WhatsApp Icon
Jangan Sampai Menyesal! Lalai Berinfak Bisa Merugikan, Padahal Pahalanya Sangat Besar

Lalai berinfak bisa merugikan tanpa disadari. Simak keutamaan infak, dalil Al-Qur’an dan hadits, serta alasan mengapa jangan sampai menunda berinfak agar hidup lebih berkah dan tenang.

Lalai Berinfak Bisa Merugikan, Jangan Sampai Menyesal

Lalai berinfak sering dianggap hal kecil, padahal lalai berinfak bisa merugikan diri sendiri tanpa kita sadari. Banyak orang menunda infak karena merasa harta akan berkurang, padahal dalam Islam justru sebaliknya. Infak adalah amalan ringan, tetapi pahalanya sangat besar dan bisa menjadi penyelamat di dunia maupun akhirat.

Allah SWT berfirman:

“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji.”
(QS. Al-Baqarah: 261)

Ayat ini menunjukkan bahwa infak bukan membuat miskin, justru melipatgandakan pahala dan keberkahan. Karena itu, lalai berinfak bisa merugikan, sebab kita melewatkan kesempatan pahala yang sangat besar.

1. Lalai Berinfak Bisa Membuat Hati Keras

Salah satu dampak negatif dari lalai berinfak adalah hati menjadi keras dan sulit merasakan kepedulian. Rasulullah SAW bersabda:

“Obatilah orang sakit di antara kalian dengan sedekah.”
(HR. Baihaqi)

Sedekah dan infak bukan hanya membantu orang lain, tetapi juga melembutkan hati dan menenangkan jiwa.

Orang yang jarang infak sering merasa gelisah, sementara orang yang rutin infak biasanya merasa lebih tenang. Ini bukti bahwa lalai berinfak bisa merugikan secara batin, bukan hanya secara pahala.

2. Takut Harta Berkurang, Padahal Infak Justru Menambah

Masih banyak yang menunda infak karena takut uang berkurang. Padahal Rasulullah SAW bersabda:

“Harta tidak akan berkurang karena sedekah.”
(HR. Muslim)

Hadits ini sangat jelas. Infak tidak membuat miskin, justru membuka pintu rezeki.
Sebaliknya, lalai berinfak bisa merugikan, karena kita menutup pintu keberkahan sendiri.

Sering kita melihat orang yang sederhana tapi hidupnya cukup, dan orang yang banyak harta tapi selalu merasa kurang. Salah satu sebabnya bisa jadi karena kebiasaan infak.

3. Infak Bisa Menolak Musibah

Dalam banyak riwayat dijelaskan bahwa sedekah dan infak dapat menolak bala.

Rasulullah SAW bersabda:

“Sedekah itu dapat memadamkan murka Allah dan menolak kematian yang buruk.”
(HR. Tirmidzi)

Ini menjadi pengingat kuat bahwa lalai berinfak bisa merugikan, karena kita melewatkan amalan yang bisa melindungi diri dari musibah.

Tidak harus besar. Infak kecil tapi rutin lebih dicintai Allah daripada banyak tapi jarang.

4. Infak Adalah Bukti Syukur atas Nikmat

Semua rezeki berasal dari Allah. Maka salah satu tanda syukur adalah berbagi.

Allah berfirman:

“Jika kamu bersyukur, pasti Aku tambah nikmat kepadamu.”
(QS. Ibrahim: 7)

Infak adalah bentuk syukur.
Jika kita lalai berinfak, bisa jadi kita termasuk orang yang kurang bersyukur, dan itu bisa menjadi sebab berkurangnya keberkahan.

Karena itu, lalai berinfak bisa merugikan, bukan hanya di akhirat, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

5. Kesempatan Pahala Besar Jangan Disia-siakan

Tidak semua orang diberi kesempatan untuk berinfak. Ada yang ingin memberi tapi tidak punya.

Kalau hari ini kita masih bisa infak, itu tanda Allah masih memberi peluang pahala.

Jangan sampai kesempatan ini hilang hanya karena menunda.

Orang yang cerdas adalah orang yang memanfaatkan kesempatan pahala sebelum terlambat.

6.  Infak Melalui Lembaga Resmi Lebih Aman dan Tepat

Menyalurkan infak sebaiknya dilakukan melalui lembaga resmi yang amanah dan terpercaya. Dengan melalui lembaga yang memiliki pengelolaan jelas, infak yang kita keluarkan bisa sampai kepada orang yang benar-benar membutuhkan.

Infak yang disalurkan secara teratur biasanya digunakan untuk berbagai program kebaikan, seperti membantu fakir miskin, pendidikan, kesehatan, bantuan bencana, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan cara ini, manfaat infak menjadi lebih luas dan tidak hanya dirasakan oleh satu orang saja.

Selain itu, menyalurkan infak melalui lembaga resmi juga membuat kita lebih tenang, karena dana yang diberikan dikelola dengan tanggung jawab dan transparan.

Allah SWT berfirman:

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka…”
(QS. At-Taubah: 103)

Ayat ini menunjukkan bahwa pengelolaan harta di jalan Allah memang dianjurkan dilakukan dengan cara yang teratur agar manfaatnya lebih besar.

7. Jangan Sampai Menyesal Karena Lalai Berinfak

Penyesalan sering datang terlambat.
Saat sehat kita menunda, saat sempit kita ingin memberi tapi tidak mampu.

Karena itu, jangan sampai lalai berinfak bisa merugikan, padahal pahalanya sangat besar dan manfaatnya nyata.

Mulailah dari sekarang, dari yang kecil, dari yang mudah.

8. Infak Tidak Harus Banyak, yang Penting Ikhlas dan Rutin

Masih banyak yang berpikir bahwa infak harus menunggu kaya. Padahal dalam Islam, infak tidak dilihat dari besar kecilnya, tetapi dari keikhlasan dan kesungguhan hati.

Allah SWT juga berfirman:

“Orang-orang yang menafkahkan hartanya di waktu lapang maupun sempit…”
(QS. Ali Imran: 134)

Ayat ini menjadi pengingat bahwa lalai berinfak bisa merugikan, karena kita menunda amalan yang sebenarnya bisa dilakukan kapan saja.

Tidak harus menunggu gaji besar.
Tidak harus menunggu punya banyak.
Tidak harus menunggu waktu tertentu.

Infak bisa dilakukan setiap hari, setiap minggu, atau setiap kali ada kesempatan.

Jangan Sampai Lalai Berinfak Karena Ruginya Besar

Dari penjelasan di atas, kita bisa memahami bahwa lalai berinfak bisa merugikan, baik di dunia maupun di akhirat.
Infak bukan hanya membantu orang lain, tetapi juga membuka pintu rezeki, menolak musibah, melembutkan hati, dan menjadi bukti syukur atas nikmat Allah.

Banyak orang menyesal bukan karena tidak punya harta, tetapi karena tidak menggunakan hartanya di jalan kebaikan saat masih punya kesempatan.

Jangan tunda kebaikan.
Salurkan infak terbaik Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi agar lebih amanah, tepat sasaran, dan penuh berkah. Infak hari ini, pahala mengalir tanpa henti.

untuk melihat artikel lainnya klik link di bawah ini :

Pahala Sedekah Terancam Hilang, Waspada! 5 Niat Tersembunyi yang Bisa Menghapusnya

https://baznaskotasukabumi.com/stop-bersedekah-demi-formalitas/

18/03/2026 | Kontributor: BAZNAS
Hidup Ingin Tenang? Hindari 5 Sikap Buruk yang Sering Terjadi Sehari-hari

Hidup ingin tenang tidak cukup hanya dengan harapan. Hindari 5 sikap buruk yang sering terjadi sehari-hari agar hati lebih damai, rezeki lancar, dan hidup lebih berkah menurut ajaran Islam.

Hidup Ingin Tenang? Banyak Orang Salah di Bagian Ini

Setiap orang pasti ingin hidup ingin tenang.
Ingin hati damai, rezeki lancar, keluarga harmonis, dan pikiran tidak gelisah.

Namun kenyataannya, banyak orang merasa hidupnya berat, mudah stres, sering kesal, bahkan sulit merasa bahagia.
Padahal bisa jadi bukan karena kurang harta, tapi karena masih ada sikap buruk yang sering dilakukan setiap hari.

Dalam Islam, ketenangan hidup sangat berkaitan dengan kebersihan hati dan amal baik.

Kalau hidup terasa tidak tenang, coba periksa diri.
Mungkin ada kebiasaan buruk yang masih sering dilakukan tanpa sadar.

Berikut 5 sikap buruk sehari-hari yang harus dihindari jika ingin hidup lebih tenang.

1. Sering Mengeluh, Padahal Nikmat Banyak

Salah satu penyebab hidup tidak tenang adalah terlalu sering mengeluh.

Sedikit masalah langsung mengeluh,
sedikit capek langsung mengeluh,
melihat orang lain lebih berhasil langsung merasa kurang.

Padahal Allah sudah memberi banyak nikmat.

Allah berfirman:

“Jika kamu bersyukur, pasti Aku tambah nikmatmu.”
(QS. Ibrahim: 7)

Orang yang suka bersyukur biasanya hidupnya lebih ringan.
Sebaliknya, orang yang sering mengeluh sulit merasakan ketenangan.

Kalau ingin hidup ingin tenang, biasakan melihat nikmat, bukan kekurangan.

2. Mudah Marah dan Emosi

Marah berlebihan membuat hati panas dan pikiran tidak jernih.

Banyak masalah terjadi karena tidak bisa menahan emosi.
Persahabatan rusak, keluarga bertengkar, pekerjaan jadi tidak nyaman.

Rasulullah ? bersabda:

“Orang kuat bukan yang menang dalam bergulat, tapi yang mampu menahan marah.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Menahan marah bukan berarti lemah.
Justru itu tanda hati yang kuat.

Kalau ingin hidup ingin tenang, belajar sabar adalah kunci.

3. Pelit Berbagi, Tapi Ingin Hidup Berkah

Banyak orang ingin hidup tenang dan rezeki lancar, tapi sulit bersedekah.

Padahal sedekah adalah salah satu sebab datangnya ketenangan.

Rasulullah ? bersabda:

“Sedekah tidak akan mengurangi harta.”
(HR. Muslim)

Orang yang suka berbagi biasanya hatinya lebih lapang.
Tidak mudah gelisah, tidak mudah iri, dan lebih merasa cukup.

Sebaliknya, orang yang terlalu cinta harta sering merasa takut kehilangan.

Kalau ingin hidup ingin tenang, biasakan berinfaq walau sedikit.

4. Suka Iri Melihat Orang Lain

Iri adalah penyakit hati yang sering tidak disadari.

Melihat orang sukses jadi kesal,
melihat orang bahagia jadi tidak suka,
melihat orang punya rezeki lebih jadi panas hati.

Padahal iri hanya membuat hati sendiri tidak tenang.

Rasulullah ? bersabda:

“Hindarilah hasad, karena hasad memakan kebaikan seperti api memakan kayu bakar.”
(HR. Abu Dawud)

Kalau ingin hidup ingin tenang, belajar ridha dengan takdir Allah.
Setiap orang punya rezeki masing-masing.

5. Lalai Ibadah Tapi Ingin Hati Tenang

Ini yang paling sering terjadi.

Ingin hidup damai, tapi sholat masih bolong.
Ingin hati tenang, tapi jarang dzikir.
Ingin berkah, tapi jarang sedekah.

Padahal ketenangan tidak datang dari dunia, tapi dari dekat dengan Allah.

Allah berfirman:

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)

Kalau ingin hidup ingin tenang, perbaiki ibadah dulu.
Karena hati yang dekat dengan Allah lebih mudah merasa damai.

Hidup Tenang Dimulai dari Memperbaiki Sikap Sehari-hari

Hidup ingin tenang bukan hanya soal punya banyak uang atau hidup tanpa masalah.
Ketenangan datang dari hati yang bersih, sikap yang baik, dan ibadah yang dijaga.

Hindari kebiasaan mengeluh, marah, pelit, iri, dan lalai ibadah.
Biasakan bersyukur, sabar, berbagi, dan mendekat kepada Allah.

Semakin baik sikap kita, semakin tenang hidup kita.

Karena itu, jangan tunggu nanti untuk berubah.
Mulai dari sekarang, mulai dari hal kecil, mulai dari diri sendiri.

Salurkan Infaq melalui BAZNAS Kota Sukabumi

Agar infaq lebih aman, tepat sasaran, dan membawa berkah, salurkan melalui
BAZNAS Kota Sukabumi.

???? Mari biasakan infaq sekarang juga melalui BAZNAS Kota Sukabumi.
Sedikit dari kita, sangat berarti bagi mereka.

untuk melihat artikel lainnya klik link dibawah ini :
 
 
18/03/2026 | Kontributor: BAZNAS
MasyaAllah! Ternyata Ibu Hamil Punya Kedudukan Istimewa dalam Islam, Ini Penjelasannya

Menjadi seorang ibu adalah perjalanan yang penuh keajaiban, tantangan, sekaligus limpahan pahala. Bagi Anda yang saat ini tengah mengandung, mungkin sering merasa lelah, mual, atau sulit tidur. Namun, tahukah Anda? Di balik setiap tetes keringat dan rasa pegal itu, Allah SWT sedang menaikkan derajat Anda ke tempat yang sangat tinggi.

Ibu hamil punya kedudukan istimewa dalam Islam bukan sekadar kalimat penghibur. Ini adalah janji nyata dari Allah dan Rasul-Nya. Mari kita bedah satu per satu mengapa masa kehamilan adalah masa "panen pahala" yang luar biasa.

1. Setiap Detik Adalah Ibadah dan Jihad

Dalam Islam, proses mengandung dianggap setara dengan perjuangan di jalan Allah (Jihad fi Sabilillah). Ketika seorang wanita mengandung, setiap rasa sakit yang dirasakannya, mulai dari mual di pagi hari hingga beratnya melangkah, dihitung sebagai pahala yang terus mengalir selama 24 jam nonstop.

Rasulullah SAW bersama para sahabat pernah membahas tentang keutamaan wanita. Beliau menyampaikan bahwa wanita yang hamil hingga melahirkan dan menyusui, mereka mendapatkan pahala seperti pejuang yang berjaga di garis depan pertempuran. Jika ia meninggal dalam masa itu, maka baginya pahala mati syahid.

2. Shalatnya Ibu Hamil Berlipat Ganda Pahalanya

Ibu hamil punya kedudukan istimewa dalam Islam bahkan dalam urusan ritual ibadah harian. Ada riwayat yang menyebutkan bahwa shalat dua rakaat yang dilakukan oleh wanita hamil jauh lebih baik daripada 80 rakaat yang dilakukan oleh wanita yang tidak hamil.

Mengapa demikian? Karena saat shalat, ia membawa janin yang juga bertasbih kepada Allah SWT. Ada dua nyawa yang sedang bersujud, namun hanya satu raga yang bergerak. Sungguh sebuah keberkahan yang tidak ternilai harganya.

3. Diampuni Dosa-dosanya Saat Melahirkan

Momen melahirkan adalah puncak dari perjuangan seorang ibu. Rasa sakitnya digambarkan sebagai salah satu rasa sakit fisik tertinggi yang bisa dialami manusia. Namun, Islam memberikan kabar gembira.

Dalam sebuah hadits, disebutkan bahwa ketika seorang wanita melahirkan, maka keluarlah ia dari dosa-dosanya seperti hari saat ia dilahirkan oleh ibunya. Allah menghapuskan segala kesalahan masa lalunya sebagai imbalan atas taruhan nyawa yang ia lakukan demi menghadirkan hamba baru ke muka bumi.

4. Doanya Sangat Mustajab

Pernahkah Anda merasa sangat dekat dengan Tuhan saat sedang hamil? Itu bukan perasaan belaka. Ibu hamil punya kedudukan istimewa dalam Islam sehingga doa-doanya sangat didengar oleh Allah.

Logikanya, ibu hamil sedang dalam kondisi "darurat" atau kesulitan fisik yang terus-menerus (masyaqqah). Allah sangat dekat dengan hamba-Nya yang sedang merasa lemah dan bersandar penuh pada-Nya. Oleh karena itu, para calon ibu sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa, baik untuk dirinya, keluarganya, maupun untuk anak yang dikandungnya agar menjadi anak yang shalih dan shalihah.

5. Memperoleh Pahala Puasa dan Tahajud Sepanjang Hari

Secara fisik, mungkin ibu hamil tidak kuat untuk melakukan shalat malam yang panjang atau berpuasa sunnah setiap hari. Namun, karena kelelahan yang ia alami akibat menjaga janin, Allah memberikan "bonus" pahala.

Selama janin tersebut ada dalam kandungan, sang ibu mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa di siang hari dan melakukan shalat tahajud di malam hari. Ini adalah bentuk kasih sayang Allah yang luar biasa bagi para wanita.

6. Malaikat Beristighfar untuk Ibu Hamil

Bayangkan, makhluk yang tidak pernah berdosa (malaikat) memohonkan ampunan untuk Anda. Dalam beberapa literatur disebutkan bahwa ketika seorang wanita hamil, para malaikat senantiasa memohonkan ampunan (istighfar) untuknya.

Bahkan, setiap teguk air yang diminum oleh ibu hamil untuk menghilangkan dahaganya, dan setiap suap makanan yang ia makan untuk memberi nutrisi pada janinnya, Allah catatkan sebagai sedekah.

7. Jaminan Surga Melalui Ridha Anak

Keistimewaan ini berlanjut bahkan setelah anak lahir. Kita semua tahu hadits populer: "Surga berada di bawah telapak kaki ibu." Kedudukan ini bermula dari masa kehamilan. Perjuangan sembilan bulan itulah yang membuat seorang ibu berhak mendapatkan penghormatan tiga kali lebih besar daripada ayah.

Islam menempatkan ibu hamil sebagai sosok yang suci dan mulia. Jadi, untuk para Bunda di luar sana, jika hari ini terasa berat, ingatlah bahwa Allah sedang tersenyum melihat perjuanganmu.

Pentingnya Menjaga Keberkahan dengan Berbagi

Keistimewaan yang Allah berikan sebaiknya dibarengi dengan rasa syukur. Salah satu cara terbaik untuk mensyukuri nikmat kehamilan dan memohon keselamatan hingga persalinan adalah dengan bersedekah atau membayar infaq.

Zakat, Infaq, dan Sedekah bukan hanya membersihkan harta, tapi juga menjadi penolak bala (daf’ul bala). Dengan berbagi kepada mereka yang membutuhkan, kita berharap Allah memberikan kemudahan dalam setiap proses persalinan nanti.

Ayo, alirkan keberkahan kehamilanmu melalui BAZNAS Kota Sukabumi!

BAZNAS Kota Sukabumi siap membantu Anda mendistribusikan kebaikan kepada mereka yang membutuhkan di wilayah Sukabumi dan sekitarnya. Dengan berinfaq, kita menjaga diri dari sifat serakah dan memastikan harta kita membawa manfaat dunia hingga akhirat.

Salurkan Infaq Terbaik Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi. > "Harta tidak akan berkurang karena sedekah, justru akan semakin berkah dan melimpah."

Untuk membaca artikel lainnya terkait ramadhan klik link di bawah ini:

https://baznaskotasukabumi.com/campaign/sedekah-alat-ibadah-untuk-lansia

https://kotasukabumi.baznas.go.id/artikel/show/masyaallah-rahasia-parenting-islami-untuk-menciptakan-keluarga-bahagia-dan-penuh-berkah/41607

18/03/2026 | Kontributor: BAZNAS
Pernah Merasa Sendiri di Tengah Keramaian? Ini Penjelasannya

Pernahkah Anda berada di sebuah pesta yang bising, rapat kantor yang penuh sesak, atau bahkan berkumpul bersama keluarga besar, namun tiba-tiba merasa sangat terisolasi? Seolah-olah ada dinding kaca transparan yang memisahkan Anda dari dunia luar. Jika pernah, Anda tidak sendirian. Fenomena merasa sendiri di tengah keramaian adalah pengalaman manusiawi yang sangat umum, meskipun sering kali terasa menyakitkan dan membingungkan.

Ini bukan tentang jumlah orang yang ada di sekitar Anda, tetapi tentang kualitas koneksi yang Anda rasakan. Merasa sendiri di tengah keramaian bisa dialami siapa saja, dari seorang introvert yang pendiam hingga seorang ekstrovert yang tampak populer. Mari kita bedah lima alasan psikologis dan spiritual mengapa perasaan ini bisa muncul dan bagaimana sudut pandang Islam melihatnya.

1. Kegagalan Koneksi Emosional yang Mendalam

Faktor utama yang menyebabkan seseorang merasa sendiri di tengah keramaian bukanlah kurangnya interaksi fisik, melainkan kurangnya koneksi emosional. Anda mungkin sedang mengobrol, tertawa, atau berdiskusi, tetapi jika percakapan itu hanya sebatas basa-basi di permukaan, jiwa Anda tidak merasa "terpenuhi."

Kita hidup di era di mana kita sangat terhubung secara digital, tetapi sering kali merasa "terputus" secara emosional. Percakapan yang dangkal tidak memuaskan kebutuhan dasar manusia untuk dimengerti, diterima, dan dihargai. Saat interaksi hanya terjadi di level luar, rasa hampa bisa merayap masuk, membuat Anda merasa sendiri di tengah keramaian.

2. Mengenakan "Topeng" Sosial

Sering kali, untuk bisa diterima dalam suatu kelompok atau untuk menyembunyikan kerapuhan kita, kita mengenakan "topeng." Kita berpura-pura bahagia padahal sedih, berpura-pura setuju padahal tidak, atau berpura-pura menjadi seseorang yang bukan diri kita. Semakin keras kita berusaha mempertahankan image tersebut, semakin kita menjauhkan diri kita yang asli dari orang lain.

Ketika Anda tidak otentik, Anda menciptakan jarak yang tidak terlihat antara diri Anda dan lingkungan sekitar. Anda merasa sendiri di tengah keramaian karena tidak ada yang benar-benar mengenal siapa Anda yang sebenarnya, termasuk diri Anda sendiri yang sedang berpura-pura itu.

3. Ketidakselarasan Nilai dan Tujuan

Penyebab lain merasa sendiri di tengah keramaian adalah ketika Anda berada di lingkungan yang nilai-nilai atau tujuan hidupnya tidak sejalan dengan Anda. Mungkin Anda berada di antara sekelompok orang yang hanya sibuk mengejar materi, sementara Anda mendambakan kedamaian spiritual atau kontribusi sosial.

Ketidakselarasan ini bisa menciptakan rasa tidak "klik" dan keterasingan. Jiwa Anda merasakan kekosongan karena tidak menemukan "rumah" yang frekuensinya sama.

4. Tuntutan Modern dan Kelelahan Mental

Kehidupan modern dengan segala tuntutannya media sosial, ambisi karier, hingga hiruk-pikuk kota bisa sangat melelahkan. Kelelahan mental ini (burned out) sering kali membuat seseorang menarik diri secara emosional dari lingkungan, meskipun secara fisik masih ada.

Di sinilah pandangan spiritual, khususnya Islam, memberikan kedalaman makna. Rasa sendiri di tengah keramaian bisa menjadi alarm dari Allah agar kita kembali mengingat-Nya. Sering kali, rasa hampa itu muncul karena kita terlalu sibuk dengan urusan duniawi dan melupakan koneksi yang paling utama, yaitu hubungan kita dengan Sang Pencipta.

Allah SWT berfirman:

"...Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra'd: 28)

Ketenangan sejati, yang menghalau rasa kesepian, hanya bisa ditemukan ketika hati terhubung dengan sumber segala ketenangan. Rasa sendiri di tengah keramaian adalah sinyal untuk ber-muhasabah (introspeksi diri), memperbanyak zikir, dan shalat, untuk mengisi kembali kekosongan jiwa.

5. Kebutuhan untuk Kembali pada Koneksi Spiritual

Fenomena merasa sendiri di tengah keramaian juga mengingatkan kita pada hadits Rasulullah SAW tentang akhir zaman, di mana umat Muslim jumlahnya banyak, namun ibarat buih di lautan banyak, tetapi tidak memiliki bobot karena kualitas iman mereka yang rapuh.

Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Akan datang suatu zaman di mana manusia seperti buih di lautan...” Para sahabat bertanya, “Apakah karena jumlah kami sedikit pada waktu itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Tidak, bahkan jumlah kalian banyak pada waktu itu, akan tetapi kalian seperti buih di lautan. Allah akan mencabut rasa takut dalam diri musuh kalian, dan Allah akan menimpakan penyakit wahn dalam hati kalian.” Mereka bertanya, “Apa itu penyakit wahn, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Abu Dawud)

Merasakan sendiri di tengah keramaian juga bisa bermakna seperti buih tersebut; terlihat banyak, namun terasa rapuh dan tidak memiliki tujuan yang jelas. Rasa sepi ini bisa menjadi motivasi untuk menguatkan iman, memperbanyak amal saleh, dan mencari lingkungan yang suportif secara spiritual.

Solusi Praktis Melawan Rasa Sepi di Tengah Keramaian

  1. Validasi Perasaan Anda: Jangan menyalahkan diri sendiri. Akui bahwa rasa sendiri di tengah keramaian adalah valid.

  2. Cari Koneksi yang Lebih Dalam: Fokus pada satu atau dua hubungan yang berkualitas, bukan puluhan hubungan yang dangkal.

  3. Hadir Sepenuhnya (Mindfulness): Saat bersama orang lain, simpan ponsel dan dengarkan dengan tulus.

  4. Hadirkan Tuhan dalam Hati: Jadikan Allah sebagai sahabat terdekat. Temukan kenyamanan dalam doa dan ibadah.

  5. Berbuat Baik: Alihkan fokus dari kesepian diri sendiri dengan membantu orang lain. Memberi bisa mengisi kekosongan hati.

Mengubah Rasa Sepi Menjadi Energi Kebaikan

Salah satu cara paling ampuh untuk mengikis rasa sendiri di tengah keramaian dan sekaligus mendekatkan diri kepada Allah adalah dengan berbuat baik secara nyata. Ketika Anda membantu orang lain, Anda tidak hanya meringankan beban mereka, tetapi juga mengisi hati Anda dengan kepuasan spiritual. Anda akan menyadari bahwa keberadaan Anda berarti bagi orang lain, dan rasa keterasingan itu perlahan akan memudar.

Koneksi dengan sesama manusia melalui kebaikan adalah perpanjangan dari koneksi kita kepada Allah. Mari jadikan perasaan ini sebagai pemicu untuk berbuat lebih banyak kebaikan, terutama bagi mereka yang membutuhkan di sekitar kita.

Mari Salurkan Kepedulian Anda Melalui BAZNAS Kota Sukabumi!

Bagi Anda, warga Sukabumi dan sekitarnya, rasa sendiri di tengah keramaian bisa Anda ubah menjadi energi positif dengan membantu sesama melalui instansi resmi yang tepercaya. Salurkan Infaq terbaik Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi untuk mendukung program-program pemberdayaan umat dan sosial.

Setiap Infaq yang Anda berikan bukan hanya angka, melainkan wujud cinta kasih yang dapat menghangatkan hati banyak orang, dan pada gilirannya, menghangatkan hati Anda sendiri.

Ubah rasa sepi menjadi bukti kepedulian.

Untuk membaca artikel lainnya terkait ramadhan klik link di bawah ini:

https://baznaskotasukabumi.com/campaign/tebar-kebahagiaan-dengan-berbagi-paket-sembako

https://kotasukabumi.baznas.go.id/artikel/show/ketika-dunia-tidak-ramah-jadilah-rumah-untuk-dirimu-sendiri/33441

18/03/2026 | Kontributor: BAZNAS
Hati-Hati! Ini Dampak Buruk Korupsi yang Bisa Menghancurkan Hidupmu

Pernahkah terlintas di pikiran kita, mengapa ada orang yang sudah punya segalanya tapi masih merasa kurang? Mobil mewah sudah ada, rumah bak istana sudah berdiri tegak, jabatan pun mentereng. Tapi anehnya, hidupnya jauh dari kata tenang. Tidur tak nyenyak, dikejar rasa cemas, hingga akhirnya berakhir di balik jeruji besi.

Inilah fenomena yang sering kita sebut dengan korupsi. Korupsi bisa menjerumuskan ke kehancuran hidup, bukan hanya bagi si pelaku, tapi juga bagi keluarga dan orang-orang di sekitarnya. Mari kita bedah lebih dalam, kenapa mengambil yang bukan hak kita itu adalah "bom waktu" yang siap meledak kapan saja.

Mengapa Korupsi Adalah Musuh Terbesar Diri Sendiri?

Banyak yang mengira korupsi adalah jalan pintas menuju kebahagiaan. Padahal, yang terjadi justru sebaliknya. Korupsi adalah jalan tol menuju kehancuran mental dan spiritual. Ketika seseorang mulai mengambil harta yang bukan haknya, ia sedang menanam benih ketidaktenangan.

Dalam perspektif Islam, harta yang diperoleh dengan cara haram, seperti korupsi, tidak akan pernah membawa keberkahan. Harta tersebut mungkin terlihat banyak secara jumlah, namun nilai manfaatnya nol besar. Harta itu justru akan menjadi sumber masalah bisa berupa penyakit yang tak kunjung sembuh, anak-anak yang sulit diatur, atau keretakan rumah tangga.

1. Kehilangan Keberkahan dalam Hidup

Keberkahan adalah ketika harta yang sedikit terasa cukup, dan yang banyak membawa manfaat. Sebaliknya, korupsi bisa menjerumuskan ke kehancuran hidup karena ia menghapus keberkahan tersebut. Kamu mungkin punya uang milyaran, tapi entah kenapa uang itu habis begitu saja tanpa bekas yang bermanfaat.

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits yang sangat tegas mengenai hal ini:

"Laknat Allah bagi penyuap dan penerima suap dalam hukum." (HR. Ahmad, Abu Daud, dan Tirmidzi).

Bayangkan, jika Allah sudah melaknat, lantas dari mana kita akan mendapatkan kedamaian? Laknat artinya dijauhkan dari rahmat kasih sayang Allah. Tanpa rahmat-Nya, hidup hanyalah rangkaian penderitaan yang dibungkus dengan kemewahan palsu.

2. Sanksi Sosial yang Menyakitkan

Kita hidup di masyarakat yang sangat menjunjung tinggi integritas. Sekali seseorang ketahuan melakukan korupsi, label "koruptor" akan menempel seumur hidup. Bukan hanya pelaku yang menanggung malu, tapi juga anak, istri, dan orang tua. Anak-anak mungkin akan dirundung di sekolah, dan keluarga akan dikucilkan dari pergaulan sosial. Ini adalah bentuk kehancuran hidup yang nyata di dunia.

3. Penjara: Hilangnya Kebebasan

Tentu saja, konsekuensi hukum adalah hal yang paling nyata. Bayangkan harus menghabiskan sisa umur di balik jeruji besi, jauh dari keluarga, dan kehilangan martabat. Kebebasan yang selama ini kita nikmati hilang begitu saja hanya demi tumpukan harta yang bahkan tidak bisa dinikmati di dalam sel.

Korupsi dalam Pandangan Syariat: Ghulul yang Membakar

Dalam istilah fiqih, korupsi sering dikaitkan dengan Ghulul (mengambil harta secara sembunyi-sembunyi yang bukan haknya). Bahayanya tidak main-main. Harta hasil korupsi akan menjadi beban yang sangat berat di hari kiamat kelak.

Allah SWT berfirman dalam Surah Ali 'Imran ayat 161:

"Barangsiapa yang berkhianat (dalam urusan harta rampasan perang), maka pada hari kiamat ia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya itu; kemudian tiap-tiap diri akan diberi pembalasan tentang apa yang ia kerjakan dengan pembalasan setimpal, sedang mereka tidak dianiaya."

Ayat ini menegaskan bahwa setiap rupiah yang dikorupsi akan dimintai pertanggungjawabannya secara detail. Tidak ada yang bisa bersembunyi. Kehancuran hidup akibat korupsi tidak berhenti saat nafas terakhir berhembus, tapi terus berlanjut hingga ke akhirat.

4. Menghalangi Terkabulnya Doa

Ini adalah salah satu dampak yang paling mengerikan. Ketika tubuh kita tumbuh dari makanan yang haram, maka doa-doa kita akan tertolak. Rasulullah SAW pernah menceritakan tentang seorang laki-laki yang melakukan perjalanan jauh, rambutnya kusut, penuh debu, ia menengadahkan tangan ke langit sambil berdoa, "Ya Rabb, ya Rabb..." Sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan ia dikenyangkan dari yang haram. Maka, bagaimana mungkin doanya akan dikabulkan?

Bayangkan saat kamu benar-benar butuh pertolongan Tuhan, namun pintu langit tertutup hanya karena segelintir harta haram yang pernah kamu ambil. Itulah mengapa korupsi bisa menjerumuskan ke kehancuran hidup yang paling fatal.

5. Merusak Tatanan Bangsa

Secara makro, korupsi merampas hak orang miskin. Jembatan yang harusnya kokoh jadi rubuh karena dana disunat. Rumah sakit kekurangan alat medis karena anggaran dikorupsi. Dengan melakukan korupsi, seseorang secara tidak langsung mendzolimi jutaan orang. Dosa kepada satu orang saja sulit dimaafkan, apalagi dosa kepada rakyat satu negara?

Bagaimana Cara Menghindarinya?

  1. Syukuri yang Ada: Kebanyakan orang korupsi bukan karena butuh, tapi karena kurang rasa syukur.

  2. Pahami Konsekuensi: Selalu ingat bahwa ada akhirat setelah dunia ini.

  3. Lingkungan yang Baik: Bertemanlah dengan orang-orang yang jujur dan berintegritas.

  4. Bersihkan Harta: Pastikan setiap rupiah yang masuk ke kantong kita adalah hasil keringat yang halal.

Ingatlah, hidup ini singkat. Jangan tukar ketenangan jiwa dan keselamatan akhirat dengan kenikmatan semu yang hanya sesaat. Kekayaan sejati adalah hati yang merasa cukup (qana'ah).

Setelah memahami betapa bahayanya harta yang tidak berkah, langkah terbaik untuk menjaga diri adalah dengan rajin berinfaq dan bersedekah. Sedekah tidak akan mengurangi harta, justru ia akan menyucikan dan menjaganya dari hal-hal yang buruk.

Ayo Bersihkan Harta dengan Berbagi!

Mari salurkan infaq terbaik Anda melalui lembaga yang amanah dan transparan. BAZNAS Kota Sukabumi siap membantu Anda mendistribusikan kebaikan kepada mereka yang membutuhkan di wilayah Sukabumi dan sekitarnya. Dengan berinfaq, kita menjaga diri dari sifat serakah dan memastikan harta kita membawa manfaat dunia hingga akhirat.

Bayar Infaq Sekarang via BAZNAS Kota Sukabumi Sucikan Harta, Tenangkan Jiwa.

Untuk membaca artikel lainnya terkait ramadhan klik link di bawah ini:

https://baznaskotasukabumi.com/campaign/34-jusuka-34-jumat-suka-sedekah

https://kotasukabumi.baznas.go.id/artikel/show/antara-menjaga-perasaan-orang-lain-atau-kejujuran/31449

18/03/2026 | Kontributor: BAZNAS

Artikel Terbaru

Keutamaan dan Tata Cara Sedekah Subuh
Keutamaan dan Tata Cara Sedekah Subuh
Bagi umat muslim, waktu subuh adalah waktu di mana banyak keberkahan di dalamnya. Di waktu inilah umat muslim dianjurkan untuk memperbanyak amalan ibadah, mulai dari salat subuh, berdoa, berdzikir, membaca Alquran, dan amalan baik lainnya. Salah satu ibadah subuh lainnya dianjurkan untuk dilakukan dan dijadikan rutinitas sebelum memulai aktivitas harian adalah sedekah subuh. Sedekah subuh merupakan salah satu sedekah terbaik. Sebab di setiap waktu subuh malaikat turun dan mendoakan orang-orang yang bersedekah, "Setiap pagi, dua malaikat turun mendampingi seorang hamba. Yang satu mendoakan, ‘Wahai, Tuhan! Berikanlah ganti rugi bagi dermawan yang menyedekahkan hartanya.’ Dan yang satu lagi berkata, ‘Wahai, Tuhan! Musnahkanlah harta si bakhil," (H.R. Bukhari dan Muslim). Ketentuan batas waktu sedekah subuh Sedekah subuh, sesuai dengan sebutannya, dilakukan oleh kaum muslimin pada saat usai melaksanakan shalat subuh hingga saat terbitnya matahari (terlihat dari pandangan). Cara melaksanakan sedekah subuh Berikut adalah cara-cara yang dapat dilakukan untuk melaksanakan sedekah subuh: 1. Jika seorang muslim melaksanakan shalat subuh di masjid, dan kemudian menemukan kotak amal, maka dianjurkan untuk mengisi kotak amal tersebut setelah shalat berjamaah subuh 2. Jika seorang muslim melaksanakan shalat subuh di rumah, setelah melaksanakannya dapat mentransfer uang sedekah ke lembaga-lembaga sosial seperti Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Sukabumi. 3. Jika seorang muslim usai shalat subuh dan keadaannya sedang di rumah, maka dia dapat bersedekah dengan memberi makan kepada tetangga terdekat, orang yang terlihat membutuhkan makanan dan kebetulan lewat di depan rumah. Hal ini untuk menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. pengertian sedekah disini tidak hanya dalam berbentuk uang, bahkan dalam bentuk tenaga dan senyuman pun termasuk kedalam sedekah Mari bersedekah. Sedekah ini akan digunakan untuk mendukung operasional BAZNAS dalam menunjang berbagai program sebagai upaya untuk mengentaskan kemiskinan di Kota Sukabumi.
ARTIKEL10/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
Doa Ketika Turun Hujan, Hujan Lebat, dan Hujan Reda
Doa Ketika Turun Hujan, Hujan Lebat, dan Hujan Reda
Hujan adalah berkah dari Allah swt, tanpa hujan tanah menjadi kering, tumbuhan tidak subur, sumber air langka, dan masih banyak lagi. Dalam islam, hujan dipandang sebagai tanda rahmat dan kebaikan dari Allah. Al-Quran menggambarkan kekuasaan Allah dalam mengatur siklus hujan, dan ini tercermin dalam surah Al-Mu'minun (23:18) “Dan Kami turunkan air dari langit dengan suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan pasti Kami berkuasa melenyapkannya” Kandungan surat ini menunjukan bahwa Allah menurunkan air hujan dari langit sesuai kadar kebutuhan makhluk, tidak terlalu banyak hingga merusak, dan tidak pula sedikit hingga tidak mencukupi. Dan Allah menjadikan air hujan itu menetap dibumi agar manusia dan seluruh hewan bisa memanfaatkannya. Sebab air hujan adalah salah satu sumber air kehidupan untuk makhluk yang ada di bumi ini. Untuk itu Islam menganjurkan umatnya untuk membaca doa ketika hujan turun. Bahkan, menurut beberapa hadist waktu turun hujan adalah waktu mustajab berdoa. Berikut doa-doa yang dianjurkan dibaca saat turun hujan 1. Doa Ketika Turun hujan "Allahumma shoyyiban nafi'an." Artinya: "Ya Allah, turunkan lah pada kami hujan yang bermanfaat." 2. Doa ketika hujan lebat “Allahumma hawalaina wala ‘alaina. Allahumma ‘alal akami wa adhirabi, wa buthunil auwdiyati, wamanabitisyajari." Artinya: "Ya Allah turunkan hujan ini di sekitar kami jangan di atas kami. Ya Allah curahkanlah hujan ini di atas bukit-bukit, di hutan-hutan lebat, di gunung-gunung kecil, di lembah-lembah, dan tempat-tempat tumbuhnya pepohonan." (HR Bukhari Muslim) 3. Doa Ketika Hujan disertai petir "Allahumma la taqtulna bi-ghadobika, wa-la tuhlikna bi-’adhabika, wa-’afina qabla dhalik" Artinya: “Ya Allah, jangan bunuh kami dengan murka-Mu, dan jangan hancurkan kami dengan hukuman-Mu, dan maafkan kami sebelum itu” (H.R. At-Tirmizi) 4. Doa saat hujan reda "Muthirnaa bifadhlillahi wa rahmatihi." Artinya: "Diturunkan kepada kami hujan berkat anugerah Allah dan rahmat-Nya." (HR Bukhari) Selain doa di atas, saat turun hujan kita juga bisa membaca doa lainnya sesuai dengan hajat atau keinginan kita karena saat turun hujan memang waktu yang mustajab. Jadi jangan sampai kita lewatkan waktu baik ini, bahkan sampai mencelanya.
ARTIKEL09/09/2025 | Khoirunisa
INI DIA 5 KEUTAMAAN SEDEKAH
INI DIA 5 KEUTAMAAN SEDEKAH
Sedekah berasal kata bahasa Arab yaitu “shadaqah”, berasal dari kata sidq (sidiq) yang berarti “kebenaran”. Menurut peraturan BAZNAS No.2 tahun 2016, sedekah adalah harta atau non harta yang dikeluarkan oleh seseorang atau badan usaha di luar zakat untuk kemaslahatan umum. Sedekah merupakan amalan yang dicintai Allah SWT. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya ayat Al-Qur’an yang menyebutkan tentang sedekah, salah satunya dalam surat Al-Baqarah ayat 271 : “Jika kamu menampakkan sedekah (mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu, dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al-Baqarah: 271). Dengan sedekah, kita bisa meringankan beban yang dimiliki seseorang hingga membuatnya tersenyum. Sedekah tidak hanya berpatok pada harta benda saja, sehingga membuat sebagian dari kita berpikir ulang melakukan amal baik ini. Hal-hal non materi pun bisa saja dikatakan sebagai sedekah, seperti menolong orang lain baik dengan tenaga maupun pikiran, memberi nafkah keluarga atau istri, menyingkirkan batu, duri dan krikil-krikil kecil dari tengah jalan pun masuk ke dalam sedekah. Hal yang paling sederhana pun, seperti murah senyum kepada orang lain adalah sedekah. Sebagaimana dalam hadits dikatakan, “Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah”.(HR. At-Tirmidzi). Melihat ada banyak cara untuk berbuat baik dengan melakukan sedekah, rasanya tidak ada lagi alasan untuk berkata tidak melakukannya. Apalagi, jika mengetahui banyaknya manfaat dan keutamaan dari bersedekah. Berikut 5 keutamaan bersedekah sebagaimana yang sudah disebutkan di dalam Al-Qur’an maupun hadits 1. Pasti diganti dan dibalas dengan pahala dan harta yang berlipat ganda Keistimewaan dari bersedekah adalah mendapatkan limpahan pahala yang terus menerus mengalir walaupun ia telah mati, Amalan ini yang biasa kita kenal dengan amal jariyah. Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwasannya Rasulullah SAW bersabda, “Apabila anak cucu Adam itu mati, maka terputuslah semua amalnya kecuali tiga perkara: Shodaqoh jariyah, anak sholeh yang memohon ampunan untuknya (ibu dan bapaknya) dan ilmu yang bermanfaat setelahnya.” Allah SWT juga berjanji bahwa siapapun yang melakukan amalan kebaikan dengan melakukan sedekah maka akan ia lipat gandakan pahala kebaikannya. Sebagaimana yang dijelaskan dalam Al-Quran. “Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pahala) kepada mereka dan bagi mereka pahala yang banyak.” (QS. Al-Hadid: 18). 2. Memanjangkan usia dan mencegah kematian buruk Yang dimaksud dalam memanjangkan usia disini adalah amalan kebaikan dari orang yang bersedekah ini akan terus dikenang melebihi umur hidup di dunia. Dengan sedekah seseorang dijauhkan dari kematian buruk. Hal ini seperti yang disebutkan dalam sabda Rasulullah SAW. “Sesungguhnya sedekahnya orang muslim itu dapat menambah umurnya, dapat mencegah kematian yang buruk, Allah akan menghilangkan darinya sifat sombong, kefakiran dan sifat bangga pada diri sendiri.”(HR. Thabrani). 3. Sedekah sebagai penghapus dosa Orang yang banyak bersedekah maka ia seperti air yang memadamkan api. Dosa-dosa kita dihapuskan dengan pahala kebaikan yang berlimpah dari amalan sedekah. Dengan sedekah, Allah SWTakan menghapus dosa-dosa hamba-Nya. Oleh sebab itu, jangan pernah ragu dan menolak untuk bersedekah. Kita juga tidak pernah tahu, berapa besar dosa-dosa yang kita miliki. Untuk itulah, sedekah bisa menjadi salah satu amalan yang harus konsisten kita lakukan. Rasulullah Saw bersabda. “Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air itu memadamkan api.” (HR. At-Tirmidzi) 4. Sedekah dapat menjauhkan diri dari api neraka Sebagaimana sedekah bisa menghapus dosa-dosa, maka dengan sedekah pulalah kita bisa terhindar dari api neraka. Mengingat pahala berlipat ganda yang didapat serta dihapusnya dosa-dosa, maka kita pun bisa menjauhkan diri kita agar tidak masuk ke dalam neraka jahanam. Hal ini sebagai sabda Rasulullah SAW, “Jauhkan dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan (sedekah) sebutir kurma.”(Muttafaqun ‘alaih) 5. Mendapat naungan dihari kiamat Saat kelak di Padang Mahsyar setiap manusia akan menunggu giliran untuk diadili dari timbangan amal baik dan buruknya. Bisa dibayangkan berapa lama manusia akan menunggu dan merasakan panasnya terik matahari yang sangat dekat dengan kepala. Maka, dijelaskanlah dalam hadits Rasulullah SAW bahwasannya yang menjadikan naungan umat manusia di hari kiamat nanti adalah amalan sedekahnya. “Naungan orang beriman di hari Kiamat adalah sedekahnya.”(HR Ahmad). Itulah lima keutamaan sedekah yang tentunya akan menyelamatkan kita kelak di akhirat. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang mendapatkan keutamaan ini. Selain bersedekah langsung, kita juga bisa dengan mudah sedekah online melalui kotasukabumi.baznas.go.id/sedekah
ARTIKEL09/09/2025 | Khoirunisa
Ayat Seribu Dinar: Kunci Pembuka Pintu Rezeki bagi Umat Muslim
Ayat Seribu Dinar: Kunci Pembuka Pintu Rezeki bagi Umat Muslim
Siapa yang tak ingin memiliki rezeki lancar dan berkah? Rasanya keinginan ini sering kita selipkan ke dalam doa agar Allah membuka pintu rezeki. Agar pintu rezeki dibukakan oleh Allah swt tentunya kita harus berusaha dengan cara yang Allah ridhoi dan juga diiringi dengan doa Doa adalah senjata bagi umat musim, salah satu doa yang dipercaya dapat mendatangkan rezeki bagi umat muslim adalah dengan mengamalkan ayat seribu dinar. Ayat seribu dinar ini adalah ayat Al-Quran yang terletak dalam ayat 2-3 di Surat At-Thalaq. Ayat ini banyak diamalkan umar muslim sebagai doa untuk memohon kelancaran rezeki Berikut adalah bacaan Ayat Seribu Dinar dalam bahasa Latin: Wa may yattaqillaha yaj al-lahu makhraja. Wa yarzuq-hu min aisu la yahtasib, wa may yatawakkal alallahi fa huwa hasbuh, innallaha baligu amrih, qad ja alallahu likulli syai in qadra. Artinya: "Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)-Nya, sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu." (QS. At-Thalaq: 2-3) Tujuan membaca ayat seribu dinar adalah meningkatkan ketakwaan kepada Allahs wt, sehingga jika hambanya bertakwa, Allah swt akan memberikan kita jalan keluar dari keseulitan serta mendatangkan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Tentunya rezeki yang dimaksud tidak hanya tentang materi tapi ketenangan, kelapangan , kepuasan batin, kesehatan, dan masih banyak hal lainnya juga termasuk rezeki. Ayat seribu dinar ini sebaiknya rutin dibaca setipa hari atau setelah mendirikan sholat, karena doa setelah sholat juga merupakan doa mustajab. Jangan lupa iringi doa ini dengan ikhtiar dan menolong orang lain. Niscaya Allah akan menolong hambanya yang meringankan beban orang lain.
ARTIKEL09/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
Makna Berkah dan Ciri Keberkahan
Makna Berkah dan Ciri Keberkahan
Kata berkah sering kita dengar dan kita ucapkan dalam kehidupan sehari-hari. Tak jarang, berkah juga menjadi doa yang kita dipanjatkan. Tapi apakah sahabat tahu arti keberkahan itu sendiri ? Makna Berkah Menurut bahasa, berkah --berasal dari bahasa Arab: barokah (????), artinya nikmat (Kamus Al-Munawwir, 1997:78). Istilah lain berkah dalam bahasa Arab adalah mubarak dan tabaruk. Sementara Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008:179), berkah adalah “karunia Tuhan yang mendatangkan kebaikan bagi kehidupan manusia” Menurut Imam Al-Ghazali, berkah (barokah) adalah bertambahnya kebaikan (Ensiklopedia Tasawuf, hlm. 79). Para ulama juga menjelaskan makna berkah sebagai segala sesuatu yang banyak dan melimpah, mencakup berkah-berkah material dan spiritual, seperti keamanan, ketenangan, kesehatan, harta, anak, dan usia. Berkah dalam Al-Quran terdapat di dalam Surat Al-A’raf ayat 96 “Jika sekiranya penduduk negeri-negeri itu beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi." Langit dan bumi adalah semesta yang melingkupi hidup manusia. Semua yang terdapat di langit dan bumi mulai dari air hujan, tumbuhan, hewan, dan segala macam sumber-sumber kehidupan telah Allah limpahkan untuk manusia. Untuk itu, keberkahan ini berarti bahwa memang Allah memberikan nikmat berupa segala materi yang dibutuhkan manusia Berdasarkan Q.S Al-A’raf ayat 96 dapat dipahami jika keberkahan datangnya dari Allah swt kepada orang yang beriman dan bertakwa. Lalu bagaimana ciri orang yang merasakan hidupnya penuh berkah? Kita kembali mengacu pada Al Quran maupun hadits Rasulullah Saw. Ada beberapa indikator orang-orang yang mendapat berkah dalam hidupnya sesuai dengan kriteria Al Quran antara lain: 1. Merasa nikmat dalam beramal shaleh “Barang siapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam” (QS: Al-An'am: 125) Dalam ayat ini dijelaskan bahwa keberkahan hidup dari Allah salah satunya adalah dengan merasakan nikmat Iman dan Islam serta kenikmatan dalam beribadah. Kenikamtan beribadah dengan dada yang lapang, tanpa tekanan melainkan mendapatkan kenikmataan dalam menjalankan ibadah. 2. Konsisten (istiqamah) dalam kebaikan “Dan bagaimana kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan Rasul-Nya (Muhammad) pun berada di tengah-tengah kamu? Barangsiapa berpegang teguh kepada (agama) Allah, maka sungguh, dia diberi petunjuk kepada jalan yang lurus” (QS Ali Imron: 101) Orang yang dalam hidupnya penuh dengan keberkahan maka dia akan menjalankan kebaikan tersebut secara konsisten sampai akhir hidupnya. Salah satu kebaikan yang sahabat bisa lakukan dengan mudah dan konsisten adalah bersedekah 3. Selalu Sabar Menghadapi Ujian “Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung” (QS Ali Imran: 200) Dengan keberkahan dari Allah SWT, maka orang-orang tersebut akan mudah untuk bersabar dalam menghadapi berbagai ujian. Baik ujian dalam kebahagiaan atau kesulitan. Seluruhnya adalah hal dengan ikhlas mereka hadapi. Setidaknya jika kita dapat merasakan indikator tersebut maka secara pribadi atau individu boleh disebut hidupnya penuh keberkahan. Namun demikian setiap pribadi tentu akan merasakan keberkahan hidupnya yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya Makna berkah dalam hidup memang bisa berbeda dari setiap orang. Namun, sebenarnya Allah senantiasa memberikan kemudahan dan kebutuhan dalam hidup kita, baik kita sadari ataupun tidak. Semoga sebagai manusia kita selalu menyadarinya dan bersyukur setiap saat akan kenikmatan yang menjadi berkah dalam hidup kita. Untuk menambah keberkahan dalam hidup, sedekah bisa menjadi salah satu kuncinya. Rezeki yang merupakan salah satu nikmat dalam hidup ini, akan bertambah keberkahannya jika kita membagikannya kepada orang lain membutuhkan.
ARTIKEL09/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
Pengertian, jenis dan Syarat Zakat Perusahaan
Pengertian, jenis dan Syarat Zakat Perusahaan
Zakat bukan hanya kewajiban individu muslim, tetapi juga melekat pada perusahaan yang telah memenuhi syarat nishab dan haul. Dalam konteks modern, zakat perusahaan menjadi instrumen penting yang mampu menghubungkan dunia bisnis dengan tanggung jawab sosial, serta menghadirkan keberkahan dalam setiap aktivitas usaha. Perusahaan sebagai entitas hukum dapat dikenai kewajiban zakat atas harta yang dimilikinya. Hal ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat serta fatwa-fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dengan menunaikan zakat, perusahaan tidak hanya melaksanakan kewajiban agama, tetapi juga berkontribusi dalam pembangunan sosial dan pengentasan kemiskinan. Objek zakat perusahaan meliputi berbagai sumber pendapatan dan aset, seperti keuntungan usaha, simpanan, modal yang diputar, hingga hasil investasi yang halal. Jika total kekayaan bersih perusahaan telah mencapai nishab setara dengan 85 gram emas dan telah berjalan selama satu tahun (haul), maka wajib dizakati sebesar 2,5%. Dalam praktiknya, zakat perusahaan dapat dihitung dari laba bersih setelah pajak, atau berdasarkan total aset produktif yang dimiliki. Mekanisme ini memudahkan perusahaan untuk menjalankan kewajiban tanpa mengganggu keberlangsungan operasional. BAZNAS Kota Sukabumi sebagai lembaga resmi pengelola zakat siap membantu proses perhitungan, konsultasi, hingga pelaporan zakat perusahaan dengan transparan. Menunaikan zakat perusahaan memiliki dampak besar bagi masyarakat. Dana zakat yang dihimpun akan disalurkan ke berbagai program pemberdayaan, mulai dari pendidikan, kesehatan, bantuan kemanusiaan, hingga pemberdayaan ekonomi umat. Dengan demikian, zakat perusahaan bukan hanya sekadar kewajiban ritual, tetapi juga bentuk nyata dari kepedulian sosial perusahaan. Selain manfaat sosial, zakat perusahaan juga menghadirkan manfaat spiritual dan keberkahan dalam bisnis. Banyak perusahaan besar di dunia yang meyakini bahwa konsistensi dalam berbagi membawa ketenangan, memperkuat reputasi, serta membuka pintu-pintu rezeki yang lebih luas. Dalam perspektif Islam, zakat yang ditunaikan justru menyucikan harta dan memperkokoh keberlangsungan usaha. Dari sisi regulasi, perusahaan yang menyalurkan zakat melalui BAZNAS dapat memperoleh manfaat fiskal berupa pengurang pajak penghasilan (PPh). Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan, yang menyatakan bahwa zakat dapat menjadi pengurang penghasilan kena pajak apabila disalurkan melalui lembaga resmi seperti BAZNAS. Dengan adanya insentif pajak tersebut, zakat perusahaan menjadi pilihan strategis bagi manajemen untuk menyelaraskan kepatuhan hukum, tanggung jawab sosial, dan nilai spiritual. Perusahaan tidak hanya menjalankan kewajiban agama, tetapi juga memperkuat tata kelola bisnis yang berintegritas. BAZNAS Kota Sukabumi mengundang seluruh perusahaan di wilayah Kota Sukabumi untuk berkolaborasi dalam kebaikan ini. Dengan dukungan perusahaan, misi BAZNAS dalam memberdayakan mustahik dan menyejahterakan umat akan semakin kuat. Perusahaan dapat menjadi bagian dari gerakan besar membangun masyarakat yang lebih mandiri, berdaya, dan berkeadilan. Mari jadikan zakat perusahaan sebagai budaya korporasi yang melekat pada setiap langkah bisnis. Dengan menunaikannya melalui BAZNAS Kota Sukabumi, perusahaan tidak hanya mendapatkan keberkahan usaha, tetapi juga menjadi agen perubahan sosial yang berperan aktif dalam mewujudkan masyarakat sejahtera. Tunaikan zakat perusahaan Anda sekarang, karena keberkahan bisnis dimulai dari keberkahan harta.
ARTIKEL08/09/2025 | Khoirunisa
Pengertian, Jenis dan Syarat Zakat Saham
Pengertian, Jenis dan Syarat Zakat Saham
Perkembangan dunia investasi membuat saham kini menjadi salah satu instrumen populer di kalangan masyarakat. Dalam Islam, kepemilikan saham yang memberikan keuntungan juga termasuk harta yang wajib dizakati apabila telah memenuhi syarat. Zakat saham menjadi wujud nyata penyucian harta sekaligus tanggung jawab sosial investor muslim. Saham pada dasarnya adalah bukti kepemilikan seseorang terhadap sebuah perusahaan. Karena saham bernilai finansial dan memberikan keuntungan berupa dividen maupun capital gain, maka saham termasuk objek zakat apabila mencapai nishab dan haul. Nishab zakat saham disamakan dengan zakat emas, yaitu setara 85 gram emas. Apabila nilai saham yang dimiliki telah mencapai jumlah tersebut dan disimpan selama satu tahun (haul), maka wajib dizakati sebesar 2,5%. Cara menghitung zakat saham bisa dilakukan dengan dua pendekatan. Pertama, jika saham dimiliki sebagai investasi jangka panjang (mirip harta simpanan), maka zakat dihitung berdasarkan nilai pasar saham saat haul tiba, dikalikan 2,5%. Kedua, jika saham diperdagangkan aktif (trading), maka zakat dihitung dari nilai saham ditambah keuntungan bersih, setelah dikurangi kewajiban atau utang terkait investasi. Contoh sederhana: seorang investor memiliki portofolio saham senilai Rp200 juta. Karena nilainya sudah melebihi nishab, maka ia wajib menunaikan zakat sebesar 2,5% × Rp200 juta = Rp5 juta. Zakat tersebut bisa ditunaikan dalam bentuk uang tunai senilai harga saham, bukan dalam bentuk saham fisik. Zakat saham tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga mendatangkan keberkahan bagi investor. Dengan menunaikannya, keuntungan investasi tidak hanya memberikan manfaat pribadi, tetapi juga mengalir untuk kemaslahatan umat. Dari sisi sosial, zakat saham yang disalurkan melalui BAZNAS Kota Sukabumi akan digunakan untuk mendukung berbagai program pemberdayaan umat, seperti pendidikan, kesehatan, bantuan kemanusiaan, hingga pengembangan ekonomi masyarakat. Dengan demikian, zakat saham menjadi bagian penting dalam menciptakan keadilan sosial. Selain manfaat spiritual dan sosial, zakat saham juga memberikan manfaat legal. Zakat yang ditunaikan melalui BAZNAS dapat menjadi pengurang pajak penghasilan (PPh), sehingga investor mendapatkan keberkahan sekaligus manfaat fiskal. BAZNAS Kota Sukabumi siap memfasilitasi para investor dalam menghitung, menunaikan, dan melaporkan zakat saham secara aman, transparan, dan sesuai syariat. Layanan digital yang tersedia memudahkan muzaki untuk membayar zakat saham kapan saja dan di mana saja. Mari jadikan zakat saham sebagai komitmen moral dan spiritual dalam berinvestasi. Dengan menunaikannya melalui BAZNAS Kota Sukabumi, Anda tidak hanya menjaga kesucian harta, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan besar untuk mewujudkan kesejahteraan umat. Tunaikan zakat saham Anda sekarang, agar investasi dunia dan akhirat berjalan seimbang.
ARTIKEL08/09/2025 | Khoirunisa
Niat Puasa Daud: Tata Cara dan Manfaatnya untuk Menumbuhkan Ketakwaan
Niat Puasa Daud: Tata Cara dan Manfaatnya untuk Menumbuhkan Ketakwaan
Puasa Daud adalah salah satu bentuk ibadah puasa sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Cara melakukan puasa daud dilakukan secara selang-seling: sehari berpuasa dan sehari berbuka. Sebelum menjalankan ibadah ini, penting bagi setiap Muslim untuk memahami niat puasa Daud, karena tanpa niat, sebuah amalan tidak akan diterima serta tata cara puasanya Apa Itu Puasa Daud? Puasa Daud merupakan ibadah sunnah yang berpahala besar bagi yang mengamalkannya. Meskipun tidak berdosa bila ditinggalkan, puasa ini memiliki nilai spiritual tinggi yang mendidik jiwa untuk hidup seimbang: satu hari menikmati dunia, satu hari menahan diri dari hal-hal duniawi. Untuk pelaksanaan puasa daud hampir sama dengan puasa pada umumnya Niat Puasa Daud Niat adalah langkah pertama dan utama dalam melaksanakan puasa Daud. Tidak seperti puasa wajib yang harus diniatkan sebelum fajar, puasa sunnah ini boleh diniatkan di pagi hari, selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa. Niat di malam hari: "Nawaitu shouma Dawuda sunnatan lillahi ta’ala" (Aku berniat puasa sunnah Daud karena Allah ta’ala) Niat di pagi hari (setelah subuh dan tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa): "Nawaitu shauma hadzal yaumi an ada’i sunnati Dawuda lillahi ta’ala" (Aku berniat puasa sunnah Daud hari ini karena Allah ta’ala) Tata Cara Menjalankan Puasa Daud 1. Membaca Niat Dianjurkan membaca niat di malam hari, namun diperbolehkan di pagi hari sebelum tergelincir pada hal-hal yang membatalkan puasa. 2. Makan Sahur Sahur adalah sunnah yang penuh berkah. Jika terlewat, puasa tetap sah selama belum membatalkannya. 3. Menahan Diri dari Pembatal Puasa Dari terbit fajar hingga terbenam matahari, seseorang harus menahan diri dari makan, minum, serta perbuatan yang bisa merusak nilai puasa seperti berbohong, gibah, dan maksiat lainnya. 4. Berbuka Puasa Tepat Waktu Waktu berbuka puasa sama seperti puasa lainnya, yaitu saat matahari terbenam. Disunnahkan untuk segera berbuka demi menjaga kesehatan dan mengikuti sunah Nabi. Keutamaan dan Manfaat Puasa Daud Puasa Daud adalah latihan spiritual yang luar biasa. Seseorang belajar untuk mengendalikan diri, menyeimbangkan antara kehidupan dunia dan akhirat, serta mendidik hati agar tidak terikat pada kenikmatan dunia semata. Dari sisi kesehatan, puasa Daud juga memberikan banyak manfaat, seperti detoksifikasi tubuh dan memperkuat sistem metabolisme. Dari sisi ruhani, puasa ini meningkatkan ketakwaan dan keikhlasan. Puasa Daud boleh dilakukan sepanjang tahun, kecuali pada hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa, seperti: 1 Syawal (Idul Fitri) 10–13 Dzulhijjah (Idul Adha dan hari-hari Tasyrik) Seluruh bulan Ramadhan (karena sudah ada kewajiban puasa) Islam mengajarkan kita untuk beribadah dengan penuh keikhlasan, tanpa pamrih duniawi. Puasa Daud adalah salah satu wujud pengabdian yang dapat mendekatkan kita kepada Allah SWT. Sebagai bagian dari masyarakat yang peduli pada kesejahteraan umat, BAZNAS Kota Sukabumi terus mengajak masyarakat untuk meningkatkan amal ibadah, termasuk melalui sedekah dan infak. Kebaikan yang kita tanam hari ini, insyaAllah akan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya. Mari wujudkan semangat berbagi dengan mengakses layanan Sedekah Online BAZNAS Kota Sukabumi. Setiap rupiah yang Anda sumbangkan, adalah harapan dan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan. Aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin.
ARTIKEL08/09/2025 | Khoirunisa
Definisi Sedekah dan Keutamaan
Definisi Sedekah dan Keutamaan
Sedekah merupakan kata yang sangat familiar di kalangan umat Islam. Sedekah diambil dari kata bahasa Arab yaitu “shadaqah”, berasal dari kata sidq (sidiq) yang berarti “kebenaran”. Menurut peraturan BAZNAS No.2 tahun 2016, sedekah adalah harta atau non harta yang dikeluarkan oleh seseorang atau badan usaha di luar zakat untuk kemaslahatan umum. Sedekah merupakan amalan yang dicintai Allah SWT. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya ayat Al-Qur’an yang menyebutkan tentang sedekah, salah satunya dalam surat Al-Baqarah ayat 271, “Jika kamu menampakkan sedekah (mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu, dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al-Baqarah: 271). Keutamaan Sedekah 1. Sedekah Tidak Mengurangi Harta “Sedekah adalah ibadah yang tidak akan mengurangi harta, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda untuk mengingatkan kita dalam sebuah riwayat Muslim, “sedekah tidaklah mengurangi harta.” (HR. Muslim). Mengapa sedekah tidak akan mengurangi harta? Karena meskipun secara tersurat harta terlihat berkurang, namun kekurangan tersebut akan ditutup dengan pahala di sisi Allah SWT dan akan terus bertambah kelipatannya menjadi lebih banyak. Hal ini merupakan janji Allah yang termaktub dalam surat Saba “Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah pemberi rezeki sebaik-baiknya.” (QS. Saba’: 39). 2. Sedekah Menghapus Dosa Sebagai makhluk Allah SWT yang tak luput dari dosa, umat Islam senantiasa diberikan berbagai keistimewaan agar berkesempatan untuk bertaubat dan menghapus dosa-dosanya dengan cara yang yang diridhai oleh Nya. Salah satunya dengan sedekah. Sedekah merupakan ibadah yang istimewa, ia dapat memudahkan kita dalam menghapus dosa-dosa. Rasulullah SAW pernah bersabda “Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air itu memadamkan api. (HR. At-Tirmidzi). 3. Sedekah Melipatgandakan Pahala Sedekah memberikan banyak keistimewaan kepada pelakunya, salah satu diantaranya adalah Allah SWT akan memberikan pahala yang banyak untuk orang yang bersedekah. Allah SWT berfiman, “Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (Qs. Al Hadid: 18) Itulah beberapa keistimewaan sedekah. Begitu banyak nikmat Allah dalam bersedekah, semoga kita termasuk ke dalam orang orang yang diringankan dalam melakukan ibadah istimewa ini. Aamiin. Tunaikan sedekah melalui BAZNAS Kota Sukabumi via link berikut: kotasukabumi.baznas.go.id/sedekah
ARTIKEL08/09/2025 | Khoirunisa
KEUTAMAAN SHALAT DHUHA DAN DO’A SHALAT DHUHA
KEUTAMAAN SHALAT DHUHA DAN DO’A SHALAT DHUHA
Shalat dhuha merupakan salah satu shalat sunnah yang sangat diajurkan oleh Rasululah SAW. Sangat banyak sekali keterangan dan penjelasan hadits yang menjelaskan kelebihan, keistimewaan, dan keutamaan shalat dhuha ini. Kita tentu akan merasa lebih semangat jika mengetahui keutamaan dari shalat dhuha ini. Karena dengan kita mengetahui keuntungan dan kebaikan bahkan keutamaan dari shalat dhuha kita akan menjadi lebih bersemangat untuk melakukan shalat dhuha ini. Banyak sekali penjelasan dari para ulama yang diungkapkan Rasulullah saw mengenai keutamaan shalat dhuha ini, yaitu: 1. Menjanjikan akan tercukupi hidupnya Shalat dhuha merupakan shalat permohonan rezeki. Dan Allah swt juga berjanji bagi siapa saja yang sering melakukan shalat dhuha Allah akan mencukupi semua kebutuhan umatnya. Dengan janji yang sudah Allah berikan itu, Allah bermaksud memberikan balasan atau timbal balik kepada umatnya yang sudah bersiap mengingat Allah dengan cara melakukan shalat dhuha. Dan janji Allah ini bisa dilihat dalam hadits qudsi. Na'im bin Hammar berkata, “Aku mendengar Rasulullah bersabda: Allah berfirman, 'Wahai Anak Adam, janganlah sekali-sekali engkau malas melakukan shalat empat rakaat pada pagi hari (salat dhuha) karena akan memenuhi kebutuhanmu hingga sore hari'.” (Hr.Abu Daud) 2. Shalat dhuha sebagai amal persediaan Dan salah satu keutamaan dari shalat dhuha ini ialah shalat sunnah (dhuha) dapat menyempurnakan kekurangan shalat wajib. Seperti yang kita ketahui, shalat adalah salah satu amalan yang pertama kali akan ditanyakan di hari akhir. Dan shalat juga kunci semua amal kebaikan. Jika shalatnya baik maka baiklah amal ibadah yang lainnya. Alasan mengapa shalat dhuha bisa dikatakan sebagai amal ibadah, karena shalat sunnah (dhuha) bisa menjadi amal cadangan yang nantinya dapat menyempurnakan kekurangan dari shalat fardhu. Rasulullah saw bersabda: sesungguhnya yang pertama kali dihisab pada diri hamba pada hari akhir amalannya adalah shalat. Apabila benar shalatnya maka ia telah lulus dan beruntung, dan sebaliknya jika shalatnya rusak maka ia akan kecewa dan rugi. Jika terdapat kekurangan pada shalat wajibnya, maka Allah berfirman, 'perhatikanlah, jikalau hamba-ku mempunyai shalat sunnah maka sempurnakanlah dengan shalat sunnah sekedar apa yang menjadi kekurangan pada shalat wajibnya. Jika urusan shalat, barulah amalan lainnya.” (Hr. Ash-habus Sunan dari Abu Hurairah RA) 3. Dijauhkan dari siksa api neraka pada hari janji nanti Shalat dhuha menjadi salah satu cara kita untuk menghindari api neraka. Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa melakukan shalat fajar, kemudian ia tetap duduk di tempat shalatnya sambal berdzikir hingga matahari terbit kemudia ia melaksanakan shalat dhuha sebanyak dua rakaat, niscaya allah swt akan mengharamkan api neraka untuk menyentuh atau membakar tubuhnya.” (HR. Al-Baihaqi) setelah sahabat shalat doa sebaiknya juga disertai dengan doa sebagai berikut DO' A SHALAT DHUHA Allahumma innad-duhaa'a duhaa'uka wal bahaa'a bahaa'auka wal-jamaala jamaaluka wal-quwwata quwwatuka wal-qudrota qudratuka wal-'ismata 'ismatuka. Allahumma dalam kaana rizqii fis-samaa'i fa anzilhu, wa dalam kaana fil-ardi fa akhrijhu, wa dalam kaana mu'assiran fa yassirhu, wa dalam kaana haraaman fa tahhirhu wa dalam kaana ba'iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa'ika wa bahaa'ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa aataita 'ibaadakash-shalihiin. Artinya: "Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu Dhuha adalah waktu DhuhaMu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahanMu, kekuatan adalah kekuatanMu, penjagaan adalah penjagaan-Mu" "Wahai Tuhanku, jika rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, jika berada di dalam bumi maka keluarkanlah, jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika jauh dekatkanlah dengan kebenaran DhuhaMu, kekuasaanMu (wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang sholeh" untuk menambah rezeki yang berlipat ganda juga bisa dengan bersedekah. karena Allah akan memberikan balasan 7x lipat dari apa yang kita sedekahkan.
ARTIKEL08/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
Berkenalan Dengan Zakat
Berkenalan Dengan Zakat
Sebagai seorang muslim, tentu kita tidak asing dengan kata Zakat. Istilah itu bahkan sudah dikenalkan saat kecil kita menghafal rukun islam. Berada di urutan ke-tiga dalam rukun islam yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan muslim, sudah diperintahkan sejak kepemimpinan Rasulullah Saw, dan seringkali disebut dalam firman Allah bersamaan dengan shalat. “Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku” (QS. Al Baqarah [2]: 43) Tapi sudahkah kita mengenal apa itu zakat ? seberapa penting zakat ? apa keutamannya ? mengapa perlu kita mengeluarkan zakat ? atau bahkan kita sendiri tidak tahu apa arti kata zakat ? Mari kita berkenalan dengan zakat, dimulai dari arti kata zakat itu sendiri. Zakat berasal dari bentuk kata "zaka" yang berarti suci, baik, berkah, tumbuh, dan berkembang. Dinamakan zakat, karena di dalamnya terkandung harapan untuk memperoleh berkah, membersihkan jiwa dan memupuknya dengan berbagai kebaikan (Fikih Sunnah, Sayyid Sabiq: 5) Makna tumbuh dalam arti zakat menunjukkan bahwa mengeluarkan zakat sebagai sebab adanya pertumbuhan dan perkembangan harta, pelaksanaan zakat itu mengakibatkan pahala menjadi banyak. Sedangkan makna suci menunjukkan bahwa zakat adalah mensucikan jiwa dari kejelekan, kebatilan dan pensuci dari dosa-dosa. Menurut istilah, dalam Kitab Al-Hawi, Al-Mawardi mendefinisikan pengertian zakat dengan nama pengambilan tertentu, dari harta yang tertentu, menurut sifat-sifat tertentu, dan untuk diberikan kepada golongan tertentu. Sementara menurut Peraturan Menteri Agama No 52 Tahun 2014, Zakat adalah harta yang wajib dikeluarkan oleh seorang muslim atau badan usaha yang dimiliki oleh orang Islam untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya sesuai dengan syariat Islam. Maka bisa kita maknai, jika zakat adalah harta yang wajib dikeluarkan untuk memperoleh berkah atas rezeki yang telah Allah beri dan sebagai sarana membersihkan harta demi kebaikan jiwa kita pribadi. Perintah membayar zakat sudah dilakukan sejak kepemimpinan Rasulullah Saw untuk membantu meningkatkan perekonomian umat. Jadi, selain untuk menunaikan kewajiban pemilik harta dan membersihkannya, zakat juga memiliki dimensi sosial karena hasil zakat akan diberikan kepada yang berhak untuk membantu perekonomian umat. Manfaat yang dirasakan tidak hanya didapatkan oleh pemilik harta yang berzakat melainkan juga bisa dirasakan oleh penerima zakat Masya Allah ya sahabat betapa banyak manfaat yang bisa dirasakan karena zakat. Semoga Allah selalu mampukan kita untuk menunaikan zakat. Mari berbagi kebahagian dengan berzakat di BAZNAS Kota Sukabumi
ARTIKEL08/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
APA SIH AMAL JARIYAH ITU???
APA SIH AMAL JARIYAH ITU???
Amal jariyah berasal dari kata ‘amal yang artinya perbuatan, dan jariyah yang berarti mengalir. Jadi, amal jariyah adalah perbuatan baik yang pahalanya terus mengalir meski pelakunya telah meninggal dunia. Dalam Islam, amal jariyah termasuk dalam jenis amal yang tidak akan terputus meskipun usia seseorang sudah berhenti di dunia. Rasulullah bersabda: "Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya." (HR. Muslim) Hadits ini menunjukkan bahwa ada amalan tertentu yang pahalanya akan terus mengalir meski sudah meninggal dunia, selama amalan tersebut masih bermanfaat bagi orang lain. Perbedaan Amal Jariyah dengan Amal Biasa dan contohnya Tidak semua amalan yang dilakukan seseorang bisa disebut sebagai amal jariyah. Seperti yang sudah dibahas, Amal jariyah artinya adalah amalan yang manfaatnya masih terus dirasakan oleh orang lain. Sebagai contoh: Sholat dan puasa adalah ibadah yang berpahala, tetapi pahalanya berhenti saat seseorang meninggal sementara Membangun masjid atau sumur adalah amal jariyah karena selama maasjid dan sumur tersebut masih digunakan, pahalanya tetap mengalir. Mengapa Amal Jariyah Sangat Dianjurkan? Islam mengajarkan umatnya untuk selalu melakukan kebaikan yang manfaatnya bisa dirasakan oleh banyak orang. Amal jariyah artinya adalah investasi akhirat yang tidak pernah merugi, karena seseorang tetap mendapatkan pahala meskipun sudah tidak bisa beramal lagi di dunia. Banyak orang yang berlomba-lomba mengumpulkan harta di dunia, tetapi lupa menyiapkan bekal untuk akhirat. Amal jariyah artinya adalah cara terbaik untuk berinvestasi di akhirat. Dengan melakukan amal jariyah, seseorang bisa terus mendapatkan pahala meskipun ia telah wafat. Contoh Amalan yang Tidak Terputus A. Sedekah Jariyah Sedekah jariyah adalah salah satu bentuk utama dari amal jariyah artinya sedekah yang terus memberikan manfaat bagi orang lain dalam jangka panjang. Beberapa contoh sedekah jariyah antara lain: Membangun masjid Membantu pembangunan pesantren Menyediakan Al-Qur’an di masjid atau sekolah Membangun sumur untuk masyarakat yang membutuhkan Selama sedekah tersebut masih bermanfaat bagi orang lain, pahalanya akan terus mengalir kepada pemberinya. B. Ilmu yang Bermanfaat Ilmu yang diajarkan kepada orang lain dan terus digunakan juga termasuk dalam kategori amal jariyah artinya. Beberapa contoh ilmu yang bermanfaat antara lain: Mengajarkan ilmu agama kepada murid Menulis buku yang bermanfaat Membuat konten dakwah atau edukasi di media sosial Mengajarkan keterampilan yang bisa membantu kehidupan orang lain Jika ilmu tersebut digunakan dan diajarkan kembali kepada orang lain, maka pahalanya akan terus mengalir. C. Anak Saleh yang Mendoakan Orang Tuanya Mendidik anak agar dia menjadi pribadi yang baik serta taat Kepada Allah adalah investasi amal jariyah. Seperti yang disebutkan dalam hadist sebelumnya, salah satu amal jariyah artinya adalah memiliki anak saleh yang selalu mendoakan orang tuanya. Jika sesorang anak di didik dengan baik, Insya Allah dia akan selalu berdoa untuk orang tuanya, membaca Al-Qur’an, dan melakukan amal kebaikan lainnya yang dicontohkan orang tuanya sehingga hal tersebut akan menjadi sumber pahala yang tidak terputus bagi kedua orang tuanya. D. Membangun Fasilitas Umum Membangun fasilitas yang bisa dimanfaatkan banyak orang juga termasuk dalam amal jariyah artinya amalan yang pahalanya terus mengalir. Beberapa contoh fasilitas umum yang bisa menjadi amal jariyah antara lain: Membangun sekolah atau perpustakaan Membangun rumah sakit atau klinik gratis Menyediakan jalan atau jembatan untuk masyarakat Selama fasilitas tersebut masih digunakan, pahalanya akan terus mengalir kepada orang yang berkontribusi dalam pembangunannya. E. Wakaf untuk Kepentingan Umat Wakaf adalah salah satu bentuk sedekah jariyah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Amal jariyah artinya salah satunya adalah dengan memberikan wakaf berupa tanah, bangunan, atau aset lainnya yang bisa digunakan untuk kepentingan umat. Misalnya, seseorang mewakafkan tanah untuk pembangunan masjid, sekolah, atau rumah sakit. Selama tanah tersebut digunakan untuk kebaikan, maka pahalanya akan terus mengalir kepada pemberi wakaf. Dengan memahami amal jariyah artinya, kita bisa lebih termotivasi untuk melakukan kebaikan yang manfaatnya tidak hanya dirasakan di dunia, tetapi juga menjadi bekal pahala yang terus mengalir di akhirat. Semoga kita semua termasuk ke dalam golongan orang-orang yang senantiasa berlomba-lomba dalam melakukan amal jariyah.
ARTIKEL08/09/2025 | Khoirunisa
Rabiul Awal, Bulan Kelahiran dan Wafatnya Nabi Muhammad SAW
Rabiul Awal, Bulan Kelahiran dan Wafatnya Nabi Muhammad SAW
Rabiul awal merupakan bulan ketiga dalam kalender Hijriyah setelah bulan Muharram dan bulan Safar. Di bulan ini juga sosok penutup nabi dan rasul, Muhammad saw lahir ke dunia. Rasulullah saw lahir pada 12 Rabiul Awal, maka di tahun ini akan jatuh pada tanggal 5 September 2025. Terdapat beberapa keutamaan dari bulan Rabiul Awal atau bulan Maulid, sebagai berikut: 1. Bulan kelahiran dan wafatnya Nabi Muhammad SAW Bulan Rabiul Awal dianggap sebagai bulan yang mulia dikarenakan sosok Sang Pencerah, Nabi Muhammad SAW lahir ke dunia, tepatnya di kota Mekkah Al-Mukarramah pada Senin, 12 Rabiul Awal tahun Gajah atau 571 masehi. Kelahiran baginda Rasul di bulan ini sangatlah menarik, sebab bulan Rabiul Awal dianggap sebagai bulan yang penuh dengan bunga dan turunnya hujan di padang pasir. Dalam artian, lahirnya Nabi Muhammad SAW ibarat sebuah isyarat bahwa akan ada sosok penyubur di tengah gersangnya peradaban masyarakat jahiliyyah saat itu. Rasulullah SAW juga wafat pada hari, tanggal, dan bulan yang sama. Tidak ada manusia yang lahir dan wafatnya bersamaan seperti Rasulullah SAW, maka dari itulah Maulid Nabi SAW diperingati. Meskipun hari lahir dan wafatnya bersamaan, namun pada 12 Rabiul Awal, umat Islam tetap merayakan hari kelahiran Nabi, bukan memperingati wafatnya. Hal ini dikarenakan kelahiran Rasulullah SAW merupakan anugerah dari Allah yang patut disyukuri oleh umat manusia, dan kepergiannya patut ditangisi. 2. Bulan hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah Selain menjadi bulan kelahiran dan wafatnya Nabi Muhammad SAW, Rabiul Awal juga menjadi bulan di mana baginda Rasul melakukan hijrah dari Mekah ke Madinah. Hijrah tersebut dilakukan Nabi Muhammad SAW atas perintah Allah SWT sebagai upaya untuk menghindari penindasan oleh kaum kafir Quraisy terhadap beliau yang sedang berjuang menyebarkan dakwah Islam. Perjalanan Rasulullah SAW saat hijrah tidaklah mudah, namun beliau senantiasa bersabar, ikhlas, dan bertawakal kepada Allah. 3. Bulan perayaan Maulid Nabi Perayaan Maulid Nabi pada 12 Rabiul Awal menjadi salah satu tradisi yang diadakan oleh umat muslim sebagai bentuk rasa gembira sekaligus penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW. Kegiatan Maulid Nabi biasa diisi membaca Al-Quran, bershalawat, berzikir, melantunkan doa kepada Allah SWT untuk Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan para sahabat, serta berbagi makanan. Kecintaan umat muslim terhadap Rasulullah SAW juga merupakan cerminan dari kecintaan kepada Allah SWT. Sebagaimana yang tercantum dalam Surah Al-Ahzab ayat 56 berikut: "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya." 4. Disunahkan memperbanyak shalawat Salah satu keistimewaan dari bulan Rabiul Awal ialah menjadi bulannya shalawat. Pada bulan ini, umat Muslim dianjurkan untuk banyak bershalawat demi memperoleh keberkahan dan ridha Allah SWT di Hari Kiamat. Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang mengucapkan shalawat kepadaku satu kali, maka Allah mengucapkan shawalat kepadanya 10 kali." (HR. Muslim No. 408). Mari kita memanfaatkan momentum bulan Rabiul Awal dengan berbagai amalan baik. Salah satunya dengan menunaikan zakat, infak dan sedekah melalui di BAZNAS Kota Sukabumi.
ARTIKEL08/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
Pengertian, Jenis dan Syarat Zakat Emas
Pengertian, Jenis dan Syarat Zakat Emas
Emas merupakan salah satu harta yang paling bernilai dan banyak dimiliki oleh umat Islam, baik dalam bentuk perhiasan, tabungan, maupun investasi. Islam mengajarkan bahwa emas yang telah mencapai nishab dan haul wajib dizakati. Zakat emas bukan hanya kewajiban agama, tetapi juga sarana untuk menyucikan harta dan menjaga keberkahannya. Ketentuan zakat emas telah dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadis Rasulullah SAW. Nishab zakat emas ditetapkan sebesar 85 gram emas. Jika seorang muslim memiliki emas dengan jumlah tersebut atau lebih, dan sudah dimiliki selama satu tahun (haul), maka wajib dikeluarkan zakat sebesar 2,5%. Emas yang wajib dizakati meliputi emas simpanan, emas batangan, maupun emas perhiasan yang tidak dipakai sehari-hari. Sedangkan emas perhiasan yang dipakai secara wajar sebagai kebutuhan, sebagian ulama berpendapat tidak wajib dizakati, namun dianjurkan untuk tetap berzakat sebagai bentuk kehati-hatian dan penyucian harta. Cara menghitung zakat emas cukup mudah. Pertama, hitung total berat emas yang dimiliki. Kedua, pastikan apakah jumlahnya telah mencapai nishab (85 gram). Jika ya, maka zakat yang dikeluarkan adalah 2,5% dari total berat emas yang dimiliki. Zakat ini bisa dibayarkan dalam bentuk emas maupun uang setara nilai emas. Contoh sederhana: jika seseorang memiliki 100 gram emas yang disimpan selama lebih dari satu tahun, maka zakat yang wajib dikeluarkan adalah 2,5% × 100 gram = 2,5 gram emas, atau senilai harga 2,5 gram emas pada tahun berjalan. Zakat emas tidak akan mengurangi harta, justru menyucikan dan memberkahinya. Rasulullah SAW menegaskan bahwa harta yang dizakati tidak akan berkurang, melainkan akan mendatangkan keberkahan dan menolak bala. Dengan berzakat, pemilik emas turut berbagi kebahagiaan dan membantu mereka yang membutuhkan. Selain kewajiban spiritual, zakat emas juga membawa manfaat sosial yang luas. Dana zakat emas yang terkumpul melalui BAZNAS Kota Sukabumi akan disalurkan kepada mustahik dalam program pendidikan, kesehatan, bantuan sosial, hingga pemberdayaan ekonomi. Dengan demikian, zakat emas menjadi instrumen nyata dalam mengurangi kesenjangan sosial. BAZNAS Kota Sukabumi sebagai lembaga resmi pengelola zakat hadir untuk mempermudah muzaki dalam menunaikan zakat emas. Melalui layanan digital, muzaki dapat langsung menghitung, membayar, dan menerima laporan penyaluran zakat dengan aman dan transparan. Menunaikan zakat emas melalui BAZNAS Kota Sukabumi juga memiliki nilai tambah dari sisi regulasi. Sesuai ketentuan Undang-Undang, zakat yang disalurkan melalui BAZNAS dapat menjadi pengurang pajak penghasilan (PPh), sehingga muzaki memperoleh manfaat ganda: keberkahan spiritual dan keringanan fiskal. Mari jadikan zakat emas sebagai bagian dari gaya hidup islami yang penuh berkah. Jangan biarkan emas kita hanya tersimpan, tapi jadikan ia sebagai sumber kebermanfaatan bagi sesama. Tunaikan zakat emas Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi, agar harta semakin suci, hidup semakin berkah, dan umat semakin sejahtera.
ARTIKEL04/09/2025 | Khoirunisa
Pengertian, jenis dan Syarat Zakat Perdagangan
Pengertian, jenis dan Syarat Zakat Perdagangan
Dalam Islam, setiap harta yang dimiliki seorang muslim memiliki kewajiban zakat apabila telah memenuhi syarat. Salah satunya adalah harta yang diperoleh dari aktivitas perdagangan. Zakat perdagangan menjadi instrumen penting untuk membersihkan harta, menumbuhkan keberkahan usaha, sekaligus mendukung kehidupan masyarakat yang membutuhkan. Zakat perdagangan dikenakan atas harta yang diperoleh dari aktivitas jual beli barang atau jasa, baik dalam skala kecil maupun besar. Pedagang pasar tradisional, pengusaha toko modern, distributor, hingga pemilik bisnis daring (online shop) semuanya berpotensi memiliki kewajiban zakat apabila hartanya sudah mencapai nishab. Ketentuan zakat perdagangan merujuk pada Al-Qur’an, hadis, dan ijma’ ulama. Nishab zakat perdagangan setara dengan 85 gram emas. Jika total nilai barang dagangan dan modal usaha setelah dikurangi hutang mencapai nishab dan telah berlalu satu tahun (haul), maka wajib dikeluarkan zakat sebesar 2,5%. Cara menghitung zakat perdagangan cukup sederhana. Pertama, hitung nilai seluruh barang dagangan dan aset lancar yang diperdagangkan. Kedua, tambahkan dengan kas atau piutang yang mungkin diterima. Ketiga, kurangi dengan utang jangka pendek yang jatuh tempo. Jika hasil akhirnya mencapai nishab, maka wajib dizakati 2,5%. Contoh sederhana: seorang pedagang memiliki persediaan barang senilai Rp100 juta, kas Rp20 juta, dan piutang Rp10 juta. Ia juga memiliki utang jangka pendek Rp15 juta. Total harta bersihnya adalah Rp115 juta. Karena nilainya melebihi nishab (setara 85 gram emas), maka ia wajib menunaikan zakat perdagangan sebesar 2,5% dari Rp115 juta, yaitu Rp2,875 juta. Zakat perdagangan tidak hanya melaksanakan kewajiban agama, tetapi juga menumbuhkan etika bisnis yang sehat. Pedagang yang konsisten berzakat akan lebih berhati-hati dalam mencari rezeki, menjaga kejujuran, dan mengutamakan kebermanfaatan usaha bagi banyak orang. Selain manfaat spiritual, zakat perdagangan memiliki dampak sosial yang besar. Dana zakat yang terkumpul melalui BAZNAS Kota Sukabumi akan disalurkan kepada mustahik dalam bentuk program pendidikan, kesehatan, bantuan kemanusiaan, hingga pemberdayaan ekonomi umat. Dengan begitu, zakat perdagangan turut mendorong perputaran ekonomi yang lebih adil. Bagi para pedagang modern, termasuk pelaku e-commerce dan UMKM digital, zakat perdagangan dapat menjadi salah satu cara meningkatkan kepercayaan pelanggan. Bisnis yang menunaikan zakat akan dipandang lebih amanah dan memiliki tanggung jawab sosial tinggi. Hal ini dapat meningkatkan loyalitas konsumen sekaligus memperluas pasar. BAZNAS Kota Sukabumi sebagai lembaga resmi pengelola zakat hadir untuk memfasilitasi para pedagang dalam menunaikan kewajiban ini. Kami menyediakan layanan konsultasi perhitungan zakat, kemudahan pembayaran melalui berbagai platform digital, serta laporan penyaluran yang transparan dan akuntabel. Mari sucikan harta dan usahakan keberkahan dalam setiap transaksi dengan menunaikan zakat perdagangan. Melalui BAZNAS Kota Sukabumi, zakat Anda akan dikelola secara profesional, sesuai syariat, dan memberi dampak nyata bagi umat. Tunaikan zakat perdagangan Anda sekarang, karena setiap rupiah yang dizakati akan menjadi investasi keberkahan yang tak ternilai.
ARTIKEL04/09/2025 | Khoirunisa
Tadarus Adalah : Makna, Manfaat, dan Praktinya dalam Islam
Tadarus Adalah : Makna, Manfaat, dan Praktinya dalam Islam
Dalam keseharian umat Islam, terutama ketika bulan Ramadhan tiba, kita sering mendengar istilah tadarus Al-Qur’an. Namun, apakah kita benar-benar memahami makna dari tadarus itu sendiri? Apa yang membedakannya dari sekadar membaca Al-Qur’an? Dan bagaimana praktik tadarus pada zaman Nabi Muhammad SAW hingga kini? Artikel ini akan membahas makna tadarus, manfaatnya dalam kehidupan spiritual, serta praktik yang telah dilakukan para salafus shalih. Yuk, simak selengkapnya! Makna Tadarus : Apa Itu Tadarus? Tadarus berasal dari bahasa Arab, dari akar kata darasa yang berarti mempelajari, meneliti, menelaah, dan mengambil pelajaran. Dalam ilmu nahwu, kata tad?rus termasuk dalam wazan taf?’ul, yang menunjukkan bahwa kegiatan ini melibatkan interaksi dua orang atau lebih. Secara istilah, tadarus adalah aktivitas membaca dan memahami Al-Quran secara bersama dan diulang-ulang. Aktivitas ini tidak hanya terbatas pada pembacaan secara lisan, tetapi juga mencakup penyimak yang harus siaga mendengarkan dan mengamati bacaan sekaligus akan mengganti posisi pembaca pertama, bila kemudian berhenti. Makna Spiritual dari Tadarus Dalam Islam, Al-Qur’an bukan hanya kitab suci, tetapi juga pedoman hidup. Oleh karena itu, membaca dan mempelajari Al-Qur’an adalah ibadah yang sangat mulia. Tadarus menjadi sarana untuk: • Mendekatkan diri kepada Allah SWT • Membersihkan hati dari penyakit ruhani • Menjadikan hidup lebih terarah dan bermakna • Mempererat ukhuwah saat dilakukan bersama-sama Manfaat Tadarus Al-Qur’an Berikut adalah beberapa keutamaan tadarus yang dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadits: 1. Mendapat Syafaat di Hari Kiamat Tadarus adalah salah satu amalan yang dapat memberi syafaat, atau pertolongan, di hari akhir. Rasulullah SAW bersabda: "Bacalah Al-Qur’an. Sesungguhnya ia akan datang memberi syafaat kepada para pembacanya pada hari kiamat." (HR Muslim) 2. Menjadi Teman Para Malaikat Orang yang ahli dan rajin membaca Al-Qur’an akan dikumpulkan bersama para malaikat yang taat: "Orang yang mahir membaca Al-Qur’an akan bersama para malaikat yang mulia. Sedangkan orang yang terbata-bata dan merasa kesulitan, maka dia mendapat dua pahala." (HR Bukhari dan Muslim) 3. Mendapat Ketenangan Hati Bacaan Al-Qur’an yang dilakukan secara rutin mampu menghadirkan ketenangan dan kesejukan hati, serta menjauhkan dari rasa cemas berlebihan. 4. Meningkatkan Konsentrasi dan Fokus Aktivitas tadarus yang dilakukan dengan khusyuk dapat melatih konsentrasi, meningkatkan kecerdasan spiritual dan emosional. 5. Menguatkan Hafalan Tadarus yang dilakukan secara rutin, terutama dengan cara membaca bersama atau menyimak bacaan orang lain, membantu menguatkan hafalan Al-Qur’an. Etika dan Adab Saat Tadarus Agar aktivitas tadarus menjadi lebih bermakna dan berpahala, berikut beberapa adab yang perlu diperhatikan: 1. Dalam Keadaan Suci Melakukan wudhu sebelum menyentuh mushaf Al-Qur’an. 2. Berpakaian Rapi dan Bersih Sebaiknya memakai pakaian yang sopan dan menutup aurat. 3. Menghadap Kiblat Disarankan untuk menghadap kiblat sebagai bentuk penghormatan terhadap Al-Qur’an. 4. Membaca Taawudz dan Basmalah Selalu memulai dengan membaca a'udzubillah dan bismillah. 5. Membaca dengan Tartil Yaitu membaca dengan perlahan, jelas, dan memperhatikan tajwid. 6. Tidak Membuat Keributan Tadarus dilakukan dengan sikap khusyuk, tenang, dan penuh adab. Praktik Tadarus di Zaman Nabi Muhammad SAW Pada masa Rasulullah SAW, tadarus dilakukan dalam berbagai bentuk. Beliau sering berdiskusi dan memperdengarkan bacaan Al-Qur’an kepada para sahabat, terutama kepada Malaikat Jibril saat bulan Ramadhan. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, disebutkan bahwa: "Jibril datang kepada Nabi SAW setiap malam di bulan Ramadhan, lalu keduanya mudarasah (tadarus) Al-Qur'an." (HR Bukhari) Ini menjadi dasar dari tradisi tadarus di bulan Ramadhan, meskipun pada kenyataannya tadarus dapat dan sangat dianjurkan untuk dilakukan sepanjang tahun. Tradisi Tadarus Para Ulama Salaf Para salafus shalih memiliki berbagai metode dalam mengkhatamkan Al-Qur’an. Salah satu yang paling terkenal adalah rumus “Fami Bi Syuq?n” yang digunakan oleh Sayyidina Ali bin Abi Thalib. Berikut pembagiannya: • Jumat: Al-Fatihah – An-Nisa (4 surat) • Sabtu: Al-Maidah – At-Taubah (5 surat) • Ahad: Yunus – An-Nahl (7 surat) • Senin: Al-Isra – Al-Furqan (9 surat) • Selasa: Asy-Syuara – Yasin (11 surat) • Rabu: As-Saffat – Al-Hujurat (13 surat) • Kamis: Qaf – An-Nas (65 surat) Metode ini memungkinkan seseorang mengkhatamkan Al-Qur’an setiap pekan atau 7 hari. Meskipun tadarus identik dengan bulan Ramadhan, tidak ada larangan untuk bertadarus sepanjang tahun. Bahkan, menjadikan tadarus sebagai kebiasaan harian bisa menjadi salah satu cara terbaik untuk menjaga hubungan dengan Allah. Mari kita jadikan tadarus sebagai bagian dari rutinitas hidup, bukan hanya ketika Ramadhan, tetapi juga di hari-hari biasa.
ARTIKEL04/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
Malaikat Pencatat Amal Baik dan Buruk : Peran Mereka dalam Kehidupan Manusia
Malaikat Pencatat Amal Baik dan Buruk : Peran Mereka dalam Kehidupan Manusia
Dalam ajaran Islam, tidak ada satu pun perbuatan manusia yang luput dari pengawasan. Setiap tindakan, baik yang dilakukan secara terang-terangan maupun diam-diam, semuanya dicatat. Setiap individu diawasi oleh dua malaikat pencatat amal, yang dikenal sebagai Kiraman Katibin. Kedua malaikat ini memiliki tugas khusus: mencatat semua perbuatan manusia, baik yang baik maupun buruk.Salah satu dari mereka adalah malaikat Raqib, yang bertugas mencatat amal baik. Mengetahui keberadaan mereka bukan hanya sekadar pengetahuan agama, tetapi juga sumber motivasi kuat untuk hidup dalam kebaikan dan taat kepada Allah SWT. Siapa Itu Kiraman Katibin? Kiraman Katibin adalah dua malaikat mulia yang senantiasa menyertai setiap manusia. Raqib: Berada di bahu kanan, bertugas mencatat amal baik. Atid: Berada di bahu kiri, mencatat amal buruk. Allah SWT menyebutkan mereka sebagai malaikat yang mulia dan mencatat, yang tidak pernah lalai dalam mencatat segala amal perbuatan. “Dan sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan mencatat (perbuatan-perbuatanmu), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Infitar: 10–12) Peran Malaikat Pencatat Amal Baik dan Buruk dalam Kehidupan Manusia Umat Islam harus percaya bahwa Malaikat Raqib dan Malaikat Atid melihat dan mencatat segala amal yang kita lakukan. Kita juga harus percaya bahwa amal yang dicatat itu akan ditunjukkan kembali pada hari akhirat dan Allah akan memberikan balasan berdasarkan catatan itu. Islam sangat menghargai amal kecil namun konsisten. Allah menjamin bahwa tak ada satu pun kebaikan yang luput dari balasan. “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.” (QS. Az-Zalzalah: 7) Karena itu berarti tidak ada amal baik yang sia-sia. Dari sedekah besar hingga sekedar senyum kepada orang lain, semua dicatat oleh Malaikat Kesadaran akan adanya malaikat pencatat amal mendorong manusia untuk lebih berhati-hati dalam setiap perbuatan dan perkataan. Mereka termotivasi untuk selalu melakukan kebaikan dan menjauhi keburukan, karena mereka tahu bahwa setiap tindakan mereka diawasi dan dicatat. Ajaran tentang malaikat pencatat amal baik dan buruk juga berfungsi sebagai pendidikan moral dan etika bagi umat Islam. Hal ini mengajarkan pentingnya integritas, kejujuran, dan tanggung jawab pribadi dalam setiap aspek kehidupan. Manusia diajarkan untuk senantiasa berperilaku baik, meskipun tidak ada orang lain yang melihat, karena mereka yakin bahwa malaikat selalu mengawasi. Dengan memahami bahwa setiap tindakan dan perkataan dicatat oleh malaikat, seorang Muslim akan lebih mampu mengendalikan diri dari perbuatan yang dilarang dan mendorong untuk melakukan hal-hal yang diridhai Allah. Keberadaan malaikat pencatat amal menumbuhkan kesadaran spiritual yang lebih dalam. Manusia menjadi lebih peka terhadap perbuatan mereka dan berusaha untuk memperbaiki diri secara kontinu. Memahami bahwa amal baik dan buruk dicatat juga mengajarkan pentingnya menerima konsekuensi dari setiap perbuatan. Ini membangun rasa tanggung jawab yang kuat dalam diri setiap individu untuk selalu berbuat baik. Malaikat pencatat amal baik dan buruk, Raqib dan Atid, memainkan peran penting dalam kehidupan manusia. Mereka bukan hanya sekadar pencatat, tetapi juga menjadi pengingat bagi manusia untuk selalu berada di jalan yang benar. Kesadaran akan keberadaan mereka mendorong manusia untuk meningkatkan amal baik dan menghindari perbuatan buruk, serta menumbuhkan integritas, kejujuran, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, peran mereka sangat signifikan dalam membentuk moral dan etika umat Islam, serta membantu mereka mencapai kehidupan yang diridhai Allah.
ARTIKEL04/09/2025 | Yessi Ade Lia Putri
Harga Pertamax Hari Ini: Naik Turun Gak Karuan, Apa Penyebabnya?
Harga Pertamax Hari Ini: Naik Turun Gak Karuan, Apa Penyebabnya?
Harga bahan bakar minyak (BBM), khususnya Pertamax, sering mengalami fluktuasi yang membingungkan masyarakat. Pada 29 Maret 2025, PT Pertamina Patra Niaga menurunkan harga Pertamax menjadi Rp12.500 per liter dari sebelumnya Rp12.900 per liter. Perubahan harga yang tidak menentu ini menimbulkan pertanyaan, apa sebenarnya yang menyebabkan naik turunnya harga Pertamax? Faktor-Faktor Penyebab Fluktuasi Harga Pertamax 1. Harga Minyak Dunia Harga minyak mentah global sangat mempengaruhi harga BBM di dalam negeri. Kenaikan harga minyak dunia akan meningkatkan biaya produksi BBM, yang kemudian diteruskan ke konsumen. Sebaliknya, penurunan harga minyak dunia dapat memungkinkan penurunan harga BBM. Misalnya, penyesuaian harga BBM nonsubsidi sering mengikuti tren harga rata-rata publikasi minyak seperti Mean of Platts Singapore (MOPS) atau Argus. 2. Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS BBM merupakan produk yang sebagian besar komponennya dipengaruhi oleh transaksi internasional dalam dolar AS. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar akan meningkatkan biaya impor dan produksi, yang dapat menyebabkan kenaikan harga BBM. Sebaliknya, penguatan rupiah dapat membantu menurunkan harga BBM. 3. Kebijakan Pemerintah Pemerintah memiliki peran dalam menetapkan formula harga BBM non-subsidi. Regulasi yang diterapkan dapat mempengaruhi kapan dan seberapa besar penyesuaian harga BBM dilakukan. Misalnya, keputusan untuk menyesuaikan harga BBM dapat dipengaruhi oleh pertimbangan stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat. 4. Biaya Produksi dan Distribusi Faktor internal seperti biaya produksi, distribusi, dan operasional juga mempengaruhi harga BBM. Perubahan dalam biaya-biaya ini, misalnya akibat perawatan kilang atau perubahan biaya logistik, dapat mempengaruhi harga jual BBM. 5. Faktor Musiman dan Permintaan Konsumen Pada periode tertentu seperti menjelang hari raya atau musim liburan, permintaan BBM cenderung meningkat. Hal ini dapat menyebabkan harga BBM naik karena tingginya konsumsi masyarakat. Sebaliknya, pada saat aktivitas ekonomi menurun, harga BBM bisa lebih stabil atau bahkan turun. Dampak Fluktuasi Harga BBM terhadap Masyarakat Perubahan harga BBM, seperti Pertamax, memiliki dampak langsung pada pengeluaran harian masyarakat, terutama bagi mereka yang bergantung pada kendaraan pribadi untuk aktivitas sehari-hari. Kenaikan harga BBM dapat meningkatkan biaya transportasi dan harga barang lainnya akibat meningkatnya biaya distribusi. Sebaliknya, penurunan harga BBM dapat memberikan sedikit keringanan bagi anggaran rumah tangga. Selain itu, industri transportasi seperti ojek online dan angkutan umum sangat terdampak oleh perubahan harga BBM. Jika harga Pertamax naik, tarif transportasi pun bisa ikut naik, sehingga membebani pengguna layanan tersebut. Bagaimana Masyarakat Bisa Beradaptasi? Berikut beberapa cara agar masyarakat bisa lebih bijak menghadapi fluktuasi harga BBM: Menggunakan kendaraan yang lebih hemat BBM seperti motor atau mobil dengan teknologi hybrid. Beralih ke transportasi umum seperti bus, MRT, atau KRL untuk menghemat pengeluaran. Mengoptimalkan perjalanan dengan perencanaan rute yang lebih efisien guna menghemat penggunaan BBM. Menggunakan aplikasi perbandingan harga BBM untuk mengetahui SPBU dengan harga yang lebih terjangkau. Kesimpulan Fluktuasi harga Pertamax dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, kebijakan pemerintah, dan biaya produksi serta distribusi. Memahami faktor-faktor ini dapat membantu masyarakat lebih bijak dalam merencanakan pengeluaran dan mengantisipasi perubahan yang mungkin terjadi. Di tengah dinamika ekonomi yang mempengaruhi harga BBM, penting bagi kita untuk tetap peduli terhadap sesama. Salah satu cara nyata adalah dengan menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah melalui lembaga terpercaya seperti BAZNAS Kota Sukabumi. Kontribusi Anda akan membantu mereka yang membutuhkan dan memberikan keberkahan dalam hidup. ???? Yuk, berdonasi sekarang! Sedikit bantuan dari kita, besar manfaatnya bagi mereka yang membutuhkan.
ARTIKEL30/03/2025 | Duta Zakat
Ini Niat Mandi Idul Fitri! Sunnah Sepele yang Bisa Bikin Lebaran Makin Berkah
Ini Niat Mandi Idul Fitri! Sunnah Sepele yang Bisa Bikin Lebaran Makin Berkah
Hari Raya Idul Fitri merupakan momen kemenangan bagi umat Islam setelah sebulan penuh berpuasa. Selain melaksanakan sholat Idul Fitri, terdapat berbagai amalan sunnah yang dianjurkan untuk menyempurnakan ibadah di hari yang fitri ini. Salah satunya adalah mandi sunnah sebelum sholat Idul Fitri. Meskipun terdengar sepele, amalan ini memiliki makna mendalam dan dapat menambah keberkahan di hari raya. Dalam Islam, kebersihan adalah bagian dari iman. Rasulullah SAW mencontohkan bahwa sebelum melaksanakan ibadah penting, seperti sholat Jumat dan dua hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha), beliau selalu mandi terlebih dahulu. Lalu, bagaimana niat dan tata cara mandi sunnah Idul Fitri? Dan bagaimana pandangan para ulama mengenai sunnah ini? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini. Keutamaan Mandi Sunnah Idul Fitri Mandi sunnah sebelum sholat Idul Fitri dianjurkan sebagai bentuk penyucian diri dan persiapan menyambut hari kemenangan. Amalan ini mencerminkan rasa syukur dan penghormatan terhadap datangnya hari raya. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda: "Dari Ibnu Abbas, ia berkata: Sesungguhnya Rasulullah SAW biasa mandi pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha." (HR. Ibnu Majah) Hadits ini menunjukkan bahwa mandi sebelum berangkat sholat Idul Fitri adalah sunnah yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan dianjurkan untuk dilakukan oleh umat Islam. Bacaan Niat Mandi Idul Fitri Sebelum melaksanakan mandi sunnah Idul Fitri, disarankan untuk membaca niat terlebih dahulu. Berikut adalah lafal niat yang dapat diucapkan: ???????? ????????? ???????? ????????? ??????? ????? ???????? Nawaitul ghusla li ‘îdil fithri sunnatan lillâhi ta‘âlâ. Artinya: "Aku niat mandi untuk merayakan Idul Fitri sebagai sunnah karena Allah Ta'ala." Tata Cara Mandi Sunnah Idul Fitri Berikut adalah langkah-langkah yang dapat diikuti saat melaksanakan mandi sunnah Idul Fitri: Membaca Niat: Ucapkan niat mandi sunnah Idul Fitri dalam hati sebelum memulai mandi. Membasahi Seluruh Tubuh: Guyur seluruh tubuh dengan air bersih, dimulai dari kepala hingga kaki, pastikan semua bagian tubuh terkena air. Membersihkan Bagian Tubuh: Bersihkan bagian-bagian tubuh seperti sela-sela jari, ketiak, dan lipatan-lipatan lainnya untuk memastikan kebersihan maksimal. Berwudhu: Setelah mandi, disunnahkan untuk berwudhu seperti wudhu saat hendak sholat. Pendapat Ulama tentang Mandi Sunnah Idul Fitri Para ulama dari berbagai mazhab sepakat bahwa mandi sebelum sholat Idul Fitri adalah sunnah. Berikut adalah pandangan masing-masing mazhab: Mazhab Hanafi: Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa mandi sebelum sholat Idul Fitri termasuk dalam amalan sunnah yang dianjurkan. Namun, menurut beliau, tidak ada dosa jika seseorang meninggalkannya. Mazhab Maliki: Imam Malik berpendapat bahwa mandi sebelum sholat Idul Fitri termasuk dalam sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan). Beliau menekankan pentingnya kebersihan saat menghadiri perkumpulan besar seperti sholat Idul Fitri. Mazhab Syafi’i: Imam Syafi’i berpendapat bahwa mandi sebelum sholat Idul Fitri sangat dianjurkan dan lebih utama dilakukan sebelum berangkat ke tempat sholat. Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ menjelaskan bahwa mandi sunnah ini dilakukan setelah fajar menyingsing sebelum berangkat sholat Idul Fitri. Mazhab Hanbali: Imam Ahmad bin Hanbal juga menganggap mandi sebelum sholat Idul Fitri sebagai sunnah. Menurut beliau, hal ini berdasarkan hadits Ibnu Abbas yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW biasa mandi sebelum sholat dua hari raya. Dari pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa mandi sebelum sholat Idul Fitri memiliki dasar yang kuat dalam ajaran Islam dan disepakati oleh mayoritas ulama. Amalan Sunnah Lain Sebelum Sholat Idul Fitri Selain mandi sunnah, terdapat beberapa amalan lain yang dianjurkan sebelum melaksanakan sholat Idul Fitri: Makan Sebelum Sholat: Disunnahkan untuk makan terlebih dahulu sebelum berangkat sholat Idul Fitri, seperti mengonsumsi kurma dengan jumlah ganjil. Berhias dan Memakai Pakaian Terbaik: Mengenakan pakaian terbaik dan memakai wangi-wangian sebagai bentuk penghormatan terhadap hari raya. Mengumandangkan Takbir: Memperbanyak membaca takbir sejak malam hingga menjelang pelaksanaan sholat Idul Fitri. Mandi sunnah sebelum sholat Idul Fitri merupakan amalan sederhana namun memiliki makna yang mendalam dalam menyambut hari kemenangan. Dengan melaksanakan amalan ini, kita menunjukkan rasa syukur dan penghormatan terhadap datangnya Idul Fitri. Selain itu, menyempurnakan ibadah di hari raya dengan berbagai amalan sunnah lainnya dapat menambah keberkahan dalam hidup kita. Dalam momen yang penuh berkah ini, mari kita juga meningkatkan kepedulian terhadap sesama dengan menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Sukabumi. Dengan berbagi, kita tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan. Klik tombol di bawah ini untuk berdonasi dan sebarkan kebaikan di hari yang fitri ini!
ARTIKEL30/03/2025 | Duta Zakat
Momen Haru di Seluruh Negeri! Kumandang Takbir Idul Fitri 2025 Bergema, Begini Keutamaannya
Momen Haru di Seluruh Negeri! Kumandang Takbir Idul Fitri 2025 Bergema, Begini Keutamaannya
Takbir Idul Fitri merupakan salah satu momen yang paling ditunggu-tunggu oleh umat Islam di seluruh dunia. Suara takbir menggema di masjid-masjid, mushola, dan rumah-rumah, menciptakan suasana yang penuh kebahagiaan dan haru. Pada Idul Fitri 2025, kumandang takbir kembali menyelimuti negeri, menjadi simbol kemenangan setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh. Namun, tahukah Anda bahwa takbir Idul Fitri memiliki keutamaan yang luar biasa dalam Islam? Simak penjelasannya berikut ini. Keutamaan Takbir Idul Fitri Takbir Idul Fitri bukan sekadar lantunan biasa, melainkan bagian dari ibadah yang memiliki banyak keutamaan. Berikut beberapa keutamaan yang perlu diketahui: 1. Menunjukkan Rasa Syukur kepada Allah Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: "... dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur." (QS. Al-Baqarah: 185) Lantunan takbir pada malam Idul Fitri adalah bentuk rasa syukur atas kesempatan yang diberikan Allah untuk menjalani bulan Ramadan dengan penuh keimanan dan amalan yang baik. 2. Menyempurnakan Ibadah Puasa Takbir menjadi pelengkap ibadah Ramadan yang telah dijalankan. Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak bacaan takbir di malam Idul Fitri hingga menjelang sholat Ied. 3. Menambah Pahala dan Mendekatkan Diri kepada Allah Rasulullah SAW bersabda: "Tidak ada hari yang lebih agung di sisi Allah dan lebih dicintai untuk dilakukan amalan-amalan kebaikan daripada 10 hari pertama Dzulhijjah. Maka perbanyaklah tahlil, takbir, dan tahmid di dalamnya." (HR. Ahmad) Meskipun hadis ini berkaitan dengan Dzulhijjah, keutamaan takbir juga berlaku dalam konteks Idul Fitri. Bacaan Takbir Idul Fitri Berikut bacaan takbir yang sering dikumandangkan: Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaaha illallah, Allahu Akbar, Allahu Akbar wa lillahil hamd. Bacaan ini dapat dilantunkan secara berulang-ulang sejak malam takbiran hingga menjelang sholat Idul Fitri. Tata Cara Takbiran Idul Fitri Agar takbiran semakin khusyuk dan sesuai tuntunan, berikut adalah tata cara yang bisa dilakukan: Memulai setelah Maghrib di malam Idul Fitri Dapat dilakukan sendiri atau berjamaah Menggunakan suara lantang dan penuh penghayatan Dilakukan hingga menjelang sholat Ied Takbiran dan Tradisi di Berbagai Negara Takbiran Idul Fitri dirayakan dengan berbagai cara di setiap negara Muslim: Indonesia: Takbiran dilakukan dengan arak-arakan keliling kampung atau kota, baik dengan berjalan kaki maupun kendaraan. Arab Saudi: Suara takbir menggema di seluruh Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dengan suasana yang begitu khidmat. Mesir: Takbiran sering disertai dengan nyanyian Islami dan acara berkumpul keluarga. Turki: Kumandang takbir bergema di berbagai masjid besar dengan suasana penuh hikmat. Ajakan Berbagi di Hari Kemenangan Hari Raya Idul Fitri bukan hanya tentang kemenangan pribadi, tetapi juga tentang berbagi kebahagiaan dengan sesama. Salah satu bentuk berbagi yang dianjurkan dalam Islam adalah menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah. BAZNAS Kota Sukabumi mengajak Anda untuk ikut serta dalam momen penuh berkah ini dengan berdonasi kepada mereka yang membutuhkan. Dengan zakat dan sedekah yang Anda berikan, kebahagiaan Idul Fitri dapat dirasakan oleh lebih banyak orang. Mari berbagi kebahagiaan di hari kemenangan! Salurkan zakat dan sedekah Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi. Dengan lantunan takbir yang menggema dan hati yang penuh syukur, mari kita rayakan Idul Fitri 2025 dengan kebahagiaan dan kepedulian terhadap sesama. Semoga amal ibadah kita diterima dan kita semua diberkahi di hari yang suci ini. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 H!
ARTIKEL30/03/2025 | Duta Zakat
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Sukabumi.

Lihat Daftar Rekening →