WhatsApp Icon
Jangan Sampai Menyesal! Lalai Berinfak Bisa Merugikan, Padahal Pahalanya Sangat Besar

Lalai berinfak bisa merugikan tanpa disadari. Simak keutamaan infak, dalil Al-Qur’an dan hadits, serta alasan mengapa jangan sampai menunda berinfak agar hidup lebih berkah dan tenang.

Lalai Berinfak Bisa Merugikan, Jangan Sampai Menyesal

Lalai berinfak sering dianggap hal kecil, padahal lalai berinfak bisa merugikan diri sendiri tanpa kita sadari. Banyak orang menunda infak karena merasa harta akan berkurang, padahal dalam Islam justru sebaliknya. Infak adalah amalan ringan, tetapi pahalanya sangat besar dan bisa menjadi penyelamat di dunia maupun akhirat.

Allah SWT berfirman:

“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji.”
(QS. Al-Baqarah: 261)

Ayat ini menunjukkan bahwa infak bukan membuat miskin, justru melipatgandakan pahala dan keberkahan. Karena itu, lalai berinfak bisa merugikan, sebab kita melewatkan kesempatan pahala yang sangat besar.

1. Lalai Berinfak Bisa Membuat Hati Keras

Salah satu dampak negatif dari lalai berinfak adalah hati menjadi keras dan sulit merasakan kepedulian. Rasulullah SAW bersabda:

“Obatilah orang sakit di antara kalian dengan sedekah.”
(HR. Baihaqi)

Sedekah dan infak bukan hanya membantu orang lain, tetapi juga melembutkan hati dan menenangkan jiwa.

Orang yang jarang infak sering merasa gelisah, sementara orang yang rutin infak biasanya merasa lebih tenang. Ini bukti bahwa lalai berinfak bisa merugikan secara batin, bukan hanya secara pahala.

2. Takut Harta Berkurang, Padahal Infak Justru Menambah

Masih banyak yang menunda infak karena takut uang berkurang. Padahal Rasulullah SAW bersabda:

“Harta tidak akan berkurang karena sedekah.”
(HR. Muslim)

Hadits ini sangat jelas. Infak tidak membuat miskin, justru membuka pintu rezeki.
Sebaliknya, lalai berinfak bisa merugikan, karena kita menutup pintu keberkahan sendiri.

Sering kita melihat orang yang sederhana tapi hidupnya cukup, dan orang yang banyak harta tapi selalu merasa kurang. Salah satu sebabnya bisa jadi karena kebiasaan infak.

3. Infak Bisa Menolak Musibah

Dalam banyak riwayat dijelaskan bahwa sedekah dan infak dapat menolak bala.

Rasulullah SAW bersabda:

“Sedekah itu dapat memadamkan murka Allah dan menolak kematian yang buruk.”
(HR. Tirmidzi)

Ini menjadi pengingat kuat bahwa lalai berinfak bisa merugikan, karena kita melewatkan amalan yang bisa melindungi diri dari musibah.

Tidak harus besar. Infak kecil tapi rutin lebih dicintai Allah daripada banyak tapi jarang.

4. Infak Adalah Bukti Syukur atas Nikmat

Semua rezeki berasal dari Allah. Maka salah satu tanda syukur adalah berbagi.

Allah berfirman:

“Jika kamu bersyukur, pasti Aku tambah nikmat kepadamu.”
(QS. Ibrahim: 7)

Infak adalah bentuk syukur.
Jika kita lalai berinfak, bisa jadi kita termasuk orang yang kurang bersyukur, dan itu bisa menjadi sebab berkurangnya keberkahan.

Karena itu, lalai berinfak bisa merugikan, bukan hanya di akhirat, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

5. Kesempatan Pahala Besar Jangan Disia-siakan

Tidak semua orang diberi kesempatan untuk berinfak. Ada yang ingin memberi tapi tidak punya.

Kalau hari ini kita masih bisa infak, itu tanda Allah masih memberi peluang pahala.

Jangan sampai kesempatan ini hilang hanya karena menunda.

Orang yang cerdas adalah orang yang memanfaatkan kesempatan pahala sebelum terlambat.

6.  Infak Melalui Lembaga Resmi Lebih Aman dan Tepat

Menyalurkan infak sebaiknya dilakukan melalui lembaga resmi yang amanah dan terpercaya. Dengan melalui lembaga yang memiliki pengelolaan jelas, infak yang kita keluarkan bisa sampai kepada orang yang benar-benar membutuhkan.

Infak yang disalurkan secara teratur biasanya digunakan untuk berbagai program kebaikan, seperti membantu fakir miskin, pendidikan, kesehatan, bantuan bencana, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan cara ini, manfaat infak menjadi lebih luas dan tidak hanya dirasakan oleh satu orang saja.

Selain itu, menyalurkan infak melalui lembaga resmi juga membuat kita lebih tenang, karena dana yang diberikan dikelola dengan tanggung jawab dan transparan.

Allah SWT berfirman:

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka…”
(QS. At-Taubah: 103)

Ayat ini menunjukkan bahwa pengelolaan harta di jalan Allah memang dianjurkan dilakukan dengan cara yang teratur agar manfaatnya lebih besar.

7. Jangan Sampai Menyesal Karena Lalai Berinfak

Penyesalan sering datang terlambat.
Saat sehat kita menunda, saat sempit kita ingin memberi tapi tidak mampu.

Karena itu, jangan sampai lalai berinfak bisa merugikan, padahal pahalanya sangat besar dan manfaatnya nyata.

Mulailah dari sekarang, dari yang kecil, dari yang mudah.

8. Infak Tidak Harus Banyak, yang Penting Ikhlas dan Rutin

Masih banyak yang berpikir bahwa infak harus menunggu kaya. Padahal dalam Islam, infak tidak dilihat dari besar kecilnya, tetapi dari keikhlasan dan kesungguhan hati.

Allah SWT juga berfirman:

“Orang-orang yang menafkahkan hartanya di waktu lapang maupun sempit…”
(QS. Ali Imran: 134)

Ayat ini menjadi pengingat bahwa lalai berinfak bisa merugikan, karena kita menunda amalan yang sebenarnya bisa dilakukan kapan saja.

Tidak harus menunggu gaji besar.
Tidak harus menunggu punya banyak.
Tidak harus menunggu waktu tertentu.

Infak bisa dilakukan setiap hari, setiap minggu, atau setiap kali ada kesempatan.

Jangan Sampai Lalai Berinfak Karena Ruginya Besar

Dari penjelasan di atas, kita bisa memahami bahwa lalai berinfak bisa merugikan, baik di dunia maupun di akhirat.
Infak bukan hanya membantu orang lain, tetapi juga membuka pintu rezeki, menolak musibah, melembutkan hati, dan menjadi bukti syukur atas nikmat Allah.

Banyak orang menyesal bukan karena tidak punya harta, tetapi karena tidak menggunakan hartanya di jalan kebaikan saat masih punya kesempatan.

Jangan tunda kebaikan.
Salurkan infak terbaik Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi agar lebih amanah, tepat sasaran, dan penuh berkah. Infak hari ini, pahala mengalir tanpa henti.

untuk melihat artikel lainnya klik link di bawah ini :

Pahala Sedekah Terancam Hilang, Waspada! 5 Niat Tersembunyi yang Bisa Menghapusnya

https://baznaskotasukabumi.com/stop-bersedekah-demi-formalitas/

18/03/2026 | Kontributor: BAZNAS
Hidup Ingin Tenang? Hindari 5 Sikap Buruk yang Sering Terjadi Sehari-hari

Hidup ingin tenang tidak cukup hanya dengan harapan. Hindari 5 sikap buruk yang sering terjadi sehari-hari agar hati lebih damai, rezeki lancar, dan hidup lebih berkah menurut ajaran Islam.

Hidup Ingin Tenang? Banyak Orang Salah di Bagian Ini

Setiap orang pasti ingin hidup ingin tenang.
Ingin hati damai, rezeki lancar, keluarga harmonis, dan pikiran tidak gelisah.

Namun kenyataannya, banyak orang merasa hidupnya berat, mudah stres, sering kesal, bahkan sulit merasa bahagia.
Padahal bisa jadi bukan karena kurang harta, tapi karena masih ada sikap buruk yang sering dilakukan setiap hari.

Dalam Islam, ketenangan hidup sangat berkaitan dengan kebersihan hati dan amal baik.

Kalau hidup terasa tidak tenang, coba periksa diri.
Mungkin ada kebiasaan buruk yang masih sering dilakukan tanpa sadar.

Berikut 5 sikap buruk sehari-hari yang harus dihindari jika ingin hidup lebih tenang.

1. Sering Mengeluh, Padahal Nikmat Banyak

Salah satu penyebab hidup tidak tenang adalah terlalu sering mengeluh.

Sedikit masalah langsung mengeluh,
sedikit capek langsung mengeluh,
melihat orang lain lebih berhasil langsung merasa kurang.

Padahal Allah sudah memberi banyak nikmat.

Allah berfirman:

“Jika kamu bersyukur, pasti Aku tambah nikmatmu.”
(QS. Ibrahim: 7)

Orang yang suka bersyukur biasanya hidupnya lebih ringan.
Sebaliknya, orang yang sering mengeluh sulit merasakan ketenangan.

Kalau ingin hidup ingin tenang, biasakan melihat nikmat, bukan kekurangan.

2. Mudah Marah dan Emosi

Marah berlebihan membuat hati panas dan pikiran tidak jernih.

Banyak masalah terjadi karena tidak bisa menahan emosi.
Persahabatan rusak, keluarga bertengkar, pekerjaan jadi tidak nyaman.

Rasulullah ? bersabda:

“Orang kuat bukan yang menang dalam bergulat, tapi yang mampu menahan marah.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Menahan marah bukan berarti lemah.
Justru itu tanda hati yang kuat.

Kalau ingin hidup ingin tenang, belajar sabar adalah kunci.

3. Pelit Berbagi, Tapi Ingin Hidup Berkah

Banyak orang ingin hidup tenang dan rezeki lancar, tapi sulit bersedekah.

Padahal sedekah adalah salah satu sebab datangnya ketenangan.

Rasulullah ? bersabda:

“Sedekah tidak akan mengurangi harta.”
(HR. Muslim)

Orang yang suka berbagi biasanya hatinya lebih lapang.
Tidak mudah gelisah, tidak mudah iri, dan lebih merasa cukup.

Sebaliknya, orang yang terlalu cinta harta sering merasa takut kehilangan.

Kalau ingin hidup ingin tenang, biasakan berinfaq walau sedikit.

4. Suka Iri Melihat Orang Lain

Iri adalah penyakit hati yang sering tidak disadari.

Melihat orang sukses jadi kesal,
melihat orang bahagia jadi tidak suka,
melihat orang punya rezeki lebih jadi panas hati.

Padahal iri hanya membuat hati sendiri tidak tenang.

Rasulullah ? bersabda:

“Hindarilah hasad, karena hasad memakan kebaikan seperti api memakan kayu bakar.”
(HR. Abu Dawud)

Kalau ingin hidup ingin tenang, belajar ridha dengan takdir Allah.
Setiap orang punya rezeki masing-masing.

5. Lalai Ibadah Tapi Ingin Hati Tenang

Ini yang paling sering terjadi.

Ingin hidup damai, tapi sholat masih bolong.
Ingin hati tenang, tapi jarang dzikir.
Ingin berkah, tapi jarang sedekah.

Padahal ketenangan tidak datang dari dunia, tapi dari dekat dengan Allah.

Allah berfirman:

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)

Kalau ingin hidup ingin tenang, perbaiki ibadah dulu.
Karena hati yang dekat dengan Allah lebih mudah merasa damai.

Hidup Tenang Dimulai dari Memperbaiki Sikap Sehari-hari

Hidup ingin tenang bukan hanya soal punya banyak uang atau hidup tanpa masalah.
Ketenangan datang dari hati yang bersih, sikap yang baik, dan ibadah yang dijaga.

Hindari kebiasaan mengeluh, marah, pelit, iri, dan lalai ibadah.
Biasakan bersyukur, sabar, berbagi, dan mendekat kepada Allah.

Semakin baik sikap kita, semakin tenang hidup kita.

Karena itu, jangan tunggu nanti untuk berubah.
Mulai dari sekarang, mulai dari hal kecil, mulai dari diri sendiri.

Salurkan Infaq melalui BAZNAS Kota Sukabumi

Agar infaq lebih aman, tepat sasaran, dan membawa berkah, salurkan melalui
BAZNAS Kota Sukabumi.

???? Mari biasakan infaq sekarang juga melalui BAZNAS Kota Sukabumi.
Sedikit dari kita, sangat berarti bagi mereka.

untuk melihat artikel lainnya klik link dibawah ini :
 
 
18/03/2026 | Kontributor: BAZNAS
MasyaAllah! Ternyata Ibu Hamil Punya Kedudukan Istimewa dalam Islam, Ini Penjelasannya

Menjadi seorang ibu adalah perjalanan yang penuh keajaiban, tantangan, sekaligus limpahan pahala. Bagi Anda yang saat ini tengah mengandung, mungkin sering merasa lelah, mual, atau sulit tidur. Namun, tahukah Anda? Di balik setiap tetes keringat dan rasa pegal itu, Allah SWT sedang menaikkan derajat Anda ke tempat yang sangat tinggi.

Ibu hamil punya kedudukan istimewa dalam Islam bukan sekadar kalimat penghibur. Ini adalah janji nyata dari Allah dan Rasul-Nya. Mari kita bedah satu per satu mengapa masa kehamilan adalah masa "panen pahala" yang luar biasa.

1. Setiap Detik Adalah Ibadah dan Jihad

Dalam Islam, proses mengandung dianggap setara dengan perjuangan di jalan Allah (Jihad fi Sabilillah). Ketika seorang wanita mengandung, setiap rasa sakit yang dirasakannya, mulai dari mual di pagi hari hingga beratnya melangkah, dihitung sebagai pahala yang terus mengalir selama 24 jam nonstop.

Rasulullah SAW bersama para sahabat pernah membahas tentang keutamaan wanita. Beliau menyampaikan bahwa wanita yang hamil hingga melahirkan dan menyusui, mereka mendapatkan pahala seperti pejuang yang berjaga di garis depan pertempuran. Jika ia meninggal dalam masa itu, maka baginya pahala mati syahid.

2. Shalatnya Ibu Hamil Berlipat Ganda Pahalanya

Ibu hamil punya kedudukan istimewa dalam Islam bahkan dalam urusan ritual ibadah harian. Ada riwayat yang menyebutkan bahwa shalat dua rakaat yang dilakukan oleh wanita hamil jauh lebih baik daripada 80 rakaat yang dilakukan oleh wanita yang tidak hamil.

Mengapa demikian? Karena saat shalat, ia membawa janin yang juga bertasbih kepada Allah SWT. Ada dua nyawa yang sedang bersujud, namun hanya satu raga yang bergerak. Sungguh sebuah keberkahan yang tidak ternilai harganya.

3. Diampuni Dosa-dosanya Saat Melahirkan

Momen melahirkan adalah puncak dari perjuangan seorang ibu. Rasa sakitnya digambarkan sebagai salah satu rasa sakit fisik tertinggi yang bisa dialami manusia. Namun, Islam memberikan kabar gembira.

Dalam sebuah hadits, disebutkan bahwa ketika seorang wanita melahirkan, maka keluarlah ia dari dosa-dosanya seperti hari saat ia dilahirkan oleh ibunya. Allah menghapuskan segala kesalahan masa lalunya sebagai imbalan atas taruhan nyawa yang ia lakukan demi menghadirkan hamba baru ke muka bumi.

4. Doanya Sangat Mustajab

Pernahkah Anda merasa sangat dekat dengan Tuhan saat sedang hamil? Itu bukan perasaan belaka. Ibu hamil punya kedudukan istimewa dalam Islam sehingga doa-doanya sangat didengar oleh Allah.

Logikanya, ibu hamil sedang dalam kondisi "darurat" atau kesulitan fisik yang terus-menerus (masyaqqah). Allah sangat dekat dengan hamba-Nya yang sedang merasa lemah dan bersandar penuh pada-Nya. Oleh karena itu, para calon ibu sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa, baik untuk dirinya, keluarganya, maupun untuk anak yang dikandungnya agar menjadi anak yang shalih dan shalihah.

5. Memperoleh Pahala Puasa dan Tahajud Sepanjang Hari

Secara fisik, mungkin ibu hamil tidak kuat untuk melakukan shalat malam yang panjang atau berpuasa sunnah setiap hari. Namun, karena kelelahan yang ia alami akibat menjaga janin, Allah memberikan "bonus" pahala.

Selama janin tersebut ada dalam kandungan, sang ibu mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa di siang hari dan melakukan shalat tahajud di malam hari. Ini adalah bentuk kasih sayang Allah yang luar biasa bagi para wanita.

6. Malaikat Beristighfar untuk Ibu Hamil

Bayangkan, makhluk yang tidak pernah berdosa (malaikat) memohonkan ampunan untuk Anda. Dalam beberapa literatur disebutkan bahwa ketika seorang wanita hamil, para malaikat senantiasa memohonkan ampunan (istighfar) untuknya.

Bahkan, setiap teguk air yang diminum oleh ibu hamil untuk menghilangkan dahaganya, dan setiap suap makanan yang ia makan untuk memberi nutrisi pada janinnya, Allah catatkan sebagai sedekah.

7. Jaminan Surga Melalui Ridha Anak

Keistimewaan ini berlanjut bahkan setelah anak lahir. Kita semua tahu hadits populer: "Surga berada di bawah telapak kaki ibu." Kedudukan ini bermula dari masa kehamilan. Perjuangan sembilan bulan itulah yang membuat seorang ibu berhak mendapatkan penghormatan tiga kali lebih besar daripada ayah.

Islam menempatkan ibu hamil sebagai sosok yang suci dan mulia. Jadi, untuk para Bunda di luar sana, jika hari ini terasa berat, ingatlah bahwa Allah sedang tersenyum melihat perjuanganmu.

Pentingnya Menjaga Keberkahan dengan Berbagi

Keistimewaan yang Allah berikan sebaiknya dibarengi dengan rasa syukur. Salah satu cara terbaik untuk mensyukuri nikmat kehamilan dan memohon keselamatan hingga persalinan adalah dengan bersedekah atau membayar infaq.

Zakat, Infaq, dan Sedekah bukan hanya membersihkan harta, tapi juga menjadi penolak bala (daf’ul bala). Dengan berbagi kepada mereka yang membutuhkan, kita berharap Allah memberikan kemudahan dalam setiap proses persalinan nanti.

Ayo, alirkan keberkahan kehamilanmu melalui BAZNAS Kota Sukabumi!

BAZNAS Kota Sukabumi siap membantu Anda mendistribusikan kebaikan kepada mereka yang membutuhkan di wilayah Sukabumi dan sekitarnya. Dengan berinfaq, kita menjaga diri dari sifat serakah dan memastikan harta kita membawa manfaat dunia hingga akhirat.

Salurkan Infaq Terbaik Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi. > "Harta tidak akan berkurang karena sedekah, justru akan semakin berkah dan melimpah."

Untuk membaca artikel lainnya terkait ramadhan klik link di bawah ini:

https://baznaskotasukabumi.com/campaign/sedekah-alat-ibadah-untuk-lansia

https://kotasukabumi.baznas.go.id/artikel/show/masyaallah-rahasia-parenting-islami-untuk-menciptakan-keluarga-bahagia-dan-penuh-berkah/41607

18/03/2026 | Kontributor: BAZNAS
Pernah Merasa Sendiri di Tengah Keramaian? Ini Penjelasannya

Pernahkah Anda berada di sebuah pesta yang bising, rapat kantor yang penuh sesak, atau bahkan berkumpul bersama keluarga besar, namun tiba-tiba merasa sangat terisolasi? Seolah-olah ada dinding kaca transparan yang memisahkan Anda dari dunia luar. Jika pernah, Anda tidak sendirian. Fenomena merasa sendiri di tengah keramaian adalah pengalaman manusiawi yang sangat umum, meskipun sering kali terasa menyakitkan dan membingungkan.

Ini bukan tentang jumlah orang yang ada di sekitar Anda, tetapi tentang kualitas koneksi yang Anda rasakan. Merasa sendiri di tengah keramaian bisa dialami siapa saja, dari seorang introvert yang pendiam hingga seorang ekstrovert yang tampak populer. Mari kita bedah lima alasan psikologis dan spiritual mengapa perasaan ini bisa muncul dan bagaimana sudut pandang Islam melihatnya.

1. Kegagalan Koneksi Emosional yang Mendalam

Faktor utama yang menyebabkan seseorang merasa sendiri di tengah keramaian bukanlah kurangnya interaksi fisik, melainkan kurangnya koneksi emosional. Anda mungkin sedang mengobrol, tertawa, atau berdiskusi, tetapi jika percakapan itu hanya sebatas basa-basi di permukaan, jiwa Anda tidak merasa "terpenuhi."

Kita hidup di era di mana kita sangat terhubung secara digital, tetapi sering kali merasa "terputus" secara emosional. Percakapan yang dangkal tidak memuaskan kebutuhan dasar manusia untuk dimengerti, diterima, dan dihargai. Saat interaksi hanya terjadi di level luar, rasa hampa bisa merayap masuk, membuat Anda merasa sendiri di tengah keramaian.

2. Mengenakan "Topeng" Sosial

Sering kali, untuk bisa diterima dalam suatu kelompok atau untuk menyembunyikan kerapuhan kita, kita mengenakan "topeng." Kita berpura-pura bahagia padahal sedih, berpura-pura setuju padahal tidak, atau berpura-pura menjadi seseorang yang bukan diri kita. Semakin keras kita berusaha mempertahankan image tersebut, semakin kita menjauhkan diri kita yang asli dari orang lain.

Ketika Anda tidak otentik, Anda menciptakan jarak yang tidak terlihat antara diri Anda dan lingkungan sekitar. Anda merasa sendiri di tengah keramaian karena tidak ada yang benar-benar mengenal siapa Anda yang sebenarnya, termasuk diri Anda sendiri yang sedang berpura-pura itu.

3. Ketidakselarasan Nilai dan Tujuan

Penyebab lain merasa sendiri di tengah keramaian adalah ketika Anda berada di lingkungan yang nilai-nilai atau tujuan hidupnya tidak sejalan dengan Anda. Mungkin Anda berada di antara sekelompok orang yang hanya sibuk mengejar materi, sementara Anda mendambakan kedamaian spiritual atau kontribusi sosial.

Ketidakselarasan ini bisa menciptakan rasa tidak "klik" dan keterasingan. Jiwa Anda merasakan kekosongan karena tidak menemukan "rumah" yang frekuensinya sama.

4. Tuntutan Modern dan Kelelahan Mental

Kehidupan modern dengan segala tuntutannya media sosial, ambisi karier, hingga hiruk-pikuk kota bisa sangat melelahkan. Kelelahan mental ini (burned out) sering kali membuat seseorang menarik diri secara emosional dari lingkungan, meskipun secara fisik masih ada.

Di sinilah pandangan spiritual, khususnya Islam, memberikan kedalaman makna. Rasa sendiri di tengah keramaian bisa menjadi alarm dari Allah agar kita kembali mengingat-Nya. Sering kali, rasa hampa itu muncul karena kita terlalu sibuk dengan urusan duniawi dan melupakan koneksi yang paling utama, yaitu hubungan kita dengan Sang Pencipta.

Allah SWT berfirman:

"...Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra'd: 28)

Ketenangan sejati, yang menghalau rasa kesepian, hanya bisa ditemukan ketika hati terhubung dengan sumber segala ketenangan. Rasa sendiri di tengah keramaian adalah sinyal untuk ber-muhasabah (introspeksi diri), memperbanyak zikir, dan shalat, untuk mengisi kembali kekosongan jiwa.

5. Kebutuhan untuk Kembali pada Koneksi Spiritual

Fenomena merasa sendiri di tengah keramaian juga mengingatkan kita pada hadits Rasulullah SAW tentang akhir zaman, di mana umat Muslim jumlahnya banyak, namun ibarat buih di lautan banyak, tetapi tidak memiliki bobot karena kualitas iman mereka yang rapuh.

Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Akan datang suatu zaman di mana manusia seperti buih di lautan...” Para sahabat bertanya, “Apakah karena jumlah kami sedikit pada waktu itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Tidak, bahkan jumlah kalian banyak pada waktu itu, akan tetapi kalian seperti buih di lautan. Allah akan mencabut rasa takut dalam diri musuh kalian, dan Allah akan menimpakan penyakit wahn dalam hati kalian.” Mereka bertanya, “Apa itu penyakit wahn, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Abu Dawud)

Merasakan sendiri di tengah keramaian juga bisa bermakna seperti buih tersebut; terlihat banyak, namun terasa rapuh dan tidak memiliki tujuan yang jelas. Rasa sepi ini bisa menjadi motivasi untuk menguatkan iman, memperbanyak amal saleh, dan mencari lingkungan yang suportif secara spiritual.

Solusi Praktis Melawan Rasa Sepi di Tengah Keramaian

  1. Validasi Perasaan Anda: Jangan menyalahkan diri sendiri. Akui bahwa rasa sendiri di tengah keramaian adalah valid.

  2. Cari Koneksi yang Lebih Dalam: Fokus pada satu atau dua hubungan yang berkualitas, bukan puluhan hubungan yang dangkal.

  3. Hadir Sepenuhnya (Mindfulness): Saat bersama orang lain, simpan ponsel dan dengarkan dengan tulus.

  4. Hadirkan Tuhan dalam Hati: Jadikan Allah sebagai sahabat terdekat. Temukan kenyamanan dalam doa dan ibadah.

  5. Berbuat Baik: Alihkan fokus dari kesepian diri sendiri dengan membantu orang lain. Memberi bisa mengisi kekosongan hati.

Mengubah Rasa Sepi Menjadi Energi Kebaikan

Salah satu cara paling ampuh untuk mengikis rasa sendiri di tengah keramaian dan sekaligus mendekatkan diri kepada Allah adalah dengan berbuat baik secara nyata. Ketika Anda membantu orang lain, Anda tidak hanya meringankan beban mereka, tetapi juga mengisi hati Anda dengan kepuasan spiritual. Anda akan menyadari bahwa keberadaan Anda berarti bagi orang lain, dan rasa keterasingan itu perlahan akan memudar.

Koneksi dengan sesama manusia melalui kebaikan adalah perpanjangan dari koneksi kita kepada Allah. Mari jadikan perasaan ini sebagai pemicu untuk berbuat lebih banyak kebaikan, terutama bagi mereka yang membutuhkan di sekitar kita.

Mari Salurkan Kepedulian Anda Melalui BAZNAS Kota Sukabumi!

Bagi Anda, warga Sukabumi dan sekitarnya, rasa sendiri di tengah keramaian bisa Anda ubah menjadi energi positif dengan membantu sesama melalui instansi resmi yang tepercaya. Salurkan Infaq terbaik Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi untuk mendukung program-program pemberdayaan umat dan sosial.

Setiap Infaq yang Anda berikan bukan hanya angka, melainkan wujud cinta kasih yang dapat menghangatkan hati banyak orang, dan pada gilirannya, menghangatkan hati Anda sendiri.

Ubah rasa sepi menjadi bukti kepedulian.

Untuk membaca artikel lainnya terkait ramadhan klik link di bawah ini:

https://baznaskotasukabumi.com/campaign/tebar-kebahagiaan-dengan-berbagi-paket-sembako

https://kotasukabumi.baznas.go.id/artikel/show/ketika-dunia-tidak-ramah-jadilah-rumah-untuk-dirimu-sendiri/33441

18/03/2026 | Kontributor: BAZNAS
Hati-Hati! Ini Dampak Buruk Korupsi yang Bisa Menghancurkan Hidupmu

Pernahkah terlintas di pikiran kita, mengapa ada orang yang sudah punya segalanya tapi masih merasa kurang? Mobil mewah sudah ada, rumah bak istana sudah berdiri tegak, jabatan pun mentereng. Tapi anehnya, hidupnya jauh dari kata tenang. Tidur tak nyenyak, dikejar rasa cemas, hingga akhirnya berakhir di balik jeruji besi.

Inilah fenomena yang sering kita sebut dengan korupsi. Korupsi bisa menjerumuskan ke kehancuran hidup, bukan hanya bagi si pelaku, tapi juga bagi keluarga dan orang-orang di sekitarnya. Mari kita bedah lebih dalam, kenapa mengambil yang bukan hak kita itu adalah "bom waktu" yang siap meledak kapan saja.

Mengapa Korupsi Adalah Musuh Terbesar Diri Sendiri?

Banyak yang mengira korupsi adalah jalan pintas menuju kebahagiaan. Padahal, yang terjadi justru sebaliknya. Korupsi adalah jalan tol menuju kehancuran mental dan spiritual. Ketika seseorang mulai mengambil harta yang bukan haknya, ia sedang menanam benih ketidaktenangan.

Dalam perspektif Islam, harta yang diperoleh dengan cara haram, seperti korupsi, tidak akan pernah membawa keberkahan. Harta tersebut mungkin terlihat banyak secara jumlah, namun nilai manfaatnya nol besar. Harta itu justru akan menjadi sumber masalah bisa berupa penyakit yang tak kunjung sembuh, anak-anak yang sulit diatur, atau keretakan rumah tangga.

1. Kehilangan Keberkahan dalam Hidup

Keberkahan adalah ketika harta yang sedikit terasa cukup, dan yang banyak membawa manfaat. Sebaliknya, korupsi bisa menjerumuskan ke kehancuran hidup karena ia menghapus keberkahan tersebut. Kamu mungkin punya uang milyaran, tapi entah kenapa uang itu habis begitu saja tanpa bekas yang bermanfaat.

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits yang sangat tegas mengenai hal ini:

"Laknat Allah bagi penyuap dan penerima suap dalam hukum." (HR. Ahmad, Abu Daud, dan Tirmidzi).

Bayangkan, jika Allah sudah melaknat, lantas dari mana kita akan mendapatkan kedamaian? Laknat artinya dijauhkan dari rahmat kasih sayang Allah. Tanpa rahmat-Nya, hidup hanyalah rangkaian penderitaan yang dibungkus dengan kemewahan palsu.

2. Sanksi Sosial yang Menyakitkan

Kita hidup di masyarakat yang sangat menjunjung tinggi integritas. Sekali seseorang ketahuan melakukan korupsi, label "koruptor" akan menempel seumur hidup. Bukan hanya pelaku yang menanggung malu, tapi juga anak, istri, dan orang tua. Anak-anak mungkin akan dirundung di sekolah, dan keluarga akan dikucilkan dari pergaulan sosial. Ini adalah bentuk kehancuran hidup yang nyata di dunia.

3. Penjara: Hilangnya Kebebasan

Tentu saja, konsekuensi hukum adalah hal yang paling nyata. Bayangkan harus menghabiskan sisa umur di balik jeruji besi, jauh dari keluarga, dan kehilangan martabat. Kebebasan yang selama ini kita nikmati hilang begitu saja hanya demi tumpukan harta yang bahkan tidak bisa dinikmati di dalam sel.

Korupsi dalam Pandangan Syariat: Ghulul yang Membakar

Dalam istilah fiqih, korupsi sering dikaitkan dengan Ghulul (mengambil harta secara sembunyi-sembunyi yang bukan haknya). Bahayanya tidak main-main. Harta hasil korupsi akan menjadi beban yang sangat berat di hari kiamat kelak.

Allah SWT berfirman dalam Surah Ali 'Imran ayat 161:

"Barangsiapa yang berkhianat (dalam urusan harta rampasan perang), maka pada hari kiamat ia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya itu; kemudian tiap-tiap diri akan diberi pembalasan tentang apa yang ia kerjakan dengan pembalasan setimpal, sedang mereka tidak dianiaya."

Ayat ini menegaskan bahwa setiap rupiah yang dikorupsi akan dimintai pertanggungjawabannya secara detail. Tidak ada yang bisa bersembunyi. Kehancuran hidup akibat korupsi tidak berhenti saat nafas terakhir berhembus, tapi terus berlanjut hingga ke akhirat.

4. Menghalangi Terkabulnya Doa

Ini adalah salah satu dampak yang paling mengerikan. Ketika tubuh kita tumbuh dari makanan yang haram, maka doa-doa kita akan tertolak. Rasulullah SAW pernah menceritakan tentang seorang laki-laki yang melakukan perjalanan jauh, rambutnya kusut, penuh debu, ia menengadahkan tangan ke langit sambil berdoa, "Ya Rabb, ya Rabb..." Sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan ia dikenyangkan dari yang haram. Maka, bagaimana mungkin doanya akan dikabulkan?

Bayangkan saat kamu benar-benar butuh pertolongan Tuhan, namun pintu langit tertutup hanya karena segelintir harta haram yang pernah kamu ambil. Itulah mengapa korupsi bisa menjerumuskan ke kehancuran hidup yang paling fatal.

5. Merusak Tatanan Bangsa

Secara makro, korupsi merampas hak orang miskin. Jembatan yang harusnya kokoh jadi rubuh karena dana disunat. Rumah sakit kekurangan alat medis karena anggaran dikorupsi. Dengan melakukan korupsi, seseorang secara tidak langsung mendzolimi jutaan orang. Dosa kepada satu orang saja sulit dimaafkan, apalagi dosa kepada rakyat satu negara?

Bagaimana Cara Menghindarinya?

  1. Syukuri yang Ada: Kebanyakan orang korupsi bukan karena butuh, tapi karena kurang rasa syukur.

  2. Pahami Konsekuensi: Selalu ingat bahwa ada akhirat setelah dunia ini.

  3. Lingkungan yang Baik: Bertemanlah dengan orang-orang yang jujur dan berintegritas.

  4. Bersihkan Harta: Pastikan setiap rupiah yang masuk ke kantong kita adalah hasil keringat yang halal.

Ingatlah, hidup ini singkat. Jangan tukar ketenangan jiwa dan keselamatan akhirat dengan kenikmatan semu yang hanya sesaat. Kekayaan sejati adalah hati yang merasa cukup (qana'ah).

Setelah memahami betapa bahayanya harta yang tidak berkah, langkah terbaik untuk menjaga diri adalah dengan rajin berinfaq dan bersedekah. Sedekah tidak akan mengurangi harta, justru ia akan menyucikan dan menjaganya dari hal-hal yang buruk.

Ayo Bersihkan Harta dengan Berbagi!

Mari salurkan infaq terbaik Anda melalui lembaga yang amanah dan transparan. BAZNAS Kota Sukabumi siap membantu Anda mendistribusikan kebaikan kepada mereka yang membutuhkan di wilayah Sukabumi dan sekitarnya. Dengan berinfaq, kita menjaga diri dari sifat serakah dan memastikan harta kita membawa manfaat dunia hingga akhirat.

Bayar Infaq Sekarang via BAZNAS Kota Sukabumi Sucikan Harta, Tenangkan Jiwa.

Untuk membaca artikel lainnya terkait ramadhan klik link di bawah ini:

https://baznaskotasukabumi.com/campaign/34-jusuka-34-jumat-suka-sedekah

https://kotasukabumi.baznas.go.id/artikel/show/antara-menjaga-perasaan-orang-lain-atau-kejujuran/31449

18/03/2026 | Kontributor: BAZNAS

Artikel Terbaru

Keuntungan Puasa di Bulan Ramadhan, bisa dirindukan Surga
Keuntungan Puasa di Bulan Ramadhan, bisa dirindukan Surga
Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan momen keberkahan yang sangat dinantikan dan dirindukan oleh seluruh umat Islam. Umat ??Islam menyambut datangnya bulan Ramadhan ini dengan senang hati karena pada bulan ini Allah subhanahu wa ta'ala membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka, serta membelenggu setan. sama dengan Sabda Nabi Muhammad SAW : Artinya, “Ketika masuk bulan Ramadhan maka syaitan-syaitan dibelenggu, pintu-pintu surga terbuka, dan pintu-pintu neraka tertutup,” (HR Bukhari dan Muslim). Selain itu umat muslim juga sangat menantikan bulan ramadhan ini karena di bulan ramadhan Allah swt menjanjikan pahala yang berlipat ganda kepada seorang hamba melaksanakan ibadah baik itu ibadah sunnah maupun yang wajib. Dapat berperan sebagai pelindung manusia dalam segala perbuatan maksimal seperti perkataan buruk, berbuat jahat, berkelahi, menghina dll. Saat berpuasa, umat muslim akan senantiasa memperbanyak amal rahmat dan ganjaran pahala yang akan diberikan langsung oleh Allah Swt dengan pahala dilipatgandakan. orang yang berpuasa sangat dirindukan oleh surga sebagaimana yang di dawuhkan oleh Nabi Muhammad SAW : Dalam sebuah hadits yang berasal dari Ibnu Abbas ra, dikatakan bahwa ada 4 golongan manusia yang dirindukan oleh surga. Nabi Muhammad SAW bersabda: Artinya: “Surga rindu empat golongan: orang yang membaca Al Quran, menjaga lisan (ucapan), memberi makan orang lapar, dan puasa di bulan Ramadhan.” (HR.Abu Daud dan Tirmidzi). 1. Orang yang membaca Al Qur'an Golongan pertama yang dirindukan surga yaitu orang-orang yang selalu menggunakan lisannya untuk membaca ayat-ayat Allah Swt. Selain dirindukan oleh surga, orang yang rajin membaca ayat suci Al Qur'an hatinya akan menjadi tenang. sebagaimana firman Allah Swt. dalam QS Ar-Rad ayat 28 yang artinya: “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingat, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” 2. Menjaga lisan Golongan kedua yaitu Hafidil Lisan atau orang yang menjaga lisan. Menjaga lisan merupakan hal yang sulit bagi manusia, apalagi bagi mereka yang senang berhibah. Orang yang mampu menahan lisannya untuk tidak berhibah dan menggunjing manusia lain, Insya Allah merekalah orang yang akan mendapatkan balasan berupa surga Allah Swt. 3. Memberi makan orang yang lapar Golongan ketiga yaitu orang yang senantiasa memberikan makan kepada orang-orang yang kelaparan. Oleh karena itu, kita sebagai umat Islam dianjurkan untuk bersedekah, berapapun nominalnya atau banyaknya harta yang kita keluarkan 4. Puasa di bulan Ramadhan Golongan yang terakhir orang yang dirindukan surga yaitu orang yang berpuasa penuh di bulan Ramadhan. Ternyata puasa tidak hanya sekedar kewajiban, tetapi juga dapat mengantarkan kita untuk masuk ke dalam kelompok yang dirindukan surga. Maka, bersyukurlah bagi mereka yang senantiasa melaksanakan puasa Ramadhan.
ARTIKEL04/11/2025 | Yessi Ade Lia Putri
Tips dari Ulama untuk Menyambut Malam Lailatul Qadar
Tips dari Ulama untuk Menyambut Malam Lailatul Qadar
Malam Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemuliaan dan keberkahan. Dalam Al-Qur’an, malam ini disebut lebih baik dari seribu bulan (QS. Al-Qadr: 3). Oleh karena itu, banyak ulama memberikan panduan bagaimana cara terbaik untuk menyambut malam istimewa ini agar kita mendapatkan pahala dan keberkahan maksimal. Berikut beberapa tips dari ulama yang dapat kita amalkan: 1. Tingkatkan Ibadah di 10 Malam Terakhir Ramadhan Ulama menyarankan agar umat Islam meningkatkan ibadah di 10 malam terakhir, terutama pada malam-malam ganjil (21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadhan). Rasulullah SAW bersabda: “Carilah Lailatul Qadar di sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari & Muslim) 2. Perbanyak Doa, Khususnya Doa yang Diajarkan Rasulullah Salah satu doa yang dianjurkan untuk dibaca pada malam Lailatul Qadar adalah: "Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni." Artinya: Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan menyukai ampunan, maka ampunilah aku. (HR. Tirmidzi) 3. Mendirikan Shalat Malam (Qiyamul Lail) Shalat malam merupakan amalan utama di malam Lailatul Qadar. Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari & Muslim) 4. Perbanyak Sedekah dan Berbagi kepada Sesama Selain ibadah pribadi, para ulama juga menganjurkan untuk memperbanyak sedekah di malam-malam terakhir Ramadhan. Sedekah yang diberikan di waktu yang mulia akan mendatangkan keberkahan yang berlipat ganda. Mari raih keberkahan malam Lailatul Qadar dengan berbagi kepada mereka yang membutuhkan. Salurkan donasi Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi. 5. I’tikaf di Masjid I’tikaf atau berdiam diri di masjid untuk beribadah adalah sunnah yang dianjurkan Rasulullah SAW, terutama pada 10 malam terakhir Ramadhan. Ini merupakan kesempatan untuk lebih fokus dalam ibadah, menjauh dari gangguan dunia, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. 6. Perbanyak Membaca Al-Qur’an dan Merenungi Maknanya Malam Lailatul Qadar adalah malam diturunkannya Al-Qur’an (QS. Al-Qadr: 1). Oleh karena itu, salah satu amalan utama adalah membaca dan mentadabburi ayat-ayat suci Al-Qur’an. Kesimpulan Malam Lailatul Qadar adalah kesempatan emas bagi setiap Muslim untuk mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Dengan mengamalkan tips dari ulama ini—meningkatkan ibadah, memperbanyak doa, shalat malam, sedekah, i’tikaf, dan membaca Al-Qur’an—semoga kita semua bisa meraih keberkahan malam yang lebih baik dari seribu bulan ini.
ARTIKEL04/11/2025 | indri irmayanti
Agar Generasi Z Merdeka Finansial
Agar Generasi Z Merdeka Finansial
Cara Merdeka Finansial untuk Generasi Z: Tips dan Trik yang Efektif Merdeka finansial adalah impian banyak orang, termasuk generasi Z yang saat ini sedang memasuki dunia kerja dan mulai mengelola keuangan sendiri. Namun, apa sebenarnya arti dari merdeka finansial? Dan bagaimana cara mencapainya? Dalam artikel ini, kita akan membahas pengertian merdeka finansial dan memberikan tips serta trik yang efektif agar generasi Z bisa mencapai kondisi keuangan yang stabil dan mandiri. Apa Itu Merdeka Finansial? Merdeka finansial berarti memiliki kontrol penuh atas keuangan kita. Kita bisa memenuhi kebutuhan hidup tanpa harus bergantung pada orang lain atau khawatir akan kekurangan uang. Merdeka finansial bukan berarti harus menjadi super kaya, tapi lebih kepada memiliki rasa tenang karena keuangan yang sehat dan terkelola dengan baik. Tips dan Trik Agar Generasi Z Merdeka Finansial 1. Mulai Menabung dari Sekarang Menabung adalah langkah pertama menuju merdeka finansial. Meskipun masih muda, generasi Z perlu membiasakan diri untuk menyisihkan sebagian dari uang jajan atau gaji. Menabung secara konsisten, walaupun dalam jumlah kecil, bisa memberikan dampak besar di masa depan. 2. Hindari Hutang yang Tidak Perlu Menghindari hutang adalah salah satu kunci untuk merdeka finansial. Generasi Z sebaiknya bijak dalam berhutang. Hindari hutang untuk keperluan konsumtif seperti gadget terbaru yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. Jika memang harus berhutang, pastikan untuk membayar tepat waktu agar tidak terjerat bunga yang tinggi. 3. Investasi Sejak Dini Investasi adalah cara cerdas untuk membuat uang bekerja untuk kita. Generasi Z bisa mulai berinvestasi dengan risiko rendah seperti reksadana syariah. Dengan investasi, uang yang dimiliki bisa bertumbuh lebih cepat dibandingkan hanya disimpan di tabungan biasa. Atau bisa investasi kepada UMKM yang terpecaya dan produknya jelas dan halal, agar uang terus bertumbuh serta uang kita bisa berperan untuk sektor riil 4. Kelola Pengeluaran dengan Bijak Mencatat dan mengelola pengeluaran adalah langkah penting untuk mencapai merdeka finansial. Generasi Z harus mulai mencatat setiap pengeluaran bulanan dan mengevaluasi mana saja yang bisa dikurangi. Misalnya, mengurangi kebiasaan membeli kopi kekinian, mengurangi hangout, atau membawa bekal sendiri untuk makan siang. 5. Belajar Berwirausaha Berwirausaha adalah salah satu cara efektif untuk menambah penghasilan dan mengasah keterampilan manajemen. Generasi Z bisa mencoba bisnis kecil-kecilan seperti jualan online atau menjadi content creator yang menghasilkan uang. Dengan berwirausaha, selain mendapatkan penghasilan tambahan, kita juga belajar mengelola bisnis dari awal. 6. Punya Tujuan Finansial yang Jelas Menetapkan tujuan keuangan yang jelas adalah langkah penting untuk mencapai merdeka finansial. Generasi Z perlu menentukan tujuan finansial jangka pendek dan panjang, seperti membeli rumah, traveling, menikah, atau memulai usaha. Dengan tujuan yang jelas, menabung dan mengelola keuangan menjadi lebih terarah. 7. Jaga Pola Hidup Sederhana Hidup sederhana adalah kunci untuk mencapai merdeka finansial. Generasi Z tidak perlu mengikuti gaya hidup yang berlebihan. Fokus pada kebutuhan, bukan keinginan. Dengan hidup sederhana, kita bisa menyimpan lebih banyak uang dan mencapai merdeka finansial lebih cepat. Jangan selalu FOMO dan mengikuti gaya hidup yang tidak mampu di biayai oleh gaji 8. Pahami Prinsip Keuangan Syariah Memahami dan menerapkan prinsip keuangan syariah bisa membantu generasi Z mengelola keuangan dengan bijak. Prinsip syariah mengajarkan untuk menghindari riba (bunga), gharar (ketidakpastian), dan maisir (judi), yang semuanya bisa membawa keberkahan dalam pengelolaan keuangan. Generasi Z juga harus membiasakan diri untuk bersedekah, karena selain bersedekah merupakan amal ibadah yang Allah cintai, sedekah juga bisa membawa keberkahan dalam hidup kunci mendapatkan rezeki berlipat ganda. Merdeka finansial adalah tujuan yang bisa dicapai oleh generasi Z dengan langkah-langkah yang tepat. Mulai dari menabung, menghindari hutang, hingga investasi dan hidup sederhana, semua tips ini bisa membantu generasi Z mencapai kondisi keuangan yang stabil dan mandiri. Dengan konsistensi dan kesadaran akan pentingnya mengelola keuangan, merdeka finansial bukan lagi impian, tapi kenyataan yang bisa diraih https://kotasukabumi.baznas.go.id/sedekah
ARTIKEL30/09/2025 | Khoirunisa
Doa Minum Susu 1 Muharram: Tradisi dan Maknanya
Doa Minum Susu 1 Muharram: Tradisi dan Maknanya
Tahukah sahabat jika terdapat tradisi minum susu putih di awal bulan Muharram dalam ajaran Islam?. Mungkin maasih banyak umat Islam yang belum mengetahui makna tradisi ini dan Doa Minum Susu 1 Muharram. Mari kita bahas selengkapnya di artikel berikut mengenai sejrah dan makna tradisi minum susu putih Dikutip dari laman NU Online, tradisi minum susu putih di malam 1 Muharram berasal dari tradisi Abuya Sayyid Muhammad Alawy Al Maliki. Beliau merupakan seorang ulama terkenal yang juga keturunan Rasulullah SAW di tanah suci. Lantas mengapa dan bagaimana maknanya minum susu putih di malam 1 Muharram? Abuya Sayyid Muhammad Alawy Al Maliki menjelaskan, meminum susu putih pada malam 1 Muharram melambangkan awal tahun yang baru yang bersih dan penuh dengan kebaikan. Sebab, selama ini, susu putih dilambangkan sebagai simbol kebersihan dan nutrisi. Bagi umat Islam yang ingin melakukan amalan minum susu putih ini, dapat dilakukan setelah Maghrib pada malam 1 Muharram hingga sebelum waktu Subuh. Namun sebelum meminum susu, hendaknya untuk membaca doa terlebih dahulu. Berikut lafaz doa meminum susu putih di malam 1 Muharram: Allahumma baarik lanaa fiihi wazidnaa minhu Artinya: Ya Allah, berkahilah kami di dalam air susu ini dan tambahlah keberkahan kami darinya. Selain itu, meminum susu pada malam 1 Muharram boleh dilakukan bersama keluarga, murid, santri dan masyarakat di sekitar kita. Dengan demikian, semuanya dapat turut merasakan berkah yang sama sebagaimana yang dijalankan oleh Abuya Sayyid Muhammad Alawy Al Maliki kepada para santrinya. Abuya Sayyid Muhammad Alawy Al Maliki selain meminum susu, beliau juga membagikan susu putih kepada para santrinya. Dengan cara ini, beliau berharap para santrinya akan mendapat keberkahan di bulan Muharram yang mulia. Itulah penjelasan mengenai makna, sejarah dan Doa Minum Susu 1 Muharram. Semoga bermanfaat.
ARTIKEL30/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
Doa Agar Terhindar Dari Musibah dan Keburukan
Doa Agar Terhindar Dari Musibah dan Keburukan
Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak dapat terhindar dari berbagai ujian dan cobaan. Oleh sebab itu, sangat dianjurkan untuk memohon perlindungan kepada Allah. Salah satu cara untuk meminta perlindungan adalah dengan berdoa, agar kita dijauhkan dari keburukan dan musibah. Dalam Islam, terdapat banyak doa yang dapat kita amalkan untuk memohon keselamatan dari segala bentuk bahaya. Secara bahasa, doa berasal dari bahasa Arab ????????? (ad-du‘?’) yang berarti memanggil, memohon, atau meminta. Kata ini berakar dari kata ????? (da‘?) yang berarti menyeru atau memohon sesuatu dengan penuh harapan. Dalam bahasa Indonesia, doa diartikan sebagai permohonan atau harapan yang disampaikan kepada Allah agar diberikan kebaikan, dijauhkan dari keburukan, atau diberikan sesuatu yang diinginkan. Sedangkan menurut istilah Secara istilah, doa adalah bentuk ibadah berupa permohonan seorang hamba kepada Allah dengan penuh kerendahan hati untuk memperoleh rahmat, petunjuk, perlindungan, dan pertolongan-Nya. Doa dalam Islam merupakan bagian penting dari ibadah yang menunjukkan ketergantungan manusia kepada Allah. Sebagaimana Allah Swt berfirman dalam surat Gafir ayat 60 : ??????? ????????? ???????????? ?????????? ?????? ?????? ?????????? ???????????????? ???? ??????????? ?????????????? ????????? ??????????? ? ?? Artinya : “Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.” Dari penjelasan ayat tersebut adalah bahwasanya kita selaku hamba Allah dianjurkan untuk senantiasa ber’doa kepada Allah Swt. Barangsiapa yang berdo’a kepada Allah Swt maka Allah Swt akan mengabulkan segala do’a yang dipanjatkan. Doa Agar Terhindar dari Keburukan dan Musibah Berikut beberapa doa yang bisa diamalkan untuk memohon perlindungan dari segala bentuk keburukan dan musibah: 1. Doa Memohon Perlindungan dari Kejahatan Makhluk "Bismillahilladzi la yadhurru ma'asmihi syai'un fil ardhi wa la fis sama'i wa huwas sami'ul 'alim." Artinya: "Dengan menyebut nama Allah yang dengan nama-Nya segala sesuatu di bumi dan di langit tidak akan membahayakan. Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi) Doa ini dianjurkan dibaca tiga kali pada pagi dan petang untuk mendapatkan perlindungan dari segala bentuk kejahatan. 2. Doa Mohon Dijauhkan dari Marabahaya dan Kesulitan Rasulullah SAW sering mengajarkan doa berikut untuk meminta perlindungan dari kesulitan hidup dan musibah: "Allahumma inni a'udzu bika minal barashi, wal jununi, wal judzami, wa min sayyi'il asqam." Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari penyakit belang, gila, kusta, dan penyakit-penyakit buruk lainnya." (HR. Abu Dawud) Doa ini bisa dibaca setiap hari agar kita terhindar dari penyakit yang membahayakan. 3. Doa Perlindungan dari Musibah Tak Terduga "Allahumma inni a'udzu bika min zawali ni'matika, wa tahawwuli 'afiyatika, wa fuja'ati niqmatika, wa jami'i sakhatika." Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya nikmat-Mu, perubahan kesehatan yang Engkau berikan, datangnya azab-Mu secara tiba-tiba, dan dari segala kemurkaan-Mu." (HR. Muslim) Doa ini bisa dibaca setiap hari agar Allah selalu menjaga nikmat-Nya atas kita dan menjauhkan kita dari musibah yang tidak terduga. 4. Doa Perlindungan dari Kejahatan Jin dan Manusia Allah telah mengajarkan dalam Al-Qur'an dua surat pendek yang sangat baik untuk perlindungan dari kejahatan, yaitu : Surat Al-Falaq (QS. Al-Falaq: 1-5) "Qul a’udzu birabbil falaq, min syarri ma khalaq, wa min syarri ghasiqin idza waqab, wa min syarrin naffatsati fil ‘uqad, wa min syarri hasidin idza hasad." Surat An-Nas (QS. An-Nas: 1-6) "Qul a’udzu birabbin nas, malikin nas, ilahin nas, min syarril waswasil khannas, alladzi yuwaswisu fi sudurin nas, minal jinnati wannas." Membaca kedua surat ini setiap pagi, petang, dan sebelum tidur dapat menjadi benteng perlindungan dari segala kejahatan, baik dari jin maupun manusia.
ARTIKEL30/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
Doa Naik Kendaraan Darat, Laut, Udara dan Artinya
Doa Naik Kendaraan Darat, Laut, Udara dan Artinya
Di masa sekarang ini sudah banyak moda transportasi yang memudahkan sahabat untuk berpergian. Bahkan jika sahabat tidak memiliki kendaraan pribadi, ada banyak kendaraan umum dan berbagai penyedia aplikasi yang menawarkan kemudahan untuk berpergian. Namun kemudahan itu juga harus diiringi dengan ketawakalan kepada Allah swt dengan tetap meminta perlindungan kepada-Nya dengan berdoa. Doa naik kendaraan adalah doa yang mungkin sudah diajarkan kepada kita sejak kecil. Doa ini hendaknya dibaca ketika menaiki kendaraan atau berpergian jauh. Doa ini diperuntukan agar kita terhindar dari marabahaya serta mendapatkan keberkahan dan perlindungan selama perjalanan. Dengan membaca doa naik kendaraan, semoga kita mendapatkan keselamatan sampai di tempat tujuan. Berikut doa naik kendaraan darat, laut, dan udara beserta artinya untuk sahabat amalkan ketika hendak meninggalkan rumah dan berpergian. Doa keluar rumah Ketika berpergian tentunya kita keluar dari rumah. Saat itu terjadi, hendaknya kita membaca doa keluar rumah yang dianjurkan sebagai berikut : "Bismillahi Tawakkaltu' Alalloh, Laa Hawla Wa Laa Quwwata Illaa Billaah." Artinya: “Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada-Nya; tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan-Nya.” Doa naik kendaraan darat Ketika bepergian dengan kendaraan darat hendaknya membaca doa untuk diberikan perlindungan sebagai berikut : "Subhaanalladzi sakhoro lana hadza wa ma kunna lahu muqrinin, wa innaa ilaa robbina lamunqolibuun." Artinya: “Maha suci Allah yang memudahkan ini (kendaraan) bagi kami dan tiada kami mempersekutukan bagi-Nya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.” Doa naik kendaraan laut Kendaraan laut seperti kapal atau perahu masih menjadi pilihan masyarakat Indonesia, hendaknya ketika menaiki kendaraan laut kita membaca doa : "Bismillaahi majreehaa wa mursaahaa inna robbii laghofuurur rohiim." Artinya: “Dengan nama Allah yang menjalankan kendaraan ini berlayar dan berlabuh. Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” Doa naik kendaraan udara Jika berpergian menggunakan pesawat terbang, helikopter, ataupun kendaraan dengan jalur udara lainnya bacalah doa : "Allaahumma hawwin ‘alainaa safaranaa hadzaa wathwi ‘annaa bu’dahu allaahumma anta ashshoohibu fissafari walkholiifatu fil-ahl." Artinya: “Ya Allah, mudahkanlah kami bepergian ini, dan dekatkanlah kejauhannya. Ya Allah yang menemani dalam bepergian, dan Engkau pula yang melindungi keluarga.” Kapan membaca doa naik kendaraan ? Waktu yang tepat untuk membaca doa naik kendaraan baik kendaraan darat, laut, dan udara adalah saat akan memulai perjalanan di atas kendaraan. Namun bila tidak memungkinkan sahabat bisa membacanya sebelum naik kendaraan seperti saat di terminal hendak naik bus, di pelabuhan hendak naik kapal laut, dan sebagainya Sebaiknya juga kita memperhatikan adab membaca doa naik kendaraan. Berikut adalah beberapa adab yang perlu dilakukan ketika mengamalkan doa menaiki kendaraan sebelum berpergian: Dalam keadaan suci dengan cara berwudhu Diusahakan menghadap kiblat Berdoalah dengan khusyuk dan penuh pengharapan dan keyakinan penuh kepada Allah swt Semoga sahabat yang hendak melakukan perjalan jarak jauh maupun dekat diberikan keselamatan oleh Allah swt, selain beroda untuk menolak bala sahabat juga bisa dengan bersedekah "Bersegeralah kamu bersedekah, sebab bala bencana tidak pernah bisa mendahului sedekah." (HR. Imam Baihaqi) Jadi sebelum berpergian jauh sahabat juga bisa tunaiakn sedekah lebih mudah disini https://kotasukabumi.baznas.go.id/sedekah
ARTIKEL30/09/2025 | Khoirunisa
Tata Cara Melaksanakan Fidyah sesuai dengan Syariat Islam
Tata Cara Melaksanakan Fidyah sesuai dengan Syariat Islam
Fidyah merupakan salah satu bentuk kemudahan (rukhsah) yang diberikan oleh Allah SWT kepada hamba-Nya yang mengalami hambatan atau kendala dalam melaksanakan puasa wajib, khususnya di bulan Ramadhan. Dengan demikian, fidyah adalah solusi yang tepat bagi mereka yang tidak memungkinkan lagi mengganti puasanya di kemudian hari. Berikut adalah uraian lengkap, detail, dan dapat dipertanggungjawabkan berdasarkan literatur Islam yang terpercaya mengenai fidyah dan tata cara pelaksanaannya. Definisi Fidyah Menurut Syariat Secara bahasa, kata fidyah berasal dari bahasa Arab yang berarti "pengganti" atau "tebusan". Secara istilah syar’i, fidyah adalah penggantian kewajiban puasa yang tidak bisa dilaksanakan seseorang dengan memberi makan fakir miskin sejumlah hari puasa yang ia tinggalkan. Allah SWT menjelaskan dalam Al-Qur'an: "Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin." (QS. Al-Baqarah: 184) Dalil-dalil Pensyariatan Fidyah Dalil yang menjadi dasar pensyariatan fidyah tidak hanya dari Al-Qur'an, tetapi juga dari Hadits dan ijma' para ulama. Di antara dalil-dalil tersebut adalah: 1. Al-Qur'an: • QS. Al-Baqarah ayat 184 sebagaimana telah disebutkan. 2. Hadits Nabi Muhammad SAW: • Hadits riwayat Ibnu Abbas RA yang mengatakan: "Diberi keringanan bagi orang tua lanjut usia (yang tidak mampu puasa) untuk berbuka (tidak berpuasa) dan memberi makan seorang miskin setiap hari, dan tidak ada kewajiban qadha baginya." (HR. Daruquthni dan Al-Hakim) Siapa yang Wajib Membayar Fidyah? Terdapat beberapa kategori orang yang diwajibkan membayar fidyah karena ketidakmampuan mengganti puasa: 1. Orang Tua Lanjut Usia (Syekh Fani) Orang tua yang secara fisik sudah tidak mampu menjalankan puasa karena faktor usia lanjut, dan tidak ada harapan lagi baginya untuk mampu berpuasa di masa depan. 2. Orang yang Menderita Sakit Kronis Mereka yang sakit berat secara permanen, tidak ada harapan sembuh, dan jika berpuasa dapat membahayakan keselamatannya. 3. Wanita Hamil dan Menyusui Menurut sebagian ulama seperti Imam Syafi’i dan Imam Malik, wanita hamil dan menyusui yang khawatir akan keselamatan diri sendiri atau bayinya, dapat membayar fidyah sebagai pengganti puasa jika tidak mampu meng-qadha puasa di hari lain. Tata Cara dan Jumlah Pembayaran Fidyah Langkah Pertama: Menghitung Jumlah Hari Tidak Berpuasa Seseorang harus terlebih dahulu memastikan jumlah hari yang ditinggalkan dalam berpuasa Ramadhan. Setiap hari yang ditinggalkan harus diganti dengan fidyah untuk satu orang miskin. Langkah Kedua: Menentukan Bentuk Fidyah Ulama berbeda pendapat tentang bentuk pembayaran fidyah: 1. Menurut mayoritas ulama (jumhur), fidyah diberikan dalam bentuk makanan pokok sebanyak satu mud (sekitar 0,7 kg sampai 1 kg) untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan. 2. Dalam Mazhab Hanafi, ukuran fidyah adalah setengah sha’ atau sekitar 1,5 kg makanan pokok. Ulama sepakat bahwa makanan pokok harus disesuaikan dengan standar makanan pokok daerah setempat, misalnya beras, gandum, atau kurma. Langkah Ketiga: Waktu Pembayaran Fidyah Menurut jumhur ulama, fidyah bisa dibayar sejak hari pertama Ramadhan hingga menjelang Ramadhan berikutnya. Semakin cepat fidyah ditunaikan, semakin baik dan segera dirasakan manfaatnya oleh penerima. Langkah Keempat: Cara Pembayaran Fidyah Fidyah dapat diberikan dalam beberapa bentuk: • Makanan matang (siap saji): memberikan makanan siap konsumsi kepada fakir miskin. • Bahan mentah: memberikan makanan pokok mentah seperti beras atau gandum. • Melalui lembaga amil zakat: pembayaran fidyah dapat diserahkan kepada lembaga zakat yang terpercaya seperti BAZNAS Kota Sukabumi untuk distribusi yang lebih terjamin ke fakir miskin. Cara Menghitung Fidyah Menurut Madzhab Untuk memberikan gambaran lebih jelas, berikut contoh perhitungan fidyah: • Jika seseorang meninggalkan puasa selama 30 hari, maka ia wajib memberi makan 30 orang miskin sebanyak satu mud per hari (±0,7 kg), total sekitar 21 kg bahan makanan pokok (menurut jumhur ulama). • Dalam Mazhab Hanafi, jika fidyah adalah setengah sha’ per hari (±1,5 kg), maka total menjadi sekitar 45 kg untuk 30 hari puasa. Keutamaan Menunaikan Fidyah Menunaikan fidyah tidak hanya sebagai pengganti puasa, tetapi juga sebagai ibadah sosial yang memiliki keutamaan besar: Mendapat pahala dari Allah SWT karena memenuhi kewajiban agama. Menguatkan solidaritas sosial dengan membantu fakir miskin. Menjadi wasilah mendapat keberkahan dan rahmat Allah SWT. Mengapa Menyalurkan Fidyah melalui Lembaga Zakat? Menyalurkan fidyah melalui lembaga zakat seperti BAZNAS Kota Sukabumi memiliki kelebihan khusus: Dipastikan sampai kepada fakir miskin yang benar-benar membutuhkan. Pengelolaan yang profesional, transparan, dan amanah. Menjangkau lebih luas penerima manfaat. Dengan memahami secara mendalam mengenai fidyah dan tata cara melaksanakannya, kita mampu menjalankan ibadah yang benar, sesuai dengan petunjuk agama, serta memastikan bahwa kewajiban kita telah tertunaikan dengan baik dan tepat sasaran. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita semua serta menjadikannya wasilah bertambahnya keberkahan dalam hidup kita. Untuk informasi lebih lanjut tentang fidyah atau penyaluran zakat, infak, dan sedekah, silakan kunjungi https://kotasukabumi.baznas.go.id/
ARTIKEL29/09/2025 | Khoirunisa
Amalan dan Keutamaan Nisfu Syaban
Amalan dan Keutamaan Nisfu Syaban
Nisfu Sya'ban, yang berarti malam pertengahan bulan Sya'ban, adalah salah satu momen penting dalam kalender Islam. Malam ini dirayakan dengan penuh keutamaan oleh umat Islam di berbagai belahan dunia. Nisfu Sya'ban jatuh pada malam ke-15 bulan Sya'ban, bulan ke-8 dalam kalender Hijriyah. Dalam tradisi Islam, malam ini dianggap sebagai malam istimewa di mana rahmat Allah swt dicurahkan, dosa-dosa diampuni, dan doa-doa dikabulkan. Keutamaan Nisfu Sya’ban Nisfu Syaban merupakan malam yang dipenuhi dengan berkah dan rahmat. Dalam ajaran Islam, malam ini diyakini sebagai waktu di mana Allah swt menentukan takdir hamba-Nya untuk tahun yang akan datang. Rasulullah SAW pun meningkatkan ibadahnya pada malam tersebut, dengan melaksanakan shalat, berdzikir, dan berdoa. Salah satu keutamaan yang paling istimewa dari malam Nisfu Syaban adalah anugerah pengampunan dari Allah SWT. Di malam yang penuh berkah ini, Allah membuka pintu maaf-Nya bagi hamba-hamba-Nya yang bertaubat dan memohon ampun. Oleh sebab itu, banyak umat Islam yang memanfaatkan momen ini untuk melaksanakan ibadah serta memperbanyak doa dalam upaya memohon ampunan dari-Nya. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya Allah SWT memperhatikan hamba-hamba-Nya pada malam Nisfu Sya'ban, maka Dia mengampuni dosa-dosa semua makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan." (HR. Ibnu Majah dan Ath-Thabrani) Hadis ini menunjukkan bahwa malam Nisfu Sya'ban adalah waktu yang sangat baik untuk memohon ampunan kepada Allah SWT, terutama bagi mereka yang ingin memperbaiki hubungan dengan-Nya. Makna Nisfu Sya’ban Nisfu Syaban memiliki makna yang mendalam dalam kehidupan seorang Muslim. Momentum ini mengajak kita untuk melakukan introspeksi dan perbaikan diri. Menjelang malam Nisfu Syaban, umat Islam diingatkan untuk merenungkan amal perbuatan mereka selama setahun terakhir serta berusaha memperbaiki diri agar dapat menjadi pribadi yang lebih baik di masa mendatang. Selain itu, Nisfu Syaban merupakan momen yang sangat baik untuk memperdalam hubungan kita dengan Allah SWT. Pada malam ini, dengan melaksanakan ibadah dan berdoa, umat Islam dapat merasakan kedekatan spiritual dengan Sang Pencipta. Ini adalah saat yang tepat untuk menyendiri, merenung, dan berkomunikasi dengan Allah SWT. Amalan yang Dianjurkan di Malam Nisfu Sya'ban Malam Nisfu Sya'ban sebaiknya dimanfaatkan dengan melakukan berbagai amalan ibadah, seperti: 1. Memperbanyak Istighfar dan Taubat Malam ini adalah saat yang ideal untuk memohon ampun kepada Allah SWT dan memperbaiki hubungan kita dengan-Nya. 2. Melaksanakan Salat Malam (Qiyamullail) Shalat malam merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan, terutama pada malam-malam yang penuh keutamaan seperti Nisfu Sya'ban. 3. Membaca Al-Qur'an Membaca dan mentadabburi Al-Qur'an pada malam Nisfu Sya'ban dapat meningkatkan kedekatan seorang hamba kepada Allah SWT. 4. Berpuasa Sunnah Disunnahkan untuk berpuasa pada hari ke-13, 14, dan 15 bulan Sya'ban, termasuk pada hari setelah malam Nisfu Sya'ban.
ARTIKEL29/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
Makna Malam Lailatul Qadr dan Keutamannya
Makna Malam Lailatul Qadr dan Keutamannya
Malam lailatul qadar menurut keyakinan kaum muslim merupakan malam yang penuh dengan keberkahan didalamnya. Lailatul Qadar terdiri dari dua kata yaitu lailah dan al qadr, yang secara bahasa lailah berarti hitam pekat atau malam. Sedangkan al qadr artinya kemuliaan atau penetapan, yang secara bahasa adalah suatu malam kemuliaan atau malam penentuan. Banyak pendapat yang mengartikan malam lailatul qadar ini. Perkiraan makna pertama malam lailatul qadar adalah malam cemerlang yang mempunyai kemuliaan, kejayaan, dan pujian. Malam dimana Allah Swt memberikan hal-hal yang pantas diberikan pada para hamba-Nya yang Ikhlas, baik itu berupa kewibawaan yang terkenal maupun kedudukan yang terpuji didunia dan akhirat. Makna kedua tentang malam lailatul qadar adalah malam diputuskannya takdir, alur, dan Nasib para hamba lalu dikirim dari Laufil Mahfuz ke langit dunia secara kontan untuk dijalankan selama setahun. Dari perkiraan makna diatas, maka malam Lailatul Qadar adalah suatu malam yang selama setahun penuh dipenuhi dengan berbagai kebaikan dan malam yang sangat istimewa di bulan Ramadan, dan disebutkan dalam Al-Quran sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Malam ini sangat penting bagi umat Muslim karena pada malam ini diturunkannya Al-Quran yang menjadi petunjuk bagi umat manusia. Malam Lailatul Qadar mempunyai 3 nama yang merupakan penghubung jalan Tuhan yang memberikan kebahagiaan dan karunia, yaitu: Lailatul Barakah (malam keberkahan), Lailaturrahmah (malam kasih sayang), dan Lailatussalam (malam keselamatan). Keutamaan Malam Lailatul Qadar 1. Diampuni dosanya Siapa yang beribadah pada malam lailatul qadar, dia akan diampuni dosanya. Rasulullah SAW. Menjelaskan, ”Siapa yang beribadah pada malam Lailatul Qadar dengan dilandasi iman dan keikhlasan, maka Allah akan mengampuni dosanya yang telah lalu .” 2. Nilai Pahala yang Dilipatgandakan Malam Lailatul Qadar memiliki keistimewaan yang besar karena pada malam tersebut, pahala amal ibadah dilipatgandakan. Dalam sebuah hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Nabi Muhammad saw bersabda bahwa pahala berpuasa di bulan Ramadan karena iman dan mengharap pahala adalah pengampunan dosa-dosa yang telah lalu. Begitu juga dengan shalat pada Malam Lailatul Qadar, pahalanya sama dengan shalat selama seribu bulan. 3. Dikabulkan Doanya Malam Lailatul Qadar menjadi waktu yang sangat istimewa untuk memohon rezeki dan ampunan dari Allah swt. Dalam suasana yang penuh khusyuk dan kesungguhan, umat Islam memiliki kesempatan untuk berdoa kepada-Nya, agar doa-doa mereka dikabulkan, rezeki yang berlimpah diberikan, dan dosa-dosa mereka diampuni. Malam Lailatul Qadar dengan segala keistimewaannya merupakan kesempatan bagi umat Islam untuk berbuat kebaikan. Oleh karena itu, marilah memanfaatkan setiap detik dari malam yang penuh berkah ini untuk melakukan amal perbuatan, memperbanyak dzikir, berdoa, dan merenungkan kebesaran Allah swt.Kita juga dianjurkan untuk memohon kepada-Nya agar mengabulkan segala niat baik yang kita laksanakan. Semoga Allah swt senantiasa memberkahi setiap langkah kita menuju-Nya. Aamiin.
ARTIKEL29/09/2025 | Khoirunisa
Manfaat Sedekah di Bulan Sya’ban: Ladang Pahala Menjelang Ramadhan
Manfaat Sedekah di Bulan Sya’ban: Ladang Pahala Menjelang Ramadhan
Bulan Sya’ban merupakan bulan yang istimewa dalam Islam karena menjadi jembatan menuju bulan suci Ramadhan. Rasulullah SAW banyak melakukan ibadah di bulan ini, termasuk puasa sunnah dan memperbanyak amal kebajikan. Salah satu amal yang sangat dianjurkan adalah sedekah, karena selain mendatangkan pahala, juga menjadi bentuk kepedulian sosial yang membantu sesama. Bersedekah di bulan Sya’ban memiliki nilai lebih, terutama karena bulan ini adalah waktu di mana catatan amal manusia diangkat kepada Allah Swt. Sedekah merupakan amalan yang dicintai Allah Swt. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya ayat Al-Qur’an yang menyebutkan tentang sedekah, salah satunya dalam surat Al-Baqarah ayat 271 : ???? ???????? ??????????? ?????????? ????? ?????? ??????????? ????????????? ????????????? ?????? ?????? ??????? ? ??????????? ???????? ????? ????????????? ? ????????? ????? ???????????? ???????? ??? Artinya : “Jika kamu menampakkan sedekah (mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu, dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al-Baqarah: 271). Keutamaan Sedekah 1. Sedekah Tidak Mengurangi Harta “Sedekah adalah ibadah yang tidak akan mengurangi harta, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda untuk mengingatkan kita dalam sebuah riwayat Muslim, “sedekah tidaklah mengurangi harta.” (HR. Muslim). Mengapa sedekah tidak akan mengurangi harta? Karena meskipun secara syari’atnya harta kita terlihat berkurang, namun kekurangan tersebut akan ditutup dengan pahala di sisi Allah SWT dan akan terus bertambah kelipatannya menjadi lebih banyak. Sebagaimana janji Allah Swt yang termaktub dalam surat Saba “Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah pemberi rezeki sebaik-baiknya.” (QS. Saba’: 39). 2. Sedekah Menghapus Dosa Sedekah adalah salah satu amalan yang dicintai oleh Allah dan menjadi bukti ketakwaan seorang hamba. Rasulullah SAW bersabda: "Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api." (HR. Tirmidzi) Dari hadis ini, jelas bahwa sedekah bukan hanya memberikan manfaat kepada orang lain, tetapi juga menjadi sarana bagi seorang Muslim untuk menghapus dosa-dosa kecilnya. Sedekah juga merupakan bukti rasa syukur atas rezeki yang telah diberikan oleh Allah dan menjadi cara untuk mendekatkan diri kepada-Nya. 3. Sedekah Melipatgandakan Pahala Sedekah memberikan banyak keistimewaan kepada pelakunya, salah satu diantaranya adalah Allah SWT akan memberikan pahala yang banyak untuk orang yang bersedekah. Allah SWT berfiman, “Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (Qs. Al Hadid: 18) Mengapa Sedekah di Bulan Sya’ban Sangat Dianjurkan? Bulan Sya’ban memiliki keistimewaan karena merupakan bulan di mana amal manusia diangkat kepada Allah Swt. Dalam sebuah hadis, Usamah bin Zaid ra. bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai mengapa beliau banyak berpuasa di bulan Sya’ban, lalu beliau menjawab: "Itu adalah bulan yang dilalaikan oleh banyak orang, yaitu antara Rajab dan Ramadhan. Ia adalah bulan diangkatnya amal kepada Tuhan semesta alam, dan aku ingin amalku diangkat dalam keadaan aku sedang berpuasa." (HR. Nasa’i) Dari hadis ini, dapat diambil hikmah bahwa di bulan Sya’ban kita dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh, termasuk sedekah. Jika Rasulullah SAW ingin amalnya diangkat dalam keadaan sedang berpuasa, maka kita pun dapat memperbanyak sedekah agar amal kita diterima dengan keadaan terbaik. Selain itu, bulan Sya’ban juga menjadi waktu yang tepat untuk membiasakan diri berbagi sebelum memasuki Ramadhan. Dengan memperbanyak sedekah di bulan ini, kita dapat melatih diri agar semakin ikhlas dan lebih siap menyambut Ramadhan dengan hati yang penuh kebaikan. Sedekah di bulan Sya’ban adalah ladang pahala yang besar menjelang Ramadhan. Selain mengikuti sunnah Rasulullah SAW, sedekah juga menjadi amalan yang mendatangkan keberkahan dan perlindungan dari musibah. Dengan memperbanyak sedekah di bulan ini, kita dapat melatih diri untuk lebih ikhlas, mendekatkan diri kepada Allah, serta membantu sesama agar semakin siap menyambut bulan suci Ramadhan dengan hati yang bersih dan penuh keberkahan. Mari manfaatkan bulan Sya’ban ini untuk memperbanyak sedekah dan berbagi kebaikan, sehingga kita bisa meraih pahala yang berlipat dan mendapatkan ridha Allah Swt. Aamiin.
ARTIKEL29/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
Doa Bulan Rajab Memohon Keberkahan dan Ampunan dalam Ibadah
Doa Bulan Rajab Memohon Keberkahan dan Ampunan dalam Ibadah
Doa merupakan senjata umat muslim, momentum Bulan Rajab ini bisa bisa mejadi waktu untuk kita memohon keberkahan dan ampunan. Bulan Rajab adalah salah satu bulan haram dalam kalender Hijriyah. Bulan harama merupakan bulan yang memimiliki kedudukan istimewa dikarenakan di bulan tersebut amal ibadah dilipatgandakan dan perintah untuk berbuat maksiat ditekankan untuk tidak dilakukan. Di bulan rajab ini seabiknya kita memanfaatkan dengan sebaik-baiknya salah satunya melalui ibadah dan doa-doa yang dianjurkan, termasuk doa bulan Rajab. Selain meperbanyak puasa di bulan Rajab, umat muslim juga dianjurkan untuk memanjatkan doa bulan Rajab di bulan yang mulia ini. Berikut ini adalah doa-doa yang diamalkan Rasulullah SAW dan Sayyidina Ali bin Abi Thalib saat bulan Rajab dikutip dari laman resmi NU. 1. Doa Menyambut Bulan Rajab Allahumma barik lana fi rajaba wa sya'bana wa balighna Ramadhana Artinya: "Ya Allah, berkahilah umur kami di bulan Rajab dan Syaban, serta sampaikanlah (umur) kami hingga bulan Ramadhan." 2. Doa Bulan Rajab, Sayyidina Ali Allahumma sholli 'ala Muhammad wa alihi mashabihil hikmati, wa mawalin ni'mat wa maádinil 'ishmati wa'shimni bihim min khulli suuin, wa la ta'khudzni 'ala ghirratin, wala 'ala ghaflatin, wala tajál 'awaqiba amri hasratan wa nadamatan, wardhini 'anni, fa inna maghfirataka lizhalimina, wana minazhalimina. Allummaghfirli ma la yadhurruka, wa'thini ma la yanfa'uka, fainnakal wasi'atu rahmamtuhu, al badi'atu hikmatuhu, fa'thinis sa'ata wad da'ata wal amna was-shihhata, wasy syukra wal mulmua'afata wat taqwa, wa afrighis shabra was shiddqa 'alayya wa 'ala awliyaika, wa' thinil yusra, wala taj'al maáhul usra, wa' mum bidzalika ahli wa waladi waikhwani fika, waman waladani minal muslimina wal muslimati wal mu'minina wal mu'minati Artinya: Ya Allah, limpahkan rahmat ta'dzim kepada Muhammad dan keluarganya yang menjadi pelita-pelita hikmah, pemilik kenikmatan, sumber perlindungan. Jagalah kami-sebab (keberkahan) mereka-dari keburukan. Dan jangan engkau ambil kami dalam kondisi tertipu, tidak pula dalam keadaan lupa. 3. Doa Istighfar Rajab Astaghfirullahal adziim (3X). Artinya: Aku memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Kuasa (3x) Alladhi laa ilaaha illa huwal hayyul qayyuumu wa atuubu ilaaih, min jamii'il ma'aashii, wadh dhunuubi, wa atuubu ilaah, min jamii'i maa karihallaahu qaulan wa fi'lan, wa sam'an, wa basharan, wa hashiran, allaahumma inii astaghfiruka limaa qaddamtu, wa maa akhkhartu wa maa asraftu, wa maa asrartu, wa maa a'lantu, wa maa anta a'lamu bihii minnii, antal muqaddimu wa antal mu'akhkhiru, wa anta 'alaa kulli sya'in qadiir. Artinya: Yang Tidak ada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup lagi berdiri sendiri. Aku bertobat kepada-Nya dari segala maksiat dan dosa. Aku bertobat kepada-Nya dari segala yang Allah benci, baik berupa perkataan, perbuatan, pendengaran, penglihatan, maupun perasaan. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon ampun terhadap apa-apa (dosa-dosa) yang telah lalu maupun yang kemudian, baik (dosa yang aku perbuat) keterlaluan, (dosa) yang aku sembunyikan, (dosa yang aku perbuat) secara terang-terangan, maupun apa-apa (dosa-dosa) yang Engkau lebih mengetahuinya daripada aku. Engkau-lah Yang Maha Pemula, Engkau-lah Yang Maha Akhir, dan hanya Engkau-lah Yang Maha Mengetahui atas segala sesuatu. Allahumma inii astaghfiruka min kulli dhambin tubtu ilaika min hu, tsumma 'udtu fiih. wa astaghfiruka bi maa 'aradtu bihii wajhakal karima fa khalathtuhu bimaa 'alaihi sa'alaka bi hii ridlan. wa astaghfiruka bi maa wa'adtuka bihii nafsii tsumma akhlaftuka. wa astaghfiruka bi maa da'anii ilaihil hawaa min qablir rukhashi min mastabaha 'alayya, wa huwa 'indaka mahdluurun wa astaghfiruka minan ni'amil latii an'amta bi haa 'alayya fa sharaftuhaa wa taqawwaitu bi haa 'alal ma'aashii. Artinya: Ya Allah sesungguhnya aku memohon ampun kepada-Mu dari setiap dosa, aku bertobat kepada-Mu dari dosa yang aku lakukan lagi. Aku memohon ampun kepada-Mu terhadap apa-apa yang aku maksudkan untuk berbakti kepada-Mu, Yang Maha Mulia, namun tercemari oleh apa-apa yang tidak Engkau ridhoi. Aku memohon ampun kepada-Mu atas apa-apa yang telah aku janjikan kepada-Mu kemudian aku khilaf kepada-Mu. Aku memohon ampun kepada-Mu atas apa-apa yang Engkau berikan kepadaku, namun aku menyepelekannya. Aku mohon ampun kepada-Mu dari segala nikmat yang Engkau limpahkan kepadaku namun aku menyalahgunakannya di jalan maksiat. Wa astaghfiruka minadh dhunuubil latii laa yaghfiruhaa ghairuka wa yaththali'u 'alaihaa ahadun siwaak, wa laa yasa'uhaa illa rahmatuka wa hilmuka wa laa yunjii min haa illa 'afwuka. wa astaghfiruka min kulli yamiinin halaftu bi haa fahanaftu fii haa wa ana 'indaka ma'khudum bihaa. wa astaghfiruka ya laa ilaahaa illaa anta subhaanaka innii kuntu minadh dhaalimiin. Wa astaghfiruka ya laa ilaaha illaa anta, 'aalimul ghaibi wasysyahaadati min kulli sya'atin 'amiltuhaa fii bayadlin nahaari wasawaadil laili fii mala'in wa khalain wa sirrin wa 'alaniyyatin, wa anta ilayya nadziirun idartakabtuhaa taraa maaaataituhu minal 'ishyaani bihii 'amdan aw khata'an aw nisyaanan yaa haliimu yaa kariim., wa astaghfiruka yaa laa ilaaha illaa anta subhanaaka innii kuntu minadl dlaalimiin rabbighfirlii warhamnii watub 'alayya wa anta khairur raahimiin. Wa astaghfiruka min kulli faridhatin wajabat alayya fiiaanalil laili wa athraafan nahaari fa taraktuhaa 'amdan aw khata'an aw nis'yaanan aw tahaawunan wa ana mas'ulun bihaa wa min kulli sanatin min sunani sayyidil mursaliina wakhaatimin nabiyyiina muhammadin shallallahu 'alaihi wasallam fataraktuha ghaflatan aw syahwan aw jahlan aw tahawunan qallat aw katsurat wa ana 'aaidum bi haa. Wa astaghfiruka yaa laa ilaaha illaa anta wahdaka la syarikalak, subhaanaka rabbal 'alamiin. lakal mulku wa lakal hamdu walakasy syukru wa anta hasbunaa wa ni'mal wakiil, ni'mal maulaa wani'man nashiir wa laa haula wa laa quwwata illaa billahil 'aliyyil 'adhiim. wa shallaallahu 'alaa sayyidinaa muhammadin wa aalhi washahbiihi wa sallama tasliiman katsiraw wal hamdu lillaahi rabbil 'aalamin. Artinya: Aku memohon ampun kepada-Mu, wahai Tuhan yang tiada Tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim. Wahai Tuhan-ku, berilah ampunan bagiku, rahmatilah aku, dan terimalah taubatku karena Engkau adalah sebaik-baiknya Penyayang di antara para penyayang. Dan aku memohon ampunan kepadaMu dari setiap amal fardhu yang diwajibkan atas diriku pada siang dan malam hari, namun aku meninggalkannya dengan sengaja, keliru, lupa, atau meremehkan padahal aku pasti akan dimintai pertanggungjawaban mengenainya, dan dari setiap sunnah dari sunah sunah Rasul dan penutup para Nabi, yaitu Muhammad SAW, lalu meninggalkannya karena lalai, tidak tahu, atau meremehkan, baik sunah itu sedikit ataupun banyak, sedang aku masih mengulanginya. Dan aku memohon ampunan kepadaMu wahai Tuhan yang tiada Tuhan selain Engkau, tiada sekutu bagi Mu, Mahasuci Engkau Tuhan semesta alam, bagiMu segala kerajaan, bagiMu segala pujian, bagiMu segala syukur, dan Engkau adalah Yang Mencukupi kami dan sebaik-baik pelindung, penolong, dan sebaik-baik yang memberikan bantuan, dan tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah yang Mahatinggi dan Mahabesar. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad saw, juga keluarganya, para sahabatnya, dengan keselamatan yang banyak. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. 4. Tasbih Rajab Subhanallahil jaliil, subhaana mallaa yambaghittasbiihu illaa lahu. Subhaanal a'azilakromi. Subhaana mallabisal'izza wa huwa lahuu ahlun Artinya: Maha Suci Tuhan yang Maha Agung, Maha Suci yang tidak layak bertasbih kecuali kepadanya-Nya. Maha Suci yang Maha Agung dan Maha Mulia, Maha Suci yang menyandang keagungan dan hanya Dia yang layak memilikinya. Semoga kita bisa mengamalkan beberapa doa bulan Rajab yang ada di atas untuk menambah keberkahan dan meningkatkan ibadah kita.
ARTIKEL26/09/2025 | Khoirunisa
Kisah Sahabat Nabi yang Jarang Diketahui: Inspirasi Kehidupan Islami
Kisah Sahabat Nabi yang Jarang Diketahui: Inspirasi Kehidupan Islami
Inspirasi kehidupan islam dapat kita temui di berbagai kisah-kisah para sahabat nabi. Tentu sahabat sudah mengenal sahabat-sahabat nabi seperti Abu Bakar, Umar bin Khattab, dan Ali bin Abi Thalib, namun masih banyak kisah sahabat Nabi yang jarang diketahui padahal sarat inspirasi. Mereka menunjukkan keteguhan, keberanian, dan kesetiaan yang tinggi kepada Islam. Berikut ini adalah beberapa kisah sahabat Nabi yang jarang diketahui yang dapat menginspirasi kita dalam menjalani kehidupan Islami. Arwa Binti Abdul Muthalib: Pejuang Wanita yang Berani Kisah sahabat Nabi yang jarang diketahui tentang Arwa Binti Abdul Muthalib. Beliau adalah wanita kuat dan berani serta merupakan bibi Nabi Muhammad SAW. Di era Jahiliyah, ketika wanita sering kali tertindas, Arwa muncul sebagai sosok yang lantang mendukung dakwah Nabi. Arwa Binti Abdul Muthalib tidak hanya ikut serta dalam dakwah, tetapi juga dikenal sebagai pelindung Rasulullah SAW di masa-masa sulit. Arwa adalah sosok wanita pemberani yang tak gentar menghadapi tantangan dakwah. Kisah Arwa ini menunjukkan bahwa meskipun wanita sering dipandang lemah pada masa itu, namun ia memperlihatkan keberanian luar biasa, mendukung dakwah Islam, dan melawan stereotip Jahiliyah. Kisah Arwa menunjukkan bahwa setiap muslimah bisa berperan dalam perjuangan Islam, meskipun menghadapi berbagai tantangan. Selain berani, Arwa juga dikenal bijaksana dalam berbicara. Dalam kisah ini, Arwa menunjukkan kebijaksanaan dan ketulusan yang menginspirasi orang-orang di sekitarnya. Melalui perjuangannya, Arwa mengajarkan bahwa setiap orang, tanpa memandang jenis kelamin, memiliki hak dan kewajiban untuk membela kebenaran Islam. Kisah Arwa ini memperlihatkan bahwa Islam adalah agama yang menghargai kesetaraan dan keberanian bagi seluruh umatnya. Abu Lubabah: Penyesalan dan Penebusan Dosa Abu Lubabah bin Abdul Munzir memiliki kisah yang sangat menyentuh. Setelah melakukan suatu tindakan yang ia anggap sebagai pengkhianatan, ia menunjukkan penyesalan mendalam yang menjadikannya salah satu sahabat yang penuh keikhlasan dan kejujuran. Abu Lubabah merasa telah melakukan kesalahan besar terhadap Rasulullah SAW. Hal ini menunjukkan bahwa penyesalan Abu Lubabah adalah bentuk nyata dari kesadaran seorang muslim terhadap kesalahan yang diperbuatnya. Sebagai bentuk penebusan, Abu Lubabah mengikat dirinya di masjid selama beberapa hari tanpa makan dan minum. Kisah ini menggambarkan betapa besar rasa malu dan tekad Abu Lubabah untuk menebus dosanya. Tindakan Abu Lubabah mengingatkan bahwa setiap kesalahan bisa ditebus dengan taubat dan keikhlasan. Melalui kisah sahabat Nabi ini, kita diingatkan bahwa Islam selalu membuka pintu bagi mereka yang tulus bertaubat. Abu Lubabah mengajarkan bahwa manusia tidak luput dari kesalahan, namun yang utama adalah ketulusan dalam mengakui dan memperbaiki diri. Hal ini mengajarkan umat Islam untuk selalu introspeksi. Pada akhirnya, Rasulullah SAW menerima taubat Abu Lubabah, dan kisah ini menjadi contoh bahwa Allah Maha Pengampun bagi hamba-Nya yang bertaubat. Kisah ini adalah pengingat bahwa selalu ada harapan bagi mereka yang tulus bertaubat. Abu Dujanah: Ayah yang Bertanggung Jawab dan Ikhlas Kisah sahabat Nabi yang jarang diketahui berikutnya adalah Abu Dujanah, seorang sahabat Nabi yang tidak hanya dikenal sebagai pejuang tetapi juga sebagai ayah yang sangat bertanggung jawab. Pada suatu waktu, Abu Dujanah mendapati anak-anaknya mengambil kurma yang bukan milik mereka. Abu Dujanah bahkan memaksa anak-anaknya untuk memuntahkan kurma yang telah mereka makan. Ini menunjukkan prinsip kuat Abu Dujanah dalam mengajarkan nilai kejujuran dan tanggung jawab serta keteguhan Abu Dujanah dalam mendidik anaknya agar tidak mengambil yang bukan haknya. Rasulullah SAW meneteskan air mata mendengar pengakuan Abu Dujanah. Kisah ini mengajarkan pentingnya pengawasan dan didikan orang tua dalam menanamkan akhlak mulia kepada anak-anak. Keteladanan Abu Dujanah ini memperlihatkan bahwa menjadi orang tua dalam Islam bukan hanya soal memenuhi kebutuhan, tetapi juga membimbing akhlak anak-anak. Melalui kisah ini, kita belajar pentingnya peran orang tua dalam membentuk karakter anak. Abu Dujanah adalah contoh sempurna dari orang tua yang bertanggung jawab dan takut kepada Allah dalam mendidik anak-anaknya. Kisah ini menjadi inspirasi bahwa Islam menuntut setiap orang tua untuk mendidik anak-anak mereka dengan akhlak yang baik. Ukasyah bin Mihsan: Sahabat dengan Keberanian Luar Biasa Ukasyah bin Mihsan adalah sosok dalam sahabat Nabi yang menunjukkan keberanian besar dan cinta yang tulus kepada Rasulullah SAW. Ia dikenal karena keberaniannya yang luar biasa, terutama di masa-masa genting. Suatu kali, Ukasyah menuntut agar Rasulullah mengizinkannya membalas suatu tindakan yang tidak sengaja dilakukan. Hal ini memperlihatkan bahwa Ukasyah ingin memastikan hubungan mereka bebas dari segala ganjalan. Namun, saat diizinkan, Ukasyah justru memeluk Nabi Muhammad SAW sebagai tanda kecintaan yang mendalam. Melalui kisah ini, kita belajar bahwa cinta kepada Nabi bisa diwujudkan melalui rasa hormat dan kesetiaan. Tindakan Ukasyah mengajarkan bahwa seorang muslim harus selalu memastikan dirinya bebas dari dendam atau ganjalan kepada saudara seiman. Kisah ini adalah pelajaran penting tentang menjaga hubungan yang sehat antar sesama muslim. Keikhlasan Ukasyah ini diakui oleh Nabi dan menjadi inspirasi bagi banyak orang. Dalam kisah ini, kita belajar bahwa cinta yang tulus tidak memerlukan pamrih. Ukasyah menjadi simbol sahabat sejati yang siap melindungi Rasulullah hingga akhir hayatnya. Kisah ini memperlihatkan bahwa sahabat Nabi rela berkorban demi agama dan persahabatan yang tulus. Hanzalah bin Abi Amir: Kesetiaan yang Mengharukan Hanzalah dikenal dengan julukan "Ghasilul Malaikah," karena tubuhnya dibersihkan oleh para malaikat setelah wafat. Hal ini mengisahkan seorang pejuang yang setia pada Islam. Sehari setelah pernikahannya, Hanzalah pergi berperang bersama Rasulullah dan meninggal sebagai syahid. Kisah ini menunjukkan kesetiaan luar biasa Hanzalah kepada agama meskipun baru saja menikah. Rasulullah mengabarkan bahwa Hanzalah dimandikan oleh para malaikat. Dalam cerita ini, kita belajar bahwa Allah SWT menghargai setiap perjuangan yang dilakukan hamba-Nya dengan Ikhlas. Hanzalah mengajarkan bahwa cinta terbesar seorang muslim adalah untuk Allah dan Rasul-Nya. Hal ini mengajarkan tentang ikhlas dalam pengorbanan untuk agama. Kisah ini juga mengingatkan bahwa setiap pengorbanan di jalan Allah tidak pernah sia-sia. Dalam kisah ini, Hanzalah menjadi teladan bahwa meninggalkan dunia demi agama adalah hal yang mulia. Hanzalah meninggalkan kenangan yang abadi bagi umat Islam sebagai sahabat yang setia dan berani. Kisah ini memberi inspirasi agar kita selalu mengutamakan cinta pada Allah di atas segalanya. Demikianlah beberapa kisah sahabat Nabi yang jarang diketahui yang bisa menginspirasi kita dalam menjalani kehidupan Islami. Mereka mengajarkan bahwa Islam adalah agama yang menjunjung kesetiaan, kejujuran, dan keberanian, serta selalu membuka pintu bagi mereka yang ingin bertaubat.
ARTIKEL26/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
Bolehkah Puasa di Bulan Sya’ban?
Bolehkah Puasa di Bulan Sya’ban?
Bulan Sya’ban merupakan salah satu bulan yang penuh dengan keberkahan dalam kalender Islam. Bulan ini sering kali dianggap sebagai persiapan menuju Ramadhan, di mana umat Muslim dianjurkan untuk meningkatkan ibadah, termasuk berpuasa sunnah. Dalam berbagai hadis, Rasulullah saw disebutkan banyak berpuasa di bulan Sya’ban, bahkan lebih banyak dibandingkan bulan-bulan lainnya selain Ramadhan. Sebagaimana hadis dalam riwayat Aisyah RA, beliau berkata: "Aku tidak pernah melihat Rasulullah saw menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali di bulan Ramadhan, dan aku tidak pernah melihat beliau lebih banyak berpuasa selain di bulan Sya'ban." (HR. Bukhari dan Muslim) Hadis ini menunjukkan bahwa Rasulullah saw sangat menganjurkan puasa di bulan Sya'ban. Maka, jawaban atas pertanyaan bolehkah berpuasa di bulan Sya'ban adalah boleh dan bahkan dianjurkan. Puasa di bulan ini menjadi bentuk persiapan menyambut bulan Ramadhan, di mana umat Islam diwajibkan berpuasa penuh selama sebulan. Bolehkah Berpuasa di Akhir Bulan Sya'ban? Salah satu pertanyaan yang sering muncul terkait bolehkah berpuasa di bulan Sya'ban adalah tentang hukum puasa di akhir bulan Sya'ban. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda: "Janganlah kalian mendahului Ramadhan dengan berpuasa sehari atau dua hari sebelumnya, kecuali bagi orang yang memiliki kebiasaan berpuasa maka ia boleh berpuasa pada hari itu." (HR. Bukhari dan Muslim) Hadis ini menunjukkan bahwa bolehkah berpuasa di bulan Sya'ban pada akhir bulan tergantung pada kebiasaan seseorang. Jika seseorang sudah terbiasa melakukan puasa sunnah, maka tidak ada larangan baginya untuk berpuasa sehari atau dua hari sebelum Ramadhan. Namun, jika tidak memiliki kebiasaan tersebut, maka lebih baik tidak berpuasa pada hari-hari tersebut agar tidak mendahului Ramadhan. Puasa di akhir bulan Sya'ban juga diperbolehkan bagi mereka yang sedang mengqadha puasa Ramadhan sebelumnya. Ini menjadi salah satu alasan kuat bahwa bolehkah berpuasa di bulan Sya'ban termasuk di akhir bulan, asalkan tidak diniatkan untuk mendahului puasa Ramadhan. Selain bentuk ibadah sunnah, puasa di bulan Sya’ban juga memiliki hikmah tersendiri. Bulan sya’ban adalah waktu di mana catatan semua amal manusia diangkat dan diperlihatkan kepada Allah. Oleh karena itu, Rasulullah SAW memilih untuk memperbanyak puasa agar catatan amal beliau diangkat dalam keadaan beribadah. Ini menjadi teladan bagi umat Islam agar semakin mendekatkan diri kepada Allah sebelum memasuki bulan suci Ramadhan. Hikmah Berpuasa di Bulan Sya’ban 1. Persiapan Ruhani Menyambut Ramadhan Bulan Sya’ban merupakan waktu yang ideal untuk melatih diri sebelum memasuki bulan Ramadhan. Dengan berpuasa di bulan ini, seorang Muslim dapat membiasakan diri dalam menjalankan ibadah puasa sehingga ketika Ramadhan tiba, ia lebih siap secara fisik dan spiritual. Puasa di bulan Sya’ban juga membantu menanamkan kebiasaan ibadah yang lebih kuat, seperti memperbanyak doa, membaca Al-Qur’an, dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah. 2. Waktu Diangkatnya Catatan Amal Bulan Sya’ban disebut sebagai bulan diangkatnya catatan amal tahunan. Dalam sebuah hadis, Usamah bin Zaid ra. bertanya kepada Rasulullah SAW tentang alasan beliau sering berpuasa di bulan Sya’ban. Rasulullah SAW menjawab: "Itu adalah bulan yang dilalaikan oleh banyak orang, yaitu antara Rajab dan Ramadhan. Ia adalah bulan diangkatnya amal kepada Tuhan semesta alam, dan aku ingin amalku diangkat dalam keadaan aku sedang berpuasa." (HR. Nasa’i) 3. Menghapus Dosa dan Meningkatkan Ketakwaan Puasa memiliki keutamaan dalam menghapus dosa-dosa kecil dan menjadi sarana untuk meningkatkan ketakwaan. Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa berpuasa satu hari di jalan Allah, maka Allah akan menjauhkan wajahnya dari neraka sejauh tujuh puluh tahun perjalanan." (HR. Bukhari dan Muslim) Dengan memperbanyak puasa di bulan Sya’ban, seorang Muslim berkesempatan untuk memperoleh ampunan dari Allah dan meningkatkan kualitas keimanannya sebelum memasuki bulan Ramadhan. 4. Melatih Kesabaran dan Pengendalian Diri Puasa di bulan Sya’ban juga menjadi latihan kesabaran dalam menghadapi rasa lapar, haus, serta godaan lainnya. Hal ini membantu seseorang untuk lebih disiplin dalam mengendalikan hawa nafsu, baik dalam perkataan maupun perbuatan. Dengan demikian, orang yang berpuasa di bulan ini menjadi pribadi yang lebih sabar dan mampu mengontrol dirinya dengan lebih baik. Puasa di bulan Sya’ban juga memiliki manfaat spiritual dan kesehatan. Secara spiritual, puasa ini melatih kesabaran dan meningkatkan ketakwaan, sehingga hati menjadi lebih siap menyambut Ramadhan dengan penuh keikhlasan. Dari segi kesehatan, puasa dapat membantu tubuh menyesuaikan diri sebelum menjalani puasa penuh selama sebulan di bulan Ramadhan. Dengan memahami keutamaan dan manfaatnya, umat Muslim dianjurkan untuk menghidupkan sunnah ini sebagai bentuk persiapan diri menyambut bulan yang lebih mulia.
ARTIKEL26/09/2025 | Khoirunisa
Keutamaan dan Manfaat Makan Sahur
Keutamaan dan Manfaat Makan Sahur
Makan sahur adalah salah satu sunnah dalam ibadah puasa Ramadhan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Selain memiliki keutamaan dari segi agama, sahur juga memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh agar tetap bertenaga selama menjalankan puasa seharian. Kata “sahur” bermula dari kata “sahar” dalam bahasa Arab. Artinya, akhir malam atau waktu menjelang subuh. Sementara pengertian Sahur secara istilah yaitu makanan atau minuman yang dikonsumsi pada waktu sebelum adzan subuh dikumandangkan. Sebagaimana firman Allah Swt yang tercantum dalam surat Al Baqarah ayat 187 : Artinya: ”Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian, sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam. Akan tetapi, jangan campuri mereka ketika kamu (dalam keadaan) beriktikaf di masjid. Itulah batas-batas (ketentuan) Allah. Maka, janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka bertakwa”. Tujuan utama dari sahur adalah untuk memberikan kekuatan kepada orang yang berpuasa agar dapat menjalani hari puasa dengan lebih baik, terutama dalam menghadapi rasa lapar dan dahaga di siang hari. Dalam praktiknya, sahur menjadi sebuah ritual yang melibatkan aspek fisik dan spiritual. Melalui sahur, seorang muslim tidak hanya mempersiapkan tubuhnya untuk berpuasa, namun juga memperoleh kesempatan untuk mendapatkan keberkahan spiritual di waktu yang istimewa ini. Selain itu, waktu sahur juga merupakan saat yang tepat untuk melakukan ibadah tambahan, seperti berdoa dan berdzikir, karena ini adalah waktu di mana Allah swt menurunkan rahmat-Nya. Kesunahan lain dalam sahur adalah mengakhirkan waktunya, mendekati terbit fajar. Ini dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan Anas bin Malik dari Zaid bin Tsabit, beliau bekata: "Kami makan sahur bersama Rasulullah SAW, kemudian (setelah makan sahur) kami berdiri untuk melaksanakan shalat. (Anas bin Malik) berkata: "Berapa perkiraan waktu antara keduanya (antara makan sahur dengan shalat fajar)?" Zaid bin Tsabit berkata: ’(seperti waktu yang dibutuhkan untuk membaca) 50 ayat’.” (Muttafaqun ‘alaih)
ARTIKEL26/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
MAKNA, PERISTIWA, DAN HIKMAH DARI ISRA’ MI’RAJ
MAKNA, PERISTIWA, DAN HIKMAH DARI ISRA’ MI’RAJ
Peristiwa Isra’ Mi`raj terjadi pada malam tanggal 27 Rajab di tahun ke-10/11 dari kenabian. Isra’ berarti perjalanan malam Nabi Muhammad saw dari Masjidil Haram Mekah al-Mukarramah menuju Masjidil Aqsha Baitul Maqdis Palestina, sedangkan Mi`raj berarti perjalanan lanjutan Nabi dari Masjidil Aqsha naik langit ke tujuh hingga ke Sidratul Muntaha. Peristiwa nyata perjalanan kurang dari satu malam Isra Miraj Nabi Muhammad SAW dijelaskan dan diabadikan oleh Allah SWT dalam Al-Quran surat Al-Isra ayat 1 yang berbunyi: “Maha Suci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad) pada malam hari dari Masjidil haram ke Masjidil aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat”. Sebelum melakukan isra’ mi’raj Nabi Muhammad SAW mendapatkan cobaan yang beruntun. Rasulullah SAW mendapatkan cobaan yaitu ditinggalkan oleh sang istri tercinta yaitu Khadijah dan pamannya yang senantiasa membela nabi suka maupun duka yaitu Abu Thalib. Peristiwa tersebut dinamakan sebagai persitiwa amul huzni yang berarti tahun kesedihan, mengingat Nabi Muhammad SAW mendapat cobaan bertubi-tubi selama satu tahun tersebut ditinggal dengan orang-orang yang paling menyayangi sang rasul. Pada dasarnya Isra’ Mi’raj adalah dua peristiwa yang berbeda, namun terjadi dalam satu malam. Peristiwa Isra terjadi secara singkat pada suatu malam, Rasulullah SAW didatangi oleh Malaikat Jibril dan kendaraan Burraq yang satu langkahnya secepat dan sejauh mata memandang, Rasulullah pun menuju ke sumur air zam-zam. Di sana Malaikat Jibril membelah dada Nabi Muhammad SAW dan mensucikan hati beliau menggunakan air zam-zam dan setelah itu Rasulullah pun melanjutkan perjalanannya menuju Masjidil Aqsa di Kota Syam dengan mengendarai Burroq dengan Jibril. Diperjalanan, Nabi Muhammad melihat-lihat pemandangan indah yang belum pernah beliau lihat sebelumnya, inilah keajaiban yang diberikan kepada Nabi Muhammad pada saat perjalanan Isra dan Miraj. Setelah peristiwa Isra selesai yakni dari Masjidil Haram Makah ke Masjidil Aqsa di Syam, kini Rasulullah SAW harus melanjutkan perjalanannya menujuh langit tertinggi, yakni menuju langit ketujuh atau Sidratul Munthaha. Di tiap tingkatan langit tersebut, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan nabi-nabi terdahulu. Nabi-nabi tersebut di antaranya: Nabi Adam di langit pertama. Nabi Isa dan Yahya di langit kedua. Nabi Yusuf di langit ketiga. Nabi Idris di langit keempat. Nabi Harun di langit kelima. Nabi Musa di langit keenam. Nabi Ibrahim di langit ketujuh. Sejak kedua peristiwa tersebut, umat Islam diwajibkan menjalankan salat lima waktu dalam sehari. Berikut beberapa hikmah dari peristiwa Isra’ Mi’raj : Diwajibkannya melaksanakan sholat fardu lima waktu. Menumbuhkan dan meningkatkan keimanan kita terhadap kekuasaan Allah swt yang Maha berkehendak. Membuat kita semakin mengamati bahwa Nabi Muhammad adalah utusan yang membawa perintah Allah SWT. Menyakini bahwa setiap kesulitan pasti akan ada kemudahan dari Allah swt, dimana setiap cobaan tersebut juga dapat meningkatkan keimanan kita atas kuasa Allah swt. Kita juga dapat mengetahui apabila kita melanggar perintah Allah maka Allah akan menghukum kita sesuai dengan apa yang kita lakukan. Kita juga dapat mengetahui tentang tanda-tanda kebesaran Allah swt Itulah beberapa hikmah dari perjalanan isra’ mi’raj Nabi Muhammad saw yang bisa kita jadikan tauladan bagi umat muslim dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
ARTIKEL25/09/2025 | Khoirunisa
Wafatnya Nabi Muhammad, Kronologi dan Dampak bagi Umat Islam
Wafatnya Nabi Muhammad, Kronologi dan Dampak bagi Umat Islam
Seorang Rasulullah hakikatnya adalah manusia yang bisa wafat, begitupun dengan Nabi Muhammad saw. Wafatnya Nabi Muhammad SAW terjadi pada tanggal 8 Juni 632 Masehi atau 12 Rabiul Awal 11 Hijriah, menandai peristiwa penting dalam sejarah Islam. Setelah lebih dari 20 tahun memimpin umat islam, Nabi Muhammad mengalami sakit mengalami sakit beberapa bulan setelah Haji Wada' atau Haji Perpisahan. Pada bulan Safar, Kondisi Nabi Muhammad sangat mengkhawatirkan. Beliau mengalami demam tinggi dan sakit kepala yang begitu hebat, ditengah kondisi tersebut Nabi Muhammad masih menyempatkan memimpin shalat beberpa hari hingga beliau meminta Abu Bakar menggantinkannya. . Kondisi Nabi terus memburuk, dan beliau pun berpindah ke rumah istrinya, Aisyah RA, tempat Nabi menghabiskan hari-hari terakhirnya. Sebelum wafat, Nabi Muhammad berpesan kepada umatnya untuk menekankan nilai persaudaraan, keadilan, dan pentingnya berpegang pada Al-Qur'an dan sunnahnya sebagai pedoman hidup. dipangkuan Aisyah RA, Nabi Muhammad wafat pada 12 Rabiul Awal. Kata-kata terakhirnya yang penuh pengharapan kepada Allah mencerminkan kesempurnaan iman dan ketakwaannya. Umat Islam kehilangan seorang nabi, pemimpin, sekaligus sumber inspirasi spiritual yang mendalam. Dampak Wafatnya Nabi Muhammad bagi Umat Islam Wafatnya Nabi Muhammad SAW memberikan guncangan besar bagi umat Islam. Banyak sahabat Nabi yang tidak percaya bahwa beliau telah wafat. Umar bin Khattab, salah seorang sahabat utama, bahkan menolak kenyataan tersebut dan mengancam siapa saja yang mengatakan bahwa Nabi telah meninggal. Namun, Abu Bakar menenangkan umat Islam dengan kata-kata yang sangat terkenal, "Barang siapa yang menyembah Muhammad, maka sesungguhnya Muhammad telah wafat. Barang siapa yang menyembah Allah, maka sesungguhnya Allah hidup dan tidak akan pernah mati." Setelah wafatnya Nabi Muhammad, umat Islam menghadapi tantangan besar, terutama terkait suksesi kepemimpinan. Wafatnya Nabi bukan hanya mengakhiri masa wahyu, tetapi juga menimbulkan pertanyaan tentang siapa yang akan menggantikannya sebagai pemimpin umat Muslim. Abu Bakar akhirnya terpilih sebagai khalifah pertama, memulai era Khulafaur Rasyidin yang berperan penting dalam menyatukan umat Islam di bawah satu kepemimpinan. Selain itu, wafatnya Nabi Muhammad juga memberikan dampak spiritual yang mendalam. Para sahabat merasa kehilangan sumber bimbingan yang langsung, karena selama ini mereka terbiasa mendapatkan petunjuk langsung dari Nabi terkait berbagai persoalan agama. Meski demikian, warisan ajaran Nabi Muhammad, termasuk Al-Qur'an dan hadis, tetap menjadi pedoman hidup yang kuat bagi umat Islam. Ajaran-ajarannya yang menekankan pada keadilan, persaudaraan, dan kepedulian sosial terus menjadi fondasi penting dalam kehidupan umat Muslim di seluruh dunia. Peringatan Wafatnya Nabi Muhammad dalam Tradisi Islam Setiap tahun, umat Islam memperingati wafatnya Nabi Muhammad SAW melalui berbagai bentuk kegiatan religius. Di antaranya adalah majelis dzikir, pembacaan sirah Nabawiyah (sejarah hidup Nabi), serta refleksi mendalam tentang ajaran yang telah beliau tinggalkan. Peringatan wafatnya Nabi Muhammad juga sering digunakan sebagai momen untuk memperkuat ukhuwah atau persaudaraan di antara sesama Muslim, sebagaimana yang diwasiatkan oleh beliau dalam khutbah terakhirnya. Tradisi peringatan ini tidak hanya mengingatkan umat Muslim tentang kehidupan dan perjuangan Nabi Muhammad, tetapi juga mendorong umat untuk terus meneladani akhlak dan ajaran yang beliau wariskan. Bagi sebagian besar komunitas Muslim, wafatnya Nabi Muhammad merupakan momen yang mendalam untuk merenungkan dan memperkuat komitmen mereka terhadap nilai-nilai Islam.
ARTIKEL25/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
Muslimah Bisa Ikut I'tikaf tidak?
Muslimah Bisa Ikut I'tikaf tidak?
Menjelang sepuluh hari terakhir ramadhan, sahabat mungkin sering mendengar kata itikaf. Apa itu itikaf dan siapa saja yang boleh megerjakan i'tikaf? Secara istilah atau terminologi, i’tikaf adalah tetap diam di masjid untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. ibadah yang dilakukan seperti shalat, berdzikir, bertasbih dan kegiatan terpuji lainnya serta menghindari perbuatan yang tercela. Hukum i’tikaf adalah sunnah, dapat dikerjakan setiap waktu yang memungkinkan terutama pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan. Seperti yang diriwayatkan oleh Aisyah : Dari Aisyah r.a. isteri Nabi s.a.w. menuturkan, “Sesungguhnya Nabi SAW. melakukan i’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan hingga beliau wafat, kemudian istri-istrinya mengerjakan i’tikaf sepeninggal beliau”. (Hadis Shahih, riwayat al-Bukhari: 1886 dan Muslim: 2006). Apa Hukum I’tikaf bagi Wanita? Berdasarkan hadist di atas dapat diketahui jika istri-istri Rasulullah mengerjakan i’tikaf. Namun ada beberapa pendapat Jumhur ulama dari kalangan Madzhab Hanafi, Maliki, syafi’i, Hambali, dan lainnya berpandangan bahwa kaum perempuan seperti laki-laki, tidak sah i’tikafnya kecuali di masjid. Maka tidak sah i’tikaf yang dilaksanakannya di masjid rumahnya. Pendapat bahwa perempuan tidak sah i’tikafnya kecuali di masjid, berbeda dengan yang dipahami madzhab Hambali. mereka berkata, “Sah i’tikaf seorang wanita yang dilaksanakan di masjid rumahnya.” Sedangkan pendapat jumhur jelas lebih benar, karena pada dasarnya laki-laki dan wanita sama dalam hukum kecuali ada dalil yang menghususkannya. Karena itu disyariatkan bagi wanita yang akan beri’tikaf untuk melaksanakannya di masjid-masjid. Namun perlu diketahui, bagi wanita yang memiliki suami tidak boleh beri’tikaf kecuali dengan izin suaminya menurut pendapat jumhur ulama. Meski begitu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika wanita beritikaf di masjid. Pertama, harus atas izin walinya atau suaminya. Kedua, hendaknya wanita yang beritikaf menutupi diri dari pandangan laki-laki. Ketiga, tidak mengganggu (menyempitkan) orang-orang yang shalat, keempat memperhatikan keamanannya. Sahabat jangan lupa sambil i’tikaf sediakan uang untuk bersedekah dan beinfak bisa langsung ke kotak amal ataupun melalui online disini https://kotasukabumi.baznas.go.id/sedekah
ARTIKEL25/09/2025 | Khoirunisa
I’tikaf dan keutamannya di bulan ramadhan
I’tikaf dan keutamannya di bulan ramadhan
I’tikaf merupakan salah satu amalan sunnah yang dianjurkan untuk umat Islam di dunia, terutama pada 10 malam terakhir bulan Ramadan. Amalan ini memiliki keutamaan yang besar karena pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW secara rutin, terutama untuk mencari malam Lailatul Qadar. Secara bahasa, i’tikaf berasal dari kata ‘akafa yang berarti menetap atau berdiam diri. Sedangkan secara syariat, i’tikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat beribadah kepada Allah Swt untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Dalil tentang ber’itikaf di masjid tercantum dalam surat Al Baqarah ayat 125 : Artinya :“(Ingatlah) ketika Kami menjadikan rumah itu (Ka‘bah) tempat berkumpul dan tempat yang aman bagi manusia. (Ingatlah ketika Aku katakan,) “Jadikanlah sebagian Maqam Ibrahim) sebagai tempat salat.” (Ingatlah ketika) Kami wasiatkan kepada Ibrahim dan Ismail, “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, yang iktikaf, serta yang rukuk dan sujud (salat)!” Keutamaan I’tikaf di 10 Malam Terakhir Ramadan 1. Lebih Baik dari Seribu Bulan Rasulullah SAW bersabda: "Carilah Lailatul Qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadan." (HR. Bukhari no. 2017, Muslim no. 1169) Malam Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan (QS. Al-Qadr: 3), sehingga i’tikaf menjadi salah satu cara terbaik untuk mendapatkan malam istimewa ini. 2. Menjauhkan diri dari kesibukan dunia Dengan berdiam diri di masjid, seorang Muslim dapat lebih fokus pada beribadah, introspeksi diri, bertafakur akan kebesaran Allah Swt serta mendekatkan diri kepada Allah. 3. Meneladani Sunnah Rasulullah SAW Rasulullah SAW adalah teladan terbaik dalam ibadah, dan beliau selalu menghidupkan 10 malam terakhir Ramadan dengan i’tikaf. I’tikaf di 10 malam terakhir Ramadan adalah amalan sunnah yang penuh berkah. Dengan melakukan i’tikaf, kita bisa mendekatkan diri kepada Allah, meningkatkan kualitas ibadah, serta berkesempatan mendapatkan malam Lailatul Qadar. Rasulullah SAW sendiri mencontohkan i’tikaf sebagai bagian dari ibadahnya, dan kita sebagai umat Islam dianjurkan untuk mengikutinya. Semoga Allah memberikan kita kesempatan untuk menjalankan i’tikaf dengan khusyuk dan menerima segala amal ibadah kita di bulan suci Ramadan. Aamiin
ARTIKEL25/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
Tata Cara Sholat Jenazah
Tata Cara Sholat Jenazah
Sholat jenazah adalah salah satu hak sesama muslim yang harus ditunaikan bagi yang hidup dan menjadi hak syari’i bagi jenazah untuk disholatkan. Hukum sholat jenazah adalah fardhu kifayah (wajib dilakukan, namun jika sudah dilakukan muslim lainnya maka kewajibannya gugur). Oleh karena itu, kita sebagai umat muslim sebaiknya memahami tata cara sholat jenazah. mari simak penjelasannya di artikel berikut ini. Mulai dari syarat hingga cara melakukan sholat serta bacaan sholat untuk jenazah laki-laki dan perempuan. Syarat Sholat Jenazah 1. Jenazah telah dimandikan/disucikan dari najis, baik tubuh, kafan, hingga tempatnya. 2. Orang yang mensholati telah memenuhi syarat sah sholat. 3. Jika jenazah hadir, posisi orang yang sholat (mushalli) harus berada di belakang jenazah. Jenazah laki-laki dibaringkan dengan posisi kepala berada di sebelah Utara, dengan munfarid berdiri lurus dengan kepala jenazah. Jenazah perempuan peletakannya sama dengan jenazah laki-laki tapi imam atau munfaridnya berdiri lurus dengan pantat jenazah. 4. Tidak ada penghalang antara keduanya, jika jenazah berada di dalam keranda, maka keranda tersebut tidak boleh dipaku. 5. Jika jenazah hadir, maka orang yang mensholati juga harus hadir di tempat tersebut. Rukun Shalat Jenazah Niat empat kali takbir, berdiri bagi yang mampu, membaca Al-Fatihah, membaca shalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah takbir kedua, mendoakan mayat setelah takbir ketiga, dan salam ke kanan Sunnah Shalat Jenazah Setiap takbir dianjurkan mengangkat tangan. Bacaannya sirr (lirih) baik di siang atau di malam hari. Membaca ta’awudz sebelum basmalah. Meninggalkan doa iftitah. Tata Cara Sholat Jenazah 1. Niat Niat bisa diucapkan di dalam hati atau dilafalkan dengan bacaan sebagai berikut untuk jenazah laki-laki Usholli 'ala hadzal mayyiti arba'a takbirotin fardho kifayatin imaman/ma'muman lillahi ta'ala. Artinya: "Saya niat sholat atas jenazah ini empat kali takbir fardu kifayah, sebagai imam/makmum hanya karena Allah Ta'ala." Untuk jenazah perempuan dapat membaca sebagai berikut : Usholli 'ala hadzahihil mayyitati arba'a takbirotin fardho kifayatin imaman/ma'muman lillahi ta'ala Artinya: "Saya niat sholat atas jenazah perempuan ini empat kali takbir fardu kifayah, sebagai imam/makmum hanya karena Allah Ta'ala." 2. Berdiri Shalat jenazah dilakukan dengan cara berdiri. Namun, jika seseorang tidak mampu untuk berdiri, maka ia bisa melaksanakan sholat jenazah dengan cara duduk. 3. Mengangkat kedua tangan bersamaan dengan takbiratul ihram, yaitu mengucapkan ALLAHU AKBAR. 4. Membaca ta’awudz: A’UDZU BILLAHI MINASY SYAITHONI ROJIIM. 5. Membaca surah Al-Fatihah sebanyak tujuh ayat secara lengkap. 6. Bertakbir kedua sambil mengangkat tangan. 7. Membaca shalawat pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah takbir kedua, minimalnya adalah: ALLOHUMMA SHOLLI ‘ALA MUHAMMAD. Lengkapnya adalah shalawat Ibrahimiyyah: ALLAHUMMA SHOLLI ‘ALA MUHAMMAD WA ‘ALA AALI MUHAMMAD KAMAA SHOLLAITA ‘ALA IBROOHIM WA ‘ALA AALI IBROHIM, INNAKA HAMIDUN MAJIID. ALLAHUMMA BAARIK ‘ALA MUHAMMAD WA ‘ALA AALI MUHAMMAD KAMAA BAAROKTA ‘ALA IBROHIM WA ‘ALA AALI IBROHIMM INNAKA HAMIDUN MAJIID 8. Bertakbir ketiga sambil mengangkat tangan. 9. Membaca doa kebaikan untuk jenazah setelah takbir ketiga Doa untuk jenazah laki-laki Allahhummaghfir lahu warhamhu wa'aafihi wa'fuanhu. Artinya: "Ya Allah ampunilah dia, berilah rahmat dan sejahtera dan maafkanlah dia.". Doa untuk jenazah perempuan Allahhummaghfir laha warhamha wa'aafiha wa'fuanha Artinya: "ya allah ampunikah dia, berilah rahmat dan sejahtera dan maafkanlah dia." 10. Bertakbir keempat sambil mengangkat tangan. 11. Membaca doa setelah takbir keempat Untuk jenazah laki-laki : Allahumma laa tahrimnaa ajrahuu walaa taftinaa ba'dahu wagfirlana wa lahu Artinya: "Ya Allah, janganlah kiranya pahalanya tidak sampai kepada kami dan janganlah Engkau memberi kami fitnah sepeninggalannya, dan ampunilah kami dan dia." Untuk jenazah perempuan : Allahumma la tahrimna ajraha wala taftinna ba'daha waghfirlana walaha Artinya: "Ya Allah, janganlah kiranya pahalanya tidak sampai kepada kami dan janganlah Engkau memberi kami fitnah sepeninggalannya, dan ampunilah kami dan dia." 12. Mengucapkan ke kanan dan ke kiri dengan ucapan: AS-SALAAMU ‘ALAIKUM WA ROHMATULLAH WA BARAKATUH. Doa kebaikan kepada jenazah setelah takbir ketiga Di antara yang bisa dibaca pada doa setelah takbir ketiga jika jenazah adalah laki-laki: Allahummaghfirla-hu warham-hu wa ‘aafi-hi wa’fu ‘an-hu wa akrim nuzula-hu, wa wassi’ madkhola-hu, waghsil-hu bil maa-i wats tsalji wal barod wa naqqi-hi minal khothoyaa kamaa naqqoitats tsaubal abyadho minad danaas, wa abdil-hu daaron khoirom min daari-hi, wa ahlan khoirom min ahli-hi, wa zawjan khoirom min zawji-hi, wa ad-khil-hul jannata, wa a’idz-hu min ‘adzabil qobri wa ‘adzabin naar. “Ya Allah! Ampunilah dia (jenazah) berilah rahmat kepadanya, selamatkanlah dia (dari beberapa hal yang tidak disukai), maafkanlah dia dan tempatkanlah di tempat yang mulia (Surga), luaskan kuburannya, mandikan dia dengan air salju dan air es. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran, berilah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah keluarga (atau istri di Surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia), istri (atau suami) yang lebih baik daripada istrinya (atau suaminya), dan masukkan dia ke Surga, jagalah dia dari siksa kubur dan Neraka.” (HR. Muslim no. 963) Catatan: Jika jenazah adalah perempuan: Allahummaghfirla-haa warham-haa wa ‘aafi-haa wa’fu ‘an-haa wa akrim nuzula-haa, wa wassi’ madkhola-haa, waghsil-haa bil maa-i wats tsalji wal barod wa naqqi-haa minal khothoyaa kamaa naqqoitats tsaubal abyadho minad danaas, wa abdil-haa daaron khoirom min daari-haa, wa ahlan khoirom min ahli-haa, wa zawjan khoirom min zawji-haa, wa ad-khil-hal jannata, wa a’idz-haa min ‘adzabil qobri wa ‘adzabin naar. Jika jenazah jumlahnya banyak: Allahummaghfirla-hum warham-hum wa ‘aafi-him wa’fu ‘an-hum wa akrim nuzula-hum, wa wassi’ madkhola-hum, waghsil-hum bil maa-i wats tsalji wal barod wa naqqi-him minal khothoyaa kamaa naqqoitats tsaubal abyadho minad danaas, wa abdil-hum daaron khoirom min daari-him, wa ahlan khoirom min ahli-him, wa zawjan khoirom min zawji-him, wa ad-khil-humul jannata, wa a’idz-hum min ‘adzabil qobri wa ‘adzabin naar.
ARTIKEL24/09/2025 | Khoirunisa
Sejarah Hari Santri Nasional 22 Oktober dan Tujuan Memperingatinya
Sejarah Hari Santri Nasional 22 Oktober dan Tujuan Memperingatinya
Asal Usul dan Tujuan Peringatan Hari Santri Nasional Hari Santri Nasional diperingati setiap tanggal 22 Oktober berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015. Hari ini ditetapkan untuk mengenang kontribusi besar para santri dalam memperjuangkan serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Peringatan ini pertama kali diinisiasi oleh kalangan pesantren sebagai bentuk penghargaan atas jasa para santri terhadap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Melalui Hari Santri, masyarakat diajak untuk mengingat, meneladani, dan melanjutkan perjuangan ulama serta santri dalam menjaga keutuhan bangsa. Pada tahun 2023, Hari Santri mengusung tema "Jihad Santri Jayakan Negeri". Tema ini, dikutip dari laman resmi Kementerian Agama RI, menggambarkan semangat dan pengabdian santri sebagai garda terdepan dalam bidang pendidikan serta dalam memerangi kebodohan. Dalam konteks masa kini, jihad dimaknai sebagai perjuangan dalam ranah intelektual dan sosial, bukan hanya dalam bentuk pertempuran fisik. Setiap tahunnya, Hari Santri dirayakan di berbagai wilayah dengan kegiatan seperti zikir, shalawat, doa bersama, dan bentuk-bentuk penghormatan lainnya. Peran Penting Pondok Pesantren dalam Penetapan Hari Santri Gagasan Hari Santri lahir dari ratusan santri di Pondok Pesantren Babussalam, Desa Banjarejo, Malang, pada tahun 2014. Saat itu, Joko Widodo yang masih menjadi calon presiden berkomitmen untuk mewujudkan usulan tersebut, bahkan menandatangani komitmen untuk menetapkannya pada 1 Muharram. Namun kemudian, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengusulkan tanggal 22 Oktober sebagai pilihan yang lebih tepat karena memiliki nilai sejarah yang kuat. Pada tanggal tersebut di tahun 1945, KH Hasyim Asy'ari—seorang ulama besar sekaligus pahlawan nasional—mengeluarkan fatwa resolusi jihad sebagai bentuk seruan kepada umat Islam untuk mempertahankan kemerdekaan dari serangan pasukan Sekutu. Meskipun sempat menuai kontroversi, akhirnya pada 15 Oktober 2015, Presiden Joko Widodo resmi menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional melalui Keppres Nomor 22 Tahun 2015. Makna Santri Menurut KBBI dan Karakternya Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), santri adalah seseorang yang mendalami ilmu agama Islam, dikenal pula sebagai pribadi yang saleh dan rajin beribadah. Beberapa karakter yang melekat pada diri santri antara lain: Teosentris: Meyakini bahwa segala sesuatu berasal dan kembali kepada kehendak Allah SWT. Sukarela: Tercermin dari keikhlasan dalam menimba ilmu di pondok pesantren. Bijak: Menunjukkan sifat sabar, rendah hati, taat hukum agama, serta mampu menghormati perbedaan dan keberagaman. Sederhana dan Mandiri: Karakter ini terbentuk karena kehidupan pesantren yang serba terbatas, mendorong santri untuk tidak bergantung dan tidak sombong meskipun berasal dari keluarga berada.
ARTIKEL24/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Sukabumi.

Lihat Daftar Rekening →