemuliaan baginya." (HR. Muslim) Zakat adalah salah satu bentuk sedekah yang dijanjikan akan menambah keberkahan dan kelimpahan rezeki. Menghindari Sikap Boros Dengan menyisihkan THR untuk zakat sebelum menggunakannya untuk keperluan lainnya, kita bisa lebih bijak dalam mengelola pengeluaran dan menghindari pemborosan. Membantu Orang yang Membutuhkan Zakat yang kita keluarkan dapat membantu mereka yang benar-benar membutuhkan, terutama menjelang Lebaran, di mana kebutuhan masyarakat cenderung meningkat. Mendapatkan Pahala Berlipat di Bulan Ramadhan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah. Menunaikan zakat di bulan ini akan memberikan pahala yang berlipat ganda. Cara Bijak Mengelola THR Agar Tidak Cepat Habis Agar THR yang kita terima tidak habis begitu saja, berikut beberapa tips yang dapat diterapkan: Prioritaskan Kewajiban Sebelum menggunakan THR untuk keperluan lain, pastikan untuk menyisihkan sebagian untuk zakat dan sedekah. Ini adalah langkah pertama agar harta kita lebih berkah. Buat Daftar Pengeluaran Rencanakan dengan baik bagaimana THR akan digunakan. Buat daftar prioritas pengeluaran, seperti kebutuhan pokok, zakat, sedekah, dan dana darurat. Hindari Belanja Impulsif Diskon dan promo besar sering kali menggoda kita untuk membeli barang yang tidak terlalu dibutuhkan. Kendalikan diri agar tidak tergoda dengan godaan belanja berlebihan. Alokasikan untuk Tabungan dan Investasi Sebagian dari THR bisa disimpan untuk tabungan atau investasi, baik dalam bentuk emas, reksa dana, atau deposito. Cara Mudah Menyalurkan Zakat Melalui BAZNAS Kota Sukabumi BAZNAS Kota Sukabumi merupakan lembaga resmi yang bertanggung jawab dalam mengelola dan menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah kepada yang berhak. Jika Anda ingin menyalurkan zakat dari THR Anda, berikut beberapa cara mudah yang bisa dilakukan: Transfer Bank Anda bisa menyalurkan zakat melalui rekening resmi BAZNAS Kota Sukabumi yang tersedia di berbagai bank. Donasi OnlineLangsung klik fitur di bawah ini. Datang Langsung ke Kantor BAZNAS Kota Sukabumi Jika Anda ingin berdonasi secara langsung, datanglah ke kantor BAZNAS Kota Sukabumi dan serahkan zakat Anda kepada petugas. Kesimpulan Menjelang Idul Fitri, THR sering kali digunakan untuk berbagai kebutuhan konsumtif. Namun, di balik kebahagiaan menyambut Lebaran, jangan sampai kita lupa menyisihkan sebagian rezeki untuk zakat. Menunaikan zakat dari THR bukan hanya kewajiban, tetapi juga membawa banyak manfaat dan keberkahan bagi diri sendiri dan sesama. Dengan mengelola THR secara bijak dan menyalurkan zakat melalui BAZNAS Kota Sukabumi, kita bisa membantu lebih banyak orang yang membutuhkan dan mendapatkan pahala yang berlimpah. Mari tunaikan zakat sekarang juga dan raih keberkahan dalam setiap rezeki yang kita terima! Tunaikan zakat Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi dan wujudkan kebahagiaan bagi sesama di Hari Raya Idul Fitri ini!
ARTIKEL17/03/2025 | Duta Zakat
Geger! Kota Ini Paling Banyak Bayar Zakat, Bagaimana dengan Sukabumi?
Geger! Kota Ini Paling Banyak Bayar Zakat, Bagaimana dengan Sukabumi?
Zakat merupakan salah satu pilar Islam yang memiliki dampak besar bagi kesejahteraan masyarakat. Setiap tahunnya, umat Muslim di berbagai daerah membayar zakat dalam jumlah yang signifikan. Namun, tahukah Anda kota mana yang paling banyak membayar zakat di Indonesia? Bagaimana dengan Sukabumi? Artikel ini akan mengungkap daerah dengan kontribusi zakat terbesar serta bagaimana Sukabumi dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat melalui BAZNAS. Kota dengan Pembayaran Zakat Tertinggi Berdasarkan data yang tersedia, informasi spesifik mengenai kota atau daerah dengan pembayaran zakat tertinggi di Indonesia belum dipublikasikan secara resmi. Namun, beberapa kota dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita tinggi dapat memberikan indikasi potensi pembayaran zakat yang signifikan. Berikut adalah beberapa kota dengan PDRB per kapita tertinggi: Kediri, Jawa Timur: PDRB per kapita sebesar Rp457,98 juta. (kumparan.com) Bontang, Kalimantan Timur: PDRB per kapita sekitar Rp312,14 juta. (kumparan.com) Jakarta: PDRB per kapita sekitar Rp260,44 juta. (kumparan.com) Cilegon, Banten: PDRB per kapita sekitar Rp233,02 juta. (kumparan.com) Surabaya, Jawa Timur: PDRB per kapita sekitar Rp190,89 juta. (kumparan.com) Dengan tingginya pendapatan per kapita di kota-kota tersebut, dapat diasumsikan bahwa potensi pembayaran zakat mereka juga lebih besar dibandingkan daerah lain. Bagaimana dengan Sukabumi? Meskipun data spesifik mengenai pembayaran zakat di Sukabumi tidak tersedia, masyarakat Sukabumi dapat meningkatkan kontribusi zakat, infaq, dan sedekah melalui beberapa langkah: Edukasi dan Sosialisasi: Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kewajiban dan manfaat zakat. Transparansi Lembaga Amil Zakat: Menjaga kepercayaan masyarakat melalui laporan keuangan yang transparan. Kemudahan Akses: Menyediakan berbagai kanal pembayaran zakat yang mudah dijangkau. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan kesadaran dan partisipasi masyarakat Sukabumi dalam menunaikan zakat akan meningkat, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan sosial dan ekonomi di daerah tersebut. Keutamaan Membayar Zakat Membayar zakat tidak hanya sebagai bentuk kewajiban agama, tetapi juga memberikan manfaat sosial yang besar, seperti: Membantu kaum dhuafa dan mereka yang membutuhkan. Menyucikan harta dan jiwa dari sifat kikir. Membantu pemerataan ekonomi dalam masyarakat. Menjadi investasi akhirat dengan pahala yang berlipat ganda. Ayo Bayar Zakat di BAZNAS Kota Sukabumi! Sebagai lembaga amil zakat resmi, BAZNAS Kota Sukabumi hadir untuk memfasilitasi masyarakat dalam menunaikan zakat, infaq, dan sedekah secara amanah dan transparan. Zakat yang Anda tunaikan akan disalurkan kepada mereka yang berhak menerima, seperti fakir miskin, yatim piatu, dan korban bencana. Kesimpulan Kota dengan pembayaran zakat terbesar kemungkinan berasal dari daerah dengan PDRB per kapita tinggi seperti Kediri, Bontang, dan Jakarta. Namun, hal ini tidak berarti bahwa kota-kota lain tidak dapat meningkatkan kontribusi zakat mereka. Sukabumi memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam berzakat. Jangan biarkan kesempatan berzakat terlewat! Mari kita bersama-sama menunaikan zakat dan berbagi keberkahan melalui BAZNAS Kota Sukabumi. Bersama zakat, kita bantu sesama dan raih keberkahan hidup!
ARTIKEL17/03/2025 | Duta Zakat
Gerhana Bulan Total 2025: Kapan Terjadi & Amalan Spesial yang Tidak Boleh Dilewatkan!
Gerhana Bulan Total 2025: Kapan Terjadi & Amalan Spesial yang Tidak Boleh Dilewatkan!
Gerhana bulan total adalah fenomena langit yang selalu menarik perhatian banyak orang. Selain menjadi peristiwa astronomi yang menakjubkan, dalam Islam gerhana bulan juga memiliki makna spiritual yang dalam. Rasulullah ? mengajarkan umatnya untuk melaksanakan berbagai amalan saat terjadi gerhana, seperti shalat gerhana (shalat khusuf), berdoa, berzikir, dan bersedekah. Lalu, kapan gerhana bulan total 2025 terjadi dan bagaimana cara umat Islam menyikapinya? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini! Kapan Gerhana Bulan Total 2025 Terjadi? Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gerhana bulan total diprediksi akan terjadi pada 14 Maret 2025. Gerhana ini akan dapat disaksikan di beberapa wilayah Indonesia, tergantung pada kondisi cuaca dan lokasi pengamatan. Berikut adalah beberapa informasi penting terkait gerhana bulan total 2025: Tanggal: 14 Maret 2025 Durasi Gerhana: Sekitar 5 jam 18 menit Fase Puncak Gerhana: Sekitar pukul 18:00 WIB Wilayah yang Dapat Menyaksikan: Sebagian besar wilayah Indonesia, tergantung kondisi cuaca Amalan Spesial Saat Gerhana Bulan Dalam Islam, gerhana bulan bukan sekadar fenomena astronomi, melainkan juga tanda kebesaran Allah yang mengingatkan manusia untuk semakin mendekat kepada-Nya. Rasulullah ? menganjurkan beberapa amalan yang bisa dilakukan saat gerhana bulan terjadi: 1. Shalat Gerhana (Shalat Khusuf) Salah satu ibadah utama yang dianjurkan saat gerhana bulan adalah shalat khusuf. Rasulullah ? bersabda: "Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda (kebesaran) Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian atau kehidupan seseorang. Maka apabila kalian melihatnya, berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakan shalat, dan bersedekahlah." (HR. Bukhari No. 1044, Muslim No. 901) Shalat gerhana dilakukan sebanyak dua rakaat dengan dua kali rukuk dalam setiap rakaatnya. Shalat ini bisa dikerjakan secara berjamaah di masjid atau secara sendiri. 2. Memperbanyak Doa dan Istighfar Rasulullah ? juga mengajarkan agar umat Islam memperbanyak doa dan istighfar saat terjadi gerhana. Dalam sebuah hadits dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, disebutkan: “Ketika terjadi gerhana matahari pada masa Rasulullah ?, beliau berdiri lalu mengerjakan shalat. Beliau memperpanjang berdiri, rukuk, dan sujudnya, kemudian beliau bersabda: ‘Sesungguhnya gerhana ini adalah tanda-tanda kebesaran Allah. Maka jika kalian melihatnya, maka berzikirlah kepada Allah, berdoalah, dan mintalah ampunan kepada-Nya.’” (HR. Bukhari No. 1059, Muslim No. 901) 3. Memperbanyak Zikir dan Takbir Zikir dan takbir merupakan cara untuk mengagungkan kebesaran Allah. Rasulullah ? bersabda: "Sesungguhnya matahari dan bulan tidak mengalami gerhana karena kematian atau kehidupan seseorang. Jika kalian melihatnya, maka bersegeralah untuk shalat." (HR. Bukhari No. 1040, Muslim No. 901) Selain itu, umat Islam dianjurkan untuk membaca doa khusus saat terjadi gerhana: "Ya Allah, janganlah Engkau timpakan azab-Mu kepada kami, tetapi jadikanlah peristiwa ini sebagai pengingat agar kami semakin mendekat kepada-Mu." 4. Bersedekah Bersedekah merupakan amalan yang sangat dianjurkan saat terjadi gerhana. Rasulullah ? bersabda: "Jika kalian melihat gerhana, maka ingatlah Allah, perbanyak doa, istighfar, takbir, shalat, dan bersedekah." (HR. Bukhari No. 1044, Muslim No. 901) Bersedekah tidak hanya mendatangkan pahala, tetapi juga bisa menjadi bentuk kepedulian terhadap sesama. Salah satu cara terbaik untuk bersedekah adalah dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga terpercaya seperti BAZNAS Kota Sukabumi. Kesimpulan Gerhana bulan total 2025 yang akan terjadi pada 14 Maret 2025 bukan hanya peristiwa langit biasa, tetapi juga momen penting bagi umat Islam untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah. Rasulullah ? mengajarkan kita untuk melakukan shalat gerhana, memperbanyak doa dan istighfar, berzikir, serta bersedekah sebagai bentuk ibadah saat fenomena ini terjadi. Sebagai bentuk kepedulian dan rasa syukur, mari kita manfaatkan momen gerhana bulan ini untuk berbagi kepada sesama dengan berdonasi melalui BAZNAS Kota Sukabumi. Dengan bersedekah, kita tidak hanya mendapatkan keberkahan, tetapi juga membantu mereka yang membutuhkan. Yuk, tunaikan zakat dan sedekah Anda sekarang! Semoga kita semua mendapatkan keberkahan dan pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT. Aamiin. ????
ARTIKEL13/03/2025 | Duta Zakat
PP Nomor 11 Tahun 2025: Apa Saja Perubahan Terbaru yang Perlu Anda Ketahui?
PP Nomor 11 Tahun 2025: Apa Saja Perubahan Terbaru yang Perlu Anda Ketahui?
Pada tanggal 11 Maret 2025, Presiden Republik Indonesia resmi mengesahkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2025. Aturan ini mengatur tentang pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) dan Gaji ke-13 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk TNI, Polri, dan pensiunan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pencairan THR dan Gaji ke-13 menjadi perhatian banyak pihak, terutama karena kebijakan ini berdampak pada daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, apakah ada perubahan signifikan dalam PP No. 11 Tahun 2025 dibandingkan dengan regulasi tahun sebelumnya? Kapan jadwal pencairannya? Dan bagaimana cara mengelola dana THR agar lebih bermanfaat, termasuk dengan berbagi melalui zakat, infaq, dan sedekah? Artikel ini akan membahas secara lengkap isi dan dampak dari PP No. 11 Tahun 2025 serta mengajak Anda untuk memanfaatkan THR dengan bijak, termasuk dengan berdonasi melalui BAZNAS Kota Sukabumi. Isi PP Nomor 11 Tahun 2025 1. Penerima THR dan Gaji ke-13 Berdasarkan PP Nomor 11 Tahun 2025, kelompok penerima THR dan Gaji ke-13 meliputi: ASN pusat dan daerah Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Prajurit TNI dan anggota Polri Hakim dan pejabat negara Pensiunan dan penerima pensiun Menurut data Kementerian Keuangan, total penerima mencapai sekitar 9,4 juta orang yang terdiri dari ASN aktif dan pensiunan di seluruh Indonesia. 2. Komponen THR dan Gaji ke-13 Besaran THR dan Gaji ke-13 pada tahun 2025 terdiri dari komponen berikut: a. Untuk ASN Pusat, TNI, Polri, dan Hakim: Gaji pokok Tunjangan melekat (tunjangan keluarga, tunjangan pangan, tunjangan jabatan/umum) Tunjangan kinerja sebesar 50% dari yang biasa diterima setiap bulan b. Untuk ASN Daerah: Gaji pokok Tunjangan melekat Tambahan penghasilan sesuai dengan kemampuan fiskal daerah Khusus bagi pensiunan, THR dan Gaji ke-13 hanya mencakup pensiun pokok dan tunjangan melekat sesuai dengan peraturan yang berlaku. 3. Jadwal Pencairan THR dan Gaji ke-13 THR dijadwalkan cair antara 20–21 Maret 2025, sebelum Hari Raya Idulfitri. Gaji ke-13 akan diberikan menjelang tahun ajaran baru, sekitar Juni 2025. Menteri Keuangan menegaskan bahwa THR dan Gaji ke-13 akan diberikan penuh, tidak ada pemotongan atau penundaan seperti yang pernah terjadi pada beberapa tahun sebelumnya. Perubahan Penting dalam PP Nomor 11 Tahun 2025 Terdapat beberapa perubahan signifikan dalam kebijakan THR dan Gaji ke-13 dibandingkan dengan regulasi sebelumnya, di antaranya: 1. Peningkatan Tunjangan Kinerja Pada tahun ini, tunjangan kinerja (tukin) sebesar 50% dari yang biasanya diterima setiap bulan akan dimasukkan dalam komponen THR. Ini menjadi kabar baik bagi ASN di kementerian/lembaga dengan tunjangan kinerja yang besar. 2. Fleksibilitas bagi Pemda dalam Penyesuaian Tambahan Penghasilan Pemerintah daerah diberikan keleluasaan dalam menyesuaikan tambahan penghasilan ASN sesuai dengan kemampuan fiskal masing-masing daerah. Hal ini bertujuan untuk mengakomodasi kondisi keuangan daerah yang beragam. 3. Kepastian Jadwal Pencairan Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang sering mengalami ketidakpastian, PP Nomor 11 Tahun 2025 sudah menetapkan tanggal pencairan THR dan Gaji ke-13 dengan lebih jelas, sehingga ASN dapat lebih mudah merencanakan keuangan mereka. Pemanfaatan THR dengan Bijak: Jangan Lupa Berbagi! Menerima THR adalah momen yang dinantikan banyak orang, tetapi ada baiknya dana ini digunakan dengan bijak. Selain untuk memenuhi kebutuhan Lebaran, THR juga bisa digunakan untuk berbagi kepada sesama melalui zakat, infaq, dan sedekah. Sebagai umat Muslim, kita dianjurkan untuk mengeluarkan zakat maal dan memperbanyak infaq serta sedekah, terutama di bulan Ramadan. BAZNAS Kota Sukabumi adalah lembaga resmi yang dapat menyalurkan zakat dan sedekah Anda kepada mereka yang membutuhkan. Cara Berdonasi ke BAZNAS Kota Sukabumi: Transfer Bank: Rekening BAZNAS Kota Sukabumi: (nomor rekening akan disesuaikan) Pastikan menambahkan keterangan "Zakat/Infaq/Sedekah" Datang Langsung ke Kantor BAZNAS Kota Sukabumi: Alamat: (alamat kantor akan disesuaikan) Jam operasional: 08.00 – 16.00 WIB Melalui Website Resmi: https://kotasukabumi.baznas.go.id/ Klik fitur di bawah ini Dengan menyalurkan sebagian THR Anda untuk zakat, infaq, dan sedekah, Anda turut serta dalam membantu mereka yang kurang mampu dan mendapatkan pahala yang berlipat ganda di bulan Ramadan. Kesimpulan PP Nomor 11 Tahun 2025 membawa kabar baik bagi ASN, TNI, Polri, dan pensiunan dengan kepastian pencairan THR dan Gaji ke-13. Tahun ini, tunjangan kinerja 50% menjadi bagian dari THR, memberikan tambahan manfaat bagi penerima. Selain untuk keperluan pribadi, THR juga bisa digunakan untuk berbagi kebahagiaan dengan saudara-saudara kita yang membutuhkan. Melalui BAZNAS Kota Sukabumi, Anda dapat menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah agar manfaat THR tidak hanya dirasakan oleh diri sendiri tetapi juga oleh masyarakat yang kurang mampu. Mari manfaatkan THR dengan bijak dan berbagi keberkahan di bulan suci Ramadan!
ARTIKEL12/03/2025 | Duta Zakat
Mitra Darat: Mudik Gratis 2025 Sudah Dibuka! Ini Cara Daftar & Syaratnya!
Mitra Darat: Mudik Gratis 2025 Sudah Dibuka! Ini Cara Daftar & Syaratnya!
Mudik merupakan tradisi tahunan yang selalu dinantikan masyarakat Indonesia menjelang Hari Raya Idul Fitri. Untuk memudahkan perjalanan pulang kampung, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kembali mengadakan program Mudik Gratis 2025. Program ini tidak hanya membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, tetapi juga bertujuan mengurangi tingkat kecelakaan di jalan raya akibat kendaraan pribadi yang kurang layak. Tahun ini, Kemenhub menghadirkan inovasi baru dengan memanfaatkan aplikasi Mitra Darat untuk proses pendaftaran dan pemantauan perjalanan mudik. Simak panduan lengkap berikut agar Anda tidak ketinggalan kesempatan untuk mendapatkan tiket mudik gratis! Apa Itu Mitra Darat? Mitra Darat adalah aplikasi resmi yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat), Kementerian Perhubungan RI. Aplikasi ini bertujuan untuk memberikan layanan transportasi yang lebih terstruktur, termasuk informasi seputar Mudik Gratis 2025. Dengan aplikasi ini, masyarakat dapat mendaftar tiket mudik, memantau informasi keberangkatan, hingga mendapatkan update seputar perjalanan. Melalui platform ini, pendaftar dapat memilih moda transportasi yang disediakan, seperti bus, kereta api, atau kapal laut, serta mengetahui rute yang tersedia. Cara Daftar Mudik Gratis 2025 di Aplikasi Mitra Darat Agar tidak kehabisan kuota, pastikan Anda segera mendaftar dengan mengikuti langkah-langkah berikut: 1. Unduh Aplikasi Mitra Darat Aplikasi Mitra Darat dapat diunduh melalui Google Play Store bagi pengguna Android. 2. Registrasi Akun Setelah aplikasi terpasang, lakukan registrasi dengan memasukkan nama lengkap, NIK sesuai KTP, nomor HP yang aktif, serta email untuk menerima notifikasi pendaftaran. 3. Pilih Menu "Tiket Mudik Gratis" Masuk ke dalam aplikasi dan pilih kategori layanan Mudik Gratis 2025 yang telah tersedia di dashboard utama. 4. Pilih Kota Asal & Kota Tujuan Silakan pilih lokasi keberangkatan dan kota tujuan sesuai dengan rute yang tersedia. 5. Pilih Moda Transportasi Terdapat beberapa pilihan transportasi dalam program mudik gratis ini, yaitu: Bus (tersedia untuk berbagai kota besar di Pulau Jawa dan Sumatra) Kereta Api (jalur khusus ke beberapa kota tujuan) Kapal Laut (bagi pemudik yang ingin mudik ke wilayah kepulauan) 6. Isi Data Diri & Data Penumpang Tambahan Pastikan seluruh data yang diisi benar dan sesuai dengan identitas resmi. 7. Konfirmasi Pendaftaran & Simpan Kode Booking Setelah proses pendaftaran selesai, Anda akan mendapatkan kode booking yang nantinya digunakan saat keberangkatan. 8. Registrasi Ulang di Lokasi yang Ditentukan Sebelum keberangkatan, peserta wajib melakukan registrasi ulang di posko yang telah ditentukan untuk validasi data dan mendapatkan tiket fisik. Syarat & Ketentuan Mudik Gratis 2025 Agar dapat mengikuti program ini, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi: Warga Negara Indonesia (WNI) yang memiliki KTP atau kartu identitas resmi. Pendaftaran hanya bisa dilakukan satu kali per orang. Tidak diperbolehkan membawa kendaraan pribadi, kecuali yang mengikuti program "Mudik Motor Gratis". Peserta wajib datang sesuai jadwal keberangkatan dan tidak diperbolehkan mengubah rute setelah tiket diterbitkan. Jadwal & Kuota Mudik Gratis 2025 Untuk tahun ini, pemerintah menyediakan kuota yang lebih besar dengan rincian sebagai berikut: Bus: 15.640 orang Kereta Api: 3.500 orang Kapal Laut: 2.396 orang Pendaftaran mudik gratis telah dibuka mulai Maret 2025, dan batas akhir pendaftaran akan diumumkan melalui website resmi Kemenhub dan aplikasi Mitra Darat. Segera daftar sebelum kuota habis! Keuntungan Menggunakan Mitra Darat untuk Mudik Gratis Dengan adanya sistem digital melalui Mitra Darat, peserta mendapatkan beberapa keuntungan berikut: Pendaftaran lebih mudah & transparan tanpa perlu antre panjang di terminal atau stasiun. Pembaruan informasi secara real-time mengenai jadwal keberangkatan dan rute perjalanan. Tersedia fitur peta mudik & titik posko pelayanan untuk membantu pemudik mendapatkan bantuan selama perjalanan. Kesimpulan Program Mudik Gratis 2025 yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan melalui Mitra Darat adalah solusi terbaik bagi masyarakat yang ingin mudik tanpa biaya tambahan. Dengan menggunakan layanan ini, pemudik tidak hanya menghemat pengeluaran tetapi juga mendapatkan keamanan dan kenyamanan selama perjalanan. Jangan Lupa Berbagi! Donasikan Zakat, Infaq, & Sedekah Melalui BAZNAS Kota Sukabumi Di momen penuh berkah ini, mari kita berbagi kebahagiaan dengan sesama! Bantu mereka yang membutuhkan dengan menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Sukabumi. ? Klik fitur di bawah ini Semoga perjalanan mudik Anda lancar dan penuh berkah. Selamat berkumpul dengan keluarga, dan jangan lupa berbagi dengan sesama! ????
ARTIKEL12/03/2025 | Duta Zakat
KIP Kuliah 2025 Sudah Dibuka! Apakah Kamu Termasuk yang Berhak Menerimanya?
KIP Kuliah 2025 Sudah Dibuka! Apakah Kamu Termasuk yang Berhak Menerimanya?
Pendidikan tinggi merupakan impian banyak siswa di Indonesia. Namun, keterbatasan ekonomi seringkali menjadi penghalang bagi mereka yang berprestasi untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) kembali membuka pendaftaran Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah untuk tahun akademik 2025/2026. Program ini bertujuan untuk membantu mahasiswa dari keluarga kurang mampu agar dapat melanjutkan pendidikan hingga ke perguruan tinggi tanpa terkendala biaya. Melalui bantuan ini, penerima KIP Kuliah akan mendapatkan biaya pendidikan serta bantuan biaya hidup selama menempuh studi. Jika kamu ingin mengetahui apakah berhak mendapatkan KIP Kuliah 2025 dan bagaimana cara mendaftarnya, simak informasi selengkapnya berikut ini! Apakah Kamu Berhak Menerima KIP Kuliah 2025? Untuk memastikan bahwa bantuan ini tepat sasaran, terdapat beberapa kriteria yang harus dipenuhi oleh calon penerima KIP Kuliah 2025: Lulusan SMA/SMK atau Sederajat Calon penerima merupakan siswa lulusan SMA, SMK, atau sederajat yang lulus pada tahun berjalan atau maksimal 2 tahun sebelumnya. Diterima di Perguruan Tinggi Calon penerima harus telah lulus seleksi penerimaan mahasiswa baru melalui jalur SNBP, SNBT, atau seleksi mandiri di perguruan tinggi akademik maupun vokasi yang terakreditasi A, B, atau C. Keterbatasan Ekonomi Berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi yang dibuktikan dengan kepemilikan Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), atau surat keterangan tidak mampu (SKTM). Jika tidak memiliki dokumen tersebut, calon penerima dapat menunjukkan bukti pendapatan kotor gabungan orang tua/wali paling banyak Rp4 juta setiap bulan atau pendapatan kotor gabungan orang tua/wali dibagi jumlah anggota keluarga paling banyak Rp750.000 per bulan. Besaran Bantuan KIP Kuliah 2025 Jika besaran bantuan KIP Kuliah 2025 tetap sama seperti tahun 2024, berikut adalah rincian bantuan yang dapat diterima oleh mahasiswa: 1. Biaya Pendidikan Program Studi Kedokteran: Maksimal Rp12 juta per semester. Program Studi Non-Kedokteran: Maksimal Rp8 juta per semester. 2. Biaya Hidup Mahasiswa penerima KIP Kuliah juga mendapatkan bantuan biaya hidup yang dibagi ke dalam lima klaster berdasarkan lokasi daerah: Klaster 1: Rp800.000 per bulan. Klaster 2: Rp950.000 per bulan. Klaster 3: Rp1.100.000 per bulan. Klaster 4: Rp1.250.000 per bulan. Klaster 5: Rp1.400.000 per bulan. Besaran biaya hidup ini disesuaikan dengan indeks harga daerah masing-masing untuk memastikan mahasiswa dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari selama kuliah. Cara Mendaftar KIP Kuliah 2025 Bagi kamu yang memenuhi kriteria di atas dan berminat mendaftar KIP Kuliah 2025, berikut langkah-langkah yang perlu dilakukan: Buat Akun di Situs Resmi KIP Kuliah Kunjungi laman resmi KIP Kuliah di https://kip-kuliah.kemdikbud.go.id/. Klik menu "Login Siswa" dan masukkan data NIK, NPSN, NISN, serta alamat email yang aktif. Sistem akan melakukan verifikasi data, dan jika valid, nomor pendaftaran serta kode akses akan dikirim melalui email. Lengkapi Data Pribadi dan Unggah Dokumen Pendukung Login menggunakan nomor pendaftaran dan kode akses yang telah diterima. Lengkapi data pribadi, data keluarga, dan data ekonomi sesuai formulir yang tersedia. Unggah dokumen pendukung seperti KIP, KKS, atau SKTM. Pilih Jalur Seleksi Pilih jalur seleksi yang akan diikuti, apakah SNBP, SNBT, atau seleksi mandiri. Pastikan mendaftar KIP Kuliah terlebih dahulu sebelum mengikuti jalur seleksi masuk yang diinginkan. Verifikasi oleh Perguruan Tinggi Setelah dinyatakan lulus seleksi masuk perguruan tinggi, pihak kampus akan melakukan verifikasi akhir terhadap data dan dokumen yang telah diajukan. Penetapan Penerima KIP Kuliah Jika lolos verifikasi, calon mahasiswa akan menerima informasi tentang status penerimaan KIP Kuliah dan dapat mengakses bantuan sesuai ketentuan. Peran Zakat, Infaq, dan Sedekah dalam Mendukung Pendidikan Program KIP Kuliah merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memastikan akses pendidikan tinggi bagi seluruh lapisan masyarakat. Namun, peran serta masyarakat dalam mendukung pendidikan juga sangat penting. Melalui zakat, infaq, dan sedekah, kita dapat membantu lebih banyak siswa yang membutuhkan untuk meraih impian mereka. BAZNAS Kota Sukabumi memiliki program beasiswa yang didanai dari zakat, infaq, dan sedekah. Bantuan ini diberikan kepada mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang tidak mendapatkan KIP Kuliah atau membutuhkan tambahan biaya untuk menunjang pendidikan mereka. Ayo Berdonasi Melalui BAZNAS Kota Sukabumi! BAZNAS Kota Sukabumi berkomitmen menyalurkan dana zakat, infaq, dan sedekah Anda kepada mereka yang berhak, termasuk dalam bidang pendidikan. Dengan berdonasi melalui BAZNAS, Anda turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa dan membantu generasi muda meraih masa depan yang lebih baik. Cara Berdonasi: Transfer Bank Kunjungi Kantor BAZNAS Kota Sukabumi untuk berdonasi langsung. Gunakan QRIS untuk donasi digital dengan mudah. Yuk, salurkan zakat, infaq, dan sedekah Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi! Bersama kita bantu pendidikan anak bangsa agar semakin banyak generasi muda yang bisa menggapai impian mereka. Klik Fitur di bawah ini untuk menyalurkan harta terbaik Anda sekarang!
ARTIKEL12/03/2025 | Duta Zakat
THR PNS & Ojol 2025, Siapa yang Paling Banyak Berbagi, Siapa yang Paling Boros?
THR PNS & Ojol 2025, Siapa yang Paling Banyak Berbagi, Siapa yang Paling Boros?
Tunjangan Hari Raya (THR) selalu menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh pekerja di Indonesia, baik itu Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun pengemudi ojek online (ojol). Namun, bagaimana perbedaan antara keduanya dalam hal jumlah penerimaan dan cara pengelolaan THR? Siapa yang lebih banyak berbagi, dan siapa yang cenderung lebih boros? Mari kita ulas lebih dalam! THR PNS 2025: Besaran dan Jadwal Pencairan Pada tahun 2025, pemerintah telah menetapkan kebijakan pencairan THR bagi PNS. Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No 11 Tahun 2025, THR PNS, TNI/Polri, dan pensiunan akan dicairkan sekitar 10 hari sebelum Hari Raya Idul Fitri, yang diperkirakan jatuh pada 31 Maret atau 1 April 2025. Besaran THR PNS 2025 terdiri dari: Gaji Pokok: Berbeda berdasarkan golongan dan masa kerja. Tunjangan Keluarga: Tunjangan istri/suami serta tunjangan anak. Tunjangan Jabatan atau Tunjangan Umum: Sesuai dengan pangkat dan jabatan. Tunjangan Kinerja (Tukin): Besarnya bergantung pada instansi dan kinerja individu. Sebagai gambaran, berikut perkiraan besaran THR untuk beberapa golongan: PNS Golongan I: Rp2,5 juta - Rp3,5 juta PNS Golongan II: Rp3,5 juta - Rp5 juta PNS Golongan III: Rp5 juta - Rp7,5 juta PNS Golongan IV: Rp7,5 juta - Rp10 juta Kenaikan atau penyesuaian besaran THR masih bergantung pada keputusan pemerintah dan kebijakan fiskal tahun berjalan. THR untuk Pengemudi Ojek Online (Ojol) 2025 Berbeda dengan PNS yang mendapatkan THR dari pemerintah, pengemudi ojol tidak memiliki aturan resmi terkait pemberian THR. Namun, pada tahun 2025, pemerintah mengeluarkan Surat Edaran (SE) yang mengimbau perusahaan aplikasi seperti Gojek dan Grab untuk memberikan Bonus Hari Raya (BHR) sebagai bentuk apresiasi terhadap mitra pengemudi. Beberapa poin penting terkait BHR bagi pengemudi ojol: Besaran BHR: Ditentukan berdasarkan keaktifan dan performa pengemudi. Bentuk BHR: Umumnya berupa uang tunai atau insentif tambahan. Jadwal Pemberian: Paling lambat 7 hari sebelum Idul Fitri. Meskipun nominal BHR bervariasi, rata-rata pengemudi ojol menerima sekitar Rp500 ribu hingga Rp2 juta tergantung dari platform dan keaktifan mereka sepanjang tahun. Perbandingan Pengelolaan THR Bagaimana perbedaan pola pengeluaran antara PNS dan pengemudi ojol setelah menerima THR? PNS Umumnya memiliki perencanaan keuangan yang lebih terstruktur. Sebagian menggunakan THR untuk kebutuhan rumah tangga, membayar cicilan, atau tabungan pendidikan anak. Potensi pengeluaran konsumtif tetap ada, terutama untuk belanja keperluan lebaran. Sebagian PNS menyisihkan THR untuk zakat, infaq, dan sedekah sebagai bentuk kepedulian sosial. Pengemudi Ojol Sebagian besar menggunakan BHR untuk kebutuhan sehari-hari. Pengeluaran lebih fleksibel, bergantung pada kondisi ekonomi masing-masing. Beberapa memanfaatkan THR untuk servis kendaraan atau investasi kecil. Kesadaran berbagi mungkin lebih kecil dibandingkan PNS karena kebutuhan mendesak. THR dan Keberkahan, Pentingnya Zakat, Infaq, dan Sedekah Dalam Islam, berbagi rezeki melalui zakat, infaq, dan sedekah bukan hanya membersihkan harta tetapi juga mendatangkan keberkahan. Mengalokasikan sebagian THR atau BHR untuk membantu sesama adalah langkah mulia yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sebagai contoh: Zakat penghasilan: 2,5% dari total THR bisa dialokasikan untuk zakat. Infaq dan sedekah: Memberikan bantuan bagi kaum dhuafa atau fakir miskin. Donasi ke lembaga terpercaya: BAZNAS Kota Sukabumi siap menyalurkan zakat dan sedekah Anda kepada yang membutuhkan. Kesimpulan Baik PNS maupun pengemudi ojol memiliki kesempatan untuk berbagi. Namun, karena nominal THR PNS lebih besar dan pengelolaan keuangan mereka lebih stabil, potensi untuk berbagi juga lebih tinggi. Meski demikian, bukan berarti pengemudi ojol tidak bisa berbagi—setiap orang memiliki kesempatan untuk mendapatkan keberkahan dari rezekinya, sekecil apa pun jumlahnya. Mari manfaatkan THR dengan bijak dan berbagi dengan sesama. Salurkan zakat, infaq, dan sedekah Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi, agar rezeki menjadi lebih berkah! Ingin berdonasi sekarang? Klik tombol di bawah ini dan tunaikan zakat Anda dengan mudah dan aman!
ARTIKEL12/03/2025 | Duta Zakat
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat