WhatsApp Icon
Jangan Sampai Menyesal! Lalai Berinfak Bisa Merugikan, Padahal Pahalanya Sangat Besar

Lalai berinfak bisa merugikan tanpa disadari. Simak keutamaan infak, dalil Al-Qur’an dan hadits, serta alasan mengapa jangan sampai menunda berinfak agar hidup lebih berkah dan tenang.

Lalai Berinfak Bisa Merugikan, Jangan Sampai Menyesal

Lalai berinfak sering dianggap hal kecil, padahal lalai berinfak bisa merugikan diri sendiri tanpa kita sadari. Banyak orang menunda infak karena merasa harta akan berkurang, padahal dalam Islam justru sebaliknya. Infak adalah amalan ringan, tetapi pahalanya sangat besar dan bisa menjadi penyelamat di dunia maupun akhirat.

Allah SWT berfirman:

“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji.”
(QS. Al-Baqarah: 261)

Ayat ini menunjukkan bahwa infak bukan membuat miskin, justru melipatgandakan pahala dan keberkahan. Karena itu, lalai berinfak bisa merugikan, sebab kita melewatkan kesempatan pahala yang sangat besar.

1. Lalai Berinfak Bisa Membuat Hati Keras

Salah satu dampak negatif dari lalai berinfak adalah hati menjadi keras dan sulit merasakan kepedulian. Rasulullah SAW bersabda:

“Obatilah orang sakit di antara kalian dengan sedekah.”
(HR. Baihaqi)

Sedekah dan infak bukan hanya membantu orang lain, tetapi juga melembutkan hati dan menenangkan jiwa.

Orang yang jarang infak sering merasa gelisah, sementara orang yang rutin infak biasanya merasa lebih tenang. Ini bukti bahwa lalai berinfak bisa merugikan secara batin, bukan hanya secara pahala.

2. Takut Harta Berkurang, Padahal Infak Justru Menambah

Masih banyak yang menunda infak karena takut uang berkurang. Padahal Rasulullah SAW bersabda:

“Harta tidak akan berkurang karena sedekah.”
(HR. Muslim)

Hadits ini sangat jelas. Infak tidak membuat miskin, justru membuka pintu rezeki.
Sebaliknya, lalai berinfak bisa merugikan, karena kita menutup pintu keberkahan sendiri.

Sering kita melihat orang yang sederhana tapi hidupnya cukup, dan orang yang banyak harta tapi selalu merasa kurang. Salah satu sebabnya bisa jadi karena kebiasaan infak.

3. Infak Bisa Menolak Musibah

Dalam banyak riwayat dijelaskan bahwa sedekah dan infak dapat menolak bala.

Rasulullah SAW bersabda:

“Sedekah itu dapat memadamkan murka Allah dan menolak kematian yang buruk.”
(HR. Tirmidzi)

Ini menjadi pengingat kuat bahwa lalai berinfak bisa merugikan, karena kita melewatkan amalan yang bisa melindungi diri dari musibah.

Tidak harus besar. Infak kecil tapi rutin lebih dicintai Allah daripada banyak tapi jarang.

4. Infak Adalah Bukti Syukur atas Nikmat

Semua rezeki berasal dari Allah. Maka salah satu tanda syukur adalah berbagi.

Allah berfirman:

“Jika kamu bersyukur, pasti Aku tambah nikmat kepadamu.”
(QS. Ibrahim: 7)

Infak adalah bentuk syukur.
Jika kita lalai berinfak, bisa jadi kita termasuk orang yang kurang bersyukur, dan itu bisa menjadi sebab berkurangnya keberkahan.

Karena itu, lalai berinfak bisa merugikan, bukan hanya di akhirat, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

5. Kesempatan Pahala Besar Jangan Disia-siakan

Tidak semua orang diberi kesempatan untuk berinfak. Ada yang ingin memberi tapi tidak punya.

Kalau hari ini kita masih bisa infak, itu tanda Allah masih memberi peluang pahala.

Jangan sampai kesempatan ini hilang hanya karena menunda.

Orang yang cerdas adalah orang yang memanfaatkan kesempatan pahala sebelum terlambat.

6.  Infak Melalui Lembaga Resmi Lebih Aman dan Tepat

Menyalurkan infak sebaiknya dilakukan melalui lembaga resmi yang amanah dan terpercaya. Dengan melalui lembaga yang memiliki pengelolaan jelas, infak yang kita keluarkan bisa sampai kepada orang yang benar-benar membutuhkan.

Infak yang disalurkan secara teratur biasanya digunakan untuk berbagai program kebaikan, seperti membantu fakir miskin, pendidikan, kesehatan, bantuan bencana, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan cara ini, manfaat infak menjadi lebih luas dan tidak hanya dirasakan oleh satu orang saja.

Selain itu, menyalurkan infak melalui lembaga resmi juga membuat kita lebih tenang, karena dana yang diberikan dikelola dengan tanggung jawab dan transparan.

Allah SWT berfirman:

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka…”
(QS. At-Taubah: 103)

Ayat ini menunjukkan bahwa pengelolaan harta di jalan Allah memang dianjurkan dilakukan dengan cara yang teratur agar manfaatnya lebih besar.

7. Jangan Sampai Menyesal Karena Lalai Berinfak

Penyesalan sering datang terlambat.
Saat sehat kita menunda, saat sempit kita ingin memberi tapi tidak mampu.

Karena itu, jangan sampai lalai berinfak bisa merugikan, padahal pahalanya sangat besar dan manfaatnya nyata.

Mulailah dari sekarang, dari yang kecil, dari yang mudah.

8. Infak Tidak Harus Banyak, yang Penting Ikhlas dan Rutin

Masih banyak yang berpikir bahwa infak harus menunggu kaya. Padahal dalam Islam, infak tidak dilihat dari besar kecilnya, tetapi dari keikhlasan dan kesungguhan hati.

Allah SWT juga berfirman:

“Orang-orang yang menafkahkan hartanya di waktu lapang maupun sempit…”
(QS. Ali Imran: 134)

Ayat ini menjadi pengingat bahwa lalai berinfak bisa merugikan, karena kita menunda amalan yang sebenarnya bisa dilakukan kapan saja.

Tidak harus menunggu gaji besar.
Tidak harus menunggu punya banyak.
Tidak harus menunggu waktu tertentu.

Infak bisa dilakukan setiap hari, setiap minggu, atau setiap kali ada kesempatan.

Jangan Sampai Lalai Berinfak Karena Ruginya Besar

Dari penjelasan di atas, kita bisa memahami bahwa lalai berinfak bisa merugikan, baik di dunia maupun di akhirat.
Infak bukan hanya membantu orang lain, tetapi juga membuka pintu rezeki, menolak musibah, melembutkan hati, dan menjadi bukti syukur atas nikmat Allah.

Banyak orang menyesal bukan karena tidak punya harta, tetapi karena tidak menggunakan hartanya di jalan kebaikan saat masih punya kesempatan.

Jangan tunda kebaikan.
Salurkan infak terbaik Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi agar lebih amanah, tepat sasaran, dan penuh berkah. Infak hari ini, pahala mengalir tanpa henti.

untuk melihat artikel lainnya klik link di bawah ini :

Pahala Sedekah Terancam Hilang, Waspada! 5 Niat Tersembunyi yang Bisa Menghapusnya

https://baznaskotasukabumi.com/stop-bersedekah-demi-formalitas/

18/03/2026 | Kontributor: BAZNAS
Hidup Ingin Tenang? Hindari 5 Sikap Buruk yang Sering Terjadi Sehari-hari

Hidup ingin tenang tidak cukup hanya dengan harapan. Hindari 5 sikap buruk yang sering terjadi sehari-hari agar hati lebih damai, rezeki lancar, dan hidup lebih berkah menurut ajaran Islam.

Hidup Ingin Tenang? Banyak Orang Salah di Bagian Ini

Setiap orang pasti ingin hidup ingin tenang.
Ingin hati damai, rezeki lancar, keluarga harmonis, dan pikiran tidak gelisah.

Namun kenyataannya, banyak orang merasa hidupnya berat, mudah stres, sering kesal, bahkan sulit merasa bahagia.
Padahal bisa jadi bukan karena kurang harta, tapi karena masih ada sikap buruk yang sering dilakukan setiap hari.

Dalam Islam, ketenangan hidup sangat berkaitan dengan kebersihan hati dan amal baik.

Kalau hidup terasa tidak tenang, coba periksa diri.
Mungkin ada kebiasaan buruk yang masih sering dilakukan tanpa sadar.

Berikut 5 sikap buruk sehari-hari yang harus dihindari jika ingin hidup lebih tenang.

1. Sering Mengeluh, Padahal Nikmat Banyak

Salah satu penyebab hidup tidak tenang adalah terlalu sering mengeluh.

Sedikit masalah langsung mengeluh,
sedikit capek langsung mengeluh,
melihat orang lain lebih berhasil langsung merasa kurang.

Padahal Allah sudah memberi banyak nikmat.

Allah berfirman:

“Jika kamu bersyukur, pasti Aku tambah nikmatmu.”
(QS. Ibrahim: 7)

Orang yang suka bersyukur biasanya hidupnya lebih ringan.
Sebaliknya, orang yang sering mengeluh sulit merasakan ketenangan.

Kalau ingin hidup ingin tenang, biasakan melihat nikmat, bukan kekurangan.

2. Mudah Marah dan Emosi

Marah berlebihan membuat hati panas dan pikiran tidak jernih.

Banyak masalah terjadi karena tidak bisa menahan emosi.
Persahabatan rusak, keluarga bertengkar, pekerjaan jadi tidak nyaman.

Rasulullah ? bersabda:

“Orang kuat bukan yang menang dalam bergulat, tapi yang mampu menahan marah.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Menahan marah bukan berarti lemah.
Justru itu tanda hati yang kuat.

Kalau ingin hidup ingin tenang, belajar sabar adalah kunci.

3. Pelit Berbagi, Tapi Ingin Hidup Berkah

Banyak orang ingin hidup tenang dan rezeki lancar, tapi sulit bersedekah.

Padahal sedekah adalah salah satu sebab datangnya ketenangan.

Rasulullah ? bersabda:

“Sedekah tidak akan mengurangi harta.”
(HR. Muslim)

Orang yang suka berbagi biasanya hatinya lebih lapang.
Tidak mudah gelisah, tidak mudah iri, dan lebih merasa cukup.

Sebaliknya, orang yang terlalu cinta harta sering merasa takut kehilangan.

Kalau ingin hidup ingin tenang, biasakan berinfaq walau sedikit.

4. Suka Iri Melihat Orang Lain

Iri adalah penyakit hati yang sering tidak disadari.

Melihat orang sukses jadi kesal,
melihat orang bahagia jadi tidak suka,
melihat orang punya rezeki lebih jadi panas hati.

Padahal iri hanya membuat hati sendiri tidak tenang.

Rasulullah ? bersabda:

“Hindarilah hasad, karena hasad memakan kebaikan seperti api memakan kayu bakar.”
(HR. Abu Dawud)

Kalau ingin hidup ingin tenang, belajar ridha dengan takdir Allah.
Setiap orang punya rezeki masing-masing.

5. Lalai Ibadah Tapi Ingin Hati Tenang

Ini yang paling sering terjadi.

Ingin hidup damai, tapi sholat masih bolong.
Ingin hati tenang, tapi jarang dzikir.
Ingin berkah, tapi jarang sedekah.

Padahal ketenangan tidak datang dari dunia, tapi dari dekat dengan Allah.

Allah berfirman:

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)

Kalau ingin hidup ingin tenang, perbaiki ibadah dulu.
Karena hati yang dekat dengan Allah lebih mudah merasa damai.

Hidup Tenang Dimulai dari Memperbaiki Sikap Sehari-hari

Hidup ingin tenang bukan hanya soal punya banyak uang atau hidup tanpa masalah.
Ketenangan datang dari hati yang bersih, sikap yang baik, dan ibadah yang dijaga.

Hindari kebiasaan mengeluh, marah, pelit, iri, dan lalai ibadah.
Biasakan bersyukur, sabar, berbagi, dan mendekat kepada Allah.

Semakin baik sikap kita, semakin tenang hidup kita.

Karena itu, jangan tunggu nanti untuk berubah.
Mulai dari sekarang, mulai dari hal kecil, mulai dari diri sendiri.

Salurkan Infaq melalui BAZNAS Kota Sukabumi

Agar infaq lebih aman, tepat sasaran, dan membawa berkah, salurkan melalui
BAZNAS Kota Sukabumi.

???? Mari biasakan infaq sekarang juga melalui BAZNAS Kota Sukabumi.
Sedikit dari kita, sangat berarti bagi mereka.

untuk melihat artikel lainnya klik link dibawah ini :
 
 
18/03/2026 | Kontributor: BAZNAS
MasyaAllah! Ternyata Ibu Hamil Punya Kedudukan Istimewa dalam Islam, Ini Penjelasannya

Menjadi seorang ibu adalah perjalanan yang penuh keajaiban, tantangan, sekaligus limpahan pahala. Bagi Anda yang saat ini tengah mengandung, mungkin sering merasa lelah, mual, atau sulit tidur. Namun, tahukah Anda? Di balik setiap tetes keringat dan rasa pegal itu, Allah SWT sedang menaikkan derajat Anda ke tempat yang sangat tinggi.

Ibu hamil punya kedudukan istimewa dalam Islam bukan sekadar kalimat penghibur. Ini adalah janji nyata dari Allah dan Rasul-Nya. Mari kita bedah satu per satu mengapa masa kehamilan adalah masa "panen pahala" yang luar biasa.

1. Setiap Detik Adalah Ibadah dan Jihad

Dalam Islam, proses mengandung dianggap setara dengan perjuangan di jalan Allah (Jihad fi Sabilillah). Ketika seorang wanita mengandung, setiap rasa sakit yang dirasakannya, mulai dari mual di pagi hari hingga beratnya melangkah, dihitung sebagai pahala yang terus mengalir selama 24 jam nonstop.

Rasulullah SAW bersama para sahabat pernah membahas tentang keutamaan wanita. Beliau menyampaikan bahwa wanita yang hamil hingga melahirkan dan menyusui, mereka mendapatkan pahala seperti pejuang yang berjaga di garis depan pertempuran. Jika ia meninggal dalam masa itu, maka baginya pahala mati syahid.

2. Shalatnya Ibu Hamil Berlipat Ganda Pahalanya

Ibu hamil punya kedudukan istimewa dalam Islam bahkan dalam urusan ritual ibadah harian. Ada riwayat yang menyebutkan bahwa shalat dua rakaat yang dilakukan oleh wanita hamil jauh lebih baik daripada 80 rakaat yang dilakukan oleh wanita yang tidak hamil.

Mengapa demikian? Karena saat shalat, ia membawa janin yang juga bertasbih kepada Allah SWT. Ada dua nyawa yang sedang bersujud, namun hanya satu raga yang bergerak. Sungguh sebuah keberkahan yang tidak ternilai harganya.

3. Diampuni Dosa-dosanya Saat Melahirkan

Momen melahirkan adalah puncak dari perjuangan seorang ibu. Rasa sakitnya digambarkan sebagai salah satu rasa sakit fisik tertinggi yang bisa dialami manusia. Namun, Islam memberikan kabar gembira.

Dalam sebuah hadits, disebutkan bahwa ketika seorang wanita melahirkan, maka keluarlah ia dari dosa-dosanya seperti hari saat ia dilahirkan oleh ibunya. Allah menghapuskan segala kesalahan masa lalunya sebagai imbalan atas taruhan nyawa yang ia lakukan demi menghadirkan hamba baru ke muka bumi.

4. Doanya Sangat Mustajab

Pernahkah Anda merasa sangat dekat dengan Tuhan saat sedang hamil? Itu bukan perasaan belaka. Ibu hamil punya kedudukan istimewa dalam Islam sehingga doa-doanya sangat didengar oleh Allah.

Logikanya, ibu hamil sedang dalam kondisi "darurat" atau kesulitan fisik yang terus-menerus (masyaqqah). Allah sangat dekat dengan hamba-Nya yang sedang merasa lemah dan bersandar penuh pada-Nya. Oleh karena itu, para calon ibu sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa, baik untuk dirinya, keluarganya, maupun untuk anak yang dikandungnya agar menjadi anak yang shalih dan shalihah.

5. Memperoleh Pahala Puasa dan Tahajud Sepanjang Hari

Secara fisik, mungkin ibu hamil tidak kuat untuk melakukan shalat malam yang panjang atau berpuasa sunnah setiap hari. Namun, karena kelelahan yang ia alami akibat menjaga janin, Allah memberikan "bonus" pahala.

Selama janin tersebut ada dalam kandungan, sang ibu mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa di siang hari dan melakukan shalat tahajud di malam hari. Ini adalah bentuk kasih sayang Allah yang luar biasa bagi para wanita.

6. Malaikat Beristighfar untuk Ibu Hamil

Bayangkan, makhluk yang tidak pernah berdosa (malaikat) memohonkan ampunan untuk Anda. Dalam beberapa literatur disebutkan bahwa ketika seorang wanita hamil, para malaikat senantiasa memohonkan ampunan (istighfar) untuknya.

Bahkan, setiap teguk air yang diminum oleh ibu hamil untuk menghilangkan dahaganya, dan setiap suap makanan yang ia makan untuk memberi nutrisi pada janinnya, Allah catatkan sebagai sedekah.

7. Jaminan Surga Melalui Ridha Anak

Keistimewaan ini berlanjut bahkan setelah anak lahir. Kita semua tahu hadits populer: "Surga berada di bawah telapak kaki ibu." Kedudukan ini bermula dari masa kehamilan. Perjuangan sembilan bulan itulah yang membuat seorang ibu berhak mendapatkan penghormatan tiga kali lebih besar daripada ayah.

Islam menempatkan ibu hamil sebagai sosok yang suci dan mulia. Jadi, untuk para Bunda di luar sana, jika hari ini terasa berat, ingatlah bahwa Allah sedang tersenyum melihat perjuanganmu.

Pentingnya Menjaga Keberkahan dengan Berbagi

Keistimewaan yang Allah berikan sebaiknya dibarengi dengan rasa syukur. Salah satu cara terbaik untuk mensyukuri nikmat kehamilan dan memohon keselamatan hingga persalinan adalah dengan bersedekah atau membayar infaq.

Zakat, Infaq, dan Sedekah bukan hanya membersihkan harta, tapi juga menjadi penolak bala (daf’ul bala). Dengan berbagi kepada mereka yang membutuhkan, kita berharap Allah memberikan kemudahan dalam setiap proses persalinan nanti.

Ayo, alirkan keberkahan kehamilanmu melalui BAZNAS Kota Sukabumi!

BAZNAS Kota Sukabumi siap membantu Anda mendistribusikan kebaikan kepada mereka yang membutuhkan di wilayah Sukabumi dan sekitarnya. Dengan berinfaq, kita menjaga diri dari sifat serakah dan memastikan harta kita membawa manfaat dunia hingga akhirat.

Salurkan Infaq Terbaik Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi. > "Harta tidak akan berkurang karena sedekah, justru akan semakin berkah dan melimpah."

Untuk membaca artikel lainnya terkait ramadhan klik link di bawah ini:

https://baznaskotasukabumi.com/campaign/sedekah-alat-ibadah-untuk-lansia

https://kotasukabumi.baznas.go.id/artikel/show/masyaallah-rahasia-parenting-islami-untuk-menciptakan-keluarga-bahagia-dan-penuh-berkah/41607

18/03/2026 | Kontributor: BAZNAS
Pernah Merasa Sendiri di Tengah Keramaian? Ini Penjelasannya

Pernahkah Anda berada di sebuah pesta yang bising, rapat kantor yang penuh sesak, atau bahkan berkumpul bersama keluarga besar, namun tiba-tiba merasa sangat terisolasi? Seolah-olah ada dinding kaca transparan yang memisahkan Anda dari dunia luar. Jika pernah, Anda tidak sendirian. Fenomena merasa sendiri di tengah keramaian adalah pengalaman manusiawi yang sangat umum, meskipun sering kali terasa menyakitkan dan membingungkan.

Ini bukan tentang jumlah orang yang ada di sekitar Anda, tetapi tentang kualitas koneksi yang Anda rasakan. Merasa sendiri di tengah keramaian bisa dialami siapa saja, dari seorang introvert yang pendiam hingga seorang ekstrovert yang tampak populer. Mari kita bedah lima alasan psikologis dan spiritual mengapa perasaan ini bisa muncul dan bagaimana sudut pandang Islam melihatnya.

1. Kegagalan Koneksi Emosional yang Mendalam

Faktor utama yang menyebabkan seseorang merasa sendiri di tengah keramaian bukanlah kurangnya interaksi fisik, melainkan kurangnya koneksi emosional. Anda mungkin sedang mengobrol, tertawa, atau berdiskusi, tetapi jika percakapan itu hanya sebatas basa-basi di permukaan, jiwa Anda tidak merasa "terpenuhi."

Kita hidup di era di mana kita sangat terhubung secara digital, tetapi sering kali merasa "terputus" secara emosional. Percakapan yang dangkal tidak memuaskan kebutuhan dasar manusia untuk dimengerti, diterima, dan dihargai. Saat interaksi hanya terjadi di level luar, rasa hampa bisa merayap masuk, membuat Anda merasa sendiri di tengah keramaian.

2. Mengenakan "Topeng" Sosial

Sering kali, untuk bisa diterima dalam suatu kelompok atau untuk menyembunyikan kerapuhan kita, kita mengenakan "topeng." Kita berpura-pura bahagia padahal sedih, berpura-pura setuju padahal tidak, atau berpura-pura menjadi seseorang yang bukan diri kita. Semakin keras kita berusaha mempertahankan image tersebut, semakin kita menjauhkan diri kita yang asli dari orang lain.

Ketika Anda tidak otentik, Anda menciptakan jarak yang tidak terlihat antara diri Anda dan lingkungan sekitar. Anda merasa sendiri di tengah keramaian karena tidak ada yang benar-benar mengenal siapa Anda yang sebenarnya, termasuk diri Anda sendiri yang sedang berpura-pura itu.

3. Ketidakselarasan Nilai dan Tujuan

Penyebab lain merasa sendiri di tengah keramaian adalah ketika Anda berada di lingkungan yang nilai-nilai atau tujuan hidupnya tidak sejalan dengan Anda. Mungkin Anda berada di antara sekelompok orang yang hanya sibuk mengejar materi, sementara Anda mendambakan kedamaian spiritual atau kontribusi sosial.

Ketidakselarasan ini bisa menciptakan rasa tidak "klik" dan keterasingan. Jiwa Anda merasakan kekosongan karena tidak menemukan "rumah" yang frekuensinya sama.

4. Tuntutan Modern dan Kelelahan Mental

Kehidupan modern dengan segala tuntutannya media sosial, ambisi karier, hingga hiruk-pikuk kota bisa sangat melelahkan. Kelelahan mental ini (burned out) sering kali membuat seseorang menarik diri secara emosional dari lingkungan, meskipun secara fisik masih ada.

Di sinilah pandangan spiritual, khususnya Islam, memberikan kedalaman makna. Rasa sendiri di tengah keramaian bisa menjadi alarm dari Allah agar kita kembali mengingat-Nya. Sering kali, rasa hampa itu muncul karena kita terlalu sibuk dengan urusan duniawi dan melupakan koneksi yang paling utama, yaitu hubungan kita dengan Sang Pencipta.

Allah SWT berfirman:

"...Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra'd: 28)

Ketenangan sejati, yang menghalau rasa kesepian, hanya bisa ditemukan ketika hati terhubung dengan sumber segala ketenangan. Rasa sendiri di tengah keramaian adalah sinyal untuk ber-muhasabah (introspeksi diri), memperbanyak zikir, dan shalat, untuk mengisi kembali kekosongan jiwa.

5. Kebutuhan untuk Kembali pada Koneksi Spiritual

Fenomena merasa sendiri di tengah keramaian juga mengingatkan kita pada hadits Rasulullah SAW tentang akhir zaman, di mana umat Muslim jumlahnya banyak, namun ibarat buih di lautan banyak, tetapi tidak memiliki bobot karena kualitas iman mereka yang rapuh.

Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Akan datang suatu zaman di mana manusia seperti buih di lautan...” Para sahabat bertanya, “Apakah karena jumlah kami sedikit pada waktu itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Tidak, bahkan jumlah kalian banyak pada waktu itu, akan tetapi kalian seperti buih di lautan. Allah akan mencabut rasa takut dalam diri musuh kalian, dan Allah akan menimpakan penyakit wahn dalam hati kalian.” Mereka bertanya, “Apa itu penyakit wahn, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Abu Dawud)

Merasakan sendiri di tengah keramaian juga bisa bermakna seperti buih tersebut; terlihat banyak, namun terasa rapuh dan tidak memiliki tujuan yang jelas. Rasa sepi ini bisa menjadi motivasi untuk menguatkan iman, memperbanyak amal saleh, dan mencari lingkungan yang suportif secara spiritual.

Solusi Praktis Melawan Rasa Sepi di Tengah Keramaian

  1. Validasi Perasaan Anda: Jangan menyalahkan diri sendiri. Akui bahwa rasa sendiri di tengah keramaian adalah valid.

  2. Cari Koneksi yang Lebih Dalam: Fokus pada satu atau dua hubungan yang berkualitas, bukan puluhan hubungan yang dangkal.

  3. Hadir Sepenuhnya (Mindfulness): Saat bersama orang lain, simpan ponsel dan dengarkan dengan tulus.

  4. Hadirkan Tuhan dalam Hati: Jadikan Allah sebagai sahabat terdekat. Temukan kenyamanan dalam doa dan ibadah.

  5. Berbuat Baik: Alihkan fokus dari kesepian diri sendiri dengan membantu orang lain. Memberi bisa mengisi kekosongan hati.

Mengubah Rasa Sepi Menjadi Energi Kebaikan

Salah satu cara paling ampuh untuk mengikis rasa sendiri di tengah keramaian dan sekaligus mendekatkan diri kepada Allah adalah dengan berbuat baik secara nyata. Ketika Anda membantu orang lain, Anda tidak hanya meringankan beban mereka, tetapi juga mengisi hati Anda dengan kepuasan spiritual. Anda akan menyadari bahwa keberadaan Anda berarti bagi orang lain, dan rasa keterasingan itu perlahan akan memudar.

Koneksi dengan sesama manusia melalui kebaikan adalah perpanjangan dari koneksi kita kepada Allah. Mari jadikan perasaan ini sebagai pemicu untuk berbuat lebih banyak kebaikan, terutama bagi mereka yang membutuhkan di sekitar kita.

Mari Salurkan Kepedulian Anda Melalui BAZNAS Kota Sukabumi!

Bagi Anda, warga Sukabumi dan sekitarnya, rasa sendiri di tengah keramaian bisa Anda ubah menjadi energi positif dengan membantu sesama melalui instansi resmi yang tepercaya. Salurkan Infaq terbaik Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi untuk mendukung program-program pemberdayaan umat dan sosial.

Setiap Infaq yang Anda berikan bukan hanya angka, melainkan wujud cinta kasih yang dapat menghangatkan hati banyak orang, dan pada gilirannya, menghangatkan hati Anda sendiri.

Ubah rasa sepi menjadi bukti kepedulian.

Untuk membaca artikel lainnya terkait ramadhan klik link di bawah ini:

https://baznaskotasukabumi.com/campaign/tebar-kebahagiaan-dengan-berbagi-paket-sembako

https://kotasukabumi.baznas.go.id/artikel/show/ketika-dunia-tidak-ramah-jadilah-rumah-untuk-dirimu-sendiri/33441

18/03/2026 | Kontributor: BAZNAS
Hati-Hati! Ini Dampak Buruk Korupsi yang Bisa Menghancurkan Hidupmu

Pernahkah terlintas di pikiran kita, mengapa ada orang yang sudah punya segalanya tapi masih merasa kurang? Mobil mewah sudah ada, rumah bak istana sudah berdiri tegak, jabatan pun mentereng. Tapi anehnya, hidupnya jauh dari kata tenang. Tidur tak nyenyak, dikejar rasa cemas, hingga akhirnya berakhir di balik jeruji besi.

Inilah fenomena yang sering kita sebut dengan korupsi. Korupsi bisa menjerumuskan ke kehancuran hidup, bukan hanya bagi si pelaku, tapi juga bagi keluarga dan orang-orang di sekitarnya. Mari kita bedah lebih dalam, kenapa mengambil yang bukan hak kita itu adalah "bom waktu" yang siap meledak kapan saja.

Mengapa Korupsi Adalah Musuh Terbesar Diri Sendiri?

Banyak yang mengira korupsi adalah jalan pintas menuju kebahagiaan. Padahal, yang terjadi justru sebaliknya. Korupsi adalah jalan tol menuju kehancuran mental dan spiritual. Ketika seseorang mulai mengambil harta yang bukan haknya, ia sedang menanam benih ketidaktenangan.

Dalam perspektif Islam, harta yang diperoleh dengan cara haram, seperti korupsi, tidak akan pernah membawa keberkahan. Harta tersebut mungkin terlihat banyak secara jumlah, namun nilai manfaatnya nol besar. Harta itu justru akan menjadi sumber masalah bisa berupa penyakit yang tak kunjung sembuh, anak-anak yang sulit diatur, atau keretakan rumah tangga.

1. Kehilangan Keberkahan dalam Hidup

Keberkahan adalah ketika harta yang sedikit terasa cukup, dan yang banyak membawa manfaat. Sebaliknya, korupsi bisa menjerumuskan ke kehancuran hidup karena ia menghapus keberkahan tersebut. Kamu mungkin punya uang milyaran, tapi entah kenapa uang itu habis begitu saja tanpa bekas yang bermanfaat.

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits yang sangat tegas mengenai hal ini:

"Laknat Allah bagi penyuap dan penerima suap dalam hukum." (HR. Ahmad, Abu Daud, dan Tirmidzi).

Bayangkan, jika Allah sudah melaknat, lantas dari mana kita akan mendapatkan kedamaian? Laknat artinya dijauhkan dari rahmat kasih sayang Allah. Tanpa rahmat-Nya, hidup hanyalah rangkaian penderitaan yang dibungkus dengan kemewahan palsu.

2. Sanksi Sosial yang Menyakitkan

Kita hidup di masyarakat yang sangat menjunjung tinggi integritas. Sekali seseorang ketahuan melakukan korupsi, label "koruptor" akan menempel seumur hidup. Bukan hanya pelaku yang menanggung malu, tapi juga anak, istri, dan orang tua. Anak-anak mungkin akan dirundung di sekolah, dan keluarga akan dikucilkan dari pergaulan sosial. Ini adalah bentuk kehancuran hidup yang nyata di dunia.

3. Penjara: Hilangnya Kebebasan

Tentu saja, konsekuensi hukum adalah hal yang paling nyata. Bayangkan harus menghabiskan sisa umur di balik jeruji besi, jauh dari keluarga, dan kehilangan martabat. Kebebasan yang selama ini kita nikmati hilang begitu saja hanya demi tumpukan harta yang bahkan tidak bisa dinikmati di dalam sel.

Korupsi dalam Pandangan Syariat: Ghulul yang Membakar

Dalam istilah fiqih, korupsi sering dikaitkan dengan Ghulul (mengambil harta secara sembunyi-sembunyi yang bukan haknya). Bahayanya tidak main-main. Harta hasil korupsi akan menjadi beban yang sangat berat di hari kiamat kelak.

Allah SWT berfirman dalam Surah Ali 'Imran ayat 161:

"Barangsiapa yang berkhianat (dalam urusan harta rampasan perang), maka pada hari kiamat ia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya itu; kemudian tiap-tiap diri akan diberi pembalasan tentang apa yang ia kerjakan dengan pembalasan setimpal, sedang mereka tidak dianiaya."

Ayat ini menegaskan bahwa setiap rupiah yang dikorupsi akan dimintai pertanggungjawabannya secara detail. Tidak ada yang bisa bersembunyi. Kehancuran hidup akibat korupsi tidak berhenti saat nafas terakhir berhembus, tapi terus berlanjut hingga ke akhirat.

4. Menghalangi Terkabulnya Doa

Ini adalah salah satu dampak yang paling mengerikan. Ketika tubuh kita tumbuh dari makanan yang haram, maka doa-doa kita akan tertolak. Rasulullah SAW pernah menceritakan tentang seorang laki-laki yang melakukan perjalanan jauh, rambutnya kusut, penuh debu, ia menengadahkan tangan ke langit sambil berdoa, "Ya Rabb, ya Rabb..." Sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan ia dikenyangkan dari yang haram. Maka, bagaimana mungkin doanya akan dikabulkan?

Bayangkan saat kamu benar-benar butuh pertolongan Tuhan, namun pintu langit tertutup hanya karena segelintir harta haram yang pernah kamu ambil. Itulah mengapa korupsi bisa menjerumuskan ke kehancuran hidup yang paling fatal.

5. Merusak Tatanan Bangsa

Secara makro, korupsi merampas hak orang miskin. Jembatan yang harusnya kokoh jadi rubuh karena dana disunat. Rumah sakit kekurangan alat medis karena anggaran dikorupsi. Dengan melakukan korupsi, seseorang secara tidak langsung mendzolimi jutaan orang. Dosa kepada satu orang saja sulit dimaafkan, apalagi dosa kepada rakyat satu negara?

Bagaimana Cara Menghindarinya?

  1. Syukuri yang Ada: Kebanyakan orang korupsi bukan karena butuh, tapi karena kurang rasa syukur.

  2. Pahami Konsekuensi: Selalu ingat bahwa ada akhirat setelah dunia ini.

  3. Lingkungan yang Baik: Bertemanlah dengan orang-orang yang jujur dan berintegritas.

  4. Bersihkan Harta: Pastikan setiap rupiah yang masuk ke kantong kita adalah hasil keringat yang halal.

Ingatlah, hidup ini singkat. Jangan tukar ketenangan jiwa dan keselamatan akhirat dengan kenikmatan semu yang hanya sesaat. Kekayaan sejati adalah hati yang merasa cukup (qana'ah).

Setelah memahami betapa bahayanya harta yang tidak berkah, langkah terbaik untuk menjaga diri adalah dengan rajin berinfaq dan bersedekah. Sedekah tidak akan mengurangi harta, justru ia akan menyucikan dan menjaganya dari hal-hal yang buruk.

Ayo Bersihkan Harta dengan Berbagi!

Mari salurkan infaq terbaik Anda melalui lembaga yang amanah dan transparan. BAZNAS Kota Sukabumi siap membantu Anda mendistribusikan kebaikan kepada mereka yang membutuhkan di wilayah Sukabumi dan sekitarnya. Dengan berinfaq, kita menjaga diri dari sifat serakah dan memastikan harta kita membawa manfaat dunia hingga akhirat.

Bayar Infaq Sekarang via BAZNAS Kota Sukabumi Sucikan Harta, Tenangkan Jiwa.

Untuk membaca artikel lainnya terkait ramadhan klik link di bawah ini:

https://baznaskotasukabumi.com/campaign/34-jusuka-34-jumat-suka-sedekah

https://kotasukabumi.baznas.go.id/artikel/show/antara-menjaga-perasaan-orang-lain-atau-kejujuran/31449

18/03/2026 | Kontributor: BAZNAS

Artikel Terbaru

Sudah Tahu Cara Hitung Zakat Perdagangan yang Benar? Yuk Pahami Bareng!
Sudah Tahu Cara Hitung Zakat Perdagangan yang Benar? Yuk Pahami Bareng!
Zakat perdagangan adalah kewajiban syariat bagi setiap muslim yang memiliki usaha dan telah memenuhi syarat nishab serta haul. Zakat perdagangan bukan hanya kewajiban ibadah, tetapi juga sistem distribusi kekayaan yang adil dan menenangkan hati. Lalu, bagaimana ketentuan lengkapnya dan siapa saja penerima zakat? Allah SWT berfirman dalam QS. At-Taubah ayat 103: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka.” Ayat ini menunjukkan bahwa zakat perdagangan berfungsi sebagai pembersih harta (tazkiyah) dan penyuci jiwa. Bahkan Rasulullah SAW bersabda: “Pada harta perdagangan itu ada zakatnya.” (HR.Abu Dawud) Hadits ini menjadi dasar kuat bahwa aktivitas bisnis dalam Islam tidak terlepas dari kewajiban zakat. Apa yang Termasuk Zakat Perdagangan? Zakat perdagangan adalah zakat yang dikenakan atas barang atau aset yang diperjualbelikan dengan tujuan mendapatkan keuntungan. Yang termasuk dalam perhitungan antara lain: Stok barang dagangan Uang kas usaha Tabungan usaha Piutang lancar yang bisa ditagih Semua komponen tersebut dihitung pada akhir tahun (haul), kemudian dikurangi dengan kewajiban jangka pendek seperti utang dagang. Menurut sebagian besar ulama, nishab zakat perdagangan setara dengan 85 gram emas. Jika nilai total aset bersih sudah mencapai batas tersebut dan telah berjalan satu tahun, maka wajib dikeluarkan 2,5%. Contoh Perhitungan yang Lebih Detail Misalnya sebuah toko memiliki: Stok barang: Rp120.000.000 Modal usaha: Rp30.000.000 Piutang lancar: Rp20.000.000 Total aset = Rp170.000.000 Utang jangka pendek = Rp20.000.000 Total bersih = Rp150.000.000 Zakat perdagangan yang wajib dibayar: 2,5% × Rp150.000.000 = Rp3.750.000 Perhitungan ini menunjukkan bahwa zakat perdagangan sangat terukur dan tidak memberatkan. Rasulullah SAW bersabda: “Harta tidak akan berkurang karena sedekah.” (HR.Muslim) Secara spiritual, ini adalah jaminan keberkahan. Secara ekonomi, zakat justru menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Untuk mempermudah penghitungan zakat perdagangan kami sertakan https://baznas.go.id/kalkulatorzakat Siapa Saja Penerima Zakat? Pertanyaan penting berikutnya: siapa saja penerima zakat? Allah SWT menjelaskan secara rinci dalam QS. At-Taubah ayat 60 bahwa terdapat delapan golongan (asnaf): Fakir – tidak memiliki harta dan pekerjaan. Miskin – memiliki penghasilan tetapi tidak mencukupi kebutuhan dasar. Amil – pengelola zakat. Muallaf – orang yang baru masuk Islam. Riqab – budak yang ingin memerdekakan diri. Gharim – orang yang terlilit utang karena kebutuhan halal. Fisabilillah – orang yang berjuang di jalan Allah. Ibnu Sabil – musafir yang kehabisan bekal. Pendistribusian zakat syariah harus tepat sasaran agar tujuan tercapai, yaitu keadilan sosial dan kesejahteraan umat. Di Indonesia, pengelolaan zakat dilakukan oleh Badan Amil Zakat Nasional sebagai lembaga resmi negara. Lembaga ini memastikan zakat tersalurkan sesuai ketentuan syariah dan peraturan-undangan. Khusus wilayah Sukabumi, BAZNAS Kota Sukabumi berperan aktif dalam menghimpun dan mendistribusikan zakat perdagangan melalui program pemberdayaan ekonomi, bantuan pendidikan, layanan kesehatan, hingga bantuan kemanusiaan. Landasan Fikih Zakat Perdagangan Para ulama mazhab Imam Abu Hanifah , Imam Malik , Imam Syafi'i , dan Imam Ahmad bin Hanbal sepakat bahwa harta perdagangan wajib dizakati apabila memenuhi syarat nishab dan haul. Dalilnya di antaranya firman Allah SWT dalam QS. Surat Al-Baqarah ayat 267: “Wahai orang-orang yang beriman, infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik…” Ayat ini menjadi landasan bahwa hasil usaha (termasuk perdagangan) memiliki kewajiban untuk mengeluarkan zakatnya. Cara Menentukan Nilai Aset Dagang Dalam praktik modern, penilaian aset dagang mengikuti harga pasar saat jatuh tempo haul, bukan harga beli. Artinya: Jika harga barang naik → nilai zakat mengikuti harga terbaru. Jika harga turun → ikuti harga pasar saat itu. Hal ini menunjukkan bahwa zakat perdagangan bersifat realistis dan menyesuaikan kondisi ekonomi aktual. Waktu Pembayaran Zakat Zakat perdagangan ketika genap satu tahun kepemilikan usaha (haul). Banyak usaha pelaku menetapkan tanggal tetap setiap tahun agar konsisten dan mudah dalam pembukuan. Bahkan sebagian ulama membolehkan membayar zakat lebih awal (ta'jil zakat) jika dirasa ada kebutuhan mendesak di masyarakat. Hikmah Ekonomi dan Sosial Zakat Perdagangan Perdagangan zakat mempunyai dampak luar biasa, tidak hanya secara individu tetapi juga sosial: Mengurangi kesenjangan ekonomi Membantu pelaku usaha kecil berkembang Inovasi stabilitas sosial Menumbuhkan empati dan solidaritas Dalam perspektif ekonomi Islam, zakat berfungsi sebagai mekanisme redistribusi kekayaan agar tidak hanya beredar di kalangan orang kaya saja. Zakat juga menjadi bukti bahwa Islam mendorong aktivitas bisnis yang sehat, transparan, dan bertanggung jawab. Sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT sekaligus kontribusi nyata bagi kesejahteraan umat, para pelaku usaha dapat menunaikan zakat perdagangannya melalui BAZNAS Kota Sukabumi agar penyalurannya tepat sasaran dan sesuai ketentuan syariah. untuk melihat artikel lainnya klik link di bawah ini : Bantuan BAZNAS 2025: Siapa yang Berhak dan Bagaimana Cara Mendapatkannya? https://baznaskotasukabumi.com/zakat-perdagangan-panduan/
ARTIKEL24/02/2026 | BAZNAS
Zakat Profesi: Gaji Sudah Cukup, Sudahkah Anda Tunaikan 2,5%-nya?
Zakat Profesi: Gaji Sudah Cukup, Sudahkah Anda Tunaikan 2,5%-nya?
Apa Itu Zakat Profesi? Zakat profesi adalah zakat yang dikeluarkan dari penghasilan atau pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan atau keahlian tertentu. Penghasilan tersebut bisa berasal dari gaji karyawan, honorarium, jasa konsultan, dokter, pengacara, dosen, hingga pekerja lepas. Dalam khazanah fikih klasik, istilah zakat profesi memang tidak disebutkan secara eksplisit. Namun, para ulama kontemporer mengqiyaskannya dengan zakat emas, perak, dan hasil pertanian berdasarkan keumuman dalil tentang kewajiban menunaikan zakat dari harta yang diperoleh secara halal. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an: “Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik…” (QS. Al-Baqarah: 267) Ayat ini menjadi landasan bahwa setiap penghasilan yang baik dan halal memiliki kewajiban untuk ditunaikan zakatnya apabila telah memenuhi syarat. Dalil Hadits Tentang Kewajiban Zakat Rasulullah ? bersabda: “Islam dibangun atas lima hal: mencerminkan bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan, dan berhaji bagi yang mampu.” (HR. Bukhari dan Muslim) Hadits ini menunjukkan bahwa zakat merupakan rukun Islam yang wajib ditunaikan. Dalam konteks modern, zakat profesi menjadi bentuk implementasi kewajiban tersebut atas penghasilan rutin yang diterima seorang muslim. Menurut fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), penghasilan yang mencapai nisab wajib dizakati sebesar 2,5%. Siapa yang Wajib Membayar Zakat Profesi? Tidak semua orang otomatis wajib membayar zakat profesi. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi: Beragama Islam Penghasilan halal dibatasi nisab (setara 85 gram emas) Melebihi kebutuhan pokok Jika harga emas misalnya Rp1.000.000 per gram, maka nisab zakat profesi setara dengan Rp85.000.000 per tahun atau sekitar Rp7.083.333 per bulan. Apabila penghasilan bersih per bulan telah melebihi nisab tersebut, maka wajib mengeluarkan zakat sebesar 2,5%. Cara Menghitung Zakat Profesi dengan Mudah Untuk mempermudah pengungkapan zakat profesi kami sertakanhttps://simba.baznas.go.id/news/form Ada dua metode umum dalam menghitung zakat profesi: 1. Metode Bruto Zakat dihitung dari total penghasilan sebelum dikurangi kebutuhan. Rumus: 2,5% × total penghasilan bulanan 2. Metode Neto Zakat dihitung setelah dikurangi kebutuhan pokok. Rumus: 2,5% × (penghasilan – kebutuhan pokok) Hikmah dan Manfaat Zakat Profesi Menunaikan zakat profesi bukan sekedar kewajiban administratif. Ada hikmah besar di baliknya: 1. Membersihkan Harta Rasulullah ? bersabda: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka…” (QS. At-Taubah: 103) Zakat profesi sarana menjadi penyucian jiwa dari sifat kikir dan cinta dunia yang berlebihan. 2. Menumbuhkan Keberkahan Harta yang dizakati tidak akan berkurang, justru Allah tambahkan keberkahannya. 3. Mengurangi Kesenjangan Sosial Dana zakat membantu mustahik memenuhi kebutuhan hidup, pendidikan, hingga modal usaha. Perbedaan Zakat Profesi dan Infaq Walaupun sering disamakan, profesi zakatnya berbeda dengan infaq. Zakat profesi bersifat wajib jika memenuhi nisab. Infaq bersifat sunnah dan tidak terikat nisab. Keduanya sama-sama bernilai pahala besar di sisi Allah SWT. Bahkan dalam banyak ayat, perintah shalat sering disandingkan dengan perintah zakat dan infaq. Waktu Pembayaran Zakat Profesi Berbeda dengan zakat maal yang menunggu haul (1 tahun), profesi zakat dapat melaksanakan setiap menerima gaji atau dikumpulkan selama setahun. Banyak ulama mengadakan pembayaran bulanan agar lebih ringan dan konsisten. Dengan membayar zakat profesi secara rutin, kami juga mempercepat distribusi manfaat kepada yang membutuhkan. Tantangan dan Kehormatan Umat Di era modern, potensi zakat profesi di Indonesia sangat besar. Namun realisasi pengumpulannya masih belum optimal. Padahal, jika seluruh umat Islam yang mampu menunaikan zakat profesi secara disiplin, angka kemiskinan dapat ditekan secara signifikan. Oleh karena itu, edukasi dan kemudahan pembayaran menjadi kunci. Ilustrasi Zakat Profesi dalam Kehidupan Nyata Bayangkan seorang karyawan dengan gaji Rp10.000.000 per bulan. Jika ia menunaikan zakat profesi 2,5%, maka: Rp10.000.000 × 2,5% = Rp250.000 per bulan. Dalam setahun, ia telah menyalurkan Rp3.000.000 untuk membantu sesama. Jumlah tersebut mungkin terasa kecil bagi pemberi, namun sangat berarti bagi penerima. Optimalisasi Zakat Profesi untuk Kesejahteraan Umat Dana zakat profesi yang dikumpulkan dapat dialokasikan untuk: Bantuan pendidikan Program kesehatan Modal usaha UMKM Santunan dhuafa Tanggap bencana Inilah bukti nyata bahwa zakat profesi bukan sekedar kewajiban, melainkan solusi sosial yang dahsyat. Kesimpulan: Sudahkah Anda Menunaikan Zakat Profesi Tahun Ini? Zakat profesi adalah kewajiban yang tidak boleh diabaikan. Dengan dasar Al-Qur'an dan hadits yang kuat, serta fatwa ulama kontemporer, kewajiban ini menjadi bagian dari tanggung jawab spiritual dan sosial setiap muslim. Menunda zakat profesi berarti mempertahankan hak orang lain yang ada dalam harta kita. Kini, membayar zakat profesi semakin mudah, aman, dan transparan melalui lembaga resmi. Saatnya Bertindak Sekarang Jangan tunggu nanti. Tunaikan kewajiban dan sempurnakan ibadah Anda hari ini. Jangan tunda kebaikan. Salurkan infaq terbaik Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi secara mudah dan aman melalui link berikut: ???? https://baznaskotasukabumi.com/campaign/bayar-infaq Mari bersama wujudkan Sukabumi yang lebih sejahtera melalui zakat profesi dan infaq yang amanah. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita dan melimpahkan keberkahan dalam setiap rezeki yang kita peroleh. Aamiin. Untuk membaca artikel lainnya terkait ramadhan klik link di bawah ini: Profesi Zakat: Apakah Gaji Anda Sudah Memenuhi Nisab?
ARTIKEL24/02/2026 | BAZNAS
Banyak yang Salah Sangka! MBG Ternyata Bukan Pakai Dana Zakat, Lho
Banyak yang Salah Sangka! MBG Ternyata Bukan Pakai Dana Zakat, Lho
Zakat bukan untuk MBG belakangan jadi topik yang ramai dibicarakan masyarakat. Banyak yang bertanya-tanya, apakah dana zakat benar-benar dipakai untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG)? Pertanyaan ini wajar muncul, karena zakat memang berkaitan dengan bantuan sosial. Namun melalui klarifikasi resmi, Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan bahwa zakat bukan untuk MBG, dan pengelolaannya tetap berjalan sesuai syariat Islam serta aturan negara. Penjelasan ini penting agar umat Islam tidak salah paham dan tetap tenang dalam menunaikan ibadah zakat. Sebab, zakat bukan sekadar bantuan sosial biasa, melainkan ibadah yang memiliki aturan sangat jelas. 1. Zakat Itu Ibadah, Bukan Dana Sosial Umum Dalam Islam, zakat adalah rukun Islam yang ketiga. Artinya, zakat termasuk ibadah pokok yang kedudukannya sangat mulia. Rasulullah ? bersabda: “Islam dibangun atas lima perkara: cermin bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadhan, dan menunaikan haji.” (HR. Bukhari dan Muslim) Hadis ini menegaskan bahwa zakat bukanlah dana bebas yang bisa digunakan untuk semua program sosial. Oleh karena itu, ketika muncul isu zakat yang dikaitkan dengan MBG, Kemenag merasa perlu kebenarannya bahwa zakat bukan untuk MBG. 2. Penegasan Kemenag Soal Zakat dan MBG Kemenag secara tegas menyampaikan bahwa tidak ada kebijakan zakat untuk Makan Bergizi Gratis (MBG). Program MBG adalah program sosial pemerintah yang memiliki sumber pendanaan tersendiri. Sementara itu, zakat memiliki aturan penggunaan yang telah ditetapkan langsung oleh Allah SWT. Selain berdasarkan syariat, pengelolaan zakat di Indonesia juga diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Undang-undang ini menegaskan bahwa zakat harus disalurkan sesuai ketentuan agama dan diperuntukkan bagi pihak-pihak yang berhak menerimanya. 3. Siapa Saja yang Berhak Menerima Zakat? Islam telah menetapkan dengan sangat jelas siapa yang berhak menerima zakat. Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus zakat, para mualaf, untuk memerdekakan budak, orang-orang yang amal, untuk jalan Allah, dan untuk orang-orang yang sedang dalam perjalanan.” (QS. At-Taubah : 60) Delapan golongan inilah yang dikenal sebagai asnaf zakat, yaitu: fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharimin, fisabilillah, dan ibnu sabil. Karena sudah ditetapkan langsung dalam Al-Qur'an, maka penggunaannya tidak boleh keluar dari ketentuan ini. Inilah alasan utama mengapa zakat bukan untuk MBG. 4. Mengapa Isu Ini Perlu Diluruskan? Isu zakat dan MBG perlu diluruskan agar kepercayaan umat tetap terjaga. Jika zakat disalahpahami secara tidak sengaja, merugikan umat menjadi ragu atau bahkan enggan menunaikan zakat. Padahal zakat memiliki peran besar dalam mengurangi kemiskinan dan menciptakan keadilan sosial. Dengan penjelasan dari Kemenag, umat Islam diharapkan semakin yakin bahwa zakat mereka disalurkan secara amanah, tepat sasaran, dan sesuai syariat. 5. Zakat, Infaq, dan Sedekah Itu Berbeda Perlu dipahami juga bahwa zakat berbeda dengan infaq dan sedekah. Zakat memiliki aturan ketat, sementara infaq dan sedekah lebih fleksibel. Program-program sosial seperti MBG dapat didukung melalui infaq dan sedekah, bukan dari dana zakat. Allah SWT berfirman: “Perumamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir.” (QS. Al-Baqarah : 261) Ayat ini menjadi motivasi bagi umat Islam untuk terus berinfaq dan bersedekah dalam berbagai bentuk kebaikan sosial. yuk salurkan zakat dan infaq terbaikmu Dengan berinfaq melalui lembaga resmi, kami membantu ikut serta saudara-saudara yang membutuhkan sekaligus menjaga keberkahan harta yang kita miliki. Saatnya Berbagi dengan Tenang dan Penuh Keberkahan Kini sudah jelas bahwa zakat bukan untuk MBG, dan Kemenag telah memberikan penjelasan agar umat tidak salah paham. Zakat tetap berada di jalurnya sebagai ibadah yang suci dan amanah. Sementara itu, semangat berbagi untuk program sosial tetap bisa dilakukan melalui infaq dan sedekah. ???? Mari salurkan infaq terbaik kita melalui BAZNAS Kota Sukabumi. Untuk membaca artikel lainnya terkait ramadhan klik link di bawah ini: Kemenag Tegaskan: Tidak Ada Kebijakan Zakat untuk Program MBG https://baznas.go.id/news-show/BAZNAS_RI_Tegaskan_Zakat_Tidak_Digunakan_untuk_Program_MBG/3774 https://lampung.baznas.go.id/berita/news-show/kemenag-tegaskan-dana-zakat-tidak-digunakan-untuk-program-mbg/38765 https://baznaskotasukabumi.com/zakat-profesi-dalam-islam/
ARTIKEL24/02/2026 | BAZNAS
Bayar Zakat Emas Hari Ini? Jangan Tunda Lagi!
Bayar Zakat Emas Hari Ini? Jangan Tunda Lagi!
Zakat Emas adalah bagian dari zakat maal yang wajib ditunaikan ketika kepemilikan emas telah mencapai nisab dan haul. Banyak orang menyimpan emas sebagai investasi jangka panjang, tabungan, atau perhiasan, tetapi sering lupa bahwa di dalamnya terdapat hak orang lain yang harus dikeluarkan. Allah SWT berfirman: “Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak serta tidak menafkahkannya di jalan Allah, maka sampaikanlah kepada mereka azab yang pedih.” (QS.At-Taubah: 34) Ayat ini menjadi pengingat kuat bahwa emas yang disimpan bukan sekadar aset, tetapi juga amanah. Apa Itu Zakat Emas dan Berapa Nisabnya? Zakat Emas wajib dikeluarkan jika jumlah emas telah mencapai 85 gram emas murni dan dimiliki selama satu tahun (haul). Besaran zakatnya adalah 2,5% dari total nilai emas saat ini. Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada kewajiban zakat atas emas yang kurang dari dua puluh dinar.” (HR.Abu Dawud) Dua puluh dinar setara dengan sekitar 85 gram emas. Artinya, jika emas Anda sudah mencapai atau melampaui batas tersebut, maka zakat wajib ditunaikan. Cara Mudah Menghitung Zakat Emas Rumusnya sederhana: Total gram emas x harga emas saat ini x 2,5% Contoh: Jika Anda memiliki 100 gram emas dan harga per gram Rp1.000.000, maka: 100 x 1.000.000 = Rp100.000.000 Zakat = 2,5% x Rp100.000.000 = Rp2.500.000 Perhitungan ini menggunakan harga emas saat membayar zakat, bukan harga saat membeli. Untuk panduan resmi dan akurat, Anda bisa merujuk ke Badan Amil Zakat Nasional sebagai lembaga pengelola zakat terpercaya. Untuk mempermudah penghitungan zakat perdagangan kami sertakan link https://kabsukabumi.baznas.go.id/kalkulator-zakat Apakah Emas Perhiasan Wajib Dizakati? Ini pertanyaan yang sering muncul. Sebagian ulama berpendapat bahwa perhiasan yang dipakai secara wajar tidak wajib dizakati. Namun mazhab Hanafi dan sebagian ulama kontemporer mewajibkan zakat atas seluruh emas jika mencapai nisab, termasuk perhiasan. Rasulullah SAW pernah bertanya kepada seorang wanita yang memakai gelang emas: “Apakah kamu sudah menunaikan zakatnya?” (HR.Abu Dawud) Hadits ini menjadi dalil bahwa perhiasan emas tetap perlu diperhatikan kewajiban zakatnya. Untuk kehati-hatian, banyak ulama tetap membayar Zakat Emas jika nilainya signifikan. Keutamaan Menunaikan Zakat Emas Menunaikan Zakat Emas bukan sekedar kewajiban, tetapi juga membawa banyak hikmah: 1. Membersihkan Harta Zakat menyucikan harta dari hak orang lain. 2. Menenangkan Hati Harta terasa lebih ringan dan berkah. 3. Menghindarkan dari Azab Dalam hadits riwayat Muslim dijelaskan bahwa emas yang tidak dizakati akan dipanaskan di neraka dan menjadi siksa bagi pemiliknya. 4. Menguatkan Ekonomi Umat Zakat membantu fakir miskin, pendidikan, dan pemberdayaan usaha kecil. Allah SWT berfirman: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka.” (QS. At-Taubah : 103) Dampak Sosial Zakat Emas yang Luar Biasa Jika dikelola dengan baik, zakat menjadi instrumen ekonomi Islam yang kuat. Dana zakat tidak hanya diberikan sebagai bantuan konsumtif, tetapi juga untuk program produktif seperti: Modal usaha kecil beasiswa pendidikan Layanan kesehatan Bantuan gagal Di tingkat daerah, BAZNAS Kota Sukabumi aktif mengelola dana zakat untuk berbagai program pemberdayaan masyarakat. Zakat Emas dalam Perspektif Ulama Kontemporer Di era modern, kepemilikan emas tidak hanya dalam bentuk fisik seperti batangan atau perhiasan, tetapi juga dalam bentuk tabungan emas digital. Lalu bagaimana hukumnya? Mayoritas ulama kontemporer sepakat bahwa selama emas tersebut benar-benar dimiliki secara sah dan nilainya setara dengan emas fisik, maka tetap termasuk objek Zakat Emas jika telah mencapai nisab dan haul. Artinya, baik emas disimpan di rumah, di brankas bank, maupun dalam bentuk saldo tabungan emas, kewajiban zakat tetap berlaku. Hal ini sejalan dengan prinsip umum zakat maal, yaitu setiap harta yang berkembang dan dimiliki secara penuh wajib dizakati. Jangan Tunggu Nanti, Tunaikan Sekarang! Sering kali orang menunda Zakat Emas karena merasa hartanya belum banyak. Padahal, jika sudah mencapai nisab dan haul, maka kewajiban sudah berlaku. Rasulullah SAW bersabda: “Harta tidak akan berkurang karena sedekah.” (HR.Muslim) Zakat bukan membuat kita miskin, justru membuka pintu keberkahan. Kini memastikan emas yang kita simpan benar-benar membawa kebaikan, bukan beban di akhirat. Yuk Salurkan Zakat dan Infaq Terbaikmu Mari tunaikan Zakat Emas dan infaq Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi agar lebih aman, mudah, dan tepat sasaran. untuk melihat artikel lainnya klik link di bawah ini : https://baznaskotasukabumi.com/siapa-saja-penerima-zakat-perdagangan/
ARTIKEL24/02/2026 | BAZNAS
ghibah sebagai penggugur pahala puasa: 7 Bahaya Kesalahan Fatal dan Mengerikan yang Harus Diwaspadai
ghibah sebagai penggugur pahala puasa: 7 Bahaya Kesalahan Fatal dan Mengerikan yang Harus Diwaspadai
Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga lisan, hati, dan perbuatan. Namun kenyataannya, praktik ghibah sebagai penggugur pahala puasa sering kali dianggap sepele. Padahal, dosa ini dapat menggerus pahala yang telah dikumpulkan sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Banyak orang yang berpuasa, namun sadar tanpa kehilangan nilai ibadahnya karena tidak mampu menjaga lisannya. Fenomena ghibah sebagai penggugur pahala puasa bukan sekadar peringatan moral, melainkan memiliki dasar yang kuat dalam Al-Qur'an dan hadits. Ghibah berarti membicarakan keburukan orang lain yang benar adanya, namun orang tersebut tidak menyukainya. Dalam suasana Ramadhan atau saat berpuasa sunnah, dosa ini menjadi semakin berbahaya karena merusak esensi ibadah yang seharusnya menyucikan jiwa. Dalil tentang ghibah sebagai penggugur pahala puasa Para ulama menjelaskan bahwa ghibah sebagai penggugur pahala puasa yang didasarkan pada sabda Rasulullah ?. Dalam hadits riwayat Sahih Bukhari , Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan dusta, maka Allah tidak butuh pada lapar dan haus yang ia tahan.” Hadits ini menegaskan bahwa puasa bukan hanya ibadah fisik, tetapi juga ibadah lisan dan hati. Dalam riwayat lain dari Sahih Muslim , Rasulullah ? menggambarkan orang yang bangkrut di hari kiamat adalah mereka yang membawa pahala shalat dan puasa, namun habis karena menzalimi orang lain, termasuk melalui ucapan. Inilah gambaran nyata bagaimana ghibah sebagai penggugur pahala puasa dapat membuat seseorang kehilangan ganjaran yang telah ia kumpulkan dengan susah payah. Secara tegas, Al-Qur'an dalam Surat Al-Hujurat ayat 12 mengibaratkan ghibah seperti memakan bangkai saudara sendiri. Para ulama tafsir menjelaskan bahwa perumamaan ini menunjukkan betapa hinanya perbuatan tersebut. Maka tidak mengherankan jika ghibah sebagai penggugur pahala puasa menjadi ancaman serius bagi kualitas ibadah seorang muslim. 7 Bahaya Mengerikan Ghibah Saat Berpuasa 1. Menghapus Pahala Secara Perlahan Perbuatan ghibah sebagai penggugur pahala puasa bekerja seperti rayap yang menggerogoti kayu. Tanpa terasa, pahala yang terkumpul sepanjang hari bisa habis hanya karena beberapa menit membicarakan aib orang lain. 2. Menodai Kesucian Ramadhan Bulan suci adalah momentum penyucian jiwa. Ketika seseorang tetap melakukan ghibah sebagai penggugur pahala puasa , ia telah mencederai nilai sakral bulan tersebut. 3. Memindahkan Pahala kepada Orang Lain Dalam konsep keadilan ilahi, dosa sosial seperti ghibah akan ditebus transfer dengan pahala kepada orang yang digunjing. Inilah bentuk nyata bagaimana ghibah sebagai penggugur pahala merugikan pelakunya. 4. Mengotori Hati dan Menguatkan Penyakit Hasad Menurut nasehat Imam Al-Ghazali , ghibah menghilangkan penyakit hati seperti iri dan sombong. Saat dilakukan ketika berpuasa, ghibah sebagai penggugur pahala puasa memperparah kekotoran batin. 5. Menghilangkan Keberkahan Ibadah Puasa bertujuan membentuk ketakwaan. Namun jika masih terjerumus dalam ghibah sebagai penggugur pahala puasa , maka keberkahan dan cahaya ibadah akan memudar. 6. Menyebabkan Permusuhan Sosial Ghibah merusak ukhuwah. Ketika kebiasaan ini terus dilakukan, terutama dalam kondisi ghibah sebagai penggugur pahala puasa , hubungan persaudaraan menjadi retak. 7. Mengundang Azab di Akhirat Ancaman bagi pelaku ghibah sangat berat. Bila tidak bertaubat, maka praktik ghibah sebagai penggugur pahala puasa dapat berakhir pada hisab yang menyakitkan di hari berhenti. Mengapa Banyak Orang Terjebak? Salah satu sebab maraknya ghibah sebagai penggugur pahala puasa adalah karena ia sering dibungkus dengan candaan atau dalih “sekadar cerita.” Padahal, standar ghibah bukan pada niat bercanda atau tidak, melainkan pada fakta bahwa orang yang dibicarakan tidak ridha. Selain itu, lingkungan sosial juga mempengaruhi. Obrolan ringan saat ngabuburit atau setelah tarawih terkadang berubah menjadi ajang membuka aib. Tanpa disadari, ghibah sebagai penggugur pahala puasa menjadi kebiasaan kolektif yang sulit dihentikan. Cara Menghindari Ghibah Saat Berpuasa Pertama, perbanyak dzikir dan membaca Al-Qur'an agar lisan sibuk dengan kebaikan. Kedua, konsekuensi sadar bahwa ghibah sebagai penggugur pahala puasa bukan dosa ringan. Ketiga, jika berada dalam majelis yang membicarakan aib orang, alihkan topik atau tinggalkan. Muhasabah harian juga penting. Tanyakan pada diri sendiri sebelum berbicara: apakah ucapan ini bermanfaat? Jika tidak, lebih baik diam. Dengan demikian, kita dapat menghindari praktik ghibah sebagai penggugur pahala puasa dan menjaga nilai-nilai ibadah tetap utuh. Ilustrasi Bahaya Ghibah Saat Puasa Gambar di atas menggambarkan bagaimana lisan yang tak terjaga bisa menghanguskan pahala. Pesan visual ini menguatkan kesadaran bahwa ghibah sebagai penggugur pahala puasa adalah ancaman nyata, bukan sekedar teori. Penutup: Jaga Lisan, Sempurnakan Puasa Puasa adalah madrasah pembinaan diri. Jangan sampai ibadah yang dilakukan dengan penuh perjuangan menjadi sia-sia karena ghibah sebagai penggugur pahala puasa . Mari jadikan momentum Ramadhan atau puasa sunnah sebagai latihan menjaga lisan dan hati. Selain memperbaiki diri, kita juga bisa menyempurnakan ibadah dengan memperbanyak sedekah dan menunaikan kewajiban sosial seperti Infaq. Salurkan infaq dan pembayaran Infaq Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi secara resmi melalui tautan berikut : https://baznaskotasukabumi.com/campaign/bayar-Infaq Dengan berinfaq, kita tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga menutup kekurangan ibadah, termasuk akibat ghibah sebagai penggugur pahala puasa yang mungkin pernah kita lakukan. Semoga Allah menerima puasa kita dan menjaga lisan kita dari dosa. Aamiin. Untuk membaca artikel lainnya terkait ramadhan klik link di bawah ini: Ghibah sebagai Penggugur Pahala Berpuasa https://baznaskotasukabumi.com/ghibah-sebagai-penggugur-pahala-puasa/
ARTIKEL23/02/2026 | BAZNAS
Keutamaan dan Manfaat Sahur sebagai Ibadah Sunnah yang Bernilai Besar
Keutamaan dan Manfaat Sahur sebagai Ibadah Sunnah yang Bernilai Besar
Keutamaan dan manfaat sahur merupakan pembahasan penting yang sering dianggap sepele oleh sebagian umat Islam. Padahal, sahur memiliki kedudukan istimewa dalam ibadah puasa. Tidak hanya sekedar mengisi energi sebelum menahan lapar dan dahaga, sahur juga mengandung keberkahan, pahala, serta manfaat spiritual dan kesehatan. Oleh karena itu, memahami keutamaan dan manfaat sahur akan membantu seorang muslim menjalankan puasa dengan lebih optimal, khusyuk, dan bernilai ibadah tinggi. Sahur Mengandung Keberkahan Keutamaan dan manfaat sahur yang paling utama adalah adanya keberkahan di dalamnya. Rasulullah ? bersabda: “Bersahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam sahur itu terdapat keberkahan.” (HR. Bukhari dan Muslim) Keberkahan sahur tidak hanya berupa kekuatan fisik, tetapi juga ketenangan jiwa dan kelancaran dalam menjalankan ibadah sepanjang hari. Sahur Merupakan Sunnah yang merupakan hamparan Keutamaan dan manfaat sahur juga terlihat dari statusnya sebagai sunnah yang sangat dianjurkan. Sahur menjadi pembeda antara puasa umat Islam dan puasa ahli kitab. Rasulullah ? bersabda: “Pembedaan antara puasa kita dan puasa ahli kitab adalah makan sahur.” (HR.Muslim) Dengan bersahur, seorang muslim telah mengikuti sunnah Nabi ? dan mendapatkan pahala tambahan. Waktu Sahur Dipenuhi Ampunan Allah Keutamaan dan manfaat sahur berikutnya adalah dilaksanakannya sahur pada waktu tertentu malam terakhir, yaitu waktu yang sangat mustajab untuk berdoa. Allah SWT berfirman: “Dan pada saat sahur mereka memohon ampun.” (QS. Az-Zariayat : 18) Hal ini menunjukkan bahwa sahur bukan hanya aktivitas makan, tetapi juga momentum spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sahur Memberi Kekuatan Fisik Selama Puasa Dari sisi kesehatan, keutamaan dan manfaat sahur sangat terasa dalam menjaga stamina tubuh. Sahur membantu menstabilkan kadar gula darah dan mencegah tubuh dari kelelahan berlebih saat berpuasa. Dengan menu sahur yang seimbang, puasa dapat dijalani dengan lebih nyaman dan produktif. Sahur Melatih Kedisiplinan dan Keikhlasan Keutamaan dan manfaat sahur juga berkaitan dengan pembentukan karakter. Bangun di waktu dini hari membutuhkan niat yang kuat dan keikhlasan. Kebiasaan ini melatih kedisiplinan, kesabaran, serta kepekaan spiritual seorang muslim. Sahur Membantu Kualitas Menjaga Ibadah Orang yang bersahur cenderung lebih fokus dalam menjalankan ibadah seperti shalat, membaca Al-Qur'an, dan bekerja dengan niat ibadah. Keutamaan dan manfaat sahur menjadikan puasa tidak sekadar menahan lapar, tetapi sarana meningkatkan kualitas amal. Sahur Bernilai Sedekah dan Kebersamaan Keutamaan dan manfaat sahur juga dapat dirasakan ketika dilakukan bersama keluarga atau dengan berbagi makanan sahur kepada sesama. Aktivitas ini mempererat silaturahmi dan menumbuhkan kepedulian sosial, terutama di bulan Ramadhan yang penuh rahmat. Keutamaan dan Manfaat Sahur dari Perspektif Sosial dan Psikologis Keutamaan dan manfaat sahur tidak hanya dirasakan secara individu, tetapi juga memberikan dampak sosial dan psikologis yang luas. Sahur mengajarkan nilai kebersamaan, empati, dan kesederhanaan yang sangat relevan dengan kehidupan bermasyarakat, khususnya di bulan Ramadhan. Dalam keluarga, sahur menjadi momen berkumpul yang mempererat hubungan emosional. Duduk bersama di waktu dini hari, saling mengingatkan untuk bangun, serta berbagi makanan sederhana dapat menumbuhkan rasa kasih sayang dan kebersamaan. Keutamaan dan manfaat sahur ini sering kali menjadi kenangan spiritual yang membekas, terutama bagi anak-anak, sehingga menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak dini. Dari sisi psikologis, sahur membantu membangun kesiapan mental dalam menjalani puasa. Orang yang bersahur cenderung lebih tenang, optimis, dan siap menghadapi aktivitas harian. Hal ini karena sahur bukan hanya sekedar mengisi perut, namun juga menumbuhkan niat dan kesadaran bahwa puasa adalah ibadah yang dijalani dengan penuh persiapan. Keutamaan dan Manfaat Sahur dalam Menjaga Konsistensi Puasa Keutamaan dan manfaat sahur juga berperan penting dalam menjaga konsistensi ibadah puasa sepanjang bulan Ramadhan. Sahur yang rutin membantu seseorang menghindari rasa lemas berlebihan yang bisa memicu keluhan, emosi tidak stabil, atau bahkan meninggalkan puasa tanpa alasan syar'i. Sahur yang dilakukan secara konsisten menjadi salah satu bentuk istiqamah dalam menjalankan sunnah Nabi ?. Keutamaan dan manfaat sahur pun semakin terasa ketika dilakukan dengan niat ibadah dan disertai doa sebelum imsak. Keutamaan dan Manfaat Sahur sebagai Bentuk Ketaatan Keutamaan dan manfaat sahur juga mencerminkan ketaatan seorang hamba kepada perintah dan anjuran Rasulullah ?. Meskipun sahur hukumnya sunnah, namun tetap menunjukkan kecintaannya pada sunnah dan kepatuhan terhadap ajaran Islam. Bahkan, sahur yang sederhana—meski hanya seteguk air—tetap bernilai ibadah. Rasulullah ? bersabda: “Sahur itu makanannya penuh berkah, maka janganlah kalian meninggalkannya walaupun hanya dengan seteguk air.” (HR.Ahmad) Hadits ini menegaskan bahwa keutamaan dan manfaat sahur tidak bergantung pada banyaknya makanan, melainkan pada niat dan pelaksanaannya. Ramadan adalah bulan pelipatgandaan pahala. Selain menjaga puasa dan sahur, mari hidupkan kepedulian sosial dengan berbagi rezeki kepada sesama. Infaq yang kita keluarkan dapat menjadi penolong bagi fakir miskin, anak yatim, dan mereka yang membutuhkan. ???? Salurkan infaq terbaik Anda melalui BAZNAS Kota SukabumiKarena puasa yang sempurna bukan hanya menahan lapar, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi orang lain. untuk melihat artikel lainnya klik link di bawah ini : Keutamaan dan Manfaat Makan Sahur https://baznaskotasukabumi.com/keutamaan-sahur/
ARTIKEL23/02/2026 | BAZNAS
Mimpi basah saat puasa, jangan sampai salah Fatal: 7 Fakta Penting yang Wajib Diketahui Agar Ibadah Tetap Sah
Mimpi basah saat puasa, jangan sampai salah Fatal: 7 Fakta Penting yang Wajib Diketahui Agar Ibadah Tetap Sah
Mimpi Basah Saat Puasa dalam Pandangan Islam Mimpi basah saat puasa sering menimbulkan pertanyaan: apakah kondisi ini membatalkan puasa? Dalam fiqih Islam, mimpi basah dikenal dengan istilah ihtilam , yaitu keluarnya mani ketika seseorang sedang tidur tanpa disengaja. Para ulama sepakat bahwa mimpi basah saat puasa tidak membatalkan puasa , karena terjadi di luar kemauan dan kesadaran seseorang. Dalam ajaran Islam, sesuatu yang terjadi tanpa unsur kesengajaan tidak dihukumi dosa. Hal ini sejalan dengan hadits Nabi Muhammad ?: “Diangkat pena (tidak dicatat dosa) dari tiga golongan: orang yang tidur sampai ia bangun, anak kecil sampai ia baligh, dan orang gila sampai ia sadar.” (HR.Abu Dawud dan Tirmidzi) Hadits ini menegaskan bahwa orang yang tidur tidak dibebani tanggung jawab atas apa yang terjadi saat ia tidak sadar. Apakah Mimpi Basah Saat Puasa Membatalkan? Jawabannya: Tidak membatalkan puasa. Karena salah satu syarat batalnya puasa adalah adanya tidak sengaja . Sementara mimpi basah terjadi ketika seseorang tidak memiliki kendali atas tubuhnya. Sama halnya jika seseorang dengan sengaja: Berkhayal hingga keluar mani Lakukan onani (istimna) Atau aktivitas lain yang disengaja hingga menyebabkan ejakulasi Maka dalam kondisi tersebut, terjadilah pertempuran menurut sebagian besar ulama. Penjelasan Ulama tentang Mimpi Basah Saat Puasa Para ulama dari empat mazhab besar: Mazhab Hanafi Mazhab Maliki Mazhab Syafi'i Mazhab Hanbali Sepakat bahwa mimpi basah tidak membatalkan puasa , karena tidak ada unsur ikhtiar (kesengajaan). Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu' menjelaskan bahwa keluarnya mani karena mimpi tidak mempengaruhi keabsahan puasa, tetapi orang tersebut wajib mandi junub sebelum melaksanakan shalat. Apa yang Harus Dilakukan Jika Mimpi Basah Saat Puasa? Jika seseorang mengalami mimpi basah saat puasa, berikut langkah yang harus dilakukan: 1. Segera Mandi Wajib (Mandi Junub) Mandi junub bertujuan menghilangkan hadas besar agar bisa melaksanakan shalat. Namun penting untuk diketahui: Jika mimpi basah terjadi sebelum Subuh dan belum sempat mandi hingga masuk waktu Subuh, puasa tetap sah. Mandi bisa dilakukan setelah bangun tidur, meski sudah masuk waktu imsak atau Subuh. Hal ini berdasarkan riwayat bahwa Nabi Muhammad ? pernah memasuki waktu Subuh dalam keadaan junub, lalu beliau mandi dan tetap berpuasa. 2. Tetap Melanjutkan Puasa Seperti Biasa Tidak perlu mengganti puasa (qadha). Tidak perlu membayar kafarat. Tidak ada dosa. Cukup mandi wajib dan lanjutkan ibadah seperti biasa. Perbedaan Mimpi Basah dan Keluar Mani Karena Sengaja Agar tidak salah paham, berikut perbedaannya: KondisiHukum Puasa Mimpi basah saat tidur Tidak batal Keluar mani karena onani Batal Keluarnya manis karena berciuman intens Batal Keluar mani tanpa sengaja (tanpa rangsangan) Tidak batal Inilah yang sering menjadi sumber kegelisahan. Banyak orang mengira semua keluarannya mani membatalkan puasa, padahal dalam fiqih, unsur niat dan kesengajaan sangat menentukan. Apakah Berdosa Jika Mimpi Basah Saat Puasa Ramadhan? Tidak berdosa. Karena: Terjadi di luar kesadaran Tidak ada niat maksiat Tidak ada unsur kesengajaan Islam adalah agama yang memudahkan, bukan menyulitkan. Allah SWT tidak menggantungkan hamba-Nya di luar kemampuan. Kenapa Banyak Orang Salah Paham? Ada beberapa penyebab: Kurangnya pemahaman fiqih puasa Informasi yang tidak lengkap Menganggap semua hal berhubungan dengan syahwat pasti membatalkan puasa Padahal para ulama sudah menjelaskan batasannya dengan sangat rinci. Cara Mengurangi Risiko Mimpi Basah Saat Puasa Meski tidak membatalkan puasa, beberapa orang tetap ingin menghindarinya. Berikut beberapa tipsnya: Menjaga pandangan dari hal yang membangkitkan syahwat Menghindari tontonan atau bacaan yang merangsang Tidak berlebihan dalam makan sebelum tidur Perbanyak dzikir dan ibadah sebelum tidur Namun perlu diingat, jika tetap terjadi, itu bukan dosa dan tidak membatalkan puasa. Dalil Hadits tentang Mimpi Basah Saat Puasa Penjelasan mengenai mimpi basah telah disebutkan dalam hadits sahih. Dalam riwayat Sahih Bukhari , Rasulullah ? bersabda bahwa pena pencatat amal diangkat dari tiga golongan, salah satunya orang yang tidur sampai ia bangun. Ini menunjukkan bahwa seseorang tidak dibebani dosa atas sesuatu yang terjadi saat tidur, termasuk mimpi basah saat puasa. Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Sahih Muslim , disebutkan bahwa jika seseorang melihat air (mani) setelah bangun tidur, maka ia wajib mandi. Namun tidak ada keterangan bahwa puasanya batal. Artinya, mimpi basah saat puasa tidak membatalkan puasa, tetapi mewajibkan mandi janabah sebelum melaksanakan shalat. Penjelasan ini juga dijelaskan oleh para ulama, termasuk Ibnu Taimiyah , yang menyatakan bahwa keluarnya mani karena mimpi tidak membatalkan puasa karena terjadi tanpa unsur kesengajaan. 7 Fakta Penting tentang Mimpi Basah Saat Puasa 1. Mimpi Basah Saat Puasa Tidak Membatalkan Puasa Ini adalah fakta yang paling penting. Mimpi basah saat puasa tidak membatalkan ibadah karena tidak disengaja. Puasa batal jika terjadi hubungan suami istri atau keluarnya mani secara sadar dan sengaja. 2. Tidak Termasuk Dosa Karena terjadi saat tidur, mimpi basah saat puasa bukanlah perbuatan dosa. Islam tidak menempatkan hamba atas sesuatu yang berada di luar kesadarannya. 3. Tetap Wajib Mandi Janabah Jika setelah bangun ditemukan mani, maka wajib mandi janabah. Namun mandi ini tidak ada kaitannya dengan sah atau tidaknya puasa, melainkan sebagai syarat sah shalat. 4. Bisa Terjadi di Siang Hari Ramadhan Sebagian besar orang mengalami mimpi basah saat puasa di siang hari Ramadhan. Hal ini tetap tidak membatalkan puasa. Ia hanya perlu mandi dan melanjutkan puasanya seperti biasa. 5. Tidak Perlu Mengganti Puasa Karena tidak membatalkan, maka tidak ada kewajiban qadha (mengganti puasa) akibat mimpi basah saat puasa. 6. Termasuk Tanda Baligh Bagi remaja laki-laki, mimpi basah saat puasa bisa menjadi tanda baligh. Jika itu adalah pengalaman pertama, maka sejak saat itu ia telah terkena kewajiban syariat. 7. Islam Adalah Agama yang Realistis Pembahasan mimpi basah saat puasa menunjukkan bahwa Islam memahami fitrah manusia. Aturan yang ditetapkan sangat logis dan penuh kemudahan. Mengapa Banyak Orang Masih Ragu? Keraguan tentang mimpi basah saat puasa biasanya muncul karena kurangnya pemahaman fiqih. Ada anggapan bahwa segala bentuk keluarannya mani membatalkan puasa, padahal yang membatalkan adalah jika dilakukan dengan sengaja. Dalam kaidah fiqih disebutkan bahwa sesuatu yang terjadi tanpa kesengajaan tidak membatalkan ibadah. Prinsip ini menjadi dasar yang kuat dalam memahami hukum mimpi basah saat puasa. Sikap yang Benar Jika Mengalami Mimpi Basah Saat Puasa Pertama, tetap tenang dan jangan panik. Kedua, segera mandi janabah jika memang keluar mani. Ketiga, lanjutkan puasa hingga maghrib tanpa rasa khawatir. Dengan memahami hukum mimpi basah saat puasa, seorang muslim bisa beribadah dengan tenang dan penuh keyakinan. Ilustrasi Edukasi Fiqih Gambar di atas menggambarkan edukasi fiqih tentang mimpi basah saat puasa yang penting dipahami oleh remaja dan orang dewasa agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam beribadah. Hikmah di Balik Mimpi Basah Saat Puasa Secara biologi, mimpi basah adalah proses alami tubuh. Dalam perspektif syariat, hal ini menjadi bukti bahwa Islam selaras dengan fitrah manusia. Allah tidak membebani hamba-Nya dengan sesuatu yang di luar kemampuannya. Oleh karena itu, mimpi basah saat puasa tidak dijadikan alasan batalnya ibadah. Pemahaman ini penting agar umat Islam tidak terjebak dalam was-was yang berlebihan. Penutup: Ibadah Tenang, Hati Lapang Mimpi basah saat puasa bukanlah musik, bukan juga pembatal ibadah. Ia adalah fenomena alami yang memiliki ketentuan hukum yang jelas. Dengan memahami dalil dari Sahih Bukhari dan Sahih Muslim , kita mengetahui bahwa Islam memberikan kemudahan dan tidak mempengaruhi. Selain menjaga ibadah puasa, kita juga dianjurkan untuk menyempurnakannya dengan amal sosial seperti sedekah dan infaq. Jika memiliki kewajiban kafarat atau ingin menunaikan infaq sebagai bentuk penyucian harta, Anda dapat menyampaikannya melalui BAZNAS Kota Sukabumi melalui tautan resmi berikut : https://baznaskotasukabumi.com/campaign/bayar-Infaq Dengan menunaikan infaq melalui lembaga terpercaya, kami tidak hanya membantu sesama, tetapi juga meningkatkan amal ibadah yang kami jalankan. Semoga Allah menerima puasa kita dan memberikan keberkahan dalam setiap amal yang dilakukan. Aamiin. Untuk membaca artikel lainnya terkait ramadhan klik link di bawah ini : Mimpi Basah Saat Puasa: Fakta Penting, Mitos, dan Penjelasan Ilmiah Lengkap https://baznaskotasukabumi.com/hal-hal-yang-membatalkan-puasa-wajib/
ARTIKEL23/02/2026 | BAZNAS
7 Adab-Adab Berpuasa yang Dahsyat dan Penuh Berkah Menurut Islam
7 Adab-Adab Berpuasa yang Dahsyat dan Penuh Berkah Menurut Islam
Adab-Adab Berpuasa merupakan bagian penting dalam ibadah puasa yang sering kali luput dari perhatian. Padahal, puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, namun juga latihan spiritual untuk membentuk akhlak mulia. Dengan memahami adab-adab yang memuaskan, seorang muslim dapat meraih pahala yang sempurna serta keberkahan yang lebih luas dalam kehidupannya. Islam mengajarkan bahwa kualitas ibadah tidak hanya ditentukan oleh sah atau tidaknya, tetapi juga oleh adab dan niat yang menyertainya. Oleh karena itu, memahami adab-adab berpuasa menjadi kunci agar puasa benar-benar bernilai di sisi Allah SWT. 1. Meluruskan Niat Puasa Karena Allah SWT Adab-Adab Berpuasa yang paling utama adalah niat. Rasulullah ? bersabda: “Sejujurnya setiap amal tergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim) Niat puasa harus ditujukan semata-mata karena Allah SWT, bukan karena kebiasaan, ikut-ikutan, atau alasan kesehatan semata. Niat yang ikhlas akan menjadikan puasa sebagai ibadah yang bernilai pahala besar. 2. Menjaga Lisan dari Perkataan Buruk Menjaga lisan termasuk Adab-Adab Berpuasa yang sangat ditekankan. Rasulullah ? bersabda: “Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan keji, maka Allah tidak mewajibkan ia meninggalkan makan dan minumnya.” (HR.Bukhari) Puasa seharusnya membuat seseorang lebih berhati-hati dalam berbicara, menghindari ghibah, fitnah, dan ucapan sia-sia. 3. Menahan Emosi dan Amarah Puasa adalah madrasah kesabaran. Dalam hadits disebutkan: “Puasa itu perisai. Jika salah seorang di antara kalian berpuasa, maka jangan berkata kotor dan jangan berbuat bodoh.” (HR. Bukhari dan Muslim) Adab-Adab Berpuasa menuntut pengendalian diri, terutama saat emosi memuncak. Menahan amarah adalah tanda keberhasilan puasa secara ruhani. 4. Menjaga Pandangan dan Perbuatan Tidak hanya lisan, tetapi mata dan anggota tubuh lainnya juga harus dijaga. Menahan pandangan dari hal yang haram termasuk Adab-Adab Berpuasa yang sering diabaikan. Puasa mengajarkan kesucian lahir dan batin agar ketakwaan benar-benar terwujud. 5. Menyegerakan Berbuka dan Mengakhirkan Sahur Rasulullah ? bersabda: “Umatku akan selalu berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari dan Muslim) Menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur merupakan Adab-Adab Berpuasa yang mengandung keberkahan dan mengikuti sunnah Nabi ?. 6. Memperbanyak Ibadah dan Amal Kebaikan Puasa bukan alasan untuk bermalas-malasan. Justru, Adab-Adab Berpuasa mendorong umat Islam memperbanyak membaca Al-Qur'an, bersedekah, berdzikir, dan membantu sesama. Ramadhan adalah momentum emas untuk meningkatkan kualitas ibadah dan kepedulian sosial. 7. Menjaga Keikhlasan Hingga Akhir Puasa Adab-Adab Berpuasa yang terakhir namun sangat penting adalah menjaga keikhlasan hingga akhir. Allah SWT berfirman dalam hadits qudsi: “Puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.” (HR.Bukhari) Keikhlasan menjadikan puasa bernilai istimewa karena pahalanya langsung dari Allah SWT. Dengan memahami dan mengamalkan Adab-Adab Berpuasa, seorang muslim tidak hanya memperoleh pahala, tetapi juga membentuk pribadi yang lebih sabar, jujur, dan bertakwa. Puasa yang dijalani dengan adab akan melahirkan dampak positif, baik secara spiritual maupun sosial. Adab-Adab Berpuasa dalam Dimensi Sosial dan Kepedulian Umat Selain berdampak pada kesalehan pribadi, Adab-Adab Berpuasa juga memiliki dimensi sosial yang sangat kuat. Puasa mendidik seorang muslim untuk merasakan lapar dan kesulitan yang dialami oleh saudara-saudaranya yang kurang mampu. Dari lahirnya empati, kepedulian, dan dorongan untuk berbagi. Rasulullah ? dikenal sebagai pribadi yang paling dermawan, dan kedermawanan beliau semakin meningkat di bulan Ramadhan (HR. Bukhari). Memahami Adab-Adab Berpuasa berarti menjadikan puasa sebagai sarana memperbaiki hubungan antar sesama manusia. Sikap lembut, tolong-menolong, serta peka terhadap penderitaan orang lain merupakan buah dari puasa yang benar. Oleh karena itu, puasa yang beradab akan mendorong umat Islam untuk aktif dalam kegiatan sosial, seperti sedekah, infaq, dan zakat. Inilah wujud nyata bahwa puasa tidak hanya berdampak pada diri sendiri, tetapi juga membawa manfaat luas bagi masyarakat dan umat secara keseluruhan. Sebagai bentuk kepedulian tersebut, mari salurkan infaq terbaik melalui BAZNAS Kota Sukabumi , agar keberkahan puasa kita semakin sempurna dan dirasakan oleh banyak orang. Ayo Sempurnakan Puasa dengan Infaq dan Kepedulian Sosial Salah satu bentuk pengamalan Adab-Adab Berpuasa adalah berbagi kepada sesama. Mari sempurnakan ibadah puasa dengan menunaikan infaq terbaik melalui BAZNAS Kota Sukabumi . Infaq Anda akan membantu mustahik, memperkuat perekonomian umat, dan menghadirkan keberkahan yang berlipat ganda di bulan suci ini. Tunaikan infaq sekarang, karena kebaikan kecil di bulan Ramadhan bernilai pahala besar di sisi Allah SWT. untuk melihat artikel lainnuya klik link di bawah ini : Adab Adab Berpuasa yang harus di perhatikan https://baznaskotasukabumi.com/adab-adab-berpuasa/
ARTIKEL23/02/2026 | BAZNAS
7 Rahasia Ampuh Jangan Sampai Salah Fatal, Pola Hidup Sehat di Bulan Ramadhan yang Penuh Berkah
7 Rahasia Ampuh Jangan Sampai Salah Fatal, Pola Hidup Sehat di Bulan Ramadhan yang Penuh Berkah
Pola hidup sehat di bulan Ramadhan adalah kunci agar ibadah puasa berjalan lancar, tubuh tetap bugar, dan pahala semakin maksimal. Bulan suci bukan hanya momentum meningkatkan kualitas spiritual, tetapi juga kesempatan memperbaiki gaya hidup secara menyeluruh. Dengan menerapkan pola hidup sehat di bulan Ramadhan, kita dapat menjaga keseimbangan antara kebutuhan jasmani dan rohani. Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk memperbaiki kebiasaan makan, meningkatkan disiplin diri, dan menyeimbangkan aktivitas fisik dan mental. Tubuh yang sehat membuat ibadah lebih nyaman, tidak mudah lelah, dan membantu menjaga konsentrasi selama menjalankan puasa. Pola hidup sehat di bulan Ramadhan tidak hanya soal memilih makanan yang tepat, tetapi juga mengatur waktu makan, hidrasi, olahraga, tidur, dan menjaga kesehatan mental. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 183 : “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa diwajibkan sebagaimana atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” Ayat ini menegaskan bahwa puasa bukan sekedar menahan lapar dan haus, namun sarana meningkatkan ketakwaan. Ketika tubuh dan jiwa seimbang, puasa menjadi lebih mudah dijalankan dan memberi manfaat kesehatan optimal. Selain itu, Rasulullah SAW bersabda: “Mukmin yang kuat lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah.” (HR.Muslim) Hadits ini menunjukkan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental sebagai bagian dari ibadah. Tubuh yang kuat membantu kita melakukan ibadah dengan konsisten, energi tidak cepat habis, dan fokus tetap terjaga. Manfaat Pola Hidup Sehat di Bulan Ramadhan Dengan menerapkan pola hidup sehat di bulan Ramadhan , manfaat yang bisa dirasakan antara lain: Detoksifikasi Tubuh Secara Alami Saat berpuasa, tubuh melakukan proses detoksifikasi karena sistem pencernaan beristirahat. Ini membantu membersihkan racun, memperbaiki metabolisme, dan meningkatkan kesehatan organ vital. Mengontrol Berat Badan Pola makan yang sehat saat sahur dan berbuka membantu mengontrol berat badan. Hindari makan berlebihan atau gorengan terlalu banyak agar metabolisme tetap stabil. Meningkatkan Kualitas Tidur dan Energi Tidur cukup dan manajemen waktu tidur yang baik membantu tubuh tetap bugar. Power nap singkat di siang hari bisa menambah energi selama menjalankan puasa. Meningkatkan Disiplin Diri Mengatur jadwal makan, olahraga, dan ibadah meningkatkan disiplin, yang akan bermanfaat sepanjang hidup. Kesehatan Mental Lebih Stabil Ibadah, dzikir, dan sedekah membantu menurunkan hormon stres (kortisol), meningkatkan ketenangan batin, dan membuat ibadah lebih khusyuk. Tips Praktis Pola Hidup Sehat di Bulan Ramadhan Sahur Bergizi Seimbang Karbohidrat kompleks: nasi merah, oat, roti gandum. Protein: telur, ikan, ayam, tempe. Serat: sayur dan buah. Minum air putih minimal 2 gelas. Berbuka dengan Bijak Awali dengan kurma dan air putih. Tunggu 10–15 menit sebelum makan utama. Hindari makanan berminyak dan manis secara berlebihan. Hidrasi yang Cukup Minum air putih secara rutin antara berbuka dan sahur. Konsumsi buah-buahan yang kaya air. Olahraga Ringan Jalan santai, peregangan, atau yoga setelah berbuka. Membantu metabolisme, memperkuat otot, dan menjaga kebugaran. Tidur Berkualitas Tidur lebih awal agar sahur tidak mengganggu ritme tubuh. Power nap di siang hari untuk menambah energi. Jaga Kesehatan Mental Perbanyak dzikir, membaca Al-Qur'an, dan shalat malam. Lakukan aktivitas sosial seperti sedekah atau infaq untuk menumbuhkan rasa empati. Peran Sedekah dan Infaq dalam Pola Hidup Sehat Selain menjaga kesehatan fisik dan mental, Ramadhan juga mengajarkan kepedulian sosial. Berbagi melalui zakat, infaq, dan sedekah dapat menumbuhkan kebahagiaan batin dan ketenangan jiwa. Allah SWT berfirman dalam QS. Surat Al-Baqarah ayat 261 : “Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, tiap-tiap tangkai berisi seratus biji.” Dengan menunaikan infaq, kita tidak hanya menjaga kesehatan spiritual tetapi juga berkontribusi membantu sesama. 1. Niatkan Puasa dengan Kesadaran Spiritual dan Kesehatan Pola hidup sehat di bulan Ramadhan dimulai dari niat yang benar. Puasa bukan sekedar menahan lapar dan haus, tapi juga latihan pengendalian diri. Ketika niat sudah kuat, kita akan lebih disiplin menjaga asupan makanan, waktu istirahat, dan aktivitas harian. Kesadaran ini membantu tubuh beradaptasi dengan perubahan pola makan dan tidur selama Ramadhan. 2. Konsumsi Sahur Bergizi Seimbang Sahur adalah fondasi energi sepanjang hari. Rasulullah SAW bersabda: “Bersahurlah kalian, karena dalam sahur terdapat keberkahan.” (HR. Bukhari dan Muslim) Menu sahur ideal dalam pola hidup sehat di bulan Ramadhan sebaiknya mengandung: Karbohidrat kompleks (nasi merah, oat, roti gandum) Protein (telur, ikan, ayam, tempe) Serat (sayur dan buah) Air putih yang cukup Hindari makanan yang terlalu asin dan berminyak agar tidak mudah haus. 3. Berbuka dengan Bijak, Tidak Berlebihan Allah SWT berfirman dalam QS. Surat Al-A'raf ayat 31 : “Makan dan minumlah, tapi jangan berlebihan.” Saat berbuka, awali dengan kurma dan air putih. Kurma mengandung gula alami yang cepat mengembalikan energi. Hindari langsung mengonsumsi makanan berat dalam porsi besar. Pola hidup sehat di bulan Ramadhan tekanan kontrol diri. Berbuka secukupnya membantu sistem pencernaan bekerja optimal dan mencegah gangguan lambung. 4. Jaga Kebutuhan Cairan Tubuh Dehidrasi menjadi tantangan utama saat puasa. Terapkan pola 2-4-2: 2 gelas saat berbuka 4 gelas antara berbuka dan sahur 2 gelas saat sahur Air jauh putih lebih baik dibandingkan minuman manis berlebihan. Tubuh yang terhidrasi dengan baik membuat ibadah tetap fokus dan tidak mudah lelah. 5. Tetap Aktif dan Rutin Berolahraga Ringan Pola hidup sehat di bulan Ramadhan bukan berarti berhenti bergerak. Olahraga ringan seperti jalan santai, peregangan, atau yoga setelah berbuka sangat dianjurkan. Rasulullah SAW diketahui memiliki fisik yang kuat dan aktif. Aktivitas fisik ringan membantu menjaga metabolisme, meningkatkan kualitas tidur, dan memperbaiki suasana hati. 6. Atur Pola Tidur yang Berkualitas Ramadhan sering membuat waktu tidur berubah karena sahur dan ibadah malam. Agar tetap sehat: Tidur lebih awal Manfaatkan power nap 20–30 menit di siang hari Hindari begadang tanpa tujuan ibadah Tidur cukup membantu menjaga daya tahan tubuh dan konsentrasi selama puasa. 7. Jaga Kesehatan Mental dan Perbanyak Ibadah Pola hidup sehat di bulan Ramadhan juga mencakup kesehatan mental. Perbanyak dzikir, membaca Al-Qur'an, dan shalat malam. Ibadah yang rutin dapat menurunkan stres dan meningkatkan ketenangan batin. Hormon kortisol (stres) dapat ditekan melalui aktivitas spiritual yang khusyuk. Selain menjaga diri, Ramadhan juga menanamkan kepedulian sosial melalui zakat dan infaq. Dalam QS. Al-Baqarah ayat 261 dijelaskan bahwa orang yang berinfak di jalan Allah akan dilipatgandakan pahalanya. Manfaat Pola Hidup Sehat di Bulan Ramadhan Dengan konsisten menerapkan pola hidup sehat di bulan Ramadhan, manfaat yang dirasakan antara lain: Detoksifikasi alami tubuh Berat badan lebih terkontrol Sistem persiapan membaik Disiplin diri meningkat Kualitas ibadah semakin khusyuk Puasa yang dijalankan bukan hanya ibadah spiritual, tetapi juga terapi kesehatan yang luar biasa. Dukungan Sosial dan Kepedulian di Bulan Suci Ramadhan adalah momentum berbagi. Selain menjaga kesehatan pribadi, kita juga dianjurkan membantu sesama melalui infaq dan sedekah. Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, BAZNAS Kota Sukabumi hadir untuk mewadahi amanah umat secara profesional dan transparan. Dengan menunaikan infaq, kami turut membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama di bulan penuh berkah ini Kesimpulan Pola hidup sehat di bulan Ramadhan adalah kombinasi antara disiplin fisik dan ketenangan spiritual. Dengan memperhatikan sahur, berbuka, hidrasi, olahraga, tidur, serta kesehatan mental, puasa akan terasa lebih ringan dan bermakna. Sama seperti sabda Rasulullah SAW dan firman Allah SWT, menjaga kesehatan adalah bagian dari ibadah. Maka, mari jalani Ramadhan dengan tubuh yang sehat dan hati yang bersih. ????Tunaikan Infaq Sekarang Juga! Ramadhan adalah waktu terbaik untuk berbagi dan melipatgandakan pahala. Jangan tunda kesempatan emas ini. Salurkan infaq terbaik Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi secara online dan aman melalui link resmi berikut: ???? https://baznaskotasukabumi.com/campaign/bayar-Infaq Mari wujudkan kepedulian nyata dan raih keberkahan maksimal dengan membayar infaq hari ini. Bersama, kita kuatkan umat dan sebarkan kebaikan tanpa batas! Untuk membaca artikel lainnya terkait ramadhan klik link di bawah ini: Tips Membatasi Ibadah Puasa di Bulan Ramadhan https://www.baznasjabar.org/news/pola_hidup_sehat_di_bulan_ramadhan
ARTIKEL23/02/2026 | BAZNAS
Keuntungan Puasa di Bulan Ramadhan yang Membuat Surga Merindukan Orang Beriman
Keuntungan Puasa di Bulan Ramadhan yang Membuat Surga Merindukan Orang Beriman
Manfaat puasa di bulan Ramadhan bukan hanya berkaitan dengan menahan lapar dan dahaga, namun merupakan ibadah agung yang mengandung nilai-nilai spiritual, sosial, dan moral yang sangat tinggi. Ramadhan adalah bulan jiwa pendidikan, tempat seorang muslim melatih ketakwaan dan keikhlasan agar layak mendapatkan rahmat dan ampunan Allah SWT. Bahkan dalam banyak keterangan hadits, puasa menjadi sebab terbukanya pintu surga dan tertutupnya pintu neraka. Puasa sebagai Ibadah Istimewa yang Pahalanya Tak Terbatas Salah satu keuntungan puasa di bulan Ramadhan adalah keistimewaan pahalanya yang tidak disamakan dengan ibadah lain. Rasulullah ? bersabda: “Setiap amal anak Adam dilipatgandakan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat, kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.” (HR. Bukhari dan Muslim) Hadits ini menunjukkan bahwa puasa memiliki kedudukan khusus di sisi Allah. Balasan puasa tidak dibatasi angka, menandakan besarnya ganjaran hingga surga menjadi balasan yang sangat layak. Puasa Menjadi Sebab Ampunan Dosa-Dosa Masa Lalu Manusia tidak pernah luput dari kesalahan. Oleh karena itu, Allah menghadirkan Ramadhan sebagai bulan penghapus dosa. Rasulullah ? bersabda: “Barang siapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim) Inilah keuntungan puasa di bulan Ramadhan yang sangat dirindukan setiap hamba, yaitu kesempatan memulai hidup dengan hati yang bersih dan jiwa yang tenang. Puasa Melatih Keikhlasan dan Kesabaran Puasa merupakan ibadah yang paling tersembunyi. Tidak ada yang tahu seseorang berpuasa kecuali dirinya dan Allah. Hal ini melatih keikhlasan sejati. Selain itu, puasa juga mendidik kesabaran dalam menghadapi lapar, emosi, dan hawa nafsu. Allah SWT menegaskan: “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar : 10) Kesabaran inilah yang menjadi ciri utama calon penghuni surga. Puasa Meningkatkan Kepedulian Sosial dan Kasih Sayang Keuntungan puasa di bulan Ramadhan tidak hanya bersifat pribadi, tetapi juga sosial. Rasa lapar yang dirasakan setiap hari menumbuhkan empati kepada fakir miskin dan kaum dhuafa. Dari situ muncul dorongan kuat untuk berbagi, bersedekah, dan berinfaq. Rasulullah ? dikenal sebagai pribadi paling dermawan, dan kedermawanannya semakin meningkat di bulan Ramadhan (HR. Bukhari). Ini menjadi teladan bahwa puasa seharusnya melahirkan kepedulian nyata kepada sesama. Puasa sebagai Pelindung dari Api Neraka Rasulullah ? bersabda: “Puasa adalah perisai.” (HR. Bukhari dan Muslim) Perisai berarti pelindung. Keuntungan puasa di bulan Ramadhan adalah menjadi benteng dari api neraka dan perbuatan yang mengantarkannya. Jika neraka dijauhkan, maka surga menjadi semakin dekat. Puasa dan Pintu Khusus di Surga Dalam hadits sahih disebutkan bahwa di surga terdapat pintu khusus bagi orang-orang yang berpuasa. Ini menunjukkan betapa mulianya kedudukan puasa di sisi Allah. Surga ibarat “merindukan” hamba-hamba yang menjaga puasanya dengan iman dan keikhlasan. Puasa Menjadi Sarana Tazkiyatun Nafs (Penyucian Jiwa) Salah satu keuntungan puasa di bulan Ramadhan yang sering luput disadari terkandung dalam tazkiyatun nafs , yaitu proses penyucian jiwa dari sifat-sifat tercela. Selama berpuasa, seorang muslim dilatih untuk menahan amarah, menjaga lisan, serta mengendalikan hawa nafsu yang biasanya sulit dikendalikan dalam kehidupan sehari-hari. Rasulullah ? mengingatkan: “Barang siapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan keji, maka Allah tidak membutuhkan ia meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. Bukhari) Hadits ini menegaskan bahwa puasa sejati bukan sekedar ritual fisik, melainkan latihan spiritual yang membersihkan hati. Jiwa yang bersih inilah yang dicintai Allah dan layak mendapatkan tempat mulia di surga. Puasa Menguatkan Hubungan Hamba dengan Allah SWT Keuntungan puasa di bulan Ramadhan berikutnya adalah meningkatnya kualitas hubungan seorang hamba dengan Rabb-nya. Intensitas ibadah seperti shalat malam, tilawah Al-Qur'an, doa, dan dzikir meningkat secara signifikan di bulan Ramadhan. Puasa menjadikan hati lebih lembut dan mudah disentuh oleh ayat-ayat Allah. Allah SWT menegaskan: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat.” (QS. Al-Baqarah: 186) Ayat ini turun di tengah pembahasan tentang puasa, menunjukkan bahwa Ramadhan adalah momen kedekatan spiritual yang luar biasa. Kedekatan inilah yang membuat surga seolah menanti orang-orang yang bersungguh-sungguh menjalani puasa dengan penuh keimanan. Puasa Membentuk Pribadi yang Disiplin dan Bertanggung Jawab Puasa melatih kedisiplinan waktu, mulai dari sahur, menahan diri sepanjang hari, hingga berbuka pada waktu yang ditentukan. Disiplin ini tidak hanya bermanfaat secara spiritual, tetapi juga membentuk karakter yang kuat dalam kehidupan sosial dan profesional. Keuntungan puasa di bulan Ramadhan ini sejalan dengan nilai Islam yang tekanan amanah dan tanggung jawab. Seorang yang terbiasa disiplin dalam beribadah akan lebih mudah menjaga komitmen dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai orang tua, pendidik, maupun anggota masyarakat. Puasa Menumbuhkan Rasa Syukur atas Nikmat Allah Ketika berpuasa, seseorang baru menyadari betapa berharganya kenikmatan makan, minum, dan kesehatan yang selama ini sering diabaikan. Rasa lapar menjadi sarana refleksi agar manusia tidak kufur terhadap nikmat Allah SWT. Allah SWT menegaskan: “Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu.” (QS. Ibrahim: 7) Dengan berpuasa, rasa syukur tumbuh lebih dalam, dan syukur adalah karena nikmat tambahannya, baik di dunia maupun di akhirat. Puasa dan Kepedulian terhadap Umat yang Membutuhkan Keuntungan puasa di bulan Ramadhan juga tampak jelas dalam meningkatnya semangat berbagi. Puasa mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati bukan hanya saat berbuka, tetapi ketika mampu meringankan beban orang lain. Oleh karena itu, Ramadhan selalu diidentikkan dengan infaq, sedekah, dan zakat. Rasulullah ? bersabda: “Sedekah tidak akan mengurangi harta.” (HR. Muslim) Justru dengan berbagi, keberkahan hidup semakin bertambah, dan pahala puasa menjadi lebih sempurna. mari jadikan Ramadhan ini lebih bermakna dengan tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga memperluas kepedulian.Infaq yang ditunaikan dengan ikhlas akan menjadi saksi kebaikan di hadapan Allah SWT. Puasa yang sempurna adalah puasa yang melahirkan kepedulian. Mari jadikan Ramadhan ini lebih bermakna dengan menunaikan infaq melalui BAZNAS Kota Sukabumi untuk melihat artikel lainnya klik link di bawah ini : Keuntungan Puasa di Bulan Ramadhan, bisa dirindukan Surga https://baznaskotasukabumi.com/keuntungan-puasa-di-bulan-ramadhan/
ARTIKEL23/02/2026 | BAZNAS
7 Langkah Mudah Jangan Sampai Salah Fatal untuk Mulai Infaq Rutin Dengan Gaji Pas-Pasan
7 Langkah Mudah Jangan Sampai Salah Fatal untuk Mulai Infaq Rutin Dengan Gaji Pas-Pasan
Mengelola keuangan untuk berinfaq rutin bukanlah hal yang mustahil, bahkan bagi Anda yang gajinya pas-pasan. Banyak orang yang berpikir bahwa infaq hanya bisa dilakukan jika penghasilannya besar, padahal Islam mendorong setiap muslim untuk memberi, mengecilkan apa pun, karena setiap sedekah memiliki nilai pahala yang besar. Kata kunci fokus dalam artikel ini adalah “langkah mudah mulai infaq rutin meski dengan gaji pas-pasan” , dan akan kita ulas tuntas agar Anda bisa mulai konsisten berinfaq. Selain itu, memberi infaq meski dari gaji terbatas juga mendidik diri kita untuk hidup disiplin, mengelola keuangan dengan bijak, dan menanamkan nilai empati sejak dini. Banyak orang sukses secara spiritual maupun finansial memulai rutinitas kebaikan dari hal kecil, seperti menyisihkan 1-5% dari gaji setiap bulan untuk orang yang membutuhkan. Bukan hanya bermanfaat bagi penerima, infaq rutin juga memberi efek positif bagi pemberi informasi. Secara psikologis, memberi membantu kita merasa lebih bahagia dan bersyukur atas kenikmatan yang dimiliki. Secara spiritual, sedekah dan infaq menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, menumbuhkan keberkahan rezeki, dan menurunkan rasa takut atau kekhawatiran terkait keuangan. Lebih menariknya lagi, berinfaq meski dengan gaji pas-pasan mengajarkan kita prinsip menyeimbangkan antara kebutuhan diri sendiri dan tanggung jawab sosial. Prinsip ini selaras dengan ajaran Islam yang mendorong setiap Muslim untuk tidak hanya fokus pada diri sendiri tetapi juga peduli kepada sesama, baik tetangga, keluarga, maupun masyarakat luas. Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang menolong saudaranya, Allah akan menolongnya.” (HR.Muslim) Dengan memahami semua keutamaan dan manfaat ini, Anda tidak perlu ragu untuk memulai infaq, meski dari penghasilan yang terbatas. Yang penting adalah memulai langkah kecil, membangun kebiasaan, dan meningkatkan kapasitas diri secara bertahap. Artikel ini akan memandu Anda dengan 7 langkah mudah mulai infaq rutin meski dengan gaji pas-pasan , sehingga Anda bisa menebar kebaikan, mendapatkan pahala, dan merasakan berkah hidup meski dengan keterbatasan finansial. 1. Memahami Keutamaan Infaq Menurut Al-Qur'an dan Hadits Sebelum memulai infaq, penting memahami keutamaannya. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an: "Perumamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki." (QS. Al-Baqarah : 261) Rasulullah SAW juga bersabda: “Sedekah itu memuaskan kemurkaan Allah dan menolak kematian yang buruk.” (HR. Tirmidzi) Dengan memahami keutamaan ini, memberi infaq tidak lagi terasa memberatkan, bahkan meski gaji Anda terbatas. 2. Tentukan Persentase Kecil dari Gaji Anda Bagi yang tempatnya pas-pasan, Anda tidak perlu langsung memberi besar. Mulailah dari persentase kecil, misalnya 2-5% dari gaji. Konsistensi lebih penting daripada jumlah. Misalnya, dari gaji Rp3 juta, sisihkan Rp60.000 hingga Rp150.000 untuk infaq setiap bulan. Hal ini sesuai dengan hadits Rasulullah SAW: “Setiap kebaikan adalah sedekah.” (HR. Bukhari & Muslim) Sedikit tapi rutin akan lebih bermanfaat daripada besar namun tidak konsisten. 3. Gunakan Sistem Otomatisasi Keuangan Teknologi dapat mempermudah langkah Anda. Banyak bank dan aplikasi finansial sekarang menyediakan fitur autodebet untuk infaq. Dengan ini, infaq rutin dapat dilakukan tanpa harus menunggu “sisa gaji”. Langkah ini juga membantu Anda disiplin, sehingga tidak menguras seluruh gaji terlebih dahulu. Teknologi saat ini dapat sangat mempermudah langkah Anda dalam membangun kebiasaan infaq rutin. Banyak bank dan aplikasi finansial kini menyediakan fitur autodebet atau transfer otomatis yang bisa dijadwalkan setiap bulan. Dengan memanfaatkan fitur ini, infaq rutin dapat dilakukan secara konsisten tanpa harus menunggu “sisa gaji” di akhir bulan—yang sering kali justru sudah habis untuk kebutuhan lain. Melalui sistem autodebet, Anda dapat menentukan tanggal dan nominal infaq sesuai kemampuan. Idealnya, jadwalkan di awal setelah gaji masuk agar infaq menjadi prioritas, bukan sekadar pengeluaran tambahan. Prinsipnya sederhana: sisihkan dulu untuk kebaikan, baru gunakan sisanya untuk kebutuhan lainnya . Langkah ini juga membantu Anda membangun disiplin finansial. Tanpa sistem otomatis, sering kali kita melakukan penipuan menggunakan seluruh gaji untuk kebutuhan konsumtif, lalu menunda niat berinfaq. Dengan autodebet, keputusan sudah dibuat sejak awal, sehingga Anda tidak perlu lagi bergantung pada mood atau kondisi keuangan di akhir bulan. Selain itu, nominal infaq tidak harus besar. Keadilan konsistensi jauh lebih penting daripada kuantitas. Anda bisa memulai dari angka kecil yang realistis sesuai kondisi keuangan, lalu meningkatkannya secara bertahap ketika kondisi finansial membaik. Dengan cara ini, infaq tidak terasa memberatkan, tetapi menjadi kebiasaan yang ringan dan berkelanjutan. Teknologi pada akhirnya bukan sekedar alat transaksi, namun juga sarana membentuk komitmen dan kedisiplinan dalam berbagi. Jika dimanfaatkan dengan bijak, fitur sederhana seperti autodebet dapat menjadi solusi praktis bagi siapa pun yang ingin memulai infaq rutin meski dengan gaji pas-pasan. 4. Mulai dengan Infaq untuk Keluarga dan Lingkungan Sekitar Sebelum berinfaq ke lembaga besar, mulai dari yang dekat lebih mudah. Misalnya: membantu tetangga yang kesulitan, atau anak yatim di lingkungan sekitar. Rasulullah SAW memberi tekanan pada yang dekat: “Sedekah terbaik adalah yang diberikan kepada keluarga.” (HR. Al-Bukhari) Dengan demikian, Anda merasakan manfaat langsung dari infaq Anda, dan hati semakin terbuka untuk memberi lebih banyak. 5. Gabungkan dengan Amal Lain untuk Memperbanyak Pahala Infaq bukan hanya soal uang. Bisa juga berupa barang, waktu, atau tenaga. Misalnya, menyumbangkan pakaian, membantu teman yang kesulitan, atau berpartisipasi dalam kegiatan sosial. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW: “Setiap kebaikan adalah sedekah, setiap langkah ke masjid adalah sedekah.” (HR. Bukhari & Muslim) Bagi yang gajinya pas-pasan, amal non-uang bisa menjadi cara memulai rutinitas berinfaq. 6. Pilih Lembaga Infaq Terpercaya Untuk mempermudah, pilih lembaga resmi yang transparan, misalnya BAZNAS. Lembaga ini akan menyebarkan infaq Anda secara profesional, sehingga manfaatnya tepat sasaran. Berikut contoh lembaga yang bisa Anda pilih: BAZNAS Kota Sukabumi - Bayar Infaq Ini memastikan infaq rutin Anda tetap berjalan meskipun gaji terbatas. Selain itu, ada laporan pertanggungjawaban sehingga Anda bisa melihat efek dari setiap rupiah yang Anda infaqkan. 7. Evaluasi dan Peningkatan Secara Bertahap Setelah beberapa bulan, evaluasi kemampuan Anda. Jika memungkinkan, tingkatkan persentase infaq sedikit demi sedikit. Bahkan kenaikan 1% dari gaji pun akan berdampak besar jika dilakukan secara konsisten. Hal ini sejalan dengan prinsip dalam Islam: konsistensi lebih dicintai daripada jumlah besar yang dilakukan sesekali. Rasulullah SAW bersabda: “Amal yang paling dicintai Allah adalah yang terus-menerus meski sedikit.” (HR. Bukhari & Muslim) Tips Tambahan Agar Infaq Tidak Memberatkan Pisahkan rekening khusus infaq – agar tidak tercampur dengan kebutuhan sehari-hari. Gunakan catatan keuangan sederhana – untuk mengetahui pengeluaran dan potensi infaq. Motivasi diri dengan kisah sukses sedekah – banyak cerita orang sederhana yang hidupnya ditekan karena terus-menerus berinfaq. Berdoa sebelum memberi – niat yang ikhlas menambah pahala dan keberkahan rezeki. Dengan memahami tujuh langkah ini, Anda bisa mulai berinfaq meski dengan gaji pas-pasan. Kuncinya adalah konsistensi, niat ikhlas, dan memanfaatkan sistem yang mempermudah. Jangan lupa, manfaat infaq tidak hanya bagi penerimanya tetapi juga membawa manfaat bagi pemberi informasi. Langkah mudah mulai infaq rutin meski dengan gaji pas-pasan Untuk membaca artikel lainnya terkait ramadhan klik link di bawah ini: Langkah Mudah Memulai Infak dan Sedekah Rutin Meski dengan Gaji Pas-Pasan https://kotasukabumi.baznas.go.id/artikel/show/langkah-mudah-memulai-infak-dan-sedekah-rutin-meski-dengan-gaji-pas-pasan/27170 https://baznaskotasukabumi.com/campaign/tunaikan-sedekah-rutin-seribu-sehari
ARTIKEL23/02/2026 | BAZNAS
Apakah Boleh Puasa Tanpa Sahur? 7 Jawaban Dahsyat Menurut Islam yang Menguatkan Iman
Apakah Boleh Puasa Tanpa Sahur? 7 Jawaban Dahsyat Menurut Islam yang Menguatkan Iman
Apakah puasa tanpa sahur bisa menjadi pertanyaan yang sering muncul, terutama ketika seseorang kesiangan atau memiliki kondisi tertentu. Dalam Islam, puasa adalah ibadah yang memiliki aturan jelas, namun juga penuh dengan kemudahan dan kasih sayang. Oleh karena itu, penting memahami hukum sahur agar ibadah puasa tetap sah dan bernilai pahala. Secara umum, sahur bukanlah syarat sah puasa , tetapi ia adalah sunnah yang sangat dianjurkan. Artinya, puasa tetap sah meskipun seseorang tidak sahur, selama niat puasa dilakukan sebelum terbit fajar dan tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa. Dalam kajian fiqih Islam, pembahasan apakah boleh puasa tanpa sahur tidak hanya berhenti pada hukum sah atau tidaknya puasa, tetapi juga menyentuh aspek kesempurnaan ibadah. Para ulama menekankan bahwa ibadah yang baik bukan sekedar sah secara hukum, melainkan juga dilakukan dengan mengikuti sunnah Nabi ? agar nilainya semakin tinggi di sisi Allah SWT. Sahur menjadi salah satu pembeda utama antara puasa umat Islam dan puasa umat terdahulu. Rasulullah ? bersabda: “Perbedaan antara puasa kita dan puasa ahli kitab adalah makan sahur.” (HR.Muslim) Hadits ini menunjukkan bahwa sahur memiliki nilai identitas keislaman. Oleh karena itu, meskipun boleh berpuasa tanpa sahur, meninggalkannya secara sengaja tanpa uzur berarti melewatkan keutamaan besar yang telah dicontohkan langsung oleh Rasulullah ?. 1. Dalil Hadits tentang Sahur dalam Puasa Rasulullah ? bersabda: “Bersahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam sahur itu terdapat keberkahan.” (HR. Bukhari dan Muslim) Hadits ini menegaskan bahwa sahur mengandung keberkahan, baik secara fisik maupun spiritual. Namun, tidak disebutkan bahwa meninggalkan sahur membatalkan puasa. Maka apakah boleh puasa tanpa sahur? Jawabannya: boleh dan sah , tapi kehilangan keutamaan. 2. Pendapat Ulama tentang Puasa Tanpa Sahur Mayoritas ulama dari mazhab Hanafi, Maliki, Syafi'i, dan Hanbali sepakat bahwa puasa tanpa sahur tetap sah. Sahur diposisikan sebagai ibadah sunnah muakkadah , bukan rukun puasa. Imam An-Nawawi ???? ???? menyebutkan bahwa sahur dianjurkan untuk membedakan puasa umat Islam dengan puasa ahli kitab serta untuk memberi kekuatan selama berpuasa. 3. Hikmah Sahur yang Sering Diabaikan Meski boleh berpuasa tanpa sahur, Islam tetap mendirikan sahur karena memiliki banyak hikmah, di antaranya: Menambah kekuatan fisik saat berpuasa Membantu fokus dalam ibadah siang hari Menjadi waktu mustajab untuk berdoa pengikut sunnah Rasulullah ? Dengan memahami hikmah ini, seorang muslim akan lebih termotivasi untuk menjaga sahur meskipun hanya dengan seteguk air. 4. Apakah Puasa Tanpa Sahur Tetap Mendapat Pahala? Puasa tanpa sahur tetap mendapatkan pahala , selama niatnya benar dan puasanya dijalankan sesuai syariat. Namun, pahala tersebut bisa lebih sempurna jika disertai amalan sunnah, termasuk sahur. Allah SWT berfirman: “Dan Dia tidak menjadikan kamu dalam agama suatu kesempitan.” (QS. Al-Hajj : 78) Ayat ini menunjukkan bahwa Islam memberi kemudahan, termasuk bagi mereka yang tidak sempat sahur. 5. Kondisi yang Membolehkan Tidak Sahur Beberapa kondisi yang sering menyebabkan seseorang tidak sahur antara lain: Ketiduran Sakit atau kondisi kesehatan tertentu Pekerjaan berat dengan waktu terbatas Dalam kondisi tersebut, puasa tetap sah dan tidak berdosa. Namun, disarankan tetap berniat puasa sejak malam hari. 6. Tips Tetap Kuat Puasa Meski Tanpa Sahur Jika terpaksa berpuasa tanpa sahur, beberapa tips berikut bisa dilakukan: Perbanyak minum air saat berbuka Konsumsi makanan bergizi saat berbuka Kurangi aktivitas berat Perbanyak dzikir dan doa Langkah ini membantu menjaga stamina agar puasa tetap optimal. 7. Apakah Boleh Puasa Tanpa Sahur? Kesimpulannya, apakah boleh puasa tanpa sahur? Jawabannya boleh dan sah menurut Islam , namun sahur tetap sangat dianjurkan karena mengandung keberkahan dan mengikuti sunnah Rasulullah ?. Sebagai seorang muslim, sebaiknya kita berusaha menjaga sahur meski dengan cara sederhana. sahur mengajarkan nilai kedisiplinan dan tanggung jawab dalam beribadah. Bangun di waktu malam untuk sahur melatih keikhlasan dan kesungguhan dalam menjalankan perintah Allah. Inilah pendapat para ulama yang diperintahkan agar sahur tetap dilakukan meskipun hanya dengan air putih, karena inti sahur bukan pada banyaknya makanan, melainkan pada niat dan keberkahan waktu. Pada akhirnya, memahami apakah boleh berpuasa tanpa sahur akan menumbuhkan sikap seimbang dalam beragama: tidak memperkuat diri, namun juga tidak meremehkan sunnah. Islam mengajarkan kemudahan, namun tetap mendorong umatnya mencapai kesempurnaan ibadah. Ajakan Kebaikan: Perbanyak Infaq di Bulan Puasa Puasa tidak sekedar menahan lapar dan dahaga, namun juga momentum meningkatkan kepedulian sosial. Mari sempurnakan ibadah puasa dengan berbagi kepada sesama melalui infaq dan sedekah. ???? Salurkan infaq terbaik Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi Karena kebaikan kecil yang kita berikan dapat menjadi cahaya besar bagi mereka yang menangis. untuk melihat artikel lainnya klik link di bawah ini : Apakah Boleh Puasa Tanpa Sahur : Ini Jawaban Menurut Islam https://baznaskotasukabumi.com/puasa-tanpa-sahur/
ARTIKEL23/02/2026 | BAZNAS
Keutamaan Sahur: 7 Hikmah Dahsyat yang Membuat Puasa Lebih Bernilai
Keutamaan Sahur: 7 Hikmah Dahsyat yang Membuat Puasa Lebih Bernilai
Keutamaan sahur menjadi salah satu pembahasan penting dalam ibadah puasa yang sering kali kurang mendapat perhatian. Padahal, sahur bukan sekadar kegiatan makan sebelum imsak, melainkan ibadah sunnah yang mengandung hikmah besar dan keberkahan luar biasa. Rasulullah ? sangat menekankan pentingnya sahur karena sahur mampu memperkuat ibadah puasa, baik secara fisik maupun spiritual. Banyak orang yang melewatkan sahur karena kedinginan atau merasa cukup makan di malam hari. Namun, Islam memandang sahur sebagai pembuka keberkahan puasa. Berikut ini 7 hikmah dahsyat dari keutamaan sahur yang menjadikan puasa lebih bernilai di sisi Allah SWT. 1. Keutamaan Sahur Mengandung Keberkahan yang Luas Rasulullah ? bersabda: “Bersahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam sahur itu terdapat keberkahan.” (HR. Shahih Bukhari dan Shahih Muslim ) Keberkahan sahur mencakup ketenangan hati, kemudahan menjalankan ibadah, serta kekuatan fisik untuk berpuasa seharian. Apalagi sahur dengan makanan sederhana atau hanya seteguk air tetap memiliki nilai ibadah dan pahala. 2. Sahur Menjadi Pembeda Puasa Umat Islam Keutamaan sahur juga terletak pada fungsinya sebagai identitas umat Islam. Rasulullah ? bersabda: “Pembedaan antara puasa kita dengan puasa Ahli Kitab adalah makan sahur.” (HR. Shahih Muslim ) Hadits ini menunjukkan bahwa sahur bukan sekedar kebiasaan, melainkan bagian dari syariat yang membedakan puasa umat Islam dengan umat lainnya. 3. Mendapat Shalawat dari Allah dan Para Malaikat Orang yang menjaga sahur mendapatkan kemuliaan yang sangat besar. Rasulullah ? bersabda: “Sejujurnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang bersahur.” (HR.Ahmad) Shalawat dari Allah berarti limpahan rahmat, sedangkan shalawat malaikat bermakna doa dan permohonan ampunan. Hal ini menunjukkan bahwa sahur memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah SWT. 4. Keutamaan Sahur Menguatkan Tubuh untuk Ibadah Sahur berperan penting dalam menjaga stamina tubuh selama berpuasa. Dengan sahur, seorang muslim dapat menjalankan shalat lima waktu, membaca Al-Qur'an, dan melakukan aktivitas harian dengan niat ibadah tanpa mudah lemas. Islam adalah agama yang seimbang antara kebutuhan jasmani dan ruhani. Oleh karena itu, sahur menjadi bentuk perhatian Islam terhadap kesehatan dan kekuatan umatnya. 5. Waktu Sahur adalah Waktu Mustajab untuk Berdoa Sahur dilakukan pada malam terakhir terakhir, waktu yang dikenal sebagai waktu paling mustajab untuk berdoa. Allah SWT membuka pintu rahmat dan ampunan-Nya bagi hamba yang memohon dengan sungguh-sungguh. Dengan sahur, seorang muslim memiliki kesempatan besar untuk memperbanyak dzikir, istighfar, dan doa sebelum memasuki waktu puasa. 6. Melatih Keikhlasan, Kesabaran, dan Kedisiplinan Bangun sahur melatih keikhlasan dan kesabaran. Ketika seseorang rela meninggalkan kenyamanan tidur demi menjalankan sunnah Rasulullah ?, di situlah nilai ketaatan dan keimanan semakin kuat. Keutamaan sahur juga membentuk kedisiplinan waktu, yang sangat bermanfaat dalam menjaga konsistensi ibadah selama bulan Ramadhan. 7. Sahur Bernilai Sedekah dan Mendatangkan Pahala Ganda Menyiapkan sahur untuk keluarga atau orang lain merupakan amal mulia yang bernilai sedekah. Rasulullah ? bersabda bahwa siapa yang memberi makan orang berpuasa, maka ia mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahalanya sedikit pun. Hikmah ini menunjukkan bahwa sahur tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga membuka peluang pahala besar melalui berbagi. Keutamaan sahur membuktikan bahwa ibadah puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, melainkan proses mendidik jiwa agar lebih taat, disiplin, dan penuh kepedulian. Dengan menjaga sahur, seorang muslim telah membuka pintu keberkahan sejak awal hari dan meneladani sunnah Rasulullah ?. Dengan memahami keutamaan sahur , umat Islam diharapkan semangat menjaga sunnah ini sebagai bagian dari ibadah puasa. Sahur bukan sekedar persiapan fisik, tetapi juga sarana memperkuat niat, keimanan, dan kualitas ibadah selama bulan Ramadhan. Mari jadikan sahur sebagai amalan yang tidak ditinggalkan agar puasa semakin bernilai dan bermakna. Ayo Sempurnakan Puasa dengan Infak Selain menjaga sahur, sempurnakan ibadah Ramadhan dengan berbagi sesama. Tunaikan infak terbaikmu melalui BAZNAS Kota Sukabumi , agar kebaikan tersalurkan tepat sasaran dan membawa keberkahan bagi yang membutuhkan. untuk melihat artikel lainnya : Keutamaan dan Manfaat Makan Sahur https://baznaskotasukabumi.com/keutamaan-dan-manfaat-makan-sahur/ https://kotasukabumi.baznas.go.id/press_release/show/sahur-lebih-dari-sekadar-makan-ini-sunnah-amp-doa-agar-puasa-makin-berkah/16866
ARTIKEL20/02/2026 | BAZNAS
8 Amalan Doa Bulan Ramadhan Paling Dahsyat dan Natural Agar Puasa Lebih Berkah, Mustajab, dan Penuh Keutamaan
8 Amalan Doa Bulan Ramadhan Paling Dahsyat dan Natural Agar Puasa Lebih Berkah, Mustajab, dan Penuh Keutamaan
Amalan Doa Bulan Ramadhan agar Puasa Lebih Berkah Amalan doa bulan Ramadhan menjadi kunci utama agar ibadah puasa tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menghadirkan keberkahan yang luar biasa. Bulan suci ini adalah momentum terbaik untuk memperbanyak doa, karena setiap amal dilipatgandakan pahalanya. Rasulullah? bersabda: “Tiga orang yang doanya tidak tertolak: orang yang berpuasa hingga berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang dizalimi.” (HR. Tirmidzi) Hadits ini menunjukkan betapa istimewanya doa di bulan Ramadhan. Oleh karena itu, memperbanyak amalan doa bulan Ramadhan adalah langkah dahsyat untuk meraih rahmat dan ampunan Allah SWT. 1. Doa Niat Puasa Niat adalah fondasi sahnya puasa. Dalam hadits riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim , Rasulullah ? bersabda: “Sejujurnya setiap amal tergantung pada niatnya.” Membaca doa niat sebelum fajar merupakan bagian penting dari amalan doa bulan Ramadhan agar ibadah diterima Allah SWT. 2. Doa Saat Berbuka Puasa Waktu berbuka adalah saat mustajab untuk berdoa. Rasulullah? membaca: “Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa 'ala rizqika afthartu.” Momentum ini termasuk dalam amalan doa bulan Ramadhan yang paling dianjurkan karena doa orang yang berpuasa tidak tertolak. 3. Doa Memohon Ampunan (Istighfar) Ramadhan adalah bulan maghfirah. Perbanyak membaca: “Astaghfirullahal 'azhim.” Dalam hadits tersebut bahwa siapa yang memperbanyak istighfar, Allah akan memberikan jalan keluar dari setiap kesulitan. Maka istighfar menjadi bagian utama dari amalan doa bulan Ramadhan yang membawa ketenangan hati. 4. Doa Lailatul Qadar Pada sepuluh malam terakhir, Rasulullah ? mengajarkan doa kepada Aisyah : “Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni.” (HR. Tirmidzi) Doa ini termasuk amalan doa bulan Ramadhan yang sangat dahsyat karena dibaca saat malam yang lebih baik dari seribu bulan. 5. Doa Memohon Kesehatan dan Keberkahan Kesehatan adalah kenikmatan besar agar ibadah optimal. Rasulullah ? sering berdoa memohon keberkahan dalam hidupnya. Dengan menjaga doa ini, amalan doa bulan Ramadhan akan semakin sempurna karena dilakukan dalam kondisi fisik dan hati yang kuat. 6. Doa untuk Kedua Orang Tua Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surat Al-Isra ayat 24 agar kita mendoakan orang tua: “Rabi ighfir li wa liwalidayya warhamhuma…” Mendoakan orang tua adalah bagian dari amalan doa bulan Ramadhan yang mendatangkan ridha Allah SWT. 7. Doa Memohon Rezeki Halal dan Berkah Ramadhan juga mengajarkan kepedulian sosial. Doa permohonan rezeki halal yang berkah akan memudahkan kita berbagi kepada sesama. Hal ini sejalan dengan semangat zakat dan sedekah yang dikelola oleh lembaga resmi seperti Badan Amil Zakat Nasional . 8. Doa Memohon Keteguhan Iman (Istiqamah) Tambahan penting dalam amalan doa bulan Ramadhan adalah doa permohonan keteguhan hati atau istiqamah. Rasulullah ? sering memanggilkan doa yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik : “Ya Muqallibal qulub, tsabbit qalbi 'ala dinik.” (Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hatiku di atas agama-Mu) (HR. Tirmidzi) Hadits ini menunjukkan bahwa hati manusia sangat mudah berubah. Bahkan Nabi Muhammad ? yang ma'shum pun tetap memohon keteguhan iman kepada Allah SWT. Apalagi kita sebagai umatnya yang penuh kekurangan, tentu lebih membutuhkan doa ini sebagai bagian dari amalan doa bulan Ramadhan . Mengapa Keteguhan Iman Sangat Penting? Ramadhan adalah Madrasah Ruhani. Selama satu bulan, kami dilatih untuk menahan hawa nafsu, memperbanyak ibadah, menjaga lisan, serta meningkatkan kepedulian sosial. Namun ujian sesungguhnya baru datang setelah Ramadhan berakhir. Banyak orang yang rajin shalat berjamaah, membaca Al-Qur'an, dan bersedekah saat Ramadhan, tetapi kembali lalai setelahnya. Oleh karena itu, doa permohonan keteguhan iman menjadi sangat penting agar semangat beribadah tidak hanya musiman. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surah Fussilat ayat 30: “Sesungguhnya orang-orang yang berkata 'Tuhan kami adalah Allah' kemudian mereka istiqamah, maka malaikat akan turun kepada mereka…” Ayat ini menegaskan bahwa istiqamah adalah tanda keimanan sejati. Maka memperbanyak doa ini dalam amalan doa bulan Ramadhan akan membantu menjaga konsistensi ibadah sepanjang tahun. Makna Mendalam dari Doa Ini Kalimat “Ya Muqallibal qulub” mengandung pengakuan bahwa Allah adalah Dzat yang membolak-balikkan hati manusia. Hati bisa berubah dari taat menjadi lalai, dari ikhlas menjadi riya, dari yakin menjadi ragu. Dengan menyadari hal ini, seorang muslim diajarkan untuk tidak sombong terhadap amalnya. Sedangkan kalimat “tsabbit qalbi 'ala dinik” adalah permohonan agar hati diteguhkan di atas agama Allah. Artinya, kita memohon agar tetap taat dalam shalat, konsisten dalam membaca Al-Qur'an, istiqamah dalam sedekah, dan menjaga akhlak mulia meski Ramadhan telah berlalu. Dalam kitab Riyadhus Shalihin karya Imam Nawawi dijelaskan bahwa istiqamah berarti teguh dalam ketaatan tanpa menyimpang sedikit pun. Konsistensi inilah yang dicintai Allah SWT. Waktu Terbaik Membaca Doa Ini Sebagai bagian dari amalan doa bulan Ramadhan , doa ini bisa dibaca: Setelah shalat fardhu Saat sujud terakhir dalam shalat Saat sahur atau menjelang berbuka Pada ulang malam terakhir Mengulang doa ini setiap hari akan membangun kesadaran bahwa iman harus terus dijaga, bukan hanya saat suasana keagamaan sedang kuat. Mencocokkan Istiqamah dengan Amal Sosial Keteguhan iman juga tercermin dalam kepedulian sosial. Orang yang istiqamah tidak hanya rajin beribadah secara pribadi, tetapi juga konsisten membantu sesama. Ramadhan mengajarkan pentingnya zakat, infak, sedekah, fidyah, dan kafarat sebagai wujud nyata keimanan. Allah SWT mencintai amal yang dilakukan terus-menerus walaupun sedikit. Maka setelah Ramadhan, jagalah kebiasaan baik seperti bersedekah secara rutin melalui lembaga terpercaya seperti Badan Amil Zakat Nasional . Keutamaan Mengamalkan Doa di Bulan Ramadhan Mengamalkan amalan doa bulan Ramadhan bukan hanya memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT, tetapi juga membentuk pribadi yang lebih sabar, ikhlas, dan dermawan. Dalam kitab Riyadhus Shalihin karya Imam Nawawi dijelaskan bahwa doa adalah inti ibadah. Semakin sering kita berdoa, semakin besar peluang mendapatkan keberkahan puasa. Oleh karena itu, jangan sia-siakan bulan penuh rahmat ini tanpa memperbanyak doa dan amal rahmat. Tunaikan Infaq dan Sempurnakan Ibadah Selain memperbanyak amalan doa bulan Ramadhan , jangan lupa menunaikan kewajiban seperti zakat, fidyah, dan kafarat bila memiliki tanggungan. Membayar kafarat melalui lembaga terpercaya memastikan bantuan sampai yang memungkinkan. Mari sempurnakan ibadah Ramadhan Anda dengan menyampaikan infaq melalui BAZNAS Kota Sukabumi agar lebih amanah dan tepat sasaran. untuk membaca artikel lainnya terkait ramadhan klik link di bawah ini: Amalan dan Doa Menyambut Ramadhan Lengkap dan Berkah – Panduan Lengkap Ibadah Ramadhan https://baznaskotasukabumi.com/campaign/gerakan-cinta-rasul-sedekah-untuk-santri https://baznaskotasukabumi.com/keistimewaan-bulan-suci-ramadhan/
ARTIKEL20/02/2026 | BAZNAS
7 Fakta Natural Penting: Apakah Menangis Bisa Membatalkan Puasa? Ini Jawaban Lengkap dan Dalilnya
7 Fakta Natural Penting: Apakah Menangis Bisa Membatalkan Puasa? Ini Jawaban Lengkap dan Dalilnya
1. Apakah Menangis Bisa Membatalkan Puasa? Pertanyaan apakah menangis bisa membatalkan puasa sering muncul, terutama saat bulan Ramadhan. Banyak orang khawatir ketika air mata mengalir karena sedih, terharu, atau takut kepada Allah SWT, puasanya menjadi tidak sah. Secara tegas, janji tidak membatalkan puasa . Dalam fiqih Islam, hal-hal yang membatalkan puasa umumnya berkaitan dengan masuknya sesuatu ke dalam tubuh melalui lubang terbuka dengan sengaja, seperti makan, minum, atau berhubungan dengan suami istri di siang hari Ramadhan. Air mata bukanlah sesuatu yang masuk ke dalam tubuh, melainkan keluar dari mata. Oleh karena itu, menjawab pertanyaan apakah menangis bisa membatalkan puasa , para ulama sepakat bahwa jawabannya adalah tidak membatalkan puasa . 2. Dalil dan Keterangan Ulama tentang Apakah Menangis Bisa Membatalkan Puasa Dalam Al-Qur'an, Allah SWT memuji orang-orang yang menangis karena takut kepada-Nya: “Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil dan menangis mereka bertambah khusyuk.” (QS. Al-Isra : 109) Ayat ini menunjukkan bahwa menangis karena iman dan ketakwaan adalah perbuatan yang terpuji. Tidak ada satu pun dalil shahih yang menyebutkan bahwa menangis termasuk pembatal puasa. Dalam kitab Al-Majmu' , Imam Nawawi dari mazhab Syafi'i menjelaskan bahwa sesuatu yang membatalkan puasa adalah bila ada benda yang masuk ke dalam rongga tubuh melalui jalan terbuka secara sengaja. Air mata tidak termasuk dalam kategori ini. Apalagi Rasulullah SAW sendiri dikenal sebagai pribadi yang mudah menangis ketika membaca Al-Qur'an atau mengingat akhirat. Dalam sebuah hadits riwayat Al-Bukhari dan Muslim , disebutkan bahwa Nabi SAW pernah menangis saat mendengar ayat Al-Qur'an dibacakan oleh Ibnu Mas'ud. Tentu saja, tidak ada riwayat yang menyatakan bahwa hal tersebut membatalkan puasa beliau. 3. Kondisi yang Perlu Diperhatikan Saat Menangis Meskipun pertanyaan menjawab apakah tangisan bisa membatalkan puasa tidak, ada beberapa kondisi yang perlu diperhatikan: 1. Air Mata Tertelan dengan Sengaja Jika seseorang menangis lalu air mata masuk ke mulut dan ditelan dengan sengaja, sebagian ulama menyebutkan hal ini bisa membatalkan puasa karena tidak yakin memasukkan sesuatu ke dalam tubuh secara sengaja. Namun jika tertelan tanpa disengaja dan sulit dihindari, maka tidak membatalkan kejadian. 2. Menangis Berlebihan hingga Melemahkan Kemenangan yang berlebihan hingga membuat tubuh lemah memang tidak membatalkan puasa, tetapi bisa mengurangi kekhusyukan dan kekuatan dalam beribadah. Puasa tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga emosi dan perilaku. 3. Menangis karena Emosi Marah Kemenangan akibat kemarahan juga tidak membatalkan puasa. Namun, rasa marah yang berlebihan bisa mengurangi pahala puasa. Rasulullah SAW bersabda: “Puasa itu bukan hanya menahan makan dan minum, tapi juga dari kata sia-sia dan perbuatan buruk.” (HR. Ibnu Hibban) 4. Penjelasan Fiqih : Apa Saja yang Membatalkan Puasa? Agar lebih jelas dalam memahami apakah menangis bisa membatalkan puasa , berikut beberapa hal yang secara ijma' (kesepakatan ulama) membatalkan puasa: Makan dan minum dengan sengaja Berhubungan suami istri di siang hari Keluar mani dengan sengaja Muntah dengan sengaja Haid dan nifas Murtad Menangis tidak termasuk dalam daftar tersebut. Dalam kajian fiqih empat mazhab (Hanafi, Maliki, Syafi'i, dan Hanbali), tidak ada satu pun pendapat mu'tabar yang memasukkan air mata sebagai pembatal puasa. 5. Hikmah Menangis Saat Berpuasa Alih-alih menolak, menangis justru bisa menjadi tanda kelembutan hati. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi , Rasulullah SAW bersabda bahwa ada tujuh golongan yang mendapatkan perlindungan Allah di hari kiamat, salah satunya adalah orang yang mengingat Allah dalam keadaan sepi lalu meneteskan air mata. Artinya, jika menangis itu karena takut kepada Allah, menyesali dosa, atau terharu saat membaca Al-Qur'an, maka justru menjadi nilai ibadah yang tinggi. Jadi, tidak perlu khawatir lagi tentang apakah menangis bisa membatalkan puasa . Yang lebih penting adalah menjaga niat dan keikhlasan selama berpuasa. 6. Kesimpulan Tegas: Apakah Menangis Bisa Membatalkan Puasa? Pertanyaan apakah menangis bisa membatalkan puasa terjawab dengan jelas: selama tidak ada unsur memasukkan sesuatu ke dalam tubuh secara sengaja, maka puasa tetap sah. Menangis karena takut kepada Allah bahkan merupakan tanda keimanan yang kuat. Oleh karena itu, jangan ragu untuk tetap khusyuk dalam beribadah, meskipun air mata menetes. Perbanyak Amal di Bulan Ramadhan Selain menjaga puasa dari hal-hal yang dibatalkan, Ramadhan adalah momen terbaik untuk memperbanyak amal, termasuk bersedekah dan berinfaq. Jika Anda ingin menyempurnakan ibadah puasa dengan berbagi kepada sesama, mari salurkan infaq terbaik Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi . Silakan klik tautan resmi berikut untuk membayar infaq secara online: ???? https://baznaskotasukabumi.com/campaign/bayar-infaq Infaq Anda akan membantu masyarakat yang membutuhkan dan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir. Semoga Allah SWT menerima puasa dan amal ibadah kita semua. Aamiin. untuk membaca artikel lainnya terkait ramadhan klik link di bawah ini: Hal-Hal yang Membatalkan Puasa: Panduan Lengkap dan Penting bagi Muslim https://kotasukabumi.baznas.go.id/artikel/show/menangis-bisa-membatalkan-puasa--mitos-dan-fakta-yang-perlu-diketahui/35734 https://baznaskotasukabumi.com/apakah-menangis-bisa-membatalkan-puasa
ARTIKEL20/02/2026 | BAZNAS
Hal-hal yang membatalkan puasa : pengetahuan penting untuk setiap muslim
Hal-hal yang membatalkan puasa : pengetahuan penting untuk setiap muslim
Hal-hal yang membatalkan puasa merupakan pengetahuan penting yang wajib dipahami setiap muslim, khususnya saat menjalankan ibadah di bulan Ramadhan. Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, namun juga menjaga diri dari perbuatan yang merusak nilai ibadah. Tanpa pemahaman yang benar, seseorang bisa saja berpuasa seharian penuh, namun puasanya menjadi batal tanpa penyesalan. Oleh karena itu, mengetahui batasan-batasan puasa adalah bagian dari menjaga kesempurnaan ibadah kepada Allah SWT Puasa yang sah akan mendatangkan pahala besar dan melatih ketakwaan. Sebaliknya, pelanggaran terhadap aturan puasa dapat menghilangkan nilai ibadah tersebut. Berikut ini adalah 9 hal-hal yang membatalkan puasa yang wajib diwaspadai setiap muslim agar tidak terjatuh dalam kesalahan. 1. Makan dan Minum dengan Sengaja Makan dan minum secara sengaja di siang hari Ramadhan termasuk hal-hal yang membatalkan puasa. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 187 yang menjelaskan batas waktu makan dan minum hingga terbit fajar. Jika dilakukan karena lupa, maka puasa tetap sah. 2. Hubungan Suami Istri di Siang Hari Melakukan hubungan suami istri saat puasa Ramadhan adalah pelanggaran berat. Selain membatalkan puasa, pelakunya diwajibkan membayar kafarat sesuai ketentuan syariat Islam. 3. Keluarnya Mani dengan Sengaja Mengeluarkan mani dengan sengaja akibat rangsangan tertentu termasuk hal-hal yang membatalkan puasa karena bertentangan dengan tujuan menahan hawa nafsu selama berpuasa. 4. Muntah dengan Sengaja Rasulullah ? bersabda, “Barang siapa muntah tanpa disengaja, maka tidak wajib qadha. Namun barang siapa muntah dengan sengaja, maka wajib qadha.” Hadits ini menegaskan bahwa muntah dimaksudkan untuk membatalkan puasa. 5. Haid dan Nifas Wanita yang mengalami haid atau nifas otomatis puasanya batal meskipun terjadi mendekati waktu berbuka. Ia wajib mengganti puasa di hari lain setelah Ramadhan. 6. Hilang Akal atau Pingsan Seharian Jika seseorang pingsan atau kehilangan kesadaran sepanjang hari, maka puasanya tidak sah karena salah satu syarat puasa adalah adanya akal dan kesadaran. 7. Memasukkan Sesuatu ke Dalam Tubuh Memasukkan benda atau cairan ke dalam tubuh melalui lubang terbuka seperti mulut atau hidung dengan sengaja termasuk hal-hal yang membatalkan puasa menurut mayoritas ulama. 8. Murtad Keluar dari Islam, although sementara, batalkan seluruh amal ibadah termasuk puasa, karena iman adalah syarat utama diterimanya ibadah 9. Berniat Membatalkan Puasa Niat merupakan inti ibadah. Jika seseorang berniat membatalkan puasa meskipun belum makan atau minum, maka puasanya dianggap batal. Memahami hal-hal yang membatalkan puasa akan membantu seorang muslim menjalankan ibadah dengan lebih hati-hati dan penuh kesadaran. Ilmu ini penting agar puasa tidak hanya sah secara hukum, tetapi juga bernilai pahala dan membawa keberkahan. Puasa yang dijaga dengan ilmu akan melahirkan pribadi yang disiplin, sabar, dan bertakwa. Selain itu, pemahaman tentang hal-hal yang membatalkan puasa juga berperan besar dalam membentuk sikap kehati-hatian selama Ramadhan. Banyak kebiasaan sehari-hari yang tampak sepele, namun berpotensi merusak puasa jika dilakukan tanpa ilmu, seperti bercanda berlebihan, berkata kotor, atau lalai menjaga pandangan. Meskipun perbuatan tersebut tidak selalu membatalkan puasa secara hukum, pahala puasa dapat mengurangi bahkan hilang. Rasulullah ? bersabda bahwa puasa bukan sekedar menahan lapar dan haus, namun juga menahan diri dari perkataan dan perbuatan sia-sia. Dengan memahami batasan syariat, seorang muslim akan lebih fokus memperbaiki akhlak, memperbanyak ibadah, serta menjadikan Ramadhan sebagai momentum perubahan diri menuju pribadi yang lebih bertakwa dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari, sehingga ibadah puasa benar-benar menjadi sarana pendidikan spiritual yang berdampak positif bagi keluarga dan masyarakat luas serta lingkungan sekitar secara berkelanjutan bersama. Ramadhan adalah bulan berbagi dan kepedulian sosial. Setelah menjalankan puasa dari hal-hal yang membatalkan puasa, sempurnakan ibadah dengan berinfaq. Mari salurkan infaq terbaik Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi untuk membantu saudara-saudara yang membutuhkan dan mendukung program kemaslahatan umat. untuk membaca artikel lainnya klik link di bawah ini : Hal-Hal yang Membatalkan Puasa: Panduan Lengkap dan Penting bagi Muslim https://baznaskotasukabumi.com/apakah-menangis-membatalkan-puasa/ https://baznaskotasukabumi.com/menelan-air-ludah-saat-puasa/
ARTIKEL20/02/2026 | BAZNAS
7 Keutamaan I’tikaf di Bulan Ramadhan yang Sejati dan Menguatkan Iman Serta Natural dalam Menjalankannya
7 Keutamaan I’tikaf di Bulan Ramadhan yang Sejati dan Menguatkan Iman Serta Natural dalam Menjalankannya
I'tikaf di Bulan Ramadhan adalah salah satu ibadah yang sangat dianjurkan, terutama pada sepuluh hari terakhir bulan suci. Dengan berdiam diri di masjid untuk beribadah, seorang Muslim mempunyai kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, meningkatkan keimanan, dan memperbanyak amal ibadah tanpa gangguan duniawi. 1. Pengertian I'tikaf I'tikaf berarti menahan diri dari aktivitas duniawi untuk fokus beribadah di masjid. Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang beritikaf di masjid karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim) Amalan ini biasanya dilakukan selama sepuluh hari terakhir Ramadhan, tetapi dapat dilakukan lebih lama sesuai kemampuan. 2. Mendekatkan Diri kepada Allah Salah satu tujuan utama I'tikaf di Bulan Ramadhan adalah mendekatkan diri kepada Allah. Selama I'tikaf, seorang Muslim bisa fokus pada shalat, membaca Al-Qur'an, dan berdzikir tanpa gangguan dunia. “I'tikaf itu adalah menyelesaikan diri dari urusan dunia demi mencari ridha Allah.” (HR.Ahmad) Dengan ibadah ini, hati menjadi lebih tenang dan jiwa lebih damai. 3. Meningkatkan Keimanan I'tikaf membantu meningkatkan keimanan karena memberikan waktu khusus untuk beribadah. Aktivitas seperti shalat malam, tadarus Al-Qur'an, dan dzikir rutin akan menumbuhkan ketakwaan yang konsisten. 4. Menghapus Dosa Keutamaan lain dari I'tikaf adalah sebagai sarana penghapus dosa. Rasulullah SAW menekankan bahwa niat ikhlas selama I'tikaf akan menghapus kesalahan masa lalu. Ini menjadi kesempatan untuk membersihkan hati dan memperbaiki diri. 5. Meraih Lailatul Qadar Sepuluh malam terakhir Ramadhan adalah waktu yang penuh berkah karena adanya Lailatul Qadar , malam yang lebih baik dari seribu bulan. Rasulullah SAW bersabda: “Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim) I'tikaf di malam-malam ini memberikan kesempatan untuk meraih malam penuh rahmat dan ampunan. 6. Konsistensi Ibadah I'tikaf mengajarkan konsistensi dalam beribadah. Dengan rutinitas shalat, tadarus, dan dzikir, seorang muslim dapat membentuk disiplin spiritual yang berkelanjutan setelah Ramadhan. 7. Refleksi Diri dan Amal Jariyah Salah satu keutamaan utama dari I'tikaf di Bulan Ramadhan adalah kesempatan untuk melakukan refleksi diri (muhasabah) . Ketika seorang mukmin berada di masjid, terpisah dari kesibukan dunia, ia dapat larut dalam amal ibadah, perilaku, dan amalan dengan Allah SWT. Aktivitas muhasabah ini meliputi introspeksi terhadap dosa-dosa yang telah dilakukan, kesalahan terhadap sesama, serta langkah-langkah yang perlu diambil untuk memperbaiki diri di masa depan. Dalam suasana I'tikaf yang tenang, hati menjadi lebih jernih untuk memahami kekurangan diri dan memohon ampun kepada Allah. Rasulullah SAW pentingnya introspeksi: “Barangsiapa yang menyesali perbuatannya dan bertobat kepada Allah, niscaya Allah akan menerima taubatnya.” (HR. Tirmidzi) Selain introspeksi pribadi, I'tikaf juga mendorong amal jariyah . Amal jariyah adalah ibadah atau perbuatan baik yang pahalanya terus mengalir meskipun pelakunya sudah tiada. Salah satu contoh konkretnya adalah mendukung fasilitas masjid atau menyediakan kegiatan I'tikaf, baik melalui pembangunan, rekonstruksi, atau penyediaan sarana ibadah. Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangunkannya rumah di surga.” (HR.Muslim) Artinya, siapa pun yang menyumbangkan harta untuk kegiatan ibadah, seperti I'tikaf , akan memperoleh pahala terus-menerus karena masjid tersebut digunakan untuk ibadah yang rutin dilakukan oleh orang lain. Ini menjadikan infaq dan sedekah yang mendukung I'tikaf sebagai amal jariyah yang sangat mulia , terutama selama bulan Ramadhan. Lebih jauh, mendukung kegiatan I'tikaf juga menanamkan nilai kepedulian sosial. Ketika seseorang menyiapkan fasilitas bagi jamaah I'tikaf—misalnya tempat tidur, sajadah, kitab Al-Qur'an, atau perlengkapan shalat—ia secara tidak langsung ikut berperan dalam keberhasilan ibadah orang lain. Manfaatnya tidak hanya bagi penerima bantuan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran spiritual sebagai pemberi, memperkuat niat untuk beramal ikhlas, dan menambah pahala di sisi Allah. Muhasabah yang dilakukan saat I'tikaf tidak hanya berhenti pada evaluasi diri semata, namun juga memicu perubahan nyata. Seorang mukmin dapat menuliskan resolusi ibadah, berjanji untuk lebih rutin membaca Al-Qur'an, memperbaiki shalat, atau lebih konsisten dalam menunaikan sedekah. Dengan demikian, I'tikaf menjadi momen transformasi spiritual yang membawa dampak positif jangka panjang, baik bagi diri sendiri maupun masyarakat sekitar. Sebagai contoh praktisnya, setiap jamaah yang menunaikan I'tikaf di masjid kota atau desa, mendapat fasilitas yang disediakan oleh para donatur. Bantuan ini bisa berupa penyediaan makanan sahur, penerangan malam, atau fasilitas ibadah yang nyaman. Setiap dukungan yang diberikan akan menjadi pahala berkelanjutan, karena setiap orang yang memanfaatkan fasilitas tersebut sedang melakukan ibadah di jalan Allah. Oleh karena itu, I'tikaf di Bulan Ramadhan tidak hanya bermanfaat bagi pelakunya, tetapi juga bagi orang lain yang terlibat secara tidak langsung. Ini menunjukkan betapa luas dan dalamnya hikmah dari ibadah sederhana namun khusyuk ini. Melalui muhasabah diri dan amal jariyah, seorang mukmin bisa memaksimalkan keberkahan bulan Ramadhan dan meraih pahala yang terus mengalir bahkan setelah Ramadhan berakhir. Dukung I'tikaf melalui Infaq BAZNAS Kota Sukabumi Anda bisa mendukung kegiatan I'tikaf di Kota Sukabumi melalui BAZNAS. Setiap infaq yang diberikan akan menjadi amal jariyah dan membantu jamaah I'tikaf mendapatkan fasilitas ibadah yang lebih baik. Bayar Infaq Sekarang di BAZNAS Kota Sukabumi Kesimpulan I'tikaf di Bulan Ramadhan adalah ibadah yang luar biasa dengan banyak keutamaan, mulai dari mendekatkan diri kepada Allah, meningkatkan keimanan, menghapus dosa, hingga meraih Lailatul Qadar. Selain itu, mendukung kegiatan ini melalui infaq BAZNAS Kota Sukabumi memberikan pahala tambahan bagi yang beramal. Jangan lewatkan kesempatan ini untuk memperbanyak amal ibadah di bulan penuh berkah. Untuk membaca artikel lainnya terkait ramadhan klik link di bawah ini: I'tikaf dan keutamaannya di bulan Ramadhan https://baznaskotasukabumi.com/muslimah-bisa-ikut-itikaf/ https://baznas.go.id/artikel-show/Keutamaan-Iktikaf:-Pesona-dan-Keagungan-Pahala-di-Balik-Waktu-yang-Disisihkan-untuk-Allah/428
ARTIKEL20/02/2026 | BAZNAS
Tadarus Adalah Amalan Dahsyat Penuh Berkah: 7 Makna, Manfaat, dan Praktiknya dalam Islam
Tadarus Adalah Amalan Dahsyat Penuh Berkah: 7 Makna, Manfaat, dan Praktiknya dalam Islam
Tadarus adalah salah satu amalan utama dalam Islam yang memiliki nilai ibadah, pendidikan, dan sosial sekaligus. Sejak awal Islam, tadarus adalah aktivitas membaca Al-Qur'an secara bersama-sama, saling menyimak, serta memperbaiki bacaan agar sesuai dengan tuntunan syariat. Amalan ini sangat dianjurkan, terutama di bulan Ramadhan, namun tetap relevan untuk diamalkan sepanjang tahun Dalam konteks kehidupan modern yang penuh kesibukan, pemahaman bahwa tadarus adalah ibadah yang fleksibel namun bernilai tinggi akan mendorong umat Islam untuk tetap dekat dengan Al-Qur'an. Tidak hanya sah secara hukum, tadarus yang dilakukan dengan adab dan keikhlasan akan melahirkan ketenangan batin serta keberkahan hidup. Makna Tadarus Adalah Proses Belajar dan Menghidupkan Al-Qur'an Secara bahasa, tadarus berasal dari kata darasa yang berarti mempelajari. Secara istilah, tadarus adalah kegiatan membaca Al-Qur'an secara bergantian antara dua orang atau lebih, disertai sikap saling memperhatikan dan membaca bacaan. Praktik ini dicontohkan langsung oleh Rasulullah ?. Dalam hadits riwayat Bukhari disebutkan: “Jibril bertemu Nabi ? setiap malam di bulan Ramadhan, lalu keduanya saling bertadarus Al-Qur'an.” Hadits ini menegaskan bahwa tadarus adalah sunnah yang memiliki kedudukan istimewa dan menjadi teladan utama bagi umat Islam. 7 Manfaat Dahsyat Tadarus dalam Kehidupan Muslim Menyempurnakan Bacaan Al-Qur'an Dengan tadarus, kesalahan tajwid dan makhraj dapat diperbaiki secara langsung. Mendatangkan Pahala Berlipat Ganda Rasulullah ? bersabda: “Setiap huruf dari Al-Qur'an bernilai satu kebaikan.” (HR. Tirmidzi) Menumbuhkan Kedisiplinan dan Konsistensi Ibadah Tadarus yang rutin melatih keistiqamahan dalam beramal. Menghadirkan Ketenangan Jiwa Allah SWT berfirman: “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra'd : 28) Menguatkan Ukhuwah Islamiyah Tadarus adalah sarana berkumpul dalam kebaikan dan mempererat persaudaraan. Media Pendidikan Al-Qur'an Sangat efektif untuk membimbing anak-anak dan pemula membaca Al-Qur'an. Membentuk Akhlak Qur'ani Interaksi rutin dengan Al-Qur'an akan tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Praktik Tadarus Adalah Ibadah yang Mudah Dilakukan Dalam praktiknya, tadarus adalah ibadah yang dapat dilakukan secara fleksibel, baik di masjid, mushala, rumah, sekolah, maupun majelis taklim. Waktu pelaksanaannya pun beragam, seperti setelah salat Subuh, Ashar, atau Tarawih. Adab yang perlu dijaga dalam tadarus meliputi niat yang ikhlas karena Allah, berwudhu, membaca dengan tartil, tidak tergesa-gesa, serta saling menghormati antar peserta. Tadarus Adalah Jalan Menuju Kepedulian Sosial Islam mengajarkan keseimbangan antara ibadah ritual dan sosial. Oleh karena itu, tadarus adalah pintu pembuka kesadaran untuk berbagi dan peduli terhadap sesama. Al-Qur'an yang dibaca seharusnya menggerakkan hati untuk berinfaq dan membantu mereka yang mendesak. Allah SWT berfirman: “Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang tumbuh tujuh tangkai.” (QS. Al-Baqarah : 261) Ayat ini menegaskan bahwa infaq merupakan investasi akhirat yang pahalanya berlipat ganda. Tantangan dan Adab Tadarus di Era Digital Di era digital saat ini, tadarus adalah ibadah yang juga mengalami perkembangan dalam bentuk dan medianya. Banyak umat Islam melakukan tadarus melalui aplikasi Al-Qur'an digital, grup dare, atau siaran langsung di media sosial. Perkembangan ini tentu memudahkan akses dan memperluas jangkauan dakwah Al-Qur'an, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan waktu dan jarak. Namun demikian, kemudahan tersebut perlu diimbangi dengan pemeliharaan adab agar esensi tadarus tetap terjaga. Beberapa adab penting dalam tadarus digital antara lain menjaga niat agar tidak sekadar mengejar tampilan atau popularitas, tetap memperhatikan tajwid meski membaca dari gawai, serta menghindari gangguan lain seperti notifikasi media sosial. Tadarus adalah ibadah yang menuntut kekhusyukan, sehingga perlu dilakukan dengan sikap hormat terhadap Al-Qur'an, baik dibaca secara langsung maupun melalui media digital. Dengan menjaga adab ini, tadarus di era modern tetap bernilai ibadah yang utuh, menghadirkan pahala, ketenangan, serta membentuk pribadi yang dekat dengan Al-Qur'an. Sempurnakan Tadarus dengan Infaq Mari jadikan tadarus bukan hanya bacaan lisan, tetapi juga amal nyata. Salurkan infaq terbaik Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi untuk mendukung program pendidikan Al-Qur'an, bantuan mustahik, dan penguatan ekonomi umat. ???? Ayo berinfaq sekarang, karena Al-Qur'an mengajarkan kepedulian dan keberkahan! untuk melihat artikel lainnya klik link di bawah ini : Tadarus Adalah : Makna, Manfaat, dan Praktinya dalam Islam https://baznaskotasukabumi.com/tadarus-makna-manfaat-dan-praktinya/ https://baznas.go.id/artikel-show/Tadarus-Adalah:-Makna,-Manfaat,-dan-Praktiknya-dalam-Islam/313
ARTIKEL20/02/2026 | BAZNAS
7 Cara Dahsyat Menyambut Ramadhan agar Ibadah Lebih Maksimal dan Penuh Berkah
7 Cara Dahsyat Menyambut Ramadhan agar Ibadah Lebih Maksimal dan Penuh Berkah
Menyambut Ramadhan adalah momen penting bagi setiap muslim untuk mempersiapkan diri secara ruhiyah, fisik, dan sosial sebelum bulan suci tiba. Ramadhan bukan sekadar pergantian bulan dalam kalender hijriah, melainkan kesempatan emas untuk meningkatkan kualitas iman dan amal saleh. Rasulullah ? bahkan telah memberi teladan agar umat Islam mempersiapkan diri sejak jauh hari dalam menyambut Ramadhan. Dalam sebuah hadits disebutkan: “Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah mengijinkan kalian berpuasa di dalamnya.” (HR.Ahmad) Hadits ini menegaskan bahwa menyambut Ramadhan bukanlah hal biasa, melainkan bagian dari kesiapan menjalani ibadah agung yang penuh keberkahan. 1. Meluruskan Niat dalam Menyambut Ramadhan Langkah pertama dalam menyambut Ramadhan adalah meluruskan niat. Ibadah tanpa niat yang ikhlas hanya akan bernilai rutinitas. Rasulullah ? bersabda: “Sejujurnya setiap amal tergantung niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim) Niat yang benar akan menjadikan puasa, shalat, sedekah, dan amal lainnya bernilai ibadah di sisi Allah SWT. 2. Memperbanyak Ilmu tentang Keutamaan Ramadhan Menyambut Ramadhan juga berarti memahami keutamaannya. Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur'an, bulan pengampunan dosa, dan bulan dibukagandakannya pahala. Allah SWT berfirman: “Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an.” (QS. Al-Baqarah : 185) Dengan ilmu, ibadah di bulan Ramadhan akan lebih terarah dan bermakna. 3. Melatih Diri dengan Ibadah Sunnah Agar tidak kaget saat Ramadhan tiba, para ulama bersiap memperbanyak ibadah sunnah sejak bulan Sya'ban. Rasulullah ? dikenal sering berpuasa sunnah di bulan tersebut. Ini menjadi latihan spiritual agar ibadah Ramadhan lebih konsisten dan optimal. 4. Membersihkan Hati dan Memperbaiki Akhlak Menyambut Ramadhan bukan hanya soal fisik, tetapi juga kebersihan hati. Memaafkan kesalahan orang lain, menjauhi ghibah, dan menjaga lisan adalah bagian penting dari persiapan Ramadhan. Puasa sejatinya bukan hanya menahan lapar, tapi juga menahan hawa nafsu. 5. Menyiapkan Program Ibadah Ramadhan Agar Ramadhan lebih terarah, buatlah target ibadah: khatam Al-Qur'an, shalat malam, sedekah harian, dan memperbanyak doa. Dengan perencanaan, Ramadhan tidak berlalu begitu saja tanpa spiritual. 6. Memperkuat Kepedulian Sosial melalui Infaq Salah satu amalan utama dalam menyambut Ramadhan adalah memperbanyak infaq. Rasulullah ? adalah orang paling dermawan, dan kedermawanannya semakin meningkat di bulan Ramadhan (HR. Bukhari). Infaq tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga menyucikan jiwa dan mempererat ukhuwah sosial. 7. Menyambut Ramadhan dengan Doa dan Harapan Para sahabat Rasulullah ? bahkan berdoa selama enam bulan agar dipertemukan dengan Ramadhan. Ini menunjukkan betapa agungnya bulan suci tersebut. Berdoa agar diberi umur panjang dan kekuatan beribadah adalah bentuk kesiapan terbaik dalam menyambut Ramadhan. Menyambut Ramadhan sebagai Momentum Hijrah Diri Setiap Ramadhan adalah kesempatan hijrah: hijrah dari kebiasaan buruk menuju kebiasaan baik, dari lalai menuju taat, dan dari minim ibadah menuju amal maksimal. Menyambut Ramadhan tanpa niat perubahan akan membuat bulan suci berlalu tanpa dampak jangka panjang. Oleh karena itu, penting untuk menetapkan resolusi Ramadhan, misalnya: Lebih menjaga shalat tepat waktu Mengurangi penggunaan media sosial secara berlebihan Membiasakan membaca Al-Qur'an setiap hari Menjadikan Ramadhan sebagai Bulan Kepedulian Kolektif Ramadhan bukan hanya milik individu, tetapi juga momentum kebersamaan umat. Infaq, zakat, dan sedekah yang disalurkan secara terorganisir akan memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui lembaga resmi seperti BAZNAS Kota Sukabumi , infaq dan shadaqah Ramadhan dapat dikelola secara profesional, transparan, dan tepat sasaran. Hal ini menjadikan ibadah sosial tidak hanya bernilai pahala pribadi, tetapi juga solusi nyata bagi permasalahan umat. Dengan persiapan yang matang, menyambut Ramadhan bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum transformasi diri. Semakin serius persiapan yang dilakukan, semakin besar pula keberkahan yang akan diraih selama Ramadhan. Mari jadikan Ramadhan kali ini lebih bermakna dengan iman yang kuat, ibadah yang terarah, dan kepedulian sosial yang nyata melalui infaq dan sedekah. Saatnya siapkan amal terbaik anda!! ???? Tunaikan amal terbaik anda sekarang dan raih keberkahan Ramadhan bersama BAZNAS Kota Sukabumi. untuk membaca artikel lainnya terkait ramdhan klik link di bawah ini : Amalan dan Doa Menyambut Ramadhan Lengkap dan Berkah – Panduan Lengkap Ibadah Ramadhan https://kotasukabumi.baznas.go.id/artikel/show/tips-menjalankan-ibadah-puasa-di-bulan-ramadhan/35668 https://baznaskotasukabumi.com/persiapan-menyambut-ramadhan/
ARTIKEL13/02/2026 | BAZNAS
10 Hal yang Harus Disiapkan Sebelum Ramadhan dari Sekarang, agar lebih maksimal dan natural saat menjalankan ibadah di bulan puasa
10 Hal yang Harus Disiapkan Sebelum Ramadhan dari Sekarang, agar lebih maksimal dan natural saat menjalankan ibadah di bulan puasa
Ramadhan adalah bulan mulia yang dinanti umat Islam. Namun, tanpa persiapan sebelum Ramadhan, banyak orang justru melewatinya tanpa peningkatan iman yang berarti. Rasulullah ? bersabda: “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah…” (HR. Ahmad). Agar tidak termasuk orang yang merugi di bulan suci, berikut 10 hal yang harus disiapkan sebelum Ramadhan agar tidak menyesal, lengkap dengan dalil dan penjelasan. 1. Meluruskan Niat dan Taubat Sebelum Ramadhan Persiapan sebelum Ramadhan dimulai dari hati. Allah berfirman dalam QS. At-Tahrim: 8 agar orang beriman bertaubat dengan taubat nasuha. Taubat membersihkan dosa sehingga ibadah Ramadhan lebih khusyuk dan diterima. 2. Melunasi Hutang Puasa Tahun Lalu Jika masih memiliki hutang puasa, segera qadha sebelum Ramadhan tiba. Dalam hadits riwayat Aisyah disebutkan bahwa beliau mengqadha puasa sebelum datang Ramadhan berikutnya (HR. Bukhari dan Muslim). 3. Memperbanyak Doa Menyambut Ramadhan Salah satu doa sahabat adalah memohon agar dipertemukan dengan Ramadhan. Ulama menyebut, doa sebelum Ramadhan menunjukkan kesiapan hati menyambut bulan mulia. 4. Belajar Ilmu Fikih Puasa Persiapan sebelum Ramadhan juga berarti memahami hukum puasa. Pelajari hal-hal yang membatalkan puasa, fidyah, hingga kafarat. Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah: 185 tentang kewajiban puasa Ramadhan. Anda bisa membaca referensi resmi dari Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai rujukan terpercaya (dofollow). 5. Menyusun Target Ibadah Ramadhan Rasulullah ? memperbanyak ibadah di bulan Ramadhan (HR. Bukhari). Buat target seperti: Khatam Al-Qur’an Qiyamul lail rutin Sedekah harian Mengikuti kajian Dengan target jelas, Ramadhan tidak terlewati sia-sia. 6. Membiasakan Puasa Sunnah Dalam hadits riwayat Usamah bin Zaid, Nabi ? banyak berpuasa di bulan Sya’ban sebagai latihan sebelum Ramadhan (HR. An-Nasa’i). Ini bagian penting dari persiapan sebelum Ramadhan agar fisik dan mental siap. 7. Menata Jadwal dan Aktivitas Harian Kurangi aktivitas yang tidak produktif. Sisihkan waktu untuk tilawah dan ibadah. Ramadhan hanya datang setahun sekali—jangan sampai habis untuk hal yang tidak bernilai akhirat. 8. Menyiapkan Harta untuk Sedekah dan Zakat Rasulullah ? adalah orang paling dermawan, dan semakin dermawan saat Ramadhan (HR. Bukhari). Persiapan sebelum Ramadhan juga mencakup kesiapan finansial untuk: Zakat fitrah Infaq Sedekah Sedekah di bulan Ramadhan dilipatgandakan pahalanya. 9. Meminta Maaf dan Memperbaiki Hubungan Ramadhan adalah bulan ampunan. Rasulullah ? bersabda bahwa pintu surga dibuka dan pintu neraka ditutup saat Ramadhan (HR. Muslim). Maka bersihkan hati dari dendam dan konflik agar ibadah lebih ringan. 10. Mempersiapkan Mental dan Kesehatan Puasa membutuhkan kesiapan fisik dan mental. Atur pola makan, kurangi konsumsi berlebihan, serta biasakan bangun lebih awal. Persiapan sebelum Ramadhan secara fisik membantu menjaga konsistensi ibadah hingga akhir bulan. Dalil Keutamaan Ramadhan Dalam hadits riwayat Abu Hurairah, Rasulullah ? bersabda: “Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadits ini menjadi pengingat bahwa Ramadhan bukan sekadar rutinitas, tetapi momentum penghapusan dosa. Ilustrasi Persiapan Sebelum Ramadhan Alt image: Persiapan sebelum Ramadhan dengan Al-Qur’an dan sajadah (Ilustrasi: Al-Qur’an, tasbih, dan jadwal ibadah sebagai simbol persiapan sebelum Ramadhan). Mengapa Persiapan Sebelum Ramadhan Itu Sangat Penting? Banyak orang bersemangat di awal Ramadhan, tetapi melemah di pertengahan, lalu kehilangan momentum di 10 hari terakhir. Padahal Rasulullah ? justru semakin bersungguh-sungguh di akhir Ramadhan (HR. Bukhari dan Muslim). Persiapan sebelum Ramadhan bukan hanya soal fisik, tetapi kesiapan iman. Tanpa persiapan sebelum Ramadhan, ibadah bisa terasa berat, tidak konsisten, bahkan berlalu tanpa perubahan berarti. Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah: 183: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” Jangan Menyesal Setelah Ramadhan Berlalu Banyak orang menangis setelah Ramadhan berakhir karena merasa belum maksimal. Oleh karena itu, persiapan sebelum Ramadhan sangat penting agar bulan suci benar-benar menjadi momentum perubahan. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Hasyr: 18 agar setiap orang memperhatikan apa yang dipersiapkan untuk hari esok (akhirat). Saatnya Siapkan Amal Terbaik Anda! Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi tentang memperbanyak amal sosial. Mari sempurnakan persiapan sebelum Ramadhan dengan berbagi kepada sesama. Salurkan infaq dan sedekah terbaik Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi sebagai lembaga resmi pengelola zakat terpercaya. Dengan berbagi, kita tidak hanya menyiapkan Ramadhan yang lebih bermakna, tetapi juga menghadirkan senyum bagi mereka yang membutuhkan. ???? Tunaikan infaq dan sodaqoh Anda sekarang melalui BAZNAS Kota Sukabumi dan raih keberkahan Ramadhan yang sesungguhnya. untuk membaca artikel lainnya terkait ramadhan klik link di bawah ini: https://baznaskotasukabumi.com/campaign/tunaikan-sedekah-rutin-seribu-sehari BAZNAS Kota Sukabumi Salurkan Bantuan untuk Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) https://baznaskotasukabumi.com/campaign/sedekah-untuk-pahlawan-keluarga https://baznaskotasukabumi.com/campaign/34-subur-34-sedekah-subuh-berkah-makmur
ARTIKEL13/02/2026 | BAZNAS
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Sukabumi.

Lihat Daftar Rekening →