WhatsApp Icon
Menelan Air Ludah Saat Puasa: Fakta Penting, Hukum Ulama, dan Penjelasan Lengkap

Menelan Air Ludah Saat Puasa sering membuat ragu. Simak fakta penting, hukum menurut ulama, syarat sah puasa, dan penjelasan lengkapnya di sini.

Menelan Air Ludah Saat Puasa: Fakta Penting, Hukum Ulama, dan Penjelasan Lengkap

Menelan Air Ludah Saat Puasa sering kali menjadi pertanyaan yang muncul di tengah masyarakat, terutama saat bulan Ramadhan. Tidak sedikit orang yang merasa ragu dan khawatir puasanya batal hanya karena menelan ludahnya sendiri. Bahkan, ada yang memilih membuang ludah berulang kali saat berpuasa karena takut melanggar aturan puasa. Lantas, bagaimana sebenarnya hukum menelan air ludah saat berpuasa menurut Islam?

Puasa memang dapat batal apabila seseorang dengan sengaja memasukkan makanan atau minuman ke dalam tubuh melalui rongga tertentu. Namun, air ludah atau air liur merupakan sesuatu yang secara alami diproduksi oleh tubuh dan sangat sulit dihindari. Oleh karena itu, para ulama memberikan penjelasan khusus terkait hukum menelan air ludah saat puasa.

Hukum Menelan Air Ludah Saat Puasa Menurut Ulama

[caption id="attachment_2634" align="alignnone" width="398"]add media BAZNAS Kota Sukabumi[/caption]

Dalam buku “Hukum Menelan Air Ludah bagi Orang yang Berpuasa” karya Ahmad Mundzir, seorang pengajar Pondok Pesantren Raudhatul Quran An-Nasimiyyah Semarang, dijelaskan bahwa para ulama sepakat menelan air ludah tidak membatalkan puasa. Kesepakatan ini didasarkan pada kenyataan bahwa air liur merupakan bagian alami dari tubuh manusia dan sulit untuk dihindari keberadaannya.

Penjelasan ini juga ditegaskan oleh Imam an-Nawawi dalam kitab al-Majmu’ Syarah al-Muhadzdzab (Juz 6, halaman 341). Beliau menyatakan:

“Menelan air liur itu tidak membatalkan puasa sesuai kesepakatan para ulama. Hal ini berlaku jika orang yang berpuasa tersebut memang biasa mengeluarkan air liur. Sebab susahnya memproteksi air liur untuk masuk kembali.”

Dari penjelasan ini, dapat dipahami bahwa Islam adalah agama yang memberikan kemudahan dan tidak memberatkan umatnya dalam menjalankan ibadah.

Syarat Menelan Air Ludah Agar Tidak Membatalkan Puasa

Meski menelan air ludah saat puasa pada dasarnya tidak membatalkan puasa, para ulama memberikan beberapa syarat penting yang perlu diperhatikan agar puasa tetap sah.

  1. Air Ludah Tidak Tercampur Zat Lain: Air ludah yang ditelan harus murni, tidak tercampur dengan zat lain seperti darah akibat luka gusi, sisa makanan, atau minuman. Jika air ludah bercampur dengan zat lain lalu sengaja ditelan, maka hal tersebut berpotensi membatalkan puasa.
  2. Air Ludah Tidak Keluar Melewati Bibir: Air ludah yang masih berada di dalam rongga mulut dan belum melewati batas bibir luar boleh ditelan dan tidak membatalkan puasa. Namun, jika air ludah sudah keluar dari mulut lalu dikumpulkan kembali dan ditelan dengan sengaja, sebagian ulama berpendapat hal ini dapat membatalkan puasa.
  3. Tidak Sengaja Menampung Ludah Berlebihan: Jika seseorang dengan sengaja menampung air ludah dalam jumlah banyak lalu menelannya, terdapat perbedaan pendapat ulama. Pendapat yang masyhur menyebutkan bahwa selama perbuatan tersebut tidak disengaja dan tidak ada unsur rekayasa, maka puasanya tetap sah.

Dengan memenuhi ketiga syarat tersebut, menelan air ludah saat puasa tidak perlu dikhawatirkan dan puasa tetap dianggap sah.

Mengapa Tidak Perlu Berlebihan Membuang Ludah?

Membuang ludah secara berlebihan justru dapat mengganggu kenyamanan dan kekhusyukan ibadah puasa. Islam mengajarkan keseimbangan dan kemudahan dalam beribadah. Selama tidak ada unsur kesengajaan memasukkan sesuatu ke dalam tubuh, puasa tetap sah dan bernilai ibadah.

Menyempurnakan Puasa dengan Sedekah

Selain menjaga sah atau tidaknya puasa, umat Islam dianjurkan untuk menyempurnakan ibadah Ramadhan dengan memperbanyak amal kebaikan, salah satunya bersedekah. Sedekah dapat melipatgandakan pahala puasa dan membantu sesama yang membutuhkan.

Bersedekah kini semakin mudah melalui BAZNAS Kota Sukabumi secara online. Sebagai lembaga pemerintah nonstruktural yang mengelola dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), BAZNAS Provinsi Jawa Barat telah dipercaya masyarakat luas.

Bersedekah mudah melalui:

Semoga setiap kebaikan yang kita keluarkan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

BSI 4964964969 A/N Baznas Kota Sukabumi

No. Pelayanan: 085721333351

Memberikan sedekah atau zakat membantu sesama yang membutuhkan dan menjadi penebus dosa bagi yang menunda kewajiban. Seperti firman Allah SWT:
"Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji." (QS. Al-Baqarah: 261)

Melalui BAZNAS, sedekah lebih mudah, aman, dan tepat sasaran.

[caption id="attachment_2552" align="alignnone" width="503"]rekening baznas baznas kota sukabumi[/caption]

Untuk referensi bacaan singkat lainnya kunjungi artikel BAZNAS Kota Sukabumi yang mengulas tema Mencari Keuntungan Bisnis Tanpa Menghilangkan Keberkahan

15/01/2026 | Kontributor: Baznas Kota Sukabumi
Hal-Hal yang Membatalkan Puasa: Panduan Lengkap dan Penting bagi Muslim

Hal-Hal yang Membatalkan Puasa wajib diketahui setiap Muslim. Simak penjelasan lengkap 8 perkara pembatal puasa beserta dalil Al-Qur’an dan hadits.

Hal-Hal yang Membatalkan Puasa: Panduan Lengkap dan Penting bagi Muslim

[caption id="attachment_2640" align="alignnone" width="430"]8 Ha Pembatal Puasa BAZNAS Kota Sukabumi[/caption]

Hal-Hal yang Membatalkan Puasa

merupakan pengetahuan penting yang wajib dipahami setiap Muslim agar ibadah puasa yang dijalankan sah dan sempurna. Puasa adalah salah satu ibadah utama dalam Islam dan termasuk ke dalam rukun Islam. Hukumnya ada yang wajib dan ada pula yang sunnah. Puasa yang wajib dijalankan oleh setiap Muslim yang telah baligh dan berakal adalah puasa Ramadhan.

Puasa Ramadhan dilaksanakan selama 29 atau 30 hari pada bulan Ramadhan dan perintahnya disebutkan secara tegas dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 183 yang menjelaskan kewajiban puasa bagi orang-orang beriman. Oleh karena itu, memahami hal-hal yang membatalkan puasa menjadi sangat penting agar ibadah yang dilakukan tidak sia-sia.

Foto

Berikut ini 8 hal yang membatalkan puasa seseorang menurut Al-Qur’an, hadits, dan pendapat para ulama.

1. Memasukkan Sesuatu ke Dalam Tubuh dengan Sengaja

Makan dan minum dengan sengaja merupakan pembatal puasa yang paling jelas. Hal ini berdasarkan firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 187:

“Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam.”

Namun, jika seseorang makan atau minum karena lupa, maka puasanya tetap sah dan boleh dilanjutkan.

2. Memasukkan Sesuatu ke Dalam Kubul atau Dubur

Memasukkan sesuatu melalui kubul atau dubur, meskipun untuk pengobatan, dapat membatalkan puasa. Contohnya seperti pemasangan kateter urin, obat ambeien, atau cairan tertentu yang masuk ke dalam tubuh dan dianalogikan sebagai makan atau minum oleh sebagian ulama.

3. Muntah dengan Sengaja

Muntah yang disengaja membatalkan puasa. Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang terpaksa muntah, maka tidak wajib baginya mengqadha puasanya. Dan barang siapa muntah dengan sengaja, maka wajib baginya mengqadha puasanya.”
(HR. Abu Daud)

Jika muntah terjadi tanpa disengaja, maka puasa tetap sah.

4. Melakukan Hubungan Suami Istri

Melakukan hubungan suami istri di siang hari Ramadhan termasuk pembatal puasa yang paling berat. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 187 yang menjelaskan bahwa hubungan suami istri hanya dihalalkan pada malam hari di bulan puasa.

Bagi yang melanggarnya, wajib menunaikan kafarat berat, yaitu:

  • Memerdekakan budak mukmin

  • Jika tidak mampu, berpuasa dua bulan berturut-turut

  • Jika tidak mampu juga, memberi makan 60 fakir miskin

5. Keluar Air Mani dengan Sengaja

Keluar air mani dengan sengaja, baik melalui onani atau bercumbu tanpa jima’, membatalkan puasa dan wajib mengqadha tanpa kafarat. Hal ini berdasarkan hadits Bukhari:

“Ketika berpuasa ia meninggalkan makan, minum, dan syahwat karena-Ku.”

Namun, jika mani keluar tanpa disengaja seperti mimpi basah, maka tidak membatalkan puasa.

6. Haid dan Nifas

Wanita yang mengalami haid atau nifas saat berpuasa, meskipun menjelang waktu berbuka, puasanya batal dan wajib menggantinya di hari lain. Rasulullah SAW bersabda:

“Bukankah jika wanita haid, ia tidak shalat dan tidak berpuasa?” (HR. Bukhari)

7. Gila atau Hilang Akal

Salah satu syarat wajib puasa adalah berakal sehat. Jika seseorang mengalami gila atau hilang akal, maka puasanya batal karena tidak terpenuhinya syarat sah puasa.

8. Keluar dari Islam (Murtad)

Keluar dari Islam, baik melalui perkataan maupun perbuatan, otomatis membatalkan seluruh ibadah, termasuk puasa. Jika seseorang mengingkari keesaan Allah saat berpuasa, maka puasanya batal.

Kesimpulan

Hal-Hal yang Membatalkan Puasa wajib dipahami agar ibadah Ramadhan dijalankan dengan benar sesuai syariat Islam. Dengan memahami pembatal puasa, setiap Muslim dapat lebih berhati-hati dan menjaga kesucian ibadahnya. Semoga artikel ini dapat membantu Sahabat BAZNAS menjalankan puasa dengan ilmu dan kesadaran yang benar.

Bersedekah mudah melalui:

Semoga setiap kebaikan yang kita keluarkan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

BSI 4964964969 A/N Baznas Kota Sukabumi

No. Pelayanan: 085721333351

Memberikan sedekah atau zakat membantu sesama yang membutuhkan dan menjadi penebus dosa bagi yang menunda kewajiban. Seperti firman Allah SWT:
"Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji." (QS. Al-Baqarah: 261)

Melalui BAZNAS Kota Sukabumi, sedekah lebih mudah, aman, dan tepat sasaran.

[caption id="attachment_2552" align="alignnone" width="503"]rekening baznas baznas kota sukabumi[/caption]

Untuk referensi bacaan singkat lainnya kunjungi artikel BAZNAS Kota Sukabumi yang mengulas tema Perlu Nggak Sih Kita Jadi Muzakki? Banyak yang Belum Tahu

15/01/2026 | Kontributor: Baznas Kota Sukabumi
Puasa Tanpa Sahur: Panduan Lengkap Hukum, Dalil, dan Manfaatnya

Puasa Tanpa Sahur sering menjadi pertanyaan umat Muslim. Simak hukum sahur dalam Islam, dalil Al-Qur’an dan hadits, pendapat ulama, serta manfaat sahur.

Puasa Tanpa Sahur: Panduan Lengkap Hukum, Dalil, dan Manfaatnya

Puasa Tanpa Sahur sering menjadi topik yang dipertanyakan oleh umat Islam, terutama ketika seseorang tertidur dan terlewat waktu sahur atau karena kondisi tertentu yang membuatnya tidak sempat makan sahur. Puasa sendiri adalah ibadah menahan diri dari makan, minum, dan hawa nafsu sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Biasanya, puasa diawali dengan makan sebelum terbit fajar yang dikenal dengan sahur.

Namun, bagaimana hukum puasa tanpa sahur dalam Islam? Apakah sahur merupakan syarat sahnya puasa, ataukah hanya sekadar anjuran? Artikel ini akan mengupas secara lengkap hukum, dalil, pendapat ulama, serta manfaat sahur dalam Islam.

Hukum Sahur dalam Islam

[caption id="attachment_2646" align="alignnone" width="515"]Hukum Sahur Dalam Islam Baznas Kota Sukabumi[/caption]

Banyak umat Muslim bertanya, apakah puasa tanpa sahur diperbolehkan? Dalam Islam, sahur bukanlah syarat sah puasa, melainkan amalan sunnah yang sangat dianjurkan. Artinya, puasa tetap sah meskipun seseorang tidak melaksanakan sahur.

Rasulullah SAW bersabda:

“Makan sahur itu mengandung berkah, maka janganlah kalian meninggalkannya, walaupun hanya dengan seteguk air.”
(HR. Ahmad dan Ibnu Hibban)

Hadits ini menunjukkan bahwa sahur memiliki keutamaan dan keberkahan, meskipun tidak diwajibkan. Oleh karena itu, puasa tanpa sahur tetap sah, tetapi sangat disayangkan jika seseorang meninggalkan sahur tanpa alasan.

Allah SWT juga berfirman dalam Al-Qur’an:

“Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa hingga malam…”
(QS. Al-Baqarah: 187)

Ayat ini menunjukkan batas waktu makan sebelum puasa dimulai, namun tidak menjadikan sahur sebagai syarat sah puasa.

Puasa Tanpa Sahur Menurut Pendapat Ulama

Para ulama sepakat bahwa puasa tanpa sahur hukumnya boleh, tetapi sahur tetap dianjurkan. Berikut beberapa pendapat ulama dari berbagai mazhab:

Mazhab Syafi’i dan Hambali

Dalam Mazhab Syafi’i dan Hambali, sahur dihukumi sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan). Jika seseorang berpuasa tanpa sahur, puasanya tetap sah, tetapi ia kehilangan keberkahan sahur.

Mazhab Hanafi

Imam Abu Hanifah menyatakan bahwa puasa tanpa sahur diperbolehkan. Namun, beliau menekankan bahwa sahur membantu meringankan puasa dan menjaga kekuatan fisik selama berpuasa.

Mazhab Maliki

Mazhab Maliki juga berpendapat bahwa sahur bukan syarat sah puasa, tetapi merupakan sunnah yang mengandung hikmah besar bagi pelaksana puasa.

Pendapat Ulama Kontemporer

Ulama kontemporer seperti Syaikh Ibnu Utsaimin menegaskan bahwa puasa tanpa sahur sah secara hukum, namun sahur sangat dianjurkan karena mengandung keberkahan dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW.

Manfaat Sahur dalam Puasa

[caption id="attachment_2647" align="alignnone" width="357"]5 Manfaat Sahur Dalam Islam BAZNAS Kota Sukabumi[/caption]

Meskipun puasa tanpa sahur diperbolehkan, sahur memiliki banyak manfaat, baik secara spiritual maupun kesehatan.

  1. Mendapat Keberkahan: Rasulullah SAW secara khusus menyebut sahur sebagai waktu yang penuh berkah. Keberkahan ini mencakup kekuatan fisik dan kemudahan dalam beribadah.
  2. Menjaga Stamina Selama Puasa: Sahur membantu tubuh memiliki cadangan energi. Tanpa sahur, tubuh lebih cepat lemas dan sulit fokus dalam aktivitas maupun ibadah.
  3. Mengurangi Rasa Lapar dan Haus: Dengan sahur, rasa lapar dan haus dapat ditekan sehingga puasa terasa lebih ringan dan nyaman.
  4. Mengikuti Sunnah Rasulullah SAW: Sahur adalah salah satu bentuk meneladani sunnah Rasulullah SAW. Meskipun puasa tanpa sahur sah, mengikuti sunnah tentu lebih utama.
  5. Membantu Bangun Lebih Awal untuk Ibadah: Sahur membuat seseorang terbiasa bangun sebelum subuh, sehingga bisa dimanfaatkan untuk shalat malam, dzikir, dan doa.

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa puasa tanpa sahur hukumnya sah dan diperbolehkan dalam Islam. Namun, sahur merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan karena mengandung banyak keberkahan dan manfaat. Dalil dari Al-Qur’an, hadits, dan pendapat para ulama menunjukkan bahwa sahur bukan syarat sah puasa, tetapi merupakan sarana untuk menyempurnakan ibadah puasa.

Bagi umat Muslim yang ingin menjalankan puasa dengan lebih optimal, sangat dianjurkan untuk tidak meninggalkan sahur, meskipun hanya dengan seteguk air. Dengan sahur, puasa akan terasa lebih ringan, ibadah lebih khusyuk, dan keberkahan pun lebih terasa.

Bersedekah mudah melalui:

Semoga setiap kebaikan yang kita keluarkan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

BSI 4964964969 A/N Baznas Kota Sukabumi

No. Pelayanan: 085721333351

Memberikan sedekah atau zakat membantu sesama yang membutuhkan dan menjadi penebus dosa bagi yang menunda kewajiban. Seperti firman Allah SWT:
"Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji." (QS. Al-Baqarah: 261)

Melalui BAZNAS Kota Sukabumi, sedekah lebih mudah, aman, dan tepat sasaran.

[caption id="attachment_2552" align="alignnone" width="447"]rekening baznas baznas kota sukabumi[/caption]

Untuk referensi bacaan singkat lainnya kunjungi artikel BAZNAS Kota Sukabumi yang mengulas tema Bantuan Pendidikan BAZNAS Kota Sukabumi: Solusi Ringan untuk Pelajar yang Membutuhkan

15/01/2026 | Kontributor: Baznas Kota Sukabumi
Menangis Bisa Membatalkan Puasa? : Mitos dan Fakta yang Perlu Diketahui

Apakah Menangis Membatalkan Puasa? Simak penjelasan lengkap berdasarkan hukum Islam, pendapat ulama, serta mitos dan fakta agar tidak salah paham saat berpuasa.

Menangis Membatalkan Puasa? Fakta Penting dan Penjelasan Ulama

Emosi yang diekspresikan ketika sedih umumnya adalah menangis. Namun jika menangis saat puasa apakah akan membatalkan puasa? Karena saat berpuasa kita diharapkan dapat menahan diri dari emosi.  Bahkan saat kecil, sering kita mendengar orang tua berkata kepada anaknya untuk jangan menangis agar puasa tidak batal.

Sebelumnya, kamu tentu tahu beberapa hal yang dapat membatalkan puasa, seperti makan dan minum disengaja, berhubungan intim dengan sengaja, memasukkan sesuatu ke dalam lubang di tubuh, dan lain sebagainya yang bisa dibaca selengkpanya disini

Jadi, apakah menangis bisa membatalkan puasa, mari simak mitos dan fakta yang perlu diketahui dalam artikel ini

Apakah Menangis Membatalkan Puasa?

[caption id="attachment_2652" align="alignnone" width="443"]Menangis bisa membatalkan puasa BAZNAS Kota Sukabumi[/caption]

Dilansir dari laman NU Online, menangis tidak membatalkan puasa sebab bukan termasuk dari memasukkan sesuatu sampai rongga bagian dalam tubuh (jauf). Dari suatu hadits riwayat Muslim diketahui bahwa Abu Bakar As Shiddiq sering menangis ketika sholat atau membaca Alquran. Walaupun  tidak dijelaskan secara detail menangis dapat membuat puasa batal atau tidak, tetapi bukan hal yang mustahil jika beliau pernah menangis saat puasa.

Ketika seseorang menangis, tidak terdapat sesuatu yang masuk ke dalam mata menuju arah tenggorokan. Hal ini ditegaskan dalam kitab Rawdah at Thalibin berikut:

Artinya: "Cabang permasalahan. Tidak dipermasalahkan bagi orang yang berpuasa untuk bercelak, baik ditemukan dalam tenggorokannya dari celak tersebut suatu rasa atau tidak. Sebab mata tidak termasuk jauf (bagian dalam) dan tidak ada jalan dari mata menuju tenggorokan" (Syekh Abu Zakaria Yahya bin Syaraf an-Nawawi, Rawdah at-Thalibin, Juz 3, Hal. 222).

Tetapi, jika air mata dari tangisan seseorang tercampur dengan air liur dan kemudian tertelan ke dalam tenggorokan, hal tersebut dapat membatalkan puasa karena terjadinya penelanan air mata.

Hal tersebut karena menangis tidak termasuk dalam salah satu dari hal-hal yang dapat membatalkan puasa. Meski demikian, umat muslim tidak dianjurkan untuk menangis. Ibadah puasa hendaknya dijalankan dengan penuh suka cita, fokus memperbanyak ibadah, dan mengharapkan rida dari Allah Swt.

Sementara itu, ada banyak ulama yang mengatakan bahwa menangis tidak membuat puasa batal kecuali mereka menelan air mata yang jatuh dengan sengaja. Seperti yang disampaikan oleh Husein Ja'far Al Hadar pada suatu konten di Youtube.

“Tidak, nangis nggak membatalkan puasa yang membatalkan puasa itu masuknya makanan dan minuman ke dalam lubang di tubuh kita. Kalau ini kan bukan lobang dan malah keluar air mata. Mungkin orang tua zaman dulu mendidik biar ga cengeng jadi bilangnya jangan nangis nanti batal tapi ga kreatif masa sampai bohong untuk ngajarin anak-anak.”

Jadi, kesimpulan yang dapat ditarik adalah bahwa pandangan umum yang menyatakan bahwa menangis bisa membatalkan puasa adalah keliru. Secara faktual, menangis tidak akan mengakibatkan pembatalan puasa kecuali jika air mata tersebut sengaja ditelan. Semoga penjelasan ini dapat memberikan jawaban terkait apakah menangis membatalkan puasa

Dalil dan Penjelasan Ulama

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu dikenal sering menangis ketika shalat dan membaca Al-Qur’an. Tidak ada keterangan bahwa tangisan beliau membatalkan ibadah puasanya. Hal ini menunjukkan bahwa menangis bukan perkara yang membatalkan puasa.

Imam An-Nawawi dalam kitab Rawdah at-Thalibin menjelaskan:

“Tidak dipermasalahkan bagi orang yang berpuasa untuk bercelak, baik terasa di tenggorokan atau tidak. Sebab mata bukan termasuk jauf dan tidak ada jalan dari mata menuju tenggorokan.”
(Rawdah at-Thalibin, Juz 3, Hal. 222)

Dari penjelasan ini, dapat dipahami bahwa air mata yang keluar dari mata tidak membatalkan puasa, karena mata bukan jalan masuk menuju rongga dalam tubuh.

Kapan Menangis Bisa Membatalkan Puasa?

Walaupun menangis tidak membatalkan puasa, ada satu kondisi yang perlu diperhatikan. Jika air mata bercampur dengan air liur lalu sengaja ditelan, maka hal tersebut bisa membatalkan puasa karena ada cairan yang masuk ke tenggorokan dengan kesengajaan.

Namun, hal ini jarang terjadi dan tidak termasuk kondisi umum ketika seseorang menangis secara spontan karena sedih, terharu, atau takut kepada Allah SWT.

Mitos Menangis Saat Puasa

Masih banyak orang yang percaya bahwa menangis saat puasa bisa membatalkan puasa. Mitos ini kemungkinan berasal dari cara orang tua mendidik anak agar lebih kuat dan tidak cengeng.

Pendakwah Husein Ja’far Al-Hadar pernah menjelaskan bahwa menangis tidak membatalkan puasa kecuali jika disertai dengan menelan air mata secara sengaja. Pernyataan ini memperkuat pandangan mayoritas ulama.

Etika Menjaga Emosi Saat Puasa

Meskipun tidak membatalkan puasa, umat Islam tetap dianjurkan untuk menjaga emosi. Puasa adalah sarana melatih kesabaran dan ketenangan jiwa. Menangis karena takut kepada Allah, tersentuh ayat Al-Qur’an, atau penyesalan atas dosa justru bernilai ibadah.

Namun, menangis berlebihan karena emosi negatif sebaiknya dihindari agar puasa dijalani dengan hati lapang dan penuh harapan akan ridha Allah SWT.

Kesimpulan

Jawaban atas pertanyaan apakah menangis membatalkan puasa adalah tidak. Menangis tidak membatalkan puasa selama tidak ada air mata yang sengaja ditelan. Pandangan yang menyebutkan bahwa menangis bisa membatalkan puasa adalah keliru dan tidak memiliki dasar fiqih yang kuat.

Dengan memahami hal ini, umat Islam tidak perlu ragu atau khawatir jika menangis saat berpuasa, terutama karena dorongan iman atau perasaan yang tidak disengaja. Semoga penjelasan ini meluruskan pemahaman dan menambah ketenangan dalam menjalankan ibadah puasa

Mari menyalurkan sedekah atau zakat melalui BAZNAS Kota Sukabumi:

BSI 4964964969 A/N Baznas Kota Sukabumi
No. Pelayanan: 085721333351

[caption id="attachment_2552" align="alignnone" width="477"]rekening baznas baznas kota sukabumi[/caption]

Bersedekah atau menunaikan zakat tidak hanya membantu sesama, tetapi juga menambah pahala dan keberkahan bagi diri sendiri. Sebagaimana firman Allah SWT:
"Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap bulir seratus biji." (QS. Al-Baqarah: 261).

Untuk referensi bacaan singkat lainnya kunjungi artikel BAZNAS Kota Sukabumi yang mengulas tema Ketika Tubuh Berbicara: Pentingnya Menjaga Kesehatan sebagai Amanah dalam Islam

15/01/2026 | Kontributor: Baznas Kota Sukabumi
Mimpi Basah Saat Puasa: Fakta Penting, Mitos, dan Penjelasan Ilmiah Lengkap

Mimpi Basah Saat Puasa sering menimbulkan pertanyaan. Simak fakta, mitos, hukum Islam, dan penjelasan ilmiah lengkap agar tidak salah paham saat berpuasa.

Mimpi Basah Saat Puasa: Fakta Penting, Mitos, dan Penjelasan Ilmiah Lengkap

[caption id="attachment_2650" align="alignnone" width="438"]Apa Itu Mimpi Basah BAZNAS Kota Sukabumi[/caption]

Mimpi basah merupakan salah satu peristiwa ilmiah yang terjadi pada setiap laki-laki sebagai tanda kedewasaan. Biasanya mimpi basah terjadi ketika kantung sperma telah penuh dan akhirnya keluar saat sedang tidur karena sudah tidak bisa menampung lagi. Dalam islam, ketika ada seorang laki-laki mengalami mimpi basah maka dia diwajibkan untuk melaksanakan mandi wajib karena ketika mengalami mimpi basah dia dalam keadaan junub (mengeluarkan air mani) menjadikan dia tidak dalam keadaan suci.

Namun terkadang timbul pertanyaan, ketika seorang laki-laki mengalami mimpi basah saat berpuasa apakah puasanya batal? Karena keluarnya air mani merupakan salah satu hal yang dapat membatalkan puasa. Di artikel ini, akan dibahas semua hal terkait mimpi basah saat puasa: mitos, fakta, dan penjelasan ilmiah.

Mitos Mimpi Basah

[caption id="attachment_2616" align="alignnone" width="258"]Mitos Mimpi Basah BAZNAS Kota Sukabumi[/caption]

Hal pertama yang akan dibahas terkait mimpi basah adalah mitosnya. Ada beberapa mitos yang muncul ketika berbicara tentang mimpi basah, dan tentu saja mitos-mitos dibawah ini tidak benar adanya karena tidak terbukti secara ilmiah. Beberapa mitos tersebut antara lain:1.Dapat mengurangi produksi spermaMuncul suatu keyakinan pada orang-orang bahwa ketika seorang pria terlalu sering mengalami mimpi basah, maka sperma yang dihasilkan akan semakin berkurang. Ini merupakan anggapan yang salah besar karena mimpi basah merupakan cara testikel untuk mengeluarkan sperma lama, dan menggantinya dengan sperma baru yang lebih sehat. 2. Dapat mengurangi sistem imunAda beberapa orang yang meyakini bahwa mimpi basah dapat membuat sistem imun seseorang menurun sehingga lebih rentan terkena penyakit seperti flu, ataupun penyakit lainnya. Padahal hal ini hanyalah mitos yang tidak pernah terbukti secara ilmiah kebenarannya.3. Membatalkan puasaMitos terakhir yang muncul dari mimpi basah adalah mimpi basah dapat membatalkan puasa. Banyak orang beranggapan seperti itu karena ketika mengalami mimpi basah, seorang pria akan mengeluarkan sperma dari kelamin nya dan keluarnya sperma atau air mani merupakan salah satu hal yang membatalkan puasa. Padahal, ketika seorang pria mengalami mimpi basah saat puasa, puasa yang dilakukannya tetap sah dan dia dapat melanjutkan puasanya karena keluarnya sperma disebabkan mimpi basah merupakan hal yang tidak disengaja, bukan hal yang disengaja sehingga puasa yang dilakukannya tetap sah.Fakta Mimpi BasahSetalah mengetahui mitos mimpi basah, kita juga harus mengetahui apa saja fakta tentang mimpi basah. Karena ternyata, ada beberapa fakta menarik yang perlu dan penting untuk kita ketahui tentang mimpi basah:

1. Mimpi basah tidak selalu terjadi karena mimpi erotis

Menurut penelitian, hanya sebagian kecil atau sekitar empat persen saja mimpi basah yang terjadi karena mimpi erotis. Beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan terjadinya mimpi basah selain karena mimpi erotis antara lain karena alat kelamin yang tidak sengaja bergesekan dengan seprai, selimut, atau guling saat tidur sehingga alat kelamin pun terangsang dan menyebabkan keluarnya sperma dari alat kelamin.

2. Mimpi basah bukan tanda penyakit

Terjadinya mimpi basah bukanlah sebuah kelainan atau tanda penyakit, tapi mimpi basah merupakan kondisi normal yang dialami oleh seseorang dan bisa jadi merupakan tanda fungsi seksual yang masih sehat.

3. Tidak membatalkan puasa

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, mimpi basah saat puasa merupakan hal yang tidak membatalkan puasa. Karena mimpi basah merupakan suatu hal yang tidak disengaja sehingga ketika seorang pria mengalami mimpi basah, dia dapat tetap melanjutkan puasanya sampai akhir. Namun, seperti hukum yang berlaku dalam islam, seseorang yang mengalami mimpi basah tetap diwajibkan untuk melakukan mandi wajib untuk mensucikan tubuh mereka walaupun ketika sedang berpuasa sehingga mereka bisa tetap menjalankan ibadah-ibadah lainnya seperti sholat, membaca al-quran, dsb.Dilansir dari islam.nu.or.id, Al-Khatib As-Syirbini dalam kitab Mughnil Muhtaj menjelaskan, yang artinya:“Dan wajib (menahan diri) dari onani, jika orang puasa melakukannya maka batal puasanya. Hal yang sama jika mani keluar akibat menyentuh, mencium, dan tidur bersamaan (dengan adanya sentuhan). Adapun hanya sebatas berpikir atau melihat dengan gairah maka (hukumnya) serupa dengan mimpi basah, (yaitu tidak membatalkan puasa).”(Al-Khatib As-Syirbini, Mughnil Muhtaj, , jilid I, halaman 630).

Penjelasan Ilmiah

Mimpi basah merupakan salah satu peristiwa alamiah yang terjadi kepada setiap orang, sehingga ada penjelasan ilmiah dibalik terjadinya mimpi basah. Jadi, mimpi basah terjadi ketika tubuh memproduksi lebih banyak hormon testosteron (hormon yang memproduksi cairan sperma) dan ketika tubuh terlalu banyak memproduksi dan menampung sperma maka tubuh perlu untuk mengeluarkan nya sehingga terjadilah mimpi basah sebagai salah satu bentuk tubuh untuk mengeluarkan sperma tersebut.Dengan dikeluarkannya sperma yang lama tersebut, maka tubuh akan memproduksi sperma baru yang lebih sehat sebagai pengganti sperma lama yang sudah dikeluarkan.Frekuensi mimpi basah pada masing-masing individu berbeda satu sama lain tergantung pada hormon testosteron yang dimiliki masing-masing individu. Selain itu, frekuensi terjadinya mimpi basah juga bergantung pada usia. Biasanya, pria dengan usia produktif dari rentang usia remaja sampai usia 30-an lebih sering mengalami mimpi basah daripada pria berusia lanjut. Frekuensi terjadinya mimpi basah pada kebanyakan pria tidak bisa ditentukan waktu pastinya, tapi kebanyakan mimpi basah terjadi satu kali setiap 3-5 minggu, mirip dengan siklus menstruasi pada wanita.Sebagai salah satu hal alamiah dan nikmat yang diberikan oleh Allah SWT kepada hambanya, maka terjadinya mimpi basah merupakan hal yang wajar dan perlu disyukuri oleh setiap manusia karena dibalik hal tersebut, tersimpan fakta dan manfaat bagi setiap hamba yang mengalami nya. Semoga dengan adanya artikel ini dapat menjawab semua hal tentang mimpi basah saat puasa: mitos, fakta, dan penjelasan ilmiah. Dan bagi kalian yang mengalami mimpi basah, jangan lupa untuk melaksanakan mandi wajib agar ibadah yang kalian lakukan sah dan tetap dihitung sebagai amal ibadah. Wallahu alam.

Untuk referensi bacaan singkat lainnya kunjungi artikel BAZNAS Kota Sukabumi yang mengulas tema Menghidupkan Kembali Empati: Tantangan Akhlak di Era Modern dalam Pandangan Islam

Mari menyalurkan sedekah atau zakat melalui BAZNAS Kota Sukabumi:

BSI 4964964969 A/N Baznas Kota Sukabumi
No. Pelayanan: 085721333351

[caption id="attachment_2552" align="alignnone" width="477"]rekening baznas baznas kota sukabumi[/caption]

Bersedekah atau menunaikan zakat tidak hanya membantu sesama, tetapi juga menambah pahala dan keberkahan bagi diri sendiri. Sebagaimana firman Allah SWT:
"Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap bulir seratus biji." (QS. Al-Baqarah: 261).

15/01/2026 | Kontributor: Baznas Kota Sukabumi

Artikel Terbaru

Cara Kreatif untuk Mengajarkan Anak Tentang Sedekah
Cara Kreatif untuk Mengajarkan Anak Tentang Sedekah
Mengajarkan anak tentang sedekah sejak dini adalah investasi kebaikan yang akan terus mengalir. Anak-anak yang terbiasa berbagi akan tumbuh menjadi pribadi yang peduli dan empati terhadap sesama. Namun, bagaimana cara membuat mereka memahami pentingnya sedekah dengan cara yang menyenangkan? Berikut beberapa cara kreatif yang bisa diterapkan oleh orang tua dan guru dalam mendidik anak tentang sedekah : 1. Beri Contoh Langsung dalam Kehidupan Sehari-hari Anak-anak adalah peniru ulung. Jika mereka melihat orang tuanya bersedekah dengan tulus, mereka akan terdorong untuk melakukan hal yang sama. Ajak anak untuk ikut serta ketika Anda memberikan sedekah, baik itu dalam bentuk uang, makanan, atau barang. Misalnya, saat ke masjid, biarkan mereka memasukkan uang ke kotak amal atau membagikan makanan kepada yang membutuhkan. 2. Gunakan Celengan Sedekah Sediakan celengan khusus untuk sedekah dan ajak anak untuk mengisinya sedikit demi sedikit dari uang saku mereka. Beri pemahaman bahwa celengan ini akan digunakan untuk membantu teman-teman yang kurang mampu. Ketika sudah penuh, ajak anak untuk menyerahkan sedekahnya ke lembaga amil zakat terpercaya seperti BAZNAS Kota Sukabumi. 3. Cerita Inspiratif tentang Sedekah Gunakan cerita atau dongeng Islami yang mengisahkan tentang keutamaan sedekah. Banyak kisah dalam Al-Qur’an dan hadis yang bisa diceritakan kepada anak-anak, seperti kisah Rasulullah ? yang sangat dermawan atau kisah sahabat yang rela berbagi meskipun dalam keadaan sulit. Dengan cerita yang menarik, anak akan lebih mudah memahami nilai-nilai kebaikan dalam berbagi. 4. Ajak Anak untuk Berbagi di Momen Spesial Gunakan momen seperti bulan Ramadhan, hari ulang tahun, atau perayaan lainnya untuk mengajak anak berbagi. Misalnya, alih-alih hanya menerima hadiah, ajak mereka untuk memberikan hadiah kepada anak yatim atau berbagi makanan kepada tetangga yang membutuhkan. Ini akan mengajarkan mereka bahwa kebahagiaan sejati datang dari berbagi dengan orang lain. 5. Libatkan Anak dalam Kegiatan Sosial Mengajak anak untuk terjun langsung dalam kegiatan sosial akan memberikan pengalaman yang lebih berkesan. Dengan melihat langsung kondisi orang-orang yang membutuhkan, anak-anak akan lebih memahami pentingnya berbagi dan menumbuhkan rasa syukur dalam diri mereka. 6. Gunakan Permainan atau Aktivitas Menyenangkan Belajar sedekah bisa dibuat lebih menyenangkan dengan permainan edukatif. Misalnya, buat tantangan harian di rumah, seperti "Hari Ini Aku Berbagi" di mana anak harus menemukan satu hal yang bisa mereka berikan kepada orang lain, baik itu makanan, mainan, atau bahkan bantuan kecil seperti membantu teman atau saudara. 7. Tunjukkan Manfaat dan Keutamaan Sedekah Jelaskan kepada anak bahwa sedekah bukan hanya membantu orang lain, tetapi juga membawa keberkahan bagi diri sendiri. Gunakan analogi sederhana seperti, “Jika kita menanam satu biji benih kebaikan, Allah akan membalasnya dengan pohon yang besar dan buah yang banyak.” Dengan cara ini, anak akan lebih termotivasi untuk bersedekah dengan hati yang tulus. Mulai Ajarkan Sedekah dari Sekarang! Mengajarkan anak tentang sedekah tidak harus dengan cara yang kaku atau membebani mereka. Dengan pendekatan yang kreatif dan menyenangkan, mereka akan tumbuh dengan kesadaran untuk selalu berbagi kepada sesama. Mari bersama membangun generasi dermawan sejak dini! Jika Anda ingin mendukung lebih banyak anak dalam belajar sedekah, yuk ikut serta dalam program kebaikan BAZNAS Kota Sukabumi. Tunaikan Sedekah Sekarang: https://kotasukabumi.baznas.go.id/sedekah Semoga setiap sedekah yang kita ajarkan kepada anak-anak menjadi amal jariyah yang terus mengalir hingga akhirat. Aamiin.
ARTIKEL19/09/2025 | Khoirunisa
Syarat, Ketentuan, dan Niat Mengganti Puasa Ramadhan dengan Tepat dan Benar
Syarat, Ketentuan, dan Niat Mengganti Puasa Ramadhan dengan Tepat dan Benar
Melakukan qodho adalah adalah kewajiban setiap muslim yang memiliki hutang puasa. Dalam perspektif puasa Ramadhan, pengertian qadha ini merujuk pada perbuatan mengganti hari ibadah puasa di waktu yang lain. Secara bahasa, qadha' artinya menyelesaikan, menunaikan, dan memutuskan hukum atau membuat suatu ketetapan. Seperti yang kita ketahui, bahwasannya saat tidak mampu menjalani ibadah puasa Ramadhan karena alasan tertentu, kita diwajibkan menggantinya dengan cara mengqadha dan atau membayar fidyah. Waktu mengqadha puasa Ramadhan boleh dilakukan dari Syawal hingga Syaban kecuali pada hari tasyrik dan hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa, yakni pada Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal, dan Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah. Syarat yang diwajibkannya mengqadha puasa Ramadhan adalah orang yang mampu berpuasa namun terhalang karena aktivitas tertentu sesuai ketentuan Allah swt. Misalnya, orang yang sedang sakit, orang yang sedang dalam perjalanan, atau wanita yang sedang haid. Dalil mengenai qadha ini tercantum dalam Alquran surat Al Baqarah ayat 184 : “(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka, siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, itu lebih baik baginya dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”. Syarat dan ketentuan mengganti puasa ramadhan dengan tepat dan benar adalah sebagai berikut : 1. Sahabat wajib mengganti puasa Ramadhan sesuai dengan jumlah hari puasa yang ditinggalkan 2. Niat qadha puasa ramadan “Nawaitu shauma ghadin ‘an qadaa’i fardhi syahri Ramadhaana lillaahi ta’aalaa.” Artinya: “Saya berniat mengganti (mengqadha) puasa bulan Ramadhan karena Allah Ta’ala.” Efektifnya niat qadha puasa Ramadhan ini dibaca setelah selesai menunaikan shalat isya. Jika seseorang menunda niat hingga mendekati waktu subuh, ada kemungkinan lupa melakukannya karena terburu-buru atau terlelap tidur. Dengan membaca niat setelah salat isya, seseorang memastikan bahwa syarat sah puasa, yaitu niat, telah terpenuhi dengan baik. 3. Waktu mengqadha puasa Ramadhan boleh dilakukan dari Syawal hingga Syaban kecuali pada hari tasyrik dan hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa, yakni pada Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal, dan Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah. 4. Puasa qadha ramadhan dapat dilakukan secara beruntun ataupun terpisah 5. Puasa qadha tidak boleh dibatalkan kecuali terdapat udzur yanqg dibenarkan secara syariah 6. Jika tidak membayar hutang puasa hingga tiba Ramadan berikutnya, menurut sebagian besar ulama, Sahabat tetap wajib menjalankan ibadah puasa Ramadan. Tetapi, harus segera membayar hutang puasa tersebut setelah bulan Ramadan berikutnya selesai. Selain melaksanakan qadha puasa ada beberapa kriteria hutang puasa yang wajib dibayar dengan fidyah. Fidyah secara bahasa adalah tebusan, Menurut istilah syariat, fidyah adalah denda yang wajib ditunaikan karena meninggalkan kewajiban atau melakukan larangan. Fidyah merupakan keringanan bagi mereka yang benar-benar sudah tak mampu lagi melaksanakan ibadah puasa Ramadhan dan tidak bisa mengqadha-nya di hari lain. Cara menunaikan fidyah adalah dengan memberi makan fakir miskin. ukuran fidyah adalah satu mud (makanan pokok) untuk satu hari dikali dengan jumlah hari puasa ramadhan yang ditinggalkan Berikut Kriteria orang yang wajib membayar fidyah: Wanita hamil yang takut membahayakan bayinya jika puasa Wanita menyusui yang takut membahayakan bayinya jika puasa Orang yang sudah tua dan tidak mampu untuk berpuasa Orang yang memiliki penyakit akut dan sulit untuk disembuhkan
ARTIKEL19/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
Langkah Mudah Memulai Infak dan Sedekah Rutin Meski dengan Gaji Pas-Pasan
Langkah Mudah Memulai Infak dan Sedekah Rutin Meski dengan Gaji Pas-Pasan
Banyak orang merasa kesulitan memulai kebiasaan untuk berinfak dan bersedekah secara rutin, terutama jika penghasilan mereka pas-pasan. Padahal, infak dan sedekah bukan hanya sekadar memberi, tetapi juga salah satu cara untuk membersihkan harta, mendekatkan diri kepada Allah swt, dan membantu sesama. Infak dalam Islam diartikan sebagai tindakan memberikan harta atau benda yang dimiliki sebagai bagian dari kegiatan beribadah kepada Allah swt. Sedangkan sedekah dalam Islam merupakan bentuk amal yang ditujukan untuk memberikan manfaat atau bantuan kepada orang yang membutuhkan, baik dalam bentuk harta, tenaga, atau ilmu. Firman Allah swt dalam qur’an surat Al Baqarah ayat 267-268 menyuruh kita untuk berinfaq. “Wahai orang-orang yang beriman, infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu. Janganlah kamu memilih yang buruk untuk kamu infakkan, padahal kamu tidak mau mengambilnya, kecuali dengan memicingkan mata (enggan) terhadapnya. Ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. “Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat keji (kikir), sedangkan Allah menjanjikan kamu ampunan dan karunia-Nya. Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui. Berikut adalah langkah mudah yang dapat sahabat coba untuk memulai berinfak dan bersedekah secara rutin meski dengan kondisi finansial yang terbatas : 1. Pahami Pentingnya Infak dan Sedekah Langkah pertama adalah menyadari bahwa infak dan sedekah merupakan bentuk kebaikan yang membawa keberkahan dan amalan yang dianjurkan. Allah swt menjanjikan bahwa harta yang diinfakkan dan disedekahkan dengan ikhlas tidak akan berkurang, bahkan Allah swt menjanjikan akan dilipatgandakan. Keyakinan ini dapat memotivasi Sahabat untuk mulai berbagi, meski dalam jumlah yang kecil. 2. Menyisihkan uang gajian diawal Begitu menerima gaji, langsung sisihkan sejumlah kecil untuk infak dan sedekah sebelum mengalokasikan dana untuk kebutuhan lainnya. Sebagai contoh, Sahabat bisa memulai dengan menyisihkan 1-5% dari gaji Sahabat. Jika gaji Sahabat Rp3.000.000, mulailah dengan menyisihkan Rp30.000 hingga Rp50.000. 3. Tentukan Jumlah yang Konsisten Tidak perlu dengan nominal besar, yang penting adalah konsistensi. Sahabat bisa mulai dengan jumlah yang sesuai kemampuan. Misalnya, jika Rp10.000 per minggu terasa ringan, tetapkan itu sebagai jumlah infak dan sedekah rutin Sahabat. Seiring waktu, Sahabat bisa meningkatkannya sesuai rezeki yang diterima. 4. Manfaatkan Teknologi Diera digitalisasi saat ini, banyak aplikasi yang memudahkan Sahabat untuk berinfak atau bersedekah secara online. Sahabat bisa menjadwalkan transfer setiap bulan ke lembaga amal atau masjid terdekat. 5. Mulai dari Hal Kecil Infak dan sedekah tidak harus selalu berupa uang. Sahabat bisa menyumbangkan pakaian layak pakai, makanan, atau tenaga untuk berinfaq dan bersedekah. Dengan memulai dari hal kecil, Sahabat tetap bisa berbagi tanpa merasa terbebani secara finansial. Memulai infak rutin tidak memerlukan harta melimpah. Yang penting adalah niat yang ikhlas, konsistensi, dan usaha untuk berbagi sesuai kemampuan. Dengan langkah kecil ini, Sahabat tidak hanya membantu orang lain, tetapi juga membuka pintu rezeki dan keberkahan untuk diri sendiri. Ingat, dalam Islam, “Sebaik-baik sedekah adalah yang dilakukan secara rutin, meskipun kecil.” sahabat juga bisa rutinkan sedekah dengan lebih mudah disini https://kotasukabumi.baznas.go.id/sedekah
ARTIKEL19/09/2025 | Khoirunisa
Emang Boleh Bersedekah Untuk Mengabulkan Hajat?
Emang Boleh Bersedekah Untuk Mengabulkan Hajat?
Sedekah adalah salah satu amalan mulia dalam agama islam yang tak jarang disebutkan dalam Al-Quran. Sedekah tidak hanya memberikan manfaat kepada yang menerima sedekah, tetapi juga memberikan kebahagiaan dan kedamaiam bagi yang memberi sedekah. Pertanyaan yang sering mucul adalah apakah kita boleh menggunakan sedekah untuk mengabulkan hajat atau keinginan? Para ulama sepakat bahwa melakukan amal soleh agar tujuan tercapai diperbolehkan. Hal ini disebut dengan dengan Tawasul yaitu mendekatkan diri dengan amal soleh, seperti sengaja melakukan sedekah dengan niat agar dikabulkan hajat atau keinginannya Agar hajat atau keinginan kita terkabul tentunya perlu diiringi dengan ikhtiar dan sabar memanjatkan doa, tapi tidak salah jika kita menempuh cara agar doa yang kita panjatkan cepat terkabul. Salah satu caranya adalah dengan sedekah Rasulullah memberitahukan cara agar doa lebih cepat terkabul dengan membantu orang lain Beliau bersabda, "Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain,” (HR. Ahmad) Jadi, ketika kita menginginkan sesuatu, ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitan maka caranya adalah dengan menyelesaikan kesulitan orang lain. Mengatasi kesulitan orang lain bisa dilakukan dengan bersedekah. Oleh karena itu, diperbolehkan bersedekah dengan niat mendekatkan diri kepada Allah swt dan membantu mengatasi kesusahan orang lain lalu doa. Tata Cara Berdoa 1. Mengucapkan pujian kepada Allah Berikan sanjungan dan dan pengagungan kepada Allah swt. kita bisa juga sanjung Allah sesuai sifat Allah atau asmaul husna 2. Husnuzhon kepada Allah Merasa yakin dan percaya bahwa Allah dengan kemurahan-Nya dan karunia-Nya yang agung tidak akan mengecewakan seseorang yang berdo’a kepada-Nya apabila dipanjatkan dengan penuh pengharapan dan ikhlas yang sebenar-benarnya. 3. Bersungguh-sungguh dalam berdoa 4. Berdoa secara teratur Maksudnya adalah doa yang kita panjatkan jangan hanya sekali tapi kita harus meminta terus menerus kepada Allah 5. Bertaubat Saat berdoa juga sebaiknya diiringi dengan pengakuan dosa yang telah kita perbuat. Diriwayatkan oleh al-Hakim (II/98-99) dari Sahabat ‘Ali bin Rabi’ah. Lihat Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah (no. 1653), karya Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah “Sesungguhnya Allah kagum kepada hamba-Nya apabila ia berkata: ‘Tidak ada sesembahan yang hak kecuali Engkau, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri, maka ampunilah dosa-dosaku karena sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa-dosa itu kecuali Engkau.’ Allah berfirman, ‘Hamba-Ku telah mengetahui bahwa baginya ada Rabb yang mengampuni dosa dan menghukum” Waktu terbaik untuk berdoa Doa bisa kapan saja, namun ada beberapa waktu yang dianggap mustajab yaitu : Saat sepertiga malam Diantara adzan dan iqamah Saat sujud dalam shalat Saat berpuasa dan bebruka puasa Saat turun hujan Setelah shalat fardu Hari jumat Saat safar Waktu terbaik untuk bersedekah Saat hari jumat Saat subuh Saat gerhana matahari atau bulan, “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat gerhana tersebut, maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah.” (HR. Muslim, No. 901) Saat susah/sempit, Keadaan ini adalah ketika kita menghadapi kesulitan seperti dalam keadaan bencana, terlilit hutang, dan keadaan sulit lainnya. Saat lapang/sehat, Seseorang yang dalam kondisi sehat atau lapang, memiliki keluangan untuk melakukan banyak hal dan sedang sangat berambisi mengejar keuntungan duniawi, sangat dianjurkan untuk bersedekah. Jangan sampai nikmat sehat membuat kita lupa untuk senantiasa bersyukur.
ARTIKEL19/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
Apakah Boleh Puasa Tanpa Sahur : Ini Jawaban Menurut Islam
Apakah Boleh Puasa Tanpa Sahur : Ini Jawaban Menurut Islam
Puasa adalah menahan nafsu dari terbit fajar hingga tenggelamnya matahari, biasanya puasa diawali dengan makan sebelum terbit fajar yang dikenal dengan sahur. Namun, bagaiman jika berpuasa tanpa sahur ? Dalam Islam, sahur adalah sunnah yang sangat dianjurkan. tetapi apakah sahur menjadi syarat sahnya puasa? Artikel ini akan mengupas tuntas hukum, manfaat, dan dalil mengenai sahur dalam Islam. Hukum Sahur dalam Islam Banyak umat Muslim bertanya, apakah boleh puasa tanpa sahur? Dalam Islam, sahur bukanlah syarat sahnya puasa, melainkan amalan sunnah yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW bersabda: "Makan sahur itu mengandung berkah, maka janganlah kalian meninggalkannya, walaupun hanya dengan seteguk air." (HR. Ahmad dan Ibnu Hibban) Dari hadits tersebut, dapat disimpulkan bahwa apakah boleh puasa tanpa sahur? Jawabannya adalah boleh, tetapi sangat disayangkan jika melewatkan sahur karena banyaknya keberkahan yang terdapat di dalamnya. Allah SWT juga berfirman dalam potongan ayat Al-Qur'an yang berbunyi : "wa kuloo washraboo hattaa yatabaiyana lakumul khaitul abyadu minal khaitil aswadi minal fajri summa atimmus Siyaama ilal layl" Artinya : “ Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa hingga malam..." ( Al - Baqarah : 187 ) Ayat ini menunjukkan bahwa sahur adalah waktu terakhir sebelum memulai puasa, tetapi tidak disebutkan sebagai syarat wajib dalam menjalankan puasa. Hukum dan Pendapat Ulama Sebagian ulama sepakat bahwa apakah boleh puasa tanpa sahur, jawabannya adalah boleh. Namun, mereka tetap menganjurkan sahur karena memiliki banyak manfaat. Berikut beberapa pendapat ulama: Mazhab Syafi'i dan Hambali Dalam pandangan Mazhab Syafi'i dan Hambali, sahur adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan). Jika seseorang melewatkan sahur, puasanya tetap sah, tetapi ia kehilangan keberkahan yang dijanjikan oleh Rasulullah SAW. Mazhab Hanafi Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa apakah boleh puasa tanpa sahur, jawabannya tetap boleh. Namun, beliau menekankan bahwa sahur memiliki dampak besar dalam membantu seseorang menjalankan puasa dengan lebih baik. Mazhab Maliki Dalam Mazhab Maliki, sahur juga bukan syarat sah puasa, tetapi dianjurkan. Mereka menegaskan bahwa sunnah ini memiliki hikmah besar dalam menjaga ketahanan tubuh selama berpuasa. Pendapat Ulama Kontemporer Ulama modern seperti Syaikh Ibn Utsaimin juga menegaskan bahwa apakah boleh puasa tanpa sahur, jawabannya boleh, tetapi sangat dianjurkan untuk dilakukan. Manfaat Sahur dalam Puasa Meskipun apakah boleh puasa tanpa sahur diperbolehkan, sahur memiliki banyak manfaat, baik dari segi spiritual maupun kesehatan: Mendapat Keberkahan Rasulullah SAW menyebutkan bahwa sahur adalah waktu penuh berkah. Dengan makan sahur, seseorang akan mendapatkan keberkahan dalam ibadah puasanya. Menjaga Stamina Selama Berpuasa Sahur membantu tubuh tetap memiliki energi sepanjang hari. Jika seseorang bertanya apakah boleh puasa tanpa sahur, mungkin bisa, tetapi tubuh bisa menjadi lebih lemah karena tidak ada asupan gizi sebelum puasa dimulai. Mengurangi Rasa Lapar dan Haus Dengan sahur, seseorang dapat mengurangi rasa lapar yang ekstrim selama puasa. Ini membantu menjaga fokus dalam beribadah dan aktivitas sehari-hari. Mengikuti Sunnah Rasulullah SAW Sahur adalah sunnah yang sangat dianjurkan. Meskipun apakah boleh puasa tanpa sahur diperbolehkan, mengikuti sunnah Rasulullah SAW selalu membawa manfaat. Membantu Bangun Lebih Awal untuk Ibadah Sahur membuat seseorang terbiasa bangun lebih awal, sehingga bisa menunaikan shalat tahajud dan memperbanyak dzikir sebelum waktu subuh tiba. Setelah membahas berbagai aspek mengenai apakah boleh puasa tanpa sahur, dapat disimpulkan bahwa sahur bukanlah syarat sahnya puasa, tetapi merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan. Dalil dari hadits dan Al-Qur'an menunjukkan bahwa meskipun seseorang boleh berpuasa tanpa sahur, namun ia akan kehilangan keberkahan yang dijanjikan oleh Rasulullah SAW. Bagi yang ingin menjalankan ibadah puasa dengan lebih baik, sebaiknya tetap melaksanakan sahur, meskipun hanya dengan seteguk air. Dengan begitu, ibadah puasa dapat dijalankan dengan lebih maksimal dan penuh keberkahan.
ARTIKEL18/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
Kapan Puasa Arafah Dilaksanakan? Ini Tata Cara dan Keutamaannya
Kapan Puasa Arafah Dilaksanakan? Ini Tata Cara dan Keutamaannya
Puasa menjadi salah satu ibadah utama dalam Islam. Selain puasa wajib di bulan Ramadhan, ada pula berbagai puasa sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan, salah satunya adalah puasa Arafah. Puasa ini memiliki keutamaan luar biasa dan sayang untuk dilewatkan oleh umat muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Lalu, kapan puasa Arafah dilaksanakan? Bagaimana cara melakukannya? Dan apa saja keutamaannya? Kapan Puasa Arafah Dilaksanakan? Puasa Arafah dilakukan setiap tanggal 9 Dzulhijjah, bertepatan dengan hari saat para jamaah haji melaksanakan wukuf di Padang Arafah. Bagi umat muslim yang tidak berhaji, puasa ini sangat dianjurkan karena memiliki banyak keutamaan, salah satunya adalah pengampunan dosa. Tata Cara Puasa Arafah Pelaksanaan puasa Arafah secara umum tidak berbeda dengan puasa-puasa lainnya, yakni dimulai sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Berikut langkah-langkah pelaksanaannya: 1. Niat Puasa Arafah Niat dilakukan sejak malam hari hingga sebelum fajar. Lafadz niatnya adalah: "Nawaitu shouma arofata sunnatan lillaahi ta’aalaa" Artinya: Saya niat puasa Arafah, sunnah karena Allah Ta’ala. 2. Makan Sahur Disunnahkan untuk sahur, meskipun hanya dengan air putih. Sahur menjadi energi dan pembeda antara puasa umat Islam dan puasa umat lain. 3. Menahan Diri dari Hal yang Membatalkan Puasa Seperti makan, minum, berhubungan suami istri, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa hingga waktu maghrib tiba. 4. Menyegerakan Berbuka Setelah matahari terbenam, disunnahkan untuk segera berbuka puasa. Ini termasuk sunnah Nabi yang mendatangkan pahala. Keutamaan Puasa Arafah Puasa Arafah dikenal sebagai salah satu puasa sunnah yang memiliki keutamaan luar biasa. Berdasarkan hadits-hadits sahih, berikut beberapa keutamaannya: 1. Menghapus Dosa Dua Tahun Rasulullah SAW bersabda, "Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang." (HR. Muslim) 2. Membebaskan dari Api Neraka Nabi Muhammad SAW juga bersabda, "Tidak ada hari di mana Allah membebaskan lebih banyak hamba dari neraka selain Hari Arafah." (HR. Muslim) Sebagai umat Islam, momen puasa Arafah adalah kesempatan emas untuk memperbanyak amalan dan mendekatkan diri kepada Allah. Selain berpuasa, jangan lupakan pula Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) sebagai bentuk penyempurna ibadah. BAZNAS Kota Sukabumi hadir untuk memudahkan masyarakat dalam menunaikan kewajiban zakat dan menyebarkan manfaatnya kepada yang membutuhkan. Kami mengajak sahabat semua untuk berbagi kebaikan melalui zakat online yang bisa diakses kapan saja, di mana saja melalui https://kotasukabumi.baznas.go.id/bayarzakat Mari sempurnakan ibadah kita, raih pahala berlipat, dan wujudkan kesejahteraan bersama.
ARTIKEL18/09/2025 | Khoirunisa
Keutamaan Puasa Syawal
Keutamaan Puasa Syawal
Setelah 30 hari Ramadan dilalui, tibalah kita pada bulan syawal. Tapi apakah 30 hari yang sudah kita lalui berhasil membentuk kita menjadi pribadi yang lebih baik? Apakah amalan yang kita lakukan selama ramadan diterima oleh Allah swt ? Bulan syawal bisa menjadi tolak ukur apakah amalan puasa ramadan diterima oleh Allah swt. Jika Allah menerima amalan seorang hamba, Dia akan menunjuki pada amalan saleh selanjutnya. Jika Allah menerima amalan puasa Ramadhan, maka Allah akan tunjuki untuk melakukan amalan saleh lainnya, di antaranya puasa enam hari di bulan Syawal Memang apa saja keutamaan Puasa Syawal ? 1. Puasa Syawal akan menggenapkan ganjaran berpuasa setahun penuh ?”Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim, no. 1164). 2. Puasa Syawal seperti halnya shalat sunnah rawatib yang dapat menutup kekurangan dan menyempurnakan ibadah wajib Yang dimaksudkan di sini bahwa puasa Syawal akan menyempurnakan kekurangan-kekurangan yang ada pada puasa wajib di bulan Ramadhan sebagaimana shalat sunnah rawatib yang menyempurnakan ibadah wajib. Amalan sunnah seperti puasa Syawal nantinya akan menyempurnakan puasa Ramadhan yang seringkali ada kekurangan di sana-sini. 3. Melakukan puasa Syawal merupakan tanda diterimanya amalan puasa Ramadhan Ketika membicarakan faedah puasa Syawal, Ibnu Rajab rahimahullah berkata, “Kembali lagi melakukan puasa setelah puasa Ramadhan, itu tanda diterimanya amalan puasa Ramadhan. Karena jika Allah menerima amalan seorang hamba, Allah akan memberi taufik untuk melakukan amalan saleh setelah itu. Sebagaimana dikatakan oleh sebagian ulama, ‘Balasan dari kebaikan adalah kebaikan selanjutnya.’ Oleh karena itu, siapa yang melakukan kebaikan lantas diikuti dengan kebaikan selanjutnya, maka itu tanda amalan kebaikan yang pertama diterima. Sedangkan yang melakukan kebaikan lantas setelahnya malah diikutkan dengan kejelekan, maka itu tanda tertolaknya kebaikan tersebut dan tanda tidak diterimanya.” 4. Melaksanakan puasa Syawal adalah sebagai bentuk syukur kepada Allah Nikmat apakah yang disyukuri? Yaitu nikmat ampunan dosa yang begitu banyak di bulan Ramadhan. Bukankah kita telah ketahui bahwa melalui amalan puasa dan shalat malam selama sebulan penuh adalah sebab datangnya ampunan Allah, begitu pula dengan amalan menghidupkan malam lailatul qadr di akhir-akhir bulan Ramadhan? Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan, “Tidak ada nikmat yang lebih besar dari anugerah pengampunan dosa dari Allah.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 388).
ARTIKEL18/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
Berhenti Berharap Pada Manusia
Berhenti Berharap Pada Manusia
Harapan memang hal yang tidak akan terpisahkan dari diri kita sebagai manusia. Kita tentu memiliki harapan ataupun keinginan yang ingin diwujudkan seperti sukses dalam pekerjaan, tambahan penghasilan, liburan sepuasnya, penerimaan rasa cinta, sampai support system yang kita rasa bisa terpenuhi dari manusia lain Namun ketika harapan tersebut kita gantungkan kepada manusia semata maka bersiaplah merasakan pahitnya rasa kecewa. Karena ketika berharap pada manusia secara berlebihan, kita akan menempatkan beban emosional dan ekspektasi kepada mereka. Sementara mereka entah itu kelaurga, kerabat, teman, maupun pasangan tidak bisa selalu meneuhi harapan kita. Mereka juga manusia yang tidak lepas dari kesalahan, dan bisa saja meninggalkan kita baik disebabkan oleh kematian atau hal lainnya. Padahal Allah sudah berfirman untuk hanya kepada-Nya lah kita berharap : “dan hanya kepada Rabb-mu hendaknya kamu berharap” (Q.S Al insyirah ayat 8) Apabila kita berharap pada Allah swt, sang pencipta yang tak mungkin menelantarkan ciptaanNya lagi Maha Mendengar insya Allah apapun hasilnya kita akan tenang. Terkadang kita lebih cenderung berfokus pada manusia daripada pada Allah. Kita mungkin berharap pada seseorang untuk kebahagiaan kita, mengandalkan seseorang untuk memenuhi semua kebutuhan kita, atau bahkan menilai nilai kita berdasarkan apa yang orang lain katakan atau pikirkan tentang kita. Ketika kita berbuat demikian, kita menempatkan manusia di atas Allah dalam hierarki harapan kita Kita harus ingat, jika manusia lain tidak bertanggung jawab atas kebahagiaan atau kesuksesan kita. Kita harus mencari kebahagiaan dalam diri kita sendiri dengan cara mencari pertolongan serta mengikuti panduan dari Allah dalam menghadapi setiap aspek kehidupan kita. Semoga hati kita selalu penuh harap hanya kepada-Nya, semoga kita tidak pernah menyerah untuk selau berdoa dan berharap kepada Allah semata ya sahabat.
ARTIKEL18/09/2025 | Khoirunisa
Arti Alhamdulillah, keutamaannya, dan kapan saja penggunannya
Arti Alhamdulillah, keutamaannya, dan kapan saja penggunannya
Kita sering mengucapkan “Alhamdulillah" yang merupakan ungkapan syukur serta memiliki makna mendalam. Namun tidak hanya sekedar ungkapan untuk menyatakan rasa terima kasih dan pujian kepada Allah SWT. Arti Alhamdulillah Alahmdulillah memiliki arti “segala puji bagi Allah”. Dalam banyak ayat Al-Qur'an, kata syukur sering disandingkan dengan kata dzikir. Alhamdulillah juga memiliki beberapa keutamaan dalam kehidupan seorang Muslim diantaranya : Keutamaan Membaca Alhamdulillah 1. Diampuni Dosa Mengucap Alhamdulillah menjadi salah satu amalan yang dapat menggugurkan dosa walaupun banyaknya seperti buih di lautan, sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan Ibnu Umar RA, "Di antara amalan yang baik dan berharga kekal adalah ucapan Lâ ilâha illallah, Subhanallah, Allahu Akbar, Alhamdulillah, dan là haula wa la quwwata illâ billâhil 'aliyyil 'azhim (Tidak ada Tuhan selain Allah, Maha Suci Allah, Allah Maha Besar, Segala puji bagi Allah, dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Mahaagung)." Kemudian Rasulullah SAW bersabda, Artinya: "Setiap orang yang mengucapkan kalimat dzikir sebagaimana tersebut di atas, niscaya akan diampuni dosa-dosanya, walaupun banyaknya seperti buih di lautan." 2. Mendapat Pahala Mengucapkan Alhamdulillah merupakan salah satu dzikir yang dapat memberikan balasan pahala. Allah swt dan Rasul-Nya memerintahkan untuk senantiasa berdzikir, mengingat Allah swt 3. Ditambah Rezeki Allah swt memberikan janji menambah rezeki untuk orang yang selalu bersyukur. Mengucapkan Alhamdulillah adalah kalimat yang bisa digunakan sebagai bentuk syukur kita atas nikmat yang telah Allah berikan "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras." (Q.S Ibrahmi : 7) 4. Mendapatkan Ketenangan Saat mengucapkan Alhamdulillah, hati akan lebih qana’ah atau menerima semua hal dengan lapang dada. perasaan cukup ini membuat hati lebih tenang. “Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (Qs. ar-Ra’du: 28). Lalu kapan saja saat yang tepat kita mengucapkan Alhamdulillah? sebenarnya mengucapkan Alhamdulillah bisa kapan saja karena bacaan tersebut merupakan kalimat dzikir yang dianjurkan. Namun ada beberapa keadaan yang sebaiknya kita tidak luput untuk menngucapkan “Alhamdulillah” yaitu saat : Kapan Saat yang Tepat Menggunakan Alhamdulillah 1. Mengungkapkan Syukur Ketika merasa bersyukur atas nikmat atau kebaikan yang diterima, baik dalam hal kesehatan, rezeki, kesuksesan, atau keselamatan, kita dapat mengucapkan Alhamdulillah sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT. Ini adalah cara untuk mengingatkan diri sendiri bahwa Allah adalah sumber segala sesuatu dan bahwa kita berhutang rasa syukur kepada-Nya atas semua nikmat dan kebaikan yang kita terima. 2. Memulai dan Mengakhiri Doa Ketika memulai doa, kita dapat memulainya dengan membaca Alhamdulillah sebagai kata pembuka sebelum kita mengucapkan pujian kepada Allah SWT. Begitupun setelah selesai mengucapkan permohonan atau pujian dalam doa, kita juga bisa menggunakan Ahamdulillah sebagai ungkapan penutup. 3. Mendengar Kabar Baik Ketika kita mendengar kabar baik, kita bisa mengucapkan Alhamdulillah sebagai bentuk syukur kita dan mengakui bahwa semua kebaikan berasal dari Allah SWT. 4. Menerima Kehendak Allah SWT Ketika seseorang menghadapi masalah atau kesulitan, mengucapkan Alhamdulillah dapat menjadi cara untuk mengubah pandangan kita tentang situasi tersebut. Ini sebagai bentuk kesabaran, penerimaan, dan rasa syukur dalam menerima takdir yang Allah tetapkan. 5. Setelah Bersin Alhamdulillah menjadi salah satu ucapan dalam etika atau adab ketika umat muslim bersin. Dalam hadis riwayat Bukhari Muslim, dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Apabila salah seorang dari kalian bersin, hendaknya dia mengucapkan, Alhamdulillah. Sedangkan saudaranya atau temannya hendaklah mengucapkan, “yarhamukallah (Semoga Allah merahmatimu). Jika saudaranya berkata ‘yarhamukallah’, maka hendaknya dia berkata, “yahdikumullah wa yushlih baalakum (Semoga Allah memberimu petunjuk dan memperbaiki hatimu)” (HR. Bukhari Muslim). Yang terpenting Alhamdulillah harus diucapkan dengan penuh ketulusan hati, mengingat bahwa segala kebaikan dan nikmat berasal dari Allah swt. Agar ucapan yang ringan diucapkan ini dapat mendatangkan pahala dan mengahpuskan dosa. Ungkapan ini juga membantu kita mengatasi cobaan dan kesulitan, mengingatkan kita tentang kemurahan Allah, dan menjaga hati yang bersyukur. Dengan mengucapkan Alhamdulillah, seorang Muslim dapat memperkuat iman dan menjalani kehidupan yang lebih bermakna dalam kerelaan diri kepada Allah SWT.
ARTIKEL17/09/2025 | Khoirunisa
12 Keutamaan Ayat Kursi yang Luar Biasa dalam Kehidupan
12 Keutamaan Ayat Kursi yang Luar Biasa dalam Kehidupan
Keutamaan Membaca Ayat Kursi Sudah sepatutnya sebagai seorang muslim kita berzikir dan berdoa hanya kepada Allah SWT. Keutamaan membaca dan mengamalkan ayat kursi sungguh luar biasa, mulai dari kedudukan ayat ini sebagai pemimpin ayat Alquran, sebagai ayat paling agung, untuk mendapatkan balasan surga, pahala mati syahid, memohon perlindungan, hingga rezeki. Berikut keutamaan membaca ayat kursi dalam kehidupan. 1. Ayat Paling Agung dalam Alquran Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW dari HR. Muslim yang berbunyi: “Dari Ubay bin Ka’ab, sesungguhnya Nabi sallallahu’alaihi wa sallam bertanya kepadanya tentang ayat apakah yang paling agung dalam Kitabullah, beliau menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.” Beliau ulang pertanyaannya beberapa kali. Kemudian dia menjawab, “Ayat kursi.” Maka beliau mengatakan, “Selamat bagi anda wahai Abu Mundzir dengan ilmu anda. Demi yang jiwaku yang ada di tangan-Nya. Sesungguhnya (ayat Kursi) mempunyai mulut dan dua bibir yang disucikan para Malaikat di kaki Arsy.” (HR. Muslim). Umat muslim akan mendapatkan manfaat yang luar biasa dengan membaca dan mengamalkan ayat kursi. Karena di dalamnya terdapat nama Allah yang paling agung, yakni pada bait Alhayyu dan Alqayyum, ayat kursi disebut sebagai ayat yang paling agung dan menjadi raja dari sebagian ayat di dalam Alquran. 2. Membuka Pintu Hikmah dan Rezeki Umat muslim yang membaca Alquran akan dijamin rezekinya oleh Allah SWT. Kemudian Allah akan membukakan pintu hikmah bagi siapapun yang membaca ayat kursi sebanyak 18 kali setiap harinya. Selain itu, barang siapa yang membacanya akan dinaikkan derajatnya dan dimudahkan rezekinya oleh Allah di dunia dan akhirat. Dengan membaca ayat kursi sebanyak 18 kali sehari, Allah akan memberikan pengaruh besar sehingga orang akan senantiasa menghormatimu. Allah juga akan menjaga orang tersebut dari segala bencana yang akan menimpanya pada hari itu. 3. Ayat Paling Diberkahi Dengan membaca dan mengamalkan ayat kursi, umat muslim akan diberkahi, dijauhkan dari kesulitan, disingkirkan dari bencana, dan kesedihan dengan cepat. Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW dari HR. Imam Abu Hamid bin Muhammad Al-Ghozali yang memiliki arti: “Ayat kursi merupakan ayat yang diberkahi, tidak ada yang membukakan kesulitan, menyingkirkan bencana dan menghilangkan kesedihan lebih cepat daripada ayat kursi.” (HR. Imam Abu Hamid Bin Muhammad Al-Gozhali). 4. Ayat Kursi sebagai Penghulu Alquran Keutamaan ayat kursi ialah sebagai surat yang paling unggul, paling, tinggi, dan penghulu ayat-ayat Alquran. Dengan membaca serta mengamalkan ayat kursi, Allah SWT akan menjaga umat muslim dari gangguan setan. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Segala sesuatu pasti ada yang lebih unggul dan lebih tinggi. Sesungguhnya yang lebih unggul dan lebih tinggi dari Al-Quran adalah Surat Al-Baqarah. Dan di dalam Surat Al-Baqarah ada ayat yaitu Penghulu Ayat-Ayat Al-Quran, dialah Ayat Kursi.” 5. Ayat Pembuka bagi Segala Kesusahan Bagi umat muslim yang tidak pernah berhenti berzikir dengan ayat kursi akan memperoleh banyak kemenangan dan dibukakan pintu-pintu kemudahan. Allah akan mempermudah segala hajat yang dimilikinya agar dipermudah segala urusannya. Sesuai sabda Rasulullah SAW: “Barangsiapa yang belajar Ayat Kursi dan tahu hak-haknya Allah akan membuka 8 pintu syurga untuknya, masuk pintu yang mana saja dipersilahkan.” 6. Sebagai Pertolongan bagi Umat Muslim Keutamaan ayat kursi ialah sebagai pertolongan bagi umat muslim. Allah SWT akan mendatangkan pertolongan bagi seseorang yang sedang dalam kesulitan. Dengan mengamalkan atau membaca ayat kursi sesudah salat wajib atau salat sunah, segala kesulitan akan hilang. Allah juga akan melindungi dan membebaskan mereka dari segala hal yang tidak diinginkan dengan membaca ayat kursi. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda: “Apabila engkau mendatangi tempat tidur (pada malam hari) maka bacalah ayat kursi, niscaya Allah SWT akan senantiasa menjagamu, dan setan t?dak akan mendekatimu hingga waktu pagi.” (HR. Bukhari). 7. Memudahkan Sakaratul Maut Allah SWT akan mendatangkan sesuatu yang diinginkan dan yang sebelumnya tidak ada menjadi ada dengan mengamalkan ayat kursi. Bagi umat muslim yang membaca ayat kursi, akan Allah mudahkan sakaratul mautnya. 8. Terdapat Izmul Azham Ayat kursi sebagai ayat yang paling agung dalam Alquran mengandung izmul azham. Apabila kamu mengamalkannya, Allah akan mengabulkan segala doa yang diminta. Dalam memenuhi kebutuhan maupun hajat lainnya, ayat kursi menjadi senjata yang paling ampuh tiada tara. 9. Menghapus Keburukan Keutamaan lainnya dari ayat kursi ialah menghapus segala keburukan. Allah akan mengutus para malaikat untuk mencatat segala bentuk kebaikan dan menghapus semua keburukan umat muslim yang mengamalkan ayat kursi. 10. Pahala Mati Syahid Sesuai sabda Rasulullah SAW dari HR. Hakim yang berbunyi: “Barangsiapa membaca Ayat Kursi setiap selesai sholat, maka yang akan mencabut nyawanya adalah Allah sendiri dan ia bagaikan orang yang berperang bersama para nabi hingga mendapatkan mati syahid.” (HR. Hakim). Umat muslim yang rutin membaca dan mengamalkan ayat kursi setelah salat fardu akan mendapatkan pahala mati syahid. 11. Dilancarkan Perkara Jodohnya Memperoleh kelancaran dalam perkara mendapatkan jodoh bagi mereka yang belum menikan menjadi salah satu keutamaan dari ayat kursi. Allah akan mudahkan mereka mendapat jodoh yang baik dan saleh karena membaca dan mengamalkan ayat kursi. 12. Dihilangkan Kekafiran Bagi orang yang rutin membaca ayat kursi secara rutin, Allah akan mendatangkan keistimewaan atau keutamaan ayat kursi sebagai penghilang kekafiran. Dengan membaca ayat kursi, Allah akan senantiasa menghilangkan segala kekafiran yang di depan mata.
ARTIKEL17/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
Manfaat Buah-Buahan yang Disebutkan dalam Al-Qur’an
Manfaat Buah-Buahan yang Disebutkan dalam Al-Qur’an
Di antara hamparan ayat-ayat suci Al-Quran, terselip mutiara hikmah yang tak hanya menuntun jiwa, tetapi juga mengantarkan pada gerbang kesehatan. Ya, Al-Quran, kitab suci umat Islam, bukan hanya berisi panduan hidup dan nilai-nilai spiritual, tetapi juga menyimpan khazanah ilmu pengetahuan, termasuk tentang kesehatan. Salah satu contohnya adalah uraian tentang berbagai buah-buahan yang memiliki manfaat luar biasa bagi kesehatan manusia. Berikut beberapa buah yang disebutkan dalam Al-Quran beserta manfaatnya: 1. Kurma (QS. Al-Baqarah: 266, An-Nahl: 69, Maryam: 25) • Kaya serat, membantu pencernaan dan mencegah sembelit. • Mengandung gula alami, sumber energi yang baik. • Tinggi zat besi, membantu mencegah anemia. • Mengandung kalium, baik untuk kesehatan jantung. • Kaya antioksidan, membantu melawan radikal bebas dan mencegah penyakit kronis. 2. Anggur (QS. An-Nahl: 11, Al-Isra': 26, Yasin: 34) • Kaya vitamin C, meningkatkan daya tahan tubuh. • Mengandung antioksidan, membantu melawan radikal bebas dan mencegah penyakit kronis. • Baik untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah. • Membantu melancarkan pencernaan. • Meningkatkan fungsi otak dan memori. 3. Tin (QS. At-Tin: 1-3, Al-Anfal: 8) • Kaya serat, membantu pencernaan dan mencegah sembelit. • Mengandung kalium, baik untuk kesehatan jantung. • Sumber kalsium yang baik untuk kesehatan tulang dan gigi. • Mengandung zat besi, membantu mencegah anemia. • Kaya antioksidan, membantu melawan radikal bebas dan mencegah penyakit kronis. 4. Zaitun (QS. An-Nahl: 6, Al-Mu'minun: 20) • Kaya lemak tak jenuh tunggal, baik untuk kesehatan jantung dan kolesterol. • Mengandung vitamin E, antioksidan yang membantu melawan radikal bebas dan mencegah penyakit kronis. • Membantu menurunkan tekanan darah. • Meningkatkan fungsi otak dan memori. • Memiliki sifat anti-inflamasi yang membantu meredakan peradangan. 5. Pisang (QS. Al-Waqi'ah: 29) • Kaya kalium, baik untuk kesehatan jantung dan tekanan darah. • Sumber vitamin B6 yang baik untuk kesehatan saraf dan otak. • Mengandung serat, membantu pencernaan dan mencegah sembelit. • Kaya vitamin C, meningkatkan daya tahan tubuh. • Sumber energi yang baik karena mengandung gula alami. 6. Delima (QS. Ar-Rahman: 68, Al-An'am: 99) • Kaya antioksidan, membantu melawan radikal bebas dan mencegah penyakit kronis. • Membantu meningkatkan kesuburan dan kesehatan reproduksi. • Baik untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah. • Membantu menurunkan kolesterol jahat (LDL). • Memiliki sifat anti-inflamasi yang membantu meredakan peradangan. Perlu diingat bahwa ayat-ayat Al-Quran tentang buah-buahan ini tidak hanya menjelaskan manfaatnya bagi kesehatan fisik, tetapi juga mengandung makna spiritual yang mendalam. Buah-buahan tersebut merupakan nikmat Allah SWT yang patut disyukuri dan dikonsumsi dengan penuh kesadaran.
ARTIKEL17/09/2025 | Khoirunisa
Manfaat Gaya Hidup Sehat Menurut Islam
Manfaat Gaya Hidup Sehat Menurut Islam
Islam mengajarkan umatnya untuk menjaga kesehatan sebagai bagian dari ibadah. Gaya hidup sehat tidak hanya mendatangkan manfaat fisik, tetapi juga membantu umat Muslim dalam menjalankan ibadah dengan baik dan penuh konsentrasi. Rasulullah SAW mencontohkan berbagai cara untuk menjaga kesehatan, baik melalui pola makan, menjaga kebersihan, hingga menghindari hal-hal yang bisa merusak tubuh. Berikut ini adalah beberapa manfaat dari menjalani gaya hidup sehat dalam perspektif Islam: 1. Meningkatkan Kualitas Ibadah Kesehatan yang baik memungkinkan seseorang untuk menjalankan ibadah dengan sempurna, seperti shalat, puasa, dan haji. Sebaliknya, kesehatan yang terganggu dapat menjadi penghalang dalam menjalankan kewajiban agama. Allah berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 195, “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.” Ayat ini mengajarkan bahwa kita perlu menjaga tubuh kita agar bisa terus beribadah.2. Menjaga Kebersihan Jiwa dan Raga Gaya hidup sehat, yang mencakup menjaga kebersihan dan memelihara kesehatan mental, akan membantu seseorang hidup dengan lebih tenang. Dalam Islam, kebersihan adalah sebagian dari iman, seperti yang diriwayatkan oleh Rasulullah SAW, “Kebersihan adalah sebagian dari iman.” Dengan menjaga kebersihan tubuh, lingkungan, serta pikiran, seorang Muslim dapat merasakan ketenangan dalam menjalani kehidupan.3. Mencegah Penyakit Islam sangat menganjurkan umatnya untuk menjaga kesehatan dan mencegah penyakit. Salah satu cara untuk menjaga kesehatan adalah dengan pola makan yang baik, seperti yang diajarkan Rasulullah SAW: tidak makan berlebihan, makan makanan yang halal dan baik, serta menghindari makanan yang membahayakan tubuh. Menerapkan gaya hidup sehat membantu tubuh terhindar dari berbagai penyakit kronis seperti diabetes, tekanan darah tinggi, hingga penyakit jantung.4. Meningkatkan Produktivitas Kesehatan yang optimal akan mendukung seseorang untuk menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih produktif. Dalam Islam, bekerja dengan baik dan produktif adalah bagian dari ibadah, terutama jika hasil kerja tersebut dapat memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat. Dengan tubuh yang sehat, seorang Muslim dapat menjalankan tanggung jawabnya dengan baik dan berkontribusi lebih besar dalam kebaikan.5. Membentuk Mental dan Emosi yang Stabil Islam mengajarkan pentingnya menjaga kesehatan mental dan emosional. Gaya hidup sehat yang mencakup pola makan yang baik, olahraga teratur, serta menghindari kebiasaan buruk seperti marah dan stres berlebihan, akan membantu seseorang memiliki mental yang stabil. Rasulullah SAW juga menganjurkan untuk selalu bersabar dan berzikir agar hati menjadi tenang dan terhindar dari tekanan hidup.6. Mengikuti Sunnah Rasulullah Rasulullah SAW memberikan contoh gaya hidup sehat yang bisa diikuti, seperti makan secukupnya, menghindari makanan yang berlebihan, beristirahat yang cukup, dan menjaga kebersihan tubuh serta lingkungan. Mengikuti sunnah Rasulullah dalam menjaga kesehatan bukan hanya mendatangkan pahala, tetapi juga membantu tubuh tetap bugar dan sehat.7. Memperkuat Hubungan Sosial Gaya hidup sehat tidak hanya berkaitan dengan fisik, tetapi juga dengan hubungan sosial yang baik. Rasulullah SAW mengajarkan pentingnya menjaga silaturahmi, yang juga dapat berdampak positif pada kesehatan mental dan emosional. Studi menunjukkan bahwa memiliki hubungan sosial yang baik dapat mengurangi risiko depresi dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.8. Menjadi Lebih Bersyukur Kesehatan adalah nikmat yang sangat berharga, dan dengan menjaga kesehatan, seorang Muslim belajar untuk lebih bersyukur kepada Allah. Dengan kesehatan yang baik, ia dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan memberikan manfaat bagi orang lain. Rasulullah SAW bersabda, “Dua nikmat yang kebanyakan manusia lalai darinya adalah nikmat kesehatan dan waktu luang.” Nikmat kesehatan ini perlu disyukuri dengan menjaga tubuh dan tidak merusaknya.
ARTIKEL17/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
Cara Sholat Tahajud Lengkap dengan Niat dan Doanya
Cara Sholat Tahajud Lengkap dengan Niat dan Doanya
Sholat tahajud sering disebut sebagai sholat istimewa. Ia adalah ibadah sunnah yang dikerjakan di malam hari setelah bangun tidur terutama di sepertiga malam terakhir, saat kebanyakan orang masih terlelap. Di momen sunyi itu, doa-doa kita lebih mudah menembus langit. Tak heran, Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk menghidupkan malam dengan sholat tahajud. Apa Itu Sholat Tahajud? Secara bahasa, Tahajud memiliki arti berupaya melawan atau meninggalkan tidur; sementara secara istilah fiqih adalah shalat sunnah malam hari yang dilakukan setelah tidur. Hukum shalat tahajud adalah sunnah berdasarkan ijmâ’ ulama. Kesunnahannya bersifat muakkad atau sangat kuat karena selalu dilakukan oleh Nabi Muhammad?. (Al-Bakri bin as-Sayyid Muhammad Syattha ad-Dimyathi, Hâsyiyyah I’ânatuth Thâlibîn, I: 267; Muhammad as-Syirbini al-Khatib, al-Iqnâ’ fî Halli Alfazhi Abî Syujâ’, I: 116). Allah SWT memuji hamba-hamba yang rajin mengerjakannya dalam Al-Qur’an: "Dan pada sebagian malam hari, lakukanlah sholat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji." (QS. Al-Isra: 79). Artinya, sholat tahajud bukan sekadar ibadah tambahan, tapi jalan untuk mendapatkan kedudukan mulia di sisi Allah. Niat Sholat Tahajud Niat bisa diucapkan dalam hati dengan sederhana, misalnya: "Ushalli sunnatat-tahajjudi rak’ataini lillahi ta’ala." (Aku niat sholat sunnah tahajud dua rakaat karena Allah Ta’ala). Tak perlu rumit. Yang terpenting adalah hadirnya kesadaran dalam hati bahwa kita sedang sholat sunnah tahajud. Tata Cara Sholat Tahajud Tata cara sholat tahajud sebenarnya sama dengan sholat sunnah lainnya. Berikut langkah-langkahnya: Bangun dari tidur – meskipun hanya sebentar, tidur sebelum tahajud disunnahkan. Bersuci – berwudhu sebagaimana wudhu untuk sholat fardhu. Niat sholat tahajud di dalam hati bersamaan dengan takbîratul ihrâm, dan seterusnya sebagaimana pelaksanaan shalat pada umumnya sampai salam setelah dua rakaat. Sholat minimal dua rakaat. sholat tahajud tidak memiliki batasan rakaat maksimal. Paling tidak, sholat tahajud dilaksanakan dua rakaat. Membaca doa setelah sholat tahajud untuk memohon ampunan, kemudahan rezeki, dan terkabulnya hajat. Doa Sholat Tahajud Setelah tahajud, kita dianjurkan memperbanyak doa. Doa yang dipanjatkan Rasulullah? berdasarkan riwayat Imam al-Bukhari dan Muslim sebagaimana berikut: “Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad? itu benar. Hari Kiamat itu benar. Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku. Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah.” Selain doa khusus, kita bisa memohon apa saja: rezeki yang berkah, ketenangan hati, kesembuhan, atau dipermudah dalam urusan dunia dan akhirat. Tips Agar Konsisten Sholat Tahajud • Tidur lebih awal, agar tubuh cukup istirahat. • Pasang alarm atau minta dibangunkan pasangan/keluarga. • Mulai dari yang ringan, dua rakaat dulu tapi rutin. • Jadikan doa tahajud sebagai momen curhat kepada Allah. Sholat tahajud adalah ibadah yang memberi kekuatan spiritual luar biasa. Dengan memahami cara sholat tahajud, mulai dari niat, tata cara sholat tahajud, hingga doa tahajud, kita bisa menjadikannya rutinitas sederhana namun penuh makna. Malam yang sunyi adalah waktu terbaik untuk berbisik pada Allah. Jadi, jangan tunggu sempurna. Mulailah dengan dua rakaat tahajud malam ini.
ARTIKEL16/09/2025 | Khoirunisa
Sholat Taubat: Tata Cara dan Bacaannya
Sholat Taubat: Tata Cara dan Bacaannya
Sholat taubat bisa dikerjakan tanpa terbatas waktu tertentu, boleh siang maupun malam. Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Demikian pula shalat taubat (termasuk shalat yang memiliki sebab dan harus segera dilakukan, sehingga boleh dilakukan meskipun waktu terlarang untuk shalat[6]). Jika seseorang berbuat dosa, maka taubatnya itu wajib, yaitu wajib segera dilakukan. Dan disunnahkan baginya untuk melaksanakan shalat taubat sebanyak dua raka’at. Lalu ia bertaubat sebagaimana keterangan dalam hadits Abu Bakr Ash Shiddiq.”. Jadi, sholat taubat berapa rakaat? Dari keterangan yang sama di atas dijelaskan juga bahwa sholat taubat sebanyak dua rakaat. Kita dapat mengawalinya dengan bacaan niat sholat taubat 2 rakaat, yakni “Ushalli sunnatat taubati rak'ataini lillahi taala”. Selanjutnya, berikut tata cara sholat taubat sesuai tuntunan Rasulullah saw. 1. Melakukan Takbiratul Ihram Setelah membaca niat sholat taubat 2 rakaat, lakukan takbiratul ihram dengan mengangkat kedua tangan, sebagai tanda memulai sholat. Ini adalah bagian awal dari sholat, di mana seseorang mulai masuk ke dalam ibadah kepada Allah. 2. Membaca Doa Iftitah, Surat Al-Fatihah, dan Surat Pendek Di rakaat pertama, setelah takbiratul ihram, kita membaca doa iftitah untuk memuji Allah, diikuti dengan Surat Al-Fatihah, dan kemudian membaca surat pendek pilihan. Membaca Al-Fatihah adalah rukun dalam setiap rakaat sholat yang tidak boleh ditinggalkan. 3. Rukuk, Iktidal, Sujud, dan Duduk di Antara Dua Sujud Setelah membaca surat pendek, lakukan rukuk dengan tenang, kemudian iktidal (berdiri kembali setelah rukuk), sujud pertama, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua. Gerakan ini menunjukkan ketundukan penuh kepada Allah dan mengakui kelemahan diri di hadapan-Nya. 4. Bangkit untuk Rakaat Kedua dan Ulangi Seperti Rakaat Pertama Setelah menyelesaikan rakaat pertama, bangkit untuk melanjutkan rakaat kedua. Di rakaat kedua, ulangi langkah-langkah yang sama seperti rakaat pertama, yakni membaca Surat Al-Fatihah, surat pendek, rukuk, iktidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua. 5. Tasyahud Akhir dan Salam Di akhir rakaat kedua, duduk untuk tasyahud akhir, lalu mengucapkan salam sebagai penutup sholat. Dengan salam, sholat dianggap selesai, dan kita telah menjalankan ibadah dengan penuh kepasrahan dan pengharapan akan ampunan Allah. 6. Berdoa dan Memperbanyak Istigfar Setelah salam, dianjurkan untuk memperbanyak istigfar, seperti membaca Astaghfirullahal 'azhim atau doa lainnya. Perbanyak doa memohon ampunan kepada Allah dengan tulus. Istigfar menunjukkan kesungguhan seseorang dalam meminta maaf atas dosa-dosa, seraya berharap Allah menerima taubatnya.
ARTIKEL16/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
Menelan ludah dan batasan puasa : perspektif islam yang jelas
Menelan ludah dan batasan puasa : perspektif islam yang jelas
Pernahkah sahabat membuang ludah saat berpuasa karena khawatir hal tersebut dapat membatalkan puasa? Ibadah puasa dapat batal jika seseorang dengan sengaja memasukan makanan dan minuman ke dalam tubuhnya. Lalu bagaimana dengan air ludah? Menurut buku “Hukum Menelan Air Ludah bagi Orang yang Berpuasa”, karya Pengajar Pondok Pesantren Raudhatul Quran An-Nasimiyyah Semarang Ahmad Mundzir menyatakan bahwa para ulama sepakat untuk hukum menelan air ludah atau liur tidak membatalkan puasa. Namun, hal ini hanya berlaku apabila air liur ini sering keluar karena sulit dihindari, dijelaskan dalam al-Majmu Syarah al-Muhadzdzab (Juz 6, halaman 341) karya Imam an-Nawawi. Dikatakan bahwa: “Menelan air liur itu tidak membatalkan puasa sesuai kesepakatan para ulama. Hal ini berlaku jika orang yang berpuasa tersebut memang biasa mengeluarkan air liur. Sebab susahnya memproteksi air liur untuk masuk kembali.” Hukum Menelan Air Ludah bagi orang yang Berpuasa Seperti yang sudah dipaparkan diatas kebanyakan ulama sepakat air ludah atau air liur tidak membatalkan puasa, Berdasarkan paparan dari Imam an-Nawawi, mengenai hukum menelan air liur yang tidak membatalkan puasa jika memenuhi tiga syarat, yaitu: Air liur yang tidak tercampur dengan zat lain: Artinya air liur yang tertelan adalah air liur yang tidak tercampur dengan zat atau cairan lain, seperti darah akibat luka pada gusi. Air liur yang belum keluar dari bagian bibir luar: Dalam hal ini, air liur yang tertelan tidak boleh melewati batas bibir luas. Menelan ludah yang berada dalam rongga mulut tanpa keluar dari batas bibir luar tetap dianggap sah dan tidak membatalkan puasa. Air liur yang dengan sengaja ditampung oleh seseorang hingga banyak terlebih dahulu baru kemudian ditelan. Namun, ada pendapat yang termasyur mengatakan bahwa perbuatan tersebut selagi tidak sengaja, maka tidak akan membatalkan puasanya. Jadi menelan air ludah tidak akan membatalkan puasa seseorang, jika telah memenuhi ketiga syarat di atas dan selama perbuatan menelan ludah tersebut tidak disengaja Ibadah puasa juga bisa mendapatkan ganajran yang lebih besar dengan diiringi bersedekah. Bersedekah di BAZNAS Kota Sukabumi dapat dilakukan secara online melalui smartphone sehingga mempermudah sahabat untuk bersedekah dimanapun dan kapanpun Sebagai Lembaga Pemerintah Nonstruktural yang mengelola dana ZIS, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Sukabumi saat ini dipercaya publik berkat komitmen dan program-programnya dalam menghimpun dan menyalurkan Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS). Klik link https://kotasukabumi.baznas.go.id/sedekah untuk bersedekah dengaan mudah. Semoga setiap kebaikan yang kita keluarkan, bisa menjadi amal jariyah yang senantiasa mengalir pahalanya, Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin.
ARTIKEL16/09/2025 | Khoirunisa
Adab-Adab Berpuasa yang Harus Diperhatikan
Adab-Adab Berpuasa yang Harus Diperhatikan
Salah satu ibadah yang wajib dilakukan oleh umat muslim adalah berpuasa di bulan Ramadan. puasa ramadan yaitu puasa yang dilakukan sebulan penuh untuk meraih gelar takwa sesuai dengan perintah Allah swt dalam surat Al-Baqarah : 183 Artinya : "Wahai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu. (Berpuasa) agar kamu bertakwa.” Dalam menjalankan ibadah puasa kita diharuskan menahan dahaga dan lapar dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Namun, tidak hanya hal itu saja yang perlu diperhatikan, ada adab-adab berpuasa yang harus sahabat ketahui agar puasa sahabat berkualitas dan tidak berkurang pahalanya. Adapun adab-adab puasa diantarannya sebagai berikut : 1. Sahur di Akhir Waktu Untuk menyipkan energi berpuasa seharian, tentu kita memerlukan asupan makanan. Oleh karena itu sahabat jangan sampai melewatkan sahur. Apalagi terdapat keberkahan dalam waktu sahur. Dan betapa baiknya Allah swt yang menjadikan sahur di penghunjung waktu sebagai sebuah keutamaann. Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu sebagai berikut: Artinya:“Segerakanlah berbuka dan akhirkanlah sahur.” Sementara untuk makanan sahur sebaik-baiknya adalah kurma. Sahur merupakan pembeda kita ummat muslim dengan ahli Kitab. "Dan sebaik-baik makanan sahur adalah kurma". (HR. Abu Dawud, no. 2345) . 2. Segerakan Berbuka Untuk sahur memang dianjurkan diakhirkan, tapi untuk bebuka puasa lebih utama disegerakan. Oleh karena itu, segeralah sahabat berbuka bila telah datang waktunya karena Rasulullah Saw bersabda : "orang-orang senantiasa tetap dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka". (HR. Bukhari, jilid 4, hal 198). Rasulullah Saw biasa berbuka dengan melakukan sholat, dengan makan beberapa biji kurma mengkal atau kurma matang, dan beberapa teguk air minum (HR. Tirmidzi, jilid 3, hal 79). Sunahnya memakan kurma terlebih dahulu dengan mengucapkan bismillah barulah meminum air. Dan membaca Artinya: "Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala telah tetap, insya Allah. (HR. Abu Dawud, jilid 2, hal 765) . 3. Hindari Pembicaraan yang sia-sia Hindarilah pembicaraan yang sia-sia karena Rasulullah Saw bersabda "pada hari seseorang diantara kalian sedang berpuasa maka janganlah diantaran Kalian berbicara serono, berbicara sia-sia". (HR. Bukhari, No. 1904). hal Ini bisa bermakna jatuh pada perbuatan maksiat, seperti menggunjing, gibah, berkata jorok, dan dusta. karena perbuatan-perbuatan tersebut dapat menghapus seluruh perbuatan puasanya 4. Membentengi diri dari hawa nafsu Meski yang membatalkan puasa adalah makan dan minum, namun sejatinya puasa jugalah tentang menahan hawa nafsu. Usahakanlah untuk menghindari perbuatan yang membuat pertengkaran, dan bila ada yang hendak menyerang atau memaki katakanlah jika sahabat sedang berpuasa. Karena Rasulullah Saw bersabda "Dan jika seseorang menyerangnya atau memakinya maka hendaklah ia menghindari perbuatan tersebut, dan berkata, "aku sedang puasa, aku sedang puasa". (HR. Bukhari No.1894) 5. Tidak Makan Berlebihan Saat berpuasa memang terasa semua makanan dan minuman yang berseliwuran terlihat nikmat. Seringkali hal ini membuat kita kalap membeli ini itu dan ingin mencicipi banyak makanan. Rasulullah Saw bersabda "tidak ada bejana dipenuhi oleh manusia yang lebih buruk dari pada perutnya". (HR. Tirmidzi, No 2380). Sahabat usahakan mengonsumsi makanan yang cukup dan tidak menuruti hawa nafsu. Sebaiknya kita juga berhenti sebelum perut terasa kenyang. 6. Dermawan, gemar berbagi Salah satu yang dianjurkan saat berpuasa adalah perbanyak ibadah. Salah satu ibadah yang bisa sahabat lakuka adalah dengan memberi makan orang yang berpuasa atau berbagi satu sama lain. Rasulullah Saw bersabda "sesungguhnya di surga itu ada kamar-kamar yang bagian dari luarnya terlihat dari dalam, dan bagian luarnya tampak dari luar, yang disediakan oleh orang-orang yang memberi makan, memperlembut pembicaraan, senang berpuasa dan sholat di malam hari diwaktu manusia tertidur pulas". (HR. Ahmad, jilid 5, hal 343). Insya Allah ada kamar-kamar yang disediakan di surga untuk mereka yang memberi makan orang lain. Sahabat, itulah beberapa hal yang perlu kita perhatikan saat berpuasa. Jangan sampai kita berpuasa hanya mendapatkan rasa haus dan lapar saja.
ARTIKEL16/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
Ghibah sebagai Penggugur Pahala Berpuasa
Ghibah sebagai Penggugur Pahala Berpuasa
Puasa di bulan Ramadan merupakan salah satu ibadah wajib bagi umat Islam yang bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan. Namun, ada berbagai hal yang dapat mengurangi atau bahkan menggugurkan pahala puasa, salah satunya adalah ghibah. Ghibah atau menggunjing orang lain dikecam dalam Islam karena dapat merusak hubungan sosial dan mengotori hati. Definisi Ghibah dalam Islam Secara bahasa, ghibah berarti menyebutkan keburukan seseorang yang jika ia mendengarnya, ia akan merasa tidak senang. Rasulullah ? menjelaskan dalam sebuah hadits: “Tahukah kalian apa itu ghibah? Mereka menjawab, ‘Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.’ Beliau berkata, ‘Yaitu engkau menyebut saudaramu dengan sesuatu yang ia benci.’ Seseorang bertanya, ‘Bagaimana jika yang aku katakan itu benar?’ Rasulullah ? menjawab, ‘Jika benar, berarti engkau telah menggunjingnya, dan jika tidak benar, maka engkau telah memfitnahnya.’” (HR. Muslim No. 2589) Berdasarkan kesepakan ulama ghibah bahkan hukumnya diharamkan, Rasulullah juga menyamakan ghibah dengan sama saja memakan daging saudara sendiri yang telah mati. Artinya itu adalah hal yang menjijikan. Perlu kita waspadai jika Ghibah mencakup berbagai bentuk, baik dalam lisan maupun tulisan. Meski kita tidak membicarakan secara lisan namun menggunakan tulisan atau hate comment di sosial media juga bisa termasuk kedalam ghibah. Hukum Ghibah saat Berpuasa Sudah jelas kita ketahui jika mekakukan ghibah saat tidak berpuasa saja dilarang lalu bagaimana jika saat berpuasa? Apakah akan membatalkan puasa? Pada dasarnya puasa bukan hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari segala bentuk perbuatan yang bisa mengurangi nilai ibadah tersebut. Setidaknya ada lima hal yang dapat mengugurkan pahala puasa berdasarkan hadist rasulullah “Diriwayatkan dari Anas ra, Rasulullah saw. bersabda : Ada lima perbuatan yang menghapus pahala puasa, yaitu : berbohong, menggunjing, mengadu orang, bersumpah palsu dan memandang lain jenis dengan syahwat”. Ghibah atau menggunjing termasuk dalam kategori perbuatan buruk yang bisa menghilangkan pahala puasa. Sehingga, meskipun seseorang tetap menahan diri dari makan dan minum, namun jika ia tidak menjaga lisannya dari ghibah, puasanya menjadi sia-sia. Namun tidak membatalakn puasanya, artinya puasanya tetap sah. Hal ini dijelaskan oleh Imam An-Nawawi (wafat 676 H), dalam kitabnya Al-Majmu’ Syarhul Muhaddzab: “Apabila seseorang melakukan ghibah saat puasa, maka ia berdosa dan tidak batal puasanya menurut pandangan kita (mazhab Syafi’i), hal ini juga selaras dengan yang dikemukakan oleh mazhab Maliki, Hanafi dan Hanbali. Kecuali menurut pandangan Imam Al-Auza’i,menurutnya puasa batal disebabkan perbuatan ghibah dan wajib untuk diqadha.” (Muhyiddin Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarhul Muhaddzab, [Beirut: Dar Al-Fikr], juz VI, halaman 356). Pendapat yang dilontarkan oleh An-Nawawi ini kemudian didukung dengan pernyataan Syekh Sa’id bin Muhammad Baisyan (wafat 1270 H) dalam kitabnya: Artinya: “Apabila seseorang menggunjing (semisal), maka otomatis hasil dosa menggunjing dan pahala puasanya batal. Namun tidak dengan puasanya, sebab hanya menyimpang dari perkara sunah dimana dianjurkan agar menghindarkan puasa dari hal-hal itu (menggunjing), sebagaimana pemahaman beberapa hadits dan telah dijelaskan oleh Imam Asy-Syafi’i dan Ashabnya.” (Said bin Muhammad Baisyan, Busyral Karim bi Syarhi Masailit Ta’lim, [Jeddah: Dar Al-Minhaj], halaman 565). Berdasarkan refrensi diatas maka Ghibah menurut tinjauan fiqih dalam kondisi puasa, hukum puasanya tetap sah, hanya saja ia tidak memperoleh pahala ibadah puasa. Oleh karena itu, umat Muslim harus menjaga lisan dan tulisan dalam bentuk kebencian ataupun membuat hoax, terutama saat berpuasa, agar ibadahnya benar-benar diterima oleh Allah SWT. Apabila tidak sengaja melakukan ghibah saat berpuasa, segera istighfar. Kemudian berjanji untuk tidak mengulanginya, dan jika memungkinkan meminta maaf kepada orang yang telah dibicarakan. Kita juga perlu menjaga lingkungan kita dengan menghindari perkumpulan yang sering membicarakan orang lain, karena dosanya tetap sama meski kita hanya mendengarkan ghibah tanpa menegur atau menghindarinya.
ARTIKEL15/09/2025 | Khoirunisa
Inilah Tiga Keutamaan Surat Al Fatihah
Inilah Tiga Keutamaan Surat Al Fatihah
Keutamaan surat Al Fatihah tak terhingga banyaknya. Adakalanya digunakan sebagai pengobatan, pengusir kegundahan, meminta petunjuk dan pertolongan, penjagaan diri dan sebagainya. Al Fatihah berasal dari kata fataha, yaftahu, fathan, yang berarti pembukaan juga dapat pula berarti Kemenangan. Diartikan sebagai pembukaan karena surah al fatihah terletak pada bagian awal dari surah-surah yang lain dalam susunan mushaf Al Quran. Diartikan sebagai kemenangan karena berdasarkan pengertian yang terdapat dalam firman Allah swt yang berbunyi, Sungguh, Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata. (Q.S. al-Fath [48]: 1) Surat al fatihah juga memiliki nama lain, seperti yang dijelaskan oleh Hasbie as Shiddiqie dalam tTafsir Al-Qur’anul Majid, ada beberapa nama lain dari surat al fatihah, yaitu ummul kitab, ummul qur’an, sab’ul matsani, al-asas, fatihatul kitab, al-Kanz (pembendaharaan), al-wafiyah (yang amat sempurna), al-kafiyah (yang amat mencukupi), al-hamd (pujian), al-syukru (ucapan terimakasih), al-du’a (seruan dan permohonan), al-salat (sembahyang dan do’a), al-syafiyah (penyembuh), dan al-syifa’ (penawar). Sedangkan menurut Quraish Shihab, beberapa nama lain dari surat al fatihah yang dikenal pada masa Rasulullah yaitu al-Fatihah, Ummul Kitab atau Ummul Qur’an, dan as-Sab’ al-matsani. Adapun terkait dengan keutamaan surah Al-Fatihah, Imam muslim dalam shahih-nya dan An-Nasa’i dalam Sunan-nya menceritakan, “Diceritakan dari Abu al-Ahwash Salam bin Salim, dari Ammar bin Ruzaiq, dari Abdullah bin Isa bin Abdurrahman bin Abu Layla, dari Sa’id bin Jubair, dari Ibnu Abbas, ia bercerita, “ketika kami bersama Rasulullah Saw, dan didekat beliau ada malaikat Jibril a.s, tiba-tiba ia mendengar suara dari atas. Jibril memandang ke langit dan berkata, ‘pintu langit dibuka, pintu ini belum pernah dibuka sama sekali.’ Satu malaikat kemudia turun melalui pintu langit tersebut dan kemudian mendekati Rasulullah Saw, lalu berkata, ‘Selamat, berbahagialah atas dua cahaya yang telah diberikan kepadamu, (dimana cahaya ini adalah) anugerah yang belum pernah diberikan kepada nabi sebelum engkau, itulah Fatihah al-kitab dan akhir dari surah Al-Baqarah. Tidak ada satu pun huruf yang engkau baca dari keduanya, melainkan akan diberikan (pahalanya) kepadamu.” (Ibnu Katsir, dalam Tafsir al-Qur’an al-Adzim) Ada tiga keutamaan yang perlu kita ketahui dalam surah Al-Fatihah, antara lain; Merupakan surat yang paling utama dalam Al Quran Diriwayatkan oleh Ahmad dari Abi Sa’id Al-Mu’alla beliau berkata, “Aku sedang melaksanakan sholat (dimasjid), lalu Rasulullah Saw lewat, maka beliau memanggilku dan AKu tidak mendatangi beliau hingga shalat selesai, setelah itu aku mendatangi beliau, maka Rasulullah Saw berkata “ apa yang menahanmu sehingga kau tidak mendatangiku? Aku menjawab “ (Ya Rasulullah) saya sedang melaksanakan shalat”, maka beliau berkata “bukankah Allah Swt telah berfirman “wahai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan Rasulnya, apabila dia menyerumu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu..”(QS. Al-Anfal:24) kemudian beliau berkata kepadaku , ketahuilah bahwa aku akan mengajarkan kepada kalian surah yang paling mulia di dalam Al-Qur’an sebelum keluar dari masjid, setelah itu beliau pergi. Ketika Rasulullah hendak keluar dari masjid, maka Abi Sa’id Al-Mu’alla mengingatkan beliau (dengan lafadz): kemudian aku mengisyaratkan dengan tanganku ketika beliau hendak keluar, aku berkata “bukankah baginda berkata akan mengajarkan surah yang paling mulia dalam Al-Qur’an ?” beliau bersabda “ Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, adalah tujuh yang berulang-ulang dan Al-Qur’an yang mulia ada di dalamnya” Menjadi suatu syarat sahnya shalat Sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, “Berkata Muhammad bin ishaq bin Khuzaimah: telah menceritakan Mu’al bin Hisyam al-Yaskura, telah menceritakan Ismail bin Ulyah dari Muhammad bin Ishaq, telah menceritakan kepadaku Makh?l dari Mahmud bin al-Rabi’a dan dia menetap di iliya’ (suatu daerah antara madinah dan baitul maqdis), dari ‘Ub?dah bin Shamit berkata “Rasulullah Saw sholat bersama kami pada sholat subuh, maka beliau mengeraskan bacaan sholatnya. Setelah berpaling, beliau berkata “sesungguhnya aku ingin menunjukkan kepada kalian, yang kalian baca pada saat berada dibelakang imam. Aku berkata “ katakanlah kepada kami wahai Rasulullah” beliau bersabda “ maka tak ada bacaan selain ummul kitab, karena sesungguhnya tidak sah sholat bagi seseorang yang tidak membacanya” (HR. Ahmad. No 5/316) Dalam riwayat lain diceritakan, “menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdullah ar-Raq?syi, menceritakan kepada kami Yazid bin Zari’a, menceritakan kepada kami Muhammad bin Ishaq, menceritakan kepada kami Yahya bin Abb?d, dari ayahnya, dari ‘Aisyah r.a berkata “Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda, “Setiap sholat yang tidak dibaca dengannya (Al-Fatihah al-kitab) maka sholatnya kurang (tidak sempurna ( HR. Bukhari dalam kitabnya Jaz’ul qir?’ati) Dapat digunakan untuk mengobati penyakit Sayyid Muhammad Sa’ad Ibnu Alawi al-Idrus dalam kitab Fadha’il Suwar wa Ayat Qur’aniyyah, menjelaskan bahwasanya Abdul Malik Abu Umair mengatakan, “surah pembuka dalam Al-Qur’an adalah obat untuk segala sesuatu, surah itu adalah surah Al-Fatihah” Ibnu Qayyim juga mengatakan bahwa Fatihatul Kitab, as-Sab’ul matsani, Ummul Qur’an, merupakan ruqyah yang sempurna, obat yang bermanfaat, penjaga kekuatan, menghilangkan kesedihan, gundah, gelisah, ketakutan, serta kunci kekayaan dan kemenangan bagi orang yang mengetahui rahasia yang terkandung di dalamnya.” Kesimpulannya, surah al-Fatihah sungguh merupakan surah yang di dalamnya memuat banyak keutamaan. Tiga bagian diatas hanyalah bagian paling urgen dalam keterangan kitab-kitab hadits pada umumnya. Bagi pembaca yang ingin mengetahui keutamaan lainnya, dapat mencarinya dalam pembahasan yang merujuk pada nama-nama lain dari surat al fatihah.
ARTIKEL15/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
Tanda-Tanda Allah Sayang Kepada Hamba-Nya
Tanda-Tanda Allah Sayang Kepada Hamba-Nya
Tanda-Tanda Allah Sayang Kepada Hamba-Nya Sebagai makhluk yang diciptakan tentu saja sangat mengharapkan kasih sayang dari Allah SWT. Namun, tidak semua tau bahwa Allah swt senantiasa memberikan bentuk kasih sayang yang berbeda dari yang kita sangka. Cinta kasih Allah bukanlah sekedar hal yang biasa, melainkan sebuah anugerah tertinggi yang dapat dirasakan dalam berbagai aspek kehidupan. Ketika Allah mencintai seseorang hamba, Allah swt senantiasa memberikan rahmat dan keberkahan kepada makhluk. Ini tidak hanya terjadi karena kebaikan atau amal yang dilakukan oleh hamba, tetapi juga karena ketundukan dan ketaatan seorang hamba terhadap Allah. Ketika seorang hamba dalam ketaatan dan kesadaran akan kebesaran Allah, Allah mengarahkan langkah-langkah mereka menuju kebaikan dan memberikan bimbingan dalam menjalani kehidupan. Allah SWT berfirman dalam surat Ali Imron ayat 31: “Katakanlah (Nabi Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Ayat di atas menjelaskan bahwa apabila kita mencintai Allah swt maka harus mengikuti sunnah-sunnah Nabi Muhammad saw dan Allah swt menjanjikan kepada hamba-Nya yang senantiasa mengikuti sunnah dari Nabi Muhammad saw maka Allah swt akan cinta dan sayang terhadap hamba-Nya serta akan mengampuni dosa dari seorang hamba. Berikut tanda-tanda Allah swt sayang kepada hamba-Nya : 1. Diberikan pemahaman dan pengamalan agama Jika Allah mencintai seorang hamba, maka Allah akan memberikan agama kepadanya. Sehingga, dia pun akan mudah melakukan perbuatan baik dan jauh dari perbuatan dosa. Rasulullah SAW bersabda : ”Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla memberikan dunia kepada orang yang dicintai dan kepada yang tidak dicintai, namun tidak memberikan agama kecuali kepada orang yang dicintai-Nya. Maka, barangsiapa yang Allah berikan agama, berarti Allah mencintainya.” (HR Ahmad). Allah SWT akan senantiasa menghiasi lidah orang yang dicintainya dengan dzikir dan mengisi anggota tubuhnya untuk selalu mengingat-Nya dengan ketaatan, menghiburnya, serta menghindarkan dari kelalaian. Dengan demikian, hamba yang dicintainya tersebut akan selalu terhubung dengan Allah SWT. 2. Diberikan Kesedihan Cara lain yang Allah menunjukkan agar hamba-Nya semakin mengingatnya adalah dengan memberikan kesedihan. Biasanya saat merasa sedih, seorang hamba lebih mudah luluh dan pasrah. Dan hendaknya, saat dilanda kesedihan kita lebih banyak mengingat Allah SWT. 3. Diberikan ujian atau cobaan Banyaknya ujian atau cobaan yang diberikan oleh Allah SWT bisa menjadi tanda bahwa Allah SWT menyayangi hamba-Nya tujuannya yaitu untuk menyucikan diri seorang hamba dari dosa dan perbuatan buruk seorang hamba. Rasulullah SAW bersabda “Sesungguhnya besarnya balasan disertai besarnya bala, dan apabila Allah SWT mencintai suatu kaum Dia memberi cobaan kepada mereka.” ( HR Bukhari dari Anas bin Malik) 4. Diberikan kehilangan Saat yang paling sakit bagi seorang manusia adalah kehilangan, terutama kehilangan orang tercinta. Namun, dibalik kehilangan tersebut, ternyata Allah hendak memberikan pengingat kepada kita bahwasannya tidak ada dunia yang kekal di dunia ini kecuali Allah SWT. Melalui kehilangan tersebut, Allah SWT juga ingin menguatkan hati kita bahwasannya Allah akan selalu ada bagi setiap hamba-Nya. 5. Akan Diwafatkan Dalam Keadaan Baik Allah SWT akan membukakan pintu amal shalih kepada hamba yang dicintai-Nya, sebelum hamba itu meninggal. Sehingga hamba tersebut akan meninggal dalam keadaan husnul khatimah, Nabi SAW bersabda, “Allah berikan petunjuk kepadanya untuk beramal shalih sebelum meninggal kemudian Allah memberikan pahala penuh kepadanya.”(HR. Ahmad dan al-Hakim dalam Majmu’ al-Zawaid 7/217).
ARTIKEL15/09/2025 | Khoirunisa
Benarkah Sedekah dapat Menolak Bala Bencana? ini Dalil dan Buktinya
Benarkah Sedekah dapat Menolak Bala Bencana? ini Dalil dan Buktinya
Sebagai salah satu amalan yang ganjarannya besar, bahkan dalam beberapa keterangan pahalanya disegerakan, sedekah tidak selalu tentang harta atau uang, atau dalam nominal yang besar. Karena itu sedekah dapat dilakukan oleh siapa saja, bahkan oleh orang yang kekurangan sekalipun. Banyak kisah sahabat nabi dan orang-orang shaleh terfahulu menjaga sedekah mereka meski hanya dengan sebiji kurma. Allah SWT dalam banyak ayat dalam al qur’an telah memerintahkan untuk mengeluarkan atau membelanjakan sebagian harta di jalan-Nya. Dalam QS. Al Munafiqun ayat 10 Allah menyatakan yang artinya, “Dan infakkanlah sebagian apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu lalu dia berkata (menyesali): Ya Tuhanku, sekiranya engkau berkenan menunda (kematianku)ku, maka aku akan bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang shalih.” Salah satu manfaat sedekah ialah dapat menolak bahkan menghindarkan seseorang dari musibah atau bala bencana Sedekah dapat Menolak Bala Bencana Dalam beberapa hadis disebukan bahwa sedekah dapat menolak bala atau bencana. Rasulullah saw bersabda yang artinya: “…Dan aku memerintahkan kalian supaya bersedekah. Sesungguhnya perumpamaannya seperti seorang laki-laki yang ditawan musuh lalu mereka mengikat tangannya sampai ke leher lalu mereka membawanya untuk memenggal lehernya lalu ia berkata”Aku akan menebus diriku dari kealian dengan harta yang sedikit maupun banyak. Lalu ia menebus dirinya dari (untuk bisa lolos) mereka.” (HR. Ahmad, At Tirmidzi, Ibn Hibban, dan Al Hakim) Dalam HR. Al Baihaqi dalam kitab Sunan al Kabir juga disebutkan bahwa, dari Anas bin Malik, beliau radiallahuanhu berkata bahwa “Bersegeralah dalambersedekah, karena seseungguhnya bala (bencana) tidak akan dapat melampaui sedekah.” (HR. Al Baihaqi no. 7831) Sedekah Mengobati Penyakit-Penyakit Jasmani Rasulullah saw bersabda “Obatilah orang yang sakit di antara kamu dengan bersedekah.” (HR. Al Baihaqi no.6668 dalam Sunan Al Kabir) Bukti Nyata Sedekah Menolak Bala Bencana Tidak sedikit orang-orang yang merasakan manfaat atau keajaiban sedekah secara langsung. Seperti dengan hilangnya penyakit yang sebelumnya mustahil sembuh hanya dengan sedekah atau infaq. Beberapa kisah seperti orang-orang yang sebelumnya belum pernah bersedekah namun secara mengejutkan ditimpa penyakit langka, begitu bernadzar untuk berinfak atau sedekah, sakitnya perlahan-lahan membaik hingga akhirnya sembuh. Pengalaman-pengalaman demikian adalah bukti nyata bahwa sedekah bisa menjadi obat juga menolak bala atau bencana. Amalan Sedekah Allah SWT dalam banyak ayat dalam al qur’an telah memerintahkan untuk mengeluarkan atau membelanjakan sebagian harta di jalan-Nya. Dalam QS. Al Munafiqun ayat 10 Allah menyatakan yang artinya, “Dan infakkanlah sebagian apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu lalu dia berkata (menyesali): Ya Tuhanku, sekiranya engkau berkenan menunda (kematianku)ku, maka aku akan bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang shalih.” Salah satu manfaat sedekah ialah dapat menolak bahkan menghindarkan seseorang dari musibah atau bala bencana Sedekah dapat Menolak Bala Bencana Dalam beberapa hadis disebukan bahwa sedekah dapat menolak bala atau bencana. Rasulullah saw bersabda yang artinya: “…Dan aku memerintahkan kalian supaya bersedekah. Sesungguhnya perumpamaannya seperti seorang laki-laki yang ditawan musuh lalu mereka mengikat tangannya sampai ke leher lalu mereka membawanya untuk memenggal lehernya lalu ia berkata”Aku akan menebus diriku dari kealian dengan harta yang sedikit maupun banyak. Lalu ia menebus dirinya dari (untuk bisa lolos) mereka.” (HR. Ahmad, At Tirmidzi, Ibn Hibban, dan Al Hakim) Dalam HR. Al Baihaqi dalam kitab Sunan al Kabir juga disebutkan bahwa, dari Anas bin Malik, beliau radiallahuanhu berkata bahwa “Bersegeralah dalambersedekah, karena seseungguhnya bala (bencana) tidak akan dapat melampaui sedekah.” (HR. Al Baihaqi no. 7831) Sedekah Mengobati Penyakit-Penyakit Jasmani Rasulullah saw bersabda “Obatilah orang yang sakit di antara kamu dengan bersedekah.” (HR. Al Baihaqi no.6668 dalam Sunan Al Kabir) Bukti Nyata Sedekah Menolak Bala Bencana Tidak sedikit orang-orang yang merasakan manfaat atau keajaiban sedekah secara langsung. Seperti dengan hilangnya penyakit yang sebelumnya mustahil sembuh hanya dengan sedekah atau infak. Beberapa kisah seperti orang-orang yang sebelumnya belum pernah bersedekah namun secara mengejutkan ditimpa penyakit langka, begitu bernadzar untuk berinfak atau sedekah, sakitnya perlahan-lahan membaik hingga akhirnya sembuh. Pengalaman-pengalaman demikian adalah bukti nyata bahwa sedekah bisa menjadi obat juga menolak bala atau bencana. Yuk tunaikan kebaikan bersama di BAZNAS Kota Sukabumi.
ARTIKEL15/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat