WhatsApp Icon
Menelan Air Ludah Saat Puasa: Fakta Penting, Hukum Ulama, dan Penjelasan Lengkap

Menelan Air Ludah Saat Puasa sering membuat ragu. Simak fakta penting, hukum menurut ulama, syarat sah puasa, dan penjelasan lengkapnya di sini.

Menelan Air Ludah Saat Puasa: Fakta Penting, Hukum Ulama, dan Penjelasan Lengkap

Menelan Air Ludah Saat Puasa sering kali menjadi pertanyaan yang muncul di tengah masyarakat, terutama saat bulan Ramadhan. Tidak sedikit orang yang merasa ragu dan khawatir puasanya batal hanya karena menelan ludahnya sendiri. Bahkan, ada yang memilih membuang ludah berulang kali saat berpuasa karena takut melanggar aturan puasa. Lantas, bagaimana sebenarnya hukum menelan air ludah saat berpuasa menurut Islam?

Puasa memang dapat batal apabila seseorang dengan sengaja memasukkan makanan atau minuman ke dalam tubuh melalui rongga tertentu. Namun, air ludah atau air liur merupakan sesuatu yang secara alami diproduksi oleh tubuh dan sangat sulit dihindari. Oleh karena itu, para ulama memberikan penjelasan khusus terkait hukum menelan air ludah saat puasa.

Hukum Menelan Air Ludah Saat Puasa Menurut Ulama

[caption id="attachment_2634" align="alignnone" width="398"]add media BAZNAS Kota Sukabumi[/caption]

Dalam buku “Hukum Menelan Air Ludah bagi Orang yang Berpuasa” karya Ahmad Mundzir, seorang pengajar Pondok Pesantren Raudhatul Quran An-Nasimiyyah Semarang, dijelaskan bahwa para ulama sepakat menelan air ludah tidak membatalkan puasa. Kesepakatan ini didasarkan pada kenyataan bahwa air liur merupakan bagian alami dari tubuh manusia dan sulit untuk dihindari keberadaannya.

Penjelasan ini juga ditegaskan oleh Imam an-Nawawi dalam kitab al-Majmu’ Syarah al-Muhadzdzab (Juz 6, halaman 341). Beliau menyatakan:

“Menelan air liur itu tidak membatalkan puasa sesuai kesepakatan para ulama. Hal ini berlaku jika orang yang berpuasa tersebut memang biasa mengeluarkan air liur. Sebab susahnya memproteksi air liur untuk masuk kembali.”

Dari penjelasan ini, dapat dipahami bahwa Islam adalah agama yang memberikan kemudahan dan tidak memberatkan umatnya dalam menjalankan ibadah.

Syarat Menelan Air Ludah Agar Tidak Membatalkan Puasa

Meski menelan air ludah saat puasa pada dasarnya tidak membatalkan puasa, para ulama memberikan beberapa syarat penting yang perlu diperhatikan agar puasa tetap sah.

  1. Air Ludah Tidak Tercampur Zat Lain: Air ludah yang ditelan harus murni, tidak tercampur dengan zat lain seperti darah akibat luka gusi, sisa makanan, atau minuman. Jika air ludah bercampur dengan zat lain lalu sengaja ditelan, maka hal tersebut berpotensi membatalkan puasa.
  2. Air Ludah Tidak Keluar Melewati Bibir: Air ludah yang masih berada di dalam rongga mulut dan belum melewati batas bibir luar boleh ditelan dan tidak membatalkan puasa. Namun, jika air ludah sudah keluar dari mulut lalu dikumpulkan kembali dan ditelan dengan sengaja, sebagian ulama berpendapat hal ini dapat membatalkan puasa.
  3. Tidak Sengaja Menampung Ludah Berlebihan: Jika seseorang dengan sengaja menampung air ludah dalam jumlah banyak lalu menelannya, terdapat perbedaan pendapat ulama. Pendapat yang masyhur menyebutkan bahwa selama perbuatan tersebut tidak disengaja dan tidak ada unsur rekayasa, maka puasanya tetap sah.

Dengan memenuhi ketiga syarat tersebut, menelan air ludah saat puasa tidak perlu dikhawatirkan dan puasa tetap dianggap sah.

Mengapa Tidak Perlu Berlebihan Membuang Ludah?

Membuang ludah secara berlebihan justru dapat mengganggu kenyamanan dan kekhusyukan ibadah puasa. Islam mengajarkan keseimbangan dan kemudahan dalam beribadah. Selama tidak ada unsur kesengajaan memasukkan sesuatu ke dalam tubuh, puasa tetap sah dan bernilai ibadah.

Menyempurnakan Puasa dengan Sedekah

Selain menjaga sah atau tidaknya puasa, umat Islam dianjurkan untuk menyempurnakan ibadah Ramadhan dengan memperbanyak amal kebaikan, salah satunya bersedekah. Sedekah dapat melipatgandakan pahala puasa dan membantu sesama yang membutuhkan.

Bersedekah kini semakin mudah melalui BAZNAS Kota Sukabumi secara online. Sebagai lembaga pemerintah nonstruktural yang mengelola dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), BAZNAS Provinsi Jawa Barat telah dipercaya masyarakat luas.

Bersedekah mudah melalui:

Semoga setiap kebaikan yang kita keluarkan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

BSI 4964964969 A/N Baznas Kota Sukabumi

No. Pelayanan: 085721333351

Memberikan sedekah atau zakat membantu sesama yang membutuhkan dan menjadi penebus dosa bagi yang menunda kewajiban. Seperti firman Allah SWT:
"Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji." (QS. Al-Baqarah: 261)

Melalui BAZNAS, sedekah lebih mudah, aman, dan tepat sasaran.

[caption id="attachment_2552" align="alignnone" width="503"]rekening baznas baznas kota sukabumi[/caption]

Untuk referensi bacaan singkat lainnya kunjungi artikel BAZNAS Kota Sukabumi yang mengulas tema Mencari Keuntungan Bisnis Tanpa Menghilangkan Keberkahan

15/01/2026 | Kontributor: Baznas Kota Sukabumi
Hal-Hal yang Membatalkan Puasa: Panduan Lengkap dan Penting bagi Muslim

Hal-Hal yang Membatalkan Puasa wajib diketahui setiap Muslim. Simak penjelasan lengkap 8 perkara pembatal puasa beserta dalil Al-Qur’an dan hadits.

Hal-Hal yang Membatalkan Puasa: Panduan Lengkap dan Penting bagi Muslim

[caption id="attachment_2640" align="alignnone" width="430"]8 Ha Pembatal Puasa BAZNAS Kota Sukabumi[/caption]

Hal-Hal yang Membatalkan Puasa

merupakan pengetahuan penting yang wajib dipahami setiap Muslim agar ibadah puasa yang dijalankan sah dan sempurna. Puasa adalah salah satu ibadah utama dalam Islam dan termasuk ke dalam rukun Islam. Hukumnya ada yang wajib dan ada pula yang sunnah. Puasa yang wajib dijalankan oleh setiap Muslim yang telah baligh dan berakal adalah puasa Ramadhan.

Puasa Ramadhan dilaksanakan selama 29 atau 30 hari pada bulan Ramadhan dan perintahnya disebutkan secara tegas dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 183 yang menjelaskan kewajiban puasa bagi orang-orang beriman. Oleh karena itu, memahami hal-hal yang membatalkan puasa menjadi sangat penting agar ibadah yang dilakukan tidak sia-sia.

Foto

Berikut ini 8 hal yang membatalkan puasa seseorang menurut Al-Qur’an, hadits, dan pendapat para ulama.

1. Memasukkan Sesuatu ke Dalam Tubuh dengan Sengaja

Makan dan minum dengan sengaja merupakan pembatal puasa yang paling jelas. Hal ini berdasarkan firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 187:

“Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam.”

Namun, jika seseorang makan atau minum karena lupa, maka puasanya tetap sah dan boleh dilanjutkan.

2. Memasukkan Sesuatu ke Dalam Kubul atau Dubur

Memasukkan sesuatu melalui kubul atau dubur, meskipun untuk pengobatan, dapat membatalkan puasa. Contohnya seperti pemasangan kateter urin, obat ambeien, atau cairan tertentu yang masuk ke dalam tubuh dan dianalogikan sebagai makan atau minum oleh sebagian ulama.

3. Muntah dengan Sengaja

Muntah yang disengaja membatalkan puasa. Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang terpaksa muntah, maka tidak wajib baginya mengqadha puasanya. Dan barang siapa muntah dengan sengaja, maka wajib baginya mengqadha puasanya.”
(HR. Abu Daud)

Jika muntah terjadi tanpa disengaja, maka puasa tetap sah.

4. Melakukan Hubungan Suami Istri

Melakukan hubungan suami istri di siang hari Ramadhan termasuk pembatal puasa yang paling berat. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 187 yang menjelaskan bahwa hubungan suami istri hanya dihalalkan pada malam hari di bulan puasa.

Bagi yang melanggarnya, wajib menunaikan kafarat berat, yaitu:

  • Memerdekakan budak mukmin

  • Jika tidak mampu, berpuasa dua bulan berturut-turut

  • Jika tidak mampu juga, memberi makan 60 fakir miskin

5. Keluar Air Mani dengan Sengaja

Keluar air mani dengan sengaja, baik melalui onani atau bercumbu tanpa jima’, membatalkan puasa dan wajib mengqadha tanpa kafarat. Hal ini berdasarkan hadits Bukhari:

“Ketika berpuasa ia meninggalkan makan, minum, dan syahwat karena-Ku.”

Namun, jika mani keluar tanpa disengaja seperti mimpi basah, maka tidak membatalkan puasa.

6. Haid dan Nifas

Wanita yang mengalami haid atau nifas saat berpuasa, meskipun menjelang waktu berbuka, puasanya batal dan wajib menggantinya di hari lain. Rasulullah SAW bersabda:

“Bukankah jika wanita haid, ia tidak shalat dan tidak berpuasa?” (HR. Bukhari)

7. Gila atau Hilang Akal

Salah satu syarat wajib puasa adalah berakal sehat. Jika seseorang mengalami gila atau hilang akal, maka puasanya batal karena tidak terpenuhinya syarat sah puasa.

8. Keluar dari Islam (Murtad)

Keluar dari Islam, baik melalui perkataan maupun perbuatan, otomatis membatalkan seluruh ibadah, termasuk puasa. Jika seseorang mengingkari keesaan Allah saat berpuasa, maka puasanya batal.

Kesimpulan

Hal-Hal yang Membatalkan Puasa wajib dipahami agar ibadah Ramadhan dijalankan dengan benar sesuai syariat Islam. Dengan memahami pembatal puasa, setiap Muslim dapat lebih berhati-hati dan menjaga kesucian ibadahnya. Semoga artikel ini dapat membantu Sahabat BAZNAS menjalankan puasa dengan ilmu dan kesadaran yang benar.

Bersedekah mudah melalui:

Semoga setiap kebaikan yang kita keluarkan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

BSI 4964964969 A/N Baznas Kota Sukabumi

No. Pelayanan: 085721333351

Memberikan sedekah atau zakat membantu sesama yang membutuhkan dan menjadi penebus dosa bagi yang menunda kewajiban. Seperti firman Allah SWT:
"Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji." (QS. Al-Baqarah: 261)

Melalui BAZNAS Kota Sukabumi, sedekah lebih mudah, aman, dan tepat sasaran.

[caption id="attachment_2552" align="alignnone" width="503"]rekening baznas baznas kota sukabumi[/caption]

Untuk referensi bacaan singkat lainnya kunjungi artikel BAZNAS Kota Sukabumi yang mengulas tema Perlu Nggak Sih Kita Jadi Muzakki? Banyak yang Belum Tahu

15/01/2026 | Kontributor: Baznas Kota Sukabumi
Puasa Tanpa Sahur: Panduan Lengkap Hukum, Dalil, dan Manfaatnya

Puasa Tanpa Sahur sering menjadi pertanyaan umat Muslim. Simak hukum sahur dalam Islam, dalil Al-Qur’an dan hadits, pendapat ulama, serta manfaat sahur.

Puasa Tanpa Sahur: Panduan Lengkap Hukum, Dalil, dan Manfaatnya

Puasa Tanpa Sahur sering menjadi topik yang dipertanyakan oleh umat Islam, terutama ketika seseorang tertidur dan terlewat waktu sahur atau karena kondisi tertentu yang membuatnya tidak sempat makan sahur. Puasa sendiri adalah ibadah menahan diri dari makan, minum, dan hawa nafsu sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Biasanya, puasa diawali dengan makan sebelum terbit fajar yang dikenal dengan sahur.

Namun, bagaimana hukum puasa tanpa sahur dalam Islam? Apakah sahur merupakan syarat sahnya puasa, ataukah hanya sekadar anjuran? Artikel ini akan mengupas secara lengkap hukum, dalil, pendapat ulama, serta manfaat sahur dalam Islam.

Hukum Sahur dalam Islam

[caption id="attachment_2646" align="alignnone" width="515"]Hukum Sahur Dalam Islam Baznas Kota Sukabumi[/caption]

Banyak umat Muslim bertanya, apakah puasa tanpa sahur diperbolehkan? Dalam Islam, sahur bukanlah syarat sah puasa, melainkan amalan sunnah yang sangat dianjurkan. Artinya, puasa tetap sah meskipun seseorang tidak melaksanakan sahur.

Rasulullah SAW bersabda:

“Makan sahur itu mengandung berkah, maka janganlah kalian meninggalkannya, walaupun hanya dengan seteguk air.”
(HR. Ahmad dan Ibnu Hibban)

Hadits ini menunjukkan bahwa sahur memiliki keutamaan dan keberkahan, meskipun tidak diwajibkan. Oleh karena itu, puasa tanpa sahur tetap sah, tetapi sangat disayangkan jika seseorang meninggalkan sahur tanpa alasan.

Allah SWT juga berfirman dalam Al-Qur’an:

“Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa hingga malam…”
(QS. Al-Baqarah: 187)

Ayat ini menunjukkan batas waktu makan sebelum puasa dimulai, namun tidak menjadikan sahur sebagai syarat sah puasa.

Puasa Tanpa Sahur Menurut Pendapat Ulama

Para ulama sepakat bahwa puasa tanpa sahur hukumnya boleh, tetapi sahur tetap dianjurkan. Berikut beberapa pendapat ulama dari berbagai mazhab:

Mazhab Syafi’i dan Hambali

Dalam Mazhab Syafi’i dan Hambali, sahur dihukumi sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan). Jika seseorang berpuasa tanpa sahur, puasanya tetap sah, tetapi ia kehilangan keberkahan sahur.

Mazhab Hanafi

Imam Abu Hanifah menyatakan bahwa puasa tanpa sahur diperbolehkan. Namun, beliau menekankan bahwa sahur membantu meringankan puasa dan menjaga kekuatan fisik selama berpuasa.

Mazhab Maliki

Mazhab Maliki juga berpendapat bahwa sahur bukan syarat sah puasa, tetapi merupakan sunnah yang mengandung hikmah besar bagi pelaksana puasa.

Pendapat Ulama Kontemporer

Ulama kontemporer seperti Syaikh Ibnu Utsaimin menegaskan bahwa puasa tanpa sahur sah secara hukum, namun sahur sangat dianjurkan karena mengandung keberkahan dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW.

Manfaat Sahur dalam Puasa

[caption id="attachment_2647" align="alignnone" width="357"]5 Manfaat Sahur Dalam Islam BAZNAS Kota Sukabumi[/caption]

Meskipun puasa tanpa sahur diperbolehkan, sahur memiliki banyak manfaat, baik secara spiritual maupun kesehatan.

  1. Mendapat Keberkahan: Rasulullah SAW secara khusus menyebut sahur sebagai waktu yang penuh berkah. Keberkahan ini mencakup kekuatan fisik dan kemudahan dalam beribadah.
  2. Menjaga Stamina Selama Puasa: Sahur membantu tubuh memiliki cadangan energi. Tanpa sahur, tubuh lebih cepat lemas dan sulit fokus dalam aktivitas maupun ibadah.
  3. Mengurangi Rasa Lapar dan Haus: Dengan sahur, rasa lapar dan haus dapat ditekan sehingga puasa terasa lebih ringan dan nyaman.
  4. Mengikuti Sunnah Rasulullah SAW: Sahur adalah salah satu bentuk meneladani sunnah Rasulullah SAW. Meskipun puasa tanpa sahur sah, mengikuti sunnah tentu lebih utama.
  5. Membantu Bangun Lebih Awal untuk Ibadah: Sahur membuat seseorang terbiasa bangun sebelum subuh, sehingga bisa dimanfaatkan untuk shalat malam, dzikir, dan doa.

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa puasa tanpa sahur hukumnya sah dan diperbolehkan dalam Islam. Namun, sahur merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan karena mengandung banyak keberkahan dan manfaat. Dalil dari Al-Qur’an, hadits, dan pendapat para ulama menunjukkan bahwa sahur bukan syarat sah puasa, tetapi merupakan sarana untuk menyempurnakan ibadah puasa.

Bagi umat Muslim yang ingin menjalankan puasa dengan lebih optimal, sangat dianjurkan untuk tidak meninggalkan sahur, meskipun hanya dengan seteguk air. Dengan sahur, puasa akan terasa lebih ringan, ibadah lebih khusyuk, dan keberkahan pun lebih terasa.

Bersedekah mudah melalui:

Semoga setiap kebaikan yang kita keluarkan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

BSI 4964964969 A/N Baznas Kota Sukabumi

No. Pelayanan: 085721333351

Memberikan sedekah atau zakat membantu sesama yang membutuhkan dan menjadi penebus dosa bagi yang menunda kewajiban. Seperti firman Allah SWT:
"Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji." (QS. Al-Baqarah: 261)

Melalui BAZNAS Kota Sukabumi, sedekah lebih mudah, aman, dan tepat sasaran.

[caption id="attachment_2552" align="alignnone" width="447"]rekening baznas baznas kota sukabumi[/caption]

Untuk referensi bacaan singkat lainnya kunjungi artikel BAZNAS Kota Sukabumi yang mengulas tema Bantuan Pendidikan BAZNAS Kota Sukabumi: Solusi Ringan untuk Pelajar yang Membutuhkan

15/01/2026 | Kontributor: Baznas Kota Sukabumi
Menangis Bisa Membatalkan Puasa? : Mitos dan Fakta yang Perlu Diketahui

Apakah Menangis Membatalkan Puasa? Simak penjelasan lengkap berdasarkan hukum Islam, pendapat ulama, serta mitos dan fakta agar tidak salah paham saat berpuasa.

Menangis Membatalkan Puasa? Fakta Penting dan Penjelasan Ulama

Emosi yang diekspresikan ketika sedih umumnya adalah menangis. Namun jika menangis saat puasa apakah akan membatalkan puasa? Karena saat berpuasa kita diharapkan dapat menahan diri dari emosi.  Bahkan saat kecil, sering kita mendengar orang tua berkata kepada anaknya untuk jangan menangis agar puasa tidak batal.

Sebelumnya, kamu tentu tahu beberapa hal yang dapat membatalkan puasa, seperti makan dan minum disengaja, berhubungan intim dengan sengaja, memasukkan sesuatu ke dalam lubang di tubuh, dan lain sebagainya yang bisa dibaca selengkpanya disini

Jadi, apakah menangis bisa membatalkan puasa, mari simak mitos dan fakta yang perlu diketahui dalam artikel ini

Apakah Menangis Membatalkan Puasa?

[caption id="attachment_2652" align="alignnone" width="443"]Menangis bisa membatalkan puasa BAZNAS Kota Sukabumi[/caption]

Dilansir dari laman NU Online, menangis tidak membatalkan puasa sebab bukan termasuk dari memasukkan sesuatu sampai rongga bagian dalam tubuh (jauf). Dari suatu hadits riwayat Muslim diketahui bahwa Abu Bakar As Shiddiq sering menangis ketika sholat atau membaca Alquran. Walaupun  tidak dijelaskan secara detail menangis dapat membuat puasa batal atau tidak, tetapi bukan hal yang mustahil jika beliau pernah menangis saat puasa.

Ketika seseorang menangis, tidak terdapat sesuatu yang masuk ke dalam mata menuju arah tenggorokan. Hal ini ditegaskan dalam kitab Rawdah at Thalibin berikut:

Artinya: "Cabang permasalahan. Tidak dipermasalahkan bagi orang yang berpuasa untuk bercelak, baik ditemukan dalam tenggorokannya dari celak tersebut suatu rasa atau tidak. Sebab mata tidak termasuk jauf (bagian dalam) dan tidak ada jalan dari mata menuju tenggorokan" (Syekh Abu Zakaria Yahya bin Syaraf an-Nawawi, Rawdah at-Thalibin, Juz 3, Hal. 222).

Tetapi, jika air mata dari tangisan seseorang tercampur dengan air liur dan kemudian tertelan ke dalam tenggorokan, hal tersebut dapat membatalkan puasa karena terjadinya penelanan air mata.

Hal tersebut karena menangis tidak termasuk dalam salah satu dari hal-hal yang dapat membatalkan puasa. Meski demikian, umat muslim tidak dianjurkan untuk menangis. Ibadah puasa hendaknya dijalankan dengan penuh suka cita, fokus memperbanyak ibadah, dan mengharapkan rida dari Allah Swt.

Sementara itu, ada banyak ulama yang mengatakan bahwa menangis tidak membuat puasa batal kecuali mereka menelan air mata yang jatuh dengan sengaja. Seperti yang disampaikan oleh Husein Ja'far Al Hadar pada suatu konten di Youtube.

“Tidak, nangis nggak membatalkan puasa yang membatalkan puasa itu masuknya makanan dan minuman ke dalam lubang di tubuh kita. Kalau ini kan bukan lobang dan malah keluar air mata. Mungkin orang tua zaman dulu mendidik biar ga cengeng jadi bilangnya jangan nangis nanti batal tapi ga kreatif masa sampai bohong untuk ngajarin anak-anak.”

Jadi, kesimpulan yang dapat ditarik adalah bahwa pandangan umum yang menyatakan bahwa menangis bisa membatalkan puasa adalah keliru. Secara faktual, menangis tidak akan mengakibatkan pembatalan puasa kecuali jika air mata tersebut sengaja ditelan. Semoga penjelasan ini dapat memberikan jawaban terkait apakah menangis membatalkan puasa

Dalil dan Penjelasan Ulama

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu dikenal sering menangis ketika shalat dan membaca Al-Qur’an. Tidak ada keterangan bahwa tangisan beliau membatalkan ibadah puasanya. Hal ini menunjukkan bahwa menangis bukan perkara yang membatalkan puasa.

Imam An-Nawawi dalam kitab Rawdah at-Thalibin menjelaskan:

“Tidak dipermasalahkan bagi orang yang berpuasa untuk bercelak, baik terasa di tenggorokan atau tidak. Sebab mata bukan termasuk jauf dan tidak ada jalan dari mata menuju tenggorokan.”
(Rawdah at-Thalibin, Juz 3, Hal. 222)

Dari penjelasan ini, dapat dipahami bahwa air mata yang keluar dari mata tidak membatalkan puasa, karena mata bukan jalan masuk menuju rongga dalam tubuh.

Kapan Menangis Bisa Membatalkan Puasa?

Walaupun menangis tidak membatalkan puasa, ada satu kondisi yang perlu diperhatikan. Jika air mata bercampur dengan air liur lalu sengaja ditelan, maka hal tersebut bisa membatalkan puasa karena ada cairan yang masuk ke tenggorokan dengan kesengajaan.

Namun, hal ini jarang terjadi dan tidak termasuk kondisi umum ketika seseorang menangis secara spontan karena sedih, terharu, atau takut kepada Allah SWT.

Mitos Menangis Saat Puasa

Masih banyak orang yang percaya bahwa menangis saat puasa bisa membatalkan puasa. Mitos ini kemungkinan berasal dari cara orang tua mendidik anak agar lebih kuat dan tidak cengeng.

Pendakwah Husein Ja’far Al-Hadar pernah menjelaskan bahwa menangis tidak membatalkan puasa kecuali jika disertai dengan menelan air mata secara sengaja. Pernyataan ini memperkuat pandangan mayoritas ulama.

Etika Menjaga Emosi Saat Puasa

Meskipun tidak membatalkan puasa, umat Islam tetap dianjurkan untuk menjaga emosi. Puasa adalah sarana melatih kesabaran dan ketenangan jiwa. Menangis karena takut kepada Allah, tersentuh ayat Al-Qur’an, atau penyesalan atas dosa justru bernilai ibadah.

Namun, menangis berlebihan karena emosi negatif sebaiknya dihindari agar puasa dijalani dengan hati lapang dan penuh harapan akan ridha Allah SWT.

Kesimpulan

Jawaban atas pertanyaan apakah menangis membatalkan puasa adalah tidak. Menangis tidak membatalkan puasa selama tidak ada air mata yang sengaja ditelan. Pandangan yang menyebutkan bahwa menangis bisa membatalkan puasa adalah keliru dan tidak memiliki dasar fiqih yang kuat.

Dengan memahami hal ini, umat Islam tidak perlu ragu atau khawatir jika menangis saat berpuasa, terutama karena dorongan iman atau perasaan yang tidak disengaja. Semoga penjelasan ini meluruskan pemahaman dan menambah ketenangan dalam menjalankan ibadah puasa

Mari menyalurkan sedekah atau zakat melalui BAZNAS Kota Sukabumi:

BSI 4964964969 A/N Baznas Kota Sukabumi
No. Pelayanan: 085721333351

[caption id="attachment_2552" align="alignnone" width="477"]rekening baznas baznas kota sukabumi[/caption]

Bersedekah atau menunaikan zakat tidak hanya membantu sesama, tetapi juga menambah pahala dan keberkahan bagi diri sendiri. Sebagaimana firman Allah SWT:
"Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap bulir seratus biji." (QS. Al-Baqarah: 261).

Untuk referensi bacaan singkat lainnya kunjungi artikel BAZNAS Kota Sukabumi yang mengulas tema Ketika Tubuh Berbicara: Pentingnya Menjaga Kesehatan sebagai Amanah dalam Islam

15/01/2026 | Kontributor: Baznas Kota Sukabumi
Mimpi Basah Saat Puasa: Fakta Penting, Mitos, dan Penjelasan Ilmiah Lengkap

Mimpi Basah Saat Puasa sering menimbulkan pertanyaan. Simak fakta, mitos, hukum Islam, dan penjelasan ilmiah lengkap agar tidak salah paham saat berpuasa.

Mimpi Basah Saat Puasa: Fakta Penting, Mitos, dan Penjelasan Ilmiah Lengkap

[caption id="attachment_2650" align="alignnone" width="438"]Apa Itu Mimpi Basah BAZNAS Kota Sukabumi[/caption]

Mimpi basah merupakan salah satu peristiwa ilmiah yang terjadi pada setiap laki-laki sebagai tanda kedewasaan. Biasanya mimpi basah terjadi ketika kantung sperma telah penuh dan akhirnya keluar saat sedang tidur karena sudah tidak bisa menampung lagi. Dalam islam, ketika ada seorang laki-laki mengalami mimpi basah maka dia diwajibkan untuk melaksanakan mandi wajib karena ketika mengalami mimpi basah dia dalam keadaan junub (mengeluarkan air mani) menjadikan dia tidak dalam keadaan suci.

Namun terkadang timbul pertanyaan, ketika seorang laki-laki mengalami mimpi basah saat berpuasa apakah puasanya batal? Karena keluarnya air mani merupakan salah satu hal yang dapat membatalkan puasa. Di artikel ini, akan dibahas semua hal terkait mimpi basah saat puasa: mitos, fakta, dan penjelasan ilmiah.

Mitos Mimpi Basah

[caption id="attachment_2616" align="alignnone" width="258"]Mitos Mimpi Basah BAZNAS Kota Sukabumi[/caption]

Hal pertama yang akan dibahas terkait mimpi basah adalah mitosnya. Ada beberapa mitos yang muncul ketika berbicara tentang mimpi basah, dan tentu saja mitos-mitos dibawah ini tidak benar adanya karena tidak terbukti secara ilmiah. Beberapa mitos tersebut antara lain:1.Dapat mengurangi produksi spermaMuncul suatu keyakinan pada orang-orang bahwa ketika seorang pria terlalu sering mengalami mimpi basah, maka sperma yang dihasilkan akan semakin berkurang. Ini merupakan anggapan yang salah besar karena mimpi basah merupakan cara testikel untuk mengeluarkan sperma lama, dan menggantinya dengan sperma baru yang lebih sehat. 2. Dapat mengurangi sistem imunAda beberapa orang yang meyakini bahwa mimpi basah dapat membuat sistem imun seseorang menurun sehingga lebih rentan terkena penyakit seperti flu, ataupun penyakit lainnya. Padahal hal ini hanyalah mitos yang tidak pernah terbukti secara ilmiah kebenarannya.3. Membatalkan puasaMitos terakhir yang muncul dari mimpi basah adalah mimpi basah dapat membatalkan puasa. Banyak orang beranggapan seperti itu karena ketika mengalami mimpi basah, seorang pria akan mengeluarkan sperma dari kelamin nya dan keluarnya sperma atau air mani merupakan salah satu hal yang membatalkan puasa. Padahal, ketika seorang pria mengalami mimpi basah saat puasa, puasa yang dilakukannya tetap sah dan dia dapat melanjutkan puasanya karena keluarnya sperma disebabkan mimpi basah merupakan hal yang tidak disengaja, bukan hal yang disengaja sehingga puasa yang dilakukannya tetap sah.Fakta Mimpi BasahSetalah mengetahui mitos mimpi basah, kita juga harus mengetahui apa saja fakta tentang mimpi basah. Karena ternyata, ada beberapa fakta menarik yang perlu dan penting untuk kita ketahui tentang mimpi basah:

1. Mimpi basah tidak selalu terjadi karena mimpi erotis

Menurut penelitian, hanya sebagian kecil atau sekitar empat persen saja mimpi basah yang terjadi karena mimpi erotis. Beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan terjadinya mimpi basah selain karena mimpi erotis antara lain karena alat kelamin yang tidak sengaja bergesekan dengan seprai, selimut, atau guling saat tidur sehingga alat kelamin pun terangsang dan menyebabkan keluarnya sperma dari alat kelamin.

2. Mimpi basah bukan tanda penyakit

Terjadinya mimpi basah bukanlah sebuah kelainan atau tanda penyakit, tapi mimpi basah merupakan kondisi normal yang dialami oleh seseorang dan bisa jadi merupakan tanda fungsi seksual yang masih sehat.

3. Tidak membatalkan puasa

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, mimpi basah saat puasa merupakan hal yang tidak membatalkan puasa. Karena mimpi basah merupakan suatu hal yang tidak disengaja sehingga ketika seorang pria mengalami mimpi basah, dia dapat tetap melanjutkan puasanya sampai akhir. Namun, seperti hukum yang berlaku dalam islam, seseorang yang mengalami mimpi basah tetap diwajibkan untuk melakukan mandi wajib untuk mensucikan tubuh mereka walaupun ketika sedang berpuasa sehingga mereka bisa tetap menjalankan ibadah-ibadah lainnya seperti sholat, membaca al-quran, dsb.Dilansir dari islam.nu.or.id, Al-Khatib As-Syirbini dalam kitab Mughnil Muhtaj menjelaskan, yang artinya:“Dan wajib (menahan diri) dari onani, jika orang puasa melakukannya maka batal puasanya. Hal yang sama jika mani keluar akibat menyentuh, mencium, dan tidur bersamaan (dengan adanya sentuhan). Adapun hanya sebatas berpikir atau melihat dengan gairah maka (hukumnya) serupa dengan mimpi basah, (yaitu tidak membatalkan puasa).”(Al-Khatib As-Syirbini, Mughnil Muhtaj, , jilid I, halaman 630).

Penjelasan Ilmiah

Mimpi basah merupakan salah satu peristiwa alamiah yang terjadi kepada setiap orang, sehingga ada penjelasan ilmiah dibalik terjadinya mimpi basah. Jadi, mimpi basah terjadi ketika tubuh memproduksi lebih banyak hormon testosteron (hormon yang memproduksi cairan sperma) dan ketika tubuh terlalu banyak memproduksi dan menampung sperma maka tubuh perlu untuk mengeluarkan nya sehingga terjadilah mimpi basah sebagai salah satu bentuk tubuh untuk mengeluarkan sperma tersebut.Dengan dikeluarkannya sperma yang lama tersebut, maka tubuh akan memproduksi sperma baru yang lebih sehat sebagai pengganti sperma lama yang sudah dikeluarkan.Frekuensi mimpi basah pada masing-masing individu berbeda satu sama lain tergantung pada hormon testosteron yang dimiliki masing-masing individu. Selain itu, frekuensi terjadinya mimpi basah juga bergantung pada usia. Biasanya, pria dengan usia produktif dari rentang usia remaja sampai usia 30-an lebih sering mengalami mimpi basah daripada pria berusia lanjut. Frekuensi terjadinya mimpi basah pada kebanyakan pria tidak bisa ditentukan waktu pastinya, tapi kebanyakan mimpi basah terjadi satu kali setiap 3-5 minggu, mirip dengan siklus menstruasi pada wanita.Sebagai salah satu hal alamiah dan nikmat yang diberikan oleh Allah SWT kepada hambanya, maka terjadinya mimpi basah merupakan hal yang wajar dan perlu disyukuri oleh setiap manusia karena dibalik hal tersebut, tersimpan fakta dan manfaat bagi setiap hamba yang mengalami nya. Semoga dengan adanya artikel ini dapat menjawab semua hal tentang mimpi basah saat puasa: mitos, fakta, dan penjelasan ilmiah. Dan bagi kalian yang mengalami mimpi basah, jangan lupa untuk melaksanakan mandi wajib agar ibadah yang kalian lakukan sah dan tetap dihitung sebagai amal ibadah. Wallahu alam.

Untuk referensi bacaan singkat lainnya kunjungi artikel BAZNAS Kota Sukabumi yang mengulas tema Menghidupkan Kembali Empati: Tantangan Akhlak di Era Modern dalam Pandangan Islam

Mari menyalurkan sedekah atau zakat melalui BAZNAS Kota Sukabumi:

BSI 4964964969 A/N Baznas Kota Sukabumi
No. Pelayanan: 085721333351

[caption id="attachment_2552" align="alignnone" width="477"]rekening baznas baznas kota sukabumi[/caption]

Bersedekah atau menunaikan zakat tidak hanya membantu sesama, tetapi juga menambah pahala dan keberkahan bagi diri sendiri. Sebagaimana firman Allah SWT:
"Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap bulir seratus biji." (QS. Al-Baqarah: 261).

15/01/2026 | Kontributor: Baznas Kota Sukabumi

Artikel Terbaru

Berkenalan Dengan Zakat
Berkenalan Dengan Zakat
Sebagai seorang muslim, tentu kita tidak asing dengan kata Zakat. Istilah itu bahkan sudah dikenalkan saat kecil kita menghafal rukun islam. Berada di urutan ke-tiga dalam rukun islam yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan muslim, sudah diperintahkan sejak kepemimpinan Rasulullah Saw, dan seringkali disebut dalam firman Allah bersamaan dengan shalat. “Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku” (QS. Al Baqarah [2]: 43) Tapi sudahkah kita mengenal apa itu zakat ? seberapa penting zakat ? apa keutamannya ? mengapa perlu kita mengeluarkan zakat ? atau bahkan kita sendiri tidak tahu apa arti kata zakat ? Mari kita berkenalan dengan zakat, dimulai dari arti kata zakat itu sendiri. Zakat berasal dari bentuk kata "zaka" yang berarti suci, baik, berkah, tumbuh, dan berkembang. Dinamakan zakat, karena di dalamnya terkandung harapan untuk memperoleh berkah, membersihkan jiwa dan memupuknya dengan berbagai kebaikan (Fikih Sunnah, Sayyid Sabiq: 5) Makna tumbuh dalam arti zakat menunjukkan bahwa mengeluarkan zakat sebagai sebab adanya pertumbuhan dan perkembangan harta, pelaksanaan zakat itu mengakibatkan pahala menjadi banyak. Sedangkan makna suci menunjukkan bahwa zakat adalah mensucikan jiwa dari kejelekan, kebatilan dan pensuci dari dosa-dosa. Menurut istilah, dalam Kitab Al-Hawi, Al-Mawardi mendefinisikan pengertian zakat dengan nama pengambilan tertentu, dari harta yang tertentu, menurut sifat-sifat tertentu, dan untuk diberikan kepada golongan tertentu. Sementara menurut Peraturan Menteri Agama No 52 Tahun 2014, Zakat adalah harta yang wajib dikeluarkan oleh seorang muslim atau badan usaha yang dimiliki oleh orang Islam untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya sesuai dengan syariat Islam. Maka bisa kita maknai, jika zakat adalah harta yang wajib dikeluarkan untuk memperoleh berkah atas rezeki yang telah Allah beri dan sebagai sarana membersihkan harta demi kebaikan jiwa kita pribadi. Perintah membayar zakat sudah dilakukan sejak kepemimpinan Rasulullah Saw untuk membantu meningkatkan perekonomian umat. Jadi, selain untuk menunaikan kewajiban pemilik harta dan membersihkannya, zakat juga memiliki dimensi sosial karena hasil zakat akan diberikan kepada yang berhak untuk membantu perekonomian umat. Manfaat yang dirasakan tidak hanya didapatkan oleh pemilik harta yang berzakat melainkan juga bisa dirasakan oleh penerima zakat Masya Allah ya sahabat betapa banyak manfaat yang bisa dirasakan karena zakat. Semoga Allah selalu mampukan kita untuk menunaikan zakat. Mari berbagi kebahagian dengan berzakat di BAZNAS Kota Sukabumi
ARTIKEL08/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
APA SIH AMAL JARIYAH ITU???
APA SIH AMAL JARIYAH ITU???
Amal jariyah berasal dari kata ‘amal yang artinya perbuatan, dan jariyah yang berarti mengalir. Jadi, amal jariyah adalah perbuatan baik yang pahalanya terus mengalir meski pelakunya telah meninggal dunia. Dalam Islam, amal jariyah termasuk dalam jenis amal yang tidak akan terputus meskipun usia seseorang sudah berhenti di dunia. Rasulullah bersabda: "Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya." (HR. Muslim) Hadits ini menunjukkan bahwa ada amalan tertentu yang pahalanya akan terus mengalir meski sudah meninggal dunia, selama amalan tersebut masih bermanfaat bagi orang lain. Perbedaan Amal Jariyah dengan Amal Biasa dan contohnya Tidak semua amalan yang dilakukan seseorang bisa disebut sebagai amal jariyah. Seperti yang sudah dibahas, Amal jariyah artinya adalah amalan yang manfaatnya masih terus dirasakan oleh orang lain. Sebagai contoh: Sholat dan puasa adalah ibadah yang berpahala, tetapi pahalanya berhenti saat seseorang meninggal sementara Membangun masjid atau sumur adalah amal jariyah karena selama maasjid dan sumur tersebut masih digunakan, pahalanya tetap mengalir. Mengapa Amal Jariyah Sangat Dianjurkan? Islam mengajarkan umatnya untuk selalu melakukan kebaikan yang manfaatnya bisa dirasakan oleh banyak orang. Amal jariyah artinya adalah investasi akhirat yang tidak pernah merugi, karena seseorang tetap mendapatkan pahala meskipun sudah tidak bisa beramal lagi di dunia. Banyak orang yang berlomba-lomba mengumpulkan harta di dunia, tetapi lupa menyiapkan bekal untuk akhirat. Amal jariyah artinya adalah cara terbaik untuk berinvestasi di akhirat. Dengan melakukan amal jariyah, seseorang bisa terus mendapatkan pahala meskipun ia telah wafat. Contoh Amalan yang Tidak Terputus A. Sedekah Jariyah Sedekah jariyah adalah salah satu bentuk utama dari amal jariyah artinya sedekah yang terus memberikan manfaat bagi orang lain dalam jangka panjang. Beberapa contoh sedekah jariyah antara lain: Membangun masjid Membantu pembangunan pesantren Menyediakan Al-Qur’an di masjid atau sekolah Membangun sumur untuk masyarakat yang membutuhkan Selama sedekah tersebut masih bermanfaat bagi orang lain, pahalanya akan terus mengalir kepada pemberinya. B. Ilmu yang Bermanfaat Ilmu yang diajarkan kepada orang lain dan terus digunakan juga termasuk dalam kategori amal jariyah artinya. Beberapa contoh ilmu yang bermanfaat antara lain: Mengajarkan ilmu agama kepada murid Menulis buku yang bermanfaat Membuat konten dakwah atau edukasi di media sosial Mengajarkan keterampilan yang bisa membantu kehidupan orang lain Jika ilmu tersebut digunakan dan diajarkan kembali kepada orang lain, maka pahalanya akan terus mengalir. C. Anak Saleh yang Mendoakan Orang Tuanya Mendidik anak agar dia menjadi pribadi yang baik serta taat Kepada Allah adalah investasi amal jariyah. Seperti yang disebutkan dalam hadist sebelumnya, salah satu amal jariyah artinya adalah memiliki anak saleh yang selalu mendoakan orang tuanya. Jika sesorang anak di didik dengan baik, Insya Allah dia akan selalu berdoa untuk orang tuanya, membaca Al-Qur’an, dan melakukan amal kebaikan lainnya yang dicontohkan orang tuanya sehingga hal tersebut akan menjadi sumber pahala yang tidak terputus bagi kedua orang tuanya. D. Membangun Fasilitas Umum Membangun fasilitas yang bisa dimanfaatkan banyak orang juga termasuk dalam amal jariyah artinya amalan yang pahalanya terus mengalir. Beberapa contoh fasilitas umum yang bisa menjadi amal jariyah antara lain: Membangun sekolah atau perpustakaan Membangun rumah sakit atau klinik gratis Menyediakan jalan atau jembatan untuk masyarakat Selama fasilitas tersebut masih digunakan, pahalanya akan terus mengalir kepada orang yang berkontribusi dalam pembangunannya. E. Wakaf untuk Kepentingan Umat Wakaf adalah salah satu bentuk sedekah jariyah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Amal jariyah artinya salah satunya adalah dengan memberikan wakaf berupa tanah, bangunan, atau aset lainnya yang bisa digunakan untuk kepentingan umat. Misalnya, seseorang mewakafkan tanah untuk pembangunan masjid, sekolah, atau rumah sakit. Selama tanah tersebut digunakan untuk kebaikan, maka pahalanya akan terus mengalir kepada pemberi wakaf. Dengan memahami amal jariyah artinya, kita bisa lebih termotivasi untuk melakukan kebaikan yang manfaatnya tidak hanya dirasakan di dunia, tetapi juga menjadi bekal pahala yang terus mengalir di akhirat. Semoga kita semua termasuk ke dalam golongan orang-orang yang senantiasa berlomba-lomba dalam melakukan amal jariyah.
ARTIKEL08/09/2025 | Khoirunisa
Rabiul Awal, Bulan Kelahiran dan Wafatnya Nabi Muhammad SAW
Rabiul Awal, Bulan Kelahiran dan Wafatnya Nabi Muhammad SAW
Rabiul awal merupakan bulan ketiga dalam kalender Hijriyah setelah bulan Muharram dan bulan Safar. Di bulan ini juga sosok penutup nabi dan rasul, Muhammad saw lahir ke dunia. Rasulullah saw lahir pada 12 Rabiul Awal, maka di tahun ini akan jatuh pada tanggal 5 September 2025. Terdapat beberapa keutamaan dari bulan Rabiul Awal atau bulan Maulid, sebagai berikut: 1. Bulan kelahiran dan wafatnya Nabi Muhammad SAW Bulan Rabiul Awal dianggap sebagai bulan yang mulia dikarenakan sosok Sang Pencerah, Nabi Muhammad SAW lahir ke dunia, tepatnya di kota Mekkah Al-Mukarramah pada Senin, 12 Rabiul Awal tahun Gajah atau 571 masehi. Kelahiran baginda Rasul di bulan ini sangatlah menarik, sebab bulan Rabiul Awal dianggap sebagai bulan yang penuh dengan bunga dan turunnya hujan di padang pasir. Dalam artian, lahirnya Nabi Muhammad SAW ibarat sebuah isyarat bahwa akan ada sosok penyubur di tengah gersangnya peradaban masyarakat jahiliyyah saat itu. Rasulullah SAW juga wafat pada hari, tanggal, dan bulan yang sama. Tidak ada manusia yang lahir dan wafatnya bersamaan seperti Rasulullah SAW, maka dari itulah Maulid Nabi SAW diperingati. Meskipun hari lahir dan wafatnya bersamaan, namun pada 12 Rabiul Awal, umat Islam tetap merayakan hari kelahiran Nabi, bukan memperingati wafatnya. Hal ini dikarenakan kelahiran Rasulullah SAW merupakan anugerah dari Allah yang patut disyukuri oleh umat manusia, dan kepergiannya patut ditangisi. 2. Bulan hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah Selain menjadi bulan kelahiran dan wafatnya Nabi Muhammad SAW, Rabiul Awal juga menjadi bulan di mana baginda Rasul melakukan hijrah dari Mekah ke Madinah. Hijrah tersebut dilakukan Nabi Muhammad SAW atas perintah Allah SWT sebagai upaya untuk menghindari penindasan oleh kaum kafir Quraisy terhadap beliau yang sedang berjuang menyebarkan dakwah Islam. Perjalanan Rasulullah SAW saat hijrah tidaklah mudah, namun beliau senantiasa bersabar, ikhlas, dan bertawakal kepada Allah. 3. Bulan perayaan Maulid Nabi Perayaan Maulid Nabi pada 12 Rabiul Awal menjadi salah satu tradisi yang diadakan oleh umat muslim sebagai bentuk rasa gembira sekaligus penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW. Kegiatan Maulid Nabi biasa diisi membaca Al-Quran, bershalawat, berzikir, melantunkan doa kepada Allah SWT untuk Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan para sahabat, serta berbagi makanan. Kecintaan umat muslim terhadap Rasulullah SAW juga merupakan cerminan dari kecintaan kepada Allah SWT. Sebagaimana yang tercantum dalam Surah Al-Ahzab ayat 56 berikut: "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya." 4. Disunahkan memperbanyak shalawat Salah satu keistimewaan dari bulan Rabiul Awal ialah menjadi bulannya shalawat. Pada bulan ini, umat Muslim dianjurkan untuk banyak bershalawat demi memperoleh keberkahan dan ridha Allah SWT di Hari Kiamat. Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang mengucapkan shalawat kepadaku satu kali, maka Allah mengucapkan shawalat kepadanya 10 kali." (HR. Muslim No. 408). Mari kita memanfaatkan momentum bulan Rabiul Awal dengan berbagai amalan baik. Salah satunya dengan menunaikan zakat, infak dan sedekah melalui di BAZNAS Kota Sukabumi.
ARTIKEL08/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
Pengertian, Jenis dan Syarat Zakat Emas
Pengertian, Jenis dan Syarat Zakat Emas
Emas merupakan salah satu harta yang paling bernilai dan banyak dimiliki oleh umat Islam, baik dalam bentuk perhiasan, tabungan, maupun investasi. Islam mengajarkan bahwa emas yang telah mencapai nishab dan haul wajib dizakati. Zakat emas bukan hanya kewajiban agama, tetapi juga sarana untuk menyucikan harta dan menjaga keberkahannya. Ketentuan zakat emas telah dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadis Rasulullah SAW. Nishab zakat emas ditetapkan sebesar 85 gram emas. Jika seorang muslim memiliki emas dengan jumlah tersebut atau lebih, dan sudah dimiliki selama satu tahun (haul), maka wajib dikeluarkan zakat sebesar 2,5%. Emas yang wajib dizakati meliputi emas simpanan, emas batangan, maupun emas perhiasan yang tidak dipakai sehari-hari. Sedangkan emas perhiasan yang dipakai secara wajar sebagai kebutuhan, sebagian ulama berpendapat tidak wajib dizakati, namun dianjurkan untuk tetap berzakat sebagai bentuk kehati-hatian dan penyucian harta. Cara menghitung zakat emas cukup mudah. Pertama, hitung total berat emas yang dimiliki. Kedua, pastikan apakah jumlahnya telah mencapai nishab (85 gram). Jika ya, maka zakat yang dikeluarkan adalah 2,5% dari total berat emas yang dimiliki. Zakat ini bisa dibayarkan dalam bentuk emas maupun uang setara nilai emas. Contoh sederhana: jika seseorang memiliki 100 gram emas yang disimpan selama lebih dari satu tahun, maka zakat yang wajib dikeluarkan adalah 2,5% × 100 gram = 2,5 gram emas, atau senilai harga 2,5 gram emas pada tahun berjalan. Zakat emas tidak akan mengurangi harta, justru menyucikan dan memberkahinya. Rasulullah SAW menegaskan bahwa harta yang dizakati tidak akan berkurang, melainkan akan mendatangkan keberkahan dan menolak bala. Dengan berzakat, pemilik emas turut berbagi kebahagiaan dan membantu mereka yang membutuhkan. Selain kewajiban spiritual, zakat emas juga membawa manfaat sosial yang luas. Dana zakat emas yang terkumpul melalui BAZNAS Kota Sukabumi akan disalurkan kepada mustahik dalam program pendidikan, kesehatan, bantuan sosial, hingga pemberdayaan ekonomi. Dengan demikian, zakat emas menjadi instrumen nyata dalam mengurangi kesenjangan sosial. BAZNAS Kota Sukabumi sebagai lembaga resmi pengelola zakat hadir untuk mempermudah muzaki dalam menunaikan zakat emas. Melalui layanan digital, muzaki dapat langsung menghitung, membayar, dan menerima laporan penyaluran zakat dengan aman dan transparan. Menunaikan zakat emas melalui BAZNAS Kota Sukabumi juga memiliki nilai tambah dari sisi regulasi. Sesuai ketentuan Undang-Undang, zakat yang disalurkan melalui BAZNAS dapat menjadi pengurang pajak penghasilan (PPh), sehingga muzaki memperoleh manfaat ganda: keberkahan spiritual dan keringanan fiskal. Mari jadikan zakat emas sebagai bagian dari gaya hidup islami yang penuh berkah. Jangan biarkan emas kita hanya tersimpan, tapi jadikan ia sebagai sumber kebermanfaatan bagi sesama. Tunaikan zakat emas Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi, agar harta semakin suci, hidup semakin berkah, dan umat semakin sejahtera.
ARTIKEL04/09/2025 | Khoirunisa
Pengertian, jenis dan Syarat Zakat Perdagangan
Pengertian, jenis dan Syarat Zakat Perdagangan
Dalam Islam, setiap harta yang dimiliki seorang muslim memiliki kewajiban zakat apabila telah memenuhi syarat. Salah satunya adalah harta yang diperoleh dari aktivitas perdagangan. Zakat perdagangan menjadi instrumen penting untuk membersihkan harta, menumbuhkan keberkahan usaha, sekaligus mendukung kehidupan masyarakat yang membutuhkan. Zakat perdagangan dikenakan atas harta yang diperoleh dari aktivitas jual beli barang atau jasa, baik dalam skala kecil maupun besar. Pedagang pasar tradisional, pengusaha toko modern, distributor, hingga pemilik bisnis daring (online shop) semuanya berpotensi memiliki kewajiban zakat apabila hartanya sudah mencapai nishab. Ketentuan zakat perdagangan merujuk pada Al-Qur’an, hadis, dan ijma’ ulama. Nishab zakat perdagangan setara dengan 85 gram emas. Jika total nilai barang dagangan dan modal usaha setelah dikurangi hutang mencapai nishab dan telah berlalu satu tahun (haul), maka wajib dikeluarkan zakat sebesar 2,5%. Cara menghitung zakat perdagangan cukup sederhana. Pertama, hitung nilai seluruh barang dagangan dan aset lancar yang diperdagangkan. Kedua, tambahkan dengan kas atau piutang yang mungkin diterima. Ketiga, kurangi dengan utang jangka pendek yang jatuh tempo. Jika hasil akhirnya mencapai nishab, maka wajib dizakati 2,5%. Contoh sederhana: seorang pedagang memiliki persediaan barang senilai Rp100 juta, kas Rp20 juta, dan piutang Rp10 juta. Ia juga memiliki utang jangka pendek Rp15 juta. Total harta bersihnya adalah Rp115 juta. Karena nilainya melebihi nishab (setara 85 gram emas), maka ia wajib menunaikan zakat perdagangan sebesar 2,5% dari Rp115 juta, yaitu Rp2,875 juta. Zakat perdagangan tidak hanya melaksanakan kewajiban agama, tetapi juga menumbuhkan etika bisnis yang sehat. Pedagang yang konsisten berzakat akan lebih berhati-hati dalam mencari rezeki, menjaga kejujuran, dan mengutamakan kebermanfaatan usaha bagi banyak orang. Selain manfaat spiritual, zakat perdagangan memiliki dampak sosial yang besar. Dana zakat yang terkumpul melalui BAZNAS Kota Sukabumi akan disalurkan kepada mustahik dalam bentuk program pendidikan, kesehatan, bantuan kemanusiaan, hingga pemberdayaan ekonomi umat. Dengan begitu, zakat perdagangan turut mendorong perputaran ekonomi yang lebih adil. Bagi para pedagang modern, termasuk pelaku e-commerce dan UMKM digital, zakat perdagangan dapat menjadi salah satu cara meningkatkan kepercayaan pelanggan. Bisnis yang menunaikan zakat akan dipandang lebih amanah dan memiliki tanggung jawab sosial tinggi. Hal ini dapat meningkatkan loyalitas konsumen sekaligus memperluas pasar. BAZNAS Kota Sukabumi sebagai lembaga resmi pengelola zakat hadir untuk memfasilitasi para pedagang dalam menunaikan kewajiban ini. Kami menyediakan layanan konsultasi perhitungan zakat, kemudahan pembayaran melalui berbagai platform digital, serta laporan penyaluran yang transparan dan akuntabel. Mari sucikan harta dan usahakan keberkahan dalam setiap transaksi dengan menunaikan zakat perdagangan. Melalui BAZNAS Kota Sukabumi, zakat Anda akan dikelola secara profesional, sesuai syariat, dan memberi dampak nyata bagi umat. Tunaikan zakat perdagangan Anda sekarang, karena setiap rupiah yang dizakati akan menjadi investasi keberkahan yang tak ternilai.
ARTIKEL04/09/2025 | Khoirunisa
Tadarus Adalah : Makna, Manfaat, dan Praktinya dalam Islam
Tadarus Adalah : Makna, Manfaat, dan Praktinya dalam Islam
Dalam keseharian umat Islam, terutama ketika bulan Ramadhan tiba, kita sering mendengar istilah tadarus Al-Qur’an. Namun, apakah kita benar-benar memahami makna dari tadarus itu sendiri? Apa yang membedakannya dari sekadar membaca Al-Qur’an? Dan bagaimana praktik tadarus pada zaman Nabi Muhammad SAW hingga kini? Artikel ini akan membahas makna tadarus, manfaatnya dalam kehidupan spiritual, serta praktik yang telah dilakukan para salafus shalih. Yuk, simak selengkapnya! Makna Tadarus : Apa Itu Tadarus? Tadarus berasal dari bahasa Arab, dari akar kata darasa yang berarti mempelajari, meneliti, menelaah, dan mengambil pelajaran. Dalam ilmu nahwu, kata tad?rus termasuk dalam wazan taf?’ul, yang menunjukkan bahwa kegiatan ini melibatkan interaksi dua orang atau lebih. Secara istilah, tadarus adalah aktivitas membaca dan memahami Al-Quran secara bersama dan diulang-ulang. Aktivitas ini tidak hanya terbatas pada pembacaan secara lisan, tetapi juga mencakup penyimak yang harus siaga mendengarkan dan mengamati bacaan sekaligus akan mengganti posisi pembaca pertama, bila kemudian berhenti. Makna Spiritual dari Tadarus Dalam Islam, Al-Qur’an bukan hanya kitab suci, tetapi juga pedoman hidup. Oleh karena itu, membaca dan mempelajari Al-Qur’an adalah ibadah yang sangat mulia. Tadarus menjadi sarana untuk: • Mendekatkan diri kepada Allah SWT • Membersihkan hati dari penyakit ruhani • Menjadikan hidup lebih terarah dan bermakna • Mempererat ukhuwah saat dilakukan bersama-sama Manfaat Tadarus Al-Qur’an Berikut adalah beberapa keutamaan tadarus yang dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadits: 1. Mendapat Syafaat di Hari Kiamat Tadarus adalah salah satu amalan yang dapat memberi syafaat, atau pertolongan, di hari akhir. Rasulullah SAW bersabda: "Bacalah Al-Qur’an. Sesungguhnya ia akan datang memberi syafaat kepada para pembacanya pada hari kiamat." (HR Muslim) 2. Menjadi Teman Para Malaikat Orang yang ahli dan rajin membaca Al-Qur’an akan dikumpulkan bersama para malaikat yang taat: "Orang yang mahir membaca Al-Qur’an akan bersama para malaikat yang mulia. Sedangkan orang yang terbata-bata dan merasa kesulitan, maka dia mendapat dua pahala." (HR Bukhari dan Muslim) 3. Mendapat Ketenangan Hati Bacaan Al-Qur’an yang dilakukan secara rutin mampu menghadirkan ketenangan dan kesejukan hati, serta menjauhkan dari rasa cemas berlebihan. 4. Meningkatkan Konsentrasi dan Fokus Aktivitas tadarus yang dilakukan dengan khusyuk dapat melatih konsentrasi, meningkatkan kecerdasan spiritual dan emosional. 5. Menguatkan Hafalan Tadarus yang dilakukan secara rutin, terutama dengan cara membaca bersama atau menyimak bacaan orang lain, membantu menguatkan hafalan Al-Qur’an. Etika dan Adab Saat Tadarus Agar aktivitas tadarus menjadi lebih bermakna dan berpahala, berikut beberapa adab yang perlu diperhatikan: 1. Dalam Keadaan Suci Melakukan wudhu sebelum menyentuh mushaf Al-Qur’an. 2. Berpakaian Rapi dan Bersih Sebaiknya memakai pakaian yang sopan dan menutup aurat. 3. Menghadap Kiblat Disarankan untuk menghadap kiblat sebagai bentuk penghormatan terhadap Al-Qur’an. 4. Membaca Taawudz dan Basmalah Selalu memulai dengan membaca a'udzubillah dan bismillah. 5. Membaca dengan Tartil Yaitu membaca dengan perlahan, jelas, dan memperhatikan tajwid. 6. Tidak Membuat Keributan Tadarus dilakukan dengan sikap khusyuk, tenang, dan penuh adab. Praktik Tadarus di Zaman Nabi Muhammad SAW Pada masa Rasulullah SAW, tadarus dilakukan dalam berbagai bentuk. Beliau sering berdiskusi dan memperdengarkan bacaan Al-Qur’an kepada para sahabat, terutama kepada Malaikat Jibril saat bulan Ramadhan. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, disebutkan bahwa: "Jibril datang kepada Nabi SAW setiap malam di bulan Ramadhan, lalu keduanya mudarasah (tadarus) Al-Qur'an." (HR Bukhari) Ini menjadi dasar dari tradisi tadarus di bulan Ramadhan, meskipun pada kenyataannya tadarus dapat dan sangat dianjurkan untuk dilakukan sepanjang tahun. Tradisi Tadarus Para Ulama Salaf Para salafus shalih memiliki berbagai metode dalam mengkhatamkan Al-Qur’an. Salah satu yang paling terkenal adalah rumus “Fami Bi Syuq?n” yang digunakan oleh Sayyidina Ali bin Abi Thalib. Berikut pembagiannya: • Jumat: Al-Fatihah – An-Nisa (4 surat) • Sabtu: Al-Maidah – At-Taubah (5 surat) • Ahad: Yunus – An-Nahl (7 surat) • Senin: Al-Isra – Al-Furqan (9 surat) • Selasa: Asy-Syuara – Yasin (11 surat) • Rabu: As-Saffat – Al-Hujurat (13 surat) • Kamis: Qaf – An-Nas (65 surat) Metode ini memungkinkan seseorang mengkhatamkan Al-Qur’an setiap pekan atau 7 hari. Meskipun tadarus identik dengan bulan Ramadhan, tidak ada larangan untuk bertadarus sepanjang tahun. Bahkan, menjadikan tadarus sebagai kebiasaan harian bisa menjadi salah satu cara terbaik untuk menjaga hubungan dengan Allah. Mari kita jadikan tadarus sebagai bagian dari rutinitas hidup, bukan hanya ketika Ramadhan, tetapi juga di hari-hari biasa.
ARTIKEL04/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
Malaikat Pencatat Amal Baik dan Buruk : Peran Mereka dalam Kehidupan Manusia
Malaikat Pencatat Amal Baik dan Buruk : Peran Mereka dalam Kehidupan Manusia
Dalam ajaran Islam, tidak ada satu pun perbuatan manusia yang luput dari pengawasan. Setiap tindakan, baik yang dilakukan secara terang-terangan maupun diam-diam, semuanya dicatat. Setiap individu diawasi oleh dua malaikat pencatat amal, yang dikenal sebagai Kiraman Katibin. Kedua malaikat ini memiliki tugas khusus: mencatat semua perbuatan manusia, baik yang baik maupun buruk.Salah satu dari mereka adalah malaikat Raqib, yang bertugas mencatat amal baik. Mengetahui keberadaan mereka bukan hanya sekadar pengetahuan agama, tetapi juga sumber motivasi kuat untuk hidup dalam kebaikan dan taat kepada Allah SWT. Siapa Itu Kiraman Katibin? Kiraman Katibin adalah dua malaikat mulia yang senantiasa menyertai setiap manusia. Raqib: Berada di bahu kanan, bertugas mencatat amal baik. Atid: Berada di bahu kiri, mencatat amal buruk. Allah SWT menyebutkan mereka sebagai malaikat yang mulia dan mencatat, yang tidak pernah lalai dalam mencatat segala amal perbuatan. “Dan sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan mencatat (perbuatan-perbuatanmu), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Infitar: 10–12) Peran Malaikat Pencatat Amal Baik dan Buruk dalam Kehidupan Manusia Umat Islam harus percaya bahwa Malaikat Raqib dan Malaikat Atid melihat dan mencatat segala amal yang kita lakukan. Kita juga harus percaya bahwa amal yang dicatat itu akan ditunjukkan kembali pada hari akhirat dan Allah akan memberikan balasan berdasarkan catatan itu. Islam sangat menghargai amal kecil namun konsisten. Allah menjamin bahwa tak ada satu pun kebaikan yang luput dari balasan. “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.” (QS. Az-Zalzalah: 7) Karena itu berarti tidak ada amal baik yang sia-sia. Dari sedekah besar hingga sekedar senyum kepada orang lain, semua dicatat oleh Malaikat Kesadaran akan adanya malaikat pencatat amal mendorong manusia untuk lebih berhati-hati dalam setiap perbuatan dan perkataan. Mereka termotivasi untuk selalu melakukan kebaikan dan menjauhi keburukan, karena mereka tahu bahwa setiap tindakan mereka diawasi dan dicatat. Ajaran tentang malaikat pencatat amal baik dan buruk juga berfungsi sebagai pendidikan moral dan etika bagi umat Islam. Hal ini mengajarkan pentingnya integritas, kejujuran, dan tanggung jawab pribadi dalam setiap aspek kehidupan. Manusia diajarkan untuk senantiasa berperilaku baik, meskipun tidak ada orang lain yang melihat, karena mereka yakin bahwa malaikat selalu mengawasi. Dengan memahami bahwa setiap tindakan dan perkataan dicatat oleh malaikat, seorang Muslim akan lebih mampu mengendalikan diri dari perbuatan yang dilarang dan mendorong untuk melakukan hal-hal yang diridhai Allah. Keberadaan malaikat pencatat amal menumbuhkan kesadaran spiritual yang lebih dalam. Manusia menjadi lebih peka terhadap perbuatan mereka dan berusaha untuk memperbaiki diri secara kontinu. Memahami bahwa amal baik dan buruk dicatat juga mengajarkan pentingnya menerima konsekuensi dari setiap perbuatan. Ini membangun rasa tanggung jawab yang kuat dalam diri setiap individu untuk selalu berbuat baik. Malaikat pencatat amal baik dan buruk, Raqib dan Atid, memainkan peran penting dalam kehidupan manusia. Mereka bukan hanya sekadar pencatat, tetapi juga menjadi pengingat bagi manusia untuk selalu berada di jalan yang benar. Kesadaran akan keberadaan mereka mendorong manusia untuk meningkatkan amal baik dan menghindari perbuatan buruk, serta menumbuhkan integritas, kejujuran, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, peran mereka sangat signifikan dalam membentuk moral dan etika umat Islam, serta membantu mereka mencapai kehidupan yang diridhai Allah.
ARTIKEL04/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
Harga Pertamax Hari Ini: Naik Turun Gak Karuan, Apa Penyebabnya?
Harga Pertamax Hari Ini: Naik Turun Gak Karuan, Apa Penyebabnya?
Harga bahan bakar minyak (BBM), khususnya Pertamax, sering mengalami fluktuasi yang membingungkan masyarakat. Pada 29 Maret 2025, PT Pertamina Patra Niaga menurunkan harga Pertamax menjadi Rp12.500 per liter dari sebelumnya Rp12.900 per liter. Perubahan harga yang tidak menentu ini menimbulkan pertanyaan, apa sebenarnya yang menyebabkan naik turunnya harga Pertamax? Faktor-Faktor Penyebab Fluktuasi Harga Pertamax 1. Harga Minyak Dunia Harga minyak mentah global sangat mempengaruhi harga BBM di dalam negeri. Kenaikan harga minyak dunia akan meningkatkan biaya produksi BBM, yang kemudian diteruskan ke konsumen. Sebaliknya, penurunan harga minyak dunia dapat memungkinkan penurunan harga BBM. Misalnya, penyesuaian harga BBM nonsubsidi sering mengikuti tren harga rata-rata publikasi minyak seperti Mean of Platts Singapore (MOPS) atau Argus. 2. Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS BBM merupakan produk yang sebagian besar komponennya dipengaruhi oleh transaksi internasional dalam dolar AS. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar akan meningkatkan biaya impor dan produksi, yang dapat menyebabkan kenaikan harga BBM. Sebaliknya, penguatan rupiah dapat membantu menurunkan harga BBM. 3. Kebijakan Pemerintah Pemerintah memiliki peran dalam menetapkan formula harga BBM non-subsidi. Regulasi yang diterapkan dapat mempengaruhi kapan dan seberapa besar penyesuaian harga BBM dilakukan. Misalnya, keputusan untuk menyesuaikan harga BBM dapat dipengaruhi oleh pertimbangan stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat. 4. Biaya Produksi dan Distribusi Faktor internal seperti biaya produksi, distribusi, dan operasional juga mempengaruhi harga BBM. Perubahan dalam biaya-biaya ini, misalnya akibat perawatan kilang atau perubahan biaya logistik, dapat mempengaruhi harga jual BBM. 5. Faktor Musiman dan Permintaan Konsumen Pada periode tertentu seperti menjelang hari raya atau musim liburan, permintaan BBM cenderung meningkat. Hal ini dapat menyebabkan harga BBM naik karena tingginya konsumsi masyarakat. Sebaliknya, pada saat aktivitas ekonomi menurun, harga BBM bisa lebih stabil atau bahkan turun. Dampak Fluktuasi Harga BBM terhadap Masyarakat Perubahan harga BBM, seperti Pertamax, memiliki dampak langsung pada pengeluaran harian masyarakat, terutama bagi mereka yang bergantung pada kendaraan pribadi untuk aktivitas sehari-hari. Kenaikan harga BBM dapat meningkatkan biaya transportasi dan harga barang lainnya akibat meningkatnya biaya distribusi. Sebaliknya, penurunan harga BBM dapat memberikan sedikit keringanan bagi anggaran rumah tangga. Selain itu, industri transportasi seperti ojek online dan angkutan umum sangat terdampak oleh perubahan harga BBM. Jika harga Pertamax naik, tarif transportasi pun bisa ikut naik, sehingga membebani pengguna layanan tersebut. Bagaimana Masyarakat Bisa Beradaptasi? Berikut beberapa cara agar masyarakat bisa lebih bijak menghadapi fluktuasi harga BBM: Menggunakan kendaraan yang lebih hemat BBM seperti motor atau mobil dengan teknologi hybrid. Beralih ke transportasi umum seperti bus, MRT, atau KRL untuk menghemat pengeluaran. Mengoptimalkan perjalanan dengan perencanaan rute yang lebih efisien guna menghemat penggunaan BBM. Menggunakan aplikasi perbandingan harga BBM untuk mengetahui SPBU dengan harga yang lebih terjangkau. Kesimpulan Fluktuasi harga Pertamax dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, kebijakan pemerintah, dan biaya produksi serta distribusi. Memahami faktor-faktor ini dapat membantu masyarakat lebih bijak dalam merencanakan pengeluaran dan mengantisipasi perubahan yang mungkin terjadi. Di tengah dinamika ekonomi yang mempengaruhi harga BBM, penting bagi kita untuk tetap peduli terhadap sesama. Salah satu cara nyata adalah dengan menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah melalui lembaga terpercaya seperti BAZNAS Kota Sukabumi. Kontribusi Anda akan membantu mereka yang membutuhkan dan memberikan keberkahan dalam hidup. ???? Yuk, berdonasi sekarang! Sedikit bantuan dari kita, besar manfaatnya bagi mereka yang membutuhkan.
ARTIKEL30/03/2025 | Duta Zakat
Ini Niat Mandi Idul Fitri! Sunnah Sepele yang Bisa Bikin Lebaran Makin Berkah
Ini Niat Mandi Idul Fitri! Sunnah Sepele yang Bisa Bikin Lebaran Makin Berkah
Hari Raya Idul Fitri merupakan momen kemenangan bagi umat Islam setelah sebulan penuh berpuasa. Selain melaksanakan sholat Idul Fitri, terdapat berbagai amalan sunnah yang dianjurkan untuk menyempurnakan ibadah di hari yang fitri ini. Salah satunya adalah mandi sunnah sebelum sholat Idul Fitri. Meskipun terdengar sepele, amalan ini memiliki makna mendalam dan dapat menambah keberkahan di hari raya. Dalam Islam, kebersihan adalah bagian dari iman. Rasulullah SAW mencontohkan bahwa sebelum melaksanakan ibadah penting, seperti sholat Jumat dan dua hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha), beliau selalu mandi terlebih dahulu. Lalu, bagaimana niat dan tata cara mandi sunnah Idul Fitri? Dan bagaimana pandangan para ulama mengenai sunnah ini? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini. Keutamaan Mandi Sunnah Idul Fitri Mandi sunnah sebelum sholat Idul Fitri dianjurkan sebagai bentuk penyucian diri dan persiapan menyambut hari kemenangan. Amalan ini mencerminkan rasa syukur dan penghormatan terhadap datangnya hari raya. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda: "Dari Ibnu Abbas, ia berkata: Sesungguhnya Rasulullah SAW biasa mandi pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha." (HR. Ibnu Majah) Hadits ini menunjukkan bahwa mandi sebelum berangkat sholat Idul Fitri adalah sunnah yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan dianjurkan untuk dilakukan oleh umat Islam. Bacaan Niat Mandi Idul Fitri Sebelum melaksanakan mandi sunnah Idul Fitri, disarankan untuk membaca niat terlebih dahulu. Berikut adalah lafal niat yang dapat diucapkan: ???????? ????????? ???????? ????????? ??????? ????? ???????? Nawaitul ghusla li ‘îdil fithri sunnatan lillâhi ta‘âlâ. Artinya: "Aku niat mandi untuk merayakan Idul Fitri sebagai sunnah karena Allah Ta'ala." Tata Cara Mandi Sunnah Idul Fitri Berikut adalah langkah-langkah yang dapat diikuti saat melaksanakan mandi sunnah Idul Fitri: Membaca Niat: Ucapkan niat mandi sunnah Idul Fitri dalam hati sebelum memulai mandi. Membasahi Seluruh Tubuh: Guyur seluruh tubuh dengan air bersih, dimulai dari kepala hingga kaki, pastikan semua bagian tubuh terkena air. Membersihkan Bagian Tubuh: Bersihkan bagian-bagian tubuh seperti sela-sela jari, ketiak, dan lipatan-lipatan lainnya untuk memastikan kebersihan maksimal. Berwudhu: Setelah mandi, disunnahkan untuk berwudhu seperti wudhu saat hendak sholat. Pendapat Ulama tentang Mandi Sunnah Idul Fitri Para ulama dari berbagai mazhab sepakat bahwa mandi sebelum sholat Idul Fitri adalah sunnah. Berikut adalah pandangan masing-masing mazhab: Mazhab Hanafi: Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa mandi sebelum sholat Idul Fitri termasuk dalam amalan sunnah yang dianjurkan. Namun, menurut beliau, tidak ada dosa jika seseorang meninggalkannya. Mazhab Maliki: Imam Malik berpendapat bahwa mandi sebelum sholat Idul Fitri termasuk dalam sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan). Beliau menekankan pentingnya kebersihan saat menghadiri perkumpulan besar seperti sholat Idul Fitri. Mazhab Syafi’i: Imam Syafi’i berpendapat bahwa mandi sebelum sholat Idul Fitri sangat dianjurkan dan lebih utama dilakukan sebelum berangkat ke tempat sholat. Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ menjelaskan bahwa mandi sunnah ini dilakukan setelah fajar menyingsing sebelum berangkat sholat Idul Fitri. Mazhab Hanbali: Imam Ahmad bin Hanbal juga menganggap mandi sebelum sholat Idul Fitri sebagai sunnah. Menurut beliau, hal ini berdasarkan hadits Ibnu Abbas yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW biasa mandi sebelum sholat dua hari raya. Dari pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa mandi sebelum sholat Idul Fitri memiliki dasar yang kuat dalam ajaran Islam dan disepakati oleh mayoritas ulama. Amalan Sunnah Lain Sebelum Sholat Idul Fitri Selain mandi sunnah, terdapat beberapa amalan lain yang dianjurkan sebelum melaksanakan sholat Idul Fitri: Makan Sebelum Sholat: Disunnahkan untuk makan terlebih dahulu sebelum berangkat sholat Idul Fitri, seperti mengonsumsi kurma dengan jumlah ganjil. Berhias dan Memakai Pakaian Terbaik: Mengenakan pakaian terbaik dan memakai wangi-wangian sebagai bentuk penghormatan terhadap hari raya. Mengumandangkan Takbir: Memperbanyak membaca takbir sejak malam hingga menjelang pelaksanaan sholat Idul Fitri. Mandi sunnah sebelum sholat Idul Fitri merupakan amalan sederhana namun memiliki makna yang mendalam dalam menyambut hari kemenangan. Dengan melaksanakan amalan ini, kita menunjukkan rasa syukur dan penghormatan terhadap datangnya Idul Fitri. Selain itu, menyempurnakan ibadah di hari raya dengan berbagai amalan sunnah lainnya dapat menambah keberkahan dalam hidup kita. Dalam momen yang penuh berkah ini, mari kita juga meningkatkan kepedulian terhadap sesama dengan menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Sukabumi. Dengan berbagi, kita tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan. Klik tombol di bawah ini untuk berdonasi dan sebarkan kebaikan di hari yang fitri ini!
ARTIKEL30/03/2025 | Duta Zakat
Momen Haru di Seluruh Negeri! Kumandang Takbir Idul Fitri 2025 Bergema, Begini Keutamaannya
Momen Haru di Seluruh Negeri! Kumandang Takbir Idul Fitri 2025 Bergema, Begini Keutamaannya
Takbir Idul Fitri merupakan salah satu momen yang paling ditunggu-tunggu oleh umat Islam di seluruh dunia. Suara takbir menggema di masjid-masjid, mushola, dan rumah-rumah, menciptakan suasana yang penuh kebahagiaan dan haru. Pada Idul Fitri 2025, kumandang takbir kembali menyelimuti negeri, menjadi simbol kemenangan setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh. Namun, tahukah Anda bahwa takbir Idul Fitri memiliki keutamaan yang luar biasa dalam Islam? Simak penjelasannya berikut ini. Keutamaan Takbir Idul Fitri Takbir Idul Fitri bukan sekadar lantunan biasa, melainkan bagian dari ibadah yang memiliki banyak keutamaan. Berikut beberapa keutamaan yang perlu diketahui: 1. Menunjukkan Rasa Syukur kepada Allah Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: "... dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur." (QS. Al-Baqarah: 185) Lantunan takbir pada malam Idul Fitri adalah bentuk rasa syukur atas kesempatan yang diberikan Allah untuk menjalani bulan Ramadan dengan penuh keimanan dan amalan yang baik. 2. Menyempurnakan Ibadah Puasa Takbir menjadi pelengkap ibadah Ramadan yang telah dijalankan. Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak bacaan takbir di malam Idul Fitri hingga menjelang sholat Ied. 3. Menambah Pahala dan Mendekatkan Diri kepada Allah Rasulullah SAW bersabda: "Tidak ada hari yang lebih agung di sisi Allah dan lebih dicintai untuk dilakukan amalan-amalan kebaikan daripada 10 hari pertama Dzulhijjah. Maka perbanyaklah tahlil, takbir, dan tahmid di dalamnya." (HR. Ahmad) Meskipun hadis ini berkaitan dengan Dzulhijjah, keutamaan takbir juga berlaku dalam konteks Idul Fitri. Bacaan Takbir Idul Fitri Berikut bacaan takbir yang sering dikumandangkan: Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaaha illallah, Allahu Akbar, Allahu Akbar wa lillahil hamd. Bacaan ini dapat dilantunkan secara berulang-ulang sejak malam takbiran hingga menjelang sholat Idul Fitri. Tata Cara Takbiran Idul Fitri Agar takbiran semakin khusyuk dan sesuai tuntunan, berikut adalah tata cara yang bisa dilakukan: Memulai setelah Maghrib di malam Idul Fitri Dapat dilakukan sendiri atau berjamaah Menggunakan suara lantang dan penuh penghayatan Dilakukan hingga menjelang sholat Ied Takbiran dan Tradisi di Berbagai Negara Takbiran Idul Fitri dirayakan dengan berbagai cara di setiap negara Muslim: Indonesia: Takbiran dilakukan dengan arak-arakan keliling kampung atau kota, baik dengan berjalan kaki maupun kendaraan. Arab Saudi: Suara takbir menggema di seluruh Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dengan suasana yang begitu khidmat. Mesir: Takbiran sering disertai dengan nyanyian Islami dan acara berkumpul keluarga. Turki: Kumandang takbir bergema di berbagai masjid besar dengan suasana penuh hikmat. Ajakan Berbagi di Hari Kemenangan Hari Raya Idul Fitri bukan hanya tentang kemenangan pribadi, tetapi juga tentang berbagi kebahagiaan dengan sesama. Salah satu bentuk berbagi yang dianjurkan dalam Islam adalah menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah. BAZNAS Kota Sukabumi mengajak Anda untuk ikut serta dalam momen penuh berkah ini dengan berdonasi kepada mereka yang membutuhkan. Dengan zakat dan sedekah yang Anda berikan, kebahagiaan Idul Fitri dapat dirasakan oleh lebih banyak orang. Mari berbagi kebahagiaan di hari kemenangan! Salurkan zakat dan sedekah Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi. Dengan lantunan takbir yang menggema dan hati yang penuh syukur, mari kita rayakan Idul Fitri 2025 dengan kebahagiaan dan kepedulian terhadap sesama. Semoga amal ibadah kita diterima dan kita semua diberkahi di hari yang suci ini. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 H!
ARTIKEL30/03/2025 | Duta Zakat
Rahasia Doa Akhir Ramadhan Sesuai Sunnah yang Bisa Mengubah Hidupmu
Rahasia Doa Akhir Ramadhan Sesuai Sunnah yang Bisa Mengubah Hidupmu
Bulan Ramadhan merupakan momen istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ketika Ramadhan mencapai penghujungnya, perasaan haru dan syukur sering menyelimuti hati kaum Muslimin. Di saat-saat seperti ini, doa akhir Ramadhan sesuai sunnah menjadi amalan penting yang dapat membawa perubahan signifikan dalam hidup kita. Artikel ini akan mengulas bacaan doa akhir Ramadhan, keutamaannya, serta bagaimana doa tersebut dapat mengubah hidup Anda. Pembahasan Utama Bacaan Doa Akhir Ramadhan Sesuai Sunnah Salah satu doa yang dianjurkan untuk dibaca pada akhir Ramadhan adalah: ?????????? ??? ?????????? ????? ????????? ???? ?????????? ????????? ?????? ?????????? ????????????? ??????????? ????? ???????????? ??????????? Latin: Allahumma laa taj'alhu aakhiral 'ahdi min shiyaminaa iyyaahu, fa'in ja'altahu f-aj'alnii marhuuman wa laa taj'alnii mahruuman. Artinya: "Ya Allah, janganlah Engkau jadikan puasa ini yang terakhir dalam hidupku. Jika Engkau menjadikannya sebagai yang terakhir, maka jadikanlah aku sebagai orang yang Engkau rahmati dan jangan jadikan aku sebagai orang yang Engkau jauhkan dari rahmat-Mu." Keutamaan Doa Akhir Ramadhan 1. Memohon Keberkahan untuk Bertemu Ramadhan Berikutnya Doa ini mencerminkan harapan seorang Muslim untuk dipertemukan kembali dengan bulan Ramadhan di tahun berikutnya, sehingga dapat terus meningkatkan kualitas ibadah dan meraih ampunan Allah SWT. 2. Mendapatkan Rahmat dan Ampunan Dengan membaca doa ini, kita memohon agar Allah SWT melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya, serta menerima segala amal ibadah yang telah dilakukan selama bulan suci. 3. Meningkatkan Kesadaran Spiritual Membaca doa akhir Ramadhan membantu kita merenungkan perjalanan spiritual selama sebulan penuh, mengevaluasi diri, dan berkomitmen untuk menjadi pribadi yang lebih baik di masa mendatang. Pendapat Para Ulama tentang Doa Akhir Ramadhan Mazhab Hanafi Menurut mazhab Hanafi, doa pada akhir Ramadhan sangat dianjurkan sebagai bentuk penghormatan kepada bulan suci yang akan segera berakhir. Imam Abu Hanifah menyatakan bahwa doa-doa yang dipanjatkan pada hari-hari terakhir Ramadhan memiliki peluang besar untuk dikabulkan. Mazhab Maliki Dalam mazhab Maliki, doa di akhir Ramadhan juga dikaitkan dengan permohonan agar amal ibadah yang dilakukan selama sebulan penuh diterima oleh Allah SWT. Imam Malik menekankan pentingnya keikhlasan dalam setiap doa yang dipanjatkan. Mazhab Syafi’i Imam Syafi’i berpendapat bahwa doa-doa di akhir Ramadhan harus mencakup permohonan ampunan, rahmat, serta harapan agar dapat berjumpa dengan Ramadhan berikutnya. Dalam kitab Al-Umm, Imam Syafi’i menyebutkan bahwa Rasulullah SAW sangat sering berdoa di akhir bulan Ramadhan. Mazhab Hambali Menurut mazhab Hambali, doa akhir Ramadhan sangat dianjurkan dan lebih baik jika dilakukan dengan penuh ketundukan dan rasa syukur. Imam Ahmad bin Hanbal menyarankan agar doa ini dilakukan setelah shalat malam atau saat sahur terakhir di bulan Ramadhan. Doa Tambahan di Akhir Ramadhan Selain doa di atas, terdapat doa lain yang dianjurkan untuk dibaca di penghujung Ramadhan: ???????? ????????? ?????? ?????????? ???????????? ????????????? ????????????? ?????????????? ??????? ?????? ?????????? ?????????? Latin: Rabbanaa taqabbal minnaa shiyaamanaa wa qiyaamanaa wa ruku'anaa wa sujuudanaa wa tilaawaatanaa innaka anta as-samii'ul 'aliim. Artinya: "Ya Tuhan kami, terimalah puasa kami, shalat kami, ruku' kami, sujud kami, dan tilawah kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." Doa akhir Ramadhan sesuai sunnah merupakan amalan yang sarat makna dan keutamaan. Melalui doa ini, kita memohon kepada Allah SWT agar diberikan kesempatan bertemu kembali dengan Ramadhan berikutnya, serta mendapatkan rahmat dan ampunan-Nya. Selain itu, doa ini membantu kita merenungkan perjalanan spiritual selama Ramadhan dan berkomitmen untuk terus memperbaiki diri. Sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan selama bulan suci, mari kita tingkatkan kepedulian terhadap sesama melalui zakat, infak, dan sedekah. BAZNAS Kota Sukabumi siap membantu menyalurkan donasi Anda kepada mereka yang membutuhkan. Dengan berdonasi, kita tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang kurang mampu. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita dan mempertemukan kita kembali dengan Ramadhan yang akan datang. Aamiin.
ARTIKEL30/03/2025 | Duta Zakat
Idul Fitri 2025: Kapan Tepatnya? Ini Tanggal Resmi & Perbedaannya di Berbagai Negara!
Idul Fitri 2025: Kapan Tepatnya? Ini Tanggal Resmi & Perbedaannya di Berbagai Negara!
Hari Raya Idul Fitri merupakan momen yang dinantikan umat Muslim di seluruh dunia sebagai penanda berakhirnya bulan suci Ramadan. Namun, penetapan tanggal 1 Syawal atau Idul Fitri seringkali berbeda di berbagai negara, bahkan antar organisasi keagamaan dalam satu negara. Lantas, kapan tepatnya Idul Fitri 2025 akan dirayakan? Artikel ini akan membahas tanggal resmi Idul Fitri 2025 di Indonesia dan perbedaannya di berbagai negara. Penetapan Idul Fitri 2025 di Indonesia Di Indonesia, penetapan tanggal Idul Fitri dilakukan melalui sidang isbat yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama. Sidang ini mempertimbangkan metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal). Pada tahun 2025, sidang isbat dijadwalkan pada 29 Maret 2025 untuk menentukan apakah 1 Syawal 1446 H jatuh pada 30 atau 31 Maret 2025. Prediksi awal menunjukkan bahwa Idul Fitri kemungkinan besar akan dirayakan serentak pada Senin, 31 Maret 2025. Penetapan oleh Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal 1446 H jatuh pada Senin, 31 Maret 2025, berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal yang mereka anut. Sementara itu, Nahdlatul Ulama (NU) menunggu hasil rukyat hilal pada 29 Ramadan 1446 H (29 Maret 2025) untuk menentukan tanggal Idul Fitri. Jika hilal terlihat, Idul Fitri akan jatuh pada 30 Maret 2025; jika tidak, Ramadan digenapkan menjadi 30 hari, sehingga Idul Fitri jatuh pada 31 Maret 2025. Perbedaan Tanggal Idul Fitri di Berbagai Negara Penetapan Idul Fitri di berbagai negara dapat berbeda karena perbedaan metode dan lokasi geografis. Arab Saudi: Idul Fitri 2025 diperkirakan jatuh pada 30 atau 31 Maret 2025, tergantung hasil rukyat hilal. Amerika Serikat: Penetapan Idul Fitri bergantung pada pengamatan hilal lokal. Dengan awal Ramadan pada 1 Maret 2025, Idul Fitri berpotensi jatuh pada 30 atau 31 Maret 2025. Malaysia dan Brunei: Biasanya mengikuti keputusan rukyat di negara masing-masing atau Arab Saudi. Turki: Menggunakan metode hisab sehingga penetapan Idul Fitri biasanya sudah pasti lebih awal dibandingkan negara lain. Tradisi Idul Fitri di Berbagai Negara Meskipun perayaan Idul Fitri di berbagai negara memiliki perbedaan, esensi dari hari raya ini tetap sama, yaitu momen kemenangan dan kebersamaan. Beberapa tradisi unik Idul Fitri di berbagai negara antara lain: Indonesia: Mudik, halal bihalal, dan tradisi berbagi THR. Arab Saudi: Sholat Id di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi serta perayaan keluarga. Turki: "?eker Bayram?" atau Festival Gula, dengan berbagi permen dan makanan manis. Pakistan & India: Festival "Eid Milan" yang diisi dengan makanan khas seperti seviyan (sajian bihun manis). Malaysia: Rumah terbuka dan makan bersama keluarga besar. Hikmah dan Makna Idul Fitri Idul Fitri bukan sekadar perayaan, tetapi juga saat untuk introspeksi diri. Beberapa nilai utama yang dapat diambil dari Idul Fitri adalah: Meningkatkan Ketaqwaan: Ramadan telah melatih kita untuk lebih dekat dengan Allah SWT, dan Idul Fitri adalah momentum untuk mempertahankan nilai-nilai tersebut. Mempererat Silaturahmi: Idul Fitri adalah kesempatan emas untuk memperbaiki hubungan dengan keluarga, teman, dan sesama umat Islam. Menjaga Kepedulian Sosial: Kewajiban zakat fitrah sebelum Idul Fitri adalah bentuk kepedulian sosial agar semua umat Islam dapat merayakan hari kemenangan dengan bahagia. Kesimpulan Penetapan tanggal Idul Fitri 2025 di Indonesia dan berbagai negara dapat berbeda berdasarkan metode perhitungan dan pengamatan hilal yang digunakan. Meskipun demikian, perbedaan ini seharusnya tidak mengurangi makna dan kekhidmatan dalam merayakan Hari Raya Idul Fitri. Sebagai umat Muslim, momen Idul Fitri juga menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah. BAZNAS Kota Sukabumi mengajak Anda untuk menyalurkan zakat dan sedekah guna membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan. Mari bersama-sama membangun masyarakat yang lebih sejahtera dan harmonis.
ARTIKEL29/03/2025 | Duta Zakat
Jangan Salah! Doa Zakat Ini Bikin Hartamu Berkah & Hidup Makin Tenang
Jangan Salah! Doa Zakat Ini Bikin Hartamu Berkah & Hidup Makin Tenang
Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang wajib ditunaikan oleh setiap Muslim yang mampu. Selain sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, zakat juga berperan dalam membersihkan harta dan jiwa, serta membantu mereka yang membutuhkan. Namun, dalam menunaikan zakat, penting untuk memahami doa dan niat yang tepat agar ibadah ini diterima dan memberikan keberkahan dalam hidup. Artikel ini akan membahas berbagai doa zakat, khususnya zakat fitrah, beserta tata cara dan manfaatnya. Pembahasan Utama 1. Pentingnya Niat dalam Zakat Niat merupakan inti dari setiap ibadah, termasuk zakat. Tanpa niat yang benar, ibadah bisa menjadi sia-sia. Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya." (HR. Bukhari & Muslim) Oleh karena itu, sebelum menunaikan zakat, penting untuk melafalkan niat sesuai dengan jenis zakat yang akan ditunaikan. 2. Niat Zakat Fitrah Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap Muslim menjelang Idul Fitri sebagai penyucian diri setelah berpuasa selama Ramadan. Berikut adalah beberapa bacaan niat zakat fitrah sesuai dengan penerimanya: Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri Nawaitu an ukhrija zakatal fithri 'an nafsi fardhan lillahi ta'ala. Artinya: "Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, fardu karena Allah Ta'ala." Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga Nawaitu an ukhrija zakatal fithri 'anni wa 'an jami'i ma yalzamuni nafaqatuhum syar'an fardhan lillahi ta'ala. Artinya: "Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku, fardu karena Allah Ta'ala." Niat Zakat Fitrah untuk Istri Nawaitu an ukhrija zakatal fithri 'an zaujati fardhan lillahi ta'ala. Artinya: "Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku, fardu karena Allah Ta'ala." Niat Zakat Fitrah untuk Anak Nawaitu an ukhrija zakatal fithri 'an waladi (sebut nama) fardhan lillahi ta'ala. Artinya: "Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anakku (sebut nama), fardu karena Allah Ta'ala." 3. Doa Setelah Membayar Zakat Selain niat, ada doa khusus yang bisa dibaca setelah membayar zakat agar mendapatkan keberkahan: “Allahumma taqabbal minni wa min jami’il muslimin.” Artinya: “Ya Allah, terimalah zakatku ini dan zakat seluruh kaum Muslimin.” 4. Besaran Zakat Fitrah Tahun 2025 Besaran zakat fitrah ditetapkan berdasarkan harga makanan pokok yang dikonsumsi sehari-hari. Untuk tahun 2025, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menetapkan besaran zakat fitrah sebagai berikut: Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek): Rp47.000 per jiwa, setara dengan 2,5 kg atau 3,5 liter beras premium. Wilayah Serang, Cilegon, Pandeglang, dan Lebak: Rp40.000 per jiwa. Besaran ini dapat berbeda di setiap daerah, tergantung pada harga beras yang berlaku. 5. Cara Membayar Zakat Fitrah Secara Online Di era digital, membayar zakat fitrah menjadi lebih mudah melalui layanan online. BAZNAS Kota Sukabumi menyediakan platform pembayaran zakat fitrah secara online yang aman dan terpercaya. Berikut langkah-langkahnya: Kunjungi Situs Resmi BAZNAS Kota Sukabumi Masuk ke laman resmi BAZNAS Kota Sukabumi untuk menemukan opsi pembayaran zakat fitrah. Pilih Jenis Zakat yang Akan Dibayarkan Pastikan memilih kategori zakat fitrah sesuai dengan jumlah anggota keluarga. Masukkan Nominal Sesuai Ketentuan Sesuaikan nominal pembayaran dengan jumlah jiwa yang akan dibayarkan. Lakukan Pembayaran Gunakan metode pembayaran yang tersedia, seperti transfer bank, dompet digital, atau QRIS. Konfirmasi Pembayaran Simpan bukti pembayaran dan pastikan dana sudah diterima oleh BAZNAS. 6. Manfaat Menunaikan Zakat Fitrah Menunaikan zakat fitrah tidak hanya bernilai ibadah tetapi juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi, seperti: Membersihkan Diri dan Harta – Zakat fitrah berfungsi sebagai penyucian jiwa setelah Ramadan. Membantu Kaum Dhuafa – Dana zakat disalurkan kepada mereka yang berhak menerimanya. Meningkatkan Solidaritas Sosial – Masyarakat lebih peduli terhadap sesama. Mendapatkan Keberkahan Hidup – Allah SWT akan melipatgandakan rezeki bagi mereka yang bersedekah. Kesimpulan Zakat fitrah adalah kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu dan harus ditunaikan sebelum hari raya Idul Fitri. Dengan memahami niat dan doa zakat, kita dapat melaksanakan ibadah ini dengan penuh kesadaran dan keikhlasan. Selain itu, membayar zakat melalui BAZNAS Kota Sukabumi memastikan bahwa dana zakat Anda dikelola dengan baik dan sampai kepada yang berhak menerimanya. Jangan tunda lagi, tunaikan zakat fitrah Anda sekarang juga melalui BAZNAS Kota Sukabumi dan jadilah bagian dari kebaikan!
ARTIKEL29/03/2025 | Duta Zakat
Bukan Sekadar ‘Minal Aidin Wal Faizin’, Ini Ucapan Lebaran 2025 yang Lebih Bermakna!
Bukan Sekadar ‘Minal Aidin Wal Faizin’, Ini Ucapan Lebaran 2025 yang Lebih Bermakna!
Hari Raya Idul Fitri selalu menjadi momen istimewa yang dinanti oleh umat Muslim di seluruh dunia. Lebaran 2025 tidak hanya menjadi waktu untuk berkumpul bersama keluarga, tetapi juga kesempatan untuk saling memaafkan dan berbagi kebahagiaan. Salah satu tradisi yang tidak pernah terlewatkan adalah mengucapkan selamat Lebaran. Namun, tahukah Anda bahwa ucapan "Minal Aidin Wal Faizin" sebenarnya bukan berasal dari ajaran Islam dan sering kali digunakan tanpa pemahaman makna yang sebenarnya? Oleh karena itu, mari kita eksplorasi berbagai ucapan Lebaran 2025 yang lebih bermakna dan penuh doa. Makna "Minal Aidin Wal Faizin" Ungkapan "Minal Aidin Wal Faizin" sering diartikan sebagai "Mohon maaf lahir dan batin," padahal secara harfiah maknanya adalah "Semoga kita termasuk orang-orang yang kembali (kepada fitrah) dan orang-orang yang menang." Ucapan ini sebenarnya tidak ditemukan dalam sunnah Nabi, tetapi tetap populer di berbagai negara Muslim, termasuk Indonesia. Meskipun demikian, ada banyak ucapan Lebaran lain yang lebih bermakna dan bisa digunakan untuk menyampaikan doa serta harapan yang baik bagi keluarga, sahabat, dan kolega. Ucapan Lebaran 2025 yang Lebih Bermakna 1. Ucapan Berdasarkan Sunnah Jika ingin mengikuti sunnah Nabi, kita bisa menggunakan ucapan berikut: Taqabbalallahu minna wa minkum. (Semoga Allah menerima amal ibadah kami dan kalian.) Ucapan ini disampaikan oleh para sahabat Nabi kepada satu sama lain saat Idul Fitri dan memiliki makna mendalam, yakni harapan agar ibadah selama Ramadan diterima oleh Allah SWT. 2. Ucapan Penuh Doa "Selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 H. Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah dan diberi keberkahan dalam hidup." "Di hari yang suci ini, semoga segala dosa diampuni dan kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik." "Semoga Lebaran ini membawa kedamaian, kebahagiaan, dan kesuksesan bagi kita semua." 3. Ucapan Lebaran dalam Berbagai Bahasa Bahasa Arab: Eid Mubarak, Taqabbalallahu minna wa minkum. Bahasa Inggris: Happy Eid Mubarak! May Allah bless you with joy and prosperity. Bahasa Jawa: Sugeng Riyadi, mugi berkah tansah nempuh ing gesang. Bahasa Sunda: Wilujeng Boboran Siam, mugia janten pribadi nu leuwih hadé. 4. Ucapan Lebaran untuk Keluarga dan Sahabat "Ayah, Ibu, mohon maaf lahir batin. Semoga kita selalu diberi kesehatan dan kebahagiaan. Selamat Idul Fitri 2025!" "Sahabatku, semoga silaturahmi kita tetap terjaga dan keberkahan selalu menyertai langkah kita. Selamat Lebaran!" 5. Ucapan Lebaran untuk Kolega dan Relasi "Selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 H. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita semakin sukses dan diberi keberkahan dalam setiap langkah." "Semoga Idul Fitri ini membawa semangat baru untuk terus berkarya dan berbagi dengan sesama." Lebih dari Sekadar Ucapan: Saatnya Berbagi dengan Sesama Lebaran bukan hanya tentang silaturahmi dan ucapan selamat, tetapi juga waktu yang tepat untuk berbagi dengan mereka yang membutuhkan. Salah satu cara terbaik untuk meraih keberkahan di hari yang suci ini adalah dengan menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah melalui lembaga terpercaya seperti BAZNAS Kota Sukabumi. Dengan berdonasi melalui BAZNAS Kota Sukabumi, Anda bisa membantu saudara-saudara kita yang kurang mampu agar mereka juga bisa merasakan kebahagiaan di hari kemenangan. Bahkan dengan donasi kecil sekalipun, Anda sudah ikut serta dalam menebar kebahagiaan dan mendapat pahala berlipat dari Allah SWT. Kesimpulan Ucapan Lebaran bukan sekadar kata-kata, tetapi juga bentuk doa dan harapan baik untuk sesama. Dengan memahami makna dan menggunakan ucapan yang lebih bermakna, kita bisa menyampaikan pesan yang lebih tulus dan penuh keberkahan. Selain itu, jangan lupa untuk berbagi kebahagiaan dengan menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Sukabumi. Mari rayakan Idul Fitri dengan penuh makna dan berbagi keberkahan kepada sesama! Ingin berdonasi sekarang? Klik di tombol di bawah ini dan wujudkan kepedulianmu!
ARTIKEL28/03/2025 | Duta Zakat
Bingung Cari Ucapan Lebaran 2025 yang Berkesan? Coba 10 Ide Ini!
Bingung Cari Ucapan Lebaran 2025 yang Berkesan? Coba 10 Ide Ini!
Lebaran 2025 sudah semakin dekat! Selain menyiapkan baju baru dan hidangan khas Idul Fitri, satu hal yang tak boleh dilewatkan adalah mengirim ucapan lebaran kepada keluarga, sahabat, dan rekan kerja. Namun, sering kali kita kehabisan ide dan hanya mengandalkan ucapan yang itu-itu saja, seperti "Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin." Nah, agar lebih berkesan, berikut 10 ide ucapan lebaran 2025 yang bisa kamu gunakan! 10 Ide Ucapan Lebaran 2025 yang Berkesan 1. Ucapan Islami Penuh Makna "Taqabbalallahu minna wa minkum. Semoga Allah menerima amal ibadah kita semua dan menjadikan Idul Fitri ini sebagai momen penuh berkah dan kebahagiaan. Mohon maaf lahir dan batin." 2. Ucapan Lebaran untuk Keluarga "Selamat Hari Raya Idul Fitri 2025! Semoga Allah memberikan keberkahan dalam setiap langkah kita, mempererat tali silaturahmi, dan menjadikan keluarga kita selalu dalam lindungan-Nya. Mohon maaf lahir dan batin." 3. Ucapan Lebaran untuk Sahabat "Lebaran 2025 adalah waktu yang tepat untuk menyatukan hati dan memperbaiki hubungan. Semoga kebahagiaan dan keberkahan selalu menyertai kita. Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin!" 4. Ucapan Lebaran untuk Rekan Kerja "Di hari yang fitri ini, mari kita sucikan hati dan perkuat silaturahmi. Semoga sukses dan kebahagiaan selalu mengiringi perjalanan kita. Selamat Idul Fitri 2025, mohon maaf lahir dan batin." 5. Ucapan Lebaran untuk Pasangan "Selamat Idul Fitri, sayang! Semoga cinta dan kasih sayang kita semakin kuat, dan kebahagiaan selalu menyertai perjalanan kita bersama. Mohon maaf lahir dan batin." 6. Ucapan Lebaran Puitis "Seindah embun pagi yang menyejukkan, secerah mentari yang menerangi, semoga Idul Fitri membawa kedamaian dan kebahagiaan. Mohon maaf lahir dan batin." 7. Ucapan Lebaran untuk Orang Tua "Terima kasih Ayah dan Ibu atas segala cinta dan doa yang tiada henti. Semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan dan kebahagiaan untuk kalian. Selamat Idul Fitri 2025, mohon maaf lahir dan batin." 8. Ucapan Lebaran Singkat dan Bermakna "Selamat Hari Raya Idul Fitri 2025! Semoga kebahagiaan, kedamaian, dan keberkahan selalu menyertai kita semua. Mohon maaf lahir dan batin." 9. Ucapan Lebaran Humor "Lebaran saatnya menghapus jejak-jejak kesalahan, seperti hapus chat mantan! Selamat Idul Fitri 2025, mohon maaf lahir dan batin!" 10. Ucapan Lebaran dalam Bahasa Inggris "Happy Eid Mubarak 2025! May this day bring peace, happiness, and endless blessings to you and your family. Please forgive me for any mistakes. Eid Mubarak!" Kesimpulan Mengirim ucapan lebaran bukan hanya sekadar formalitas, tetapi juga cara mempererat hubungan dengan orang-orang terdekat. Dengan memilih kata-kata yang tepat, ucapan kita bisa lebih bermakna dan menyentuh hati penerima. Yuk, manfaatkan momen lebaran untuk saling memaafkan dan berbagi kebahagiaan! Sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat Idul Fitri, mari kita salurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Sukabumi. Satu kebaikan kecil bisa menjadi berkah besar bagi mereka yang membutuhkan.
ARTIKEL28/03/2025 | Duta Zakat
Mudik Lebaran 2025 Ganjil atau Genap? Jangan Sampai Salah Hari!
Mudik Lebaran 2025 Ganjil atau Genap? Jangan Sampai Salah Hari!
Mudik Lebaran merupakan tradisi tahunan yang selalu dinanti oleh masyarakat Indonesia. Setelah setahun penuh beraktivitas di perantauan, momen mudik menjadi saat yang tepat untuk berkumpul dengan keluarga dan merayakan Idul Fitri bersama. Namun, setiap tahunnya, lonjakan volume kendaraan selama periode mudik sering menyebabkan kemacetan parah di jalur-jalur utama, terutama di Pulau Jawa dan Sumatera. Untuk mengurangi kemacetan dan meningkatkan kelancaran arus mudik serta arus balik, pemerintah menerapkan kebijakan rekayasa lalu lintas, salah satunya adalah sistem ganjil genap. Kebijakan ini bertujuan untuk membatasi jumlah kendaraan yang melintas di ruas jalan tertentu berdasarkan angka terakhir pada pelat nomor kendaraan. Lantas, bagaimana sistem ganjil genap diberlakukan untuk mudik Lebaran 2025? Hari apa saja yang diperbolehkan untuk kendaraan dengan nomor ganjil dan genap? Simak informasi lengkapnya agar perjalanan Anda lancar dan bebas hambatan! Jadwal dan Lokasi Penerapan Ganjil Genap Lebaran 2025 Berdasarkan informasi terbaru, kebijakan ganjil genap Lebaran 2025 akan diberlakukan pada beberapa ruas jalan tol dan jalur nasional utama. Aturan ini akan diterapkan untuk mengurai kepadatan kendaraan, terutama di jalur-jalur favorit pemudik. Jadwal Ganjil Genap Arus Mudik Tanggal: Kamis, 27 Maret 2025 pukul 14.00 WIB hingga Minggu, 30 Maret 2025 pukul 00.00 WIB. Lokasi: Tol Jakarta-Cikampek (dari KM 47 hingga KM 414 Tol Semarang-Batang). Tol Tangerang-Merak (dari KM 31 hingga KM 98). Tol Trans Jawa (beberapa ruas akan diberlakukan contraflow). Jadwal Ganjil Genap Arus Balik Tanggal: Kamis, 3 April 2025 pukul 00.00 WIB hingga Senin, 7 April 2025 pukul 00.00 WIB. Lokasi: Tol Semarang-Batang (dari KM 414 hingga KM 47 Tol Jakarta-Cikampek). Tol Tangerang-Merak (dari KM 98 hingga KM 31). Selain itu, untuk meminimalisir kepadatan di jalur penyeberangan, kebijakan ini juga diberlakukan di beberapa pelabuhan utama seperti Pelabuhan Merak-Bakauheni dan Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk. Aturan ini dibuat berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) No. KP-DRJD 1099 Tahun 2025 tentang Pengaturan Lalu Lintas Selama Periode Lebaran 2025. Bagaimana Cara Mengecek Ganjil Genap untuk Mudik? Agar tidak salah tanggal, pemudik bisa mengecek informasi ganjil genap mudik 2025 melalui beberapa cara berikut: 1. Melalui Google Maps Google Maps kini menyediakan informasi real-time terkait rekayasa lalu lintas, termasuk sistem ganjil genap. Caranya: Buka aplikasi Google Maps. Masukkan tujuan perjalanan. Pilih rute terbaik dan cek apakah jalur yang dipilih terkena aturan ganjil genap. 2. Melalui Aplikasi Jalan Tol Beberapa aplikasi seperti Jasa Marga Tollroad Command Center (JMTC) dan BPJT Info Tol menyediakan informasi seputar kebijakan lalu lintas di jalan tol, termasuk ganjil genap. 3. Melalui Website dan Media Sosial Resmi Pantau informasi terbaru di website dan media sosial resmi: Kementerian Perhubungan RI Jasa Marga (@official.jasamarga) TMC Polda Metro Jaya (@TMCPoldaMetro) Tips Agar Mudik Lancar dan Aman Selain memahami aturan ganjil genap, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar mudik lebih nyaman dan aman: Servis Kendaraan Sebelum Berangkat Pastikan mobil atau motor dalam kondisi prima dengan melakukan pengecekan oli, rem, ban, dan air radiator. Siapkan Bekal dan Peralatan Darurat Bawa makanan ringan, air minum, power bank, dan kotak P3K untuk mengantisipasi kondisi darurat di jalan. Istirahat yang Cukup Jangan memaksakan diri untuk berkendara dalam keadaan mengantuk. Gunakan rest area yang tersedia setiap beberapa kilometer di jalur tol. Gunakan Aplikasi Navigasi Manfaatkan aplikasi seperti Google Maps atau Waze untuk mencari jalur alternatif jika terjadi kemacetan. Patuhi Aturan Lalu Lintas Jangan tergoda untuk menerobos jalur yang terkena aturan ganjil genap, karena bisa berujung pada tilang elektronik (ETLE). Mudik dengan Berkah: Jangan Lupa Zakat dan Sedekah! Mudik bukan hanya tentang perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual. Momen ini bisa menjadi kesempatan untuk berbagi kebahagiaan dengan sesama melalui zakat, infaq, dan sedekah. ???? Kenapa Harus Bersedekah Saat Mudik? Membantu sesama: Banyak keluarga kurang mampu yang membutuhkan uluran tangan kita di hari raya. Menambah berkah perjalanan: Rasulullah ? bersabda: “Sedekah dapat menolak bala dan memperpanjang umur.” (HR. Tirmidzi). Pahala berlipat ganda di bulan Ramadhan: Setiap amal kebaikan di bulan suci akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT. ???? Cara Mudah Bersedekah Selama Mudik Kini, Anda bisa bersedekah dengan mudah tanpa harus datang langsung ke kantor BAZNAS. Cukup dengan Rp1.000, Anda bisa berdonasi melalui Shopee BAZNAS Kota Sukabumi. Kesimpulan Mudik Lebaran 2025 akan menerapkan sistem ganjil genap untuk mengurai kepadatan lalu lintas di jalur utama. Pastikan Anda mengecek jadwal dan lokasi penerapan aturan ini agar perjalanan lebih lancar. Jangan lupa juga untuk mempersiapkan kendaraan, mematuhi peraturan lalu lintas, dan menggunakan aplikasi navigasi untuk mencari jalur terbaik. Yang tak kalah penting, manfaatkan momen Lebaran untuk bersedekah dan berbagi kebahagiaan dengan sesama. Dengan hanya Rp1.000, Anda bisa berdonasi melalui Shopee BAZNAS Kota Sukabumi dan meraih keberkahan di perjalanan Anda. ???? Jangan tunggu lagi, klik tombol di bawah ini untuk berdonasi! Selamat mudik, semoga perjalanan Anda aman, nyaman, dan penuh berkah! ?????????
ARTIKEL28/03/2025 | Duta Zakat
Sidang Isbat Lebaran 2025: Kapan Lebaran? Ini Prediksi Resmi Pemerintah!
Sidang Isbat Lebaran 2025: Kapan Lebaran? Ini Prediksi Resmi Pemerintah!
Menjelang akhir Ramadan, umat Muslim di Indonesia selalu menanti keputusan Sidang Isbat untuk mengetahui kapan Hari Raya Idul Fitri akan dirayakan. Penentuan 1 Syawal menjadi momen penting karena menentukan kapan umat Islam akan melaksanakan salat Idul Fitri dan merayakan hari kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa. Sidang Isbat yang dilakukan oleh Kementerian Agama RI selalu menarik perhatian, terutama karena di Indonesia terdapat perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah. Sebagian umat Muslim menggunakan metode hisab (perhitungan astronomis), sementara sebagian lainnya menggunakan metode rukyat (pengamatan langsung hilal). Oleh karena itu, penentuan tanggal Lebaran sering kali menjadi topik hangat yang diperbincangkan di berbagai kalangan. Di artikel ini, kita akan membahas bagaimana proses Sidang Isbat dilakukan, prediksi kapan Lebaran 2025, serta pentingnya menunaikan zakat fitrah sebelum Idul Fitri. Jangan lupa untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi, agar keberkahan Ramadan semakin terasa bagi semua. Bagaimana Proses Sidang Isbat Menentukan Tanggal Lebaran? Penetapan 1 Syawal 1446 H dilakukan melalui Sidang Isbat yang digelar oleh Kementerian Agama RI. Sidang ini mengacu pada dua metode utama dalam menentukan awal bulan Hijriah, yaitu: 1. Metode Hisab (Perhitungan Astronomis) Metode hisab adalah cara menentukan awal bulan berdasarkan perhitungan astronomi atau ilmu falak. Hisab dilakukan dengan menghitung posisi hilal (bulan sabit pertama) setelah matahari terbenam pada tanggal 29 Ramadan. Muhammadiyah adalah salah satu organisasi yang menggunakan metode hisab dalam menetapkan awal bulan Hijriah. 2. Metode Rukyat (Pengamatan Hilal) Metode rukyat dilakukan dengan mengamati langsung kemunculan hilal di berbagai titik pemantauan di Indonesia. Jika hilal terlihat di salah satu titik pemantauan, maka tanggal 1 Syawal akan ditetapkan pada keesokan harinya. Namun, jika hilal belum terlihat, maka bulan Ramadan akan digenapkan menjadi 30 hari. Sidang Isbat biasanya dilakukan dalam tiga tahap: Pemaparan Data Hisab: Tim ahli astronomi mempresentasikan hasil perhitungan posisi hilal. Pengamatan Hilal: Pemerintah mengumpulkan laporan dari berbagai lokasi rukyat di seluruh Indonesia. Keputusan Sidang Isbat: Menteri Agama mengumumkan hasil penetapan 1 Syawal berdasarkan kombinasi metode hisab dan rukyat. Prediksi Tanggal Lebaran 2025 Berdasarkan data astronomi dan kalender Hijriah yang telah dirilis sebelumnya, berikut adalah prediksi tanggal Lebaran 2025: Sidang Isbat Pemerintah: Kementerian Agama dijadwalkan menggelar Sidang Isbat penentuan 1 Syawal 1446 H pada Sabtu, 29 Maret 2025. Prediksi Pemerintah: Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2025 yang diterbitkan oleh Kementerian Agama memperkirakan bahwa 1 Syawal 1446 H akan jatuh pada Senin, 31 Maret 2025. Penetapan Muhammadiyah: Muhammadiyah, melalui Maklumat Nomor 1/MLM/I.0/E/2025, menetapkan bahwa Lebaran jatuh pada Senin, 31 Maret 2025, berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal. Namun, keputusan final tetap menunggu hasil pengamatan hilal pada Sidang Isbat. Pentingnya Menunaikan Zakat Fitrah Sebelum Lebaran Menjelang Hari Raya Idul Fitri, umat Islam diwajibkan untuk menunaikan zakat fitrah sebagai bentuk penyucian diri dan kepedulian terhadap kaum dhuafa. Zakat fitrah bertujuan untuk: ? Membersihkan jiwa setelah berpuasa sebulan penuh. ? Membantu fakir miskin agar mereka bisa merayakan Idul Fitri dengan bahagia. ? Menunjukkan rasa syukur atas nikmat yang Allah berikan selama Ramadan. Besaran zakat fitrah umumnya setara dengan 3,5 liter atau 2,5 kg beras, atau dapat digantikan dengan uang senilai harga makanan pokok di daerah setempat. BAZNAS Kota Sukabumi siap menyalurkan zakat fitrah Anda kepada yang berhak menerimanya. Menyalurkan zakat melalui BAZNAS Kota Sukabumi memastikan bahwa donasi Anda dikelola secara profesional dan transparan. Keuntungan menyalurkan zakat melalui BAZNAS Kota Sukabumi: ? Aman dan Terpercaya: Dikelola oleh lembaga resmi dengan sistem yang akuntabel. ? Tepat Sasaran: Disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. ? Mudah dan Praktis: Bisa dibayarkan secara online, termasuk melalui Shopee. Sekarang Bisa Sedekah dan Zakat via Shopee BAZNAS Kota Sukabumi! Untuk mempermudah pembayaran zakat dan sedekah, kini Anda bisa menunaikan Zakat Fitrah dan Sedekah melalui Shopee BAZNAS Kota Sukabumi. Caranya mudah: Buka aplikasi Shopee dan cari “BAZNAS Kota Sukabumi” Pilih nominal zakat atau sedekah yang ingin dibayarkan Lakukan pembayaran dengan metode yang tersedia Zakat Anda langsung tersalurkan kepada yang berhak! Kesimpulan Sidang Isbat 2025 akan menentukan kapan Hari Raya Idul Fitri 1446 H jatuh, dengan prediksi saat ini menunjukkan bahwa Lebaran kemungkinan jatuh pada Senin, 31 Maret 2025. Sambil menanti keputusan resmi, mari persiapkan diri dengan menunaikan zakat fitrah sebelum Idul Fitri tiba. Dengan berzakat melalui BAZNAS Kota Sukabumi, Anda ikut berperan dalam membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan agar bisa merayakan Lebaran dengan penuh kebahagiaan. ???? Ayo Tunaikan Zakat Fitrah Sekarang! Klik tombol di bawah ini untuk berdonasi dan berbagi kebahagiaan di Hari Raya. Jangan lupa, cek informasi terbaru mengenai penetapan Lebaran melalui sumber resmi!
ARTIKEL28/03/2025 | Duta Zakat
Jumat Terakhir Ramadan! Keutamaan & Tata Cara Sholat Kafarat yang Jarang Diketahui
Jumat Terakhir Ramadan! Keutamaan & Tata Cara Sholat Kafarat yang Jarang Diketahui
Ramadan merupakan bulan penuh berkah yang sangat dinanti oleh umat Islam di seluruh dunia. Di dalamnya, terdapat berbagai amalan yang dianjurkan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, salah satunya adalah sholat kafarat yang dilakukan pada Jumat terakhir Ramadan. Sholat kafarat diyakini oleh sebagian kalangan sebagai amalan untuk menebus dosa akibat meninggalkan sholat wajib di masa lalu. Namun, apakah sholat ini benar-benar dianjurkan dalam Islam? Bagaimana tata cara pelaksanaannya? Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai sholat kafarat, keutamaannya, serta pandangan ulama terkait hukum dan dalilnya. Pengertian Sholat Kafarat Sholat kafarat adalah sholat sunnah yang dilakukan oleh sebagian umat Islam pada hari Jumat terakhir Ramadan dengan tujuan menebus dosa akibat meninggalkan sholat fardhu di masa lalu. Kata "kafarat" sendiri berasal dari bahasa Arab yang berarti "penebus" atau "penghapus dosa." Namun, perlu diketahui bahwa tidak ada dalil shahih dalam Al-Qur'an maupun hadits yang secara eksplisit menyebutkan tentang adanya sholat kafarat. Oleh karena itu, sebagian ulama menyatakan bahwa sholat ini tidak memiliki dasar yang kuat dalam syariat Islam. Keutamaan Jumat Terakhir Ramadan Meskipun sholat kafarat tidak memiliki dalil yang kuat, hari Jumat terakhir di bulan Ramadan tetap memiliki keistimewaan tersendiri. Beberapa keutamaannya antara lain: Hari Mustajab untuk Berdoa Rasulullah ? bersabda: "Di hari Jumat terdapat waktu yang tidaklah seorang Muslim memohon sesuatu kepada Allah melainkan Allah akan mengabulkannya." (HR. Bukhari & Muslim) Oleh karena itu, perbanyaklah doa dan memohon ampunan di hari Jumat terakhir Ramadan. Kesempatan Mendapatkan Lailatul Qadar Jumat terakhir Ramadan berdekatan dengan malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan, yang kemungkinan besar merupakan Lailatul Qadar. Allah berfirman dalam QS. Al-Qadr ayat 3: "Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan." Momentum untuk Bersedekah Sedekah di bulan Ramadan memiliki pahala yang berlipat ganda, apalagi jika dilakukan di hari Jumat yang merupakan hari terbaik dalam Islam. Rasulullah ? bersabda: "Sebaik-baik hari di mana matahari terbit adalah hari Jumat." (HR. Muslim) Tata Cara Sholat Kafarat Bagi Anda yang tetap ingin melaksanakan sholat kafarat sebagai bentuk istighfar dan taubat, berikut adalah tata cara yang umum dilakukan: Niat dalam hati untuk melaksanakan sholat kafarat Tidak ada bacaan niat khusus, cukup niat dalam hati untuk sholat sunnah empat rakaat. Takbiratul Ihram Mengucapkan Allahu Akbar sambil mengangkat kedua tangan. Membaca Surat Al-Fatihah Dilakukan di setiap rakaat sebagai rukun sholat. Membaca Surat Pendek Setelah Al-Fatihah, dianjurkan membaca surat pendek seperti Al-Ikhlas atau lainnya. Rukuk, I’tidal, Sujud, dan Duduk di Antara Dua Sujud Melakukan gerakan sholat seperti biasa hingga empat rakaat. Tahiyat Akhir dan Salam Setelah selesai empat rakaat, duduk tahiyat akhir dan mengucapkan salam. Pandangan Ulama Mengenai Sholat Kafarat Perlu diketahui bahwa praktik sholat kafarat tidak memiliki dasar hukum yang kuat dalam Islam. Berikut adalah beberapa pandangan ulama mengenai hal ini: Ulama yang Menolak Sholat Kafarat Mayoritas ulama fiqih berpendapat bahwa tidak ada hadits shahih yang menunjukkan anjuran sholat kafarat di Jumat terakhir Ramadan. Imam An-Nawawi dan Ibnul Qayyim menegaskan bahwa sholat ini tidak memiliki dasar dalam sunnah Rasulullah ?. Dalam mazhab Syafi’i, seseorang yang meninggalkan sholat wajib harus mengqadha sholat tersebut dan tidak cukup hanya dengan melakukan sholat sunnah. Ulama yang Membolehkan Sholat Kafarat Sebagian kecil ulama berpendapat bahwa sholat ini bisa dilakukan sebagai bentuk istighfar dan taubat, meskipun tidak menggantikan kewajiban mengqadha sholat fardhu. Kesimpulan Meskipun sholat kafarat di Jumat terakhir Ramadan dikenal di sebagian kalangan, penting bagi kita untuk selalu merujuk pada dalil yang sahih dalam beribadah. Mengqadha sholat fardhu yang ditinggalkan adalah cara yang lebih dianjurkan dalam Islam. Namun, sebagai bentuk amalan di hari Jumat terakhir Ramadan, kita dapat memperbanyak doa, membaca Al-Qur’an, dan bersedekah. Salah satu bentuk sedekah yang dianjurkan adalah zakat, infak, dan sedekah untuk membantu sesama. Jumat terakhir Ramadan adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan amal kebaikan. Mari sempurnakan ibadah Ramadan Anda dengan menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Sukabumi. Dengan berdonasi melalui lembaga resmi, Anda turut membantu sesama dan memastikan dana yang disalurkan tepat sasaran. ???? Ingin Sedekah dengan Mudah? Kini Bisa Lewat Shopee! Sekarang, Anda bisa bersedekah melalui Shopee dengan lebih mudah dan cepat. BAZNAS Kota Sukabumi telah hadir di platform Shopee untuk memudahkan masyarakat dalam beramal. Cukup dengan beberapa klik, Anda sudah bisa berbagi rezeki kepada yang membutuhkan. Mari maksimalkan ibadah Ramadan kita dengan berbagi kepada sesama! Semoga Allah menerima setiap amal kebaikan kita. Aamiin. ????
ARTIKEL28/03/2025 | Duta Zakat
Doa Zakat Fitrah: Lafaz Lengkap & Maknanya, Jangan Sampai Salah Niat!
Doa Zakat Fitrah: Lafaz Lengkap & Maknanya, Jangan Sampai Salah Niat!
Menjelang akhir Ramadan, umat Islam diwajibkan untuk menunaikan zakat fitrah sebagai penyucian jiwa dan penyempurna ibadah puasa. Namun, dalam pelaksanaannya, banyak orang yang kurang memahami niat dan doa yang tepat saat menunaikan zakat fitrah. Padahal, kesalahan dalam niat bisa berpengaruh terhadap sah atau tidaknya ibadah tersebut. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami lafaz niat zakat fitrah beserta maknanya. Pembahasan Utama 1. Apa Itu Zakat Fitrah? Zakat fitrah adalah zakat wajib yang harus dikeluarkan oleh setiap Muslim yang mampu sebelum salat Idul Fitri. Zakat ini bertujuan untuk menyucikan jiwa dari kesalahan selama Ramadan serta membantu kaum fakir miskin agar mereka juga bisa merayakan Idul Fitri dengan layak. 2. Besaran Zakat Fitrah Tahun 2025 Besaran zakat fitrah umumnya dihitung berdasarkan harga makanan pokok, yaitu beras, dengan ukuran 2,5 kg atau setara dengan 3,5 liter. Untuk tahun 2025, jumlah uang yang harus dibayarkan sebagai pengganti zakat fitrah akan ditentukan oleh otoritas keagamaan setempat. Pastikan untuk mengecek informasi resmi dari BAZNAS Kota Sukabumi terkait besaran zakat fitrah tahun ini. 3. Lafaz Niat Zakat Fitrah dan Maknanya a. Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri fardu karena Allah Ta’ala. ???? ???????? ???????? ??? ??????? ??????? ????????? ???????? b. Niat Zakat Fitrah untuk Istri Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku fardu karena Allah Ta’ala. ???? ???????? ???????? ??? ????????? ??????? ????????? ???????? c. Niat Zakat Fitrah untuk Anak Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anakku fardu karena Allah Ta’ala. ???? ???????? ???????? ??? ??????? ??????? ????????? ???????? d. Niat Zakat Fitrah untuk Keluarga Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk seluruh anggota keluargaku fardu karena Allah Ta’ala. ???? ???????? ???????? ??? ??????? ??????? ????????? ???????? 4. Waktu Terbaik Membayar Zakat Fitrah Zakat fitrah dapat dibayarkan sejak awal Ramadan hingga sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri. Namun, waktu yang paling utama adalah sebelum pelaksanaan salat Id agar zakat tersebut benar-benar dapat dinikmati oleh mereka yang membutuhkan. 5. Siapa yang Berhak Menerima Zakat Fitrah? Penerima zakat fitrah adalah orang-orang yang termasuk dalam 8 golongan yang disebutkan dalam Al-Qur’an (QS. At-Taubah: 60), di antaranya fakir, miskin, amil zakat, mualaf, hamba sahaya, orang yang berhutang, orang yang berjuang di jalan Allah, dan ibnu sabil. Kesimpulan Menunaikan zakat fitrah bukan hanya sekadar kewajiban, tetapi juga bentuk kepedulian sosial terhadap sesama. Pastikan Anda membaca dan memahami niat zakat fitrah dengan benar agar ibadah ini diterima oleh Allah SWT. Jangan lupa untuk menyalurkan zakat Anda melalui lembaga terpercaya seperti BAZNAS Kota Sukabumi agar lebih tepat sasaran. ???? Ayo Tunaikan Zakat Fitrah Anda Melalui BAZNAS Kota Sukabumi! ???? Kini, pembayaran zakat fitrah semakin mudah! Anda bisa menunaikan zakat fitrah dengan praktis melalui Shopee BAZNAS Kota Sukabumi. Dengan zakat, kita berbagi kebahagiaan di hari yang fitri. Jangan sampai terlewat! ?
ARTIKEL28/03/2025 | Duta Zakat
Mohon Maaf Lahir Batin! Begini Cara Memanfaatkan Momen Lebaran agar Pahala Berlipat
Mohon Maaf Lahir Batin! Begini Cara Memanfaatkan Momen Lebaran agar Pahala Berlipat
Hari Raya Idul Fitri adalah momen istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadan, Idul Fitri menjadi hari kemenangan yang penuh kebahagiaan dan keberkahan. Selain sebagai ajang silaturahmi, Lebaran juga merupakan kesempatan emas untuk meningkatkan amal ibadah serta meraih pahala yang berlipat ganda. Salah satu tradisi yang melekat dalam perayaan Idul Fitri adalah saling mengucapkan "Mohon Maaf Lahir dan Batin" kepada keluarga, saudara, sahabat, dan sesama Muslim. Namun, lebih dari sekadar ucapan, momen ini juga bisa kita manfaatkan untuk memperbanyak ibadah dan amal kebaikan yang akan membawa keberkahan bagi kehidupan kita. Lantas, bagaimana cara memanfaatkan Hari Raya Idul Fitri agar pahala berlipat? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini! Makna "Mohon Maaf Lahir dan Batin" dalam Islam Ucapan "Mohon Maaf Lahir dan Batin" sering terdengar saat Lebaran, tetapi apakah kita benar-benar memahami maknanya? Dalam Islam, memohon maaf bukan sekadar formalitas, tetapi juga bagian dari ajaran akhlak yang dianjurkan. Ketika seseorang meminta maaf, ia mengakui kesalahannya dan berusaha memperbaiki hubungan dengan orang lain. Hal ini sejalan dengan hadis Rasulullah SAW: "Barang siapa yang tidak mengampuni, maka Allah tidak akan mengampuninya." (HR. Muslim) Permintaan maaf yang tulus dapat menghapus dosa antar sesama manusia. Namun, agar dosa benar-benar terhapus, kita juga harus memohon ampun kepada Allah SWT dengan taubat yang sungguh-sungguh. Selain itu, meminta maaf juga dapat membawa banyak manfaat, di antaranya: Melebur dosa kepada sesama manusia Menjalin dan mempererat tali silaturahmi Menghindari dendam dan kebencian Mendapat ketenangan hati dan keberkahan dalam hidup Amalan Sunnah di Hari Raya Idul Fitri agar Pahala Berlipat Selain meminta maaf, ada berbagai amalan sunnah yang bisa kita lakukan saat Hari Raya Idul Fitri agar mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Berikut adalah beberapa amalan yang dianjurkan: 1. Menghidupkan Malam Idul Fitri dengan Ibadah Sebelum memasuki Hari Raya, umat Islam dianjurkan untuk menghidupkan malam Idul Fitri dengan berbagai ibadah, seperti: Salat malam (Tahajud) Berzikir dan membaca Al-Qur'an Memperbanyak doa dan istighfar Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa menghidupkan malam Idul Fitri dan Idul Adha dengan ibadah, maka hatinya tidak akan mati pada hari ketika hati manusia lain mati." (HR. Ibnu Majah) 2. Membaca Takbir dari Malam Lebaran Hingga Salat Id Takbir merupakan bentuk syukur kepada Allah SWT atas nikmat bulan Ramadan dan datangnya Hari Raya Idul Fitri. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an: "Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangan (puasa Ramadan), dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur." (QS. Al-Baqarah: 185) 3. Mandi dan Berpakaian Rapi Sebelum Salat Idul Fitri Disunnahkan untuk mandi sebelum berangkat salat Idul Fitri serta memakai pakaian terbaik. Bagi laki-laki, disarankan juga untuk menggunakan wewangian. 4. Menunaikan Zakat Fitrah Zakat fitrah adalah ibadah wajib yang harus ditunaikan sebelum salat Idul Fitri. Zakat ini bertujuan untuk menyucikan diri dan membantu kaum fakir miskin agar dapat merayakan Idul Fitri dengan bahagia. Rasulullah SAW bersabda: "Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah sebagai penyucian bagi orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan kata-kata kotor, serta sebagai makanan bagi orang miskin." (HR. Abu Dawud) 5. Makan Sebelum Salat Idul Fitri Sunnah Rasulullah SAW mengajarkan untuk makan sebelum salat Idul Fitri, sebagai tanda bahwa hari tersebut adalah hari berbuka dan tidak berpuasa. Biasanya, Nabi Muhammad SAW memakan beberapa butir kurma sebelum berangkat ke masjid. 6. Salat Idul Fitri Salat Idul Fitri adalah salah satu ibadah yang sangat dianjurkan pada Hari Raya. Salat ini dilakukan secara berjamaah dengan mendengarkan khutbah setelahnya. 7. Silaturahmi dan Memperbanyak Sedekah Silaturahmi menjadi salah satu tradisi utama dalam perayaan Idul Fitri. Selain berkunjung ke rumah saudara dan tetangga, kita juga bisa memberikan sedekah kepada mereka yang membutuhkan. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an: "Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit." (QS. Ali-Imran: 133-134) Memanfaatkan Momen Lebaran dengan Berdonasi ke BAZNAS Kota Sukabumi Di tengah kebahagiaan Idul Fitri, kita juga dianjurkan untuk berbagi dengan mereka yang kurang mampu. Salah satu cara terbaik untuk menyalurkan kepedulian adalah dengan berdonasi melalui BAZNAS Kota Sukabumi. Kenapa harus berdonasi ke BAZNAS Kota Sukabumi? ? Amanah dan terpercaya ? Menyalurkan donasi kepada yang benar-benar membutuhkan ? Membantu saudara-saudara kita yang kurang mampu merayakan Idul Fitri dengan bahagia Dengan berdonasi, kita tidak hanya membantu sesama, tetapi juga memperoleh pahala yang terus mengalir. Rasulullah SAW bersabda: "Sedekah tidak akan mengurangi harta. Allah akan menambahkan kemuliaan kepada seseorang yang suka memaafkan. Dan siapa yang merendahkan diri karena Allah, maka Allah akan meninggikan derajatnya." (HR. Muslim) Ayo, Salurkan Zakat, Infaq, dan Sedekah Anda Melalui BAZNAS Kota Sukabumi! Mari manfaatkan momen Idul Fitri untuk berbagi dengan sesama! Klik tombol di bawah ini untuk berdonasi dan sebarkan kebaikan kepada mereka yang membutuhkan. Kesimpulan Hari Raya Idul Fitri bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang bagaimana kita bisa memanfaatkannya untuk memperbanyak ibadah dan kebaikan. Dengan memahami sunnah-sunnah yang dianjurkan, mempererat silaturahmi, serta berbagi dengan sesama, kita bisa mendapatkan keberkahan dan pahala yang berlipat dari Allah SWT. Jangan lewatkan kesempatan ini! Mari kita jadikan Lebaran sebagai momen untuk memperbaiki diri dan meningkatkan amal ibadah. Taqabbalallahu minna wa minkum, mohon maaf lahir dan batin!
ARTIKEL28/03/2025 | Duta Zakat
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat