WhatsApp Icon
Menelan Air Ludah Saat Puasa: Fakta Penting, Hukum Ulama, dan Penjelasan Lengkap

Menelan Air Ludah Saat Puasa sering membuat ragu. Simak fakta penting, hukum menurut ulama, syarat sah puasa, dan penjelasan lengkapnya di sini.

Menelan Air Ludah Saat Puasa: Fakta Penting, Hukum Ulama, dan Penjelasan Lengkap

Menelan Air Ludah Saat Puasa sering kali menjadi pertanyaan yang muncul di tengah masyarakat, terutama saat bulan Ramadhan. Tidak sedikit orang yang merasa ragu dan khawatir puasanya batal hanya karena menelan ludahnya sendiri. Bahkan, ada yang memilih membuang ludah berulang kali saat berpuasa karena takut melanggar aturan puasa. Lantas, bagaimana sebenarnya hukum menelan air ludah saat berpuasa menurut Islam?

Puasa memang dapat batal apabila seseorang dengan sengaja memasukkan makanan atau minuman ke dalam tubuh melalui rongga tertentu. Namun, air ludah atau air liur merupakan sesuatu yang secara alami diproduksi oleh tubuh dan sangat sulit dihindari. Oleh karena itu, para ulama memberikan penjelasan khusus terkait hukum menelan air ludah saat puasa.

Hukum Menelan Air Ludah Saat Puasa Menurut Ulama

[caption id="attachment_2634" align="alignnone" width="398"]add media BAZNAS Kota Sukabumi[/caption]

Dalam buku “Hukum Menelan Air Ludah bagi Orang yang Berpuasa” karya Ahmad Mundzir, seorang pengajar Pondok Pesantren Raudhatul Quran An-Nasimiyyah Semarang, dijelaskan bahwa para ulama sepakat menelan air ludah tidak membatalkan puasa. Kesepakatan ini didasarkan pada kenyataan bahwa air liur merupakan bagian alami dari tubuh manusia dan sulit untuk dihindari keberadaannya.

Penjelasan ini juga ditegaskan oleh Imam an-Nawawi dalam kitab al-Majmu’ Syarah al-Muhadzdzab (Juz 6, halaman 341). Beliau menyatakan:

“Menelan air liur itu tidak membatalkan puasa sesuai kesepakatan para ulama. Hal ini berlaku jika orang yang berpuasa tersebut memang biasa mengeluarkan air liur. Sebab susahnya memproteksi air liur untuk masuk kembali.”

Dari penjelasan ini, dapat dipahami bahwa Islam adalah agama yang memberikan kemudahan dan tidak memberatkan umatnya dalam menjalankan ibadah.

Syarat Menelan Air Ludah Agar Tidak Membatalkan Puasa

Meski menelan air ludah saat puasa pada dasarnya tidak membatalkan puasa, para ulama memberikan beberapa syarat penting yang perlu diperhatikan agar puasa tetap sah.

  1. Air Ludah Tidak Tercampur Zat Lain: Air ludah yang ditelan harus murni, tidak tercampur dengan zat lain seperti darah akibat luka gusi, sisa makanan, atau minuman. Jika air ludah bercampur dengan zat lain lalu sengaja ditelan, maka hal tersebut berpotensi membatalkan puasa.
  2. Air Ludah Tidak Keluar Melewati Bibir: Air ludah yang masih berada di dalam rongga mulut dan belum melewati batas bibir luar boleh ditelan dan tidak membatalkan puasa. Namun, jika air ludah sudah keluar dari mulut lalu dikumpulkan kembali dan ditelan dengan sengaja, sebagian ulama berpendapat hal ini dapat membatalkan puasa.
  3. Tidak Sengaja Menampung Ludah Berlebihan: Jika seseorang dengan sengaja menampung air ludah dalam jumlah banyak lalu menelannya, terdapat perbedaan pendapat ulama. Pendapat yang masyhur menyebutkan bahwa selama perbuatan tersebut tidak disengaja dan tidak ada unsur rekayasa, maka puasanya tetap sah.

Dengan memenuhi ketiga syarat tersebut, menelan air ludah saat puasa tidak perlu dikhawatirkan dan puasa tetap dianggap sah.

Mengapa Tidak Perlu Berlebihan Membuang Ludah?

Membuang ludah secara berlebihan justru dapat mengganggu kenyamanan dan kekhusyukan ibadah puasa. Islam mengajarkan keseimbangan dan kemudahan dalam beribadah. Selama tidak ada unsur kesengajaan memasukkan sesuatu ke dalam tubuh, puasa tetap sah dan bernilai ibadah.

Menyempurnakan Puasa dengan Sedekah

Selain menjaga sah atau tidaknya puasa, umat Islam dianjurkan untuk menyempurnakan ibadah Ramadhan dengan memperbanyak amal kebaikan, salah satunya bersedekah. Sedekah dapat melipatgandakan pahala puasa dan membantu sesama yang membutuhkan.

Bersedekah kini semakin mudah melalui BAZNAS Kota Sukabumi secara online. Sebagai lembaga pemerintah nonstruktural yang mengelola dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), BAZNAS Provinsi Jawa Barat telah dipercaya masyarakat luas.

Bersedekah mudah melalui:

Semoga setiap kebaikan yang kita keluarkan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

BSI 4964964969 A/N Baznas Kota Sukabumi

No. Pelayanan: 085721333351

Memberikan sedekah atau zakat membantu sesama yang membutuhkan dan menjadi penebus dosa bagi yang menunda kewajiban. Seperti firman Allah SWT:
"Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji." (QS. Al-Baqarah: 261)

Melalui BAZNAS, sedekah lebih mudah, aman, dan tepat sasaran.

[caption id="attachment_2552" align="alignnone" width="503"]rekening baznas baznas kota sukabumi[/caption]

Untuk referensi bacaan singkat lainnya kunjungi artikel BAZNAS Kota Sukabumi yang mengulas tema Mencari Keuntungan Bisnis Tanpa Menghilangkan Keberkahan

15/01/2026 | Kontributor: Baznas Kota Sukabumi
Hal-Hal yang Membatalkan Puasa: Panduan Lengkap dan Penting bagi Muslim

Hal-Hal yang Membatalkan Puasa wajib diketahui setiap Muslim. Simak penjelasan lengkap 8 perkara pembatal puasa beserta dalil Al-Qur’an dan hadits.

Hal-Hal yang Membatalkan Puasa: Panduan Lengkap dan Penting bagi Muslim

[caption id="attachment_2640" align="alignnone" width="430"]8 Ha Pembatal Puasa BAZNAS Kota Sukabumi[/caption]

Hal-Hal yang Membatalkan Puasa

merupakan pengetahuan penting yang wajib dipahami setiap Muslim agar ibadah puasa yang dijalankan sah dan sempurna. Puasa adalah salah satu ibadah utama dalam Islam dan termasuk ke dalam rukun Islam. Hukumnya ada yang wajib dan ada pula yang sunnah. Puasa yang wajib dijalankan oleh setiap Muslim yang telah baligh dan berakal adalah puasa Ramadhan.

Puasa Ramadhan dilaksanakan selama 29 atau 30 hari pada bulan Ramadhan dan perintahnya disebutkan secara tegas dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 183 yang menjelaskan kewajiban puasa bagi orang-orang beriman. Oleh karena itu, memahami hal-hal yang membatalkan puasa menjadi sangat penting agar ibadah yang dilakukan tidak sia-sia.

Foto

Berikut ini 8 hal yang membatalkan puasa seseorang menurut Al-Qur’an, hadits, dan pendapat para ulama.

1. Memasukkan Sesuatu ke Dalam Tubuh dengan Sengaja

Makan dan minum dengan sengaja merupakan pembatal puasa yang paling jelas. Hal ini berdasarkan firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 187:

“Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam.”

Namun, jika seseorang makan atau minum karena lupa, maka puasanya tetap sah dan boleh dilanjutkan.

2. Memasukkan Sesuatu ke Dalam Kubul atau Dubur

Memasukkan sesuatu melalui kubul atau dubur, meskipun untuk pengobatan, dapat membatalkan puasa. Contohnya seperti pemasangan kateter urin, obat ambeien, atau cairan tertentu yang masuk ke dalam tubuh dan dianalogikan sebagai makan atau minum oleh sebagian ulama.

3. Muntah dengan Sengaja

Muntah yang disengaja membatalkan puasa. Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang terpaksa muntah, maka tidak wajib baginya mengqadha puasanya. Dan barang siapa muntah dengan sengaja, maka wajib baginya mengqadha puasanya.”
(HR. Abu Daud)

Jika muntah terjadi tanpa disengaja, maka puasa tetap sah.

4. Melakukan Hubungan Suami Istri

Melakukan hubungan suami istri di siang hari Ramadhan termasuk pembatal puasa yang paling berat. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 187 yang menjelaskan bahwa hubungan suami istri hanya dihalalkan pada malam hari di bulan puasa.

Bagi yang melanggarnya, wajib menunaikan kafarat berat, yaitu:

  • Memerdekakan budak mukmin

  • Jika tidak mampu, berpuasa dua bulan berturut-turut

  • Jika tidak mampu juga, memberi makan 60 fakir miskin

5. Keluar Air Mani dengan Sengaja

Keluar air mani dengan sengaja, baik melalui onani atau bercumbu tanpa jima’, membatalkan puasa dan wajib mengqadha tanpa kafarat. Hal ini berdasarkan hadits Bukhari:

“Ketika berpuasa ia meninggalkan makan, minum, dan syahwat karena-Ku.”

Namun, jika mani keluar tanpa disengaja seperti mimpi basah, maka tidak membatalkan puasa.

6. Haid dan Nifas

Wanita yang mengalami haid atau nifas saat berpuasa, meskipun menjelang waktu berbuka, puasanya batal dan wajib menggantinya di hari lain. Rasulullah SAW bersabda:

“Bukankah jika wanita haid, ia tidak shalat dan tidak berpuasa?” (HR. Bukhari)

7. Gila atau Hilang Akal

Salah satu syarat wajib puasa adalah berakal sehat. Jika seseorang mengalami gila atau hilang akal, maka puasanya batal karena tidak terpenuhinya syarat sah puasa.

8. Keluar dari Islam (Murtad)

Keluar dari Islam, baik melalui perkataan maupun perbuatan, otomatis membatalkan seluruh ibadah, termasuk puasa. Jika seseorang mengingkari keesaan Allah saat berpuasa, maka puasanya batal.

Kesimpulan

Hal-Hal yang Membatalkan Puasa wajib dipahami agar ibadah Ramadhan dijalankan dengan benar sesuai syariat Islam. Dengan memahami pembatal puasa, setiap Muslim dapat lebih berhati-hati dan menjaga kesucian ibadahnya. Semoga artikel ini dapat membantu Sahabat BAZNAS menjalankan puasa dengan ilmu dan kesadaran yang benar.

Bersedekah mudah melalui:

Semoga setiap kebaikan yang kita keluarkan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

BSI 4964964969 A/N Baznas Kota Sukabumi

No. Pelayanan: 085721333351

Memberikan sedekah atau zakat membantu sesama yang membutuhkan dan menjadi penebus dosa bagi yang menunda kewajiban. Seperti firman Allah SWT:
"Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji." (QS. Al-Baqarah: 261)

Melalui BAZNAS Kota Sukabumi, sedekah lebih mudah, aman, dan tepat sasaran.

[caption id="attachment_2552" align="alignnone" width="503"]rekening baznas baznas kota sukabumi[/caption]

Untuk referensi bacaan singkat lainnya kunjungi artikel BAZNAS Kota Sukabumi yang mengulas tema Perlu Nggak Sih Kita Jadi Muzakki? Banyak yang Belum Tahu

15/01/2026 | Kontributor: Baznas Kota Sukabumi
Puasa Tanpa Sahur: Panduan Lengkap Hukum, Dalil, dan Manfaatnya

Puasa Tanpa Sahur sering menjadi pertanyaan umat Muslim. Simak hukum sahur dalam Islam, dalil Al-Qur’an dan hadits, pendapat ulama, serta manfaat sahur.

Puasa Tanpa Sahur: Panduan Lengkap Hukum, Dalil, dan Manfaatnya

Puasa Tanpa Sahur sering menjadi topik yang dipertanyakan oleh umat Islam, terutama ketika seseorang tertidur dan terlewat waktu sahur atau karena kondisi tertentu yang membuatnya tidak sempat makan sahur. Puasa sendiri adalah ibadah menahan diri dari makan, minum, dan hawa nafsu sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Biasanya, puasa diawali dengan makan sebelum terbit fajar yang dikenal dengan sahur.

Namun, bagaimana hukum puasa tanpa sahur dalam Islam? Apakah sahur merupakan syarat sahnya puasa, ataukah hanya sekadar anjuran? Artikel ini akan mengupas secara lengkap hukum, dalil, pendapat ulama, serta manfaat sahur dalam Islam.

Hukum Sahur dalam Islam

[caption id="attachment_2646" align="alignnone" width="515"]Hukum Sahur Dalam Islam Baznas Kota Sukabumi[/caption]

Banyak umat Muslim bertanya, apakah puasa tanpa sahur diperbolehkan? Dalam Islam, sahur bukanlah syarat sah puasa, melainkan amalan sunnah yang sangat dianjurkan. Artinya, puasa tetap sah meskipun seseorang tidak melaksanakan sahur.

Rasulullah SAW bersabda:

“Makan sahur itu mengandung berkah, maka janganlah kalian meninggalkannya, walaupun hanya dengan seteguk air.”
(HR. Ahmad dan Ibnu Hibban)

Hadits ini menunjukkan bahwa sahur memiliki keutamaan dan keberkahan, meskipun tidak diwajibkan. Oleh karena itu, puasa tanpa sahur tetap sah, tetapi sangat disayangkan jika seseorang meninggalkan sahur tanpa alasan.

Allah SWT juga berfirman dalam Al-Qur’an:

“Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa hingga malam…”
(QS. Al-Baqarah: 187)

Ayat ini menunjukkan batas waktu makan sebelum puasa dimulai, namun tidak menjadikan sahur sebagai syarat sah puasa.

Puasa Tanpa Sahur Menurut Pendapat Ulama

Para ulama sepakat bahwa puasa tanpa sahur hukumnya boleh, tetapi sahur tetap dianjurkan. Berikut beberapa pendapat ulama dari berbagai mazhab:

Mazhab Syafi’i dan Hambali

Dalam Mazhab Syafi’i dan Hambali, sahur dihukumi sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan). Jika seseorang berpuasa tanpa sahur, puasanya tetap sah, tetapi ia kehilangan keberkahan sahur.

Mazhab Hanafi

Imam Abu Hanifah menyatakan bahwa puasa tanpa sahur diperbolehkan. Namun, beliau menekankan bahwa sahur membantu meringankan puasa dan menjaga kekuatan fisik selama berpuasa.

Mazhab Maliki

Mazhab Maliki juga berpendapat bahwa sahur bukan syarat sah puasa, tetapi merupakan sunnah yang mengandung hikmah besar bagi pelaksana puasa.

Pendapat Ulama Kontemporer

Ulama kontemporer seperti Syaikh Ibnu Utsaimin menegaskan bahwa puasa tanpa sahur sah secara hukum, namun sahur sangat dianjurkan karena mengandung keberkahan dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW.

Manfaat Sahur dalam Puasa

[caption id="attachment_2647" align="alignnone" width="357"]5 Manfaat Sahur Dalam Islam BAZNAS Kota Sukabumi[/caption]

Meskipun puasa tanpa sahur diperbolehkan, sahur memiliki banyak manfaat, baik secara spiritual maupun kesehatan.

  1. Mendapat Keberkahan: Rasulullah SAW secara khusus menyebut sahur sebagai waktu yang penuh berkah. Keberkahan ini mencakup kekuatan fisik dan kemudahan dalam beribadah.
  2. Menjaga Stamina Selama Puasa: Sahur membantu tubuh memiliki cadangan energi. Tanpa sahur, tubuh lebih cepat lemas dan sulit fokus dalam aktivitas maupun ibadah.
  3. Mengurangi Rasa Lapar dan Haus: Dengan sahur, rasa lapar dan haus dapat ditekan sehingga puasa terasa lebih ringan dan nyaman.
  4. Mengikuti Sunnah Rasulullah SAW: Sahur adalah salah satu bentuk meneladani sunnah Rasulullah SAW. Meskipun puasa tanpa sahur sah, mengikuti sunnah tentu lebih utama.
  5. Membantu Bangun Lebih Awal untuk Ibadah: Sahur membuat seseorang terbiasa bangun sebelum subuh, sehingga bisa dimanfaatkan untuk shalat malam, dzikir, dan doa.

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa puasa tanpa sahur hukumnya sah dan diperbolehkan dalam Islam. Namun, sahur merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan karena mengandung banyak keberkahan dan manfaat. Dalil dari Al-Qur’an, hadits, dan pendapat para ulama menunjukkan bahwa sahur bukan syarat sah puasa, tetapi merupakan sarana untuk menyempurnakan ibadah puasa.

Bagi umat Muslim yang ingin menjalankan puasa dengan lebih optimal, sangat dianjurkan untuk tidak meninggalkan sahur, meskipun hanya dengan seteguk air. Dengan sahur, puasa akan terasa lebih ringan, ibadah lebih khusyuk, dan keberkahan pun lebih terasa.

Bersedekah mudah melalui:

Semoga setiap kebaikan yang kita keluarkan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

BSI 4964964969 A/N Baznas Kota Sukabumi

No. Pelayanan: 085721333351

Memberikan sedekah atau zakat membantu sesama yang membutuhkan dan menjadi penebus dosa bagi yang menunda kewajiban. Seperti firman Allah SWT:
"Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji." (QS. Al-Baqarah: 261)

Melalui BAZNAS Kota Sukabumi, sedekah lebih mudah, aman, dan tepat sasaran.

[caption id="attachment_2552" align="alignnone" width="447"]rekening baznas baznas kota sukabumi[/caption]

Untuk referensi bacaan singkat lainnya kunjungi artikel BAZNAS Kota Sukabumi yang mengulas tema Bantuan Pendidikan BAZNAS Kota Sukabumi: Solusi Ringan untuk Pelajar yang Membutuhkan

15/01/2026 | Kontributor: Baznas Kota Sukabumi
Menangis Bisa Membatalkan Puasa? : Mitos dan Fakta yang Perlu Diketahui

Apakah Menangis Membatalkan Puasa? Simak penjelasan lengkap berdasarkan hukum Islam, pendapat ulama, serta mitos dan fakta agar tidak salah paham saat berpuasa.

Menangis Membatalkan Puasa? Fakta Penting dan Penjelasan Ulama

Emosi yang diekspresikan ketika sedih umumnya adalah menangis. Namun jika menangis saat puasa apakah akan membatalkan puasa? Karena saat berpuasa kita diharapkan dapat menahan diri dari emosi.  Bahkan saat kecil, sering kita mendengar orang tua berkata kepada anaknya untuk jangan menangis agar puasa tidak batal.

Sebelumnya, kamu tentu tahu beberapa hal yang dapat membatalkan puasa, seperti makan dan minum disengaja, berhubungan intim dengan sengaja, memasukkan sesuatu ke dalam lubang di tubuh, dan lain sebagainya yang bisa dibaca selengkpanya disini

Jadi, apakah menangis bisa membatalkan puasa, mari simak mitos dan fakta yang perlu diketahui dalam artikel ini

Apakah Menangis Membatalkan Puasa?

[caption id="attachment_2652" align="alignnone" width="443"]Menangis bisa membatalkan puasa BAZNAS Kota Sukabumi[/caption]

Dilansir dari laman NU Online, menangis tidak membatalkan puasa sebab bukan termasuk dari memasukkan sesuatu sampai rongga bagian dalam tubuh (jauf). Dari suatu hadits riwayat Muslim diketahui bahwa Abu Bakar As Shiddiq sering menangis ketika sholat atau membaca Alquran. Walaupun  tidak dijelaskan secara detail menangis dapat membuat puasa batal atau tidak, tetapi bukan hal yang mustahil jika beliau pernah menangis saat puasa.

Ketika seseorang menangis, tidak terdapat sesuatu yang masuk ke dalam mata menuju arah tenggorokan. Hal ini ditegaskan dalam kitab Rawdah at Thalibin berikut:

Artinya: "Cabang permasalahan. Tidak dipermasalahkan bagi orang yang berpuasa untuk bercelak, baik ditemukan dalam tenggorokannya dari celak tersebut suatu rasa atau tidak. Sebab mata tidak termasuk jauf (bagian dalam) dan tidak ada jalan dari mata menuju tenggorokan" (Syekh Abu Zakaria Yahya bin Syaraf an-Nawawi, Rawdah at-Thalibin, Juz 3, Hal. 222).

Tetapi, jika air mata dari tangisan seseorang tercampur dengan air liur dan kemudian tertelan ke dalam tenggorokan, hal tersebut dapat membatalkan puasa karena terjadinya penelanan air mata.

Hal tersebut karena menangis tidak termasuk dalam salah satu dari hal-hal yang dapat membatalkan puasa. Meski demikian, umat muslim tidak dianjurkan untuk menangis. Ibadah puasa hendaknya dijalankan dengan penuh suka cita, fokus memperbanyak ibadah, dan mengharapkan rida dari Allah Swt.

Sementara itu, ada banyak ulama yang mengatakan bahwa menangis tidak membuat puasa batal kecuali mereka menelan air mata yang jatuh dengan sengaja. Seperti yang disampaikan oleh Husein Ja'far Al Hadar pada suatu konten di Youtube.

“Tidak, nangis nggak membatalkan puasa yang membatalkan puasa itu masuknya makanan dan minuman ke dalam lubang di tubuh kita. Kalau ini kan bukan lobang dan malah keluar air mata. Mungkin orang tua zaman dulu mendidik biar ga cengeng jadi bilangnya jangan nangis nanti batal tapi ga kreatif masa sampai bohong untuk ngajarin anak-anak.”

Jadi, kesimpulan yang dapat ditarik adalah bahwa pandangan umum yang menyatakan bahwa menangis bisa membatalkan puasa adalah keliru. Secara faktual, menangis tidak akan mengakibatkan pembatalan puasa kecuali jika air mata tersebut sengaja ditelan. Semoga penjelasan ini dapat memberikan jawaban terkait apakah menangis membatalkan puasa

Dalil dan Penjelasan Ulama

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu dikenal sering menangis ketika shalat dan membaca Al-Qur’an. Tidak ada keterangan bahwa tangisan beliau membatalkan ibadah puasanya. Hal ini menunjukkan bahwa menangis bukan perkara yang membatalkan puasa.

Imam An-Nawawi dalam kitab Rawdah at-Thalibin menjelaskan:

“Tidak dipermasalahkan bagi orang yang berpuasa untuk bercelak, baik terasa di tenggorokan atau tidak. Sebab mata bukan termasuk jauf dan tidak ada jalan dari mata menuju tenggorokan.”
(Rawdah at-Thalibin, Juz 3, Hal. 222)

Dari penjelasan ini, dapat dipahami bahwa air mata yang keluar dari mata tidak membatalkan puasa, karena mata bukan jalan masuk menuju rongga dalam tubuh.

Kapan Menangis Bisa Membatalkan Puasa?

Walaupun menangis tidak membatalkan puasa, ada satu kondisi yang perlu diperhatikan. Jika air mata bercampur dengan air liur lalu sengaja ditelan, maka hal tersebut bisa membatalkan puasa karena ada cairan yang masuk ke tenggorokan dengan kesengajaan.

Namun, hal ini jarang terjadi dan tidak termasuk kondisi umum ketika seseorang menangis secara spontan karena sedih, terharu, atau takut kepada Allah SWT.

Mitos Menangis Saat Puasa

Masih banyak orang yang percaya bahwa menangis saat puasa bisa membatalkan puasa. Mitos ini kemungkinan berasal dari cara orang tua mendidik anak agar lebih kuat dan tidak cengeng.

Pendakwah Husein Ja’far Al-Hadar pernah menjelaskan bahwa menangis tidak membatalkan puasa kecuali jika disertai dengan menelan air mata secara sengaja. Pernyataan ini memperkuat pandangan mayoritas ulama.

Etika Menjaga Emosi Saat Puasa

Meskipun tidak membatalkan puasa, umat Islam tetap dianjurkan untuk menjaga emosi. Puasa adalah sarana melatih kesabaran dan ketenangan jiwa. Menangis karena takut kepada Allah, tersentuh ayat Al-Qur’an, atau penyesalan atas dosa justru bernilai ibadah.

Namun, menangis berlebihan karena emosi negatif sebaiknya dihindari agar puasa dijalani dengan hati lapang dan penuh harapan akan ridha Allah SWT.

Kesimpulan

Jawaban atas pertanyaan apakah menangis membatalkan puasa adalah tidak. Menangis tidak membatalkan puasa selama tidak ada air mata yang sengaja ditelan. Pandangan yang menyebutkan bahwa menangis bisa membatalkan puasa adalah keliru dan tidak memiliki dasar fiqih yang kuat.

Dengan memahami hal ini, umat Islam tidak perlu ragu atau khawatir jika menangis saat berpuasa, terutama karena dorongan iman atau perasaan yang tidak disengaja. Semoga penjelasan ini meluruskan pemahaman dan menambah ketenangan dalam menjalankan ibadah puasa

Mari menyalurkan sedekah atau zakat melalui BAZNAS Kota Sukabumi:

BSI 4964964969 A/N Baznas Kota Sukabumi
No. Pelayanan: 085721333351

[caption id="attachment_2552" align="alignnone" width="477"]rekening baznas baznas kota sukabumi[/caption]

Bersedekah atau menunaikan zakat tidak hanya membantu sesama, tetapi juga menambah pahala dan keberkahan bagi diri sendiri. Sebagaimana firman Allah SWT:
"Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap bulir seratus biji." (QS. Al-Baqarah: 261).

Untuk referensi bacaan singkat lainnya kunjungi artikel BAZNAS Kota Sukabumi yang mengulas tema Ketika Tubuh Berbicara: Pentingnya Menjaga Kesehatan sebagai Amanah dalam Islam

15/01/2026 | Kontributor: Baznas Kota Sukabumi
Mimpi Basah Saat Puasa: Fakta Penting, Mitos, dan Penjelasan Ilmiah Lengkap

Mimpi Basah Saat Puasa sering menimbulkan pertanyaan. Simak fakta, mitos, hukum Islam, dan penjelasan ilmiah lengkap agar tidak salah paham saat berpuasa.

Mimpi Basah Saat Puasa: Fakta Penting, Mitos, dan Penjelasan Ilmiah Lengkap

[caption id="attachment_2650" align="alignnone" width="438"]Apa Itu Mimpi Basah BAZNAS Kota Sukabumi[/caption]

Mimpi basah merupakan salah satu peristiwa ilmiah yang terjadi pada setiap laki-laki sebagai tanda kedewasaan. Biasanya mimpi basah terjadi ketika kantung sperma telah penuh dan akhirnya keluar saat sedang tidur karena sudah tidak bisa menampung lagi. Dalam islam, ketika ada seorang laki-laki mengalami mimpi basah maka dia diwajibkan untuk melaksanakan mandi wajib karena ketika mengalami mimpi basah dia dalam keadaan junub (mengeluarkan air mani) menjadikan dia tidak dalam keadaan suci.

Namun terkadang timbul pertanyaan, ketika seorang laki-laki mengalami mimpi basah saat berpuasa apakah puasanya batal? Karena keluarnya air mani merupakan salah satu hal yang dapat membatalkan puasa. Di artikel ini, akan dibahas semua hal terkait mimpi basah saat puasa: mitos, fakta, dan penjelasan ilmiah.

Mitos Mimpi Basah

[caption id="attachment_2616" align="alignnone" width="258"]Mitos Mimpi Basah BAZNAS Kota Sukabumi[/caption]

Hal pertama yang akan dibahas terkait mimpi basah adalah mitosnya. Ada beberapa mitos yang muncul ketika berbicara tentang mimpi basah, dan tentu saja mitos-mitos dibawah ini tidak benar adanya karena tidak terbukti secara ilmiah. Beberapa mitos tersebut antara lain:1.Dapat mengurangi produksi spermaMuncul suatu keyakinan pada orang-orang bahwa ketika seorang pria terlalu sering mengalami mimpi basah, maka sperma yang dihasilkan akan semakin berkurang. Ini merupakan anggapan yang salah besar karena mimpi basah merupakan cara testikel untuk mengeluarkan sperma lama, dan menggantinya dengan sperma baru yang lebih sehat. 2. Dapat mengurangi sistem imunAda beberapa orang yang meyakini bahwa mimpi basah dapat membuat sistem imun seseorang menurun sehingga lebih rentan terkena penyakit seperti flu, ataupun penyakit lainnya. Padahal hal ini hanyalah mitos yang tidak pernah terbukti secara ilmiah kebenarannya.3. Membatalkan puasaMitos terakhir yang muncul dari mimpi basah adalah mimpi basah dapat membatalkan puasa. Banyak orang beranggapan seperti itu karena ketika mengalami mimpi basah, seorang pria akan mengeluarkan sperma dari kelamin nya dan keluarnya sperma atau air mani merupakan salah satu hal yang membatalkan puasa. Padahal, ketika seorang pria mengalami mimpi basah saat puasa, puasa yang dilakukannya tetap sah dan dia dapat melanjutkan puasanya karena keluarnya sperma disebabkan mimpi basah merupakan hal yang tidak disengaja, bukan hal yang disengaja sehingga puasa yang dilakukannya tetap sah.Fakta Mimpi BasahSetalah mengetahui mitos mimpi basah, kita juga harus mengetahui apa saja fakta tentang mimpi basah. Karena ternyata, ada beberapa fakta menarik yang perlu dan penting untuk kita ketahui tentang mimpi basah:

1. Mimpi basah tidak selalu terjadi karena mimpi erotis

Menurut penelitian, hanya sebagian kecil atau sekitar empat persen saja mimpi basah yang terjadi karena mimpi erotis. Beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan terjadinya mimpi basah selain karena mimpi erotis antara lain karena alat kelamin yang tidak sengaja bergesekan dengan seprai, selimut, atau guling saat tidur sehingga alat kelamin pun terangsang dan menyebabkan keluarnya sperma dari alat kelamin.

2. Mimpi basah bukan tanda penyakit

Terjadinya mimpi basah bukanlah sebuah kelainan atau tanda penyakit, tapi mimpi basah merupakan kondisi normal yang dialami oleh seseorang dan bisa jadi merupakan tanda fungsi seksual yang masih sehat.

3. Tidak membatalkan puasa

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, mimpi basah saat puasa merupakan hal yang tidak membatalkan puasa. Karena mimpi basah merupakan suatu hal yang tidak disengaja sehingga ketika seorang pria mengalami mimpi basah, dia dapat tetap melanjutkan puasanya sampai akhir. Namun, seperti hukum yang berlaku dalam islam, seseorang yang mengalami mimpi basah tetap diwajibkan untuk melakukan mandi wajib untuk mensucikan tubuh mereka walaupun ketika sedang berpuasa sehingga mereka bisa tetap menjalankan ibadah-ibadah lainnya seperti sholat, membaca al-quran, dsb.Dilansir dari islam.nu.or.id, Al-Khatib As-Syirbini dalam kitab Mughnil Muhtaj menjelaskan, yang artinya:“Dan wajib (menahan diri) dari onani, jika orang puasa melakukannya maka batal puasanya. Hal yang sama jika mani keluar akibat menyentuh, mencium, dan tidur bersamaan (dengan adanya sentuhan). Adapun hanya sebatas berpikir atau melihat dengan gairah maka (hukumnya) serupa dengan mimpi basah, (yaitu tidak membatalkan puasa).”(Al-Khatib As-Syirbini, Mughnil Muhtaj, , jilid I, halaman 630).

Penjelasan Ilmiah

Mimpi basah merupakan salah satu peristiwa alamiah yang terjadi kepada setiap orang, sehingga ada penjelasan ilmiah dibalik terjadinya mimpi basah. Jadi, mimpi basah terjadi ketika tubuh memproduksi lebih banyak hormon testosteron (hormon yang memproduksi cairan sperma) dan ketika tubuh terlalu banyak memproduksi dan menampung sperma maka tubuh perlu untuk mengeluarkan nya sehingga terjadilah mimpi basah sebagai salah satu bentuk tubuh untuk mengeluarkan sperma tersebut.Dengan dikeluarkannya sperma yang lama tersebut, maka tubuh akan memproduksi sperma baru yang lebih sehat sebagai pengganti sperma lama yang sudah dikeluarkan.Frekuensi mimpi basah pada masing-masing individu berbeda satu sama lain tergantung pada hormon testosteron yang dimiliki masing-masing individu. Selain itu, frekuensi terjadinya mimpi basah juga bergantung pada usia. Biasanya, pria dengan usia produktif dari rentang usia remaja sampai usia 30-an lebih sering mengalami mimpi basah daripada pria berusia lanjut. Frekuensi terjadinya mimpi basah pada kebanyakan pria tidak bisa ditentukan waktu pastinya, tapi kebanyakan mimpi basah terjadi satu kali setiap 3-5 minggu, mirip dengan siklus menstruasi pada wanita.Sebagai salah satu hal alamiah dan nikmat yang diberikan oleh Allah SWT kepada hambanya, maka terjadinya mimpi basah merupakan hal yang wajar dan perlu disyukuri oleh setiap manusia karena dibalik hal tersebut, tersimpan fakta dan manfaat bagi setiap hamba yang mengalami nya. Semoga dengan adanya artikel ini dapat menjawab semua hal tentang mimpi basah saat puasa: mitos, fakta, dan penjelasan ilmiah. Dan bagi kalian yang mengalami mimpi basah, jangan lupa untuk melaksanakan mandi wajib agar ibadah yang kalian lakukan sah dan tetap dihitung sebagai amal ibadah. Wallahu alam.

Untuk referensi bacaan singkat lainnya kunjungi artikel BAZNAS Kota Sukabumi yang mengulas tema Menghidupkan Kembali Empati: Tantangan Akhlak di Era Modern dalam Pandangan Islam

Mari menyalurkan sedekah atau zakat melalui BAZNAS Kota Sukabumi:

BSI 4964964969 A/N Baznas Kota Sukabumi
No. Pelayanan: 085721333351

[caption id="attachment_2552" align="alignnone" width="477"]rekening baznas baznas kota sukabumi[/caption]

Bersedekah atau menunaikan zakat tidak hanya membantu sesama, tetapi juga menambah pahala dan keberkahan bagi diri sendiri. Sebagaimana firman Allah SWT:
"Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap bulir seratus biji." (QS. Al-Baqarah: 261).

15/01/2026 | Kontributor: Baznas Kota Sukabumi

Artikel Terbaru

Memahami Puasa Nazar: Makna dan Tata Cara Pelaksanaannya
Memahami Puasa Nazar: Makna dan Tata Cara Pelaksanaannya
Dalam agama Islam ada beberapa puasa yang wajib dilaksanakan, salah satunya adalah puasa Nazar. Siapapun di antara umat muslim yang telah bernazar untuk berpuasa, maka wajib untuk ditunaikan puasanya. Jika tidak ditunaikan, akan mendapat dosa baginya. Hal ini sebagaimana yang diterangkan dalam hadits dari Aisyah Ra, dari Nabi Saw, beliau bersabda: “Barangsiapa yang bernazar untuk taat pada Allah, maka penuhilah nazar tersebut. Dan barangsiapa yang bernazar untuk bermaksiat kepada Allah, maka janganlah ia bermaksiat kepada-Nya. ” (HR. Bukhari no. 6696) Makna Puasa Nazar dalam Islam Dalam bahasa Arab, kata Nazar berasal dari kata “an nadzru”, yang maknanya adalah janji. Janji di sini bisa dalam bentuk kebaikan maupun keburukan. Sedangkan dalam Islam, Nazar adalah menyanggupi atau berjanji untuk melakukan ibadah yang sebenarnya tidak wajib, tapi karena dirinya yang mewajibkannya sendiri untuk ditunaikan. Nazar biasanya dijanjikan pada amalan-amalan yang baik, tidak sah pada amlana-amalan yang mubah, makruh, bahkan haram. Misalnya, ada seseorang yang bernazar apabila sudah lulus dari universitas, akan melaksanakan puasa senin kamis selama sebulan. maka menjadi suatu perkara yang wajib untuk dilaksanakan hukumnya. Adapun apabila seseorang berpuasa dengan perumpamaannya adalah akan berpuasa Ramadhan untuk bernazar, maka nazarnya gugur. Ini karena hukum puasa Ramadhan memanglah wajib, jadi tidak bisa dinazarkan. Cara Melaksanakan Puasa Nazar Adapun tata cara pelaksanaan puasa Nazar dan pelafalan niatnya adalah sebagai berikut: Niat puasa di malam hari Dianjurkan untuk makan sahur pada waktunya sebagai suatu keberkahan bagi seseorang yang berpuasa. Menunaikan puasa dari waktu subuh hingga terbenamnya matahari (Maghrib). Membaca doa berbuka puasa seperti biasanya. Adapun niat puasa Nazar sebagai berikut: Nawaitu shauma ghodin an adaai shauman nadzri lillahi ta ala Artinya: Saya Niat Puasa besok pagi menunaikan puasa nadzar karena Allah. Demikian pembahasan mengenai makna puasa Nazar dan tata cara pelaksanaannya dalam Islam. Semoga bisa bermanfaat bagi semua pembaca yang memerlukannya. Jangan lupa untuk selalu menunaikan apa-apa yang menjadi kewajiban, ya! Barakallahu Fiikum. Islam menganjurkan kita untuk selalu beramal dengan penuh keikhlasan dan tanpa mengharapkan imbalan, sehingga berpotensi mendapatkan ganjaran pahala yang lebih besar di sisi Allah Swt. Maka dari itu, baik Infak maupun Sedekah sama-sama mempunyai nilai dan makna penting dalam kehidupan beragama. Sebagai Lembaga Pemerintah Nonstruktural yang mengelola dan mengkoordinasikan zakat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Sukabumi saat ini dipercaya publik berkat komitmen dan program-programnya dalam menghimpun dan menyalurkan Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS). Mari kunjungi laman kotasukabumi.baznas.go.id/sedekah untuk melakukan Infak atau Sedekah secara online. Semoga setiap kebaikan yang kita keluarkan, bisa menjadi amal jariyah yang senantiasa mengalir pahalanya, Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin.
ARTIKEL12/09/2025 | Khoirunisa
5 Keutamaan Maulid Nabi Muhammad: Hikmah dan Sejarah Peringatannya
5 Keutamaan Maulid Nabi Muhammad: Hikmah dan Sejarah Peringatannya
Maulid Nabi Muhammad adalah perayaan penting yang diadakan untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad saw. Acara ini dirayakan oleh umat Islam di seluruh dunia sebagai bentuk rasa syukur dan kegembiraan atas lahirnya Rasulullah saw. Dalam peringatan ini, umat Islam biasanya melantunkan selawat, membacakan sirah Nabi, serta melakukan berbagai amal kebajikan. Peringatan ini bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga sarana untuk merenungkan keutamaan Maulid Nabi. Banyak ulama sepakat bahwa Maulid Nabi membawa banyak keberkahan, dan perayaannya memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi. Sejarah mencatat bagaimana para sahabat Rasulullah saw. memandang pentingnya memperingati kelahiran Nabi Muhammad dan bagaimana tradisi ini kemudian berkembang dalam komunitas Muslim. Sejarah Maulid Nabi Muhammad Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. telah berlangsung selama berabad-abad, dengan sejarah yang kaya akan nilai-nilai keislaman. Secara umum, Maulid Nabi dirayakan setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam kalender Hijriyah, meskipun di beberapa negara, tanggal dan cara perayaan bisa berbeda. Sejarah perayaan Maulid Nabi dimulai pada era Dinasti Fatimiyah di Mesir pada abad ke-10. Perayaan ini awalnya dimaksudkan sebagai bentuk penghormatan kepada Rasulullah, namun lambat laun berkembang menjadi acara besar yang diisi dengan pembacaan sirah Nabi, doa bersama, dan pembagian sedekah. Meski demikian, Maulid Nabi semakin populer pada abad-abad berikutnya, hingga menjadi tradisi yang diterima luas di kalangan umat Islam, termasuk di Nusantara. Meskipun ada perbedaan pandangan di antara ulama mengenai hukum merayakan Maulid Nabi, mayoritas ulama menyetujui peringatan ini selama dilakukan dengan niat yang benar dan sesuai dengan ajaran Islam. Bagi banyak umat Islam, Maulid Nabi adalah kesempatan untuk mengingat kembali kehidupan Nabi Muhammad, mengambil pelajaran dari teladan beliau, dan memperkuat cinta kepada Rasulullah saw. 5 Keutamaan Maulid Nabi Muhammad Setelah mengetahui sejarah Maulid Nabi, mari kita bahas lima keutamaan yang dapat diperoleh dari memperingati kelahiran Nabi Muhammad saw. Keutamaan ini didasarkan pada berbagai riwayat dari para sahabat Rasulullah dan ulama terkemuka. 1. Menjadi Teman Rasulullah di Surga Abu Bakar ra., sahabat terdekat Nabi Muhammad saw., pernah berkata, “Barangsiapa membelanjakan satu dirham untuk mengadakan pembacaan Maulid Nabi saw., maka ia akan menjadi temanku di surga.” Keutamaan ini menunjukkan betapa besar pahala bagi siapa saja yang ikut serta dalam merayakan Maulid Nabi, dengan niat tulus mengagungkan Rasulullah. Ini adalah janji istimewa, di mana orang yang merayakan Maulid Nabi dengan ikhlas akan ditempatkan bersama Rasulullah di surga kelak. 2. Menghidupkan Nilai-Nilai Islam Umar bin Khattab ra. mengatakan, “Barangsiapa mengagungkan Maulid Nabi saw., maka sesungguhnya ia telah menghidupkan Islam.” Dengan merayakan Maulid Nabi, umat Islam tidak hanya sekadar mengenang kelahiran beliau, tetapi juga menghidupkan ajaran Islam yang disampaikan oleh Rasulullah. Perayaan ini menjadi salah satu cara untuk menjaga semangat Islam agar tetap hidup dan berkembang di tengah-tengah umat. 3. Mendapatkan Pahala Seperti Ikut Perang Badar dan Hunain Utsman bin Affan ra. berkata, “Barangsiapa membelanjakan satu dirham untuk mengadakan pembacaan Maulid Nabi saw., maka seakan-akan ia ikut serta menyaksikan perang Badar dan Hunain.” Perang Badar dan Hunain adalah dua pertempuran besar dalam sejarah Islam, di mana kaum Muslimin meraih kemenangan berkat pertolongan Allah. Merayakan Maulid Nabi dianggap memiliki pahala yang setara dengan ikut serta dalam pertempuran besar tersebut, menegaskan betapa besar nilai spiritual dari peringatan ini. 4. Masuk Surga Tanpa Hisab Ali bin Abi Thalib ra. mengatakan, “Barangsiapa mengagungkan Maulid Nabi saw. dan ia menjadi sebab dilaksanakannya pembacaan maulid Nabi, maka tidaklah ia keluar dari dunia melainkan dengan keimanan dan akan dimasukkan ke surga tanpa hisab.” Keutamaan ini adalah salah satu bentuk anugerah besar bagi mereka yang turut serta mengadakan Maulid Nabi. Kematian dengan keimanan dan jaminan masuk surga tanpa hisab merupakan salah satu cita-cita tertinggi bagi setiap Muslim. 5. Dibangkitkan Bersama Para Shiddiqin, Syuhada, dan Shalihin Imam Syafi’i mengatakan, “Barangsiapa mengumpulkan saudara-saudaranya untuk mengadakan Maulid Nabi, kemudian menyediakan makanan dan tempat serta melakukan kebaikan untuk mereka, maka Allah akan membangkitkan dia bersama-sama golongan shiddiqin, syuhada, dan shalihin.” Bagi yang memfasilitasi peringatan Maulid Nabi dengan memberi makan dan tempat bagi orang lain, keutamaannya adalah dibangkitkan bersama golongan yang sangat mulia di hari kiamat. Hikmah Maulid Nabi Muhammad Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. tidak hanya memiliki keutamaan, tetapi juga mengandung hikmah yang mendalam. Beberapa hikmah yang bisa kita ambil dari perayaan ini adalah sebagai berikut: 1. Membiasakan Membaca Selawat Salah satu amalan utama dalam peringatan Maulid Nabi adalah membaca selawat kepada Nabi Muhammad saw. Allah Swt. sendiri memerintahkan umat-Nya untuk berselawat kepada Rasulullah. Membaca selawat secara rutin tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah, tetapi juga mendatangkan syafaat Nabi pada hari kiamat kelak. 2. Ekspresi Kegembiraan atas Lahirnya Nabi Maulid Nabi juga menjadi momen untuk mengekspresikan kegembiraan atas kelahiran Nabi Muhammad, yang membawa rahmat bagi seluruh alam. Bahkan, kegembiraan atas kelahiran beliau diakui memberikan manfaat besar, sebagaimana kisah Abu Lahab yang mendapat keringanan siksa karena merdeka budaknya saat mendengar kelahiran Nabi. 3. Meningkatkan Kecintaan kepada Rasulullah saw. Merayakan Maulid Nabi juga dapat meneguhkan kembali kecintaan kita kepada Rasulullah saw. Sebagai umatnya, mencintai Nabi adalah sebuah kewajiban, dan peringatan Maulid Nabi adalah salah satu sarana untuk memperkuat rasa cinta ini. 4. Meneladani Akhlak Rasulullah saw. Peringatan Maulid Nabi memberikan kesempatan bagi umat Islam untuk merenungkan kembali teladan akhlak mulia yang telah ditunjukkan oleh Rasulullah saw. sepanjang hidupnya. Akhlak beliau adalah cerminan kesempurnaan, dan umat Islam didorong untuk mengikuti jejak beliau dalam kehidupan sehari-hari. 5. Menjadi Sarana Dakwah dan Pendidikan Selain sebagai momen peringatan, Maulid Nabi juga berfungsi sebagai sarana dakwah dan pendidikan bagi umat Islam. Melalui ceramah dan pembacaan sirah Nabi, peringatan ini menjadi media untuk menyampaikan ajaran-ajaran Islam kepada masyarakat.
ARTIKEL12/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
Kenikmatan yang Menipu: Cara Mengenali dan Menghindari Istidraj
Kenikmatan yang Menipu: Cara Mengenali dan Menghindari Istidraj
Sahabat pernah melihat orang yang hidup bergelimang harta tapi lalai dalam ibadah? Seakan hidupnya nikmat dan bahagia sekali meski tersesat dalam hawa nafsu. Hati-hati sahabat bisa jadi itu tanda orang terjebak istidraj Apa Itu Istidraj ? Istidraj secara istilah (terminologi) berarti kenikmatan bersifat materi yang diberikan kepada seseorang yang secara lahir semakin bertambah, tetapi kenikmatan yang bersifat immaterial semakin dikurangi atau dicabut, sementara ia tidak merasa sama sekali. Sehingga, apabila seseorang mendapatkan kenikmatan berupa kesehatan, kesempatan dan kelapangan rejeki yang melimpah dan semakin bertambah, tetapi tidak dibarengi dengan perilaku syukur atas kenikmatan tersebut, tetapi sebaliknya ia semakin kufur dan lupa kepada Dzat Pemberi nikmat, maka sesungguhnya yang demikian disebut istidraj. Peringatan istidraj ini terdapat dalam firman Allah SWT “Tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (QS. Al-An’am: 44). Hati-hati banyak sekali orang yang terjebak dalam istidraj. Seolah-olah istidraj itu suatu kenikmatan/anugrah yang diberikan kepada manusia, padahal itu adalah ujian yang harus dilewati oleh orang tersebut. karna istidraj memberikan kenikmatan yang seolah-olah itu menjadi anugrah dan nyatanya tidak, itu adalah sebuah bencana bagi orang-orang yang sering bermaksiat kepada Allah, dan Allah memberikan kesehatan,harta yang berlimpah, kehidupan yang bahagia semata-mata Allah melakukan pengujian kepadanya, dan orang banyak yang terlalai dengan hal itu. Ciri orang-orang yang terkena istridraj Jika seseorang terjebak dalam Istidraj, maka ia akan merasa senang, nyaman, merasa hidupnya lancar-lancar saja meskipun ia jarang atau bahkan tidak pernah beribadah. Hal ini dapat membuat seseorang semakin jauh dari Allah SWT dan semakin gemar dalam berbuat maksiat. Biasanya istidraj diberikan kepada orang yang telah mati hatinya. Ia adalah orang yang merasa tidak sedih atas ketaatan yang ditinggalkan dan tidak menyesal dengan maksiat yang dikerjakan. Semua contoh-contoh tersebut adalah tanda-tanda Istidraj dari Allah SWT yang bisa menjadi jebakan bagi seseorang yang tidak menyadari bahwa kenikmatan yang diberikan Allah SWT sebenarnya adalah ujian. Cara membedakannya suatu kesenangan adalah istidraj atau bukan adalah dengan ketakwaan. Istidraj dapat membuat seseorang lupa akan hakikat hidupnya dan tidak menyadari akibatnya. Hingga pada saatnya Allah akan mencabut semua kesenangan sampai mereka termangu dalam penyesalan yang terlambat. Cara menghindari istidraj Agar kita tidak terjebak dalam kesenagan semu atau istidraj, berkut beberapa cara menghindari istidraj : Selalu bersyukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang diberikan-Nya, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, Selalu beribadah dan menjalankan perintah dan larangan Allah SWT dengan ikhlas dan konsisten, Selalu bertaubat dan memohon ampun kepada Allah SWT atas segala dosa dan kesalahan yang telah dilakukan, Selalu memperbaiki diri dan meninggalkan maksiat dan keburukan, Selalu berdoa dan memohon perlindungan kepada Allah SWT dari godaan syaitan dan tipu daya istidraj, Selalu mengingat mati dan akhirat serta mempersiapkan bekal untuk kehidupan setelah mati, Selalu berbuat baik dan bermanfaat bagi sesama manusia dan makhluk lainnya, Selalu bersikap rendah hati dan tidak sombong atau ujub atas nikmat yang diperoleh, Selalu mencari ilmu dan menambah wawasan tentang agama Islam, Selalu bergaul dengan orang-orang yang shalih dan shalihah yang dapat memberikan nasehat dan motivasi Sedekah atau infak kepada yang membutuhkan sebagai bentuk syukur atas harta yang telah Allah berikan Semoga Allah melindungi kita dari bahaya istidraj ya sahabat. Mari kita berhati-hati dengan nikmat yang Allah berikan, senantiasa bersyukur atas segala harta yang Allah berikan dan jaga keberkahannya dengan menafkahkan sebagian harta yang diperoleh. Sahabat bisa tunaikan infak atau sedekah terbaik melalui https://kotasukabumi.baznas.go.id/sedekah
ARTIKEL12/09/2025 | Khoirunisa
Keutamaan Sedekah Jumat: Amalan yang Mendatangkan Berkah
Keutamaan Sedekah Jumat: Amalan yang Mendatangkan Berkah
Sedekah merupakan salah satu amalan mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam. Namun, ada keutamaan khusus dalam bersedekah pada hari Jumat. Hari Jumat adalah hari yang istimewa bagi umat Islam, dikenal sebagai “sayyidul ayyam” atau penghulu segala hari. Pada hari ini, pahala setiap amalan baik, termasuk sedekah, dilipatgandakan. Berikut ini adalah pembahasan tentang keutamaan sedekah Jumat dan mengapa kita dianjurkan untuk melakukannya.1. Hari Penuh Keberkahan Jumat merupakan hari yang penuh berkah dan istimewa dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda: “Hari terbaik di mana matahari terbit adalah hari Jumat…” (HR. Muslim).Pada hari ini, segala kebaikan yang kita lakukan, termasuk sedekah, dilipatgandakan pahalanya. Allah SWT membuka pintu-pintu rahmat-Nya lebih luas bagi hamba-hamba-Nya yang bersungguh-sungguh dalam beribadah dan beramal sholeh.2. Sedekah Jumat Mendapat Pahala Berlipat Ganda Sedekah di hari apa pun sangat dianjurkan, tetapi bersedekah pada hari Jumat memiliki keutamaan tersendiri. Keberkahan hari Jumat membuat pahala sedekah menjadi lebih besar. Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang bersedekah pada hari Jumat, maka pahalanya akan dilipatgandakan.”Dalam kehidupan sehari-hari, memberikan sedekah pada hari Jumat akan menambah keberkahan dalam rezeki dan kehidupan, baik bagi yang memberi maupun yang menerima.3. Sedekah Sebagai Bentuk Syukur atas Nikmat Allah Hari Jumat adalah saat yang tepat untuk merenungi nikmat-nikmat yang telah Allah SWT berikan. Sedekah menjadi salah satu cara terbaik untuk mengungkapkan rasa syukur tersebut. Dengan memberikan sebagian dari rezeki yang kita miliki kepada orang lain, kita menunjukkan kepedulian dan syukur kepada Allah.“Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah sebaik-baik pemberi rezeki.” (QS. Saba: 39)Ayat ini mengingatkan kita bahwa setiap kebaikan yang kita lakukan, termasuk sedekah, tidak akan mengurangi rezeki kita. Justru, Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik.4. Menghapus Dosa dan Kesalahan Sedekah di hari Jumat juga menjadi salah satu cara untuk menghapus dosa-dosa yang telah kita perbuat. Rasulullah SAW bersabda: “Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi)Dengan memperbanyak sedekah di hari Jumat, kita mendapatkan kesempatan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah dan memohon ampunan-Nya atas segala kesalahan yang kita lakukan.5. Menambah Keberkahan Rezeki Sedekah adalah salah satu kunci untuk membuka pintu rezeki yang lebih luas. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah sedekah itu mengurangi harta.” (HR. Muslim)Justru dengan bersedekah, terutama pada hari yang penuh berkah seperti Jumat, kita membuka jalan untuk mendapatkan keberkahan rezeki yang lebih besar. Allah menjanjikan balasan yang berlipat ganda bagi orang-orang yang ikhlas berbagi dengan sesama.6. Sedekah pada Hari Jumat sebagai Pengingat Kematian Hari Jumat juga merupakan hari yang istimewa karena berkaitan dengan kematian. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa Jumat adalah hari terbaik untuk meninggal. Dengan bersedekah pada hari ini, kita dapat mengingat kematian dan mempersiapkan diri untuk hari akhir. Amal kebaikan yang kita lakukan, termasuk sedekah, akan menjadi bekal yang bermanfaat setelah kematian.“Setiap amal anak Adam akan terputus kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang sholeh yang mendoakannya.” (HR. Muslim)Sedekah yang kita lakukan di hari Jumat akan terus mengalir pahalanya, terutama jika kita berpartisipasi dalam amal jariyah yang manfaatnya dirasakan oleh banyak orang.7. Meningkatkan Kepedulian Sosial Sedekah bukan hanya mendatangkan keberkahan bagi yang bersedekah, tetapi juga membantu mengatasi masalah sosial. Dengan memperbanyak sedekah di hari Jumat, kita ikut berperan dalam meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan. Islam sangat menganjurkan umatnya untuk saling membantu dan peduli terhadap sesama, terutama kepada mereka yang hidup dalam kesulitan.8. Doa yang Terkabul di Hari Jumat Hari Jumat juga dikenal sebagai waktu di mana doa-doa dikabulkan. Dengan bersedekah, kita berharap agar Allah SWT mengabulkan doa-doa dan permohonan kita. Rasulullah SAW bersabda: “Di hari Jumat terdapat suatu waktu yang jika seorang hamba muslim berdoa kepada Allah ketika itu, niscaya Allah akan mengabulkan doanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
ARTIKEL12/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
Siapa Saja yang Dimaksud Anak Yatim Menurut Islam ?
Siapa Saja yang Dimaksud Anak Yatim Menurut Islam ?
Sahabat mungkin sering mendengar tentang anak yatim piatu. Tapi sebenarnya bagaimana pengertian yatim dalam islam dan bagaiman agama islam memandangnya? Definisi Anak Yatim yatim berasal dari kata al-fardu yang artinya adalah sendirian dan segala sesuatu yang ditinggal oleh sesuatu yang serupa dengannya. Yatim menurut syariah ialah tidak jauh berbeda dengan makna secara bahasa, yaitu orang yang ditinggal wafat oleh bapaknya dan belum kondisi baligh. Imam as-Syairazi as-Syafi'i menyebutkan bahwa, Yatim adalah seorang yang tak punya bapak, sedangkan dia belum baligh, Setelah baligh maka orang itu tidak disebut Yatim ( Abu ishaq as-Syairazi w. 474 H, al-Muhaddzab, H3/301). Menurut Syekh Sulaiman al-jamal (wafat 1024 H) dalam karyanya menyebutkan yaitu bahwa yatim adalah anak kecil yang ditinggal wafat oleh ayahnya, sekalipun dia masih memiliki ibu atau kakek dan nenek. Dari penjelasan diatas, bahwa tolak ukur seorang anak yang bisa disebut sebagai yatim ialah dia yang tidak mempunyai ayah. Jika ayahnya sudah tiada, sementara ibu, kakek dan neneknya masih ada, maka itu tetap disebut kategori yatim. Sedangkan jika ibunya yang sudah tiada, dan ayahnya masih ada maka tidak bisa dikatakan yatim. Adapun anak kecil yang ditinggal mati ibunya tidak disebut yatim, tapi punya istilah khusus yaitu ‘ajiyy/’ajiyyah, dan dalam bahasa Indonesia disebut piatu. Piatu tidak disebut bersama yatim karena kematian ayahlah yang biasanya membuat seorang anak lemah dan kehilangan nafkah; karena memberi nafkah adalah tugas ayah, bukan ibu. Dalam tradisi masyarakat Indonesia, kita menyebut seorang anak yang ditinggal wafat oleh ayahnya disebut yatim, sedangkan ketika ditinggal wafat oleh ibunya disebut piatu. Sedangkan yatim piatu adalah gabungan dari keduanya, yakni seorang anak dalam usia yang belum balig telah ditinggal kedua orang tuanya. Bagaimana Hukum Memberi Kepada Yatim yang Sudah Baligh? Islam memperbolehkan membantu anak yatim yang telah baligh (dewasa), akan tetapi statusnya bukan santunan yatim lagi. Misalnya, atas nama sumbangan anak-anak untuk keluarga tidak mampu. Ada anak yatim yang sudah dewasa, namun hidup serba kekurangan. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan ada anak yatim yang sudah baligh dan hidup berkecukupan. Keutamaan Membahagiakan Anak Yatim Dekat dengan rasulullah di surga seperti jarak anatara jari telunjuk dan jari tengah Rasulullah SAW bersabda: “Aku dan orang yang memelihara anak yatim itu akan masuk surga seperti ini,”. Nabi memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah dan merenggang keduanya. (HR. Bukhari). Dijamin masuk surga Siapa yang tidak ingin masuk surga? Tempat yang penuh kenikmatan tapi untuk meraihnya tentu tidak mudah, memerlukan ketakwaan. Kabar baiknya, ada jaminan masuk surga untuk orang-orang yang memilihara anak yatim “Orang-orang yang memelihara anak yatim di antara umat muslimin, memberikan mereka makan dan minum, pasti Allah memasukkannya ke dalam surga, kecuali ia melakukan dosa yang tidak bisa diampuni.” (HR Tirmidzi dari Ibnu Abbas). Terhindar dari siksa pada hari kiamat Pada hari kiamat saat semua amal diperhitungkan, kita tentu akan mendapat balasan dari apa yang kita perbuat di dunia. Namun kabar baik bagi yang menyayangi anak yatim Allah tidak akan menyiksa pada hari akhir “Demi Yang Mengutusku dengan haq, Allah tidak akan menyiksa pada hari kiamat nanti orang yang menyayangi anak yatim, lemah lembut pembicaraan dengannya, serta menyayangi keyatiman serta kelemahannya.” (HR Thabrani dari Abu Hurairah). Amal yang tidak terputus Ketika kita meninggal kelak akan terpustus amal kita kecuali, tiga perkara yaitu sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang selalu mendoakan. Apabila kita mengurus anak yatim insya Allah mereka juga tidak akan lupa untuk mendoakan kita Jika manusia mati atau terputus amalnya, kecuali tiga perkara: sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat serta anak saleh yang selalu mendoakannya,” (HR Muslim Abu Hurairah). Itulah beberapa keutamaan yang bisa kita raih dengan menyantuni anak yatim. Sahabat, menjadi yatim tentu bukanlah kemauan mereka ataupun pilihan yang mereka inginkan. Takdir yang berkehendak terhadap kematian seseorang. Keberadaan anak yatim diantara kita adalah ladang kebajikan. Begitu mulia kedududukan mereka hingga banyak hadist yang membahasnya. Bahkan Rasulullah pun juga menyandang status yatim. Mari kita muliakan mereka, bahagiakan mereka agar mereka tidak berpuptus asa menggapai asa.
ARTIKEL11/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
Biografi Nabi Muhammad : Perjalanan Hidup Rasulullah dari Lahir hingga Wafat
Biografi Nabi Muhammad : Perjalanan Hidup Rasulullah dari Lahir hingga Wafat
Nabi Muhammad dilahirkan pada 12 Rabiul Awal Tahun Gajah atau sekitar tahun 570 Masehi di kota Mekah. Beliau lahir dalam keluarga Bani Hasyim, bagian dari suku Quraisy yang terpandang. Ayahnya, Abdullah, wafat sebelum beliau dilahirkan, dan ibunya, Aminah, meninggal saat Nabi berusia enam tahun. Nabi Muhammad pun diasuh oleh kakeknya, Abdul Muthalib, lalu oleh pamannya, Abu Thalib. Sejak kecil, Nabi dikenal sebagai sosok yang jujur, amanah, dan bijaksana, sehingga digelari “Al-Amin,” yang berarti orang yang dapat dipercaya. Pada masa mudanya, Nabi Muhammad bekerja sebagai pedagang. Beliau sering mengikuti pamannya dalam perjalanan perdagangan ke Suriah dan daerah sekitarnya. Kejujuran dan integritasnya membuat Nabi Muhammad mendapat kepercayaan banyak orang, termasuk Khadijah binti Khuwailid, seorang janda kaya yang kemudian melamar Nabi untuk menjadi suaminya. Mereka menikah ketika Nabi berusia 25 tahun, dan dari pernikahan tersebut lahir enam anak, termasuk Fatimah Az-Zahra yang kemudian menjadi ibu dari keturunan Nabi. Biografi Nabi Muhammad: Awal Menerima Wahyu Saat Nabi Muhammad mencapai usia 40 tahun, beliau sering menyendiri di Gua Hira, merenungkan kehidupan dan masyarakat yang dipenuhi dengan penyembahan berhala dan ketidakadilan. Pada suatu malam di bulan Ramadan, malaikat Jibril datang membawa wahyu pertama dari Allah, yang tercantum dalam surah Al-Alaq ayat 1-5. Inilah awal dari kerasulan Nabi Muhammad, di mana beliau diutus untuk menyebarkan agama Islam dan menyeru manusia kepada tauhid, yaitu keyakinan akan keesaan Allah. Biografi Nabi Muhammad: Tantangan dalam Menyebarkan Islam di Mekah Pada awalnya, ajaran Islam yang disampaikan Nabi Muhammad mendapatkan tentangan keras dari suku Quraisy. Mereka merasa ajaran tersebut mengancam kedudukan sosial dan ekonomi mereka, terutama karena menolak penyembahan berhala. Meskipun mendapat intimidasi dan siksaan, Nabi Muhammad tetap teguh dalam dakwahnya. Beliau menyebarkan Islam secara rahasia kepada kerabat dan teman-temannya. Beberapa orang yang pertama kali menerima ajaran Islam antara lain Abu Bakar, Ali bin Abi Thalib, dan Zaid bin Haritsah. Biografi Nabi Muhammad: Hijrah ke Madinah Setelah lebih dari satu dekade menyebarkan Islam di Mekah dan menghadapi penolakan yang terus-menerus, Nabi Muhammad memutuskan untuk hijrah ke Madinah pada tahun 622 M. Hijrah ini bukan hanya sekadar perpindahan fisik, tetapi juga menandai awal dari perkembangan Islam sebagai agama yang lebih mapan. Di Madinah, Nabi Muhammad membangun masyarakat Islam yang berlandaskan hukum syariah dan persaudaraan antarumat. Beliau juga mempersatukan suku-suku yang sebelumnya berseteru dan mendirikan masjid pertama, Masjid Nabawi, sebagai pusat kegiatan ibadah dan pemerintahan. Biografi Nabi Muhammad: Perang dan Diplomasi dalam Menegakkan Islam Selama di Madinah, Nabi Muhammad terlibat dalam beberapa pertempuran, seperti Perang Badar, Perang Uhud, dan Perang Khandaq, melawan kaum Quraisy yang terus berusaha menghancurkan Islam. Meskipun menghadapi berbagai tantangan, Nabi selalu menunjukkan kebijaksanaan dan keberanian dalam memimpin. Selain menggunakan kekuatan militer, Nabi Muhammad juga menjalankan diplomasi, seperti Perjanjian Hudaibiyah, yang menjadi titik balik dalam hubungan antara Muslim dan Quraisy. Biografi Nabi Muhammad: Penaklukkan Mekah dan Penyebaran Islam Pada tahun 630 M, setelah delapan tahun hijrah ke Madinah, Nabi Muhammad berhasil menaklukkan Mekah tanpa pertumpahan darah. Penaklukan ini menandai kemenangan besar bagi Islam. Nabi Muhammad memaafkan semua musuhnya, termasuk mereka yang pernah menentangnya dengan keras. Beliau menghancurkan berhala-berhala di sekitar Ka'bah, dan menjadikan Mekah sebagai pusat spiritual bagi umat Islam. Dalam waktu singkat, Islam menyebar ke seluruh Jazirah Arab. Biografi Nabi Muhammad: Wafatnya Rasulullah Pada tahun 632 M, Nabi Muhammad menyampaikan khutbah terakhirnya di Padang Arafah, yang dikenal sebagai "Khutbah Wada’." Dalam khutbah tersebut, beliau menekankan pentingnya persatuan, keadilan, dan persamaan hak di antara seluruh umat manusia. Beberapa bulan setelah itu, Nabi Muhammad jatuh sakit. Pada tanggal 12 Rabiul Awal, tahun yang sama, beliau wafat di rumah istrinya, Aisyah, dalam usia 63 tahun. Wafatnya Rasulullah meninggalkan duka mendalam bagi umat Islam, tetapi ajaran dan teladan beliau terus hidup dalam hati umatnya hingga saat ini.
ARTIKEL11/09/2025 | Khoirunisa
Apa Saja Hak Muslim Terhadap Muslim Lainnya
Apa Saja Hak Muslim Terhadap Muslim Lainnya
Islam mengajarkan untuk kita memperhatikan hak sesama muslim. Untuk menjalankan hak sesama muslim pun mudah dan tidak membebankan, bahkan tidak akan merugikan bagi dirinya bahkan akan mendapatkan keuntungan bagi diriya. Dalam rangka mengingatkan hak dan kewajibannya sebagai seorang muslim mari kita bahas sama di artikel berikut Hak sesama muslim berdasarkan hadist Riwayat Muslim senagai berikut : Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hak muslim kepada muslim yang lain ada enam.” Beliau shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ”(1) Apabila engkau bertemu, ucapkanlah salam kepadanya; (2) apabila engkau diundang, penuhilah undangannya; (3) apabila engkau dimintai nasihat, berilah nasihat kepadanya; (4) apabila dia bersin lalu dia memuji Allah (mengucapkan ’alhamdulillah’), doakanlah dia (dengan mengucapkan ’yarhamukallah’); (5) apabila dia sakit, jenguklah dia; dan (6) apabila dia meninggal dunia, iringilah jenazahnya (sampai ke pemakaman).” (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 2162] 1. Mengucapkan Salam Kewajiban Muslim terhadap Muslim lainnya yang pertama adalah mengucapkan salam. apabila kita bertemu dengan muslim lainnya maka mengucapakannya adalah sunnah dan menjawab salam adalah sebuah kewajiban. Jika ada seseorang yang mengucapkan salam kepada kita berati ia sedang mendo’akan kita, maka dari itu kita yang mendengarnya juga harus membalas mendo’akan dengan menjawab salam kepada si pemberi salam 2. Memenuhi Undangan Memenuhi undangan termasuk salah satu kewajiban Muslim terhadap Muslim lainnya. Dengan memenuhi undangan, kita menghormati saudara kita yang mengundang sekaligus menjalin silaturahmi. Namun, undangan ini hanya berlaku untuk undangan yang baik dan positif. 3. Menasehati Apabila seseorang muslim meminta nasihat, maka kita wajib memberikan nasihat. Memberikan nasihat juga berarti membantu dan mendukung sesama muslim melakukan hal-hal baik dan menjauhi hal-hal jahat yang membawa kepada maksiat. 4. Mendoakan yang Bersin Ternyata mendoakan orang yang bersin juga termasuk kepada hak sesama muslim. Apabila kita mendengar saudara kita bersin lalu mengucapkan “Alhamdulillah” maka kita wajib mendoakannya dengan menjawab "Yarhamukallah" (Semoga Allah memberikan rahmat kepadamu). Kemudian yang bersin membalas doa bagi yang telah mendoakannya dengan mengucapkan “Yahdini wayahdikumullah wa yuslih balakum” (Semoga Allah memberiku dan engkau petunjuk dan semoga Allah memperbaiki keadaanmu) 5. Menjenguk yang Sakit Hak muslim terhadap muslim lainnya selanjutnya adalah menjenguk yang sedang sakit. Mulai dari saudara, teman, maupun kerabat lainnya yang sedang sakit. Nabi Muhammad SAW menganjurkan kepada umatnya untuk menjenguk yang sakit. karena diharapkan dengan menjenguk yang sakit, mental mereka yang sakit akan lebih kuat. Jangan lupa kita juga doakan saudara kita yang sedang sakit. 6. Mengantarkan Jenazahnya Hak muslim selanjutnya adalah mengantarkan atau melayat jenazah. Syariat Islam sangat menganjurkan umatnya untuk mengurusi jenazah saudaranya yang telah meninggal dunia, mulai dari memandikan, mengkafani, mensholati hingga menguburkannya Itulah 6 hak muslim kepada muslim lainnya, semoga kita bisa terus menerapkan kewajiban dan hak sesama muslim. Mengetahui hak dan kewajiban sesama muslim, kita bisa menyimpulkan jika islam adalah agama yang gemar memberikan pertolongan dan menebarkan kebaikan. Mari tolong menolong sesama saudara muslim kita melalui https://kotasukabumi.baznas.go.id/bayarzakat
ARTIKEL11/09/2025 | Khoirunisa
Lebih dari Sekadar Ibadah: Puasa Senin Kamis dan Manfaat Kesehatannya
Lebih dari Sekadar Ibadah: Puasa Senin Kamis dan Manfaat Kesehatannya
Ibadah puasa tidak hanya dilakukan saat bulan Ramadhan. Umat Islam juga dapat melaksanakan puasa di hari biasa guna mendapatkan manfaat kesehatan dan spiritual, seperti puasa sunah Senin Kamis yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Manfaat puasa Senin Kamis sangat berlimpah, dari sisi kesehatan maupun spiritualitas. Rasulullah SAW bersabda :"Segala amal perbuatan manusia pada hari Senin dan Kamis akan diperiksa oleh malaikat, karena itu aku senang ketika amal perbuatanku diperiksa dalam kondisi berpuasa". (HR.Tarmidzi). Hari Senin dan Kamis dipilih karena Senin merupakan hari kelahiran Rasulullah SAW dan hari Kamis adalah hari saat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar di peperangan Tabuk. Sebelum mengetahui manfaat puasa Senin Kamis, umat muslim diharuskan membaca niat terlebih dulu. Dalam fiqih Islam, semua ulama sepakat, bahwa tempatnya niat adalah hati. Melafalkan niat bukanlah syarat, namun jumhur ulama berpendapat hukumnya sunah dengan tujuan membantu hati dalam menghadirkan niat. Doa Puasa Sunah Senin Kamis 1. Niat Puasa Hari Senin "Nawaitu shouma yaumal itsnaini sunnatan lillaahi taaalaa." Artinya: "Saya niat puasa hari Senin, sunnah karena Allah Taala". 2. Niat Puasa Hari Kamis "Nawaitu shouma yaumal khomiisi sunnatan lillaahi taaalaa." Artinya : "Saya niat puasa hari Kamis, sunnah karena Allah Taala". Dengan melaksanakan puasa Senin Kamis secara teratur dapat memberikan banyak manfaat positif. Puasa sunah ini tidak hanya meningkatkan kesehatan, tetapi juga dapat menjadikan kita lebih disiplin dan memperkuat keimanan kepada Allah SWT. Yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Oleh karena itu, puasa Senin Kamis sangat dianjurkan bagi umat Islam yang ingin menjalani kehidupan yang sehat dan bermakna. Berikut manfaat puasa Senin Kamis yang dirangkum dari beberapa sumber : Manfaat Puasa Senin Kamis untuk Kesehatan 1. Menurunkan Kadar Lemak Saat berpuasa, tubuh menggunakan lemak sebagai sumber energi. Dengan begitu, lemak berlebih akan berkurang dan tubuh akan terhindar dari gangguan penyakit, seperti tekanan darah tinggi atau kolesterol. 2. Mengontrol Gula Darah Puasa membuat tubuh menghancurkan glukosa untuk mendapatkan energi. Hal ini dapat menurunkan produksi insulin tubuh, dan hasilnya tubuh akan mengalami penurunan gula darah. 3. Menurunkan Risiko Penyakit Jantung Saat kita berpuasa, hormon adrenalin dan non-adrenalin sebagai cadangan energi dapat berkurang. Lemak akan dipakai oleh tubuh sebagai cadangan energi dan risiko aterosklerosis atau penyumbatan arteri akibat lemak dapat menurun. 4. Mengistirahatkan Organ Pencernaan Puasa Senin Kamis, pencernaan secara rutin akan beristirahat dari tekanan mmencerna makanan. Dengan begitu fungsi sistem pencernaan akan terus terjaga kinerjanya, sehingga terhindar dari penyakit seperti lambung, sembelit, dan diare. 5. Meremajakan Sel-Sel Kulit Saat tubuh tidak mendapatkan asupan gizi, sel-sel terkait dapat beristirahat, sehingga berdampak pada peremajaan kulit menjadi lebih kencang. 6. Menurunkan Berat Badan Puasa dapat membatasi asupan kalori harian, sehingga dapat menurunkan berat badan dan tubuh lebih sehat. Manfaat Puasa Senin Kamis secara Spiritual 1. Meningkatkan Ketaqwaan dan Keimanan Saat melaksanakan puasa Senin Kamis, kita dapat lebih dekat dengan Allah SWT. Kualitas ibadah kita juga dapat meningkat karena saat berpuasa, kita akan memiliki keinginan untuk menambah amal baik kita. 2. Terhindar dari Godaan Setan Puasa Senin Kamis adalah cara ibadah terbaik untuk mencegah upaya setan mempengaruhi jiwa kita. Dengan niat yang sudah kita panjatkan pada Allah SWT, pengaruh-pengaruh setan dapat dihindari. 3. Menumbuhkan Kesabaran Salah satu manfaat dari puasa Senin Kamis adalah melatih kesabaran untuk mengendalikan diri dan hawa nafsunya. 4. Bersyukur Puasa Senin Kamis dapat membuat kita lebih pintar dalam menahan diri dan bersyukur akan nikmat serta anugerah. 5. Disiplin Kita harus bisa mendisiplinkan otak dan pikiran. Segala pemikiran yang buruk dapat membatalkan puasa kita. Allah SWT mengetahui segala bentuk perbuatan kita, baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan. 6. Memperkuat Koneksi dengan Sesama Puasa juga membantu kita memahami pengalaman orang-orang yang kurang beruntung. Ini dapat mendorong kita untuk berbagi dengan mereka yang membutuhkan. Itulah beberapa manfaat kesehatan dan spiritual dari puasa Senin Kamis yang dapat kita ambil hikmahnya. Sahabat yuk mulai rutinkan berpuasa senin-kamis, apalagi jika berpuasa diiringi dengan sedekah. Lebih mudah bersedekah melalui https://kotasukabumi.baznas.go.id/sedekah
ARTIKEL10/09/2025 | Khoirunisa
Manfaat Membaca Al-Qur'an Setiap Hari: Kesehatan dan Spiritualitas
Manfaat Membaca Al-Qur'an Setiap Hari: Kesehatan dan Spiritualitas
Membaca Al-Qur'an merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Selain menjadi pedoman hidup, rutinitas membaca Al-Qur'an setiap hari membawa beragam manfaat, baik bagi kesehatan maupun kehidupan spiritual seorang Muslim. Berikut beberapa di antaranya: Menyehatkan Mental Membaca Al-Qur'an mampu menenangkan hati dan pikiran. Aktivitas ini membantu meredakan stres serta kecemasan. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa membaca teks suci, termasuk Al-Qur'an, dapat merangsang hormon serotonin yang berperan dalam kebahagiaan. Dengan membacanya secara rutin, jiwa terasa lebih damai dan tenteram. Menguatkan Hubungan Spiritual Kebiasaan membaca Al-Qur'an mendekatkan seorang Muslim kepada Allah SWT. Dengan memahami dan merenungkan ayat-ayat-Nya, seseorang dapat memperdalam pemahaman agama serta makna kehidupan, yang pada akhirnya memperkuat iman dan memberikan arah dalam hidup. Melatih Fokus dan Konsentrasi Kegiatan membaca Al-Qur'an juga melatih pikiran agar lebih terarah dan konsisten. Di tengah banyaknya gangguan sehari-hari, membaca Al-Qur'an bisa menjadi sarana efektif untuk menjaga ketenangan serta meningkatkan produktivitas. Membantu Tidur Lebih Nyenyak Membaca Al-Qur'an sebelum tidur dapat menciptakan suasana hati yang tenang sehingga kualitas tidur menjadi lebih baik. Lantunan ayat-ayat Al-Qur'an mampu menghadirkan ketenangan yang mendukung tubuh dan pikiran untuk beristirahat lebih optimal. Mendorong Perubahan ke Arah Positif Ayat-ayat Al-Qur'an mengajarkan nilai-nilai kebaikan yang dapat memotivasi seseorang untuk memperbaiki diri. Ajarannya mendorong umat Muslim untuk berlaku adil, berbuat baik, serta menjaga hubungan sosial, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan pribadi, tetapi juga masyarakat luas. Menunjang Kesehatan Fisik Selain berdampak pada ketenangan jiwa, membaca Al-Qur'an juga bermanfaat bagi fisik. Beberapa penelitian menemukan bahwa aktivitas ini dapat menurunkan tekanan darah dan detak jantung, sehingga membantu mengurangi ketegangan tubuh. Meraih Pahala Setiap huruf dalam Al-Qur'an yang dibaca bernilai pahala. Dengan demikian, membaca Al-Qur'an bukan hanya memberikan kebaikan di dunia, tetapi juga menjadi amal yang bernilai di akhirat. Menjadikan membaca Al-Qur'an sebagai rutinitas harian memberikan banyak manfaat, baik secara psikologis maupun spiritual. Selain meningkatkan kualitas hidup, kebiasaan ini juga menguatkan hubungan dengan Allah SWT. Oleh karena itu, biasakanlah membaca Al-Qur'an setiap hari dan rasakan keberkahannya dalam kehidupan.
ARTIKEL10/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
4 Sifat Wajib Rasul yang Wajib Diteladani
4 Sifat Wajib Rasul yang Wajib Diteladani
Sebagai umat Muslim, kita wajib mengetahui 4 sifat wajib Rasul yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai utusan Allah, seorang Rasul tentunya mempunyai sifat tauladan untuk menjalankan tugas mulianya sebagai pemimpin umat Islam. Sifat wajib yang terdapat pada Rasul setidaknya ada 4. Sifat-sifat tersebut membuat para Rasul terhindar dari perbuatan dosa dan menjadikan mereka selalu bertakwa. Sifat wajib yang dimiliki Rasul diantaranya, shiddiq, amanah, tabligh, dan fathonah. Berikut 4 Sifat Wajib Rasul : 1). Shiddiq Shiddiq memiliki arti benar. Maksudnya ialah, setiap ucapan para Rasul sudah pasti bersifat benar. Baik itu wahyu yang diturunkan kepadaNya, maupun hal-hal yang berkaitan dengan persoalan dunia, sudah pasti bersifat benar. Sifat wajib Rasul ini telah dijelaskan dalam kitab suci Al-Quran. Tepatnya pada surah Maryam ayat 41, Artinya, “Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Kitab (Al-Qur’an), sesungguhnya dia adalah seorang yang sangat membenarkan, seorang Nabi.” Tidak hanya itu, kata shiddiq dalam konteks sifat yang wajib dimiliki Rasul juga pernah disinggung dalam QS. Maryam ayat 50, Artinya, “Dan Kami anugerahkan kepada mereka sebagian dari rahmat Kami dan Kami jadikan mereka buah tutur yang baik dan mulia. Oleh karena itu, dapat disepakati bahwa Rasul tidak mungkin memiliki yang berkebalikan dengan sifat benar. 2). Amanah Sifat wajib Rasul selanjutnya ialah amanah, yang artinya dapat dipercaya. Untuk menjaga kepercayaan umat atas dirinya, Rasul senantiasa menjaga dirinya dari perbuatan yang berkaitan dengan dosa. Fakta bahwasanya Rasul bersifat amanah, telah dibuktikan melalui terjemahan surah an-Nisa ayat 58. Oleh karenanya, mustahil rasanya seorang Rasul dapat berbuat khianat. “Sungguh, Allah menyuruhmu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu menetapkannya dengan adil. Sungguh, Allah sebaik-baik yang memberi pengajaran kepadamu. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Melihat.” (QS an-Nisa: 58) 3). Tabligh Sebagai pemimpin umat Muslim, seorang Rasul diperintahkan agar menyampaikan wahyu yang diterimaNya kepada seluruh umatNya. Sifat wajib Rasul tersebut dinamakan Tabligh. Tabligh memiliki arti yaitu menyampaikan wahyu. Saat menjalankan tugasnya, Rasul akan menyampaikan wahyu apapun tanpa melewatkan satu huruf pun. Baik wahyu yang berupa kabar baik, kabar buruk, pengetahuan, syariat, dsb, akan senantiasa Rasul sampaikan. “Wahai Rasul” Sampaikanlah apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu. Jika tidak engkau lakukan (apa yang diperintahkan itu) berarti engkau tidak menyampaikan amanat-Nya. Dan Allah memelihara engkau dari (gangguan) manusia. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir.” (QS al-Maidah: 67). 4). Fathonah Sifat wajib Rasul yang terakhir ialah fathonah, yang bermakna cerdas, pandai, serta bijaksana. Sebagai utusan Allah, seorang Rasul mampu menangani berbagai permasalahan umatNya sekaligus memberikan jalan keluarnya. Allah SWT memberikan anugerah kepada Rasul ketika menyampaikan ajaran bagi kaumNya. Temasuk ketika adanya argumentasi perdebatan suatu kaum yang menyinggung ajaranNya. Hal ini rupanya telah disinggung dalam surah al-An’am ayat 83, “Dan itulah keterangan Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Kami tinggikan derajat siapa yang Kami kehendaki. Sesungguhnya Tuhanmu Mahabijaksana, Maha Mengetahui.” Nabi dan Rasul diberi kecerdasan oleh Allah SWT agar mampu merangkul hingga memerangi kaum yang menolak keberadaan Allah SWT dan tidak berada di jalan-Nya. Selain itu, juga mengajak mereka untuk berada di jalan yang benar dan di ridhoi oleh Allah SWT.
ARTIKEL10/09/2025 | Khoirunisa
Keutamaan dan Tata Cara Sedekah Subuh
Keutamaan dan Tata Cara Sedekah Subuh
Bagi umat muslim, waktu subuh adalah waktu di mana banyak keberkahan di dalamnya. Di waktu inilah umat muslim dianjurkan untuk memperbanyak amalan ibadah, mulai dari salat subuh, berdoa, berdzikir, membaca Alquran, dan amalan baik lainnya. Salah satu ibadah subuh lainnya dianjurkan untuk dilakukan dan dijadikan rutinitas sebelum memulai aktivitas harian adalah sedekah subuh. Sedekah subuh merupakan salah satu sedekah terbaik. Sebab di setiap waktu subuh malaikat turun dan mendoakan orang-orang yang bersedekah, "Setiap pagi, dua malaikat turun mendampingi seorang hamba. Yang satu mendoakan, ‘Wahai, Tuhan! Berikanlah ganti rugi bagi dermawan yang menyedekahkan hartanya.’ Dan yang satu lagi berkata, ‘Wahai, Tuhan! Musnahkanlah harta si bakhil," (H.R. Bukhari dan Muslim). Ketentuan batas waktu sedekah subuh Sedekah subuh, sesuai dengan sebutannya, dilakukan oleh kaum muslimin pada saat usai melaksanakan shalat subuh hingga saat terbitnya matahari (terlihat dari pandangan). Cara melaksanakan sedekah subuh Berikut adalah cara-cara yang dapat dilakukan untuk melaksanakan sedekah subuh: 1. Jika seorang muslim melaksanakan shalat subuh di masjid, dan kemudian menemukan kotak amal, maka dianjurkan untuk mengisi kotak amal tersebut setelah shalat berjamaah subuh 2. Jika seorang muslim melaksanakan shalat subuh di rumah, setelah melaksanakannya dapat mentransfer uang sedekah ke lembaga-lembaga sosial seperti Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Sukabumi. 3. Jika seorang muslim usai shalat subuh dan keadaannya sedang di rumah, maka dia dapat bersedekah dengan memberi makan kepada tetangga terdekat, orang yang terlihat membutuhkan makanan dan kebetulan lewat di depan rumah. Hal ini untuk menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. pengertian sedekah disini tidak hanya dalam berbentuk uang, bahkan dalam bentuk tenaga dan senyuman pun termasuk kedalam sedekah Mari bersedekah. Sedekah ini akan digunakan untuk mendukung operasional BAZNAS dalam menunjang berbagai program sebagai upaya untuk mengentaskan kemiskinan di Kota Sukabumi.
ARTIKEL10/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
Doa Ketika Turun Hujan, Hujan Lebat, dan Hujan Reda
Doa Ketika Turun Hujan, Hujan Lebat, dan Hujan Reda
Hujan adalah berkah dari Allah swt, tanpa hujan tanah menjadi kering, tumbuhan tidak subur, sumber air langka, dan masih banyak lagi. Dalam islam, hujan dipandang sebagai tanda rahmat dan kebaikan dari Allah. Al-Quran menggambarkan kekuasaan Allah dalam mengatur siklus hujan, dan ini tercermin dalam surah Al-Mu'minun (23:18) “Dan Kami turunkan air dari langit dengan suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan pasti Kami berkuasa melenyapkannya” Kandungan surat ini menunjukan bahwa Allah menurunkan air hujan dari langit sesuai kadar kebutuhan makhluk, tidak terlalu banyak hingga merusak, dan tidak pula sedikit hingga tidak mencukupi. Dan Allah menjadikan air hujan itu menetap dibumi agar manusia dan seluruh hewan bisa memanfaatkannya. Sebab air hujan adalah salah satu sumber air kehidupan untuk makhluk yang ada di bumi ini. Untuk itu Islam menganjurkan umatnya untuk membaca doa ketika hujan turun. Bahkan, menurut beberapa hadist waktu turun hujan adalah waktu mustajab berdoa. Berikut doa-doa yang dianjurkan dibaca saat turun hujan 1. Doa Ketika Turun hujan "Allahumma shoyyiban nafi'an." Artinya: "Ya Allah, turunkan lah pada kami hujan yang bermanfaat." 2. Doa ketika hujan lebat “Allahumma hawalaina wala ‘alaina. Allahumma ‘alal akami wa adhirabi, wa buthunil auwdiyati, wamanabitisyajari." Artinya: "Ya Allah turunkan hujan ini di sekitar kami jangan di atas kami. Ya Allah curahkanlah hujan ini di atas bukit-bukit, di hutan-hutan lebat, di gunung-gunung kecil, di lembah-lembah, dan tempat-tempat tumbuhnya pepohonan." (HR Bukhari Muslim) 3. Doa Ketika Hujan disertai petir "Allahumma la taqtulna bi-ghadobika, wa-la tuhlikna bi-’adhabika, wa-’afina qabla dhalik" Artinya: “Ya Allah, jangan bunuh kami dengan murka-Mu, dan jangan hancurkan kami dengan hukuman-Mu, dan maafkan kami sebelum itu” (H.R. At-Tirmizi) 4. Doa saat hujan reda "Muthirnaa bifadhlillahi wa rahmatihi." Artinya: "Diturunkan kepada kami hujan berkat anugerah Allah dan rahmat-Nya." (HR Bukhari) Selain doa di atas, saat turun hujan kita juga bisa membaca doa lainnya sesuai dengan hajat atau keinginan kita karena saat turun hujan memang waktu yang mustajab. Jadi jangan sampai kita lewatkan waktu baik ini, bahkan sampai mencelanya.
ARTIKEL09/09/2025 | Khoirunisa
INI DIA 5 KEUTAMAAN SEDEKAH
INI DIA 5 KEUTAMAAN SEDEKAH
Sedekah berasal kata bahasa Arab yaitu “shadaqah”, berasal dari kata sidq (sidiq) yang berarti “kebenaran”. Menurut peraturan BAZNAS No.2 tahun 2016, sedekah adalah harta atau non harta yang dikeluarkan oleh seseorang atau badan usaha di luar zakat untuk kemaslahatan umum. Sedekah merupakan amalan yang dicintai Allah SWT. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya ayat Al-Qur’an yang menyebutkan tentang sedekah, salah satunya dalam surat Al-Baqarah ayat 271 : “Jika kamu menampakkan sedekah (mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu, dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al-Baqarah: 271). Dengan sedekah, kita bisa meringankan beban yang dimiliki seseorang hingga membuatnya tersenyum. Sedekah tidak hanya berpatok pada harta benda saja, sehingga membuat sebagian dari kita berpikir ulang melakukan amal baik ini. Hal-hal non materi pun bisa saja dikatakan sebagai sedekah, seperti menolong orang lain baik dengan tenaga maupun pikiran, memberi nafkah keluarga atau istri, menyingkirkan batu, duri dan krikil-krikil kecil dari tengah jalan pun masuk ke dalam sedekah. Hal yang paling sederhana pun, seperti murah senyum kepada orang lain adalah sedekah. Sebagaimana dalam hadits dikatakan, “Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah”.(HR. At-Tirmidzi). Melihat ada banyak cara untuk berbuat baik dengan melakukan sedekah, rasanya tidak ada lagi alasan untuk berkata tidak melakukannya. Apalagi, jika mengetahui banyaknya manfaat dan keutamaan dari bersedekah. Berikut 5 keutamaan bersedekah sebagaimana yang sudah disebutkan di dalam Al-Qur’an maupun hadits 1. Pasti diganti dan dibalas dengan pahala dan harta yang berlipat ganda Keistimewaan dari bersedekah adalah mendapatkan limpahan pahala yang terus menerus mengalir walaupun ia telah mati, Amalan ini yang biasa kita kenal dengan amal jariyah. Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwasannya Rasulullah SAW bersabda, “Apabila anak cucu Adam itu mati, maka terputuslah semua amalnya kecuali tiga perkara: Shodaqoh jariyah, anak sholeh yang memohon ampunan untuknya (ibu dan bapaknya) dan ilmu yang bermanfaat setelahnya.” Allah SWT juga berjanji bahwa siapapun yang melakukan amalan kebaikan dengan melakukan sedekah maka akan ia lipat gandakan pahala kebaikannya. Sebagaimana yang dijelaskan dalam Al-Quran. “Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pahala) kepada mereka dan bagi mereka pahala yang banyak.” (QS. Al-Hadid: 18). 2. Memanjangkan usia dan mencegah kematian buruk Yang dimaksud dalam memanjangkan usia disini adalah amalan kebaikan dari orang yang bersedekah ini akan terus dikenang melebihi umur hidup di dunia. Dengan sedekah seseorang dijauhkan dari kematian buruk. Hal ini seperti yang disebutkan dalam sabda Rasulullah SAW. “Sesungguhnya sedekahnya orang muslim itu dapat menambah umurnya, dapat mencegah kematian yang buruk, Allah akan menghilangkan darinya sifat sombong, kefakiran dan sifat bangga pada diri sendiri.”(HR. Thabrani). 3. Sedekah sebagai penghapus dosa Orang yang banyak bersedekah maka ia seperti air yang memadamkan api. Dosa-dosa kita dihapuskan dengan pahala kebaikan yang berlimpah dari amalan sedekah. Dengan sedekah, Allah SWTakan menghapus dosa-dosa hamba-Nya. Oleh sebab itu, jangan pernah ragu dan menolak untuk bersedekah. Kita juga tidak pernah tahu, berapa besar dosa-dosa yang kita miliki. Untuk itulah, sedekah bisa menjadi salah satu amalan yang harus konsisten kita lakukan. Rasulullah Saw bersabda. “Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air itu memadamkan api.” (HR. At-Tirmidzi) 4. Sedekah dapat menjauhkan diri dari api neraka Sebagaimana sedekah bisa menghapus dosa-dosa, maka dengan sedekah pulalah kita bisa terhindar dari api neraka. Mengingat pahala berlipat ganda yang didapat serta dihapusnya dosa-dosa, maka kita pun bisa menjauhkan diri kita agar tidak masuk ke dalam neraka jahanam. Hal ini sebagai sabda Rasulullah SAW, “Jauhkan dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan (sedekah) sebutir kurma.”(Muttafaqun ‘alaih) 5. Mendapat naungan dihari kiamat Saat kelak di Padang Mahsyar setiap manusia akan menunggu giliran untuk diadili dari timbangan amal baik dan buruknya. Bisa dibayangkan berapa lama manusia akan menunggu dan merasakan panasnya terik matahari yang sangat dekat dengan kepala. Maka, dijelaskanlah dalam hadits Rasulullah SAW bahwasannya yang menjadikan naungan umat manusia di hari kiamat nanti adalah amalan sedekahnya. “Naungan orang beriman di hari Kiamat adalah sedekahnya.”(HR Ahmad). Itulah lima keutamaan sedekah yang tentunya akan menyelamatkan kita kelak di akhirat. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang mendapatkan keutamaan ini. Selain bersedekah langsung, kita juga bisa dengan mudah sedekah online melalui kotasukabumi.baznas.go.id/sedekah
ARTIKEL09/09/2025 | Khoirunisa
Ayat Seribu Dinar: Kunci Pembuka Pintu Rezeki bagi Umat Muslim
Ayat Seribu Dinar: Kunci Pembuka Pintu Rezeki bagi Umat Muslim
Siapa yang tak ingin memiliki rezeki lancar dan berkah? Rasanya keinginan ini sering kita selipkan ke dalam doa agar Allah membuka pintu rezeki. Agar pintu rezeki dibukakan oleh Allah swt tentunya kita harus berusaha dengan cara yang Allah ridhoi dan juga diiringi dengan doa Doa adalah senjata bagi umat musim, salah satu doa yang dipercaya dapat mendatangkan rezeki bagi umat muslim adalah dengan mengamalkan ayat seribu dinar. Ayat seribu dinar ini adalah ayat Al-Quran yang terletak dalam ayat 2-3 di Surat At-Thalaq. Ayat ini banyak diamalkan umar muslim sebagai doa untuk memohon kelancaran rezeki Berikut adalah bacaan Ayat Seribu Dinar dalam bahasa Latin: Wa may yattaqillaha yaj al-lahu makhraja. Wa yarzuq-hu min aisu la yahtasib, wa may yatawakkal alallahi fa huwa hasbuh, innallaha baligu amrih, qad ja alallahu likulli syai in qadra. Artinya: "Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)-Nya, sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu." (QS. At-Thalaq: 2-3) Tujuan membaca ayat seribu dinar adalah meningkatkan ketakwaan kepada Allahs wt, sehingga jika hambanya bertakwa, Allah swt akan memberikan kita jalan keluar dari keseulitan serta mendatangkan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Tentunya rezeki yang dimaksud tidak hanya tentang materi tapi ketenangan, kelapangan , kepuasan batin, kesehatan, dan masih banyak hal lainnya juga termasuk rezeki. Ayat seribu dinar ini sebaiknya rutin dibaca setipa hari atau setelah mendirikan sholat, karena doa setelah sholat juga merupakan doa mustajab. Jangan lupa iringi doa ini dengan ikhtiar dan menolong orang lain. Niscaya Allah akan menolong hambanya yang meringankan beban orang lain.
ARTIKEL09/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
Makna Berkah dan Ciri Keberkahan
Makna Berkah dan Ciri Keberkahan
Kata berkah sering kita dengar dan kita ucapkan dalam kehidupan sehari-hari. Tak jarang, berkah juga menjadi doa yang kita dipanjatkan. Tapi apakah sahabat tahu arti keberkahan itu sendiri ? Makna Berkah Menurut bahasa, berkah --berasal dari bahasa Arab: barokah (????), artinya nikmat (Kamus Al-Munawwir, 1997:78). Istilah lain berkah dalam bahasa Arab adalah mubarak dan tabaruk. Sementara Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008:179), berkah adalah “karunia Tuhan yang mendatangkan kebaikan bagi kehidupan manusia” Menurut Imam Al-Ghazali, berkah (barokah) adalah bertambahnya kebaikan (Ensiklopedia Tasawuf, hlm. 79). Para ulama juga menjelaskan makna berkah sebagai segala sesuatu yang banyak dan melimpah, mencakup berkah-berkah material dan spiritual, seperti keamanan, ketenangan, kesehatan, harta, anak, dan usia. Berkah dalam Al-Quran terdapat di dalam Surat Al-A’raf ayat 96 “Jika sekiranya penduduk negeri-negeri itu beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi." Langit dan bumi adalah semesta yang melingkupi hidup manusia. Semua yang terdapat di langit dan bumi mulai dari air hujan, tumbuhan, hewan, dan segala macam sumber-sumber kehidupan telah Allah limpahkan untuk manusia. Untuk itu, keberkahan ini berarti bahwa memang Allah memberikan nikmat berupa segala materi yang dibutuhkan manusia Berdasarkan Q.S Al-A’raf ayat 96 dapat dipahami jika keberkahan datangnya dari Allah swt kepada orang yang beriman dan bertakwa. Lalu bagaimana ciri orang yang merasakan hidupnya penuh berkah? Kita kembali mengacu pada Al Quran maupun hadits Rasulullah Saw. Ada beberapa indikator orang-orang yang mendapat berkah dalam hidupnya sesuai dengan kriteria Al Quran antara lain: 1. Merasa nikmat dalam beramal shaleh “Barang siapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam” (QS: Al-An'am: 125) Dalam ayat ini dijelaskan bahwa keberkahan hidup dari Allah salah satunya adalah dengan merasakan nikmat Iman dan Islam serta kenikmatan dalam beribadah. Kenikamtan beribadah dengan dada yang lapang, tanpa tekanan melainkan mendapatkan kenikmataan dalam menjalankan ibadah. 2. Konsisten (istiqamah) dalam kebaikan “Dan bagaimana kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan Rasul-Nya (Muhammad) pun berada di tengah-tengah kamu? Barangsiapa berpegang teguh kepada (agama) Allah, maka sungguh, dia diberi petunjuk kepada jalan yang lurus” (QS Ali Imron: 101) Orang yang dalam hidupnya penuh dengan keberkahan maka dia akan menjalankan kebaikan tersebut secara konsisten sampai akhir hidupnya. Salah satu kebaikan yang sahabat bisa lakukan dengan mudah dan konsisten adalah bersedekah 3. Selalu Sabar Menghadapi Ujian “Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung” (QS Ali Imran: 200) Dengan keberkahan dari Allah SWT, maka orang-orang tersebut akan mudah untuk bersabar dalam menghadapi berbagai ujian. Baik ujian dalam kebahagiaan atau kesulitan. Seluruhnya adalah hal dengan ikhlas mereka hadapi. Setidaknya jika kita dapat merasakan indikator tersebut maka secara pribadi atau individu boleh disebut hidupnya penuh keberkahan. Namun demikian setiap pribadi tentu akan merasakan keberkahan hidupnya yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya Makna berkah dalam hidup memang bisa berbeda dari setiap orang. Namun, sebenarnya Allah senantiasa memberikan kemudahan dan kebutuhan dalam hidup kita, baik kita sadari ataupun tidak. Semoga sebagai manusia kita selalu menyadarinya dan bersyukur setiap saat akan kenikmatan yang menjadi berkah dalam hidup kita. Untuk menambah keberkahan dalam hidup, sedekah bisa menjadi salah satu kuncinya. Rezeki yang merupakan salah satu nikmat dalam hidup ini, akan bertambah keberkahannya jika kita membagikannya kepada orang lain membutuhkan.
ARTIKEL09/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
Pengertian, jenis dan Syarat Zakat Perusahaan
Pengertian, jenis dan Syarat Zakat Perusahaan
Zakat bukan hanya kewajiban individu muslim, tetapi juga melekat pada perusahaan yang telah memenuhi syarat nishab dan haul. Dalam konteks modern, zakat perusahaan menjadi instrumen penting yang mampu menghubungkan dunia bisnis dengan tanggung jawab sosial, serta menghadirkan keberkahan dalam setiap aktivitas usaha. Perusahaan sebagai entitas hukum dapat dikenai kewajiban zakat atas harta yang dimilikinya. Hal ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat serta fatwa-fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dengan menunaikan zakat, perusahaan tidak hanya melaksanakan kewajiban agama, tetapi juga berkontribusi dalam pembangunan sosial dan pengentasan kemiskinan. Objek zakat perusahaan meliputi berbagai sumber pendapatan dan aset, seperti keuntungan usaha, simpanan, modal yang diputar, hingga hasil investasi yang halal. Jika total kekayaan bersih perusahaan telah mencapai nishab setara dengan 85 gram emas dan telah berjalan selama satu tahun (haul), maka wajib dizakati sebesar 2,5%. Dalam praktiknya, zakat perusahaan dapat dihitung dari laba bersih setelah pajak, atau berdasarkan total aset produktif yang dimiliki. Mekanisme ini memudahkan perusahaan untuk menjalankan kewajiban tanpa mengganggu keberlangsungan operasional. BAZNAS Kota Sukabumi sebagai lembaga resmi pengelola zakat siap membantu proses perhitungan, konsultasi, hingga pelaporan zakat perusahaan dengan transparan. Menunaikan zakat perusahaan memiliki dampak besar bagi masyarakat. Dana zakat yang dihimpun akan disalurkan ke berbagai program pemberdayaan, mulai dari pendidikan, kesehatan, bantuan kemanusiaan, hingga pemberdayaan ekonomi umat. Dengan demikian, zakat perusahaan bukan hanya sekadar kewajiban ritual, tetapi juga bentuk nyata dari kepedulian sosial perusahaan. Selain manfaat sosial, zakat perusahaan juga menghadirkan manfaat spiritual dan keberkahan dalam bisnis. Banyak perusahaan besar di dunia yang meyakini bahwa konsistensi dalam berbagi membawa ketenangan, memperkuat reputasi, serta membuka pintu-pintu rezeki yang lebih luas. Dalam perspektif Islam, zakat yang ditunaikan justru menyucikan harta dan memperkokoh keberlangsungan usaha. Dari sisi regulasi, perusahaan yang menyalurkan zakat melalui BAZNAS dapat memperoleh manfaat fiskal berupa pengurang pajak penghasilan (PPh). Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan, yang menyatakan bahwa zakat dapat menjadi pengurang penghasilan kena pajak apabila disalurkan melalui lembaga resmi seperti BAZNAS. Dengan adanya insentif pajak tersebut, zakat perusahaan menjadi pilihan strategis bagi manajemen untuk menyelaraskan kepatuhan hukum, tanggung jawab sosial, dan nilai spiritual. Perusahaan tidak hanya menjalankan kewajiban agama, tetapi juga memperkuat tata kelola bisnis yang berintegritas. BAZNAS Kota Sukabumi mengundang seluruh perusahaan di wilayah Kota Sukabumi untuk berkolaborasi dalam kebaikan ini. Dengan dukungan perusahaan, misi BAZNAS dalam memberdayakan mustahik dan menyejahterakan umat akan semakin kuat. Perusahaan dapat menjadi bagian dari gerakan besar membangun masyarakat yang lebih mandiri, berdaya, dan berkeadilan. Mari jadikan zakat perusahaan sebagai budaya korporasi yang melekat pada setiap langkah bisnis. Dengan menunaikannya melalui BAZNAS Kota Sukabumi, perusahaan tidak hanya mendapatkan keberkahan usaha, tetapi juga menjadi agen perubahan sosial yang berperan aktif dalam mewujudkan masyarakat sejahtera. Tunaikan zakat perusahaan Anda sekarang, karena keberkahan bisnis dimulai dari keberkahan harta.
ARTIKEL08/09/2025 | Khoirunisa
Pengertian, Jenis dan Syarat Zakat Saham
Pengertian, Jenis dan Syarat Zakat Saham
Perkembangan dunia investasi membuat saham kini menjadi salah satu instrumen populer di kalangan masyarakat. Dalam Islam, kepemilikan saham yang memberikan keuntungan juga termasuk harta yang wajib dizakati apabila telah memenuhi syarat. Zakat saham menjadi wujud nyata penyucian harta sekaligus tanggung jawab sosial investor muslim. Saham pada dasarnya adalah bukti kepemilikan seseorang terhadap sebuah perusahaan. Karena saham bernilai finansial dan memberikan keuntungan berupa dividen maupun capital gain, maka saham termasuk objek zakat apabila mencapai nishab dan haul. Nishab zakat saham disamakan dengan zakat emas, yaitu setara 85 gram emas. Apabila nilai saham yang dimiliki telah mencapai jumlah tersebut dan disimpan selama satu tahun (haul), maka wajib dizakati sebesar 2,5%. Cara menghitung zakat saham bisa dilakukan dengan dua pendekatan. Pertama, jika saham dimiliki sebagai investasi jangka panjang (mirip harta simpanan), maka zakat dihitung berdasarkan nilai pasar saham saat haul tiba, dikalikan 2,5%. Kedua, jika saham diperdagangkan aktif (trading), maka zakat dihitung dari nilai saham ditambah keuntungan bersih, setelah dikurangi kewajiban atau utang terkait investasi. Contoh sederhana: seorang investor memiliki portofolio saham senilai Rp200 juta. Karena nilainya sudah melebihi nishab, maka ia wajib menunaikan zakat sebesar 2,5% × Rp200 juta = Rp5 juta. Zakat tersebut bisa ditunaikan dalam bentuk uang tunai senilai harga saham, bukan dalam bentuk saham fisik. Zakat saham tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga mendatangkan keberkahan bagi investor. Dengan menunaikannya, keuntungan investasi tidak hanya memberikan manfaat pribadi, tetapi juga mengalir untuk kemaslahatan umat. Dari sisi sosial, zakat saham yang disalurkan melalui BAZNAS Kota Sukabumi akan digunakan untuk mendukung berbagai program pemberdayaan umat, seperti pendidikan, kesehatan, bantuan kemanusiaan, hingga pengembangan ekonomi masyarakat. Dengan demikian, zakat saham menjadi bagian penting dalam menciptakan keadilan sosial. Selain manfaat spiritual dan sosial, zakat saham juga memberikan manfaat legal. Zakat yang ditunaikan melalui BAZNAS dapat menjadi pengurang pajak penghasilan (PPh), sehingga investor mendapatkan keberkahan sekaligus manfaat fiskal. BAZNAS Kota Sukabumi siap memfasilitasi para investor dalam menghitung, menunaikan, dan melaporkan zakat saham secara aman, transparan, dan sesuai syariat. Layanan digital yang tersedia memudahkan muzaki untuk membayar zakat saham kapan saja dan di mana saja. Mari jadikan zakat saham sebagai komitmen moral dan spiritual dalam berinvestasi. Dengan menunaikannya melalui BAZNAS Kota Sukabumi, Anda tidak hanya menjaga kesucian harta, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan besar untuk mewujudkan kesejahteraan umat. Tunaikan zakat saham Anda sekarang, agar investasi dunia dan akhirat berjalan seimbang.
ARTIKEL08/09/2025 | Khoirunisa
Niat Puasa Daud: Tata Cara dan Manfaatnya untuk Menumbuhkan Ketakwaan
Niat Puasa Daud: Tata Cara dan Manfaatnya untuk Menumbuhkan Ketakwaan
Puasa Daud adalah salah satu bentuk ibadah puasa sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Cara melakukan puasa daud dilakukan secara selang-seling: sehari berpuasa dan sehari berbuka. Sebelum menjalankan ibadah ini, penting bagi setiap Muslim untuk memahami niat puasa Daud, karena tanpa niat, sebuah amalan tidak akan diterima serta tata cara puasanya Apa Itu Puasa Daud? Puasa Daud merupakan ibadah sunnah yang berpahala besar bagi yang mengamalkannya. Meskipun tidak berdosa bila ditinggalkan, puasa ini memiliki nilai spiritual tinggi yang mendidik jiwa untuk hidup seimbang: satu hari menikmati dunia, satu hari menahan diri dari hal-hal duniawi. Untuk pelaksanaan puasa daud hampir sama dengan puasa pada umumnya Niat Puasa Daud Niat adalah langkah pertama dan utama dalam melaksanakan puasa Daud. Tidak seperti puasa wajib yang harus diniatkan sebelum fajar, puasa sunnah ini boleh diniatkan di pagi hari, selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa. Niat di malam hari: "Nawaitu shouma Dawuda sunnatan lillahi ta’ala" (Aku berniat puasa sunnah Daud karena Allah ta’ala) Niat di pagi hari (setelah subuh dan tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa): "Nawaitu shauma hadzal yaumi an ada’i sunnati Dawuda lillahi ta’ala" (Aku berniat puasa sunnah Daud hari ini karena Allah ta’ala) Tata Cara Menjalankan Puasa Daud 1. Membaca Niat Dianjurkan membaca niat di malam hari, namun diperbolehkan di pagi hari sebelum tergelincir pada hal-hal yang membatalkan puasa. 2. Makan Sahur Sahur adalah sunnah yang penuh berkah. Jika terlewat, puasa tetap sah selama belum membatalkannya. 3. Menahan Diri dari Pembatal Puasa Dari terbit fajar hingga terbenam matahari, seseorang harus menahan diri dari makan, minum, serta perbuatan yang bisa merusak nilai puasa seperti berbohong, gibah, dan maksiat lainnya. 4. Berbuka Puasa Tepat Waktu Waktu berbuka puasa sama seperti puasa lainnya, yaitu saat matahari terbenam. Disunnahkan untuk segera berbuka demi menjaga kesehatan dan mengikuti sunah Nabi. Keutamaan dan Manfaat Puasa Daud Puasa Daud adalah latihan spiritual yang luar biasa. Seseorang belajar untuk mengendalikan diri, menyeimbangkan antara kehidupan dunia dan akhirat, serta mendidik hati agar tidak terikat pada kenikmatan dunia semata. Dari sisi kesehatan, puasa Daud juga memberikan banyak manfaat, seperti detoksifikasi tubuh dan memperkuat sistem metabolisme. Dari sisi ruhani, puasa ini meningkatkan ketakwaan dan keikhlasan. Puasa Daud boleh dilakukan sepanjang tahun, kecuali pada hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa, seperti: 1 Syawal (Idul Fitri) 10–13 Dzulhijjah (Idul Adha dan hari-hari Tasyrik) Seluruh bulan Ramadhan (karena sudah ada kewajiban puasa) Islam mengajarkan kita untuk beribadah dengan penuh keikhlasan, tanpa pamrih duniawi. Puasa Daud adalah salah satu wujud pengabdian yang dapat mendekatkan kita kepada Allah SWT. Sebagai bagian dari masyarakat yang peduli pada kesejahteraan umat, BAZNAS Kota Sukabumi terus mengajak masyarakat untuk meningkatkan amal ibadah, termasuk melalui sedekah dan infak. Kebaikan yang kita tanam hari ini, insyaAllah akan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya. Mari wujudkan semangat berbagi dengan mengakses layanan Sedekah Online BAZNAS Kota Sukabumi. Setiap rupiah yang Anda sumbangkan, adalah harapan dan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan. Aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin.
ARTIKEL08/09/2025 | Khoirunisa
Definisi Sedekah dan Keutamaan
Definisi Sedekah dan Keutamaan
Sedekah merupakan kata yang sangat familiar di kalangan umat Islam. Sedekah diambil dari kata bahasa Arab yaitu “shadaqah”, berasal dari kata sidq (sidiq) yang berarti “kebenaran”. Menurut peraturan BAZNAS No.2 tahun 2016, sedekah adalah harta atau non harta yang dikeluarkan oleh seseorang atau badan usaha di luar zakat untuk kemaslahatan umum. Sedekah merupakan amalan yang dicintai Allah SWT. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya ayat Al-Qur’an yang menyebutkan tentang sedekah, salah satunya dalam surat Al-Baqarah ayat 271, “Jika kamu menampakkan sedekah (mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu, dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al-Baqarah: 271). Keutamaan Sedekah 1. Sedekah Tidak Mengurangi Harta “Sedekah adalah ibadah yang tidak akan mengurangi harta, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda untuk mengingatkan kita dalam sebuah riwayat Muslim, “sedekah tidaklah mengurangi harta.” (HR. Muslim). Mengapa sedekah tidak akan mengurangi harta? Karena meskipun secara tersurat harta terlihat berkurang, namun kekurangan tersebut akan ditutup dengan pahala di sisi Allah SWT dan akan terus bertambah kelipatannya menjadi lebih banyak. Hal ini merupakan janji Allah yang termaktub dalam surat Saba “Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah pemberi rezeki sebaik-baiknya.” (QS. Saba’: 39). 2. Sedekah Menghapus Dosa Sebagai makhluk Allah SWT yang tak luput dari dosa, umat Islam senantiasa diberikan berbagai keistimewaan agar berkesempatan untuk bertaubat dan menghapus dosa-dosanya dengan cara yang yang diridhai oleh Nya. Salah satunya dengan sedekah. Sedekah merupakan ibadah yang istimewa, ia dapat memudahkan kita dalam menghapus dosa-dosa. Rasulullah SAW pernah bersabda “Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air itu memadamkan api. (HR. At-Tirmidzi). 3. Sedekah Melipatgandakan Pahala Sedekah memberikan banyak keistimewaan kepada pelakunya, salah satu diantaranya adalah Allah SWT akan memberikan pahala yang banyak untuk orang yang bersedekah. Allah SWT berfiman, “Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (Qs. Al Hadid: 18) Itulah beberapa keistimewaan sedekah. Begitu banyak nikmat Allah dalam bersedekah, semoga kita termasuk ke dalam orang orang yang diringankan dalam melakukan ibadah istimewa ini. Aamiin. Tunaikan sedekah melalui BAZNAS Kota Sukabumi via link berikut: kotasukabumi.baznas.go.id/sedekah
ARTIKEL08/09/2025 | Khoirunisa
KEUTAMAAN SHALAT DHUHA DAN DO’A SHALAT DHUHA
KEUTAMAAN SHALAT DHUHA DAN DO’A SHALAT DHUHA
Shalat dhuha merupakan salah satu shalat sunnah yang sangat diajurkan oleh Rasululah SAW. Sangat banyak sekali keterangan dan penjelasan hadits yang menjelaskan kelebihan, keistimewaan, dan keutamaan shalat dhuha ini. Kita tentu akan merasa lebih semangat jika mengetahui keutamaan dari shalat dhuha ini. Karena dengan kita mengetahui keuntungan dan kebaikan bahkan keutamaan dari shalat dhuha kita akan menjadi lebih bersemangat untuk melakukan shalat dhuha ini. Banyak sekali penjelasan dari para ulama yang diungkapkan Rasulullah saw mengenai keutamaan shalat dhuha ini, yaitu: 1. Menjanjikan akan tercukupi hidupnya Shalat dhuha merupakan shalat permohonan rezeki. Dan Allah swt juga berjanji bagi siapa saja yang sering melakukan shalat dhuha Allah akan mencukupi semua kebutuhan umatnya. Dengan janji yang sudah Allah berikan itu, Allah bermaksud memberikan balasan atau timbal balik kepada umatnya yang sudah bersiap mengingat Allah dengan cara melakukan shalat dhuha. Dan janji Allah ini bisa dilihat dalam hadits qudsi. Na'im bin Hammar berkata, “Aku mendengar Rasulullah bersabda: Allah berfirman, 'Wahai Anak Adam, janganlah sekali-sekali engkau malas melakukan shalat empat rakaat pada pagi hari (salat dhuha) karena akan memenuhi kebutuhanmu hingga sore hari'.” (Hr.Abu Daud) 2. Shalat dhuha sebagai amal persediaan Dan salah satu keutamaan dari shalat dhuha ini ialah shalat sunnah (dhuha) dapat menyempurnakan kekurangan shalat wajib. Seperti yang kita ketahui, shalat adalah salah satu amalan yang pertama kali akan ditanyakan di hari akhir. Dan shalat juga kunci semua amal kebaikan. Jika shalatnya baik maka baiklah amal ibadah yang lainnya. Alasan mengapa shalat dhuha bisa dikatakan sebagai amal ibadah, karena shalat sunnah (dhuha) bisa menjadi amal cadangan yang nantinya dapat menyempurnakan kekurangan dari shalat fardhu. Rasulullah saw bersabda: sesungguhnya yang pertama kali dihisab pada diri hamba pada hari akhir amalannya adalah shalat. Apabila benar shalatnya maka ia telah lulus dan beruntung, dan sebaliknya jika shalatnya rusak maka ia akan kecewa dan rugi. Jika terdapat kekurangan pada shalat wajibnya, maka Allah berfirman, 'perhatikanlah, jikalau hamba-ku mempunyai shalat sunnah maka sempurnakanlah dengan shalat sunnah sekedar apa yang menjadi kekurangan pada shalat wajibnya. Jika urusan shalat, barulah amalan lainnya.” (Hr. Ash-habus Sunan dari Abu Hurairah RA) 3. Dijauhkan dari siksa api neraka pada hari janji nanti Shalat dhuha menjadi salah satu cara kita untuk menghindari api neraka. Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa melakukan shalat fajar, kemudian ia tetap duduk di tempat shalatnya sambal berdzikir hingga matahari terbit kemudia ia melaksanakan shalat dhuha sebanyak dua rakaat, niscaya allah swt akan mengharamkan api neraka untuk menyentuh atau membakar tubuhnya.” (HR. Al-Baihaqi) setelah sahabat shalat doa sebaiknya juga disertai dengan doa sebagai berikut DO' A SHALAT DHUHA Allahumma innad-duhaa'a duhaa'uka wal bahaa'a bahaa'auka wal-jamaala jamaaluka wal-quwwata quwwatuka wal-qudrota qudratuka wal-'ismata 'ismatuka. Allahumma dalam kaana rizqii fis-samaa'i fa anzilhu, wa dalam kaana fil-ardi fa akhrijhu, wa dalam kaana mu'assiran fa yassirhu, wa dalam kaana haraaman fa tahhirhu wa dalam kaana ba'iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa'ika wa bahaa'ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa aataita 'ibaadakash-shalihiin. Artinya: "Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu Dhuha adalah waktu DhuhaMu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahanMu, kekuatan adalah kekuatanMu, penjagaan adalah penjagaan-Mu" "Wahai Tuhanku, jika rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, jika berada di dalam bumi maka keluarkanlah, jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika jauh dekatkanlah dengan kebenaran DhuhaMu, kekuasaanMu (wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang sholeh" untuk menambah rezeki yang berlipat ganda juga bisa dengan bersedekah. karena Allah akan memberikan balasan 7x lipat dari apa yang kita sedekahkan.
ARTIKEL08/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat